Ketika ‘Matahari’ Meledak di Atas Hiroshima


hiroshima bomKetika ‘Matahari’ Meledak di Atas Hiroshima

6 Agustus 1945, tepat pukul 8.15 pagi waktu Hiroshima, sebuah bom atom meledak di udara Hiroshima. Ledakan bom atom itu menghasilkan panas radiasi yang setara dengan sebuah matahari.

Bom atom itu berukuran tidak terlalu besar panjangnya sekitar 3 meter atau 2 kali dari tinggi rata-rata siswi SD kelas 6 di Jepang. Bom seberat 4 ton itu membawa 50 kg uranium 235, yang setiap kilogramnya cukup untuk menghasilkan energi yang setara dengan 16.000 ton peledak berperforma tinggi.

Aslinya bom itu saat didesain berukuran lebih besar, namun saat diproduksi ukurannya jadi menciut. Karena itu lah orang Amerika menyebut bom ini sebagai ‘Little Boy’.

Ternyata, bom itu tidak meledak di tanah melainkan sekitar 600 meter di udara (hypocenter). Saat meledak, bom menghasilkan bola api panas berdiameter sekitar 280 meter dengan panas mencapai 5.000 derajat celcius. Saat meledak bom melepaskan radiasi ke seluruh penjuru dengan ledakan bertekanan sangat tinggi.

“Panasnya sama dengan matahari,” ujar seorang pemandu tur dari Jepang di Museum Perdamaian Hiroshima.

Gelombang bom kemudian menyapu dan membakar semua yang berada dalam radius 2 km dari pusat ledakan (hypocenter).

Tekanan ledakan saat itu mencapai 19 ton per meter persegi. Akibatnya rumah dan gedung hancur dalam beberapa detik. Hanya beberapa gedung saja yang bisa bertahan.

Setelah ledakan, timbul hujan hitam yang mengandung bahan radioaktif berbahaya untuk manusia. Nah hujan radioaktif ini lah yang membuat banyak orang mengalami efek radiasi.

***

Dadan Kuswaraharja – detikNews

Iklan