Updates from Agustus, 2011 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 1:25 am on 31 August 2011 Permalink | Balas  

    Catatan seorang penulis 

    Catatan seorang penulis buku ini bisa menjadi pelajaran yang berharga

    “Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja. Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku. Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.

    Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.”

    Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri. Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri. Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya.

    ***

    Sumber: Sahabat

    Iklan
     
  • erva kurniawan 1:31 am on 30 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , rahasia bulan   

    Inilah Rahasia Terbesar Bulan 

    Inilah Rahasia Terbesar Bulan

    Meski benda langit ini sangat dekat dengan Bumi, terdapat banyak rahasia yang dipegangnya. Rahasia terbesar apa yang dipegang benda langit yang mengorbit Bumi ini?

    ‘Dekat’ di sini tentunya memiliki konteks relative. Bulatan putih abu-abu di langit Bumi ini berjarak 362 ribu km dari Bumi. Misi menuju bulan tentunya tak mudah, terutama pada misi berawak. Tak ada manusia yang menginjakkan kaki ke bulan sebelum 1972.

    Setelahnya, banyak negara di seluruh dunia mulai melakukan riset pada satelit Bumi ini. Misi masa depan oleh robot dan manusia akan membantu memecahkan beberapa teka-teki utama Bulan. Termasuk.

    Cara bulan sampai di posisinya sekarang

    Para ilmuwan mengaku memiliki ide apa yang sebenarnya terjadi. Banyak garis bukti (inti kecil bulan, unsur tertentu yang saling melengkapi dan simulasi komputer putaran orbital bulan selama ribuan tahun) menunjukkan, bulan lahir dari tabrakan raksasa.

    Menurut teori ini, sekitar 4,5 miliar tahun silam, benda seukuran Mars menghantam Bumi yang masih muda dan cair. Materi hasil tabrakan itu pun bergabung menjadi bulan.

    Bulan ‘biru’

    Terbukti, banyak air berada di luar dan dalam bulan. Hal ini membuat para peneliti mencapai satu kesimpulan. “Makin diperiksa, makin banyak air ditemukan di tempat dan kedalaman yang berbeda,” ujar profesor fisika Neil Comins di University of Maine.

    Hasil studi menunjukkan, interior bulan jauh lebih basah dari seharusnya. Pemeriksaan kembali terbaru pada sampel batuan yang dibawa ke Bumi pun memiliki tanda air. “Sebuah pertanyaan terbuka mengenai asal dan distribusi air di bulan,” kata Comins.

    ‘Terkunci’ Bumi

    Bulan ‘terkunci’ Bumi. Artinya, hanya ada satu belahan yang dihadapi bumi. Sisi disebut maria, atau ‘laut,’ magma dingin. Anehnya, maria hampir tak ditemui di sisi belakang bulan, seperti yang diungkap data dari satelit (dan dilihat langsung astronot Apollo 8).

    Belahan dingin ini diketahui memiliki kerak yang tebal (15 km) dibanding belahan lain. Hal ini membuat belahan di sisi lain lebih mudah retak akibat serangan meteorit yang melepas pembentuk maria magma kedalaman bulan, kata Comins. Namun, kerak asimetri ini sendiri merupakan teka-teki.

    Model yang lebih besar pada interior bulan dan pemahaman yang lebih baik pada kerusakan yang timbul akibat tabrakan bisa membantu menjelaskan ‘dua wajah’ aneh ini.

    Kunci keberadaan manusia?

    Pada seperempat diameter dan lebih dari 1% massa Bumi, bulan menjadi satelit alami terbesar kelima dalam tata surya. Massa bulan yang cukup dan gravitasinya menstabilkan ‘goyangan’ di sumbu Bumi.

    Selain itu, bulan menyebabkan pasang laut di Bumi yang mungkin membantu ‘mengaduk sup purba,’ lanjut Comins lagi. Singkatnya, para astronom bertanya-tanya apakah dunia seperti Bumi butuh bulan besar agar kehidupan bisa berkembang.

    Jawabannya pertanyaan itu mungkin berada di planet tetangga, Mars. Planet Merah itu memiliki dua bulan kecil. “Saat manusia ke Mars dan menentukan apakah dan bagaimana kehidupan disana berevolusi. Hal itu akan membantu lebih memahami cara kehidupan terbentuk tanpa bulan,” tutup Comins. [mdr]

    ***

    id.berita.yahoo.com/inilah-rahasia-terbesar-bulan-025100419.html

     
  • erva kurniawan 1:10 am on 29 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Satu Siang di Lampu Merah 

    Satu siang di Bekasi, lampu merah menyala. Seorang nenek-nenek renta dengan hanya sebelah tangan menawarkan sapu lidi, sebelah tangannya lagi tidak nampak, hanya terlihat pangkal lengan yang kosong. Hatiku nyeri, kuturunkan kaca mobil,

    “Berapa Nek ?”“Sepuluh ribu neng… ”

    Kuulurkan sepuluh ribuan, kukira aku akan mendapat satu sapu lidi. Tapi nenek-nenek itu mengangsurkan semua, tiga sapu lidi yang dipegang dengan sebelah tangannya yang tersisa.

    “Saya cuma beli satu Nek” kataku ragu

    “Enggak pa pa neng, tiga-tiganya ini sepuluh ribu” jawab nenek itu

    Lalu nenek itu mengucapkan terima kasih yang diteruskan dengan rentetan doa untuk keselamatan dan keberkahan bagiku. Sepuluh ribu untuk tiga sapu lidi, dan untuk doa yang tak ternilai harganya….

    Tapi tiba-tiba,

    “Ngapain sih beli begituan ?” hmmmmm, teman seperjalananku protes

    “Nggak liat kenapa ?” jawabku rada sengak juga

    “Sepuluh orang aja seperti kamu, seratus ribu sehari, tiga juta sebulan”

    Aku memilih diam

    “Gaji pramusiwi saja nggak sampai segitu”

    “Nenek itu nggak mungkin jadi pramusiwi neng… ” balasku

    “Tiga juta sebulan dari sapu lidi begituan” masih saja bersungut-sungut

    “Oke, kamu gantian jadi nenek itu, tiga juta sebulan. Mau ?!!”

    Huhhhh, menguap semua protes….

    EPILOG:

    Apa susahnya berbagi sedikit keberuntungan kita, untuk ketidak beruntungan orang lain ? Ngomong-ngomong, aku sendirian di mobil, jadi kenalkan, itu tadi sisi diriku yang lain…

    ***

    Sumber: Kaskus.us

     
    • sonny 11:08 pm on 28 Januari 2012 Permalink

      hmmmm tidak ada salahnya berbagi sedikit rejeki dengan orang lain yang membutuhkan,tindakan yang tepat gan…salam :)

  • erva kurniawan 1:49 am on 28 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Gaji Papa Berapa? 

    Gaji Papa Berapa?

    Seperti biasa Doni, Kepala Cabang di salah satu Bank swasta di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Kiran, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya Ia sudah menunggu cukup lama. “Kok, belum tidur ?” sapa Doni sambil mencium anaknya. Biasanya Kiran memang sudah lelap ketika Ia pulang dan baru terjaga ketika Ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

    Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Kiran menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”.

    “Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”.

    “Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Kiran singkat.

    “Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 Hari kerja. Sabtu dan minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”. Kiran berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Doni beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Kiran berlari mengikutinya. “Kalo satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000,- dong” katanya.

    “Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Doni tetapi Kiran tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Kiran kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- enggak ?”.

    “Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

    “Tapi Papa…”

    Kesabaran Doni pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Kiran. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Doni nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Kiran di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Kiran didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

    Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Doni berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Kiran. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” tanya Doni. “Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

    “lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Doni lembut.

    “Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya Ada Rp15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-maka setengah jam aku harus ganti Rp 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Kiran polos.

    Donipun terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

    ***

    Dari Sahabat

     
    • Nony syarifiani m 8:40 pm on 6 September 2011 Permalink

      Kasih syg org tua mmg sgt d’prlukan,.

  • erva kurniawan 1:32 am on 27 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Kisah Cinta Abu Mubarak 

    Kisah Cinta Abu Mubarak

    Inilah kisah indah percintaan seorang tabi’in mulia. Namanya Mubarak.

    Dulu, Mubarak itu seorang hamba. Tuannya memerdekakannya kerana keluhuran pekerti dan kejujurannya. Setelah merdeka ia bekerja pada seorang kaya raya yang memiliki kebun delima yang cukup luas. Ia bekerja sebagai penjaga kebun itu. Keramahan dan kehalusan tutur sapanya, membuatnya disenangi semua temannya dan penduduk di sekitar kebun.

    Suatu hari pemilik kebun itu memanggilnya dan berkata: “Mubarak, tolong petikkan buah delima yang manis dan masak!”

    Mubarak seketika itu bergegas ke kebun. Ia memetikkan beberapa buah dan membawanya pada Tuannya. Ia menyerahkan pada Tuannya. Majikannya mencuba delima itu dengan penuh semangat. Namun apa yang terjadi, ternyata delima yang dipetik Mubarak rasanya masam dan belum masak. Ia mencuba satu persatu dan semuanya tidak ada yang manis dan masak..

    Pemilik kebun itu gusar dan berkata: ”Apakah kau tidak dapat membedakan mana yang masak dan yang belum masak? Mana yang manis dan mana yang masam?”

    “Maafkan saya Tuan, saya sama sekali belum pernah merasakan delima. Bagaimana saya boleh merasakan yang manis dan yang kecut,” jawab Mubarak.

    “Apa? Kamu sudah sekian tahun bekerja di weesini dan menjaga kebun delima yang luas yang telah berpuluh kali berbuah dan kau katakan belum merasakan delima. Kau berani berkata seperti itu!” Pemilik kebun itu marah merasa dipermainkan.

    “Demi Allah Tuan, saya tidak pernah memetik satu butir buah delima pun. Bukankah anda hanya memerintahkan saya menjaganya dan tidak memberi izin pada saya untuk memakannya?” lirih Mubarak.

    Mendengar ucapan itu pemilik kebun itu tersentak. Namun ia tidak langsung percaya begitu saja. Ia lalu pergi bertanya kepada teman-teman Mubarak dan tetangga disekitarnya tentang kebenaran ucapan Mubarak. Teman-temannya mengakui tidak pernah melihat Mubarak makan buah delima. Juga tetangganya.

    Seorang temannya bersaksi: “Ia seorang yang jujur, selama ini tidak pernah berbohong. Jika ia tidak pernah makan satu buah pun sejak bekerja disini bererti itu benar.”

    ***

    Kejadian itu benar-benar menyentuh hati sang pemilik kebun. Diam-diam ia kagum dengan kejujuran pekerjanya itu.

    Untuk lebih meyakinkan dirinya, ia kembali memanggil Mubarak:

    “Mubarak, sekali lagi, apakah benar kau tidak makan satu buah pun selama menjaga kebun ini?”

    “Benar Tuan.”

    “Berilah aku alasan yang boleh aku terima!”

    “Aku tidak tahu apakah Tuan akan menerima penjelasanku apa tidak. Saat aku pertama kali datang untuk bekerja menjaga kebun ini, Tuan mengatakan tugas saya hanya menjaga. Itu aqadnya. Tuan tidak mengatakan aku boleh merasakan delima yang aku jaga. Selama ini aku menjaga agar perutku tidak dimasuki makanan yang syubhat apalagi haram. Bagiku kerana tidak ada izin yang jelas dari Tuan, maka aku tidak boleh memakannya.”

    “Meskipun itu delima yang jatuh di tanah, Mubarak?”

    “Ya, meskipun delima yang jatuh ditanah. Sebab itu bukan milikku, tidak halal bagiku. Kecuali jika pemiliknya mengizinkan aku boleh memakannya.”

    Kedua mata pemilik kebun itu berkaca-kaca. Ia sangat tersentuh dan terharu. Ia mengusap air matanya dengan sapu tangan dan berkata, “Hai Mubarak, aku hanya memiliki seorang anak perempuan. Menurutmu aku mengahwinkannya dengan siapa?”

    Mubarak menjawab:  “Orang-orang Yahudi mengahwinkan anaknya dengan seseorang kerana harta. Orang Nasrani mengahwinkan kerana keindahan. Dan orang Arab mengahwinkan kerana nasab dan keturunannya. Sedangkan orang Muslim mengahwinkan anaknya pada seseorang kerana melihat iman dan taqwanya. Anda tinggal memilih, mahu masuk golongan yang mana? Dan kahwinkanlah puterimu dengan orang yang kau anggap satu golongan denganmu.”

    Pemilik kebun berkata: ”Aku rasa tak ada orang yang lebih bertakwa darimu.”

    Akhirnya pemilik kebun itu mengahwinkan puterinya dengan Mubarak. Puteri pemilik kebun itu ternyata gadis cantik yang solehah dan cerdas. Ia hafal kitab Allah dan mengerti sunnah NabiNya. Dengan kejujuran dan ketaqwaan, Mubarak memperoleh nikmat yang agung dari Allah SWT. Ia hidup dalam syurga cinta. Dari percintaan pasangan mulia itu lahirlah seorang anak lelaki yang diberi nama“Abdullah”. Setelah dewasa anak ini dikenal dengan sebutan “Imam Abdullah bin Mubarak” atau “Ibnu Mubarak”, seorang ulama di kalangan tabi’in yang sangat terkenal. Selain dikenali sebagai ahli hadis, Imam Abdullah bin Mubarak juga dikenali sebagai ahli zuhud. Kedalaman ilmu dan ketaqwaannya banyak diakui ulama pada zamannya.

    Inilah Buah cinta yang Berasaskan Ketaqwaan, semoga kita dianugerahkan cinta yang disertai ketaqwaan.

    ***

    Sumber: Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:51 am on 26 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Peri dan Petani 

    Peri dan Petani

    Tulisan ini diinspirasi oleh cerita seorang sahabat. Ceritanya sebenarnya sudah banyak diketahui orang, tapi ada sedikit modifikasi yang membuatnya menjadi menarik untuk diceritakan kembali. Meski konteksnya saat sahabat saya bercerita itu cuma guyon, tapi sebenarnya ada pelajaran yang bisa dipetik. Saya berusaha menuliskannya. Enjoy!

    Alkisah ada seorang petani tua yang miskin. Dia hidup berdua saja dengan istrinya. Tiap hari dia pergi ke sawah sambil membawa cangkul besi satu-satunya miliknya, menyeberangi sebuah sungai yang cukup dalam.

    Pada suatu hari, saat menyeberangi sungai dalam perjalanan ke sawah, si petani tanpa sengaja menjatuhkan cangkulnya. Cangkul itu langsung tenggelam ke dasar sungai. Si petani tertegun sedih, meratapi kecerobohan yang membuatnya kehilangan benda miliknya yang paling berharga. Saat merenungi nasibnya itu, tiba-tiba datanglah seorang peri menghampirinya.

    “Hai petani, kenapa kau bersedih?”

    “Aku kehilangan cangkulku. Padahal hanya dengan itulah aku bisa menghidupi diri dan istriku.”

    “Baiklah…tunggu sebentar”, kata si peri. Lalu ia menghilang, dan tak lama kemudian muncullah kembali sambil membawa sebuah cangkul terbuat dari emas murni.

    “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri.

    “Bukan. Cangkulku tidak sebagus itu. Hanya cangkul biasa saja”, jawab si petani.

    Lalu si peri menghilang kembali, dan sebentar kemudian muncul sambil membawa cangkul perak.

    “Inikah cangkulmu?”, tanya si peri kembali.

    “Bukan. Cangkulku cuma terbuat dari besi.”

    Untuk ketiga kalinya, si peri pergi, dan saat kembali kali itu dia membawa sebuah cangkul besi.

    “Inikah cangkulmu?

    Si petani mendadak terlihat gembira. “Benar…benar…inilah cangkulku…”, sahutnya sambil tersenyum.

    Si peripun ikut tersenyum, lalu berkata,”Wahai pak tani, aku salut akan kejujuranmu. Engkau tidak silau dengan hal-hal keduniawian. Sebagai anugrah, kuberikan juga cangkul emas dan cangkul perak kepadamu.” Lalu diserahkannyalah cangkul emas dan cangkul perak tadi kepada si petani.

    Si petani tentu saja bergirang hati mendapatkan rejeki tersebut. Pemberian emas dan perak itu kemudian dijualnya untuk memperbaiki tingkat kehidupannya. Meskipun mendapat rejeki besar, tapi si petani tidak berubah. Ia tetap bekerja keras dan mencoba bersikap jujur dalam setiap kesempatan.

    Suatu hari, seperti biasanya ia pergi ke sawah. Bedanya, kali ini ia ditemani istrinya. Saat menyeberangi sungai, tiba-tiba istrinya terjatuh dan hilang ditelan arus sungai. Si petani terkejut dan tidak mampu menolong istrinya, akhirnya iapun cuma bisa menangis sedih. Tiba-tiba si peri muncul kembali, dan terjadilah dialog yang mirip seperti di atas. Singkat kata, si peri pergi, dan saat kembali, ia membawa Paris Hilton (bagi yg belum tahu Paris Hilton, ia adalah selebritis jetset yang suka hidup mewah, pewaris Hilton raja jaringan hotel).

    “Inikah istrimu?”, tanya si peri sambil menyodorkan Paris Hilton.

    “Benar…benar…dialah istriku”, jawab si petani setelah melihat dan mengamati Paris Hilton dengan cermat.

    Si peri langsung berubah wajahnya. Ia kemudian berkata,”Wahai pak tani, ternyata engkau tidak jujur. Engkau mengaku memiliki sesuatu yang sebenarnya bukan milikmu. Aku kecewa…”

    Sebelum si peri melanjutkan ucapannya, si petani memotongnya,”Dengan mengakui Paris Hilton sebagai istriku, justru aku bersikap jujur, wahai peri…”

    Si peri keheranan dengan jawaban si petani. Dia bertanya,”Coba jelaskan, apa maksudmu?”

    Si petani kemudian berkata panjang lebar,”Coba pikirkan…Kalau aku tidak mengakui Paris Hilton sebagai istriku, maka engkau akan membawakanku Angelina Jolie, Demi Moore, atau selebritis lainnya, baru kemudian engkau mengembalikan istriku. Lalu engkau akan terkesan akan kejujuranku, dan akan memberiku Paris Hilton dan Angelina Jolie untuk hidup bersamaku, selain istriku sendiri.”

    Lanjut si petani,”Coba bayangkan…mana sanggup aku membiayai selebritis-selebritis itu. Dari mana aku dapat uang? Aku hanya seorang petani miskin. Karena itu aku mencoba jujur pada keadaanku. Aku tidak sanggup menghidupi mereka, lalu kuputuskan untuk menjawab seperti tadi. Aku tahu engkau kecewa, dan aku tahu jika engkau kecewa pasti aku tidak akan mendapatkan siapa-siapa, termasuk istriku sendiri. Tapi paling tidak aku tidak mengkhianati kehidupanku sendiri…”

    Dan si peripun menjadi speechless dengan jawaban si petani itu…

    **

    EPILOG:

    Saya yakin ada yang tertawa membaca cerita di atas, tapi ada juga yang tertegun. Menurut sahabat saya, moral of the storynya adalah bahwa sulit sekali bagi kita untuk tidak berprasangka kepada orang lain. Sulit karena fenomenanya terlihat jelas di hadapan kita. Bahkan saat kita sudah berusaha keras untuk tidak menaruh prasangka buruk, kadang-kadang bayangan tuduhan itu tetap muncul juga…

    Cerita di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita yang kadang mudah menjatuhkan cap jelek kepada orang lain. Sesungguhnya cap jelek yang kita timpakan itu tidak selalu benar. Sesungguhnya terkadang yang ada hanyalah beda pandangan saja. Si peri menuduh petani tidak jujur karena dia mengakui Paris Hilton sebagai istrinya, sementara si petani berpendapat bahwa kejujuran tidak hanya sebatas pada pengakuan lisan saja. Sebelum berprasangka, kita juga perlu sadar bahwa kadang-kadang pandangan orang yang kita cap jelek itu malah lebih baik daripada pandangan kita.

    Bagi kita yang kadang menjadi korban prasangka buruk, tidak usahlah menjadi panas hati. Pahamilah bahwa prasangka tadi kadang muncul karena perbedaan pandangan atau ketidaktahuan. Jika penyebabnya memang seperti itu, komunikasi yang baik akan bisa menyelesaikan persoalan. Kalau kita bisa bersikap seperti ini, percayalah…hidup akan menjadi lebih ringan…

    Semoga bisa bermanfaat, baik untuk hiburan maupun renungan.. :-)

    PS: Untuk pak Isnaeni, terima kasih atas ceritanya yang inspiring…Semoga tidak keberatan kalau saya tuliskan sebagai note… :-)

    ***

    Oleh: Lukito Edi Nugroho

     
  • erva kurniawan 1:31 am on 25 August 2011 Permalink | Balas  

    Istri 

    Istri

    Ketika kita masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama dimana kita mendapatkan kosakata baru dalam Bahasa Inggris. Banyak sekali kata yang harus kita pelajari sebagai bahan ketika berkomunikasi.

    Masih ingatkah dengan kata WIFE yang berarti istri? secara terminologi istri adalah seseorang yang sudah menikah dan menjadi hak milik seorang laki-laki. Pada saat itulah bermula sebuah kehidupan yang disebut dengan kehidupan rumah tangga.

    Istri atau WIFE, dalam Bahasa Inggris, mempunyai kedalaman arti yang tidak hanya dipandang sebagai pendamping suami, tetapi lebih dari itu, dan mempunyai beban dan tanggung jawab yang berat pula.

    Mari kita runut satu persatu makna dari kata WIFE tersebut:

    Pertama adalah huruf “W” adalah “washing” yang artinya adalah “mencuci“; yang kedua adalah “I” yaitu “ironing” yang artinya “menyeterika“; lanjutnya adalah “F” yaitu “feeding” artinya “memasak dan menyiapkan makanan“; dan yang terakhir “E” adalah “entertaining” berarti “hiburan” atau “menghibur” atau untuk kepentingan relaksasi psikhis. Wah kasian ya jadi istri.

    Tugas yang diemban sangat berat. Begitu beratnya tugas yang iembannya, maka Khalifah Umar bin Khatab ( Khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash Shidiq) yang terkenal tegas dan pemberani saja selalu diam ketika istrinya marah, bukan karena takut atau tidak berani kepada istrinya tetapi beliau berusaha maklum dan mengerti, dan membiarkan istrinya untuk meluapkan kekesalannya.

    Sekelumit makna kata “WIFE” memberikan sebuah deskripsi yang luar biasa akan beratnya tanggung jawab seorang istri dalam mengurus rumah tangganya, demi anak-anaknya dan suaminya. Di situ pulalah termaktub sebuah pengabdian yang luar biasa dari seorang wanita ketika sudah berstatus sebagai istri, maka tidaklah mengherankan apabila Rasulullah SAW menyebutkan bahwa “surga berada di bawah telapak kaki ibu”.

    Kata “WIFE” juga seharusnya menjadi sebuah refleksi bagi para suami dan juga bagi para calon suami akan tugas dan tanggung jawab masing-masing individu di dalam sebuah rumah tangga, dan tidak sepantasnyalah bagi para pasutri untuk merasa unggul satu sama lain dikarenakan oleh tugas dan tanggung jawabnya tersebut. “WIFE” memaknai sebuah kehidupan rumah tangga untuk bisa saling bersinergi dalam menjalankan amanah Alla SWT.

    ***

    Sumber: Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:18 am on 24 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: Aku dan Si Genduk   

    Aku dan Si Genduk 

    Aku dan Si Genduk

    Pada suatu malam cerah bertabur bintang, aku duduk sendirian di beranda menikmati dinginnya hawa yang ditingkahi oleh suara serangga-serangga malam. Aku suka dengan suasana ini karena bisa membuatku tenang dan berkontemplasi, merenung, dan mencari jawaban dari berbagai pertanyaan tentang kehidupan. Aku bersyukur masih bisa melakukannya, karena belakangan ini aku didera berbagai problem yang begitu berat: beberapa bulan lalu di-PHK dari perusahaan dan sampai detik ini belum bisa mencari pekerjaan kembali, dan ditambah lagi penyakit maag akutku sering kambuh karena stress yang berkepanjangan. Kehidupan ekonomi keluargapun mulai goncang, karena pada dasarnya aku bukan berasal dari kaum berada dan posisiku di perusahaanpun bukanlah posisi yang bisa menghasilkan kelimpahan materi.

    Aku merasa bebanku begitu berat karena tabunganku sudah kosong. Tidak ada sumber penghasilan yang bisa diandalkan. Moral dan semangatku semakin turun. Dan hari-hari ini adalah hari-hari yang berat karena aku harus mengambil keputusan tentang sekolah si sulung kami. Si Genduk, demikian dia biasa disapa, memang bersekolah di sebuah PTN terkenal di kota besar. Himpitan ekonomi memaksaku untuk mempertanyakan keberlanjutan kuliah si Genduk yang memang memerlukan biaya besar. Dan malam ini adalah saatnya, karena kebetulan dia sedang pulang ke rumah dalam rangka liburan semester.

    Kali ini kesunyian malam tidak mampu menyembunyikan kegelisahanku. Samar-samar kudengar Bohemian Rhapsody-nya Queen dari kamar si Tole, anak kedua, saat kupanggil si Genduk.

    “ Genduk, ke sinilah sebentar. Bapak mau bicara…”

    “Ada apa pak?”, sahutnya sambil menghampiriku. Wajahnya terlihat gembira.

    Hatiku semakin tercabik-cabik melihat keceriaannya. Bohemian Rhapsody serasa pisau yang menyayat hatiku. Tidak tega rasanya menyampaikan problemku kepadanya. Tidak tega karena sebenarnya anak-anakku tidak boleh terpengaruh oleh problem tersebut. Tapi saat ini akupun tidak berdaya lagi dalam membentengi mereka dari problem finansial yang melanda keluargaku ini.

    “Nduk, bapak pengin cerita panjang, tapi kamu jangan kaget ya”, kataku sambil menatap tajam wajahnya.

    “Ada apa sih pak, kok  kayaknya serius banget. Bapak jangan lebay gitu ah..”, katanya sambil tertawa lepas.

    Ah, Nduk…andaikan saja engkau tahu perasaan bapak saat ini. Dengan menguatkan hati, mulailah kuceritakan tentang kemunduran perusahaan tempatku bekerja. Kuceritakan pula bagaimana pula akhirnya aku dan banyak karyawan lain di-PHK. Lalu kulanjutkan kisahku tentang usaha demi usaha untuk mendapatkan pekerjaan, yang semuanya gagal total. Dan akhirnya kusampaikan problem finansial yang melanda keluargaku.

    Wajah cerianya mulai menghilang, digantikan oleh wajah tegang dan sedikit cemas.

    “Lalu…apa maksud bapak mengajakku bicara malam ini?”, sergahnya.

    “Bapak tidak bisa lagi membiayai kuliahmu, Nduk…”

    Dan tiba-tiba kulihat butiran air di matanya. Dia menunduk, diam membisu. Matakupun basah. Kami berdua terdiam sesaat. Lagu Bohemian Rhapsody terdengar seperti pisau tajam yang menyayat hatiku.

    “Bapak inginnya aku harus gimana?”, kata-kata lirihnya memecah keheningan.

    “Bapak justru ingin dengar bagaimana pendapatmu”, begitu jawabku.

    Dan terjadilah sebuah percakapan yang sangat emosional. Ya Tuhan, berikanlah aku kekuatan agar aku tetap bisa tenang, berpikir jernih, dan menguatkan anakku ini.

    “Bapak tahu kan, kenapa aku memaksa untuk meneruskan kuliah? Aku ingin jadi orang yg berilmu pak. Aku ingin bisa bersekolah di luar negeri, belajar banyak hal, agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Bukankah ini yang selalu bapak katakan kepadaku? Menjadi orang yang berguna bagi sekitarnya. Menjadi rahmatan lil alamin…Dan aku sudah memutuskan, pak. Jalanku adalah dengan belajar setinggi mungkin, agar nanti ilmuku ini bisa kubagikan kepada orang-orang di sekelilingku..”

    “Tapi sekarang mimpi itu pecah berantakan…Apa yang bisa kuharapkan jika aku tidak bisa melanjutkan kuliahku?? Apa yang bisa kulakukan kelak??”, lanjutnya sambil menangis sesenggukan.

    “Nduk, bapak tidak bilang kalau kamu harus berhenti sekolah. Bapak cuma bilang kalau mulai saat ini bapak tidak bisa mengirimi kamu uang untuk kuliah..”

    “Sama saja pak. Itu kan artinya menyuruh Genduk berhenti kuliah. Bagaimana aku harus membayar SPP dan biaya hidup??”, dia memotong dengan cepat. Ada nada emosi dan kemarahan dalam kata-katanya.

    Dia melanjutkan lagi,”Pak…kenapa selalu aku yang mengalami problem? Kenapa bukan si Tole? Bapak ingat kan, saat aku kecil, bapak dan ibu selalu memaksaku untuk mengurusi si Tole, untuk belajar melakukan tugas-tugas rumah, dan seabreg tugas lainnya. Sekarang saat bapak punya problem, aku lagi yang dikorbankan…It’s not fair, pak…”

    “Tuhan juga tidak sayang padaku…Tiap hari aku berdoa, bermohon agar cita-citaku bisa terkabul. Apa kurangnya dengan cita-citaku itu? Bukankah tujuannya juga untuk kemanfaatan orang banyak? Mengapa Tuhan tidak mendengar doaku?”

    Aku tersenyum mendengar kata-katanya. Alhamdulillah,  the sense of being a father pun muncul dalam diriku, memberiku energi untuk menghiburnya dan memberinya semangat.

    “Jangan menyalahkan Tuhan, Nduk. Kamu yakin bahwa Tuhan itu Mahapenyayang kan? Bahwa Tuhan itu penolong yang sebaik-baiknya?”

    “Iyaa pak, tapiii….”

    “Yang namanya yakin itu ya yakin. 100%. Titik. Tidak ada tapi-tapian…”, sergahku.

    “Tapi kenapa Tuhan memutus cita-citaku yang baik itu? Kenapa Tuhan harus memberiku problem seperti ini?”

    “Nduk…Tahukah engkau, justru Tuhan itu sayang padamu. Kenapa kamu diberi-Nya problem? Karena Dia ingin agar kamu menjadi kuat. Kamu tahu berlian kan? Bahan dasar berlian itu apa?”, tanyaku.

    “Karbon pak. Kenapa memangnya?”

    “Karbon itu zat yang tidak berharga bukan? Tapi karbon yang mengalami tekanan dan suhu luar biasa akhirnya berubah menjadi berlian. Itulah yang dikehendaki Tuhan terhadapmu, Nduk… Tuhan ingin agar engkau menjadi manusia yang indah dan kuat, dan dengan kekuatan dan keindahan anugrah-Nya itulah kelak kamu akan membawa dunia menjadi lebih baik lagi…”

    Dia masih ragu-ragu. “Tapi aku takut pak…aku takut gagal menghadapi problem-problemku…”

    “Nduk, kamu yakin kepada Tuhan kan? Dan mestinya kamu juga pernah mendengar kata-kata-Nya bahwa Dia tidak akan mencoba umatnya melebihi kemampuan umat itu…”, aku mencoba meyakinkannya.

    Dia diam, kelihatan masih bimbang, tapi tangisnya sudah berhenti. “Aku membayangkan hidupku ke depan akan sulit sekali pak. Aku tidak ingin berhenti sekolah hanya karena bapak tidak mampu membiayaiku. Tapi aku belum tahu harus berbuat apa, pak…”

    “Memang jalanmu akan sulit, Nduk, sama dengan bapak dan kita semua. Tapi ayolah…it’s not the end of the world…Coba lihat di sekelilingmu..Berapa banyak anak-anak seusiamu yang juga punya cita-cita tinggi tapi benar-benar tidak mampu mewujudkannya? Berapa banyak di antara mereka yang putus di tengah jalan? Sementara kita, alhamdulillah masih diberi banyak rizki dan kenikmatan. Kamu pintar, IPmu bagus. Kamu bisa mencari beasiswa atau cari kerja part time. Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan…Yang penting, marilah kita tetap bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan, termasuk problem ini…”

    Dan lanjutku, “Cobalah lihat dari masa lalumu sampai hari ini, dari masa kecilmu sampai kamu kuliah sekarang ini…Bagian mana dalam hidupmu yang tidak berada dalam lindungan dan limpahan rahmat-Nya?”

    Tiba-tiba dia mengangkat mukanya dan menatapku sambil berkata,”Bersyukurlah kepada Tuhanmu, niscaya Tuhanmu akan menambah nikmat-Nya…”. Dan dia mengatakan kalimat itu sambil tersenyum…

    Dan tiba-tiba lagu It’s My Life-nya Bon Jovi dari kamarnya si Tole seolah menyuntikkan semangat kami berdua. Tiada kata yang terucap dariku atau si Genduk, tapi saling pengertian itu sudah terbangun…Alhamdulillah.

    ***

    Oleh: Lukito Edi Nugroho, 17 Mei 2011

    — cerita ini didedikasikan untuk siapapun yang sedang mengalami problem, kecemasan, ketakutan, dan merasa tidak ada harapan lagi. Yakinlah bahwa harapan itu masih ada. Problem itu adalah latihan untuk membuat kita kuat. Semoga bermanfaat —

     
  • erva kurniawan 1:07 am on 23 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: Strategi Setan Menjerumuskan Manusia   

    Strategi Setan Menjerumuskan Manusia 

    Strategi Setan Menjerumuskan Manusia

    Sebelum kita mengetahui strategi setan menjerumuskan manusia, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui Visi dan Misi setan. Visi setan adalah memperbudak manusia dan Misi setan mengkondisikan manusia lupa kepada Alah SWT.

    Adapun strategi setan untuk mewujudkan visi dan misinya adalah sbb :

    1. Waswasah

    Waswasah artinya membisikkan keraguan pada manusia ketika melakukan kebaikan atau amal sholeh. Saat kumandang azan subuh dan tubuh kita masih dililit selimut, terbersit dalam pikiran kita, “Nanti lima menit lagi”. Ini adalah waswasah. Kenyataannya bukan lima menit tapi satu jam, akhirnya Sholat Shubuh terlambat bahkan tidak sholat.

    2. Tazyin

    Tazyin artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Segala yang berbau maksiat biasanya terlihat indah, Misalnya, mengapa orang yang berpacaran lebih mesra daripada suami-istri? Jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan daripada setelah menikah. Ini karena ada unsur tazyin. Pacaran itu maksiat, sementara nikah itu ibadah. Maksiat disulap oleh setan sehingga terasa lebih indah, nikmat dan mengesankan. Inilah yang disebut strategi tazyin.

    3.Tamanni

    Tamanni artinya memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkan terbersit niat akan Shalat Tahjud saat merebahkan badan di tempat tidur? Namun pada jam tiga saat wekwr berbunyi, kita cepat-cepat mematikannya lalu meneruskan tidur. Pernahkan kita ingin bertobat? Namun pada sat maksiat ada di depan mata, kita tetap saja melakukannya. Ironisnya ini berlangsung berkali-kali. Inilah yang disebut strategi tamanni.

    4. A’dawah

    A’dawah artinya berusaha menanamkan permusuhan. Setan berikhtiar menumbuhkan permusuhan di anatara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, setan biasanya menumbuhkan prasangka buruk.Karena itu waspadai kalau kita berprasangka buruk pada orang lain, sesungguhnya kita telah terperangkap strategi setan.

    5. Takwif

    Takwif artinya menakut-nakuti. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfakkan sebagian harta, takut disebut sok alim karena datang ke majelis taklim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi takhwif.

    6. Shaddun

    Shaddun artinya berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Pernahkah anda merasa malas saat mau melakukan sholat, atau mengantuk saat membacaAl Qur’an meskipun sudah cukup tidur? Ini adalah gejala shaddun dari setan.

    7. Wa’dun

    Wa’dun artinya janji palsu. Setan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan. Akhirnya manusia mempercayainya. Misalnya, banyak kasus seorang wanita menyerahkan dirinya pada sang pacar karena dijanjikan akan dinikahi, namun setelah hamil sang pacar meninggalkannya begutu saja. Dia tidak mau bertanggung jawab. Inilah contoh wa’dun atau janji palsu dari setan.

    8. Kaidun

    Kaidun artinya tipu daya. Setan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak. Pernahkah saat diberi tugas, kita berpikir nanti saja mengerjakannya krn waktu masih lama? Ternyata setelah dekat waktunya kita mengerjakan asal-asalan dan tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak optimal atau ada kemunginan pada waktu yang ditentukan pekerjaan tidak selesai. Strategi ini disebut kaidun.

    9. Nisyan

    Nisyan artinya lupa. Sesungguhnya lupa itu adalah hal yang manusiawi. Lupa memang sesuatu hal yang manusiawi, tetapi setan berusaha agar manusia menjadikan lupa sebagai alasan untuk menutupi tanggung jawab. Pernahkan kita lupa menunaikan janji? lupa sholat? Kalau sesekali itu bisa disebut manusiawi, tetapi kalau sering dilakukan berarti terjebak strategi nisyan.

    Demikian ringkasan tentang strategi setan. Semoga kita dapat mencermati dan berusaha agar tidak terjebak strategi setan laknatullah (setan yang dilaknat Allah)

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:20 am on 22 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: Jangan Banyak Bicara   

    Jangan Banyak Bicara 

    Jangan Banyak Bicara

    Lidah secara fisik hanya pendek dan lunak. Bahkan sudah “dipenjarakan” di dalam mulut dan dibatasi oleh barisan gigi yang kokoh dan kuat. Namun begitu, masih saja lidah ini sewaktu-waktu menjadi bahaya laten. Ternyata dia bisa lebih panjang dari jalanan yang ada. Statemen yang keluar diterbangkan kemana-mana. Terkadang masih terus diabadikan bahkan ketika pemilik lidah itu tiada. Ketajamannya juga bisa melebihi mata pisau. Karena lidah, korban bisa berjatuhan. Meninggalkan luka berkepanjangan. Bahkan melahirkan pendendam dan orang-orang yang sakit hati. Lidah juga bisa lebih berbisa dari ular yang lebih berbisa sekalipun.

    Betapa banyak orang tidak menyadari, alangkah banyak dosa yang telah dikoleksi melalui lisannya. Lebih dari itu, tak jarang kehancuran seseorang terjadi karena kurang hati-hatinya dalam menyusun kata-kata diatas lidahnya, karena terlalu banyak bicara akan mengakibatkan kemampuan otak menurun, membuatnya lemah, sehingga kata-katanya keluar begitu saja tanpa kontrol dari si pembicaranya. Padahal ucapan apa pun yang kita ucapkan, baik yang diucapkannya itu baik atau pun busuk, semuanya tercatat, semuanya terekam oleh malaikat pencatat. Sebagaimana yang di katakan oleh Allah SWT dalam salah satu firman-Nya yang artinya,

    “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. (QS. Qaaf (50): 18)

    Dan di dalam surat yang lain Allah SWT berfirman, “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infithar (82): 10-12)

    “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepada kalian dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang kalian telah kerjakan.” (QS. Al-Jatsiyah (45): 29)

    Dari ayat-ayat diatas, kita akan sadar dan mengerti bahwa kalau kita banyak bicara untuk hal yang tidak berguna, akan menjerumuskan kita sendiri kedalam dosa yang amat besar yang semuanya tercatat dalam buku catatan malaikat yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mencatat apa-apa yang kita ucapkan dan kita kerjakan. Maka alangkah baiknya kalau kita menyadari hal tersebut dan menjaga apa-apa yang kita ucapkan sebaik mungkin sehingga apa-apa yang keluar dari lisan kita adalah kata-kata yang baik dan bermanfaat.

    Dan alangkah baik sekali kalau kita memperhatikan atau belajar dari Rasulullah SAW. Bagaimana Rasulullah SAW dalam berbicara. Untuk itu, coba kita perhatikan ucapan Anas ra., yang berbicara mengenai Rasulullah SAW.

    Anas ra. berkata bahwa, “Tidaklah aku menyentuh sutera yang lebih halus daripada telapak tangan Rasulullah SAW dan juga tidak pernah mencium bau yang lebih wangi daripada bau Rasulullah SAW. Sungguh aku telah melayani Rasulullah SAW selama sepuluh tahun. Beliau sama sekali tidak pernah berkata kepadaku “hus”, juga tidak pernah menanyakan sesuatu yang telah kulakukan, ‘Kenapa kamu melakukannnya?’ dan juga tidak pernah mengucapkan kepada apa yang tidak kulakukan, ‘Tidakkah kamu melakukan hal ini’.” (Mutafak ‘Alaih)

    Betapa indah ucapan tersebut, yaitu ucapan seorang Nabi SAW. Beliau tidak pernah berkata melainkan sesuatu yang baik. Coba lihat mulut kita ini beserta kesalahan yang diperbuatnya. Barangkali kita mengucapkan kata “hus” yang telah dijauhi oleh Rasulullah SAW. Sungguh kita tidak bisa hidup tanpanya, sebuah kalimat yang diucapkan tanpa dosa. Kemudian perkataan, “Tidaklah kamu melakukan hal ini?” Itu adalah kalimat yang sangat ringan di mulut, yang sudah biasa diucapkan banyak orang dan tidak pernah ditinggalkannya.

    Oleh karena itu lihatlah keadaan kita ini agar kita bisa memperbaikinya, dan perhatikanlah mulut kita ini untuk mematuhi tata krama. Ketahuilah bahwasannya Rasulullah SAW adalah figur yang banyak diam sebagaimana sabda beliau berikut ini,

    “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ia harus mengatakan yang baik atau (lebih baik) diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Setelah penjelasan ini, apakah kita akan menjadi orang yang banyak bicara? Apakah kita ingin catatan buku kita di hari akhirat penuh dengan isu dan kesia-siaan? Apakah kita ingin catatan buku kita menjadi hitam dengan catatan gunjingan dan cacian terhadap orang lain? Banyak bicara akan menyebabkan kita kesulitan dalam menghadapi hari penghitungan. Banyak bicara menghilangkan wibawa. Banyak bicara akan menghilangkan ketenangan dan ketentraman. Banyak bicara membuat orang tidak mampu mengingat apa yang mereka dengar. Mereka hanya ingat sebagian dan lupa sebagian.

    Oleh karena itulah, ucapan-ucapan Rasulullah SAW sangat ringkas dan padat. Ketika Rasulullah berkata-kata, jika ada orang yang hendak menghitung kata-katanya, pasti dia dapat menghitungnya. Maka, sekali lagi camkanlah sabda beliau ini,

    “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ia harus mengatakan yang baik atau (lebih baik) diam.” []

    Wallahu A’lam

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:10 am on 21 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Semua Ada Awalnya 

    Semua Ada Awalnya

    Oleh Yon’s Revolta

    Cobalah jangan menjadi orang sukses, Melainkan berusahalah untuk menjadi orang yang berharga (Einstein)

    ***

    Di depan sebuah masjid…

    Lelaki berjenggot itu nampak serius bekerja. Mengipas-ngipas bara arang dengan beberapa biji jagung muda diatasnya. Dibolak-balik agar merata sambil ditaburi bumbu sesuai pesanan pembeli. Bisa pedas, gurih atau asin. Silakan tinggal memilih saja. Aroma bumbu taburnya bisa kita hirup lezatnya dari dekat.

    Saya kurang tahu tempat tinggal penjual jagung bakar itu di mana. Belum sempat menyapa dan bercerita banyak dengannya. Kapan-kapan kalau diberi kesempatan akan saya ceritakan. Yang saya tahu, sekira sudah sebulan dia berjualan di situ.

    Apa yang menarik dari pemandangan itu.

    Mungkin biasa saja. Tapi mari kita selami lebih dalam lagi tentang fenomena itu. Barangkali, ada keping-keping hikmah yang tersisa. Keping-keping yang bisa kita petik sebagai renungan tentang kehidupan yang kita jalani selama ini.

    Di setiap tempat, apa yang kita lihat, semuanya ternyata bisa menjadi bahan renungan kita. Asalkan kita bisa memandangnya dengan cara yang berbeda. Menelisik lebih dalam atas apa yang kita kita lihat itu. Memang melihatnya tak sekedar dengan dua mata kita, tetapi perlu dengan mata jiwa, mata hati. Dengan begitu, kitapun akan bisa meresapi sampai ke hati pula.

    Hari ini, kita belajar tentang proses.

    Ijinkan saya bertanya. Adakah yang bisa menjamin bahwa orang itu memang punya cita-cita sebagai seorang penjual jagung bakar? Saya sendiri tak yakin. Saya cenderung memandang apa yang dilakukannya sebagai bagian dari proses. Mungkin dia punya cita-cita lebih dalam berbisnis. Hanya saja, sebagai langkah awal, atau bisa juga keterpaksaan karena hanya peluang itu yang ada, maka pekerjaan itu dilakukannya. Bisa jadi begitu.

    Nah, anggap saja apa yang dilakukannya kini kita alami. Kita, mungkin saat ini bekerja belum sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tentu, langkah terindah yang bisa dilakukan adalah mencintai pekerjaan kita. Anggap ini sebagai langkah awal kita untuk meniti karier yang lebih baik dikemudian hari. Sebuah bagian dari proses pencapaian cita-cita dan impian kita.

    Sudah teramat banyak cerita orang-orang yang meniti karier dari awal. Seperti orang yang awalnya penjual koran eceran kemudian menjadi “raja media’. Ya, semua itu ada awalnya. Kata pepatah cinta, ribuan mil dimulai dari satu langkah. Pertanyaannya sekarang, apakah langkah kaki kita telah terayunkan. Ataukah kita masih saja terbayang-bayang akan nikmatnya impian. Hari ini, kita coba untuk beranjak berjalan. Selangkah demi selangkah.

    Bagi yang sudah beranjak jauh, perlu sejenak menengok dan berevaluasi. Saya agak sepakat dengan kata Einstein yang saya kutip di atas. Tepatnya, jangan melulu untuk berambisi menjadi orang sukses. Tapi berusaha untuk menjadi manusia yang berharga, manusia yang mempunyai kemanfaatan tak hanya bagi dirinya sendiri, tapi bagi orang lain.

    Bagi seorang muslim, tentu paham di mana keberadaan manusia dimuka bumi ini memang ditentukan sejauhmana dia bermanfaat bagi orang lain. Kalau hanya mengejar sukses pribadi, tentu kurang afdhol.

    Khusus bagi yang sedang melangkahkan sejengkal demi sejengkal kaki meraih capaian puncak, ada baiknya kita ingat pesan Rasulullah Muhammad SAW “Berharaplah dengan kebaikan, pasti kalian akan mendapatkannya”.

    Ya, ini awalan bagi kita untuk menggapai puncak yang baik, halal, diridhoi Allah SWT, dan tentunya setelahnya tak hanya kita yang menikmatinya. Tetapi juga bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Semoga, kita bisa melakukannya.

    ***

    (yr)

     
  • erva kurniawan 1:55 am on 20 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Aku Menangis untuk Adikku 

    Aku Menangis untuk Adikku

    Penulis : Ratu Karitasurya

    Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orangtuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

    Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

    “Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara.

    Ayah tidak mendengar siapapun mengaku, jadi beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”

    Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya! ”

    Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marah, sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas.

    Sesudahnya, beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

    Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, aku tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

    Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

    Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, aku diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.

    Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Aku mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik. Hasil yang begitu baik.”

    Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

    Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, saya telah cukup membaca banyak buku.”

    Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti ayah mesti mengemis di jalanan, ayah akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang.

    Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak. Aku berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak, ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

    Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku, “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang.”

    Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

    Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas.

    Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku?

    Aku berjalan keluar dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?”

    Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? ”

    Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apapun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ”

    Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”

    Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

    Kali pertama aku pulang ke rumah setelah menghadiri undangan pernikahan seorang teman, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”

    Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.”

    Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. “Apakah itu sakit?” aku menanyakannya.

    “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Di tengah kalimat itu ia berhenti.

    Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

    Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Seringkali suamiku dan aku mengundang orangtuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, dia mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”

    Saat Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

    Suatu hari, ketika adikku sedang di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ia mendapat sengatan listrik, lalu masuk rumah sakit.

    Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, aku menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

    Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar, ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”

    Mata suamiku dipenuhi air mata. Kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”

    Lalu ia berkata, “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

    Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?”

    Tanpa berpikir, ia menjawab, “Kakak saya.”

    Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, sekolah kami ada di dusun yang berbeda. Setiap hari kakak dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Sedangkan ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

    Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.”

    Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

    ***

    Diterjemahkan dari “I Cried for My Brother Six Times”

     
    • ahmadanoval 2:51 pm on 22 Agustus 2011 Permalink

      kasian ntuh orang tua ngga nyadar bahwa agama mengajarkan kita untuk menjaga niat ucapan dan perbuatan agar ketiga2 tetap di dalam kondisi berbuat baik…..sayang niat nya baik, ucapannya tdk baik, dan perbuatannya tdk baik….ingat pak…masing2 dari kita akan diminta pertangungjawaban atas setiap perbuatannya masing-masing maksudnya sendiri2 pak……smoga orang tua macam itu sudah tdk ada lagi didunia……amiiiiiin.dan untuk sang kakak angkatlah derajat adik mu…jangan menunggu dia meminta…kasih dia melebihi apa yang dipikirkannya……amiiiin

    • wempy 11:40 pm on 11 Desember 2011 Permalink

      ahmadanoval; bisanya cuma ngehakimin aja dgo

  • erva kurniawan 1:39 am on 19 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: Penyesalan   

    Penyesalan 

    Penyesalan

    Oleh: Mohammad Salahuddin

    “Lima Menit Lagi!” terdengar suara lantang dari dekat pintu kelas.

    Muka Amir-pun menjadi merah, dan keringat dinginpun mulai keluar.

    Sebentar-sebentarpun ia gigit pencil yang ada di gengamannya dengan sangat keras. Kertas ujiannya masih terlihat kosong. Detak jantungnyapun semakin keras, dan makin terasa ketakutan dalam dirinya bercampur dengan penyesalan yang amat sangat bahwa ia tidak belajar sungguh-sungguh untuk ujian yang sedang dilakukannya. Terbayang olehnya bahwa ia akan dihukum orang tuanya. Terkadang iapun menggigit jarinya, sampai tidak terasa lagi bahwa kukunya sudah mulai membiru karena gigitannya yang sangat keras.

    Demikianlah sekilas gambaran dari seseorang yang sedang berada dalam ketakutan dan kecemasan sampai-sampai ia sendiri tidak merasakan lagi bahwa ia menggigit jarinya dengan keras.

    Pernahkah kita merasa ketakutan dan penyesalan terhadap apa yang kita telah lakukan? Pernahkah kita membayangkan bahwa suatu saat akan banyak sekali orang yang menyesal dengan amat sangat dalam, sampai-sampai ia bukan hanya menggigit jari mereka tetapi sampai memasukkan kedua tangan mereka ke dalam mulut dan menggigitnya. Allah (S. W. T.) dalam Al-Qur’an berfirman:

    “Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. ” (Q. S. Al-Furqan 25:27)

    Bukan hanya memasukkan kedua tangan kita ke dalam mulut, saking ketakutannya detak jantung merekapun akan berdegup begitu kerasnya hingga menyumbat (menyesak) kerongkongan mereka. Allah (S. W. T.) berfirman:

    “Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika (detak) jantung (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya. “ (Q. S. Ghafir 40:18)

    Begitu banyaknya orang yang akan menyesal pada hari Kiamat nanti, sehingga Allah (S. W. T.) menyebut hari Kiamat ini sebagai “Hari Penyesalan.” Allah (S. W. T.) berfirman:

    “Dan berilah mereka peringatan tentang Hari Penyesalan” (Q. S. Maryam 19:39)

    Kalau Amir (dalam kisah di atas) mencapai klimaks ketakutannya selama lima menit terakhir dari ujiannya. Ditambah dengan klimaks penyesalannya mungkin hanya beberapa hari atau beberapa minggu setelah ujian tersebut. Tetapi ketakutan dan penyesalan yang akan terjadi dalam hari Kiamat adalah amat sangat jauh dari hanya satu minggu, satu bulan maupun satu tahun. Rasulullah (S. A. W.) pernah berkata bahwa hari Kiamat (hari di mana kita dibangkitkan kembali sampai selesai perhitungan amal kita) adalah satu hari yang panjangnya lima puluh ribu tahun. (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

    Ya, lima puluh ribu tahun kita nanti harus berdiri, menunggu, diselesaikan urusan di antara kita, ditimbang amalan kita, sebelum akhirnya kita dimasukan ke surga atau ke neraka. Selama lima puluh ribu tahun tersebut akan banyak sekali orang yang ketakutan dan menyesal terhadap apa yang dilakukannya. Rasullah (S. A. W.) pernah bersabda bahwa ketika kita wafat (di dalam kubur), kita akan diperlihatkan setiap pagi dan setiap petang tempat yang akan kita tempati (di akhirat nanti). Apabila kita adalah Ahli Surga (orang yang akan tinggal di surga), maka kita akan diperlihatkan tempat kita dalam surga. Apabila kita adalah Ahli Neraka (orang yang akan tinggal di neraka), maka akan diperlihatkan kepada kita tempat kita di neraka. (H. R. Bukhari)

    Bisa dibayangkan bagaimana ketakutannya para calon penghuni neraka pada hari Hari Kebangkitan nanti. Mereka telah diperlihatkan tempat mereka di neraka. Mereka telah diperlihatkan bagaimana mereka nantinya dibakar dengan api yang panasnya 70 kali lipat api di dunia. Mereka telah diperlihatkan bagaimana mereka nantinya hanya bisa minum air mendidih dan nanah, yang apabila diminum hanya akan menghancur-leburkan perut mereka dan tidak menghilangkan rasa haus mereka. Mereka telah diperlihatkan bahwa makanan mereka hanyalah zaqum yang berduri, yang apabila dimakan hanya akan merobek perut mereka dan tidak akan pernah membuat kenyang.

    Begitu menakutkannya hari kebangkitan ini, sampai anak kecil yang tidak memiliki dosapun akan beruban dan rambutnya menjadi putih. Allah (S. W. T.) berfirman:

    “Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. “ (Q. S. Al-Muzzammil 73:17)

    Lalu bagaimana dengan diri kita yang pastinya telah berbuat jauh lebih banyak dosa dibandingkan dengan anak kecil? Sedangkan anak-anak kecilpun akan beruban karena dasyatnya Hari Kebangkitan ini.

    Rasulullah (S. A. W.) pernah bersabda bahwa Hari Kiamat dan Hari di mana kita akan dibangkitkan kembali akan terjadi pada hari Jum’at.

    Abu Hurairah melaporkan bahwa Rasulullah (S. A. W.) ditanya (oleh seseorang) tentang alasan mengapa hari Jum’at dinamakan seperti itu (Jum’at), beliau menjawab, “Karena pada hari itu bapakmu Nabi Adam diciptakan, pada hari itu akan terjadi Sa’qah (terompet pertama) dan Hari Kebangkitan (terompet kedua), pada hari itu hukuman hari kiamat akan dilakukan, dan pada tiga jam terakhir di hari itu ada waktu yang mana apabila seseorang berdo’a maka Allah akan mengabulkannya. ” (H. R. Tirmidhi)

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah (S. A. W.) pernah berkata, “Pada hari Jum’at setiap hewan akan mengamati sejak subuh sampai maghrib karena takut akan terjadi hari Kiamat (pada hari itu), kecuali jin dan manusia. “ (H. R. Abu Dawud).

    Lalu apakah hari Kiamat akan terjadi pada hari Jum’at ini? Jum’at minggu depan? Jum’at bulan depan? Ataukah tahun depan?

    Seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah (S. A. W.), “Kapankan akan terjadi Hari Kiamat?” Nabi (S. A. W.) balik bertanya “Apa yang telah engkau persiapkan untuknya (hari Kiamat tersebut)?”

    Apakah yang telah kita persiapkan untuk Hari Kiamat tersebut?

    Nabi Muhammad (S. A. W.) pernah bersabda, “Setiap hamba Allah akan tetap berdiri pada Hari Kiamat (sewaktu kita dibangkitkan) sampai ia ditanya: tentang hidupnya, dan bagaimana ia menjalaninya; tentang ilmunya, dan bagaimana ia menggunakannya; tentang hartanya, dan bagaimana ia mendapatkannya dan membelanjakannya; serta tentang tubuhnya, dan bagaimana ia menggunakannya.” (H. R. Al-Tirmidhi)

    Marilah kita berintrospeksi diri terhadap apa yang telah kita lakukan, ilmu apa yang telah kita amalkan, dari mana uang yang kita dapat dan bagaimana kita membelanjakannya, apa yang telah kita ucapkan, dan seterusnya dan seterusnya.

    Mu’adh ibn Jabal pernah bertanya kepada Nabi Muhammad (S. A. W.), “Ya Rasulullah, apakah kita akan diminta pertangung-jawaban terhadap setiap kata yang kita ucapkan?” Ia (S. A. W.) menjawab, “‘Tsakilatuka Ummuka’ (ekspresi bhs. Arab), seseorang akan dilempar (dengan muka di bawah) ke dalam api neraka hanya karena apa yang diucapkannya!” (H. R. Ahmad, Tirmidhi, Ibnu Majah)

    Akankah kita akan menjadi orang yang ketakutan selama lima puluh ribu tahun? Akankah kita menjadi orang yang menyesal selama-lamanya? Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang-orang yang mengabaikan ancaman-ancaman tentang api neraka, sebagaimana orang-orang kafir telah mengabaikan ancaman-ancaman tersebut. Allah (S. W. T.) berfirman:

    “Mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan (ancaman-ancaman) terhadap mereka sebagai olok-olokkan. ” (Q. S. Al-Kahfi 18:56)

    Wallahu-a’lam bish-shawab.

     
  • erva kurniawan 1:44 am on 18 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: Jauhi Sifat Angkuh dan Sombong   

    Jauhi Sifat Angkuh dan Sombong 

    Jauhi Sifat Angkuh dan Sombong

    Sifat angkuh dan sombong telah banyak mencelakakan makhluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala, mulai dari peristiwa terusirnya Iblis dari sorga karena kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam alaihis salam tatkala diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk sujud hormat kepadanya.

    Demikian juga Allah subhanahu wata’ala telah menenggelamkan Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya.

    Allah subhanahu wata’ala juga telah menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya di lautan karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya, dan karena kesombongannya itulah dia lupa diri sehingga dengan keangkuhannya dia menyatakan dirinya adalah tuhan yang harus disembah dan diagungkan.

    Kehancuran kaum Nabi Luth alaihis salam juga karena kesombongan mereka dengan menolak kebenaran yang disampaikan Nabi Luth alaihis salam agar mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka yaitu melakukan penyimpangan seksual, yakni lebih memilih pasangan hidup mereka sesama jenis (homosek), sehingga tanpa disangka-sangka pada suatu pagi, Allah subhanahu wata’ala membalikkan bumi yang mereka tempati dan tiada satu pun di antara mereka yang bisa menyelamatkan diri dari adzab Allah yang datangnya tiba-tiba.

    Dan masih banyak kisah lain yang bisa menyadarkan manusia dari kesombongan dan keangkuhan, kalaulah mereka mau mempergunakan hati nurani dan akalnya secara sehat.

    Mengapa manusia tidak boleh sombong? Sebab manusia adalah makhluk yang lemah, maka pantaskah makhluk yang lemah itu bermega-megahan dan sombong di hadapan penguasa langit dan bumi? Namun fenomena dan realita yang ada masih banyak manusia itu yang lupa hakikat dan jati dirinya, sehingga membuat dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran, merendahkan orang lain, serta memandang dirinya sempurna segala-galanya.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah menjelaskan tentang bahayanya sifat kesombongan dan keangkuhan, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah Bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata: “(ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus”, Beliau bersabda: “Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang lain” (HR. Muslim)

    Imam An-Nawawi rahimahullah berkomentar tentang hadits ini, “Hadits ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka dan menolak kebenaran”. (Syarah Shahih Muslim 2/269).

    Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, “Orang yang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak pantas mengerjakan suatu urusan, dia juga sombong menerima kebenaran dari orang lain”. (Jami’ul Ulum Wal Hikam 2/275)

    Raghib Al-Asfahani rahimahullah berkata, “Sombong adalah keadaan/kondisi seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri, memandang dirinya lebih utama dari orang lain, kesombongan yang paling parah adalah sombong kepada Rabbnya dengan cara menolak kebenaran (dari-Nya) dan angkuh untuk tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatan maupun dalam mentauhidkan-Nya.” (Umdatul Qari` 22/140).

    Nash-nash Ilahiyyah banyak sekali mencela orang yang sombong dan angkuh, baik yang terdapat dalam Al-Qur`an maupun dalam As-Sunnah.

    1. Orang Yang Sombong Telah Mengabaikan Perintah Allah subhanahu wata’ala.

    Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (angkuh).” (QS. 31:18)

    Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, menjelaskan makna firman Allah subhanahu wata’ala: (Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia) dia berkata: “Janganlah kamu sombong dan merendahkan manusia, hingga kamu memalingkan wajahmu ketika mereka berbicara kepadamu.” (Tafsir At-Thobari 21/74)

    Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan Firman Allah subhanahu wata’ala, ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh”, maksudnya janganlah kamu menjadi orang yang sombong, keras kepala, berbuat semena-mena, janganlah kamu lakukan semua itu yang menyebabkan Allah murka kepadamu”. (Tafsir Ibnu Katsir 3/417).

    2. Orang Yang Sombong Menjadi Penghuni Neraka.

    Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya: “Katakanlah kepada mereka: Masuklah kalian ke pintu-pintu neraka jahannam dan kekal di dalamnya, maka itulah sejelek-jelek tempat kembali.” (QS. Az-Zumar: 72)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak akan masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya terdapat sedikit kesombongan.” (HR. Muslim)

    Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maukah Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni surga? Para shahabat menjawab: tentu (wahai Rasulullah), lalu beliau berkata: “(Penghuni surga adalah) orang-orang yang lemah lagi direndahkan oleh orang lain, kalau dia bersumpah (berdo’a) kepada Allah niscaya Allah kabulkan do’anya, Maukah Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni neraka? Para shahabat menjawab: tentu (wahai Rasulullah), lalu beliau berkata: “(Penghuni neraka adalah) orang-orang yang keras kepala, berbuat semena-mena (kasar), lagi sombong”. (HR. Bukhori & Muslim)

    3. Orang Yang Sombong Pintu Hatinya Terkunci & Tertutup.

    Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya: “Demikianah Allah mengunci mati pintu hati orang yang sombong dan sewenang-wenang” (QS. Ghafir 35)

    Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Sebagaimana Allah mengunci mati hati orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah maka demikian juga halnya Allah juga mengunci mati hati orang yang sombong lagi berbuat semena-mena, yang demikian itu karena hati merupakan sumber pangkal kesombongan, sedangkan anggota tubuh hanya tunduk dan patuh mengikuti hati”. (Fathul Qodir 4/492).

    4. Kesombongan Membawa Kepada Kehinaan Di Dunia & Di Akhirat

    Orang yang sombong akan mendapatkan kehinaan di dunia ini berupa kejahilan, sebagai balasan dari perbuatannya, perhatikanlah firman Allah subhanahu wata’ala, artinya: “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di dunia ini tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaanku”. (QS. Al-’Araf: 146)

    (Maksudnya) yaitu Aku (Allah) halangi mereka memahami hujah-hujjah dan dalil-dalil yang menunjukkan tentang keagungan-Ku, syari’at-Ku, hukum-hukum-Ku pada hati orang-orang yang sombong untuk ta’at kepada kepada-Ku dan sombong kepada manusia tanpa alasan yang benar, sebagaimana mereka sombong tanpa alasan yang benar, maka Allah hinakan mereka dengan kebodohan (kejahilan). (Tafsir Ibnu Katsir 2/228)

    Kebodohan adalah sumber segala malapetaka, sehingga Allah sangat mencela orang-orang yang jahil dan orang-orang yang betah dengan kejahilannya, Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya: “Sesungguhnya makhluk yang paling jelek (paling hina) di sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apapun (jahil).” (QS. Al-Anfal:22)

    Maksudnya Allah subhanahu wata’ala menghinakan orang-orang yang tidak mau mendengarkan kebenaran dan tidak mau menutur-kan yang haq, sehingga orang tersebut tidak memahami ayat-ayat-Nya yang pada akhirnya menyebabkan dia menjadi seorang yang jahil dan tidak mengerti apa-apa, dan kejahilan itulah bentuk kehinaan bagi orang-orang yang sombong.

    Dan orang yang sombong di akhirat dihinakan oleh Allah subhanahu wata’ala dengan memperkecil postur tubuh mereka sekecil semut dan hinaan datang kepada dari segala penjuru tempat, hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits berikut: “Orang-orang yang sombong akan dihimpunkan pada hari kiamat seperti dalam bentuk semut-semut kecil dengan rupa manusia, dari segala tempat datang hinaan kepada mereka, mereka digiring ke penjara neraka jahannam yang di sebut Bulas, di bagian atasnya api yang menyala-nyala dan mereka diberi minuman dari kotoran penghuni neraka”. (HR. Tirmizi & Ahmad, dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Al-Misykat)

    Semoga dengan merenungi nash-nash Ilahiyyah diatas, karunia Allah subhanahu wata’ala beserta kita dan bisa menjauhkan kita dari sifat angkuh dan sombong. (Abu Abdillah Dzahabi)

    ***

    Tulisan ini disadur dari Majalah Al-Furqon Edisi: 5 Tahun V /Dzulhijjah 1426 /Januari 2006

    Jauhi Sifat Angkuh dan Sombong

    Sifat angkuh dan sombong telah banyak mencelakakan
    makhluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala, mulai dari
    peristiwa terusirnya Iblis dari sorga karena
    kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam
    alaihis salam tatkala diperintahkan oleh Allah
    subhanahu wata’ala untuk sujud hormat kepadanya.

    Demikian juga Allah subhanahu wata’ala telah
    menenggelamkan Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam
    perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya
    terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada
    sesama kaumnya.

    Allah subhanahu wata’ala juga telah menenggelamkan
    Fir’aun dan bala tentaranya di lautan karena
    kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu
    wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya, dan karena
    kesombongannya itulah dia lupa diri sehingga dengan
    keangkuhannya dia menyatakan dirinya adalah tuhan yang
    harus disembah dan diagungkan.

    Kehancuran kaum Nabi Luth alaihis salam juga karena
    kesombongan mereka dengan menolak kebenaran yang
    disampaikan Nabi Luth alaihis salam agar mereka
    meninggalkan kebiasaan buruk mereka yaitu melakukan
    penyimpangan seksual, yakni lebih memilih pasangan
    hidup mereka sesama jenis (homosek), sehingga tanpa
    disangka-sangka pada suatu pagi, Allah subhanahu
    wata’ala membalikkan bumi yang mereka tempati dan
    tiada satu pun di antara mereka yang bisa
    menyelamatkan diri dari adzab Allah yang datangnya
    tiba-tiba.

    Dan masih banyak kisah lain yang bisa menyadarkan
    manusia dari kesombongan dan keangkuhan, kalaulah
    mereka mau mempergunakan hati nurani dan akalnya
    secara sehat.

    Mengapa manusia tidak boleh sombong? Sebab manusia
    adalah makhluk yang lemah, maka pantaskah makhluk yang
    lemah itu bermega-megahan dan sombong di hadapan
    penguasa langit dan bumi? Namun fenomena dan realita
    yang ada masih banyak manusia itu yang lupa hakikat
    dan jati dirinya, sehingga membuat dia sombong dan
    angkuh untuk menerima kebenaran, merendahkan orang
    lain, serta memandang dirinya sempurna segala-galanya.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah
    menjelaskan tentang bahayanya sifat kesombongan dan
    keangkuhan, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah Bin
    Mas’ud radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi shallallahu
    ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
    “Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya
    ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata:
    “(ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu senang
    pakaiannya bagus dan sandalnya bagus”, Beliau
    bersabda: “Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia
    menyenangi keindahan, (dan yang dimaksud dengan)
    kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan
    melecehkan orang lain” (HR. Muslim)

    Imam An-Nawawi rahimahullah berkomentar tentang hadits
    ini, “Hadits ini berisi larangan dari sifat sombong
    yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan
    mereka dan menolak kebenaran”. (Syarah Shahih Muslim
    2/269).

    Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata,
    “Orang yang sombong adalah orang yang memandang
    dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang orang
    lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain
    itu tidak pantas mengerjakan suatu urusan, dia juga
    sombong menerima kebenaran dari orang lain”. (Jami’ul
    Ulum Wal Hikam 2/275)

    Raghib Al-Asfahani rahimahullah berkata, “Sombong
    adalah keadaan/kondisi seseorang yang merasa bangga
    dengan dirinya sendiri, memandang dirinya lebih utama
    dari orang lain, kesombongan yang paling parah adalah
    sombong kepada Rabbnya dengan cara menolak kebenaran
    (dari-Nya) dan angkuh untuk tunduk kepada-Nya baik
    berupa ketaatan maupun dalam mentauhidkan-Nya.”
    (Umdatul Qari` 22/140).

    Nash-nash Ilahiyyah banyak sekali mencela orang yang
    sombong dan angkuh, baik yang terdapat dalam Al-Qur`an
    maupun dalam As-Sunnah.

    1. Orang Yang Sombong Telah Mengabaikan Perintah Allah
    subhanahu wata’ala.
    Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
    “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
    (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka
    bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
    orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri
    (angkuh).” (QS. 31:18)

    Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, menjelaskan makna
    firman Allah subhanahu wata’ala: (Dan janganlah kamu
    memalingkan mukamu dari manusia) dia berkata:
    “Janganlah kamu sombong dan merendahkan manusia,
    hingga kamu memalingkan wajahmu ketika mereka
    berbicara kepadamu.” (Tafsir At-Thobari 21/74)

    Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan Firman Allah
    subhanahu wata’ala, ”Dan janganlah kamu berjalan di
    muka bumi dengan angkuh”, maksudnya janganlah kamu
    menjadi orang yang sombong, keras kepala, berbuat
    semena-mena, janganlah kamu lakukan semua itu yang
    menyebabkan Allah murka kepadamu”. (Tafsir Ibnu Katsir
    3/417).

    2. Orang Yang Sombong Menjadi Penghuni Neraka.

    Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
    “Katakanlah kepada mereka: Masuklah kalian ke
    pintu-pintu neraka jahannam dan kekal di dalamnya,
    maka itulah sejelek-jelek tempat kembali.” (QS.
    Az-Zumar: 72)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
    “Tidak akan masuk surga siapa saja yang di dalam
    hatinya terdapat sedikit kesombongan.” (HR. Muslim)

    Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi
    wasallam bersabda, “Maukah Aku beritakan kepada kalian
    tentang penghuni surga? Para shahabat menjawab: tentu
    (wahai Rasulullah), lalu beliau berkata: “(Penghuni
    surga adalah) orang-orang yang lemah lagi direndahkan
    oleh orang lain, kalau dia bersumpah (berdo’a) kepada
    Allah niscaya Allah kabulkan do’anya, Maukah Aku
    beritakan kepada kalian tentang penghuni neraka? Para
    shahabat menjawab: tentu (wahai Rasulullah), lalu
    beliau berkata: “(Penghuni neraka adalah) orang-orang
    yang keras kepala, berbuat semena-mena (kasar), lagi
    sombong”. (HR. Bukhori & Muslim)

    3. Orang Yang Sombong Pintu Hatinya Terkunci &
    Tertutup.

    Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya:
    “Demikianah Allah mengunci mati pintu hati orang yang
    sombong dan sewenang-wenang” (QS. Ghafir 35)

    Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Sebagaimana
    Allah mengunci mati hati orang yang memperdebatkan
    ayat-ayat Allah maka demikian juga halnya Allah juga
    mengunci mati hati orang yang sombong lagi berbuat
    semena-mena, yang demikian itu karena hati merupakan
    sumber pangkal kesombongan, sedangkan anggota tubuh
    hanya tunduk dan patuh mengikuti hati”. (Fathul Qodir
    4/492).

    4. Kesombongan Membawa Kepada Kehinaan Di Dunia & Di
    Akhirat

    Orang yang sombong akan mendapatkan kehinaan di dunia
    ini berupa kejahilan, sebagai balasan dari
    perbuatannya, perhatikanlah firman Allah subhanahu
    wata’ala, artinya:
    “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan
    dirinya di dunia ini tanpa alasan yang benar dari
    tanda-tanda kekuasaanku”. (QS. Al-’Araf: 146)

    (Maksudnya) yaitu Aku (Allah) halangi mereka memahami
    hujah-hujjah dan dalil-dalil yang menunjukkan tentang
    keagungan-Ku, syari’at-Ku, hukum-hukum-Ku pada hati
    orang-orang yang sombong untuk ta’at kepada kepada-Ku
    dan sombong kepada manusia tanpa alasan yang benar,
    sebagaimana mereka sombong tanpa alasan yang benar,
    maka Allah hinakan mereka dengan kebodohan
    (kejahilan). (Tafsir Ibnu Katsir 2/228)

    Kebodohan adalah sumber segala malapetaka, sehingga
    Allah sangat mencela orang-orang yang jahil dan
    orang-orang yang betah dengan kejahilannya, Allah
    subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
    “Sesungguhnya makhluk yang paling jelek (paling hina)
    di sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bisu
    yang tidak mengerti apapun (jahil).” (QS. Al-Anfal:22)

    Maksudnya Allah subhanahu wata’ala menghinakan
    orang-orang yang tidak mau mendengar-kan kebenaran dan
    tidak mau menutur-kan yang haq, sehingga orang
    tersebut tidak memahami ayat-ayat-Nya yang pada
    akhirnya menyebabkan dia menjadi seorang yang jahil
    dan tidak mengerti apa-apa, dan kejahilan itulah
    bentuk kehinaan bagi orang-orang yang sombong.

    Dan orang yang sombong di akhirat dihinakan oleh Allah
    subhanahu wata’ala dengan memperkecil postur tubuh
    mereka sekecil semut dan hinaan datang kepada dari
    segala penjuru tempat, hal ini sebagaimana disabdakan
    oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam
    hadits berikut:
    “Orang-orang yang sombong akan dihimpunkan pada hari
    kiamat seperti dalam bentuk semut-semut kecil dengan
    rupa manusia, dari segala tempat datang hinaan kepada
    mereka, mereka digiring ke penjara neraka jahannam
    yang di sebut Bulas, di bagian atasnya api yang
    menyala-nyala dan mereka diberi minuman dari kotoran
    penghuni neraka”. (HR. Tirmizi & Ahmad, dihasankan
    oleh Syekh Al-Albani dalam Al-Misykat)

    Semoga dengan merenungi nash-nash Ilahiyyah diatas,
    karunia Allah subhanahu wata’ala beserta kita dan bisa
    menjauhkan kita dari sifat angkuh dan sombong. (Abu
    Abdillah Dzahabi)

    Tulisan ini disadur dari Majalah Al-Furqon Edisi: 5
    Tahun V /Dzulhijjah 1426 /Januari 2006

     
  • erva kurniawan 1:50 am on 17 August 2011 Permalink | Balas  

    Berkah Sedekah “Buntut Singkong” 

    Berkah Sedekah “Buntut Singkong”

    Di ujung gang sebuah pasar, mangkallah seorang penjual singkong goreng (gorengan) yang setiap hari berjualan dengan penuh suka cita demi menghidupi anak dan istri tercinta.

    Pada suatu hari, datang seorang anak kecil entah dari mana asalnya. si anak berdiri di sisi gerobak kesayangan pak Singkong (sebut saja begitu) sambil memandangi gorengan panas yang baru di angkat dari penggorengan mendidih. Anak itu mengamati Pak Singkong sambil menggigiti jari telunjuknya. Selintas Pak Singkong memperhatikan dan bertanya, “Kamu mau..?” tanpa bersuara, si Anak Singkong (sebut saja begitu) mengangguk, tersungging sedikit senyum gembira penuh harap.

    Terlintas begitu saja, Pak Singkong langsung bereaksi. Ia mengambil ujung paling kecil dari potongan singkong yang tidak terjual dan langsung menceburkannya ke minyak mendidih. Lumayan, dari pada terbuang sia-sia, karena tidak ada yang mau membeli gorengan buntut singkong. Dengan penuh kegembiraan, si Anak singkong melahap buntut singkong goreng gratis dari Pak Singkong.

    Demikianlah, hal itu terulang setiap hari. Sampai pada hari keempat, Pak Singkong tidak lagi kedatangan tamu kehormatannya itu. Sampai akhirnya beberapa tahun kemudian ……..

    Dari sebuah mobil yang cukup mewah, turunlah seorang laki-laki muda gagah, perlente kata orang betawi (sebut saja Si Tampan). Dia menghampiri pak Singkong dengan senyum gagah menawan.

    “Gorengan, om?” begitu teguran khas Pak Singkong ke setiap pelanggan yang datang. “Ya, Pak. Tapi saya mau beli buntut singkong,” sambil tetap mempertahankan senyum gagah.

    Sambil tersenyum dan tidak kalah gagah (ukuran Pak Singkong ), Pak Singkong menjawab sekenanya, “Maaf Om…saya tidak jual buntut singkong.”

    Si Tampan tidak kehabisan akal, “Ah…massaaak…” katanya sambil pindah ke posisi kanan gerobak Pak Singkong sambil menggigit jari telunjuknya.

    “Masya Allah…Subhanallah,” sambil melotot terperangah terharu, “Jadi ini kamu,” demikian kata Pak Singkong dengan sedikit terbata.

    “Ya..ini saya, 20 tahun cukup untuk membuat bapak lupa sama saya?” jawab Si tampan.

    Setelah 4 Hari meminta dan makan buntut singkong, si Anak Singkong merasa cukup tenaga untuk melanjutkan hidupnya. Ia bekerja keras untuk pendidikan dan kariernya hingga akhirnya ia berhasil meraih sukses yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

    Singkatnya, sebagai ucapan terimakasih atas segala kebaikan Pak Singkong yang telah memberinya selama 4 hari dengan buntut singkongnya, Si Tampan memberangkatkan haji Pak Singkong, memberinya modal dan mengangkat derajat kehidupannya.

    **

    Demikianlah Allah akan membalas segala kebaikan seseorang yang dilakukannya dengan tulus. Allah memberi rezeki dari tempat yang tak disangka-sangka kepada setiap orang yang dikehendaki-NYA. Demikian balasan Allah atas perbuatan baik dan sedekah seseorang.

    ***

    (sumber cerita dari wisata hati).

     
    • azkaazzahra 2:06 am on 17 Agustus 2011 Permalink

      sedekah memang bisa membeli segalanya.
      salam berbagi kebaikan

    • hendri putra islamia 10:03 pm on 22 Agustus 2011 Permalink

      1.sedekh mmg ahli srga
      sbda nabi”klw ingn brsdkh sdkh kn brng yg plng kmu ska,cntai”

  • erva kurniawan 1:59 am on 16 August 2011 Permalink | Balas  

    Memaafkan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan 

    Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa rasa benci, dendam dan permusuhan dapat memicu tekanan darah tinggi. Sebaliknya, memaafkan bisa meredakan stres dan menjaga jantung tetap sehat.

    Stres akan muncul ketika batin seseorang terganjal oleh rasa kecewa atau tersakiti. Melupakan dan menganggap benar sebuah kesalahan yang menyebabkan rasa sakit tersebut tidak selalu bisa mengatasinya, kadang-kadang justru menambah beban di hati.

    Dikutip dari Mayo Clinic, Jumat (10/9/2010), memaafkan adalah sebuah proses perdamaian dengan diri sendiri. Diawali dengan pengakuan akan adanya rasa sakit, seseorang yang memberi maaf justru akan merasa lebih rileks untuk menerima kondisinya.

    Dengan kondisi mental yang lebih rileks, seseorang juga akan terhindar dari risiko penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang. Risiko tersebut umumnya dihadapi oleh para pendendam yang membutuhkan jalan pintas untuk lepas dari beban emosi negatifnya.

    Manfaat lain dari saling memaafkan terungkap dalam penelitian di University of Massachusetts, yakni bisa menurunkan tekanan darah dengan lebih cepat. Efek percepatan itu bisa mencapai 20 persen pada wanita, sementara pada pria efeknya lebih kecil.

    Tekanan darah, denyut jantung dan kontraksi otot biasanya meningkat ketika seseorang terlibat konflik, sehingga risiko serangan jantung dan stroke menjadi lebih tinggi. Gejala tersebut akan mereda ketika konflik berakhir, atau akan lebih cepat jika kedua pihak yang berkonflik saling bermaafan.

    Sedangkan untuk bisa memaafkan, seseorang yang pernah merasa tersakiti akan melewati 4 tahap berikut ini.

    1. Mengakui dengan jujur adanya rasa sakit hati atau kemarahan di dalam dirinya, sebagai akibat dari kesalahan orang lain.
    2. Memahami bahwa situasi tersebut tidak baik untuk dirinya, sehingga harus diubah.
    3. Menemukan cara baru untuk menyikapi orang lain yang telah membuatnya marah atau sakit hati.
    4. Memahami bahwa orang itu butuh dimaafkan, sebagaimana dirinya juga ingin dimaafkan jika berbuat salah.

    Namun jika ada seseorang yang sulit untuk memaafkan, kesalahan mungkin ada pada cara menyampaikan permintaan maaf. Menurut sebuah penelitian di University of Valencia, permintaan maaf lebih efektif jika disampaikan melalui telinga kanan.

    Sensor pendengaran di sebelah kanan terhubung dengan belahan otak kiri, bagian yang berhubungan dengan logika. Menurut peneliti, hal itu akan menyebabkan permintaan maaf ditangkap dan diproses dengan lebih rasional.

    ***

    AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

    health.detik.com/read/2010/09/10/080210/1438681/766/memaafkan-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan?l993306763

     
    • iman 8:51 am on 1 November 2011 Permalink

      memaafkan disamping banyak manfaat untuk kesehatan, juga sunah nabi,,,, untuk menjalin kasih sayang antar umat manusia

  • erva kurniawan 1:50 am on 15 August 2011 Permalink | Balas  

    Jabat Tangan yang Kuat Tanda Berumur Panjang 

    Berjabat tangan biasa dilakukan orang saat bersilaturahmi, bertemu rekan kerja atau selesai melakukan wawancara. Ternyata jabat tangan juga bisa menjadi petunjuk seseorang berumur panjang atau tidak.

    Para ilmuwan dari University College London menuturkan bahwa kekuatan saat orang berjabat tangan bisa menjadi petunjuk berapa lama seseorang akan hidup atau usia seseorang.

    Peneliti mencocokkan keseimbangan orangtua, kekuatan cengkeraman dan kemampuan untuk bangun dari kursi terhadap risiko kematian dini. Seseorang yang dapat melakukan dengan baik, kemungkinan bisa hidup lebih lama. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam British Medical Journal (BMJ).

    Studi ini dikombinasikan dengan lebih dari 30 penelitian sebelumnya yang melibatkan puluhan ribu orang yang melihat kemampuan fisik seseorang dan kematian. Sebagian besar partisipan yang terlibat berusia lebih dari 60 tahun, namun tetap tinggal di rumah.

    Para peneliti menemukan bahwa angka kematian selama periode penelitian sekitar 67 persen lebih tinggi pada orang yang memiliki kekuatan cengkeraman terlemah. Pola serupa juga ditemukan pada tindakan-tindakan lain, yaitu orang yang paling lambat jalan kaki lebih memungkinkan meninggal 3 kali lebih cepat serta lambat bangkit dari kursi memiliki kemungkinan dua kali lebih cepat meninggal.

    Meskipun kelemahan yang datang bisa disebabkan oleh penyakit atau faktor kesehatan yang menurun, namun kekuatan dalam berjabat tangan bisa menunjukkan perbedaan yang nyata bahkan pada beberapa orang yang berusia di bawah 60 tahun dan memiliki sedikit atau tidak ada gangguan kesehatan.

    “Salah satu bagian terkahir dari riset yang dilakukan di rumah sakit menemukan perbedaan dalam hal kekuatan cengkeraman, bahkan hal ini terkait dengan lamanya ia tinggal di rumah sakit. Hasil temuan ini cukuplah penting,” ujar Profesor Avan Aihie Sayer, seorang geriatrician dari Southampton University, seperti dikutip dari BBCNews, Sabtu (11/9/2010).

    Profesor Sayer menyarankan dibutuhkan beberapa studi untuk mengidentifikasi perbedaan yang signifikan dalam kekuatan berjabat tangan pada orang yang muda. Karena hal ini bisa menjadi petunjuk mengenai masalah kesehatan di masa depan.

    ***

    Vera Farah Bararah – detikHealth

    health.detik.com/read/2010/09/11/103059/1439062/766/jabat-tangan-yang-kuat-tanda-berumur-panjang?l991101755

     
    • Danang Setia Budi 1:57 am on 15 Agustus 2011 Permalink

      Memprediksi umur melalui kekuatan jabat tangan, super sekali! ;)

    • annisa 1:18 pm on 18 Agustus 2011 Permalink

      Subhanallah .. luar biasa tanda2 dari Allah..

    • Dhol 3:27 am on 18 Oktober 2011 Permalink

      informasi yang sangat bagus,

  • erva kurniawan 1:00 am on 14 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Puasa Zubaida dan Kutukan Tetangga 

    Setiap Ramadhan, Zubaida Jomaa, 44, berjuang mengajak keluarganya untuk berbuka puasa bersama setidaknya sekali dalam seminggu. Itu dilakukan untuk memberi nuansa Islam di tengah keluarganya. Nuansa Islam, di tengah kehidupan negeri tanggo Brasil, adalah sesuatu yang mahal.

    Dengan mayoritas penduduknya beragama Katolik, pemeluk agama Islam di sana tidak menonjol. “Saya ingin melihat keluarga saya duduk bersama selama bulan suci,” ujar Zubaida, seperti ditulis Islamonline.net.

    Meskipun hidup dalam masyarakat barat, wanita muslim itu ingin mengajarkan anak-anaknya arti puasa selama bulan Ramadhan. Dia menjelaskan, anak-anaknya sudah belajar berpuasa sejak umur sembilan tahun. Saat itu, banyak tetangga Zubaida yang mengutuk karena membiarkan anak kecil berpuasa. “Tapi saya tahu apa yang saya lakukan sesuai agama Allah dan itu baik untuk menanamkan nilai Islam kepada anak saya,” tegas dia.

    Selama Ramadhan, seperti Muslim di belahan bumi lain, Muslim di Brazil mendedikasikan waktu mereka untuk menjadi lebih dekat kepada Allah. Mereka lebih banyak berdoa, menahan diri dari hawa nafsu, dan melakukan perbuatan baik. Momentum Ramadhan juga dipergunakan untuk mempelajari Alquran yang mulia. “Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan berkah dalam kehidupan Muslim manapun di seluruh dunia,” kata Zubaida.

    Menurut sensus 2001, ada 27.239 Muslim di Brasil. Namun, Federasi Islam Brasil menempatkan angka pada sekitar satu setengah juta. Mayoritas Muslim adalah imigran keturunan Suriah, Palestina, dan Lebanon yang menetap di Brasil pada abad kesembilan belas selama Perang Dunia I dan pada 1970-an. Sebagian besar muslim tinggal di negara bagian Parana, Goias, Riod de Janeiro dan Sao Paulo. Ada juga jumlah masyarakat Muslim yang signifikan di Mato Grosso do Sul dan Rio Grande do Sul.

    Muslim di Brasil masih kesulitan dalam mengajarkan Islam kepada anak-anaknya. Salah satu contohnya, orangtua umumnya sulit mengajar anak-anak mereka untuk berpuasa selama bulan suci. Hal itu karena masih banyak masyarakat Brazil yang tidak mengerti ajaran agama Islam. “Banyak orang yang mengkritik dan menuduh yang tidak baik kepada keluarga saya, karena mereka tidak mengerti,” ujar Zubaidah.

    Akan tetapi, dia selalu mengajarkan bahwa Ramadhan adalah saat refleksi. Muslim merasa murni dari kotoran dan berpuasa menjadikan Muslim bersikap lebih baik. “Saya senang melihat anak-anak saya berpikir tentang makna Ramadhan yang sama,” tutup Zubaida.

    ***

    By Republika

     
  • erva kurniawan 1:09 am on 13 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Pencuri yang Tercuri 

    Malik ibn Dinar adalah seorang periwayat hadis dari generasi tabi’in. Ia orang miskin. Sangat miskin. Tidak ada barang berharga di rumahnya. Jelas, jika ada pencuri memasuki rumahnya, itu adalah keputusan yang sangat salah. Seperti pencuri yang satu ini. Saya nukilkan kisah Malik dan si pencuri dari buku Qashash min Siyar al-Musytaq al-Jannah (Kisah Para perindu Surga) karya Muhammad ibn Hamid Abdul Wahhab.

    Suatu malam, pencuri itu memasuki rumah Malik ibn Dinar. Ia mencari-cari barangkali ada barang berharga yang bisa dicuri. Semua ruangan dimasuki. Malik ibn Dinar yang saat itu sedang mengerjakan shalat di kamarnya tahu jika ada yang masuk ke rumahnya.

    Ia tetap mengerjakan shalat, tidak khawatir sama sekali dengan kedatangan si pencuri. Ia yakin jika pencuri itu tidak akan menemukan apa pun yang bisa dibawa. Sebab, dirinya hanya orang miskin yang tidak punya apa-apa. Sampai kemudian si pencuri masuk ke kamar tempat Malik mengerjakan shalat, dan secara kebetulan, Malik baru selesai mengerjakan shalat. Si pencuri terkejut. Ternyata rumah ini ada penghuninya. Keduanya bertatapan. Malik mengucapkan salam kepada pencuri, sementara si pencuri hanya terpaku.

    “Saudaraku,” kata Malik. “Kau sudah memasuki rumahku tapi tidak menemukan apa-apa. Dan aku tidak akan membiarkanmu keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa.” Si pencuri masih terpaku.

    Malik berdiri lalu ke belakang mengambil air dan menyodorkannya kepada si pencuri. “Berwudulah dengan air ini,” kata Malik, “Lalu kerjakanlah salat dua rakaat. Kau akan keluar dari rumah ini dengan membawa kebaikan.”

    “Baik, Tuan,” kata si pencuri. Ia seperti terhipnotis, menuruti semua perintah Malik. Setelah selesai mengerjakan shalat, si pencuri mendekati Malik. “Tuan! Bolehkah aku menambah dua rakaat lagi?”

    “Silakan. Kerjakan semampumu,” jawab Malik.

    Si pencuri tampak menikmati shalat malam itu, sampai-sampai ia tidak hanya menambah dua rakaat, tapi terus mengerjakan salat sampai waktu subuh tiba.

    “Sekarang sudah saatnya kau pulang dari sini,” kata Malik. “Kau akan pergi dengan membawa hidayah.”

    Tapi si pencuri berkata, “Jika Tuan mengizinkan, aku ingin tinggal di sini untuk sehari ini. Aku sudah berniat berpuasa.” Malik pun mengizinkan. “Silakan, jika kau memang menghendaki.”

    Saat hendak pergi, si pencuri berkata kepada Malik, “Aku ingin bertobat.”

    “Biar itu menjadi urusanmu dengan Allah,” kata Malik.

    Pencuri itu berlalu. Sampai kemudian ia bertemu dengan temannya sesama pencuri. “Aku pikir kau membawa banyak hasil curian,” kata temannya itu. “Kemarin aku berniat mencuri di rumah seseorang bernama Malik ibn Dinar,” kata si pencuri. “Tapi dia ternyata orang miskin yang tak punya apa-apa. Dan, justru dia yang mencuri apa yang kumiliki selama ini.”

    Kita telah memasuki Ramadan. Sering kita dengar ia disebut ‘Bulan Suci’. Dan penyebutan seperti itu kerap diterjemahkan dengan aksi sapu-bersih tempat-tempat yang dianggap menjalankan kemaksiatan. Tempat-tempat hiburan diminta ditutup agar tidak menodai kesucian bulan itu.

    Apakah seperti itu? Tidak, tentu saja. Kesucian ada di setiap hati kita, bukan di suatu tempat atau pada waktu tertentu. Benih-benih kebaikan dan keburukan tertanam di setiap hati kita. Begitulah fitrah manusia. Selanjutnya hanya perlu kesungguhan—dengan dukungan keadaan—saja bagi masing-masing benih itu untuk tumbuh.

    Dan puasa yang kita laksanakan selama Ramadan ini adalah keadaan yang mendukung untuk menumbuhkan benih-benih kebaikan di hati, menjadi batang, bercabang, bunga-bunganya mekar dalam perilaku: kearifan, kasih sayang, cinta, kesabaran, kepedulian, disiplin, dan sifat-sifat ilahiah lainnya yang selama ini mungkin tak terawat. Itulah yang semestinya kita petik dari puasa, lalu kita jaga sebaik mungkin.

    Setelah semua itu, bukan bulan yang berhak mendapat label suci, melainkan kita. Tidak ada yang disebut ‘bulan suci’, tapi yang ada adalah ‘diri yang suci’. Kita telah memasuki Ramadan. Dan jangan sampai nanti kita keluar darinya tanpa membawa pengaruh apa-apa. Sia-sia. ( gst / vta )

    ***

    ramadan.detik.com/read/2010/08/26/190442/1428925/630/pencuri-yang-tercuri

     
    • haryanto 2:46 pm on 15 Februari 2012 Permalink

      saya tertarik sekali cerita anda mungkin kah ,asih bnyak lagi cerita yang anda punya..

  • erva kurniawan 1:12 am on 12 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Puasa Mengharukan Si Penyapu Jalan 

    By Republika

    Hidup adalah perjuangan. Kata itu tampaknya cocok disematkan untuk Rusdijah (45). Betapa tidak, ibu beranak lima ini berjuang keras tiap hari demi bertahan hidup di tengah kerasnya kota Jakarta. Suaminya pengidap darah tinggi yang telah wafat lima tahun silam akibat terpeleset dari kamar mandi, membuatnya kian ikhlas menjalani hidup sebagai orang tua tunggal.

    Rusdijah ialah satu dari sekian banyak perempuan yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. “Saya sudah lima tahun kerja ini,” ujar Rusdijah saat ditemui di Lapangan Banteng. Rusdijah mengaku, di bulan Ramadhan ini cukup sulit menjalani dua aktivitas sekaligus, berpuasa dan membersihkan lapangan. Namun hebatnya, ibu ini tetap menomorsatukan ibadah puasanya. “Capek, haus. Tapi bagaimana, puasa kan juga kewajiban,” tuturnya.

    Selain pengorbanannya yang total pada pekerjaannya itu, rupanya kisah hidup Rusdijah pun cukup memprihatinkan. “Waktu itu rumah saya kebakaran di Kwitang,” ucap Ibu yang akrab disapa Ijah ini mengawali ceritanya. Usai insiden kebakaran yang menghanguskan rumah lengkap dengan seluruh perabotannya, Ijah pindah ke Citayam. “Nggak ada satu pun barang yang tersisa,” ujarnya. Kebakaran itu, menurut dia, terjadi karena hubungan pendek arus listrik. Kebakaran itu cukup memilukan hatinya hingga kini.

    Ternyata cobaan tak berhenti sampai disitu. Selang beberapa bulan ia dan keluarga pindah ke Citayam, suaminya pengidap darah tinggi terpeleset di kamar mandi. Tak lama, sang pencari nafkah itu pun dipanggil Sang Khaliq tuk selama-lamanya. “Masih sedih kalau ingat itu,” katanya.

    Dua cobaan sudah yang telah menimpa ibu pemilik empat anak lelaki dan satu anak perempuan ini. Tetapi, Ijah tidak menyerah sedikit pun. Ia bertekad untuk melanjutkan hidupnya kembali. Sedahsyat apa pun badai menghantam. “Meski susah, hidupkan harus dilanjutkan,” ujarnya.

    Ia pun memutuskan untuk menjadi petugas kebersihan. Anak-anaknya yang lain pun giat mencari kerja. Sayangnya, dua anaknya jarang pulang. Anak perempuan satu-satunya, Riska (12) pun tak tega melihat ibunya bekerja sendiri. “Riska minta izin mau jadi tukang koran,” ungkapnya. Di lubuk hati Ijah, ia tak tega membiarkan anaknya yang waktu itu masih kelas IV SD untuk berjualan. “Ternyata Riska nggak nyerah. Dia bener-bener jadi tukang koran sama abangnya keempat,” paparnya.

    Di tengah morat-marit hidup Ijah dan keluarganya, ia pun harus menelan pil pahit lagi. Anaknya yang ketiga wafat karena sakit. “Lagi-lagi saya kehilangan,” tuturnya memilukan. Ijah pun kembali bangkit. Anak perempuannya itu rupanya yang memberinya kekuatan untuk bertahan. “Riska yang buat saya kuat hadapi hidup. Dia nggak pernah nangis dikatain teman-temannya tukang koran,” paparnya.

    Ijah pun mengakui, ternyata putri bungsunya tersebut cerdas meski memiliki kenangan memilukan. “Dulu dia nggak mau masuk sekolah. Saya nggak tahu kenapa. Astaghfirullah, saya kesal, saya tampar dia,” sesalnya. Ternyata, selang beberapa lama Riska mengakui ia tidak mau masuk sekolah lantaran takut dan trauma. “Ternyata, itu anak digertak sama kepala sekolahnya. Dikatain goblok dan bego. Ya Allah, nggak tau apa itu anak yatim,” ujar Ijah.

    Akhirnya, Ijah pun menyelidiki kenapa anaknya digertak dan dikatai dengan ucapan tak senonoh itu. “Waktu itu, anak saya ditanyain pas lagi jualan kenapa nggak sekolah. Anak saya keceplosan ‘Biar sekolah gratis tapi kan bukunya bayar’ gitu kata Riska. Eh, nggak lama itu sekolah didatangi orang DKI. Riska dianggap sumber tercemarnya nama sekolah. Dari situ saya dipaksa buat ngeluarin Riska dari sekolah,” paparnya. Namun demikian, Riska tak sedih atau pun muram usai digertak kepala sekolah tersebut. Ia hanya mogok sekolah karena trauma.

    Ijah kini hidup bahagia dengan putrinya yang kerap mengerjakan PR di kereta dan sering tertidur hingga Bojong karena saking lelahnya. “Riska tiap hari bangun pukul 04.00 pagi. Dia berangkat kan naik kereta. Dagang dulu, baru sekolah di SMPN 273 Tanah Abang. Pulang sekolah, dia dagang lagi. Uangnya nggak pernah dijajanin. Buat saya semua. Alhamdulilah, guru-gurunya bilang Riska pintar,” tutupnya penuh haru.

    ***

    Naskah: Ina Febriani/irf

    Foto: Republika/Musiron

     
  • erva kurniawan 1:58 am on 11 August 2011 Permalink | Balas  

    Tarawih dengan Langit Terang di Alaska 

    By Republika

    Terletak paling utara benua Amerika dan lebih dekat dengan benua Artik membuat Alaska identik dengan musim dingin berkepanjangan. Namun, dibalik dinginnya Alaska tersimpan satu hal yang begitu menghangatkan yakni keberadaan komunitas muslim di kawasan itu. Jumlahnya memang tidak banyak, tapi cukup menggambarkan betapa Islam mulai diterima dan diakui.

    Berbeda dengan saudara-saudaranya dibelahan dunia lain, komunitas muslim di Alaska memiliki perbedaan yang unik saat melaksanakan kewajibannya sebagai muslim. Khusus bulan ramadhan misalnya, muslim di Alaska melakukan sholat tarawih pada saat matahari masih bersinar terang, karena jarak antara matahari terbit dan terbenam sangat panjang pada musim panas.

    Dua Muslimah Indonesia, Amalia dan Nila, yang menetap di Anchorage, Alaska, menuturkan tantangan berpuasa di kawasan kutub itu, yakni kejanggalan alam sewaktu bertarawih dan bagaimana mendidik anak untuk menjalankan puasa di tengah lingkungan masyarakat yang mayoritas non-Muslim.

    Amalia baru saja pindah dari Las Vegas ke Anchorage, Alaska, dan puasa tahun ini merupakan yang kedua bagi dia dan keluarga. Awalnya, Amalia merasa janggal bertarawih di ‘siang bolong’.

    “Langit masih terang-terang kita udah bersolat Isya, karena faktanya memang begitu. Tetapi, kalau menunggu matahari benar-benar tenggelam nggak kuat juga walaupun sejuk karena terlalu lama, lebih dari 14 jam,“ ungkapnya seperti dikutip dari voanews.com, Senin, (23/8).

    Nila menuturkan pengalaman lain. Dia mengasuh bayinya yang baru lahir dan pada saat yang sama mendidik anaknya yang berusia lima tahun untuk berpuasa. “Memang sih susah di sini. Tetapi saya enjoy tiap tahun bersama anak saya yang pertama. Selalu saya bilang, kalau kamu puasa kamu dapat hadiah. Saya juga memiliki anak bayi, dia juga ikut bangun, tetapi saya tidak merasa terlalu repot. Saya tidak merasa capek atau malas untuk bangun,”kata Nila.

    Amalia dan Nila mengatakan, warga Muslim Indonesia di Alaska sudah diberitahu oleh sebuah lembaga Islam di Amerika agar mereka mengikuti jadwal puasa yang ditetapkan Mekah.

    ***

    voanews.com, Agung Sasongko, Ajeng Ritzki Pitakasari

     
    • yadi 5:00 pm on 16 Agustus 2011 Permalink

      saya akan berkunjung ke Alaska tahun 2012!

  • erva kurniawan 1:52 am on 10 August 2011 Permalink | Balas  

    Kurma Takjil Sehat Saat Puasa 

    Jakarta – Di bulan Ramadan, kurma menjadi makanan favorit untuk berbuka. Jenisnya beragam, mulai dari kurma medjol, kurma agwa, kurma kidri, hingga sokhari. Lantas kenapa kurma cocok untuk santapan buka puasa? Apa saja khasiat hebat kurma?

    Pedagang kurma ‘kaget’ mulai bermunculan di saat Ramadan, biasanya mereka banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional. Kurma yang dijual juga beragam, mulai dari yang harganya murah hingga harganya yang cukup mahal. Hampir semuanya diimpor dari negara-negara Timur Tengah, juga dari Australia dan Amerika.

    Jenis kurma sangat beragam, ada yang basah ada juga yang kering. Kalau dari segi jenisnya terdapat lebih dari 30 jenis kurma yang ada di dunia. Tapi biasanya hanya beberapa saja yang cukup dikenal masyarakat Indonesia. Di antaranya kurma nabi atau agwa yang harganya relatif sangat mahal, kurma Tunisia yang cenderung kering di luar namun sangat lembut di dalam dan rasanya tidak terlalu manis.

    Kurma sangat baik dikonsumsi saat puasa seperti sekarang ini. Kandungan gula dalam kurma bisa menggantikan tenaga yang hilang setelah seharian berpuasa. Kecuali itu kandungan nutrisinya juga cukup kaya. Para ahli nutrisi yang melakukan penelitian kandungan gizi kurma menemukan bahwa buah kurma ini sangat cocok untuk menu diet.

    Sebutir kurma mengandung 23 kalori. Sedangkan untuk tiap 100 gram kurma (sekitar 8-10 butir) mengandung karbohidrat 73,5 g, serat 7,5 g dan gula 66 g, protein 2 g dan lemak 0,45 g. Kecuali itu kandungan mineral dan vitamin pada kurma juga sangat banyak; Calcium 32 mg, Magnesium 35 mg, Selenium 1,9 g, Phosporus 40 mg dan Potassium 652 mg.

    Sejumlah vitamin juga terdapat dalam kurma; Vitamin A, Vitamin B6 dan B Complex dan 20 jenis asam amino. Kandungan selenium pada kurma bisa mengurangi resiko penyakit kanker dan jantung juga memperkuat daya tahan tubuh. Tak heran jika kurma dijadikan menu berbuka yang sangat dianjurkan karena dapat menjaga stamina tubuh tetap prima selama menjalankan ibadah puasa.

    Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, konsumsi kurma sebanyak 3 butir saat berbuka dan 4 butir saat sahur. Tidak perlu berlebihan karena biasanya makanan lain juga banyak yang dikonsumsi saat berbuka. ( gst / vta )

    ***

    ramadan.detik.com/read/2010/08/21/085949/1424731/991/kurma-takjil-sehat-saat-puasa

     
  • erva kurniawan 1:48 am on 9 August 2011 Permalink | Balas  

    Puasa Dapat Sembuhkan Penyakit Maag 

    Jakarta – Kemungkinan besar Anda sudah tahu bahwa puasa bisa menyembuhkan penyakit maag. Namun, bagaimana mungkin? Terlambat makan beberapa jam saja dapat menyebabkan sakit maag. Bagaimana mungkin puasa Ramadan yang mencapai 14 jam setiap hari malah bisa menyembuhkannya?

    Pertama, pemahaman kita harus benar dulu tentang jenis penyakit maag yang bisa disembuhkan dengan berpuasa. Secara umum, penyakit maag ada dua jenis, organik dan fungsional.

    Penyakit maag organik merupakan kelainan organ yang dapat disembuhkan dengan pengobatan. Penyakit maag fungsionallah yang bisa disembuhkan dengan berpuasa karena disebabkan oleh pola makan tak teratur atau tak sehat bagi lambung, misalnya makanan atau minuman yang mengandung cokelat, keju, minyak, kopi, soda, dan tembakau. Jenis terakhir inilah yang paling banyak penderitanya.

    Ya, selama puasa Ramadan, mereka yang menjalankannya biasanya menjalani pola makan yang lebih teratur karena terbatasnya waktu makan dan desakan rasa lapar saat berbuka. Begitu juga dengan kebiasaan makan yang tak sehat, biasanya berkurang.

    Bukan berarti seorang penderita sakit maag tidak akan mengalami gejala maag sama sekali selama perpuasa. Sebuah seminar tentang puasa dan penyakit menjelaskan bahwa pada minggu pertama puasa, secara normal asam lambung akan meningkat pada waktu makan yang normal. Ini tentu dapat menimbulkan perih. Namun, kadar asam lambung mulai sesuai dengan kebutuhan di minggu-minggu berikutnya. ( gst / vta )

    ***

    ramadan.detik.com/read/2010/08/20/120414/1424228/991/puasa-dapat-sembuhkan-penyakit-maag

     
  • erva kurniawan 1:37 am on 8 August 2011 Permalink | Balas  

    Mencegah Dehidrasi Saat Puasa 

    Jakarta – Saat berpuasa, kurangnya konsumsi cairan dapat membuat tubuh menderita dehidrasi. Bagaimana mencegah dehidrasi saat puasa?

    Berikut ini beberapa tips untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa:

    1. Konsumsi cairan 1,5 hingga 2 liter (6-8 gelas) per hari, yang terbagi antara berbuka sampai sahur sangat diperlukan.
    2. Berbuka dengan minuman yang manis berasal dari sari buah alami sebab lebih cepat menggantikan energi, kemudian dilanjutkan makanan lainnya.
    3. Berbuka dengan air kelapa lebih baik dibanding air biasa dan minuman elektrolit buatan sebab  penelitian membuktikan air kelapa muda memiliki Indeks Rehidrasi lebih tinggi (air kelapa muda lebih efektif dan lebih cepat memperbaiki dehidrasi).
    4. Kurangi aktifitas di tempat yang bersuhu tinggi yang mempercepat terjadinya dehidrasi.
    5. Tetap lakukan olah raga, sebaiknya mendekati berbuka sehingga tubuh tidak terlalu lama mengalami kekurangan energi dan cairan.
    6. Pada saat sahur konsumsi makanan yang banyak mengandung serat sehingga dapat menahan lapar lebih lama, dan hindari minum terlalu berlebihan.
    7. Makan secukupnya saat berbuka (tidak berlebihan) supaya saat sahur perut siap diisi kembali untuk energi esok hari.
    8. Jangan tinggalkan sahur sebab sahur merupakan saat mengisi cairan dan energi untuk 14 jam ke depan. 9. Jangan tunda untuk berbuka sebab sudah saatnya mengisi kembali cairan dan energi yang sudah hilang selama berpuasa. Istirahat yang cukup setidaknya 5-6 jam dalam sehari, sebelum tidur sempatkan untuk minum lagi, jika memungkinkan lakukan tidur siang kurang lebih 1 jam. ( gst / vit )

    ***

    ramadan.detik.com/read/2010/08/16/131220/1421263/991/mencegah-dehidrasi-saat-puasa

    Mencegah Dehidrasi Saat Puasa

    Jakarta – Saat berpuasa, kurangnya konsumsi cairan dapat membuat tubuh menderita dehidrasi. Bagaimana mencegah dehidrasi saat puasa?

    Berikut ini beberapa tips untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa:

    1. Konsumsi cairan 1,5 hingga 2 liter (6-8 gelas) per hari, yang terbagi antara berbuka sampai sahur sangat diperlukan.

    2. Berbuka dengan minuman yang manis berasal dari sari buah alami sebab lebih cepat menggantikan energi, kemudian dilanjutkan makanan lainnya.

    3. Berbuka dengan air kelapa lebih baik dibanding air biasa dan minuman elektrolit buatan sebab  penelitian membuktikan air kelapa muda memiliki Indeks Rehidrasi lebih tinggi (air kelapa muda lebih efektif dan lebih cepat memperbaiki dehidrasi).

    4. Kurangi aktifitas di tempat yang bersuhu tinggi yang mempercepat terjadinya dehidrasi.

    5. Tetap lakukan olah raga, sebaiknya mendekati berbuka sehingga tubuh tidak terlalu lama mengalami kekurangan energi dan cairan.

    6. Pada saat sahur konsumsi makanan yang banyak mengandung serat sehingga dapat menahan lapar lebih lama, dan hindari minum terlalu berlebihan.

    7. Makan secukupnya saat berbuka (tidak berlebihan) supaya saat sahur perut siap diisi kembali untuk energi esok hari.

    8. Jangan tinggalkan sahur sebab sahur merupakan saat mengisi cairan dan energi untuk 14 jam ke depan. 9. Jangan tunda untuk berbuka sebab sudah saatnya mengisi kembali cairan dan energi yang sudah hilang selama berpuasa. Istirahat yang cukup setidaknya 5-6 jam dalam sehari, sebelum tidur sempatkan untuk minum lagi, jika memungkinkan lakukan tidur siang kurang lebih 1 jam. ( gst / vit )

    ***

    ramadan.detik.com/read/2010/08/16/131220/1421263/991/mencegah-dehidrasi-saat-puasa

     
  • erva kurniawan 1:03 am on 7 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: tips buka puasa   

    Air Kelapa Mengganti Cairan yang Hilang Saat Puasa 

    Vera Farah Bararah – detikHealth

    Jakarta, Dalam sehari manusia mengeluarkan cairan dalam tubuh sekitar 2 liter baik berupa urine, keringat atau yang lainnya. Ketika puasa pemasukan cairan menjadi terbatas, tapi ada cara cepat mengganti cairan tubuh yang hilang.

    Seringkali ketika melihat orang berbuka puasa dengan minum air kelapa. Ternyata kebiasaan ini cukup membantu menghilangkan rasa haus dan mengganti konsumsi air yang hilang setelah 14 jam lebih berpuasa seharian.

    “Mengonsumsi air kelapa adalah salah satunya, terlebih lagi karena air kelapa mengandung komposisi elektrolit atau mineral yang seimbang dan mirip dengan cairan darah manusia,” ujar DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, saat dihubungi detikHealth, Sabtu (21/8/2010).

    Lebih lanjut dokter yang akrab disapa Dr Tati ini menuturkan kandungan yang terdapat di dalam air kelapa adalah air sebanyak 95,5 persen, nitrogen sebanyak 0,05 persen, asam fosfat sebanyak 0,56 persen, kalium sebanyak 0,25 persen, kalsium oksida sebanyak 0,69 persen, magnesium oksida sebanyak 0,59 persen serta sedikit zat besi dan gula.

    “Bila air kelapa dikonsumsi sebagai minuman untuk menghilangkan rasa haus seperti halnya minum air, maka hal ini tentu saja tidak menjadi masalah,” ujar dokter yang juga menjadi anggota Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

    Beberapa orang yang menderita batu ginjal juga sangat percaya air kelapa membantu memecah batu ginjalnya. Tapi menurut Dr Tati penderita ginjal malah harus berhati-hati mengonsumsinya.

    Hal ini disebabkan orang yang memiliki gangguan ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuhnya. Jadi sebaiknya berhati-hati dengan segala cairan yang diminum.

    Menurut Dr Tati sejak dulu, air kelapa digunakan untuk pengobatan secara herbal oleh nenek moyang manusia. Air kelapa dapat memperlancar susah kencing, mabuk, mengobati kelelahan dan kini juga digunakan untuk menaikkan cairan ketika kena demam berdarah.

    “Sejak zaman nenek moyang, air kelapa selain untuk menghilangkan rasa haus juga sudah dikenal dengan beberapa khasiat lainnya yang memerlukan pembuktian secara ilmiah,” ungkap dokter yang juga menjadi staf pengajar di FKUI.

    Dr Tati mencontohkan manfaat dari air kelapa adalah kandungan asam lauratnya yang bermanfaat sebagai antivirus dan anti kuman. Sifatnya sebagai minuman isotonik, kandungan gula, kalium dan rendahnya kandungan natrium cocok sebagai minuman berenergi untuk atlet karena dapat mengatur elektrolit tubuh dan menghilangkan rasa lelah. (ver/ir)

    ***

    health.detik.com/read/2010/08/21/075055/1424728/766/air-kelapa-mengganti-cairan-yang-hilang-saat-puasa?l991101755

     
  • erva kurniawan 1:52 am on 6 August 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    Ber-sahur-lah dengan Buah 

    detikfood – detikRamadan

    Jakarta – Makanan sahur sebaiknya diperkaya dengan buah-buahan yang berwarna kuning atau merah seperti apel, mangga, jeruk, anggur, dll. Selain itu bisa juga dibuat tumis sayuran hijau seperti buncis, kailan, oyong dan hindari brokoli, kol, kembang kol karena banyak mengandung gas. Serat yang terkandung dalam sayuran dan buah tersebut akan membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Hal ini membuat energi saat bersantap sahur menjadi tahan lebih lama.

    ( asy / asy )

    ***

    ramadan.detik.com/read/2010/08/09/132518/1416421/991/ber-sahur-lah-dengan-buah

     
  • erva kurniawan 1:04 am on 5 August 2011 Permalink | Balas  

    Berpuasa di Kota Tianjin, Cina 

    Nurseffi Dwi Wahyuni – detikRamadan

    Jakarta – Bulan Ramadan 1431 H kali ini terasa berbeda bagi saya karena harus melaksanakan ibadah puasa pertama di kota Tianjin, Cina. Ini merupakan pengalaman pertama saya berpuasa di negeri orang.

    Menjalankan puasa di negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim, tentu saja memiliki keunikan tersendiri. Jangan harap akan ada toleransi terhadap orang-orang yang menjalankan ibadah puasa seperti di Indonesia. Aktivitas selama bulan Ramadan di sini, sama saja seperti bulan-bulan biasanya.

    Di sini, saya juga tidak mendengar suara adzan untuk menunjukkan waktu imsak, salat dan berbuka puasa. Karena itu, saya harus rajin melihat dan memperhatikan posisi matahari untuk menentukan waktu-waktu tersebut.

    Apalagi saat ini di China sedang musim panas sehingga suhu cuaca di sini sangat panas dan bisa mencapai 30 derajat celcius. Pada musim panas, waktu siang juga lebih panjang dari waktu malam,  sehingga secara otomatis puasa yang saya jalani juga lebih lama beberapa jam dibanding saat saya berpuasa di Indonesia.

    Jika biasanya di Jakarta  pukul 18.00 WIB  matahari sudah mulai tenggelam,maka kali ini di Cina masih terang benderang. Karena itu, pada puasa pertama kemarin, saya baru berbuka pukul 8 malam waktu Cina.

    Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah soal makanan. Kita harus berhati-hati saat memilih makanan karena belum tentu makanan yang dijual adalah makanan yang halal bagi umat muslim.

    Setidaknya kita harus bisa sedikit berbahasa Mandarin untuk bertanya apakah makanan yang kita beli itu halal atau tidak. Karena setelah saya pergi ke beberapa toko di kota ini, sebagian besar dari pegawai mereka tidak mengerti bahasa Inggris.

    Kalau mau aman, carilah rumah makan khusus muslim yang tersebar di Tianjin, atau bisa juga belanja di supermarket lalu memasaknya sendiri. Tapi meski bagaimanapun, memang lebih enak puasa di negeri sendiri.

    Tianjin, 12 Agustus 2010

    ***

    Nurseffi Wahyuni

    ramadan.detik.com/read/2010/08/13/071321/1419408/630/berpuasa-di-kota-tianjin-cina

     
  • erva kurniawan 1:49 am on 4 August 2011 Permalink | Balas  

    Lambung Sehat Menuju Kemenangan 

    gst – detikRamadan

    Jakarta – Ramadhan bulan penuh kemenangan, Jalankan puasa karena Allah, Dilipatkan pahala untukmu

    (Cuplikan jingle Ramadan Promag)

    Tidak terasa sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan, di mana umat muslim akan menjalankan ibadah puasa yang merupakan perintah wajib dari Allah SWT kepada umat Islam yang beriman (QS Al Baqarah 183). Salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan saat puasa adalah kambuhnya penyakit maag.

    Seperti kita ketahui dalam berpuasa berarti saluran cerna kita tidak mendapat makanan maupun minuman selama +/- 14 jam, kosongnya lambung dapat mengakibatkan kambuhnya sakit maag. Dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli memang terjadi peningkatan asam lambung saat puasa dan akan kembali normal setelah puasa selesai. Selain itu lambung juga akan mengadakan proses adaptasi dengan pola makan yang berubah, sehingga seringkali pada awal-awal puasa keluhan sakit maag ini meningkat.

    Menurut Dr Samuel Oetoro MS SpGK, sebagai seorang ahli gizi klinik, beliau menganjurkan untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar setiap orang harus menerapkan pola hidup sehat dan bugar. Pola hidup sehat dan bugar berarti kita harus melakukan 5S yaitu Makan Sehat, Berpikir Sehat, Istirahat Sehat, Aktifitas Sehat dan Lingkungan Sehat.

    Dalam hal Makan Sehat, kita harus memperhatikan 3 hal yaitu jumlah, jadwal dan jenis makanan. Di saat puasa hal ini juga perlu diterapkan supaya puasa dapat dilalui tanpa masalah dengan lambung.

    3T Saat Bulan Puasa

    Sejalan dengan itu untuk menjaga lambung tetap sehat selama puasa, kita bisa menerapkan Gerakan Lambung Sehat dengan 3T, yaitu :

    1. Tepat waktu: jangan lewatkan sahur dan jangan tunda berbuka.
    2. Tepat nutrisi: makanlah makanan dengan gizi seimbang dan lengkap selama puasa. Saat sahur tubuh memerlukan makanan bergizi dan kaya serat, sedangkan saat berbuka awali dengan minum air & makan yang manis dahulu (misal: kurma), sesudah shalat lanjutkan makan besar dan lengkap; sesudah tarawih/sebelum tidur dapat mengkonsumsi makanan ringan. Perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi.
    3. Tepat solusi: jika timbul gejala sakit maag seperti sendawa asam, mual, mulas, nyeri uluhati dan kembung, maka asam lambung dapat dinetralkan dengan minum obat maag sebelum sahur, saat berbuka dan sebelum tidur malam.

    Dengan puasa, waktu makan kita akan lebih teratur sehingga pengeluaran asam lambung juga lebih teratur. Biasanya dengan melakukan puasa dengan baik, terapkan 3T dengan niat yang kuat maka lambung akan terjaga kesehatannya sampai hari kemenangan.

    Tips Sehat Sahur

    1. Sahurlah mendekati imsak.
    2. Makanlah makanan yang mudah dicerna, misal: sedikit nasi, telur, sayur, tempe/tahu.
    3. Minumlah air hangat atau jus buah segar.
    4. Jangan langsung beraktivitas berat atau kembali tidur setelah sahur, beri waktu (30 menit) makanan masuk ke pencernaan dengan sempurna.

    Tips Sehat Berbuka

    1. Segerakan berbuka ketika masuk waktu buka dengan minum air putih.
    2. Utamakan makanan yang manis atau kurma seperti ajaran Nabi.
    3. Satu jam kemudian, makanlah makanan padat dan lengkap secukupnya.
    4. Perbanyak minum air putih untuk membantu proses pencernaan.

    ( nvt / nvt )

    ***

    ramadan.detik.com/read/2010/08/10/131115/1417282/991/lambung-sehat-menuju-kemenangan

     
  • erva kurniawan 1:44 am on 3 August 2011 Permalink | Balas  

    Mencegah Dehidrasi Saat Puasa 

    Jakarta – Saat berpuasa, kurangnya konsumsi cairan dapat membuat tubuh menderita dehidrasi. Bagaimana mencegah dehidrasi saat puasa?

    Berikut ini beberapa tips untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa:

    1. Konsumsi cairan 1,5 hingga 2 liter (6-8 gelas) per hari, yang terbagi antara berbuka sampai sahur sangat diperlukan.
    2. Berbuka dengan minuman yang manis berasal dari sari buah alami sebab lebih cepat menggantikan energi, kemudian dilanjutkan makanan lainnya.
    3. Berbuka dengan air kelapa lebih baik dibanding air biasa dan minuman elektrolit buatan sebab  penelitian membuktikan air kelapa muda memiliki Indeks Rehidrasi lebih tinggi (air kelapa muda lebih efektif dan lebih cepat memperbaiki dehidrasi).
    4. Kurangi aktifitas di tempat yang bersuhu tinggi yang mempercepat terjadinya dehidrasi.
    5. Tetap lakukan olah raga, sebaiknya mendekati berbuka sehingga tubuh tidak terlalu lama mengalami kekurangan energi dan cairan.
    6. Pada saat sahur konsumsi makanan yang banyak mengandung serat sehingga dapat menahan lapar lebih lama, dan hindari minum terlalu berlebihan.
    7. Makan secukupnya saat berbuka (tidak berlebihan) supaya saat sahur perut siap diisi kembali untuk energi esok hari.
    8. Jangan tinggalkan sahur sebab sahur merupakan saat mengisi cairan dan energi untuk 14 jam ke depan. 9. Jangan tunda untuk berbuka sebab sudah saatnya mengisi kembali cairan dan energi yang sudah hilang selama berpuasa. Istirahat yang cukup setidaknya 5-6 jam dalam sehari, sebelum tidur sempatkan untuk minum lagi, jika memungkinkan lakukan tidur siang kurang lebih 1 jam. ( gst / vit )

    ***

    ramadan.detik.com/read/2010/08/16/131220/1421263/991/mencegah-dehidrasi-saat-puasa

     
  • erva kurniawan 1:40 am on 2 August 2011 Permalink | Balas  

    Berpuasa dengan Makan Sehat 

    Jakarta – Bulan suci Ramadan telah tiba, saatnya umat Muslim melaksanakan ibadah puasa. Untuk menunaikannya dibutuhkan kesiapan mental dan tubuh yang sehat agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan selama menjalani ibadah puasa.

    Masalah kesehatan yang sering terjadi pada saat seseorang berpuasa adalah gangguan saluran cerna terutama gangguan lambung. Karena itu penting menjaga makan agar tubuh  tetap sehat, jadi lakukanlah makan sehat selama bulan Ramadan.

    Makan sehat kita harus selalu ingat 3J –Jumlah, Jadwal dan Jenis. Jumlah, maksudnya jangan berlebih, tetapi juga jangan kekurangan. Artinya kita makan harus sesuai dengan kebutuhan tubuh kita, bahkan pada saat berpuasa biasanya secara tidak sadar kita akan mengurangi asupan kalori sekitar 10–15% dari biasanya.

    Jadwal, maksudnya jadwal makan pada saat berpuasa berubah menjadi sahur dan berbuka. Jangan pernah tidak makan pada saat sahur, karena tubuh kita perlu energi/ tenaga untuk beraktifitas sehari hari.

    Saat makan juga harus tepat waktu, artinya jangan menunda jam makan pada saat berbuka, karena lambung sudah kosong selama 14 jam dan kadar gula darah sudah menurun.

    Jenis, berarti dalam memilih jenis makanan harus berpedoman gizi seimbang. Maksudnya, jenis makanan harus lengkap mengandung sebagian besar (sekitar 50-60%) bahan makanan sumber karbohidrat seperti: nasi, nasi merah, roti, kentang, bihun, sereal, oatmeal, singkong. Sekitar 10%-15% bahan makanan sumber protein seperti: ayam, ikan, daging, telur, udang, bakso, tahu, tempe, kacang-kacangan. Sekitar 20-30% bahan makanan sumber lemak seperti: minyak, susu, kelapa, lemak ayam, lemak ikan. Selain itu, perbanyak juga makan sayur dan buah-buahan.

    Bagaimana Penerapan 3J Tersebut?

    Pada saat sahur, makan sebanyak 30% dari kebutuhan makan sehari yang terdiri dari sumber karbohidrat kompleks (nasi merah, kentang dengan kulitnya, roti gandum), sumber protein dan lemak: ikan, ayam tanpa kulit, tahu dan tempe serta sayur mayur.

    10-15 Menit sebelum imsak, makan lebih kurang 10% dari kebutuhan kalori yang terdiri dari buah-buahan (3-5 porsi buah) dimakan dengan kulitnya atau diblender. Penting mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks (tinggi serat) untuk menjaga penyerapan karbohidrat berlangsung bertahap sehingga akan menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa. Hal itu berarti tetap tersedianya sumber tenaga di siang hari. Jangan dilupakan minum air 4 gelas selama sahur sampai menjelang imsak.

    Pada saat berbuka, makan sebanyak 50% dari kebutuhan makan sehari. Dimulai berbuka dengan minuman yang manis tetapi menyehatkan yaitu minum juice atau sari buah dari 2-3 macam buah yang tinggi kandungan airnya seperti jeruk, melon, semangka (bukan minum teh manis, sirup, kolak, dan sebagainya).

    Setelah salat magrib, makan besar yang lengkap dan mengandung karbohidrat kompleks (nasi merah, kentang dengan kulitnya, roti gandum) protein dan lemak (ikan, ayam tanpa kulit,putih telur, tahu dan tempe) serta buah. Tetapi harus diingat, makanlah secara bertahap, jangan langsung melahap makanan berat, tapi mulai dulu dari yang ringan. Setelah salat tarawih atau sebelum tidur, makan makanan ringan sebanyak 10% dari kebutuhan makan sehari, atau makanlah buah-buahan.

    Minum minimal 4 gelas air sejak berbuka sampai saat Anda tidur. Pilihlah menu makanan yang disukai, bervariasi dan rasa yang enak agar tidak membosankan. Anda perlu menghindari makanan yang berlemak, goreng-gorengan, santan, mie, sayuran yang membentuk banyak gas (seperti kol, sawi, lobak), makanan terlalu pedas, kopi, minuman bersoda, dan minuman mengandung alkohol.

    ( gst / vit )

    ***

    ramadan.detik.com/read/2010/08/18/084006/1422205/991/berpuasa-dengan-makan-sehat

     
  • erva kurniawan 1:34 am on 1 August 2011 Permalink | Balas  

    Penyebab Orang Mengantuk Saat Puasa 

    Vera Farah Bararah – detikHealth

    Jakarta, Sebagian besar orang puasa akan mengalami rasa kantuk yang tak tertahankan pada siang hari. Apa yang menyebabkan orang jadi gampang mengantuk saat puasa?

    Ternyata bukan hanya kurang tidur yang menjadi penyebabnya, tapi juga karena metabolisme tubuh yang berubah.

    Perubahan pola tidur pada orang yang berpuasa membuat jumlah jam tidurnya berkurang karena harus terbangun dinihari. Tapi ini sebenarnya bisa disiasati dengan tidak begadang atau tidur terlalu larut. Tubuh juga akan mulai menyesuaikan irama tidur selama puasa.

    Tapi sebagian besar penyebab mengantuk yang teramat sangat adalah menurunnya kadar glukosa dalam darah yang membuat otak sulit berkonsentrasi.

    Otak mendapatkan energi dalam bentuk glukosa, sehingga jika aliran glukosa ke jaringan otak berkurang akan mempengaruhi kinerja dari otak. Otak mengonsumsi 60 persen asupan glukosa tubuh.

    Dikutip dari Fitnessspotlight, Rabu (11/8/2010) setelah energi yang dihasilkan oleh makanan sudah menipis, maka hati akan mengeluarkan cadangan glikogen yang disimpan untuk membantu memberikan energi bagi tubuh sehingga otak dan sistem tubuh lainnya bisa bekerja maksimal.

    Jika cadangan energi di tubuh tidak cukup untuk memberikan energi tambahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, maka tubuh akan merasa lemas dan terjadi penurunan kadar gula darah, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang merasa kantuk.

    Karena itu sebagian besar orang akan mulai merasa kantuk ketika sudah memasuki siang hari yang mana pada saat tersebut cadangan energi di dalam tubuh orang berpuasa sudah mulai berkurang.

    Faktor lain adalah kekurangan zat besi di dalam tubuh bisa membuat seseorang merasa kantuk saat siang hari. Hal ini biasanya disebabkan asupan zat besi yang kurang saat sahur.

    Untuk menyiasati agar tubuh tidak cepat mengantuk saat berpuasa adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks seperti beras merah, ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum akan menahan glikogen lebih lama untuk menghasilkan glukosa.

    Yang tak kalah penting jangan lupakan makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran berdaun hijau, ikan teri dan juga kacang-kacangan. Karena zat besi membuat tubuh akan banyak menyerap oksigen sehingga tidak cepat mengantuk.

    (ver/ir)

    ***

    health.detik.com/read/2010/08/11/103714/1417927/766/penyebab-orang-mengantuk-saat-puasa?l991101755

     
    • Wignya Susilo 1:41 pm on 14 Agustus 2011 Permalink

      makasih bos

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: