Penggalan Khutbah Jum’at – Dr Amina Wadud  

Penggalan Khutbah Jum’at – Dr Amina Wadud

Tidak ada ayat dalam Al Qur’an yang menyebutkan bahwa wanita tidak boleh menjadi imam. Pada abad ke-7, Nabi Muhammad pernah mengizinkan wanita menjadi imam bagi jamaah laki-laki dan perempuan. Nabi Muhammad meminta Ummu Waraqah menjadi imam dalam shalat Jum’at bagi jamaah di luar kota Madinah.

Namun, hukum yang kebanyakan diciptakan kaum pria menghapus hak-hak wanita muslim. Sehingga wanita muslim kehilangan hak-hak intelektualitas dan haknya menjadi pemimpin spritual. Kaum muslim menggunakan interpretasi sejarah yang salah dan mundur ke belakang.

Kita sebagai umat Islam yang hidup di abad ke-21, mempunyai mandat untuk memperbaiki tanggungjawab partisipasi lelaki dan perempuan. Kita harus saling bergandeng-tangan untuk memperbaiki posisi wanita yang selama ini dipandang sebagai ‘rekanan seksual’ belaka.

Wanita bukanlah seperti dasi, yang menjadi pelengkap busana. Kapanpun lelaki melakukan kontak dengan wanita, maka wanita harus diperlakukan secara sejajar dan seimbang. Melalui Sholat Jumat kali ini, kita sama-sama melangkah ke depan. Langkah ini merupakan simbol dari adanya banyak kemungkinan dalam Islam

Manhattan, 18 Maret 2005 [di kutip dari majalah GATRA, no 20 tahun XI -2 April 2005]