Updates from Mei, 2018 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 1:47 am on 19 May 2018 Permalink | Balas  

    Pakar Saluran Cerna Sebut Puasa Bikin Mag Kambuh Adalah Takhayul 

    Pakar Saluran Cerna Sebut Puasa Bikin Mag Kambuh Adalah Takhayul

    Muhamad Reza Sulaiman – detikHealth

    Jakarta, Bagi pasien mag, bulan puasa merupakan momen yang bikin harap-harap cemas. Harapannya adalah puasa bisa dijalankan dengan baik dan benar namun rasa cemas mengintai karena penyakit mag yang membayangi.

    Prof Dr dr Murdani Abdullah, SpPD-KGEH mengatakan pasien mag tak perlu takut berpuasa. Adanya klaim yang mengatakan mag akan kambuh karena puasa atau klaim yang menyebut puasa memperparah kondisi mag adalah bohong dan tidak benar.

    “Itu takhayul. Malah puasa lebih baik untuk perut pasien mag karena saat puasa kan perut kosong. Justru keluhan mag malah munculnya sesudah berbuka puasa,” tutur Prof Murdani dalam simposium PAPDI di RS Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Selatan.

    Dijelaskan Prof Murdani, ada dua jenis mag, yakni mag organik dan mag fungsional. Mag organik merupakan sakit yang muncul akibat adanya sesuatu yang tidak normal di lambung. Contohnya adalah tukak lambung, GERD, polip atau kanker di usus dua belas jari.

    Sementara mag fungsional adalah kasus mag yang lazim ditemui sehari-hari. Misalnya mag yang muncul karena makan tak teratur, makan berlemak, minum kopi, stres dan merokok.

    “Mag organik itu kasusnya nggak banyak, kurang dari 10 persen dari kasus yang datang ke rumah sakit. Sisanya ini yang berobat kan datang karena makan nggak teratur, makan pedas nggak kira-kira dan sebagainya. Kalau puasa, insya Allah mag fungsional malah membaik,” tambah Prof Murdani.

    Untuk itu, Prof Murdani menegaskan bahwa sakit mag tidak menjadi alasan untuk tidak puasa. Justru dengan puasa, pikiran yang tenang dan khusyuk untuk beribadah, frekuensi mag kambuh malah berkurang.

    “Di RSCM tiap puasa, jumlah pasien mag yang ke rumah sakit menurun lho. Makanya jangan jadikan mag sebagai alasan untuk tidak puasa,” tutupnya.

    Iklan
     
  • erva kurniawan 1:44 am on 18 May 2018 Permalink | Balas  

    4 Hal yang Harus Diperhatikan Pasien Diabetes Saat Puasa 

    4 Hal yang Harus Diperhatikan Pasien Diabetes Saat Puasa

    Muhamad Reza Sulaiman – detikHealth

    4 Hal yang Harus Diperhatikan Pasien Diabetes Saat Puasa 1Foto: thinkstock Jakarta – Mengidap penyakit diabetes melitus bukan berarti tidak bisa berpuasa. Pakar mengatakan dengan persiapan yang baik, pasien diabetes melitus tetap bisa menjalankan ibadah puasa.

    “Sekitar 79 persen pasien diabetes melitus tipe 2 akan berpuasa saat bulan Ramadan. Tentunya harus ada persiapan agar ibadah puasa bisa maksimal,” tutur dr Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD, FINASIM, beberapa waktu lalu.

    Lantas, apa saja yang harus diperhatikan dan disiapkan pasien diabetes jika ingin puasa? Yuk simak empat hal ini:

    1. Pengalaman puasa sebelumnya

    Diabetes adalah penyakit progresif yang bisa makin memburuk seiring berjalannya waktu, apalagi jika tidak terkontrol. Karena itu pengalaman puasa tahun sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan untuk menjalani puasa saat ini.

    “Jika tahun lalu aman, tidak berarti tahun ini sama. Bisa jadi kondisinya lebih jelek karena tidak terkontrol. Tapi bisa juga lebih baik, masing-masing individu berbeda,” ujarnya.

    1. Konsultasi ke dokter

    Dikatakan dr Wismandari, hal terpenting yang harus dilakukan pasien diabetes sebelum memutuskan puasa adalah berkonsultasi ke dokter. Konsultasi ke dokter penting untuk melihat apakah kondisi pasien diabetes memiliki risiko fatal atau tidak jika berpuasa.

    “Puasa kan sebenarnya cuma pindah jam makan saja. Jika tidak ada komplikasi berat atau masalah lainnya, dokter tidak mungkin melarang pasien yang ingin berpuasa,” ungkapnya.

    1. Cek gula darah berkala

    Saat puasa, pasien diabetes melitus tipe 2 rentan mengalami hipoglikemia atau gula darah yang turun secara drastis. Karena itu, pasien dianjurkan mengecek gula darah secara berkala di sore hari.

    “Kalau gula darahnya sudah di bawah 70 atau 60 saat puasa itu sudah risiko hipoglikemia, dan dianjurkan untuk segera berbuka dengan minum air gula supaya tidak ngedrop,” tutur dr Wismandari lagi.

    1. Jadwal makan dan minum obat

    Dikatakan dr Wismandari, puasa Ramadan mengubah waktu makan dan minum obat pasien. Karena itu, perubahan waktu makan dan minum obat harus diantisipasi agar gula darah tidak naik dan turun secara tiba-tiba.

    “Kalau puasa, porsi makannya diatur jadi sahur 30 persen, buka puasa 50 persen dan sesudah tarawih 20 persen. Begitu juga dengan waktu minum obatnya mengikuti waktu makan,” lanjutnya.

     
  • erva kurniawan 1:41 am on 17 May 2018 Permalink | Balas  

    6 Tips Sahur Agar Puasa Hari Pertama Lancar 

    6 Tips Sahur Agar Puasa Hari Pertama Lancar

    Radian Nyi Sukmasari – detikHealth

    6 Tips Sahur Agar Puasa Hari Pertama Lancar 1Foto: Ilustrasi senyum Jakarta – Apakah Anda sedang bersiap makan sahur? Agar puasa hari pertama dan seterusnya lancar, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika sahur. Ya, apa yang Anda lakukan saat sahur pastinya berpengaruh pada kondisi tubuh selama seharian berpuasa.

    Seperti dirangkum detikHealth, berikut ini hal-hal yang bisa Anda lakukan di kala sahur supaya puasa, utamanya esok hari yang merupakan puasa hari pertama, bisa berjalan lancar. Apa saja?

    1. Sahur jelang waktu imsak

    Ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes mengatakan makan sahur dianjurkan menjelang imsak. Ya, meskipun ini tergantung juga dari kebiasaan makan masing-masing orang. Hanya saja, sahur yang terlalu cepat akan menurunkan stamina saat berpuasa.

    Jika seseorang makan sahur terlalu cepat, kata Rita otomatis ia akan menahan lapar dan haus lebih dari 14 jam. Nah, kebiasaan ini justru berisiko membuat tubuh makin lama tidak mendapat suplai energi dan zat gizi. Akibatnya, tubuh seseorang bisa jadi lemas karena tidak ada pemenuhan energi yang cukup.

    “Akibatnya stamina pun menurun. Makan sahur mendekati waktu imsak akan lebih baik karena tubuh akan mendapat cadangan energi lebih banyak. Sehingga, saat menjalani aktivitas seharian tubuh pun lebih ‘siap’ dan berstamina,” kata Rita.

    1. Hindari minuman yang bersifat diuretik

    Saat sahur, baiknya hindari minuman yang bersifat diuretik seperti kopi atau teh kental. Sebab minuman ini bisa membuat seseorang lebih mudah buang air kecil sehingga bukan tak mungkin cairan di tubuh pun cepat berkurang.

    Jika ingin membuat teh, setiap 200 cc air gunakan satu sdm gula pasir datar. Ketika mencelupkan teh dan dirasa warnanya sudah berubah pun segera angkat teh celup agar tidak terlalu kental. Rita mengatakan, minuman ringan dan bersoda pun baiknya dihindari.

    1. Atur menu sahurnya yuk

    Baiknya sediakan menu sahur yang mengandung indeks glikemik (IG) rendah, tinggi protein, dan rendah lemak. Makanan dengan IG rendah bisa mensuplai energi secara lamban tapi terus menerus. Sementara makanan IG tinggi cepat memberi energi yang besar tapi tidak bisa bertahan lama.

    Makanan rendah indeks glikemik contohnya karbohidrat berserat seperti nasi merah serta kombinasi nasi putih dan merah atau roti gandum.

    Sementara, makanan tinggi protein akan lebih lama dicerna di lambung yakni dalam waktu 3-4 jam sehingga bisa membuat seseorang kenyang lebih lama. Nah, beberapa makanan yang mengandung protein lemak rendah adalah putih telur, ikan, tempe, tahu, ayam tanpa kulit, serta daging tanpa lemak.

    Jangan lupa hindari pula makanan dengan lemak tinggi karena sulit dicerna. Jika mengonsumsi makanan yang sulit dicerna, setelah sahur organ tubuh justru sibuk memetabolisme makanan saat sahur. Sehingga, energi yang dibutuhkan bertambah, tenaga pun berkurang dan mengakibatkan tubuh lemas.

    1. Boleh tidur setelah sahur agar tubuh tidak lemas, tapi ini syaratnya

    dr Andreas Prasadja RPSGT mengatakan demi mencukupi kebutuhan tidur, dibolehkan sesudah sahur untuk tidur tetapi dengan catatan posisi kepala harus lebih tinggi, seperti orang setengah duduk. Sebab, seringkali terjadi ketika seseorang tidur sesudah makan sahur, ia akan muntah.

    “Nah itu biasa terjadi kalau seseorang mengalami GERD akibat naiknya asam lambung. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki sleep apnea atau gangguan tidur seperti ngorok,” terang dr Ade, begitu ia akrab disapa.

    1. Tetap olahraga

    dr Michael Triangto, SpKO dari RS Mitra Kemayoran mengatakan untuk menjaga kesehatan selama berpuasa, olahraga baiknya dilakukan selepas sahur. Daripada tidur, kata dr Michael lebih baik lakukan olahraga yang ringan seperti bersepeda atau lari santai.

    “Mengapa harus pagi hari? Karena udara masih dingin, maka keringat yang dikeluarkan tidak akan banyak, sehingga yang bersangkutan akan terhindar dari risiko dehidrasi,” ujar dr Michael.

    1. Jangan lupa makan buah dan sayur

    Rita menuturkan selama berpuasa dianjurkan sekali memilih asupan yang banyak mengandung air. Jika hendak memilih buah, pilihlah yang banyak airnya seperti melon dan semangka, jangan buah salak misalnya.

    “Kalau masak sayur jangan dibikin lalapan atau tumis. Buat sayur yang berkuah. Dengan begitu, diharapkan kebutuhan cairan minimal dua liter bisa terpenuhi meskipun waktu yang tersedia terbatas. Apalagi di malam hari, waktu untuk makan dan minum terpotong untuk tidur,” kata Rita.

    “Itu salah satu upaya menaikkan asupan cairan kita karena hanya air putih saja kita penuhi dua liter itu nggak terlalu nyaman di badan dan kita kan nggak terlalu bisa menghabiskan air sebanyak itu dalam waktu dekat,” tambah wanita yang juga mengajar di jurusan Gizi Poltekkes II Jakarta ini.

    Jika bosan dengan buah segar, ada alternatif lain yakni mengolah buah segar menjadi jus sehingga ada tambahan air di dalamnya.

     
  • erva kurniawan 1:37 am on 16 May 2018 Permalink | Balas  

    Ini Alasannya Anda Tidak Disarankan Langsung Tidur Usai Sahur 

    Ini Alasannya Anda Tidak Disarankan Langsung Tidur Usai Sahur

    Nurvita Indarini – detikHealth

    Jakarta, Beberapa saat setelah usai makan sahur, mungkin Anda merasa mengantuk. Tapi setelah selesai makan sahur, Anda tidak dianjurkan untuk langsung tidur. Ini alasannya.

    “Ada sebagian orang Muslim yang langsung tidur setelah sahur. Hal ini dapat menyebabkan asam lambung balik arah kembali ke kerongkongan yang pada akhirnya bisa menyebabkan masalah pada saluran cerna atas mereka,” terang Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, konsultan penyakit lambung dan pencernaan dari FKUI/RSCM dalam keterangan tertulis yang dikirimkan Philips Indonesia.

    Kebiasaan langsung tidur usai makan sahur inilah yang berpotensi menyebabkan munculnya refluks asam lambung. Sebenarnya ini bukan penyakit yang secara langsung mengakibatkan kematian, akan tetapi perlu diingat bisa menimbulkan banyak komplikasi.

    Baca juga: 6 Tips Sahur Agar Puasa Hari Pertama Lancar

    GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan penyakit pencernaan yang paling umum terjadi di dunia. Disebutkan 10-20 persen populasi orang dewasa mengalami hal ini.

    dr Ari mengatakan jika seseorang kurang tidur sehingga ingin tidur setelah makan sahur, maka sebaiknya dilakukan lebih dari dua jam setelah makan.

    Lalu bagaimana gejala GERD? Kata dr Ari, gejala khas dari GERD adalah rasa panas di dada seperti terbakar dan ada sesuatu yang balik arah seperti ada yang mengganjal. Hal ini disebut juga sebagai heartburn. Nah, heartburn yang berhubungan dengan GERD umumnya dialami setelah makan.

    Selain itu, suara serak, radang tenggorokan, batuk kering kronis terutama pada malam hari juga menjadi gejala GERD lainnya. Selain itu ketika GERD melanda kerap kali menyebabkan peningkatan air liur mendadak, bau mulut, sakit telinga dan nyeri dada.

    “Memasuki Ramadan, kami ingin meningkatkan kesadaran akan penyakit yang tampaknya biasa ini, namun jika tidak ditangani dengan benar, bisa berakibat fatal,” ujar Yongky Sentosa, Head of Personal Health Philips Indonesia sembari menegaskan pihaknya mendukung masyarakat untuk menyiapkan makanan sehat dengan cara yang mudah dan praktis namun tetap sehat.

    (vit/vit)

     
  • erva kurniawan 1:31 am on 15 May 2018 Permalink | Balas  

    Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh 

    Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh

    Mukhlis Dinillah – detikHealth

    Berpuasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Misalnya bisa membantu menurunkan berat badan sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit seperti diabetes, jantung, kolesterol dan lain sebagainya.

    Dokter spesialis penyakit dalam RSHS Bandung, dr Miftah Rahman SpP mengatakan momen puasa merupakan saat yang tepat untuk kembali mengatur pola makan. Sehingga, lambatnya metabolisme tubuh yang diakibatkan pola makan sembarangan bisa kembali normal.

    “Selama 11 bulan kita makan tidak tertib atau kontrol. Kalau puasa ditertibkan lagi mematuhi jadwal, sehingga bagaimana metabolisme kembali normal,” kata dr Miftah di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (27/5/2017).

    Menurutnya metabolisme tubuh yang lambat bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diabetes, kolesterol. Sehingga, saat berpuasa diharapkan pola konsumsi masyarakat bisa lebih teratur baik jumlah dan jenisnya.

    “Jangan sampai buka puasa makannya makin banyak, sewajarnya saja agar tidak percuma pengaturan pola makan ini,” ungkap dia.

    dr Miftah mengakui biasanya saat bulan puasa masyarakat di Indonesia justru lebih konsumtif. Sehingga, saat berbuka puasa makanan manis dan gorengan seringkali menjadi santapan favorit.

    Dengan kondisi itu, kata dia, tak jarang terjadi kenaikan berat badan saat puasa. Sebab makanan yang dikonsumsi bukannya terkontrol malah berlebihan dibandingkan hari biasanya di luar bulan puasa.

    “Kalau di kita itu, berbuka banyak makan tapi sahur dikit. Harusnya lebih ditingkatkan makanan saat sahur. Padahal proses puasa yang dibutuhkan asupan sahur, karena lebih banyak tubuh bekerja dibandingkan malam hari. Jadi bisa aja terjadi kelebihan berat badan, karena tubuh tidak bekerja,” ungkap dr Miftah.

    (vit/vit) health.detik.com

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: