Updates from Mei, 2009 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 9:28 am on 31 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: peradaban, prasejarah   

    Misteri Peradaban Prasejarah yang Musnah 

    Kalangan akademisi modern telah menemukan dalam perjalanan sejarah geologi pernah terjadi beberapa kali kepunahan, dan nyaris memusnahkan segala makhluk hidup. Banyak sekali pembuktian secara langsung tentang perubahan bencana bumi yang berkala. Dilihat dari bukti yang telah ditemukan, bahwa peradaban manusia prasejarah pernah mengalami kepunahan karena berbagai macam perubahan alam dan bencana, seperti gempa bumi, banjir, gunung berapi, tabrakan benda angkasa (termasuk meteorit dan komet), pergerakan naik turun lempeng daratan, perubahan cuaca yang tiba-tiba, dsb.

    Sebagai contoh kasus, Atlaunder-water-pyramidntis pernah menjadi sebuah daratan yang memiliki peradaban tinggi manusia, namun tenggelam ke dasar lautan dalam sebuah bencana gempa bumi yang dahsyat pada 11.600 tahun silam. Hal itu membentuk sebuah zona di laut China selatan sekarang, laut di daerah ini sangat dangkal, kedalamannya rata-rata hanya 60 meter lebih. Hanya puncak gunung tertinggi di daratan waktu itu yang tersisa di atas permukaan laut, yaitu yang sekarang terletak di negeri kita, Indonesia.

    Begitu pula di kedalaman 200 meter bawah laut pesisir pantai Peru, ilmuwan menemukan pilar batu yang dipahat dan bangunan yang mahabesar. Di dasar lautan Atlantik yang berada di sisi luar berhasil diambil 8 gambar dasar laut. Melalui gambar-gambar ini secara jelas tampak sebuah tembok benteng zaman purbakala dan undakan batu. Diperkirakan tenggelam pada 10.000 tahun silam. Di belahan barat perairan segitiga Bermuda juga ditemukan sebuah piramida raksasa yang diperkirakan berumur puluhan ribu tahun.

    Dengan demikian, zaman Nabi Nuh juga tidaklah seprimitif yang selama ini kita bayangkan. Hakikatnya pada zaman itu semuanya sudah maju. Ilmu pengetahuan mereka sudah maju pada masa itu. Di kaki gunung Ararat itu saja, para peneliti dan ilmuwan Rusia telah menemukan lebih kurang 500 kesan artefak baterai elektrik purba yang digunakan untuk menyadurkan logam.

    Jelas sekali, bahwa bekas peninggalan kota-kota yang pernah mewakili peradaban manusia prasejarah dan memiliki kecemerlangan ini tenggelam ke dasar lautan karena tenggelamnya daratan.

    Banjir Dahsyat

    Kurang lebih 12.000 tahun silam, peradaban manusia sebelum peradaban kita sekarang pernah mengalami suatu serangan banjir yang sangat dahsyat, dan banjir waktu itu juga mengakibatkan tenggelamnya daratan. Secara berturut-turut arkeolog menemukan sejumlah besar bukti yang secara langsung atau pun tidak mengenai banjir dahsyat yang terjadi waktu itu. Para antropolog juga menemukan bukti melalui penelitian pada suku bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia tentang legenda asal-usul peradaban bangsa ini.

    Legenda kuno dari bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia secara fundamental melukiskan bahwa manusia pernah berkali-kali mengalami bencana dahsyat yang mematikan, bahkan begitu seragamnya menguraikan bahwa pada suatu periode prasejarah sebelum munculnya peradaban manusia sekarang ini, di atas bumi pernah terjadi suatu banjir dahsyat yang mengakibatkan punahnya seluruh peradaban manusia, dan hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya.

    Legenda mengenai banjir dahsyat yang sudah diketahui di dunia tercatat ada 6.000 lebih. Seperti misalnya, dalam legenda China dan Jepang, Malaysia, Laos, Thailand, India, Australia, Yunani, Mesir dan Afrika Selatan, Afrika Utara, penduduk asli Amerika Utara, setiap negara serta rumpun bangsa yang berbeda pasti menyimpan sebuah memori tentang peristiwa banjir dahsyat itu. Meskipun legenda-legenda ini terjadi pada setiap bangsa dan budaya yang berbeda, namun semuanya memiliki alur cerita dan tokoh tipikal yang sangat mirip.

    Semua bukti dan gejala ini sama sekali tidak dapat diasumsikan sebagai suatu ketidaksengajaan atau pun suatu kebetulan. Proses yang berhubungan dengan banjir dahsyat ketika itu juga diuraikan dalam kitab suci. Meskipun kitab suci merupakan sebuah kitab agama, namun sejumlah besar ahli berpendapat, bahwa yang dilukiskan dalam kitab suci (Alkitab dan Al-Qur’an) adalah sejarah manusia yang sebenarnya.

    Ikhtisar dalam Alkitab yang berhubungan dengan banjir dahsyat yang terjadi waktu itu menyebutkan, “Banjir meluap dan menggenang selama 40 malam, air pasang menuju atas, perahu mengambang dari atas permukaan bumi”: “Arus air meluap dahsyat di atas permukaan bumi, seluruh pegunungan tergenang oleh air pasang”: “5 bulan kemudian, perahu berhenti di atas gunung Ararat; dan setelah 4 bulan berlalu, ketika daratan sudah kering, Nabi Nuh meninggalkan perahunya.”

    Waktu itu banjir dahsyat sekaligus disertai dengan perubahan daratan dan secara total menghancurkan seluruh peradaban manusia di bumi, hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya. Sejumlah besar bekas peninggalan prasejarah yang belakangan ini ditemukan arkeolog, seperti misalnya, daratan Atlantis, budaya Yunani, bangunan di dasar laut dan lain sebagainya kemungkinan besar tenggelam karena banjir dahsyat waktu itu. Ada yang memperkirakan banjir dahsyat itu terjadi 5.000 tahun yang lalu, mengikuti perkiraan ahli anstronomi, perahu Nabi Nuh mulai dibuat pada 2465 SM dan hujan mulai turun pada 2345 SM.

    Setelah perahu Nabi Nuh mendarat di gunung Ararat, dimulailah kehidupan baru manusia. Mereka yang selamat mulai menyebar. Begitu pula binatang-binatang. Biji-biji tanaman kembali disemaikan. Karena dianggap melahirkan generasi baru manusia setelah Nabi Adam, Nabi Nuh mendapat gelar The Second Father of Human Being –Bapak Manusia Kedua. Oleh generasi inilah, kebudayaan dan peradaban manusia dikembangkan. Selain di kawasan Ararat, juga di Mesopotamia yang ribuan tahun kemudian menjadi pusat kejayaan Babilonia.

     (Sumber: http://www.renminbao. com)

    Akibat Gletser yang Mencair

    Sekelompok peneliti underwater surveyors yang diketuai oleh Dr. Robert Ballard, yang juga telah menemukan Titanic, telah menemukan sebuah bangunan lama berusia kira-kira 7.500 tahun di dasar Laut Hitam, dekat pantai Turki. Mereka telah menemukan struktur bangunan dari batu dan kayu di kedalaman beberapa ratus kaki. Penemuan mereka menjadi bukti dari kejadian banjir besar di zaman Nabi Nuh seperti diceritakan di dalam Alkitab dan Al-Qur’an.

    Para ilmuwan mempercayai bahwa penemuan tersebut membuktikan keberadaan sebuah kawasan yang telah tenggelam yang disebabkan oleh banjir besar yang melanda sekitar 5000 SM. Menurut teori mereka, banjir besar tersebut disebabkan oleh adanya pencairan gletser dari tanah tinggi di Eropa. “Ini merupakan penemuan yang sangat menakjubkan,” kata Dr. Ballard di dalam rancangan National Geographic Society bertajuk “Research Ship Northern Horizon”.

    Ballard menerangkan bagaimana sebuah robot bawah air meninjau 300 kaki di bawah permukaan air, telah menemukan kawasan segi-empat berukuran 12 x 45 kaki persegi, di mana terdapat sebuah struktur dari kayu dan tanah liat yang telah runtuh. “Beberapa artefak yang ditemukan di sana tersimpan rapi yang terdiri dari kayu berukir, beberapa cabang kayu dan peralatan dari batu yang telah runtuh dan diselimuti lumpur,” imbuh Ballard.

    Dr. Ballard dan timnya mengawali penelitian di kawasan tersebut setelah dua kapal selam pakar geologi dari Universitas Colombia di New York menyatakan bahwa keadaan tersebut disebabkan oleh banjir besar ribuan tahun sebelumnya. Mereka meramalkan apabila zaman es berakhir 12.000 tahun yang lalu, maka gletser mulai mencair. Kawasan timur Mediterania yang terputus dari Laut Hitam telah menyebabkan Laut Hitam tidak tenggelam oleh air walaupun permukaan air laut yang lain telah naik. Hal ini menyebabkan pada sekitar 7.000 tahun yang lalu, genangan awal di Bosphorus telah pecah menyebabkan air di Laut Mediterania melimpah ke timur menjadi Laut Hitam yang memang terputus dari laut-laut yang lain. Kekuatan limpahan air tersebut diperkirakan 10.000 kali daripada air terjun Niagara.

    Mereka menyatakan bukti ilmu pengetahuan, menunjukkan bahwa kulit kerang dari kawasan tersebut berusia lebih 7.000 tahun, manakala kulit kerang dari laut lain berusia sekitar 6.500 tahun. Ballard menerangkan, “Banyak kasus yang terjadi apabila air tawar dari sebuah telaga berubah menjadi air asin dan dampak banjir besar tersebut menyebabkan kawasan daratan yang sangat luas berubah menjadi dasar laut”.

     (Kutip dari salah satu thread di ngobrolaja.com)

     
  • erva kurniawan 2:16 pm on 30 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Global Warming Mengancam Punahnya Kehidupan di Bumi 

    global-warming-candle

    Global warming tidak hanya menyebabkan perubahan iklim, tetapi juga mengganggu interaksi seksual di kehidupan liar. Salah satu dampak yang mengkhawatirkan adalah terganggunya perkembangbiakan makhluk hidup karena kenaikan suhu cenderung melahirkan banyak pejantan daripada betina.

    Pada kebanyakan hewan melata (reptil), jenis kelamin ditentukan seberapa suhu pengeraman telur setelah dibuahi hingga menetas. Jika suhunya di atas suhu rata-rata, biasa disebut pivotal temperature, hampir pasti akan tumbuh menjadi pejantan. Hal tersebut akan menimbulkan masalah jika tingkat kenaikan suhu melaju lebih cepat daripada kemampuan alam melakukan adaptasi. Jumlah betina akan jauh lebih kecil daripada pejantan.

    Ancaman yang sama juga dihadapi kelompok ikan. Penelitian terbaru yang dilakukan Natalia Ospina-Alvarez dan Fransesc Piferrer dari Marine Science Institute di Barcelona, Spanyol, menemukan bahwa 6 genus ikan -dari 20 yang terindikasi- nyata-nyata memiliki jenis kelamin yang ditentukan suhu pengeraman atau biasa disebut TSD (temperature- dependent sex determination). Antara lain, genus Menidia dan Apistogramma.

    Hasil penghitungan mereka menunjukkan bahwa kenaikan suhu air sebesar 4 derajat Celcius, yang diprediksi akan terjadi sepanjang abad ini akan menghasilkan rasio pejantan dan betina sebesar 3 berbanding 1. Rasio tersebut sangat berisiko untuk menjamin kelangsungan hidup ikan.

    Pada manusia, kenaikan suhu global mungkin tak berpengaruh pada rasio jenis kelamin. Namun, dampaknya tetap mengancam kelangsungan hidupnya di muka Bumi.

    ***

    http://artikelglobalwarming.blogspot.com/

     
  • erva kurniawan 8:45 am on 29 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: mukjizat,   

    Sebuah mukjizat modern akhir jaman abad ilmiah 

    black-hole

    Gas Nebula

    Tata surya dan bintang-bintang dulunya adalah gas nebula yang terpilin dan berotasi dan akhirnya terjadilah alam yang sekarang ini. James Hanz berkata Sebenarnya materi alam semesta berasal dari gas“

     (QS: Fushilat : 11). Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

    Space Shuttle

    Bila pesawat terbang bisa mengunakan angin untuk terbang tetapi bila pesawat angkasa harus menggunakan pendorong roket untuk memberi gaya tolak di luar angkasa karena di sana hampa udara. Maka dalam Al Qur’an pun diketahui bahwa manusia akan mampu menembus angkasa dan ke luar angkasa. Al Qur’an juga meramalkan kemampuan manusia menembus bumi (dasar laut goa dst)

     (QS: Ar-Rahman: 33). Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan Kekuatan. 34. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

    Apakah Muhammad dari padang pasir arab yang terpencil dapat membuat buku tentang roket, orbit, astronomi, gas nebula seperti di atas. Apakah ini adalah karya dari seorang yang tidak bisa baca tulis. Sungguh… ini adalah firman Alloh SWT. Firman terakhir bagi kita manusia modern yang mengangungkan iptek dan fakta ilmiah. Mukjizat terakhir sebelum kiamat. Apa lagi yang membuat kita ragu kebenaran Islam?

     (QS: Saba: 2). Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. dan Dia-lah yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

    Jaman nabi dah pada tahu kali ada yang masuk ke dalam bumi dari langit, meteor, hujan, dst, tetapi kenapa Al Qur’an juga bilang ada yang naik ke langit. Yaa itu yang kemarin Rusia dan Amerika berlomba, dan akhirnya Niel Amstrong ke Bulan, Shuttle Galileo, Pathfinder ke Mars. Dah tau tuh Al Qur’an,,,

    Oh ya kata ya’ruju artinya ‘naik dengan membelok’ lha ini adalah kalo pesawat luar angkasa mau naik gak bisa tegak lurus, harus mengesuaikan kelengkungan arah…..

    Kenapa Pendaki Gunung Himalaya memerlukan Bantuan Oksigen Karena semakin ke atas kadar oksigen semakin tipis.

     (QS: An’Naam: 125). Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit.

    Kok Muhammad bisa tau kadar oksigen segala yaa, padahal di arab gak ada gunung yang tinggi, paling2 Cuma bukit batu. SEBUAH MUKJIZAT MODERN AKHIR JAMAN ABAD ILMIAH

    Relativitas Waktu

    Pada forum BP dan di faithfreedom, yang bilang Qur’an Kontradiktif dalam menyatakan kadar waktu 1 hari disisi Alloh dan MalaikatNya dengan berapa hari disisi manusia. Lha Kok berbeda-beda…… wah ini kontradiksi katanya. Bukaaaannnn. Waktu dirasakan berbeda pada orang yang berbeda. Coba bandingkan nunggu bis di pedesaan sama pas main bola. Lama mana?

    QS Al Ma’arif (70: 4) Naiknya malaikat dan ruh kepadaNya dalam waktu sehari yang kadarnya 50.000 tahun.

    Secara eksplisit Alloh menginformasikan kepada kita bahwa sehari bagi malaikat adalah 50.000 tahun bagi manusia. Kenapa demikian? Karena malaikat memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Ilmu fisika modern menjelaskan bila benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka waktu akan begerak lamban baginya.

    Dalam Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstien lamanya waktu adalah relatif tergantung kecepatan kita. Jika ada 2 orang kembar lalu yang 1 pergi ke planet lain dengan kecepatan cahaya, dia akan pulang dan mendapati saudara kembarnya sudah tua.

    Percobaan oleh NASA 2 jam elektron yang satu di taruh di rumah yang 1 dibawa pesawat dengan kecepatan tinggi. Ternyata menunjukkan waktu yang berbeda.

    Jadi, jangan heran jika di Al Qur’an terdapat banyak informasi tentang relatifitas waktu. QS Al Hajj (22: 47) Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

    Jadi jika dlm Quran, Alloh mengatakan kiamat sudah dekat. (QS Anajam: 57-58) 57. Telah dekat terjadinya hari kiamat.58. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.

    Maka kedekatan itu adalah relatif. Nabi hidup 1500 tahun yang lalu, adalah waktu yang pendek untuk ukuran usia alam semesta. Dalam ilmu fisika para ahli mengukur usia alam semesta adalah 12 milliar tahun. Jadi Yaum dalam bahasa arab bukan hanya berati hari tetapi juga jaman atau masa. Yang kadarnya berubah-ubah tergantung siapa yang merasakannya. Kecepatan malaikat memang berbeda satu sama lain. Dalam Qur’an kecepatan dikiaskan dengan sayap.

    QS Al Faatir: 1 : Segala puji bagi Alloh pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang bersayap dua-dua, tiga-tiga, dan empat-empat.

    Teori Black Hole dan Wormhole

    Ada teori alam ini satu lalu meledak (big bang) dan runtuh lagi dalam black hole dan mengerucut dan keluar atau meledak lagi menjadi alam semesta lagi dan seterusnya:

     (QS: Anbiya 21: 104) 104. (yaitu) pada hari kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. sebagaimana kami Telah memulai panciptaan pertama begitulah kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.

    Garis Edar Matahari

     (QS:36: 38) Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

    Dulu orang berfikir matahari berjalan mengelilingi bumi, maka ketika mereka baca ayat diatas mereka berpikiran yang sama, dan mereka menerimanya, . Sekarang telah diketahui bumi mengelilingi matahari. Ayat di atas ternyata juga menunjukkan kebenarannya juga. Faktanya matahari adalah bintang dalam sayap galaksi Bima sakti/milky way yang beredar mengelilingi pusat galaksi. Maha Besar Alloh, yang membuat ayat yang bisa diterima di setiap jaman.

    Bulan yang tandus

    (QS: Yaasin: 39). Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

    40.  Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

    Dalam bahasa arab, tandan yang tua artinya tidak lagi berwarna hijau, tidak lagi berair, tidak pula hidup adalah penyerupaan pada sifat permukaan bulan. Kemudian pada ayat 40 Al Qur’am menegaskan bahwa malam dan siang keduanya beredar. Satu sama lain tidak mendahului. Ini adalah indikasi bahwa bumi itu bulat. Juga indikasi bahwa malam dan siang keduanya dalam satu waktu di atas permukaan bumi. Seandainya bumi datar, maka hanya ada satu saja yang akan terjadi antara kedua hal tersebut. yaitu siang saja atau malam saja. Kemudian dikatakan bahwa bulan tidak tersedot ke dalam matahari karena bulan mempunyai garis edar revolusi ke bumi dan besama bumi berevolusi ke matahari.

    Matahari mengeluarkan cahaya sedangkan bulan Cuma memantulkan

    (QS: Nuh: 16). Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

    Mengapa bila dulu manusia menganggap matahari dan bulan sama2 bercahaya kenapa AlQur’an membedakan bahwa bulan bercahaya (dari pantulan) dan matahari = pelita (sumber cahaya). Karena Al Qur’an bukan ucapan manusia. Apalagi manusia dari padang pasir arab.

    Rotasi Bumi

     (QS: Azzumar: 5). Dia menciptakan langit dan bumi dengan yang benar; dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

    Menutup dalam bahasa arab adalah kaur yang juga artinya menggulung. Penemuan ilmiah ini diungkapkan AlQuran dengan bahasa yang sangat dalam seolah2 rahasia tentang berputarnya bumi telah diketahui pada masa turunya Al Quran.

    Bumi berputar seperti gangsing. Tetapi sumbu putarnya tidak tegak lurus melainkan 23,5 derajad. Kenapa mesti berputar dan mengapa harus 23,5 derajad.

    Seandainya Bumi ini tidak berputar maka bumi dipastikan tidak ada kehidupan,.

    Bagian yang menghadap Matahari terus menerus dipastikan akan mengalami pemanasan yang berlebihan. Dalam waktu 100 jam saja air dipermukaan bumi yang menghadap matahari akan mendidih dan 100 jam kemudian air yang itu akan menguap. Dan kehidupan pun mati. Sebaliknya pada bagian yang tidak tersinari matahari akan membeku dan menjadi es.

    QS: Al Qashash (28: 71-27)

    71. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?”

    72. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan? “

    Komet

    Komet mempunyai garis edar yang berbeda dengan planet dalam sistem tata surya. Komet mempunyai elavasi yang amat jauh beredar mengelilingi matahari dalam masa yang lama. Seperti komet Helly yang muncul setiap 76 (?) sekali seakan habis sembunyai di orbit yang jauh.

     (QS: At Takwiir) 15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tersembunyi,

    16. Yang beredar dan terbenam,

    Big Bang Dan Alam Semesta Yang Meluas

    Teori big bang mengatakan bahwa alam semesta yang dikompres ke dalam satu titik lantas tidak stabil dan meledak dengan kekuatan yang luar biasa. Kejadian itu diperkirakan oleh pakar astronomi terjadi sekitar 12 miliar tahun yang lalu. Ini bisa dilihat dalam teleskop bahwa benda2 langit seperti nebula, galaksi, matahari, dll menjauh satu sama lain dengan konstan. Bagai balon udara yang sedang ditiup.

     (QS: Anbiya: 30)

    30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

     (QS: Ad-Dzariat: 47). Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan Sesungguhnya kami benar-benar meluaskannya

    Kegunaan Atmosfer

    Ratusan meteor jatuh tiap hari dan kita bisa melihatnya pada malam hari, sungguh apabila tidak ada atmosfer apakah kita bisa aman hidup di permukaan bumi. Sinar matahari bila tidak ada atmosfer juga sangat membakar, bumi mempunyai sabuk van hallen yang melindungi badai partikel matahari yang gesekannya menyebabkan aurora. Sungguh, langit bumi (atmosfer) adalah atap yang melindungi kehidupan bumi.

     (QS: Al Baqoroh: 22). Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu Mengetahui.

    Hamparan = dahiya adalah nama lain dari telor, jadi bumi seperti bulat telor

     (QS: Al Anbiya: 32). Dan kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.

    Tujuh lapis atmosfer: Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Ionosfer, termosfer dan Eksosfer. Yang tiap2 lapisan ada fungsinya masing2.

    Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu. (QS; Al Baqoroh: 29)

    Maka dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS; Al Fusilat 41: 12)

    Memang ada ahli tafsir yang mengatakan bahwa 7 langit dalam ayat di atas bukan atmosfer tetapi pengertian langit yang lebih besar lagi.

    Zat atau sesuatu antar bintang atau benda langit

     (QS: Al Qamar: 17) Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika dia hendak membinasakan Al masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?” . kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; dia menciptakan apa yang dikehendaki- Nya. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Kecepatan Bumi Berevolusi

    Taukah anda, berapa kecepatan Bumi kita melesat di angkasa luar? Tak kurang dari 107.000 per jam! Sebuah kecepatan yang sangat tinggi. Cepat sekali, lebih dari 5 kali kecepatan pesawat ulang alik buatan manusia.

    Untuk apa Bumi melesat dengan kecepatan sedemikian tinggi? Ternyata, Bumi sedang bergerak mengitari matahari pada jarak sekitar 150.000.000 km. Dengan kecepatan tersebut, bumi bisa menyelesaikan putarannya terhadap Matahari, sekali putar dalam 365 ¼ hari /setahun.

    Kenapa Bumi mesti mengitari matahari? Kenapa kok gak diam aja ya? Jika Bumi diam maka bumi akan mati karena tersedot menuju matahati.

    Putaran Bumi mengelilingi Matahari dengan kecepatan 107 km per jam itu telah menghasilkan gaya sentrifugal yang melawan gaya tarik Matahari secara seimbang. Maka, selama 5 milliar tahun, keseimbangan terjadi. Sehingga muncullah kehidupan di Bumi.

    Ini seperti memutar mangkuk bergagang berisi air dengan cepat maka air itu tidak tumpah.

    Jika kecepatan Bumi lebih sedikit saja, maka Bumi akan jatuh ke matahari. Jika kecepatannya lebih cepat sedikit saja maka akan terlempar ke angkasa.

    Ada suatu ‘kekuatan’ yang luar biasa hebat dengan pengukuran yang precisious.

    QS Mulk (67: 3) 3. Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

     (Al Anbiya: 16) Dan tidaklah kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.

    Air Sumber Kehidupan

    Para peneliti sedang mangamati Es CO2 di planet mars. Berharap menemukan air kuno yang memungkinkan adanya kehidupan. Memang Air adalah syarat kehidupan

     (QS: Anbiya: 30 ………dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

    Terjadinya Pergantian Musim Akibat Gerak Semu Matahari

    Gerak semu matahari akibat revolusi bumi seakan2 matahari menyinari belahan bumi utara lebih banyak dan sebaliknya yang menyebabkan terjadinya perbedaan musim yang juga mempengaruhi timbulnya angin hujan, arus laut dan keseimbangan suhu bumi. Subhanallah….

     (QS: Ar-Rahman: 17). Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya [1442] dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di waktu musim panas dan di musim dingin.

    Pergerakan Lempeng Bumi atau Rotasi Bumi?

     (QS: An-Naml: 88.) Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    Ada yang mengartikan bahwa ayat diatas tentang pergerakan lempeng bumi yang menggerakkan benua (gunung , lembah, dst) Benua Amerika pernah jadi satu sama afrika, jadi pegunungan andes dan rocky mountain bergerak juga. ada juga yang mengartikan rotasi bumi yang dengan kecepatan tinggi ) jadi gunung bergerak juga.

    Kegunaan Gunung

    Gunung adalah jalan keluarnya magma yang menggelegak di dalam perut bumi. Bumi akan terguncang jika tidak ada saluran karena tekanan magma. Gunung bagaikan timah penyeimbang pada velg mobil.

    QS Luqman (31: 10). Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. dan kami turunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

     
    • Annisa 11:24 am on 29 Juni 2009 Permalink

      Subhanallah.. Allahu Akbar..
      Tidaklah Allah menciptakan semua ini dengan sia-2
      karena itu pergunakanlah akal dan mata hati kita untuk melihat Kebesaran-Nya melalui semua ciptaan-Nya..di Langit dan di Bumi
      Allahu akbar 100 x

  • erva kurniawan 2:01 pm on 28 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: bersentuhan setelah berwudhu, hal-hal yang membatalkan wudhu,   

    Bersentuhan dengan Lawan Jenis setelah Berwudhu 

    wudhu-2Dalam daftar hal-hal yang membatalkan wudhu, sentuhan kulit secara langsung antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram, termasuk masalah yang dipermasalahkan para ulama. Sebagian mengatakan bahwa sentuhan itu membatalkan wudhu` dan sebagian mengatakan tidak.

    Sebab perbedaan pendapat mereka didasarkan pada penafsiran ayat Al-Quran yaitu:

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik; sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema”af lagi Maha Pengampun. (QS. An-Nisa: 23)

    a. Pendapat yang Membatalkan

    Sebagian ulama mengartikan kata MENYENTUH sebagai kiasan yang maksudnya adalah jima` (hubungan seksual). Sehingga bila hanya sekedar bersentuhan kulit, tidak membatalkan wuhu`.

    Ulama kalangan As-Syafi`iyah cenderung mengartikan kata MENYENTUH secara harfiyah, sehingga menurut mereka sentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram itu membatalkan wudhu`.

    Menurut mereka, bila ada kata yang mengandung dua makna antara makna hakiki dengan makna kiasan, maka yang harus didahulukan adalah makna hakikinya. Kecuali ada dalil lain yang menunjukkan perlunya menggunakan penafsiran secara kiasan.

    Dan Imam Asy-Syafi`i nampaknya tidak menerima hadits Ma`bad bin Nabatah dalam masalah mencium.

    Namun bila ditinjau lebih dalam pendapat-pendapat di kalangan ulama Syafi`iyah, maka kita juga menemukan beberapa perbedaan. Misalnya, sebagian mereka mengatakan bahwa yang batal wudhu`nya adalah yang sengaja menyentuh, sedangkan yang tersentuh tapi tidak sengaja menyentuh, maka tidak batal wudhu`nya.

    Juga ada pendapat yang membedakan antara sentuhan dengan lawan jenis non mahram dengan pasangan (suami istri). Menurut sebagian mereka, bila sentuhan itu antara suami istri tidak membatalkan wudhu`.

    b. Pendapat yang Tidak Membatalkan

    Dan sebagian ulama lainnya lagi memaknainya secara harfiyah, sehingga menyentuh atau bersentuhan kulit dalam arti pisik adalah termasuk hal yang membatalkan wudhu`. Pendapat ini didukung oleh Al-Hanafiyah dan juga semua salaf dari kalangan shahabat.

    Sedangkan Al-Malikiyah dan jumhur pendukungnya mengatakan hal sama kecuali bila sentuhan itu dibarengi dengan syahwat (lazzah), maka barulah sentuhan itu membatalkan wudhu`.

    Pendapat mereka dikuatkan dengan adanya hadits yang memberikan keterangan bahwa Rasulullah SAW pernah menyentuh para istrinya dan langsung mengerjakan shalat tanpa berwudhu` lagi.

    Dari Habib bin Abi Tsabit dari Urwah dari Aisyah ra. dari Nabi SAW “bahwa Rasulullah SAW mencium sebagian istrinya kemudian keluar untuk shalat tanpa berwudhu`”. Lalu ditanya kepada Aisyah,”Siapakah istri yang dimaksud kecuali anda?” Lalu Aisyah tertawa”. (HR. Turmuzi Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

    Wallahu a`lam bishshawab.

    ***

    eramuslim.com

     
  • erva kurniawan 1:49 pm on 27 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , ,   

    Peternakan Menyumbang Gas Rumah Kaca Lebih Besar daripada Transportasi 

     

    barack-obamaPresiden Terpilih Barack Obama: Peternakan Menyumbang Gas Rumah Kaca Lebih Besar daripada Transportasi

    Baru-baru ini Presiden terpilih Barack Obama berbincang-bincang dengan kontributor New York Times Michael Polen mengenai kebijakan pangan dan bahaya sistem peternakan saat ini.

    Presiden terpilih Obama berkata:

    “Saya baru saja membaca sebuah artikel di New York Times yang ditulis oleh Michael Pollen mengenai pangan dan fakta bahwa seluruh sistem peternakan kita bergantung pada minyak yang harganya murah. Sebagai akibatnya, sektor peternakan kita sebenarnya menyumbang lebih banyak gas rumah kaca daripada sektor transportasi kita.

    Dan sementara itu juga, peternakan menciptakan monokultur yang rentan terhadap ancaman ketahanan nasional, rentan terhadap harga pangan yang meroket ataupun anjlok, naik turunnya harga komoditas, dan sebagian bertanggung jawab atas ledakan biaya medis karena peternakan menyebabkan diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung, obesitas, semua hal yang mendorong pengeluaran besar-besaran dalam biaya medis kita. Itu hanya satu sektor ekonomi. Hal yang sama juga berlaku di sektor transportasi. Hal yang sama juga berlaku dalam konstruksi bangunan. Di seluruh bidang sama.

    Bagi kami boleh dibilang kami akan memperbarui total bagaimana kita menggunakan energi untuk menangani perubahan iklim, menangani ketahanan nasional, dan mendorong ekonomi kita, itu akan menjadi prioritas nomor satu saya ketika saya masuk bekerja, dengan asumsi, sudah jelas, bahwa kita sudah cukup berbuat sesuatu untuk menstabilkan situasi ekonomi saat ini.”

    Akhirnya, Barack Obama mengakui secara terbuka bahwa peternakan menyumbang lebih banyak gas rumah kaca daripada seluruh transportasi.

    Bagi Anda yang belum tahu mengenai hal ini, silakan simak laporan PBB berikut ini :

    Food and Agriculture Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global, lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%).3 Lebih lanjut, dalam laporan FAO, “Livestock’s Long Shadow”, 2006 dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 65% gas nitro oksida dunia (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2).

    Selain itu, United Nations Environment Programme (UNEP), dalam buku panduan “Kick The Habit”, 2008, menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya menyumbang 6.700 kg CO2, sementara diet vegan per orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2. Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB, yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB, Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk berhenti makan daging untuk mengerem pemanasan global.

    “Jika seluruh dunia menjadi 100% vegetarian saat ini, efek baiknya akan terlihat kira-kira dalam 60 hari. Dunia akan kembali menjadi Firdaus.”

    ***

    http://artikelglobalwarming.blogspot.com/

     
  • erva kurniawan 8:23 pm on 26 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Global Warming, Global Vegetarian 

    vegetarian

    Kita telah berada di titik 10 persen di atas batas ambang kemampuan bumi mencerna karbondioksida. Artinya, kita berada di titik balik. Pada level saat ini, tindakan yang harus diambil bukan lagi mengurangi, melainkan menghentikan.

    ***

    PENELITIAN ahli beberapa dekade terakhir menunjukkan, makin panasnya bumi berkait langsung dengan gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Pencairan es di Antartika merupakan salah satu indikatornya. Perubahan demi perubahan melaju dalam hitungan bulan.

    Pada 18 Mei 2008, Jay Zwally, ahli iklim NASA, memprediksi es di Antartika hampir semua akan mencair pada akhir musim panas 2012.

    Sederet tanda bahaya yang telah terjadi sebelumnya adalah volume es pada musim panas 2007, hanya tinggal setengah dari empat tahun sebelumnya.

    Efek domino apa yang membayang bila es mencair semua? Yang pasti, menaikkan level permukaan air laut, dan mempercepat siklus pemanasan global itu sendiri. Kurang lebih 80 persen sinar matahari yang sebelumnya dipantulkan akan diserap 95 persen oleh air laut.

    Konsekuensi lanjut, terlepasnya 400 miliar ton gas metana atau 3000 kali dari jumlah gas metana di atmosfer. Gas metana punya efek rumah kaca 25 kali lebih besar dari karbondioksida. Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah terulangnya bencana kepunahan massal seperti 55 juta tahun lalu.

    ***

    Mengejar Waktu

    Membaca fakta-fakta di atas, patut dicermati tenggat waktu yang semakin sempit. Dr Rajendra Pachauri, ketua IPCC (Intergovernmental Panel On Climate Change) menekankan, dua tahun ke depan merupakan masa penting untuk menghambat laju pemanasan global yang bergerak sangat cepat.

    James Hansen, ahli iklim NASA, mengatakan kita telah berada di titik 10 persen di atas batas ambang kemampuan bumi mencerna karbondioksida. Artinya, kita berada di titik balik. Pada level saat ini, tindakan yang harus diambil bukan lagi mengurangi, melainkan menghentikan.

    Dalam konferensi pers di Paris, 15 Januari 2008, Dr Pachauri mengimbau masyarakat dunia dalam tingkat individu untuk tidak makan daging. Lebih baik mengendarai sepeda dan jadilah konsumen yang hemat.

    Mengapa “jangan makan daging” berada di urutan pertama? Seperti laporan yang dirilis Badan Pangan Dunia (FAO) pada 2006 dalam Livestock’s Long Shadow-Environmenta l Issues and Options, daging merupakan komoditas penghasil emisi karbon paling intensif (18 persen), bahkan melebihi kontribusi emisi karbon gabungan seluruh kendaraan bermotor (motor, mobil, truk, pesawat, kapal, kereta api) di dunia (13,5 persen).

    Peternakan juga penggerak utama dari penebangan hutan. Diperkirakan, 70 persen bekas hutan di Amazon, Amerika Selatan, telah dialihfungsikan menjadi ladang ternak. Setiap tahun penebangan hutan untuk pembukaan lahan peternakan mengontribusi emisi 2,4 miliar ton karbondioksida.

    ***

    Bunuh Lingkungan

    Selain menguras air, lahan, dan membebani atmosfer, konsumsi daging memukul bumi dengan polusi air, udara dan hilangnya kesuburan tanah serta kepunahan keanekaragaman hayati. Kotoran ternak adalah sumber pencemaran air.

    Untuk di Amerika, peternakan menyumbang 900 juta ton kotoran tinja setiap tahun atau setara 130 kali kotoran manusia. Konversi internasional mengidentifikasi 35 titik rawan global, dicirikan dengan hilangnya habitat hingga level parah, 23 di antaranya disebabkan peternakan.

    Saat ini, satwa yang sedang berjuang mati-matian bertahan dari pola perubahan iklim yang semakin ekstrem adalah beruang kutub. Makin meluasnya wilayah es mencair berarti makin berkurangnya habitat buruan beruang kutub. Satu persatu beruang kutub mati mengenaskan, lelah berenang bermil-mil jauhnya untuk mencari makan, tanpa hasil dan akhirnya mati kelaparan.

    ***

    Gerakan Vegetarian

    Tindakan waras apa yang segera harus dilakukan? Gerakan vegetarian sebagai solusi segera telah menjadi seruan global. Pertemuan G8 (Group of Eight Environment Ministers) yang dilansir The Japan Times Online 26 Mei 2008, sepakat pada satu seruan : Eat less beef!

    Presiden Taiwan Ma Ying-jeou dan Wapres Vincent Siew memimpin penandatanganan deklarasi mengurangi karbondioksida dan aksi hemat energi, termasuk didalamnya mengonsumsi produk lokal dan lebih banyak sayur dan mengurangi daging.

    Green Peace USA juga mengeluarkan seruan senada : On your plate! Yakni, mengimbau masyarakat dunia untuk mengeluarkan daging dari piring makan, karena makan daging bukan masalah pilihan personal lagi. Kita tidak bebas memilih ketika pilihan itu nyata mengancam keberlangsungan hidup setiap mahluk di muka bumi ini.

    Mengutip tulisan Senator Queensland, Andrew Bartlett, seluruh dunia tidak mesti menjadi vegetarian atau vegan untuk menyelamatkan planet kita, tapi kita harus mengakui fakta-fakta ilmiah ini, bahwa jika kita tidak mengurangi konsumsi produksi hewani, kesempatan kita untuk menghentikan perubahan iklim adalah nihil.

    Daging! Kini bukan masalah pilihan personal lagi, suka atau tidak suka, makan daging telah menjadi masalah yang mengancam kelangsungan hidup setiap orang di muka Bumi ini (World Watch Institute, 2004).

    Mengubah pola makan juga berhadapan dengan kebiasaan yang telah mengakar. Mari dengan mata jernih melihat realitas, mengakui fakta betapa tekanan pola konsumsi daging sedemikian hebatnya pada daya dukung bumi.

    Sejenak merasakan beban berat bumi ini, mungkin akan menggeser pilihan kita ke pola konsumsi tanpa daging, pola yang jauh lebih ramah. Terwujudnya masa depan bumi yang indah dan itulah yang hendak kita wariskan ke anak cucu kita kelak.

    ***

    Sukasin Loe, ST

    Aktivis Indonesia Vegetarian Society Surabaya

     
  • erva kurniawan 9:10 am on 25 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Keluarga Lumpuh 

    keluarga_lumpuh

    Seorang diri, sang ibu merawat dan menghidupi empat anak dan suaminya yang lumpuh selama puluhan tahun.

    Bayangkan kalau semua anak Anda menderita lumpuh. Tentu, Anda akan sangat bingung dengan masa depan mereka. Di Purwakarta, ada seorang ibu yang bukan hanya empat anaknya yang lumpuh. Melainkan juga, suami yang menjadi tulang punggung keluarga. Allahu Akbar.

    Hal itulah yang kini dialami seorang ibu usia 70 tahun. Namanya Atikah. Di rumahnya yang sederhana, ia dan keluarga lebih banyak berbaring daripada beraktivitas layaknya keluarga besar.

    Mak Atikah bersyukur bisa menikah dengan seorang suami yang alhamdulillah baik dan rajin. Walau hanya sebagai pencari rumput, Mak Atikah begitu menghargai pekerjaan yang dilakoni suaminya. Bahkan, tidak jarang, ia membantu sang suami ikut mencari rumput.

    Beberapa bulan setelah menikah, tepatnya di tahun 1957, Allah mengaruniai Mak Atikah dengan seorang putera. Ia dan suami begitu bahagia. Ia kasih nama sang putera tercinta dengan nama Entang.

    Awalnya, Entang tumbuh normal. Biasa-biasa saja layaknya anak-anak lain. Baru terasa beda ketika anak sulung itu berusia 10 tahun.

    Waktu itu, Entang sakit panas. Bagi Mak Atikah dan suami, anak sakit panas sudah menjadi hal biasa. Apalagi tinggal di daerah pedesaan yang jauh dari pelayanan medis. Entang pun dibiarkan sakit panas tanpa obat.

    Panas yang diderita sang anak ternyata kian hebat. Tiba-tiba, Entang merasakan kalau kakinya tidak bisa digerakkan. Setelah dicoba beberapa kali, kaki Entang memang benar-benar lumpuh.

    Musibah ini ternyata tidak berhenti hanya di si sulung. Tiga adik Entang pun punya gejala sakit yang sama dengan sang kakak. Dan semuanya sakit di usia SD atau kira-kira antara 7 sampai 10 tahun. Satu per satu, anak-anak Mak Atikah menderita lumpuh.

    Usut punya usut, ternyata anak-anak yang tinggal di Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Purwakarta itu sebagian besar terserang penyakit polio. Tapi, semuanya sudah serba terlambat. Lagi pula, apa yang bisa dilakukan Mak Atikah dengan suami yang hanya seorang pencari rumput.

    Sejak itu, Mak Atikah mengurus empat anaknya sekaligus seorang diri. Dengan sarana hidup yang begitu sederhana, bahkan sangat kekurangan, keluarga ini mengarungi hidup puluhan tahun dengan kesibukan anak-anak yang lumpuh.

    Ujian Allah buat Mak Atikah ternyata tidak berhenti sampai di situ. Di tahun 90-an, giliran suami Bu Atikah yang mengalami musibah. Saat mencari rumput, Pak Didin terjatuh. Orang-orang sekitar pun menggotong Pak Didin pulang. Dan sejak itu, Pak Didin tidak bisa lagi menggerakkan kaki dan tangannya. Ia cuma bisa berbaring.

    Lalu, bagaimana dengan pemasukan keluarga kalau sang suami tidak lagi bisa berkerja. Bu Atikah pun tidak mau diam. Kalau selama ini ia hanya bisa mengurus anak-anak di rumah, sejak itu, ibu yang waktu itu berusia hampir enam puluh tahun pun menggantikan sang suami dengan pekerjaan yang sama. Di usianya yang begitu lanjut, Bu Atikah mengais rezeki dengan mencari rumput.

    Sehari-hari, ia berangkat pagi menuju tanah-tanah kosong yang dipenuhi rumput. Ia kumpulkan rumput-rumput itu dengan sebilah arit, kemudian dibawa ke pemesan. Tidak sampai sepuluh ribu rupiah ia kumpulkan per hari dari mencari rumput. Dan itu, ia gunakan untuk mengepulkan asap dapur rumahnya. Hanya sekadar menyambung hidup.

    Di bulan Mei tahun ini, sang suami yang hanya bisa berbaring dipanggil Allah untuk selamanya. Kini, tinggal Mak Atikah yang mengurus keempat anaknya yang tidak juga sembuh dari lumpuh.

    Allah menguji hambaNya dengan sesuatu yang mungkin sulit untuk dicerna pikiran orang lain. Subhanallah. (saad/mnh)

    ***

    Eramuslim.com

     
    • Abdul Cholik 9:04 pm on 7 Juni 2009 Permalink

      -Memprihatinkan,semoga mereka segera diberi kesembuhan dan tetap tabah dalam menghadapi ujian ini.
      -Adakah hati yang terketuk untuk membantu mereka.
      -Blog yang mantap mas,maju terus dengan artikel2 yang bermanfaat.
      -salam

  • erva kurniawan 8:59 am on 24 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Kodok 

    katak-2

    Di sebuah tempat di tepian hutan, seorang santri tengah menyiapkan tempat untuk salat malam. Ia sapu debu dan dedaunan kering yang tercecer di sekitar ruangan salat. Sesaat kemudian, sajadah pun terhampar mengarah kiblat. Hujan yang mulai reda menambah keheningan malam.

    “Bismillah,” suara sang santri mengawali salat. Tapi, “Kung…kung. ..kung!” Suara nyaring bersahut-sahutan seperti mengoyak kekhusyukan si santri. Ia pun menoleh ke arah jendela. “Ah, suara kodok itu lagi!” ucapnya membatin.

    Sudah beberapa kali ia ingin memulai salat malam, selalu saja suara kodok meng-kungkung bersahut-sahutan. Tentu saja, itu sangat mengganggu. Masak, salat malam yang mestinya begitu khusyuk, yang tertangkap selalu wajah kodok. Mata yang bulat, leher dan kepala menyatu dan meruncing di mulut, serta gelembung di bagian leher yang menghasilkan nada begitu tinggi: kung!

    “Astaghfirullah! Gimana bisa khusyuk,” ucap sang santri sambil membuka jendela kamarnya. Ia menjulurkan kepalanya keluar jendela sambil menatap tajam ke arah genangan air persis di samping jendela. Tapi, beberapa kodok tetap saja berteriak-teriak. Mereka seperti tak peduli dengan sindiran ‘halus’ si santri.

    Hingga akhirnya, “Diaaaam!!!” Si santri berteriak keras. Lebih keras dari teriakan kodok. Benar saja. Teriakan santri membuat kodok tak lagi bersuara. Mereka diam. Mungkin, kodok-kodok tersadar kalau mereka sedang tidak disukai. Bahkan mungkin, terancam. “Nah, begitu lebih baik,” ucap si santri sambil menutup jendela.

    Ia pun kembali mengkhusyukkan hatinya tertuju hanya pada salat. Kuhadapkan wajahku hanya kepada Allah, Pencipta langit dan bumi. Tapi, “Kung…kung. ..kung!” Kodok-kodok itu kembali berteriak bersahut-sahutan. Spontan, sang santri kembali menghentikan salatnya.

    Kali ini, ia tidak segera beranjak ke arah jendela. Ia cuma menatap jendela yang tertutup rapat. Sang santri seperti menekuri sesuatu. Lama…, ia tidak melakukan apa pun kecuali terpekur dalam diamnya.

    “Astaghfirullah, ” suara sang santri kemudian. “Kenapa kuanggap teriakan kodok-kodok itu sebagai gangguan. Boleh jadi, mereka sedang bernyanyi mengiringi malam yang sejuk ini. Atau bahkan, kodok-kodok itu pun sedang bertasbih seperti tasbihku dalam salat malam.

    Astaghfirullah, ” ucap sang santri sambil menarik nafas dalam. Dan, ia pun memulai salatnya dengan begitu khusyuk. Khusyuuuk… sekali. Begitu pun dengan kodok-kodok: “Kung…kung. ..kung!”

    ***

    Kadang, karena ego diri, sudut pandang jatuh tidak pas pada posisinya. Biarkan yang lain bersuara beda. Karena boleh jadi, itulah tasbih mereka. (mnuh)

     
  • erva kurniawan 8:27 am on 23 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: ahli sihir   

    Kisah Seorang Pemuda Kader Ahli Sihir 

    anubis

    Dahulu ada ada seorang Raja mempunyai seorang Ahli Sihir. Setelah Ahli Sihir itu tua, ia meminta kepada Raja agar mengirimkan orang pemuda untuk dikader menjadi ahli sihir. Maka dikirimlah kepadanya seorang pemuda -menurut riwayat Ibnu Ishak di Sirah Ibnu Hisyam, nama pemuda ini Abdullah bin Tsamir–.

    Di tengah perjalanan untuk belajar ilmu sihir, Pemuda itu berjumpa dengan seorang Rahib. Lalu duduk sejenak dan mendengarkan kata-kata sang Rahib hingga ia tertarik. Maka sejak itu setiap hari ia akan ke tempat Ahli Sihir, ia singgah terlebih dahulu ke tempat sang Rahib untuk mendengarkan ilmu yang diberikannya. Akibatnya, si Pemuda selalu terlambat tiba di tempat Ahli Sihir. Gurunya, si Ahli Sihir, menghukum pukul si Pemuda atas keterlambatannya.

    Si Pemuda menceritakan kepada sang Rahib bahwa ia selalu dihukum guru sihirnya karena selalu terlambat. Sang Rahib menyarankan, “Bilang kepadanya, engkau menyelesaikan pekerjaan rumah dahulu. Kalau kamu takut dimarahi keluargamu karena pulang terlambat, katakan kepada mereka ada pekerjaan dari guru sihirmu.”

    Suatu ketika dalam perjalanan si Pemuda bertemu dengan binatang yang sangat besar dan membuat orang-orang takut. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Sekarang saatnya aku mencoba, siapakah yang lebih baik: Rahib atau Ahli Sihir.” Lalu ia mengambil sebuah batu dan berucap, “Ya Allah, jika yang benar bagimu adalah Rahib dan bukan Ahli Sihir, maka bunuhlah binatang itu agar orang-orang tidak terganggu.” Ia lempar batu itu. Kena. Binatang itu mati.

    Segera si Pemuda menemui Rahib. Ia ceritakan semua peristiwa yang baru terjadi. Sang Rahib berkata, “Anakku, hari ini engkau lebih baik dari aku. Engkau akan mendapat cobaan. Janganlah engkau beritahu tentang aku.”

    Bersamaan dengan berjalannya waktu, si Pemuda memiliki keistimewaan. Ia mampu menyembuhkan orang buta, mengobati penyakit kulit, dan berbagai penyakit lainnya. Keahliannya ini sampai ke telinga seorang Pengawal Raja yang buta. Pengawal Raja ini datang sambil membawa banyak hadiah. “Jika engkau mampu menyembuhkanku, engkau mendapat hadiah yang istimewa,” katanya.

    Si Pemuda menjawab, “Aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Yang dapat menyembuhkan hanyalah Allah swt. Kalau engkau beriman kepada Allah, aku akan berdoa agar Allah swt. menyembuhkanmu.”

    Si Pengawal pun beriman. Allah swt. menyembuhkan matanya. Pulanglah ia ke istana dan kembali bertugas mendampingin Raja seperti biasa. Tentu saja Raja kaget. Pengawalnya sudah tidak buta lagi.

     “Siapa yang menyembuhkanmu?” tanya Raja.

     “Tuhanku,” jawab si Pengawal.

    “Apakah ada Tuhan selain aku?” tanya Raja lagi.

     “Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah,” jawab si Pengawal.

    Raja marah. Ia memerintahkan pengawal-pengawalny a yang lain untuk menyiksa si Pengawal beriman itu. Raja ingin tahu siapa orang di balik perubahan akidah Pengawalnya itu. Maka tersebutlah nama si Pemuda.

    Raja luar biasa murka. Si pemuda dipanggil untuk menghadap. Raja berkata, “Wahai anak muda, sihirmu telah mampu menyembuhkan orang buta dan orang yang terkena penyakit kulit. Engkau juga mampu melakukan yang tak dapat diperbuat orang lain.”

    Si Pemuda berkata, “Aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun. Yang dapat menyembuhkan hanya Allah swt.”

    Mendengar jawaban itu Raja murka. Ia menyiksa Pemuda itu. Raja menyiksanya terus menerus hingga tersebutlah nama sang Rahib sebagai guru si Pemuda. Raja memerintahkan pengawal-pengawalny a untuk menangkap sang Rahib. Setelah sang Rahib berhasil di hadirkan, Raja berkata, “Keluarlah dari agamamu!” Sang rahib menolak. Ia dihukum gergaji. Tubuhnya terbelah menjadi dua dari kepala hingga tubuh bagian bawah.

    Raja juga memerintahkan Pengawalnya yang telah beriman untuk keluar dari keyakinan barunya, “Keluarlah dari agamamu!’ Si Pengawal menolak. Ia pun dihukum gergaji. Tubuhnya terbelah menjadi dua, dari kepala hingga ke tubuh bagian bawah.

    Lalu Raja memanggil si pemuda. “Keluarlah kamu dari agamamu!” Si Pemuda menolak. Raja menyuruh beberapa pengawalnya membawa Pemuda itu ke atas gunung. “Jatuhkan dia dari puncak gunung kalau dia tidak mau keluar dari keyakinannya.”

    Setelah sampai di puncak gunung si Pemuda berdoa, “Ya Allah, tolonglah aku dari mereka.” Gunung pun bergoyang. Para pengawal yang akan mengeksekusi si pemuda itu jatuh. Mati.

    Si Pemuda yang selamat datang kepada Raja. Raja heran, “Apa yang mereka perbuat kepadamu?” “Aku telah diselamatkan oleh Allah swt.,” tegas si Pemuda.

    Maka Raja memerintahkan pengawalnya yang lain untuk membawa si Pemuda ke tengah laut. Lemparkan jika ia tidak keluar dari agamanya, begitu perintah Raja. Ketika sampai di tengah laut, si Pemuda berdoa, “Ya Allah, tolonglah aku dari mereka.” Tiba-tiba perahu oleng. Terbalik. Semua tewas tenggelam, kecuali si Pemuda.

    Sekali lagi si Pemuda menghadap Raja. Raja terkejut, “Apa yang terjadi?” Dengan tegas si Pemuda berkata, “Allah membinasakan mereka dan menolong aku.” Lalu ia menambahkan, “Engkau tidak akan bisa membunuhku kecuali engkau mengikuti saranku.”

    “Apa itu?” tanya Raja.

     “Kumpulkan rakyatmu di sebuah lapangan luas dan engkau salib aku di sebatang kayu. Lalu panah aku dengan busur milikku sambil kau ucapkan bismillah Rabb ghulam, dengan nama Allah Tuham pemuda ini. Jika engkau lakukan itu, engkau akan berhasil membunuhku.”

     

    Raja pun melakukan apa yang disarankan si Pemuda. “Bismillah Rabb ghulam,” ucap Raja. Panah pun meluncur. Tepat menembus pelipis si pemuda. Si pemuda meletakkan tangannya di pelipis yang terkena anak panah. Ia pun menghembuskan nafas terakhir. Orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu berkata, “Kami beriman kepada Tuhannya pemuda ini.”

    Seseorang berkata kepada Raja, “Tidakkah engkau saksikan apa yang engkau khawatirkan? Orang-orang telah beriman kepada Tuhannya pemuda itu.”

    Raja murka luar biasa. Ia memerintahkah tentaranya membuat parit lalu mengisi parit itu dengan api yang membakar. “Yang tetap beriman kepada Tuhannya pemuda itu, ceburkan ke dalam parit itu!” titah Raja terucap. Maka, satu per satu orang-orang yang beriman kepada Tuhannya si Pemuda diceburkan ke dalam parit berapi itu. Sampai giliran seorang wanita yang menggendong anaknya. Ia ragu untuk mencebut ke dalam kobaran api. Anaknya berkata, “Wahai ibu, sabarlah. Lakukan, engkau berada dalam kebenaran.”

    Begitulah, kisah orang-orang yang beriman sebelum kita. Rasulullah saw. menceritakannya kepada kita seperti yang diriwayatkan Muslim (3005), Tirmidzi (3340), Ahmad (6/17, 18), Nasa’i (11661), Ibnu Hibban (873), Tharani (7319), Ibnu Abi Ashim (287). Mereka telah membuktikan kebenaran iman mereka. Dan pasti akan tiba giliran kita untuk diuji? Semoga Allah swt. mengokohkan iman di hati kita apa pun yang terjadi. Amin.

    ***

    Dalam Sirah Ibnu Hisyam, Tafsir Ibnu Katsir, dan Mu’jam Al-Buldan disebutkan, jenazah Pemuda ini ditemukan di zaman Khalifah Umar bin Khaththab. Jari si Pemuda tetap berada di pelipisnya seperti ketika ia dibunuh. Penemuan ini terjadi saat seorang penduduk Najran menggali lobang untuk suatu keperluan. Ketika tangan si Pemuda ditarik dan dijauhkan dari pelipisnya, darah memancar dari luka panas. Jika tangannya dikembalikan ke posisi semula, darah itu berhenti mengalir. Di tangan si Pemuda tertulis kata-kata Rabbku adalah Allah. Mendengar kabar itu, Umar bin Khaththab memerintahkan agar jasad di Pemuda dibiarkan seperti semula.

    Ibnu Katsir berkata, “Kisah itu terjadi antara masa Isa bin Maryam a.s. dengan Rasul Muhammad saw., dan ini lebih mendekati. Wallahu a’lam.”

    ***

    dakwatuna.com

     
  • erva kurniawan 8:07 am on 22 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: angkutan kota, bajaj, kancil   

    10 Fakta Menarik Tentang Bajaj 

    bajaj

    1. Bajaj sangat bising dan asapnya seperti kebakaran, berdiri dibelakang bajaj bisa merupakan salah satu musibah.
    2. Bajaj suka menikung sembarangan, dan gawatnya secara tiba-tiba, konon tikungan mautnya hanya diketahui oleh Tuhan dan sang supirnya sendiri.
    3. Jangan pernah menawar harga bajaj lebih rendah dari tawaran pertama si abang, apalagi kalau harus sampai Tarik urat karena Cuma beda 1000perak, sekali lagi jangan. Pecinta fast to furious mungkin akan senang melihatnya, tapi sebagai penumpang, nyawa sebagai taruhannya, si abang akan ngebut sekencang bajaj dekilnya bisa dipacu dan selipan juga tikungannya lebh dahsyat daripada biasanya. Si abang tidak akan segan-segan berputar 180 derajat demi memuaskan hasratnya karena gagal dalam tawar menawar.
    4. Percayalah, 90 dari 100 orang yang naik bajaj terjadi karena keadaan terpaksa.
    5. Tarif bajaj kadang-kadang sangat tidak masuk akal, beda-beda tipis dengan argo taksi.
    6. Terlalu sering merasakan getaran didalam bajaj bisa menyebabkan iritasi permanen pada bagian selangkangan dan gerak tubuh tidak lagi seimbang, selain itu mendengar bunyi angin ribut knalpotnya selama 10 menit sama efeknya dengan 100 menit ketika anda dugem.
    7. Percaya tidak percaya, tikungan dan rem bajaj bisa kita lakukan dengan satu sentuhan (dinamakan teknologi one touch), caranya, tepak pundak si abang.
    8. Bajaj ada beberapa tipe, tipe bajaj paling bengal dinamakan ‘Bajaj Sporty’, perbedaannya bisa dilihat dari pantat bajaj yang lebih menukik daripada bajaj orisinil. Tipe bajaj seperti ini yang harus di hindari para biker jika dalam keadaan hujan atau becek.
    9. Bajaj tidak peduli jalanan macet karenanya dan juga keadaan penumpangnya, yang penting selagi bajajnya mampu masuk dalam celah sempit bahkan sedikit miring asalkan bisa dilewati ia akan terus mencobanya, hal ini yang paling sangat mengesalkan para biker dan pengendara lainnya, karena seringkali bajaj menutupi jalan yang seharusnya bisa dilewati para biker.
    10. Bajaj menaruh dendam kepada kancil, seperti bus kota benci kepada busway.

    ***

     
  • erva kurniawan 8:17 pm on 21 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: makanan sehat, melamin, telur china, telur palsu   

    Melamin Dalam Makanan Manusia 

     

    telur-melaminBeberapa hari ini telor yang dijual di Hongkong, Liaoning, Hubei, Shanxi setelah diperiksa mengandung melamin.

    Setelah peristiwa susu beracun meledak satu bulan, sekali lagi melamin menimbulkan badai atas keamanan makanan. Beberapa hari ini telor yang dijual di Hongkong, Liaoning, Hubei, dan Shanxi setelah diperiksa mengandung melamin. Para ahli mengemukakan melamin telah masuk dalam rantai makanan manusia, makanan yang terkontaminasi bukan hanya susu saja, namun sudah menjalar ke binatang peliharaan, daging, telor, dll.

    Setelah satu bulan peristiwa susu beracun terjadi, sekali lagi melamin menimbulkan angin topan tentang keamanan makanan. Beberapa hari ini telor yang dijual di Hongkong, Liaoning, Hubei, Shanxi setelah diperiksa mengandung melamin. Para ahli mengemukakan melamin yang terdeteksi dalam telor berhubungan dengan pakan ternak.

    Menurut penyelidikan “Harian Nanfang”, dalam pakan ternak ditambahkan melamin, masalah ini jauh hari sudah merupakan rahasia terbuka dalam usaha pakan ternak. Ini dimulai dari lima tahun lalu, dari awal budidaya industri perikanan, akhirnya merambat sampai usaha ternak dan unggas, yang lebih menggemparkan orang adalah, melamin yang ditambahkan ke dalam makanan binatang, pada dasarnya berasal dari ampas residu industri kimia.

    rakun-dan-ginjalDi propinsi Lianing ditemukan anjing rakun mati karena batu ginjal, setelah diotopsi terlihat jelas lukanya, berlubang. Dalam permukaaan potongan dipenuhi oleh pecahan halus batu ginjal. (Gbr. Sinovision.net)

    Dalam susu, telor terdeteksi melamin, kasus ini memperlihatkan bahwa bahan baku racun plastik kimia ini telah masuk ke dalam rantai makanan manusia. Efeknya akan jauh melampaui peristiwa susu beracun, ini berarti binatang peliharaan yang diberi makanan beracun seperti babi, kambing, sapi dan ikan, kemungkinan besar mengandung melamin.

    Setelah peristiwa susu melamin meledak, seorang ahli pengendalian keamanan makanan dari sebuah perusahaan makanan terkenal di Amerika berkata kepada “Era Baru” di Amerika, perusahaan ilegal di China memasukkan melamin tujuannya adalah untuk memalsukan kadar protein, dapat diduga dalam makanan yang berasal China dan bahan baku yang mematok kadar protein sebagai standar pemeriksaan, seperti produk susu, produk kacang, pakan ternak kemungkinan besar telah ditambahkan melamin. Selain itu, tepung susu adalah salah satu bahan baku industri makanan, dalam tepung susu yang berasal dari China secara umum mengandung melamin, itu berarti permen, biskuit, kue dan lain-lainnya yang memakai tepung susu, semua bermasalah. Ahli ini dengan pedih mengungkapkan, apa yang dikonsumsi oleh rakyat China setiap hari hampir semua bisa terkontaminasi.

    Dari kasus yang sudah dilaporkan, kelihatannya berbagai macam makanan di China termasuk produk susu, kacang, permen, biscuit, seafood, unggas, telor, daging dan yang lainnya sudah secara luas terkomtaminasi oleh melamin.

    ***

     
    • Annisa 11:05 am on 29 Juni 2009 Permalink

      sekali lagi berarti kita harus lebih berhati hati terhadap semua makanan / minuman yang dijual dipasaran, kita harus benar-benar memilih dan memilah makanan apa saja yang baik dan sehat krn belum tentu makanan yg beredar dan banyak dikonsumsi orang itu adalah makanan yg baik untuk tubuh dan halal..
      maka waspadalah.. terutama kaum ibu.. karena harus memberikan yang terbaik bagi keluarga terutama pada anak2.. krn banyak sekali makanan anak yg kurang baik dipasaran.. spt makanan ringan yg banyak mengandung MSG, dll
      belum tentu yang enak itu baik..

  • erva kurniawan 8:01 am on 20 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , filosofi sapu lidi, sapu lidi   

    Filosofi Sapu Lidi (Menghindari Perpecahan) 

    filosofi-sapu-lidi

    ”Dan, janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (QS Ali Imraan [3]: 105).

    Mari, kita mengingat perumpamaan tentang sapu lidi. Beberapa lidi yang disatukan, kemudian diikat bagian pangkalnya, dapat digunakan untuk bersih-bersih ketimbang hanya sebatang saja. Filosofi di balik perumpamaan itu tak lain adalah persatuan.

    Kehidupan manusia dapat berjalan baik, sebagaimana sebuah sapu lidi, jika manusia mempererat ikatannya. Disadari ataupun tidak, manusia membentuk kumpulan berdasarkan ikatan tertentu. Umat Islam merupakan kumpulan dari para Muslim yang terikat oleh kesamaan akidah.

    Menjadi ujian bagi akidah umat Islam manakala sebuah konflik memicu perpecahan di dalamnya. Akankah kita membiarkan perselisihan itu terus terjadi dan melemahkan kekuatan umat Islam? Apakah kita mengoreksi diri? Sudahkah akidah Islam dipegang teguh?

    Akidah itu mewujud dalam keyakinan di hati, ucapan, dan tindakan. Konsekuensinya adalah bersedia menjadi insan yang bertakwa. Kuat lemahnya akidah tampak dari sejauh mana memosisikan perintah dan larangan-Nya.

    Di sinilah letak fungsi koreksi, diperlukan orang lain untuk menilai perbuatan kita. Karena itu, ada kewajiban untuk saling menasihati (QS Al Ashr [103]:3). Hanya saja, manusia memang berbeda dengan lidi. Terdapat potensi perbedaan satu sama lain. Terkait hal ini, Sang Pencipta telah memberikan batas-batasannya.

    Selama itu tidak mengutak-atik akidah yang sifatnya tidak dapat diganggu gugat, perbedaan tidak sepatutnya menjadi persoalan. Ketika akal manusia tidak digunakan untuk memikirkan kebenaran secara benar dan tindakan yang diambil tidak pula tepat serta memperturutkan hawa nafsu dengan enggan mendengarkan nasihat orang lain, perselisihan pun muncul yang mengakibatkan perpecahan.

    Jika perselisihan itu timbul dan perpecahan umat ada di depan mata, satu-satunya jalan adalah kembali kepada akidah Islam. Sebagaimana lidi yang dengan pasrah menerima dirinya diikat, umat Islam seharusnya juga demikian, bersedia dan rela diikat dengan akidah.

    Nasihat ini berlaku bagi semua pihak di dalam umat ini, baik aparat pemerintah maupun masyarakat umum. Akidah merupakan keterangan yang jelas dari Sang Pencipta. Tentunya, kita tidak ingin umat berselisih dan bercerai-berai, padahal akidah telah mengikat kita. Atau, maukah kita termasuk orang-orang yang disebutkan ayat di atas? Naudzubillahi min dzalik!

    ***

    Sumber : Republika

     
  • erva kurniawan 7:52 am on 19 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Ternyata Orang Cacatlah Obatnya 

    masjid-2

    Masjid Nabawi

    Obat dokter tidak bisa menyembuhkannya, mengapa justru orang cacat itu yang bisa menyembuhkan penyakitnya. ..?

    Pak Hasan, adalah jama’ah dari embarkasi Surabaya. Ia dan istrinya berangkat ke Mekkah kebetulan pada tahap gelombang ke dua. Artinya mereka datang dari Indonesia langsung ke Mekah terlebih dahulu, baru kemudian ke Madinah.

    Kondisi pak Hasan ketika berangkat memang agak sakit. Batuk pilek setiap hari. Sampai dipakai berbicara saja tenggorokannya sudah terasa sakit. Batuk pilek yang semacam itu memang membuat badan begitu capek lunglai. Semua persendian terasa sakit. Sehingga menjadikan tubuh menjadi malas untuk diajak beraktivitas.

    Beberapa kali pak Hasan diobati oleh dokter kloternya. Tetapi tetap saja sakitnya tidak bisa sembuh. Rasanya semua macam obat yang berhubungan dengan penyakitnya sudah ia minum. Tetapi tetap saja badan lunglai, kepala pusing bahkan batuknya tidak pernah berhenti. Badan dengan kondisi semacam itu, mengakibatkan pak Hasan sehari-harinya berdiam diri saja di hotel. Beberapa kali istrinya mengajaknya ke masjidil Haram, tetapi rupanya tubuh pak Hasan tidak bisa diajak kompromi, ia malas untuk pergi ke masjid.

    “Aku belum bisa bu, dan belum kuat untuk pergi ke masjid. Ibu dulu aja-lah. Nanti setelah badanku sembuh aku akan ke masjid dan akan melakukan ibadah dengan sebaik-baiknya. ..” demikian kata pak Hasan kepada istrinya.

    Karena sudah beberapa kali, jawaban pak Hasan selalu seperti itu, maka pada hari itu istri pak hasan memohon dengan agak setengah memaksa kepada pak Hasan agar siang itu mereka bisa bersama ke masjid untuk melakukan ibadah. Baik itu thawaf, maupun shalat-shalat wajibnya.

    Maka dengan agak terpaksa, berangkat juga mereka ke masjid. Pak Hasan di sepanjang perjalanan menuju masjid tiada henti-hentinya batuk. Bahkan kakinya begitu capek dipakai untuk berjalan. Tetapi toh, akhirnya sampai juga mereka di masjidil Haram. Meskipun jarak dari maktab mereka menuju masjid cukup jauh.

    Sesampai di masjid, mereka mencari tempat yang cukup nyaman. Pak Hasan dan istrinya melakukan thawaf sunah sebagai penghormatan masuk masjidil Haram, sebelum mereka melakukan ibadah lainnya.

    Ketika pak Hasan dan istrinya melakukan thawaf inilah bagian dari cerita ini dimulai…

    Dengan terbata-bata, dan masih digandeng oleh istrinya pak Hasan mulai melakukan thawaf. Diayunkannya kaki kanannya untuk memulai thawaf.

    “Bismillaahi allaahu akbar…!”

    Demikian kalimat pertama yang dilontarkan pak Hasan sebagai pertanda ia memulai thawafnya. Maka dengan hati-hati sekali, karena khawatir badannya bertambah lunglai, pak Hasan melangkahkan kakinya berjalan memutari Ka’bah. Pada saat pak Hasan beberapa langkah memulai thawafnya itu, tiba-tiba di sebelah kanannya, yg hampir berhimpitan dengan pak Masan, ada seorang bertubuh kecil yang jg bergerak melakukan thawaf, beriringan dengan pak Hasan. Entah apa yang menyebabkan pak Hasan tertarik dengan orang ‘kecil’ itu, sambil berjalan lambat pak Hasan memperhatikan orang itu lebih seksama .

    “Mengapa orang itu tubuhnya pendek, bahkan cenderung seperti anak kecil ?” pikirnya.

    Setelah beberapa lama pak Hasan memperhatikan orang tersebut, di tengah riuhnya para jamaah yang juga sedang melakukan thawaf itu, tiba-tiba pak Hasan menjerit lirih ! ” ………… ….akh ! ” katanya.

    Begitu terkejutnya pak Hasan, sampai-sampai pak Hasan agak terhenti langkahnya. Anehnya, orang itu pun ikut berhenti sejenak, kemudian menoleh kepada pak Hasan sambil tersenyum. Ketika pak Hasan berjalan lagi, dia pun berjalan lagi, dan terus mengikuti di samping pak Hasan. Ketika pak Hasan mempercepat langkah kakinya, orang itu pun ikut mepercepat gerakannya, sehingga tetap mereka berjalan beriringan.

    Muka pak Hasan kelihatan pucat pasi. Bibirnya agak gemetar menahan tangis. Ia betul-betul terpukul oleh perilaku orang tersebut. Seperti dengan sengaja, orang itu terus mengikuti gerakan pak Hasan dari samping kanan. Bahkan yang membuat pak Hasan mukanya pucat adalah orang tersebut selalu tersenyum, setelah menoleh ke arah pak Hasan.

    Siapakah orang tersebut ?

    Ternyata dia adalah seorang yang berjalan dan bergerak thawaf mengelilingi ka’bah dengan hanya menggunakan kedua tangannya saja. Dia orang yang tidak memiliki kaki….!

    Kedua kakinya buntung sebatas paha. Sehingga ia berjalan hanya dengan menggunakan kedua tangannya.

    Bulu kuduk pak Hasan merinding, jantungnya seolah berhenti berdegub. Keringat dingin membasahi seluruh pori-pori tubuhnya… Pak Hasan merintih dalam hatinya :

    “…ya Allaah ampuni aku ya Allaah…, ampuni aku…”

    Air mata pak Hasan tidak bisa dibendung lagi. Sambil tetap berjalan pak Hasan terus mohon ampun kepada Allah.

    Tanpa terasa, pak Hasan sudah memutari ka’bah untuk yang ke 2 kalinya. Dan pak Hasan pun masih terus menangis. Ingin rasanya ia berlari memutari ka’bah itu. Ingin rasanya ia menjerit keras-keras untuk melampiaskan emosinya…. pak Hasan tidak tahu bahwa pada putaran yang ke dua itu ia sudah tidak bersama lagi dengan orang tanpa kaki tersebut. Tidak tahu ke manakah perginya orang cacat itu.

    Seorang yang selalu tersenyum meskipun tanpa kedua kaki.

    Apa gerangan yang dipikirkan pak Hasan saat itu ?

    Pak Hasan begitu malu pada dirinya sendiri! Apalagi kepada Allah Swt.

    Pak Hasan merasa bahwa memang sakit. Sakit flu, batuk, badan capek. Dan sudah beberapa hari berdiam diri saja di hotel tidak ke masjid untuk thawaf. Dengan alasan badan capek, tenggorokan sakit, bahkan obat dokter tidak ada yang bisa menyembuhkannya. Sekarang, ditengah-tengah hiruk pikuknya para jama’ah yang sedang melakukan thawaf, ternyata ada seorang yang tidak punya kaki, yang kondisi tubuhnya sangat menyedihkan, tapi dengan mulut tersenyum ia melakukan thawaf…

    Akh ! ….betapa terpukulnya harga diri pak Hasan.

    Ia punya kedua kaki, badannya tegap, pikirannya cerdas, datang jauh dari Indonesia, tetapi terserang penyakit ringan sejenis flu saja sudah tidak mau beribadah ?

    Sementara orang itu…..

    Sungguh pak Hasan tidak kuasa bicara lagi. Ingin rasanya ia menjerit mohon ampunan Allah Swt…. Atas kesalahan fatal, yang ia lakukan. Dan sejak saat itu, pak Hasan tiba-tiba dapat bergerak gesit. Ia berjalan penuh dengan semangat mengelilingi ka’bah pada putaran-putaran berikutnya. Dan secara tidak ia sadari badan pak Hasan menjadi kuat. Ia tidak batuk-batuk lagi, bahkan tenggorokannya terasa begitu ringan, ketika dipakai untuk berdo’a kepada Allah…!

    Istri pak Hasan yang berjalan di samping pak Hasan, tidak mengetahui secara detail, apa yang terjadi dalam diri pak Hasan. Yang ia tahu tiba-tiba pak Hasan tidak batuk lagi, jalannya tidak lamban, bahkan cenderung gesit. Ah, rupanya pak Hasan sudah sembuh

    Ia disembuhkan oleh Allah lewat ‘peragaan’ orang cacat, yang selalu tersenyum meskipun ia tidak punya kaki. Obat dokter tidak bisa menyembuhkan pak Hasan, justru thawaf seorang cacat-lah, yang menjadi obat mujarabnya.. Mengapa bisa demikian ?

    Sebab begitu pak hasan menyadari akan kesalahannya, ia langsung mohon ampun sejadi-jadinya atas kekeliruan yang telah ia lakukan. Penyesalan yang tiada terhingga itulah rupanya obat yang sesungguhnya.

    ***

    QS. Hud (11) : 3

    ”Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. ”

    QS. Hud (11) : 90

    ”Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.”

    Sembuhnya pak Hasan, karena rasa penyesalan yang mendalam. Sembuhnya pak Hasan karena ia bertaubat pada saat itu juga. Sembuhnya pak Hasan, karena Allah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu itu telah meridhainya. Sembuhnya pak Hasan karena Allah memberikan sebuah obat berupa sebuah adegan atau suguhan menarik, yang sangat mempengaruhi jiwa pak Hasan.

    QS. Asy-Syuaraa’ (26) : 80-82

    ”dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”.

    ***

     
  • erva kurniawan 7:39 am on 18 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Air dan Awan 

    tetesan-air

    Di sebuah tempat nan jauh dari kota, tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan. Ia seperti mencari sesuatu di surau itu.

    “Assalamu’alaikum, Guru!” ucapnya ke seorang tua yang terlihat sibuk menyapu ruangan surau. Spontan, pak tua itu menghentikan sibuknya. Ia menoleh ke si pemuda dan senyumnya pun mengembang. “Wa’alaikumussalam. Anakku. Mari masuk!” ucapnya sambil meletakkan sapu di sudut ruangan. Setelah itu, ia dan sang tamu pun duduk bersila.

    “Ada apa, anakku?” ucapnya dengan senyum yang tak juga menguncup. “Guru. Aku diterima kerja di kota!” ungkap sang pemuda kemudian. “Syukurlah,” timpal sang kakek bahagia. “Guru, kalau tidak keberatan, berikan aku petuah agar bisa berhasil!” ucap sang pemuda sambil menunduk. Ia pun menanti ucapan sang kakek di hadapannya.

    “Anakku. Jadilah seperti air. Dan jangan ikuti jejak awan,” untaian kalimat singkat meluncur tenang dari mulut si kakek. Sang pemuda belum bereaksi. Ia seperti berpikir keras memaknai kata-kata gurunya. Tapi, tak berhasil. “Maksud, Guru?” ucapnya kemudian.

    “Anakku. Air mengajarkan kita untuk senantiasa merendah. Walau berasal dari tempat yang tinggi, ia selalu ingin ke bawah. Semakin besar, semakin banyak jumlahnya; air kian bersemangat untuk bergerak ke bawah. Ia selalu mencari celah untuk bisa mengaliri dunia di bawahnya,” jelas sang kakek tenang. “Lalu dengan awan, Guru?” tanya si pemuda penasaran.

    “Jangan sekali-kali seperti awan, anakku. Perhatikanlah! Awan berasal dari tempat yang rendah, tapi ingin cepat berada di tempat tinggi. Semakin ringan, semakin ia tidak berbobot; awan semakin ingin cepat meninggi,” terang sang kakek begitu bijak. “Tapi anakku,” tambahnya kemudian. “Ketinggian awan cuma jadi bahan permainan angin.” Dan si pemuda pun tampak mengangguk pelan.

    ***

    Seribu satu harap kerap dialamatkan buat para pegiat kebaikan. Mereka yang berharap adalah kaum lemah yang butuh perlindungan, kaum miskin yang menginginkan bantuan, dan masyarakat awam yang rindu bimbingan.

    Rangkaian harap itu berujung pada satu titik: agar mutu baik para pegiat kebaikan tidak cuma berhenti pada diri si pelaku. Tapi, bisa mengalir ke kaum bawah: membasahi cekungan harap yang kian mengering, dan menghidupkan benih-benih hijau yang mulai menguning.

    Sayangnya, tidak semua mutu pegiat kebaikan selalu seperti air yang mengalir dan terus mengalir menyegarkan kehidupan di bawahnya. Karena ada sebagian mereka yang justru sebaliknya, seperti awan yang kian menjauh meninggalkan bumi. Seolah ada yang ingin mereka ungkapkan: selamat tinggal dunia bawah; maaf, kami sedang asyik bercengkrama bersama angin. (mnuh)

    ***

     
  • erva kurniawan 7:28 am on 17 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: efek ponsel terhadap jantung ginjal, , , kanker, ponsel   

    Studi: Ponsel Picu Penyakit Ginjal dan Jantung! 

    radiasi-ponsel-1

    Rumania – Para ilmuwan seakan berlomba menemukan dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel terhadap kesehatan. Sekelompok ilmuwan di Rumania misalnya, baru-baru ini mengklaim radiasi ponsel bisa merusak jantung dan ginjal manusia.

    Dikutip detikINET dari Mina, Selasa (30/12/2008) , dijelaskan bahwa paparan radiasi ponsel menyebabkan hemoglobin di sel darah merah bocor. Hal ini dapat jadi biang penyakit jantung dan batu ginjal.

    Dalam riset ini, para ilmuwan menggunakan sampel sel darah yang diberi radiasi dalam berbagai skala selama sepuluh sampai 60 jam. Terungkap bahwa meski dalam level radiasi yang paling rendah, kebocoran hemoglobin tetap terjadi.

    Studi dilakukan di European Research Institute for Electronic Component yang berbasis di Bukares. Hasil temuan ini membuat beberapa pihak meminta otoritas berwewenang menyikapinya dengan serius.

    Profesor Edward Tuddenham dari Imperial College Medical Shool di London menyatakan bahwa temuan itu mengkhawatirkan dan perlu ditindaklanjuti. Sebab menurutnya, akumulasi hemoglobin di dalam tubuh memang bisa menyebabkan penyakit jantung atau ginjal.

    “Kita memang masih menginvestigasi konsekuensi biologis dari ponsel. Namun jelas telah terdapat studi laboratorium yang menyatakan memang ada efek buruk,” demikian pendapat lain dari lembaga konsumen Powerwatch di Inggris.

    Ponsel sebelumnya sudah sering dikait-kaitkan berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Misalnya radiasi ponsel bisa menyebabkan beragam jenis kanker. Namun demikian, tak sedikit pula studi yang membuktikan sebaliknya.

    radiasi-ponsel-2

    ***

    Detikinet.com

     
    • Annisa 9:59 am on 29 Juni 2009 Permalink

      mendingan kita berhati2 deh.. dlm menggunakan HP dan lagi sy pernah baca di situs lain SEBAIKNYA kita menggunakan ponsel pada TELINGA KIRI.. krn ada radiasinya jg pd otak sebelah kanan.. hanya alasan tepatnya apa saya dah lupa .., salam :)

    • Spare Parts HP 10:42 am on 30 Juni 2009 Permalink

      Duh Serem banget y?
      klo pke handsfree gm?
      masih beresiko kene penyakit2 serem itu g?
      Thx

    • wahyu 10:59 am on 17 Maret 2010 Permalink

      itu minus nya tp plus ny jg kn lebih bnyak.

  • erva kurniawan 7:05 am on 16 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Allah Mengujiku dengan Empat Nyawa 

    yaya-edit

    Khairiyah

    Namanya Khairiyah. Ibu dari tiga anak ini Allah uji dengan cobaan yang luar biasa. Setelah suaminya meninggal, satu per satu, anak-anak tercinta yang masih balita pun pergi untuk selamanya.

    Hidup ini memang ujian. Seperti apa pun warna hidup yang Allah berikan kepada seorang hamba, tak luput dari yang namanya ujian. Bersabarkah sang hamba, atau menjadi kufur dan durhaka.

    Dari sudut pandang teori, semua orang yang beriman mengakui itu. Sangat memahami bahwa susah dan senang itu sebagai ujian. Tapi, bagaimana jika ujian itu berwujud dalam kehidupan nyata. Mampukah?

    Hal itulah yang pernah dialami Bu Khairiyah. Semua diawali pada tahun 1992.

    Waktu itu, Allah mempertemukan jodoh Khairiyah dengan seorang pemuda yang belum ia kenal. Perjodohan itu berlangsung melalui sang kakak yang prihatin dengan adiknya yang belum juga menikah. Padahal usianya sudah nyaris tiga puluh tahun.

    Bagi Khairiyah, pernikahan merupakan pintu ibadah yang di dalamnya begitu banyak amal ibadah yang bisa ia raih. Karena itulah, ia tidak mau mengawali pintu itu dengan sesuatu yang tidak diridhai Allah.

    Ia sengaja memilih pinangan melalui sang kakak karena dengan cara belum mengenal calon itu bisa lebih menjaga keikhlasan untuk memasuki jenjang pernikahan. Dan berlangsunglah pernikahan yang tidak dihadiri ibu dan ayah Khairiyah. Karena, keduanya memang sudah lama dipanggil Allah ketika Khairiyah masih sangat belia.

    Hari-hari berumah tangga pun dilalui Khairiyah dengan penuh bahagia. Walau sang suami hanya seorang sopir di sebuah perusahaan pariwisata, ia merasa cukup dengan yang ada.

    Keberkahan di rumah tangga Khairiyah pun mulai tampak. Tanpa ada jeda lagi, Khairiyah langsung hamil. Ia dan sang suami pun begitu bahagia. “Nggak lama lagi, kita punya momongan, Bang!” ujarnya kepada sang suami.

    Mulailah hari-hari ngidam yang merepotkan pasangan baru ini. Tapi buat Khairiyah, semuanya berlalu begitu menyenangkan.

    Dan, yang ditunggu pun datang. Bayi pertama Bu Khairiyah lahir. Ada kebahagiaan, tapi ada juga kekhawatiran.

    Mungkin, inilah kekhawatiran pertama untuk pasangan ini. Dari sinilah, ujian berat itu mulai bergulir.

    Dokter menyatakan bahwa bayi pertama Bu Khairiyah prematur. Sang bayi lahir di usia kandungan enam bulan. Ia bernama Dina.

    Walau dokter mengizinkan Dina pulang bersama ibunya, tapi harus terus berobat jalan. Dan tentu saja, urusan biaya menjadi tak terelakkan untuk seorang suami Bu Khairiyah yang hanya sopir.

    Setidaknya, dua kali sepekan Bu Khairiyah dan suami mondar-mandir ke dokter untuk periksa Dina. Kadang karena kesibukan suami, Bu Khairiyah mengantar Dina sendirian.

    Beberapa bulan kemudian, Allah memberikan kabar gembira kepada Bu Khairiyah. Ia hamil untuk anak yang kedua.

    Bagi Bu Khairiyah, harapan akan hiburan dari anak kedua mulai berbunga. Biarlah anak pertama yang menjadi ujian, anak kedua akan menjadi pelipur lara. Begitulah kira-kira angan-angan Bu Khairiyah dan suami.

    Dengan izin Allah, anak kedua Bu Khairiyah lahir dengan selamat. Bayi itu pun mempunyai nama Nisa. Lahir di saat sang kakak baru berusia satu tahun. Dan lahir, saat sang kakak masih tetap tergolek layaknya pasien berpenyakit dalam. Tidak bisa bicara dan merespon. Bahkan, merangkak dan duduk pun belum mampu. Suatu ketidaklaziman untuk usia bayi satu tahun.

    Beberapa minggu berlalu setelah letih dan repotnya Bu Khairiyah menghadapi kelahiran. Allah memberikan tambahan ujian kedua buat Bu Khairiyah dan suami. Anak keduanya, Nisa, mengalami penyakit aneh yang belum terdeteksi ilmu kedokteran. Sering panas dan kejang, kemudian normal seperti tidak terjadi apa-apa. Begitu seterusnya.

    Hingga di usia enam bulan pun, Nisa belum menunjukkan perkembangan normal layaknya seorang bayi. Ia mirip kakaknya yang tetap saja tergolek di pembaringan. Jadilah Bu Khairiyah dan suami kembali mondar-mandir ke dokter dengan dua anak sekaligus.

    Di usia enam bulan Nisa, Allah memberikan kabar gembira untuk yang ketiga kalinya buat Bu Khairiyah dan suami. Ternyata, Bu Khairiyah hamil.

    Belum lagi anak keduanya genap satu tahun, anak ketiga Bu Khairiyah lahir. Saat itu, harapan kedatangan sang pelipur lara kembali muncul. Dan anak ketiganya itu bayi laki-laki. Namanya, Fahri.

    Mulailah hari-hari sangat merepotkan dilakoni Bu Khairiyah. Bayangkan, dua anaknya belum terlihat tanda-tanda kesembuhan, bayi ketiga pun ikut menyita perhatian sang ibu.

    Tapi, kerepotan itu masih terus tertutupi oleh harapan Bu Khairiyah dengan hadirnya penghibur Fahri yang mulai berusia satu bulan.

    Sayangnya, Allah berkehendak lain. Apa yang diangankan Bu Khairiyah sama sekali tidak cocok dengan apa yang Allah inginkan. Fahri, menghidap penyakit yang mirip kakak-kakaknya. Ia seperti menderita kelumpuhan.

    Jadilah, tiga bayi yang tidak berdaya menutup seluruh celah waktu dan biaya Bu Khairiyah dan suami. Hampir semua barang berharga ia jual untuk berobat. Mulai dokter, tukang urut, herbal, dan lain-lain. Tetap saja, perubahan belum nampak di anak-anak Bu Khairiyah.

    Justru, perubahan muncul pada suami tercinta. Karena sering kerja lembur dan kurang istirahat, suami Bu Khairiyah tiba-tiba sakit berat. Perutnya buncit, dan hampir seluruh kulitnya berwarna kuning.

    Hanya sekitar sepuluh jam dalam perawatan rumah sakit, sang suami meninggal dunia. September tahun 2001 itu, menjadi titik baru perjalanan Bu Khairiyah dengan cobaan baru yang lebih kompleks dari sebelumnya. Dan, tinggallah sang ibu menghadapi rumitnya kehidupan bersama tiga balita yang sakit, tetap tergolek, dan belum memperlihatkan tanda-tanda kesembuhan.

    Tiga bulan setelah kematian suami, Allah menguji Bu Khairiyah dengan sesuatu yang pernah ia alami sebelumnya. Fahri, si bungsu, ikut pergi untuk selamanya.

    Kadang Bu Khairiyah tercenung dengan apa yang ia lalui. Ada sesuatu yang hampir tak pernah luput dari hidupnya, air mata.

    Selama sembilan tahun mengarungi rumah tangga, air mata seperti tak pernah berhenti menitik di kedua kelopak mata ibu yang lulusan ‘aliyah ini. Semakin banyak sanak kerabat berkunjung dengan maksud menyudahi tetesan air mata itu, kian banyak air matanya mengalir. Zikir dan istighfar terus terucap bersamaan tetesan air mata itu.

    Bu Khairiyah berusaha untuk berdiri sendiri tanpa menanti belas kasihan tetangga dan sanak kerabat. Di sela-sela kesibukan mengurus dua anaknya yang masih tetap tergolek, ia berdagang makanan. Ada nasi uduk, pisang goreng, bakwan, dan lain-lain.

    Pada bulan Juni 2002, Allah kembali memberikan cobaan yang mungkin menjadi klimaks dari cobaan-cobaan sebelumnya.

    Pada tanggal 5 Juni 2002, Allah memanggil Nisa untuk meninggalkan dunia buat selamanya. Bu Khairiyah menangis. Keluarga besar pun berduka. Mereka mengurus dan mengantar Nisa pergi untuk selamanya.

    Entah kenapa, hampir tak satu pun sanak keluarga Bu Khairiyah yang ingin kembali ke rumah masing-masing. Mereka seperti ingin menemani Khairiyah untuk hal lain yang belum mereka ketahui.

    Benar saja, dua hari setelah kematian Nisa, Nida pun menyusul. Padahal, tenda dan bangku untuk sanak kerabat yang datang di kematian Nisa belum lagi dirapikan.

    Inilah puncak dari ujian Allah yang dialami Bu Khairiyah sejak pernikahannya.

    Satu per satu, orang-orang yang sebelumnya tak ada dalam hidupnya, pergi untuk selamanya. Orang-orang yang begitu ia cintai. Dan akhirnya menjadi orang-orang yang harus ia lupai.

    Kalau hanya sekadar air mata yang ia perlihatkan, nilai cintanya kepada orang-orang yang pernah bersamanya seperti tak punya nilai apa-apa.

    Hanya ada satu sikap yang ingin ia perlihatkan agar semuanya bisa bernilai tinggi. Yaitu, sabar. “Insya Allah, semua itu menjadi tabungan saya buat tiket ke surga,” ucap Bu Khairiyah kepada Eramuslim. (mnh)

     
    • dita 7:52 pm on 28 Mei 2009 Permalink

      Subhanallah

      Bu Khairiyah adalah salah satu contoh nyata dari ketegaran seorang wanita muslim yang mungkin hanya 1 dari sekian juta umat dimuka bumi ini dan beliau adalah sosok yang harus qt contoh & teladani

      Insyaallah beliau adalah salah satu calon penghuni surga

  • erva kurniawan 6:54 am on 15 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Prasangka 

    pelayan-raja

    Di sebuah negeri zaman dulu kala, seorang pelayan raja tampak gelisah. Ia bingung kenapa raja tidak pernah adil terhadap dirinya. Hampir tiap hari, secara bergantian, pelayan-pelayan lain dapat hadiah. Mulai dari cincin, kalung, uang emas, hingga perabot antik. Sementara dirinya tidak.

    Hanya dalam beberapa bulan, hampir semua pelayan berubah kaya. Ada yang mulai membiasakan diri berpakaian sutera. Ada yang memakai cincin di dua jari manis, kiri dan kanan. Dan, hampir tak seorang pun yang datang ke istana dengan berjalan kaki seperti dulu. Semuanya datang dengan kendaraan. Mulai dari berkuda, hingga dilengkapi dengan kereta dan kusirnya.

    Ada perubahan lain. Para pelayan yang sebelumnya betah berlama-lama di istana, mulai pulang cepat. Begitu pun dengan kedatangan yang tidak sepagi dulu. Tampaknya, mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing.

    Cuma satu pelayan yang masih miskin. Anehnya, tak ada penjelasan sedikit pun dari raja. Kenapa beliau begitu tega, justru kepada pelayannya yang paling setia. Kalau yang lain mulai enggan mencuci baju dalam raja, si pelayan miskin ini selalu bisa.

    Hingga suatu hari, kegelisahannya tak lagi terbendung. “Rajaku yang terhormat!” ucapnya sambil bersimpuh. Sang raja pun mulai memperhatikan. “Saya mau undur diri dari pekerjaan ini,” sambungnya tanpa ragu. Tapi, ia tak berani menatap wajah sang raja. Ia mengira, sang raja akan mencacinya, memarahinya, bahkan menghukumnya. Lama ia tunggu.

    “Kenapa kamu ingin undur diri, pelayanku?” ucap sang raja kemudian. Si pelayan miskin itu diam. Tapi, ia harus bertarung melawan takutnya. Kapan lagi ia bisa mengeluarkan isi hati yang sudah tak lagi terbendung. “Maafkan saya, raja. Menurut saya, raja sudah tidak adil!” jelas si pelayan, lepas. Dan ia pun pasrah menanti titah baginda raja. Ia yakin, raja akan membunuhnya.

    Lama ia menunggu. Tapi, tak sepatah kata pun keluar dari mulut raja. Pelan, si pelayan miskin ini memberanikan diri untuk mendongak. Dan ia pun terkejut. Ternyata, sang raja menangis. Air matanya menitik.

    Beberapa hari setelah itu, raja dikabarkan wafat. Seorang kurir istana menyampaikan sepucuk surat ke sang pelayan miskin. Dengan penasaran, ia mulai membaca, “Aku sayang kamu, pelayanku. Aku hanya ingin selalu dekat denganmu. Aku tak ingin ada penghalang antara kita. Tapi, kalau kau terjemahkan cintaku dalam bentuk benda, kuserahkan separuh istanaku untukmu. Ambillah. Itulah wujud sebagian kecil sayangku atas kesetiaan dan ketaatanmu.”

    ***

    Betapa hidup itu memberikan warna-warni yang beraneka ragam. Ada susah, ada senang. Ada tawa, ada tangis. Ada suasana mudah. Dan, tak jarang sulit.

    Sayangnya, tak semua hamba-hamba Yang Maha Diraja bisa meluruskan sangka. Ada kegundahan di situ. Kenapa kesetiaan yang selama ini tercurah, siang dan malam; tak pernah membuahkan bahagia. Kenapa yang setia dan taat pada Raja, tak dapat apa pun. Sementara yang main-main bisa begitu kaya.

    Karena itu, kenapa tidak kita coba untuk sesekali menatap ‘wajah’Nya. Pandangi cinta-Nya dalam keharmonisan alam raya yang tak pernah jenuh melayani hidup manusia, menghantarkan si pelayan setia kepada hidup yang kelak lebih bahagia.

    Pandanglah, insya Allah, kita akan mendapati jawaban kalau Sang Raja begitu sayang pada kita.

    ***

     
  • erva kurniawan 6:47 am on 14 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: air susu ibu, ASI, keajaiban air susu ibu, perilaku anak   

    Perilaku Anak Berawal dari ASI 

    asi-the-best

    Anak yang mendapat ASI cuma dua bulan lebih berpotensi berperangai buruk.

    Ada Adi, 4,5 tahun, berarti ada keributan. Boleh jadi itu ungkapan yang tepat untuk bocah Taman Kanak-kanak itu. Pertengkaran tak cuma terjadi dengan temannya di sekitar rumah, di sekolah pun begitu. Ibunya mengeluh, tapi anak lelaki itu tak surut juga bertingkah-polah secara berlebihan. Cepat beradu mulut plus ringan tangan dan kaki.

    Ada kemungkinan pemicunya memang beragam. Namun, bila menilik sebuah penelitian terbaru tentang kaitan asupan air susu ibu (ASI) dengan perilaku dan mental anak, ada baiknya si ibu bertanya kepada diri sendiri, “Apakah si anak mendapat ASI dalam masa yang cukup?”

    Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan mempengaruhi perangai sang anak di masa depan. Studi baru seperti dikutip dari HealthDay News ini menyebutkan, seorang ibu yang mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah melaporkan adanya masalah perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun fase pertumbuhannya. Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua bulan berpotensi berperangai buruk dibanding anak yang ditunjang ASI selama satu tahun.

    “Ini merupakan indikasi jika memberi ASI selama pertumbuhan dapat memiliki efek pada anak,” kata Hobbs. Studi melibatkan sekitar 100 ribu partisipan dari usia 10 bulan hingga 18 tahun. Dalam penelitian, orang tua ditanya seputar pemberian ASI dan perilaku dan mental anaknya.

    Menurut spesialis anak, dr Soedjatmiko, selama proses menyusui akan terjadi interaksi penuh kasih sayang antara ibu dan buah hatinya. “Bayi merasa aman, nyaman, dan dilindungi sehingga terbentuk attachment basic trust sebagai landasan utama perkembangan emosi yang baik di kemudian hari,” ujarnya.

    Konsultan laktasi, dr Utami Roesli, SpA, mengungkapkan, bayi yang terpenuhi asupan ASI akan memiliki emotional quetient (EQ) dan spiritual quetient (SQ) yang baik. “Ini yang akan membentuk behave-nya,” ucapnya. Dibanding susu formula, menurut dia, kontak langsung dari kulit ke kulit membuat buah hati lebih merasa dekat. “Ketika menyusui juga ada rangsangan terhadap panca inderanya. Bayi akan merasakan, melihat, mencium, dan mendengar sesuatu yang ada di dekatnya, termasuk keintiman dengan ibunya.” Anak yang diberi ASI akan tumbuh lebih cerdas dan sehat dibanding bayi dengan susu formula,” kata Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia itu.

    Keampuhan ASI pun sudah terbukti. Utami memberi contoh Skandinavia dan Swedia, dua negara yang sangat mendukung asupan maksimal ASI kepada bayi dengan membuat kebijakan cuti bagi orang tua. “Bukan cuti hamil untuk ibunya saja,” ujarnya. Di kedua negeri itu, cuti dapat diambil satu tahun penuh. Empat bulan pertama pasangan suami-istri tetap mendapat 100 persen gaji. Mulai bulan kelima, gaji dibayar 80-90 persen. “Kebijakan ini yang membuat anak-anak di Swedia dan Skandinavia cerdas dan sehat. Di sana juga sangat sulit ditemukan susu formula,” ia menambahkan. Lagi pula, ia menegaskan, menyusui itu merupakan proses bertiga, yakni istri, suami, dan anak.

    Adapun pemenuhan ASI sudah harus dilakukan sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan tanpa dicampur makanan atau cairan lain meski air putih sekalipun. “ASI diperlukan hingga usia bayi 2 tahun, tapi dengan makanan pendamping,” kata Utami. Dari data yang dimilikinya, tercatat anak yang disusui ASI, IQ-nya lebih tinggi 12,9 poin pada usia 9 tahun.

    Berdasarkan penelitian American Academy of Pediatrics, asupan ASI pada bayi juga membuat anak terhindar dari penyakit infeksi, seperti diare, radang paru-paru, dan radang otak. Studi juga mengindikasikan mereka lebih rendah risiko terkena obesitas, diabetes, dan kanker. Hal ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI mendukung sistem pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan yang terdapat pada susu jolong atau kolostrum-cairan kuning kental pada awal menyusui sampai hari keempat dan ketujuh.

    Tidak hanya untuk anak, menyusui juga sangat fungsional untuk kaum ibu. Menurut Utami, bagi ibu menyusui akan mencegah risiko anemia. Menyusui secara eksklusif selama enam bulan berdampak pada penundaan haid. Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah terjadi defisiensi zat besi yang memicu anemia. Lalu, isapan bayi pada payudara ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim kembali). Selain itu, dapat mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan ovarium. “Banyak penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara infertilitas dan tidak menyusui dengan peningkatan risiko terkena kanker,” ucap Utami. Walhasil, dia menyimpulkan bayi akan sehat secara fisik, intelektual sekaligus emosional, jika hak ASI anak dapat dipenuhi oleh sang ibu.

    ***

     

    AGAR OPTIMAL 

    • Minta Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
    • Bayi jangan dipisahkan dari ibunya setelah melahirkan. Selama 48 jam pertama tidak diberi susu formula.
    • Permintaan dan suplai ASI secara rutin (dikeluarkan 10 cc, maka diproduksi 10 cc)
    • Ada dukungan emosi dari suami dan keluarga.
    • ASI eksklusif saat bayi berusia 0-6 bulan.
    • Konsultasi ke dokter (bila perlu).

     

     

     

     

    ***

    Sumber: Heru Triyono, Koran Tempo – 05 November 2008

     
    • Adhayu 7:18 pm on 28 Mei 2009 Permalink

      yaahhh… Aku cuman 1 bulan dikasih ASInya.. Tp kok aneh yaa.. Aku kok bisa masuk kelas RSBI?? Ada yg anehh….

    • Jakarta Spa 4:39 pm on 29 Mei 2009 Permalink

      Hello my friend,
      It’s from Jakarta spa, the blog portal for spa, massaging, relaxing and traditional treatments from Indonesia.
      Don’t hesitate to visit and give your value contribution.

    • Annisa 9:53 am on 29 Juni 2009 Permalink

      mungkin temuan ilmiah ini ada benarnya, tapi kenyataannya untuk anakku yang dapet ASI +/- 5-6 bulan saja emang agak bengal sich tapi masih bisa di beritahu deh.. dan daya tahan tubuhnya juga rada kurang tapi saya berusaha memberinya madu dan habatusauda setiap hari dan unuk masalah kepandaian / IQ dan logika agak lumayan juga.. anak sy skrang SD kelas 1, dpt rangking 2 dan ranking 1..di kelasnya ( skrg naik kls 2 )alhamdulillah..
      berarti ga’ seluruhnya bener.. kali ya.. tergantung pertumbuhan sejak dalam kandungan juga.. krn dulu saat kandungan berusia 3,5 bulan saya suka mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an, lagu cinta rasulnya sulis n hadad alwi dan musik klasik..
      yang saya tahu akan berpengaruh terhadap perkembangan otak janin nantinya.. alhamdullillah …

    • Sri Mulyati 9:39 pm on 17 November 2010 Permalink

      Yupz…bener tu anakku diberi ASI sampai usia 2 thn ..daya tahan tubuhnya kuat dan jarang menderita penyakit……itulah manfaat pemberian ASI bagus utk bayi usia 0- 2 thn….. terima ksh infonya…

    • samuel farhan 11:45 am on 15 September 2011 Permalink

      y….maap gua blm nkh

  • erva kurniawan 6:38 am on 13 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Menunggu 

     

    Pak Tua Memancing Ikan

    Di suatu tempat di tepian sungai, seorang pemuda memandangi seorang pemancing tua. Sambil duduk beralas daun pisang, Pak Tua begitu menikmati kegiatan memancing. Ia pegang gagang pancingan dengan begitu mantap. Sesekali, tangannya membenahi posisi topi agar wajahnya tak tersorot terik sinar matahari. Sambil bersiul, ia sapu hijaunya pemandangan sekitar sungai.

    Sang pemuda terus memandangi si pemancing tua. “Aneh?” ucapnya membatin. Tanpa sadar, satu jam sudah perhatiannya tersita buat Pak Tua. Tujuannya ke pasar nyaris terlupakan. “Bagaimana mungkin orang setua dia bisa tahan berjam-jam hanya karena satu dua ikan?” gumamnya kemudian.

    “Belum dapat, Pak?” ucap si pemuda sambil melangkah menghampiri Pak Tua. Yang disapa menoleh, dan langsung senyum. “Belum,” jawabnya pendek. Pandangannya beralih ke si pemuda sesaat, kemudian kembali lagi ke arah genangan sungai. Air berwarna kecoklatan itu seperti kumpulan bunga-bunga yang begitu indah di mata Pak Tua. Ia tetap tak beranjak.

    “Sudah berapa lama Bapak menunggu?” tanya si pemuda sambil ikut memandang ke aliran sungai. Pelampung yang menjadi tanda Pak Tua terlihat tak memberikan tanda-tanda apa pun. Tetap tenang.

    “Baru tiga jam,” jawab Pak Tua ringan. Sesekali, siulannya menendangkan nada-nada tertentu. “Ada apa, Anak Muda?” tiba-tiba Pak Tua balik tanya. Si Pemuda berusaha tenang. “Bagaimana Bapak bisa sesabar itu menunggu ikan?” tanyanya agak hati-hati.

    “Anak Muda,” suara Pak Tua agak parau. “Dalam memancing, jangan melulu menatap pelampung. Karena kau akan cepat jenuh. Pandangi alam sekitar sini. Dengarkan dendang burung yang membentuk irama begitu merdu. Rasakan belaian angin sepoi-sepoi yang bertiup dari sela-sela pepohonan. Nikmatilah, kau akan nyaman menunggu!” ucap Pak Tua tenang. Dan ia pun kembali bersiul.

    ***

    Tak ada kegiatan yang paling membosankan selain menunggu. Padahal, hidup adalah kegiatan menunggu. Orang tua menunggu tumbuh kembang anak-anaknya. Rakyat menunggu kebijakan pemerintahnya. Para gadis menunggu jodohnya. Pegawai menunggu akhir bulannya. Semua menunggu.

    Namun, jangan terlalu serius menatap ‘pelampung’ yang ditunggu. Karena energi kesabaran akan cepat terkuras habis. Kenapa tidak mencoba untuk menikmati suara merdu pergantian detak jarum penantian, angin sepoi-sepoi pergantian siang dan malam, dan permainan seribu satu pengharapan.

    Nikmatilah! Insya Allah, menunggu menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Seperti memandang taman indah di tepian sungai. (mnuh)

    ***

     
  • erva kurniawan 6:21 am on 12 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Amal yang Tetap Bermakna 

    aa-gym

    KH. Abdullah Gymnastiar

     

    Amal yang Tetap Bermakna

    Bersama KH. Abdullah Gymnastiar

    ***

    Berhati-hatilah bagi orang-orang yang ibadahnya temporal, karena bisa jadi perbuatan tersebut merupakan tanda-tanda keikhlasannya belum sempurna. Karena aktivitas ibadah yang dilakukan secara temporal tiada lain, ukurannya adalah urusan duniawi. Ia hanya akan dilakukan kalau sedang butuh, sedang dilanda musibah, atau sedang disempitkan oleh ujian dan kesusahan. Bagi yang amalnya temporal, ketika menjelang pernikahan tiba-tiba saja ibadahnya jadi meningkat, shalat wajib tepat waktu, tahajud nampak khusyuk, tapi anehnya ketika sudah menikah, jangankan tahajud, shalat subuh pun terlambat. Ini perbuatan yang memalukan.  Sudah diberi kesenangan, justru malah melalaikan perintah-Nya. Harusnya sesudah menikah berusaha lebih gigih lagi dalam ber-taqarrub kepada Allah swt. sebagai bentuk ungkapan rasa syukur.

    Ketika berwudhu, misalnya, ternyata di samping ada seorang ulama yang cukup terkenal dan disegani, wudhu kita pun secara sadar atau tidak tiba-tiba dibagus-baguskan. Lain lagi ketika tidak ada siapa pun yang melihat, wudhu kitapun kembali dilakukan dengan seadanya dan lebih dipercepat.

    Atau ketika  menjadi imam shalat, bacaan Quran kita kadangkala digetar-getarkan atau sedih-sedihkan agar orang lain ikut sedih. Tapi sebaliknya ketika shalat sendiri, shalat kita menjadi kilat, padat, dan cepat. Kalau shalat sendirian dia begitu gesit, tapi kalau ada orang lain jadi kelihatan lebih bagus. Hati-hatilah bisa jadi ada sesuatu dibalik ketidakikhlasan ibadah-ibadah kita ini. Karenanya kalau melihat amal-amal yang kita lakukan jadi melemah kualitas dan kuantitasnya ketika diberi kesenangan, maka itulah tanda bahwa kita kurang ikhlas dalam beramal.

    Hal ini berbeda dengan hamba-hamba- Nya yang telah menggapai maqam ikhlas, maqam dimana seorang hamba mampu beribadah secara istiqamah dan terus-menerus berkesinambungan. Ketika diberi kesusahan, dia akan segera saja bersimpuh sujud merindukan pertolongan Allah swt. Sedangkan ketika diberi kelapangan dan kesenangan yang lebih lagi, justru dia semakin bersimpuh dan bersyukur lagi atas nikmat-Nya ini.

    Orang-orang yang ikhlas adalah orang yang kualitas beramalnya dalam kondisi ada atau tidak ada orang yang memperhatikannya adalah sama saja. Berbeda dengan orang yang kurang ikhlas, ibadahnya justru akan dilakukan lebih bagus ketika ada orang lain memperhatikannya, apalagi bila orang tersebut dihormati dan disegani

    Sungguh suatu keberuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang ikhlas ini. Betapa tidak? Orang-orang yang ikhlas akan senantiasa dianugerahi pahala, bahkan bagi orang-orang ikhlas, amal-amal mubah pun pahalanya akan berubah jadi pahala amalan sunah atau wajib. Hal ini akibat niatnya yang bagus.

    Maka, bagi orang-orang yang ikhlas, dia tidak akan melakukan sesuatu kecuali ia kemas niatnya lurus kepada Allah swt. saja. Kalau hendak duduk di kursi diucapkannya, “Bismilahirrahmanir rahiim, ya  Allah..semoga aktivitas duduk ini menjadi amal kebaikan”. Lisannya yang bening senantiasa memuji Allah swt. atas nikmatnya berupa karunia bisa duduk sehingga ia dapat beristirahat menghilangkan kepenatan. Jadilah aktivitas duduk ini sarana taqarrub kepada Allah swt..

    Kedahsyatan lain dari seorang hamba yang ikhlas adalah akan memperoleh pahala amal, walaupun sebenarnya belum menyempurnakan amalnya, bahkan belum mengamalkannya. Inilah istimewanya amalan orang yang ikhlas. Suatu saat hati sudah meniatkan mau bangun malam untuk tahajud, “Ya Allah… saya ingin tahajud, bangunkan jam 03.30 ya Allah..”. Weker pun diputar, istri diberi tahu, “Mah, kalau mamah bangun duluan, bangunkan Papah. Jam setengah empat kita akan tahajud. Ya Allah.. saya ingin bisa bersujud kepadamu di waktu ijabahnya doa”. Berdoa dan tidurlah ia dengan tekad bulat akan bangun tahajud.

    Sayangnya, ketika terbangun ternyata sudah azan subuh. Bagi hamba yang ikhlas, justru dia akan gembira bercampur sedih. Sedih karena tidak kebagian shalat tahajud dan gembira karena ia masih kebagian pahalanya. Bagi orang yang sudah berniat untuk tahajud dan tidak dibangunkan oleh Allah swt., maka kalau ia sudah bertekad, Allah swt. pasti akan memberikan pahalanya. Mungkin Allah swt. tahu, hari-hari yang kita lalui akan menguras banyak tenaga. Allah swt. Mahatahu apa yang akan terjadi, juga Mahatahu bahwa kita mungkin telah defisit energi karena kesibukan kita terlalu banyak. Hanya Allah swt-lah yang menidurkan kita dengan pulas.

    Sungguh apapun amal yang dilakukan seorang hamba yang ikhlas akan tetap bermakna, akan tetap bernilai, dan akan tetap mendapatkan balasan pahala yang setimpal. Subhanallah.

    ***

    Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

     
    • Imam Subekti 11:50 am on 5 Oktober 2009 Permalink

      Assalamu’alaikum wr.wb.
      Aa Boleh ga kalo saya minta dikirimi tausiyah yang berkaitan dengan birrul Walidain, biar qt bisa sabar menghadapi ibu yang ingin menang sendiri, biar qt saja yang bersabar gtu A, makasih Bgt ya A..
      Wassalamu’alaikum wr.wb.

    • dkmsudimara 10:09 am on 27 Februari 2010 Permalink

  • erva kurniawan 11:49 pm on 11 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Dokter, Saya Keguguran ya….?! 

    dokter-kandunganUsai shalat Zuhur di siang itu, seorang ibu berusia kira-kira hampir 40 tahun datang ke tempat saya bersama supirnya untuk menjemput. Ibu itu bernama Loli, -sebutlah demikian-. Seorang ibu pebisnis, peduli masyarakat dan mencintai Allah sepenuh hati. Itu setidaknya deskripsi singkat yang saya tahu tentang beliau. Perjalanan menuju tempat pertemuan di daerah Slipi penuh pembicaraan agama yang antusias.

    Saya bersyukur kepada Allah Swt atas pertemuan yang sarat berkah ini. Hingga dalam babak-babak awal perjalanan, meluncurlah sebuah kalimat tanya dari mulut ini, “Ibu Loli sudah berapa anaknya?” Saya menganggap hal ini wajar ditanyakan sebagai pembuka bicara. “Alhamdulillah belum punya, pak!” jawabnya. Mendengarnya saya menyesal… tersedak…! Hampir saja saya meminta maaf atas pertanyaan tadi.

    Saya khawatir itu membuatnya sedih. “Alhamdulillah Allah belum kasih… tapi saya senang kok! Mungkin Allah belum kasih saya anak supaya saya bisa mencintaiNya selalu” beliau menambahkan. Saya mengira jawaban yang ibu Loli lontarkan adalah jawaban orang sedih untuk membesarkan hati. Namun ternyata dugaan saya salah!

    ***

    Ibu Loli bercerita kepada saya bahwa sudah 12 tahun ia menikah. Selama itu ia dan suami selalu berharap agar Allah Swt memberi mereka anugerah keturunan. Selama itu ia selalu meminta kepada Allah apa yang ia inginkan berupa keturunan. Lama-kelamaan ia berpikir bahwa selama ini ia telah mendikte Allah Swt, seolah Allah tidak tahu kebutuhan hambaNya. “Akhirnya saya jadi malu juga selalu meminta dalam berdoa kepada Allah.

    Sejak saat itu saya serahkan kepadaNya apa yang terbaik untuk saya, dan saya semakin bertambah cinta kepada Allah” jelas ibu Loli. Cinta kepada Allah terus tumbuh di hati Loli. Malah Allah hadirkan sebuah buku yang amat indah untuk dibaca dan buku itu berisikan tentang hubungan Allah dan hambaNya. “Tiga kali saya baca buku itu, tiga kali saya hamil dan tiga kali saya keguguran…” Loli berujar. “Dalam buku itu saya membaca bab MENCINTAI ALLAH.

    Usai membaca bab itu hati saya senang dan Allah Swt mentaqdirkan saya hamil. Saya amat bergembira dan saya merawat kehamilan saya sebaik mungkin. Saya bersyukur kepada Allah Swt atas karunia berharga ini.” “Namun begitu pindah ke bab TAWAKKAL, saya merasa bahwa semua urusan hidup sudah Allah atur.

    Saya berpasrah kepadaNya… dan setelah itu saya keguguran. Tapi saya dapati hati saya tidak sedih karenanya. Saya mencoba bersabar dan pasrah dengan ketentuan Allah Swt. Saya rasakan, semuanya jadi indah lho pak kalau kita pasrahkan pada ketentuanNya! ” tegas ibu Loli. Saya terdiam… menyimak dengan dalam setiap kalimatnya. Saya berharap ibu Loli menjelaskan lagi lebih jauh bagaimana dia bisa melewati hal-hal getir dengan senyum dan sabar.

    ***

    Ruangan RS bersalin itu dipenuhi 4 orang. Warna putih mendominasi di setiap sudut. Pucat setiap warna yang hadir dalam ruangan yang merebak aroma obat-obatan. Sepucat wajah keempat orang yang menemani Loli di dalamnya.

    “Itu kali ketiga saya mengalami pendarahan dari rahim…” bu Loli mencoba menjelaskan. Ia mengalami pendarahan cukup serius dari kehamilannya hingga ia jatuh pingsan. Suaminya segera membawa mobil dengan kencang ke RS bersalin tempat Loli selalu memeriksa kandungan. Kebetulan mama Loli yang berdomisili di Belanda beberapa hari itu ada di Jakarta dan mendampingi buah hatinya untuk menghadapi kejadian yang tidak mengenakan ini.

    Mobil diparkir dan Loli pun dibawa segera ke ruang tindakan. Hanya dalam beberapa puluh menit dokter dan perawat yang menangani telah tahu hasil dari pendarahan yang terjadi. KEGUGURAN, itulah berita pahit yang akan mereka sampaikan.

    Menetes air mata saat suami dan mama Loli mendengar berita dokter. Tubuh mereka berguncang dan bibir pun digigit untuk meredam duka. Tak terbayang betapa ujian ini terjadi berulang-ulang. Tiga kali sudah berarti Loli dan suaminya mengalami hal serupa setelah 12 tahun menikah.

    ***

    Selang beberapa lama Loli siuman. Ia membuka mata dan ia dapati ada 4 orang yang ia kenal di sana. Mama, suami, dokter dan seorang perawat. Loli menatapi satu per satu wajah mereka dengan seksama. Semuanya tersenyum, namun senyum tersebut tidak menyibak ketulusan. Loli menduga bahwa ada hal yang mereka sembunyikan dari dirinya.

    Pandangan pun ia lemparkan ke arah dokter. Loli pun bertanya, “Dokter…., saya keguguran ya?!”  Sang dokter tak sanggup berkata apa-apa. “Dokter…., saya keguguran ya?! Dokter…., saya keguguran ya?!” berkali-kali Loli bertanya kepada dokter, namun dokter tak mau bicara. “Dokter…., saya keguguran ya?! Ah pak dokter…, bilang aja kalau saya keguguran… ! Saya ikhlas kok kalau memang benar begitu” ujar Loli. 

    Karena didesak berkali-kali, dokter pun menyampaikan seadanya. Suami & mama Loli kembali meneteskan air mata, tak sanggup mereka bayangkan betapa hati Loli akan menderita. Namun aneh, Loli tak sedikit pun menunjukkan gurat kesedihan… hingga akhirnya ia pun dibawa pulang ke rumah.

    ***

    “Betul lho pak saya gak sedih saat itu. Saya pasrah banget sama Allah! Saya sendiri bingung kok punya perasaan yang amat beda dengan kebanyakan orang.

    Hingga dalam perjalanan pulang malam itu, ibu saya bilang, ‘Loli, mama bingung sama kamu… kok kamu gak ada sedih-sedihnya sedikitpun. Mama aja sampai nangis berkali-kali mikirin nasibmu. Eh…, orang yang ditangisin cuma bisa cengengesan doang!” jelas bu Loli bersemangat.

    ***

    Saya kagum sekali menyimak cerita ini. Betapa indah halawatul iman yang Allah berikan kepada ibu Loli. Hingga manisnya nikmat dan getirnya musibah dapat dirasakan dengan kesyukuran dan kesabaran.

    Saya kagum dan salut… dalam hati saya bergumam, “Hebat… hebat… hebat dan mengagumkan sosok ibu yang satu ini!” seperti Rasulullah Saw mengatakan hal serupa kepada setiap mukmin yang bersyukur & bersabar bahwa mereka teramat mengagumkan.

    “Sungguh mengagumkan keadaan orang mukmin. Keadaan mereka senantiasa mengandung kebaikan. Hal demikian itu tidak akan terjadi, kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar. Itupun, juga merupakan kebaikan untuknya.” HR. Muslim

    Kebaikan Allah Swt semoga untukmu selalu, bu Loli!

     
    • arif 8:49 am on 6 Agustus 2009 Permalink

      ingin sekali aku bisa mencintai allah seperti bu loli namun tu gak banyak orang yang bisa semoga aku salah satunya orang yang mencintai allah

    • arif 8:54 am on 6 Agustus 2009 Permalink

      saya masih bingung maklum istri baru hamil yang pertama.apakan istri yang sikapnya angin2an(berubah-ubah)itu sifat bafwaan bayi.
      di saat kandungan masih usia 4bulan apakah boleh melakukan hubungan?
      apakah efek pada bayi yang di kandungan

    • samuel farhan 11:42 am on 15 September 2011 Permalink

      sy ingin mncintai ALLAH,tp sy msh byk bermaksiat

  • erva kurniawan 9:47 pm on 10 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: cara tidur yang baik, , tidur   

    Siapa Teman Tidur Anda Malam Ini? 

    deep-sleep

    Tahukah Anda bahwa ada ekosistem lain di tempat tidur Anda? Sebuah penelitian menemukan bahwa bantal tempat Anda meletakkan kepala, adalah rumah dari jutaan jamur spora dari kamar mandi, dapur dan tempat-tempat lainnya. Rata-rata tempat tidur juga dipenuhi ribuan kutu seukuran mikroskopik yang memproduksi begitu banyak kotoran sehingga dapat menambah berat sampai setengah kilo setiap tahunnya ke tempat tidur Anda.

    Bagaimana mereka bisa bertahan hidup? Jawabannya tak lain adalah manusia sendiri. Manusia memberi mereka makan dengan kulit mati yang mengelupas dari tubuh serta keringat yang menetes sebanyak 100 liter setiap tahunnya. Minimal begitulah hasil penelitian dari Universitas Manchester di Inggris dengan kepala peneliti, Ashley Woodcock. Sebagian jenis kutu malah makan dari darah manusia. Mereka bisa menggigit dan menyebabkan infeksi pada kulit.

    Kontaminasi jamur di tempat tidur pertama kali dipelajari tahun 1936 tapi tidak ada yang melaporkan keberadaannya sampai sekarang. Ashley meneliti 10 buah bantal yang telah dipakai orang selama 1,5-20 tahun, dan menemukan “benda” yang sama yang bisa ditemukan menempel di dinding lembab kamar mandi sebuah rumah tua. “Menemukannya di tempat seseorang tidur benar-benar sesuatu yang sangat mengejutkan”, ujarnya. Semakin tua umur bantal, semakin parah kondisinya. Karena itu, ia segera menyarankan orang untuk mengganti bantal setiap beberapa tahun sekali.

    Dia dan rekannya menemukan sebanyak 16 jenis spesies jamur yang berbeda, termasuk beberapa jenis jamur yang biasa ditemukan di roti busuk dan kamar mandi dalam bantal-bantal itu. Sebuah species jamur bernama Aspergillus juga ditemukan di sana. Padahal jamur ini dapat menyebabkan kematian bila menginfeksi pasien leukemia. Jamur memang tidak berbahaya bila mendekati mereka yang sehat. Tapi untuk orang sakit, terutama dengan system kekebalan tubuh yang buruk, jamur bisa beresiko kematian. Para penderita penyakit asma, TBC dan sinusitis perlu juga memperhatikan hasil penemuan ini.

    Meniadakan kutu tempat tidur dan jamur adalah proses yang sulit. Mereka suka bersembunyi di barang-barang, dinding, televisi, horden dan belakang lukisan. Karena itu selain mengganti bantal setiap berapa tahun, sebaiknya bantal yang digunakan ialah yang terbuat dari bulu. Bantal sintesis lima kali lebih parah dalam fungsinya sebagai “sarang” ketimbang yang terbuat dari bulu. Proses pencucian seprai dan selimut dengan air panas dan pengeringan yang benar juga sangatlah dibutuhkan. Tempat tidur juga sebaiknya dilapisi oleh plastik dan dihisap oleh penghisap debu yang dilengkapi pemusnah jamur.

    ***

     
    • dedekusn 6:34 am on 11 Mei 2009 Permalink

      Waduh… bantal sy brtahun-tahun ga pernah ganti… ‘Artikel yg bagus, nambah pengetahuan… salam :-)’

    • Annisa 9:34 am on 29 Juni 2009 Permalink

      sama bantal saya juga, tp saya suka ngejemurnya kalo sabtu/minggu ga’ kerja n cuaca panas, digebrak2 gitu lho katanya biar kutunya mati.. dan lagi saya alergi debu n dingin jd mudah bersin sedang anak saya penah asma, jadi sy suka marah deh kalo pas anak bermain di bantal n gebukin bantal atau membatasi anak jika bermain / tiduran di ambal yang mpuk.. takut kambuh sih, bantal anak juga dah diganti..
      pokoknya harus lebih berhati-hati deh :)

    • samuel farhan 11:39 am on 15 September 2011 Permalink

      tmn tdr sy ya…..,kasur….ha…ha…ha… :)

  • erva kurniawan 6:17 pm on 9 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Al-Bashri dan Gadis Kecil 

    bersyukur-2

    Sore itu Hasan al-Bashri sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Rupanya ia sedang bersantai makan angin. Tak lama setelah ia duduk bersantai, lewat jenazah dengan iring-iringan pelayat di belakangnya. Di bawah keranda jenazah yang sedang diusung berjalan gadis kecil sambil terisak-isak. Rambutnya tampak kusut dan terurai, tak peraturan.

    Al-Bashri tertarik penampilan gadis kecil tadi. Ia turun dari rumahnya dan turut dalam iring-iringan. Ia berjalan di belakang gadis kecil itu.

    Di antara tangisan gadis itu terdengar kata-kata yang menggambarkan kesedihan hatinya. “Ayah, baru kali ini aku mengalami peristiwa seperti ini.” Hasan al-Bashri menyahut ucapan sang gadis kecil, “Ayahmu juga sebelumnya tak mengalami peristiwa seperti ini.”

    Keesokan harinya, usai salat subuh, ketika matahari menampakkan dirinya di ufuk timur, sebagaimana biasanya Al-Bashri duduk di teras rumahnya. Sejurus kemudian, gadis kecil kemarin melintas ke arah makan ayahnya. “Gadis kecil yang bijak,” gumam Al-Bashri. “Aku akan ikuti gadis kecil itu.”

    Gadis kecil itu tiba di makam ayahnya. Al-Bashri bersembunyi di balik pohon, mengamati gerak-geriknya secara diam-diam. Gadis kecil itu berjongkok di pinggir gundukan tanah makam. Ia menempelkan pipinya ke atas gundukan tanah itu. Sejurus kemudian, ia meratap dengan kata-kata yang terdengar sekali oleh Al-Bashri.

    “Ayah, bagaimana keadaanmu tinggal sendirian dalam kubur yang gelap gulita tanpa pelita dan tanpa pelipur? Ayah, kemarin malam kunyalakan lampu untukmu, semalam siapa yang menyalakannya untukmu? Kemarin masih kubentangkan tikar, kini siapa yang melakukannya, Ayah? Kemarin malam aku masih memijat kaki dan tanganmu, siapa yang memijatmu semalam, Ayah? Kemarin aku yang memberimu minum, siapa yang memberimu minum tadi malam? Kemarin malam aku membalikkan badanmu dari sisi yang satu ke sisi yang lain agar engkau merasa nyaman, siapa yang melakukannya untukmu semalam, Ayah?”

    “Kemarin malam aku yang menyelimuti engkau, siapakah yang menyelimuti engkau semalam, ayah? Ayah, kemarin malam kuperhatikan wajahmu, siapakah yang memperhatikan tadi malam Ayah? Kemarin malam kau memanggilku dan aku menyahut penggilanmu, lantas siapa yang menjawab panggilanmu tadi malam Ayah? Kemarin aku suapi engkau saat kau ingin makan, siapakah yang menyuapimu semalam, Ayah? Kemarin malam aku memasakkan aneka macam makanan untukmu Ayah, tadi malam siapa yang memasakkanmu? “

    Mendengar rintihan gadis kecil itu, Hasan al-Bashri tak tahan menahan tangisnya. Keluarlah ia dari tempat persembunyiannya, lalu menyambut kata-kata gadis kecil itu. “Hai, gadis kecil! jangan berkata seperti itu. Tetapi, ucapkanlah, “Ayah, kuhadapkan engkau ke arah kiblat, apakah kau masih seperti itu atau telah berubah, Ayah? Kami kafani engkau dengan kafan yang terbaik, masih utuhkan kain kafan itu, atau telah tercabik-cabik, Ayah? Kuletakkan engkau di dalam kubur dengan badan yang utuh, apakah masih demikian, atau cacing tanah telah menyantapmu, Ayah?”

    “Ulama mengatakan bahwa hamba yang mati ditanyakan imannya. Ada yang menjawab dan ada juga yang tidak menjawab. Bagaimana dengan engkau, Ayah? Apakah engkau bisa mempertanggungjawab kan imanmu, Ayah? Ataukah, engkau tidak berdaya?”

    “Ulama mengatakan bahwa mereka yang mati akan diganti kain kafannya dengan kain kafan dari sorga atau dari neraka. Engkau mendapat kain kafan dari mana, Ayah?”

    “Ulama mengatakan bahwa kubur sebagai taman sorga atau jurang menuju neraka. Kubur kadang membelai orang mati seperti kasih ibu, atau terkadang menghimpitnya sebagai tulang-belulang berserakan. Apakah engkau dibelai atau dimarahi, Ayah?”

    “Ayah, kata ulama, orang yang dikebumikan menyesal mengapa tidak memperbanyak amal baik. Orang yang ingkar menyesal dengan tumpukan maksiatnya. Apakah engkau menyesal karena kejelekanmu ataukah karena amal baikmu yang sedikit, Ayah?”

    “Jika kupanggil, engkau selalu menyahut. Kini aku memanggilmu di atas gundukan kuburmu, lalu mengapa aku tak bisa mendengar sahutanmu, Ayah?”

    “Ayah, engkau sudah tiada. Aku sudah tidak bisa menemuimu lagi hingga hari kiamat nanti. Wahai Allah, janganlah Kau rintangi pertemuanku dengan ayahku di akhirat nanti.”

    Gadis kecil itu menengok kepada Hasan al-Bashri seraya berkata, “Betapa indah ratapanmu kepada ayahku. Betapa baik bimbingan yang telah kuterima. Engkau ingatkan aku dari lelap lalai.”

    Kemudian, Hasan al-Bashri dan gadis kecil itu meninggalkan makam. Mereka pulang sembari berderai tangis.

    (Maraji’: Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah (Al-Islam))

     
  • erva kurniawan 5:52 pm on 8 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , syukur   

    Miskin Syukur 

    Bersyukur kepada Allah

    Pagi hari masih bisa beli nasi uduk, lengkap dengan bihun, tempe goreng atau semur jengkol sebenarnya sudah bagus. Tetapi kerap mulut berbicara lain, “Nasi uduk melulu, nggak ada makanan lain?” Akhirnya sampai sore sepiring nasi uduk itu tak disentuh sama sekali.

    Sudah sepuluh tahun bekerja dan punya penghasilan tetap saja mengeluh, “Kerja begini-begini saja, nggak ada perubahan, gaji sebulan habis seminggu…” Belum lagi `nyanyian’ isteri di rumah, “cari kerja tambahan dong pak, biar hidup kita nggak susah terus”

    Dikaruniai isteri yang shaleh dan baik masih menggerutu, “baik sih, rajin sholat, tapi kurang cantik…” Tidak beda dengan seorang perempuan yang menikah dengan pria bertampang pas-pasan, “Sudah miskin nggak ganteng pula. Masih untung saya mau nikah sama dia…”

    Punya kesempatan memiliki rumah meski hanya type kecil dan rumah sangat sederhana tentu lebih baik dari sekian orang yang baru bisa mimpi punya rumah sendiri. Disaat yang lain masih ngontrak dan nomaden, mulut ini berceloteh, “Ya rumah sempit, gerah, sesak. Sebenarnya sih nggak betah, tapi mau dimana lagi?”

    Sudah bagus suaminya tidak naik angkot atau bis kota berkali-kali karena memiliki sepeda motor walau keluaran tahun lama. Eh, bisa-bisanya sang isteri berkomentar, “Jual saja pak, saya malu kalau diboncengin pakai motor butut itu”.

    Ada lagi yang dikaruniai anak, sudah bagus anaknya terlahir normal, tidak cacat fisik maupun mental. Gara-gara anaknya kurang cantik atau tidak tampan, ia mencari kambing hitam, “Bapak salah milih ibu nih, jadinya wajah kamu nggak karuan begini”. Padahal di waktu yang berbeda, ibunya pun berkata yang hampir mirip, “Maaf ya nak, waktu itu ibu terpaksa menikahi bapakmu. Habis, kasihan dia nggak ada yang naksir”.

    Kita, termasuk saya, tanpa disadari sudah menjadi orang-orang miskin. Bukan karena kita tidak memiliki apa-apa, justru sebaliknya kita tengah berlimpah harta dan memiliki sesuatu yang orang lain belum berkesempatan memilikinya. Kita benar-benar miskin meski dalam keadaan kaya raya, karena kita tak pernah bersyukur dengan apa yang dianugerahkan Allah saat ini. Ya, kita ini miskin rasa syukur.

    Punya sedikit ingin banyak, boleh. Dapat satu, ingin dua, tidak dilarang. Merasa kurang dan mau lebih, silahkan. Tidak masalah kok kalau merasa kurang, sebab memang demikian sifat manusia, tidak pernah merasa puas. Pertanyaannya, yang sedikit, yang satu, yang kurang itu sudah disyukuri kah?

    Pada rasa syukur itulah letak kekayaan sebenarnya. Berangkat dari rasa syukur pula kita merasa kaya, sehingga melahirkan keinginan membagi apa yang dipunya kepada orang lain. Kita miskin karena tidak pernah mensyukuri apa yang ada. Meski dunia berada di genggaman namun kalau tak sedikit pun rasa syukur terukir di hati dan terucap di lisan, selamanya kita miskin.

    Coba hitung, duduk di teras rumah sambil sarapan pagi, ditambah secangkir kopi panas yang disediakan isteri shalihah. Sesaat sebelum berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor, lambaian tangan si kecil seraya mendoakan, “hati-hati Ayah…”. Subhanallah, ternyata Anda kaya raya! (gaw)

    (warnaislam.com)

    ***

     
  • erva kurniawan 5:35 pm on 7 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Pejabat Yang Sangat Sederhana 

    water lily yellow

    Oleh : Uti Konsen.U.M. (AP Post)

    “Setiap orang adalah pemimpin dan bertanggungjawab terhadap kepemimpinannya. Seorang raja/penguasa adalah pemimpin dan bertanggungjawab terhadap rakyatnya…. “ (HR.Bukhari – Muslim)

    Kehidupan para sahabat Nabi SAW banyak dipenuhi berbagai macam pribadi yang menawan yang menjadi suri teladan bagi generasi yang datang kemudian. Dan pangkal dari pribadi menawan itu adalah semata-mata karena dorongan keikhlasan dalam memeluk Islam dan menjalankan syariat-syariat- Nya. Bagi mereka, apapun resikonya mereka terima dan dihadapi dengan jiwa yang tabah, istiqamah. Yang penting Allah meridhai perjalanan dan perjuangan hidupnya. Semboyan yang berkembang ketika itu adalah “Hidup mulia atau mati syahid “.

    Salah satu diantaranya ialah Salman Al Farisi. Ia adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat sederhana dan salah seorang sahabat yang gagah berani lagi cerdas otaknya. Ia mampu menciptakan teori penggalian parit sekitar Madinah, tatkala pasukan musuh mau menggempurnya. Ia juga dikenal sebagai salah seorang sahabat Nabi SAW yang memiliki akhlakul karimah, sehingga Rasulullah SAW memasukkannya ke dalam golongan Ahlul-Bait.

    Sepeninggalan Rasulullah SAW, Khalifah Abu Bakar dan khalifah berikutnya menugasi Salman sebagai gubernur wilayah Mada’in. Salman sebetulnya menolak menduduki jabatan yang begitu tinggi itu.. Ia berkomentar, “Jabatan itu manis waktu memegangnya, tapi pahit waktu melepaskannya“. Tapi lantaran “dipaksa“, maka ia terima juga demi pengabdian kepada Allah. Karena itu ia pun sangat baik kepada rakyatnya dan hidup di tengah-tengah mereka.

    Sebagai seorang amir, Salman menerima tunjangan sampai 6.000 dinar setahun (jumlah yang sangat sederhana untuk ukuran waktu itu). Meski demikian, hampir seluruh tunjangannya itu ia serahkan kepada fakir miskin. Ia cuma mengambil satu dirham yang digunakan sebagai modal untuk membeli daun dan pelepah korma yang lantas dianyam dan dijual sendiri ke pasar, laku tiga dirham. Uang tiga dirham itu dibagi tiga, satu dirham untuk modal, satu dirham untuk nafkah keluarga, dan satu dirham lagi untuk fakir miskin.

    Begitulah selalu dilakukan oleh Salman Al Farisi, sebagai amir negeri Mada’in. Salman Al Farisi juga dikenal sebagai seorang pejabat yang senang membantu orang yang kesulitan.

    Satu hari misalnya, ketika ia melihat seorang Syria kerepotan membawa barang dagangannya maka secara spontan, Salman membawakan barang dagangan itu. Ditengah jalan, diantara anggota masyarakat ada yang mengenalnya dan mengucapkan salam “Assalamu’alaikum ya Amir “. Mendengar nama Amir disebut, orang Syria itu kaget bukan kepalang. Ia tidak mengira, jika “kuli“ yang membawa barangnya adalah Gubernur Negeri Mada’in. Dengan penuh rasa hormat, orang itu meminta barangnya untuk dibawanya sendiri. Tapi Salman tidak membolehkannya. Ia terus membawanya sampai ke tempat tujuan.

    Ketika Sa’ad bin Abi Waqqash datang ke rumah Salman, ia melihat Salman sedang sedih. “Demi Allah,“ kilah Salman kepada tamunya, “Saya bukan karena takut mati atau mengharap kemewahan hidup di dunia, tapi ingat pesan Rasulullah “Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengelana“. Padahal barang yang saya miliki cukup banyak, “ kata Salman mengakhiri tangisnya.

     “Bangunan rumah Salman, hanya sekedar dapat digunakan bernaung di waktu panas dan berteduh di kala hujan. Jika penghuninya berdiri, kepalanya terantuk sampai langit-langit, dan jika berbaring kakinya sampai ke dinding. Sedang di dalamnya tak ada perabotan kecuali sebuah piring untuk makan dan baskom nuntuk persediaan air. Meski demikian, ia tetap risau, menganggap barang-barang yang dimilikinya masih berlebihan,“ tulis Badruzzaman Busyairi dalam buku ‘Bunga Rampai Ajaran Islam no 14 “. Masya Allah.

    Di rumahnya, Salman tanpa ragu mengerjakan sendiri pekerjaan yang semestinya digarap pelayannya. Sedang rumahnya sangat sederhana, tidak mengesankan sebagai rumah seorang Gubernur. Sebaliknya lebih menyerupai rumah rakyat kecil yang miskin. Salman akhirnya wafat dalam keadaan bersih, tidak meninggalkan harta yang berarti, kecuali pesan-pesannya yang terus dikenang lantaran didukung oleh sikap dan sifat hidupnya yang sederhana dan ikhlas, yang sudah sangat jarang ditemukan dalam kehidupan akhir-akhir ini.

    Contoh lain. Di masa Khalifah Umar bin Khattab RA, Abu Hurairah diangkat menjadi Amir (setingkat Gubernur) untuk wilayah Bahrain. Umar yang sangat teliti melihat Abu Hurairah jadi murah rezekinya, curiga dan memerintahkan hartanya diserahkan kepada Baitulmal. Abu Hurairah RA setelah menjelaskan bahwa harta yang dimiliknya itu berasal dari yang halal dan sah, akhirnya menyerahkannya ke Baitulmal seraya berdoa demi keampunan dan keselamatan Umar, sekaligus memohon pengunduran diri dari jabatannya.

    Selang beberapa lama, Khalifah Umar memintanya untuk duduk lagi dalam pemerintahan dengan jabatan baru yang lebih tinggi. Tapi dengan arifnya, Abu Hurairah menolak. Katanya “Aku ingin kehormatanku tidak tercela, hartaku tidak dirampas, penggungku tidak dipukul. Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa kasih sayang.“

    Wallahualam.

    ***

     
  • erva kurniawan 8:54 am on 6 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: cacing, , tumor otak   

    Dikira Ada Tumor di Otak, Eh… Ternyata Ada Cacing! 

    operasi

    Rita Uli Hutapea – detikNews

    ***

    Arizona – Seekor cacing membuat tim dokter AS terkaget-kaget. Hewan itu ditemukan di dalam otak seorang wanita!

    Kejadian mengejutkan ini terjadi di Arizona, AS seperti diberitakan MyFOXPhoenix. com, Sabtu (22/11/2008) .

    Temuan tak biasa itu ditemukan saat para dokter sedang mengoperasi Rosemary Alvarez. Wanita itu diduga memiliki tumor di dalam otaknya. Dia mengalami mati rasa pada lengannya dan penglihatan buram.

    Sebelumnya, wanita itu telah dua kali masuk kamar operasi dan menjalani CT scan. Namun dokter belum mengetahui penyakitnya. Tapi ketika dokter mengamati dengan seksama hasil MRI, terlihat sesuatu yang sangat mengganggu.

    “Begitu kami melihat MRI, kami sadar ini sesuatu yang tidak baik,” kata ahli bedah syaraf Dr Peter Nakaji. Para dokter mengira sesuatu di dalam otak Rosemary tersebut adalah tumor.

    Wanita itu pun dioperasi untuk menjalani pengangkatan tumor. Namun betapa kagetnya Nakaji ketika mengoperasi Rosemary. Nakaji bahkan tertawa tertahan di meja operasi.

    “Saya yakin ini respons yang sangat aneh bagi orang-orang di ruang operasi,” kata Nakaji mengenai dirinya yang menahan tawa. “Tapi karena saya sangat senang mengetahui kalau itu bukan sesuatu yang mengerikan,” imbuhnya.

    Para dokter pun mengangkat cacing tersebut. Mereka yakin pasien tak akan lagi mengalami gangguan kesehatan.

    Tak ada yang tahu bagaimana cacing itu bisa masuk ke otak Rosemary. Namun para dokter mengatakan, cacing bisa masuk dari daging yang kurang matang atau karena tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet.

    Rosemary yang kini sehat dan telah kembali beraktivitas seperti semula, memetik pelajaran dari kejadian itu. “Cuci tangan Anda, cuci tangan Anda,” ujarnya mengingatkan.

    (ita/ita)

     
    • cindy sere 10:00 pm on 11 Agustus 2009 Permalink

      Wah,hebat bener tuh cacing.bisa nyusup kemane aj…
      Ya udh dl dh,ne mw cuci tgn dl stlah online berjam2 d layar hp….he3x

    • samuel farhan 11:36 am on 15 September 2011 Permalink

      ha…ha…ha,lucu amt tu cacing,dkrx otakx rumahx

  • erva kurniawan 7:13 am on 5 May 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Khusyuk Dalam Sholat 

    sholat-2

     

    Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk solatnya. Namun, dia selalu kuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk. Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?”.

    Hatim berkata, “Apabila masuk waktu solat, aku berwudlu zahir dan batin.”

    Isam bertanya, “Bagaimana wudlu zahir dan batin itu?”

    Hatim berkata, ” wudlu zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudlu dengan air”. Sementara wudlu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :

    1. Bertaubat
    2. Menyesali dosa yang telah dilakukan
    3. Tidak tergila-gilakan dunia
    4. Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya’)
    5. Tinggalkan sifat berbangga
    6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu
    7. Meninggalkan sifat dengki.”

    Seterusnya Hatim berkata, “Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan aku sedang berhadapan dengan Allah, Syurga di sebelah kananku, Neraka di sebelah kiriku, Malaikat Maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Siratal mustaqim’ dan menganggap bahawa solatku kali Ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.”

    “Setiap bacaan dan doa dalam solat, ku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun”. Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibanding-kan dengan Hatim.

    Bagaimana dengan sholat kita ? apakah sudah khusyuk ?

    Untuk manfaat kita bersama, silahkan sebarkan artikel ini ke sahabat-sahabat anda !

    ***

     
    • sylvi 6:17 pm on 5 Juli 2009 Permalink

      makasih atas tulisannya yg sgt bermanfaat ini..

    • samuel farhan 11:34 am on 15 September 2011 Permalink

      terima ksh,baru kl in sy mrskan khusyukx sholat

  • erva kurniawan 6:56 am on 4 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Rumah 

    kura-kuraSeekor kura-kura tampak tenang ketika merayap di antara kerumunan penghuni hutan lain. Pelan tapi pasti, ia menggerakkan keempat tapak kakinya yang melangkah sangat lamban: “Plak…plak. ..plak… !”

    Tingkah kura-kura itu pun mengundang reaksi hewan lain. Ada yang mencibir, tertawa, dan mengejek. “Hei, kura-kura! Kamu jalan apa tidur!” ucap kelinci yang terlebih dulu berkomentar miring. Spontan, yang lain pun tertawa riuh.

    “Hei, kura-kura!” suara tupai ikut berkomentar. “Kalau jalan jangan bawa-bawa rumah. Berat tahu!” Sontak, hampir tak satu pun hewan yang tak terbahak. “Ha..ha..ha. .ha! Dasar kura-kura lamban!” komentar hewan-hewan lain kian marak.

    Namun, yang diejek tetap saja tenang. Kaki-kakinya terus melangkah mantap. Sesekali, kura-kura menoleh ke kiri dan kanan menyambangi wajah rekan-rekannya sesama penghuni hutan. Ia pun tersenyum. “Apa kabar rekan-rekan? ” ucap si kura-kura ramah.

    “Teman, tidakkah sebaiknya kau simpan rumahmu selagi kamu jalan. Kamu jadi begitu lambat,” ucap kancil lebih sopan. Ucapan kancil itulah yang akhirnya menghentikan langkah kura-kura. Ia seperti ingin mengucapkan sesuatu.

    Tak mungkin aku melepas rumahku,” suara kura-kura begitu tenang. “Inilah jatidiriku. Melepas rumah, berarti melepas jatidiri. Inilah aku. Aku akan tetap bangga sebagai kura-kura, di mana pun dan kapan pun!” jelas si kura-kura begitu percaya diri.

    ***

    Menangkap makna hidup sebagai sebuah pertarungan, memberikan sebuah kesimpulan bahwa merasa tanpa musuh pun kita sebenarnya sedang bertarung. Karena musuh dalam hidup bisa berbentuk apa pun: godaan nafsu, bisikan setan, dan berbagai stigma negatif. Inilah pertarungan yang merongrong keaslian jatidiri: sebagai muslim, aktivis, dan dai.

    Pertarungan tanpa kekerasan ini bisa berakibat fatal dibanding terbunuh sekali pun. Karena orang-orang yang kalah dalam pertarungan jatidiri bisa lebih dulu mati sebelum benar-benar mati. Ia menjadi mayat-mayat yang berjalan.

    Bagian terhebat dari pertarungan jatidiri ini adalah orang tidak merasa kalah ketika sebenarnya ia sudah mati: mati keberanian, mati kepekaan, mati spiritual, mati kebijaksanaan, dan mati identitas.

    Karena itu, tidak heran jika kura-kura begitu gigih mempertahankan rumah yang membebaninya sepanjang hidup. Walaupun karena itu, ia tampak lamban. Walaupun ia diserang ejekan. Kura-kura punya satu prinsip yang terus ia perjuangkan: inilah aku! Isyhaduu biannaa muslimiin.

    ***

    (mnuh-eramuslim)

     
  • erva kurniawan 6:33 am on 3 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: kehidupan akhirat, , lukmanul hakim, ,   

    Dunia vs Akherat 

    w-waterlilyLukmanul Hakim merupakan lelaki sholeh yang banyak menyampaikan nasehat bijak kepada putranya. Ia bukan seorang Nabi atau Rasul Allah ta’aala. Sedemikian mulianya beliau sehingga namanya diabadikan menjadi nama salah satu surah di dalam Al-Qur’an. Di antara nasehatnya yang tidak termaktub di dalam Al-Qur’an ialah ucapannya kepada putranya sebagai berikut:

     “Berbaktilah untuk duniamu sesuai jatah waktu engkau tinggal di dalamnya. Dan berbaktilah untuk akhiratmu sesuai jatah waktu engkau tinggal di dalamnya.”

    Subhanallah…! Sebuah nasihat yang sungguh mencerminkan kedalaman perenungan Lukmanul Hakim akan hakekat perbandingan kehidupan di dunia dengan akhirat. Ia sangat memahami betapa jauh lebih bermaknanya kehidupan di akhirat daripada kehidupan di dunia. Dan betapa fananya dunia ini dibandingkan kekalnya alam akhirat kelak..!

    Coba kita renungkan. Berapa lama jatah waktu hidup kita di dunia? Paling-paling hanya 60-an atau 70-an tahun. Kalau bisa lebih daripada itu tentu sudah sangat istimewa. Seorang yang mencapai usia 100 tahun sungguh sudah sangat luar biasa..! Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan sebagai berikut:

     “Umur ummatku antara enampuluh hingga tujuhpuluh tahun, dan sedikit di antara mereka yang mencapai (tujuhpuluh tahun) itu.” (HR Tirmidzi 3473)

    Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam wafat pada usia 63 tahun hijriyah. Demikian pula dengan kedua sahabat utamanya Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Keduanya wafat pada usia 63 tahun hijriyah. Ini semata taqdir Allah ta’aala, bukan suatu kebetulan, yang tentunya mengandung rahasia dan hikmah ilahi.

    Dan berapa lama jatah hidup seseorang di akhirat? Menurut Al-Qur’an manusia bakal hidup kekal selamanya di akhirat. Dalam Al-Qur’an disebut dengan istilah:

     “Kekal selamanya di dalamnya.”

    Bahkan di dalam hadits kita jumpai keterangan mengenai hal ini dengan ungkapan yang lebih membangkitkan bulu roma. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa ketika nanti seluruh penghuni surga telah dimasukkan ke dalam surga sementara penghuni neraka telah masuk neraka semuanya, maka Allah ta’aala akan tampilkan kematian dalam wujud seekor kambing yang ditempatkan di antara surga dan neraka.

    Selanjutnya Allah ta’aala perintahkan malaikat untuk menyembelih ”kematian” sambil ditonton oleh segenap ahli neraka dan ahli surga. Sesudah itu Allah ta’aala akan berfirman kepada ahli surga: “Hai penghuni surga kekallah tidak ada lagi kematian…” Selanjutnya Allah ta’aala berfirman kepada para ahli neraka: ”Hai penghuni neraka kekallah tidak ada lagi kematian…”

    Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kematian didatangkan pada hari kiamat berupa seekor kambing hitam…” (HR Muslim 5087)

     “Bila penghuni surga sudah masuk surga dan penghuni neraka masuk neraka, datanglah kematian berdiri di antara surga dan neraka, kemudian disembelih. Lalu terdengar seruan “Hai penghuni surga kekallah tidak ada lagi kematian… Hai penghuni neraka kekallah tidak ada lagi kematian”, maka bertambahlah kegembiraan penghuni surga dan bertambahlah kesedihan penghuni neraka.” (HR Ahmad 5721)

    Saudaraku, bila Allah ta’aala taqdirkan kita hidup di akhirat dalam kesenangan abadi di dalam surga tentulah ini suatu kenikmatan yang tiada tara dan bandingan. Sebaliknya, barangsiapa yang ditaqdirkan Allah ta’aala hidup di akhirat di dalam penderitaan abadi siksaan neraka tentulah ini suatu kerugian yang sungguh nyata dan mengerikan.. .! Na’udzubillahi min dzaalika…!

    Pantas bilamana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan betapa tiada berartinya kesenangan dunia yang penuh kepalsuan jika dibandingkan dengan kesenangan surga yang hakiki, bukan khayalan atau virtual atau sekedar dongeng orang-orang terdahulu. Begitu pula tiada berartinya kesulitan di dunia yang penuh tipuan jika dibandingkan dengan kesulitan dan penderitaan sejati neraka yang berkepanjangan tiada ujung akhir, bukan khayalan atau virtual atau sekedar dongeng orang-orang terdahulu… . Na’udzubillahi min dzaalika…!

    “Pada hari berbangkit didatangkan orang yang paling ni’mat hidupnya sewaktu di dunia dari ahli neraka. Maka ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak. Kemudian ditanya:”Hai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesenangan? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?” Ia menjawab: “Tidak, demi Allah wahai Rabb.” Lalu didatangkanlah orang yang paling sengsara hidupnya sewaktu di dunia dari ahli surga. Maka ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ditanya:”Hai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesengsaraan? Apakah kamu pernah merasakan penderitaan? ” Ia menjawab: “Tidak, demi Allah wahai Rabb. Aku tdk pernah mengalami kesengsaraan dan tidak pula melihat penderitaan” (HR Muslim 5018)

    Maka saudaraku, pantaskah kita mempertaruhkan kehidupan kita yang hakiki dan abadi di akhirat nanti demi meraih kesenangan dunia yang fana dan sesungguhnya penuh dengan tipuan yang sangat memperdayakan. …? Saudaraku, jadilah orang yang  ”cerdas” versi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Bukan orang yang cerdas berdasarkan pandangan para pencinta dunia yang sejatinya sangat bodoh dan tidak sabar…!

    “Orang yang paling cerdas ialah barangsiapa yang menghitung-hitung/ evaluasi/ introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah kematian.” (At-Tirmidzi 8/499)

    ***

     
    • Lukman 1:55 pm on 13 Mei 2009 Permalink

      Artikelnya bagus dan menyentuh. Trims…

    • noermawan 1:15 pm on 18 Oktober 2011 Permalink

      luar biasa artikelnya bikin bulu kuduk merinding,,,,,semoga kita ambil hikmahnya…wss

  • erva kurniawan 4:29 am on 2 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , akhirat, ,   

    Satu Jam Untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat 

    berdoaManusia selalu berada di antara hidayah Allah dan tipu daya syaithan. Kelengahan sedikit saja, syaithan akan bisa menjermusukan seseorang ke dalam lembah yang akan menyia-nyiakan bahkan merusak hidup seseorang. Berikut ini adalah 7 amal penting yang akan menjamin seseorang terhindar dari kondisi negatif itu. Dengan melakukan 7 program ini, seseorang akan diampuni dosanya, dilindungi dari fitnah kubur, dibangunkan rumah di surga, dikabulkan doanya, dilindungi dari kefakiran, dicukupi kebutuhannya, dibebaskan dari perasaan gelisah. Uniknya lagi, semua hal itu dapat diperoleh hanya dengan membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit atau 1 jam saja.

    1. Melakukan 12 rakaat sunnah rawatib. Yakni, 2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat bada zuhur, 2 rakaat setelah maghrib, dan 2 rakaat setelah isya. Manfaat yang diharapkan: Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi orang yang senantiasa melakukannya. Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang solat dalam satu hari sebanyak 12 rakaat, sunnah, Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR Muslim)
    2. Sholat dua rakaat tahajjud. Faidah yang diharapkan: Dikabulkannya doa, diampunkannya dosa, dan dicukupi Allah kebutuhannya. Dalil: Sabda Rasulullah saw, “Allah SAW turun setiap malam ke langit dunia, di saat sepertiga malam terakhir dan mengatakan, Siapa yang berdoa kepadaku, pasti aku kabulkan. Siapa yang meminta padaku,pasti aku berikan, dan siapa yang memohon ampun padaku, pasti aku ampuni.” (HR. Bukhari)
    3. Melakukan sholat duha 2 rakaat, 4 rakaat atau 8 rakaat. Manfaat yang diharapkan: Bernilai shadaqah dari seluruh persendian tulang. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Setiap persendian kalian adalah sadakah, setiap tasbih adalah sadakah, setiap tahmid adalah sadakah, setiap tahlil adalah adakah, setiap takbir adalah sadakah, setiap anjuran pada kebaikan adalah sadakah, setiap larangan dari yang mungkar adalah sadakah, dan semuanya akan mendapat ganjaran yang sama dengan melakukan shalat dua rakaat dari shalat duha.”
    4. Membaca surat Al Mulk. Manfaat yang diharapkan: Diselamatkan dari adzab kubur. Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya ada salah satu surat dri Al Qur`an yang terdiri dari 30 ayat. Ia akan memberi syafaat pada seseorang dengan pengampunan dosa. Yaitu surat tabarakallazi biyadihil mulk.” (HR Turmudzi dan Ahmad. Turmudzi mengatakan, ini adalah hadits hasan)
    5. Mengatakan : “Laailaaha illallah wah dahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa hua ala kulli syaiin qadir” dalam satu hari seratus kali. Manfaat yang diharapkan: Terpelihara dari gangguan syaitan selama satu hari, dihapuskan 100 kesalahan dan memperoleh 100 kebaikan. Dalil : Rasulullah saw bersabda,” Barangsiapa yang mengatakan Laa ilaaha illallah wah dahuu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ala kulli syaiin qadiir, maka ia akan mendapat pahala seperti membebaskan 10 budak, ditulis baginya 100 kebaikan, dihapuskan 100 kesalahannya, dan ia akan terpelihara dari syaitan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorangpun yang lebih baik dari apa yang ia peroleh dari hari itu, kecuali ada orang yang beramal lebih dari itu.”
    6. Shalawat atas Nabi Muhammad saw sebanyak 100 kali. Faidah yang diharapkan: Bebas dari bakhil dan mendapat balasan shalawat dari Allah swt. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat atas diri saya maka Allah akan mendoakannya sebanyak sepuluh kali.” (HR. Muslim) Hadits Rasulullah saw: “Orang yang bakhil adalah orang yang bila namaku disebut di hadapannya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku.” (HR Turmudzi)
    7. Mengatakan Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil aziim. Faidah yang diharapkan: Ditanamkan di surga untuk yang melakukannya 100 batang pohon. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang melazimkan istighfar, maka Allah akan memberikan padanya jalankeluar di setiap kesempitan, penyelesaian dari setiap kegundahan, dan diberikan rizki dari sesuatu yang tidak diduga-duga.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Hakim)

    Selain tujuh amalan di atas, tentu saja kita harus mengerti bahwa iman dalam Islam bukanlah sekedar sholat,dzikir dan bacaan Al Quran, tapi mencakup perbuatan dan prilaku kita dalam berhubungan sesama manusia. Rasulullah menyebutkan, Senyum anda kepada saudara anda adalah shadakah, danperintah kepada yang maruf serta larangan dari yang mungkar itu shadakah, petunjukmu pada seorang asing yang tersesat itu sedekah, engkau menuntun orang yang sulit melihat itu shadakah, menyingkirkan batu dan duri dari jalan itu adalah sadakah, dan engkau membantu mengambilkan air untuk sahdaramu itu adalah sedekah. Hadits riwayat Turmudzi ini menunjukkan bahwa kebaikan seorang muslim, selain ditunjang oleh kebaikan bathinnya juga harus diimplementasikan dalam kebaikannya dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya.

    ***

    (sumber: eramuslim.com )

     
  • erva kurniawan 4:08 am on 1 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Melati Tak Ingin Jadi Mawar 

    melati

    Cerpen dari Ratnadewi Idrus

    ***

    “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Qashash 28:83)

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhannya, mereka itu penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Hud 11:23)

    ***

    Ayuning berdecak kagum akan kemampuan sahabatnya menggugah rasa setiap wanita yang menghadiri pengajian “Melati”. Hampir saja ia tak percaya bahwa yang ada di hadapannya itu adalah “Nisa” sahabatnya. Setidaknya bukan dia saja yang berpendapat demikian, sayup-sayup suara sekeliling melontarkan hal senada. Padahal baru beberapa minggu yang lalu mereka memikirkan bagaimana cara membina akhlak bunga negeri ini, perlahan keinginan itu terwujud. Setelah pengajian usai, para akhwatpun pulang, tinggal mereka berdua yang sibuk membenahi “Taman Belajar”, tempat khusus yang disediakan orangtua Nisa untuk mengaji. Perlahan Ayu mendekati Nisa.

    “Kamu hebat, Nisa!, semua begitu terkesan akan nasihatmu, untaian kata-katamu bagai tetesan embun yang menyusup ke kedalaman jiwa, mereka semua kagum padamu, terlebih ketika mendengar syair lagu cinta pada Allah yang..”.

    “Nisa mohon, tolong hentikan pujian itu, Ayu..!”.

    Perkataan Nisa tak dihiraukan Ayu, ia masih saja menyanjung-nyanjung sahabatnya. Sementara Nisa komat kamit mengucap istighfar.

    “Tolong hentikan pujian itu, Ayu..!”. Kali ini nada suara Nisa agak keras, Ayuning heran melihat rona wajah sahabatnya itu menunjukkan ketidaksenangan, dan tatapan mata yang redup itu berubah menjadi tajam.

    “Ayu mau tahu, nggak? pujian Ayu itu sama artinya Ayu memenggal leher(*) Nisa?!”.

    Taakkk! Ayuning kaget mendengar perkataan itu.

    “Astaghfirullaahul ‘aziim.. kenapa Nisa bilang begitu???!!! “.

    “Pujian Ayu akan membuat Nisa sombong, Ayu.. dan balasan Allah terhadap makhluk-Nya yang sombong adalah neraka Jahannam!, apakah Ayu ingin Nisa masuk neraka Jahannam?..” .

    Ayu tersentak!, tiba-tiba ada energi luar biasa yang menyelimuti dirinya, ia mendengar Qalam Allah mengenai kesombongan dibacakan kepadanya, indah dan menggetarkan jiwa, (yang artinya):

    “Kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka tidak menyombongkan diri.” (QS. An Nahl 16:49)

    Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al Israa’ 17:37)

    Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (dengan sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman 31:18)

    “Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, dan kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. Az Zumar 39:72)

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.” (QS. As Sajadah 32:15)

    Tubuh Ayuning lemas seketika, wajahnya pucat, ia menyungkur sujud kepada Allah, “Laa ilaaha illaa anta Subhanaka inni kuntu minazh zhaalimiin”. Berulangkali kalimat itu diucapkannya. Nisa tak tahan melihat sahabatnya seperti itu, secepat kilat ia menghampiri, “Sudah Ayu, bangunlah..! “.

    “Maafkan Ayu ya Nisa, Ayu khilaf..”.

    “Sudah Nisa maafin, sayang.. maafkan Nisa juga ya.. karena keras pada Ayu. Bukankah tujuan kita semula mengadakan pengajian ini lillaahi ta’ala?.. agar Allah sayang pada kita, agar Allah cinta (ridha) pada kita?.. betapa nelangsanya jiwa ini melihat fenomena kemaksiatan yang terjadi, melihat ketidakmengertian bunga negeri, kita harus merangkul mereka, Ayu.. semua itu tidaklah mudah, semua itu membutuhkan perjuangan!, usaha ini baru kita mulai perlahan, apakah karena pujian kita menjadi lupa akan niat kita semula? ibarat segelas air, jikalau tercampur noda sedikit, maka keruhlah semuanya. Begitu pula Allah dalam melihat Qalbu dan amalan perbuatan kita.

    Sehebat-hebatnya insan, ia tetap hamba Tuhan, tak akan pernah bisa menembus bumi dan sekali-kali tak akan sampai setinggi gunung. Hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati, Ayu.. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan suka membangga-banggakan dirinya!.

    Ayu, bagaimanakah mungkin kita bisa sombong, sedangkan hidup kita sendiri hanyalah pinjaman dari Tuhan?. Bagaimanakah mungkin kita bisa merasa lebih dari orang lain sedangkan kejadian kita dari unsur yang sama-sama hina?. Jangan pernah lupa dari apa asal kita, jangan pernah lupa bahwa kelak kita akan mati, kembali masuk tanah dan menjadi tanah, tinggal tulang-tulang berserakan dan menakutkan!.

    Bukankah Allah murka terhadap Syaithan kerena merasa dirinya lebih tinggi dibandingkan dengan manusia?, Bukankah Fir’aun, Qarun dan Haman mati binasa karena kesombongannya?

    Segala apa yang ada di langit dan semua makhluk melata di bumi dan juga para malaikat, mereka semua bersujud kepada Allah, dan mereka semua tidak pernah menyombongkan diri. Apalah lagi kita ini, malu sama Allah Ayu.., betapa Ia begitu dekat, betapa Dia Maha Menatap!”. Nisa menghentikan kalimatnya. Ayuning yang sedari tadi diam, kemudian ikut bicara,

    “Ayu jadi teringat sabda Rasulullah Saw Nisa, bahwa angkuh dan sombong itu adalah pakaian Allah, siapa yang menyaingi pakaian-Nya. Allah Ta’ala akan menyiksanya. (HR. Muslim)

    Beliau juga mengatakan: “Tidak ada yang lebih suka dipuji selain dari Allah Swt, karena itu Dia memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada yang lebih pencemburu dari Allah, karena itulah Dia mengharamkan segala yang keji”. (HR. Muslim)

    Dan pernah suatu ketika, Rasulullah berkata pada para sahabat yang menghormati kedatangannya, “Janganlah kalian menyanjung-nyanjung diriku sebagaimana orang-orang Nasrani menyanjung-nyanjung Isa putra Maryam. Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang hamba, maka katakanlah, “Hamba dan utusan Allah”. (HR. Imam Ahmad)

    Keduanya saling berpandangan dan tersenyum. Ayu melanjutkan kata-katanya,

    “Yach, kita ini hanyalah seorang hamba, alangkah indahnya jika hanya menghamba pada Allah saja, Laa ilaa haillallaah (Tiada Tuhan selain Allah), segala yang ada di bumi maupun di langit ini akan rusak binasa kecuali Allah! tak pantas kita memuji makhluk-Nya dengan melupakan Siapa Yang Menciptakannya” .  Bahagia sekali kedua sahabat itu kini, mereka saling mengingatkan satu sama lain. Sejenak Nisa memecahkan suasana, “Bunda Ayu, jangan lupa ditunggu anak-anaknya, lho..”.

    Ayu tersenyum malu pada Nisa, “Ah Nisa..”. Mereka berdua bersiap-siap untuk ke Panti Asuhan “Rindu Bunda”.

    ***

    Seperti biasa, anak-anak yatim piatu itu berlari menyambut kedatangan Ayu dan Nisa, Qitri kecil berlari ke arah Ayuning.

    “Bunda Ayu..”. ia menghambur kepelukan Ayu, sementara yang lain berebutan mencium tangan Ayu dan Nisa seraya tersenyum senang karena mendapat hadiah kecil. Qitri berusaha keras mendapat perhatian lebih dari Ayuning, maklum gadis mungil itu paling muda di antara anak-anak panti lainnya.

    “Bunda.., Qitri kangen ceritanya.., kalau Bunda cerita, baguuus sekali, Qitri seneng deh..”. Anak-anak lain tak kalah berkata, “Ia Bunda Ayu.., kami kangen ceritanya.. kalau Bunda Ayu cerita, kami senaaaaaaang deh”.

    Ayu tersenyum melihat tingkah anak-anak manis itu, namun dalam hati ia ber-istighfar, kemudian berkata, “aduuh, aduuh.. pada muji Bunda yaa, kalau kalian memuji seperti itu, sama artinya kalian sedang melihat Bunda ada di puncak gunung yang tinggiii sekali, lalu ada angin yang kencaaang menerpa Bunda, akhirnya Bunda kenapa, anak-anak?!” seketika Ali naik ke atas pohon, seolah-olah naik ke puncak gunung yang tinggi memperagakan apa yang Ayu bilang,

    “Seperti ini ya.. Bunda..”. katanya pada Ayu, semua heboh melihatnya. “Aduuh.. Ali turun dong sayang.. nanti jatuh”. Qitri dan anak-anak panti lainnya juga ikut berteriak, “Turun dong, Ali.. nanti jatoh lho..!!!”. Ali berusaha turun, ketika kaki kanannya sudah menyentuh tanah, tiba-tiba tubuhnya oleng ke kiri, Gedebukk!. Anak-anak bergegas mengerubunginya, “Kamu nggak kenapa-napa, Ali.. “. Tanya Nisa, sedangkan Ayu bergegas ke dalam rumah untuk mencari obat. Ibu panti tidak enak melihat tingkah anak-anak asuhannya, “Dimaklumi saja ya, nak Ayu.. kalau ketemu Bundanya pasti begitu”. Ayu tersipu malu pada Ibu panti. Setelah mengobati Ali, Ayu berkata pada mereka,

    “Nach.. anak-anak, jadi jangan pernah memuji Bunda, ya.. nanti Bunda jatuh kayak Ali, sakit kan, Li..”. Ali meringis seraya menganggukkan kepalanya. Sementara si mungil Qitri berkata pada Ayu, “Tapi bunda.. cerita Bunda bener-bener bagus.., sumpah dech..”. Yang lain berkomentar sama.

    “Baiklah kalau begitu, Bunda pingin tanya sekarang, yang menciptakan Bunda siapa, anak-anak?.. “. mereka menjawab, “Allah Swt”. Jadi yang pantas dipuji adalah Allah, karena Allah yang menciptakan Bunda, jadi kalau kalian kagum pada seseorang yang mempunyai suatu kelebihan, kalian harus memuji Allah, dengan mengatakan: Subhanallaah (Maha Suci Allah), Walhamdulillaah (Segala Puji Hanya untuk Allah), Walaa illaa ha ilallah (Tidak ada Tuhan selain Allah), Wallaahu akbar (Allah Maha Besar)”.

    Anak-anak menirukan satu-satu kalimat tasbih, tahmid, tahlil, takbir yang Ayu ajarkan, setelah itu barulah ia bercerita. Melihat tingkah sahabatnya, Nisa sangat terkesan. Tak terasa cerita Ayupun usai, tiba-tiba mereka berdua saling berpandangan. Dengan sinar mata kebahagiaan Ayu berkata,

    “Alhamdulillah, Nisa.. Ayu telah mengajar mereka untuk memuji Allah. Semoga mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang mencintai Allah dengan mengikuti akhlak Rasul-Nya, hamba Allah yang senantiasa merendahkan diri di hadapan Rabb-Nya dan setiap makhluk ciptaan-Nya.

    Nisa tersenyum mendengar penuturan sahabat yang sangat disayanginya, “Iya Ayu, Ibarat bunga. Melati Tak Ingin Menjadi Mawar”. Cukup Allah saja yang menilai setiap hamba-hamba- Nya. Mereka memandang anak-anak panti yang sedang asyik bermain di halaman, dalam hati keduanya berdoa, “Aku berlindung kepadamu Ya Allah, dari sifat-sifat yang tidak Engkau sukai dan dari setiap manusia yang menyombongkan diri, yang tidak beriman kepada hari berhisab”.

    ***

    (*) Seorang laki-laki memuji orang lain dekat Nabi Saw, lalu Nabi saw berkata: “Celaka kamu!, berarti kamu memenggal leher saudaramu-kata- kata itu Beliau ucapkan berulangkai- Apabila seseorang kamu memuji saudaranya, seharusnya dia berkata: “Cukuplah bagi si Fulan Allah saja yang menilainya. Tidak ada yang lebih pantas menilainya selain Allah Ta’ala sekalipun temannya tahu dia begini dan begitu. (HR. Muslim)

     
    • Joddie 11:15 am on 1 Mei 2009 Permalink

      wow.. cerita yang manis & inspiratif banget.. btw salam kenal yaa..

    • hany asmahanie 9:22 am on 4 Maret 2011 Permalink

      cerita yang sangat menyentuh…..ijin share ya

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: