Updates from Oktober, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 1:50 am on 31 October 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Sujud Bikin Cerdas 

    Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!

    Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?

    TAKBIRATUL IHRAM

    Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

    Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

    RUKUK

    Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

    Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

    I’TIDAL

    Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

    Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

    SUJUD

    Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

    Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah

    mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

    DUDUK

    Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

    Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

    SALAM

    Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

    Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

    BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar-dalam.

    PACU KECERDASAN

    Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

    Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

    Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

    PERINDAH POSTUR

    Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

    Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

    MUDAHKAN PERSALINAN

    Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi.

    Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

    PERBAIKI KESUBURAN

    Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum.

    Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.

    Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

    AWET MUDA

    Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

    Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya. wasalam,

     
    • ridwan 4:24 pm on 3 November 2010 Permalink

      Terima kasih

  • erva kurniawan 1:48 am on 30 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: adab sedekah, adab shadaqoh   

    Adab Bershadaqoh 

    Riya’ dalam bershadaqah

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala)sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.(Qs.Al-Baqarah:264)

    Allah hanya menerima shadaqah dari harta yang baik

    Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Qs.Al-Baqarah:267)

    Hadis riwayat Abu Hurairah radhiyAllahu `anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: Tidaklah seorang yang bersedekah dengan harta yang baik, Allah tidak menerima kecuali yang baik, kecuali (Allah) Yang Maha Pengasih akan menerima sedekah itu dengan tangan kanan-Nya. Jika sedekah itu berupa sebuah kurma, maka di tangan Allah yang Maha Pengasih, sedekah itu akan bertambah sampai menjadi lebih besar dari gunung, sebagaimana seseorang di antara kalian membesarkan anak kudanya atau anak untanya. (HR. Muslim No.1684)

    Bersedekah sebelum ditolak

    Harits bin Wahab berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shollallahu’alaihi Wassallam bersabda, `bersedekahlah, karena akan ada dating kepadamu saat dimana seorang berjalan membawa sedekahnya, tetapi ia tidak menemukan orang yang mau menerimanya, sehingga seseorang berkata, “Jika saja kamu membawa sedekahmu kemarin, maka niscaya aku akanmenerimanya, sedangkan pada hari ini aku tidak membutuhkannya. (HR Bukhari 706)

    Shadaqoh orang kikir dalam keadaan sehat

    Hadis riwayat Abu Hurairah radhiyAllahu `anhu, ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, sedekah manakah yang paling agung? Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: Engkau bersedekah ketika engkau engkau sehat lagi kikir dan sangat memerlukan, engkau takut miskin dan sangat ingin menjadi kaya. Jangan engkau tunda-tunda sampai nyawa sudah sampai di kerongkongan, baru engkau berpesan: Berikan kepada si fulan sekian dan untuk si fulan sekian. Ingatlah, memang pemberian itu hak si fulan. (HR. Bukhari 709 & Muslim 1713)

    Dimulai dari orang yang menjadi tanggungannya

    Hadis riwayat Hakim bin Hizam radhiyAllahu `anhu: ia berkata: Bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: Sedekah yang paling utama atau sedekah yang paling baik adalah sedekah dari harta yang cukup. Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Mulailah dari orang yang engkau tanggung (nafkahnya). (HR. Muslim 1716)

    Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dari orang kaya

    Hadis riwayat Hakim bin Hizam radhiyAllahu `anhu: ia berkata: Bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Mulailah dari orang yang engkau tanggung (nafkahnya). Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dari orang kaya. Barang siap memelihara kesucia dirinya maka Allah akan memeliharanya, dan barang siapa merasa cukup maka Allah akan mencukupinya.” (HR.Bukhari 714)

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:37 am on 29 October 2010 Permalink | Balas  

    5 Cara Mencegah Gigitan Nyamuk 

    AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

    Jakarta, Selain bisa menularkan penyakit berbahaya, gigitan nyamuk dapat meninggalkan bercak kemerahan yang bisa mengganggu penampilan. Sebenarnya tidak sulit untuk menghindarinya, sebab ada banyak cara yang bisa dilakukan.

    Dikutip dari Telegraph, Selasa (10/8/2010), beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut.

    1. Sesuaikan warna pakaian

    Pakaian dengan warna yang kuat, baik gelap maupun sangat terang dapat menarik perhatian nyamuk. Warna putih, khaki dan warna lain yang lembut kurang disukai oleh nyamuk.

    Celana training serta kaus atau baju lengan panjang juga bisa mencegah gigitan nyamuk saat tidur. Hindari pakaian ketat, terutama jika bahannya tipis karena kadang-kadang masih bisa ditembus oleh gigitan nyamuk.

    2. Gunakan pengusir serangga

    Bahan yang sering digunakan adalah DEET (N, N-diethyl-m-toluamide) dengan kadar 30-50 persen, yang aman untuk orang dewasa maupun anak di atas usia 2 tahun. Baik digunakan dengan cara disemprotkan maupun dioleskan, efektivitas bahan ini bisasanya mampu bertahan hingga beberapa jam.

    Jika ingin yang alami, minyak lemon eucalyptus, minyak serei, minyak kayu manis, rosemary atau peppermint. Selain dapat dibuat sendiri, bahan-bahan tersebut juga tersedia di pasaran dalam bentuk aromaterapi yang juga dapat digunakan untuk menakut-nakuti nyamuk.

    3. Pasang kelambu

    Tidak ada penangkal gigitan nyamuk yang lebih aman dibandingkan kelambu. Jaring lembut yang bisa dipasang di sekeliling tempat tidur ini umumnya tidak melepaskan bahan kimia, sehingga bebas risiko alergi dan keracunan.

    4. Makan bawang putih

    Meski belakangan muncul bantahan melalui penelitian ilmiah, beberapa orang mengaku tidak digigit nyamuk setelah banyak makan bawang putih. Entah kebetulan atau memang demikian, tidak ada salahnya dicoba, toh bawang putih juga baik untuk kesehatan.

    Selain itu, makanan yang mengandung vitamin B1 seperti kentang dan kacang-kacangan dapat mencegah gigitan nyamuk karena membuat darah terasa tidak enak.

    Makanan asin sebaiknya dihindari, karena garam dapat merangsang pembentukan asam laktat yang menarik perhatian nyamuk.

    5. Mandi secara teratur

    Jika kebanyakan orang membenci bau keringat, nyamuk justru sangat menyukainya. Oleh karena itu, mandi secara teratur lalu menggunakan bedak antiprespiran cukup efektif untuk mencegah gigitan nyamuk.

    (up/ir)

    ***

    health.detik.com/read/2010/08/10/163159/1417544/766/5-cara-mencegah-gigitan-nyamuk?l993306763

     
  • erva kurniawan 1:11 am on 28 October 2010 Permalink | Balas  

    Cinta Laut dan Langit 

    Dahulu kala, langit dan laut saling jatuh cinta. Mereka sama-sama saling menyukai 1 sama lain. Saking sukanya lautterhadap langit, warna laut = langit, saking sukanya langit terhadap laut, warna langit = laut.

    Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan “aku cinta padamu” ke telinga langit. Setiap langit mendengar bisikan penuh cinta laut pun, langit tidak menjawab apa2 hanya tersipu2 malu wajahnya semburat kemerahan.

    Suatu hari, datang awan… begitu melihat kecantikan si langit, awan seketika itu juga jatuh hati terhadap langit. Tentu saja langit hanya mencintai laut, setiap hari hanya melihat laut saja. Awan sedih tapi tak putus asa, mencari cara dan akhirnya menemukan akal bulus.

    Awan mengembangkan dirinya sebesar mungkin dan menyusup ke tengah2 langit dan laut, menghalangi pandangan langit dan laut terhadap 1 sama lain.

    Laut merasa marah karena tidak bisa melihat langit, sehingga dengan gelombangnya, laut berusaha menyibak awan yang mengganggu pandangannya. Tapi tentu saja tidak berhasil.

    Lalu datanglah angin, yang sejak dulu mengetahui hubungan laut dan langit merasa harus membantu mereka menyingkirkan awan yang mengganggu.

    Dengan tiupan keras dan kuat, angin meniup awan … Awan terbagi-bagi menjadi banyak bagian, sehingga tidak bisa lagi melihat langit dengan jelas, tidak bisa lagi berusaha mengungkapkan perasaan terhadap langit.

    Sehingga ketika merasa tersiksa dengan perasaan cinta terhadap langit, awan menangis sedih. Hingga sekarang, kasih antara langit dan laut tidak terpisahkan.

    Kamu juga bisa melihat di mana mereka menjalin kasih. Setiap ke laut, di mana ada 1 garis antara laut dan langit, di situlah mereka sedang bersatu.

    PS: sebarkan ke orang lain… maka cinta anda yang selama ini hambar akan menjadi cinta abadi …

    ***

    Dari Sahabat

     
    • ahmadriyadhmz 12:49 pm on 4 Januari 2011 Permalink

      Saya setuju, tanpa ada laut, langit gak mungkin neh kt bisa berteduh dibwh atapnya, gak mungkin bisa hdp tnpa ada air yg menjadi sumber kehidupan…kunjungi blog saya di http://www.ahmadriyadhmz.wordpress.com salam kenal…

    • yoga 1:08 pm on 27 Januari 2011 Permalink

      kenapa bisa begitu

    • adinda 12:56 pm on 7 Agustus 2011 Permalink

      keren bgt,, like it,,
      setuju bgt..

    • alfi zainudin 11:22 pm on 24 Agustus 2011 Permalink

      bagus banget. keren…

    • Wulan 8:56 pm on 2 Oktober 2011 Permalink

      wah…..unik… ijin share…. ^)^

    • BABA FATHIR 1:03 pm on 6 Februari 2012 Permalink

      cinta kasih yang abadi antar dua alam

    • BABA FATHIR 1:05 pm on 6 Februari 2012 Permalink

      cinta kasih antar dua alam

  • erva kurniawan 1:08 am on 27 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , tuntunan sholat   

    Sholat Berjama’ah 

    Sholat adalah Ibadah yang sangat tinggi nilainya dibandingkan dengan ibadah lainnya, Sholat merupakan ibadah yang pertama kali dihisab nantinya di akhirat. Sholat merupakan ibadah langsung antara manusia dengan Sang Pencipta, perintah Sholat pun Allah SWT sampaikan langsung kepada Nabi Besar Muhammad SAW, pada saat Beliau Mi’raj ke Sidratul Muntaha.

    Sholat adalah tiang Agama , siapa yang mendirikan Sholat berarti mendirikan Agama, dan siapa yang meninggalkan Sholat maka dia meruntuhkan Agama.

    Sholat melatih kita untuk Disiplin dengan melaksanakan tepat pada waktunya.

    Sholat pun bisa mencegah manusia dari perbuatan keji dan Munkar .

    Sholat juga yang membedakan antara orang Islam dan Orang kafir

    Perintah Sholat banyak kita temui di dalam Al-Qur’an bahkan pada permulaan surat Al-Baqoroh : 1-3 : yang artinya : Inilah Kitab (Al-Qur’an) yang tidak ada keraguan didalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, Yaitu mereka yang percaya dengan yang Ghoib dan yang melaksanakan Sholat dan yang menfkahkan sebagian Rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

    Dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah mendirikan Sholat.

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Beliau mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Apa pendapat kamu sekiranya terdapat sebatang sungai di hadapan pintu rumah salah seorang dari kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari sebanyak lima kali. Apakah masih lagi terdapat kotoran pada badannya? Para Sahabat menjawab: Sudah pastinya tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya. Lalu baginda bersabda: Begitulah perumpamaannya dengan sembahyang lima waktu. Allah menghapuskan segala kesalahan mereka (Bukhori / Muslim)

    Sholat Berjama’ah

    Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk melaksanakan Sholat Fardlu Lima Waktu secara berjama’ah.

    Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Sholat berjemaah itu lebih baik dari mendirikan sholat secara bersendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat ganjaran (Bukhori /Muslim/Tirmizi)

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Sholat berjemaah itu lebih baik dari mendirikan sholat secara bersendirian sebanyak dua puluh lima kali ganda (Bukhori /Muslim/Tirmizi)

    Sholat Berjama’ah di Masjid

    Rasululloh SAW memerintahkan untuk kaum laki-laki melaksanakan Sholat Lima Waktu berjama’ah di Masjid.

    Dalam suatu riwayat, pada suatu hari ada seorang Buta datang kepada Rasululloh SAW meminta keringanan untuk tidak melakukan Sholat Lima Waktu di Masjid karena orang buta tersebut tidak ada memiliki penunjuk jalan atau pemandu lagi, maka Rasululloh SAW mengijinkannya, tetapi setelah orang buta tersebut pergi beberapa langkah, Rasul Muhammad SAW memanggil orang buta tersebut dan bertanya : “Apakah engkau mendengar suara Adzan ketika engkau berada di rumahmu?”, orang buta tersebut menjawab : ” Mendengar Ya Rasululloh”, maka Rasululloh SAW bersabda : “maka wajib atas kamu datang ke Masjid” (Bukhori / Muslim)

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Daripada Nabi s.a.w bersabda: Sesiapa yang pergi ke masjid pada waktu pagi atau pada waktu petang Allah akan menyediakan untuknya satu tempat tinggal di Syurga. (Bukhori / Muslim/Tirmizi)

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Bahwa Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Seandainya manusia mengetahui kelebihan yang terdapat di dalam azan dan saf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi di antara mereka, sudah tentu mereka mau mengundi. Seandainya mereka mengetahui kelebihan takbir yaitu menyegerakan sholat, sudah pasti mereka akan berlumba-lumba mendapatkannya dan seandainya mereka mengetahui kelebihan yang terdapat di dalam sholat Isyak dan sholat Subuh, sudah tentu mereka akan mendatanginya meskipun secara merangkak (Bukhori / Muslim/Tirmizi)

    Begitu pentingnya Sholat berjama’ah di Masjid, sampai Rasululloh SAW pernah menyuruh para sahabat untuk membawa kayu bakar dan membakar rumah orang yang tidak pernah datang Sholat ke Masjid.

    Hasil dari Penelitian juga menyatakan bahwa Ion-ion dalam tubuh kita akan saling dinetralkan ketika bahu dan kaki kita bersentuhan dengan jemaah lainnya pada saat kita melaksanakan Sholat berjamaah, sehingga tubuh kita akan merasa lebih segar kembali jika kita sering melakukan Sholat berjama’ah dengan Benar.

    Adab-Adab Sholat Berjama’ah

    Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w telah bersabda: Seandainya kamu mengetahui atau mereka mengetahui kelebihan yang terdapat di dalam saf yang pertama, niscaya kamu atau mereka akan mengadakan undian (Bukhori / Muslim)

    Maka jikalau iqomat sudah dikumandangkan, penuhilah Shaft pertama terlebih dahulu. Kemudian Sholatlah dengan Khusyuk dan jangan terburu-buru. Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila Sholat telah dimulai, maka janganlah kamu mendatanginya dengan tergesa-gesa, tetapi hendaklah kamu mendatanginya dalam keadaan tenang. Sholatlah sekadar yang kamu sempat dan sempurnakanlah rakaat sholat yang belum ditunaikan. (Bukhori / Muslim)

    Kita sering mendengar setiap akan melakukan Sholat Berjama’ah Imam selalu berkata ” Lurus dan Rapatkan Shaft ”

    Tapi terkadang itu hanyalah perkataan yang jarang dihiraukan oleh makmum dan bahkan oleh Imam itu sendiri.

    Diriwayatkan daripada Nu’man bin Basyir r.a katanya: Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Kamu ingin meluruskan saf-safmu atau Allah akan menggantikan wajahmu. (Bukhori / Muslim)

    Hadis Abu Hurairah r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Rapikanlah saf waktu sholat karena merapikan saf itu sebahagian dari kebaikan sholat. (Bukhori / Muslim)

    Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Luruskanlah (dan rapatkan) saf-saf kamu karena sesungguhnya meluruskan (merapatkan) saf itu sebahagian dari kesempurnaan sholat. (Bukhori / Muslim)

    Dalam suatu Riwayat, Sayyidina Umar Ibnu Khotob R.A. pada saat beliau menjadi Khalifah, ketika beliau mengimami Sholat berjama’ah, beliau meluruskan Shaft Makmumnya dengan Pedang, begitulah pentingnya Shaft yang rapid an lurus.

    Demikian sedikit uraian di Bulan yang Suci dan penuh berkah ini, semoga kita selalu menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan dan Ilmu, Islam akan bersatu jika semua kegiatan Ibadah dan agama kita kembalikan ke Masjid, ada pernyataan seorang pemimpin Yahudi yang menyatakan bahwa “mereka sangat ketakutan dan gentar terhadap Islam jika mereka sudah melihat / mendengar jama’ah umat Islam melaksanakan Sholat Subuh berjama’ah di Masjid menyamai Sholat Jum’at.

    ***

     
  • erva kurniawan 1:21 am on 26 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Mengenang Al Maliki 

    Oleh : Hasan Husen Assagaf.

    MENGENANG jasa merupakan ibadah. Orang yang tak mengenangnya bukan dikatagorikan orang baik. Karena ia tidak bisa berbalas budi orang. Bagaikan kisah diputar ulang, beberapa tahun yang lalu, tepatnya Jumat 15 Ramadhan 1425 H Makkah dan dunia Islam menangis karena tersiar berita bahwa Sayyid Mohammad Al-Maliki, wafat. Beliau meninggal sekitar pukul 6 pagi di salah satu rumah sakit di Makkah, setelah beberapa jam berjuang melawan penyakit yang dating secara mendadak.

    Jelasnya, jasa beliau yang besar terhadap Islam tidak bisa dilupakan. Tahun demi tahun berlalu, dan ingatan kita pasti menyertainya terutama di bulan yang penuh rahmah ini. Kita tidak bisa lupa kepada beliau. Ingatan kita kepada beliau sudah menjadi kebutuhan, ibarat kita butuh makan, butuh minum, butuh menghirup udara segar, butuh tidur, butuh istirahat, butuh senyum, butuh salam, butuh menyayangi dan disayangi.

    Sayid Muhammad Al-Maliki dikenal sebagi guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat muslim menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama.

    Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya. Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirianya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar, menjawab dengan hikmah dan memikirkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil dalil yang jitu bukan denganemosi dan pertikaian yang tidak bermutu.

    Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas Umul Qura dan halaqah ta’lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran denganya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah.

    Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad Al-Maliki, mereka pintar-pintar dan terpelajar. Di samping menguasai bahasa Arab, mereka menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan marja’ dan reference di negara-negara mereka.

    Disamping tugas beliau sebagi da’i, pengajar, pembimbing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermangfaat bagi agama, beliau pula seorang pujangga besar dan penulis unggul. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya telah beredar di seluruh dunia. Dan tidak sedikit dari kibat beliau yang beredar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll.

    Da’wah semacam inilah yang telah diwasiatkan Rasulallah saw, lima belas abad silam, yang datang sebagi rahmat dan membawa perdamaian bagi alam dan seluruh umat manusia. Bukankah Rasulallah, setelah berhijrah ke Madinah, pertama-tama yang dilakukannya, setelah mepersaudarakan antara kaum Ansor dan Muhajirin, adalah membuat perdamaian dengan tiga kelompok Yahudi yang berada disana, bani Qainuqa’, Bani Nadzir dan bani Quraidzoh. Beliau telah membuat hubungan baik dan menggelar perjanjian untuk hidup damai dan saling menghormati. Akan tetapi orang-orang Yahudi sendirilah yang mengkhianati dan merusak perjanjian trb.

    Agama kita, Islam, adalah agama yang membawa rahmat dan mencintai damai. Islam diambil dari kata “salam” yang artinya damai. Damai di dunia dan damai di akhirat. Islam tidak menyuruh untuk berperilaku baik dan menghormati hanya kepada sesama muslim saja, akan tetapi Islam menganjurkan kita untuk berperilaku baik dan berbuat hormat kepada semua manusia.

    Contohnya, suatu saat Rasulallah sedang duduk di beranda rumahnya. Tiba-tiba ada orang-orang yang lewat mengusung keranda janazah. Beliau pun berdiri karena rasa hormat terhadap jenazah tersebut. Namun salah seorang sahabat memberi tahu Nabi, serta berkata ” Wahai Rasulallah, itu adalah jenazah orang Yahudi? ” Nabi menanggapi ” Bukankah ia juga jiwa manusia ” ( HR Imam Bukhari )

    Islam mengajarkan untuk berbuat baik dan damai bukan kepada manusia saja, akan tetapi Islam telah menganjurkan untuk berbuat baik sampai terhadap hewan dan tumbuh-tumbuhan. Bukankah dalam hadist Nabi telah diriwayatkan bahwa seorang wanita masuk neraka disebabkan karna menganiyaya seekor kucing? Begitu pula seorang pelacur masuk sorga karna telah memberi minum seekor anjing yang kehausan?

    Rahmat Islam rupanya benar-benar lil a’lamin (bagi semesta alam). Tidak hanya manusia, tetapi hewan, tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hidup, semua memperoleh rahmat Islam. Ibnu Abbas meriwayatkan, ada seorang lelaki yang merebahkan kambingnya sementara dia masih menajamkan pisaunya. Lalu Rasulallah bersabda, “Apakah engkau ingin membunuh kambing itu dua kali? Jangan lakukan itu. Tajamkan pisaumu sebelum kamu merebahkan kambingmu.”

    Ibnu sirin juga meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah melihat seseorang sedang menyeret kaki kambing untuk disembelih. Beliau marah dan menegur orang trb, ” Jangan lakukan itu! Giringlah hewan itu menuju kematiannya dengan baik.” (HR Imam Nasai )

    Itulah kebesaran agama Islam. Itulah kehebatan agama kita. Rasulallah tidak mengajarkan kita berda’wah dengan kekerasan, paksaan dan berutal. Akan tetapi beliau mengajarkan umatnya berda’wah dengan hikmah dan mauidzah hasanah, dengan akhlak dan suluk yang ramah. Ini konci kesuksesan da’wah ulama semacam Sayyid Muhammad Al-Maliki.

    Selamat tinggal ayah yang berhati baik. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah, ilmu, teladan di hati hati kami. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. Selamat tinggal pahlawan yang jujur, ikhlas dalam amal dan perbuatanya. Kemulyaan kamu telah meliputimu semasa hidupmu dan di saat wafatmu. Kamu telah hidupi hari hari mu dengan mulia, dan sekarang kamu telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia.

    ***

    Wallahu’alam

    Hasan Husen Assagaf.

     
  • erva kurniawan 1:12 am on 25 October 2010 Permalink | Balas  

    Stephen Hawking: tak Mau Punah, Manusia Harus Mencari Planet Lain 

    Republika – Selasa, 10 Agustus

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Dunia kerap terancam kehancuran yang bisa memusnahkan umat manusia. Pakar fisika dunia, Stephen Hawking menyarankan agar manusia segera mengarungi ruang angkasa dan mencari planet lain sebagai tempat tinggal baru bila tidak ingin punah.

    Dalam sebuah wawancara dengan laman Big Think, Hawking percaya dalam kurun waktu seratus tahun ke depan, apalagi ribuan atau jutaan tahun lagi, bumi akan mengalami bencana besar yang bisa memusnahkan manusia. Karena itu, manusia didorongnya untuk segera mencari planet lain yang bisa dihuni untuk mengantisipasi kehancuran itu. ”Ibarat jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang, manusia juga hendaknya jangan tinggal di satu planet,” ujarnya.

    Hawking melihat bayak bahaya besar yang mengancam keberadaan umat manusia. Di masa lalu, dia menyebutkan, salah satunya adalah krisis rudal di Kuba pada 1963 yang nyaris menyeret Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat perang nuklir. Ke depan, dia melihat, potensi perang dengan menggunakan senjata pemusnah massal itu kian menguat. ”Tapi saya optimistis, jika kita dapat menghindari bencana selama dua abad berikutnya, spesies kita akan aman karena kita menyebar ke ruang angkasa,” tuturnya.

    Menurut pakar yang namanya sudah melegenda ini, manusia adalah makhluk yang cerdas sehingga bisa bertahan hidup di galaksi ini. Manusia harus bisa memastikan mampu bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan. Dia kembali mengingatkan bahwa manusia kini memasuki periode yang semakin berbahaya. Penduduk bumi akan menggunakan sumber daya yang kian terbatas.

    Parahnya, insting egois dan agresif manusia masih begitu kental. Sehingga, ini akan cukup sulit untuk menghindari bencana dalam seratus tahun berikutnya, apalagi untuk ukuran seribu atau sejuta tahun mendatang. ”Satu-satunya kesempatan kelanjutan hidup jangka panjang manusia, bukan untuk tetap berada di Bumi, tetapi menyebar ke ruang angkasa,” pesannya.

     
  • erva kurniawan 1:08 am on 24 October 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Rasa Sakit Ketika Sakaratul Maut Menjemput 

    “Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata: “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).

    “Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu !”

    Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. (Qs. Al-An’am 93).

    Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Alloh, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar.

    Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati.

    Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

    “Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang”. (H.R. Ibnu Abu Dunya).

    Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail.

    Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Alloh Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan,dan bertamu kerumah Nabi Idris.

    “Assalamu’alaikum, yaa Nabi Alloh”. Salam Malaikat Izrail,

    “Wa’alaikum salam wa rahmatulloh”. Jawab Nabi Idris a.s.

    Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail.

    Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail.

    Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya “menghadap”. Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja.

    Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan “tamunya” itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan. “Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”. Pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).

    “Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)” kata Nabi Idris a.s.

    “Kenapa ?” Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

    “Buah-buahan ini bukan milik kita”. Ungkap Nabi Idris a.s.

    Kemudian Beliau berkata: “Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram”.

    Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.

    “Siapakah engkau sebenarnya ?” tanya Nabi Idris a.s.

    “Aku Malaikat Izrail”. Jawab Malaikat Izrail.

    Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.

    “Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?” selidik Nabi Idris a.s serius.

    “Tidak” Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.

    “Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu”. Jawab Malaikat Izrail.

    Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam.

    “Aku punya keinginan kepadamu”. Tutur Nabi Idris a.s

    “Apa itu ? katakanlah !”. Jawab Malaikat Izrail.

    “Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Alloh SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku”. Pinta Nabi Idris a.s.

    “Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya”, tolak Malaikat Izrail.

    Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agarmengabulkan permintaan Nabi Idris a.s.

    Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.

    Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Alloh mengabulkan permohonannya.

    Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali. “Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?” Tanya Malaikat Izrail. “Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”. Jawab Nabi Idris a.s.

    “Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”, kata Malaikat Izrail.

    Masya Alloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s.

    Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ? Siapkah kita untuk menghadapinya ?

    “Sebarkanlah walau hanya satu ayat”

    ***

    Dari Sahabat

     
    • arif 5:57 am on 24 Oktober 2010 Permalink

      memang maut pasti datang maka siapkanlah diri kita….
      mohon kunjung balik….

    • makhluklemah 12:29 pm on 24 Oktober 2010 Permalink

      Rasul saja merasakan kesakitan yang sangat ketika menghadapi sakaratul. apalagi kita yang banyak dosa ini..
      Ya Allah jadikan akhir hayat kami khusnul khatimah

    • Sri Mulyati 12:55 pm on 24 Oktober 2010 Permalink

      maut datang dimanapun kita berada maka persiapkn diri kita ….
      izin copi ya……..

    • Mujaben 1:40 pm on 24 Oktober 2010 Permalink

      Ok bener artikelnya

    • intan 7:10 pm on 24 Oktober 2010 Permalink

      ketika malaikat izrail mencabut nyawa kita & saat itu jga kta mrasa kskitan luar biasa tpi tidak ad yg bsa mndengar keluhan kita.. hanya amal & ibadah kita yg kita pertanggung jwb kan nanti

    • wahyu0508 8:26 pm on 24 Oktober 2010 Permalink

      hanya amal perbuatan serta ibadah kita lah yang kelak bisa menolong ketika kita merasakan sakitnya ajal menjemput,,, nice article,,,, ,,,,

    • pepenefendi 10:32 pm on 24 Oktober 2010 Permalink

      smoga siap menghadapi sakaratul maut…..

    • iwan 12:45 am on 25 Oktober 2010 Permalink

      sungguh terharu membaca artikel ini.semoga dibaca banyak orang dan selalu menginagtkan kita semua akan sakaratul maut.

    • emen 10:39 pm on 27 Oktober 2010 Permalink

      “EVALUASI DIRI”

    • Hadijah 11:32 am on 23 Januari 2011 Permalink

      Insaf sy membacanya..
      minta di share ye..

    • ricky 3:00 pm on 26 Januari 2011 Permalink

      Subhanallah… izin copy ya mba

    • Febri H ikhwan 1:38 pm on 8 Februari 2011 Permalink

      Assalamu’alaykum Warohmatulloh Wabarokaatuh.
      Afwan, ana ingin mengingatkan akhi/ukhty pembuat blog ini .
      dan mungkin jg kepada yg lainnya,yg belum mengetahuinya.
      (karna kita sesama muslimin dan muslimah yg baik yg di ingin dicintai oleh ALLAH Subhana Wa Ta’ala hrs saling mengingatkan tentang kebaikkan dan jg kebenaran .)
      tolong di baca tentang hal di bawah ini :

      http://rahmiaz-zahra.blogspot.com/2010/01/adab-dalam-menuliskan-pujian-kepada.html
      http://myquran.com/forum/entry.php/123-Adab-Salam-dan-Shalawat-semoga-bermanfaat
      http://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg26917.html

      mohon maaf bila ada kata ana yg kurang bekenan di hati saudara dan saudari,karna kita ini anak cucu nabi Adam AlaihiSalam dan ana hanya berniat mengingatkan,smoga ini semua menjadi syafa’at bagi kita bersama…Aamin Ya Robbal A’lamin

    • ALtak Enjoy ajaa Lg 12:18 am on 7 Juli 2011 Permalink

      Ya Sayidi Ya Rasululloh…. 3x
      d setiap zaman pasti ada pengganti2 kekasih Allah, pasti d zaman ini, ada kekasih Allah..
      Carilah sebelum trlambat..,

    • Alim Kristiyanto 8:24 am on 11 September 2011 Permalink

      “Jika engkau tahu yang sebenarnya, waktumu akan habis hanya untuk bertaubat!”

    • dede rusman 12:01 am on 11 April 2012 Permalink

      brikan lah hidayah mu y allah. jadi kn lah aku ini orang yg saleh dan tobat ku taubatan nasuha amin.

  • erva kurniawan 1:20 am on 23 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Encouragement 

    LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

    Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia ,” jawab saya. Dia pun tersenyum.

    Budaya Menghukum

    Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement (mengobarkan semangat, red)!” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

    “Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita. Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

    Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

    Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.

    Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

    Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna),tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

    Melahirkan Kehebatan

    Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

    Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

    Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

    ***

    RHENALD KASALI

    Ketua Program MM UI

     
  • erva kurniawan 1:03 am on 22 October 2010 Permalink | Balas  

    Kesalahan Fatal 

    Kaum Muslimin wal Muslimat yang insya Allah dirahmati Allah SWT, kita semua tahu, bahwa iblis dilaknat oleh Tuhan. Dan manusia yang sadar, tentunya tidak akan mau mengikuti jejak iblis. Tetapi pernahkan kita berfikir tentang kesalahan yang dilakukan iblis sehingga ia dilaknat oleh Tuhan? Mudah-mudahan dengan kisah ini nanti kita bisa mengukur diri kita masing-masing, apakah kita termasuk penentang iblis, atau jangan-jangan tanpa kita sadari, kita malahan termasuk ke dalam kelompok orang yang mendukung iblis.

    Suatu ketika iblis yang pada waktu itu tinggal di surga, dipanggil menghadap Tuhan. Tuhan berfirman, “Hai Iblis! Aku telah menciptakan seorang manusia dari tanah yang Kuberi nama Adam. Sujudlah engkau sekarang padanya!”

    Namun iblis spontan menolak, ia lalu mengemukakan 3 alasan atas penolakannya itu.

    Yang pertama, kata Iblis, “Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku sujud kepada Adam, bukankah asal usulku lebih baik dari pada Adam? Bukankah Engkau ciptakan aku dari api yang jelas-jelas lebih mulia dibandingkan dengan tanah? Mestinya, Adamlah yang harus sujud kepadaku, bukan sebaliknya?” Salahkah alasan iblis ini ??

    Kalau kita lihat disekitar kita, banyak orang yang membangga-banggakan asal-usul keturunannya, merasa sombong dengan darah birunya, ataupun memandang rendah seseorang hanya lantaran orang itu orang biasa. Salahan bila orang seperti ini kita sebut sebagai pendukung iblis? Bukankah yang dilakukannya itu merupakan perwujudan dari alsan iblis?

    Alasan yang kedua, kata iblis, “Ya Tuhan, aku berada disini telah ribuan tahun. Jelas aku lebih senior dari pada Adam yang baru saja Engkau ciptakan. Bukankah seharusnya yang lebih yunior tunduk pada yang lebih senior?” Mestinya Adamlah yang harus sujud kepadaku, bukan sebaliknya!” Salahkah alasan iblis ini?

    Sekarang ini, banyak orang yang gengsi tidak mau menerima pendapat yang disampaikan kepadanya, hanya semata-mata karena pendapat itu disampaikan oleh yang lebih muda. Salahkah bila orang seperti ini kita sebut dengan pendukung iblis? Bukankah hal ini sebenarnya merupakan perwujudan dari alasan iblis?

    Adapun alas an yang ketiga, kata iblis, “Ya Tuhan, kesetiaanku pada-Mu, telah berabad-abad terbukti tidak pernah luntur, sedangkan Adam belum tentu ia dapat selalu setia kepada-Mu seperti aku. Lalu kenapa aku yang harus sujud kepada Adam, mestinya Adamlah yang pantas sujud kepadaku!” Salahkah alasan iblis ini?

    Kita banyak melihat orang yang suka mengungkit-ungkit kembali jasa-jasa yang pernah dilakukannya, ataupun merasa dirinyalah yang paling loyal. Salahkah bila orang seperti ini kita sebut sebagai pendukung iblis? Bukankah yang dilakukannya itu sebenarnya merupakan perwujudan dari alas an iblis?

    Ikhwan & Akhwat Fillah yang Insya Allah dimuliakan Allah, banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kisah ini. Yang paling utama adalah, apapun dalih yang kita berikan tetap saja intinya sama, Yaitu: Membangkang pada Tuhan adalah kesalahan fatal!

    Mudah-mudahan kita tidak mengikuti jejak iblis, yaitu pandai berdalih dengan seribu satu macam argument yang kelihatannya logis untuk membenarkan pembangkangan yang kita lakukan terhadap ” Aturan Main ” yang telah dibuat-Nya. Apalagi Allah telah jelas-jelas menegaskan dalam Al-Qur’an surat An-Nisaa” ayat 13 dan 14, “Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam api neraka,sedang ia kekal didalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan.”

    ***

    Diambil dari Buku Sentuhan Kalbu yang disajikan oleh Ir. Permadi Alibasyah

     
  • erva kurniawan 1:24 am on 21 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: Musa dan Khidir   

    Musa dan Khidir 

    Oleh : Hasan Husen Assagaf

    MUSA adalah nabi yang paling banyak disebut nama dan kisahnya dalam al Qur’an. Lebih dari 125 nama Musa tercantum di dalamnya. Tentu kita bertanya kenapa Allah mengistimewakan Musa as dari nabi-nabi yang lain? Dan kenapa kisah nabi Musa merupakan kisah yang terbanyak disebut dalam al Quran?.

    Pertama, nabi Musa as merupakan lima dari para nabi yang memiliki sifat Ulil ‘Azmi yang menurut urutanya menduduki martabat kedua setelah nabi kita Muhammad saw.

    Kedua, sesungguhnya Allah telah memilih dan mengistimewakan Musa as lebih dari manusia yang lain di masanya atau di zamannya untuk membawa risalah Nya dan untuk berbicara langsung dengan Nya. Allah berfirman, “Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan kepadamu” QS. Thaha : 13

    Ketiga, Allah berfirman dalam al Quran ” Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” QS. An-Nisaa: 164. Ini merupakan keistimewaan dan kelebihan yang diberikan Allah kepada Nabi Musa as. Oleh karena itu ia telah diberi gelar “Kalimullah”, yang artinya bahwa Musa as telah mendapat wahyu langsung dari Allah tidak melalui perantaraan Jibril as, sedang rasul-rasul yang lain mendapat wahyu melalui perantaraan Jibril. Adapun nabi kita Muhammad saw melebihi nabi Musa as dan nabi-nabi yang lainnya, karena disamping beliau telah mendapat wahyu melalui Jibril as, pula beliau telah bertemu muka dan berbicara secara langsung dengan Allah pada malam hari di waktu Mi’raj

    Keempat, Allah telah melimpahkan kasih sayang kepada nabi Musa as dari mulai lahirnya dan selalu mendapat pengawasan-Nya. Allah berfirman dalam QS. Thaha: 39 “Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariKu dan supaya kamu diasuh dibawah pengawasan Ku”

    Selain dari yang disebut di atas, Allah telah membeberkan kisah nabi Musa dan Khidhir dalam kitab suci al Qur’an. Dalam kisah Musa dan Khidhir, Allah hendak menunjukkan pada kita risalah pematangan rohani kekasih-Nya, Nabi Musa AS. Agar nabi yang diistimewakan dan cemerlang kecerdasan otaknya itu juga menjadi hamba yang cemerlang kecerdasan batinnya hingga ia pun (seperti halnya Nabi Khidir as) cekatan memahami suatu tindakan, peristiwa, dan segenap kenyataan hidup yang terbentang di depan mata. Juga, dilain fihak, Allah mengajarkan kepada Musa kenyataan rutin dalam hidup sehari-hari, dengan bahasa batin, bahasa hati, bahasa jiwa bukan dengan bahasa mulut atau bahasa lisan yang bisa memutar balikan kata kata. Nabi Khidir as di sini disuruh Allah memainkan peran sebagai guru tarekat, guru rohani, bagi Nabi Musa as untuk mengajarkan kepadanya hakikat hidup.

    Singkatnya, saya tidak akan bawakan kisah nabi Musa as dan Khidhir as secara rinci, karena kisah mereka sudah banyak diketahui dan sangat luas tidak cukup dibeberkan dalam beberapa lebar kertas. Akan tetapi disini, saya akan bawakan perjalanan terakhir nabi Musa as dan Khidhir as, disaat mereka berjalan dan tiba di satu kampung di mana penduduk kampung itu tidak ada yang ingin menjamu mereka

    Allah berfirman dalam kitab suci, “Maka keduanya berjalan hingga tetkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka. Kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh maka Khidhir menegakkan dinding itu. Musa berkata : jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu. Khidir berkata : inilah perpisahan antara aku dengan kamu, aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya” surat al-Kahfi

    Ayat di atas, menurut kisahnya, nabi Musa as dan Khidhir as berjalan bersama-sama sehingga tiba ke suatu kampung dimana penduduknya pelit dan kikir. Semua tidak ada yang mau menjamu mereka, semua menutup pintu menolak menerima mereka sebagai tamu asing di kampung itu.

    Pelit dan kikir disini bukan hanya dalam harta dan benda. Akan tetapi pelit dan kikir sangat luas, bisa pula diartikan pelit dan kikir dalam bermu’amalat sesama manusia, pelit dan kikir dalam tindakan dan perilaku, pelit dan kikir dalam sapa dan nyapa. Karena agama diturunkan bukan hanya untuk solat dan puasa, bukan pula hanya untuk duduk di atas sejadah atau di dalam masjid, akan tetapi agama sangat luas dan lebar, salah satu diantaranya, agama juga diturunkan untuk bermu’amalat sesama manusia. “Addin Mu’amalah”, begitulah sabda nabi kita Muahammad saw.

    Nabi kita Muhammad bersabda “tidak berkumpul kekikiran dan keimanan di satu hati”

    Tatkala Allah menciptakan surga Firdaus yang mengalir di dalamnya sungai sungai, dan tertanam di dalamnya pepohonan yang indah, Dia pun berkata kepada surga Nya “Wahai surga berkatalah dengan seizin Ku”. Surgapun berkata “Sesungguhnya beruntunglah orang orang yang beriman”. Lalu Allah menegaskan kepada surga “Dengan kekuasaan dan kebesaran Ku, orang pelit dan kikir tidak bisa sama sekali mendampingimu”

    Cerita tetang pelit dan sombong, saya jadi teringat dengan kisah seorang kaya dari bani Israil yang sedang duduk makan siang bersama-sama istrinya. Di atas meja tersedia segala macam hidangan diantaranya ada ayam panggang. Tiba tiba seorang pengemis datang mengetuk pintu. Istrinya pun berkata kepada suaminya “Pak! Ada pengemis di depan rumah, kasihan pak. Apakah kita bersedekah kepadanya dengan sepotong ayam panggang? Sang suami tiba-tiba membentaknya “Jangan! usirlah pengemis itu dari depan rumah!.

    Dunia pun berputar, hari berganti hari, bulan berubah menajdi tahun. Si kaya yang digenangi dengan segala macam kenikmatan berobah menjadi miskin. Istri kesayanganya ditalaknya. Setelah ditalak sang istri kawin lagi dengan seorang laki laki kaya. Kemudian terulang lagi peristiwa sang istri makan siang bersama-sama suaminya yang baru. Tentu di atas meja terhidang segala macam makanan, dan tidak ketinggalan pula terdapat seporsi ayam panggang.

    Tiba tiba seorang pengemis datang mengetuk pintu meminta makanan. Sang suami berkata kepada istrinya dengan penuh rahmah: “Ambilah sepiring nasi dan sepotong ayam panggang sebagai lauknya, berikanlah kepada pengemis itu”. Setelah nasi dan ayam panggang diberikan kepada si pengemis, sang istri pun menangis.

    Suaminya sangat heran dan bertanya, “kenapa dik kamu menangis? Apakah kamu marah karena aku memberi pengemis itu nasi dan ayam panggang?”.

    Istrinya menjawab, ” tidak pak, tidak sama sekali, akan tetapi aku menangis karena ada sesuatu yang sangat ganjil dan ajaib”.

    Sang suami jadi penasaran ingin tahu apa yang ganjil dan ajaib itu. Ia pun bertanya, “Bu, apa gerangan yang ganjil dan ajaib itu? “.

    Istrinya menjawab, “Apakah kamu tahu siapa pengemis yang datang di depan pintu tadi? Sesungguhnya ia adalah suamiku yang pertama”.

    Mendengar ulasan sang istri, sang Suami segera berkata kepada istrinya “Apakan kamu tahu siapa aku sebenarnya? Sesungguhnya aku adalah pengemis pertama yang datang dulu ke rumahmu”.

    Subhanallah, Itulah dunia. Makanya janganlah sekali-kali menghina atau meremehkan seseorang, kemungkinan penghinaan itu bisa berbalik kepada diri penghina. Tuhan memberi rahmah kepada orang yang dihina dan sebaliknya diberikan kutukan dan musibah kepada penghina. Janganlah menghina orang miskin, orang bodoh, orang lemah siapa tahu Allah mengangkat derajatnya di kemudian hari, dan dijadikan penghina menjadi terhina dihadapanya. Dunia itu berputar, sesaat ia berada diatas dan sesaat lagi berada di bawah. Kalau ia sedang berada di atas jangalah sombong, angkuh dan bangga, sebaliknya kalau ia berada di bawah jangalah gelisah atau putus asa. Sesungguhnya di langit itu ada kerajaan yang Maha Besar, tertulis di depan pintun gerbangya: “Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan Kami” almu’minun 17

    “Katakanlah : Ya Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engaku cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatau. Engkau masukkan malam kedalam siang dan Engkau masukan siang kedalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa batas ” al-Quran

    Maka, “Cintailah yang dibumi agar yang di langit mencitaimu”

    Wallahu’alam

     
    • collectionmuslim 11:10 am on 22 Oktober 2010 Permalink

      Wah isi blog nya Bagus bagus izin sedot Bang

    • Fachrurozie 6:28 am on 24 Oktober 2010 Permalink

      terima kasih atas tulisan 2 nya yg memebri inspirasi dan pencerahan buat saya ………………syukron

  • erva kurniawan 1:11 am on 20 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: sabar   

    Sabar 

    Kehidupan keras, himpitan masalah diniscayakan sebagai salah satu penyebab seseorang bisa mengalami gangguan terhadap keseimbangan jiwanya. Bahkan sampai menimbulkan goncangana jiwa yang melanda umat manusia.

    Dalam kehidupan rumah tangga sering kita menghadapi masalah yang ruwet dari kenakalan anak-anak sampai kontrakan rumah yang belum terbayar. Belum lagi biaya pendidikan dan kesehatan yang semakin tidak terjangkau. Semua masalah memerlukan cara yang tepat untuk bisa mengatasinya.

    Masalahnya, setiap orang memiliki ketahanan yang berbeda-beda dalam menyikapinya. Ada pula mereka yang sangat rapuh mudah goyah dan mengeluh. Ketika mereka mengalami masalah yang agak berat tak jarang mereka putus asa bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya.

    Fondasi agama merupakan landasan yang kuat dalam menghadapi semua tantanga kehidupan sebab Allah swt menegaskan di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 155-156.: Dan akan kami (Allah) berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata: sesungguhnya kami Kepunyaan Allah dan kepadaNya kami akan kembali.

    Maka keberhasilan menjalani hidup ini adalah ikhtiar, tawakal dan sabar. Ikhtiar dengan usaha semaksimal mungkin mencapai nikmat Allah Swt diiringi doa dan tawakal. Ketika hasilnya kurang memuaskan maka bersabarlah.

    Setiap orang menginginkan untuk dapat tetap tegar dalam menjalani ketentuan Allah yang tidak sesuai dengan keinginan kita atau ketika menghadapi orang yang berlaku dzalim kepadanya. Islam mengajarkan bahwa ketegaran ini hanya dapat diperoleh melalui sikap sabar yang disertai dengan permohonan khusuk kepada Allah melalui shalat.

    Bersabar hampir mustahil dapat dilakukan , bila kita tidak memiliki pengertian sebagai berikut :

    1. Mata dan Telinga Sarana Allah Untuk Menguji Manusia.

    Sebagaimana Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan ia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan adapula yang kafir.” (Al-Insaan : 2, 3)

    2. Sabar Tidak Ada Batasnya.

    Yang dimaksud dengan sabar ialah menahan diri pada saat menerima musibah ataupun pada waktu mampu berbuat untuk tidak bertindak mengikuti hawa nafsu yang bertentangan dengan peraturan Allah (Al-Qur’an) dan petunjuk Rasullullah saw (hadits).

    Orang yang taat mengikuti petunjuk Allah dan Rasullullah saw dijamin dunia akhiratnya.

    “Barang siapa diantara kamu yang patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mengerjakan perbuatan yang baik, niscaya akan kami berikan pahala dua kali lipat dan untuk mereka kami sediakan rezeki yang banyak.” (Al-Ahzab : 31)

    “Barang siapa yang mengikuti petunjukku niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka dan baginya siksa yang menghinakan.” (An-Nisaa :13, 14)

    3. Sabar Adalah Jalan Pemecahan Yang Terbaik.

    Sabar sebagi jalan keluar yang terbaik, telah diakui secara universal kebenarannya. Siapa pun yang mau berfikir dengan jernih.

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang setimpal dengan siksaan yang ditimpakan kepada kamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang bersabar.” (An-Nahl: 126)

    Lukman Al-Hakim berkata, “Wahai anakku, barangsiapa mengatakan bahwa kejahatan bisa memadamkan kejahatan, suruhlah ia menyalakan dua api, kemudian suruhlah ia melihat apakah api yang satu bisa memadamkan api yang lain. Sesungguhnya kebaikan itu akan memadamkan kejahatan seperti halnya air memadamkan api. Wahai anakku, berbuat baiklah kepada siapa yang berbuat buruk kepadamu. Tanamlah perbuatan yang baik, niscaya engkau menikmati hasilnya. Ingatlah, barangsiapa menghunus pedang kedzaliman, ia sendiri yang akan terbunuh pedang kedzaliman. Dan barangsiapa menggali lubang kejahatan untuk menjerumuskan saudaranya, ia sendiri yang akan terjerumus ke dalamnya.”

    Syadina Ali bin Abi Thalib r.a, berkata, “Orang yang bersabar pasti mendapat kemenangan, walau tertunda.”

    4. Sabar Adalah Perintah Allah

    Dengan memahami bahwa sabar adalah perintah Allah, maka lakukanlah sabar bukan lantaran terpaksa, namun lakukan dengan penuh niat bahwa ini perintah Allah yang harus ditaati dan dilaksanakan, sebagaimana kita ikhlas mengerjakan shalat.

    Indicator keberhasilan pelaksanan sabar adalah rasa ikhlas.

    Allah swt berfirman, “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya.” (Ar-Ra’d:22)

    Renungkanlah sabda Rasullullah saw berikut ini, “Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba maka Dia tenggelamkan hamba tersebut kedalam cobaan. Barangsiapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah.”

    ***

    Dari Sahabat

     
    • intan 7:17 pm on 24 Oktober 2010 Permalink

      mengalah bkan brarti kalah tpi mngalah adlah untuk meredakan situasi yg memanas

  • erva kurniawan 1:01 am on 19 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: hepatitis b, penyakit hepatitis b   

    Hepatitis B 100 Kali Lebih Menular dari HIV 

    Jakarta, Penularan virus HIV sudah sangat meresahkan bagi WHO, dunia kedokteran dan masyarakat dunia. Tetapi ternyata virus hepatitis B lebih cepat menular bahkan hingga 100 kali lipat dari penularan virus HIV. Ini membuat WHO menjadikan kasus hepatitis sebagai salah satu agenda penyakit prioritas.

    Tanpa disadari, 2 miliar orang di dunia pernah terinfeksi hepatitis B, yang artinya sepertiga dari penduduk dunia pernah terekspos virus Hepadnaviridae, yaitu virus penyebab hepatitis B atau disebut juga Hepatitis B Virus (HBV).

    Dari 2 miliar tersebut, lebih dari 350 juta penderita menjadi penyakit kronik (menahun) dan sekitar 500 ribu hingga 2 juta orang meninggal setiap tahunnya karena berlanjut menjadi penyakit hati serius yang diakibatkan oleh infeksi hepatitis B kronik. Ini membuat hepatitis B berada pada posisi kesepuluh penyebab kematian utama di dunia.

    “Di Indonesia, penderita hepatitis B dan C jauh lebih besar dari penderita HIV AIDS,” tutur Dr Unggul Budihusodo, Sp.PD, KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam acara konferensi media Hari Hepatitis Sedunia di Mario’s Place, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

    Penderita hapatitis B kronik dapat terlihat ‘sehat’, namun bila tidak mendapat pengobatan berpotensi mengalami pengerasan hati (sirosis), kanker hati dan gagal hati yang berujung pada kematian.

    “Hal ini karena sebagian besar orang yang terinfeksi HBV, yaitu 70 persen, tidak menunjukkan gejala apapun. Dan hanya 30 persen saja yang menunjukkan gejala, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terinfeksi HBV,” jelas Prof Dr Ali Sulaiman, PhD, Sp.PD, KGEH, FACG, Pokja Hepatitis.

    Virus hepatitis B sangat mudah menular, bahkan 100 kali lebih mudah dibandingkan virus HIV dan virus ini dapat bertahan hidup selama 1 minggu hingga berbulan-bulan di luar tubuh, serta alat-alat medis dan alat pemeriksaan gigi.

    Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh manusia, yaitu:

    1. Dari ibu penderita hapatitis B kepada bayinya saat dalam kandungan atau dilahirkan
    2. Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis B tanpa pengaman
    3. Melalui suntikan atau transfusi darah yang tercemar virus hepatitis B, seperti:

    –          Pengguna narkoba suntik

    –          Pengguna alat kesehatan (jarum, pisau, gunting) yang tidak disterilkan sempurna

    –          Tindik, tato, pisau cukur, gunting kuku yang tidak steril

    Sebagian besar orang yang terinfeksi hepatitis B memang tidak menunjukkan gejala apapun, tapi gejala-gejala umum yang tampak pada sebagian kecil penderita hepatitis B adalah sebagai berikut:

    Hepatitis B akut (terinfeksi kurang dari 6 bulan)

    1. Mual, muntah, nafsu makan turun dan panas
    2. Warna air seni coklat seperti teh
    3. Bagian putih mata tampak kuning
    4. Kulit seluruh tubuh tampak kuning
    5. Warna tinja kuning

    Hepatitis B kronik (lebih dari 6 bulan atau menahun)

    Sebagian besar tanpa gejala nyata. Tapi keluhan umum seperti lemas, lekas capek, ngantuk, gangguan pencernaan, kembung, mual dan kurang nafsu makan. (mer/ir)

    ***

    health.detik.com/read/2010/07/27/160004/1407890/763/hepatitis-b-100-kali-lebih-menular-dari-hiv?l993306763

     
    • firdaus 9:58 am on 25 Oktober 2010 Permalink

      cara menangani hepatits b gimna yah??? mohon bantuan..trims

    • erva kurniawan 3:29 pm on 25 Oktober 2010 Permalink

      insya Allah di google banyak yang membahas cara menangani hepatitis b, lebih lanjut konsultasi sama dokter ahlinya

  • erva kurniawan 1:55 am on 18 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: gunting kuku, hepatitis, pencegahan penyakit hepatitis, penyakit hepatitis   

    Jangan Saling Meminjam Gunting Kuku 

    Jakarta, Kebiasaan meminjamkan gunting kuku atau pisau cukur bisa berarti bukan sesuatu yang baik dari sisi kesehatan karena rawannya penularan hepatitis B, C dan D. Mulailah punya barang-barang pribadi sendiri dan jangan saling meminjam.

    Hepatitis atau kadang-kadang disebut dengan penyakit kuning merupakan peradangan hati (liver) yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus. Nah, penyakit ini gampang menular jika seseorang meminjamkan barang-barang pribadinya.

    Gunting kuku misalnya, ketika terluka saat menggunting kuku atau yang meminjam terluka maka akan terjadi perpindahan darah yang terinfeksi. Jika salah satu punya bakat hepatitis bukan tak mungkin menularkan ke lainnya.

    Ada lima tipe hepatitis yang umum, yakni A, B,C, D dan E. Hepatitis A dan E ditularkan melalui feses (kotoran) dan makanan serta minuman yang terkontaminasi. Kedua jenis hepatitis ini pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga relatif tidak berbahaya.

    Sedangkan hepatitis B, C dan D umumnya ditularkan lewat darah dan cairan tubuh lainnya seperti semen (cairan pembawa sperma). Hepatitis tipe ini sangat berbahaya, karena bisa mengakibatkan penyakit hati menahun termasuk sirosis (pengerasan hati), gagal hati, kanker hati dan kamatian.

    “Infeksi Hepatitis B Virus (HBV) maupun Hepatitis C Virus (HCV) merupakan masalah kesehatan masyarakat global, dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, tidak terkecuali Indonesia,” ujar Dr Unggul Budihusodo, Sp.PD, KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam acara konferensi media Hari Hepatitis Sedunia di Mario’s Place, Jakarta, Selasa (27/7/2010).

    Lebih dari 350 juta orang di dunia telah menjadi pengidap kronik HBV dan 180 juta pengidap HCV. Secara perbandingab, dari 12 orang penduduk dunia, ada 1 orang yang menderita hepatitis.

    Bahkan sekitar 500 ribu hingga 2 juta orang meninggal setiap tahunnya karena berlanjut menjadi penyakit hati serius yang diakibatkan oleh infeksi hepatitis B kronik. Ini membuat hepatitis B berada pada posisi kesepuluh penyebab kematian utama di dunia.

    Hepatitis B adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Hepadnaviridae atau Hepatitis B Virus (HBV). HBV dapat menyerang hati dan dapat menyebabkan kanker hati dan sirosis (terbentuk jaringan parut pada hati) jika infeksi HBV terjadi dalam waktu lama (kronis).

    Sedangkan hepatitis C adalah penyakit hati akibat infeksi Hepatitis C Virus (HCV) dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk hepatitis C. Dan menurut Dr Unggul, di Indonesia belum ditemukan kasus infeksi hepatitis D.

    Infeksi hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti semen, cairan vagina atau saliva. Penularan ini dapat terjadi melalui:

    1. Hubungan seksual dengan penderita hepatitis B atau C
    2. Kontak dengan darah dari penderita hepatitis B atau C misalnya jarum suntik (pecandu narkoba), alat pencukur, sikat gigi, pakaian yang terkena darah, alat akupuntur, alat manikur dan gunting kuku, alat tato atau body piercing (tindik) yang tidak steril, bahkan pada saat berkelahi (jika terdapat luka terbuka pada kedua pihak).

    Tapi tidak perlu khawatir, hepatitis B dan C tidak ditularkan melalui bersin, batuk, pelukan, atau pegangan tangan.

    Berikut beberapa cara untuk melindungi diri dari infeksi hepatitis B dan C, yaitu:

    1. Periksa kesterilan jarum yang digunakan untuk tindik telinga maupun bagian tubuh lainnya, tato, akupuntur maupun elektrodialisis.
    2. Hindari penggunaan bersama/bergantian gunting kuku, pisau cukur, sikat gigi dan benda-benda lain yang mungkin kontak dengan darah.
    3. Hindari berbagi jarum suntik dengan orang lain
    4. Lakukan pemeriksaan berkala terhadap hepatitis B dan C jika Anda adalah orang-orang yang berisiko tinggi, misal tenaga kesehatan atau pernah menerima transplantasi organ, transfusi darah, bertukar jarum suntik, seks tidak aman dan lainnya.

    (mer/ir)

    ***

    health.detik.com/read/2010/07/27/163518/1407937/763/jangan-saling-meminjam-gunting-kuku?l993306763

     
  • erva kurniawan 1:50 am on 17 October 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Kebodohan Universal 

    Sholawat beserta Salam kita peruntukkan untuk junjungan Nabi Besar Muhammad SAW.

    Kaum Muslimin wal Muslimat yang insyaAllah di Rahmati ALLah SWT, ada sebuah Ilustrasi yang menarik untuk kita renungkan, karena jangan sampai akibat kesibukan kita di Dunia ini , kita bisa masuk kedalam golongan orang-orang yang merugi, yaitu orang yang membuang-buang percuma sesuatu yang paling berharga yang dimiliki.

    Jika ada seorang pemuda yang mendapatkan warisan yang sangat banyak dari orang tuanya, tetapi kemudian ia membelanjakannya tanpa perhitungan…., bagaimanakah menurut pendapat kita..?, mungkin kita akan mengangap bahwa pemuda itu adalah seorang yang bodoh.

    Sekarang marilah kita perhatikan diri kita, jangan – jangan kita lupa kalau kita sendiripun tanpa disadari, sering kali bersikap seperti yang dilakukan pemuda itu. Kita acapkali menghabiskan modal yang paling bernilai yang kita miliki, hanya untuk sesuatu yang sama sekali tidak berarti. Apakah modal manusia yang paling bernilai???? Tidak diragukan lagi, itulah usia, bukankah Umur merupakan modal yang paling besar bagi manusia?? Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW bersabda , ” Kemuliaan Umur dan Waktu, lebih bernilai dibandingkan kemuliaan Harta.”

    Bila kita perhatikan dengan cermat, manusia itu pada hakekatnya adalah pengendara diatas punggung usia, Ia menempuh perjalanan hidupnya, melewati hari demi hari, menjauhi dunia dan mendekati liang kubur. Dalam hal ini ada seorang bijak yang mengutarakan keheranannya, ” Aku heran terhadap orang yang menyambut dunia yang sedang pergi meniggalkannya, tetapi malahan berpaling dari Akhirat yang sedang berjalan menuju kepadanya.”

    Kadang-kadang kita heran juga dengan sikap kita sendiri, Kenapa kita mudah menangis bila harta benda kita berkurang, sebaliknya tidak pernah menangis bila usia kita yang berkurang? Bukankah tidak ada yang lebih bernilai bagi manusia selain usianya? Ironisnya lagi, kehilangan usia ini malahan kita rayakan dengan Sesemarak mungkin. Barangkali inilah kebodohan manusia yang bersifat Universal, yaitu merayakan dengan meriah kehilangan sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya. Padahal semua orang mengerti, bahwa yang hilang ini benar-benar menguap dan tidak akan pernah menjadi milik kita lagi.

    Saudara-saudaraku yang di Rahmati Allah, ada lagi yang aneh pada diri kita, Yaitu kita mau berjuang mati-matian mengerahkan seluruh daya dan potensi yang ada untuk mendapatkan sesuatu yang belum pasti kita peroleh, sementara untuk hal yang sudah pasti terjadi , kita hadapi dengan usaha yang sekedarnya saja. Bukankah satu-satunya kepastian bagi manusia itu adalah hanya kematian??, Tidakkah kita sadari, bahwa sebenarnya kita semua sedang berkarya dalam batas hari-hari yang pendek untuk hari-hari yang panjang? Lalu mengapa kita selalu cenderung membangun istana Duniawi, sedangkan Istana Akhirat kita abaikan??

    Bila kita sadar dengan tujuan keberadaan kita di dunia, maka pastilah kita menjadikan usia sebagai sesuatu yang paling berharga. Ia lebih mahal dari Emas, Intan berlian, atau batu mulia apapun. Oleh sebab itu, ia harus digunakan seoptimal mungkin.

    Ada perkataan yang bijak yang sangat baik kita renungkan, katanya : ” Aku tidak menyesali sesuatu seperti penyesalanku terhadap tenggelamnya matahari dan berarti umurku berkurang, tetapi amal Sholehku tidak bertambah.”

    Mengapa kita biarkan umur kita berlalu begitu saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti? Apakah sudah demikian parahnya kebodohan kita, sehingga rela menghabiskan modal yang paling bernilai untuk sesuatu yang tidak bernilai? Bukankah kita harus mempertangung jawabkan setiap menit yang berlalu?? Firman Allah dalam surat Al-Mukminun : 115 sangat tegas menegaskan hal ini. ” Apakah kamu sekalian mengira, bahwa Kami menciptakan kamu Sia-sia dan kepada Kami kamu tidak dikembalikan ?”

    Saudaraku yang berbahagia, demikian mudah-mudahan renungan tersebut dapat menggugah hati nurani kita, sehingga kita tidak mau lagi membuang-buang umur dengan percuma, apalagi bersuka cita pada saat umur kita berlalu.

    Sebuah pepatah mengatakan, ” Kuburan akan datang ke setiap Orang dengan kecepatan 60 menit per Jam, tidak peduli sekaya atau sesehat apapun ia sekarang.”

    ***

    Diambil dari Buku Sentuhan Kalbu yang disajikan oleh Ir. Permadi Alibasyah

     
  • erva kurniawan 1:26 am on 16 October 2010 Permalink | Balas  

    Agar Pintar Selalu 

    Agar Pintar Selalu

    Setelah selesai sekolah, atau saat liburan, Anda merasa tidak ada lagi yang mengasah kemampuan berpikir Anda. Tidak perlu khawatir, seperti dilansir dari Yahoo Shine, ternyata cara mudah berikut ini cukup untuk membuat Anda semakin pintar.

    1. Bersantai

    Menurut riset di Institut Teknologi Kalifornia, saat kita bersantai, memori otak kita bekerja dengan lebih baik. Sisihkan beberapa menit setiap harinya untuk menenangkan diri, bahkan bermeditasi.

    2. Buat rencana

    Riset menunjukkan orang yang sering membuat rencana dan menantikan acara di masa mendatang, punya risiko Alzheimer 50% lebih rendah. Jangan khawatir jika kalender Anda tidak penuh jadwal menyelamatkan dunia. Merencanakan acara kumpul-kumpul bareng teman (dan melaksanakannya) setiap minggu juga cukup.

    3. Berjalan-jalan

    Kadar glukosa yang meningkat, bahkan meski belum masuk level diabetes, bisa menganggu bagian otak yang menyimpan ingatan. Riset dari Universitas Columbia menganjurkan kita melakukan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah.

    4. Buah beri

    Buah beri punya senyawa bernama antosianin yang membantu komunikasi antara sel otak dan meningkatkan daya ingat, ujar Robert Krikorian, PhD, profesor pskiatris dan ilmu neuron di Universitas Cincinnati.

    5. Belajar hal baru

    Sebuah riset di universitas Irvine menemukan stimulasi otak mengurangi efek penuaan pikiran. Maka. ambil kelas bahasa Spanyol, belajar menjahit, atau main poker sekarang!(mg)

    ***

    http://mim.yahoo.com/yahooindonesia/p/zQuMeDa/?cid=idtd

     
  • erva kurniawan 1:29 am on 15 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Ibu, I Miss You So Much 

    Oleh: Jamil Azzaini – Kubik Leadership

    Jakarta, Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun  yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan  berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau  keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada  2003.

    Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan. Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor.

    Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter berkata, “Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”. Sayapun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya” Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil.” “Memang harganya berapa dok?” Tanya saya. Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik.” “Haahh 12 juta rupiah dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok? Dokter itu menjawab, “Sehari tiga kali suntik pak Jamil”.

    Setelah menarik napas panjang saya berkata, “Berarti satu hari tiga puluh enam juta, dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Dengan suara bergetar saya berkata, “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan.” “Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya, pak.” jawab dokter.

    Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, “Ya Allah Ya Tuhanku… aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini.”

    Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.

    Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu.

    Usai berdoa saya merenung, “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu.” Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu saya Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?”

    “Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil, duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya ada yang ngambil,” jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir di pipi.

    Sambil terbata saya berkata, “Ibu, maafkan saya… yang ngambil uang itu saya, bu… saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama ibu.” Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan pernyataanku aku cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.

    Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu.” Bulu kuduk saya merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. “Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter.”

    Saya meninggalkan ruangan dokter itu…. dengan berbisik pada diri sendiri Ibu, I miss you so much.”

    ***

    Keterangan Penulis:

    Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

     
    • intan 7:20 pm on 24 Oktober 2010 Permalink

      Ibu swatu hari nnti aq akn mmbri ssuatu untk diri mu. karena bgi q pngorbana nyawa mu tuk mlhirkan q tdak bsa di bls oleh apapun slain kbhgian yg engkau dambakan dri diri q

    • lian 7:49 pm on 27 Oktober 2010 Permalink

      bener2 kisah yang buat kita introkspeksi diri untuk jangan penah menyakiti hati sang ibu.
      mom,,i love you..

    • ana 1:00 pm on 13 Desember 2010 Permalink

      ma.. maafkan ank mu ini jika pnya slh.. aku syg mama,.

  • erva kurniawan 1:37 am on 14 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Kisah 3 Pendekar 

    Kisah 3 Pendekar

    ***

    Saya lahir tahun 1978 dan dua tahun kemudian ibu saya meninggal karena suatu penyakit. Apalah yang dimiliki seorang anak umur 2 tahun ketika ditinggal ibunya kecuali tangis ketidaktahuan. Ketidaktahuan karena belum bisa berpikir tetapi telah diberi Tuhan perasaan sepi dan kehilangan.

    Di sebelah utara rumah saya, tinggal seorang pemuda idiot. Dia kira-kira berumur 12 tahun ketika ibu saya meninggal. Selain itu, di sebelahnya tinggal pula seorang pemuda lain berumur 20- an tahun yang belum pernah bersekolah, tidak bisa membaca dan bekerja sebagai kusir andong (kereta/bendi). Sementara di sebelah barat rumah saya, tinggal pemuda yang juga berumur 20-an tahun, terbelakang, bodoh dan harus keluar dari kelas I SD karena tak bisa mengikuti pelajaran sedikitpun.

    Sebagai anak berumur 2 tahun, tentu saja saya belum begitu mengenal mereka. Tetapi seiring waktu, saya mulai tahu bahwa merekalah sahabat terbaik dalam hidup saya. Akal saya yang semakin terasah ketika berumur 5 tahun dan ingatan yang semakin kuat mematri kenangan saya dengan 3 orang hebat dalam hidup saya tersebut. Merekalah yang saya sebut sebagai 3 pendekar dalam hidup saya.

    Tiga orang yang sama-sama terbelakang, tidak bisa membaca dan sering dianggap “agak kurang”  (bahasa halus untuk sedikit gila) oleh tetangga-tetangga, tenyata merupakan penyelamat hidup saya.

    Pemuda pertama, anak belasan tahun yang saya tahu dipanggil Adek, idiot dan selalu mengeluarkan air liur dari mulutnya. Karena tak pernah memiliki teman bermain, saya lah yang selalu dipandangnya dari jendela rumah. Ketika semua orang mengusir dan anak-anak lain takut untuk mendekat, dia mencoba mengenal saya. Dialah yang kemudian merawat saya, karena ketiadaan ibu dan ayah yang terlalu jarang di rumah. Anak idiot itulah yang mengajari saya bermain, membuatkan wayang suket, mencari kodok di sawah, berendam di kali atau menonton karnaval 17 Agustus yang tiap tahun diadakan di kota kecamatan.

    Pemuda dua puluhan tahun yang menjadi kusir andong tadi bernama Gandul. Keterbelakangannya justru menjadi sumber kebaikan hati. Setiap hari, begitu pulang dari bekerja, dia selalu menyisihkan uang Rp 50-100 di bawah jok andongnya. Uang itu khusus disediakan untuk saya, anak SD yang tak pernah lagi menerima uang saku dari ayahnya. Selama bertahun-tahun, Gandul melakukan itu karena tahu bahwa saya tak pernah bisa jajan jika dia lupa menyisihkan. Dia juga yang mengajak saya jalan-jalan, menjadi kernet andong atau bersuka dengan kudanya.

    Pemuda ketiga bernama Darsio, karena tak juga bisa melakukan apa yang dilakukan kawan-kawannya, dia dikeluarkan dari sekolah. Mulai itulah dia mendekati saya, mengajak saya bermain di kebunnya yang luas. Mencarikan buah apapun yang saya inginkan. Jika saya lagi kepingin pisang, dia akan mencarinya. Begitu pula ketika saya minta kelapa muda di satu siang yang panas, dia akan mengajak saya ke kebun dan memetikkan beberapa. Darsio mengajari saya berenang, kadang berpetualang seharian ke tempat-tempat yang jauh, berjalan kaki dan melatih keberanian saya. Karena sebelumnya saya memang terlalu penakut dan mudah menangis. Agar tubuh saya kuat, dia juga memberi segelas susu kedelai dari pabrik tahu milik orang tuanya hampir setiap hari.

    Ketiga orang itu, 3 pendekar yang mengisi hidup masa kecil saya. Menemani dengan tulus sehingga kini saya bisa berpikir bahwa Tuhan memang mengambil ibu saya, tetapi Dia mengirimkan 3 orang hebat dalam hidup saya. Ketiganya terbelakang, tidak sekolah, tak bisa membaca, bahkan dua diantaranya sampai kini tak punya istri. Tetapi merekalah yang mengajari saya banyak hal, menemani tahun-tahun sepi, membantu saya siap untuk mandiri.

    Kini (Tahun 2002, red) saya 24 tahun dan akan segera menyelesaikan kuliah. Karena pengalaman hidup itulah saya bisa bertahan hingga sekarang, merantau, mandiri, dan memiliki pandangan positif terhadap makluk ciptaan Tuhan seperti apapun adanya. Untunglah saya dibesarkan oleh 3 orang idiot dan bukannya 3 orang profesor, 3 orang kaya, atau 3 bisnisman. Sehingga saya bisa memaknai hubungan antar manusia, bukan karena kapasitas intelektual, uang atau kesuksesan. Bagi saya, ketulusan untuk memberi dan sikap menjadi manusia seutuhnya itu lebih penting.

    Berkah dari 3 pendekar hebat, dan karena itulah saya selalu beranggapan, seperti apapun kondisinya, hidup kita diciptakan Tuhan sangat indah. Kalau mata kita memandangnya dengan indah pula.

    ***

    Dari Sahabat

     
    • arinugroho84 1:53 am on 14 Oktober 2010 Permalink

      aq terharu bro…. ya indah….memang indah…

    • che 9:43 pm on 22 Oktober 2010 Permalink

      ✖♂hye??????

    • Fachrurozie 6:35 am on 24 Oktober 2010 Permalink

      good story

  • erva kurniawan 1:21 am on 13 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , kaya hati, kiat bersyukur   

    Bersyukur 

    “Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai, oleh karena itu aku selalu menyukai apapun yang aku dapatkan.”

    Kata-kata diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai,tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

    Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.

    Hal Pertama :

    Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang.

    Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.

    Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang “kaya”. Orang yang “kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

    Seorang pengarang pernah mengatakan, “Menikahlah dengan orang yang Anda cintai,setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.

    Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

    Hal kedua:

    Yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai,lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

    Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya.

    Saya menjadi gemar berganta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

    Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, “Lulu, Lulu.”

    Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, “Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.” Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, “Lulu, Lulu”. “Orang ini juga punya masalah dengan Lulu? keheranan. Dokter kemudian menjawab, “Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.”

    Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

    Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.

    Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, “Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”

    Ingatlah :”Diatas langit masih ada langit, so rendahkan hati untuk bias menikmati dasar samudra “.

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:59 am on 12 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: rahasia kecantikan   

    Rahasia Kecantikan dari 10 Negara 

    VIVAnews – Ritual kecantikan wanita di berbagai belahan dunia, sangat menarik untuk diketahui. Dengan mengetahuinya, Anda juga memiliki alternatif lain untuk merawat kecantikan. Berikut rahasia kecantikan wanita di 10 negara, seperti dikutip dari Woman’s Day.

    1. Australia

    Penata rias asal Australia, Napoleon Perdis mengatakan ekstrak bunga yarrow digunakan oleh wanita Aborigin untuk mencegah munculnya selulit, karena bisa menjaga kelembaban kulit. Akar yarrow juga anti-inflamasi, yang bisa melembutkan kulit.

    2. Chili

    Wanita Chili bisa memiliki kulit berkilau karena memanfaatkan kandungan antioksidan yang tinggi pada anggur merah. Mereka menciptakan masker dari campuran buah anggur merah dan ditambahkan dengan dua sendok makan tepung putih. Masker tersebut kemudian ditempelkan pada wajah dan didiamkan selama 10 menit lalu dibersihkan.

    “Hal itu membuat wajah tampak segar dan kulit terlihat berkilau,” kata Shalini Vadhera, penulis ‘Passport to Beauty’.

    3. Republik Dominika

    “Jika Anda bertemu dengan wanita Dominika perhatikanlah kuku-kukunya. Kuku mereka sangat kuat,” kata Vadhera. Rahasianya ternyata bawang putih. Mereka mengiris kasar bawang putih segar kemudian merendamnya dengan air dan disimpan dalam botol kecil selama 7 hingga 10 hari. Lalu, mereka menggunakannya seperti menggunakan cat kuku.

    4. Mesir

    Menurut Vadhera, rahasia kecantikan kulit ratu Mesir, Cleopatra adalah mandi dengan susu. Hal ini dilakukan untuk mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit menjadi lebih lembut. Anda bisa mencobanya sendiri di rumah dengan menambahkan dua sendok makan susu bubuk putih ke dalam bak mandi sebelum berendam.

    5. Perancis

    Wanita Perancis sangat suka perawatan menyeluruh dan pencegahan kerusakan kulit. Facial mingguan dan pijat secara teratur adalah ‘agama’ bagi mereka. Mereka juga sering membuat masker sendiri dari buah delima. Hancurkan buah dan biji delima hingga halus, dan tempelkan di wajah selama kurang lebih 6 menit. Masker ini akan membantu mencerahkan kulit dengan enzim alami.

    6. Yunani

    Wanita Yunani memiliki kecantikan kulit Mediterania yang luar biasa. Warna kulit mereka sangat bercahaya, dan mengandung cukup melanin untuk melindungi dan menyerap sinar UV yang berbahaya.

    Selain itu ada hal lain yang membuat kulit mereka cantik, yaitu diet Mediterania. Mereka sangat suka mengonsumsi ikan laut yang memberikan peremajaan kulit karena kandungan asam lemak omega 3 dan omega 6, serta buah-buahan dan sayuran, yang menyediakan antioksidan dan vitamin. Mereka juga percaya asupan minyak zaitun memberikan kontribusi besar pada kecantikan kulit.

    7. Italia

    Bagaimana wanita Italia menjaga kemilau rambutnya? Menurut Fabio Scalia, dan pemilik salon penata rambut Italia Fabio Scalia di Brooklyn, New York, jawabannya adalah ada di dapur Anda. Wanita Italia merawat rambut mereka dengan menggabungkan yogurt dan minyak zaitun dan menggunakannya seperti conditioner.

    Protein dalam yogurt memang sangat baik untuk kesehatan rambut. Untuk membuatnya campurkan 1 cup yogurt tawar dengan satu sendok teh minyak zaitun, kemudian oleskan pada rambut. Diamkan selama 5 menit kemudian, bersihkan dengan air dingin.

    8. Jepang

    Perawatan rambut wanita Jepang sangat mengandalkan rumput laut. Nori atau rumput laut merupakan sumber mineral yodium, yang sangat penting bagi pertumbuhan rambut  sehat. Wanita Jepang suka sekali mengonsumsi nori atau mengolahnya menjadi pelembab rambut. Caranya dengan merebusnya kemudian dioleskan pada rambut kering.

    9. Spanyol

    “Wanita Spanyol suka membilas rambut mereka dengan jus cranberry,” kata Vadhera. Cobalah campur ¼ cangkir jus murni buah cranberry atau buah lain dengan ¼ cangkir air dan lakukan bilasan akhir dengan bahan tersebut saat mandi. Dengan jus tersebut warna rambut terlihat lebih menyala dan berkilau.

    10. Swedia

    Wanita Swedia sangat menyukai buah berry yang kaya antioksidan serta mengonsumsi ikan bakar. Sehingga, kulitnya sangat cantik.

    Anda juga mencontek rahasia kecantikan mereka dengan mendapatkan antioksidan tinggi dengan teh hijau atau teh putih. Caranya, seduh teh hijau dan teh putih, kemudian dinginkan hingga menjadi batu es. Gunakan es teh tersebut sebagai toner wajah pada malam hari.

    Wanita Swedia juga senang sekali melakukan spa untuk membuang racun. Untuk mendapatkan efek spa di rumah, ada cara mudah yang bisa dilakukan. Buatlah ramuan dengan segenggam garam dan tambahkan satu sendok makan minyak zaitun serta sekitar 10 tetes minyak kayu putih murni. Gosok seluruh tubuh dengan ramuan tersebut dan bilas dengan air dingin. (adi)

    ***

    http://id.news.yahoo.com/viva/20100609/tls-rahasia-kecantikan-dari-10-negara-34dae5e.html

     
  • erva kurniawan 1:41 am on 11 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    25 Tahun Yang Lalu 

    25 tahun yang lalu,

    Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.

    22 tahun yang lalu,

    Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu.

    Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.

    19 tahun yang lalu,

    Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak “Horeee, Iya bias terbang”.

    Begitulah dia memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah.

    Dan Kania tak jarang berteriak, “Iya sayaaang,” jika sudah terdengar suara “Prang”. Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang “Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah, Ma?”

    18 tahun yang lalu,

    Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. “Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!” tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola.

    Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. “Horee, Iya jadi pemain bola.”

    17 Tahun yang lalu

    Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya.

    Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan “Iyaaaa”.

    Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata “Coba kalau kamu tak belikan ia bola!”

    15 tahun yang lalu,

    Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah.

    Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari pekerjaan ke luar negeri.

    Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia.

    13 tahun yang lalu,

    Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP.

    Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. Aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku.

    Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.

    10 tahun yang lalu,

    Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.

    “Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.” Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga.

    “Sabar ya, Nak!” hiburku.

    “Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!” pintanya padaku.

    Dan aku menangis. Anakku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku.  Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.

    7 tahun yang lalu,

    Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya.

    Dan itu pula yang membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP.

    Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat.

    Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.

    4 tahun lalu,

    Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di sana. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik.

    Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu.

    Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud.

    Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.

    3 tahun 6 bulan yang lalu,

    Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia, kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami majikannya.

    Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh.

    Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.

    2 tahun 6 bulan yang lalu,

    Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku.

    Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.

    “Bapak, Iya Takut!” aku memeluknya lebih erat lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.

    “Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?”

    “Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!”

    Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati.

    Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.

    2 tahun yang lalu,

    Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya.

    Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan ‘blass” Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis.

    Aku mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal.

    “Kania?”

    “Mas Har, kau … !”

    “Kau … kau bunuh anakmu sendiri, Kania!”

    “Iya? Dia… dia… Iya?” serunya getir menunjuk jenazah anakku.

    “Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar.”

    “Tidak … tidaaak … ”

    Kania berlari ke arah jenazah anakku.Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya “Terima kasih Mama.” Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.

    Setahun lalu,

    Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila.

    Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, “Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak.” Kamu tahu Kania, kali ini yang pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Benarkah begitu Iya sayang?

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:21 am on 10 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , wanita berjilbab   

    Ada Apa dengan (Cinta) Jilbab? 

    Ada Apa dengan (Cinta) Jilbab?

    Penulis : Arihadi

    Sungguh Islam ini diturunkan bukan untuk menyusahkan manusia, tetapi semata-mata untuk rahmat sekalian alam, rahmatan lil ‘alamiin. “Maa anzalna alaykal qur’aana li tasqaa” (Sungguh Kami turunkan Al-Qur’an tidak untuk menyusahkanmu). Jadi, apapun yang diwahyukan Allah ke manusia adalah semata-mata untuk maslahat manusia juga.

    Fenomena (mencintai) jilbab beberapa dekade terakhir menjadi suatu fenomena yang sangat menarik. Adanya kesadaran di antara muslimah untuk mengenakan jilbab dianggap sebagai suatu kekuatan akan kebangkitan intelektualitas seorang muslimah karena adanya suatu kebutuhan spiritual dari diri pribadi muslimah. Hal ini sangat berbeda dengan beberapa puluh tahun yang lalu, yang masih menganggap jilbab adalah kuno atau tidak modern dan lain sebagainya. Di sisi lain masih adanya penolakan penggunaan jilbab dari umat muslim sendiri.

    Ada beberapa alasan kenapa banyak dari muslimah yang ramai-ramai mengenakan jilbab, diantaranya adalah:

    1. Ingin Mempercantik Diri

    Wanita biasanya akan senang apabila ia dikatakan cantik, meski mungkin hal ini tidak diucapkannya di bibir bahwa ia suka dikatakan cantik. Hal ini adalah sunnatullah, karena Allah menciptakan wanita dengan kecenderungan “menarik hati” laki-laki dengan kecantikannya. Rasulullah pernah memerintahkan seorang sahabat untuk melihat mata seorang wanita anshar sebelum ia meminangya, karena kata Rasulullah di dalam mata seorang wanita anshar itu terdapat sesuatu yang membuat seorang laki-laki mempunyai kecenderungan untuk membulatkan tekad meminangnya.

    Banyak di antara muslimah yang mengenakan jilbab karena ia merasa cantik kalau mengenakan jilbab. Keindahan dan kecantikan adalah sunnatullah, Allah menciptakan sekuntum bunga dengan keindahan, Allah menciptakan hamparan gunung dengan keindahan, Allah menciptakan dunia dan isinya dengan penuh keindahan, begitu pula Allah menciptakan wanita dengan penuh keindahan. Jadi, untuk tahap awal mungkin tidak apalah jika niat memakai jilbab adalah demikian.

    Alasan mengenakan jilbab di kalangan muslimah karena ia merasa cantik apabila mengenakan jilbab adalah alasan yang wajar. Apalagi sekarang ini banyak sekali jilbab yang cantik dengan mode yang masih dianggap syar’i. Dari kacamata laki-laki, memang apabila seorang wanita mengenakan jilbab ia akan terlihat lebih anggun, cantik, dan yang lebih penting lagi ia terlihat lebih berwibawa dan menyejukkan di matanya dari pandangan syetan. Karena sungguh Allah memerintahkan kita untuk menjaga pandangan (QS. 34 : 21).

    2. Kebutuhan Aktualisasi Diri

    Alasan kedua kenapa seorang wanita berjilbab adalah aktualisasi diri dari wanita. Perspektif diri bahwa ia akan diakui oleh komunitasnya adalah dengan cara mengikuti apa yang menjadi “kelaziman” di antara komunitasnya. Sebagai contoh, orang yang bekerja di lingkungan berjilbab, maka ia akan “memaksakan” dirinya untuk ikut berjilbab. Dan dengan berjilbab identitas keislaman seorang muslimah dapat diketahui. Alasan yang kedua ini tidaklah disalahkan, tetapi dalam suatu skala kadar “kepatutan” alasan yang masih rendah. Namun demikian dengan seiring berjalannya waktu ia akan menyesuaikan dengan sendirinya. Sebagaimana dulu ketika Rasulullah dari Madinah kembali ke Mekkah dimana ketika itu kekuatan pasukan Rasulullah tidak mungkin tertandingi oleh pasukan Quraisy Mekkah. Maka dengan “terpaksa” Abu Sofyan dan penduduk Mekkah lainnya berbondong-bondong memeluk Islam. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu penduduk Mekkah menjadi sadar bahwa Islam adalah ajaran yang benar.

    3. Kebutuhan Menjaga Diri

    Sebagaimana Allah wahyukan di Surat Al-Ahzab, bahwa tujuan mengenakan jilbab adalah untuk penjagaan diri. “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mu’min : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 33 : 59).

    Fakta membuktikan, bahwa dengan perempuan memakai jilbab, tangan-tangan jahil laki-laki atau niat jahat laki-laki yang lain dapat diminimalisir dengan mengenakan jilbab. Banyak laki-laki jahil yang mengurungkan niat jahatnya jika “calon korbannya” adalah seorang perempuan berjilbab. Dan laki-laki lebih terjaga pandangannya dengan wanita yang mengenakan jilbab.

    4. Menerima dan Melaksanakan Apa Adanya Perintah Allah

    Alasan yang keempat adalah seorang muslimah mengenakan jilbab karena ia melihat bahwa apa yang diperintahkan oleh Allah adalah harus dilaksanakan tanpa kecuali. Alasan ini timbul karena semata-mata muslimah lebih melihat bukan suatu kepatutan apabila apa yang diperintahkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an tidak dilaksanakannya. Mereka berpedoman “ud ‘uni fi islimi kaafaah” (Masuklah engkau ke dalam Islam secara keseluruhan). Jadi tidak ada yang perlu dibantah apa yang ada di dalam Al-Qur’an.

    Seorang muslim sejati ia akan berkata, “sami’na wa atha’naa” (Kami dengar dan kami laksanakan), tidak akan pernah ada di dalam dirinya “sami’na wa ashaynaa” (Kami dengar dan kami bantah). Biasanya muslimah ini sudah “matang” dalam pemahaman perintah Allah. Ayat di QS. An-Nur 31 dan Al-Ahzab 59 sudah cukup baginya untuk dapat “mencintai” jilbab karena Allah.

    Namun demikian, di sisi lain, kaum muslimah masih banyak yang belum mengenakan jilbab. Banyak alasan yang menjadikan mereka tidak mengenakan jilbab. Alasan tersebut antara lain adalah :

    1. Belum Adanya Pengetahuan atas Perintah Jilbab

    Alasan ini memang cukup banyak, hal ini disebabkan karena memang belum tahu bahwa perintah atas jilbab adalah suatu kewajiban. Kebanyakan di antara mereka adalah muslimah yang memang belum pernah melihat apalagi mendengar perintah jilbab karena yang bersangkutan belum pernah ikut dalam suatu kajian keagamaan atau membaca ayat-ayat Allah. Mereka hidup di lingkungan yang memang benar-benar awam dan jauh dari nuansa keagamaan, seperti di daerah-daerah terpencil atau bahkan di lingkungan kumuh “daerah hitam” di kota-kota besar.

    Untuk itu adalah kewajiban kita semua untuk dapat menyampaikan kepada mereka. Sungguh suatu kesalahan kita semua apabila ada saudara kita dalam suatu “kebutaan” atas perintah Tuhannya.

    2. Penolakan Berdasarkan Tafsir Pribadi

    Inilah golongan yang telah mendengar tapi menolaknya, “sami’na wa ashaynaa”. Golongan ini banyak di antara mereka yang sebenarnya adalah orang yang cerdas dan alim dalam pengetahuan agamanya, tetapi ia menolak mentah-mentah perintah Allah.

    Di antara mereka menafsirkan perintah jilbab hanya untuk istri & anak nabi beserta sahabat, sebagaimana mereka tafsirkan di QS. Al-Ahzab ayat 59. “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mu’min : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”

    Orang mukmin diartikan orang yang beriman pada zaman Rasulullah yaitu para sahabat, karena turunnya ayat waktu itu adalah di lingkungan para sahabat, sehingga tidak ada kewajiban buat mereka untuk mengikuti perintah Allah di ayat tersebut. Ayat tersebut mereka tafsirkan sudah mansukh atau sudah dihapuskan karena perintah itu bersifat hanya pada waktu itu saja yaitu ketika Jibril turun akan memberikan wahyu sementara Siti Aisyah, istri nabi, dalam keadaaan tidak berjilbab, lalu Jibril tidak jadi menyampaikan wahyu Allah dan mewahyukan terlebih dahulu kepada nabi perintah untuk berjilbab. Selain hal tersebut alasan lain adalah perintah tersebut seperti orang menyuruh makan/minum kepada seorang tamu yang hanya disampaikan dari tuan rumah sesaat itu saja, selanjutnya tidak lagi.

    Sungguh, orang-orang seperti ini dalam kesesatan tafsir yang luar biasa. Bahkan ada seorang cendekiawan muslim yang berijtihad “menolak” perintah tersebut. Sampai-sampai istri dari cendekiawan tersebut dilarang untuk memakai jilbab. Mudah-mudahan Allah mengampuninya, wallaahu a’lam.

    3. Adanya Kendala dengan Lingkungan Sekitarnya

    Kondisi lingkungan memang sangat berperan dalam kehidupan kita. Baik buruk lingkungan secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kondisi kita. Banyak kendala yang dihadapi oleh muslimah yang belum mengenakan jilbab yang disebabkan oleh lingkungan.

    Biasanya lingkungan di tempat kerjanya/sekolah tidak memperbolehkan untuk dirinya berjilbab. Sebenarnya hal ini paling sering terjadi di kalangan pekerja muslimah. Perusahaan biasanya mempunyai dress code yang melarang penggunaan jilbab dengan alasan tidak praktis, tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, tidak ingin perusahaannya di cap sebagai perusahaan dengan golongan agama tertentu, tidak fashionable/suitable dengan lingkungan kerja, di luar “kewajaran” dan alasan-alasan lainnya. Untuk masalah ini, baik di dalam maupun di luar negeri telah banyak ditangani pengadilan dan kebanyakan diantaranya dimenangkan oleh pihak muslimah yang ingin berjilbab.

    Bisa juga terjadi muslimah tersebut ingin berjilbab atau tahu akan perintah jilbab tetapi jarang berkumpul di majelis ilmu, sehingga ketahuan dan keinginan berjilbab tersebut lama kelamaan terkikis karena yang bersangkutan lebih banyak bergaul di lingkungan yang kurang atau jarang berkumpul dalam majelis ilmu.

    4. Adanya Kendala di dalam Dirinya

    Kendala lain kenapa muslimah belum mengenakan jilbab adalah belum adanya kemantapan di dalam dirinya. Padahal semua orang sebelum memutuskan melakukan sesuatu pasti akan ragu-ragu dan mengkhayal hal-hal yang buruk atau berandai-andai sehingga niat yang awalnya ada lama kelamaan terkikis habis, ini adalah salah satu bisikan syetan sehingga seorang manusia penuh dalam keragu-raguan.

    Kendala di dalam diri muslimah belum mengenakan jilbab biasanya adalah disebabkan karena:

    a. Membanding-bandingkan atau mengambil contoh yang salah seperti; si anu dan si anu pakai jilbab tapi tingkah lakunya kok masih jelek seperti itu. Akhirnya di dalam dirinya terrekam contoh kejelekan yang hanya tampak di hadapannya atau sebatas yang ia kenal saja. Kesalahan dalam mengambil contoh ini dapat berakibat mengurangi motivasi diri dalam mengenakan jilbab. Hal ini dapat diatasi dengan cara antara lain adalah ;

    • Mulailah berpikir positif, hindari rasa buruk sangka.
    • Ambil pelajaran dan teladani orang-orang shaleh.
    • Lebih banyak datang ke majlis ilmu.
    • Bergaul dengan orang yang lebih paham dalam masalah agama.
    • Sering-sering membaca Al-Qur’an dan buku-buku agama.
    • Tidak menolak atas kecenderungan memakai jilbab, arahkan kecenderungan memakai jilbab ini sebagaimana ada di dalam hati dan jangan menghindari kecenderungan ingin mengenakan jilbab.
    • Tetapkan hati, mulailah dari hal-hal yang ringan, seperti mengenakan pakaian yang dianggap lazim dalam batas kesopanan.

    b. Alasan lain belum mengenakan jilbab dalam diri seorang muslimah adalah dia menganggap dirinya adalah seorang yang buruk, atau jahat, atau belum berhati baik, atau tingkah lakunya masih belum Islami, atau belum sempurna ibadahnya, dan lain sebagainya. Ia akan mengenakan jilbab kalau dirinya sudah berubah baik. Padahal kalau kita lihat, selain Rasulullah siapa sih yang sempurna dalam Islam?

    Jadi, sudah sebuah sunnatullah kalau iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang, “al imaanu yazidu wa yanqusu”. Namun demikian untuk mencapai iman yang sempurna dicapai dengan bertahap. Untuk perkara jilbab apa perlunya kita menunggu sampai kita dibilang “sempurna dalam ibadah”.

    Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah secara bertahap, perintah untuk meninggalkan khamr itu juga bertahap sampai benar-benar dilarang sepenuhnya. Demikian juga kita menjadi muslim yang baik juga perlu bertahap, tidak ada yang berubah sekejap mata. Allah saja menciptakan alam semesta bertahap, yaitu dalam 6 masa (QS. 7 : 54), manusia diciptakan juga bertahap dari sel sperma, zygote, segumpal darah, janin, sampai dengan bayi yang lahir ke dunia.

    Itulah sunnatullah, jadi apa perlunya kita menunggu memakai jilbab sampai kita benar-benar dikatakan sebagai “orang berkelakuan baik” atau muslim yang baik. Yang jelas setelah wanita berubah mengenakan jilbab, secara perlahan tingkah lakunya akan mengikuti dengan sendirinya, asalkan dia sering datang ke majelis ilmu dan bergaul dengan orang-orang shaleh serta ada kemauan atau niat yang kuat di dalam dirinya.

    c. Alasan lainnya adalah kalau wanita mengenakan jilbab, maka ia tidak akan bebas dalam beraktifitas. Mengenakan jilbab akan membuat berkurang kecantikannya, susah dalam bergerak (ribet), susah dalam bergaul, susah dalam beradaptasi dengan lingkungan, dan alasan susah-susah yang lainnya.

    Sungguh, alasan seperti itu sekarang ini cukup mudah untuk dapat diatasi. Coba kita lihat sekarang berapa banyak artis film/sinetron yang mengenakan jilbab, berapa banyak tokoh atau ilmuwan di negara-negara muslim yang mengenakan jilbab, berapa banyak wanita yang berjilbab bergaul dengan lingkungannya dengan nyaman dan masih banyak yang lainnya.

    Dari hasil penelitian, seorang wanita yang mengenakan jilbab kulit tubuhnya menjadi lebih terjaga, lebih halus, dan bahkan lebih bersih. Hal ini disebabkan karena debu dan sinar matahari tidak langsung mengenai pori-pori kulitnya, meski wanita sudah menggunakan sun block. Untuk rambut kepala akan lebih halus dan terjaga dari rusaknya rambut seperti rambut memerah atau rambut bercabang, karena memang sinar matahari dapat secara langsung membuat rambut kita rusak. Jadi, justru fakta membuktikan mengenakan jilbab akan mampu mempercantik tubuh wanita.

    Itulah fenomena jilbab yang insya Allah dengan jilbab salah satunya kebangkitan Islam akan dimulai, karena bagaimana pun juga wanita yang berjilbab selain dia lebih cantik, anggun, identitas diri seorang muslim, juga salah satu ciri wanita yang shalehah adalah wanita yang melaksanakan perintah Allah, dan dari rahim wanita yang shalehah lah terlahir anak yang shaleh. Dan tidak berlebihan kalau Rasulullah berkata bahwa sebaik-baiknya perhiasan di dunia adalah wanita yang shalehah. Maka berbahagialah duhai perempuan.

    Jadi, marilah kita mulai “gerakan cinta jilbab!”

    ***

    Dari Sahabat

     
    • Yoeni 4:10 pm on 11 Oktober 2010 Permalink

      Ok bgt th untuk anak muda yang msh blm Mengerti n memahaMi arti berJilBab…..
      jd yg blm pakai jilbab…ayooo coba Dulu dh Pasti ketagihan….hihiiiiiii
      terLihat SemPurna,,,,

  • erva kurniawan 1:47 am on 9 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: ditilang polisi, tilang polisi   

    Tips Agar Tidak Ditilang Polisi 

    Sebagai bangsa pecinta damai, sudah bukan rahasia jika banyak pengguna jalan yang lebih memilih jalur ‘salaman’ jika ditilang. Tapi sesuai dengan semangat reformasi, warga Indonesia juga anti praktik KKN, menyebabkan banyak yang berusaha untuk tidak menyogok, meski tetap keberatan ditilang.

    Cara yang diambil sebagai jalan tengah berbeda-beda. Berikut ini adalah tiga trik yang paling sering dicoba hingga terbukti keabsahannya. Dan trik-trik ini…TIDAK PERNAH GAGAL!

    RAHASIA ANTI TILANG #1: Saya anak jendral!

    Trik ni merupakan trik yang paling umum. Kadang dikombinasikan dengan pengakuan saudara atau penyelipan kartu nama pejabat kepolisian. Saat dihentikan, calon tilang memasang tampang percaya diri, dan berbicara dengan suara lantang, nada sok, penuh keyakinan.

    Skenario:

    “Maaf bu, ibu melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”

    “YA SUDAH! YA SUDAH! KAU TILANGLAH AKU SEKARANG! AYO CEPAT! TILANG SAJA!”

    “Err…maaf bu, memangnya ibu..siapa ya?”

    “MACAM MANA PULA KAU TANYA-TANYA SIAPA AKU! KALAU KAU MAU TILANG, YA TILANGLAH SANA!”

    “Maaf bu, ibu kenal siapa?

    “MEMANGNYA KALAU AKU KENAL SIAPA-SIAPA KENAPA? HAH? MAU KAU TILANG LEBIH BESAR LAGI? HAH?”

    “Engga bu, lain kali hati-hati ya…”

    Mengapa tak pernah gagal…Dalam ilmu psikologi, taktik ini ini berpangkal pada reverse psychology, dimana seseorang melakukan persuasi guna mengarahkan lawan bicara melakukan hal yang justru tidak diinginkan. Menyuruh pak polisi untuk menilang dengan lantang akan memicu reaktan dalam diri Pak Polisi, yaitu respon negatif saat menanggapi sebuah persuasi, sehingga bertindak justru kebalikan persuasi yang diberikan (melepaskan dan tidak menilang).

    Teori psikologi ini sebenarnya berasal dari abad kuno Indonesia, dan dikenal dalam bahasa lokal sebagai teori gertak sambal, dimana seseorang mengambil peran yang mengisyaratkan kekuatan yang lebih besar dari yang sebenarnya dimiliki. Semakin banyak grey area, lawan bicara semakin ragu akan kemampuan kita sepenuhnya dan biasanya tidak berani mengambil risiko….

    Karena seringnya digunakan, diperlukan kehati-hatian dalam melaksanakan trik ini. JANGAN BERBOHONG adalah kunci sukses keberhasilan. Itu termasuk: jangan mengaku saudara jika bukan saudara dan jangan memberi nomor telpon yang tidak bisa dihubungi. Ingat, kegagalan dan gerak-gerik mencurigakan bisa berbuah tilang yang lebih berat!

    RAHASIA ANTI TILANG #2: Saya lagi banyak masalah, Pak!

    WASPADA! TRIK INI MEMBUTUHKAN LATIHAN AKTING! Tips ini sangat cocok bagi Anda para yang mempunyai kemampuan teaterikal. Begitu polisi menyetop, Anda harus segera mulai penjiwaan. Segera telengkupkan tangan, basahi mata dengan air mata buaya, dan tarik ulur ingus sehingga terdengar seperti menangis. Sepanjang interogasi, jaga kontak mata yang minim dengan Pak Polisi, gerakkan tangan menutup muka seperti sedang depresi.

    Skenario:

    “Maaf bu, ibu melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”

    “Aduh, teserah deh, pak, bapak mau nilang saya apa gimana teserah dhe,”

    “Memangnya ibu kenapa?”

    “Aduh, ga usah nanya-nanya dhe, Pak, saya lagi banyak masalah nih!”

    “Masalah ibu apa?”

    “Pokoknya saya lagi banyak masalah! Makanya saya ga lihat tadi tuh lampu merah di depan, pikiran saya kusut! Jadi teserah deh kalau bapak mau nilang saya…” Diucapkan dengan nada frustasi dan diakhiri dengan suara lirih dan nada gantung.

    “Duh, ada yang bisa saya bantu kalau lagi ada masalah?”

    “Ga bisa! Bapak ga bisa bantu saya!” terkesan mau nangis, “Ga ada yang bisa bantu SAAYAA!” menangis histeris.

    “Ya uda dhe kalau ibu lagi banyak masalah, lain kali hati-hati ya…”

    Mengapa tak pernah gagal… Karena orang jahat selalu menang, dan ini adalah teknik yang sangat jahat. Trik ini memanfaatkan sisi baik dari seorang Polisi. Manusia pada intinya mempunyai hati nurani yang dibimbing oleh nilai moral dalam lingkungan sosial. Tiada manusia yang lahir tanpa empati akan kesusahan manusia lain, bahkan meski hanya setitik. Apalagi seorang Polisi yang diharapkan menjadi pamong masyarakat.

    Taktik ini memang masih jarang digunakan, mungkin karena membutuhkan penghayatan yang mendalam dan juga karena trik ini begitu mudah dikenali. Sekali dipakai, tentunya para polisi akan selalu terkenang-kenang. Ibaratnya sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Bisa-bisa bagian skenario tadi dipotong menjadi:

    “Ahhh!! Udah! Udah! Ga usah pura-pura! Kemarin uda ada yang pake tuh! Ibu-ibu!”

    RAHASIA ANTI TILANG #3: Saya mahasiswa hukum, lho!

    Jika Anda bukan mahasiswa hukum, tidak perlu jadi ragu karena membaca judulnya. Memang tidak perlu kuliah hukum sejati untuk menggunakan trik ini. Cukup kemampuan persuasi dan kegigihan mempertahankan kasus macamnya pengacara artis.

    Skenario:

    “Mbak melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”

    “Aduh, maaf, Pak, soalnya rambu-nya nggak kelihatan, ketutupan pohon tuu…lagian saya itu baru pertama kali lewat sini, jadi saya kurang paham sama jalanannya…”

    “Ya tapi nggak bisa gitu dong, Mbak tetap melanggar dan harus ditilang”

    “Wah, nggak bisa langsung ditilang gitu, pak! Kan saya sudah bilang tadi alasannya, rambunya tidak kelihatan karena ketutupan pohon, jadi sebenarnya kesalahan bukan di pihak saya. Saya ini mahasiswa hukum lho, pak! Masyarakat sadar hukum! Saya tahu benar pasal-pasal dan penerapannya, bahwa kalau pelanggaran karena rambu yang tidak jelas, tidak bisa dikenakan sanksi!”

    “Memang aturannya seperti itu kok, melanggar ya kena sanksi!”

    “Nahh, itu dia, apalagi saya tadi sudah minta maaf karena pertama kali lewat. Saya ini mahasiswa hukum, Pak, jadi saya tahu aturan persidangan. Saya jelas tidak bersalah karena saya tidak diinformasikan sebelumnya bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Rambu tidak jelas. Saya pertama lewat. Siapa yang bisa memberi tahu saya?”

    “Justru ini saya stop dan saya beritahu, Mbak melanggar!”

    “Benar sekali, terimakasih, Pak, tugas seorang polisi memang untuk membimbing anggota masyarakatnya agar patuh peraturan. Karena itu sekarang saya jadi tahu disini ga boleh belok, dan lain kali tidak melanggar.”

    “Tapi yang ini tetap ditilang!”

    “Wah, saya yakin bapakpun sebagai penegak hukum juga belajar hukum seperti saya di fakultas hukum. Pelanggaran kali ini tidak kena tilang, pak, tapi berikutnya jika saya melanggar lagi, saya harus ditilang. “

    “Ya sudah ngomong sana di sidang tilang!”

    “Sekali lagi pak, saya ini sudah hampir lulus dari fakultas hukum, berarti saya menguasai materi hukum! Coba bapak liat klo ga percaya, ini kartu mahasiswa saya, FAKULTAS HUKUM angkatan tahun ini lulus. Menurut yang saya pelajari, tidak semua pelanggaran harus masuk tahap persidangan, jika sudah diberikan alasan yang valid atas pelanggaran. Saya sudah memberikan alasan saya. Saya bahkan tidak menyalahkan aparat yang meletakkan rambu di tempat yang tidak terlihat.”

    “Ya sudah sana pergi!”

    Mengapa tak pernah gagal… tidak ada teori psikologi di balik tips ini, kecuali pemahaman bahwa kejiwaan manusia bisa terganggu kalau mendengar suara yang memekakan telinga terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Polisi pun juga manusia, yang bisa gila mendengar rentetan alibi tak henti oleh suara yang tak enak didengar.

    Tentunya tips-tips tersebut tidak bermaksud menghina lembaga kepolisian. Kami pun pernah menikmati buah reformasi birokrasi saat mengurus SIM, surat tabrakan dan ditilang. Ramah-cepat-tidak mahal. Justru semua tips ini ditulis supaya pihak berwenang dapat menghindari orang-orang yang suka ngemplang tilang. Ada lagi yang mau membantu upaya penegakan hukum?

    ***

    Sumber: Buku Have a Sip of Margarita dari Margareta Astaman

     
  • erva kurniawan 1:39 am on 8 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Bersinarlah Matahariku 

    Cerpen: Bersinarlah Matahariku By: Riza Faisal

    **

    “Sini, Pak! Sini..,” kuminta suamiku duduk mendekat agar kami tidak ketetesan air hujan. Petang ini, kami sedang berada di terminal kampung Rambutan. Sebuah terminal yang sudah tidak asing lagi di pendengaran kita. Terminal yang bias dibilang begitu …… kumuh!! Tapi dibalik semua itu harus diakui bahwa ratusan keluarga menggantungkan hidupnya di sana.

    Kunikmati sesendok demi sesendok lontong kari dihadapanku. Kulihat suamiku pun demikian, sangat menikmati tahu campur kesukaannya.

    Tiba-tiba mataku tertumbuk pada pemandangan unik didepanku. Si Ibu penjual tahu campur sedang tidur mengeloni anaknya, bocah laki-laki berumur lebih kurang 3 tahunan. Seringkali tetesan air hujan jatuh tepat di dahinya. Si ibu yang begitu cepat tertidur pulas, tak tahu kalau air hujan nakal itu telah mengganggu buah hatinya.

    Aku langsung teringat pada Karim, putra kami. Dalam keadaan seperti itu si Ibu masih tetap dapat mendampingi putranya, sementara aku?

    “Sekarang dia sedang apa ya, Pak?” tanyaku mengejutkan suamiku. “Siapa? Karim?” tebak suamiku yakin.

    “Kenapa, Ibu ingat dia? Sabar, ya Bu. Dia pasti juga ingat Ibu,” hiburnya, membuatku tak bisa menahan air mata.

    “Pak, Ibu kangen dia,” ujarku lirih.

    Untuk pertama kalinya kutinggal anakku sendiri di Bandung, hanya ditemani pengasuhnya. Kami harus datang ke kota metropolitan ini, demi karirku. Dan suamiku rela cuti, hanya untuk mengantarku.

    “Tidak baik Ibu pergi sendiri, walaupun untuk urusan kerja. Biarlah besok Bapak antar. Bapak masih punya jatah cuti, kok!” kata-kata suamiku tadi malam masih terngiang-ngiang di telingaku.  Allah…terangilah selalu hati hamba-Mu ini agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Agar keegosian hati tidak menjebak hamba.

    Kembali kulihat ibu dan anak yang sekarang masih tertidur pulas. Hujan sudah mulai reda. Kami berniat segera pulang. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam.

    “Sudah, Pak,”kataku pada Bapak yang menunggu kaki lima ini, mungkin suami si Ibu.

    “Maaakk! Udah tuh!” teriakannya mengagetkan si Ibu.

    Cepat-cepat Si Ibu bangun dan mengatakan harga dua piring dan dua gelas yang telah kami habiskan. Si kecil pun ikut terbangun. Sambil duduk dia balik memainkan air hujan yang menggenang di dekatnya. Dasar anak-anak. Sepertinya mereka tidak peduli dan bahkan tidak pernah menuntut kehidupan yang lebih baik dari yang sedang mereka jalani. Apapun yang terjadi pada mereka… bagaimana pun kondisi mereka… mereka akan selalu menikmatinya. Setelah kubayar jumlah yang disebutkan, kami pun beranjak pergi.

    Setengah berlari, kami menuju tempat bus antar propinsi dan berebut dengan penumpang lainnya. Bus Patas AC ini tak menghilangkan penat yang kami rasakan. Belum lagi rasa bersalah yang memenuhi dadaku. Sengaja atau tidak aku telah memaksa suamiku meninggalkan tumpukan tugas kantornya. Juga telah menelantarkan anakku…membiarkannya semalam bersama orang lain. Tanpa suara lantunan ayat suci dan dendangan sholawatku yang biasa mengantar tidurnya.

    “Maafkan Ibu, Pak,” ucapku sambil bersandar di pundak suamiku disambut dengan elusan tangannya di punggung tanganku. Selanjutnya, kubaca Al Fatihah dan kukirim khusus buat buah hatiku…sekedar mengurangi rasa bersalah ini.

    Kami tiba di rumah pukul satu tepat. Karim sudah pulas…sendirian. Wajah tanpa dosanya membuat air mataku kembali deras mengalir. Maafkan Ibu, Sayang. Kucium dahi bocahku. Besok, Insya Allah tepat sebelas bulan usianya. Dan sampai hari ini aku masih tetap sibuk, bukan mengurusnya tapi mengurus pekerjaanku, mengejar karirku. Allahu robbi.

    “Selamat, Mbak Fati. Saya dengar presentasi Mbak kemarin sukses!” sambut Ine, teman seruanganku membuatku terkejut.

    “Maaf, Ne. Saya terlambat. Si Adek (panggilanku untuk Karim) tidurnya pulas. Baru bangun jam tujuh tadi, jadi Saya menunggunya. Maklum, kemarin kan tidak ketemu seharian. Saya kangen, eui!” kataku sambil tersenyum.

    “Pak Bos sepertinya paham kok, Mbak. Barusan, rekanan kita yang di Jakarta telpon pada beliau dan mengatakan bahwa presentasi Mbak membuat mereka tertarik. Hasilnya, order dalam jumlah besar dan dalam waktu dekat!!” kata Ine berapi-api. “Pesan Direktur, begitu sampai Mbak diharap segera menghadap. Sepertinya Beliau ingin menyampaikan selamat secara langsung pada Mbak,” lanjutnya.

    **

    Sekarang, sudah tiga bulan sejak peristiwa itu. Aku masih berkutat dengan pekerjaanku yang dinilai cukup sukses oleh tim manajemen. Kemarin, Direktur memanggilku. Aku dipromosikan untuk sebuah jabatan baru. Imbalan yang ditawarkan cukup memikat. Bahkan kalau boleh jujur, jauh lebih tinggi dari gaji suamiku. Sebuah tawaran yang sempat membuatku bimbang. Dan aku minta waktu dua hari untuk memikirkannya.

    “Terima saja, Fati. Dengan gaji sebesar itu, impian kalian akan segera terwujud. Rumah.. bahkan mobil mewah!! Putramu akan menjadi anak orang kaya. Segala yang dimintanya dapat kalian penuhi dengan segera. Kalian bias pergi berlibur, bahkan ke luar negeri!! Dan yang pasti, kamu juga dapat membantu suamimu meringankan bebannya. Ayo, Fati. Kesempatan tidak datang dua kali. Ambil kesempatan ini atau kalian tetap akan seperti sekarang?” “Jangan Nurul. Uang belum tentu menjamin kebahagiaan. Bisa jadi kamu akan semakin sering menelantarkan keluargamu. Membiarkan mereka tanpa kehadiranmu. Dan putramu hanya akan terpenuhi kebutuhan materinya saja. Sementara, kasih sayang seorang Ibu yang dia butuhkan sulit kamu penuhi. Kamu mungkin hanya bisa membelikan tanpa pernah mengetahui kapan dia memakainya. Yang paling menyedihkan adalah jika kemudian dia menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya daripada dengan ibunya.” Batinku mulai berperang. Ya Allah, Bantu hamba memutuskan yang terbaik. Berilah hamba petunjuk dan hidayah-Mu, Robbi.

    Tak terasa hari ini adalah deadline dimana aku harus memberikan jawaban pada Direkturku. Pagi ini seperti biasa kami berangkat berdua. Karim melambaikan tangannya saat kami tinggal tadi. Oh, matahariku. Bersinarlah terus Sayang…Ibu ingin selalu melihat sinarmu dalam setiap helaan nafas Ibu.

    “Karim, sini Nak. Ibu bacakan ceritanya. Karim mau cerita yang mana?”

    “Ni….,”katanya sambil menunjuk salah satu cerita dari buku serial Anak Muslim: kisah sebuah tong sampah. Mulailah aku bercerita lengkap dengan mimik wajah yang sangat disukainya. Bahkan kadang dia menirukan caraku bercerita saat menceritakan kembali kisah tersebut ke teman bermainnya. Allah..Subhannallah. Senyumku mengembang, senyum yang tak pernah kurasakan ketika aku masih sibuk dengan pekerjaanku enam bulan yang lalu.

    Memang, aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Sebuah keputusan yang disesalkan banyak pihak terutama di tempat aku bekerja. Namun sekaligus sangat menggembirakan keluargaku.

    “Alhamdulillah, Bapak bangga pada Ibu. Saat di puncak karir, Ibu rela melepaskannya demi keluarga. Bapak memang tidak salah memilih pendamping hidup dan Ibu dari anak-anak kita. Alhamdulillah,” kata-kata suamiku masih cukup melekat dibenakku saat aku ungkapkan keputusanku, pada malam sebelum aku menghadap direkturku.

    “Iya Pak. Ibu iri pada Ibu pedagang kaki lima di terminal kampung rambutan waktu itu, yang bisa terus bersama putranya. Sementara Ibu hanya bisa memberikan materi untuk Karim. Padahal kita berdua sangat paham bahwa waktu bersama orang tua adalah saat yang penting bagi perkembangan anak kita,” sahutku waktu itu.

    Alhamdulillah, sekarang aku di rumah. Menunggu suamiku pulang dari kerjanya sambil menjaga butik kecil yang kurintis enam bulan lalu. Sementara Karim terlelap setelah mendengar ceritaku. Subhannallah..Alhamdulillah, Ya Allah. Kau tunjukkan pada hamba jalan ini, gumamku sambil berjalan menuju tempat tidur bocah kecilku. (Awal Maret-03)

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:35 am on 7 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Setiap Langkah Adalah Anugerah 

    Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, bernama Ralph.

    Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memper kenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

    “Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor.

    “Melakukan apa ?” kata Ralph.

    “Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?”

    “Oh,” kata Ralph, “selama perang, saya kira.”

    Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. “Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,” katanya. “Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.”

    Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas

    ***

    Oleh: Barbara Brown Taylor

     
  • erva kurniawan 1:17 am on 6 October 2010 Permalink | Balas  

    Ilustrasi Manajemen Waktu 

    Suatu hari, seorang ahli ‘Manajemen Waktu’ berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya.

    Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia mengeluarkan toples berukuran galon yang bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja.

    Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples.

    Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yang muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya: ” Apakah toples ini sudah penuh?”

    Semua siswanya serentak menjawab, “Sudah!” Kemudian dia berkata, “Benarkah?” Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang- guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.

    Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: “Apakah toples ini sudah penuh?”

    Kali ini para siswanya hanya tertegun,”Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab. “Bagus!” jawabnya.

    Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.

    Sekali lagi dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?”

    “Belum!” serentak para siswanya menjawab. Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”

    Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.

    Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: “Apakah maksud dari ilustrasi ini?”

    Seorang siswanya yang antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!”

    “Bukan!”, jawab si ahli, “Bukan itu maksudnya.

    Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa : JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.

    “Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yang kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.

    Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yang pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu”.

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 2:53 am on 5 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: Cara Cepat Sembuh dari Flu   

    Jakarta, Cuaca yang tidak menentu membua… 


    Jakarta, Cuaca yang tidak menentu membuat siapa saja bisa terserang flu atau common cold. Gejala awal seperti bersin dan meriang bisa hilang tanpa diobati, hanya dengan beberapa langkah sederhana seperti istirahat dan minum teh hijau.

    Flu tergolong self limiting disease, yang berarti bisa sembuh dengan sendirinya. Pengobatan dibutuhkan jika gejala yang dialami cukup parah hingga mengganggu aktivitas. Jika gejalanya ringan, maka secara alami sistem kekebalan tubuh akan memberikan perlawanan terhadap virus flu.

    Berikut ini beberapa tips untuk membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh saat terkena flu, dikutip dari MensHealth, Minggu (23/5/2010).

    Sarapan antivirus

    Jika bangun pagi dalam kondisi kurang sehat, jangan sekali-kali melewatkan waktu sarapan. Sebuah penelitian di Belanda membuktikan, sarapan sebanyak 1.200 kalori meningkatkan kadar gama interferon dalam darah hingga 450 kali lipat dibandingkan tidak sarapan sama sekali. Senyawa tersebut merupakan antivirus alami dalam tubuh yang berfungsi untuk menangkal serangan flu.

    Lawan dengan stres

    Jika berkepanjangan, stres memang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Namun untuk jangka pendek, menyibukkan diri dengan pekerjaan yang berat justru efektif mengurangi gejala flu. Menurut sebuah penelitian di Ohio State University, stres jangka pendek bisa melawan flu jika berlangsung tidak lebih dari setengah atau satu hari.

    Seduh kopi atau teh hijau

    Kopi atau green tea di sore hari tidak hanya membuat tubuh lebih rileks, tetapi membantu sistem pertahanan tubuh untuk melawan virus. Minuman tersebut juga mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki khasiat untuk mematikan virus. Tips ini pernah diteliti di Kanada, dengan memasukkan daun teh hijau ke dalam koloni adenovirus penyebab flu. Hasilnya, aktivitas replikasi atau menggandakan diri pada virus berhenti.

    Istirahat yang cukup

    Idealnya dalam sehari tidur tidak kurang dari 7-8 jam. Menurut penelitian di UCLA, berkurangnya waktu tidur sebesar 40 persen akan menurunkan sistem imun hingga 50 persen. Namun jangan sesekali memaksakan tidur dengan cara minum alkohol karena hal ini justru melemahkan sistem imun. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar misalnya t-shirt dan celana pendek agar peredaran darah lancar, dan bisa tidur dengan lebih nyaman.

    Tetap lakukan aktivitas ringan

    Riset yang dilakukan oleh University of Massachusetts membuktikan, aktivitas fisik yang ringan bisa mengurangi risiko infeksi saluran napas hingga 25 persen dibandingkan dengan hanya diam sepanjang hari. Aktivitas ringan memicu produksi sel darah putih, yang fungsinya untuk melawan infeksi virus maupun bakteri. Aktivitas tersebut tidak boleh terlalu berat, karena kelelahan membuat tubuh rentan terhadap infeksi. Bahkan pada atlet marathon sekalipun, risiko infeksi akan meningkat setelah mengikuti lomba. (up/ir)

    ***

    health.detik.com/read/2010/05/23/153150/1362494/766/cara-cepat-sembuh-dari-flu?l991101755

     
  • erva kurniawan 1:59 am on 4 October 2010 Permalink | Balas  

    Mukjizat Qs. Al-Israa’: 44 Mencengangkan Para Ilmuwan Barat 

    Mukjizat Allah Subhanahu wa Ta’ala mencengangkan para ilmuwan barat

    Assalaamu’alaikum warahmatulLaah wabarakaatuh,

    **

    Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of plant Molecular Biologist, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.

    Para ilmuwan selama hampir 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhahiyah) dengan sebuah alat yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik.

    Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal seperti diakui oleh sang professor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menfsirkan fenomena itu bahkan semuanya tercengang tidak tahu harus berkomentar apa.

    Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan diantara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India. Setelah 5 hari mengadakan mengadakan penelitian dan pengkajian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: “Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1400 tahun yang lalu”.

    Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.

    Sang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah, “….Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (QS. Al-Israa’: 44)

    Tidaklah suara denyutan itu melainkan lafadz jalalah (nama Allah Azza wa Jalla) sebagaimana tampak dalam layer (Oscilloscope). Maka keheningan dan keheranan luarbiasa menghiasi aula dimana para ilmuwan muslim tersebut berbicara.

    SubhanalLaah, Maha Suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian banyak mukjizat agama yang haq ini!! Segala sesuatu bertasbih menggunakan nama Allah Jalla wa ‘Ala. Akhirnya orang yang bertanggungjawab terhadap penelitian ini, yaitu Prof. William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang dibawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia menghadiahkan alQur’an dan terjemahnya kepada sang professor.

    Selang beberapa hari setelah itu, professor William mengadakan ceramah di universitas Carnich – Miloun, ia mengatakan: “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bias kita temukan adalah didalam alQur’an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya”

    Sang professor ini telah mengumumkan Islam nya dihadapan para hadirin yang sedang terperangah.

    Allahu Akbar !! Kemuliaan hanyalah bagi Islam, ketika seorang ilmuwan sadar dari kelalaiannya dan mengetahui bahwa agama yang haq ini adalah agama Islam. (Faiz)

    ***

    Dikutip dari Majalah QIBLATI edisi no. 11 tahun 2006/1427 H

     
    • iQbaL 2:07 pm on 12 Oktober 2010 Permalink

      SubhanalLah . . .
      Maha Suci ALLAH SWT!

    • tara 11:01 am on 13 Oktober 2010 Permalink

      Maha Suci Allah SWT semoga diberikan jalan dan kesadaran bagi orang orang yang belum percaya ISLAM sepenuhnya

    • doddyzero 8:47 pm on 15 Oktober 2010 Permalink

      saya terharu mau nangis….ALLAH AKBAR…Islam terbukti benar

  • erva kurniawan 1:56 am on 3 October 2010 Permalink | Balas  

    Demi Masa 

    Distribusi normal manusia meninggal dunia (tahun), rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas)

    Pukul rata manusia meninggal 65 th, beruntung yg diberikan umur panjang dan dimanfaatkan sisa umurnya.

    Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia?

    Laki-laki Baligh * 15 tahun dan Wanita Baligh * 12 tahun

    Usia Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus: MATI-BALIGH= sisa USIA ? 65-15= 50 tahun

    Lalu 50 tahun ini digunakan untuk apa saja ?

    12 jam siang hari, 12 jam malam hari, 24 jam satu hari satu malam

    Mari kita tela’ah bersama.

    Waktu kita tidur * 8 jam/hari

    Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun, 7 bulan?? dibulatkan menjadi 17 tahun

    Logikanya : Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya?

    Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor, bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis tertidur!!! Hati-hati dengan penyakit ?TUMOR?

    Waktu aktivitas kita di siang hari * 12 jam. Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam=219000 jam= 25 tahun

    Aktivitas disiang hari : Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling? dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain??..

    Waktu aktivitas santai atau rilexsasi * 4 jam Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun

    Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan??

    17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun. Tidur??Ngelembur?Nganggur

    Lalu kapan Ibadahnya? Padahal manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki Illahi. Maut datang menjemput tak pernah bersahut. Malaikat datang menuntut untuk merenggut. Manusia tak kuasa untuk berbicara. Tuhan Maha Kuasa atas syurga dan Neraka?

    Memang benar! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lha wong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah?

    Memang benar ! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sanah sikut sinih, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang, jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya ?

    Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah? Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia.  Lalu kapan ibadahnya?

    Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup ?! Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga??? Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita !

    Berapa sholat kita dalam 50 tahun ?

    1x sholat = * 10 menit ?..5x sholat * 1 jam

    Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun, ini dengan asumsi semua sholat kita diterima oleh Allah swt.

    Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat???? 2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita? Itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima. Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa.

    Logika dari logikanya: Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian. Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana.

    Solusi: Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat.  Jangan di tunda-tunda lagi? Ingat malaikat maut akan datang kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Akhirat adalah tujuan kita yang terakhir! Apakah kita siap menyambut malaikat maut kapan saja dan dimana saja ?

    ***

    Dari Sahabat

     
    • Sri Mulyati 1:29 pm on 3 Oktober 2010 Permalink

      artikelnya bags ..izin copi ya..

  • erva kurniawan 1:42 am on 2 October 2010 Permalink | Balas  

    Tak Kan Pernah Setinggi Gunung 

    Penyakit sombong menyebabkan iblis tidak mau tunduk terhadap perintah Allah untuk bersujud. Penyakit ini diwarisi oleh para pengikutnya.

    Seperti Fir’aun yang enggan menerima kebenaran yang dibawa oleh Musa karena congkak lantaran kekuasaannya. Juga Qarun yang membusungkan dada lantaran banyaknya harta yang dia miliki, “Dan (juga) Qarun, Fir’aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).” (QS. Al-Ankabut:39)

    Rasa gengsi juga menjangkiti kaum Yahudi hingga tidak mau beriman kepada Rosul sholallahu ‘alaihi wa salam, padahal mereka mengenal Nabi, menyaksikannya dan mengenali pula tanda-tanda kenabiannya. Allah berfirman, “Orang-orang (Yahudi dan Nashrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 147)

    Sifat angkuh pula yang menjadi penghalang Abu Jahal untuk beriman. Ketika dia ditanya alasan yang menghalanginya untuk mengimani Nabi -padahal dia mengetahui pasti-, Abu Jahal menjawab, “Kami berlomba dengan Bani Hasyim dalam hal kehormatan, hingga tatkala kami berlomba laksana kuda yang sedang bertanding, tiba-tiba mereka (Bani Hasyim) berkata, “Diantara kami ada seorang Nabi, lantas kapan kita akan mendapatkannya? Demi Allah aku tidak sudi mengimaninya.”

    Begitulah, kesombongan menjadi penghalang utama sampainya hidayah, meskipun awalnya akal membenarkannya. Pada tataran berikutnya, penyakit ini dengan cepat akan merusak fungsi hati untuk mendefinisikan mana yang benar, mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk. Karena parameterya adalah nafsu yang telah buta terhadap segala kekurangan diri. Jika demkian, ia mengidap (minimal) penyakit ‘rabun’ kebenaran. Dan ujungnya adalah buta terhadap kebenaran. Allah berfirman, “demikianlah Allah mengunci mati hati yang sombong dan sewenang-wenang.” (QS. Al-Mukmin:35)

    Ibnu Katsier menafsirkan, “Maka setelah itu dia tidak lagi mengenal yang ma’ruf dan tidak pula mengingkari yang mungkar.”

    Di samping itu, manusia sudah pasti merasa jengah melihat polah orang yang pongah. Karena hanya mau menasehati, tak sudi menerima masukan. Hanya mau menyalahkan, tanpa mau dikritik, apalagi disalakan. Hanya ingin orang menghargai dirinya, tanpa mau menghargai orang lain.

    Belum lagi di akhirat, Allah mengancam mereka, “(Dikatakan kepada mereka): Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” (QS. Al-Mukmin:76)

    Karenanya, tiada patut bagi siapapun orangnya untuk menyombongkan diri. Sehebat apapun manusia, dia tak kan pernah setinggi gunung. Allah Subhanahu Wa Ta’ala, “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Israa’:37)

    Wallahul muwaffiq. (Abu Umar Abdillah)

    ***

    Dikutip dari Majalah Islam Ar-Risalah No.62/Th.VI Rajab – Sya’ban 1427 H / Agustus 2006 M Halaman 9.

     
    • Sri Mulyati 8:28 pm on 2 Oktober 2010 Permalink

      izin copi ya…

  • erva kurniawan 2:44 am on 1 October 2010 Permalink | Balas
    Tags: Tersetrum Listrik   

    Dahsyatnya Efek Tersetrum Listrik 

    Vera Farah Bararah – detikHealth

    Jakarta, Tersetrum aliran listrik bisa jadi hal yang menakutkan bagi siapapun, karena jika bertegangan tinggi atau berlangsung lama bisa menyebabkan kematian. Cedera apa saja yang diderita orang yang tersetrum listrik?

    Listrik merupakan salah satu kebutuhan untuk membantu berbagai kegiatan. Tapi jika seseorang tidak berhati-hati dalam penggunaannya, maka hal yang berguna ini justru bisa membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya.

    Seperti dikutip dari Howstuffworks, Senin (24/5/2010) tubuh manusia adalah sebuah konduktor (penghantar listrik) yang sangat baik, karena sekitar 70 persen tubuh manusia terdiri dari air.

    Hal ini membuat aliran listrik sangat mudah melalui tubuh manusia dalam hitungan detik. Semakin tinggi dan lama aliran listrik yang diterima oleh tubuh, maka akan semakin serius luka yang ditimbulkan.

    Berapapun aliran listrik yang diterima oleh tubuh tetap menimbulkan sengatan atau getaran. Namun tegangan ini terkadang bisa dirasakan oleh seseorang tapi ada juga yang tak terasa oleh tubuh.

    Sengatan listrik yang kecil minimal bisa menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala, kelelahan atau kejang otot, ketidaksadaran sementara dan sesak napas sementara.

    Tapi jika berlangsung lama atau dalam tegangan tinggi bisa menyebabkan luka bakar, kehilangan penglihatan, kerusakan otak, serangan jantung, berhenti bernapas dan kematian.

    Apabila seseorang mengalami shock sesaat, maka hanya akan menimbulkan rasa sakit. Tapi jika tegangannya cukup tinggi juga bisa berakibat fatal, meskipun hanya beberapa detik saja. Misalnya jika alirannya mencapai 100 mA, kemungkinan bisa menyebabkan kematian hanya dalam waktu 2 detik saja.

    Seseorang hanya akan bisa bertahan pada aliran listrik yang kurang dari 10 mA, karena masih memiliki kendali terhadap otot-otot lengannya. Jika lebih dari itu, kemungkinan sudah tidak memiliki kendali lagi. Hal inilah yang membuat seseorang tidak bisa melepaskan alat listrik (semakin memperketat cengkeraman alat listrik), sehingga aliran listrik akan semakin kuat melalui tubuh dan menimbulkan luka serius.

    Aliran listrik yang parah bisa menyebabkan kerusakan yang lebih banyak bagi tubuh, tapi terkadang tidak terlihat oleh mata. Seseorang mungkin akan mengalami perdarahan internal, rusaknya jaringan, saraf dan otot atau bahkan menyebabkan luka yang tersembunyi. Namun jika tegangannya terlalu tinggi, maka kematian tidak bisa dihindari.

    Jika ada seseorang yang tersetrum listrik, sebaiknya jangan menyentuh orang tersebut karena aliran listrik bisa berpindah dan membuat keduanya tersetrum bersama.

    Gunakanlah alat yang tidak menghantarkan listrik untuk mendorong korban atau mencabut stop kontaknya. Setelah terlepas pakai handuk kering untuk memeriksa pernapasannya dan segera mencari pertolongan medis.

    (ver/ir)

    ***

    http://health.detik.com/read/2010/05/24/073346/1362652/763/dahsyatnya-efek-tersetrum-listrik?l991101755

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: