Updates from Agustus, 2009 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 9:15 am on 31 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Khalifah Umar Dan Gadis Jujur 

    Siluet masjid 10Bissmillahirrohmaan irrohiim

    Khalifah Umar bin Khattab sering melakukan ronda malam sendirian. Sepanjang malam ia memeriksa keadaan rakyatnya langsung dari dekat. Ketika melewati sebuah gubuk, Khalifah Umar merasa curiga melihat lampu yang masih menyala.

    Di dalamnya terdengar suara orang berbisik-bisik.

    Khalifah Umar menghentikan langkahnya. Ia penasaran ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Dari balik bilik Kalifah umar mengintipnya. Tampaklah seorang ibu dan anak perempuannya sedang sibuk mewadahi susu.

    “Bu, kita hanya mendapat beberapa kaleng hari ini,” kata anak perempuan itu.

    “Mungkin karena musim kemarau, air susu kambing kita jadi sedikit.”

    “Benar anakku,” kata ibunya.

    “Tapi jika padang rumput mulai menghijau lagi pasti kambing-kambing kita akan gemuk. Kita bisa memerah susu sangat banyak,” harap anaknya.

    “Hmmm….., sejak ayahmu meninggal penghasilan kita sangat menurun. Bahkan dari hari ke hari rasanya semakin berat saja. Aku khawatir kita akan kelaparan,” kata ibunya.

    Anak perempuan itu terdiam. Tangannya sibuk membereskan kaleng-kaleng yang sudah terisi susu.

    “Nak,” bisik ibunya seraya mendekat. “Kita campur saja susu itu dengan air. Supaya penghasilan kita cepat bertambah.”

    Anak perempuan itu tercengang. Ditatapnya wajah ibu yang keriput. Ah, wajah itu begitu lelah dan letih menghadapi tekanan hidup yang amat berat. Ada rasa sayang yang begitu besar di hatinya. Namun, ia segera menolak keinginan ibunya.

    “Tidak, bu!” katanya cepat.

    “Khalifah melarang keras semua penjual susu mencampur susu dengan air.” Ia teringat sanksi yang akan dijatuhkan kepada siapa saja yang berbuat curang kepada pembeli.

    “Ah! Kenapa kau dengarkan Khalifah itu? Setiap hari kita selalu miskin dan tidak akan berubah kalau tidak melakukan sesuatu,” gerutu ibunya kesal.

    “Ibu, hanya karena kita ingin mendapat keuntungan yang besar, lalu kita berlaku curang pada pembeli?”

    “Tapi, tidak akan ada yang tahu kita mencampur susu dengan air! Tengah malam begini tak ada yang berani keluar. Khalifah Umar pun tidak akan tahu perbuatan kita,” kata ibunya tetap memaksa.

    “Ayolah, Nak, mumpung tengah malam. Tak ada yang melihat kita!”

    “Bu, meskipun tidak ada seorang pun yang melihat dan mengetahui kita mencampur susu dengan air, tapi Allah tetap melihat. Allah pasti mengetahui segala perbuatan kita serapi apa pun kita menyembunyikannya, “tegas anak itu. Ibunya hanya menarik nafas panjang.

    Sungguh kecewa hatinya mendengar anaknya tak mau menuruti suruhannya. Namun, jauh di lubuk hatinya ia begitu kagum akan kejujuran anaknya.

    “Aku tidak mau melakukan ketidak jujuran pada waktu ramai maupun sunyi. Aku yakin Allah tetap selalu mengawasi apa yang kita lakukan setiap saat,”kata anak itu.

    Tanpa berkata apa-apa, ibunya pergi ke kamar. Sedangkan anak perempuannya menyelesaikan pekerjaannya hingga beres.

    Di luar bilik, Khalifah Umar tersenyum kagum akan kejujuran anak perempuan itu.

    ” Sudah sepantasnya ia mendapatkan hadiah!” gumam khalifah Umar. Khalifah Umar beranjak meniggalkan gubuk itu.Kemudian ia cepat-cepat pulang ke rumahnya.

    Keesokan paginya, khalifah Umar memanggil putranya, Ashim bin Umar. Diceritakannya tentang gadis jujur penjual susu itu.

    ” Anakku, menikahlah dengan gadis itu. Ayah menyukai kejujurannya, ” kata khalifah Umar. ” Di zaman sekarang, jarang sekali kita jumpai gadis jujur seperti dia. Ia bukan takut pada manusia. Tapi takut pada Allah yang Maha Melihat.”

    Ashim bin Umar menyetujuinya.

    Beberapa hari kemudian Ashim melamar gadis itu. Betapa terkejut ibu dan anak perempuan itu dengan kedatangan putra khalifah. Mereka mengkhawatirkan akan di tangkap karena suatu kesalahan.

    ” Tuan, saya dan anak saya tidak pernah melakukan kecurangan dalam menjual susu. Tuan jangan tangkap kami….,” sahut ibu tua ketakutan.

    Putra khalifah hanya tersenyum. Lalu mengutarakan maksud kedatangannya hendak menyunting anak gadisnya.

    “Bagaimana mungkin?

    Tuan adalah seorang putra khalifah , tidak selayaknya menikahi gadis miskin seperti anakku?” tanya seorang ibu dengan perasaan ragu.

    ” Khalifah adalah orang yang tidak ,membedakan manusia. Sebab, hanya ketawakalanlah yang meninggikan derajad seseorang disisi Allah,” kata Ashim sambil tersenyum.

    ” Ya. Aku lihat anakmu sangat jujur,” kata Khalifah Umar.

    Anak gadis itu saling berpandangan dengan ibunya.

    Bagaimana khalifah tahu? Bukankah selama ini ia belum pernah mengenal mereka.

    ” Setiap malam aku suka berkeliling memeriksa rakyatku. Malam itu aku mendengar pembicaraan kalian…,” jelas khalifah Umar.

    Ibu itu bahagia sekali. Khalifah Umar ternyata sangat bijaksana. Menilai seseorang bukan dari kekayaan tapi dari kejujurannya.

    Sesudah Ashim menikah dengan gadis itu, kehidupan mereka sangat bahagia. Keduanya membahagiakan orangtuanya dengan penuh kasih sayang. Bebrapa tahun kemudian mereka dikaruniai anak dan cucu yang kelak akan menjadi orang besar dan memimpin bangsa Arab.

    ***

    Sumber Kisah kisah Teladan

    Iklan
     
  • erva kurniawan 8:49 am on 30 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Cahaya Yang Tak Pernah Padam 

    mosque_siluet_by_ad1gital13Bissmillahirrohmaan irrohiim

    Pada saat Nabi Muhammad SAW berdakwah, beliau selalu mendapat perlakuan tidak baik dari Abu Lahab dan kawan-kawan. Ejekan, hinaan, dan penganiayaan diterima Nabi SAW dan pengikutnya. Namun, sedikit pun tidak melemahkan iman mereka. Tidak pula menyurutkan tekad dan semangat Nabi SAW dalam menjalankan dakwahnya.

    Abu lahab bersama kawan-kawannya, Abu Jahal, dan Abu sufyan semakin geram melihat pengikut Nabi SAW bertambah banyak. Memang, mereka selalu hadir jika Nabi SAW sedang berdakwah, tetapi dikepala mereka tersimpan beribu rencana jahat untuk mengacaukannya.

    “Wahai Muhammad !” teriak Abu Lahab ketika Nabi SAW sedang berdakwah. “Kamu mengaku sebagai Nabi, tetapi kami tak pernah melihat buktinya ! Bagaimana kami percaya…? “ejek Abu Lahab.

    “Sekarang, perlihatkan mukjizatmu !” seru Abu Jaha l pula.

    “Ya ! Sebagaimana mukjizat nabi Isa. Coba hidupkan orang yang sudah mati !” kata Abu Sufyan.

    “Bisakah kamu mengubah bukit safa dan marwah menjadi bukit emas? !” kata yang lainnya mengolok-olok Nabi.

    Muhammad SAW tidak menanggapi ulah orang-orang jahil itu. Begitu pula pengikutnya, tidak terpengaruh sedikitpun. Allah yang Maha Kuasa menurunkan Wahyu-Nya kepada Nabi SAW, untuk menyanggah perkataan orang-orang kafir itu.

    Lalu Nabi SAW, menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada kaum yang sesat itu.

    “Hai, kaum Quraisy ! Sesungguhnya Allah telah berfirman, Katakanlah bahwa aku tidak kuasa memberi kemanfaatan dan kemudaratan bagi diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.

    Jika aku tahu barang yang ghaib, tentu aku perbanyak berbuat amal kebajikan, dan tentu aku tidak akan mendapat kesusahan. Tidaklah aku, melainkan Basyir dan Nazir, menyampaikan janji bahagia dan berita pernyataan sengsara.”

    “Sudahlah, Muhammad! Jika kamu mau menghentikan pekerjaanmu, kami akan mengangkatmu menjadi raja. Atau kami memberimu harta, kekayaan, dan kemewahan… ‘” kata Abu Jahal.

    Abu jahal dan kawan-kawannya tetap mendustakan Nabi. Mereka hanya ingin mempengaruhi pengikutnya agar kembali menyembah berhala.

    “Kenapa kalian menuntutku untuk memperlihatkan mukjizat ? Sedangkan wahyu yang kusampaikan ini lebih dari segala macam mukjizat. Cahaya yang tak pernah padam,” Kata Nabi SAW.

    Pengikut Nabi SAW semakin teguh imannya mendengar wahyu yang disampaikan beliau. Keadaan itu membuat kaum kafir kian marah dan menentang usaha-usaha Muhammad. Mereka amat membencinya. Mereka beranggapan ia sudah menghina tuhan-tuhan mereka. Maka suatu hari, orang-orang kafir itu datang kepada Abu Thalib, paman Nabi SAW sendiri. Mereka mengadukan semua perbuatan Nabi Muhammad SAW.

    Abu Thalib, seorang pelindung dan pembela Nabi SAW, meskipun waktu itu tidak masuk Islam. Dengan penuh bijaksana ia menengahinya, akan tetapi kali ini orang kafir tidak merasa puas dengan Abu Thalib.

    “Hai Abu Thalib, selama ini kamu selalu membela Muhammad dan melindunginya dari kami. Coba suruh Muhammad menghentikan perbuatannya itu! Kalau tidak’ maka kami akan bertindak sendiri!” Abu Sufyan mengancam dengan keras.

    “Kami akan bunuh Muhammad! Jika ia masih terus menghina berhala kami,” sahutnya lagi tidak main-main.

    Abu Thalib tertegun, ia amat bingung harus berbuat apa. Muhammad adalah keponakannya yang sangat ia cintai dan sayangi. Sedangkan ia sendiri masih menyembah berhala seperti kaum kafir. Ia tak ada niat untuk meninggalkan agamanya. Tetapi, kalau sampai menyerahkan Nabi SAW  ke tangan orang-orang itu, Abu Thalib tidak bisa.

    Ah !…..hati orang tua itu terasa gundah, karena rasa sayang yang begitu besar pada Nabi Muhammad SAW, Abu Thalib segera memanggil Nabi SAW. Diceritakannya semua ancaman orang kafir itu dengan hati yang cemas.

    “Anakku, dengarkanlah, ” kata Abu Thalib. Nabi Muhammad SAW menatap pamannya dengan perasaan berdebar-debar. Nabi menunggu apa yang akan dikatakan Abu Thalib.

    “Aku harap kamu bisa menjaga dirimu dan diriku. Jangan membebani aku dengan sesuatu yang tak sanggup aku pikul,” kata Abu Thalib.

    Sungguh , Nabi SAW sedih mendengarnya. Satu-satunya orang yang selalu membelanya, kini seakan tidak mau lagi membela. Tetapi, Nabi SAW tidak mau kaumnya terus menerus berada dalam kegelapan dan kesesatan. Beliau sudah diberi petunjuk dengan cahaya kebenaran.

    Dengan semangat yang menyala, Nabi memandang pamannya. “Wahai, Pamanku!” kata Nabi SAW. “Meskipun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan ditangan kiriku, agar aku meninggalkan seruanku. Sungguh, sampai mati pun tidak akan kutinggalkan !”

    Tanpa menoleh lagi, Rasulullah meninggalkan Abu Thalib. Alangkah bergetar seluruh tubuh Abu Thalib mendengar ucapan itu. Ia tertegun beberapa saat. Lalu segera memanggil Nabi lagi.

    “Anakku ! Pergilah dengan tenang. Katakanlah apa yang ingin kamu katakan pada kaummu. Sungguh, aku tidak akan menyerahkan dirimu pada orang-orang kafir,” kata Abu Thalib penuh haru.

    Abu Thalib pun memerintahkan keluarganya, bani Muthalib dan Bani Hasyim untuk melindungi Nabi SAW dari penganiayaan kaum Quraisy.

    Nabi Muhammad SAW meneruskan perjuangannya, walaupun orang-orang kafir menghalanginya dengan tindakan-tindakan yang kejam.

    Begitu besar makna dan pengaruh ucapan Nabi di depan pamannya, seakan menggema di dalam dada kaum muslimin. Mereka rela berkorban jiwa sekalipun, asalkan tetap menyiarkan agama Allah.

    Kesungguhan Nabi SAW menjalankan dakwah telah membuat musuhnya kalang kabut. Tetapi, menjadi batu magnet yang menarik setiap pengikutnya untuk tetap setia pada ajaran-Nya.

    ***

    Kisah kisah teladan

     
  • erva kurniawan 7:54 am on 29 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Kejujuran Sang Imam 

    Siluet masjid 12Bissmillahirrohmaan irrohiim

    Selepas sholat subuh, Imam Hanafi bersiap membuka tokonya, di pusat kota kufah. Diperiksanya dengan cermat pakaian dan kain yang akan dijual. Sewaktu menemukan pakaian yang cacat, ia segera menyisihkannya dan meletakkannya di tempat yang terbuka. Supaya kalau ada yang akan membeli, ia dapat memperlihatkannya.

    Ketika hari mulai siang, banyak pengunjung yang datang ke tokonya untuk membeli barang dagangannya. Tapi, ada juga yang hanya memilih-milih saja.

    “Mari silakan, dilihat dulu barangnya. Mungkin ada yang disukai,”tawar Imam Hanafi tersenyum ramah.

    Seorang pengunjung tertarik pada pakaian yang tergantung di pojok kiri.

    “Bolehkah aku melihat pakaian itu?” tanya perempuan itu. Imam Hanafi segera mengambilkannya.

    “Berapa harganya?”tanyanya sambil memandangi pakaian itu. Pakaian ini memang bagus. Tapi, ada sedikit cacat di bagian lengannya.”Imam Hanafi memperlihatkan cacat yang hampir tak tampak pada pakaian itu.

    “Sayang sekali.”perempuan itu tampak kecewa.

    “Kenapa Tuan menjual pakaian yang ada cacatnya?”

    “Kain ini sangat bagus dan sedang digemari. Walaupun demikian karena ada cacat sedikit harus saya perlihatkan. Untuk itu saya menjualnya separuh harga saja.”

    “Aku tak jadi membelinya. Akan kucari yang lain,”katanya.

    “Tidak apa-apa, terima kasih,”sahut Imam Hanafi tetap tersenyum dalam hati, perempuan itu memuji kejujuran pedagang itu. Tidak banyak pedagang sejujur dia. Mereka sering menyembunyikan kecacatan barang dagangannya.

    Sementara itu ada seorang perempuan tua, sejak tadi memperhatikan sebuah baju di rak. Berulang-ulang dipegangnya baju itu. Lalu diletakkan kembali. Imam Hanafi lalu menghampirinya.

    “Silakan, baju itu bahannya halus sekali. Harganya pun tak begitu mahal.”

    “Memang, saya pun sangat menyukainya. ” Orang itu meletakkan baju di rak. Wajahnya kelihatan sedih. “Tapi saya tidak mampu membelinya. Saya ini orang miskin,”katanya lagi.

    Imam Hanafi merasa iba. Orang itu begitu menyukai baju ini, saya akan menghadiahkannya untuk ibu,”kata Imam Hanafi.

    “Benarkah? Apa tuan tidak akan rugi?”

    “Alhamdulillah, Allah sudah memberi saya rezeki yang lebih.”Lalu, Imam Hanafi membungkus baju itu dan memberikannya pada orang tersebut.

    “Terima kasih, Anda sungguh dermawan. Semoga Allah memberkahi.” Tak henti-hentinya orang miskin itu berterima kasih.

    Menjelang tengah hari, Imam Hanafi bersiap akan mengajar. Selain berdagang, ia mempunyai majelis pengajian yang selalu ramai dipenuhi orang-orang yang menuntut ilmu. Ia lalu menitipkan tokonya pada seorang sahabatnya sesama pedagang.

    Sebelum pergi, Imam Hanafi berpesan pada sahabatnya agar mengingatkan pada pembeli kain yang ada cacatnya itu.

    “Perlihatkan pada pembeli bahwa pakaian ini ada cacat di bagian lengannya. Berikan separo harga saja,” kata Imam Hanafi. Sahabatnya mengangguk. Imam Hanafi pun berangkat ke majelis pengajian.

    Sesudah hari gelap ia baru kembali ke tokonya.

    “Hanafi, hari ini cukup banyak yang mengunjungi tokomu. O, iya! Pakaian yang itu juga sudah dibeli orang,”kata sahabatnya menunjuk tempat pakaian yang ada cacatnya.

    “Apa kau perlihatkan kalau pada bagian lengannya ada sedikit cacat?” tanya Hanafi.

    “Masya Allah aku lupa memberitahunya. Pakaian itu sudah dibelinya dengan harga penuh.”sahabatnya sangat menyesal.

    Hanafi menanyakan ciri-ciri orang yang membeli pakaian itu. Dan ia pun bergegas mencarinya untuk mengembalikan sebagian uangnya.

    “Ya Allah! Aku sudah menzhaliminya, “ucap Imam Hanafi.

    Sampai larut malam, Imam Hanafi mencari orang itu kesana-kemari. Tapi tak berhasil ditemui. Imam Hanafi amat sedih.

    Di pinggir jalan tampak seorang pengemis tua dan miskin duduk seorang diri. Tanpa berpikir panjang lagi, ia sedekahkan uang penjualan pakaian yang sedikit cacat itu semuanya.

    “Kuniatkan sedekah ini dan pahalanya untuk orang yang membeli pakaian bercacat itu,”ucap Imam Hanafi. Ia merasa tidak berhak terhadap uang hasil penjualan pakaian itu.

    Imam Hanafi berjanji tidak akan menitipkan lagi tokonya pada orang lain.

    Keesokan harinya Imam Hanafi kedatangan utusan seorang pejabat pemerintah. Pejabat itu memberikan hadiah uang sebanyak 10.000 dirham sebagai tanda terima kasih. Rupanya sang ayah merasa bangga anaknya bisa berguru pada Imam Hanafi di majelis pengajiannya. Imam Hanafi menyimpan uang sebanyak itu disudut rumahnya. Ia tidak pernah menggunakan uang itu untuk keperluannya atau menyedekahkannya sedikitpun pada fakir miskin.

    Seorang tetangganya merasa aneh melihat hadiah uang itu masih utuh.

    “Kenapa Anda tidak memakainya atau menyedekahkannya? ” tanyanya.

    “Tidak, Aku khawatir uang itu adalah uang haram,” kata Imam Hanafi.

    Barulah tetangganya mengerti kenapa Imam Hanafi berbuat begitu. Uang itu pun tetap tersimpan disudut rumahnya. Setelah beliau wafat, hadiah uang tersebut dikembalikan lagi kepada yang memberinya.

    ***

    Sumber kisah kisah teladan

    y u RP hanya di bulan Ramadhan.

    Alasannya, makin banyak rakaatnya, makin banyak pahalanya. Tetapi ingat yang namanya sholat taraweh itu sholat santai, jadi harus dikerjakan dengan khusuk dan tidak tergesa-gesa hanya untuk mengejar target 23 rakaat cepet selesai.

    SHOLAT WITIR SEBELUM TIDUR
    Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Sahabatku (yaitu Rasulullah s.a.w.) berwasiat kepadaku tiga perkara: (a). Puasa tiga hari setiap bulan. (b).Shalat Dhuha 2 rakaat. (c). Shalat Witir sebelum tidur.” HSM.688, 689  (Selain bulan Ramadhan).

    Dari ‘Ali Bin Abi Tholib. Ia berkata: “Bukanlah witir itu  kemestian sebagaimana sholat yang diwajibkan, tetapi ia satu sunnat yang disunnatkan oleh Rasulullah.s. a.w. HBM.394 Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dihasankan dia oleh Nasa-y dan Hakim dan ia shahkan dia.

    SHOLAT WITIR:  5 RAKAAT,  3 RAKAAT ATAU 1 RAKAAT (HANYA 1 SALAM):
    Dari Jabir r.a., katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Siapa yang takut tidak terbangun di akhir malam, maka shalat witirlah di awalnya (sebelum tidur). Tetapi siapa yang penuh harapannya akan terbangun tengah malam, sebaiknyalah dia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam itu disaksikan para malaikat, dan itulah yang lebih baik”. HSM No. 728

    Dari Abi ‘aiyub Al Anshari, bahwasanya Rasulullah s.a.w. telah bersabda: “Witir itu satu haq (satu tuntunan yang ringan) atas tiap-tiap muslim, barangsiapa suka 5 rakaat, suka 3 rakaat, suka 1 rakaat boleh ia buat. Diriwayatkan dia oleh “Empat” kecuali Tirmidzi dan disahkan oleh Ibnu Hiban. Hadis Shahih Bulughul Maram.No. 393

    Dari Thalq bin ‘Ali. Ia berkata: Saya dengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak ada dua witir pada satu malam”. Diriwayatkan dia oleh Ahmad dan “Tiga” dan dishahkan dia oleh Ibnu Hibban. Hadis shahih Bulughul Maram.No.407

    Sholat witir lima rakaat hanya satu kali duduk.
    Dan daripadanya (‘Aisyah). Ia berkata: Adalah Rasulullah s.a.w. sholat, pada waktu malam tiga belas raka’at, dan ia witir dari padanya dengan lima raka’at; tidak ia duduk melainkan pada akhirnya. HBM.402; (4rk salam, 4rk salam dan witir 5rk satu tasyahut dan satu salam)

    Sholat witir. Sekali berattahiyat dan lalu salam. Hadis Bulughul Maram.No. 408
    Sholat witir, selain diatas  baca HBM.395, 396, 398,405, 406, 410, 412, 413, 414
    Apabila sudah terbit fajar maka habislah waktu sholat malam dan sholat witir.BM.414

    Belum ketemu dalilnya sholat witir tiga raka’at dikerjakan dua raka’at satu tasyahud dan satu salam, ditambah satu raka’at satu tasyahud dan satu salam

    Dasar-dasar hukumnya No.V adalah:
    Dari Jabir r.a. katanya dia mendengar Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya tengah malam terdapat suatu sa’at, apabila seorang muslim memohon kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat pada saat itu, niscaya Allah memperkenankannya. Begitu halnya setiap malam.” HSM.No.730

    Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia, yaitu kira-kira sepertiga malam yang akhir. Dia (Allah) berfirman, “Siapa yang memohon kepada-Ku, Aku perkenankan; dan siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni dia”. HSM. No.731

    Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah turun ke langit dunia setiap malam, yaitu ketika telah lewat sepertiga malam pertama. Lalu Allah berfirman: “Akulah Tuhan! Akulah Tuhan! Siapa yang memohon kepada-Ku, Kuperkenankan permohonannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, Kuberi dia. Dan siapa yang mohon ampun kepada-Ku, Kuampuni dia. Begitulah seterusnya hingga terbit fajar”. HSM.732

    SHOLAT-SHOLAT  MALAM ROSULULLAH SAW.

    Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Qs.Al Isroo’ (17): 79

    Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) , (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.Qs. Al Muzzammil (73): 1 s/d 8

    [73.20] Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Qs.73:20

    Kesimpulannya
    Bagi mereka yang mengamalkan sholat tarawih, sholat Tahajud, sholat Tathawwu dengan cara sholat 4rk satu tasyahut satu salam; 4rk satu tasyahud dan satu salam. Sholat witir 3rk satu tasyahut dan satu salam. Silahkan!
    Karena dalil-dalilnya tersebut diatas sudah jelas dan nyata.

    Bagi mereka yang mengamalkan sholat Tarawih 20 raka’at dengan cara tiap-tiap dua raka’at satu tasyahud dan satu salam. Ditambah 3 raka’at sholat witir yang dikerjakan dua raka’at satu tasyahud dan satu salam ditambah satu raka’at satu tasyahut dan satu salam.
    Dalilnya Ijma’ dari kesepakatan para ulama Mahdzab Imam Syafi’i.

    Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga anda dapat memilih yang baik sesuai hati nurani anda, sesuai keyaqinan anda, sesuai contoh Rasulullah s.a.w. atau sesuai Ijma dari kesepakatan para ulama Mahdzab Imam Syafi’i. Allahu a’lam mana yang paling baik dimata Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

    Peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
    [17.36] Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

    [7.179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.  Mereka itulah orang-orang yang lalai.

    Penyesalan setelah mati tiada gunanya.
    [33.66] Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andai kata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”.[33.67] Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).[33.68] Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.

    [35.37] Dan mereka berteriak di dalam neraka itu:”Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun.

    Alhamdulillahirabbi l’alamin. Billahitaufik wal hidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh. Sukarman.

     
  • erva kurniawan 7:45 am on 28 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , Marwa Al-Sharbini   

    Berjilbab, Berakhir 18 Tikaman Hingga Tewas 

    Marwa Al-Sharbini 1Jilbab identitas kami, tak hanya sekedar pakaian tapi juga lambang kebebasan!!!

    Ditulis Oleh : Redaksi

    ***

    Meski pemerintah Jerman berusaha menutup-tutupi kematian Marwa Al-Sharbini, cerita tentang Marwa mulai menyebar dan mengguncang komunitas Muslim di berbagai negara. Untuk mengenang Marwa, diusulkan untuk menggelar HariHijab Internasional yang langsung mendapat dukungan dari Muslim di berbagai negara.

    Usulan itu dilontarkan oleh Ketua Assembly for the Protection of Hijab, Abeer Pharaon lewat situs Islamonline. Abeer mengatakan, Marwa Al-Sharbini adalah seorang martir bagi perjuangan muslimah yang mempertahankan jilbabnya. “Ia menjadi korban Islamofobia, yang masih dialami banyak Muslim di Eropa. Kematian Marwa layak untuk diperingati dan dijadikan sebagai Hari Hijad Sedunia,” kata Abeer.

    Seruan Abeer disambut oleh sejumlah pemuka Muslim dunia antara lain Rawa Al-Abed dari Federation of Islamic Organizations di Eropa. “Kami mendukung usulan ini. Kami juga menyerukan agar digelar lebih banyak lagi kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak muslimah di Eropa, termasuk hak mengenakan jilbab,” kata Al-Abed.

    Selama ini, masyarakat Muslim di negara-negara non-Muslim memperingati Hari Solidaritas Jilbab Internasional setiap pekan pertama bulan September. Hari peringatan itu dipelopori oleh Assembly for the Protection of Hijab sejak tahun 2004, sebagai bentuk protes atas larangan berjilbab yang diberlakukan negara Prancis.

    Seperti diberitakan sebelumnya di Eramuslim, Marwa Al-Sharbini, 32, meninggal dunia karena ditusuk oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia pada Rabu (1/7) di ruang sidang gedung pengadilan kota Dresden, Jerman. Saat itu, Marwa akan memberikan kesaksian dalam kasus penghinaan yang dialaminya hanya karena ia mengenakan jilbab.Belum sempat memberikan kesaksiannya, pemuda Jerman itu menyerang Marwa dan menusuk ibu satu orang anak itu sebanyak 18 kali. Suami Marwa berusaha melindungi isterinya yang sedang hamil tiga bulan itu, tapi ia juga mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

    Kasus Marwa Al-Sharbini menjadi bukti bahwa Islamofobia masih sangat kuat diBarat dan sudah banyak Muslim yang menjadi korban. “Apa yang terjadi pada Marwa sangat berbahaya. Kami sudah sejak lama mengkhawatirkan bahwa suatu saat akan ada seorang muslimah yang dibunuh karena mengenakan jilbab,” kata Sami Dabbah, jubir Coalition Against Islamophobia.

    Dabbah mengatakan, organisasinya berulang kali mengingatkan agar para muslimah waspada akan makin menguatnya sikap anti jilbab di kalangan masyarakat Barat.

    Profesor bidang teologi dan filosifi dari Universitas Al-Azhar, Amina Nusser juga memberikan dukungannya atas usulan Hari Jilbab Internasional yang bisa dijadikan momentum untuk merespon sikap anti-jilbab di Barat. “Hari peringatan itu akan menjadi kesempatan bagi kita untuk mengingatkan Barat agar bersikap adil terhadap para muslimah dan kesempatan untuk menunjukkan pada Barat bahwa Islam menghormati keberagaman, ” tukas Nusser.

    Nusser menegaskan bahwa hak seorang muslimah untuk berbusana sesuai ajaran agamanya, tidak berbeda dengan hak penganut agama lainnya. Ia mengingatkan, bahwa kaum perempuan penganut Kristen Ortodoks juga mengenakan kerudung sebelum masuk ke gereja.

    Marwa Al-SharbiniDukungan untuk menggelar Hari Jilbab Internasional juga datang dari Muslim Association of Denmark. Ketuanya, Mohammed Al-Bazzawi. “Hari Jilbab untuk mengingatkan masyarakat Barat bahwa hak muslimah untuk mengenakan jilbab sama setara dengan hak perempuan non-Muslim yang bisa mengenakan busana apa saja. Mereka di Barat yang bicara soal hak perempuan, selayaknya menyadari bahwa mereka juga tidak bisa mengabaikan hak seorang perempuan untuk mengenakan jilbab,” tandas Al-Bazzawi.

    Bagaimana dengan Muslim Indonesia, apakah akan memberikan dukungan juga?

    ***

     
    • Nank 5:25 pm on 30 Agustus 2009 Permalink

      Bravo muslim! aku setuju di adakannya hari jilbab internasional! hidup matiku Untuk Islam!

    • anissa 9:47 am on 11 September 2009 Permalink

      yups tentu saja kami para jilbaber setuju..dgn adanya Hari Jilbab Internasional..
      masyarakat Eropa memang masih fobia ma Jilbab
      memang tugas kitalah u/ memasyarakatkannya dgn sdikit2 membangun opini Positif ttg jilbab.. bhw tdk ada yg perlu ditakuti dari jilbab, hanya sbg pengenal dan identitas para Muslimah..
      Marilah kita bersatu .. Allah pasti menolong kita..

    • rudi 12:50 am on 8 Juli 2011 Permalink

      itu setuju banget sy 100%

    • ECHA 2:05 pm on 10 Agustus 2011 Permalink

      Wah pasti org sebagian besar org eropa adlh calon penghuni neraka.ayo dukung wanita muslimah

  • erva kurniawan 7:23 am on 27 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Wanita Yang Memesan Tempat di Neraka 

    siluet masjid 13Semoga Jadi Renungan bagi kita semua.

    Oleh: Mahfudin Arsyad

    ***

    Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

    Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

    Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

    Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!

    “Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!”

    Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam.

    Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

    Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapimereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

    “Bangunkan saja!” kata seorang penumpang.

    “Iya, bangunkan saja!” teriak yang lainnya.

    Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

    Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!

    Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.

    Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya. Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat.  Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk. Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah. Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.

    Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar, mumpung kesempatan itu masih ada!

    Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana?

    Wallahu a’lam

    ***

     
    • Nank 5:17 pm on 30 Agustus 2009 Permalink

      oke banget buat renungan orang-orang takabur> thank banget Guys?

    • Alde 6:58 am on 31 Agustus 2009 Permalink

      Astaqfirullah,bgt bnyk pljrn yg dpt qt ambl dr crt dats,bg mslmh hrs mnjg pkaian,&qt hrs mnjg pktan qt dbln sc rmdhn syukrn…

    • anissa 2:32 pm on 1 September 2009 Permalink

      Astagghfirullah al adzhiim.., sebuah akhir yang buruk..
      semoga kita masih diberikan petunjuk dan kesempatan dari Rabbul Izzati untuk lebih bertaqwa..
      sebuah pelajaran yang sgt berharga..dan yang pasti harus lebih berhati-hati kalau bicara..

    • Ermila 1:48 pm on 7 September 2009 Permalink

      Astaghfirullah,..mdh2an kita semua dpt meninggal dlm keadaan khusnul khotimah

    • abdurrahman 11:18 am on 14 September 2009 Permalink

      selalulah berdakwah dan mengingatkan namun melakukan pendekatan dengan taaruf,tafahum dst akan lebih baik dan menjadikan audien menerima dan akan mjd kebaikan utk semua.dan kita doakan dia semoga Allah mengampuninya.amiin

    • hilda evrianty 3:34 pm on 30 September 2009 Permalink

      sungguh crita yg memberi pelajaran bagi yg membacany…

    • Cyber X-Crew 9:00 pm on 30 November 2011 Permalink

      Artikel bagus om…
      Kasian banget tuh cwe..
      Meninggal dalam tidak khusnul khotima..
      Semoga saya tidak seperti itu..
      ^_^

  • erva kurniawan 7:16 am on 26 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Berguru Dari Bu Sumirah (Tukang Pijat) 

    pijatDikutip dari http://www.kompas.com : Jumat, 19 September 2008

    ***

    SURABAYA – Menjadi tukang pijat belumlah cukup. Sumirah nyambi jadi tukang sol sepatu, penjahit, dan pekerja pabrik. Sebagian hasil keringatnya itu ia gunakan untuk membangun madrasah, masjid, mushala, dan mengurus anak yatim. Ternyata, beramal tidak harus menunggu kaya.

    Penolakan halus langsung diucapkan Sumirah, pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Amanah, Rungkut, Surabaya, saat akan diwawancarai Surya untuk tulisan ini. “Saya ini apalah mbak, kok pakai diwawancarai. Masih banyak yang lebih bagus, lebih pintar, dan lebih hebat,” elaknya saat ditemui di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut, Senin (15/9).

    Secara materi, Sumirah memang belum bisa dibandingkan dengan pengusaha sukses. Namun, kekayaan hati Sumirah mungkin hanya dimiliki segelintir orang pada abad ini.

    Perempuan kelahiran 3 April 1965 ini tak cukup mengelola panti asuhan. Ia mendirikan madrasah, masjid, dan mushala di kampungnya, Pacitan. Mungkin juga sulit dipercaya, Sumirah menghidupi anak-anak yatim dengan menjadi tukang pijat panggilan.

    Rasa empati Sumirah sudah terpupuk sejak kecil. Ia terbiasa bergaul dengan anak-anak yatim asuhan almarhum Atmorejo, ayahnya. “Saat itu ada 100 anak yatim dan anak-anak lain yang berlatih ilmu kanuragan (kebatinan) di rumah. Mereka semua tinggal di rumah,” kata ibu lima anak ini.

    Secara materi Sumirah kecil tercukupi, tetapi didikan ayahnya tidak membuatnya manja. Bahkan, sejak  kelas II SD ia sudah menjadi tukang pijat alternatif, warisan keahlian turun temurun. Duitnya “ditabung” di mushala di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.

    “Saat itu saya masih ingat nasihat ayah, ‘Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah’,” ujarnya.

    Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Begitu pula ketika orderan memijat merambah hingga Madiun, bahkan Semarang.

    Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

    Namun, dua profesi itu belum cukup. Merasa waktunya masih senggang, Sumirah mencari pekerjaan sampingan. Ia menjadi tukang sol sepatu, menjahit baju, dan tukang keriting rambut. “Karena pekerjaan banyak, rata-rata saya hanya tidur dua jam sehari. Mijat saja sehari hingga 20 kali,” katanya sambil tersenyum.

    Kerja keras itu impas dengan hasilnya. Sehari, tidak kurang ia mengantongi Rp 2 juta. Namun, limpahan uang itu tidak membuatnya mabuk. Uang itu dialirkan untuk membangun madrasah, mushala-mushala, dan masjid di desanya. Sumirah enggan menyebut nama mushala itu. “Nanti saya ndak diridaikalau pamer,” katanya.

    Suatu ketika, Sumirah pulang kampung. Jalan di desanya tidak bisa dilewati karena rusak berat. Prihatin, ia dan suaminya memperkeras seluruh jalan itu dengan paving blok. Walhasil, rencana naik haji seketika batal karena simpanan Rp 60 juta habis untuk ongkos paving.

    “Saya tidak pernah menyimpan uang di bank. Bukan apa-apa, tapi karena tanda tangan saya tidak pernah sama. Itu tentu tidak boleh kan?” katanya.

    Hidup Sumirah teruji saat dia melihat banyak anak telantar di sekitar kampungnya. Dia nekat menampung 54 anak yatim itu di rumahnya yang berukuran 2,5 meter x 13 meter. “Sebagian dari mereka saya koskan di depan rumah. Saya sewa tiga kamar,” katanya.

    Masalah datang ketika anak asuhnya ndableg dengan menghabiskan air dan sabun milik ibu kos. Sekitar pukul 21.00 anak-anak itu diusir. “Mereka saya tampung di rumah saya. Jadi, mereka tidur sambil duduk,” kata Sumirah.

    Esoknya, Sumirah mencari kontrakan untuk mereka. Tawaran kontrakan Rp 4 juta ditolak karena Sumirah tak punya duit. Di tengah kesulitan ia berdoa. Mendadak ada semacam dorongan untuk menghubungi Pak Triyono, dermawan dari Barata Jaya, Surabaya. Sumirah kaget, Pak Triyono memberinya zakat maal (zakat kekayaan) sejumlah Rp 4 juta. “Agar tidak mengganggu penduduk kampung, pagi-pagi sekali kami pindahan,” katanya.

    Panti Asuhan Amanah kini menampung 60 anak yatim, dibangun Sumirah pada 1996. Mereka kanak-kanak hingga remaja. Belum lama ini Sumirah mengasuh balita yang ditinggal mati bapaknya. Amelia, balita itu, sekarang berumur sembilan bulan. “Oh ya, Saya sudah menikahkan 13 anak di sini, 16 Oktober nanti saya mantu lagi,” ujarnya dengan mata berbinar.

    Untuk mencukupi hidup anak asuhnya, Sumirah tidak mengandalkan bantuan donatur yang sebagian adalah pelanggan pijatnya. Selepas subuh, anak yatim itu berdagang kelapa kupas, sayuran, dan bumbu. Sumirah dan suami juga membuka toko kelontong.

    Mengakhiri kisahnya, Sumirah sempat bilang, “Pergunakanlah mata hati. Banyak orang pintar yang belum tentu mengerti.” (MUSAHADAH)

    ***

     
    • AriES 12:45 am on 27 Agustus 2009 Permalink

      SubhaNALlah…

    • sri handayani 11:49 am on 31 Agustus 2009 Permalink

      semoga sikap rendah hati dan jiwa besar yg dimiliki oleh sang ibu dapat menurun kepada kita semua n menjadi suri tauladan yg baik bagi anak2nya,, semoga dijadikan cerminan bagi orang2 yg belum tergugah hatinya untuk selalu berbagi dengan yang kurang mampu

    • sulis 1:08 pm on 1 September 2009 Permalink

      assalamualaykum….Blog yang keren…banyak pelajaran didapat. thanks

    • anissa 2:38 pm on 1 September 2009 Permalink

      sebuah contoh yg bagus untuk zaman skrg yg serba individual..
      Bu Sumirah insya Allah.. Syurga pasti merindukanmu..

    • Faizah 1:04 pm on 2 September 2009 Permalink

      Subhanallah, sungguh mulia Bu Sumirah.. Semoga kita bisa meneladani perilaku beliau, dan kita sadar serta peduli akan keadaan saudara kita di luar sana…

  • erva kurniawan 7:19 am on 25 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: bahaya nikotin, , diabetes   

    Nikotin Pemicu Pradiabetes 

    rokokHINDARI: Ibu hamil sebaiknya menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok, untuk mencegah dampak buruk terhadap kesehatan janin.

    Merokok meningkatkan risiko sakit jantung serta stroke karena nikotin akan membentuk daya tahan terhadap insulin, sehingga menimbulkan kondisi pra-diabetes. Peneliti meyakini kondisi itu akan meningkatkan risiko terhadap kardiovaskuler. Demikian diungkap oleh peneliti asal Amerika Serikat seperti dilansir upi.com, beberapa waktu lalu.

    Daya tahan terhadap insulin itu dikenal dengan kondisi pradiabetes, yaitu ketika kadar gula darah meningkat namun belum sampai pada tingkat diabetes. Hal itu dituturkan oleh peneliti pada pertemuan ahli Endokrine yang ke-91 di Washington.

    Peneliti yang berasal dari Charles Drew University of Medicine and Science di Los Angeles dan Western University of Health Science di California juga melaporkan, mereka mencoba untuk mengurangi efek berbahaya dari nikotin pada tikus percobaan dengan Mecamylamine.

    Kepala bagian Endokrinologi di Charles Drew, Theodore Friendman mengatakan, resistensi insulin yang dialami pada perokok menjelaskan mengapa kematian mereka banyak disebabkan penyakit kardiovaskular meskipun di sebagian kasus, merokok dapat menurunkan berat badan yang justru diyakini dapat melindungi dari penyakit jantung.

    “Penelitian kami menyimpulkan, penurunan resistensi terhadap insulin dapat mengurangi penyakit jantung. Kami belajar mengantisipasi hal itu di masa depan. Nantinya akan ada obat yagn dibuat khusus untuk menghalangi efek nikotin atau resistensi insulin,” ujar Friedman pada pernyataannya.

    Ketika perokok mengalami resistensi insulin, maka  kadar gula darah mereka meningkat namun belum sampai pada tingkat diabetes.

    nikotinPria Lebih Rentan

    Sebuah penelitian terpisah mengungkap, pria yang berusia antara 35-44 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes dibandingkan wanita berusia yang sama. Sebanyak 2,4 persen yaitu 92.960 pria di Inggris terkena diabetes dibandingkan wanita sebanyak 1,2 persen atau sekitar 47.000.

    Kasus diabetes di Inggris semakin meningkat, terutama untuk pria sebanyak empat kali lipat dibandingkan tahun 1996. Pada kelompok usia 45-54 tahun sekitar 54,6 persen pria atau 197.050 orang dan 3,6 persen wanita sebanyak 120.670 orang terkena diabetes.

    Diabetes UK, Simon O’Neill mengatakan, hal itu sangat memprihantinkan. Semakin banyak kasus diabetes yang sebenarnya bisa dihindari dengan pola hidup sehat dan olahraga teratur. (rin)

    ***

    Republika.co.id

     
    • rera 2:30 am on 2 November 2009 Permalink

      saya benar2 tidak habis pikir dengan para perokok yang seenaknya saja menggunakan waktu dan tempat untuk merokok tanpa mempedulikan sekitarnya, hal ini dapat menyebabkan radikal bebas dan penyakit.
      padahal merokok sama dengan memakan asap saja, tapi mengapa hal ini tetap saja dilakkan?

    • Mie Sehati 3:58 am on 12 Maret 2010 Permalink

      Salam.

      Baru saja kita diskusi lagi tentang rokok.

      Silahkan dinikmati di sini
      http://eshape.blogspot.com/2010/03/diskusi-rokok-yuk.html

      Gambar yang ada di halaman ini tak pinjam ke postingan di atas.

      Tks

  • erva kurniawan 7:01 am on 24 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Abu Hanifah Yang Taat 

    siluet masjidAkibat menolak diangkat menjadi hakim, Abu Hanifah ditangkap. Ulama ahli hukum Islam itu pun di penjara. Sang penguasa rupanya marah besar hingga menjatuhkan hukuman yang berat.

    Dalam penjara, ulama besar itu setiap hari mendapat siksaan dan pukulan. Abu Hanifah sedih sekali. Yang membuatnya sedih bukan karena siksaan yang diterimanya, melainkan karena cemas memikirkan ibunya. Beliau sedih kerena kehilangan waktu untuk berbuat baik kepada ibunya.

    Setelah masa hukumannya berakhir, Abu Hanifah dibebaskan. Ia bersyukur dapat bersama ibunya kembali.

    “Ibu, bagaimana keadaanmu selama aku tidak ada?” tanya Abu Hanifah.

    “Alhamdulillah. …..ibu baik-baik saja,” jawab ibu Abu Hanifah sambil tersenyum.

    Abu Hanifah kembali menekuni ilmu agama Islam. Banyak orang yang belajar kepadanya. Akan tetapi, bagi ibu Abu Hanifah ia tetap hanya seorang anak. Ibunya menganggap Abu Hanifah bukan seorang ulama besar. Abu Hanifah sering mendapat teguran. Anak yang taat itu pun tak pernah membantahnya.

    Suatu hari, ibunya bertanya tentang wajib dan sahnya shalat. Abu Hanifah lalu memberi jawaban. Ibunya tidak percaya meskipun Abu Hanifah berkata benar.

    “Aku tak mau mendengar kata-katamu, ” ucap ibu Hanifah. “Aku hanya percaya pada fatwa Zar’ah Al-Qas,” katanya lagi.

    Zar’ah Al-Qas adalah ulama yang pernah belajar ilmu hukum Islam kepada Abu Hanifah.” Sekarang juga antarkan aku ke rumahnya,”pinta ibunya.

    Mendengar ucapan ibunya, Abu Hanifah tidak kesal sedikit pun. Abu Hanifah mengantar ibunya ke rumah Zar’ah Al-Qas.

    “Saudaraku Zar’ah Al-Qas, ibuku meminta fatwa tentang wajib dan sahnya shalat,” kata Abu Hanifah begitu tiba di rumah Zar’ah Al-Qas.

    Zar’ah Al-Qas terheran-heran kenapa ibu Abu Hanifah harus jauh-jauh datang ke rumahnya hanya untuk pertanyaan itu? Bukankah Abu Hanifah sendiri seorang ulama? Sudah pasti putranya itu dapat menjawab dengan mudah.

    “Tuan, Anda kan seorang ulama besar? kenapa Anda harus datang padaku?” tanya Zar’ah Al-Qas.

    “Ibuku hanya mau mendengar fatwa dari anda,” sahut Abu Hanifah.

    Zar’ah tersenyum,” baiklah, kalau begitu jawabanku sama dengan fatwa putra anda,” kata Zar’ah Al-Qas akhirnya.

    “Ucapkanlah fatwamu,” kata Abu Hanifah tegas.

    Lalu Zar’ah Al-Qas pun memberikan fatwa. Bunyinya sama persis dengan apa yang telah diucapkan oleh Abu Hanifah. Ibu Abu Hanifah bernafas lega.

    “Aku percaya kalau kau yang mengatakannya, ” kata ibu Abu Hanifah puas. Padahal, sebetulnya fatwa dari Zar’ah Al-Qas itu hasil ijtihad (mencari dengan sungguh-sungguh) putranya sendiri, Abu Hanifah.

    Dua hari kemudian, ibu Abu Hanifah menyuruh putranya pergi ke majelis Umar bin Zar. Lagi-lagi untuk menanyakan masalah agama. Dengan taat, Abu Hanifah mengikuti perintah ibunya. Padahal, ia sendiri dapat menjawab pertanyaan ibunya dengan mudah.

    Umar bin Zar merasa aneh. Hanya untuk mengajukan pertanyaan ibunya, Abu Hanifah datang ke majelisnya.

    “Tuan, Andalah ahlinya. Kenapa harus bertanya kepada saya?” kata Umar bin Zar.

    Abu Hanifah tetap meminta fatwa Umar bin Zar sesuai permintaan ibunya.

    “Yang pasti, hukum membantah orang tua adalah dosa besar,” kata Abu Hanifah.

    Umar bin Zar termangu. Ia begitu kagum akan ketaatan Abu Hanifah kepada ibunya.

    “Baiklah, kalau begitu apa jawaban atas pertanyaan ibu Anda?”

    Abu Hanifah memberikan keterangan yang diperlukan.

    “Sekarang, sampaikanlah jawaban itu pada ibu anda. Jangan katakan kalau itu fatwa anda,”ucap Umar bin Zar sambil tersenyum.

    Abu Hanifah pulang membawa fatwa Umar bin Zar yang sebetulnya jawabannya sendiri. Ibunya mempercayai apa yang diucapkan Umar bin Zar.

    Hal seperti itu terjadi berulang-ulang. Ibunya sering menyuruh Abu Hanifah mendatangi majelis-majelis untuk menanyakan masalah agama. Abu Hanifah selalu menaati perintah ibunya. Ibunya tidak pernah mau mendengar fatwa dari Abu Hanifah meskipun beliau seorang ulama yang sangat pintar.

    ***

    Sumber Kisah kisah teladan

     
  • erva kurniawan 9:30 pm on 23 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , ,   

    Bocah Misterius 

    bocah-misteriusBocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.

    Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.

    Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.

    Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

    Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.

    Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan.

    Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

    Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!

    Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.

    Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar.

    “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu.

    Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.

    “Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya.

    Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

    “Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..”

    Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai.

    Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. “Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?!

    Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?

    Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?

    Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?

    Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!

    Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus?

    Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?”

    Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah.

    Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

    “Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

    Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

    Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

    Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

    Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini.

    Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…!

    Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?

    Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?

    Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

    Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”

    Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.

    Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!

    Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan.

    Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

    Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi.

    Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung.

    Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!

    Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!

    Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi.

    Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

    Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.

    Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya.

    Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.

    Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati.

    Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya.

    Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

    Selamat menjalankan ibadah puasa…

    ***

    (Mansur, Yusuf, Bocah misterius : wisata hati / Yusuf Mansur. Bandung: Mizan, 2004)

     
    • Huda 11:47 pm on 24 Agustus 2009 Permalink

      Alhamdulilah mga crtax brmanfbt bg kta smwa :-)

    • ariyulianto 4:24 am on 30 Agustus 2009 Permalink

      cerita ini ada di buku wisata hati dengan judul bocah misterius karangan yusuf mansyur terbitan mizan media utama tahun 2004, mohon sumber cerita dicantumkan agar lebih afdol dan bukan plagiat.

      atau anda yang punya cerita dan yusuf mansyur yang jiplak???

    • doni 5:24 pm on 3 September 2009 Permalink

      hahaha bener, itu.. g ada salahnya mencantumkan sumbernya…. toh kita juga g mbayar kan?!….

    • fahreza 5:18 am on 24 Oktober 2009 Permalink

      bagus!, dengan cerita tadi kita bisa sadar dan peduli kepada orang yang membutuhkan

    • arul 3:23 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      keren nih artikel… ijin copas donk… :D

    • zainudin 4:09 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      wah bru sadar aku ,bahwa banyak sekali orang yang membutuhkan bantuan dan berada di garis kemiskinan , cerita ini sungguh luar biasa sehingga dapat menyadarkan hatiku dan mudah-mudahan dpat menyadarkan hti orang lain ,
      aaaaamin

    • Abonq 4:12 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      hacker yang baik hati.. mengingatkan kita sama rakyat-rakyat lemah.. nice trik hacker!
      Ijijn Copas artikelnya buat baca dirumah nanti.. :D

    • nazach 4:24 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      ya namanya manusia udah takabur lupa akan segalanya,, bahwa dia tercipta dari saripati tanah,, yang sering kita injak..
      inspirasi yang bagus .. subhanallah,,

    • nazach 4:31 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      gan,, http://www.smadav.net bisa kembali diakses kapan ya,, mau unduh yg 8.6 nih,,

    • nadia 4:39 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      subhanallah…izin copas ya :D

    • Leo Adhi 5:06 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      ini yang menghack smadav ya? wah…wah… wah.. terlalu

    • marteen yust 5:16 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Cerita yg bagus bt refleksi sebelum menjelang bulan ramadhan..

    • Deny 5:17 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      wah hebat sekali, menyadarkan kita bahwa tidakkah kita sadar seseorang yang tidak mampu, tidak berpakaian, dan kelaparan. Semoga cerita ini membawa berkah yang amat sangat mendalam. amin

    • alfren 5:18 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      menarik ceritanya jangan lupa bersyukur atas segala karunia yg di berikan yang di atas dan bagi yang berlebihan jangan menyinggung perasaan yang kekurangan masa hidup beramallah untuk semua manusia dan ciptaanya………………………………………………………….amin

    • Menara Crew 5:18 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      sy mau donwload smadav malah keluar ini bocah.nanti sy pasang ini bocah punya pantat di komputer.skalian pasang kepalanya yg punya blog. anda ingin menyebar pesan kebaikan dengan cara yg salah,……………………….

    • Auliya Apriyola 5:22 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      sunguh kisah yang menabjubkan,,
      serta inspirasi yang luarr biasa,,
      smg kta cmw bsa memetik hikmah dari jalur cerita di atas..
      amin..

    • Kaharudin 5:22 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Meresap kecup hangat.. sebentuk cinta. T’lah terukir di dalam jiwaku. Seperti tetes embun menyegarkan hari. Terciptakan keajaiban di hati.. Cinta bukan hanya sekedar kata. Cinta tak hanya diam. Aku yang berkelana mengarungi hidup. Mencari untaian arti,makna.. Apakah sesungguhnya balasan dari cinta. Pasti bukan harta dunia semata.. Cinta bukan hanya sekedar kata. Cinta bukan pertautan hati. Cinta bukan hasrat luapan jiwa. Cinta tak hanya diam.. Jika mungkin bumi harus terguncang badai. Tapi cinta takkan mungkin hilang. Cinta bukan hanya sekedar kata. Cinta bukan hanya pertautan hati.Cinta bukan hasrat luapan jiwa. Cinta adalah cinta

    • aries 5:26 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      anda boleh marah tapi jangan menyebut setan sebab setan ada pada mulut dan selalu mengintif dihati setiap insan manusia itulah hikmah cerita sibocah ……………………………..

    • nurhidaya b 5:27 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      sungguh sangat menyentuh hatiku dan menyadarkan aku bahwa harta yg dititipkan ALLAH SWT ada sebahagian hak hamba2 ALLAH yg sangat membutuhkan,,,

    • citra 5:34 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      kcian

    • yadi mulyadi 5:34 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      benar2 menyadarkanku

    • citra 5:35 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      kuq ada d dnia ne kyk qne ea la ne nma nya hdp

    • Hikmat 5:35 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Luar biasa…. menyentuh hati…. dan sebagai cambukan buat diri…. Teringat 3 hal yang akan selalu mengalir ke alam kubur nanti (mohon di koreksi bila salah) : 1. Ilmu yg bermanfaat, 2. Doa anak yg Shole/Sholehah, 3. Sadakoh jariah.

    • afrodo godeg 5:44 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Semoga ALLAH memberi hikmah dan kekuatan serta, bisa mengintrofeksi diri kita masing-masing dijaman yang serba matrealistis dan keduniaan semata…….

    • Azis 5:46 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      laris gara2 di tampilin di situs nya smadav nih…
      hehehehe

    • tama 5:48 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      Artikelnya bgus bgt. Tp kurang tepat klo caranya meng-hack situs orang. Kcuali situs yg di hack itu situs porno dsb. Thnks..

    • Man In Black 5:56 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      niche artikel….

      tapi sayang,,,admin website ini,,,masih sombong atas smua ilmu yang dia kuasai,,,,
      gk usah di pamerin,,,,karena di atas langit-masih ada langit….bukan kayak gini caranya tuan…

      setuju dengan komentar
      “Artikelnya bgus bgt. Tp kurang tepat klo caranya meng-hack situs orang. Kcuali situs yg di hack itu situs porno dsb. Thnks..”

    • ABAYAMIN EXIT 6:03 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      seperti dia hanay korban search engine google aja bro gambarnya hanya di gunakan untuk hack smadav dia bukan pelaku hanya korban …

    • arul 11:04 pm on 25 Juli 2011 Permalink

      selamat mas.. blog anda terkenal.. :)
      aku udah posting di kaskus. juga web smadav yang dihack ada link ke sini.

    • erva kurniawan 8:57 am on 26 Juli 2011 Permalink

      iya terima kasih gan, kebetulan ane kaskuser juga walopun cuma penonton, kemarin sore ane cek statistik blog ane kok banyak banget pengunjungnya, yang biasanya cuma 1.100-1.300 pengunjung, kemarin sampai 3.200, ternyata web smadav di deface dan ada link gambar ke blog ane
      ane sebagai pemilik blog ini mohon maaf kepada semua pengunjung kalau ada yang gak berkenan, di ambil hikmahnya saja, dan ane yakin pelaku deface gak punya maksud jahat sama ane, hanya mungkin mengingatkan sama kita semua sebentar lagi bulan ramadhan untuk lebih mengingat kepada Sang Pencipta…
      Jazakallah khairan katsiro

    • erva kurniawan 8:57 am on 26 Juli 2011 Permalink

      ane bukan pelaku deface gan

    • erva kurniawan 8:59 am on 26 Juli 2011 Permalink

      hehehe, iya itu betul kalau ane pelaku defacenya, tapi ane bukan pelakunya :)
      tanya ke om R*y S**yo mungkin tahu :D

    • Hmei7 9:22 pm on 26 Juli 2011 Permalink

      ane gan pelakunya, hehe2
      sorry sbelumnya, lupa lom minta ijin tautan artikelnya ke hlman depes,pkirnya wktu itu, klo aku tinggal copas ke hlmn depes, ksian orang2 yg susah payah bikin artikel, smtara kita tinggal copas aja

      http://www.smadav.net udah bener koq, dn gak da hlaman yg rusak, gk da motivasi apapun, ngrusak data dan sbgnya, cuman iseng test security, skalian ‘Sampaikan Walau Satu Ayat’ sesuai judul ih artikel,
      peace smuanya,peace smadaver juga :D

      wassalamualaikum

    • silvia 1:00 pm on 29 Juli 2011 Permalink

      wahhhhhhh…………… sungguh menyentuh hatii,,,jadi tersadarrr……

    • adi wahyu 2:46 pm on 29 Juli 2011 Permalink

      apakah itu beyul?

    • sari yuniati 8:28 am on 8 Agustus 2011 Permalink

      subhanallah…..subhanallah……subhanallah…..Yaa Dzul Jalaal Wal Ikraam….Yaa Ghaniy…Yaa Adziim….mohon ampun ya Allah dg keangkuhan kami…

    • suneoxide 7:57 pm on 9 Agustus 2011 Permalink

      merinding saya bacanya.
      memang cara allah menyadarkan hambanya berbeda beda.

    • andy_moo 3:51 pm on 10 Agustus 2011 Permalink

      sungguh luar biasa hikmah yg bisa di petik dr crita diatas

    • ucok_karnadi 2:06 pm on 11 Agustus 2011 Permalink

      mohon izin share catatannya pak. semoga membawa berkah bagi yg membacanya, semoga penulis mandapat amal karena telah ikut mengingatkan.

      terimakasih

    • Wignya Susilo 1:48 pm on 14 Agustus 2011 Permalink

      pembelajaran yang luarbiasa bagusnya,

    • Chibi_Arif 9:14 am on 17 Agustus 2011 Permalink

      Subahanallah…
      Jadi gemeteran baca ini cerita…

      Musti banyak” bersyukur nih…

    • Jony Mubarok www.facebook.com/ubah.fb 3:36 am on 18 Agustus 2011 Permalink

      Ɣa kita harus menyadari gan makna sesungguhnya berpuasa. Kita tidak boleh memaksakan kehendak seseorang untuk berpuasa, apa lagi sampai merusak warung makan di siang hari.. Sesungguhnya islam tidak memaksa kita untuk berpuasa, ingat alquran pun menjelaskan.. Di wajibkan berpuasa bagi umatnya yg beriman… Puasa itu wajib hukumnya gan bagi orang yg beriman tp bagi golongan lain tidak di paksakan. Makna berpuasa itu agar kita bisa lebih bersyukur karena dalam kehidupan kita sehari hari itu lebih berlimpah rejeky ketimbang kaum” duafa agar kita lebih menyadarkan diri yg istilahnya tau diri lah jadi manusia… Нę² Нę² Нę²

    • Jony Mubarok www.facebook.com/ubah.fb 3:40 am on 18 Agustus 2011 Permalink

      Oya gan ª∂a̲̅ yg ketinggalan ni. Jangan lupA kunjungi situs ana Ɣa trus jangan lupa untuk di like Ɣa. Makasih gan . Kunjungi http://www.facebook.com/ubah.fb

    • nashr_hp 9:11 am on 18 Agustus 2011 Permalink

      terima kasih sob sudah mengingatkan ane atas
      satu kata yang ane ucapin , terima kasih :)

      jangan lupa PM me Bugs nya ya sob

    • eko 8:41 pm on 16 September 2011 Permalink

      sangt mengesankan
      bgi orang yang benar” mengeri artinya semua yg ada dlm isi artikel d atas

  • erva kurniawan 9:52 pm on 22 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , ,   

    Jelang Ramadhan : Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis 

    berbuka-puasaJelang Ramadhan : Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis

    Sebentar lagi Bulan Suci Ramadhan. Di bulan puasa itu, sering kita dengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,’ katanya. Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?

    Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air.” (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

    Nabi Muhammad Saw berkata : “Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”

    Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan ‘yang manis-manis’? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate) . Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate) .

    Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah ’sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

    Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa ‘disunnahkan’ minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.

    Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa ‘manisan kurma’, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.

    Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?berbukalah-dengan-yang-manis-1

    Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

    Mari kita bicara ‘indeks glikemik’ (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

    Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.

    Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya) , sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

    Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah ‘ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau. Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah ‘manisan kurma’, bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.

    Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.

    Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.

    Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti ‘buah pir’, penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah ’sunnah’, maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya ‘rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.’

    Ingin ‘Kurus’berbukalah-dengan-yang-manis-2

    Melenceng dikit dari topik blog ya. Dikit aja. Itung-itung bonus.

    Untuk sahabat-sahabat yang ingin kurus: jangan diet (dalam pengertian mengurangi frekuensi makan). Diet justru menambah kecenderungan tubuh untuk menabung lemak karena ‘dilaparkan’. Ketika diet memang makanan tidak masuk, tapi begitu makanan masuk, kecenderungan tubuh untuk menimbun lemak dari makanan justru lebih besar.

    Rahasia kurus sebenarnya adalah menjaga agar respon insulin dalam tubuh stabil, tidak melonjak-lonjak. Caranya, hanya makan makanan yang memberi respon insulin rendah, yaitu yang indeks glikemiknya rendah.

    Respon insulin tubuh meningkat bila:

    1. Makin tinggi jumlah karbohidrat yang dimakan dalam satu porsi, makin tinggi pula respon insulin tubuh (ini umumnya porsi kita di Indonesia: lebih dari 70 persen dari satu porsi makannya adalah nasi). Makanya, makanlah dengan karbohidrat cukup lima puluh persennya saja. Sisanya protein, dan 5-10 persennya lemak. Lemak ini cukup dari lemak yang terkandung dalam daging yang kita makan, misalnya. Atau kuning telur. Tidak perlu menambah minyak atau memakan lemak hewan (yang justru buruk pengaruhnya bagi tubuh). Lemak (sedikit!) masih diperlukan untuk mengolah beberapa nutrisi dan vitamin, dan untuk membawa nutrisi ke seluruh tubuh.
    2. Semakin tinggi GI (Glycemic Index) karbohidrat yang dikonsumsi, semakin meningkat pula respon insulin tubuh. Makanya, makan hanya makanan yang GI-nya rendah. Nanti saya jelaskan di bawah.
    3. Semakin jarang makan, semakin meningkat respon insulin setiap kali makan.

    Ini sebabnya diet (dalam pengertian: mengurangi frekuensi makan supaya kurus) tidak akan pernahberhasil untuk jangka lama. Setelah diet selesai, tubuh justru akan cenderung lebih gemuk dari sebelum diet. Supaya kurus (baca: supaya respon insulin tidak melonjak) justru harus makan lebih sering (4-5 kali sehari) tapi dengan porsi setengah atau sepertiga porsi biasa, dengan karbohidrat maksimal 50 persen saja setiap porsi.

    Kalau respon insulin tubuh sudah stabil, maka tinggal diatur: kalau ingin kurus, kalori yang masuk harus lebih sedikit dari kalori makanan yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari hari. Tambah dengan olahraga teratur untuk membakar lemak berlebih dalam tubuh, dan memperbesar otot. Otot membutuhkan energi, maka makin terlatih otot, ia akan makin mengkonsumsi lemak dalam tubuh kita untuk energi.

    Sebaliknya kalau ingin memperbesar otot (bukan gemuk) atau mengencangkan badan, maka kalori yang masuk harus agak lebih banyak dari jumlah kalori yang akan kita pakai untuk aktivitas selama sehari, agar otot mengalami pertumbuhan. Otot sendiri dirangsang pertumbuhannya dan ‘kekencangannya’ dengan olahraga teratur. Perbanyak protein agar pertumbuhan otot optimal. Karbohidrat cukup diposisikan sebagai bahan pemberi energi, bukan untuk mengenyangkan perut.

    Lucu ya: kalau ingin kurus atau memperbaiki bentuk badan, termasuk menumbuhkan otot, justru harus makan lebih sering dengan porsi kecil. Makan yang mengandung lemak, goreng-gorengan, kanji, atau karbohidrat sederhana seperti gula, manisan, minuman ringan bersoda dan sebangsanya itu sudah out of the question. Kalau kita jarang makan, atau makan tidak teratur dan sekalinya makan ‘balas dendam habis-habisan’ , ya justru respon insulin kita juga melonjak dan membuat tubuh jadi menimbun lemak.

    Sekali lagi, baik ketika berbuka puasa atau dalam makanan keseharian, makanlah makanan yang seimbang: 50 persen karbohidrat kompleks, 40-45 persen protein dan 5-10 persen lemak dalam setiap porsinya. Jauhilah karbohidrat sederhana sebisa mungkin. Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh energi cepat carilah yang nilai indeks glikemiknya rendah.

    Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Dengan demikian, makanan diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit. Dengan demikian, kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama, cukup untuk aktivitas sehari penuh. Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas. Maka, ketika makan sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, karena kita akan cepat lemas. Makanlah karbohidrat kompleks (protein jangan dilupakan!) sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.

    Karbohidrat sederhana, GI tinggi (energi sangat cepat habis, respon insulin tinggi: merangsang penimbunan lemak) adalah: sukrosa (gula-gulaan) , makanan manis-manis, manisan, minuman ringan, jagung manis, sirop, atau apapun makanan dan minuman yang mengandung banyak gula. Hindari, puasa atau tidak puasa.

    Karbohidrat sederhana, GI rendah (energi cepat, respon insulin rendah): buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti pisang, apel, pir, dan sebagainya. Sekarang ngerti kan, kenapa para pemain tenis dunia, pemain bola, pemain basket atau pelari sering terlihat ‘ngemil pisang’ di pinggir lapangan? Karena mereka butuh energi cepat, tapi nggak ingin badannya gembul berlemak.

    Karbohidrat Kompleks, GI tinggi (energi pelan-pelan, tapi respon insulinnya tinggi): Nasi putih, kentang, jagung.

    Karbohidrat Kompleks, GI rendah (energi dilepas pelan-pelan sehingga tahan lama, respon insulin juga rendah): Gandum, beras merah, umbi-umbian, sayuran. Ini yang paling dicari para praktisi fitness.

    Makanan yang diproses pelan-pelan (karbohidrat kompleks) akan membuat kita tidak cepat lapar dan energi dihabiskan cukup untuk aktivitas satu hari penuh; respon insulin rendah membuat tubuh kita tidak cenderung untuk menabung lemak.

    Kalau saya pribadi, sahur cukup dengan oatmeal gandum (ditambah gula sedikiiiiiit) , atau roti coklat gandum, dua atau tiga butir telur rebus (kuningnya saya hancurkan dan ditebarkan di rumput untuk makanan semut-semut di halaman rumah), sayuran segar, dan air putih. Ini sudah cukup untuk membuat tenaga saya tidak habis sampai buka puasa karena energi dari karbohidrat kompleksnya (gandum) akan dilepas pelan-pelan ke dalam tubuh sepanjang hari. Ketika berbuka, sesuai anjuran Rasulullah dan sufi tadi, saya biasanya minum segelas air, lalu shalat maghrib. Setelah shalat makan nasi seperti biasa, sebisa mungkin dengan porsi karbohidrat- protein-lemak- air proporsional. Dan tentu tidak untuk ‘balas dendam’ karena puasa seharian. Ini justru saat yang penting untuk melatih melawan keinginan hawa nafsu ‘makan sekenyang-kenyangny a’. Belajar sabar.

    Waham Umumberbukalah-dengan-yang-manis-3

    Oke, kembali ke topik. Nah, saya kira, “berbukalah dengan yang manis-manis” itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, ‘berbukalah dengan yang manis’ itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.

    Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu.

    Semoga tidak termakan waham umum ‘berbukalah dengan yang manis’. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama. Periksa dulu kebenarannya.

    Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: “Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang.” Juga, isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.

    “Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang,” kata Rasulullah.

    “Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)

    Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa….

    Wassalaamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    ***   

     
    • Febri 7:07 pm on 3 September 2009 Permalink

      assalamu’alaikum mas. saya mau tanya referensi yang mas gunakan untuk membuat artikel ini. apakah ini merupakan artikel berdasarkan wawancara dengan ahli gizi tertentu atau sumber lainnya. terima kasih mas. wassalam.

    • erva kurniawan 7:44 pm on 3 September 2009 Permalink

      Waalaikum Salam Wr. Wb.
      Saya dapat kiriman dari email teman yang diposting di milis dan maaf belum tahu sumber aslinya
      jika Anda memiliki sumber asli mohon diinfokan
      silahkan kunjungi tanggapan2 pada diskusi disini:
      http://aridha.multiply.com/journal/item/36/Bantahan_Berbuka_puasa_dengan_yang_manis-manis
      Wassalam Wr. Wb.

    • arnesa aynun najmi 6:51 pm on 7 Agustus 2010 Permalink

      -______- masa sih ?? memang iya kali !
      haaaaaaaaaaa

    • Ali Reza 8:53 pm on 16 Agustus 2010 Permalink

      Setahu saya, salah satu penulis artikel di atas adalah Herry Mardian dari Yayasan Paramartha. Tapi tidak ada yg menyebut dia sebagai penulis.

    • aiko 6:34 pm on 15 November 2011 Permalink

      kalo kata abi, bagusnya memang buah. kalo karbohidrat kompleks tuh bukannya kaya nasi, roti gandum, kedelai, dll?

  • erva kurniawan 7:43 pm on 21 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , gorengan, , ,   

    Penting! Saat Puasa Jangan Berbuka dengan Gorengan dan Es 

    gorengan dan esNurvita Indarini – detikcom

    Jakarta – Setelah seharian berpuasa, waktu berbuka puasa tentu menjadi saat yang ditunggu-tunggu. Hmmm, enaknya makan apa ya saat berbuka?

    Biasanya, saat awal berbuka, orang-orang lebih memilih menyantap makanan kecil. Gorengan pun menjadi pilihan. Rasanya yang gurih memang selalu dirindu. Ditambah segelas es, menu berbuka ini kian sempurna saja.

    Namun, berbuka dengan gorengan dan es tidak dianjurkan. Mengapa?

    “Saat berbuka memang sebaiknya tidak makan makanan yang mengandung lemak tinggi seperti gorengan,” ujar dr Ari Fahrial Syam, SpPD, MMB, KGEN.

    Hal itu disampaikan dia dalam simposium mini bertajuk “Tips puasa pada penderita penyakit kronis” di FKUI, Salemba, Jakarta, Jumat (7/9/2007).

    Makanan yang tinggi lemak akan membuat seseorang rentan terserang batuk dan memperlambat pengosongan lambung.

    “Kue tart, keju, itu tinggi lemak. Begitu juga dengan coklat,” imbuh pria berkumis ini.

    Sedangkan minum es dapat menahan rasa lapar karena menimbukkan efek kenyang. Padahal saat berbuka, adalah waktu yang tepat untuk memberi nutrisi pada tubuh.

    “Setelah puasa, tubuh perlu asupan makanan, jadi jangan dibikin kenyang,” tambah Ari. (nvt/nrl)

    ***

     
    • anissa 2:22 pm on 1 September 2009 Permalink

      Buka puasa terasa lebih nikmat dengan kurma, teh agak manis dan sediki kue2.., plus kebersamaan dgn keluarga.. lengkap deh rasanya kebhagiaan kita..

    • hercovich 9:50 pm on 3 September 2009 Permalink

      berbuka dengan kurma dan teh hangat..is the best…

    • Cara Bisnis Pulsa 7:18 pm on 20 Juli 2013 Permalink

      Assalamualaikum..

  • erva kurniawan 6:37 am on 20 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Bom Naudzubillah dan Si Cantik Salahiyah 

    bom 17072009Jakarta – Bom meledak. Sembilan tewas, puluhan luka-luka. Korbannya memang tidak sebanyak bom Bali. Bom JW Marriot & Ritz-Carlton Jakarta itu juga tidak menimbulkan histeria massal. Itu karena kita mulai ‘terbiasa’ dengan ‘jebles jedur’ macam ini. Hanya yang tidak habis pikir, alasan bom itu diledakkan.

    Di Palestina pernah tercatat bomber yang mensejarah. Dia perempuan yang sangat luar biasa. Selain alasan jihad, secara manusiawi ada rasionalisasi terhadap tindakan harakiri itu. Perbuatan itu, sesadis dan sebarbar apapun masih menyisakan respek. Tapi bom kali ini?

    Nama perempuan istimewa itu adalah Salahiyah. Dia muslimah. Cantik dan taat beribadah. Dia tinggal di kamp pengungsi di Jalur Gaza . Hidup miskin dan tertekan tidak membuatnya menyerah. Dia lawan karena yakin kehidupan indah ada di kehidupan berikutnya.

    Anak-anaknya masih kecil. Mereka tidak kolokan. Itu karena sadar di kamp bukan hanya mereka yang susah. Semua tetangga dan kaumnya juga sama. Israel yang represif dan ‘berencana’ melakukan genosida membuat bangsa Palestina harus terus-menerus terlilit bencana.

    Salahiyah sangat tegar. Ketegarannya sudah sampai pada tahap nihilis. Tidak beda hidup dan mati. Tidak berjarak duka atau bahagia. Hatinya disemaikan taburan syukur. Dan was-was dianggapnya sebagai ujian menuju kesabaran hakiki, sabar seperti yang dikehendaki Allah.

    Salahiyah telah berubah menjadi batu cadas. Angin gurun sedahsyat apa saja tidak mampu menggoyahnya. Itu akibat harmonisasi keluarga yang terkoyak. Suami dan anak-anaknya yang kecil berantakan saat bom menyulap tubuh suaminya jadi serpihan yang tidak bisa dikenali. Di usianya yang masih muda Salahiyah menjadi janda dengan tiga balita dan tanpa sanak-saudara.

    Di musim kerontang, Salahiyah berjalan menuju wilayah Mesir. Menimba air bagi anak-anak yang dahaga. Di tengah hujan bom, perempuan ini melintasi kawasan tandus. Dan demi belahan jiwa dia melupakan nyawanya.

    Kalau hari lagi sepi gempuran, sehabis salat subuh Salahiyah mengais rejeki ke pasar. Jualan kurma, dan hasilnya ditukar dengan makanan buat sang anak tercinta. Siklus itu rutin. Tanpa kelu dia banting tulang dan membagi kasih sayang.

    Waktu merangkak. Anak lelakinya sudah mulai bisa bermain. Mainan di ‘medan perang’ adalah melempari tentara Israel, memasang bom rakitan, dan menyusup untuk meledakkan. Dari pagi hingga matahari surut anak-anak itu menantang maut. Dan jika Isyak belum pulang, itu pertanda anak-anak itu sudah menghadap Tuhan. Dia mati ditembak tentara.

    israel-palestineBatin Salahiyah terpompa itu. Saban hari dan saban waktu. Sebagai ibu dia tidak tega melihat anak-anaknya bergumul dengan bahaya. Tapi adakah hanya anaknya yang menantang maut? Bagaimana dengan dirinya? Bagaimana pula dengan kaumnya yang terus dihujani bom dan tembakan tanpa kenal musim itu?

    Ketika umur anaknya belasan tahun, tahapan lain harus dilalui. Mereka siap menjadi martir. Memantapkan keimanan untuk menjadi ‘mesin perang’. Maka saat purnama menerangi gurun dan sang anak yang beranjak remaja itu bersimpuh, Salahiyah paham. Itu saatnya dia harus melepas buah hatinya untuk menyumbangkan satu-satunya nyawa yang dia punya.

    Sejak itu kabar Karim, anak lelakinya hanya sayup-sayup sampai. Salahiyah Cuma berdoa agar umur anaknya agak panjang. Namun itu hanya harapan. Saat kamp dibombardir mortir, buah hati yang tersisa tergolek tak bernyawa. Mereka mati di antara puing-puing reruntuhan. Peristiwa tragis itu disusul berita kematian Karim yang meledakkan tubuhnya di pos penjagaan Israel .

    Salahiyah tidak menangis. Dia hanya menggigit bibirnya. Air bening meleleh dari kelopak matanya. Dia kini sendiri. Suami, saudara, dan anak-anaknya begitu cepat meninggalkan dunia ini. Terpaan itu membuatnya bergabung dengan gerakan intifadah.

    Salahiyah berubah menjadi macan betina. Bom demi bom diledakkan. Dia ditakuti lawan dan disegani kawan. Salahiyah melakukan jihad fi sabilillah, insyaallah, atau melampiaskan dendam tidak ada yang menyoal. Setidaknya, hablum minannas dan hablum minallah terpenuhi. Tapi bom Mega Kuningan? Naudzubillah hi mindzalik !

    ***

    Djoko Suud Sukahar (pemerhati  budaya ) – detikNews

     
    • muslih 9:41 am on 2 September 2009 Permalink

      sungguh macan – macan akan terus bangkit sampai akhir zaman selama hegomoni barat terhadap ummat terjadi dan akan terus terjadi…bersiaplah!

  • erva kurniawan 6:32 am on 19 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Hadiah Cinta 

    2Mother_son“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!

    Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”

    Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

    Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

    Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.” kata sang ayah.

    Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya. ”

    Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

    Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah… bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

    “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”

    Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

    **

    NB:

    Sahabat, kadang kita sebagai anak tidak menyadari betapa cintanya Orang Tua Kita (Ibu) kepada kita, mereka menumpahkan segala cintanya kpd anaknya. Coba bayangkan apa yg telah kita lakukan thd mereka, mereka kita kencingi ketika kita kecil, kita jadikan mereka pembantu (mencuci, membersihkan rumah, memasak setrika dll) sampai menjelang dewasapun kita masih merongrongnya dengan inilah itulah, Disaat kita mendapat kebahagiaan kita lupakan dia akan tetapi disaat musibah menimpa baru kita datangi mereka …. tapi ibu tetaplah ibu yg kasih sayangnya tidak terperi, hanya doa yang mampu kami panjatkan sbg bakti dari kami …… anakmu.

    Ya, Allah Ampunilah Dosa2 ku dan Dosa Kedua Orang Tua-ku, Kasihani & Sayangi mereka sebagaimana mereka mengasuh dan menyayangi kami semenjak kecil….

    Amien

    ***

    Daarut Tauhid

     
  • erva kurniawan 9:20 pm on 18 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Sedekah Meringankan Takdir 

    water_lily02 yellow_oleh Ummi Agus

    ***

    “Good morning, Pak Gland, what’d happened with your neck?” sapaku pada Bosku yang pagi itu datang dengan kondisi berbalut penyangga leher; yang disambut Bosku dengan cerita panjang lebar penyebab balutan dilehernya, bagaimana saat liburan akhir minggu disuatu daerah pariwisata, ternyata motor yang ditumpangi bersama rekannya, terpelanting ditikungan dan terseret di jalanan berpasir dan akibat peristiwa itu, salah urat pada leher membuatnya sulit untuk digerakkan dan harus dirawat dua hari dirumah sakit tempatnya berlibur.

    Saat ia bercerita, aku teringat anak kami yang sedang melanjutkan kuliahnya didaerah yang sama, yang juga mengendarai motor sebagai alat transportasinya; yah, hanya do’a kami sebagai orang tua yang selalu kami panjatkan kepada Alloh SWT agar anak kami selalu selamat dalam lindunganNya dan dijauhi dari segala musibah.

    Jam-jam sibuk hari itupun berlalu, sambil beranjak pulang aku lantunkan dalam hati do’a-do’a kepada Alloh, mohon perlindunganNya; do’a itu berlanjut saat bus yang kutumpangi dari arah belakang bergerak lambat, beriringan dengan kendaraan lainnya, karena jam yang sama, semua orang berpacu menuju ketempat tinggal masing-masing.

    Walau bus penuh penumpang, Alhamdulillah, Alloh berikan aku rizki tempat duduk untuk melepas lelah; saat itu posisi dudukku berada di deretan belakang, maka dengan leluasa aku dapat melihat apa yang terjadi di depanku; Diantara penumpang yang kuperhatikan, ada dua anak yang terlihat seperti kakak-beradik berdiri tidak jauh dari tempatku duduk; si adik dengan posisi jongkok sepertinya sedang menahan rasa sakit diperutnya, sedangkan sang kakak berdiri disebelahnya seolah tidak begitu peduli dengan kondisi si adik.

    Sekian menit bus berjalan, aku perhatikan kondisi si adik semakin meringis,pucat, menahan sakit; membuat hati ini tergugah, maka dengan tidak mempedulikan reaksi penumpang lain, aku bertanya “Adik sakit perut ya?”.. ternyata menjawab si kakak “iya tuh Bu, mules, masuk angin barangkali”..

    Tanpa berfikir panjang, dengan cepat aku cari uang dua puluh ribuan yang sudah aku bayangkan dan niatkan untuk aku berikan pada mereka sejak tadi, lantas aku ulurkan pada si kakak “kalau nanti sampai, bisa tolong belikan obat masuk angin dan makanan untuk adikmu”, sang kakak dengan sigap mengiyakan.

    Setibanya bus diterminal, dengan tergesa-gesa semua penumpang berhamburan keluar, begitu juga dengan kedua kakak-beradik tersebut; kuperhatikan dari jauh bagaimana si adik langsung menuju ke wc umum, sedang si kakak ke arah pedagang; sedangkan aku, melanjutkan langkahku mencari kendaraan umum yang akan membawaku menuju rumah; saat itu jam menunjukkan pukul 16.30, dan entah mengapa, saat berada dalam kendaraan tersebut, tiba-tiba airmata ini bercucuran tanpa bisa dicegah, saat itu, terbayang  anak-anak kami –yang sepertinya- usianya tidak jauh berbeda dengan kakak beradik yang aku temui tadi; bedanya anak bungsuku dirumah, sedang sang kakak jauh di daerah.

    Akhirnya, alhamdulillah, sampailah aku dirumah, dengan mengucap salam, aku masuki rumah, kupeluk si bungsu, kemudian kulanjutkan dengan aktifitasku sebagai ibu rumah tangga. Selang beberapa menit sebelum adzan maghrib, telpon rumahku berdering, aku fikir, mungkin dari suamiku yang akan minta izin akan pulang setelah sholat maghrib di kantornya; ternyata dari seberang sana terdengar suara tersendat-sendat  “Bunda,…a..a.. aku.. ba..ru..ja.. tuh..dari motor…ta..pi..ga’..papa..koq’..” wah!…itu suara si sulung,anak kami, merintih seperti menahan sakit; dengan paniknya aku menjawab..”Mas, bagaimana kondisinya, dimana jatuhnya.., apa yang sakit, nak”…dg perlahan anakku menjawab  “Bunda.. ga’ usah panik, aku sudah ditolong temanku dibawa ke dokter, alhamdulillah ..Cuma mata kakiku yang lecet, motorku terpeleset ditikungan jalan yang banyak pasirnya”…

    Subhanalloh…

    Silih berganti terbayang dibenakku, bagaimana peristiwa yang menimpa bosku dengan kondisi yang sama dan terbayang juga kondisi kakak beradik di bus sore ini.. Airmata ini berurai tak terbendung…cepat-cepat aku tanyakan “jam berapa kejadiannya, anakku?”…”kira2 jam 17.30-an tadi, Bun” ujar anakku..

    MasyaAlloh, dengan selisih perbedaan waktu setempat, ternyata takdir anakku jatuh dari motor berlaku di jam yang sama dengan linangan airmata ibunya dikendaraan umum tadi.

    Subhanalloh. .

    Dengan penuh kasih sayang seorang ibu, aku besarkan hatinya untuk selalu tegar dan menyuruhnya istirahat, minum obat, sambil mengingatkannya untuk selalu dekat dan berkomunikasi kepada Alloh dengan menjalankan segala perintahNya, do’a orang tua akan selalu mengiringi..”

    Malam itu, setelah semua kejadian dan hubungannya dengan sedekah yang diberikan dengan ketulusan hati membuahkan lebih ringannya akibat dari musibah yang Alloh takdirkan pada anak kami, aku ceritakan kepada suami dan si bungsu; dengan bersama-sama kami panjatkan do’a syukur kepada Alloh karena hanya dengan rahmat Alloh SWT anak kami Alhamdulillah sehat, selamat.

    Semoga Alloh jaga istiqomahnya ibadah kami untuk selalu berzakat dan sedekah karena Alloh semata, amiin ya Robbal ‘alamiin.

    ***

    Eramuslim.com

    Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

     
  • erva kurniawan 9:09 pm on 17 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Motor Curian dalam Al-Qur’an? 

    pencuri motorby Bang DEPOY

    ***

    Terdengar keras pintu masuk dibanting kuat-kuat. Mendengar itu Bu Dedeh bertanya-tanya dalam hati: “Siapa gerangan itu?”

    Ternyata Tabrani, anaknya yang baru pulang dari kantor.

    “Kenapa Sep? Kok kamu kelihatan gusar begitu? Apalagi , apa gak malu didengar tetangga, pintu itu kamu banting keras-keras? ”

    “Maaf Bu. Aku kena musibah. Motorku dicuri orang di kantor. Semua orang di kantor dan petugas satpam juga tidak tahu menahu. Aku sudah lapor polisi terdekat, walau tahu itu percuma. Aku benar-benar kalut saat ini. Apalagi kreditannya belum selesai. Aduhhh! harus cari di mana yah!!??? Sepertinya aku benar-benar ingin menghabisi orang yang curi motorku itu, jika beruntung ketemu nanti. Awasss!!!” cerita Tabrani tak ada ujungnya.

    Ibunya melihat kegusaran anaknya berlebihan. Ingin rasanya memeluk dan mengelus dadanya. Namun ia pikir, saat ini ia tidak bisa menghadapi anaknya dengan tenang. Untuk apa menghadapi sebuah batu.

    “Coba kamu cari motormu di Al Qur’an!” seru ibunya sambil berlalu kembali ke kamarnya, sambil berharap ada air yang bisa menghancurkan batu itu.

    “Ibu ngomong apa seh? Tidak bisa lihat aku lagi kesal apa? Kok bisa-bisanya ngelantur seperti itu.” bisik hati Tabrani panas membara.

    ***

    Beberapa hari kemudian, Tabrani keluar kamar dengan tampak cerahnya. Lalu ia menghampiri ibunya, sambil menyematkam ciuman sayang didahi perempuan tua itu.

    Leila adiknya yang berada di situ hanya terheran-heran. “Ketemu jodoh kali?” bisik otaknya.

    “Terima kasih ya Bu! Sudah menjadi ibu yang terbaik, terbaik dari segala perempuan!”

    “Gombal! Kamu kenapa seh?” tanya Bu Dedeh yang masih memerah pipinya.

    “Aku sudah menemukan motorku!”

    “Oh yah? Alhamdulillah! Ketemu di mana?”

    “Ya di Al Qur’an lah Bu. Khan ibu yang bilang.”

    Bu Dedeh tersenyum cerah.

    “Motor? Di Al Qur’an? Emang bisa? Di mana?” tanya Leila.

    “Di ayat-ayat kesabaran, di ayat-ayat keikhlasan, di ayat-ayat bahwa harta itu hanya pinjaman. bukan milik kita, tapi milik Allah!” jawab Tabrani sambil tersenyum kepada adiknya.

    “Ooo gitu toh! Baguslah! Aku udah lama khawatir dengan keadaan Aa.”

    “Iya La! Jangankan motor, kamu dengar tidak berita di teve kemarin. Ada orang yang membunuh penjual pulsa, lantaran pulsa yang ia beli tidak kunjung masuk. Padahal pulsa itu hanya seharga Rp. 10.000,-. Tapi bisa mengubah orang jadi ganas dan lupa diri. Makanya kita harus belajar bersabar dan ikhlas! Apalagi hidup di negara ini yang terasa semakin sempit saja.” kata Bu Dedeh kepada anak-anaknya yang tercinta.

    Tabrani dan Leila mengangguk paham.

    ***

    Daarut tauhid

     
    • Nank 5:11 pm on 30 Agustus 2009 Permalink

      bagus juga toh ceritanya! lanjutkan terus kreatisi nya, aku tunggu hasil karyanya. Ok?

    • tris 1:35 am on 20 Juni 2010 Permalink

      Subhanallah……..

  • erva kurniawan 8:51 pm on 16 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Matematika Gaji dan Logika Sedekah 

    sedekah 3oleh: Abdul Muttaqin

    **

    Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar.

    Kami bertemu dalam satu forum pelatihan profesi keguruan yang diprogram sebuah LSM bekerja sama dengan salah satu departemen di dalam negeri. Tapi, saya justru mendapat banyak pelajaran bernilai bukan dari pelatihan itu. Melainkan dari pria ini.

    Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan. Karena penampilannya rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak seperti yang saya duga, Mas Ajy berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh dari mapan. Sungguh kontras kenyataan hidup yang dialaminya dengan sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas saya lihat dan saya pahami dari beberapa kali perbincangan yang kami bangun.

    Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi dan memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu sekolah dengan sekolah lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami masing-masing. Hampir tidak ada perbedaan mencolok.

    Kami sama-sama “guru” yang “katanya” pahlawan tanpa tanda jasa. Yang membedakan sangat mencolok antara saya dan Mas Ajy adalah sikap hidupnya yang amat berbudi. Darinya saya tahu hakikat nilai di balik materi.

    Penghasilannya sebulan sebagai guru kontrak tidak logis untuk membiayai seorang isteri dan dua orang putra-putrinya. Dia juga masih memiliki tanggungan seorang adik yang harus dihantarkannya hingga selesai SMA.

    Sering pula Mas Ajy menggenapi belanja kedua ibu bapaknya yang tak lagi berpenghasilan. Menurutnya, hitungan matematika gajinya barulah bisa mencukupi untuk hidup sederhana apabila gajinya dikalikan 3 kali dari jumlah yang diterimanya.

    “Tapi, hidup kita tidak seluruhnya matematika dan angka-angka. Ada dimensi non matematis dan di luar angka-angka logis.”

    “Maksud Mas Ajy gimana, aku nggak ngerti?”

    “Ya, kalau kita hanya tertuju pada gaji, kita akan menjadi orang pelit. Individualis. Bahkan bisa jadi tamak, loba. Karena berapapun sebenarnya nilai gaji setiap orang, dia tidak akan pernah merasa cukup. Lalu dia akan berkata, bagaimana mau sedekah, untuk kita saja kurang.”

    “Kenyataannya memang begitu kan Mas?”, kata saya mengiayakan. “Mana mungkin dengan gaji sebesar itu, kita bisa hidup tenang, bisa sedekah. Bisa berbagi.” Saya mencoba menegaskan pernyataan awalnya.

    “Ya, karena kita masih menggunakan pola pikir matematis. Cobalah keluar dari medium itu. Oke, sakarang jawab pertanyaan saya. Kita punya uang sepuluh ribu. Makan bakso enam ribu. Es campur tiga ribu. Yang seribu kita berikan pada pengemis, berapa sisa uang kita?”

    “Tidak ada. Habis.” jawab saya spontan.

    “Tapi saya jawab masih ada. Kita masih memiliki sisa seribu rupiah. Dan seribu rupiah itu abadi. Bahkan memancing rezeki yang tidak terduga.”

    Saya mencoba mencerna lebih dalam penjelasannya. Saya agak tercenung pada jawaban pasti yang dilontarkannya. Bagaimana mungkin masih tersisa uang seribu rupiah? Dari mana sisanya?

    “Mas, bagaimana bisa. Uang yang terakhir seribu rupiah itu, kan sudah diberikan pada pengemis “, saya tak sabar untuk mendapat jawabannya.

    “Ya memang habis, karena kita masih memakai logika matematis. Tapi cobalah tinggalkan pola pikir itu dan beralihlah pada logika sedekah. Uang yang seribu itu dinikmati pengemis. Jangan salah, bisa jadi puluhan lontaran doa’ keberkahan untuk kita keluar dari mulut pengemis itu atas pemberian kita. Itu baru satu pengemis. Bagaimana jika kita memberikannya lebih. Itu dicatat malaikat dan didengar Allah. Itu menjadi sedekah kita pada Allah dan menjadi penolong di akhirat. Sesungguhnya yang seribu itulah milik kita. Yang abadi. Sementara nilai bakso dan es campur itu, ujung-ujungnya masuk WC.”

    Subhanallah. Saya hanya terpaku mendapat jawaban yang dilontarkannya. Sebegitu dalam penghayatannya atas sedekah melalui contoh kecil yang hidup di tengah-tengah kita yang sering terlupakan. Sedekah memang berat. Sedekah menurutnya hanya sanggup dilakukan oleh orang yang telah merasa cukup, bukan orang kaya. Orang yang berlimpah harta tapi tidak mau sedekah, hakikatnya sebagai orang miskin sebab ia merasa masih kurang serta sayang untuk memberi dan berbagi.

    Penekanan arti keberkahan sedekah diutarakannya lebih panjang melalui pola hubungan anak dan orang tua. Dalam obrolannya, Mas Ajy seperti ingin menggarisbawahi, bahwa berapapun nilai yang kita keluarkan untuk mencukupi kebutuhan orang tua, belum bisa membayar lunas jasa-jasanya. Air susunya, dekapannya, buaiannya, kecupan sayangnya dan sejagat haru biru perasaanya. Tetapi di saat bersamaan, semakin banyak nilai yang dibayar untuk itu, Allah akan menggantinya berlipat-lipat.

    “Terus, gimana caranya Mas, agar bisa menyeimbangkan nilai matematis dengan dimensi sedekah itu?”.

    “Pertama, ingat, sedekah tidak akan membuat orang jadi miskin, tapi sebaliknya menjadikan ia kaya.

    “Kedua, jangan terikat dengan keterbatasan gaji, tapi percayalah pada keluasan rizki.

    “Ketiga, lihatlah ke bawah, jangan lihat ke atas.

    “Dan yang terakhir, padukanlah nilai qona’ah, ridha dan syukur.

    Saya semakin tertegun. Dalam hati kecil, saya meraba semua garis hidup yang telah saya habiskan. Terlalu jauh jarak saya dengan Mas Ajy. Terlalu kerdil selama ini pandangan saya tentang materi. Ada keterbungkaman yang lama saya rasakan di dada. Seolah-oleh semua penjelasan yang dilontarkannya menutup rapat egoisme kecongkakan saya dan membukakan perlahan-lahan kesadaran batin yang telah lama diabaikan. Ya Allah saya mendapatkan satu untai mutiara melalui pertemuan ini. Saya ingin segera pulang dan mencari butir-butir mutiara lain yang masih berserak dan belum sempat saya kumpulkan.

    ***

    Sepulang berjamaah saya membuka kembali Al-Qur’an. Telah beberapa waktu saya acuhkan. Ada getaran seolah menarik saya untuk meraih dan membukanya. Spontan saya buka sekenanya. Saya terperanjat, sedetik saya ingat Mas Ajy. Allah mengingatkan saya kembali:

    “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Terjemah QS. Al-Baqarah [2] 261)

    ***

    Eramuslim.com

     
    • yossy wahyu indrawan 5:43 pm on 18 Agustus 2009 Permalink

      Mas Ervan, terima kasih atas artikel tausyiahnya. Saya sering mengikuti artikel2 yang mas muat di blog sekaligus mengcopynya untuk saya simpan di komp kerja saya. mhn maaf apabila tidak mnt ijin seblmnya.

      terus tebar dakwah mas. smg Allah SWT senantiasa memberkahi stiap langkah mas, istri dan kita semua. Amien..

      pembaca,
      yossy wahyu indrawan

    • mila 9:22 pm on 24 Agustus 2009 Permalink

      makasih semoga amal ibadah kita diterima di sisiNya…

  • erva kurniawan 12:28 pm on 15 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Dua Jam, Dua Kali Lipat 

    siluet masjid 5Allah selalu menolong hambaNya, selagi sang hamba suka menolong saudaranya” (Muhammad Saw)

    **

    “Ma, tolong transfer uang satu setengah juta ke rekening adikku Arif ya…!” ucap Didik kepada Feny istrinya melalui ponsel. “Buat apa, Pa?!” tanya Feny. “Pokoknya kamu kirim saja ke rekening dia lewat sms banking. Hitung-hitung berbagi rezeki. Sepertinya sudah lama kita gak bantu Arif sekeluarga” jelas Didik.

    Didik yang sedang berada di atas mobilnya pagi itu tergerak untuk bersilaturahmi kepada Arif adiknya di kampung yang sudah lama tidak ia hubungi. Ingin sekali ia menelpon adiknya sekedar menanyakan kabar, namun ada sejumput rezeki yang ingin ia bagi kepada Arif yang menjadi seorang PNS di Semarang.

    Tak lama menunggu, hand phone Didik berbunyi menandakan ada sms masuk dari istrinya mengabarkan bahwa dana Rp 1,5 juta telah ditransfer ke rekening Arif.

    Didik membalas sms istrinya, lalu ia pun memutar telpon Arif untuk bersilaturahmi.

    **

    “Apa kabarmu, Dik?” tanya Didik kepada Arif. Perbincangan di menit-menit awal begitu akrab antara dua orang saudara kandung yang lama tidak bertemu sebab terpisah jarak. “Oh ya…, baru saja Feny istriku kirim dana satu setengah juta rupiah buat keponakan-keponakan ku di Semarang. Silakan dicek apa sudah sampai?!” jelas Didik. “Subhanallah, Alhamdulillah! Terima kasih, Mas. Saya gak ngerti harus ngucap apa ya…?” sambut Arif. “Memangnya kenapa, Rif?” tanya Didik. “Subhanallah. .. sudah beberapa hari ini saya bingung mau ngutang kemana untuk bayar sekolah Danu. Dia diterima di SMP Negeri, tapi uang pendaftarannya Rp 1.5 juta. Kemana-mana saya cari utangan, gak dapat-dapat. Tapi Alhamdulillah rupanya Allah gerakkan hati mas Didik padahal saya belum cerita tentang hal ini.”

    Dalam hati, Didik merasa kagum atas skenario Allah ini lalu ia menambahkan, “Sudahlah, itu rupanya sudah Allah atur. Mudah-mudahan dana itu berguna untuk pendidikan Danu!”

    Pembicaraan kedua saudara itu berakhir dengan kalimat syukur dan terima kasih yang berulang-ulang dari Arif. Padahal, Didik pun turut bersyukur kepada Allah Swt Sang Maha Pengatur yang sudah menggerakkan hatinya dan Feny untuk mudah membantu keperluan Arif sekeluarga yang sedang dirundung masalah.

    “Segala puji bagiMu, ya Allah!” gumam Didik

    **

    Hari itu Didik hendak memenuhi sebuah undangan rapat di kantor rekanan tentang proyek pipanisasi gas yang akan dibangun. Sebagai seorang pengusaha pemilik perusahaan Oil & Gas yang berkiprah belasan tahun, saran dan analisa Didik amat dibutuhkan.

    Dalam rapat tersebut Didik mendapatkan porsi untuk menjelaskan hal-hal teknis yang pernah ia jumpai di lapangan dalam hal sedemikian. Semua statementnya dicatat oleh seluruh yang hadir di ruangan itu. Hampir 1 jam ia bicara, dan setelah ia memaparkan penjelasannya dan ditambah dengan sedikit diskusi Didik pun berpamitan untuk meninggalkan ruangan rapat karena ada acara yang harus ia hadiri.

    **

    Didik bergegas meninggalkan ruang rapat di kantor rekanannya itu. Terdengar oleh telinga Didik ada hak sepatu wanita di belakangnya yang berlari cepat seperti mengejar sesuatu. Benar saja, rupanya wanita itu kini sudah berada di sisi Didik. “Maaf pak Didik saya Amel. Boleh saya minta tanda tangan pak Didik?!” “Tanda tangan untuk apa, Mel? ” Didik bertanya. “Ini ada uang kehadiran rapat yang boss titipkan kepada saya untuk pak Didik” jelas Amel.

    Didik pun menandatangani sebuah kwitansi berwarna hijau yang tertera nominalnya Rp 3 juta. Setelah kwitansi itu ditandatangani, maka Amel pun menyerahkan selembar amplop yang berisi cek senilai Rp. 3 juta.

    **

    Kini Didik sudah berada di atas mobilnya. Hatinya berbunga-bunga dan segera ia menelpon istrinya. “Ma…, ingat gak 2 jam lalu aku memintamu transfer satu setengah juta ke rekening Arif. Subhanallah, dalam tempo dua jam itu, Allah langsung membalas 2 kali lipat dari sedekah kita!!!”

    Feny pun berkali-kali berucap hamdalah tanda syukur. Pagi itu Didik & Feny menyaksikan sebuah janji Allah yang nyata bahwa perniagaan di jalan Allah sedikit pun tidak mendatangkan kerugian, akan tetapi malah bertambah, bertambah dan bertambah!

    Saya yakin Anda juga pernah merasakannya.

    ***

    Penulis: Bobby Herwibowo

    Sumber: Daarut Tauhid

     
    • reeza 9:59 pm on 6 Mei 2010 Permalink

      Subhanallah.. Bahkan aku medapatkan 10x lipat dlm hari itu jg. Allah Maha Besar

  • erva kurniawan 12:07 pm on 14 August 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Jangan Bilang “Terserah Allah” 

    Taj CompoundSeandainya Rasulullah berkata, “Terserah…” ketika Malaikat menawarkan diri untuk membalikkan gunung untuk ditimpakan kepada masyarakat Thaif yang telah menolak, menghina dan mendzalimi Rasulullah dan para sahabatnya, mungkin tidak ada orang beriman dari kota Thaif, dan cerita selanjutnya pun akan berbeda.

    Kalau Muhammad Rasulullah Saw kecewa dan marah, dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah dan malaikat-Nya untuk memberikan ganjaran yang setimpal –atau seberat-beratnya- kepada para penduduk yang membenci dan mencederainya, maka sejarah tentang keteladanan Muhammad tidak akan terukir indah. Sebab segala apa yang dilakukan Rasulullah, sejak dari kecil hingga besar, mulai dari diamnya, kata-katanya, duduk, berdiri dan jalannya, serta gerak-gerik sekecil apapun adalah kisah-kisah indah yang tak terpisahkan.

    Misalkan masyarakat Thaif benar-benar musnah setelah ditimbun gunung atas seizin Rasulullah, dan masyarakat di kota-kota lainnya melihat apa yang terjadi di Thaif itu, mungkin mereka yang sebelumnya terpesona dengan ajaran Islam akan mundur dan lari dari Islam. Yang semula memuji akhlak Muhammad, akan mencibir dan tak lagi mau menjadi pengikutnya, menyelami dan mengamalkan ajarannya.

    Muhammad memang manusia pilihan, dan pilihan Allah tidak pernah salah. Ketika Thaif menghujaninya dengan batu hingga ia terluka, bahkan malaikat yang konon tak memiliki perasaan pun bisa marah hingga menawari Muhammad untuk membalikkan sebuah gunung ke masyarakat Thaif, Muhammad menolaknya, “Mereka hanya belum tahu…” ini jawaban dari lidah yang senantiasa terperlihara indah itu.

    Nabi Allah yang terkenal karena kemuliaan hati dan akhlaknya itu tak sedikitpun marah, apalagi menaruh dendam atas penolakan dan penghinaan yang diterimanya. Padahal, kalau ia mau, orang yang meludahinya bisa saja tiba-tiba tidak bisa bicara, atau putus lidahnya. Kemudian orang yang menghina mulutnya penuh borok yang tak kan pernah sembuh seumur hidup. Batu yang diarahkan ke dirinya berbalik mengenai yang si pelempar, yang menendang kakinya lumpuh, bahkan sekadar memeloti saja bisa buta.

    Muhammad bisa bilang, “Ya Allah, dia mengejek saya, cabut nyawanya sekarang” maka matilah orang itu. Bisa juga Muhammad berdoa, “Ya Allah, siapapun yang menolak saya, putuskan rezekinya”, atau doa, “Orang ini tak menerima ajaran Islam, bahkan menghasut orang lain untuk menolaknya, buatlah ia miskin ya Allah”. Atau setidaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, “Terserah Engkau ya Allah akan ditimpakan musibah jenis apa mereka yang telah menghina agama-Mu…”

    Tapi fasilitas itu tidak diminta oleh Muhammad, karena ia tahu masyarakat akan semakin menolak dan membencinya. Dakwah Rasulullah justru berhasil dengan kemuliaan akhlak dan tutur kata. Keindahan perilaku Muhammad berbuah manis dengan diterimanya Islam di kemudian hari.

    Bedanya dengan kita, diejek teman tidak cukup balas mengejek, ditambah memukul plus sebaris sumpah, “Saya sumpahin mulutmu sobek…”. Ada teman yang mengambil makanan di meja tanpa izin, si pemilik berucap, “Yang makan makanan saya perutnya buncit seumur hidup”. Pernah juga kita mendengar, “Saya sumpahin tertabrak kereta itu orang,” dari mulut orang yang baru saja kecopetan. Ketika didzalimi, kemudian kita menangis dan meminta bantuan Allah, “Ya Allah, hukumlah seberat-beratnya orang ini…”. Cerita lain, “dia sudah menyakiti saya selama bertahun-tahun, kebahagiaan saya adalah kalau melihat dia sengsara seumur hidup…”

    Maka tak heran banyak fenomena yang menjadi pelajaran berharga bagi kita, ada orang yang selama berhari-hari sebelum meninggal berteriak kepanasan lantaran mencaplok hak orang lain secara semena-mena, dan baru meninggal kemudian setelah orang bersangkutan datang dan memaafkannya. Ada anak terlahir tidak bisa bicara karena ibunya pernah menghina saudaranya, dan saudaranya pernah berucap, “Saya tidak ikhlas dihina, saya doain semua keturunan kamu nggak bisa ngomong…” dan masih banyak kejadian lainnya.

    Doa orang yang didzalimi tidak ada batas, bisa langsung terijabah. Hati-hati dengan doa yang diucapkan ketika kita marah dalam keadaan terdzalimi, perselisihan yang semestinya bisa diselesaikan dalam waktu beberapa hari, bisa berkepanjangan akibat sumpah dan doa buruk dari kita. Rasulullah mencontohkan dua hal; maafkan dan doakan untuk kebaikannya. Tidak perlu merasa rugi mendoakan kebaikan untuknya, Insya Allah kita mendapatkan lebih banyak kebaikan dari yang ia terima. Semoga kita bisa meneladani beliau. (gaw)

    ***

    Penulis: Bayu Gawtama

    Sumber: Daarut Tauhid

     
    • ichek 1:19 pm on 1 September 2009 Permalink

      Astaghfirullah hal adzim…
      Ampuni aku ya Allah, atas kekhilafanku yang sering mengucapkan kata2 itu…

    • amalia 2:35 pm on 12 November 2009 Permalink

      ijin share yah

  • erva kurniawan 11:58 am on 13 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: hikmah malu, malu   

    Hikmah Rasa Malu 

    PALESTINIANS-ISRAEL/SWAP

    Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut. Orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkiri segala bentuk kejahatan. Sebaliknya, yang tidak memiliki rasa malu berarti ia akan dengan tenang melakukan kejahatan, tidak peduli omongan, bahkan, cercaan orang lain. “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,” begitu mottonya.

    Islam menilai, watak malu itu merupakan bagian dari iman. Dengan demikian, orang yang tidak mempunyai rasa malu adalah orang yang hilang imannya. Orang hidup bermasyarakat sudah tentu harus mendengarkan apa kata masyarakat tentang dirinya. Masyarakat tak pelak lagi sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan anggotanya. Masyarakat pula yang berhak mengoreksi apa-apa kelakuan yang tidak baik atau tak pantas anggotanya. Bagi yang tak punya malu, omongan atau koreksi masyarakat akan dianggapnya angin lalu.

    Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.

    Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, yang dapat diambil sebagai pelajaran dari para nabi terdahulu ialah, apabila kamu sudah tidak mempunyai perasaan malu maka berbuatlah semaumu;” riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Itu berarti, orang yang demikian sulit untuk mau mawas diri, meski berhadapan dengan umpatan dan kecaman orang banyak pun.

    Berdasar riwayat Ibnu Umar, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, bila berkehendak menjatuhkan seseorang maka Allah cabut dari orang itu rasa malunya”. Ia hanya akan menerima kesusahan dari orang banyak yang marah kepadanya. Melalui ungkapan kemarahan itu, hilang pulalah kepercayaan orang kepadanya. Bila kepercayaan kepadanya sudah hilang maka ia akan jadi orang yang khianat. Dengan menjadi khianat maka dicabutlah kerahmatan dari dirinya. Bila rahmat dicabut darinya maka jadilah ia orang yang dikutuk dan dilaknati orang banyak. Dan bila ia menjadi orang yang dilaknati orang banyak maka lepaslah ikatannya dengan Islam.

    ***

    Sumber: Republika

     
  • erva kurniawan 11:52 am on 12 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Nikmat yang Terlupakan 

    tetesan air“Fabi ayyi ‘ala ‘irabbikuma tukazzibaan” kata Allah beberapa kali dalam surat Ar Rahman. Ada banyak nikmat Allah yang tidak bisa kita hitung tapi bisa kita rasakan, dan adakalanya nikmat itu baru bisa terhitung ketika kita berhenti merasakannya. Pak Sarmili sering berangan-angan memilki uang banyak, penghasilannya yang didapat saat ini dinilai masih kurang. Sebenarnya walaupun hidup dalam kesederhanaan Pak Sarmili bukan termasuk dalam orang yang kekurangan, bahkan dengan pekerjaan nya sebagai petugas kebersihan di Sekolah Dasar Negeri, Pak Sarmili bisa menyekolahkan ketiga anaknya.

    ” Seandainya saya mendapat uang seratus juta, mungkin cerita hidup saya agak sedikit berbeda ” kata Pak Sarmili yang memandang kosong kedepan penuh dengan khayalan. Diantara jama’ah masjid Pak Sarmili termasuk orang rajin beribadah dan pandai bersosialisasi diantara masyarakat.

    Ketika hendak mengantarkan anaknya yang bungsu kesekolah, Pak Sarmili di tabrak mobil sedan milik anak seorang pengusaha yang baru belajar mengendarai mobil. Anak bungsunya hanya cidera kecil tetapi Pak Sarmili terkena luka cukup parah di kepala , bahkan matanya mengalami luka cukup serius. Memang segala biayai pengobatan di tanggung oleh pengusaha, ayah anak yang menabrak tersebut, tetapi ada luka yang tidak bisa sembuh yaitu kedua mata Pak Sarmili.

    Sebagai tanda bersalah dan keprihatinan pengusaha tersebut memberikan uang sebanyak seratus juta rupiah kepada Pak Sarmili diluar biaya pengobatan, dan biaya rawat inap dirumah sakit. Pak Sarmili hanya bisa menangis, Allah telah mengabulkan angan-angannya tetapi sebagai gantinya Allah mengambil sesuatu yang ketika dia ada dia jarang di syukuri sebagai nikmat.

    “Hal jazaa’ul ikhsani illal ikhsan , Fabi ayyi ‘ala ‘irabbikuma tukazzibaan” Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula, maka nikmat Tuhan manalagi yang hendak kamu dustakan” (QS 55:60-61)

    ***

    Sumber: David, Daarut Tauhid

     
  • erva kurniawan 11:27 am on 11 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: shalawat,   

    Dahsyatnya Shalawat 

    SHOLAWAT

    Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji.

    • Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri,
    • Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat,
    • Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin,
    • Seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.

    Sabda Nabi Muhammad Saw: “Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)

    Dalam ibadah sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang apabila kita lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila kita tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas budi.

    Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin mengucapkan doa untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah Saw yang telah mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang benderang, maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaan kita atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di alam jagad ini.

    Dalam ibadah-ibadah lain, Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah Swt menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini semakin menunjukkan bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad saw, tidak cuma sekedar ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi ibadah yang utama.

    Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman Allah Swt dalam al-Quran: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab 56).

    Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah Swt saja sang Pencipta jagad raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad Saw, dan juga para malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.

    Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad Saw.

    Nabi Saw bersabda: “Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allah”. (HR. Abu Daud)

    Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw? Ada beberapa riwayat dari hadist Rasulullah Saw, Atsar sahabat Radiallahu anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi mereka yang mau bershalawat.

    1. Shalawat membersihkan dosa. Sabda Nabi Saw: “bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah untukku wasilah”. Para sahabat bertanya: “apakah wasilah itu?” beliau menjawab: “derajat yang paling tinggi di sorga yang hanya seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya”.
    2. Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan. Sabda Nabi Saw: “barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)
    3. Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat. Sabda beliau Saw: “barangsiapa yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat dan 30 di dunia. (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal: 796)
    4. Terangkatnya derajat manusia. Sabda beliau Saw: “barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh kesalahan”. (HR. Nasai)
    5. Menjadikan doa cepat terkabul. Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)

    **

    Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi.

    Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: “Siapakah engkau?

    Semoga Allah mengampunimu. Sufyan menjawab: “Saya adalah sufyan ats tsauri”. Orang itu berkata: “seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan rahasiaku ini”.

    Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepalanya ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain. Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu menjawab: “apakah kamu tidak mengenal aku? Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat atasku”. Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih. (Dari Kitab: Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)

    **

    Begitu dahsyatnya balasan shawalat terhadap Nabi Saw. sehingga bagi siapapun yang mengucapkannya akan melibatkan Allah, para malaikat dan Nabi Muhammad Saw langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

    Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak menjawabnya lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari RahmatNya.

    Sabda Nabi: “Jibril datang kepadaku dan berkata: “wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia tidak diampuni dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah akan menjauhkan dari RahmatNya. Aku menjawab: “amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah satu diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab: “Amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang disebutkan namamu (muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku mengucapkan “Amin”. (HR. Ibnu Hibban).

    Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, disaat kita senggang, disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat kapanpun, dimanapun selagi kita mampu.

    Jangan lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah melupakan seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu Nabi Muhammad Saw. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju sorga. “barangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah keliru dari jalan ke sorga” (HR. Ibnu majah).

    ***

    Ustadz Abdul Rahim Yunus, MA

     
    • Annisa 8:22 am on 13 Agustus 2009 Permalink

      Subhanallah.. indahnya bila kita dpt sll bersholawat untuk nabi kita tercinta..
      Ya.. Allah jadikanlah kami semua termasuk hamba2mu yg shaleh dan dpt selalu bersholawat kpd Nabi Muhammad SAW..agar mendapat syafaatnya kelak.. jadikanlah kami orang2 yang beruntung.. amiin..

      Allahumasholli ala Muhammad wa’ala ali Muhammad..

    • Dry 10:13 am on 12 September 2009 Permalink

      Subhanallah!!!!!

    • Maulana Mufti 4:06 pm on 15 Juni 2010 Permalink

      Assalamu’alaikum,

      Kita sebagai umat islam disuruh bershalawat kepada Rasulullah,

      Rasulullah juga sudah mengajarkan bagaimana cara kita bershalawat,

      Semua shalawat yang diajarkan oleh Rasulullah bisa dibaca ketika kita shalat, ketika membaca doa sewaktu tahiyat,

      Dan shalawat selain yang diajarkan oleh Rasulullah adalah hanya membawa kita kepada murka Allah, dan penyebab kita tidak bisa minum dari telaga rasulullah, karena itu adalah termasuk amalan yang tidak ada contohnya, terlepas siapapun yang membuat shalawat tersebut….

      bagaimana sih shalawat yang diajarkan Rasulullah?? bisa dibaca disini: http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/06/11/bagaimanakah-lafadz-cara-dan%c2%a0waktu%c2%a0untuk%c2%a0bershalawat/

      Dan janganlah kita menyampaikan suatu amalan ibadah yang tidak ada contohnya dari Rasulullah, sebab ancamannya sangat besar, karena sama aja dengan berdusta atas nama Rasulullah, bisa dibaca disini:

      http://aslibumiayu.wordpress.com/category/dusta/

      Sudah selayaknya sebagai sesama muslim saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran,

      Mohon maaf sekiranya nasehat saya ini kurang berkenan dihati anda,…..

      Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

  • erva kurniawan 10:41 am on 10 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: plug in al quran   

    Plug In Al Qur’an pada Microsoft Word 

    Al Quran Plug In

    Program ini akan menambah menu baru “Al Quran” pada aplikasi Microsoft word. Anda dapat menambahkan ayat-ayat Al Quran dan/atau terjemahan dalam berbagai bahasa pada tulisan anda dengan mudah.

    Bagi yang membutuhkan Al Quran Plug in untuk MS-Word, dapat mendownload pada link sebagai berikut:

    http://myquran.org/msword/

    Cara Instal Plug in:

    1. Download core setup (dalam bentuk zip file), cukup 1 (satu) yang dipilih, misalnya: untuk terjemahan Bahasa Indonesia “Indonesia translation included (1,076 Kb)”.
    2. Ekstrak kemudian install program tersebut.
    3. Download tambahan bahasa terjemahan, bisa lebih dari 1 sesuai kebutuhan.
    4. Ekstrak ke dalam folder C:\Program Files\Common Files\Quran_in_Word

    ***

     
    • Moch. Soleh 7:30 pm on 20 Agustus 2009 Permalink

      Terimakasih banyak atas segala informasinya, semoga Allah memberikan pahala pada anda, dan semoga kita dipersatukan di Surga nanti, Aamien yaa robbal alamien.

    • lisa 2:51 pm on 22 September 2011 Permalink

      sangat bermanfaat . terimakasih.

  • erva kurniawan 10:22 am on 9 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Kalaulah Bukan Karena Allah Menutup Aib-aib Kita 

    hujanPada zaman Nabi Musa `alaihis salam, bani Israel ditimpa musim kemarau yang berkepanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka. Mereka berkata, “Ya Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami.” Maka berangkatlah Musa `alaihis salam bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh penuh debu, haus dan lapar.

    Nabi Musa berdoa, “Ilaahi! Asqinaa ghaitsak…. Wansyur `alaina rahmatak… warhamnaa bil athfaal ar rudhdha’… wal bahaaim ar rutta’… wal masyaayikh ar rukka’…..”

    Setelah itu langit tetap saja terang benderang, matahari pun bersinar makin kemilau. (maksudnya segumpal awan pun tak jua muncul).

    Kemudian Nabi Musa berdoa lagi, “Ilaahi … asqinaa….”

    Allah pun berfirman kepada Musa, “Bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedangkan di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat sejak 40 tahun yang lalu. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Karena dialah, Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian.”

    Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, “Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun, keluarlah ke hadapan kami, karena engkaulah hujan tak kunjung turun.”

    Seorang laki-laki melirik ke kanan dan kiri, maka tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia, saat itu pula ia sadar kalau dirinyalah yang dimaksud.

    Ia berkata dalam hatinya, “Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbuka rahasiaku. Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun.”

    Maka hatinya pun gundah gulana, air matanya pun menetes, menyesali perbuatan maksiatnya, sambil berkata lirih, “Ya Allah, Aku telah bermaksiat kepadamu selama 40 tahun, selama itu pula Engkau menutupi `aibku. Sungguh sekarang aku bertaubat kepada Mu, maka terimalah taubatku.”

    Tak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebal pun bermunculan, semakin lama semakin tebal menghitam, dan akhirnya turunlah hujan.

    Musa pun keheranan, “Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia.” Allah berfirman, “Aku menurunkan hujan kepada kalian oleh sebab hamba yang karenanya hujan tak kunjung turun.”

    Musa berkata, “Ya Allah, Tunjukkan padaku hamba yang taat itu.”

    Allah berfirman, “Ya Musa, Aku tidak membuka `aibnya padahal ia bermaksiat kepada-Ku, apakah Aku membuka `aibnya sedangkan ia taat kepada-Ku?!”

    ***

    (Kisah ini dikutip dari buku berjudul “Fii Bathni al-Huut” oleh Syaikh DR. Muhammad Al `Ariifi, hal. 42)

     
    • imung 12:47 pm on 10 Agustus 2009 Permalink

      Permisi , ikut menyebar-luaskan …. tks

    • fazrie 2:18 pm on 11 Agustus 2009 Permalink

      Allahu Akbar..

    • Si Jawir 4:59 pm on 28 Agustus 2009 Permalink

      subhanallah… izin share ya ?!

    • ageng 1:05 am on 31 Agustus 2009 Permalink

      mas mau ikut menyebar luaskan,,mohon ijinnya
      jazakallah

    • rera 2:26 am on 25 Oktober 2009 Permalink

      terimakasih banyak..

    • taufik hidayat 4:48 pm on 12 November 2009 Permalink

      dia maha satu…………..
      que sangat yakin itu …

      dan qu yakin dia kan ngasih yang terbaik

      buat tha…

    • aespe 10:05 am on 9 Juli 2010 Permalink

      ikut copy paste ya tuan buat di fb :)

      makasi

    • Sri Mulyati 7:42 pm on 6 Oktober 2010 Permalink

      subhanallah…..izin copi ya…buat di fbku lgi

    • widodo saputra 9:13 am on 15 Februari 2011 Permalink

      izin copas akh

    • Annisa Fajar Fadhilah 12:07 pm on 14 Juni 2013 Permalink

      Ijin copas…semoga bermanfaat

  • erva kurniawan 10:03 am on 8 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Ah..Dia Memang Selalu Lebih Baik 

    keledaiCerita refleksi diri ini telah memiliki berberapa versi mulai dari versi sang kodok sampai dengan sang keledai yang berakhir pada maksud dan tujuan yang sama. Di ceritakan bahwa sang keledai sering sekali mengeluh melihat nasibnya yang selalu di bedakan dengan tetangganya seekor kuda jantan hitam. Ketika berbelanja maka pastilah barang belanjaan di letakkan di punggungnya sementara sang majikan mengendarai kuda jantan tersebut. Begitupula dalam masalah makanan, suplemen khusus selalu di berikan kepada kuda jantan disampaing makan utama tentunya sementara si keledai hanya mendapat makanan alakadarnya yang menurut ukurannya sekedar penahan lapar.

    Si keledai sering sekali bermimpi menjadi kuda, menyandang pelana dan berpacu dengan gagah perkasa, tetapi ketika terbangun dia kembali meratapi nasib yang tidak berkesudahan. Suatu ketika terdengar kabar bahwa negeri di landa perang dan seluruh warga di wajibkan untuk turut serta membela negara tidak terkecuali sang majikan. Setiap laki-laki sehat berkumpul untuk di berangkatkan ke medan perang dengan berbagai macam perbekalan di perjalanan. Si keledai tetap diikut sertakan dengan jatah tugas seperti biasa yaitu pembawa perbekalan dan si kuda jantan hitam menemani sang majikan mempertaruhkan nyawa demi bangsa.

    Sesampainya dimedan laga si keledai di ikat di bawah pohon sedangkan seluruh rombongan berpacu menyambut kilatan pedang sang musuh, berbaur dalam deru anak panah dan teriakan kematian. Debu berterbangan menyelubungi para prajurit yang hampir menyamarkan antara kawan dan lawan. Setelah beberapa lama bertempur, tentara musuh berhasil di pukul mundur dan para prajurit berjaga di garis batas menunggu berbagai kemungkinan. Dari kejauhan sikeledai hanya bisa menyaksikan. Tetapi keledai tersebut tidak menemukan tuannya diantara para prajurit yang kembali ke pos peristirahatan. Kuda lain bercerita bahwa majikannya telah tewas di medan pertempuran beserta kudanya yang terkena anak panah.

    Raut wajah syukur mulai diperlihatkan si keledai bahwa dia tercipta sebagai mahluk yang kurang membanggakan jika dibawa ketengah pertempuran sementara keperkasaan sang kuda ternyata berakhir pada kematian pikirnya. Apa yang di pikirkan si keledai atau apa yang di pikirkan sang kodok (bagi yang telah membaca versi sang kodok) atau mungkin apa yang kita pikirkan sering terpaku pada apa yang ada didalam diri kita sendiri sementara sisi yang lain selalu terlihat lebih indah.

    Sifat qona’ah memang mulai jarang dilekatkan karena di anggap melunturkan semangat untuk ikhtiar. Padahal sifat qona’ah justru membentuk ke ikhlasan dan kesabaran atas pemberian Allah kepada kita tanpa harus menghilangkan sifat istiqomah untuk berikhtiar karena hasil dari ikhtiarpun merupakan rahmat Allah yang kita tidak tahu kapan dan berapa banyak kita akan memperolehnya. Itulah hidup penuh dengan segala resiko yang mesti kita jalani suka atau tidak suka.

    Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan Oprah Winfrey pembawa acara talk show terkenal dari Amerika bahwa resiko yang paling merugikan dalam hidup kita adalah bahwa kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berusaha sekuat tenaga menghidari resiko tersebut.

    ***

    Sumber: David, Daarut Tauhud

     
  • erva kurniawan 9:42 am on 7 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , menangis, takut kepada Allah   

    Airmata Keinsafan, Airmata Kebahagiaan 

    tearJika Muhammad bin Munkadir menangis, dia mengusap wajah dan janggutnya dengan airmatanya, lalu berkata, “Aku mendengar bahwa api neraka tidak akan membakar tempat yang terbasuh oleh airmata.”

    Hasan al-Bashri berkata, “Sungguh kedua mata ini menangis, meskipun ada hati yang bersaksi atas kebohongan keduanya. Dan jika seorang hamba menangis di tengah-tengah orang banyak, maka orang-orang yang ada di sekelilingnya itu akan dirahmati tangis hamba itu.”

    Ja’far bin Sulaiman adh-Dhab’i berkata, “Suatu ketika Malik bin Dinar memberi nasihat, maka dia mulai berbicara. Hausyab bin Muslim pun menangis, lantas Malik menepuk pundaknya dan berkata, “Menangislah wahai Abu Bisyr! Sesungguhnya kami mendengar kabar, bahwa seorang hamba akan selalu menangis hingga dia dikasihi oleh Tuhannya, maka dibebaskanlah dia dari api neraka.”

    Abdullah bin Sarraj berkata, “Suatu hari kita sedang berada di majelis al-Hasan, ketika itu dia sedang memberi nasihat. Dari pojok majelis terdengar dengan jelas suara tangis seorang lelaki. Maka al-Hasan berkata, “Wahai orang yang menangis, keraskanlah! Sesungguhnya kita telah mengetahui, bahwa seorang yang menangis karena takut kepada Allah akan menjadi orang yang dikasihi pada hari kiamat.”

    Hamzah al-A’ma berkata, “Suatu kali aku masuk rumah al-Hasan. Saat itu aku dapati dia sedang menangis. Pada kesempatan yang lain aku dan beberapa orang mendatanginya, kita pun mendapatinya sedang menangis. Terkadang aku datang pada saat dia sedang shalat, kemudian aku mendengarnya sedang menangis. Suatu ketika aku tanyakan hal ini kepadanya, ‘Wahai Abu Sa’id (panggilan al-Hasan), sungguh engkau orang yang banyak menangis?’ Maka dia pun menangis lagi, dan berkata, ‘Wahai anakku, lalu apa yang dapat dilakukan oleh seorang mukmin jika dia tidak menangis? Wahai anakku, sesungguhnya tangis adalah sebab turunnya belas kasih Allah. Jika engkau bisa menangis sepanjang umurmu, maka lakukanlah, semoga Allah melihatmu saat engkau menangis, lalu engkau dikasihi oleh-Nya karena tangisanmu itu, dan tanpa kau sadari, kau dapati dirimu telah selamat dari api neraka.”

    Abdu Rabbih bin Ubaid al-Azdi berkata, “Dulu kita pernah bersama Mu’awiyah bin Qurah. Lalu dia bercerita sedikit, maka seorang lelaki terdengar jelas sedang menangis di sisi majelis. Mu’awiyah berkata kepadanya, ‘Semoga Allah menjadikanmu kaya atas apa yang kau tangisi’. Setelah itu majelis penuh dengan tangisan.”

    Khalid bin Ma’dan berkata, “Tidak ada seorang hamba yang menangis karena Allah, melainkan anggota badannya menjadi khusyu’ karenanya.”

    Sahabatku, demi penyegaran batin kita, cobalah sesekali kita mengikuti acara muhasabah. Saat itu akan terasa keinginanmu untuk menangisi dosa-dosamu semakin kuat. Mendengar suara tangisan orang lain, engkaupun bertanya, mengapa orang itu menangis. Kemudian engkau dengarkan untaian kata-kata penuh hikmah yang disampaikan seorang penceramah. Engkau resapi. Engkau dalami. Engkau terpekik sadar. Hatimu remuk oleh rasa penyesalan yang mendalam. Akhirnya airmata meleleh membasahi pipi. Mulutmu berbisik, “Rabbighfirli. ..”

    Subhanallah! Ini bukan cerita tentang kesedihan, tetapi inilah kebahagiaan sesungguhnya. Ini bukan cerita tentang kesakitan, tetapi kesegaran! Ini bukan cerita tentang orang yang akan mati, tetapi banyak pemuda menangis juga! Bagaimana mungkin airmata keinsafan dipandang sebagai airmata kesedihan dan kesakitan, sedangkan orang-orang saleh dari dulu hingga sekarang telah mewarisi tangisan?

    Sahabatku, mereka adalah orang yang paling bahagia di dunia dan akhirat! Mereka adalah orang yang paling produktif beramal dan paling bersih hatinya. Justru orang-orang yang berakhlak buruk, jauh dari agama, adalah orang-orang yang sakit, gelisah dan keras hatinya.

    ***

    Daarut Tauhid

     
  • erva kurniawan 9:34 am on 6 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: air kencing, air seni, urine   

    Manfaat Air Seni Manusia 

    testing_urineOleh: Syaefudin*

    ***

    Hidayatullah.com – Air seni, air kencing, atau urin adalah nama yang semakna. Ia merupakan cairan sisa reaksi biokimiawi rumit yang terjadi di dalam tubuh. Meski zat buangan, urin manusia masih mengandung bahan kimia seperti nitrogen, fosfor, dan potasium. Bila menumpuk dan tidak dikeluarkan, maka akan menjadi racun yang malah membahayakan tubuh.

    Sebanyak 70% bahan makanan (nutrisi) yang dikonsumsi manusia dikeluarkan dalam bentuk air seni. Dalam setahun, seseorang dapat mengeluarkan air kencing kira-kira sebesar 500 liter. Jumlah ini setara dengan 4 kg nitrogen, 0.5 kg fosfor, dan 1 kg potasium. Ketiganya termasuk unsur penting dalam pertumbuhan tanaman.

    Pupuk Urin

    Walaupun terkadang berbau menyengat, air kencing ternyata membawa manfaat. Contoh penggunaan urin yang kini tengah berkembang adalah sebagai pupuk tanaman. Di beberapa negara, pupuk urin merupakan bagian dari program pemanfaatan limbah yang disebut Ecosan.

    Ecological Sanitation (Ecosan) diilhami oleh banyaknya permasalahan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan limbah rumah tangga seperti kotoran manusia. Dahulu, sebagian menganggap limbah tersebut tak berguna sehingga sering dibuang begitu saja. Namun, sebenarnya kotoran tersebut dapat diolah sedemikian rupa sehingga lebih berdaya guna. Di samping mampu menjaga kesuburan tanah, teknologi ini juga dapat membantu mewujudkan ketahanan pangan.

    Sejumlah negara sudah mulai menggalakkan program daur ulang limbah manusia ini. Sebut saja Cina, Zimbabwe, Meksiko, India, dan Uganda. Bahkan, beberapa negara Eropa juga turut serta dalam program ini, misalnya Jerman dan Swedia.

    Menurut Ian Caldwell dan Arno Rosemarin dari Stockholm Environment Institute, Swedia, penggunaan urin dan kotoran manusia sebagai pupuk adalah cara utama dalam menerapkan pertanian berkelanjutan. Lebih jauh lagi, hal tersebut dapat membantu tercapainya ketahanan pangan dan mendukung tersedianya nutrisi yang lebih baik.

    Sementara itu, penelitian air seni manusia sebagai pupuk juga telah dilakukan oleh MnKeni bersama teman-temannya dari Universitas Fort Hare, Afrika Selatan. Secara umum, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan urin sebagai sumber nitrogen sebanding dengan pupuk urea. Kendati demikian, hasil ini bergantung pada kepekaan tanaman yang dipanen terhadap kadar garam (salinitas) lahan tempat bercocok tanam. Oleh karenanya, perlu pengawasan dalam penggunaan pupuk air seni ini.

    Banyak Kelebihan

    Pupuk urin memiliki banyak keunggulan, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Dalam lingkungan, penggunaan pupuk ini memperbaiki penanganan kesehatan masyarakat. Penggunaan pupuk air seni juga mampu meningkatkan hasil panen sehingga taraf hidup masyarakat membaik. Dengan kata lain, air kencing dapat menurunkan angka kemiskinan.

    Salah satu masalah yang dikhawatirkan dari pemanfaatan pupuk jenis ini adalah rasa produk tanamannya. Logikanya, penggunaan air seni sebagai pupuk berkemungkinan mempengaruhi mutu hasil tanaman. Namun, permasalahan ini ditepis oleh penelitian Surendra K. Pradhan dan rekannya dari Universitas Kuopio, Finlandia.

    Mereka membandingkan penggunaan air kencing manusia sebagai pupuk kubis dengan pupuk buatan industri. Hasilnya, kemampuan pupuk urin sama dengan pupuk buatan industri pada dosis 180 kg N/ha.

    Bahkan pertumbuhan, biomassa, dan kandungan klorida tanaman sedikit lebih tinggi jika menggunakan pupuk air seni. Serangga yang biasanya ikut mati akibat penggunaan pupuk industri juga berkurang dengan menggunakan pupuk alami ini.

    Penelitian ilmuwan ini membuktikan bahwa air seni manusia dapat digunakan sebagai pupuk tanpa mengancam nilai kehigienisan tanaman yang berarti. Selain itu, rasa produk makanannya juga tak berkurang meski tanaman yang menjadi bahan bakunya diberi pupuk urin.

    Lidah Pengecap Air Seni

    Keberadaan air kencing manusia yang banyak mengandung zat sisa reaksi biokimiawi tubuh tak hanya dimanfaatkan sebagai pupuk. Cairan berbau ini juga mendorong peneliti untuk menciptakan lidah elektronik. Lidah yang terdiri atas bermacam sensor kimia potensiometrik tersebut digunakan sebagai pendeteksi kegagalan fungsi sistem urin dan kadar kreatinin.

    Kreatinin adalah hasil pemecahan kreatinin fosfat di dalam otot. Senyawa ini normal ada dalam urin, yakni sebesar 0.5-1 mg untuk perempuan, dan 0.7-1.2 mg untuk laki-laki. Namun, jumlah yang berlebih menandakan ada kerusakan dalam ginjal.

    Di samping dapat mengelompokkan contoh urin yang diteliti, lidah buatan juga mampu membedakan contoh urin orang sehat dengan yang mempunyai penyakit tumor kandung kemih. Dengan data analisis urin yang dihasilkan mungkin bisa mengetahui jenis tumornya, baik yang ganas maupun tidak ganas.

    Tanda Kebesaran Allah

    Air kencing manusia, ternyata bukan sekedar cairan tak berguna. Sederet manfaat dimiliki oleh cairan tersebut. Inilah satu lagi bukti kebesaran Allah. Sungguh, tiada yang sia-sia segala apa yang telah diciptakan-Nya tak terkecuali air seni.

    Oleh karena itu, sudah sepatutnya manusia bersyukur atas apa yang Allah berikan. Sejatinya, hanya Dialah yang mampu menjadikan barang hina seperti urin manusia, dapat berfungsi laksana pupuk dan pendeteksi penyakit. Ini karena Allah adalah satu-satunya Tuhan yang memiliki sifat Maha Pencipta dan Maha Mengetahui, sebagaimana firmanNya: “Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui”. (QS Al Hijr 15:86) (Syaefudin/www. hidayatullah. com)

    ***

    Penulis adalah Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor.

     
    • Annisa 9:29 am on 13 Agustus 2009 Permalink

      Segala puji bagi Allah…sepatutnyalah kita selalu bertasbih kepada-Nya.. Allahu Akbar..100 x

    • ubaidillah 12:39 pm on 4 September 2009 Permalink

      oke banget

    • wardah 8:32 pm on 9 November 2009 Permalink

      asslm..emg bener air seni dpt di jadikan pestisida tapi law boleh komentar ternyata menurut penelitian air seni berbahaya di bandingkan air seni hewan sebeb akan menyebebkan penyakit typoid,-2 kelamin n virus flu babi!maaf ini hy sekedar info

    • yuli 10:19 am on 10 Desember 2009 Permalink

      pak kan air seni itu kan najis,kalo diminum apa gak jadi najis toooo orang nyaa,,jadi jangan bersentuhan ama ank yang minum air senni

    • - 3:30 pm on 16 Desember 2009 Permalink

      kami melayani sedot wc/stp ,memperlancar saluran mampet se JAKARTA BOGOR DEPOK TANGERANG BEKASI Silahkan hubungi tlp=(021)74631310-(021)70492265

    • curie 1:25 pm on 16 Januari 2010 Permalink

      jadi kayak rantai makanan ya-.. perputaran yg bgus.

    • RILUK 1:52 pm on 17 Februari 2010 Permalink

      TOPLAH!

    • bintang_gatotkaca 3:44 pm on 4 Maret 2010 Permalink

      kalo soal air kencing dan kotoran hewan dari sisi ilmiah dan penelitian emang bermanfaat. kotoran manusia? (mungkin jijik kaleee ya menelitinya) jadi ga dibuat pupuk. heheheh mungkin udah ada yg dijadiin pupuk. nah kalo air seni manusia dijadikan pupuk ok deh. aku setuju. tapi air seni dijadikan obat dan diminum lagi??? meski ada penelitian air seni diminum yg bisa menyembuhkan penyakit?? wah namanya air seni ya tetep najis. itu kan yg neliti orang kafir ga percaya Al Quran dan Hadits. kalo orang Islam ya tetep najis. Setiap penyakit ada obatnya dan tentunya bukan dari barang najis. Ni fakta aja ibuku yg nekad minum air seninya sendiri juga ga sembuh dari penyakitnya. karena itu najis. Penyakit itu datang dari Allah dan kesembuhan juga dari Allah. Iktiar kita cari obatnya, tapi tidak lewat yg najis2. Justru air putih itu yang hebattt. teliti aja deh soal air putih ditambah doa2. ntar juga kaya air zamzam. atau kalo obat ya dari alam sekitar kita obatnya. air, tumbuh2an itulah obatnya.

    • ajuz 6:42 pm on 14 April 2010 Permalink

      Kl dilihat dr unsur najiz y najizlah
      Org yg minum berkelas…mmang menjijikan
      Tp TUHAN maha pengasih,sbnarnya kl
      Qt mau sembuh dr penyakit apapun
      Ttp berawal dr diri qt u/ mau sembuh

    • opiq 1:47 pm on 18 Juni 2010 Permalink

      Dear all,
      Dalam tayangan yang dirilis dari link koran Sinar Harapan ini:
      http://www.sinarharapan.co.id/berita/0801/19/sh04.html Tentang:
      *Siswa SMA Ubah Urin Manusia Jadi Pestisida*
      Berikut ini komentar saya:
      Di samping acungan jempol kepada para siswa SMAN 6 ini atas
      inisiatif-experimen tasi mereka tapi perlu diketahui dan diberithukan kepada
      mereka bahwa penggunaan limbah air kencing (dan tinja manusia) harus
      dilarang karena manusia adalah vektor yang efektif untuk penyakit-penyakit
      yang bisa menular kepada manusia lain. Jadi patut dicatat di sini bukan
      sekadar kadar ureanya yang kaya nitrogen tapi lebih bahaya PENULARAN
      PENYAKIT dari manusia ke manusianya. Karena manusia adalah vektor yang
      efektif untuk manusia lain. Beberapa penyakit yang mudah menular via kencing
      atau urine manusia contohnya: penyakit Typoid (Typus), Penyakit-2 kelamin
      atau Venereal Diseases (VD), penyakit-penyakit disebabkan virus, semua jenis
      virus yang kita kenal termasuk virus flu burung, flu babi, SARS de el el es
      be. Panjang daftarnya…
      Yang mau saya katakan adalah manfaat yang dihasilkan dari penggunakan air
      kencing manusia TIDAK SEBANDING dengan bahaya penyakit yang bisa
      ditularkannya. BAHAYA-nya TERLALU BESAR. Ini penting agar dipahami benar
      oleh anak-anak SMAN 6 ini sehingga tak kebablasan menjadi salah kaprah.
      Anak SMA yang Kreatif ini harus diarahkan untuk menggunakan urine atau air
      kencing sapi, kambing, kerbau, kelinci dan lain-lain sebagainya, dan jangan
      kencing babi karena sebagai vektor, babi punya banyak kemiripan dengan
      manusia sehingga penularan segala penyakit kepada manusia juga menjadi
      sangat mudah lewat babi. Untuk pengambilan urine dari binatang syaratnya
      adalah binatangnya harus sehat. Sapi tak boleh sapi diambil urinenya kalau
      menderita Antrax, madcow, sakit mulut dan kuku dllsb.
      para siswa SMAN 6 ini harus diberi-tahu dan penggunaan Urine manusia harus
      segera dihentikan. Guru pembimbing mereka seharusnya paham mengenai bahaya
      penggunaan Urine dan Tinja manusia, kalau mereka bisa diajarkan untuk untuk
      paham mengenai kandungan-kendungan aktif kunyit: kurkinoid yang terdiri atas
      polifenol, kurkumin, desmetoksikumin, bisdesmetoksikurkum in, minyak
      asiri/volatil oil, lemak, larbohidrat, protein, pati, vitamin C, garam-garam
      mineral (zat besi, posfor, dan kalsium).
      KOK TIDAK BISA MENJELASKAN BAHAYA PENULARAN PENYAKIT BERBASIS VEKTOR
      MANUSIA?
      Bagaimana bisa: Inovatif disatu sisi, tapi naif di sisi lain? Di mana
      peranan Guru pembimbing eksperimen ini? Jelas ini berbahaya?
      Semoga menjadi perhatian kita semua, jangan mentang-mentang organik lalu
      semua unsur yang patogenik (penyebab penyakit) juga dimasukkan tanpa ada
      seleksi. Gunakan nalar agar aman lingkungan dan sehat untuk kita semua.
      Semoga mencerahkan.
      Salam,
      Elias

      *Dr. Elias Tana Moning, BA Phil, M. Agr., Ed. D.
      Outreach International Bioenergy*
      Location: Jakarta, Indonesia

    • ardhy MAN 8:42 am on 29 Oktober 2010 Permalink

      bagaimana yach rasanya minum air kencing sendiri????

    • fikri 5:42 pm on 14 November 2010 Permalink

      MUSTAHIL

    • Dwi 1:06 pm on 29 April 2011 Permalink

      Saya ingin mengomentari *Dr. Elias Tana Moning, BA Phil, M. Agr., Ed. D.Outreach International Bioenergy*, jika anda berpendapat demikian, menurut anda bagaimana dengan manfaat Air seni yang dipakai untuk terapi pengobatan alternatif Terapi Auto Urine (artikel dari : http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2007/11/nikmatnya-minum-air-kencing-sendiri dan http://goo.gl/p5a5E buku karya Dr. Iwan T. Budiarso DVM, M.Sc.,Ph.D.,APU) dimana hal tersebut sudah banyak dibuktikan oleh beberapa orang yg menderita penyakit Jantung, Diabetes, Hepatitis Dll.

    • ahmad 3:29 pm on 3 Mei 2011 Permalink

      Kang… terima kasih banyak..
      ane mohon ijin untuk mencopynya
      Jazakallohu ahsanal jaza..

    • info-lomba.com 11:37 am on 10 September 2011 Permalink

      air seni disebut jg urin karena mengandung urea. Itulah mengapa bisa digunakan menjadi pupuk

    • nia 9:28 am on 26 September 2011 Permalink

      temenku ruti cuci muka pake air kencing pertamanya setiap pagi,.,. katanya sih hasilnya wajahnya bersih n kinclong. tp apa bener, air kencing kn kotoran yg seharusnya dibuang??

    • yulianto 9:31 am on 20 Oktober 2011 Permalink

      kalo menurut aq ALLAH menciptakan sesuatu tidaklah ada yang sia-sia dan manusia wajib menggali manfaat itu dengan benar jangan hanya berdasar napsu saja

    • aiko 5:35 pm on 15 November 2011 Permalink

      maaf buat yang menentang. limbah manusia kalo mau dijadikan pestisida atau pupuk harus diolah dulu. misalnya kalo mau bikin pupuk diambil bahan pupuk aja. kalo mau dijadikan pestisida ya diambil bahan pestisidanya aja. bahasa kerennya, diekstrak. kalo soal penyebaran penyakit bagi peneliti, pengguna maupun konsumen, pasti bisa diantisipasi cukup dengan pengamanan standar lab kimia . resikonya sama dengan kalo pake limbah ternak.
      menurut saya, ini hal positif. buat produsen pupuk atau pestisida jangan ngerasa kesaing ya? :)

    • yeni 6:11 am on 11 Desember 2011 Permalink

      najis tetap aja najis, kalau kamu mau masuk surga bersihkan dirimu dari najis.

    • miemo stw 6:19 pm on 27 Maret 2012 Permalink

      najis itu kalau diluar ,sebab baunya bisa mengganggu orang….tapi kalau kembali ke lingkungannya di usus kan nggak papa. Tuhan telah mencipta pasangan pasangan semuanya,baik dari apa yg ditumbuhkan oleh BUMI dan DARI DIRI MEREKA maupun APA YANG TIDAK MEREKA KETAHUI. Maaf tiap umat berhak menterjemakkan soal beda pendapat hanya Allah yg tahu ! Yg penting saya berniat mengamalkan firman Allah BUKAN melawan firman ! Menurut saya pasangan pasangannya bisa di terjemahkan ADA SAKIT ADA OBATNYA. Yg ditumbuhkan oleh bumi itu bisa jahe ,kencur,daun sirsak dll. sedang DARI DIRI MEREKA SENDIRI bisa kencing sendiri dan YANG TIDAK MEREKA KETAHUI itu kuasa Allah SWT.. Kloningpun bisa terjadi oleh ayat ini (36:36)…..saya dulu waktu remaja sampai berkeluarga rutin berobat ke Dokter tiap bulan ….dari dokter umum sampai spesialis…..Alhamdulillah dgn keyakinan ayat ini saya tiap pagi minum Cingri ( Kencing sendiri) sdh lebih dari 5 th dan 99,99% saya tak lagi menjadi langganan dokter. Sebelumnya saya pernah membaca di buku pengobatan Muslim (lupa pengarang dan penerbitnya) disitu ada hadist yg memuat bahwa Kencing Unta itu obat. Demikian pengalaman saya apabila anda tidak sepaham janganlah menjadi pertentangan. Bagimu pendapatmu Bagiku pendapatku. Aku tidak akan mengikuti pendapatmu dan Engkaupun tidak akan mengikuti pendapatku.

    • May 6:16 pm on 3 April 2012 Permalink

      Assalamu alaikum
      trima kasih atas infonya, itu semua brmanfaat bwt q

    • Rochimah Satuman 11:30 pm on 8 Agustus 2012 Permalink

      subhanallah trims.infonya

    • Rochimah Satuman 11:34 pm on 8 Agustus 2012 Permalink

      subhanallah.mkasih infonya

    • Awan Munawar 10:09 pm on 18 Oktober 2012 Permalink

      bagus banget tuh….saya punya yayasan dan kebun yang luas…air kencingnya ditampung…terus dicampur air dan diadukan dengan tanah,jerami atau sekam padi…dan hasilnyapun bagus sekalijadi sangat hemat…karena saya yakin air kencing anak-anak saya pada sehat….

    • Muhamad erros 3:23 am on 25 November 2012 Permalink

      Aq juga yakin akan hal itu

    • Muhamad erros 3:28 am on 25 November 2012 Permalink

      Dari pada minum obat yg ga tau asal usulnya apa itu di buat
      dr babi anjing bangkai tikus dll bisa juga obat kimia itu di buat dr bangkai manusia..mendingan urin kita minum

    • whie ciebouzahjoutek 9:07 pm on 22 Mei 2013 Permalink

      mkziih bnqet,,atz info’a

  • erva kurniawan 7:42 pm on 5 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: jujur, kejujuran   

    Jujur itu Indah 

    water lily 4“Pokoknya kita mesti cerai hari ini,” tukas sang istri kepada suaminya.

    “Kembalikan uang saya, saya tidak rela dengan barang cacat seperti ini,” sahut pembeli kepada penjual. “Tok..tok..tok. .” suara palu diketuk, hakim memutuskan bahwa si fulan bin fulan tersang ka kasus pendinginan uang. Dan masih seabreg kasus lainnya, terjadi di negri kita ini, disebabkan karena ketidakjujuran dalam mengemban amanah, bagaimanakah Islam menilai kejujuran..!

    Sejatinya seorang muslim adalah pengemban risalah dalam kehidupan, olehkarenanya hendak-lah bermuamalah dengan akhlaq yang mulia nan tinggi, dengannya niscaya jelaslah kemuliaan seorang muslim dari yang lainnya.

    Di antara akhlaq mulia yang semestinya menghiasi seorang muslim, namun kerap ditinggalkan, padahal dengannyalah seseorang merasakan hakikat cinta, dengan nya pula terbangun persahabatan yang sejati nan diridhoi.

    Akhlaq itu adalah jujur dalam berkata dan beramal, karenanya seorang muslim akan merasa tentram, dan menghantarkankan kepada kehidupan harmonis yang berakhir di jannatullah.

    Namun begitulah manusia, terkadang amalnya tidak sejalan dengan fitrah yang salimah (lurus), pemandangan ironi pun kerap terjadi, ya!.. tanggal 01 April dunia mengenalnya dengan [April Fools Day] yang di Indonesia akrab dikenal dengan April Mop [hari penghalalan ber bohong] innalillahi wainna ilaihi rajiun! inilah pembatalan syari’at yang sejalan dengan fitrah, sungguh agama Islam yang hanif ini memerintahkan hambanya untuk jujur, dan meninggalkan bohong.

    Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu bersama orang yang benar [jujur]” (QS. at-Taubah:119) , dalam ayat yang lain, “Agar Allah memberikan balasan kepada yang jujur karena kejujurannya dan mengazab orang munafiq jika ia menghendakinya.” (QS. al-ahzab: 24)

    Syaikh al-utsaimin rahimahullah berkata, “Itu semua menunjukkan bahwasanya kejujuran adalah perkara yang mulia dan akan mendapat balasan dari Allah, oleh karenanya wajiblah bagi kita untuk jujur, terbuka dan tidak menyembunyikan sesuatu karena basa-basi atau berdebat”

    Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran menghantarkan kepada kebaikan,dan sesungguhnya kebaikan menghantarkan kepada surga, dan apabila seseorang senantiasa berlaku jujur niscaya ia di tulis di sisi Allah Ta’ala sebagai seorang yang jujur, dan janganlah kalian berdusta karena sesungguhnya dusta menghantarkan kepada kejelekan, dan sesungguhnya kejelekan menghantarkan kepeda neraka, dan apabila seseorang senantiasa berlaku dusta niscaya ia di tulis di sisi Allah Ta’ala sebagai seorang pendusta.” (Muttafaqun ‘alaih).

    Lantas apakah hakekat kejujuran..? Syaikh al-utsaimin Ta’ala berkata, “Jujur adalah, selarasnya khabar dengan realita, baik berupa perkataan atau perbuatan.”

    Oleh karenanya kita katakan, apabila khabar (perkataan) selaras dengan kenyataan maka itulah kejujuran dengan llisan, dan apabila perbuatan badan selaras dengan hati maka itulah kejujuran dengan perbuatan.

    Maka, orang yang berbuat riya’, bukanlah orang yang jujur, karena dia menampakkan ketaatan tapi hatinya tidak demikian. Begitu juga orang munafiq, menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran. Demikian orang musyrik, menampakkan ketauhidan dan menyembunyikan peribadatan kepada selain Allah. Tak jauh beda dengan ahli bid’ah, menampakkan keta’atan dan pengikutan kepada rasul akan tetapi dia menyelisihinya.

    Maka, dari pemaparan di atas jelaslah akan kewajiban berlaku jujur dalam berbagai segi kehidupan, baik dalam konteks sebagai hamba yang berhubungan dengan sang Khaliq, ataupun dalam konteks sebagaimana layaknya manusia dengan sesamanya, seperti jujur dalam memegang amanah kepemimpinan, dalam jual beli, berumah tangga,ber patner dalam bekerja, baik di instansi pemerintahan ataupun swasta, dll. Sehingga tertutuplah pintu kecurangan, penipuan, kecemburuan, prasangka buruk, bahkan KKN sekalipun.

    Bahkan lebih dari itu, dalam canda dan tawapun kita dituntut untuk jujur, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Celakalah bagi orang yang berbicara kemudian berdusta agar manusia tertawa dengannya, maka celakalah kemudian celakalah.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh al-Albani.), oleh karena itu kita harus berhati-hati.

    Adapun buah dari kejujuran adalah, berikut ini; Bahwasanya ia menghantarkan kepada kebaikan yang bertepi di surga Allah Ta’ala, mendapat pujian dari Rabb semesta alam, selamat dari sifat munafiq yang selalu berdusta apabila bicara, mendapatkan kepercayaan dari sesamanya, terbentuknya kehidupan yang tentram dan selamat yang tiada penyesalan, Oleh karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tinggalkanlah yang membuatmu ragu kepada yang tidak ragu. Sesungguhnya jujur itu ketenangan, dan bohong itu keragu-raguan” (HR. at-tirmizi)

    Jujur dalam niat dan lisan akan menghantarkan seseorang ke derajat yang tinggi, yaitu derajat syuhada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa meminta kepada Allah mati syahid dengan penuh kejujuran, niscaya Allah menghantarkannya ke derajat syuhada, walaupun dia mati di atas kasurnya.” (HR. Muslim). Dan faidah lainnya yang tak terhitung.

    Berikut ini salah satu contoh yang nyata tentang buah dari kejujuran; kita dapati dalam kitab tarikh, bahwasanya suatu hari sebagaimana biasanya Umar -Amirul Mu’minin- berjalan di malam hari mengontrol keadaan rakyatnya, hingga sampailah dia di dekat suatu rumah, tanpa disengaja beliau mendengar percakapan antara seorang ibu -penjual susu- dengan anak gadisnya, “Tuangkanlah air ke dalam susu ini,” tukas ibu kepada anak gadisnya. Maka sang gadis pun menjawab dengan penuh tatakrama, “Wahai ibu! bukankah Amirul Mu’minin melarang kita dari perbuatan ini?” Sang ibu pun lantas berkilah, “Bukankah tidak ada seorang pun yang mengetahui perbuatan ini? Apalagi Amirul Mu’minin!” Sang gadis pun berusaha meyakinkan sang ibu, “Wahai ibu!, kalaulah seandainya Amirul Mu’minin tidak mengetahui, bukankah Rabbnya Amirul mukminin mengetahui.” Lantas sang ibu pun terdiam. Maka Umar kaget dan bahagia, lantas ia bergegas menuju rumahnya dan menawarkan anaknya untuk menikahi gadis tersebut. Maka dinikahilah anak tersebut oleh ‘Ashim bin umar dan terlahirlah dari pasangan ini seorang anak perempuan yang kelak dinikahi oleh Abdul Malik bin Marwan, dan terlahirlah dari pasangan ini seorang alim yang disebut-sebut sebagai khalifah yang kelima sebagai buah dari kejujuran, dialah Amirul Mu’minin Umar bin Abdul aziz, khalifah yang alim, bertaqwa, zuhud dan adil.

    ***

    Oleh : Ihsan Jawadi

    Sumber: Disarikan dari berbagai sumber.

     
  • erva kurniawan 9:20 pm on 4 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , ,   

    Bertemu Tuhan 

    masjid siluet“Have you met your God , and what He said to you” kata seorang atasan yang berasal dari Jepang dengan nada bercanda kepada seorang teman setelah selesai melaksanakan sholat ashar di kantor. ” He just smiles to me” jawab teman sambil lalu. ” Yesterday, I prayed for God and suddenly my problems have been solved ” katanya meneruskan. Teman tersebut hanya diam mendengarkan dalam hatinya dia berkata ” mana mungkin Allah lebih memperhatikan doa orang yang non muslim dari pada doaku “.

    ” Aku bersama prasangka hambaku” begitulah secara maknawi kira-kira bunyi sebuah hadist qudsi. Hambaku yang mana ? tentu, semua hamba ciptaan Allah tanpa terkecuali. Setiap agama mempunyai kriteria terkabunya sebuah doa, tetapi secara umum doa harus diyakini dan dirasakan akan terkabul karena Tuhan maha mendengar lagi maha mengetahui, kepadaNyalah kembali segala doa.

    **

    Pak Jafri pemilik rumah makan masakan padang yang juga pemilik warung kelontong di seberang rumah makan tersebut beberapa kali menguji keyakinan para pengemis yang datang ke warungnya. Hari itu Pak Jafri berada di warung sedangkan rumah makan dijaga oleh anak dan istrinya. Kebetulan saya sedang lewat dan mampir sebentar. ” Vid kita sering berdo’a kepada Allah, tapi kita sering tidak yakin atau justru tidak merasakan apa-apa bahwa doa kita akan terkabul, seperti berbicara di ruang hampa, lalu setelah itu hilang. Nah ini ada pengemis datang, kemungkinan dia akan meminta kepada kita, lalu kita beri apa yag dia minta …hanya saja dia mau percaya gak” kata Pak Jafri. Waktu itu terlihat seorang pengemis sedang meminta pada beberapa rumah disamping warungnya.

    ” Pak… bagi uang pak…sudah lama gak makan…” kata pengemis tersebut dengan memelas. Pengemis itu masih sangat muda, entah mengapa dia mengubur potensi tenaganya untuk bisa bekerja secara terhormat dan malah diganti dengan mengemis. ” Kamu ini mau makan atau mau uang….pilih salah satu” kata Pak Jafri sambil tersenyum ” terserah bapak …saya sih yang mana saja toh kalo dikasih uang …akan saya gunakan buat beli makan” kata pengemis tersebut. ” ya sudah ini, bawa ini ke rumah makan padang di seberang jalan dan kamu minta saja apa saja yang kamu mau ” kata pak Jafri sambil memberikan sehelai daun yang diambil di pekarangan rumahnya. ” ahhh bapak bercanda ???” kata pengemis tersebut dengan nada kesal. ” tidak ..saya tidak bercanda ..pergilah” kata Pak Jafri dengan enteng. Pengemis itupun pergi dengan muka kesal, entah apa yang ada di fikirannya, yang jelas dari jauh saya melihat dia membuang daun itu dan menginjaknya.

    ” Saya sudah berbicara dengan istri dan anak saya yang ada di warung makan, bahwa kalau ada orang yang datang dengan membawa daun mangga yang saya ambil dari pohon didepan warung, maka tolong kasih makan dengan apa saja yang dia minta…mereka tahu kalau saya sering menguji keyakinan seseorang, bagaimana mungkin ada yang minta tolong kepada seseorang tetapi dia tidak yakin dengan tempat dia minta tolong….ya mending gak usah minta tolong sekalian..ya gak…..ya semua ini iseng saja sih ….dan gak ngejamin juga. ….entah mengapa dengan cara ini saya seperti membuka salah satu rahasia langit bahwa berdoa itu mudah tetapi meyakini isi dari doa kita sendiri yang tidak mudah ” kata Pak Jafri menjelaskan apa yang telah dilakukannya. Di masjid Pak Jafri memang terkenal dengan orang yang suka bercanda dan selalu optimis terhadap segala sesuatu.

    **

    Banyak orang yang menjadikan doanya sebagai sebuah rutinitas, bukan sebagai kebutuhan, maka wajar saja orang Jepang tersebut mengatakan ” Have you met your God” karena wajah-wajah orang yang baru bertemu dengan tuhannya pastilah berbeda dengan yang belum atau tidak bertemu sama sekali. Lihat dan pandanglah wajah orang yang akan bertemu orang yang dicintainya dengan yang telah bertemu dengan orang yang dicintainya, pastilah berbeda, wajahnya pasti berseri karena bahagia. Mungkin saja wajah temanku masih terlihat kusut setelah sholat sehingga dia bertanya seperti itu, seperti ingin mengatakan bahwa ” sebenarnya anda tidak pernah bertemu siapa-siapa selain diri dan fikiran anda sendiri”

    ***

    Sumber: David, Daarut Tauhid

     
    • fazrie 1:47 pm on 11 Agustus 2009 Permalink

      subhanawallah….maaf ikut coment frend…tks

  • erva kurniawan 8:52 pm on 3 August 2009 Permalink | Balas
    Tags: michael jackson   

    Antara Michael Jackson dan Syahidah Marwa al-Sharbini 

    1Marilah kita mensedekahkan Al-fatehah keatas Arwah Syaidah  Marwa al-Sharbini.

    ***

    Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung perkebumian  seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, syahid akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di tv-tv kita , negara yang majaroti penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa Al-Sharbini.

    Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat istirihatnya yang terakhir, memang mungkin banyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya.

    Marwa Al-Sharbini ditikam di ruang sidang kota Dresden , Jerman saat akan memberikan kesaksian atas ancaman terhadapnya . Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa Al-Sharbini berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan pehak berkuasa keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden

    Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

    Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita cuma sebuk dengan pemberitaan pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman Syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangisan kaum muslimin dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa Al-Sharbini, karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya ALLAH SWT . Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli.

    2

    3

    ***

    (Sumber: email dari teman)

     
    • ardi 12:57 pm on 14 Agustus 2009 Permalink

      Cukuplah fitnah (cobaan) bagi para syuhada yaitu denting pedang di depan mata mereka hingga syahid kemudian mereka dijamin oleh Allah SWT balasan syurga kelak

    • zya 12:27 pm on 28 September 2009 Permalink

      subhanallah!aq sgt slut dengan syaidah ini.semoga allah meneriam semua amal ibadahnya dan mengampuni semua kesalahannya

  • erva kurniawan 9:15 pm on 2 August 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Modern 

    al-quran

    Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.

    Sebagai contoh ayat di bawah:

    “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]

    Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.

    Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.

    Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

    “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

    Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

    “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

    **

    Langit yang mengembang (Expanding Universe)

    Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

    “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

    Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

    Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

    Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

    Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

    Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.

    **

    gerak-lempengGunung yang Bergerak

    “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]

    14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.

    Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

    Gambar Gerakan Gunung / BenuaPara ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.

    Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

    Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.

    Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

    Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

    Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)

    Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

    “Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)

    **

    Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia

    “Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)

    Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang

    semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

    **

    ramsesDiselamatkannya Jasad Fir’aun

    “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]

    Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.

    Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

    Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).

    **

    Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan

    Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.

    “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]

    Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.

    Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

    “…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

    Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.

    ***

    Sumber: Harun Yaya,

    Mukjizat Al Qur’an, Prof. Dr. Quraisy Syihab

    BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern, Dr. Maurice Bucaille

    Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science

    Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi

     
    • maya 1:34 pm on 5 Juni 2010 Permalink

      Ya, Allah… nikmatMu yang paling aku syukuri adalah aku terlahir sebagai seorang muslim

    • Marsidi Amin 11:02 am on 11 Juni 2010 Permalink

      Al’quran suber dari segala Ilmu….
      I Like This

    • sutan felani 1:06 pm on 27 Juni 2010 Permalink

      pengen tau alquran lebih dalam dan benar ,bagaimana caranya yach?
      sorry kalo malah nanya ga jelas.kalo sempet balas lewat email yah

  • erva kurniawan 9:08 pm on 1 August 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat 

    siluet masjid“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. Tirmidzi)

    Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian. Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang. Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

    Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya. Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang  menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1,

    “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya) .”

    Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata. Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, “Ya Allah, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan.” Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44,

    “Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul….”

    **

    Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa

    Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telahdimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya. Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan. Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir.

    Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat  selamanya. Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya. Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita. Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran. Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya. Pun begitu, teramat naif kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya. Semua berawal, dan juga akan berakhir. Dan akhir itu semua adalah kematian.

    **

    Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa

    Fikih Islam menggariskan kita bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu. Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang. Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan. Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.

    Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.

    **

    Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara

    Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar. Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.

    **

    Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga

    Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan. Mungkin, inilah maksud ungkapan Imam Ghazali ketika menafsirkan surah Al-Qashash ayat 77,

    “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…”

    dengan menyebut, “Ad-Dun-ya mazra’atul akhirah.” (Dunia adalah ladang buat akhirat)

    Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.

    ***

    Daarut tauhid

     
    • garenk_ 12:05 am on 11 September 2009 Permalink

      bikin blog, yg agar pembaca g perlu baca donk. . . . . . .
      hehehee. . . . . .

    • MUHAMMAD RIZAL LANGSA ACEH 3:07 pm on 17 Oktober 2009 Permalink

      trimksih atas posting blognya mudah2an bermanfaat bg yg mmbaca dan dapat mrenungi arti kehidupan yg telah Allah fasilitaskan buat hamba2nya …. (Muhammad Rizal Langsa)

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: