Updates from Februari, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 7:38 pm on 28 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Cinta Laki-laki Biasa 

    Karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta

    MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

    “Kenapa?” tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

    Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

    Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

    Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

    “Kamu pasti bercanda!”

    Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.

    Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

    “Nania serius!” tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.

    “Tidak ada yang lucu,” suara Papa tegas, “Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!”

    Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

    “Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?” Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, “maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?”

    Nania terkesima.

    “Kenapa?”

    Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.

    Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!

    Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!

    Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.

    “Nania Cuma mau Rafli,” sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.

    Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.

    “Tapi kenapa?”

    Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa.

    Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.

    “Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!”

    Cukup!

    Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?

    Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak ‘luar biasa’. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.

    Mereka akhirnya menikah.

    ***

    Setahun pernikahan.

    Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.

    Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

    “Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.”

    Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.

    Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.

    “Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!”

    “Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!”

    “Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!”

    Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.

    Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

    Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!

    Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?

    Rafli juga pintar!

    Tidak sepintarmu, Nania.

    Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.

    Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

    Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.

    “Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.”

    Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

    Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang.

    “Tak apa,” kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.

    “Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.”

    Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.

    “Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?”

    Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.

    Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

    Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania.

    Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

    Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!

    Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.

    Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.

    Cantik ya? dan kaya!

    Tak imbang!

    Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

    Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

    ***

    Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.

    “Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!”

    Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

    Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.

    Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.

    “Baru pembukaan satu.”

    “Belum ada perubahan, Bu.”

    “Sudah bertambah sedikit,” kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.

    “Sekarang pembukaan satu lebih sedikit.”

    Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

    Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

    “Masih pembukaan dua, Pak!”

    Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

    “Bang?”

    Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.

    “Dokter?”

    “Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.”

    Mungkin?

    Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?

    Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

    Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.

    Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bias menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

    Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.

    “Pendarahan hebat.”

    Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.

    Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!

    Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.

    Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.

    Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.

    Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

    ***

    Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.

    Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

    Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

    Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.

    Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.

    “Nania, bangun, Cinta?”

    Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

    Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,

    “Nania, bangun, Cinta?”

    Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

    Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.

    Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

    Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.

    Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.

    Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

    Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.

    Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

    Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.

    Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.

    Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.

    Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

    “Baik banget suaminya!”

    “Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!”

    “Nania beruntung!”

    “Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.”

    “Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!”

    Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.

    Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?

    Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

    Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

    Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

    Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

    ***

    Diketik ulang oleh Juli Prasetio Utomo, 28 Juni 2005, dengan pembenahan beberapa ejaan dan tanda baca.

    Iklan
     
    • mobil88 7:48 pm on 28 Februari 2010 Permalink

      wah…wah…wah menurut http://mobil88.wordpress.com tulisan Anda dalam blog ini cukup menarik….sukses ya !!
      :)

    • Tiyo negoro 12:29 am on 1 Maret 2010 Permalink

      Sangat menginspirasi,
      Ingin ah seperti Rafli. .

    • m rudi kurniawan 1:47 am on 5 Juli 2010 Permalink

      saya yakin cerita ini memang benar terjadi di dunia yang luas ini. kisah yang di idam2kan semua orang. terima kasih atas tulisan nya. sangat menginspirasi.

      kalau boleh memberikan saran. agar blog nya dengan tema putih dan tulisan nya sedikit besar. agar lebih nyaman membaca dalam waktu yang lama. karena blog nya isi nya bagus semua.

  • erva kurniawan 7:21 pm on 27 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Ketika Senandung Camar itu Tiada 

    Pagi hari tiup bayu semilir menghilir dedaunan butir-butir cahya mentari menyapa halus kayu-kayu pepohonan dan lembar demi lembar kelopak daun sisa musim semi yang mulai berguguran membias indah menyimpan berjuta senyuman

    Nun jauh di sana seorang anak kecil telanjang kakinya berlarian melintas garis-garis pantai menyiratkan Rahasia Alam Tuhan sambil membawa jala lebar penangkap ikan hanya satu yang ada dalam pikirannya: “Aku harus bisa mengumpulkan ikan sebanyak mungkin untuk membantu emak berjualan di pasar kota dan menyisihkannya untuk kusimpan sedikit di tabungan walaupun tak seberapa “…

    Terlintas di pikirannya segaris senyum yang tulus dan bahagia yang selalu menghias wajah kerut-merut seorang wanita 50an yang telah banyak dimakan panasnya api perjuangan hidup yang telah mengenal banyak duri dan onak tajam namun senantiasa penuh cinta dan keikhlasan

    Hari pun tertatih-tatih merambat siang mentari mulai menggeser di antara awan-awan camar-camar riang bernyanyi menghias lelangit terang

    ” Hei, agaknya hari sudah siang aku harus segera berkemas pulang mengganti baju lusuh ini dengan baju yang sedikit lebih rupawan untuk kupakai ke sekolahan”

    Dan anak kecil lusuh berwajah tampan itupun segera melangkah pulang mengayunkan langkah-langkah penat yang tak begitu ia rasakan demi dilihatnya bayangan emaknya yang tengah menantinya di depan dan terukir senyum bahagia di wajah tuanya karena melihat kehadirannya dengan ikan jaringannya yang berlimpah.

    ” Emak pasti senang… ah, aku ingin segera berjumpa emak emak yang sangat aku sayang ” sesekali dibetulkannya jaring penuh ikan yang menggelayut berat di bahu kirinya sambil tangan kanannya menyeka peluh yang mengalir di sekujur wajah dan lehernya

    Akhirnya, tibalah ia di jalan arah menuju rumahnya seolah terbayang sudah masakan yang sudah disiapkan emaknya penopang lapar yang sejak tadi menggoda perutnya.

    Namun… langkah penatnya tiba-tiba terhenti terheran melihat banyaknya orang di depan rumahnya “Tak seperti biasanya, ada apakah gerangan? Di manakah emak ?…” tanyanya dalam hati dan langkahnya pun diteruskannya

    Setibanya di dekat rumah sang bocah 10 tahun itupun berteriak lantang “Emaak… emaak… aku pulang!.. Jaringku penuh, Mak, ikanku banyak Emak, emaak, … aku sudah pulang, Maak…!!”

    Di dekat pintu masuk rumah kayu yang sudah hampir rubuh itu tangan bocah itu dipegang oleh seorang pria “Paman, Paman ada di sini? Emak di mana, Paman? Aku ingin menunjukkan hasil panen ikanku hari ini. Aku ingin melihat senyum indah emak, Paman… ”

    Akhirnya pria berwajah sedih itupun melepaskan pegangan tangannya dan sang bocah pun melanjutkan langkah penat kakinya di antara kerumunan orang-orang yang memenuhi sekelilingnya.

    Tiba-tiba… kedua mata bundarnya terbelalak lebar mulut mungilnya terbuka tanpa suara nafasnya seolah terhenti seketika kedua alis tebalnya terpaut menggaris dahi dan… sebuah lengkingan mengharukan pun memecah deburan ombak kehidupan Rahasia Tuhan

    ” Emaak…! Emaak…! Emak…, jangan tinggalkan Bayu, Mak… jangan tinggalkan Bayu…. Mak, kalau emak pergi, Bayu akan sendiri… Emaaak…!! ”

    Isak tangis pilu menyayat buluh perindu seorang hamba telah kembali ke Empunya sang camar perindu telah kembali ke Kampungnya sang pelipur lara bayu telah bertemu Kekasih Hatinya emak sang bunda tercinta telah pergi tinggalkan dunia menyisakan sebait senyum kasih dan keikhlasan akan seorang bunda…

    (untukmu, bocah di tepi pantai itu)

    ***

    Sumber: Email sahabat

     
  • erva kurniawan 6:38 pm on 26 February 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Menghitung Bacaan Tasbih dengan Jari Tangan Kanannya 

    Yang disunahkan dalam berdzikir adalah dengan menggunakan jari – jari tangan :

    Abdullah bin Amr ra berkata, “Ra-aytu rasulullahi ya’qidut tasbiiha bi yamiinihi” yang artinya “Aku melihat Rasulullah menghitung bacaan tasbih (dengan jari–jari) tangan kanannya” (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud no. 1502 dan Tirmidzi no. 3486)

    Bahkan Nabi SAW memerintahkan para sahabat wanita menghitung : Subhaanallah, alhamdulillah dan mensucikan Allah dengan jari–jari, karena jari–jari akan ditanya dan diminta untuk berbicara (pada Hari Kiamat) (Hadits Hasan Riwayat Abu Dawud no 1501 dan At Tirmidzi, dihasankan oleh Imam An Nawai dan Ibnu Hajar Al ‘Asqalani)

    ***

    Sumber: Dzikir Pagi Petang, Yazid Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam Asy Syafi’i, Cetakan Pertama, Desember 2004, Hal 47

     
    • agro 11:48 am on 16 Mei 2010 Permalink

      TAPI UMAT ISLAM KOK MSH BANYAK YG PAKAI TASBIH YA! SAAT DZIKIR SETELAH SHOLAT. APA ADA SUNNAH SHOHIHAH YG DILAKUKAN NABI? KL ADA BUKANKAH ITU BERTENTANGAN DG SABDA NABI DI ATAS. MHN PENCERAHAN DR TMN2

    • Fadillah Shopline 8:33 pm on 15 Mei 2012 Permalink

      ya betul, betul, betul :)

  • erva kurniawan 6:36 am on 25 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: al fatihah, umul kitab   

    Resume Al-Fatihah 

    1. Surat Al Fatihah mempunyai beberapa nama, diantaranya: Ummul Kitab, Ummul Qur’an, Al-Hamd, Al-Asas, Ash- Sholat, Al- Wafiyah, Al-Kifayah, Ar-Raqiyah, As-Sabu’l Matsani (15:87)

    2. Surat Al Fatihah mengandung prinsip-prinsip pokok ajaran Islam, yaitu: Tauhid, Ibadah, Hukum-hukum dan peraturan-peraturan, Janji dan ancaman, Kisah-kisah atau cerita-cerita.

    3. Beberapa kata yang perlu diperhatikan:

    • Rabbi : mendidik, menambah dan menyempurnakan, menghimpun, memperbaiki dan menanggung, memimpin dan mengurus keperluan yang dipimpin, dan memiliki dan mengusai.
    • Ar-Rahman : yang menimbulkan perbuatan memberi nikmat dan kurnia
    • Ar-Rahim : orang yang mempunyai sifat belas kasihan, dan sifat ini `tetap’ pada-Nya selama-lamanya.
    • Ad-Din : perhitungan, ganjaran atau pembalasan, patuh, menundukkan, syariat atau agama.
    • Ibadah : menghamba, tunduk dan taat, memuliakan, selalu menyertai, dan menahan diri.

    4. Tentang ‘Basmalah’

    • Basmalah itu adalah suatu ayat yang tersendiri, diturunkan Allah untuk jadi kepala masing-masing surat, dan pembatas antara surat dengan surat yang lain. Jadi ia bukanlah satu ayat dari al Fatihah atau dari suatu surat yang lain, yang dimulai dengan Basmalah itu. Ini adalah pendapat Imam Malik beserta ahli qiroah dan fuqoha Madinah, Basrah dan Syam, dan juga pendapat Imam Hanifah dan pengikut-pengikutnya. Sebab itu menurut Imam Abu Hanifah ‘Basmalah’ itu tidak dikeraskan membacanya dalam shalat bahkan Imam Malik tidak membaca Basmalah sama sekali.
    • Basmalah adalah salah satu ayat dari al Fatihah dan dari sesuatu surat yang lain, yang dimulai dengan ‘Basmalah’. Ini adalah pendapat Imam Syafi’I beserta ahli qiroah Mekkah dan Kuffah. Sebab itu menurut mereka ‘Basmalah’ itu dibaca dengan suara keras dalam shalat (Jahar)

    5. Al Fatihah sebagai Rukun shalat

    Sabda Nabi Saw. “Daripada Ubadah bin Shamit, bahwasannya Nabi Saw. berkata: “Tidaklah ada sholat (tidak sah sholat) bagi siapa yang tidak membaca Fatihail Kitab” (HR. Al-Jamaah)

    6. Ucap `Basmalah’ pada tiap pekerjaan baik

    “Tiap-tiap pekerjaan yang penting, kalau tidak dimulai dengan Bismillah, maka pekerjaan itu akan percuma jadinya”. (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah)

    ***

    Referensi: Dari beberapa Kitab Tafsir

    Sumber: Email Sahabat

     
  • erva kurniawan 5:50 am on 24 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: syair taubat,   

    Permohonan Taubat 

    Ya Allah, Aku tak pantas masuk masuk ke surga Tapi aku juga tak sanggup menahan siksa neraka.

    Ampunilah dosaku, terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan Maha Pengampun.

    Dosaku begitu banyak Bagaikan pasir di tepi pantai Jika Engkau tak menerima taubatku, sungguh Engkau adalah Yang Maha Kuasa.

    Jika Engkau ampuni aku, sungguh Engkau adalah yang Maha Mengampuni Dosa

    Tiap tahun sisa umurku berkurang Namun dosaku bertambah setiap saat Jika Engkau tidak menerima taubatku. Pada siapa lagi aku kan mengadu?

    ***

    Syair terjemahan bebas dari lagu Al I’tiroof yang dinyanyikan Haddad Alwi

     
  • erva kurniawan 5:42 am on 23 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: hakim di neraka, hakim yang adil, keadilan   

    Hakim Di Neraka 

    Oleh : KH Didin Hafidhuddin

    Dari Buraidah ra Rasulullah saw bersabda, ”Hakim itu terdiri atas tiga kelompok, dua kelompok berada di neraka dan satu kelompok berada di surga. Kelompok pertama adalah hakim yang mengetahui kebenaran (fakta), kemudian ia menetapkan keputusannya berdasarkan kebenaran tersebut, maka ia akan berada di surga.”

    ”Kelompok kedua,” lanjut Muhammad dalam hadis riwayat Hakim itu, ”Adalah hakim yang tahu kebenaran (fakta), tetapi ia tidak memutuskan berdasarkan kebenaran itu, maka ia berlaku zalim dalam hukum dan tempatnya adalah di neraka. Ketiga, hakim yang tidak tahu kebenaran (fakta) dan ia menetapkan keputusan kepada manusia berdasarkan kebodohannya, maka tempatnya di neraka.”

    Akhir-akhir ini bangsa kita disuguhi berbagai peristiwa menarik, terutama berkaitan dengan masalah penegakan hukum dengan digelarnya pengadilan atas tokoh-tokoh penting negeri ini. Pengadilan itu mendapat sorotan tajam berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Rakyat akan menilai apakah para penegak hukum mampu menegakkan kebenaran ataukah justru sebaliknya, mereka malah mempermainkan hukum untuk menyelamatkan kepentingan elite.

    Salah satu komponen strategis yang menentukan tegaknya keadilan hukum adalah hakim. Di tanganyalah segala perkara diputuskan, kebaikan dan kemudaratan ditentukan. Keputusan hakim sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen penegakan hukum. Apakah hukum mampu bersikap adil terhadap seluruh lapisan masyarakat, baik terhadap elite maupun rakyat jelata, ataukah hukum bersikap pilih kasih di mana si kuat diselamatkan dan si lemah menderita.

    Begitu beratnya tugas hakim sampai-sampai mereka diibaratkan memiliki dua kaki, satu menginjak surge dan lainnya menginjak neraka. Kesalahan sedikit saja akan menimbulkan dampak fatal. Karena itu, seorang hakim hendaknya sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, jangan sampai keputusannya menzalimi orang tidak bersalah. Hati nurani seorang hakim harus terus-menerus dipertajam.

    Kita sadar bahwa supremasi hukum merupakan benteng pertahanan terakhir masyarakat. Jika hukum tegak, maka tegaklah masyarakat. Jika hukum rusak, maka akan rusak pula masyarakatnya. Wallahu’alamu bi ash shawab.

    ***

    Sumber: Republika Online

    Dalam ajaran Islam dinyatakan bahwa hakim itu, satu kaki berada di surga, satu kaki di neraka. Jika hakim itu adil, yaitu menghukum yang salah, surge imbalannya. Tapi jika hakim itu tidak adil, menghukum orang yang tak bersalah, neraka balasannya.

    Tentu bukan cuma hakim saja yang dimaksud. Aparat hukum terkait seperti Polisi dan Jaksa juga bisa masuk neraka jika mereka menzalimi orang, yaitu memenjarakan orang yang tak bersalah atau membebaskan orang yang bersalah.

     
    • broali 5:56 am on 23 Februari 2010 Permalink

      berat posisi penegak hukum, bagi yang sadar….

  • erva kurniawan 5:35 am on 22 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Cinta Sejati Kepada Allah 

    Usai peperangan, tatkala Rasulullah Saw. Beristirahat tertidur di bawah sebuah pohon rindang, sementara pedangnya disangkutkan di sebatang pohon tersebut, tiba-tiba menghampirlah seorang musuh! Dan tatkala sang musuh menyadari bahwa Nabi sedang lengah terlelap ketiduran, diambilnya pedang Nabi serta Nabi pun dibangunkannya secara serentak! Sambil mengacungkan pedang, menggertaklah si musyrikin yang merasa posisinya di atas angin: ” Siapakah gerangan kini yang mampu merintangiku memotong lehermu, ya Muhammad?

    Di tempat yang cukup sunyi yang terpencil dari lasykarnya; menghadapi gertakan semacam itu, lantas Nabi menjawab dengan hati tenang dan lantang: “Allah! Ucapan Allah tersebut benar-benar melontar dari hati nurani yang bersih penuh keyakinan dan kecintaan sejati terhadap Dzat Yang Maha Transenden. Bervibrasi dari getar lidahnya yang fasih, lantas beresonansi di segenap ufuk, disegenap tafril, di segenap bukit berbatuan yang menjulang gersang, di segenap helai-helai daun, bahkan di segenap kalbu makhluk, termasuk kalbu sang musuh yang tengah mengacungkan pedang kepada Nabi. Dengan usapan “Allah” ke lubuk jiwa yang paling dalam, telah berhasil melepaskan pedang mengancam dari jari-jemari musyrikin yang tiba-tiba gemetar kehilangan daya.

    Maka, dihadapan musuh yang tengah dalam keadaan mati-kutu itu, dengan tenang Nabi memungut pedangnya sendiri, seraya balik mengacungkannya sambil bertanya dengan penuh wibawa: “Kini siapakah gerangan yang mampu merintangiku andai ku penggal batang lehermu di tempat ini?” Tentu saja sang musuh yang masih kafir tersebut cuma bisa menjawab: ” Ti-ti tidak seorangpun jua pun!” Jawaban kosong penuh kegugupan dari seorang yang tidak memiliki pelindung Dzat Yang Maha Transeden, yaitu Allah `Azza wajalla! Sebaliknya Nabi yang maksum, begitu mudah memaafkan manusia yang pernah berniat membunuh dirinya, merendahkan dirinya, mengkhianati dirinya, semata-mata karena mengikuti jejak Gusti-nya, ialah Gusti Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengampun!.

    ***

    Disadur dari: Buku Sang Kreator Agung

     
    • nurul 3:55 pm on 25 Mei 2010 Permalink

      SUBHANALLAH…….

    • LPD 1:10 pm on 18 Juni 2010 Permalink

      begitu menyentuk qalbu…semoga kita selalu diberikan hati yang selalu mencintai Allah

    • fare95_azimah 6:26 am on 7 November 2010 Permalink

      i luv ALLLAH..and hope ALLAH bless me and all muslimin and muslimatin diz w0rld..

  • erva kurniawan 5:01 am on 21 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: , pahala,   

    60 Pintu Pahala Dan Pelebur Dosa 

    Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi dan utusan yang paling mulia.

    Risalah ini ditujukan kepada setiap muslim yang beribadah kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Tujuan utama yang sangat urgen bagi setiap muslim adalah ia keluar meninggalkan dunia fana ini dengan ampunan Allah dari segala dosa sehingga Allah tidak menghisabnya pada hari Kiamat, dan memasukkannya ke dalam surga kenikmatan, hidup kekal didalamnya, tidak keluar selama-lamanya.

    Di dalam risalah yang sederhana ini kami sampaikan beberapa amalan yang dapat melebur dosa dan membawa pahala yang besar, yang kesemuanya bersumber dari hadist-hadist yang shahih. Kita bermohon kepada Allah yang Maha Hidup, yang tiada Tuhan yang haq selain Dia, untuk menerima segala amalan kita. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    1. TAUBAT

    “Barangsiapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya” HR. Muslim, No. 2703. “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menerima tobat seorang hamba selama ruh belum sampai ketenggorokan”.

    2. KELUAR UNTUK MENUNTUT ILMU

    “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya dengan (ilmu) itu jalan menuju surga” HR. Muslim, No. 2699.

    3. SENANTIASA MENGINGAT ALLAH

    “Inginkah kalian aku tunjukkan kepada amalan-amalan yang terbaik, tersuci disisi Allah, tertinggi dalam tingkatan derajat, lebih utama daripada mendermakan emas dan perak, dan lebih baik daripada menghadapi musuh lalu kalian tebas batang lehernya, dan merekapun menebas batang leher kalian. Mereka berkata: “Tentu”, lalu beliau bersabda: (( Zikir kepada Allah Ta`ala ))” HR. At Turmidzi, No. 3347.

    4. BERBUAT YANG MA`RUF DAN MENUNJUKKAN JALAN KEBAIKAN

    “Setiap yang ma`ruf adalah shadaqah, dan orang yang menunjukkan jalan kepada kebaikan (akan mendapat pahala) seperti pelakunya” HR. Bukhari, Juz. X/ No. 374 dan Muslim, No. 1005.

    5. BERDA`WAH KEPADA ALLAH

    “Barangsiapa yang mengajak (seseorang) kepada petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” HR. Muslim, No. 2674.

    6. MENGAJAK YANG MA`RUF DAN MENCEGAH YANG MUNGKAR.

    “Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, jika ia tidak mampu (pula) maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman” HR. Muslim, No. 804.

    7. MEMBACA AL QUR`AN

    “Bacalah Al Qur`an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa`at kepada pembacanya” HR. Muslim, No. 49.

    8. MEMPELAJARI AL QUR`AN DAN MENGAJARKANNYA

    “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya” HR. Bukhari, Juz. IX/No. 66.

    9. MENYEBARKAN SALAM

    “Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah kalian beriman (sempurna) sehingga berkasih sayang. Maukah aku tunjukan suatu amalan yang jika kalian lakukan akan menumbuhkan kasih sayang di antara kalian? (yaitu) sebarkanlah salam” HR. Muslim, No.54.

    10. MENCINTAI KARENA ALLAH

    “Sesungguhnya Allah Ta`ala berfirman pada hari kiamat: ((Di manakah orang-orang yang mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku akan menaunginya dalam naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku))” HR. Muslim, No. 2566.

    11. MEMBESUK ORANG SAKIT

    “Tiada seorang muslim pun membesuk orang muslim yang sedang sakit pada pagi hari kecuali ada 70.000 malaikat bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan apabila ia menjenguk pada sore harinya mereka akan shalawat kepadanya hingga pagi hari, dan akan diberikan kepadanya sebuah taman di surga” HR. Tirmidzi, No. 969.

    12. MEMBANTU MELUNASI HUTANG

    “Barangsiapa meringankan beban orang yang dalam kesulitan maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan di akhirat” HR. Muslim, No.2699.

    13. MENUTUP AIB ORANG LAIN

    “Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yang lain di dunia kecuali Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat” HR. Muslim, No. 2590.

    14. MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI

    “Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: “Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya” HR. Bukhari, Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim, No. 2555.

    15. BERAKHLAK YANG BAIK

    “Rasulullah SAW ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik” HR. Tirmidzi, No. 2003.

    16. JUJUR

    “Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukan jalan menuju surga” HR. Bukhari Juz. X/No. 423 dan HR. Muslim., No. 2607.

    17. MENAHAN MARAH

    “Barangsiapa menahan marah padahal ia mampu menampakkannya maka kelak pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk dan menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai” HR. Tirmidzi, No. 2022.

    18. MEMBACA DO`A PENUTUP MAJLIS

    “Barangsiapa yang duduk dalam suatu majlis dan banyak terjadi di dalamnya kegaduhan lalu sebelum berdiri dari duduknya ia membaca do`a:(Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa Tidak ada Ilah (Tuhan) yang berhak disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu) melainkan ia akan diampuni dari dosa-dosanya selama ia berada di majlis tersebut” HR. Tirmidzi, Juz III/No. 153.

    19. SABAR

    “Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim baik berupa malapetaka, kegundahan, rasa letih, kesedihan, rasa sakit, kesusahan sampai-sampai duri yang menusuknya kecuali Allah akan melebur dengannya kesalahan-kesalahannya” HR. Bukhari, Juz. X/No. 91.

    20. BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA

    “Sangat celaka, sangat celaka, sangat celaka…! Kemudian ditanyakan: Siapa ya Rasulullah?, beliau bersabda: ((Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya di masa lanjut usia kemudian ia tidak bisa masuk surga))” HR. Muslim, No. 2551.

    21. BERUSAHA MEMBANTU PARA JANDA DAN MISKIN

    “Orang yang berusaha membantu para janda dan fakir miskin sama halnya dengan orang yang berjihad di jalan Allah” dan saya (perawi-pent) mengira beliau berkata: ((Dan seperti orang melakukan qiyamullail yang tidak pernah jenuh, dan seperti orang berpuasa yang tidak pernah berbuka” HR. Bukhari, Juz. X/No. 366.

    22. MENANGGUNG BEBAN HIDUP ANAK YATIM

    “Saya dan penanggung beban hidup anak yatim itu di surga seperti begini,” seraya beliau menunjukan kedua jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.” HR. Bukhari, Juz. X/No. 365.

    23. WUDHU`

    “Barangsiapa yang berwudhu`, kemudian ia memperbagus wudhu`nya maka keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya, hingga keluar dari ujung kukunya” HR. Muslim, No. 245.

    24. BERSYAHADAT SETELAH BERWUDHU`

    Barangsiapa berwudhu` lalu memperbagus wudhu`nya kemudian ia mengucapkan: (yang artinya) “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya,Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci,” maka dibukakan baginya pintu-pintu surga dan ia dapat memasukinya dari pintu mana saja yang ia kehendaki” HR. Muslim, No. 234.

    25. MENGUCAPKAN DO`A SETELAH AZAN

    “Barangsiapa mengucapkan do`a ketika ia mendengar seruan azan: (yang artinya) “Ya Allah pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad wasilah (derajat paling tinggi di surga) dan kelebihan, dan bangkitkanlah ia dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya” maka ia berhak mendapatkan syafa`atku pada hari kiamat” HR. Bukhari, Juz. II/No. 77.

    26. MEMBANGUN MASJID

    “Barangsiapa membangun masjid karena mengharapkan keridhaan Allah maka dibangunkan baginya yang serupa di surga” HR. Bukhari, No. 450.

    27. BERSIWAK

    “Seandainya saya tidak mempersulit umatku niscaya saya perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap shalat” HR. Bukhari II/No. 331 dan HR. Muslim, No. 252.

    28. BERANGKAT KE MASJID

    “Barangsiapa berangkat ke masjid pada waktu pagi atau sore, niscaya Allah mempersiapkan baginya tempat persinggahan di surga setiap kali ia berangkat pada waktu pagi atau sore” HR. Bukhari, Juz. II/No. 124 dan HR. Muslim, No. 669.

    29. SHALAT LIMA WAKTU

    “Tiada seorang muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia memperbagus wudhu`nya, kekhusyu`annya dan ruku`nya kecuali hal itu menjadi pelebur dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya selama ia tidak dilanggar suatu dosa besar. Dan yang demikian itu berlaku sepanjang masa” HR. Muslim, No. 228.

    30. SHALAT SUBUH DAN ASHAR

    “Barangsiapa shalat pada dua waktu pagi dan sore (subuh dan ashar) maka ia masuk surga” HR. Bukhari, Juz. II/No. 43.

    31. SHALAT JUM`AT

    “Barangsiapa berwudhu` lalu memperindahnya, kemudian ia menghadiri shalat Jum`at, mendengar dan menyimak (khutbah) maka diampuni dosanya yang terjadi antara Jum`at pada hari itu dengan Jum`at yang lain dan ditambah lagi tiga hari” HR. Muslim, 857.

    32. SAAT DIKABULKANNYA PERMOHONAN PADA HARI JUM`AT

    “Pada hari ini terdapat suatu saat bilamana seorang hamba muslim bertepatan dengannya sedangkan ia berdiri shalat seraya bermohon kepada Allah sesuatu, tiada lain ia akan dikabulkan permohonannya” HR. Bukhari, Juz. II/No. 344 dan HR. Muslim, No. 852.

    33. MENGIRINGI SHALAT FARDHU DENGAN SHALAT SUNNAT RAWATIB

    “Tiada seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap hari 12 rakaat sebagai shalat sunnat selain shalat fardhu, kecuali Allah membangunkan baginya rumah di surga” HR. Muslim, No. 728.

    34. SHALAT 2 (DUA) RAKAAT SETELAH MELAKUKAN DOSA

    “Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia berwudhu` dengan sempurna kemudian berdiri melakukan shalat 2 rakaat, lalu memohon ampunan Allah, melainkan Allah mengampuninya” HR. Abu Daud, No.1521.

    35. SHALAT MALAM

    “Shalat yang paling afdhal setelah shalat fardhu adalah shalat malam” HR. Muslim, No. 1163.

    36. SHALAT DHUHA

    “Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian pada setiap paginya memiliki kewajiban sedekah, sedangkan setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, memerintahkan kepada yang makruf itu sedekah dan mencegah dari yang mungkar itu sedekah, tetapi semuanya itu dapat terpenuhi dengan melakukan shalat 2 rakaat dhuha” HR. Muslim, No. 720.

    37. SHALAWAT KEPADA NABI SAW

    “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah membalas shalawatnya itu sebanyak 10 kali” HR. Muslim, No. 384.

    38. PUASA

    “Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkannya karena puasa itu dari neraka selama 70 tahun” HR. Bukhari, Juz. VI/No. 35.

    39. PUASA 3 (TIGA) HARI PADA SETIAP BULAN

    “Puasa 3 (tiga) hari pada setiap bulan merupakan puasa sepanjang masa” HR. Bukhari, Juz. IV/No. 192 dan HR. Muslim, No. 1159.

    40. PUASA 6 (ENAM) HARI PADA BULAN SYAWAL

    “Barangsiapa melakukan puasa Ramadhan, lalu ia mengiringinya dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal maka hal itu seperti puasa sepanjang masa” HR. Muslim, 1164.

    41. PUASA `ARAFAT

    “Puasa pada hari `Arafat (9 Dzulhijjah) dapat melebur (dosa-dosa) tahun yang lalu dan yang akan datang” HR. Muslim, No. 1162.

    42. PUASA `ASYURA

    “Dan dengan puasa hari `Asyura (10 Muharram) saya berharap kepada Allah dapat melebur dosa-dosa setahun sebelumnya” HR. Muslim,No. 1162.

    43. MEMBERI HIDANGAN BERBUKA BAGI ORANG YANG BERPUASA

    “Barangsiapa yang memberi hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang berpuasa itu, dengan tidak mengurangi pahalanya sedikitpun” HR. Tirmidzi, No. 807.

    44. SHALAT DI MALAM LAILATUL QADR

    “Barangsiapa mendirikan shalat di (malam) Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” HR. Bukhari Juz. IV/No. 221 dan HR. Muslim, No. 1165.

    45. SEDEKAH

    “Sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api” HR. Tirmidzi, No. 2616.

    46. HAJI DAN UMRAH

    “Dari umrah ke umrah berikutnya merupakan kaffarah (penebus dosa) yang terjadi di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga” HR. Muslim, No. 1349.

    47. BERAMAL SHALIH PADA 10 HARI BULAN DZULHIJJAH

    “Tiada hari-hari, beramal shalih pada saat itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu 10 hari pada bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: “Dan tidak (pula) jihad di jalan Allah? Beliau bersabda: “Tidak (pula) jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu apapun” HR. Bukhari, Juz. II/No. 381.

    48. JIHAD DI JALAN ALLAH

    “Bersiap siaga satu hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan tempat pecut salah seorang kalian di surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya” HR. Bukhari, Juz. VI/No. 11.

    49. INFAQ DI JALAN ALLAH

    “Barangsiapa membantu persiapan orang yang berperang maka ia (termasuk) ikut berperang, dan barangsiapa membantu mengurusi keluarga orang yang berperang, maka iapun (juga) termasuk ikut berperang” HR. Bukhari, Juz.VI/No. 37 dan HR. Muslim, No. 1895.

    50. MENSHALATI MAYIT DAN MENGIRINGI JENAZAH

    “Barangsiapa ikut menyaksikan jenazah sampai dishalatkan maka ia memperoleh pahala satu qirat, dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikubur maka baginya pahala dua qirat. Lalu dikatakan: “Apakah dua qirat itu?”, beliau menjawab: (Seperti dua gunung besar)” HR. Bukhari, Juz. III/No. 158.

    51. MENJAGA LIDAH DAN KEMALUAN

    “Siapa yang menjamin bagiku “sesuatu” antara dua dagunya dan dua selangkangannya, maka aku jamin baginya surga” HR. Bukhari, Juz. II/No. 264 dan HR. Muslim, No. 265.

    52. KEUTAMAAN MENGUCAPKAN LAA ILAHA ILLALLAH DAN SUBHANALLAH WA BI HAMDIH

    “Barangsiapa mengucapkan: (Laa ilaa ha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wa huma ‘alaa kulli syai’ing qadiir) sehari seratus kali, maka baginya seperti memerdekakan 10 budak, dan dicatat baginya 100 kebaikan,dan dihapus darinya 100 kesalahan, serta doanya ini menjadi perisai baginya dari syaithan pada hari itu sampai sore. Dan tak seorangpun yang mampu menyamai hal itu, kecuali seseorang yang melakukannya lebih banyak darinya”. Dan beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: (Subhanallahi wa bihamdih) satu hari 100 kali, maka dihapuskan dosa-dosanya sekalipun seperti buih di lautan” HR. Bukhari, Juz. II/No. 168 dan HR. Muslim, No. 2691.

    53. MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN

    “Saya telah melihat seseorang bergelimang di dalam kenikmatan surga dikarenakan ia memotong pohon dari tengah-tengah jalan yang mengganggu orang-orang” HR. Muslim.

    54. MENDIDIK DAN MENGAYOMI ANAK PEREMPUAN

    “Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, di mana ia melindungi, menyayangi, dan menanggung beban kehidupannya maka ia pasti akan mendapatkan surga” HR. Ahmad dengan sanad yang baik.

    55. BERBUAT BAIK KEPADA HEWAN

    “Ada seseorang melihat seekor anjing yang menjilat-jilat debu karena kehausan maka orang itu mengambil sepatunya dan memenuhinya dengan air kemudian meminumkannya pada anjing tersebut, maka Allah berterimakasih kepadanya dan memasukkannya ke dalam surga” HR. Bukhari.

    57. MENINGGALKAN PERDEBATAN

    “Aku adalah pemimpin rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan padahal ia dapat memenangkannya” HR. Abu Daud.

    58. MENGUNJUNGI SAUDARA-SAUDARA SEIMAN

    “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang para penghuni surga? Mereka berkata: “Tentu wahai Rasulullah”, maka beliau bersabda: “Nabi itu di surga, orang yang jujur di surga, dan orang yang mengunjungi saudaranya yang sangat jauh dan dia tidak mengunjunginya kecuali karena Allah maka ia di surga” Hadits hasan, riwayat At-Thabrani.

    59. KETAATAN SEORANG ISTRI TERHADAP SUAMINYA

    “Apabila seorang perempuan menjaga shalatnya yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga kemaluannya serta menaati suaminya maka ia akan masuk surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki” HR. Ibnu Hibban, hadits shahih.

    60. TIDAK MEMINTA-MINTA KEPADA ORANG LAIN

    “Barangsiapa yang menjamin dirinya kepadaku untuk tidak meminta-minta apapun kepada manusia maka aku akan jamin ia masuk surga” Hadits shahih, riwayat Ahlus Sunan.

    ***

    Judul Asli: 60 “baaban min abwabi Al-ajri wan kaffaraati al-khataya”- daarul wathan. Diterjemahkan oleh: Abdurrauf Amak Lc.

     
    • Sugianto Parjan 1:36 pm on 3 Oktober 2010 Permalink

      habis no.55 lompat ke no 57 berarti hanya 59 , no.56 kemana ?????? seharusnya judulnya 59 Pintu Pahala Dan Pelebur Dosa

    • Nooy SaLu Rindoe 11:17 pm on 26 April 2011 Permalink

      mOga lebih brmanfaat y khusus’y bwt yg nulis ni n umum’y bwt qta smua.
      Amiin yra. ^^

  • erva kurniawan 1:23 am on 20 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: sandal jepit, sandal jepit putus, tips sandal putus   

    Tips Memperbaiki Sandal Putus 

    Seringkali sandal kita putus japitannya gara-gara tersandung atau umurnya yang sudah tua, dan hampir semua sandal yang putus itu tidak dipakai lagi atau bahkan dibuang. Berikut tips untuk kita semua agar sandal putus japitan tersebut dapat dipakai kembali dengan bahan yang murah meriah yaitu “SEDOTAN”.

    BAHAN:

    1. Gunting,
    2. sedotan,
    3. dan tentu saja sandal yang putus japitannya.

    CARA MEMPERBAIKI:

    1. Gunting karet japitan yang tersisa sampai habis.

    2. Bagi sedotan menjadi 2 (dua) bagian.

    3. Kaitkan dua ujung sedotan membentuk ikatan pada leher sandal japit seperti pada gambar, eratkan dan rapikan.

    4. Masukkan kedua ujung pada lubang.

    5. Ikat ujung menggunakan simpul biasa 2 kali.

    6. Dan taraaaa…. sandal yang putus dapat digunakan kembali. :)

    ***

    Semoga bermanfaat

    Sumber teman kost Fathkullah, Warung Podjok Terban GK V no 10 Yogyakarta.

     
    • Happy 6:49 pm on 22 Februari 2010 Permalink

      ngirit

    • roni 9:49 pm on 8 Januari 2011 Permalink

      kreatif

    • spartacks sejati 11:08 am on 2 Februari 2011 Permalink

      WOW!!!!!!!!!.Gokiel plus kreatif banget……………………klo gtu saya mw nyoba drumah ah..mumpung lagi banyak sendal yg putus…he..he..he :)

  • erva kurniawan 6:54 pm on 19 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: gigi, gigi sehat, kesehatan gigi   

    Kebersihan Mulut Pengaruhi Kemampuan Berpikir 

    mulut-(rd)-dalamVera Farah Bararah – detikHealth

    Jakarta, Pernah bermasalah dengan kemampuan berpikir? Jika iya, tidak ada salahnya untuk pergi ke dokter gigi. Karena sebuah penelitian mengungkapkan kebersihan oral sangat mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang.

    Para ahli memberikan petunjuk bahwa perawatan mulut yang baik dalam arti teratur menyikat gigi, rajin membersihkan gigi serta rutin memeriksakan ke dokter gigi, dapat membantu orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan berpikirnya.

    Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan menemukan orang dewasa yang berusia 60 tahun atau lebih dan memiliki masalah dengan kesehatan mulutnya seperti porphyromonas gingivalis, cenderung tiga kali lebih sering mengalami kesulitan dalam mengingat kata setelah jangka waktu tertentu.

    ”Orang dewasa yang memiliki tingkat patogen tinggi pada kebersihan oralnya lebih memungkinkan dua kali mengalami kegagalan dalam tes pengurangan angka,” ujar Dr James M. Noble dari Columbia College of Physicians and Surgeons di New York, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (15/11/2009).

    Hasil penelitian ini dilaporkan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery, and Psychiatry. Dalam penelitian ini melibatkan 2.300 partisipan laki-laki dan perempuan yang diuji untuk menyelesaikan berbagai tes yang berhubungan dengan keterampilan berpikirnya.

    Secara keseluruhan sebesar 5, 7 persen orang dewasa tersebut memiliki kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan memori dan sebanyak 6,5 persen gagal dalam melakukan tes pengurangan. Kemungkinan kegagalan ini karena tingkat patogen atau partisipan yang memiliki masalah dengan kesehatan mulutnya.

    Berdasarkan penelitian ini juga didapatkan hubungan yang kuat antara kesehaatn mulut yang buruk dengan penyakit jantung, stroke, diabetes serta penyakit Alzheimer. Selain itu penyakit gusi juga bisa mempengaruhi fungsi otak orang tersebut, seperti penyakit gusi dapat menyebabkan peradangan di tubuh yang merupakan faktor risiko hilangnya fungsi mental.

    Karenanya penting untuk selalu menjaga kebersihan mulut agar tetap memiliki kemampuan berpikir yang baik meskipun sudah berusia lanjut, serta terhindar dari berbagai faktor risiko penyakit.

    ***

    Sumber detikHealth

     
    • nisa 3:09 pm on 3 Maret 2010 Permalink

      thanks info-nya, padahal masalah kecil tetapi sangat penting..
      subhanallah..

  • erva kurniawan 8:16 pm on 18 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Pada Kemana Mereka? 

    alhikmah.com – Malam itu di sebuah masjid ada pengajian dalam rangka memperingati Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW.Cukup ramai jamaah yang datang pada pengajian itu, seratusan orang lebih. Salah satu sebabnya adalah penceramahnya seorang ulama kondang yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sekitar.

    Disamping cara penyampaiannya bagus, masuk akal, juga kadang diselingi ‘guyonan’ ringan yang membuat mata jadi tidak cepat mengantuk. Materi ceramah Isra Mi’raj yang intinya adalah diterimanya perintah sholat dari Allah SWT kepada Muhammad SAW diangkat amat menarik oleh sang ulama. Begitu pula ketika membahas masalah sholat wajib, sholat sunnah, khususnya tahajjud, apalagi ketika membahas tentang keutamaan sholat bila dilakukan secara berjamaah di masjid.

    Begitu piawai sang ulama, sangat simpatik dalam berdakwah, sehingga jamaah banyak yang terpukau dan menyimak (mendengar secara serius) tentang kehebatan peristiwa Isra Mi’raj tersebut, banyak jamaah yang manggut-manggut karena banyak yang menjadi sadar akan kealpaan atau kelalaiannya selama ini, dan terkadang jamaah bisa dibuat ‘geeerrrrr’ pada ketawa ngakak karena ‘guyonan’ sang ulama.

    Jamaah seperti tersihir oleh daya tarik sang ulama, tak ingin meninggalkan masjid meski hari sudah cukup larut. Hampir semua jamaah ingin menuntaskan dalam mengikuti ceramah tersebut sampai selesai.

    Sayang rasanya kalau ditinggalkan, ceramahnya bagus, banyak ilmu kita peroleh, ceramahnya tidak membuat ngantuk. Apalagi suasana ukhuwah seperti ini….wah, sulit bisa kita dapatkan dihari-hari yang lain’, begitu komentar salah seorang jamaah.

    Tak terasa telah lewat jam 24.00…… Namun sang ulama masih cukup fit dan bersemangat, jamaah pun masih tetap terpukau. Beberapa orang tua terpaksa tetap mendengar ceramah sembari menggendong anaknya yang tertidur, daripada harus pulang untuk menidurkan anak terlebih dulu.’Tangguh ah, toh besok kan hari libur, sekali-sekali pulang malam tak apa kan ?, kata seorang ibu.

    Rata-rata seperti itulah pendapat yang ada dalam benak para jamaah. Baik para bapak, para ibu maupun para remaja juga anak-anak.

    Mendekati pukul 01.00 ……. Akhirnya tuntaslah materi Isra’ Mi’raj yang disampaikan oleh ulama yang amat mempesona tersebut. Setelah ditutup dengan kalimat permohonan maaf bila dalam ceramah ada terselip kalimat atau kata yang salah, kemudian pembacaan sholawat dan do’a, maka sang ulama pun mohon pamit. Para jamaah pun satu per satu mulai meninggalkan tempat untuk pulang ke rumah masing-masing.

    Umumnya para jamaah pulang sambil berbincang-bincang tentang keterkaguman pada sang ulama, juga materi yang disampaikan benar-benar telah membuka wawasan mereka.

    Pukul 02.00 lewat…. Para panitia masih sibuk membereskan kursi-kursi, meja, tenda, sampah-sampah, lampu penerangan, sound system, dan lain sebagainya.

    Pukul 03.00 ….. Selesailah pekerjaan beres-beres yang dilakukan oleh panitia. Sebagian besar panitia terus pulang untuk istirahat, hanya satu-dua yang memilih istirahat di masjid sembari menjaga sound system dan peralatan lain yang memerlukan penjagaan.

    Ini adalah waktu yang terbaik untuk melakukan doa . Abu Hurairah mengatakan, bahwa Nabi Muhammad bersabda,” pada sepertiga malam, Tuhan turun ke langit dunia dan mengumumkan, bahwa barang siapa yang berdoa mendekatkan diri kepadaKu, maka Aku akan penuhi keinginannya, barang siapa yang memohon akan Aku kabulkan permohonannya, barang siapa yang mencari pengampunan, akan Aku ampuni dosanya. (Bukhari, Muslim).

    Para jamaah yang tadi begitu terpukau, manggut-manggut, merasa mendapat ilmu, merasa ingat dari kelalaian selama ini, ternyata sudah pada tertidur lelap. Tak mampu membuka mata yang tadi malam telah digunakan untuk ‘begadang’. Berat nian rasanya membuka mata, menarik selimut, apalagi untuk turun dan mengambil air wudlu untuk bertahajjud.

    Pukul 04.00 lebih……… Terdengarlah kumandang adzan dari masjid tersebut untuk memangggil para jamaah nya agar melaksanakan sholat shubuh. “Asholatu Khoirum Minan Nauum……….. Asholatu Khoirum Minan Nauum”. Namun ditunggu sampai selesai sholat sunnat fajar, selesai iqomah, ternyata jamaah yang terkumpul, yang merasa terpanggil untuk datang ke masjid tidak lebih dari 5 (lima) orang.

    Kemana jamaah yang tadi malam jumlahnya ratusan?

    Kemana jamaah yang tadi malam bilang betapa pentingnya ukhuwah?

    Kemana jamaah yang tadi malam telah sadar akan pentingnya sholat wajib?

    Kemana jamaah yang tadi malam terbuka hatinya untuk mulai melaksanakan sholat berjamaah di masjid?

    Kemana yang tadi malam tertawa ngakak?

    Sudah lupakah pada ayat yang semalam juga disitir oleh sang ulama ini? Dirikanlah shalat mulai dari matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula) shalat shubuh. Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan ( oleh malaikat ). (QS. 17:78)

    Pada kemana mereka?

    Astaghfirullah al adziiim………..

    ***

    Sumber: Email dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 7:27 pm on 17 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Khusyuknya Para Sahabat Nabi dan Pura-puranya Kita 

    Rasulullah usai dari pertempuran melawan salah satu kabilah yang menentang daulah Islamiyah yang tengah berdiri di Madinah. Pertempuran itu dimenangkan oleh kaum muslimin dengan menghalau mereka ke kampong halamannya.

    Salah seorang dari kabilah itu pulang ke kampung halamannya dan tidak mendapati istrinya di sana. Ia mengira bahwa istrinya ditawan oleh kaum muslimin. Ia bersumpah untuk tidak kembali ke rumah hingga istrinya kembali. Akhirnya ia mengintip pasukan kaum muslimin.

    Rasulullah memerintahkan pasukan berhenti ketika malam menjelang untuk menginap hingga pagi. Beliau meminta kepada para sahabat untuk bertugas hirosah (ronda). Amar bin Yasir dan Ubad bin Bisyr sanggup memikul tugas itu.

    Ketika mereka keluar dari mulut gang, si anshor berkata kepada si muhajir, yakni Ubad kepada Amar. “Malam yang mana yang kamu sukai, awal atau akhirnya?” “Biarkan untukku awalnya.”

    Maka si muhajir, Amar, mulai membaringkan tubuhnya lantas tidur. Sedang Anshar, Ubad, beranjak mengerjakan sholat.

    Kemudian datanglah orang itu. Ketika melihat sesosok manusia, ia yakin bahwa orang itu (Ubad) adalah penjaga kaum muslimin, maka ia bidikkan anak panah ke arahnya,ia lepaskan dan mengenainya, namun sahabat itu tetap dalam keadaan berdiri.

    Kemudian dilepaskan anak panah yang lainnya dan mengenainya, kemudian disusul dengan yang ketiga juga mengenainya hingga sahabat itu meneruskan rukuk dan sujudnya. Setelah itu ia membangunkan sahabatnya dari tidur.

    Amar berkata, “Duduklah dengan tenang, aku telah bangun”

    Orang itu melompat demi dilihatnya kedua sahabat itu hendak membalasnya, lalu kaburlah ia.

    Ketika dilihatnya tubuh sahabat Anshar mencucurkan darah, Amar berkata, “Subhanallah, mengapa kau tidak membangunkan aku saat pertama ia memanahmu?”

    “Saat itu aku sedang serius membaca satu surat, aku tidak ingin memutuskannya hingga tuntas. Maka panah demi panah mengenaiku, akupun rukuk lantas membangunkanmu. Demi Allah, kalau bukan karena khawatir aku mengabaikan amanah (tugas) yang Rasulullah perintahkan aku untuk menjaganya, aku biarkan ia membunuhku hingga aku selesaikan bacaanku atau merealisasikan surat itu.”

    Demikianlah kekhusyukkan mereka, bahkan sebagian meriwayatkan bahwa kakinya sampai terputus dalam keadaan sholat tanpa ia rasakan. Kehebatan macam apa ini? Kekhusyukkan macam apa jika diantara mereka merasakan istirahatnya dalam sholat?

    Oleh sebab itu jika Rasulullah dikerumuni banyak problema atau malapetaka, beliau memanggil Bilal, agar Bilal segera adzan.

    “Istirahatkan kita dengan sholat, hai Bilal”

    Beliau menganggapnya sebagai refreshing atas segala beban yang dirasakannya dari pendustaan kaumnya dan perbuatan mereka dari jalan allah serta rongrongan dari para pembesar Quraisy.

    Adapun kita, tubuh-tubuh kita berdiri di masjid namun pikiran dan perasaan kita melanglang buana ke luar masjid, baik seluk beluk urusan bisnis, nasib dan keadaan anak-anak di rumah serta binatang piaraan kita, dan rencana-rencana masa depan.

    Melambung pula kecantikkan istri dan tunangan. Pikiran kita dikerumuni oleh problematika rumah tangga, anak-anak dan tetangga,urusan sawah, mobil dan semua yang berkaitan dengan jual beli, service, karier, kenaikan pangkat persaingan hingga semua pengembaraan jauh keluar masjid.

    Sampai akhirnya kita mendengar ucapan imam “Assalamu’alaykum”, dan kita terkejut. Seakan seseorang membangunkan kita dari dengkur yang pulas, agar kembali menyadari bahwa kita sedang berada di masjid, diantara jamaah sholat.

    Barangkali ini adalah salah satu sebab yang kita saksikan, bahwa diantara manusia yang dalam senantiasa menjaga sholatnya, mereka tetap melaksanakan banyak kemaksiatan dan kedholiman. Membuat mereka tidak khusyuk dalam sholat. Tidak menyadari bahwa Allah ada di depan mereka, tidak mentadaburi apa yang mereka baca.

    Sholatnya tidak dapat mencegah kemungkaran, seperti firman Allah: “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (Al Ankabut 45)

    Ayat ini tidak diragukan lagi kebenarannya jika kita realisasikan kekhusukkan dan kita tinggalkan kepura-puraan.

    ***

    Dikutip dari buku: Rambu-Rambu Tarbiyah

    Penulis: Abdul Hamid Jazim Al Bilaly

     
  • erva kurniawan 6:42 pm on 16 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Mencari Jodoh Ideal Lewat DNA 

    cincinNurul Ulfah – detikHealth

    Jakarta, Kini ada terobosan baru mencari pasangan yang cocok dan ideal lewat DNA. Jika DNA antar pasangan pas, maka kehidupan biologisnya pun akan semakin cocok.

    Itu artinya pasangan tersebut akan lebih baik dalam seks, lebih jarang selingkuh dan punya anak yang lebih sehat. Seperti apa DNA yang cocok itu?

    Melalui situs online ScientificMatch.com, setiap orang bisa mendapatkan pasangan dengan genetik DNA yang cocok dengan dirinya. Ide tersebut muncul karena setiap orang ternyata punya kecenderungan tertarik pada orang yang memiliki gen sistem imun (gen HLA) yang berbeda dengan yang mereka miliki. Jadi, pasangan disebut cocok ketika DNA-nya cenderung berbeda, bukan yang hampir sama.

    Para pakar biologis mengatakan bahwa gen HLA sebagai gen sistem imun berfungsi sebagai gen yang mengenali sel-sel asing seperti virus dan serangan lainnya terhadap sel dalam tubuh. Tak hanya itu, gen tersebut juga berfungsi mengenali bau tubuh seseorang. Beberapa studi sebelumnya sudah membuktikan bahwa bau tubuh alami seseorang juga bisa menciptakan daya tarik.

    Dalam sebuah studi, peneliti dari Swiss mengatakan bahwa setiap pasangan yang sudah menikah dan memiliki rumah tangga yang harmonis, ternyata setelah diteliti genetiknya, memiliki kecenderungan gen HLA yang berbeda.

    “Sistem imun mereka ternyata cukup berbeda,” ujar Patrick Markey, profesor psikologi dari Villanova seperti dikutip dari AOL, Sabtu (14/11/2009).

    Meski demikian, tidak bisa dipungkiri juga bahwa faktor lain seperti fisik, kebiasaan dan pemikiran seseorang menjadi faktor yang berpengaruh dalam mencari pasangan hidup.

    “Meski tak sekuat faktor fisik dan psikologis, tapi faktor gen juga ternyata punya pengaruh yang kuat dalam kecocokan pasangan,” ujar Helen Fisher, seorang antropolog dan penulis buku ‘Why Him? Why Her?’.

    Dengan situs online buatannya, Eric Holzle yang juga seorang peneliti yakin bisa menjodohkan pasangan dengan DNA yang ideal. Penggunaan situs ini pun cukup mudah, karena sang programmer Chris Moyer sudah merancangnya sedemikian rupa untuk memudahkan para pengguna.

    “Seseorang yang masuk ke dalam situs akan mendapatkan pesan selamat datang yang berisi ‘skin cells-swab kit’ atau seperangkat media penyeka dan pendeteksi sel-sel kulit. Pengguna lalu diminta untuk melakukan update profil dan foto, lalu akan langsung dihubungkan ke laboratorium untuk dites DNA-nya. Hasilnya pun akan muncul 2 minggu kemudian. Tujuan kami adalah untuk menghasilkan pasangan yang cocok dalam waktu yang sesingkat mungkin,” ujar Moyer.

    Dr. Rocio Moran, direktur dari General Genetics Clinic di Cleveland Clinic mengatakn bahwa ide ini gila, tapi patut dicoba.

    “Saat ini ilmu pengetahuan bisa melakukan segalanya, termasuk mencari pasangan ideal dengan mengetahui genetiknya. Kecocokan biologis bisa jadi menghasilkan pasangan yang lebih sehat dan awet,” ujarnya.

    ***

    Sumber: detikHealth

     
  • erva kurniawan 6:41 pm on 15 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: parlemen indonesia, wakil rakyat   

    Indonesia VS Belanda 

    Pemimpin & wakil rakyat kita memang sudah kehilangan sense of crisis….

    Setelah gaji dan fasilitas Presiden, wakil-wakil rakyat (DPR RI), BPPN, dan pejabat2 yang lainnya lebih tinggi daripada Perdana Menteri dan anggota parlemen di negeri sekaya Belanda.

    Ternyata, fasilitas para menteri ini lebih wah juga. Orang barangkali akan maklum, ketika mobil dinas Menteri Kabinet, Volvo S 90 Executive Automatic, melintas memantulkan kilat cahaya.Maklum, menteri harus dijatah mobil yang representatif menilai Rp743.000.000, yang sebenarnya bisa dipakai untuk menyediakan 4 mobil gres yang lebih rendah hati

    Sikap maklum muncul, mungkin saja karena itu sudah menjadi pemandangan biasa atau karena tidak ada pengetahuan pembanding. Namun, sikap maklum tersebut bisa menguap dan berubah menjadi tanda tanya, ketika ada bahan pembanding yang menggugah nalar sehat.

    Di Belanda, salah satu negeri terkaya di dunia dengan pendapatan per Kapita mencapai 22.570 euro, mobil dinas menterinya cuma mobil bekas. Mengapa menteri Indonesia, yang praktis hampir bangkrut dan mayoritas rakyatnya melarat, harus bermewah-mewah?

    Mobil dinas yang dipakai Minister van Volkshuisvesting, Ruimtelijke Ordeningen Milieubeheer (Menteri Urusan Perumahan Rakyat, Tata Ruang, danPengelolaan Lingkungan), Jan Pronk (dulu menteri Kerjasama Pembangunan) adalah mobil bekas (tweedehand) dari menteri pendahulunya, Margreet de Boer.

    Pengertian mobil dinas di Belanda ya begitu masa jabatan selesai harus dikembalikan kepada negara, sehingga Mercedes E230 itu kini bisa dipakai oleh Pronk. Tanpa negara harus merogoh brankas untuk membeli mobil baru.

    Untuk mobil yang benar-benar sudah tak layak pakai, barulah diadakan mobil baru. Jenisnya terserah, sesuai selera para menteri. Namun negara membatasi bahwa harga mobil itu tidak boleh melebihi 44,54 sen euro per km x usia mesin. Jika usia mesin rata-rata 200.000 km, maka harga untuk mobil dinas menteri Belanda itu maksimal 89.080 euro. Jika diasumsikan 1 euro = 8.000 maka harga paling mahal mobil tersebut adalah Rp 712.640.000.

    Menteri Keuangan Belanda Gerrit Zalm misalnya, dia mengendarai Volvo S80. Sedangkan Menteri Perhubungan dan Perairan Tineke Netelenbos cukup dengan Volvo S70. Seri mobil di atas dalam pandangan para ‘manajer negara’ Belanda sudah dinilai cukup representatif.

    Parlemen kita kini terkesan mewah. Gedung DPR RI Senayan bagai show room Mobil mewah. Padahal di Belanda, anggota parlemen tidak mendapat gaji dan tunjangan mobil. Mereka hanya mendapat schadeloosstelling (ganti rugi) yang cekak dan tunjangan yang zakelijk. “Jatah mobil dinas?” Demikian reaksi pertama Hugo van der Steenhoven, anggota partai Groenlinks, saat ditanya soal ‘sarana mobilitas untuk menunjang tugas wakil rakyat’ itu. “Ah, laat me niet lachen, meneer (Jangan membuat saya tertawa, pak.)” kata Van der Steenhoven.

    Dijelaskan bahwa anggota parlemen Belanda itu bukan pegawai negara. Jadi jangankan mobil dinas, salaris (gaji) pun tidak ada. Istilah salaries menunjukkan bahwa anggota parlemen berdinas pada pihak tertentu. Sebagai imbalan jerih payah, anggota parlemen menerima apa yang disebut schadeloosstelling alias ganti rugi.

    “Anggota parlemen sepatutnya kan independen dan oleh karena itu diatidak berdinas pada pihak manapun,” jelas dia.

    Jadi untuk urusan mobil ke Gedung Parlemen di Binnenhof (Den Haag), yang nyata-nyata demi kepentingan negara, itu menjadi tanggung jawab masing-masing anggota parlemen. Apalagi ‘mobilitas untuk merawat konstituen’, itu bukan menjadi tanggung jawab dan beban negara melainkan partai darimana mereka berasal. Di sini logika yang dipakai simpel saja: urusan menemui konstituen adalah kepentingan partai, masa negara harus menanggung biayanya?

    Negara hanya menyediakan uang ganti transport untuk kepentingan tugas anggota parlemen, besarnya 781,36 euro untuk yang bertempat tinggal dalam radius 10-15 kilometer dari Kompleks Parlemen Binnenhof (Den Haag),1.093,63 euro untuk radius 15-20 kilometer dan 1.562,72 euro untuk radius lebih dari 20 kilometer. Jumlah tersebut semuanya bruto untuk satu tahun. Untuk yang bertempat tinggal dalam radius 10 kilometer ke bawah, tidak masuk dalam ketentuan tersebut alias tidak mendapat apa-apa.

    Makanya banyak anggota parlemen yang ngantor dengan naik trem, sejenis angkutan umum kota mirip kereta api tapi bentuknya lebih kecil. Jan Pronk, kini Minister van Volkshuisvesting, Ruimtelijke Ordening en Milieubeh! eer (Menteri Urusan Perumahan Rakyat, Tata Ruang, dan Pengelolaan Lingkungan), malah sering datang naik sepeda.

    Demikian hati-hati dan ketatnya Belanda mengelola keuangan negara, sehingga pada tahun 2001 neraca keuangan negara surplus sampai 7 milyar gulden (mata uang euro belum diberlakukan). Kelebihan tersebut sebagian dikembalikan kepada rakyat sebagai uang surprised di mana tiap-tiap rumah tangga mendapat 100 gulden atau setara 100 kg gula. Sebagiannya lagi dipakai untuk pembayaran utang negara, agar secepatnya berkurang.

    Bila anda berkesempatan melancong ke Belanda, tidak ada salahnya mampir sebentar ke kompleks parlemen Binnenhof, di jantung kota Den Haag.Sekalian melakukan ‘studi banding’ dan setidak-tidaknya anda akan menyaksikan bahwa di halaman gedung parlemen negeri berpenghasilan 22.570 euro per kapita itu, tidak ada ditemukan mobil kelas Jaguar dan sejenisnya.

    Bagaimana dengan parlemen kita?

    ironis memang…..padahal penerapan hukum yg berlaku dikita masih sebagian besar berdasarkan hukum belanda, kenapa bukan peraturan2 seperti ini yg kita ambil ya….

    ***

    Sumber: Email dari Sahabat

     
    • annisa 2:41 pm on 29 April 2010 Permalink

      subhanallah…
      jk memang benar demikian… mengapa wakil rakyat kita ga’ studi banding fasilitas negara ke Belanda ya..
      lumayankan bisa menyusutkan anggaran.. dan di gunakan u/ anggaran2 kepentingan yg pro rakyat umum-nya, mis. anggaran pendidikan, prumahan rakyat, pertaniaan, atw lainnya yg menunjang kemajuan bangsa kita..
      akan lebih berwibawa jk wakil rakyat kita hidup sederhana
      ( tidak berlebihan ) dan fungsikan diri sbg pelayan rakyat.
      smoga para angg. DPR/MPR kita diberi petunjuk oleh-Nya.. amiin..

    • dayu 8:32 pm on 17 Juni 2011 Permalink

      heu..pusing lihat sistem di negara ini>,<….ugh..sebeeellll….

  • erva kurniawan 6:08 pm on 14 February 2010 Permalink | Balas  

    Hari Anda Adalah Hari Ini 

    eramuslim – Jika datang pagi maka janganlah menunggu tibanya sore. Pada hari ini Anda hidup, bukan di hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan kejelekannya, dan bukan pula hari esok yang belum tentu datang.

    Hari ini dengan mataharinya yang menyinari Anda, adalah hari Anda. Umur Anda hanya sehari. Karena itu anggaplah rentang kehidupan Anda adalah hari ini saja, seakan-akan Anda dilahirkan pada hari ini dan akan mati hari ini juga.

    Saat itulah Anda hidup, jangan tersangkut dengan gumpalan masa lalu dengan segala keresahan dan kesusahannya, dan jangan pula terikat dengan ketidakpastian-ketidakpastian di masa yang penuh dengan hal-hal yang menakutkan serta gelombang yang sangat mengerikan. Hanya untuk hari sajalah seharusnya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras.

    Pada hari ini Anda harus mempersembahkan kualitas shalat yang khusyu’, bacaan Al-Quran yang sarat tadabbur, dzikir yang sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian pada jiwa dan raga, serta bersikap sosial terhadap sesama.

    Hanya untuk hari ini saja, saat mana Anda hidup. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar membagi setiap jamnya. Anggaplah setiap menitnya sebagai hitungan tahun, dan setiap detiknya sebagai hitungan bulan, saat-saat dimana Anda bisa menanam kebaikan dan mempersembahkan sesuatu yang indah.

    Beristighfarlah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan nanti, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan. Terimalah rezeki yang Anda dapatkan hari ini dengan penuh keridhaan: Istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan posisi Anda.

    “Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS Al-A’raf: 144)

    Jalanilah hidup Anda hari ini dengan tanpa kesedihan dan guncangan jiwa, tanpa rasa tidak menerima dan keirian, dan tanpa kedengkian.

    Satu hal yang harus Anda lakukan adalah menuliskan pada dinding hati Anda suatu kalimat (yang juga harus Anda tuliskan dia atas meja Anda): “Harimu adalah hari ini”. Jika Anda makan nasi hangat hari ini, maka apakah nasi yang Anda makan kemarin atau nasi besok hari yang belum jadi akan berdampak negatif terhadap diri Anda?

    Jika Anda bisa minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin? Atau, mengapa malah mengharapkan air yang hambar dan panas yang akan datang esok hari?

    Jika Anda jujur terhadap diri Anda sendiri maka dengan kemauan keras, Anda akan bisa menundukkan jiwa Anda pada teori ini : “Saya tidak akan pernah hidup kecuali hari ini.” Oleh karena itu, manfaatkanlah hari ini, setiap detiknya, untuk membangun kepribadian, untuk mengembangkan semua potensi yang ada, dan untuk membersihkan amalan Anda.

    Katakanlah: “Hari ini saya akan mengatakan yang baik-baik saja. Saya tidak akan pernah mengucapkan kata-kata kotor dan menjijikkan, tidak akan pernah mencela dan mengghibah. Hari ini saya akan menertibkan rumah dan kantor, agar tidak semrawut dan berantakan, agar rapi dan teratur. Karena saya hanya hidup untuk hari ini saja maka saya akan memperhatikan kebersihan dan penampilan diri. Juga, gaya hidup, keseimbangan cara berjalan, bertutur dan tindak tanduk.”

    Karena saya hanya hidup untuk hari ini saja maka saya akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, melakukan shalat sesempurna mungkin, melakukan shalat-shalat nafilah sebagai bekal untuk diri sendiri, bergelut dengan Al-Qur’an, mengkaji buku-buku yang ada, mencatat hal-hal yang perlu, dan menelaah buku yang bermanfaat.

    Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan menanam nilai-nilai keutamaan di dalam hati ini dan mencabut pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri: takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.

    Saya hidup untuk hari ini saja, karenanya saya akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kebaikan kepada mereka: menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang kebingungan, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang dalam kesulitan, membantu yang dizhalimi, membantu yang lemah, mengasihi yang menderita, menghormati seorang yang alim, menyayangi anak kecil, dan menghormati yang sepuh.

    Karena saya hidup untuk hari ini saja maka saya akan hidup untuk mengucapkan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah bersama mataharimu. Aku tidak akan menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku tercenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”

    “Wahai masa depan, yang masih berada dalam keghaiban, aku tidak akan pernah bergelut dengan mimpi-mimpi dan tidak akan pernah menjual diri untuk ilusi. Aku tidakk memburu sesuatu yang belum tentu ada karena esok hari tidak berarti apa-apa, esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan, dan tidak pantas dikenang.”

    “Hari Anda adalah hari ini”, adalah ungkapan yang paling indah dalam “kamus kebahagiaan”, kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.

    ***

    Sumber: Email dari Sahabat

     
    • nisa 10:09 am on 15 Februari 2010 Permalink

      Subhanallah.. tulisan yg bagus untuk di renungkan dan amalkan,
      ijin share ya.. mas..
      semoga kita bisa merealisasikannya, dan kehidupan kita lebih sukses kedepannya, selamat dunia dan akherat.. amiiiin…100 x

    • hartati 10:44 pm on 26 Februari 2010 Permalink

      trima kasih u artikelnya,membasuh hati yang yg luka,kecewa,smoga Allah memberikan kebaikan u anda.amin

    • agro 12:02 pm on 16 Mei 2010 Permalink

      malu aq membaca tulisan ini….karena selama ini aq berkutat dgn ilusi2 yg tdk jelas. astaghfirullah

  • erva kurniawan 7:41 pm on 13 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: cat rambut, kanker kandung kemih, penyebab kanker, resiko cat rambut   

    Penelitian: Perwarna Rambut Akibatkan Kanker 

    rambutwarna280Penggunaan pewarna rambut ternyata bisa mengakibatkan penyakit kanker, ujar penelitian yang dimuat di BBC. Di Indonesia, remaja kita menggunakannya untuk bergaya.

    Hidayatullah.com–Komisi pengawas Eropa mengkritik industri pewarna rambut karena dianggap telah gagal memberikan rasa aman terhadap produk yang digunakan.

    Berikut bukti adanya bahaya terhadap zat pewarna rambut itu, Persatuan Masyarakat Peneliti Kanker menasihatkan para pengguna untuk tidak menggunakan produk tersebut hingga penelitian telah selesai dilakukan.

    Menurut laporan BBC, para peneliti menemukan dua zat kimia berbahaya yang kerap digunakan sebagai pewarna rambut, yaitu, ‘para-phenylenediamine’ dan ‘tetrahydro-6-nitroquinoxaline.’

    Menurut saintis, seperti dikutip BBC, bahan kimia itu menunjukkan tanda-tanda yang mampu merusakkan bahan genetik tubuh manusia dan menyebabkan kanker terhadap hewan.

    Kajian ini bukanlah pertama kali yang turut menyimpulkan efek bahaya akibat zat pewarna rambut yang selama ini selalu dikaitkan dengan artritik dan mengganggu tumbuhnya janin.

    Tahun lalu, para peneliti dari University of Southern California mendapati, wanita yang sering menggunakan pewarna rambut sekurang-kurangnya selama sebulan sekali menanggung risiko tiga kali untuk terjangkit kanker kandung kemih.

    Para peneliti malah mendapati para penata rambut atau hairdresser sebagai orang yang sering terjangkit penyakit dan bahaya tersebut.

    Bagaimanapun, hubungan antara kanker dengan pewarna rambut semi-permanen atau sementara belum ditemui.

    Mengulas mengenai kegagalan industri rambut untuk menyediaan informasi yang diperlukan, Dr. Ian White yang mengetuai The Committee and a consultant Dermatologis, sebuah komisi dan konsultan dermantologi di Rumah Sakit St Thomas, London mengatakan, “Mereka belum memberikan informasi secukupnya mengenai bagaimana pewarna rambut digunakan dengan aman”.

    “Alangkah mengejutkan, suatu produk yang mempunyai perbedaan besar dalam keperluan toksikologi tetapi masih berada di pasaran untuk diperjual-belikan”

    Bagaimanapun, White menegaskan, produk tersebut berada di pasaran sejak dekade lalu dan hanya wanita yang menggunakannya dalam waktu yang lama dan terjangkiti risiko.

    Menurut BBC, kanker kandung kemih telah menyerang lebih dari 13.600 penduduk di Inggris dalam setiap tahunnya dan telah membunuh 4850 orang.

    Meski resiko dari zat pewarna rambut amatlah berbahaya, awal tahun 2000, bahan ini justru menjadi kembanggaan kawula muda Indonesia untuk bergaya. Tak heran bila di jalanan kerap ditemukan rambut warna-warni. (bbc/cha)

     
    • novrida 10:07 pm on 1 September 2011 Permalink

      Oh my god, gw warnain rambut bisa 3kali dlm sebulan. Smoga g knpa” (˘̩̩~˘̩̩ƪ)​

  • erva kurniawan 8:19 pm on 12 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: , ,   

    Mahar Khas Banjar 

    mahar pernikahanKafemuslimah.com, Iring-iringan wanita memadati jalan kecil menuju rumah tetangga. Di tangan mereka masing-masing membawa bungkusan yang dihias dengan apiknya. Ada deh kira-kira sepuluhan orang. Iring-iringan itu kemudian disambut oleh ibu-ibu pengajian. Rumah tipe 36 itu spontan penuh. Acara mengantar jujuran pun dimulai. Jujuran?

    Jujuran itu tradisi suku Banjar menjelang pernikahan yang dilakukan oleh calon suami dalam memenuhi keinginan calon isteri dan keluarganya. Jujuran berupa uang yang telah disepakati jumlahnya oleh kedua belah pihak di saat lamaran. Disamping itu juga ada yang namanya tikar kelambu. Tikar kelambu ini bukan berarti tikar sama kelambu, tapi hanya sebuah kiasan yang isinya perlengkapan kamar pengantin, seperti lemari pakaian, meja rias, ranjang, kain, sepatu wanita, peralatan make up, bahkan ada yang sampai ke pakaian dalam segala. Tapi semuanya tentu berdasarkan kesanggupan calon suami dan keluarganya, jumlahnya pun sekedarnya saja. Namun apabila permintaan calon isteri dan keluarganya tidak terpenuhi dan tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak, mendingan sang pria mundur saja.

    Jujuran yang dibawa oleh iring-iringan tadi, sebelum diserahkan ke pihak perempuan, melalui beberapa tahapan. Pertama, acara sambutan dan perkenalan dari masing-masing pihak. Dari pihak calon pria melalui juru bicaranya mengungkapkan maksud dan kedatangan mereka datang dan pihak perempuan melalui juru bicaranya menyambut kedatangan tersebut. Kedua, yang pertama kali diserahkan adalah jujuran yang berbentuk uang. Uang tersebut diletakkan disebuah tempat yang sudah disiapkan, didalam tempat uang tersebut terdapat beras kuning, daun pandan, permen, dan uang receh (koin), serta kayu sejenis centong untuk mengaduk. Beberapa orang tetua (orang yang dituakan) dari pihak perempuan, bergantian mengaduk tempat uang tersebut.

    Mengaduk disini bukan berarti mengaduk sungguhan, tetapi hanya simbol saja. Ketiga, apabila ada kesepakatan untuk dihitung, uang tersebut kemudian dihitung didepan umum. Namun hal ini sudah jarang sekali terjadi, kecuali dilakukan oleh orang-orang yang kuat memegang adat. Keempat, menyerahkan cincin, kalau memang ada. Kelima, menyerahkan barang-barang bawaan lainnya. Kemudian ditutup dengan doa.

    **

    Tradisi. Masyarakat kita kebanyakan masih kuat dengan tradisi-tradisi seperti di atas. Tak hanya dari suku Banjar, dari suku lain pun ada tradisi seperti ini. Seperti Betawi dengan hantarannya. Pada intinya proses itu sama, bahkan untuk tradisi suku Jawa mungkin lebih ruwet lagi.

    Andai semua keluarga pihak perempuan memberlakukan tradisi demikian, apakah tidak menghalangi proses menuju pernikahan tersebut? Dari beberapa cerita yang pernah didengar, ternyata banyak para pelamar memilih mengundurkan diri karena tradisi tersebut.

    Padahal dalam hadits disebutkan bahwa:

    “Sesungguhnya wanita yang paling besar berkahnya ialah yang paling bagus wajahnya dan paling sedikit maskawinnya.” (Abu Umar, At-Tauqani dalam kitab mu’asyarah al-ahliin).

    “Sesungguh diantara berkah wanita adalah kemudahan meminangnya, kemudahan maskawinnya dan kemudahan rahimnya.” (Ahmad)

    “Sebaik-baik wanita adalah yang bagus wajahnya dan murah maskawinnya.” (Ibnu Hibban)

    Pernikahan adalah sunnah Rasulullah yang harus segera dilaksanakan apabila tidak ada keraguan di hati keduanya, seperti yang diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi bahwa, “Dan apabila datang kepadamu orang yang kamu rela akan agama dan amanahnya, maka nikahkanlah ia, jika tidak kamu lakukan, maka akan terjadi bencana di bumi dan kerusakan yang besar.”

    Kalau kita lihat di zaman Rasulullah, maharnya Fatimah binti Muhammad SAW adalah baju besinya Ali karromallah wajhah, karena Ali tidak memiliki yang lainnya, lalu ia menjualnya kemudian diberikan kepada Faatimah sebagai mahar. Ada juga wanita shahabiyah yang maharnya hanya berupa cincin besi. Bahkan mahar berupa ayat-ayat Al Qur’an pun ada, yang kemudian diajarkan oleh suaminya.

    Kalau kita bandingkan di zaman kita saat ini, banyak kita saksikan mahar-mahar dan barang-barang yang berharga, bahkan berlebih-lebihan perayaannya, pemborosan. Padahal Islam telah menentang pemborosan dan menjadikan pemboros sebagai saudara syaitan. Sebagaimana firman Allah SWT menyatakan:

    “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Al-Isra:27).

    “…. dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Al-Isra:26)

    “…. dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (jangan terlalu kikir dan jangan pula terlalu pemurah) karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (Al-Isra:29)

    Wahai muslimin dan muslimah, andai kita tahu firman Allah dan sunnah Rasul-Nya, apa yang akan kita lakukan sekarang? Ikut adat dengan alasan keinginan keluarga kah? Atau tetap teguh menjalankan syariat-Nya? Banyak cara menuju ke China, andai keluarga kita orang yang fanatik dengan adat, cukup bijaksana kalau mencoba menyampaikan (mensosialisasikan) keinginan-keinginan kita mulai dari sekarang kepada keluarga. Allah menilai proses, bukan hasil. Berusahalah. Sebelum saatnya tiba, dijemput sang mujahid!

    ***

    Sumber: Kafemuslimah.com

     
    • nisa 10:04 am on 15 Februari 2010 Permalink

      bahasan yang bagus.. untuk memurnikan kembali niat mnikah bagi kaum muda skrg.. afwan, wlpun dulu ana ada hantaran/jujuran jg tp g’ sbrp byaknya.. cuma syarat aja.. coz ngikut keluarga suami, kami dl aja inginnya mnikah sdrhana saja yg penting sah.. tp ttp di adakan walimatul ursy krn keinginan keluarga dan banyaknya teman.

  • erva kurniawan 7:56 pm on 11 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Jika Anak Ingin Menikah 

    nikah erva kurniawan vs titik rahayuningsih 2Oleh: N Inayati Ashriyah (Republika Online)

    Ketika seorang akhwat berkata pada orang tuanya, “Mama, Papa…, Saya akan menikah dengan…”, terkejutkah mereka? Atau, mereka mengucap “Alhamdulillah” seraya kemudian menghujani anaknya dengan pertanyaan-pertanyaan; Siapakah calon suami pilihannya? Baikkah dia? Latar belakang pendidikan dan keluarganya seperti apa? Apakah dia seiman? Dan sederet pertanyaan lainnya yang akan membuat anak gadis mereka kewalahan untuk menjawabnya.

    Di tempat lain, seorang ikhwan mengajukan hal yang sama pada orang tuanya. Dan respon mereka pun tidak jauh berbeda dengan orang tua si akhwat.

    Wajarkah jika orang tua bersikap demikian? Apakah mereka bisa dicap ‘sok ngatur’? Ataukah memang demikianlah tugas orang tua, memastikan anak-anaknya mendapat pasangan yang sesuai dengan tuntunan agama.

    Rasulullah SAW bersabda, “Bila datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka kawinkanlah dia. Karena bila kalian tiada melakukannya, maka akan terjadi fitnah di atas bumi dan kerusakan yang luas.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

    Orang tua mana pun tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa anaknya, termasuk dalam masalah perjodohan. Orang tua pun tidak ingin anaknya menderita kemiskinan atau kesengsaraan setelah anaknya menikah nanti. Maka, tidak sedikit orang tua yang mengajukan syarat bagi calon menantunya, “harus memiliki pekerjaan”, atau “sarjana” bahkan tidak jarang orang tua menginginkan menantunya berstatus “pegawai negeri”. Itu sah-sah saja.

    Yang menjadi masalah, ketika kenyataannya tidak demikian, calon menantu mereka bukan sarjana, bukan pegawai negeri, dan belum memiliki penghasilan yang tetap, maka konflik pun terjadi. Orang tua tetap pada pendiriannya dan si anak pun tetap pada pilihannya.

    Sejauh ini, masalah seperti itu masih kerap kita temukan. Ketika seorang laki-laki atau perempuan dewasa yang telah siap untuk berumah tangga karena dorongan biologis, psikologis, dan yang paling utama adalah niat menikah karena Allah, maka orang tua harus menyadarinya sejak awal agar akhlak mereka tetap terjaga. Jangan sampai karena belum tamat kuliah, orang tua memilih membiarkan anaknya berpacaran dahulu dibanding segera menikahkan mereka.

    “Dan nikahkanlah bujang-bujang kamu dan budak laki-laki dan perempuan yang telah patut menikah. Jika mereka itu miskin, maka nanti Allah berikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Mahatahu.” (QS an-Nuur [24]:32).

    Jangan takut anak kita menjadi miskin harta karena Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka. Takutlah kalau anak-anak kita miskin agama, miskin akhlak, dan miskin ilmu! Khawatirkan kalau anak kita tidak shalih!

    Jadi, tugas utama orang tua terhadap anaknya adalah membantunya untuk mendapat pasangan yang shalih jika ia tidak mampu mencari sendiri pasangannya. Jika ternyata si anak telah mendapatkannya, maka nikahkanlah mereka!

    Tidak sedikit remaja yang mempunyai kesadaran untuk menjaga agar akhlaknya tetap bersih dan terjaga dari segala macam kemaksiatan akibat berpacaran, hal ini perlu kita syukuri. Namun tidak sedikit pula orang tua yang malah menilai anaknya tidak wajar karena lain dari remaja pada umumnya yang lebih memilih untuk berpacaran dengan bebas. Sedangkan anaknya dinilai ‘gila’ agama. Akhirnya, terjadilah ‘perang’ berkepanjangan antara orang tua dan anak. Selain masalah pekerjaan, sarjana, masalah ‘gila’ agama ini juga menjadi sebuah dilema.

    Ada banyak cara untuk menyelesaikan permasalahan seperti ini agar tidak muncul di kemudian hari. Orang tua harus membiasakan anaknya mandiri dan berusaha dengan lapang melepaskan mereka jika telah baligh untuk membiayai dirinya sendiri. Dengan begitu, jika saatnya tiba untuk menikah, maka si anak sudah terbiasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan orang tua pun tidak menjadi khawatir.

    Biasanya, adanya perselisihan disebabkan oleh perbedaan pemahaman terhadap sesuatu. Seorang anak belum tentu benar dengan segala keyakinannya, demikian pula dengan orang tua. Mereka belum tentu benar dengan segala pengalamannya. Yang dibutuhkan di sini adalah ilmu.

    Orang tua dan anak harus belajar menyelesaikan masalah mereka dengan menggunakan dasar ilmu. Tidak ada kata terlambat, ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat bisa didapat kapan pun, di mana pun, dan dari siapa pun.

    Menjadi seorang bijak dalam menyikapi segala permasalahan hidup memang tidak mudah, termasuk bijak menyikapi keinginan anak untuk segera berumah tangga.

    ***

    Sumber: Republika Online

     
  • erva kurniawan 5:55 am on 10 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: ibu hamil, ibu hamil minum air dingin, kesehatan ibu hamil   

    Bolehkan Ibu Hamil Minum Air Dingin? 

    hamil-minum-es-dalamVera Farah Bararah – detikHealth

    Jakarta, Ada mitos orang hamil tidak boleh minum air dingin karena bisa bikin anak yang dikandungnya besar. Apa benar ibu hamil tidak boleh minum air dingin? Berikut penjelasannya.

    Saat hamil terkadang perempuan ingin minum air dingin, apalagi jika cuaca sedang terik. Tapi banyak juga yang takut minum air dingin karena khawatir bakal sulit saat melahirkan nanti. Padahal tidak demikian. Bayi yang besar saat dilahirkan bukan karena kebanyakan minum air dingin tapi lebih pada si ibu yang mempunyai turunan penyakit kencing manis (diabetes).

    Ibu hamil boleh saja mengonsumsi air dingin, tapi porsinya jangan terlalu banyak karena untuk ibu hamil lebih baik mengonsumsi air putih biasa dengan jumlah yang cukup agar tidak terjadi dehidrasi. Saat manusia mengonsumsi air dingin, maka tubuh harus membakar kalori atau lemak untuk meningkatkan temperatur dari minuman dingin tersebut.

    Jadi kalau ibu hamil sering minum air dingin tubuhnya akan bekerja keras dan mengurangi kalori ditubuhnya karena air dingin yang masuk ke dalam tubuh harus disesuaikan dengan suhu tubuh itu sendiri. Tapi bukan berarti air dingin akan membuat si bayi besar. Karena air dingin yang dikonsumsi ibu hamil tetap akan dikeluarkan kembali melalui urine.

    Satu hal yang pasti jangan mengonsumsi air dingin setelah makan, karena bisa memperlambat pencernaan dan menyerap makanan padat lebih lama. Untuk itu, sebaiknya ibu hamil minum air hangat saja setelah makan.

    Seperti dikutip dari Childbirth, Jumat (13/11/2009) bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes sangat berisiko lahir dengan tubuh yang besar sehingga menyulitkan ibu dalam melahirkannya. Ini terjadi karena saat kadar gula dalam darah ibu bertambah, maka secara otomatis bayi pun akan mendapatkan tambahan kadar gula. Kelebihan gula ini akan membuat bayi lahir dengan bobot yang besar.

    Karena bayi mendapatkan asupan gula tambahan, maka secara otomatis pankreas bayi juga akan membuat insulin tambahan. Sehingga saat lahir nanti sulit bagi bayi untuk menghentikan insulin yang berlebihan tersebut.

    Penting bagi ibu hamil untuk selalu mengontrol kadar gula darahnya selama hamil dan setelah bayi dilahirkan juga harus dipastikan kadar gula darah bayi stabil tidak terlalu rendah atau tinggi.

    Jika memang memiliki riwayat atau turunan penyakit diabetes, maka sebaiknya mengatur pola makan agar tidak meningkatkan kadar gula dalam darah dan menghindari bayi lahir dengan bobot tubuh yang besar.

    Bagi ibu hamil tidak ada masalah untuk mengonsumsi air dingin, asalkan tidak terlalu berlebihan dan jangan minum air dingin setelah makan.

    ***

    Sumber: Detikhealth

     
  • erva kurniawan 1:13 am on 9 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: Bahaya Valentine, valentine day   

    Bahaya Valentine 

    Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut hari kasih sayang.

    Biasanya pada 14 Februari mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta.

    Sangat disayangkan banyak ABG khususnya teman-teman kita, para remaja putri muslimah yang terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor budaya Barat atau budaya ritual agama lain akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine.

    Belakangan, Virus Valentine tidak hanya menyerang remaja bahkan orang tua pun turut larut dalam perayaan yang bersumber dari budaya Barat ini.

    **

    Sejarah Valentine

    Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II.

    Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St.Valentine meng-ajak manusia kepada agama Nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya. Dalam versi kedua , Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengada-kan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan.

    Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.”  Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani ber-sama 46 kerabatnya.

    Versi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkum-pul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan ” dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.”

    Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat “dengan nama tuhan Ibu” dengan kalimat ” dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.

    Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih, oleh karenanya ia dihukum mati.

    Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang dzalim tersebut. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi!!!

    Hukum Valentine

    Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan  pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut .” (HR. At-Tirmidzi).

    Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu ke-mungkaran yang besar.

    Ibnul Qayyim berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan semisalnya.

    Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.

    Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

    Abu Waqid Radhiallaahu ‘anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

    Adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci orang-orang kafir serta menyelisihi mereka dalam ibadah dan perilaku. Serta mengetahui bahwa sikap seperti ini di dalamnya terdapat kemas-lahatan yang tidak terhingga, sebaliknya gaya hidup yang menyerupai orang kafir justru mengandung kerusakan yang lebih banyak.

    Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang, lagi pula, menyerupai kaum kafir dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.

    Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: ” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim .” (Al-Maidah:51)

    “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)

    “Dan janganlah belas kasihan kepada kedua pezina tersebut mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat.” (An-Nur: 2)

    Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah (tuntunan Allah dan Rasul-Nya). Tidak ada suatu bid’ah pun yang dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca.

    “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pu-la jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)

    Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.

    Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang mempe-ringatinya. Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari ritual agama lain!

    Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.

    Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.

    Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami .dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

    Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan: ” Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (Al-Hadits).

    **

    Fatwa Syeikh Ibnu Utsaimin:

    Pertanyaan: Pada akhir-akhir ini ini telah tersebar dan membudaya perayaan hari Valentine terutama di kalangan pelajar putri, padahal ia merupakan salah satu dari sekian macam hari raya kaum Nashrani. Biasanya pakaian yang dikenakan berwarna merah lengkap dengan sepatu, dan mereka saling tukar mawar merah. Bagaimana hukum merayakan hari Valentine ini, dan apa pula saran dan anjuran anda kepada kaum muslimin. Semoga Allah selalu memelihara dan melindungi anda.

    Jawab:

    Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena:

    • Pertama: ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam.
    • Kedua : ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka.

    Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 10:16 am on 8 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: fungsi hijab, fungsi jilbab, kanker nesofaring,   

    Jilbab Mengurangi Risiko Kanker 

    titik rahayuningsih 3

    Titik Rahayuningsih

    Saat ini, jilbab bukan lagi fenomena kelompok sosial tertentu, tetapi sudah menjadi fenomena seluruh lapisan masyarakat. Tidak sedikit jumlah artis, eksekutif, dan publik figur lainnya menggemari dan menggunakannya.

    Beruntunglah Anda yang sudah mengenakan jilbab (veil), kerudung bagi wanita muslim ini tak hanya menunjukkan kerendahan hati dan kesopanan, tetapi juga melindungi Anda dari penyakit mematikan.

    Jilbab yang dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador (Iran), pardeh (India dan Pakistan), milayat (Libya), abaya (Irak), charshaf (Turki), hijab (Mesir, Sudan, dan Yaman), dapat memperkecil risiko pemakainya terkena kanker tenggorokan dan hidung. Alasannya, jilbab mampu menyaring sejumlah virus yang suka mampir ke saluran pernapasan bagian atas.

    Profesor Kamal Malaker asal Kanada, menyatakan wanita Arab Saudi – yang sebagian besar menutup wajahnya secara penuh- jarang sekali terserang virus Epstein barr, yang menyebabkan kanker nasofaring. Bisa dikatakan jumlah penderita kanker jenis ini sangat rendah.

    “Jilbab melindungi wanita dari infeksi saluran pernapasan bagian atas, ” tulis Saudi Gazette, Jumat (19/3), mengutip pernyataan Malaker, “Di Arab Saudi, jumlah wanita penderita kanker nasofaring sangat rendah dibandingkan laki-laki,” lanjut Malaker.

    “Kenyataan ini sungguh menarik, bagaimana pakaian adat yang begitu sederhana memiliki pengaruh begitu besar pada kehidupan manusia,” ujar Malaker, kepala bidang onkologi radiasi Rumah Sakit King Abdul Azis.

    Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak diderita masyakarakat untuk jenis kanker Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Kepala Leher (KL).

    Tingginya angka penderita kanker nasofaring terutama akibat keberadaan virus epstein barr yang hampir ada pada 90 persen masyarakat di negara berkembang. Jika virus tersebut ‘terbangun’, maka dapat terjadi mutasi sel yang berujung pada kanker nasofaring.

    Nasofaring merupakan saluran yang terletak di belakang hidung, tepatnya di atas rongga mulut.

    Gejala awal dari kanker nasofaring tersebut antara lain gejala pada telinga yang ditandai dengan dengingan terus-menerus pada telinga.

    Di samping itu, sering disertai gejala pada hidung seperti pilek berkepanjangan yang disertai dengan darah, suara parau yang berkepanjangan, sering mimisan dan nyeri saat menelan.

    Kanker nasofaring merupakan penyakit kanker keempat yang paling banyak menyerang penderita kanker di Indonesia. (zrp/Reuters)

    ***

    Sumber: Kompas.com

     
    • muza 7:24 pm on 10 Maret 2010 Permalink

      wah subhanallah bagus,,,blh izin dicopy ya,,,terimaksih

  • erva kurniawan 5:47 am on 7 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: Cysitinosis, , penyakit Cysitinosis   

    Gadis Cilik Minum Sekaleng Obat Agar Tubuhnya Tak Membatu 

    Lilie dan IbunyaNurul Ulfah – detikHealth

    Castleford, Gadis cilik 5 tahun harus minum hampir sekaleng obat tiap harinya untuk mencegah sel-sel tubuhnya membatu. Lillie Sutcliffe memiliki penyakit yang sangat aneh dan langka. Tubuhnya memproduksi zat cystine berlebih yang membuat sel-selnya memadat seperti kristal.

    Gadis kecil yang berasal dari Castleford, Inggris itu didiagnosis terkena penyakit Cysitinosis pada Agustus 2006 saat usianya 23 bulan. Namun bagi Laura Milner dan Simon Sutcliffe, orang tua Lillie, putrinya tampak seperti gadis normal biasa secara fisik.

    Cysitinosis adalah penyakit yang sangat langka dan belum bisa diobati sepenuhnya. Penyakit ini adalah penyakit turunan, dimana kristal diproduksi dalam sel-sel tubuh. Penyakit ini berawal dari gagal ginjal yang dialami Lillie sewaktu bayi.

    Akibat gagal ginjal tersebut, darah tidak bisa tersaring dan dibersihkan lagi oleh ginjal. Kondisi itu kemudian memicu produksi berlebih dari zat kimia cystine, yaitu asam amino di dalam tubuh. Dan jika tubuh kelebihan cystine, sel-sel akan memadat karena cystin akan saling bergabung dan membentuk kristal.

    Jika sudah begitu, masalah ginjal, kelenjar tiroid, mata dan liver pun akan muncul. Tubuh tidak mampu lagi membersihkan tumpukan-tumpukan kristal cystin.

    Sang ibu mengetahui penyakit Lillie setelah sebuah pemeriksaan menemukan kristal pada mata Lillie. “Jika di matanya sudah mulai ada kristal, berarti seluruh badannya pun bisa mengkristal. Dokter bilang seluruh selnya bisa mengkristal jika tidak minum obat secepatnya,” ujar Laura seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (13/11/2009).

    Karena penyakitnya itu, Lillie tidak bisa berkembang dengan sempurna, tidak bisa berjalan jauh dan melakukan olahraga. Ia juga harus dibayangi ketakutan akan tubuhnya yang membatu jika tidak mengonsumsi obat dengan dosis yang tepat.

    Lillie yang sekarang berusia 5 tahun memiliki tinggi badan hanya 86 cm, ukuran tubuh yang biasanya dimiliki anak umur 2 tahun. “Ia masih tampak seperti masih bayi, sering menangis dan nafsu makannya sangat sedikit,” kata Laura.

    Berbeda dengan anak-anak pada umumnya yang suka manis-manis, Lillie justru tidak suka manis tapi sangat suka dengan garam. “Mungkin karena ia banyak kehilangan garam dari ginjalnya. Alhasil, saya harus membuat masakan yang asin-asin untuk menggantikan sodium yang dibutuhkannya,” jelas Laura.

    Tiap harinya, Lillie harus minum berbagai dosis obat, mulai dari potassium citrate, sodium chloride, cairan phosphate, vitamin D dan masih banyak obat lainnya untuk mencegah pembentukan kristal sistin terus menumpuk.

    Dr Kay Tyerman, konsultan pediatrik dan neurolog yang menangani Lille mengatakan bahwa penyakit Cysitinosis hanya bisa diperlambat dan tidak bisa diobati permanen. “ini adalah penyakit yang sangat langka. Jika tidak minum obat sesuai dosis, Lillie bisa buta dan membatu. Usia hidupnya pun akan lebih pendek,” ujar Tyerman.

    “Tapi Lillie banar-benar anak pemberani dan tegar. Saya bangga karena dia masih kecil dan berani melawan penyakitnya,” tambah Tyerman.

    Kini, orang tua Lillie harus benar-benar tepat memberi dosis obat pada Lillie. “Jika dia sampai melewatkan minum obat, hal yang buruk bisa terjadi padanya. Sekarang, Lillie bagaikan punya separuh hidup saja. Tapi kita tidak pernah tahu, mungkin suatu hari nanti jika dia masih bisa bertahan, akan ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkannya,” ujar Laura.

    ***

    Sumber Detikhealth

     
    • permata 8:26 pm on 14 Februari 2010 Permalink

      ASALAMU´ALAIKUM
      BAPAK IBU SAUDARA SAUDARI MAS MAS ADIK ADIK,SEBANGSA DAN SETANAH AIR,DENGAN SENANG HATI SAYA MENGIMFORMASIKAN BAHWA KEHEBATAN IBU ARUM BETUL BETUL TIDAK BISA DIRAGUKAN,PERTAMA TAMA SAYA DIKASIH IMFORMASI SAMA KIWAHYU YANG TINNGAL DI(AUSTRIA),KALAU ADA YANG SAKIT DISARANKAN UNTUK DATANG KE IBU ARUM,PROFENSI JAWA TIMUR-KABUPATEN JEMBER-DESA SEMBORO;DEPAN PABRIK GULA SEMBORO( 006281358821117 )DAN SAYA COBA DATANG MENGHANTAR IBU SAYA YANG KENA PENYAKIT DARAH TINNGI(STRUK)YANG SUDAH LAMA DI DERITA OLEH IBU SAYA,ALHAMDULILAH DALAM 3KALI PENGOBATAN IBU SAYA SUDAH MENGALAMI PERUBAHAN SAMPAI 80 PERSEN,YA TENTU NYA DENGAN KEHENDAK ALLAH JUGA,DAN IMFORMASI YANG SAYA DAPAT DARI KANAN KIRI,BELIAU( BU ARUM )JUGA MAMPU MENGOBATI:SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI PENYAKIT TERSEBUT DIBAWA NYA DARI LAHIR,SEKALI LAGI BAGI SAUDARA SAUDARIKU,YANG SUDAH LAMA MENDERITA SAKIT YANG TAK KUNJUNG SEMBUH,DAN ANDA SEMUA SUDAH BERIHKTIAR KEMANA MANA,DAN MUNGKIN SUDAH MENGHABISKAN BANYAK BIAYA,SILAHKAN DATANG KE IBU ARUM.BIAYA SUKARELA ATAU SEIHKLAS NYA,ANDA BOLEH MEMBAWA GULA,KOPI,TELOR,BUAH BUAHAN,BERAS,BAHKAN ANDA JUGA BOLEH MEMBAYAR NYA DENGAN UCAPAN TERIMA KASIH.
      DAN YANG PALING PERLU DI INGAT;BELIAU CUMA MEMBANTU MENGOBATI,BELIAU TIDAK MEWARISKAN ILMU PENGOBATAN NYA PADA SIAPAPUN,KECUALI PADA FAMILI FAMILI BELIAU YANG MASIH ADA HUBUNGAN DARAH,KARENA SATU MINGGU YANG LALU BANYAK YANG DATANG MEMINTA ILMU PENGOBATAN SAMA BELIAU,
      DAN MUNGKIN ANDA SEORANG PARANORMAL;ORANG SAKTI;ATAU ORANG LINUWIH DAN MUNGKIN ANDA TERSINGGUNG DENGAN IMFORMASI INI SAYA MINTA MAAF,
      SALAM DAMAI DARI SAYA.

  • erva kurniawan 10:12 am on 6 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , ,   

    Dua Puluh Satu Kali 

    1910399-2-water-lilyeramuslim – “Dua puluh satu kali, Mbak?” mataku membulat. Takjub. Aku merentangkan kesepuluh jari tangan sambil melihat ke bawah ke arah telapak kaki yang terbungkus sepatu. 21! Bahkan seluruh jemari tangan dan kakiku pun tak cukup buat menghitungnya. “Itu selama berapa tahun, Mbak?” Aku bertanya lebih lanjut.

    “Hhmm, kurang lebih tujuh tahun terakhir!” sambutnya lagi, ringan saja. Tak tampak pada raut wajahnya yang sudah mulai dihiasi kerut halus kesan malu, tertekan taupun stress. Wajah itu damai. Wajah itu tenang. Tak menyembunyikan luka apalagi derita.

    “Mbak… ehmm, maaf, tidak patah arang… sekian kali gagal?” Takut takut aku kembali bertanya dengan nada irih. Khawatir menyinggung perasaannya. Dia hanya kembali tersenyum. Tapi kali ini lebih lebar. Sumringah. Dia mengibaskan tangan, sebagai jawaban bahwa dia tak trauma dengan masalah itu.

    “Kalau sedih, kecewa, terluka… pasti pernah lah ada saat-saat seperti itu. Trauma…. sebenarnya pernah juga. Nyaris putus asa juga pernah. Namun alhamdulillah tidak berlarut-larut.”

    Mata itu berbinar-binar, seakan turut bicara.

    “Justru, kini saya merasa lebih dewasa, lebih matang dengan semua kegagalan itu. Banyak sekali pelajaran yang bsia diambil dari tiap kegagalan itu. Saya menjadi lebih bisa mengerti berbagai karakter manusia. Saya dapat lebih menghayati realitas dan kuasa Allah atas hidup kita. Dan pasti jadi lebih banyak pengalaman… setidaknya pengalaman proses menuju nikah hingga 21 kali..hahaha,” dia tertawa lepas. Renyah. Manis sekali.

    Perempuan itu, kini sudah 30 tahun lewat usianya. Sebuah usia yang tak lagi remaja memang. Sebuah  sia yang sangat wajar dan pantas jika ia resah karena jodoh tak kunjung tiba. Namun ia tak nampak panik atau gelisah. Bisa jadi ia memang pandai menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya. Namun saya lebih percaya ketenangannya tumbuh karena kematangan dan keimanan.

    Gadis ini dapat dikatakan sederhana. Dengan penampilan sederhana pula. Aktifitasnya pun bersahaja walaupun dulunya dia termasuk aktifis tingkat tinggi. Sehari-hari ia bekerja sebagai staf pengajar di sebuah lembaga pendidikan. Aktifitasnya yang lain adalah mengajar TPA, mengikuti pengajian rutin maupun berbagai pengajian umum yang banyak diselenggarakan oleh berbagai lembaga di berbagai lokasi di Jakarta.

    Selebihnya ia lebih banyak di rumah. Membaca buku dan membantu mengurus pekerjaan rumah tangga karena Ibunya tidak memiliki pembantu. “Proses pertama saya jalani ketika saya baru menyelesaikan kuliah saya. 22 tahun usia saya ketika itu. Waktu itu tentu saja saya tidak sebersahaja sekarang.” Dia mulai bercerita. Saya menunggu.

    “Saya masih ingat sekali. Waktu itu saya mengajukan berbagai kriteria. Saya ingin calon suami yang sarjana, pekerjaan mapan, aktifis dakwah atau minimal memiliki pemahaman agama yang bagus, dari keluarga baik-baik, dan sama-sama orang jawa seperti saya. Sebuah kriteria yang saya rasakan konyol sekarang, namun dulu saya pikir itu wajar. Muslimah mana yang tidak memiliki idealisme seperti itu?”

    Ia melanjutkan ceritanya…

    “Ada beberapa orang yang ditawarkan oleh guru ngaji maupun oleh orang tua. Ada juga yang datang sendiri. Tetapi semua saya tolak. Saya pikir waktu itu saya masih muda. Saya bisa mengisi masa muda saya dengan berbagai aktifitas positif sambil terus menunggu seseorang yang mendekati kriteria yang saya inginkan. Maka saya pun mulai memperbanyak aktifitas. Mengambil banyak kursus, mengikuti bebagai pelatihan dan aktif di beberapa komunitas sosial kemasyarakatan.”

    “Usia saya menjelang 25 tahun ketika saya menemukan seseorang dengan kriteria seperti yang saya inginkan. Awalnya proses kami lancar-lancar saja. Orang tuanya bahkan sudah datang mengkhitbah ke rumah. Bahkan kita sudah akan menentukan tanggal pernikahan. Tapi oleh alasan yang sepele, tiba-tiba orang tuanya membatalkan khitbah. Sungguh saya shock waktu itu. Saya tak habis mengerti, apa yang salah dengan saya, dengan dia dan dengan proses kami?”

    “Cukup lama saya tenggelam dalam kesedihan. Beberapa waktu kemudian sebenarnya banyak lagi yang mengajukan tawaran. Tapi saya selalu membandingkan dengan mantan calon suami saya. Saya menggunakan parameter dia untuk menilai setiap orang yang datang pada saya. Meskipun saya tidak pernah menolak lagi orang-orang yang datang kemudian itu, tapi entah mengapa proses selalu berakhir dengan kegagalan. Saya tak lagi menghitung, itu sudah yang keberapa kali. Akhirnya saya kembali menenggelamkan diri dalam aktifitas sosial dan organisasi. Saya aktif di partai. Dan saya sempat tak lagi memedulikan masalah menikah.”

    “Usia saya sudah lewat dua puluh tujuh. Justru orang-orang lain yang mulai ribut. Orang tua terutama. Kemudian kaum kerabat. Juga teman-teman saya. Merekalah yang kemudian menawarkan dan mencomblangi. Saat itu saya mulai belajar dari pengalaman. Saya tak lagi terlalu idealis. Saya menyerahkan saja kepada para perantara saya itu. Saat mereka meminta biodata, maka saya berikan biodata saya. Saya netral saja. Kalau diterima ya syukur, tidak diterima ya sudah. Dan ternyata nyaris semua tidak diterima. Alasannya macam-macam. Kebanyakan bahkan saya tak sampai ketemu mereka, sudah ditolak duluan. Saya sudah tak menghitung lagi berapa banyak biodata yang saya buat. Rata-rata tidak kembali.”

    “Usia saya sudah lewat dua puluh delapan tahun saat saya menyadari bahwa saya harus mulai proaktif. Saya tak lagi menyerahkan begitu saja pada nasib atau teman-teman. Saya harus mulai mencari sendiri juga. Tentu saja tetap dengan cara-cara yang ahsan.”

    “Pada usia ke-29 saya menemukan seseorang lagi. Dia sholeh. Sederhana. Jauh dari kriteria ideal saya, tapi saya merasa tenteram dengan menerimanya. Proses kami pun sederhana. Semuanya lancar. Tapi…Allah berkehendak lain. Calon saya meninggal dalam sebuah kecelakaan.”

    Sampai disini si Mbak menghentikan ceritanya sejenak. Mengambil napas panjang dan menyusut sudut mata. Aku turut terenyuh mendengarnya. Saat itu baru kulihat kabut selintas menghiasi wajahnya.

    “…Semua sudah berlalu sekarang. Sudah nyaris dua tahun lalu. Saya mencoba bangkit lagi. Setahun terakhir, lima proses saya jalani. Menambah 16 proses sebelumnya yang tak semuanya saya ingat lagi. Lima proses itu saya jalani dengan lebih pasrah. Lebih lapang dada. Saya menghargai mereka masing-masing. Saya tidak membanding-bandingkan. Saya tak lagi menggebu, tak lagi sangat idealis…. tapi juga tak membuat saya membabi buta, menerima siapa saja seperti membeli kucing dalam karung.”

    “Satu orang gagal sebelum biodata saya sampai kepadanya. Dia sudah lebih dulu menerima orang lain. Orang kedua, pemuda yang biasa-biasa saja, tak mau menerima syarat saya untuk belajar ngaji pada teman saya sesama laki-laki. Dia memaksa belajar pada saya dan mendesak agar saya jadi pacarnya dulu. Orang ketiga, menolak karena orang tuanya tidak mau menerima orang yang tidak sesuku dan dia ingin menuruti kehendak orang tuanya. Orang keempat, teman saya sendiri, mengatakan kalau dia belum siap meski tidak menolak. Orang kelima berubah pikiran di tengah proses. Tadinya dia tidak mempermasalahkan usia saya yang lebih tua, tetapi kemudian dia mengatakan kepada perantara saya ingin mencari yang usianya lebih muda.”

    “Pengalaman-pengalaman yang saya jalani selama ini telah memberi banyak sekali pelajaran dalam hidup saya. Satu, bahwa hidup tak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Dua, bahwa pengalaman adalah benar-benar guru yang sangat berharga. Tiga, bahwa setiap orang benar-benar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan mereka semua layak untuk mendapat penghargaan sebagai seorang manusia. Empat, jika saya tak dapat memperoleh apa yang saya cintai, maka lebih baik saya mencintai apa yang saya telah saya peroleh dan memiliki. Lima, dan banyak lagi. Intinya, jika memang bukan jodoh, bahkan hal-hal kecil pun dapat menjadi penghalang dan penyebab gagalnya perjodohan.”

    “Kini saya merasa lebih pasrah dan arif menyikapi hidup. Tak ada yang salah, tak ada yang ribet. Hanya waktu yang belum tiba pada masanya. Hanya puzzle yang belum menemukan pasangannya. Semua masih biasa saja.”

    Si Mbak mengakhiri ceritanya. Tersenyum tulus kepadaku. Aku menyambutnya. Dan kami tenggelam dalam dekap haru. Pelukan persaudaraan.

    ***

    Oleh: Azimah Rahayu.

     
    • annisa 10:21 am on 8 Februari 2010 Permalink

      pengalaman hidup yang bisa dijadikan contoh bagi akhwat2 dlm mencari jodoh/pasangan hidup, agar tidak terlalu idealis.
      semoga Allah segera memberikan jodoh yg terbaik atw kebahagiaan lain dari orang2 di sekitarnya u/ mbak diatas, amiin..

    • ummy 11:42 am on 19 Februari 2010 Permalink

      Asw waw subhanallah, critanya sangat bagus untuk dijadikan rujukan, jujur saya juga sedang menanti jodoh, ada seseorang yang saya simpatik karena agamanya bagus, namun semua sya serahkan sama Allah Sang Pemilik Hati dan Pemilik nafas kita serta Pemilik Alam semesta ini.

  • erva kurniawan 9:24 am on 5 February 2010 Permalink | Balas  

    Rawat Semalam, Habis Gaji Sebulan 

    diare1SUARA PEMBARUAN DAILY

    SANGAT gampang menghabiskan gaji sebulan. Repotnya, kalau tidak ada lagi penutup biaya hidup selanjutnya. Apalagi, kalau gaji sebulan itu untuk biaya perawatan di rumah sakit.

    Bila sehari saja biayanya sebulan gaji, bagaimana kalau waktu perawatannya lebih dari sehari? Pertanyaan itu memenuhi benak banyak orang saat ini. Contohnya pasangan asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhtar (35) dan Kadijah (25). Pasalnya, anak laki-laki mereka, Muhamad Kindavid (3), harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, karena demam berdarah dengue (DBD).

    Muhtar, yang sejak setahun lalu mengontrak di Pondok Alfurqan, Rt 01/05, Jalan Hasibuan, Kota Bekasi, menceritakan, Kindavid, yang biasa dipanggil Evin itu, jatuh sakit Rabu (25/2) pagi. Evin pun dibawa ke klinik terdekat. Dicurigai menderita DBD, Evin pun disarankan dirawat di RSUD. “Semalaman dia di UGD (Unit Gawat Darurat). Belum terbayangkan biayanya habis berapa,” kata Muhtar, Kamis (26/2) lalu.

    Kadijah, di sebelahnya, segera menyahut, hitungan biaya sementara yang sempat ditanyakannya adalah sekitar Rp 300.000, total untuk bermacam biaya selama di ruang UGD. Kamis pagi, Evin dipindahkan ke ruang perawatan kelas lll Mawar.

    “Perinciannya tidak tahu, tapi katanya sudah harga ruang UGD, obat, dan dokter,” ujar Kadijah.

    Jumlah itu saja sudah membuat Muhtar dan Kadijah kelimpungan. Selama ini pun, mereka hanya bergantung pada penghasilan Muhtar yang tak seberapa, dari mengajar di SMU Bani Saleh, Bekasi. “Gaji tambah lain-lain, total sebulan saya dapat Rp 400.000. Setelah potong kontrakan Rp 150.000, sisanya tinggal Rp 250.000 buat keluarga,” kata Muhtar. Makanya, ia mengaku amat terharu, kala rekan sejawat yang bernasib sama seperti dia, mengumpulkan sumbangan. Jumlahnya hanya sekitar Rp 400.000.

    “Bukan jumlahnya, tapi teman-teman saya itu penghasilannya juga kecil, sama seperti saya. Mereka juga punya kebutuhan. Gaji kami kecil, karena memang sekolah baru, sedang merintis,” ia menambahkan.

    Kebingungan pasangan itu kian menjadi-jadi, ketika mendengar pengakuan dari pasien lain yang telah sepekan dirawat di ruang Mawar karena DBD.

    Pasien itu mengaku telah mengeluarkan biaya perawatan Rp 3 juta. “Dari mana saya dapat uang segitu?” Muhtar mendesah.

    Seorang pasien DBD, menurut keterangan seorang perawat di ruang Mawar, biasanya memerlukan waktu perawatan lima-tujuh hari. Untuk kamar kelas lll, biaya per harinya adalah Rp 25.000, termasuk satu kali kunjungan dokter. Untuk obat, pasien punya pilihan untuk menebusnya sendiri di apotek. Selama perawatan, kata Muhtar, Evin harus terus diinfus suatu cairan yang gunanya menggantikan cairan elektrolit yang keluar melalui keringat dan buang air. “Harganya Rp 35.000 sebotol. Kalau sehari butuh tiga botol, seminggu butuh banyak biaya,” katanya.

    Menunggui Evin di rumah sakit, Muhtar dan Kadijah merasa jadi pandai menghitung, karena selalu diperhadapkan pada masalah itu. Untuk perawatan tujuh hari, untuk kamar dan infus, Muhtar harus menyiapkan dana minimal Rp 910.000, plus selama UGD Rp 300.000. “Buat orang seperti kami, uang segitu bukan sedikit,” ujarnya.

    Kartu Gakin

    Muhtar dan Kadijah tak henti berharap ada suatu kebijakan seperti diterapkan Pemprov DKI Jakarta. Namun, sayangnya, meskipun Kota Bekasi DBD sudah dikategorikan sebagai kasus luar biasa (KLB), Pemkot Bekasi tetap tak merasa harus membuat kebijakan yang dapat meringankan penderitaan warganya. Tidak ada pengobatan gratis di Kota Bekasi, demikian menurut Kadinkes Pemkot Bekasi dr Bambang DS, Selasa pekan lalu.

    “Tapi Wali Kota sudah buat edaran, agar rumah sakit buka pelayanan DBD 24 jam, dan tidak tarik uang muka,” Bambang menambahkan. Di RSUD, untuk kelas lll, Muhtar mengaku ditarik uang muka hanya Rp 38.000. Itu RSUD yang notabene milik pemerintah.

    Ia menambahkan, edaran Wali Kota memang hanya bersifat imbauan tanpa keharusan, hingga tak akan ada sanksi bila tak diikuti oleh pihak rumah sakit. “Ya, kalau mereka mampu, bayar uang muka, kan tidak masalah,” ujarnya.

    “Tapi kan ada kartu Gakin (keluarga miskin). Kartu itu dimanfaatkan saja. Wali Kota juga sudah mengimbau agar pasien dengan kartu Gakin tidak ditolak,” kata Bambang.

    Sayangnya, Muhtar tidak memiliki kartu Gakin. “Saya tidak bisa mendapat Gakin, karena dianggap pendatang,” katanya. Selain baru setahun di Bekasi, ia dinilai masih pendatang musiman karena tinggal di kamar kontrakan. “Sebenarnya, sih, karena tidak punya uang saja.

    Mengurus Gakin paling Rp 50.000,” ujar salah seorang keluarga pasien, yang juga dirawat di ruang Mawar. Lepas dari permasalahan itu, Bambang menghimbau rumah sakit diimbau untuk tidak menolak pasien, kecuali bila memang kapasitas atau daya tampungnya sudah melebihi.

    Pekan lalu, staf bagian pendaftaran cukup kesulitan memberikan data pasti jumlah korban DBD yang dirawat. Sekitar 60 pasien DBD, namun sejauh pengamatan, ruang Mawar memang tampak padat.

    Ruang Mawar, berbentuk bangsal ukuran 8X15 meter, ruang Mawar dibagi menjadi dua dengan sekat tripleks, memanjang. Masing-masing diisi delapan ranjang. Begitu dinyatakan sebagai KLB, ruang itu ditambah kasur.

    RSUD memang tidak mungkin memaksakan daya tampung bila nantinya pasien terus bertambah. Apa daya, pasien baru dirujuk ke rumah sakit swasta, yang tentunya menetapkan biaya lebih besar dari RSUD. Tragisnya, bila pasien seperti Evin harus berobat di RS swasta.

    “Ini hanya semakin memperlihatkan bobroknya sistem kesehatan di Indonesia. Para pejabat dan elite hanya bisa bicara menarik simpati. Mulai dari menyatakan sebagai kasus nasional, sampai janji-janji membebaskan biaya perawatan. Buktinya, kenyataannya, hanya kosong saja,” kata Iskandar Sitorus, dari LBH Kesehatan, Kamis malam lalu.

    ***

    Sumber : Pembaruan/Berthus Mandey

     
  • erva kurniawan 5:41 am on 4 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: mandi, mandi sehat   

    Habis Mandi Kok Malah Gerah 

    mandi-2-dalamVera Farah Bararah – detikHealth

    Jakarta, Pernahkan Anda merasa panas atau gerah setelah mandi? Jika pernah maka hal ini juga dialami oleh hampir sebagian besar orang di dunia. Kenapa seseorang tidak merasa segar setelah mandi, tapi justru merasa gerah atau panas?

    Terkadang orang menjadi gerah karena setelah mandi bukan kesegaran yang didapatnya melainkan panas yang justru membuatnya merasa tidak nyaman. Sebenarnya ada empat pemicu yang membuat seseorang merasa gerah atau panas setelah mandi, seperti dikutip dari Paper Tiger, Jumat (13/11/2009), yaitu:

    1. Air yang tertinggal di kulit dan berlanjut ke rambut sehingga membuat tubuh merasa hangat atau panas setelah mandi.
    2. Uap yang berasal dari air bergabung dengan temperatur yang ada sehingga meningkatkan kelembaban dan temperatur dari kamar mandi itu sendiri.
    3. Menggosok badan dengan handuk kering yang terlalu keras bisa mengakibatkan gesekan sehingga membuat orang merasa panas setelah mandi.
    4. Handuk dan pakaian yang digunakan setelah mandi kemungkinan terbuat dari bahan yang terasa gerah atau panas.

    Dengan kata lain penyebab tubuh merasa panas atau gerah setelah mandi adalah karena faktor air, ruangan, gesekan yang terjadi dengan kulit serta handuk dan pakaian yang digunakan setelah mandi.

    Sebagai solusinya sebaiknya jika ingin menggunakan air hangat, jangan langsung membasuh badan dengan air hangat tapi biarkan tubuh menyesuaikan diri dulu dengan suhu ruangan yang baru setidaknya selama 10 detik. Setelah itu baru mulai membasuh tubuh yang dimulai dengan bagian kaki dan secara bertahap membasuh hingga bagian kepala.

    Jika menggunakan air hangat, pastikan saat terakhirnya membilas dengan air dingin hingga tidak ada uap panas yang tersisa di tubuh. Dan juga jangan menggosok badan dengan handuk kering tapi cukup di tepuk-tepuk ringan saja sehingga tidak menimbulkan panas. Dan jangan menggunakan handuk yang tidak bisa menyerap air dengan baik.

    Usahakan tidak terlalu lama berada di dalam kamar mandi dan keluar secepat mungkin setelah selesai mandi. Karena kelembaban yang ada di kamar mandi akan membuat seseorang menjadi gerah dan tidak ada salahnya untuk mengeringkan badan di tempat yang lebih terbuka seperti kamar tidur.

    Tidak ada salahnya juga untuk menaburkan bedak sebelum meninggalkan kamar mandi, bedak ini bisa berguna untuk menyerap keringat dan menghambat pori-pori tubuh. Selain itu sebaiknya tidak terlalu sering mandi dengan menggunakan air hangat atau panas, karena bisa membuat tubuh menjadi kering dan jika bilasnya tidak benar bisa menyebabkan tubuh berkeringat setelah mandi.

    ***

    Sumber: Detikhealth

     
    • annisa 10:05 am on 8 Februari 2010 Permalink

      Betul..betul..betul.., pernah ni kejadian begini..

    • Rizal Aditya 2:44 pm on 8 Februari 2010 Permalink

      Apalagi di disurabaya… beiuh.. panasnya pool… kagak ada beda antara malem, pagi jam 5 … sama2 gerah..

  • erva kurniawan 7:19 am on 3 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: artikel tentang sombong, sifat sombong, sombong   

    Keharaman Berperilaku Sombong 

    berdoa2Assalamu’alaikum wr wb

    Keharaman Berperilaku Sombong

    Allah berfirman:

    Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. (Al Baqarah: 206).

    Jati dirinya seorang Muslim jika diingatkan untuk berbuat baik, ia cenderung memiliki sifat tawadhu, ikhlash, mengikuti, merasa masih sedkit beramal, berkhusnudzhon pada peringatan, dan tidak apriori. Maka ia telah menyatakan permusuhan dengan syetan (jenis manusia & jin) dan seorang Muslim memang harus mengikrarkan permusuhan dengan syetan.

    Jangan sampai sedikitpun rasa takut merasuki diri kita atas segala sepak terjang syetan (manusia & jin) karena jika kita di jalan benar adalah Allah swt yang satu2nya mampu menolong kita. Sudah banyak nasihat sejarah untuk kita: Hancurnya Raja Namruzd (mati mengenaskan), Fir’aun (mati tenggelam), Qorun (ditimbun tanah), Abu Jahal (mati dalam peperangan), Yitzhak Rabin (ditembak pemuda Yahudi), Titanic (Tenggelamnya Kapal mewah anti tenggelam), dll sementara kita tidak berkuasa seperti mereka apa lebih pantas kah lagi kita sombong??

    Kesombongan adalah salah satu sifat tercela yang menjadi musuh terbesar bagi umat Islam. Kenapa? Karena kesombongan bisa menghinggapi siapa saja yang tidak ma’sum. Menghadapai kesombongan yang ada pada diri kita atau orang lain sangat berbeda menanganinnya.

    Saya ambil contoh: JUDI, MALING, BERKORBAN UNTUK BERHALA, adalah perbuatan haram masih bisa hindari. Tapi jika SOMBONG akan sulit terdeteksi karena sifat ini bisa juga merasuki Amal baik kita dengan merasa sudah cukup beramal, malas mencari ilmu, suudzhon jika ada nasihat, menyepelekan Syariat Allah (segala asfeknya) maka jalan satu2nya adalah tidak henti2nya kita mengakui di hadapan Allah dalam setiap nafas kita. Mengakui betapa sulitnya beramala ikhlas, berihsan, menghindari akan dosa2 mata, hati kita.

    Jika begitu tidak ada jalan ternyata memang kita setiap saat senantiasa bertaubat, tidak hanya sehabis sholat kita bertaubat namun hendaknya setiap nafas kita. Karena Allah tidak memberitahukan pada kita kapan kita mati.

    Wa’Llahu’alam bisshowwab. Yang benar dari Allah swt & yang salah dari saya, semoga menjadi renungan terutama bagi saya pribadi dan umat Islam.

    Wassalamu’alaikum wr wb

    ***

    Sumber: Email dari Sahabat

     
    • haryanto,dibatam 11:13 am on 5 Februari 2010 Permalink

      ya,mesti disebarkan sebagai pedoman generasi muda yang akan mengarungi kehidupan yang majemuk/hetrogen,tks

  • erva kurniawan 6:41 am on 2 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: kelebihan surat yasin, keutamaan membaca surat yasin, surat yasin, yasin   

    Kelebihan Surat Yasin 

    yasin1to9

    Kelebihan Surat Yasin

    Rasulullah Saw telah bersabda, “Bacalah Surat Yassin karena ia mengandungi keberkatan”, yaitu:

    1. Apabila orang lapar membaca Surat Yassin, ia menjadi kenyang.
    2. Jika orang tidak mempunyai pakaian akan mendapat pakaian.
    3. Jika orang belum menikah, segera mendapat jodoh.
    4. Jika dalam ketakutan akan hilang perasaan takut.
    5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
    6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
    7. Jika tersesat, sampai ke tempat yang ditujuinya.
    8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
    9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
    10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.
    11. Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al- Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surat Yassin, niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
    12. Sabda Rasulullah s.a.w, “Apabila datang ajal orang yang suka membaca surat Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya”.
    13. Malaikat Maut tidak mau memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang Malaikat Ridwan dari syurga membawa minuman untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.
    14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: “Barang siapa sembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surat Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik.

    ***

    Sumber: email sahabat, Rokiah – Salmah Daud

     
    • new 4:33 pm on 12 Mei 2011 Permalink

      subhanallah y,,

    • ABDUL HALIM SAAD 11:21 pm on 23 September 2011 Permalink

      Alhamdulillah syukur kpd Allah swt.

    • dea 2:43 pm on 23 Oktober 2011 Permalink

      alhamdullillah ..kita smua akan kembali kpada x..dn d ampuni sgala dosa d dunia maupun di akhirat. spya kita sllu ingat . hidup cman stu kali , dan di dunia hnya sementara,bhwa manusia pasti mati, jgn mnyia2 kan ksmpatan mari kita smua prbnyak zkir dn doa dn mgaji, tanks atas manfaat ayat d atas smga brmanfaat bgi kita semua amiiiiiiiiiiin syukron jazila

    • deddy 7:27 am on 3 Februari 2012 Permalink

      Tulisan anda bagus untuk motivasi umat dalam membaca alQuran, tapi perlu dituliskan juga hadits sahih mengenai keutamaan2 surat Yasin tersebut. Agar umat tetap istiqomah mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW dan tidak terjebak pada ibadah yang tidak dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

    • mizsemberpink 11:42 am on 20 Mei 2014 Permalink

      assalamu’alaikm.. kelebihan surat yasin ini kan berdasarkan hadits.. saya sudah baca artikel anda ttg derajat hadits surat yassin … trus bagaimana yang di artikel ini, hadits’nya shahih atau lemah kah? mohon petunjuk, syukron.

    • mizsemberpink 11:44 am on 20 Mei 2014 Permalink

      artikel yang ini..saya nge-link’nya.. https://ervakurniawan.wordpress.com/2014/05/20/derajat-hadits-fadhilah-surat-yasin/ ..makasih ya atas penjelasan untuk artikel ini.. syukron.. saya benar2 pengen dapat kejelasannya.. *yang masih bingung soal surat yasin*

    • erva kurniawan 5:52 am on 24 Mei 2014 Permalink

      Waalaikum salam
      Mohon maaf mas mizsemberpink, hamba Allah yang lemah ilmu ini belum mendapatkan keterangan, mungkin rekan-rekan yang lain ada
      yang mengetahui tentang hal ini
      Saya menyadari kurang faham dengan agama, masih perlu banyak belajar, kadang tidak mengecek kebenaran tulisan sebelum diposting.
      Awalnya saya mempunyai harapan ada diskusi antar bloger lain yang lebih faham tentang agama tentang materi tulisan.
      Bila lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, postingan dimaksud saya hapus

  • erva kurniawan 5:34 am on 1 February 2010 Permalink | Balas
    Tags: , penyakit pica   

    Pica, Penyakit Gangguan Makan yang Aneh 

    pica-(healthmed)-dalamNurul Ulfah – detikHealth

    Jakarta, Pernahkah Anda melihat orang yang makan makanan aneh seperti tanah, pasir, kapur, puntung rokok, lampu, bulu bahkan kotoran binatang. Bisa jadi orang itu menderita Pica, penyakit pola makan yang aneh.

    Pica biasa terjadi pada anak-anak, ibu hamil dan orang dewasa. Penderita Pica biasanya mengonsumsi makanan yang tidak masuk akal. Pica sering terjadi pada anak-anak dan juga orang dewasa.

    Sebanyak 10 hingga 32 persen anak-anak usia 1-6 tahun punya kebiasaan makan yang aneh ini. Tak hanya anak-anak, Pica juga bisa terjadi pada ibu hamil, terutama yang mengalami gangguan psikologis. Pica juga terjadi pada orang dewasa yang sedang diet, ketagihan tekstur tertentu pada mulutnya atau yang punya masalah sosial atau ekonomi.

    Penyebabnya hingga kini masih belum diketahui dengan jelas. Tapi beberapa peneliti menduga kurangnya zat besi dan anemia memicu pola makan tersebut. Penderita Pica biasanya sering makan tanah, pasir, daun, batu, kapur, puntung rokok, lampu, pensil, besi, es, cat, tanah liat, bulu binatang, lumpur bahkan kotoran binatang.

    Penyakit Pica tidak ada tanda maupun gejalanya. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes darah guna mengetahui kandungan besi dan seng. Meskipun anak-anak memang sering memasukkan semua benda ke dalam mulutnya, tapi orang tua harus waspada dan curiga jika hal itu menjadi kebiasaan.

    Untuk menyembuhkan penderita Pica, dibutuhkan penanganan secara keseluruhan, meliputi pendidikan perilaku yang benar, lingkungan yang mendukung dan pendekatan keluarga. Pemberian hukuman juga cukup efektif untuk mengatasi penderita Pica. Penderita Pica butuh sosok terapis, psikolog atau psikiater yang bisa mengatasi masalah psikologisnya.

    Penggunaan obat-obatan hanya diperlukan jika penderita Pica sudah mengalami gangguan atau penyakit mental. Pada beberapa kasus, ketidaknormalan pola makan ini biasanya hilang beberapa bulan dan sembuh dengan sendirinya. Namun pada kasus lainnya, penyakit ini bisa bertahan hingga usia remaja atau dewasa, apalagi jika sudah mengalami gangguan mental.

    Komplikasi yang sering terjadi diantaranya yaitu infeksi, masalah pencernaan, keracunan dan malnutrisi.

    Beberapa budaya percaya bahwa dengan memasukkan benda apapun ke dalam mulut akan menghasilkan kekuatan magis ke dalam tubuhnya. Beberapa studi memang menunjukkan bahwa anak-anak yang makan tanah liat lebih baik dalam mengatasi gejala morning sickness pada saat dewasa.

    Sharon Bell Buchbinder, RN, PhD adalah seorang Profesor pedriatik dari Department of Health Science at Towson University di Towson, Maryland pernah mendapatkan satu kasus Pica yang cukup unik dan tragis.

    “Waktu itu saya diberitahu suster bahwa ada seorang anak yang melakukan kebiasaan makan tidak normal. Setelah saya temui, ternyata ia adalah gadis berumur 11 tahun yang sedang mengandung. Ia berwajah sangat pucat, tubuhnya menggeliat-geliat, tak suka disentuh, suaranya mengerang dan di sekitarnya penuh tanah dan kotoran,” ujar Buchbinder seperti dikutip dari Lifeloom, Jumat (13/11/2009).

    Gadis itu bernama Susie. Menurut Buchbinder, Susi adalah gadis yang sangat sensitif dan tertutup. “Ia dibuang oleh keluarganya karena hamil. Untuk menyembunyikan kehamilannya, keluarga menempatkannya di rumah pamannya. Dan sejak itu, ia mengalami penyakit pica. Karena khawatir meninggal, akhirnya keluarga memanggil saya,” jelas Buchbinder.

    Anehnya sang ibu dan keluarga justru membiarkan Susie memakan tanah dan kotoran itu. “Ibunya bilang bahwa makanan itu punya kekuatan magis dan akan menguatkan kandungannya. Saya langsung shock karena di zaman moderen ini ternyata masih ada orang yang berpikiran seperti itu,” tutur Buchbinder.

    Dengan perlahan-lahan, Buchbinder akhirnya berhasil membujuk Susie untuk berdiri dan pindah dari lantai yang penuh dengan kotoran dan tanah.

    “Waktu saya angkat badannya, ada sebuah kaki kecil yang keluar dari mulut vaginanya. Saat itu juga saya kaget, karena ternyata itu adalah kaki sang bayi yang ada di rahimnya. Bayi itu akan segera keluar dari perutnya,” ujar Buchbinder.

    Tanpa berlama-lama, Buchbinder dan susternya melakukan proses persalinan, dan syukur sang bayi masih bisa terselamatkan. Susie pun akhirnya mendapat terapi perawatan medis dan psikologis untuk mengembalikannya seperti semula. Entah apa yang yang terjadi jika Susie tidak segera ditangani saat itu.

    ***

    Sumber: Detikhealth

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: