Updates from Maret, 2015 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 3:35 am on 31 March 2015 Permalink | Balas  

    Hakikat Hidup II 

    MERENUNGHakikat Hidup II

    Ketidakberdayaan di mana orang biasa menjalaninya adalah bukti lain tentang alam yang bersifat sementara. Tubuh ini perlu dibersihkan, diberi makan, dan dipelihara. Orang yang merasa dirinya cantik atau ganteng, dan yang merasa besar, tidak enak dipandang ketika mereka baru saja bangun tidur di pagi hari.

    Sebagian orang merasa bahwa hal ini adalah sesuatu yang “normal”. Mereka tidak berpikir mengapa mereka diciptakan tanpa kekuatan dan tidak sempurna, sehingga perlu perhatian dan perawatan. Jika Allah berkehendak, manusia tidak akan memperoleh kelemahan dan ketidaksempurnaan ini. Mahluk hidup lain tidak punya kebutuhan sebanyak kebutuhan manusia.

    Bunga, misalnya, selalu bersih, harum, dan menawan namun tidak pernah memikirkan keindahan dirinya, walaupun dia hidup dari tanah berlumpur. Jika Allah berkehendak, manusia juga bisa sebersih bunga sepanjang hidupnya. Atau bahkan dia tidak pernah jatuh sakit, merasa sakit, dan menderita. Namun manusia telah diciptakan dalam kondisi tak sempurna, lemah, dan butuh perawatan, dan dia harus mengakui ketidakberdayaannya. Segala sesuatu di dunia ini, dicipta sebagai ujian, sehingga semuanya akan tua, lemah, dan mati. Dalam Al-Quran surat 57, Allah mengingatkan tentang kehidupan dunia sesungguhnya:

    Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah sesuatu yang melalikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhiran (nanti) ada Azab yang keras dan Ampunan dari Allah serta KeridaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS 57: 20)

    BENCANA ALAM

    Selain jompo dan kelemahan fisik, ada bukti lain bahwa kehidupan dunia ini bersifat sementara. Bencana alam atau bumi yang selalu terancam bahaya dari luar angkasa,. Bencana seperti ini sudah beberapa kali terjadi.

    Para ilmuwan percaya bahwa hujan meteor adalah penyebab punahnya dinosaurus. Meteor lain juga bisa menghunjam kapan saja. Hanya satu hal yang penting: Kapan?

    Ancaman yang bisa datang setiap saat itu telah menjadi sumber inspirasi di balik pembuatan film-film Hollywood. Film Armageddon menunjukkan adanya kerusakan parah yang bisa diakibatkan oleh meteor kecil. Deep Impact juga punya tema yang sama. Gelombang tsunami yang bisa menggulung seluruh kota bisa terjadi akibat jatuhnya meteor ke laut

    Tulisan ini bukanlah sebuah angan-angan. Karena bumi kita memang selalu menghadapi berbagai macam bahaya. Jika kita bayangkan bumi ini seperti sebuah apel, berarti kita hidup di permukaan kulit apel. Lapisan tempat kita tinggal itu sangat tipis dan lemah. Meskipun pukulan kecil yang mengenainya, ia mampu melumatnya.

    Dan bahaya tidak hanya berasal dari langit. Ia bisa muncul juga dari bawah kaki kita. Di bawah lapisan bumi tempat kita tinggal terdapat magma dengan suhu ribuan derajat. Suatu saat magma itu bisa keluar ke permukaan sebagai akibat dari aktivitas vulkanik. Bumi kita betul-betul tergantung padanya. Gunung yang indah meledak sebagai akibat tekanan vulkanik di bawahnya. Tak ada cara untuk mencegah bencana ini. Topografi yang indah, kota yang megah yang begitu dibanggakan bisa hancur dalam sesaat karenanya .

    Gempa bumi terjadi kira-kira setiap dua menit. Namun sebagian besarnya lemah, dan kita tidak bisa merasakannya. Jika Allah berkehendak, goncangan hebat yang menggetarkan seluruh bagian bumi bisa saja terjadi, menghancurkan semua yang hidup. Faktanya, bumi ini penuh dengan gempa bumi, di tempat tertentu akibat perbedaan labisan tektonik.

    Orang biasanya berpikir bahwa dengan kemajuan teknologi dan pengalaman masa lalu, bencana-bencana itu bisa diatasi. Namun terkadang usaha untuk menghindarinya tidak efektif. Contoh yang nyata adalah bencana gempa bumi di Kobe, Jepang, tahun 1995 yang menelan banyak korban. Orang jepang telah membangun bangunan dengan teknologi anti gempa, namun gempa membuatnya seperti serpihan kertas. Orang jepang telah menghabiskan miliaran dolar untuk membuat sistem yang bisa mengantisipasi adanya gempa, namun yang satu ini tidak bisa dideteksi, gempa datang dari arah yang tak diduga-duga. Bangunan mereka yang “tahan terhadap goncangan gempa terhebat” hancur bagaikan serpihan kertas.

    Gempa bumi suatu saat bisa menimbulkan bencana lain yang tak terduga. Gempa bumi dari dasar laut dapat menimbulkan belombang besar yang bernama gelombang tsunami. Gelombang ini bisa menghancurkan seluruh wilayah pantai. Dan akibatnya adalah kerusakan dan kehancuran yang tak bisa dibayangkan. Tingginya rata-rata mencapai 30 meter. Dan itu bisa terjadi secara tiba-tiba.

    Sepanjang sejarah kehidupan manusia, sudah ratusan bahkan ribuan orang meninggal karenanya. Beberapa bahkan dapat melenyapkan kota-kota di sepanjang pesisir.

    Badai dan angin topan juga sering kali terjadi. Kecepatan anginnya kadangkala cukup untuk mengangkat rumah, gedung, pohon, tiang listrik, mobil, orang dan melemparkannya di udara. Manusia sungguh tak berdaya menghadapi akibat badai ganas ini. Kota yang modern bisa hancur setelah badai hebat ini. Perahu dan rumah mewah yang dibanggakan berubah menjadi tumpukan sampah. Hujan lebat membuat sungai meluap dan banjir, menghancurkan segala hal yang dilewatinya. Sepanjang sejarah, jutaan manusia meninggal akibat bencana ini

    Dan beberapa orang lainnya akan mengalaminya di kemudian hari. Dan kebanyakan daripadanya tidak akan pernah berpikir bahwa hidup mereka bisa saja berakhir dengan bermacam cara. Yang penting adalah bagaimana belajar dari bencana, yang mengingatkan manusia akan kematian dan betapa sementaranya kehidupan dunia ini

    Manusia harus memikirkan bencana-bencana ini, sehingga berpikir bahwa menggantungkan diri pada kehidupan dunia itu tidak baik, karena dunia bukanlah tempat untuk hidup selamanya

    PELAJARAN PERISTIWA TITANIC

    Sejarah yang penuh dengan tragedi mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan dan kematian itu dekat. Salah satu tragedi itu terjadi pada tahun 1912: Tragedi maritim terburuk sepanjang sejarah dunia. Titanic, kapal terbesar dan termewah yang pernah dibuat, telah menjadi kebanggaan pemerintahan kerajaan Inggris. Dengan tinggi 55 meter dan panjang 275 meter menunjukkan kehebatan rancangannya. Beberapa orang mengatakan bahwa Titanic tidak mungkin tenggelam.

    Namun secara mengejutkan kapal itu rusak parah dan tenggelam di laut Atlantik ketika menabrak gunung es raksasa dalam pelayaran perdananya. Sekitar 90 tahun setelahnya, kejadian itu dikisahkan dalam film produksi Hollywood. 1500 penumpang tenggelam di perairan beku. Karena dianggap tak bisa tenggelam, maka hanya sedikit sekoci yang tersedia. Beberapa korban di antaranya adalah orang-orang terkaya dan bangsawan dari Inggris.

    Itu menunjukkan sekali lagi bahwa manusia tidak bisa menghindari takdir yang telah Allah gariskan. Tragedi kapal Titanic adalah sebuah pelajaran dari sejarah, menunjukkan sebuah bencana yang menimpa orang-orang yang sombong akan kekuatannya dan pada mereka yang lupa bahwa hanya Allah pemilik kekuatan absolut itu.

    KEHANCURAN POMPEII

    Contoh paling terkenal tentang kaum yang membanggakan diri dan kemudian dihancurkan adalah hancurnya kota tua Pompeii. Menurut ahli-ahli sejarah, 2000 tahun yang lalu pegunungan Vesuvius adalah tanah yang sangat subur. Kota Pompeii dibangun di antara pegunungan tersebut dan lautan, dan pada umumnya menjadi cerita pilihan para sastrawan. Rakyat kota Pompei suka berhura-hura dan bermaksiat. Hal yang sama terjadi di kota sebelahnya, Herculaneum.

    Sampai suatu saat bencana terbesar berupa gunung meletus menghancurkan dan mengakhiri kota-kota yang indah itu. Kehidupan amoral rakyatnya, terabadikan dalam keadaan membatu akibat limpahan lava vulkanik yang bisa dilihat secara detil sekarang. Kekayaan masyarakat yang hidup ratusan hingga ribuan tahun yang lalu digunakan tanpa maksud yang jelas. Apa yang kurang dari mereka, sehingga mereka mendapat peringatan keras.

    Beginilah Allah mengingatkan kita dalam Al Quran surat 30 tentang perlunya belajar dari orang-orang terdahulu:

    Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi dan malihat akibat (yang diderita) orang-sebelum mereka? Mereka lebih kuat dari mereka sendiri dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang mereka makmurkan. Rasul-rasul juga telah mendatangi mereka dengan bukti-bukti yang nyata. Allah tidak akan berlaku zalim pada mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri sendiri. (QS 30:9)

    KEMATIAN

    Sejauh apa yang telah dipaparkan, ada satu hal yang sangat penting yang harus dipikirkan semua orang: Kematiannya sendiri. Kebanyakan orang tidak mau memikirkan kematiannya. Mereka tidak berharap kematiannya datang ketika umurnya di dunia belum lama. Akan tetapi kematian itu dekat.

    Selama Anda membaca tulisan ini, sekitar 6000 orang di seluruh dunia meninggal. Manusia tidak memperhatikan kematiannya sehari-hari. Kematian hanya digunakan untuk memperindah cerita di film dan televise. Namun kematian pastilah akan mendatangi setiap orang. Inilah takdir terhadap kehidupan dunia

    Miliaran orang hidup cukup lama dan kemudian mati. Setiap kerangka yang anda lihat adalah sosok seperti anda, dengan idealisme, keluarga dan harapan akan masa depan. Kini semua hanya tinggal belulang yang dipamerkan di museum. Tak satu orang pun yang hidup ribuan tahun lalu ditemukan masih hidup sekarang.

    Ribuan tahun kedepan, semua orang yang sedang Anda lihat sekarang patilah akan mati. Dan tak hanya mereka, tapi semua orang yang Anda kenal, suka atau tidak suka, termasuk Anda sendiri, juga akan mati.. Karena setiap waktu yang Anda habiskan sebenarnya mambawa Anda lebih dekat pada kematian.

    Waktu yang dipahami sekarang sesungguhnya adalah penghitungan mundur waktu kematian manusia. Bahkan, kematian sudah ditakdirkan berapa hari lagi, berapa jam lagi, atau bahkan beberapa menit lagi setelah Anda membaca tulisan ini.

    Dan waktu yang tersisa semakin mendekati titik nol. Dan akhirnya, waktu yang dijanjikan pun datang, dan penghitungan mundur pun berakhir . Jantung Anda, yang telah berdetak bertahun-tahun, berhenti berdetak. Dan Anda akan menghirup nafas terakhir. Dan kematian membawa Anda pergi, tubuh Anda mulai terasa dingin. Suhu tubuh turun drastis, dan kematian mengiringinya.

    Kita harus ingat bahwa dengan kematian, manusia memasuki kehidupan sesungguhnya, kehidupan yang abadi. Setiap manusia akan dihidupkan kembali setelah mati dan menghitung amalnya di hadapan Allah. Siapa saja yang beriman pada-Nya dengan sepenuh hati selama hidupnya di dunia, yang mengabdi pada-Nya dan bertobat atas dosanya akan mendapat balasan berupa kehidupan abadi di syurga. Tapi mereka yang mengharapkan kehidupan dunia dibandingakan ridho Allah dan hari akhir maka akan mendapat balasan berupa siksaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

    Maka dari itu, manusia harus berusaha agar terhindar dari tipu daya kehidupan duniawi yang bersifat sementara. Tak ada satupun keindahan di dunia kecuali semua akan berakhir. Tinggallah sebuah makna.

    Tujuan hidup manusia sesungguhnya adalah menghamba pada Allah, yang telah menciptakan dan memberikan berkah, dan mencari ridhoNya. Manusia harus tahu bahwa segala yang ada di dunia bersifat sementara. Hanya Allah lah yang kekal. Dalam sebuah ayat, Allah menjelaskan tentang kehidupan dunia sebagai berikut:

    Semua yang ada di bumi itu akan binasa; tapi Dzat Tuhanmu akan tetap kekal, yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan. (QS 55: 26-27)

    KESIMPULAN

    Dalam tulisan ini telah jelas kebenaran tentang kehidupan dunia, dan telah melihat bukti dengan jelas bahwa dunia hanyalah tempat singgah. Semua yang ada di dunia pasti akan mati, termasuk manusia. Setiap manusia cepat atau lambat mati dan menuju hari akhir, meninggalkan semua hal yang ia miliki di dunia ini.

    Terperangkap dalam nafsu duniawi, menyepelekan ajaran agama demi kepentingan pribadi sesaat, ambisius terhadap kehidupan, keresahan dan keragu-raguan merupakan awal petaka besar yang sangat menyedihkan

    Setiap manusia haruslah mengabdikan diri pada Allah, iman padaNya dan hidup dengan aturanNya. Dia harus toleran dan rendah hati, pemaaf, serta suka menolong orang lain. Dia harus berbuat jujur, bekerja dengan keras dan cerdas, serta mau berkorban . Manusia yang menunjukkan kebaikan seperti ini akan terhindar dari hawa nafsu pribadinya. Hanya dengan cara itu dia bisa tertolong. Seperti firman Allah dalam Al-Quran:

    “ dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS, 59 : 9)

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 2:23 am on 30 March 2015 Permalink | Balas  

    Kode Genetis Benih Tanaman Segala informasi mengenai tanaman… 

    kacang-panjangKode Genetis Benih Tanaman

    Segala informasi mengenai tanaman tersembunyi dalam benihnya, yang berukuran beberapa mili atau sentimeter, dan nampak seperti kayu. Benih ibarat miniatur perpustakaan yang dipenuhi oleh informasi tentang tanaman.

    Benih, yang terbentuk dari gabungan sel reproduksi jantan dan betina sebatang tanaman, memiliki satu embrio tanaman dan satu gudang penyimpan makanan. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pembentukan benih, karena pada tahap pertama kehidupannya di bawah tanah, benih tidak memiliki akar untuk menyerap makanan dari dalam tanah, juga tidak memiliki daun untuk menghasilkan makanannya sendiri. Sampai ia cukup berkembang untuk mendapatkan sendiri yang ia butuhkan, persediaan makanan sudah mencukupi kebutuhan tanaman.

    Pembentukan tanaman yang tingginya mencapai beberapa meter dari partikel kecil ini diawali dengan perkecambahan benih. Selama petumbuhan tanaman yang lambat tersebut, semua sistem di dalamnya (misalnya organ reproduksi, proses fotosintesis, saluran-saluran dalam, dan sebagainya) berkembang bersamaan dengan perpanjangan akar ke dalam tanah dan batangnya ke atas. Segala hal rinci dalam tanaman harus ada secara bersamaan. Misalnya, batang bagian dalam dan batang kayu pada tanaman tidak berarti apa pun kecuali mekanisme reproduksinya telah terbentuk. Karena tanaman tidak akan bisa melestarikan keturunannya, atau tidak akan bisa menyerap makanan atau air. Singkatnya, mekanisme tambahan tidak berarti apapun.

    Setiap benih -apapun jenisnya- memiliki semacam kulit luar atau lapisan pelindung. Andaikan kita menghamburkan benih-benih ke tanah secara acak, setelah beberapa saat, bila semua kondisi (panas, cahaya, dan makanan untuk pertumbuhannya) dipenuhi,kulit luar ini akan pecah dan benih mulai tumbuh. Sebagaimana telah kami jelaskan di awal, benda yang kita sebut benih ini nampak seperti cuilan kayu, ia menghadapi segala rintangan -apa pun itu- dan membangun jalan hidupnya. Sejenak mari kita renungkan sebentuk tunas mungil dan tanah yang tebal, mungkin kita akan mengerti keajaiban karya yang dikerjakan oleh benih.

    Tak terhitung banyaknya jenis tanaman muncul dari benih yang ditaburkan pada tanah yang sama. Strawbery, aprikot, semangka, limun, pohon lemon … Sudah barang tentu kita tidak akan mampu menghitung satu per satu. Saat kita berpikir tentang bunga ros, teratai, magnolia, dan banyak lagi bunga dengan aroma sangat menawan, muncul dari tanah yang sama, kita dapat membandingkan dengan pabrik yang menghasilkan banyak pohon dan tumbuhan dengan berbagai macam buah, daun, aroma, dan warnanya. Benih hanyalah salah satu contoh karya seni Allah yang sempurna. Dalam Al Qur’an, kita diajak untuk merenungkan ciptaan sempurna tersebut sebagai berikut:

    Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (Surat Al An’am; 99).

    Juga bagaimana tanaman-tanaman itu berkembang biak menunjukkan keanekaragaman di antara mereka. Beberapa tanaman berkembang biak dengan menyemburkan pollennya, ada pula yang menaburkan bijinya dengan bermacam-macam cara.

    Tanaman yang memperbanyak diri dengan benihnya sudah barang tentu harus mencapai tanah. Hal ini dilakukan dengan cara berbeda, tergantung pada jenis tanamannya. Beberapa tanaman menggunakan binatang (misalnya lebah, serangga, burung, semut, dan lain-lainnya) sebagai sarana membawa benih atau pollennya, beberapa tanaman lainnya menggunakan kemampuan “menyerupai” serangga yang akan membawanya (misalnya anggrek menyerupai lebah), dan ada pula yang memiliki sistem untuk melemparkan pollennya ke udara dengan bantuan angin (misalnya sistem dalan cone (pada biji pinus-penerj)).

    Beberapa tanaman tidak memiliki aroma atau penampakan yang dapat menarik binatang. Bagaimana tanaman ini akan berkembang biak? Bila kita berpijak pada teori evolusi, penantian mereka atas terjadinya struktur “kebetulan” akan berarti berakhirlah keturunan mereka, dan hal ini mustahil terjadi. Setiap tanaman memiliki cara unik untuk memperbanyak diri. Misalnya, mentimun dari Mediterania, menggunakan “kekuatan” untuk menaburkan benih-benihnya. Selagi masak, benih ini mulai dipenuhi oleh cairan panas. Setelah beberapa saat, tekanan pada cairan ini meningkat, sehingga benih dalam mentimun tersebut tidak dapat bertahan lebih lama kemudian pecah. Karena benih tersebut pecah, mereka kemudian menyemburkan cairan yang ada di dalamnya. Dengan tersemburnya cairan ini, benih-benih mentimun tersebar di atas tanah.

    Mekanisme ini sangatlah peka, pengisian cairan dalam kapsul terjadi tepat ketika mentimun mulai masak. Jika sistem ini berlangsung lebih awal, kapsul tersebut akan pecah sebelum benih masak, dan hal ini menjadi sama sekali tidak berguna.

    Salah satu tanaman yang paling berhasil dalam menaburkan benihnya dengan “meledakkannya” adalah pohon bernama Hura, sebuah pohon unik di Brasil. Ketika pohon tersebut mengering dan saatnya menaburkan benih, ia dapat melemparkan benihnya sampai sejauh 12 meter.

    Terdapat pula beberapa tanaman yang ditemukan di tepi laut atau sungai yang benihnya hanya bisa disebarkan oleh air, dan benih tersebut dapat berada di air dalam jangka waktu sangat lama tanpa keropos atau berkecambah. Tanaman paling terkenal dari jenis ini adalah tanaman kelapa, yang benihnya berada dalam kulit yang tebal. Bagian luar benih ini tertutup oleh pelindung tebal sehingga rusak oleh air. Dalam kulit tebal ini terdapat segala macam kebutuhan (misalnya air dan makanan) yang diperlukan selama perjalanan panjangnya.

    Buncis laut juga merupakan tanaman yang menaburkan benihnya melalui air dan menggunakan air sungai sebagai sarana transportasi. Sifat terpenting dari tanaman yang menggunakan air sebagai sarana transportasi untuk membawa benihnya adalah terbukanya benih segera setelah benih mencapai daratan.

    Benih tanaman selalu berkecambah segera setelah bersentuhan dengan air. Lalu, apa jawaban atas pertanyaan seperti berikut: mengapa tanaman-tanaman ini tidak mulai masak setelah jatuh ke air tetapi menunggu sampai ia mencapai tanah, dan bagaimana mereka tahu bahwa mereka berada di air bukan di tanah; bagaimana “mereka mengetahui bahwa benih mereka akan membusuk dan mati, dan mereka akan musnah jika mereka membuka sebelum waktunya atau jika mereka berada di air lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan untuk perkecambahan”?

    Adalah mustahil bagi benih-benih itu untuk menunjukkan pengaturan waktu dan membuat keputusan seperti ini. Beberapa benih tanaman tertutup oleh jaringan berminyak dan dapat dimakan. Perkembang-biakan tanaman jenis ini dilakukan oleh semut, karena jaringan berminyak pada benih tanaman jenis ini merupakan makanan kegemaran semut pengangkut. Semut-semut tersebut mengumpulkan dan mengangkutnya ke sarang dengan penuh semangat. Demikianlah, pada tahap awal, mereka secara tak sengaja mengubur benih-benih ini dalam tanah. Semut yang merelakan dirinya membawa benih yang ukurannya jauh lebih besar dari tubuhnya, melakukan hal yang sungguh menarik yaitu dedauanan yang berada di bagian dalam, bagian berdaging benih ini, tidak disentuhnya, dan ia hanya memakan kulit luarnya. Dengan melakukan hal tersebut berarti menjamin kelangsungan hidup tanaman.

    Terdapat jutaan pertanyaan diajukan mengenai makhluk hidup di atas bumi dan jutaan pula jawaban diberikan atas pertanyaan ini. Jawaban ini bertemu pada satu titik, yaitu kesempurnaan, rancangan sangat cerdas, sistem lengkap yang bekerja dalam sebuah perencanaan tertentu. Sekali lagi, semuanya membawa kita pada satu kesimpulan yakni keberadaan Allah satu-satunya Pencipta yang memiliki ilmu maha luas tak mampu dijangkau oleh keterbatasan pikiran manusia, dan Dialah yang Maha Bijaksana.

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 3:27 am on 29 March 2015 Permalink | Balas  

    Hakikat Hidup I 

    MERENUNGHakikat Hidup I

    Lihatlah orang-orang di sekitar Anda. Mereka adalah manusia biasa sama seperti Anda. Mereka biasa membaca, seperti Anda sekarang. Mereka juga bangun di pagi hari, membasuh muka, sarapan, dan pergi bekerja atau ke sekolah. Mereka juga punya kekasih, artis idola, mobil, rumah, dan tagihan yang harus dibayar. Mereka juga punya saat-saat istimewa, perayaan tahun baru atau ulang tahun. Tak sedetik pun terbayang bahwa selain mereka punya waktu ulang tahun, mereka juga punya hari kematian.

    Setiap orang akan mati. Hanya kepadaKu kamu kembali (Al Quran 19: 57)

    KEHIDUPAN DUNIA YANG SESUNGGUHNYA

    Akal manusia tidak bisa membayangkan ukuran dan fungsi jagat raya yang kita huni. Kira-kira terdapat 300 milyar galaksi di jagat raya. Galaksi bima sakti kita adalah salah satunya. Di dalamnya ada 250 milyar bintang. Matahari adalah salah satunya. Dengan kata lain, masih lebih banyak bintang di jagat raya daripada butiran pasir di seluruh pantai di dunia, dan matahari kita hanya seperti sebutir pasir. Bumi tempat kita berpijak tidaklah lebih luas dari sebutir pasir. Sebagai manusia, mahluk kecil yang menghuni bumi, dia bukanlah apa-apa dibandingkan dengan ukuran jagat raya. Namun manusia melupakan semua ini, bahkan merasa dirinya besar. Dia hidup dengan penuh kesombongan. Dia lupa bahwa dia adalah mahluk lemah ciptaan Allah, yang suatu hari akan mati dan harus menghitung amalnya di hadapan Allah. Lebih jauh lagi, dia terbuai dengan urusan dunia, yang ukurannya tidak lebih besar dari sebutir pasir bila dibandingkan dengan jagat raya.

    Dan semua orang akan segera mati dan dikubur dalam lubang kecil di bumi. Sebelum mengantarkannya pada hari akhir, Allah pasti akan menunjukkan bahwa dia itu begitu lemah. Jika tidak mati muda, contoh ketidakberdayaan manusia di dunia adalah ketika ia menjadi tua renta.

    USIA SENJA

    Kebanyakan manusia menghabiskan hidupnya dengan kesibukan. Seperti berjalannya waktu. Hari, bulan, dan tahun berlalu begitu saja dalam sekejap. Namun kebanyakan orang melupakan hal ini. Mereka merasa dirinya tak akan menjadi tua. Usia muda, yang mereka pikir takkan berakhir, sesungguhnya hanya sebentar saja. Hampir semua orang akan mengalami usia senja. Namun kebanyakan orang merasa bahwa hari tua masih lama menjelang. Mereka mencoba menghindari kenyataan bahwa mereka akan tua, lemah, dan tak berdaya.

    Anggaplah di depan Anda ada dua orang muda yang terlihat gagah, bersih, berkulit mulus, giginya putih. Namun ada satu yang lebih penting. Akan tetapi 50 tahun kemudian tidak akan lagi tampak sisa-sisa kemudaan dan kecantikan pada keduanya. Waktu telah menghancurkan segalanya. Itulah hukum alam

    Contohnya, buah jeruk yang manis, lezat, dan segar akan menjadi busuk. Apel akan membusuk dalam waktu singkat. Kecantikan manusia menjadi pudar. Kulit, komponen terpenting kecantikan manusia, hilang elastisitasnya sejalan dengan berjalannya waktu, tumbuh dan kemudian keriput. Keindahan dan kehalusan kulit manusia muda akan keriput di usia tua. Kehilangan keindahannya, seperti lumpur kering. Kulit manusia di usia muda masih kencang. Cubitlah kemudian lepaskan, maka akan kembali ke keadaan sebelumnya. Namun kulit orang tua menjadi keriput. Rambut memutih dan rontok di usia tua. Setiap bagian tubuh menjadi rusak dengan semakin bertambahnya usia. Hidung dan telinga menjadi rusak, secara cepat.

    Tidak hanya penampakannya yang menua, fungsinya juga demikian. Ketika sel-sel tidak terbaharui lagi, manusia akan kehilangan inderanya ketika menjadi tua. Penglihatan dan pendengarannya menjadi berkurang. Lemah dan rusaknya daya pandang manusia adalah contoh yang sangat jelas bahwa kehidupan dunia ini maya. Selebriti, artis, bintang film dan politisi yang gagah terlihat mengagumkan di usia mudanya akan terlihat sangat berbbeda di usia tua. Mereka kehilangan kekuatan dan kecantikannya.

    Contohnya, olahragawan yang dikenal dengan kekuatan dan staminanya akan menjadi lemah ketika tua. Orang-orang terkenal adalah lambang bahwa dunia ini fana. Kulit Anda juga akan seperti mereka suatu saat. Dan ketika Anda melihat cermin, penuaan itu terlihat sedang berjalan.

    KETIDAKBERDAYAAN MANUSIA

    Meskipun masih muda, di mana dia selalu merencanakan masa depannya, manusia bisa saja jatuh sakit dan mati. Jutaan manusia mati di usia muda karena kanker atau penyakit mematikan lainnya. Masih banyak virus yang tak ada obatnya yang belum ditemukan. Dan virus yang sangat kecil itu cukup untuk mengakhiri hidup manusia.

    Tak seorangpun bisa memastikan bahwa dirinya tak akan terserang penyakit. Contohnya, jaringan otak kita bisa rusak tanpa alasan yang jelas. Kerusakan di otak dapat berakibat fatal. Darah tinggi dapat merusak sel-sel otak, dan orang dapat kehilangan ingatannya, cacat, lumpuh, dan mengalami gangguan mental.

    Contohnya, Jeremy Clive, mahasiswa hukum Universitas Cambridge. Ia memiliki mempunyai perencanaan masa depan yang bagus. Suatu hari, sayangnya, dia jatuh sakit dan pingsan ketika bekerja di ruang profesornya. Lalu dia segera dibawa ke rumah sakit. Salah satu jaringan otaknya rusak, dan ternyata dia telah terserang stroke akut. Tim dokter mengoperasinya. Namun dia tidak akan sembuh total. Dan kehilangan ingatan jangka pendeknya. Karir akademik dan cita-citanya menjadi ahli hukum menjadi sirna. Dia tidak bisa mengingat apa yang dia dengar dan lihat setelah lima menit. Dia harus merekam semua apa yang dia lakukan. Dia bahkan harus mendengar rekaman untuk tahu bahwa dia sudah makan atau belum. Dari orang yang bercita-cita menjadi ahli hukum, tiba-tiba berubah menjadi orang yang tidak berdaya yang tidak mampu mengingat apa yang dikerjakannya 5 menit sebelumnya, sehingga membutuhkan perhatian dan perawatan selamanya.

    Atau kisah Henry de Lotbiniere, ketika berusia 21 tahun adalah mahasiswa yang gemilang. Di umur 42, dia adalah pengusaha sukses, ayah dari dua anak. Suatu pagi dia merasa mukanya mati rasa. Ketika dia memeriksakan ke dokter, ternyata dia mengidap kanker di muka bagian kirinya. Kanker itu membuat mata kirinya buta.

    Toshigo Sozaki dari Jepang berbahagia menikahi wanita karir yang sukses. Suatu hari, sayangnya, dia jatuh sakit dan salah satu bagian otaknya rusak. Akan tetapi, wanita karir yang sukses dan penuh percaya diri tersebut suatu hari mentalnya terganggu karena sakit. Bahkan tidak bisa lagi bertemu dengan mitra utamanya. Sejak dia kehilangan ingatannya, karir yang selama ini dia bangun berubah manjadi sesuatu yang tak berarti baginya.

    Dalam menghadapi kenyataan ini, orang seharusnya berpikir bahwa tidak ada artinya tergantung pada kehidupan duniawi. Seharusnya orang merasa bahwa segala-sesuatu yang dimilikinya hanyalah titipan sementara, untuk mengujinya. Allah-lah yang telah menciptakan manusia. Hanya Dia-lah yang mampu menjaga manusia dari bahaya. Jika Dia mau, Allah bisa membuat manusia sakit dan rusak tubuhnya sehingga manusia tidak berdaya karenanya. Karena dunia diciptakan Allah sebagai tempat ujian bagi manusia. Jika dalam ujian itu manusia tetap berada pada aturan Allah dan menunjukkan moral yang baik seperti perintahNya, di akan mendapat kemenangan dan hidup abadi di surga.

    Orang sombong yang mengharap keabadian di dunia yang fana ini takkan mungkin bisa menghindari cobaan, ketidakberdayaan, dan kesengsaraan di akhirat. Sakit bukanlah satu-satunya hal yang mengancam kehidupan dunia ini. Manusia bisa mati atau cacat dalam sebuah kecelakaan. Media massa memberitakan bahwa ada lusinan kecelakaan setiap harinya. Sebelum mereka kehilangan nyawanya, mereka belum pernah membayangkan akan adanya kematian itu. Penuh perencanaan masa depan, terperangkap dalam kegiatan dan kesibukan sehari-hari, lalu mati dalam kecelakaan.

    Dan itu sangat mungkin terjadi pada orang yang membaca artikel ini, atau kematian akan menjemputnya pada saat yang tak diinginkan. Anda juga bisa menjadi salah satunya

    Tulisan ini barangkali peringatan terakhir untuk Anda untuk mengingatkan kematian dan mengajak Anda memikirkan hari akhir.

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 2:16 am on 28 March 2015 Permalink | Balas  

    Keajaiban pada Tumbuhan 

    tanaman merambatKeajaiban pada Tumbuhan

    Orang mukmin yang sedang berjalan di sebuah taman juga memikirkan tentang tanaman yang merambat yang ia temui, yang merupakan satu dari nikmat-nikmat yang Allah ciptakan.

    Bagi orang yang berpikir, di setiap benda hidup terdapat tanda-tanda yang dapat dijadikan pelajaran. Sebagai contoh, tanaman merambat yang melingkarkan tubuhnya mengelilingi sebuah dahan atau benda lain adalah fenomena yang perlu dipikirkan secara seksama. Jika pertumbuhan tanaman ini direkam dan dipertunjukkan ulang dengan cepat, akan terlihat bahwa tanaman merambat ini bergerak seolah-olah ia adalah makhluk yang memiliki kesadaran. Ia seolah-olah melihat dahan yang berada tepat di hadapannya, lalu ia mengulurkan dirinya ke arah dahan tersebut dan mengikatkan diri ke dahan seperti tali lasso. Kadangkala ia melingkari dahan tersebut beberapa kali untuk menguatkan ikatan dirinya terhadap dahan. Ia tumbuh sangat cepat dengan cara yang demikian dan ketika telah sampai di ujung dahan, ia tumbuh dengan mengikuti arah baru yakni kembali tumbuh melingkari dahan dengan arah ke belakang, atau tumbuh kebawah. Seorang mukmin yang menyaksikan semua ini kembali sadar bahwa Allah telah menciptakan semua benda hidup, dan bahwa Dia menciptakannya sebagai sistim yang unik dan tanpa cacat.

    Ketika seseorang terus mengamati gerakan-gerakan tanaman ini, ia menemukan satu ciri menarik lain dari tumbuhan tersebut. Ia melihat bahwa batang tanaman merambat tersebut dengan kuat melekatkan dirinya di atas permukaan di mana ia berada dengan menjulurkan lengan-lengan sampingnya. Bahan yang kental yang diproduksi oleh tanaman yang tidak memiliki kesadaran tersebut merekat sedemikian kuat sehingga ketika tanaman ini dicoba untuk dipindahkan dengan cara menariknya dari tempat ia berada, maka cat yang ada di tembok akan ikut terangkat juga.

    Keberadaan tanaman yang merambat sebagaimana diuraikan diatas menunjukkan kepada orang mukmin yang melihat dan kemudian memikirkannya, akan kekuasaan Allah, Pencipta tanaman tersebut.

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 1:07 am on 27 March 2015 Permalink | Balas  

    Rancangan Luar Biasa pada Mata 

    mataRancangan Luar Biasa pada Mata

    Ketika Anda menebarkan pandangan ke sekeliling Anda, saat Anda berada di udara terbuka atau di padang luas, Anda dapat menyaksikan semua benda, dari yang terjauh hingga yang terdekat dari Anda, dengan segala rupa, bentuk dan ukurannya. Pemandangan ini, yang Anda dapatkan tanpa kesulitan sedikit pun, merupakan hasil reaksi dan interaksi yang sangat rumit dalam tubuh Anda. Sekarang, mari kita saksikan cara kerja yang sangat rumit ini lebih dekat.

    Mata manusia memiliki mekanisme otomatis yang bekerja secara sempurna. Mata terbentuk dari kombinasi 40 bagian dasar yang berbeda, dan masing-masing bagian memiliki fungsi penting dalam proses melihat. Sedikit saja cacat atau ketidakmampuan menjalankan fungsi pada satu saja dari bagian-bagian ini menyebabkan mustahil untuk melihat.

    Lapisan tembus pandang di bagian depan mata disebut kornea. Di sebelah kanannya terletak iris. Selain memberi warna pada mata, iris menyesuaikan ukurannya secara otomatis berdasarkan ketajaman cahaya dikarenakan otot mata menempel padanya. Misalnya, jika kita berada di tempat gelap, iris melebar untuk mendapatkan/menyerap cahaya sebanyak mungkin. Saat cahaya semakin terang, ia menguncup untuk mengurangi jumlah cahaya yang datang mengenai mata.

    Sistem penyesuaian otomatis pada iris bekerja sebagai berikut: sejumlah cahaya mengenai mata, sebuah impuls syaraf mengirimkan ke otak dan memberi pesan tentang keberadaan dan ketajaman cahaya tersebut. Otak segera mengirim kembali suatu sinyal dan perintah tentang seberapa banyak otot di sekitar iris akan berkontraksi.

    Mekanisme mata lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Tugas lensa yaitu untuk memfokuskan cahaya yang mengenai mata ke lapisan retina di belakang mata. Karena gerakan otot di sekitar lensa, sinar yang datang ke mata dari berbagai sudut yang berbeda dapat selalu difokuskan ke retina.

    Semua sistem yang telah kita bahas di atas jauh lebih unggul dibandingkan peralatan mekanis yang dirancang dengan teknologi terkini yang meniru mata. Bahkan sistem tiruan tercanggih pun di dunia ini tetap merupakan sistem sederhana dan kuno dibandingkan dengan mata.

    Bila kita renungkan upaya dan ilmu pengetahuan yang telah diberikan dalam pembuatan sistem buatan ini, kita dapat memahami dengan penciptaan unggul macam apa mata itu dibuat.

    Bila kita amati sebuah sel tunggal dalam mata pada tingkat mikroskopis, keunggulan penciptaan ini lebih jauh diungkapkan.

    Bayangkan kita melihat sebuah mangkok kristal penuh buah-buahan. Cahaya datang dari mangkok ke mata kita melalui kornea dan iris dan dipusatkan/difokuskan pada retina oleh lensa.

    Lalu, apa yang terjadi dalam retina sehingga sel-sel retina dapat menagkap cahaya?

    Ketika partikel cahaya, juga disebut photon, melewati sel-sel pada retina, partikel-partikel ini menghasilkan efek merambat seperti deretan domino yang disusun dengan sangat hati-hati satu per satu. Bagian pertama domino dalam sel retina ini adalah molekul yang disebut 11-cis-retina. Ketika sebuah photon cahaya berinteraksi dengannya, molekul ini berubah bentuk. Hal ini mendorong perubahan bentuk dari protein lainnya, yakni rhodopsin, menjadi ikatan kuat. Sekarang, rhodopsin berubah bentuk sehingga ia dapat bergabung dengan protein lainnya, disebut transducin, yang telah ada dalam sel tersebut, tetapi tidak dapat berinteraksi sebelumnya karena bentuknya tidak sesuai. Setelah penggabungan ini, molekul lainnya disebut GDP juga ikut bergabung dalam kelompok ini.

    Sekarang, dua protein – rhodopsin dan transducin- dan molekul kimia bernama GDP telah berikatan.

    Akan tetapi proses ini baru saja dimulai. Gugusan yang disebut GDP kini memiliki bentuk yang sesuai untuk berikatan dengan protein lain yang disebut phosphodiesterase, yang selalu berada di dalam sel. Setelah pengikatan ini, bentuk molekul yang dihasilkan akan menyebabkan sebuah mekanisme yang mengawali serangkaian reaksi kimia dalam sel.

    Mekanisme ini mengubah konsentrasi ion dalam sel dan menghasilkan energi listrik. Energi ini memicu syaraf-syaraf yang terletak pada bagian belakang sel retina. Akibatnya, bayangan yang datang pada mata sebagai photon cahaya mempersiapkan perjalanannya dalam bentuk sinyal listrik. Sinyal ini mengandung informasi visual mengenai benda di luar.

    Agar penglihatan bisa terjadi, sinyal listrik yang dihasilkan dalam sel retina harus dirambatkan ke pusat penglihatan di otak. Akan tetapi, sel syaraf tidak secara langsung berhubungan satu sama lain. Terdapat celah kecil di antara titik-titik ikatannya. Lalu bagaimana pemicu listrik ini melanjutkan perjalanannya?

    Pada titik ini, susunan kerja yang kompleks terbentuk. Energi listrik diubah menjadi energi kimia tanpa kehilangan sedikitpun informasi yang sedang dibawa dan di sini informasi tersebut dipindahkan dari satu syaraf ke syaraf berikutnya. Pengangkut kimiawi yang terletak di titik-titik hubung sel syaraf mengantarkan informasi yang terkandung dalam stimulus yang berasal dari mata dari satu syaraf ke syaraf lainnya dengan sukses. Ketika dipindahkan ke syaraf berikutnya, stimulus kembali diubah menjadi sinyal listrik dan melanjutkan perjalanannya hingga mencapai titik hubung lainnya.

    Dengan membuat jalan ke pusat penglihatan di otak dengan cara ini, sinyal diperbandingkan dengan informasi di pusat memori dan bayangan diartikan.

    Akhirnya kita melihat sebuah mangkok penuh buah-buahan, yang kita bicarakan sebelumnya, dengan bantuan sistem sempurna yang terbuat dari ratusan pernik-pernik kecil.

    Dan semua kerja mengagumkan ini terjadi dalam sepersekian detik

    Selanjutnya, dikarenakan tindakan melihat terjadi terus-menerus, sistem tersebut mengulang dan mengulang lagi tahap-tahap ini. Dengan kata lain, molekul-molekul yang memainkan satu bagian dalam rantai reaksi dalam mata dikembalikan lagi ke tempat asalnya setiap saat dan reaksi mulai dari awal lagi.

    Tentu saja pada saat yang sama sejumlah kerja rumit lainnya terjadi di bagian lain tubuh kita. Barangkali kita secara serentak mendengar suara dari bayangan yang kita lihat, dan sambil lalu kita mencium aromanya dan marasakan sentuhannya. Sementara itu, jutaan kerja dan reaksi lainnya harus terus berlanjut tanpa gangguan dalam tubuh kita agar kita terus hidup.

    Ilmu pengetahuan primitif pada masa Darwin tidak mengetahui hal ini sedikit pun. Meski demikian, bahkan Darwin menyadari rancangan luar biasa pada mata dan mengakui keputus-asaannya itu dalam sebuah surat yang ditulisnya kepada Asa Grey pada 3 April 1860, di dalamnya ia mengatakan:

    Memikirkan tentang mata membuat saya demam

    Sifat-sifat biokimia pada mata yang telah ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern memberi pukulan lebih besar bagi paham Darwinisme dari yang pernah dibayangkan oleh Darwin.

    Keseluruhan proses penglihatan yang telah kita ringkas pada penjelasan ini sesungguhnya jauh lebih rumit bila dirinci. Namun, mudah-mudahan ringkasan ini cukup untuk menggambarkan bagaimana hebatnya sistem yang telah diciptakan dalam tubuh kita.

    Reaksi yang terjadi di dalam mata begitu rumitnya dan jelas menerangkan bahwa sungguh tidak masuk akal untuk berpikir bahwa ini merupakan hasil peristiwa

    Michael Behe, seorang profesor biokimia terkemuka, membuat komentar berikut mengenai aspek kimia pada mata dan teori evolusi, dalam bukunya Darwin’s Black Box:

    Kini kotak hitam “penglihatan” telah terbuka, cukup banyak ruang tersisa bagi penjelasan evolusi dan kekuatannya, ketimbang sekedar menjelaskan anatomi pada mata, sebagaimana dilakukan Darwin pada abad ke-19. Setiap tahap dan struktur anatomi yang dianggap begitu sederhana sesungguhnya memiliki proses biokimia yang sangat rumit, tidak bisa dijelasksan dengan retorika. (Michael J. Behe, Darwin’s Black Box, p. 22)

    Akan tetapi, sebagaimana telah kita saksikan, teori evolusi tak mampu menjelaskan sistem tunggal dalam satu sel hidup, apalagi menjelaskan hidup keseluruhan.

    Dengan menggugurkan anggapan bahwa hidup itu “sederhana”, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa “manusia” adalah fakta yang sangat penting.

    Hidup bukanlah hasil kejadian tak terencana. Hidup adalah hasil penciptan yang sempurna.

    Hasil penciptaan sempurna oleh Pencipta Mahatinggi yang menjadikan hidup, Tuhan Semesta Alam.

    Dialah Allah yang telah menciptakan manusia dan seluruh makhluk hidup. Dan manusia harus berbhakti kepada Tuhan yang telah menciptakannya.

    Allah mengingatkan manusia akan kebenaran ini dalam Al Qur’an:

    Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur! (Surat Al Mukminun: 78).

    Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telaj Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahu lagi Maha Bijaksana. (Surat Al Baqarah: 32).

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 3:03 am on 26 March 2015 Permalink | Balas  

    Orang yang Mempertuhankan Isa bin Maryam itu Kafir 

    silluet-masjid 14Orang yang Mempertuhankan Isa bin Maryam itu Kafir

    Arsip Hikmah

    Allah SWT berfirman yang artinya, “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah itu ialah al-Masih putra Maryam’, padahal al-Masih sendiri berkata: ‘Hai Bani Israil sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka Allah telah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya adalah di neraka. Dan tidaklah ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah adalah salah satu dari yang tiga’, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang Haq untuk disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pastilah orang-orang kafir dari mereka akan ditimpa azab yang pedih. Maka mengapa mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tidaklah al-Masih putra Maryam itu melainkan hanya seorang rasul yang telah berlalu beberapa rasul sebelumnya, dan ibunya adalah seorang yang benar, kedua-dua biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahlul Kitab) tanda-tanda (keesaan Allah), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari ayat-ayat Kami dan kebenarannya).” (Al-Maaidah: 72-75).

    Dalam beberapa ayat ini Allah menjelaskan dan menyatakan dengan tegas bahwa orang yang mengatakan Allah itu Isa al-Masih bin Maryam adalah kafir. Padahal, jelas-jelas Isa al-Masih sendiri telah menyeru kepada kaumnya, yaitu Bani Israil, yang memang ia diutus oleh Allah kepada mereka, agar mereka menyembah Allah, Tuhannya Isa dan Tuhan mereka. Allah tidak memaksakan seseorang untuk menyembah-Nya walaupun Dia kuasa melakukan itu, karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Namun, manusia disuruh-Nya menggunakan akalnya agar berpikir, apakah masuk akal mempertuhankan seseorang yang bukan Tuhan, bahkan ia sendiri menyeru umatnya untuk menyembah Tuhannya yang ia sembah, bukan menyembah dirinya.

    Kekufuran mereka yang mengatakan bahwa Allah itu salah satu dari tiga Tuhan semakin Allah tegaskan dengan ayat kedua. Dengan sangat gamblang Alquran menyatakan bahwa yang sebenarnya Tuhan yang Haq untuk disembah itu hanyalah satu, tak bersekutu, yaitu Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Bahkan, selanjutnya Allah menerangkan apa yang akan menjadi balasan bagi mereka yang berkata atau meyakini yang demikian. Balasan mereka adalah diharamkannya surga bagi mereka dan mereka ditempatkan di neraka, dan tidak akan ada seorang penolong pun bagi mereka dari siksaan Allah yang sangat pedih.

    Maka, adalah sangat mengherankan jika mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya serta kembali kepada ajaran yang benar, yaitu menyembah Allah semata, Tuhannya Isa al-Masih bin Maryam, Tuhannya sekalian manusia, Tuhan semesta alam. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun bagi dosa-dosa mereka, lagi Maha Penyayang terhadap mereka jika mereka bertaubat dan memohon ampunan? Namun, enggan dan malu mengakui kesalahan biasanya sering menjadi penghalang bagi seseorang untuk kembali ke jalan yang benar, kecuali orang-orang yang sadar dan mendapat petunjuk Allah.

    Kemudian Allah memaparkan sebuah logika yang dapat dicerna siapa pun, yaitu bahwa Isa itu hanyalah seorang rasul dari sekian rasul yang telah Allah utus sebelum Isa, dan dia beserta ibunya, Maryam, hanyalah manusia yang biasa dan butuh makan. Tuhan tidaklah butuh makan, Tuhan yang berhak disembah itu adalah Sang Maha Sempurna, dan di antara kesempurnaannya itu adalah Dia tidak butuh apa-apa, termasuk makan. Di antara kesempurnaan-Nya adalah Dia mampu mengampuni dosa hambanya sebesar apa pun jika Dia kehendaki. Adalah tidak masuk akal apabila Tuhan harus menyalib diri demi mengampuni manusia. Bukankah hal yang demikian menunjukkan kelemahan? Padahal, Tuhan itu Maha Kuat dan Maha Kuasa. Tidakkah orang-orang itu berpikir dengan benar? Apakah hati mereka telah tertutup?

    Hal ini semakin dipertegas dengan menyebut “bin Maryam” sesudah nama Isa al-Masih. Ini merupakan bantahan yang nyata bagi orang yang mengatakan bahwa al-Masih itu anak Tuhan. Sebenarnya penciptaan Isa tanpa bapak itu adalah salah satu tanda kekuasaan Allah atas segala sesuatu.

    Nah, jika sudah demikian gamblang Allah menerangkan kebenaran-Nya dengan mengajak mereka berpikir dengan logika yang benar, namun masih saja mereka tersesat dan berpaling dari kebenaran itu, maka neraka Jahannam adalah balasan yang pantas bagi mereka. Tak kalah pentingnya adalah bahwa pernyataan Allah ini merupakan bantahan tegas bagi pendapat yang mengatakan bahwa semua agama itu sama, bagi pendapat bahwa Islam itu artinya berserah diri, sehingga siapa pun yang berserah diri maka ia telah Islam.

    Sungguh, pendapat demikian adalah suatu kesesatan yang nyata. Adalah suatu hal yang tak masuk akal bahwa orang yang menyembah Allah Tuhan semesta alam sama dengan orang yang menyembah salah satu ciptaan Allah, seperti Isa bin Maryam, batu, sapi, matahari, api atau yang lainnya. Apakah mungkin ajaran yang bertentangan dikatakan sama? Di mana akal sehat kita? Adalah suatu kebatilan bahwa seseorang sudah menjadi Islam dengan hanya berserah diri.

    Definisi Islam haruslah kita sesuaikan dengan definisi dari Allah dan Rasul-Nya. Bukankah Allah telah menerangkan bahwa orang mu’min itu adalah orang yang beriman kepada-Nya serta rukun-rukun iman yang lain. Bukankah Islam seseorang itu harus dengan menyatakan syahadah (kesaksian) bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kemudian ditindaklanjuti dengan menegakkan rukun-rukun Islam yang lain, sebagaimana diterangkan dalam hadis Jibril. Adakah orang-orang kafir, selain Islam itu, berbuat demikian? Sekali-kali tidak.

    Demikianlah beberapa hal singkat yang dapat kita jadikan landasan berpikir yang benar tentang ketuhanan. Semoga Allah memberi kita manfaatnya di dunia dan akhirat. Wallahu a’alam.

    ***

    Kiriman Rachmat Kurnia

     
  • erva kurniawan 1:07 am on 25 March 2015 Permalink | Balas  

    Capung: Mesin Terbang Super Canggih 

    capungCapung: Mesin Terbang Super Canggih

    Manusia telah mencoba berbagai macam cara untuk dapat terbang. Sejak pesawat terbang pertama dibuat kira-kira seratus tahun yang lalu, ribuan model pesawat udara yang berbeda telah dirancang. Ilmuwan yang tak terhitung jumlahnya telah mencoba membuat mesin terbang yang lebih baik sampai akhirnya mereka mampu membuat mesin terbang terkini dengan disainnya yang mengagumkan.

    Lebih Hebat dari Helikopter

    Terbang adalah keahlian yang hebat, tapi kegunaannya tergantung pada sejauh mana ia dapat dikendalikan. Sebenarnya, untuk dapat melayang pada posisi tetap di udara atau mendarat di tempat yang diinginkan adalah sama pentingnya dengan kemampuan terbang itu sendiri. Untuk itulah, manusia merancang pesawat terbang dengan kemampuan manuver yang tinggi, yaitu helikopter. Helikopter mampu melayang di udara pada posisi tetap dan lepas landas secara tegak lurus. Karena keuntungan militer inilah, berbagai negara telah menyediakan dana dalam jumlah tak terbatas untuk pengembangan helikopter. Akan tetapi, penelitian terkini telah menemukan fakta yang sangat mencengangkan. Teknologi penerbangan helikopter modern ternyata sangat tertinggal jauh dibanding dengan seekor makhluk mungil yang mampu terbang. Makhluk ini adalah capung.

    Sistem penerbangan capung adalah sebuah keajaiban disain dengan teknologi terbang yang mengalahkan semua mesin buatan manusia. Dengan alasan inilah, disain model terakhir helikopter Sikorsky yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain capung sebagai model. Dalam proyek ini, perusahaan IBM membantu mendisain Sikorsky dengan memuat gambar-gambar capung dalam komputer khusus. Setelah itu, dengan mengambil contoh capung, ribuan ilustrasi dibuat dalam komputer. Kemudian, dengan mencontoh teknologi terbang capung, dibuatlah model helikopter Sikorsky.

    Singkatnya, tubuh seekor serangga kecil memiliki disain lebih unggul dari rancangan manusia. Teknologi penerbangan capung dan disain sayapnya mengemukakan suatu fakta bahwa makhluk kecil ini memperlihatkan kepada kita disain menakjubkan pada ciptaan Allah. Capung memiliki dua pasang sayap yang ditempatkan secara diagonal pada tubuhnya, ini memungkinkannya melakukan manuver sangat cepat. Capung dapat mencapai kecepatan lima puluh kilometer per jam dalam waktu sangat singkat, hal yang sungguh luar biasa bagi seekor serangga. Seorang atlit olimpiade dalam perlombaan lari seratus meter, hanya mampu berlari tiga puluh sembilan kilometer per jam.

    Giroskop Alami pada Capung

    Ada satu persyaratan lagi bagi penerbangan yang baik. Penerbangan sangatlah berbahaya jika tidak didukung oleh sistem penglihatan yang baik. Untuk itulah, pesawat terbang dan helicopter modern memiliki sistem visual canggih. Capung juga memiliki sistem visual teramat canggih: ia memiliki mata mikro berjumlah keseluruhan tiga puluh ribu buah, dan setiap mata mengarah ke titik yang berbeda. Semua informasi dari mata-mata mikro ini diteruskan ke otak capung, yang kemudian mengolahnya seperti komputer. Dengan sistem ini, capung memiliki kemampuan melihat yang luar biasa.

    Kemampuan manuver capung lebih unggul dari yang dimiliki helikopter. Misalnya, dengan satu manuver cepat di menit terakhir, capung berhasil menyelamatkan diri dari truk yang datang dari arah berlawanan.

    Bahkan capung mampu meloloskan diri dari dua bahaya, yakni ketika ia harus menghindar dari menabrak kaca depan mobil yang sedang melaju ke arahnya dan harus lolos dari burung yang memburunya. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan satu manuver cerdas.

    Satu permasalahan yang dihadapi pilot, yang seringkali harus melakukan manuver, adalah bahwa setelah suatu manuver, pilot mengalami kesulitan dalam menentukan posisi pesawat relatif terhadap permukaan bumi. Jika pilot kebingungan menentukan posisi bagian atas dan bawah pesawat setelah melakukan manuver, maka pesawat ini dapat mengalami kecelakaan. Para teknisi telah mengembangkan suatu alat untuk mengatasi hal ini, yakni giroskop. Alat ini menunjukan pilot pada garis horisontal yang menandakan posisi horison. Pilot membandingkan garis horisontal ini dengan horison sesungguhnya, dan dengan demikian ia dapat menentukan posisi pesawat dengan cepat. Selama jutaan tahun, capung telah memakai perlengkapan yang mirip dengan yang dikembangkan oleh para teknisi ini. Di depan mata capung terdapat garis horisontal maya pada posisi tetap. Tak menjadi masalah, pada sudut berapa pun ia terbang, ia selalu memposisikan kepalanya sejajar dengan garis horisontal ini.

    Ketika posisi tubuh capung berubah selama penerbangan, rambut-rambut di antara badan dan kepalanya menjadi terangsang. Sel-sel saraf pada akar rambut ini mengirimkan informasi ke otot-otot terbang capung tentang posisinya di udara. Hal ini memungkinkan otot-otot tersebut secara otomatis mengatur jumlah dan kecepatan gerak sayap. Dengan demikian, dalam manuver paling sulit sekalipun, capung tidak pernah kehilangan arah atau kendali. Sistem ini sungguh merupakan suatu keajaiban teknik.

    Disini, manusia yang berakal akan berpikir. Capung sendiri tidak mengetahui akan sistem luar biasa yang ia miliki. Lalu, siapakah yang meletakan pada tubuh serangga ini sistem penerbangan yang sedemikian kompleks, yang bahkan para insinyur ahli telah menggunakannya sebagai model? Siapakah yang melengkapi serangga ini dengan sayap sempurna, motor yang menggerakkan sayap dan sistem penglihatan yang prima? Siapakah Pencipta disain yang luar biasa ini?

    Capung: Diciptakan Sudah Sempurna dan Lengkap

    Teori evolusi Darwin, yang mencoba menjelaskan kehidupan dengan peristiwa kebetulan, tak mampu berbicara ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Mustahil bahwa sistem dalam tubuh capung dapat terbentuk melalui evolusi, yakni pembentukan tahap demi tahap secara kebetulan. Hal ini dikarenakan bahwa agar suatu makhluk hidup dapat hidup, semua sistem ini harus ada pada saat yang bersamaan dan telah lengkap. Capung paling pertama di dunia juga pasti muncul dengan mekanisme yang sama mengagumkannya dengan yang dimiliki capung zaman sekarang. Hal ini telah dibuktikan oleh catatan fosil tentang sejarah alam. Catatan fosil menunjukan bahwa capung-capung muncul di bumi pada saat bersamaan secara serentak. Fosil capung tertua yang diketahui ini berusia tiga ratus dua puluh juta tahun. Pada lapisan-lapisan fosil periode lebih awal, tidak dijumpai sesuatu pun yang menyerupai seekor capung. Tambahan lagi, sejak pertama kali capung muncul, catatan fosil menunjukan bahwa ia tidak mengalami evolusi.

    Fosil capung tertua benar-benar sama dengan capung-capung yang hidup sekarang. Antara fosil berusia seratus empat puluh juta tahun dengan capung masa kini di sebelahnya tidak ada perbedaan sama sekali. Kenyataan ini sekali lagi membuktikan kekeliruan teori evolusi sekaligus menunjukan dengan sebenarnya bagaimana capung dan semua makhluk hidup di dunia ini muncul menjadi ada. Adalah Allah, Tuhan seluruh alam, yang menciptakan semua makhluk hidup, dan masing-masing dari mereka adalah bukti keberadaan-Nya. Di samping Allah, tak ada kekuatan lain yang mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Fakta ini dinyatakan oleh Allah dalam Alquran:

    Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah” (QS. Al-Hajj, 22: 73)

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 3:52 am on 24 March 2015 Permalink | Balas  

    Berpikir Tentang Serangga… Banyak hal yang dapat dipikirkan… 

    laba jaringBerpikir Tentang Serangga…

    Banyak hal yang dapat dipikirkan oleh seseorang yang menghabiskan harinya dalam rumah. Ketika sedang membersihkan rumah, ia menjumpai seekor laba-laba yang merajut sarangnya di sebuah sudut rumah tersebut. Jika ia menyadari keharusan untuk memikirkan binatang yang seringkali tidak dihiraukan orang ini, ia akan mengerti bahwa pintu pengetahuan telah dibuka untuknya. Serangga kecil yang sedang disaksikannya adalah sebuah keajaiban. Sarang laba-laba tersebut memiliki bentuk simetri yang sempurna. Ia pun kagum terhadap seekor laba-laba yang mungil tetapi memiliki kemampuan dalam membuat sebuah disain sempurna yang sedemikian menakjubkan. Setelah itu ia membuat sebuah pengamatan singkat hingga mendapatkan beberapa fakta lain: serat yang digunakan laba-laba ternyata 30% lebih fleksibel dari serat karet dengan ketebalan yang sama. Serat yang diproduksi oleh laba-laba ini memiliki mutu yang demikian tinggi sehingga ditiru oleh manusia dalam pembuatan jaket anti peluru. Sungguh luar biasa, sarang laba-laba yang dianggap sederhana oleh kebanyakan manusia, ternyata terbuat dari bahan yang mutunya setara dengan bahan industri paling ideal di dunia.

    Ketika menyaksikan disain yang sempurna pada makhluk hidup di sekitarnya, manusia terus menerus berpikir hingga kemudian mendorongnya untuk menemukan lebih banyak fakta-fakta yang menakjubkan. Ketika mengamati sebuah lalat yang setiap saat dijumpainya namun belum pernah diperhatikannya atau bahkan merasa sangat terganggu dan ingin sekali membunuhnya, ia melihat bahwa serangga tersebut memiliki kebiasaan membersihkan diri sampai bagian-bagian yang terkecil dari tubuhnya sekalipun. Lalat tersebut seringkali hinggap di suatu tempat lalu membersihkan tangan dan kakinya secara terpisah. Setelah itu lalat ini membersihkan debu yang menempel pada sayap dan kepalanya dengan menggunakan tangan dan kakinya secara menyeluruh. Lalat ini terus saja melakukan yang demikian sampai yakin akan kebersihannya. Semua lalat dan serangga membersihkan tubuh mereka dengan cara yang sama: dengan penuh perhatian dan ketelitian sampai ke hal-hal yang kecil sekalipun. Ini menunjukkan adanya satu-satunya Pencipta yang mengajarkan kepada mereka cara membersihkan diri mereka sendiri.

    Ketika terbang, lalat mengepakkan sayapnya kurang lebih 500 kali setiap detik. Padahal tak satupun mesin buatan manusia yang mampu memiliki kecepatan yang luar biasa ini. Kalaulah ada, mesin itu akan hancur dan terbakar akibat gaya gesek. Namun sayap, otot ataupun persendian lalat ini tidak mengalami kerusakan. Lalat dapat terbang ke arah manapun tanpa terpengaruh oleh arah dan kecepatan angin. Dengan teknologi yang paling mutakhir sekalipun, manusia masih belum mampu membuat mesin yang memiliki spesifikasi dan teknik terbang yang luar biasa sebagaimana lalat. Begitulah, makhluk hidup yang cenderung diremehkan dan tidak terlalu mendapat perhatian manusia, dapat melakukan pekerjaan yang tak mampu dilakukan manusia. Tidak diragukan lagi, tidaklah mungkin mengklaim bahwa seekor lalat melakukan ini semua semata-mata karena kemampuan dan kecerdasan yang ia miliki. Semua karakteristik istimewa dari lalat adalah kemampuan yang Allah berikan kepadanya

    Segala sesuatu yang terlihat sepintas oleh manusia ternyata di dalamnya terdapat kehidupan, baik yang terlihat ataupun tidak. Tak satu sentimeter persegi pun di bumi ini yang di dalamnya tidak terkandung kehidupan. Manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan adalah makhluk yang mampu dilihat oleh manusia. Namun, masih ada makhluk-makhluk lain yang tidak terlihat oleh manusia akan tetapi manusia sadar akan keberadaannya. Misalnya rumah yang ia diami yang penuh dengan makhluk-makhluk mikroskopis yang disebut “tungau”. Demikian pula halnya dengan udara yang ia hirup, di dalamnya mengandung virus yang tak terhingga banyaknya, atau tanah kebunnya yang mengandung bakteri yang sangat banyak.

    Seseorang yang merenung tentang keanekaragaman yang luar biasa dari kehidupan di bumi, akan mengetahui kesempurnaan makhluk-makhluk ini. Tiap makhluk yang ia lihat adalah tanda-tanda keagungan karya seni ciptaan Allah, demikian pula halnya dengan keajaiban luar biasa yang tersembunyi dalam makhluk-makhluk mikroskopis tersebut. Virus, bakteri ataupun tungau yang tidak terlihat oleh mata telanjang memiliki mekanisme tubuh yang unik. Habitat, cara makan, sistim reproduksi dan pertahanan mereka semuanya diciptakan oleh Allah. Seseorang yang memikirkan secara mendalam tentang fenomena ini teringat ayat Allah:

    “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Ankabuut, 29: 60)

    ***

    Kiriman Sahabat Arland

     
  • erva kurniawan 1:00 am on 23 March 2015 Permalink | Balas  

    Apakah Mereka Tidak Melihat Unta? 

    ???????????????????????????????Apakah Mereka Tidak Melihat Unta?

    Lima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang panas membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Di sini terdapat badai pasir yang menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya. Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini.

    Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didisain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir. Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.

    Unta telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptil dan beberapa binatang kecil lainnya, tak ada binatang yang mampu hidup di sana. Unta adalah satu-satunya binatang besar yang dapat hidup di sana. Allah telah menciptakannya secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan.” (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)

    Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan. Yang sangat dibutuhkan pada kondisi panas membakar di gurun adalah minum, tapi sulit untuk menemukan air di sini. Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.

    Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

    Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah. Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir.

    Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata. Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini. Kelopak mata unta melindungi matanya dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.

    Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam. Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.

    Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan. Sistem khusus yang memungkinkannya menahan haus, punuk yang memungkinkannya bepergian tanpa makan, struktur kaki yang menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, kelopak mata yang tembus cahaya, bulu mata yang melindungi matanya dari pasir, hidung yang dilengkapi disain khusus anti badai pasir, struktur mulut, bibir dan gigi yang memungkinkannya memakan duri dan tumbuhan gurun pasir, sistem pencernaan yang dapat mencerna hampir semua benda apapun, lapisan tebal khusus yang melindungi kulitnya dari pasir panas membakar, serta rambut permukaan kulit yang khusus dirancang untuk melindunginya dari panas dan dingin.

    Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.

    Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Alquran:

    “Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan – Nya meliputi segala sesuatu”. (QS. Thaahaa, 20:98)

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 1:41 am on 22 March 2015 Permalink | Balas  

    Berpikir Tentang Planet Bumi 

    bumiBerpikir Tentang Planet Bumi

    Pernahkan Anda berpikir bahwa setiap sesuatu diciptakan untuk manusia saja?

    Ketika seseorang yang beriman kepada Allah mengamati segala sesuatu beserta sistim yang ada, hidup ataupun tak hidup, yang ada di jagad raya dengan menggunakan mata yang penuh perhatian, ia melihat bahwa segalanya telah diciptakan untuk manusia. Ia mengetahui bahwa tak satupun yang muncul dan menjadi ada di dunia secara kebetulan, namun diciptakan oleh Allah dalam keadaan yang sangat sesuai untuk kehidupan manusia.

    Misalnya, dari dulu hingga sekarang manusia dapat bernapas tanpa susah payah di setiap saat. Udara yang ia hirup tidak membakar saluran hidungnya, tidak membuatnya mabuk ataupun sakit kepala. Komposisi unsur-unsur ataupun senyawa-senyawa gas dalam udara telah ditetapkan dalam jumlah yang paling sesuai untuk tubuh manusia. Seseorang yang memikirkan hal ini teringat akan hal lain yang sangat penting: seandainya kadar oksigen dalam atmosfir sedikit lebih atau kurang dari yang ada sekarang, dalam dua keadaan tersebut kehidupan akan hancur. Ia lalu ingat betapa susahnya bernapas ketika berada dalam tempat yang tidak mengandung udara. Ketika seorang yang beriman terus-menerus memikirkan masalah ini, ia akan selalu bersyukur kepada Tuhannya. Ia melihat bahwa atmosfir bumi dapat saja dibuat sedemikian rupa sehingga membuatnya susah untuk bernapas sebagaimana banyak planet-planet yang lain. Namun tidaklah demikian kenyataannya, atmosfir bumi diciptakan dalam keseimbangan dan keteraturan yang demikian sangat sempurna sehingga membuat jutaan manusia bernapas tanpa susah payah.

    Seseorang yang tiada henti memikirkan tentang planet di mana ia hidup, menyadari betapa pentingnya air yang diciptakan Allah untuk kehidupan manusia. Kemudian ia pun berpikir: manusia pada umumnya paham tentang pentingnya air hanya ketika mereka kekurangan air dalam waktu yang lama. Air adalah substansi yang kita butuhkan setiap saat dalam hidup kita. Misalnya, sebagian besar dari sel-sel tubuh, dan darah yang menjangkau setiap bagian kecil dari tubuh kita tersusun atas air. Jika tidak demikian, maka fluiditas darah akan berkurang dan darah akan sangat sulit mengalir di dalam pembuluh vena. Fluiditas air tidak hanya penting bagi tubuh kita akan tetapi juga untuk tumbuh-tumbuhan. Air mampu menjangkau bagian yang paling ujung dari daun dengan melalui pembuluh-pembuluhnya yang halus seperti benang.

    Massa air yang sangat besar di lautan menjadikan bumi kita tempat yang dapat didiami. Jika proporsi lautan di bumi menjadi lebih kecil dari daratan, di mana-mana akan berubah menjadi gurun yang tidak memungkinkan adanya kehidupan.

    Seseorang yang sadar dan berpikir tentang hal ini akan benar-benar yakin bahwa adanya keseimbangan yang begitu sempurna di bumi sudah pasti bukanlah sebuah kebetulan. Setelah menyaksikan dan memikirkan fenomena tersebut, akan tampak bahwa segala sesuatu diciptakan dengan sebuah tujuan oleh Pencipta Yang Mahatinggi dan Pemilik Kekuatan Yang Abadi.

    Di samping itu, ia juga sadar bahwa contoh-contoh yang telah ia pikirkan sebagaimana di atas sangatlah terbatas. Sungguh, tidaklah mungkin untuk menyebutkan jumlah seluruh contoh-contoh yang berkenaan dengan keseimbangan yang sempurna di bumi. Bagi orang yang berpikir, ia akan dapat dengan mudah menyaksikan keteraturan, kesempurnaan dan keseimbangan yang terlihat jelas di setiap sudut jagad raya, dan dengannya mencapai suatu kesimpulan bahwa segala sesuatu diciptakan Allah untuk manusia. Allah berfirman dalam Al Qur’an:

    “Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Al-Jaatsiyah, 45: 13)

    ***

    Kiriman Sahabat Arland

     
    • Anas Azhar 8:16 am on 23 Maret 2015 Permalink

      tujuan Tuhan menciptakan semuanya ini untuk apa ? , segala hal yg sudah diaturnya dengan segala sebab, saya sangat penasaran apa tujuan Dia menciptakan yg dia buat ini, kalau ujung2nya jadi masalah, dan ciptaannyalah yg masih menanggung semua akibat dari Dia (sang Pencipta)

  • erva kurniawan 1:54 am on 21 March 2015 Permalink | Balas  

    Keajaiban pada Cumi-cumi dan Gurita 

    Gurita-3Keajaiban pada Cumi-cumi dan Gurita

    Hewan bertulang belakang adalah makhluk di bumi yang mampu berlari paling cepat, berenang paling baik dan terbang paling jauh. Semua ini karena keberadaan kerangka yang terbuat dari bahan keras dalam tubuh mereka, misalnya berupa tulang-belulang yang kokoh. Tulang berfungsi sebagai penyangga kuat bagi otot-otot yang menegang dan mengendur, yang melakukan gerakan terus-menerus melalui persendian yang dapat berputar.

    Hewan tak bertulang belakang bergerak dengan kecepatan lebih rendah dibanding hewan bertulang belakang. Ini dikarenakan struktur tubuh mereka yang tidak bertulang.

    Meski disebut sebagai ikan, cumi-cumi termasuk hewan tak bertulang belakang yang tidak memiliki tulang dalam tubuhnya. Namun, mereka mempunyai kemampuan gerak luar biasa berkat adanya sistem yang sangat unik pada tubuhnya. Tubuh lunak cumi-cumi tertutupi oleh lapisan jaket tebal. Di bawah lapisan ini, air disedot dan disemburkan keluar oleh otot-otot kuat, sehingga menjadikannya mampu bergerak mundur.

    Mekanisme pada cumi-cumi sangatlah rumit. Pada kedua sisi kepalanya terdapat lubang mirip kantong. Air disedot melalui lubang ini dan masuk ke dalam rongga berbentuk tabung atau silinder dalam tubuhnya. Lalu ia menyemburkankan air ini keluar dengan tekanan tinggi melalui sebuah pipa kecil yang terletak persis di bawah kepalanya, sehingga ia dapat bergerak cepat dalam arah berlawanan akibat gaya reaktif, yakni gaya dorong yang berlawanan arah dengan arah semburan air.

    Teknik berenang cumi-cumi memiliki kecepatan dan daya tahan yang sangat sesuai untuknya. Cumi-cumi Jepang bernama Todarodues pacificus, dalam migrasinya yang berjarak 1250 mil (2000 km), bergerak dengan kecepatan sekitar 1,3 mph (2 km/h). Untuk jarak dekat, ia mampu mempercepatnya hingga 7 mph (11 km/h). Beberapa spesies diketahui mampu melampaui kecepatan 19 mph (30 km/h).

    Cumi-cumi meloloskan diri dari musuh dengan gerakan sangat cepat akibat kontraksi otot yang cepat tersebut. Jika gerakan cepat saja tidak cukup, awan tinta pekat dan gelap dikeluarkan dari dalam tubuhnya, sehingga musuh terkejut untuk beberapa saat. Ini memberikan waktu yang cukup bagi cumi-cumi yang tak terlihat di belakang awan tinta untuk segera meninggalkan tempat dan meloloskan diri.

    Sistem pertahanan dan cara berenang reaktif cumi-cumi juga bekerja selama berburu. Mereka dapat menyerang dan mengejar musuh dengan kecepatan tinggi. Sistem saraf yang sangat rumit mengatur penegangan dan pengenduran otot yang diperlukan selama berenang. Oleh karenanya, sistem pernapasan mereka juga pastilah sempurna, sehingga memungkinkan kerja metabolisme tubuh yang prima yang diperlukan bagi sistem pancaran air (propulsi jet) pada cumi-cumi.

    Cumi-cumi bukanlah satu-satunya binatang yang berenang dengan sistem reaktif. Gurita juga menggunakan sistem ini. Namun, gurita bukanlah perenang sejati, ia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berjalan melintasi bebatuan dan lembah curam di laut dalam.

    Kulit bagian dalam gurita tersusun atas banyak lapisan otot yang saling bertumpukan. Otot ini dikelompokkan menjadi tiga jenis: longitudinal, sirkular dan radial. Susunan otot yang saling memperkuat dan saling menyeimbangkan ini memungkinkan gurita melakukan beragam gerakan.

    Ketika menyembur air keluar, otot sirkular mengerut searah panjangnya. Namun, sifat volumenya yang cenderung tetap menyebabkan otot tersebut melebar, dan ini biasanya menjadikan tubuh gurita memanjang. Akan tetapi, otot longitudinal mencegah pemanjangan ini. Otot radial tetap dalam keadaan terentang selama peristiwa ini terjadi sehingga lapisan jaket menebal. Setelah air disemburkan, otot radial mengerut dan memendek, sehingga menyebabkan lapisan jaket menipis, dan rongga jaket pun terisi air kembali.

    Sistem otot pada cumi-cumi hampir menyerupai gurita. Tetapi ada satu perbedaan: cumi-cumi memiliki lapisan urat otot yang disebut mantel sebagai ganti otot longitudinal pada gurita. Mantel ini terdiri dari dua lapisan yang menutupi bagian luar dan dalam tubuhnya, seperti halnya otot longitudinal. Di antara kedua lapisan ini adalah otot sirkular. Otot radial terletak di antara lapisan otot sirkular, dalam posisi tegak lurus.

    Terdapat pula desain sempurna tanpa cacat pada sistem perkembang-biakan cumi-cumi. Telurnya memiliki permukaan lengket yang memungkinkannya menempel dan menggantung pada rongga atau gua-gua di kedalaman lautan. Embrio cumi-cumi mendapatkan sari makanan yang telah tersedia dalam telur hingga saat menetas. Embrio melubangi kulit penutup telur dengan menggunakan organ kecil mirip sikat pada bagian ekornya. Organ ini segera hilang setelah telur menetas. Setiap bagian terkecil dari sistem perkembangbiakan cumi-cumi telah dirancang dan berfungsi sebagaimana tujuan perancangannya. Semua penciptaan menakjubkan ini tak lain adalah perwujudan ilmu Allah yang tak terbatas.

    “Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini.” (QS. Al-Jaatsiyah, 45:4)

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 1:46 am on 20 March 2015 Permalink | Balas  

    Bagaimana Memahami Ayat Allah di Alam 

    Bagaimana Memahami Ayat Allah di Alam

    Dalam Al Qur’an dinyatakan bahwa orang yang tidak berimatunasn adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya.

    Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu

    orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:190-191)

    Di banyak ayat dalam Al Qur’an, pernyataan seperti, “Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”, “terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal,” memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini:

    “Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. An- Nahl, 16:11)

    Marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.

    Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu? Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon? Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan. Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah.

    Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita. Atau untuk lebih tepatnya, terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun, apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa?

    Tak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki kemampuan membuat sebatang pohon. Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat disebutkan:

    Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al-An’aam, 6:59).

    Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam ayat lain Allah menyatakan:

    Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (QS. Al-An’aam, 6:95)

    Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”, maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah SWT

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 1:38 am on 19 March 2015 Permalink | Balas  

    Hukum Mandi Junub 

    mandi-2-dalamHukum Mandi Junub

    Arsip fiqh

    Assalamualaikum wr. wb. Saya telah berkeluarga dengan 1 orang putra. Adapun permasalahan yang saya hadapi adalah apabila saya telah berhubungan dengan istri di malam hari, kemudian masuk waktu subuh, saya dan juga istri langsung salat subuh hanya dengan membasuh alat kelamin saja tanpa harus mandi dulu, karena saya pernah membaca di salah satu artikel Al-Islam jum’at di mesjid raya Bogor, Berdasarkan hadis, bila Rasulullah pernah melakukan hal ini dengan syarat apa, itu yang saya lupa. Mohon tanggapannya, terima kasih. Wassalam. (Mohamad Andri, Bogor)

    Jawaban:

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Al-Maaidah: 6)

    Diriwayatkan dari Aisyah r.a. katanya, “Apabila Rasulullah saw. mandi junub, Rasulullah mengawalinya dengan mencuci kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan menggunakan tangan kanan ke tangan kiri, kemudian mencuci kemaluan dan berwudu sebagaimana yang biasa dilakukan ketika ingin mendirikan salat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut sampai rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, seterusnya baginda membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki.” (HR Bukhari).

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. katanya, “Nabi saw. bersabda, ‘Apabila seorang lelaki duduk di antara empat cabang milik perempuan, kemudian menyetubuhinya, maka dia wajib mandi.” (HR Bukhari).

    Diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. katanya, “Ummu Sulaim pernah bertanya kepada Nabi saw. tentang mimpi yang berlaku kepada seorang perempuan sebagaimana mimpi seorang lelaki. Rasulullah saw. bersabda, ‘Apabila perempuan tersebut bermimpi keluar mani, dia wajiblah mandi junub.’ Ummu Sulaim berkata, ‘Aku malu untuk bertanya hal tersebut yang terjadi pada diriku.’ Ummu Salamah berkata, ‘Apakah hal ini terjadi pada perempuan?’ Nabi saw. bersabda, ‘Ya’, lalu Ummu Salamah bertanya, ‘Bagaimana dia ingin memastikannya.’ Nabi saw. bersabda, ‘Ketahuilah bahwa mani lelaki itu kasar dan berwarna putih, adapun mani perempuan itu halus dan berwarna kuning. Setiap mani yang menyerupai mani lelaki atau perempuan, sudah pasti mani tersebut adalah darinya.”

    Dalam ayat dan beberapa hadis tersebut di atas terlihat jelas bahwa apabila seorang junub, baik karena berhubungan suami istri atau mimpi, maka sudah menjadi kewajiban untuk mandi janabah (mandi junub). Seorang yang junub boleh saja tidak mandi janabah dengan syarat dia dalam keadaan tidak ada air, atau sakit yang menurut dokter dia tidak boleh kena air, sebagaimana yang ada dalam beberapa hadis dan kitab-kitab fikih. Dalam keadaan demikian disebut darurat. Sekian, wallahu a’lam.

    ***

    Al-Islam, Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

     
  • erva kurniawan 11:33 am on 18 March 2015 Permalink | Balas  

    Kekeliruan Berpakaian Dalam Shalat 

    shalat gaibKekeliruan Berpakaian Dalam Shalat

    arsip fiqh

    Pengantar

    Seorang muslim sudah seharusnya memahami setiap perkara penting yang menyangkut agamanya, terutama yang bersifat fardhu ‘ain, seperti shalat.

    Salah satu masalah yang terkait dengan shalat dan kurang mendapat perhatian dari sebagian kaum muslimin adalah tentang pakaian di dalam shalat. Masih banyak di antara mereka yang belum faham tentang pakaian yang dianjurkan, yang dilarang dan yang dibenci jika pakai pada waktu shalat.

    Dalam edisi ini kami turunkan sebuah pembahasan tentang beberapa kekeliruan berpakaian di dalam shalat yang kami ambil dari kitab “al-Muhkam al- Matin” , ringkasan dari kitab “al-Qaul al-Mubin fi Akhta’ al Mushallin” karya syaikh Masyhur bin Hasan al-Salman.

    Di antara kekeliruan tersebut adalah:

    1.Shalat dengan pakaian ketat

    Memakai pakaian ketat dalam shalat adalah makruh dalam tinjauan syar’i dan tidak baik dari segi kesehatan. Jika ketika memakainya sampai tingkat meninggalkan shalat (dengan alasan susah untuk melakukan gerakan ini dan itu), maka hukum memakainya menjadi haram. Dan terbukti bahwa kebanyakan orang yang memakai celana ketat adalah mereka yang tidak shalat atau jarang melakukannya.

    Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata, “Celana panjang (ketat, red) itu membentuk aurat, dan aurat laki-laki adalah dari lutut sampai pusar. Seorang yang sedang shalat harus semaksimal mungkin menjauhi segala kemaksiatan ketika dia sedang sujud, yakni dengan terlihat bentuk kedua pantatnya (karena sempitnya celana itu-red), atau bahkan membentuk aurat yang ada di antara keduanya (kemaluan). Maka bagaimana orang seperti ini berdiri di hadapan Rabb seru sekalian alam?

    Jika celana yang dipakai adalah longgar maka menurut Syaikh al-Albani tidak apa-apa, namun yang lebih utama adalah dengan mengenakan gamis (baju panjang) hingga menutupi lutut, atau setengah betis dan boleh dijulurkan maksimal hingga mata kaki.

    2.Shalat dengan pakaian tipis atau asal-asalan

    Tidak boleh shalat dengan pakaian tipis yang menampakkan anggota badan, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang di masa ini. Dengan sengaja memakainya maka berarti sengaja memperlihatkan bagian auratnya yang seharusnya tertutup. Mereka telah tergiring oleh syahwat sehingga menjadi pengikut mode dan adat, mereka juga telah terbius oleh para penyeru permisivisme yang membolehkan manusia berkreasi dan melakukan apa saja tanpa mengindah kan norma dan aturan syari’at.

    Masuk kategori shalat dengan pakaian asal-asalan adalah shalat memakai piyama atau baju tidur. Suatu ketika Rasululah saw ditanya oleh seseorang tentang shalat dengan memakai satu pakaian (misal: celana panjang saja tanpa memakai baju atau memakai gamis tanpa mengenakan celana-red), maka beliau menjawab, “Bukankah masing masing kalian mendapati dua pakaian?

    Abdullah Ibnu Umar ra melihat Nafi’ shalat sendirian dengan memakai satu pakaian, maka dia berkata kepada Nafi’,” Bukankah aku memberikan untukmu dua pakaian? Nafi’ menjawab, “Ya, benar.” Maka Ibnu Umar bertanya, “Apakah engkau ketika keluar ke pasar hanya dengan satu pakaian?” Nafi’ menjawab,” Tidak.” Maka Ibnu Umar berkata, “Sungguh berhias untuk Allah adalah lebih berhak (dilakukan).”

    Maka dengan demikian orang yang shalat dengan baju tidur termasuk dalam kategori ini, karena tentu dia akan merasa malu apabila bepergian atau ke pasar dengan memakai piyama tersebut.

    Dan bagi wanita, shalat dengan pakaian yang tipis urusannya lebih berat dari pada laki-laki. Maka jangan sampai para wanita shalat dengan pakaian yang terbuat dari kain yang tipis atau transparan, karena meskipun menutup seluruh tubuh namun tetap memperlihatkan kulit dan badannya.

    3.Shalat dengan aurat terbuka

    Masalah terbukanya aurat ini terjadi pada beberapa klasifikasi manusia:

    • Pertama; Seseorang mengenakan celana ketat yang membentuk tubuh (aurat) kemudian memakai baju yang pendek, sehingga ketika rukuk atau sujud pakaiannya tersingkap, maka kelihatan bagian bawah punggungnya dan bentuk auratnya karena ketatnya celana yang dipakai dan pendeknya baju.

    Maka dengan pakaian seperti ini berarti dia membuka auratnya, padahal dia sedang rukuk dan sujud di hadapan Allah swt, semoga Allah menjaga kita semua dari hal itu. Terbukanya aurat dalam keadaan shalat dapat menyebabkan batalnya shalat, dan inilah salah satu efek negatif mengimpor pakaian dari negri kafir.

    • Kedua;Orang yang tidak sungguh-sungguh menutup auratnya dan tidak berusaha semaksimal mungkin menutupinya, padahal sebenarnya dia mampu. Hal ini biasanya karena faktor kebodohan, malas dan ketidakpedulian seseorang dalam menutup auratnya.

    Perhatian juga kepada para wanita, jangan sampai shalat dalam keadaan sebagian rambutnya terlihat, atau tidak tertutup keseluruhannya. Jangan pula tersingkap lengan atau betisnya. Karena menurut jumhur (mayoritas) ulama kalau sampai demikian, maka hendaknya ia mengulang shalatnya tersebut. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sayyidah Aisyah ra bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, “Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah mengalami haid (baligh) kecuali dengan mengenakan tutup kepala (khimar).”

    Salah satu pakaian yang dikhawatirkan menjadi sebab terbukanya aurat wanita adalah jilbab kecil yang sangat memungkinkan apabila shalat dengan tanpa tutup lain yang lebih lebar akan tersingkap bagian rambutnya.

    • Ketiga; Orang tua yang mengajak shalat anak-anak mereka yang sudah cukup besar (usia di atas tujuh tahun) hanya dengan pakaian seadanya, seperti memakaikan celana pendek untuk mereka.

    4.Shalat dalam keadaan isbal

    Banyak sekali dalil yang menjelaskan haramanya isbal, baik ketika shalat maupun di luar shalat. Namun masih banyak kaum muslimin yang kurang perhatian dengan masalah ini, padahal ada sebuah riwayat marfu’ dari Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa Allah tidak menerima shalat seseorang yang musbil (menjulurkan pakaiannya di bawah mata kaki). Hadits ini dinyatakan hasan oleh An-Nawawi di dalam kitab Riyadhus Shalihin dan oleh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap kitab Al Mahalli. Namun berdasar penelitian, hadits tersebut adalah dha’if karena rawi dari tabi’in adalah majhul (tidak dikenal). Andaikan hadits tersebut shahih, maka amat banyak kaum muslimin yang berada dalam bahaya besar karena melakukan shalat dalam keadaan isbal. Namun tetap saja shalat dengan kondisi isbal adalah sebuah kesalahan, sehingga meskipun shalatnya sah, pelakunya mendapatkan dosa.

    5.Menyingsingkan atau melipat lengan baju

    Termasuk kesalahan dalam pakaian shalat adalah menyingsingkan atau melipat lengan baju ketika akan shalat. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, “Rasulullah n bersabda, “Aku diperintahkan untuk sujud di atas tuju anggota badan, tidak menahan rambut dan menyingsingkan pakaian.”

    6.Shalat dengan pundak terbuka

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah n bersabda, “Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian shalat hanya dengan satu pakaian tanpa adanya penutup sedikit pun di atas pundaknya.” (HR Muslim). Larangan di atas menunjukkan atas makruhnya hal itu, bukan keharamannya. Sebab jika seseorang telah menutup auratnya, maka shalatnya sah meskipun tidak meletakkan sesuatu di atas pundaknya, namun perbuatan ini dibenci.

    7.Shalat dengan pakaian yang bergambar.

    Diriwayatkan dari Aisyah ra dia berkata, Suatu ketika Rasulullah saw shalat dengan memakai qamishah (gamis) yang terdapat gambar, tatkala selesai shalat beliau bersabda, “Bawalah qamishah ini kepada Abu Jahm bin Khudzaifah dan bawakan untukku anbijaniyah, karena qamishah tadi telah mengganggu shalatku.”

    Anbijaniyah adalah jenis kain yang agak tebal yang tidak bermotif dan tidak ada gambar(kain polos). Dari Anas Radhiallaahu anha dia berkata, Aisyah ra pernah memasang sehelai kain untuk menutup salah satu dinding sisi rumahnya. Maka Nabi saw bersabda kepadanya, ” Singkirkan dia dariku karena selalu terlintas dalam pandanganku ketika aku melakukan shalat.”

    Para ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat dengan memakai pakaian yang bergambar, dan jumhur fuqaha (mayoritas ahli fikih) menganggap hal tersebut makruh. Imam Malik ditanya tentang cincin stempel yang bergambar (orang atau hewan-pen), Apakah boleh dipakai dan shalat dengannya? Beliau menjawab, “Tidak boleh dipakai dan tidak boleh shalat dengannya.” Adapun uang atau koin dengan gambar manusia maka membawanya ketika shalat menurut as-Samarqandi tidak apa-apa karena kecil dan tersimpan/tertutup.

    8.Shalat dengan pakaian kuning.

    Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra bahwa Rasulullah melihat dua pakaian dicelup (diwenter) dengan warna kuning, maka beliau bersabda, “Sesungguhnya itu termasuk pakaian orang kafir, maka engkau jangan memakainya.” Dari Anas ra dia berkata, “Rasulullah melarang seseorang untuk mewarnai bajunya dengan warna kuning (za’faran, semisal warna kunyit-red). Dan dalam hadits yang bersumber dari Ali ra dia berkata, “Rasulullah saw melarang pakaian mu’ashfar (yang di celup dengan warna kuning).” Ada pun bagi wanita maka tidak apa-apa mengenakan pakaian dengan warna tersebut.

    9.Shalat Tanpa Tutup Kepala

    Apabila yang melakukan demikian adalah orang laki-laki maka dibolehkan, namun tidak dibolehkan bagi kaum wanita, karena kepala bagi seorang wanita adalah aurat. Akan tetapi yang mustahab(dianjurkan) adalah shalat dengan menutup kepala karena lebih sempurna dan pantas.

    Syaikh Nashiruddin al-Albani berkata, “Saya berpendapat bahwa shalat dengan kepala terbuka adalah makruh, karena merupakan hal yang bisa diterima jika seorang muslim masuk masjid untuk shalat dengan penampilan islami yang semaksimal mungkin, berdasarkan hadits, “Sesungguhnya berhias (rapi) di hadapan Allah adalah lebih berhak (dilakukan).”

    Perlu diketahui bahwa shalat dengan kepala terbuka adalah makruh, maka tidak dibenarkan seseorang tidak mau shalat dibelakang orang (imam) yang tidak memakai tutup kepala.

    Wallahu a’lam bish shawab. Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua untuk menggapai kesempurnaan Shalat. (Abu Ahmad) Catatan: Rawi dan derajat hadits memang tidak dicantumkan, sesuai dengan yang terdapat di dalam kitab aslinya. Hal ini dikarenakan hadits yang ada di dalam kitab al-Qaul al-Mubin sudah terseleksi keshahihannya.

    ***

    Sumber: alsofwah.or.id

     
    • lazione budy 12:33 pm on 18 Maret 2015 Permalink

      Yang terpenting menutup aurat.
      That’s all.

    • gombloh 5:58 am on 28 Maret 2015 Permalink

      Salam kenal,mau ijin baca2 untuk nambah ilmu.
      Trims

  • erva kurniawan 1:41 am on 17 March 2015 Permalink | Balas  

    Panganan Penuh Hikmah yang Disebut di Dalam Al-Qur`an 

    minyak-zaitunPanganan Penuh Hikmah yang Disebut di Dalam Al-Qur`an

    Orang yang mau mendalami ayat-ayat Al-Qur`an akan menyadari bahwa Allah sudah merentangkan segala penjelasan di dalam Kitab-Nya dan menunjukkan kepada manusia cara-cara untuk memudahkan hidup baik di dunia ini maupun di alam berikutnya. Subjek lain yang menarik perhatian manusia yang memahami adalah yang diutarakan Al-Qur`an tentang makanan-makanan khas yang baik untuk kesehatan manusia.

    Buah-buahan

    Al-Qur`an menyebutkan sejumlah buah-buahan yang oleh ilmu pengetahuan modern ditegaskan memiliki khasiat untuk mencegah beberapa jenis penyakit. Buah-buahan yang memberikan manfaat pada tubuh manusia dalam berbagai cara, juga enak rasanya. Di dalam ayat-ayat Al-Qur`an, Allah menyuruh manusia supaya memperhatikan keberagaman dan keindahan disertai seruan agar merenungkan ciptaan-ciptaan-Nya yang amat menakjubkan,

    “Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuhan-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan Kami keluarkan pula zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pula) kematangannya. Sesungguhnya, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (al-An’aam [6]: 99)

    Allah menciptakan beragam jenis buah, setiap jenis memiliki rasa dan harum tersendiri meskipun semuanya tumbuh di tanah yang sama dan diairi dengan air yang sama.

    Sebagaimana penciptaannya, kenyataan bahwa buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan sumber-sumber vitamin dan nutrisi esensial yang melimpah, juga menggugah manusia berakal untuk berpikir. Buah-buahan, yang tumbuh dalam tanah lumpur hitam, hanya menyerap unsur-unsur gizi yang diperlukan (mineral-mineral) yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Tapi bagaimana tanah bisa mengetahui nutrisi apa yang harus ia hasilkan? Begitu pula, apakah buah yang dihasilkan tanaman punya kemampuan dan pengetahuan untuk menghunjam ke tanah mencari komponen-komponen keperluannya dan menyerapnya dalam kuantitas yang ia perlukan? Bagaimanapun, sistem ini bekerja dalam tatanan teramat sempurna dan akurat, sehingga setiap jenis tanaman mempunyai warna, rasa dan bau spesifik, serta mengandung mineral dan vitamin dalam kadar terukur persis. Sebagai contoh, buah melon tidak pernah berwarna biru atau asam, tidak pula berbau tanah melainkan sentiasa berbau dan punya rasa khasnya sendiri yang kita kenal.

    Allah, pemilik tunggal dan penguasa jagat raya, menciptakan tatanan ini dan memperlihatkannya kepada manusia agar mereka mengambil hikmah dan mensyukuri-Nya.

    Al-Qur`an menyebutkan begitu banyak jenis buah-buahan, yang akan tersedia bagi orang-orang beriman di dalam surga. Pada penggalan ini, secara singkat, kita akan memperbincangkan hikmah dan manfaat dari buah-buahan yang disebutkan di dalam Al-Qur`an

    1. Pisang

    Al-Qur`an juga menyebut pisang sebagai salah satu buah-buahan surga,

    “Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon-pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya.” (al-Waaqi’ah [56]: 28-33)

    Seperti semua karunia lainnya, buah pisang yang dinikmati para penghuni surga tentu akan jauh lebih sempurna dari pisang yang dapat dibayangkan kini tersedia di dunia. Betapapun, pisang-pisang yang tersedia di surga tidak pernah jadi busuk dan akan memiliki rasa dan wangi yang tidak mungkin kita bayangkan sekarang. Namun, di dunia ini pun Allah sudah menciptakan sejenis buah yang sangat mirip dengan yang ada di surga dan telah menyediakannya untuk kita.

    Pisang, buah yang sangat bergizi, terdiri atas air (75%), protein (1.3%) dan lemak (0.6%). Tiap buah pisang juga mengandung karbohidrat dan potassium dalam jumlah cukup. Di samping menolong menyembuhkan banyak penyakit, pisang sangat dianjurkan untuk penyembuhan demam, gangguan sistem kerja pencernaan, kejang-kejang, dan terkilir. Tingginya jumlah potassium yang dikandungnya (0.24%) memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh.

    Pisang menurunkan tekanan darah dan digunakan untuk penyembuhan beragam alergi. Potassium berfungsi bersama sodium, meningkatkan pertumbuhan sel dan otot, dan mengatur ekuilibrium air dan detak jantung. Setiap perubahan pada keseimbangan sodium-potassium dapat mandatangkan ketidakteraturan pada sistem kerja saraf dan otot. Itu sebabnya, orang harus menjaga ekuilibrium potassium tubuh. Di samping itu, kekurangan potassium dapat berakibat pada edema (penumpukan air berlebihan di suatu organ tubuh) dan menurunkan jumlah sirkulasi gula di dalam darah, maka keseimbangan ini perlu tetap dijaga.

    Pisang, yang kaya vitamin B6, juga memainkan peran penting dalam menggugah reaksi-reaksi unsur kimia dari protein dan asam amino, dan merupakan alat penting untuk menjaga otak berfungsi normal. Unsur-unsur kimiawi ini meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga keseimbangan kimia dalam cairan tubuh, membantu produksi energi, dan memberikan kemampuan bertahan terhadap tekanan (stres). Karbohidrat berfungsi sebagai enzim penolong dalam proses metabolisme lemak dan protein. Selain itu, pisang menyembuhkan banyak jenis penyakit anemia (kekurangan sel darah merah dalam darah atau dalam kadar hemoglobin penderita), adalah instrumental dalam pembangunan sel dan otot, memelihara keseimbangan cairan tubuh, dan menyembuhkan penyakit-penyakit pada jantung. Sebaliknya, kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan letih, mempengaruhi kemampuan berkonsentrasi seseorang, insomnia, anemia, penyakit kulit, dan lain-lain.

    Sang pencipta manusia telah menciptakan buah bermanfaat ini dan menjuruskan perhatian kita pada manfaatnya. Allah menegaskan bahwa Dia sudah memberikan kepada manusia apa saja yang diinginkan dan perlukan, dan telah mengingatkan mereka agar tidak bersekutu dengan mereka yang tidak bersyukur,

    “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Ibrahim [14]: 34)

    1. Anggur

    “Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan.” (al-Mu`minuun [23]: 19)

    Anggur, yang bergizi tinggi dan kaya dengan beragam vitamin dan bahan-bahan metalik, merupakan satu jenis makanan penting. Sekitar 20-25% isinya adalah gula, yang dapat dengan cepat masuk ke dalam aliran darah. Karena itu, anggur baik untuk mereka yang banyak menggunakan kegiatan fisik dan mental, sebab ia menghilangkan rasa penat dan menggempur anemia. Banyak sekali kandungan besi dan gula di dalam buah anggur yang juga mempergiat produksi darah dan menjadi obat untuk untuk penderita-penderita liver, ginjal, dan sistem pencernaan. Anggur merangsang berfungsinya ginjal dan membantu mengeluarkan ampas-ampas tubuh seperti urea. Dengan mengeluarkan air yang berlebihan dari tubuh, anggur menurunkan tekanan darah.

    Para penderita bisul (ulcer) perut, sakit mag, radang persendian, radang usus kecil, rematik, dan mereka yang keracunan, dianjurkan minum jus buah anggur.

    Anggur juga menguatkan organ jantung, befaedah dalam menyembuhkan bronchitis dan batuk, serta meningkatkan kecantikan kulit karena anggur membersihkan darah.

    Karena anggur meningkatkan produksi air susu, ibu-ibu yang menyusui dianjurkan minum jus buah anggur. Sejumlah unsur kimia yang terdapat dalam buah anggur dapat mengurangi kemungkinan terjangkit kanker kulit.

    1. Delima

    “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma. Tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya yang bermacam-macam itu bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya);dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (al-An’aam [6]: 141)

    Delima, sejenis buah lain yang disebutkan di dalam Al-Qur`an, mengandung potassium yang besar volumenya, selain dari mineral-mineral lain seperti fosfor, kalsium, besi, dan sodium, dan vitaman-vitamin A, B1, B2, B3, dan C. Bereaksi bersama sodium, potassium mengatur ekuilibrium air tubuh dan menjaga detak jantung agar tetap normal. Dengan memelihara keseimbangan kadar potassium-sodium, buah ini juga menunjang kepekaan saraf dan otot agar berfungsi secara teratur, mencegah edema, dan mengurangi kadar gula yang beredar di dalam darah. Delima menghilangkan rasa letih otot dan memungkinkannya bergerak dengan mudah,dan juga menguatkan jantung.

    1. Zaitun

    “Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu mengembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (an-Nahl [16]: 10-11)

    Dari pengkajian para pakar, belum lama berselang, di ketahui bahwa zaitun tidak saja enak rasanya, tapi juga merupakan sumber makanan sehat. Kandungan asam linoleik yang terdapat dalam buah ini secara khusus sangat bermanfaat bagi ibu-ibu yang tengah menyusui anaknya. Kekurangan asam linoleik dapat mengurangi pertumbuhan bayi dan memperbesar potensi pada timbulnya beberapa penyakit kulit. Organisasi-organisasi kesehatan, termasuk WHO, menganjurkan penduduk yang bermukim dalam masyarakat yang tingkat penderita diabetes dan arterioclerosis (penebalan saluran urat darah) tinggi supaya mengonsumsi minyak zaitun yang mengandung paling kurang 30% asam linoleik. Hal ini telah menaikkan harga zaitun.

    Manfaat zaitun tidak hanya terbatas pada asam linoleik. Misalnya, unsur klorin yang dikandungnya dapat meningkatkan fungsi liver lebih sempurna, sehingga dengan begitu memfasilitasi tubuh dalam mengeluarkan bahan buangan. Karena juga memberi sumbangan pada kerangka tubuh, zaitun dengan demikian membuat tubuh jadi kuat dan panjang usia. Unsur-unsur tersebut juga baik untuk serabut arteri otak.

    Selain manfaat-manfaat yang sudah disebutkan itu, minyak zaitun adalah sumber penting bagi gizi manusia. Berbeda dengan mentega padat, minyak zaitun tidak meninggikan tingkat kolesterol di dalam darah; sebaliknya minyak ini tetap mengendalikannya. Karena itu, para dokter sangat menganjurkan pemakaian zaitun dalam hal masak-memasak. Sementara itu, apakah dalam keadaan panas atau dingin, minyak zaitun mengurangi jumlah asam pencernaan dan dengan demikian melindungi perut dari penyakit-penyakit radang usus dan sakit mag.Minyak zaitun juga membuat teraturnya gerakan kantong empedu.

    Penelitian juga telah mengungkapkan bahwa minyak zaitun memiliki kemampuan tertentu untuk mencegah timbulnya penyakit urat darah koroner melalui pengurangan level LDL, sejenis kolesterol yang mengganggu kesehatan, sementara meninggikan tingkat kolesterol yang bermanfaat untuk kesehatan HDL di dalam darah.

    Vitamin E, A, D, dan K dalam darah sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan kadar mineral dalam tubuh anak-anak dan orang dewasa. Ia memperkuat tulang-belulang dengan cara menstabilkan kalsium. Minyak zaitun merupakan unsur vital dalam membangun organisme-organisme tubuh. Unsur-unsur antioksidan semacam ini dan asam-asam lemak seperti asam linoleik, yang sangat penting bagi manusia, memperbanyak hormon dan sintesis membran sel-sel biologis. Karena vitamin-vitamin ini memperbaharui sel, mereka juga digunakan untuk mengatasi keluhan-keluhan yang terkait dengan usia seseorang dan perawatan kulit.

    Karena vitamin memberi sumbangan pada pertumbuhan otak dan jaringan saraf bayi sebelum dan sesudah kelahiran, satu-satunya rekomendasi para spesialis kepada para ibu adalah minyak zaitun. Di samping memiliki satu peringkat asam linoleik yang sangat mirip tarafnya dengan ASI, minyak zaitun berfungsi sebagai sumber nutrisi alami seperti halnya ASI bila dicampur dengan susu sapi bebas lemak. Sebagai harta milik kesehatan yang penting, minyak zaitun, mujarab untuk mengatasi penyakit-penyakit jantung dan saluran darah. Sehubungan dengan segala kemanjuran dan kemanfaatan itu, minyak zaitun telah menarik perhatian para spesialis kesehatan dalam kurun tahun terakhir ini.

    1. Kurma

    “Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.” (ar-Ra’d [13]: 4)

    Kurma, buah-buahan yang disebut dalam surah Maryam, pohonnya tumbuh di padang gersang bersuhu panas dan banyak manfaatnya. Allah mengindentifikasikan khasiat penyembuhan dari buah ini dengan menceritakan pada Maryam, yang sedang menghadapi persalinan, supaya makan daging buah kurma,

    “Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: ‘Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah….” (Maryam [19]: 24-26)

    Allah mempunyai maksud tertentu dengan menyeru kita untuk memperhatikan kurma. Dengan meneliti isi kandungan buah ini akan membuat kita lebih paham tentang maksud Ilahi itu. Kurma, dengan kandungan 50% gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya terdiri atas fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna.30 Kandungan gulanya menenangkan saraf yang gelisah serta memberikan rasa aman pada kejiwaan. Sudah pasti tiap persalinan selalu mengeluarkan banyak darah, yang dengan sendirinya jumlah gula darah yang tertumpah karenanya cukup banyak. Karena gula yang lenyap itu harus diganti, keterlibatan kurma, seperti pada persalinan Maryam, nyata benar manfaatnya sebagai tambahan. Kurma juga mengurangi tekanan darah. Meskipun daging sangat besar manfaatnya, tapi tidaklah sebanding dengan lebih besarnya manfaat kurma segar dalam segala hal. Mengonsumsi terlalu banyak daging, yang tak terbantahkan mengandung banyak protein, tidaklah mustahil pada saat yang sama dapat mengakibatkan keracunan. Jadi, makanan-makanan ringan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, yang tentu saja mudah dicerna, hendaknya lebih menjadi pilihan.

    Dalam cahaya ayat tadi, kita melihat kurma, khususnya, sungguh bermanfaat bagi wanita hamil dan ibu-ibu yang menyusui secara alami. Daging buah kurma meningkatkan kesehatan janin di dalam perut ibu, mencegah ibu dari rasa lemah, dan memperbanyak air susu bergizi tinggi.

    Di saat yang sama, kurma segar memberikan manfaat besar kepada otak. Kurma, dengan kandungan 2.2% protein, juga berisi banyak jenis vitamin A, B1, dan B2. Protein-protein ini melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi, menunjang sel-sel tubuh memperbaharui diri, dan menyeimbangkan cairan-cairan tubuh. Vitamin A meningkatkan kemampuan pandangan mata dan kekuatan badan, juga kekuatan tulang dan gigi. Vitamin B1 memfasilitasi jaringan saraf berfungsi sehat sempurna, menunjang tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi, mengatur selera makan dan pencernaan, serta memberdayakan metabolisme berasal dari protein dan lemak. Vitamin B2 memfasilitasi pembakaran protein-protein yang disebutkan tadi, karbohidrat, dan lemak yang diperlukan untuk penyedian energ dan pembaharuan sel.

    Di samping semua ini, kurma juga mengandung banyak mineral yang esensial bagi tubuh (seperti potassium, sodium, kalsium, besi, mangan, dan tembaga). Bila potassium dan sodium bekerja bersamaan, mereka bertindak selaku pengatur ritme detak jantung. Dengan menfasillitasi pengalihan oksigen ke otak, potassium dapat memberdayakan pikiran jernih. Lebih jauh lagi, ia menyediakan kandungan alkali secukupnya pda cairan tubuh, merangsang ginjal mengeluarkan sampah-sampah racun metabolis, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dan menunjang pembentukan kulit sehat.

    Menarik juga untuk dicatat, bahwa daging buah kurma secara khusus bermanfaat bagi mereka yang hidup dalam kawasan di mana kebun-kebun pepohonan ini tumbuh merata. Protein dan gula dari buah kurma merupakan sumber gizi yang paling utama bagi penduduk gurun pasir.

    Air Susu Ibu (ASI)

    “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Luqman [31]: 14)

    Ayat ini menarik perhatian kita pada pentingnya pemberian ASI untuk bayi selama dua tahun. Sebagaimana diketahui, ASI adalah satu-satunya yang dibutuhkan setiap bayi. Pada saat kelahiran, Allah menempatkan setiap bayi di bawah perlindungan-Nya dan menyuguhkan kepadanya, laki atau perempuan, dengan satu minuman bergizi tinggi yang tidak ada bandingannya dengan jenis sumber air minum apa pun di luar itu.

    Ini vital bagi sang bayi, sebab dari detik seorang bayi membuka mata melihat dunia, tubuhnya harus menyesuaikan diri dengan kehidupan baru. Untuk menunjang adaptasi ini, bayi haruslah dipelihara dan dibesarkan dengan sebaik-baik kemudahan yang ada.

    ASI adalah sumber makanan paling sempurna dan meningkatkan daya tahan, baik bayi maupun ibu, terhadap serangan penyakit. Para dokter sepakat bahwa makanan bayi buatan manusia boleh digunakan hanya apabila ASI betul-betul tidak mencukupi dan bahwa bayi wajib diberikan air susu ibu, terutama sekali dalam bulan-bulan awal kelahirannya, karena tidak ada bahan makanan lainnya yang dapat sepenuhnya menggantikan ASI.

    Juga merupakan satu keajaiban bahwa ASI, merujuk pada kualitas dan kepadatannya, diproduksi khusus dan unik, sesuai dengan kebutuhan bayi yang dilahirkan dari ibu yang melahirkannya. Sebagai contoh, ASI seorang ibu yang melahirkan bayi belum cukup usia (prematur) agak berbeda dengan ASI seorang ibu yang melahirkan dengan masa kehamilan cukup bulan.

    ASI juga antibakteri. Cobalah simpan air susu sapi selama enam jam dalam suhu ruangan (bukan lemari pendingin), maka bakteri-bakteri akan mulai menggerogoti susu tersebut, hal yang tidak akan terjadi pada ASI. ASI yang sempurna, yang dapat dengan mudah dicerna bayi, tidak mungkin dapat disaingi oleh makanan bayi buatan manusia mana pun.

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 2:36 am on 16 March 2015 Permalink | Balas  

    Bila Allah Tak Lagi Ditakuti 

    allahBila Allah Tak Lagi Ditakuti

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.

    Bayangkan ada dua orang. Salah satunya tahu betul bahwa ia akan bertemu dengan Allah dan menyadari bahwa setiap tindakannya ada pertanggung-jawaban. Satu lagi, sebaliknya, beranggapan ia tidak harus bertemu dengan Allah. Tentu saja, terdapat perbedaan menyolok bagaimana kedua orang ini mengkondisikan dirinya. Seseorang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah hampir pasti menyukai perbuatan dosa dan melakukan tindakan tak bermoral bila ia merasa senang melakukannya. Seseorang, yang tega membunuh manusia, misalnya, tanpa alasan jelas atau bukan untuk kepentingan kemanusiaan, melakukan hal itu karena ia tidak takut kepada Allah. Jika ia memegang teguh keimanan kepada Allah dan hari akhir, ia tidak akan tega melakukan apa pun yang tak bisa dipertanggungjawabkannya di hari akhir kelak.

    Ketamakan duniawi juga mengakibatkan kebengisan dan tindakan tak bermoral pada manusia.  Bagi orang yang memiliki keimanan kepada Allah, ridho Allah di atas segala-galanya. Dalam hatinya, ia hanya melabuhkan rasa takutnya kepada Allah; bukan pada kematian, kelaparan, atau hal-hal lain yang memalingkannya dari kebenaran.

    Sehingga, bagaimanapun keadaannya, orang yang memiliki rasa takut kepada Allah, tidak akan menyimpang dari Al Qur’an. Bahkan, ia berpegang teguh padanya. Ia selalu bertindak hati-hati. Berfikir sebelum bertutur. Memiliki keyakinan bahwa Allah melihat dan mendengar segala sesuatu, ia tidak berupaya melanggar keyakinannya meskipun sedang sendirian.

    Kedangkalan pemahaman terhadap agama menyebabkan hilangnya suara hati nurani. Untuk menjelaskan hal ini, bayangkan seseorang yang tanpa ragu-ragu melarikan diri setelah menabrak seseorang di jalanan dengan mobilnya. Ini adalah petunjuk nyata betapa jauhnya dia dari nilai-nilai agama. Orang ini, yang tanpa perasaan meninggalkan seorang diri manusia yang sedang sekarat di tengah jalan, berpikir bahwa jika ia memiliki kesempatan, ia akan mengindar dari orang-orang dengan melarikan diri. Tetapi ia tidak pernah berpikir bahwa Allah ada di mana-mana, melihat dan mendengar apa yang dilakukannya setiap detik. Tak ada orang yang dapat lolos pengawasan dan perhitungan Allah dan hari perhitungan. Allah akan membalas semua ketidakadilan, kejahatan, dan tindakan tidak berperikemanusiaan pada hari perhitungan kelak:

    … maka pada hari kiamat ia akan datang dengan membawa apa yang dikhianatkannya itu ; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan pembalasan setimpal, sedang mereka tidak dianiaya. Apakah orang yang mengikuti keridhoan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam ? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (Ali Imran : 161 – 162)

    Bila orang diperingatkan dengan ayat-ayat Allah, dan dituntun dalam kebenaran ini, maka tindak kejahatan akan dapat dicegah.

    Sepanjang perjalanan hidup, barangkali orang akan menemukan tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Keengganannya untuk melihat dan menyadari pembalasan dari Allah, menyebabkan orang tersebut kerap memfitnah orang lain yang tak berdosa. Sementara itu, ia hanya memikirkan bagaimana orang-orang tersebut mengikuti kata-katanya. Orang seperti ini benar-benar melalaikan diri bahwa Allah mengawasi segala sesuatu, tanpa kecuali, dan segala sesuatu ada balasannya di hari akhir kelak. Bagi yang memiliki pemahaman seperti ini ujian, penderitaan, atau dijebloskannya ia ke dalam penjara tidak meruntuhkan keyakinannya. Allah, dalam Al Qur’an, menyatakan hukuman bagi para pemfitnah, yakni sebagai berikut:

    Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyebaran berita bohong itu baginya adzab yang besar. (An Nur: 11)

    Seseorang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tidak menghormati dan menghargai orang lain.  Demikian pula, ketiadaan rasa takut kepada Allah mengakibatkan banyak manusia yang melakukan sesuatu tanpa berfikir dan mengatakan sesuatu sesuai dengan isi perutnya.

    Dalam masyarakat yang memiliki ketaatan kepada Allah, tak seorang pun melakukan perbuatan yang tidak semestinya, menyadari bahwa kesalahan yang dilakukan seseorang dalam hidupnya akan menjumpainya di hari akhir kelak. Dengan orang-orang yang memiliki suara hati nurani, masyarakat ini bebas menikmati kedamaian dan kebenaran. Usaha keras bersama dalam memerangi dosa, dan berbagai tindakan amoral lainnya yang ditunjukkan dengan rasa hormat, kebaikan, dan kedamaian menjamin keutuhan tali kekeluargaan, yang diyakini merupakan hal mendasar bagi terbentuknya masyarakat yang kuat. Masyarakat menikmati suatu asas kehidupan sesungguhnya karena mereka bertanggung jawab atas satu dengan lainnya.

    wassalam,

    ***

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 2:32 am on 15 March 2015 Permalink | Balas  

    Zakat Utang 

    sedekah 2Zakat Utang

    arsip fiqh

    Utang adalah milik dari orang yang memberikan utang. Tetapi, dia tidak berada di tangan pemiliknya. Dalam hal ini telah terjadi perbedaan pendapat di antara ulama.

    Ibnu Umar dan Aisyah serta Ikrimah, budak Ibnu Abbas r.a., berpendapat bahwa tidak ada zakat pada utang, alasannya karena ia harta yang tidak berkembang, hingga tidak wajib zakat seperti barang qinyah (yaitu barang yang dibeli untuk keperluan pribadi).

    Adapun jumhur ulama (mayoritas ulama) berpendapat bahwa utang yang jatuh tempo itu ada dua: utang jatuh tempo yang diharapkan akan dibayar dan utang jatuh tempo yang tidak diharapkan lagi akan dibayar. Utang jatuh tempo yang diharapkan akan dibayar adalah yang berada di tangan orang yang mengakuinya dan berusaha untuk membayarnya.

    Dalam hal ini ada beberapa pendapat: pendapat golongan Hanafiyyah, Hanabilah, dan Ats-Tsauri adalah bahwa wajib atas pemiliknya mengeluarkan zakatnya setiap tahun karena itu adalah harta miliknya, hanya saja tidak wajib atasnya mengeluarkan zakatnya selama ia belum memegangnya. Jika ia telah memegangnya, wajib atasnya mengeluarkan zakatnya sesuai jumlah tahun yang telah lewat. Maksud pendapat ini adalah bahwa harta itu adalah kewajiban yang tetap dalam tanggungannya, maka tidak wajib mengeluarkannya hingga ia memegangnya. Dan, karena ia tidak menggunakannya pada saat itu, lagi pula tidaklah adil jika ia harus mengeluarkan zakat dari harta yang tidak dimanfaatkannya. Harta titipan yang bisa diambil pemiliknya kapan saja bukan termasuk jenis ini, tetapi wajib mengeluarkan zakatnya ketika telah berlalu satu tahun.

    Asy-Syafii dalam pendapatnya yang terkemuka, Hammad bin Abu Sulaiman, Ishaq, dan Abu ‘Ubaid berpendapat bahwa wajib mengeluarkan zakat utang jatuh tempo yang diharapkan akan dibayar pada setiap akhir masa setahun, seperti harta yang di tangannya, karena dia mampu mengambilnya dan menggunakannya.

    Lain halnya dengan Malikiyyah, beliau menjadikan utang itu beberapa macam, yaitu sebagian utang wajib dikeluarkan zakatnya setiap tahun, yaitu hutang pedagang yang mengedarkan barangnya dari harga barang dagangan yang diperdagangkannya. Sebagian lagi wajib dikeluarkan zakatnya hanya untuk satu tahun ketika ia menerimanya walaupun utang itu berada di tangan orang yang berutang bertahun-tahun, seperti utang untuk orang lain yang berupa uang, demikian juga harga barang yang dijual oleh orang yang menyimpannya. Dan sebagian utang tidak ada zakatnya, seperti hibah, mahar, atau ganti rugi suatu jinayah.

    Adapun utang jatuh tempo yang tidak diharapkan akan dibayar adalah utang orang yang kesulitan, orang yang mengingkarinya, dan orang yang menunda-nundanya. Dalam hal ini ada beberapa pendapat.

    Pendapat Hanafiyyah dalam hal ini sama dengan yang telah lalu. Dan, ini adalah pendapat Qatadah, Ishaq, Abu Tsaur dan sebuah riwayat dari Ahmad. Ini adalah pendapat yang berlawanan dengan pendapat terkemuka Asy-Syafii bahwa tidak ada zakat padanya karena tidak sempurnanya kepemilikan, karena ia tidak bisa dimanfaatkan.

    Pendapat kedua adalah pendapat Ats-Tsauri, Abu Ubaid, Dan sebuah riwayat dari Ahmad, dan pendapat terkemuka dari Asy-Syafii. Yaitu, bahwa ia wajib mengeluarkan zakatnya ketika ia telah menerimanya sesuai bilangan tahun yang telah lewat. Hal ini berdasarkan yang diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib r.a. tentang utang yang diduga, “Jika ia benar maka hendaklah ia mengeluarkan zakatnya jika ia telah menerimanya sesuai tahun yang telah berlalu.”

    Malik berpendapat bahwa jika utang itu termasuk yang wajib zakat, ia wajib mengeluarkan zakat setahun pada saat ia menerimanya, walaupun berada di tangan orang yang berutang selama beberapa tahun. Ini adalah pendapat Umar bin Abdul Aziz, Al-Hasan, Al-Laits dan Al-Auza’i.

    Golongan Syafi’iyyah dan Hanabilah mengecualikan binatang ternak dari utang, jadi tidak ada zakat padanya. Karena, syarat zakat pada binatang ternak menurut mereka adalah as-saum (yaitu diberi makan tanpa biaya dengan digembalakan di padang rumput dan sejenisnya). Sedangkan yang berada dalam tanggungan tidak disifati dengan saum.

    Utang yang Ditunda

    Golongan Hanabilah dan pendapat terkemuka dari kalangan Asy-Syafi’iyyah mengatakan bahwa utang yang ditunda sama dengan utang atas orang yang kesulitan, karena orang yang memilikinya tidak dapat menerimanya pada saat jatuh temponya, maka wajib mengeluarkannya ketika ia telah menerimanya sesuai bilangan tahun yang berlalu.

    Adapun pendapat yang berseberangan dengan pendapat terkemuka dari Asy-Syafi’iyyah adalah bahwa wajib mengeluarkan zakatnya ketika berlalu masa setahun walaupun ia belum menerimanya. Dan, kami tidak mendapatkan dari kalangan Hanafiyyah dan Malikiyyah pembagian utang kepada utang jatuh tempo dan utang yang ditunda.

    Pembagian Utang menurut Hanafiyyah

    Menurut dua sahabat Abu Hanifah (Abu Yusuf dan Muhammad bin al-Hasan) utang-utang itu semuanya satu macam saja. Maka, setiap kali ia menerima sebagian dari utang itu, wajib mengeluarkan zakatnya jika sampai nishab, atau sampai nishab jika menggabungkannya dengan harta lain miliknya.

    Abu Hanifah berpendapat bahwa utang itu terbagi tiga: pertama utang yang kuat, yaitu yang merupakan ganti dari harta zakat, seperti utang uang, harga harta gembalaan, dan barang dagangan. Maka, semua ini jika ia menerima sebagian dari utang itu walaupun sedikit, ia wajib menzakatkannya. Dengan catatan bahwa mazhabnya dalam awqash dari emas dan perak, maka menurutnya tidak wajib zakat pada sebagian yang diterimanya dari utang dirham, misalnya, kecuali mencapai empat puluh (40) dirham, maka zakatnya satu dirham, dan haulnya adalah haul asalnya. Karena asalnya ia merupakan harta zakat, maka wajib ditegakkan berdasarkan haul asalnya, ini merupakan riwayat yang satu.

    Kedua utang yang lemah, yaitu yang bukan merupakan harga barang dagangan, bukan juga ganti dari suatu utang uang, seperti mahar, diyat, dan tebusan kitabah dan khulu’. Maka, jika ia telah menerima sebagiannya dan hartanya yang lain telah sampai nishab dan berlalu haulnya, ia wajib menzakatkannya bersamaan seperti harta yang dikembangkan. Tetapi, jika hartanya yang lain belum mencapai nishab, tidak wajib zakat. Kecuali jika utang yang diterimanya itu mencapai nishab dan berlalu haulnya dihitung sejak ia menerimanya; karena harta itu menjadi harta zakat begitu ia menerimanya.

    Ketiga utang pertengahan, yaitu berupa harga barang yang dipakai yang tidak wajib zakat, seperti harga rumahnya dan harga barang-barang yang merupakan kebutuhan asasinya. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa harta itu dianggap harta zakat sejak ia menjualnya, maka wajib zakat sesuai waktu yang berlalu, tetapi tidak wajib mengeluarkan kecuali setelah jumlah yang diterimanya mencapai nishab. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa perhitungan haulnya tidak dimulai kecuali ketika ia telah menerima sejumlah nishab, karena dengan demikian yang diterimanya itu menjadi harta zakat, mirip harta zakat yang baru dimilikinya.

    ***

    Sumber: Al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kuwait

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 2:29 am on 14 March 2015 Permalink | Balas  

    Manfaat-Manfaat Lain dari Hewan 

    Pak Tua Memancing IkanManfaat-Manfaat Lain dari Hewan

    “Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih….” (al-An’aam [6]: 142)

    Ayat ini mengungkap manfaat lain yang disediakan binatang untuk kepentingan manusia: wol, bulu, dan kulit. Semua ini benar-benar merupakan bahan mentah bagi banyak benda yang kita manfaatkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Baju panas, selimut, karpet, bahan-bahan pakaian, perabot, dan banyak lagi peralatan lain yang berasal dari binatang. Lebih dari itu, kulit-kulit kambing, sapi, ular, buaya, dan binatang lain-lain sudah lumrah digunakan untuk pakaian, perabotan, dan barang-barang hiasan

    Yang lain lagi adalah sutra, satu bahan serat lentur yang diambil dari kepompong ulat sutra. Bahan pakaian dari serat ini merupakan anugerah Allah kepada manusia, dan Dia juga memberikan kabar baik bahwa orang-orang beriman kelak bakal memakai baju sutra di surga,

    “Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra.” (al-Insaan [76]: 12)

    “Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dai sutra halus dan sutra tebal sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah.” (al-Kahfi [18]: 31)

    Tak syak lagi, sutra yang bakal dipakai orang-orang beriman di dalam surga akan tak terbandingkan tinggi nilainya dengan sutra di dunia. Namun begitu, sutra yang kita punyai di dunia ini tetap merupakan bahan pakaian sangat berharga. Nilainya dapat disyukuri secara menakjubkan apabila bait-bait sanjungan untuk pembuatannya diperiksa dengan cermat.

    Kita harus ingat bahwa pembuat bahan berkualitas tinggi ini bukannya mereka yang tinggi inteligensianya, tidak pula mesin canggih luar biasa, tapi sejenis ulat berukuran panjang antara 5 sampai 10 cm. Kebanyakan dari benang-benang ini dipintal dari serat-serat yang diambil dari kepompong ulat sutra.

    Pada tahap akhir pembentukan larva (jentik-jentik), larva dewasa menggabungkan diri pada ranting pohon dan mulai merajut kepompong. Fibrion, serabut lembab yang terjadi dari cairan bergetah, dikeluarkan dari sebuah lubang di bibir bawah larva. Zat bergetah ini cepat mengering di udara, akhirnya mengeras menjadi kepompong. Kemudian, dipersiapkan saat persalinan ulat sutra untuk proses produksi sutra.

    Benang yang dihasilkan oleh ulat sutra banyak gunanya, berderet dari bahan tekstil hingga ke obat. Benang sutra yang digunakan pada pembedahan merupakan sumbangan vital untuk kesehatan lanjutan seseorang.

    Cukup mengherankan bahwa serangga sekecil itu dapat mengeluarkan satu zat dengan formula yang tersembunyi dalam tubuh ulat dan disumbangkan untuk kemanusiaan. Sesungguhnya, Allah bertanggung jawab untuk seluruh proses kehidupan dan kematian di jagat raya.

    Manfaat yang diraup manusia dari binatang tidak bisa dibatasi pada bilangan jenis bahan saja. Dengan menghitung ribuan jenis binatang saja, akan banyak lembaran kertas yang dibutuhkan untuk mencatat jumlah wilayah sumbangan yang dinikmati manusia dari makhluk hewan berkaki, bersayap, dan melata. Ini pun diungkapkan di dalam Al-Qur`an,

    “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya….” (an-Nahl [16]: 18)

    Bahwa Allah memperlengkapi binatang dengan begitu tinggi kualitas manfaatnya menunjukkan kasih sayang dan perlindungan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Betapapun, kita wajib ingat bahwa siapa pun yang melupakan semua itu adalah rahmat dari Allah akan mempertanggung-jawabkannya pada hari penghitungan. Dengan demikian, siapa pun harus memikirkannya dalam-dalam, sebagaimana Allah menyeru semua manusia untuk berbuat, untuk merenggut makna-makna tersembunyi di balik semua itu dan mensyukuri Dia atas semua rahmat ini.

    Tanda-Tanda Rahmat yang Berasal dari Lautan

    Kita harus sebutkan juga rahmat-rahmat yang datang dari lautan dan termasuk karunia Allah kepada kita. Al-Qur`an menyebutkan beberapa dari itu,

    “Dan Dialah Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat menemukan darinya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (an-Nahl [16]: 14)

    Kita akan menemukan rahmat tak terhitung jumlahnya manakala kita meneliti manfaat-manfaat yang diperoleh manusia dari lautan. Setiap laut adalah habitat alami dari beragam jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan, tergantung pada kondisi mereka masing-masing. Al-Qur`an menyebutkan beberapa dari mereka,

    “Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum, dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut, supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (Faathir [35]: 12)

    Meski manusia tidak terlibat di dalamnya, alam bawah laut memiliki tatanan sempurna yang menawarkan banyak manfaat.

    Semua ini memungkinkan, berkat sempurnanya ciptaan Allah. Untuk imbalan semua ini, manusia hanya perlu merasa bersyukur kepada Allah.

    1. Makanan dari Laut

    Manusia yang tidak sepenuhnya mengetahui sumber gizi yang mereka perlukan untuk menjaga kesehatan melalui gizi yang baik, mendapat tawaran banyak sumber gizi kadar terbaik dan siap pakai. Seafood memanglah cukup kaya dengan sumber-sumber gizi prima, sebab diciptakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia akan vitamin dan mineral. Allah minta kita perhatikan manfaat makanan-makanan semacam itu,

    “Dihalalkan bagimu binatang-binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan….” (al-Maa`idah [5]: 96)

    Produk seafood secara relatif tinggi kandungan mineralnya seperti chromium, cobalt, fosfor, tembaga, iodium, fluorin, dan sodium. Sebagai hasilnya, produk-produk ini meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan tubuh, menyeimbangkan tekanan darah, dan mencegah diabetes. Cobalt mencegah anemia, sementara tembaga dan iodium mempercepat penyerapan zat besi agar manusia merasa bersemangat (energetic). Seafood juga memfasilitasi proses mental dan mendorong pertumbuhan kulit sehat, gigi, rambut, dan kuku. Zinc, yang kaya jumlahnya dalam makanan laut, adalah elemen penting untuk pertumbuhan badan dan pembangunannya, melindungi kepekaan penciuman dan rasa, ampuh dalam penyembuhan luka, dan mengatur jumlah serapan vitamin A dalam aliran darah. Lebih jauh lagi, ia merupakan bagian dari insulin, yang mengendalikan kebutuhan energi metabolis.Flourine memperkuat tulang dan membantu otot-otot dan sistem saraf agar berfungsi secara teratur.

    Al-Qur`an menyebutkan manfaat lain dari bahan makanan semacam itu dalam surah an-Nahl [16]: 14, “… kamu dapat memakan daging yang segar (ikan)….”

    Sangat mengejutkan bahwa Allah menyuruh kita memperhatikan “daging segar” dalam ayat ini, sebab, sebagaimana kita tahu, seafood harus dimakan selagi ia masih dalam keadaan segar. Kalau tidak, daging semacam itu akan menyengsarakan badan. Kenyataannya bahwa hanya produk-produk seafood yang dijelaskan begitu rupa di dalam Al-Qur`an mungkin menjurus pada fakta ini.

    1. Ikan

    Sementara Al-Qur`an bicara soal seafood secara umum, ia pun secara spesifik minta perhatian kita pada ikan, sebagaimana diungkapkan dalam kisah Nabi Musa a.s. dan pembantu mudanya; mereka berdua makan ikan selama dalam perjalanan,

    “Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya, ‘Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini. Muridnya menjawab, ‘Tahukah kamu tatkala mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan ….’” (al-Kahfi [18]: 62-63)

    Perlu dicatat bahwa untuk perjalanan panjang seperti itu, Nabi Musa a.s. dan anak muda yang mengiringinya memilih ikan untuk makanan mereka. Dalam menceritakan kisah ini kepada orang-orang beriman, Allah meminta kita untuk memperhatikan nilai gizi dari ikan. Dalam meneliti nilai gizi dari ikan terungkap sejumlah fakta mengejutkan: Ikan kaya dengan kandungan mineral (seperti fosfor, sulfat, dan vanadium) yang meningkatkan pertumbuhan dan pembaikan selaput tubuh, menyembuhkan nyeri persendian, memfasilitasi kesehatan gusi dan gigi, menambah kecantikan dan warna kulit, menolong pemeliharaan kesehatan rambut, dan ampuh melawan infeksi bakteri. Selain itu, ikan juga memainkan peranan mencegah serangan jantung dengan jalan mengatur tingkat kolesterol aliran darah. Dengan memfasilitasi zat kanji dan metabolisme lemak, daging ikan memungkinkan tubuh menjadi lebih energetik dan kuat, dan juga memungkinkan mental memproses agar berfungsi sepatutnya.

    Kekurangan vitamin D dan mineral-mineral lain yang terdapat pada ikan bisa mendatangkan penyakit-penyakit kekurangan vitamin seperti sakit gusi, gondok, keluhan kelenjar getah bening, penyakit lembut, dan bengkok tulang pada anak-anak, dan lain-lain.

    1. Ornamen-Ornamen yang Dapat Diperoleh dari Laut

    Mutiara adalah salah satu ornamen pilihan yang diambil dari laut. Proses pembentukan mutiara cukup menarik juga untuk diketahui: Beragam makhluk laut berdaging lunak tanpa tulang seperti kerang, siput, remis, menjajarkan bagian dalam tempurung mereka dengan benda-benda mulia warna keputihan yang disebut ‘induknya-mutiara’. Makhluk-makhluk dasar laut ini menggunakan metode seragam dalam menaklukkan partikel (seperti pasir dan biji-bijian) untuk mencegah kerusakan daging di dalam tempurungnya, dan menyemburkan cairan ke sekeliling induk mutiara. Dengan begitu, mulailah pembentukan mutiara. Seperti mutiara, batu-batu mulia yang ditemukan di dasar lautan juga digunakan sebagai barang perhiasan oleh manusia.

    Pembentukan mutiara yang sangat menakjubkan itu jelas sekali memperlihatkan kemahatinggian kreasi seni Allah, Maha Pencipta. Al-Qur`an menggugah perhatian kita kepada kenyataan bahwa keindahan dan kemolekan secara khusus diciptakan sebagai karunia untuk manusia beriman,

    “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” (ar-Rahmaan [55]: 19-22)

    ==================

    11- http://www.stonecreeksilk.co.uk/silk.html

    12- Th PDR Family Guide To Nutiro and Health, hlm. 596.

    13- http://www.chatham.edu/PTI/Kitchen_Chem/P.Roberts_01.htm

    14- http://www.essaybank.co.uk/free_coursework/2844.htm

     
  • erva kurniawan 1:26 am on 13 March 2015 Permalink | Balas  

    Zakat Harta Tawanan, Tahanan, dan Sejenisnya 

    zakatZakat Harta Tawanan, Tahanan, dan Sejenisnya

    arsip fiqh

    Barangsiapa yang ditawan atau dipenjara, dia terhalang dari menggunakan dan mengambil manfaat dari harta, maka Ibnu Qudamah menyebutkan bahwa hal itu tidak menghalangi kewajiban berzakat atasnya. Karena, dia menggunakan hartanya untuk jual beli, hibah, dan semisalnya, maka tindakannya itu berlaku. Demikian juga jika dia mewakilkan seseorang pada hartanya, maka perwakilan itu berlaku.

    Malikiyyah menyebutkan bahwa sesungguhnya kondisi seseorang yang hilang atau ditawan menyebabkan kewajiban zakat gugur dari hartanya yang terpendam. Karena, dia dalam kondisi seperti itu tidak berdaya mengembangkan hartanya, jadi hartanya saat itu sama seperti harta yang hilang. Karena itulah, jika ia dibebaskan setelah satu tahun, ia harus mengeluarkan zakatnya, seperti harta yang hilang.

    Al-Ajhuri dan Az-Zarqani berpendapat: tidak wajib zakat dari hartanya sama sekali.

    Al-Banani berpendapat: tidaklah gugur kewajiban zakat dari harta tawanan dan orang hilang, bahkan wajib zakat atas keduanya setiap tahun, tetapi tidak wajib dikeluarkan zakatnya dari harta keduanya, tetapi ditahan dulu, karena dikhawatirkan terjadinya kematian.

    Untuk harta yang nampak, pendapat Malikiyyah di sini sepakat mengatakan bahwa kondisi hilang atau jadi tawanan tidak menggugurkan kewajiban zakat dari keduanya, karena keduanya dianggap masih hidup.

    Boleh mengambil zakat dari harta mereka yang nampak dan hal itu telah memadai, dan tidaklah ketiadaan niat membatalkannya. Karena, niat orang yang menggantikannya mengeluarkan zakat menggantikan niatnya.

    Dan, tidak terdapat sanggahan dari ulama selain yang telah disebutkan dalam masalah ini.

    ***

    Sumber: Al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kuwait

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 1:22 am on 12 March 2015 Permalink | Balas  

    Manfaat Beragam Hewan yang Disebut di Dalam Al-Qur`an 

    lebah-maduManfaat Beragam Hewan yang Disebut di Dalam Al-Qur`an

    Di dalam sejumlah ayat, Allah menegaskan bahwa hewan merupakan satu karunia besar dan menganjurkan orang-orang beriman agar mengambil manfaat dari mereka. Salah satu ayat tentang ini berbunyi,

    “Dan Allah menjadikan bagimu rumahmu sebgai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan membawanya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” (an-Nahl [16]: 80)

    Banyak ayat-ayat lain yang merujuk pada manfaat hewan.

    Bagian terbesar manusia mereguk manfaat dari hewan-hewan tanpa memikirkan bahwa semua karunia itu datang dari Allah. Mereka hanya mengonsumsi semua itu sebagai produk-produk harian. Namun, sebagai balasan atas beragam-macam karunia-Nya itu, Allah berkehendak agar manusia mensyukuri dan tidak melupakan semua karunia yang telah Dia limpahkan itu. Dalam bab ini kita akan berkutat pada aneka macam rahmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia melalui hewan.

    Sumber Gizi

    “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh darinya manfaat-manfaat dari minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (Yaasiin [36]: 71-73)

    Allah menciptakan manusia dengan pelbagai kekurangan dan kelemahan untuk menguji mereka di dunia ini. Dengan ketergantungan pada makanan untuk bertahan hidup, yang sebetulnya satu kelemahan. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak menganggap ini sebagai kelemahan dan begitu mudahnya menerima itu sebagai kebutuhan alami yang tak terelakkan. Akan tetapi, ketergantungan pada makanan bergizi adalah satu kelemahan dan untuk tujuan suci. Manusia seharusnya mencoba memahami kehendak suci ini. Sebab hanya dengan begitu, mereka dapat memahami kekurangan diri mereka di hadapan keperkasaan Sang Maha Pencipta mereka dan kenyataan bahwa mereka membutuhkan semua karunia yang Dia anugerahkan. Puasa juga mencakup kehendak ini, sebab menahan lapar dan haus untuk waktu pendek dan temporer mengingatkan manusia pada kelemahan diri mereka serta membantu orang lain mengerti akan kebutuhan mereka kepada Allah. Melibatkan diri dalam kegiatan amal perbuatan semacam ini membuat mereka mampu mensyukuri nikmat karunia yang telah diberikan kepada mereka dan merenungkannya dengan tulus.

    Kemanusiaan memerlukan Allah, dan Allah, Maha Pemberi (ar-Razzaq), menganugerahkan semua hamba-hamba-Nya dengan segala rupa kebutuhan. Salah satu kebutuhan tersebut adalah bahan makanan yang berasal dari binatang, seperti telur, daging, unggas, susu, madu, dan macam-macam lagi. Di dalam bab ini, akan kita bahas beberapa aspek dari sumber-sumber hikmah dari sumber gizi yang disebutkan dalam Al-Qur`an.

    1. Daging dan Kesehatan Pribadi

    “Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” (ath-Thuur [52]: 22)

    Daging, yang disebut secara khusus, adalah satu nutrisi penting bagi tubuh manusia. Asam-asam Amino, bongkahan-bongkahan prinsipil dari protein, sangatlah penting untuk jaringan pertumbuhan dan perbaikan. Sebab itu, kecukupan asam amino (pasokan protein) adalah vital bagi beragam kegiatan seperti ini. Protein lengkap, berasal dari daging, menyediakan semua asam amino esensial dalam makanan yang dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Beberapa jenis dari protein, terutama sekali yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, tidak mengandungi jumlah asam amino yang diperlukan tubuh manusia. Kaum Vegetarian yang tergantung pada sayuran untuk kebutuhan protein dapat memperoleh jumlah yang cukup dari asam-asam amino esensial hanya dengan melengkapi aturan makan harian mereka dengan protein sempurna. Pola makan kaum vegetarian yang kurang kandungan protein, sementara kaya dengan unsur karbohidrat, menghadang pasokan yang cukup dari asam amino yang akhirnya bisa terkena edema (pembengkakan akibat akumulasi air berlebihan dalam jaringan tubuh). Ini merupakan satu kesalahan serius dari pola makan yang mematikan. 4

    Daging tidak sekedar bahan makanan berprotein tinggi, tapi juga kaya dengan mineral-mineral vital seperti zat besi, seng, fosfor, potasium, selenium, dan banyak vitamin lainnya (bagian terbesarnya kelompok vitamin B kompleks). Sayuran juga mengandung zat besi dan seng, tapi karena manusia yang ikut pola makan kaya dengan sayuran dan sangat tergantung pada bahan-bahan makanan kaya-serat, maka tubuh mereka tidak dapat sepenuhnya mencerna zat besi dan seng.

    Lemak-lemak basah yang ditemukan di dalam daging merah dapat mencegah kelumpuhan, khususnya di kalangan lelaki. 5 Kelumpuhan terjadi akibat dari pemompaan darah secara mendadak ke sel-sel otak, satu tindakan yang membunuh banyak sel darah. Namun, pengkajian belum lama ini mengungkapkan bahwa lemak binatang mengatur aliran darah ke otak.

    Berseberangan dengan sangkaan umum, makanan bebas daging tidaklah rendah kadar kolesterolnya. Dengan anggapan bahwa bahan-bahan makanan di luar daging adalah kaya dengan lemak-lemak terselubung, kaum vegetarian secara relatif mengonsumsi lebih banyak lemak terselubung. Dalam upaya menjaga pola makan gizi tinggi, spesialis kesehatan menganjurkan agar konsumsi kolesterol kurang dari 300 mgs per hari. Ini merupakan jumlah persis kolesterol yang didapat dari daging.

    Pencernaan protein (daging) secara relatif merupakan proses panjang, tapi 95 persen dari kandungan protein dan 96 persen lemak dapat dicerna dengan mudah. Lemak memungkinkan pencernaan bahan-bahan bergizi lainnya juga. Daging, yang mengandung lemak dalam jumlah pantas, tetap bercokol di dalam perut dalam rentang perpanjangan waktu, menunda rasa lapar, dan meningkatkan kekuatan seseorang untuk menolak rasa lapar. Sebagai tambahan, karena unsur-unsur kandungannya mempergiat kelenjar air liur, ia mempertajam selera makan dan menfasilitasi pencernaan.6

    Terlepas dari fakta-fakta ilmiah ini, daging sangatlah menyedapkan. Kalaulah sumber gizi esensial ini tidak demikian sedapnya, tentu kita akan harus dipaksa memakannya, terlepas dari cita rasanya, demi mencukupkan kebutuhan kita akan protein. Namun, sebagai satu karunia Allah, ia memang sedap. Sementara itu, Allah menegaskan nilai daging dengan menyebutnya sebagai salah satu makanan di surga, “Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (al-Waaqi’ah [56]: 21)

    1. Susu: Keajaiban Produk Hewani

    “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (an-Nahl [16]:66)

    Pembentukan susu merupakan satu keajaiban. Itu menggugah pemikiran bahwa minuman yang bersih dan sedap itu dihasilkan di antara darah dan apa yang akan dikeluarkan dari tubuh.

    Dengan segala penghargaaan akan manfaat-manfaatnya bagi kesehatan anak-anak dan juga orang dewasa, kandungan susu patut dianalisis. Kasein, sejenis protein, memberikan warna putih pada susu. Dengan meneliti setetes susu di bawah mikroskop, orang akan melihat unsur-unsur sangat mungil yang mengapung. Terlepas dari kasein dan lemak, susu terdiri atas laktosa (larutan kadar gula) dan sejumlah vitamin esensial untuk kesehatan dan mineral (seperti fosfor dan kalsium). Kalsium adalah unsur esensial dari tulang dan gigi. 7

    Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, susu adalah bahan makanan yang amat bermanfaat, kaya dengan bahan-bahan esensial untuk pertumbuhan badan. Allah menciptakan susu untuk kemanusiaan sebagai satu rahmat-Nya agar mereka merenungkannya dan mensyukuri Keperkasaan-Nya. Itu juga suatu rahmat yang akan, dengan izin Allah, dapat dinikmati di surga.

    “(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh didalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal di neraka, dan diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (Muhammad [47]: 15)

    1. Madu

    “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.’ Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebenaran) Tuhan bagi orang-orang yang memikirkan.” (an-Nahl [16]: 68-69)

    Madu, beserta vitamin-vitamin dan mineral-mineral, sangatlah bermanfaat bagi manusia. Ia mangandung gula (glukosa dan fruktosa), beragam mineral (kalsium, potassium, magnesium, sodium klorin, sulfur, besi, dan fosfor), dan vitamin-vitamin (B1, B2, B3, B5, B6, dan C).8 Tambahannya, ia juga mengandung sejumlah kecil dari beberapa macam hormon, tembaga, iodium dan zinc-dengan kata lain, ia mengandung, hampir segala yang diperlukan tubuh manusia.

    Informasi berikut dikeluarkan ketika Konferensi Pertanian Dunia tahun 1993.

    Dalam konferensi tersebut, ada satu sesi khusus tentang penyembuhan dengan menggunakan elemen-elemen berasal dari madu lebah. Beberapa ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, tepung sari, dan propolis (tahi lebah) dapat menyembuhkan banyak penyakit. Seorang dokter dari Rumania mengatakan dia sudah mencoba penggunaan madu untuk penyembuhan katarak pada sejumlah pasien, dan ternyata 2.002 dari 2.094 penderita (95%) sembuh sepenuhnya. Seorang dokter Polandia juga memberitahukan bahwa tahi lebah menyembuhkan banyak penyakit seperti haermorrhoid (demam berdarah), penyakit kulit, penyakit-penyakit pada peranakan, dan bermacam-macam keluhan lainnya. 9

    Manfaat lain dari madu adalah, dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, ia mengandung 44% kalori lebih sedikit. Artinya, meskipun madu merupakan penyumbang energi yang besar, ia tidak menambah berat badan orang yang meminumnya.

    Cairan kental sedap rasa dan rendah kalori ini gampang sekali dicerna. Karena molekul-molekul cairan manis dapat berubah menjadi glukosa, madu, meski mengandung kadar asam tinggi, mudah dicerna, bahkan oleh penderita penyakit perut.

    Madu menolong ginjal dan usus berfungsi lebih baik. Karena tidak mengandung molekul-molekul gula, madu juga manjur untuk otak. Sementara itu, madu juga membersihkan darah dan aliran darah serta instrumental dalam memproduksi darah. Dengan banyaknya jumlah energi yang dikeluarkannya, madu punya kemampuan yang diperlukan untuk memproduksi daya tenaga guna memproduksi darah.

    Madu melindungi tubuh dari keluhan penyempitan kapiler (capillary) dan arteriosklerosis (saluran darah ke jantung), dan juga membunuh bakteri. Bila diminum bersama air sejuk, madu menyatu ke dalam aliran darah hanya dalam waktu tujuh menit, dan dengan demikian merupakan unsur penyembuh cepat dan bagus untuk tubuh. Bila diaduk dengan air, ia mujarab dengan kandungan kualitas antiseptik. Terlepas dari ini, madu mengandung semacam bahan-bahan kimia antibakteri, seperti benzyl alcohol dan banyak lagi.

    Sumbangan madu lebah untuk kesehatan manusia tidak terbatas pada madu, sebab lebah juga menghasilkan produk lain: royal jelly. Royal jelly, bahan berbau tajam yang dikeluarkan oleh lebah pekerja untuk memberi makan ratu lebah, adalah karunia lain untuk manusia, karena di dalamnya terkandung sejumlah mineral seperti fosfor, kalsium, besi, sodium, potassium dan magnesium, vitamin B2, B3, dan B6, serta protein dan karbohidrat.

    Royal jelly digunakan untuk menyembuhkan keluhan-keluhan berasal dari kerusakan selaput, arterioklerosis, atau kerusakan jaringan tubuh lainnya. 10

    “Tidakkah kamu pehatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)-mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin….” (Luqman [31]: 20)

    ===============

    4- Resimli Saglik Ansiklopedisi (Illustrated Health Encyclopedia) (Bilpa-Inkilap Publishing), vol. 4, hlm. 476.

    5- Sabah Gazetesi (koran Turki), 25 Desember 1997, dari Harvard University.

    6- Ana Britannica Ansiklopedisi (Britannica Encyclopedia), vol. 8, hlm. 334.

    7- http://www.bawarchi.com/health/milk2.html

    8- http://biorganic.ifrance.com/biorganic/honey.htm

    9- Hurriyet Gazetesi (koran Turki), 19 October 1993.

    10- http://www.naturalark.com/honey.html

     
  • erva kurniawan 1:19 am on 11 March 2015 Permalink | Balas  

    Kekayaan yang Wajib Dizakati 

    zakatKekayaan yang Wajib Dizakati

    arsip fiqh

    Jenis-jenis kekayaan yang disebutkan dan diperingatkan Alquran untuk dikeluarkan zakatnya adalah sebagai berikut.

    1. Emas dan Perak

    Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, berilah kabar gembira dengan mendapatkan siksa yang pedih. Yakni, pada hari emas dan perak itu dipanaskan di neraka Jahannam kemudian diseterikakan ke kening, pinggang dan punggung mereka. ‘Inilah harta yang kamu simpan-simpan buat dirimu.’ Nah, rasakanlah hasil simpananmu itu.” (At-Taubah: 34–35).

    1. Tanaman dan Buah-buahan

    Allah SWT tegaskan dalam Alquran, “… Makanlah sebagian buahnya bila berbuah dan bayarlah hak tanaman itu waktu menanamnya….” (Al-An’aam: 141).

    1. Usaha, seperti Usaha Dagang, dan Lain-Lain

    Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, keluarkanlah sebagian yang baik dari penghasilanmu….” (Al-Baqarah: 267).

    1. Barang-Barang Tambang yang Dikelurkan dari Perut Bumi

    Allah berfirman, “…dan sebagian di antara yang Kami keluarkan dari perut bumi….” (Al-Baqarah: 267).

    Selain dari yang disebutkan itu, Alquran hanya merumuskan apa yang wajib dizakati itu dengan rumusan yang sangat umum, yaitu dengan kata-kata “kekayaan”, seperti firman-Nya: “Ambillah olehmu zakat dari kekayaan mereka, engkau bersihkan dan engkau sucikan mereka dengannya.” (At-Taubah: 103). Dan firman Allah SWT, “Di dalam kekayaan mereka terdapat hak peminta-peminta dan orang yang melarat.” (Adz-Dzariyat: 19).

    Apa sebenarnya yang dimaksudkan Alquran dan hadis dengan kekayaan itu? Kekayaan itu merupakan terjemahan dari bahasa Arab amwaal. Ia merupakan bentuk jamak dari kata maal. Menurut orang Arab yang dengan bahasanya Alquran itu diturunkan, kekayaan adalah segala sesuatu yang diinginkan manusia untuk disimpan dan dimilikinya. Dengan demikian, unta, sapi, kambing, tanah, kelapa, emas, dan perak adalah kekayaan. Oleh karena itu, ensiklopedi-ensiklopedi di Arab, mislanya al-Qamus al-Muhith dan Lisanul Arab, mengatakan bahwa kekayaan adalah segala sesuatu yang dimiliki. Namun, orang-orang desa sering menghubungkannya dengan ternak, dan orang-orang kota sering menghubungkannya dengan emas dan perak (uang). Akan tetapi, semuanya adalah kekayaan. Adapun menurut ulama fikih, mereka berselisih mengenai arti dari kekayaan itu. Namun demikian, dari perbedaan pendapat itu yang kita pegang dalam masalah wajib zakat ini adalah sesuatu yang berwujud, dan itulah yang terkena kewajiban zakat.

    Syarat-Syarat Kekayaan yang Wajib Dizakati

    1. Milik Penuh

    Maksudnya adalah bahwa kekayaan itu harus berada di bawah kontrol dan di dalam kekuasaannya, atau seperti yang dinyatakan oleh sebagian ahli fikih: bahwa kekayaan itu harus berada di tangannya, tidak tersangkut di dalamnya hak orang lain, dapat ia pergunakan dan faedahnya dapat dia nikmati. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa seorang pedagang tidak wajib zakat apabila barang yang dibelinya belum sampai di tangannya atau barangnya sedang digadaikan kepada orang lain sampai barang itu kembali ke tangan pemiliknya.

    Mengenai kekayaan yang bersumber dari barang yang haram, para ulama berpendapat bahwa seandainya suatu kekayaan yang kotor itu sampai senishab, zakat tidaklah wajib atas kekayaan itu. Karena, kekayaan itu harus dibebaskan dari tugasnya dengan mengembalikannya kepada yang berhak atau kepada ahli warisnya bila diketahui, tetapi bila tidak diketahui, diberikan kepada fakir miskin. Dalam hal ini, seluruh kekayaan itu harus disedekahkan, tidak sebagiannya saja. Rasullullah saw. bersabda mengenai hal ini: “Allah tidak akan menerima sedekah dari kekayaan ghulul.” Ghulul adalah kekayaan yang diperoleh secara tidak sah dari kekayaan umum, seperti rampasan perang (ghanimah), dan lain-lain. Para ulama juga berpendapat bahwa menyedekahkan sesuatu yang haram tidaklah diterima, karena yang disedekahkan itu bukanlah milik orang yang menyedekahkannya, dan orang itu tidak sah melakukan sesuatu atas barang tersebut.

    1. Berkembang

    Maksudnya adalah kekayaan itu dikembangkan dengan sengaja atau mempunyai potensi untuk berkembang. Pengertian berkembang menurut bahasa sekarang adalah bahwa sifat kekayaan itu harus memberikan keuntungan ataupun pemasukan, sesuai dengan istilah-istilah yang dipergunakan oleh ahli-ahli perpajakan. Atau, kekayaan itu berkembang dengan sendiri, artinya bertambah dan menghasilkan produksi. Syarat kedua ini sengaja ditetapkan lantaran Nabi saw. tidak mewajibkan zakat atas kekayaan yang dimiliki untuk kepentingan pribadi, sebagaimana ditegaskan beliau dalam sabdanya:

    “Seorang muslim tidak wajib mengeluarkan zakat dari kuda atau budaknya.” (HR Muslim).

    1. Sudah Sampai Satu Nisab

    Islam tidak mewajibkan zakat atas seberapa saja besar kekayaan yang berkembang sekalipun kecil sekali, tetapi memberikan ketentuan sendiri yaitu sejumlah tertentu yang dalam ilmu fikih disebut nishab, sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis-hadis Nabi saw. dalam masalah nishab harta yang wajib dizakati.

    Hikmah adanya penentuan syarat ini adalah bahwa zakat merupakan pajak yang dikenakan (Allah dan Rasul-Nya) atas orang kaya untuk bantuan kepada orang miskin dan untuk berpartisipasi bagi kesejahteraan Islam dan kaum muslimin. Oleh karena itu, zakat harus dipetik dari kekayaan yang mampu memikul kewajiban itu dan menjadi tidak ada artinya apabila orang miskin juga dikenakan pajak (zakat), sementara ia sangat memerlukan bantuan, bukan membantu. Sehingga, dari sini Nabi saw. bersabda, “Zakat hanya dibebankan ke atas pundak orang kaya.” (HR Bukhari secara mua’llaq dan Ahmad secara maushul).

    1. Lebih dari Kebutuhan (Pokok)

    Hal inilah yang menandai bahwa seseorang bisa disebut kaya dan menikmati kehidupan yang tergolong mewah apabila ia mempunyai harta yang melebihi dari kebutuhan pokok/rutin. Yang dikatakan di sini hanyalah “lebih dari kebutuhan pokok/rutin”. Sebab, kebutuhan-kebutuhan manusia sesungguhnya sangat banyak dan tidak terbatas, terutama pada masa kita sekarang yang menganggap barang-barang mewah sebagai kebutuhan dan setiap kebutuhan berarti primer. Oleh karena itu, setiap yang diinginkan oleh manusia tidaklah bisa disebut sebagai kebutuhan rutin/pokok. Umumnya, sekalipun sudah mempunyai dua gunung emas, manusia akan tetap mencari tambahan segunung lagi. Akan tetapi, yang dimaksud dengan kebutuhan rutin/pokok adalah sesuatu yang harus ada untuk ketahanan hidupnya, seperti makanan, pakaian, minuman, perumahan, dan alat-alat yang diperlukan untuk itu, seperti buku-buku ilmu pengetahuan dan keterampilan serta alat-alat kerja dan lain-lain.

    1. Bebas dari Hutang

    Pemilikan sempurna yang dijadikan persyaratan wajib zakat dan harus lebih dari kebutuhan primer di atas haruslah pula cukup senisab yang sudah bebas dari hutang. Bila pemilik mempunyai hutang yang menghabiskan atau mengurangi jumlah senisab itu, zakat tidaklah wajib.

    Jumhurul ulama berpendapat bahwa hutang merupakan penghalang wajib zakat, atau paling tidak mengurangi ketentuan wajibnya, dalam kasus kekayaan tersimpan seperti uang dan harta perniagaan. Demikian juga pendapat Atha’, Sulaiman bin Yasar, Hasan, Nakha’i, Laits, Malik, Tsauri, Auza’i, Ahmad , Ishaq, Abu Tsaur, Abu Hanifah, dan kawan-kawannya. Hanya Rabi’ah, Hamad bin Sulaiman, dan Syafi’i dalam fatwa barunya menentangnya.

    Tetapi, mengenai kekayaan yang kelihatan, seperti ternak dan hasil pertanian, sebagian ahli fikih berpendapat bahwa hutang tidaklah menghalangi kekayaan yang wajib dizakati itu. Mereka membedakan kekayaan yang kelihatan dari kekayaan yang tidak kelihatan (tersimpan). Sebab, hubungan zakat lebih kuat kepada kekayaan yang kelihatan, karena lebih nyata dan lebih menggugah perasaan orang-orang miskin. Sebab itulah, datang ketentuan untuk mengirim petugas-petugas guna mengambil zakat kekayaan seperti itu dari pemiliknya, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat.

    1. Berlalu Setahun

    Maksudnya adalah bahwa pemilikan yang berada di tangan si pemilik sudah berlalu masanya sampai dua belas bulan Qamariyah. Persyaratan setahun ini hanya berlaku buat ternak, uang, dan harta perniagaan, yaitu kelompok harta yang dapat dimasukkan ke dalam istilah “zakat modal”. Akan tetapi, hasil pertanian, buah-buahan, madu, logam mulia, harta karun, dan lain-lainnya yang sejenis tidaklah dipersyaratkan setahun, dan semuanya itu dapat dimasukkan ke dalam istilah “zakat pendapatan.”

    Dari Ibnu Umar r.a., Nabi saw. bersabda, “Tidak ada zakat atas kekayaan sehingga berlalu satu tahun.” (HR Daruquthny dan Baihaqi). (Biko).

    ***

    Referensi:

    1. Fiqhuz Zakah, Dr. Yusuf Qaradhawi
    2. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq

    Al-Islam -Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

     
  • erva kurniawan 1:12 am on 10 March 2015 Permalink | Balas  

    Nisab Emas dan Jumlah yang Wajib Dikeluarkan arsip… 

    perhiasan-emasNisab Emas dan Jumlah yang Wajib Dikeluarkan

    arsip fiqh

    Nishab emas adalah sebesar 20 dinar emas. Satu dinar berat adalah 4,25 gram emas. Jadi, nishabnya adalah seberat 85 gram emas.

    Dalilnya adalah riwayat dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak wajib atasmu apa pun, yakni dalam emas, sampai kamu mempunyai dua puluh dinar. Jika kamu sudah memiliki dua puluh dinar dan telah berlalu masa satu tahun, maka zakatnya adalah setengah dinar. Dan jika lebih dari itu, maka cara menghitungnya sama demikian. Dan tidaklah wajib zakat pada suatu harta sampai berlalu masa satu tahun.” (HR Ahmad, Abu Daud, Baihaqi dan disahihkan oleh Bukhari). Jadi, yang wajib dikeluarkan seperempat puluh dari jumlah emas yang telah mencapai atau melebihi nisabnya.

    Nisab Perak dan Jumlah yang Wajib Dikeluarkan

    Adapun perak, maka nisabnya adalah sebesar 200 dirham. Satu dirhamnya beratnya adalah 2,5 gram perak. Jadi, nisabnya adalah seberat 500 gram perak. Dalilnya adalah riwayat dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “… Maka keluarkanlah zakat perak, yaitu dari setiap empat puluh dirham sebesar satu dirham, tetapi tidak wajib kalau jumlahnya baru seratus sembilan puluh sembilan dirham. Jika telah cukup dua ratus dirham, barulah kamu harus keluarkan zakatnya sebanyak lima dirham.” (HR Ashabus Sunan). Jadi, yang wajib dikeluarkan adalah seperempat puluh dari jumlah emas yang telah mencapai atau melebihi nisab.

    Apakah Boleh Menggabungkan Emas dan Perak yang Tidak Mencapai Nisab Agar Mencapai Nisab?

    Adalah tidak boleh menggabungkan emas dengan perak agar mencapai nisab berdasarkan sabda Nabi saw., “Tidak ada zakat pada perak yang kurang dari lima uqiyah (200 dirham).” Hadis ini yang dijadikan landasan oleh Ibnu Hazm dalam melarang penggabungan emas dan perak, sebagaimana dikutip oleh Syekh al-AlBani dalam Tamamul Minnah. Mengenai ini, Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnahnya berkata, “Barangsiapa yang memiliki emas kurang dari nisab, dan perak juga kurang dari nisab, ia tidak perlu menggabungkan yang satu dengan yang lain agar sampai nisab. Karena, barangnya berbeda hingga tak mungkin digabungkan, seperti halnya sapi dengan kambing. Jadi, umpama ada seseorang yang memiliki 199 dirham dan 19 dinar, maka ia tidak wajib berzakat. (Ibnu).

    ***

    Referensi:

    1. Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq
    2. Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 1:07 am on 9 March 2015 Permalink | Balas  

    Zakat Upah/Gaji yang Diterima di Muka 

    zakatZakat Upah/Gaji yang Diterima di Muka

    arsip fiqh

    Mazhab Hanabilah dalam hal ini, dan dinukil oleh Al-Kasani dari Muhammad bin Al-Fadhal al-Bukhari, serta merupakan satu pendapat dari kalangan Asy-Syafiiyyah, “Sesungguhnya upah untuk beberapa tahun yang dibayar di muka, jika berlalu masa satu tahun (Hijriah), maka wajib dikeluarkan zakatnya dari keseluruhannya, karena dia telah memilikinya dengan penuh sejak transaksi berlaku. Dengan dalil bahwa ia boleh memperlakukan harta itu, walaupun barangkali akan terjadi utang atasnya dengan terjadinya pembatalan, misalnya.”

    Adapun menurut kalangan Malikiyyah menyebutkan bahwa tidak wajib zakat pada upah yang diterima di muka atas orang yang diupah, kecuali dia telah memilikinya secara penuh. Maka, jika dia mengupahkan dirinya untuk tiga tahun dengan bayaran enam puluh dinar, untuk setiap tahunnya dua puluh dinar. Dan, ia tidak memiliki apa-apa selain upah itu. Jika telah berlalu atasnya masa setahun, tidak wajib zakat atasnya. Karena, dua puluh dinar yang merupakan upah tahun pertama belum nyata menjadi miliknya, kecuali dengan habisnya masa satu tahun itu. Karena, upah itu selama masa setahun merupakan titipan padanya. Berarti ia belum memilikinya setahun penuh. Dan, jika telah berlalu tahun kedua, ia wajib menzakati yang dua puluh dinar itu, dan jika berlalu tahun ketiga, ia wajib menzakati yang empat puluh, kecuali yang telah berkurang karena zakat, dan jika telah berlalu tahun keempat, ia wajib menzakati semuanya.

    Dalam suatu pendapat dari kalangan Malikiyyah dan suatu pendapat yang paling nyata dari kalangan Syafiiyyah menyebutkan bahwa tidak wajib zakat kecuali dari apa yang telah tetap menjadi miliknya, karena sesuatu yang belum tetap masih bisa gugur. Jadi, wajib menzakati dua puluh dinar pertama dengan berlalunya masa tahun pertama. Karena, sesuatu yang gaib (apakah ia memilikinya atau tidak) telah diketahui dengan telah memilikinya dari awal tahun. Maka, jika telah sempurna akhir tahun kedua, ia wajib mengeluarkan zakat dari dua puluh dinar untuk setahun, yaitu yang dizakatinya pada akhir tahun pertama. Serta zakat dua puluh untuk dua tahun, yaitu yang telah tetap menjadi miliknya sekarang. Demikianlah, dan kami tidak mendapatkan suatu tanggapan dari kalangan Hanafiyyah dalam masalah ini.

    Zakat Harga yang Diterima di Muka dari Barang yang Belum Diserahkan

    Jika seseorang membeli sesuatu dengan dirham yang mencapai nishab, atau ia mengadakan akad salam dengan harga sejumlah nishab, kemudian berlalu masa setahun sedangkan pembelinya belum menerima barangnya, dan transaksi masih berlaku tidak dibatalkan, maka kalangan Hanabilah berpendapat bahwa zakatnya wajib atas si penjual karena telah menjadi milik tetapnya. Kemudian, jika transaksi dibatalkan karena rusaknya barang, atau barangnya tidak bisa diserahkan, wajib mengembalikan seluruh harga itu secara utuh.

    Kalangan Syafiiyyah secara nyata menyatakan pendapat yang berdekatan dengan itu, yaitu bahwa barang yang dibeli jika telah berlalu atasnya masa setahun sejak berlakunya transaksi, maka wajib atas pembeli menzakatinya walaupun ia belum menerimanya.

    Sumber: Al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kuwait

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

     
  • erva kurniawan 1:54 am on 8 March 2015 Permalink | Balas  

    Zakat Perhiasan 

    perhiasan-emasZakat Perhiasan

    arsip fiqh

    Dalam perhiasan, masalah zakat ada yang disepakati dan ada yang diperselisihkan. Yang disepakati adalah bahwa tidak wajib zakat pada perhiasan yang berupa intan, berlian, mutiara, yaqut, dan batu-batu permata lainnya. Adapun yang mereka perselisihkan adalah perihal wajib tidaknya zakat perhiasan dari emas dan perak.

    Perbedaan pendapat ini terbagi kepada dua. Pertama, pendapat yang memandang wajibnya zakat perhiasan dari emas dan perak. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah r.h., Ibnu Hazm, dan lain-lain yang sependapat dengan mereka. Dalil yang mereka gunakan adalah sebagai berikut.

    1. Keumuman firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 34 yang artinya, “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”
    2. Keumuman sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya, “Dalam perak ada zakat sebanyak seperempat dari sepersepuluhnya (seperempat puluh).” (HR Bukhari).
    3. Sabda Nabi saw. yang artinya, “Tiada pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan kewajiban zakatnya melainkan pada hari kiamat nanti akan disetrikakan padanya lempeng-lempeng dari api neraka.” (HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain).
    4. Dari A’isyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, suatu ketika Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang kepadaku dan melihat di tanganku ada cincin-cincin perak, lalu beliau bertanya kepadaku: “Apa ini hai A’isyah?” saya jawab, “Saya membuatnya agar aku berhias dengannya untukmu, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: “Apakah engkau keluarkan zakatnya?” aku jawab, “Tidak.” “Maa syaa Allah!” beliau berkata: “Itu sudah cukup memasukkanmu ke neraka.” (HR Abu Daud, Daruquthni, dan Baihaqi, disahihkan oleh Albani).
    5. Dari segi ‘aqli, mereka memandang bahwa perhiasan emas dan perak sama dengan dinar dan dirham yang diwajibkan zakatnya.

    Kedua, pendapat para imam yang tiga (Malik, Syafi’i, dan Ahmad) serta yang sepakat dengan mereka, bahwa tidak wajib zakat pada perhiasan. Dalil mereka adalah sebagai berikut.

    1. Riwayat Jabir Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidaklah wajib zakat pada perhiasan.” Imam Baihaqi berkata, “Ini sebenarnya diriwayatkan dari ucapan Jabir.” (Nashbur Rayah 2/374).
    2. Bara’ah Ashliyyah, yaitu bahwa segala sesuatu tidak ada kewajiban sampai adanya nash atau perintah dari syara yang sahih.
    3. Sesungguhnya zakat itu diwajibkan pada harta yang hidup dan menghidupkan, sedangkan perhiasan tidaklah demikian, ia dipakai untuk dinikmati.
    4. Banyak atsar dari para sahabat yang menyebutkan tidak adanya zakat perhiasan, di antaranya dari Qasim bin Muhammad bahwa Aisyah Radhiyallaahu ‘anha, istri Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, menjadi wali atas putri-putri saudaranya yang sudah yatim dalam asuhannya, mereka memiliki perhiasan dan ia tidak mengeluarkan zakatnya. (Muwaththa’ Imam Malik 1/201, No. 586). Dan, masih banyak lagi atsar yang menyatakan tidak adanya zakat pada perhiasan.

    Yusuf al-Qaradhawi menguatkan pendapat yang tidak mewajibkan zakat pada perhiasan, sebagaimana tidak wajibnya zakat pada ternak yang digunakan untuk bekerja. Lebih detailnya silahkan merujuk pada bukunya: Fikih Zakat.

    Namun, berkaitan dengan atsar di atas, Imam Malik Rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa yang memiliki emas atau perhiasan emas dan perak yang tidak dipakai maka setiap berlalu satu tahun (tahun hijriyyah), ia wajib mengeluarkan zakatnya seperempat puluhnya, kecuali jika tidak sampai dua puluh dinar atau dua ratus dirham (nishab). Sayyid Sabiq mengutip perkataan Al-Khaththabi, “… dan langkah yang lebih aman adalah mengeluarkan zakatnya.”

    Perlu diperhatikan di sini bahwa perbedaan pendapat ini adalah pada perhiasan yang halal dipakai dan tidak melewati batas kewajaran. Adapun perhiasan yang disimpan dan tidak dipergunakan, seperti perhiasan-perhiasan yang dijadikan koleksi dan pajangan, maka wajib mengeluarkan zakatnya. Wallahu a’lam. (Ibnu).

    Referensi:

    1. Bidayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd
    2. Al-Muwaththa’, Imam Malik
    3. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq
    4. Tamamul Minnah, Muhammad Nashiiruddin al-Albani
    5. Fikih Zakat, Yusuf al-Qaradhawi

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

     
  • erva kurniawan 1:52 am on 7 March 2015 Permalink | Balas  

    Hal-Hal yang Berhubungan dengan Kewajiban Berzakat 

    zakatHal-Hal yang Berhubungan dengan Kewajiban Berzakat

    arsip fiqh

    Tulisan ini membahas hal-hal yang berhubungan dengan kewajiban membayar zakat.

    Zakat Harta Anak Kecil dan Orang Gila

    Diwajibkan atas wali dari anak kecil dan orang gila mengeluarkan zakat dari hartanya jika sudah cukup satu nishab. Diriwayatkan dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya, dari kakeknya, yang diterima Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa menjadi wali dari anak yatim yang mempunyai harta, hendaknya dia memperdagangkan hartanya untuk dia dan jangan membiarkannya sampai habis untuk membayar zakat.”

    Hadis ini sanadnya lemah, namun, menurut al-Hafidz Ibnu Hajar, ada sebuah hadis mursal sebagai syahid (pendukungnya). Hal ini dikuatkan oleh Imam Syafi’i dengan umumnya hadis-hadis yang sahih yang menjelaskan diwajibkannya zakat secara mutlak.

    Aisyah r.a. mengeluarkan zakat harta anak-anak yatim yang berada dalam asuhannya. Tirmizi berkata, “Para ahli berbeda pendapat dalam soal ini. Tidak seorang pun dari kalangan sahabat yang berpendapat bahwa harta anak yatim itu wajib dizakati. Mereka itu di antaranya adalah Umar, Ali, Aisyah, dan Ibnu Umar. Demikian juga pendirian Malik, Syafi’i, Ahmad, dan Ishak. Akan tetapi, ada pihak lain yang mengatakan tidak wajib zakat pada harta anak yatim. Ini adalah pendapat Sufyan dan Ibnul Mubarak.”

    Orang yang Memiliki Nishab, tetapi Berhutang

    Barangsiapa mempunyai harta dari jenis yang wajib dizakatkan, tetapi ia berhutang, hendaklah dia menyisihkan lebih dulu sebanyak utangnya, lalu mengeluarkan zakat dari sisanya jika sampai nishab. Jika tidak sampai, maka tidak wajib zakat. Karena, dalam hal ini ia adalah miskin. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak wajib zakat kecuali dari pihak si kaya.” (HR Ahmad, dan Bukhari menyebutkannya secara mu’allaq). Dan Rasulullah saw. bersabda pula, “Zakat itu dipungut dari orang-orang kaya di antara mereka, dan diserahkan kepada orang-orang miskin.”

    Dalam hal ini, hutang seseorang tidak ada bedanya, baik kepada Allah maupun kepada manusia. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar.”

    Orang yang Mati dan Mempunyai Kewajiban Berzakat

    Barangsiapa meninggal dunia dan masih mempunyai kewajiban berzakat, zakat itu wajib dikeluarkan dari hartanya, dan didahulukan dari membayar utang, memenuhi wasiat dan membagi warisan. Ini adalah mazhab Syafi’i, Ahmad, Ishaq, dan Abu Tsaur. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT mengenai pembagian pusaka, “Yakni, setelah memenuhi pesan yang diwasiatkan atau utang.” (An-Nisaa’: 12). Dan, zakat merupakan hutang yang nyata kepada Allah.

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa seorang laki-laki datang menjumpai Rasulullah saw. dan bertanya, “Ibu saya meninggal dan berhutang puasa selama satu bulan, apakah saya boleh membayarkannya?” Nabi saw. menjawab, “Seandainya ibu Anda itu mempunyai hutang, apakah Anda akan membayarnya?” Jawab orang itu, “Ya.” Nabi saw. menimpalinya, “Maka, hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar?” (HR Bukhari dan Muslim)

    Berniat Menunaikan Zakat

    Zakat itu merupakan ibadah, maka agar ibadah itu sah, disyaratkan berniat. Caranya, ketika membayarkannya, orang yang berzakat itu hendaklah memfokuskan perhatiannya kepada keridaan Allah dan mengharapkan pahala dari-Nya. Sementara, dalam hati ditekankan bahwa itu merupakan zakat yang diwajibkan atas dirinya. Allah SWT berfirman, “Dan tidaklah mereka diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya semata.” (Al-Bayyinah: 5).

    Nabi saw. bersabda, “Setiap perbuatan itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapat apa yang diniatkannya.”

    Imam Malik dan Syafi’i menyaratkan, niat itu hendaklah ketika membayar. Adapun menurut Abu Hanifah, niat itu wajib ketika membayarkan zakat atau membebaskan diri dari kewajiban. Sementara, Ahmad membolehkan dimajukannya niat itu dari saat membayar, asal dalam waktu singkat.

    Membayar pada Saat Wajibnya

    Diwajibkan membayar zakat segera setelah datang saat wajibnya, dan menangguhkan dari saat tersebut, kecuali jika tidak mungkin, maka boleh mengundurkan pembayaran sampai ada kesempatan. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Bukhari dari ‘Uqbah bin Harits seraya berkata, “Saya salat ‘Ashar bersama Rasulullah saw., tatkala selesai memberi salam, Nabi saw. segera berdiri pergi menemui istri-istri beliau, lalu keluar kembali. Wajah orang-orang itu tampak keheranan melihat Nabi saw. lekas kembali, lalu Nabi saw. bersabda, ‘Di waktu salat, saya teringat bahwa kami mempunyai emas, maka saya tidak ingin emas itu tersimpan pada kami sampai sore atau malam, maka saya suruh membagi-bagikannya’.”

    Menyegerakan Pembayarannya

    Boleh menyegerakan zakat dan memajukan pembayarannya sebelum cukup masa setahun, bahkan walau sampai dua tahun di depan. Diriwayatkan bahwa menurut Zuhri tidak ada salahnya memajukan zakat sebelum datang haul. Hasan Bashri ketika ditanya mengenai seseorang yang mengeluarkan zakat tiga tahun di depan, apakah boleh, ia menjawab boleh.

    As-Syaukani berkata, “Pendapat ini menjadi mazhab Syafi’i, Ahmad, dan Abu Hanifah. Juga pendirian Hadi dan Qasim. Sementara, Muayyid Billah mengatakan bahwa hal itu lebih utama. Akan tetapi, Malik, Rabi’ah, Sufyan Tsauri, Daud, Abu Ubaid, dan Harits, serta Ahlul Bait Nashir berpendapat bahwa tidak sah sebelum datang haul atau cukup setahun. Mereka mengambil alasan dengan hadis-hadis yang mengaitkan hukum wajib itu dengan haul, dan itu telah dijelaskan di depan. Menerima itu tidaklah menggoyahkan pendirian orang yang menyatakan sahnya menyegerakan. Karena, hukum wajib tergantunhg kepada datangnya haul, hingga tak perlu diperdebatkan. Yang menjadi perselisihan adalah soal sahnya memberi zakat sebelum datang waktunya.”

    Ibnu Rusyd berkata, “Sebab perbedaan itu adalah apakah zakat itu merupakan ibadah ataukah hak yang mesti dibayar bagi si miskin. Orang yang mengatakan bahwa ia adalah ibadah yang serupa dengan salat tidak membolehkan mengeluarkan zakat sebelum waktunya. Adapun orang yang menyamakan zakat dengan sebuah kewajiban yang ditetapkan waktunya membolehkan dikeluarkannya zakat itu sebelum waktunya, atas dasar kerelaan hati. Imam Syafi’i mengambil alasan untuk pendapatnya dengan hadis Ali r.a., bahwa Nabi saw. meminjam zakat dari Abbas sebelum datang waktunya.”

    Mendoakan Orang yang Memberi Zakat

    Ketika menerima zakat dari seseorang, disunahkan mendoakan kepada orang tersebut. Allah SWT berfirman, “Ambillah zakat dari harta-harta mereka yang akan membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Karena doamu itu akan memberikan ketenangan kepada mereka.” (At-Taubah: 103).

    Dari Abdullah bin Abu Aufa r.a. berkata, Rasulullah saw. jika zakat diserahkan kepadanya, beliau berdoa, “Ya Allah, limpahkanlah karunia atas mereka.” Demikian pula ketika bapakku menyerahkan zakat kepadanya, beliau berdoa, “Ya Allah, limpahkanlah karunia kepada keluarga Abu Aufa.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Dari Wa’il bin Hujr r.a., Rasulullah saw. bersabda (mengenai seorang laki-laki yang mengirim zakat berupa unta yang bagus), “Ya Allah, berkahilah ia, begitu juga kepada untanya.”

    Imam Syafi’i berkata, “Disunahkan bagi imam–jika menerima zakat–mendoakan kepada orang yang memberinya dengan doa, “Aajaarakallahu Fiimaa A’thaita wa Baaraka Fiimaa Abqaita” (Semoga Allah memberi pahala kepada Anda atas zakat yang telah Anda berikan, dan memberi berkah kepada barang yang Anda sisakan). (Biko).

    ***

    Referensi:

    1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq
    2. Tamaamul Minnah fit Ta’liq ‘ala Fiqhis Sunnah, Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 1:49 am on 6 March 2015 Permalink | Balas  

    Nafsu Manusia 

    Menahan Amarah Di Bulan PuasaNafsu Manusia

    Oleh : Firdaus

    Dalam bahasa Indonesia, kata ‘nafsu’ bermakna positif dan negatif, sama halnya dengan istilah al-nafs dalam Alquran. Dalam pengertian negatif, kata nafsu diartikan sebagai dorongan hati yang kuat untuk berbuat tidak baik. Kata nafsu diartikan pula dengan konotasi positif ketika dipahami sebagai selera, gairah, atau keinginan terhadap sesuatu. Dalam Alquran dijelaskan ada tiga bentuk nafsu manusia.

    Pertama, nafsu ammarah bissu’.

    Nafsu ini sangat berbahaya apabila melekat pada diri seseorang. Sebab, nafsu ini selalu mengarahkan manusia pada perbuatan tidak baik, kejahatan, dan perilaku yang bertentangan dengan agama.

    Firman Allah SWT, “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.” (QS 12: 53).

    Orang yang dikuasai nafsu ammarah bissu’ akan diperbudak nafsunya. Bahkan, ia menjadikannya sebagai ‘tuhan’ yang dipatuhi dan dituruti. Orang seperti ini lebih sesat daripada binatang yang hanya mempunyai nafsu, seperti firman Allah, “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka, apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS 25: 43).

    Orang yang mengikuti nafsu ini tidak mampu memfungsikan indera dan akalnya untuk memahami kebenaran. Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS 7: 179).

    Kedua, nafsu lawwamah.

    Nafsu ini sudah mengenal mana yang baik dan buruk. Orang yang memiliki nafsu ini belum sempurna berada dalam kebaikan. Nafsu ini selalu mengarahkan pemiliknya menentang kejahatan, tetapi suatu saat, karena lalai, ia terjerumus kepada kejahatan dan perbuatan dosa. Keadaan ini membuat pelakunya menyesal terhadap dosa yang telah dilakukan, seperti firman Allah, “Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).”(QS 75: 2).

    Namun, setiap kali ia bertobat dari kesalahan yang telah dilakukan, ia kemudian lupa dan kembali melakukan dosa.

    Ketiga, nafsu muthmainnah.

    Ini merupakan nafsu yang baik dan membuat pemiliknya tenang berada dalam ketaatan dan kebaikan. Nafsu ini telah mendapat rahmat dari Allah sehingga pemiliknya berpendirian teguh untuk menjadikan Allah sebagai Tuhan yang disembah.

    Allah SWT menjelaskan, “Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 12: 53).

    Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim perlu menjauhi nafsu ammarah bissu’ dan nafsu lawwamah. Sebaliknya, ia perlu memiliki nafsu muthmainnah. Melaluinya, ia akan memperoleh ketenangan hidup, selalu menampilkan perbuatan baik yang membawa kemaslahatan bagi dirinya, bangsa, dan negara.

    ***

    Sumber Republika

    Kiriman Rudy Swardani

     
  • erva kurniawan 1:45 am on 5 March 2015 Permalink | Balas  

    Nafsu Manusia 

    Nafsu Manusia

    Oleh : Firdaus

    Dalam bahasa Indonesia, kata ‘nafsu’ bermakna positif dan negatif, sama halnya dengan istilah al-nafs dalam Alquran. Dalam pengertian negatif, kata nafsu diartikan sebagai dorongan hati yang kuat untuk berbuat tidak baik. Kata nafsu diartikan pula dengan konotasi positif ketika dipahami sebagai selera, gairah, atau keinginan terhadap sesuatu. Dalam Alquran dijelaskan ada tiga bentuk nafsu manusia.

    Pertama, nafsu ammarah bissu’. Nafsu ini sangat berbahaya apabila melekat pada diri seseorang. Sebab, nafsu ini selalu mengarahkan manusia pada perbuatan tidak baik, kejahatan, dan perilaku yang bertentangan dengan agama. Firman Allah SWT, ”Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.” (QS 12: 53). Orang yang dikuasai nafsu ammarah bissu’ akan diperbudak nafsunya. Bahkan, ia menjadikannya sebagai ‘tuhan’ yang dipatuhi dan dituruti. Orang seperti ini lebih sesat daripada binatang yang hanya mempunyai nafsu, seperti firman Allah, ”Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.

    Maka, apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS 25: 43). Orang yang mengikuti nafsu ini tidak mampu memfungsikan indera dan akalnya untuk memahami kebenaran. Allah SWT berfirman, ”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS 7: 179).

    Kedua, nafsu lawwamah. Nafsu ini sudah mengenal mana yang baik dan buruk. Orang yang memiliki nafsu ini belum sempurna berada dalam kebaikan. Nafsu ini selalu mengarahkan pemiliknya menentang kejahatan, tetapi suatu saat, karena lalai, ia terjerumus kepada kejahatan dan perbuatan dosa. Keadaan ini membuat pelakunya menyesal terhadap dosa yang telah dilakukan, seperti firman Allah, ”Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).”(QS 75: 2). Namun, setiap kali ia bertobat dari kesalahan yang telah dilakukan, ia kemudian lupa dan kembali melakukan dosa. Ketiga, nafsu muthmainnah. Ini merupakan nafsu yang baik dan membuat pemiliknya tenang berada dalam ketaatan dan kebaikan.

    Nafsu ini telah mendapat rahmat dari Allah sehingga pemiliknya berpendirian teguh untuk menjadikan Allah sebagai Tuhan yang disembah. Allah SWT menjelaskan, ”Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 12: 53). Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim perlu menjauhi nafsu ammarah bissu’ dan nafsu lawwamah. Sebaliknya, ia perlu memiliki nafsu muthmainnah. Melaluinya, ia akan memperoleh ketenangan hidup, selalu menampilkan perbuatan baik yang membawa kemaslahatan bagi dirinya, bangsa, dan negara.

    ***

    Sumber Republika

    Kiriman Rudy Swardani

     
  • erva kurniawan 1:40 am on 4 March 2015 Permalink | Balas  

    Zakat Perniagaan 

    pasar-tradisionalZakat Perniagaan

    arsip fiqh

    Wajib mengeluarkan zakat barang perniagaan berdasarkan firman Allah yang artinya, “Nafkahkanlah dari yang baik yang kalian usahakan.” (Al-Baqarah: 267).

    Dan, hadis yang dirawayatkan oleh Imam Ad-Daruquthni dari Abu Dzar r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya, “Pada onta ada zakatnya, dan pada sapi ada zakatnya, dan pada kambing ada zakatnya, serta pada bazz (sejenis kain dari kapas yang diperdagangkan ketika itu) ada zakatnya.” (HR Ad-Daruquthni 2/102 No. 28 Kitab Zakat).

    Dan, hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Samurah bin Jundub r.a. ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw. memrintahkan kepada kami untuk mengeluarkan zakat dari barang yang kami siapkan untuk perdagangan.” (Sunan Abu Daud No. 1335).

    Perniagaan itu menumbuh-kembangkan harta sehingga wajib dizakati ketika telah sampai nishab dan berlalu satu tahun (Hijriah). Inilah pendapat kebanyakan ulama. Ibnul Mundzir berkata bahwa para ulama sepakat (ijma’) bahwa barang yang akan diperniagakan wajib dizakati jika telah berlalu masa setahun. Ini adalah pendapat Umar, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, ahli fikih yang tujuh, Hasan al-Bashri, Jabir bin Zaid, Maimun bin Mahran, Thawus, An-Nakha’i, Ats-Tsauri, Al-Auza’i, Asy-Syafi’i, dan Abu ‘Ubaid, Ishak bin Rahawaih, serta ashabur ra’yi. Dan, diriwayatkan dari Malik dan Daud azh-Zhahiri bahwa tidak wajib zakat padanya, namun pendapat ini tertolak berdasarkan hadis di atas.

    Kapan Suatu Barang Bisa Dikatakan sebagai Barang Perdagangan?

    Tidaklah suatu barang dianggap sebagai barang dagangan, kecuali dengan dua syarat:

    1. dimiliki melalui transaksi yang ada imbal baliknya, seperti jual beli, sewa, nikah atau khulu’, dan transaksi halal lainnya,
    2. diniatkan ketika ia memiliki barang itu untuk diperdagangkan.

    Selanjutnya, harus ada perdagangan yang dilakukan agar barang itu tidak sekadar diniatkan untuk diperdagangkan tanpa ada tindak lanjutnya. Karena, orang yang berniat berjalan, namun belum berjalan belum bisa dikatakan telah berjalan.

    Cara Mengeluarkan Zakat

    Jika seseorang memiliki barang dagangan yang telah mencapai atau melebihi nishab dan telah berlalu satu tahun, ia wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5 % dari total harga barang itu dan bukan barangnya. Karena, nishabnya diukur dari harganya, maka zakatnya juga dari harganya, di samping itu sangat sulit mengukur 2,5 % dari barang langsung. Imam Abu Hanifah membolehkan zakat dari barangnya atau dari harganya. Wallahu a’lam. (Ibnu).

    Referensi:

    1. Al-Majmu’ Syarhul Muhazzab, Imam An-Nawawi
    2. Al-Mughni, Ibnu Qudamah
    3. Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq
    4. Sunan Abu Daud
    5. Sunan ad-Daruquthni
    6. Tuhfatul Muhtaj, Al-Wadiyasyi
    7. ‘Aunul Ma’bud, Ibnul Qayyim

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 1:30 am on 3 March 2015 Permalink | Balas  

    Hal-Hal yang Berkenaan dengan Masjid 

    Hal-Hal yang Berkenaan dengan Masjid

    arsip fiqh

    Masjid dalam arti sempit (sebagai sebuah bangunan yang menampung orang-orang untuk melakukan Shalat Jumat) merupakan tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Karena itu, Allah memberikan perhatian yang sangat khusus terhadap tempat tersebut. Hal itu terbukti dengan banyaknya janji yang ditebar oleh Allah SWT terhadap orang-orang yang mau memelihara dan membangun tempat itu. Salah satu di antara sekian banyak janji itu adalah bahwa Allah akan membuatkan rumah di surga bagi orang yang menggunakan hartanya untuk membangun masjid. Janji ini sesuai dengan sabda Nabi saw, “Barangsiapa membangun dari harta yang halal sebuah masjid untuk Allah, maka Allah mesti membangunkan rumah untuknya di Sorga.”

    Namun, masjid dalam arti yang sangat luas (sebagai tempat untuk Shalat/sujud) adalah semua bumi Allah SWT ini. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul saw, “… dan dijadikan bagiku semua bumi ini sebagai masjid dan sebagai sesuatu yang suci- mensucikan (debu untuk tayammum).” Sebab, kapan saja kita hendak melakukan Shalat, maka di mana saja di bumi Allah ini kita bisa melakukannya, tanpa harus mencari masjid atau mushalla. Bahkan, di halaman rumah pun boleh, di jalan raya pun boleh, yang penting tempat yang kita gunakan Shalat itu suci. Berbeda dengan agama non Islam yang mengharuskan penyembahannya di lakukan di dalam gereja, pura, dan lain-lain.

    Selanjutnya, dalam referensi Islam klasik kita tidak temukan istilah ‘mushalla’, sebagaimana lazimnya istilah tersebut pada saat ini. Di Timur Tengah sendiri sampai saat ini -konon- tidak ditemukan istilah ‘mushalla’ sebagai sebuah bangunan, berbeda dengan istilah ‘mushalla’ sebagai sebuah tempat Shalat. Istilah yang sudah umum untuk wilayah Timur Tengah tersebut adalah masjid, baik bangunannya kecil maupun besar. Hanya saja, di sana terjadi pembatasan nama. Untuk masjid yang tidak digunakan Shalat Jum’at dinamakan masjid saja, tidak ada embel-embel yang lain, seperti istilah mushalla yang ada di Indonesia. Akan tetapi, untuk masjid yang digunakan Shalat Jum’at, maka masjid tersebut -biasanya- dinamakan dengan nama masjid Jami’ (masjid untuk melakukan Shalat Jum’ah). Dan perbedaan kedua istilah tersebut tidaklah terlalu penting bagi kita.

    Meski begitu, tema yang menjadi pokok bahasan kita pada edisi ini adalah masjid dalam arti sebuah bangunan yang dikhususkan untuk Shalat. Oleh karena itu, Allah SWT dan Rasul-Nya memberi perhatian yang luas terhadap tempat tersebut. Perhatian tersebut menyangkut etika kita terhadap masjid atau hukum-hukum yang diberikan Allah SWT terhadap orang-orang yang menyalahgunakan atau menyalah-fungsikan masjid itu sendiri. Adapun etika-etika dan hukum-hukum tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Hendaknya kita selalu menjaga dan memelihara kesucian serta kebersihan masjid, dengan memberikan wangi-wangian, menyapu kotorannya, dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw:

    Dari Aisyah ra berkata, “Rasulullah saw perintah agar masjid-masjid itu dibangun di dalam rumah-rumah dan hendaknya masjid-masjid itu dibersihkan dan diberi wangi-wangian.”  (HR Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi, dan hadis tersebut mursalnya disahihkan oleh at-Tirmidzi).

    Dalam hadis tersebut terdapat satu dalil bahwa masjid-masjid yang diberlakukan seperti itu haruslah masjid-masjid yang disediakan untuk kepentingan umat Islam secara umum (liqashdit Tasbiil), bukan masjid yang merupakan milik pribadi dan untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

    1. Dilarang keras menjadikan makam-makam para Nabi dan orang-orang saleh menjadi masjid. Hal ini dimaksudkan untuk saddudz Dzarii’ah (pencegahan preventif) agar umat Islam tidak mengagungkan benda-benda mati, sebagaimana yang dilakukan oleh para penyembah berhala dan patung. Karena, pengagungan seperti itu akan menyebabkan pengkultusan dan pengkultusan sendiri akan mengarah kepada kemusyrikan, wal’iyadzu billahi. Selain itu, kalau umat Islam melakukan seperti itu, berarti mereka tasyabbuh (menyerupai perbuatan mereka). Padahal, tasyabbuh dilarang keras dalam Islam. Hal itu sesuai dengan hadis Abu Hurairah di bawah ini:

    Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda, “Allah telah melaknat orang-orang Yahudi yang menjadikan makam para Nabi mereka sebagai masjid.” (Muttafaq Alaihi, dan Muslim menambahkan: “dan orang-orang Nashrani”).

    Dari Aisyah ra berkata, “Sesungguhnya Ummu Habibah dan Ummu Salamah keduanya menyebutkan kepada Rasulullah saw sebuah gereja yang banyak gambar-gambarnya yang pernah dilihat di Habasyah (Ethiopia), kemudian Rasul saw bersabda, ‘Sesunggunya mereka apabila ada orang saleh yang meninggal, maka mereka membangun masjid di atas makamnya, dan mereka menggambar beberapa gambar, mereka adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah pada hari Kiamat’.”

    Hikmah dilarangnya mendirikan masjid di atas makam:

    • Saddud Dzaraa’i’ dan menghindari tasyabbuh dengan orang-orang kafir.
    • Menghindari tabdzir dan penyia-nyiaan harta tanpa kemanfaatan yang berarti.
    • Karena, hal itu akan menyebabkan penghormatan terhadap makam dengan penghormatan yang bukan semestinya.
    1. Dilarang bertanya-tanya dan mencari-cari mengenai barang yang hilang di dalam masjid. Hal itu sesuai dengan hadis Nabi saw dibawah ini:

    Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasululah saw bersabda, “Barangsiapa mendengar seseorang yang mencari-cari barang yang hilang di dalam masjid, maka hendaknya dia berdo’a, ‘Semoga Allah tidak mengembalikan barang itu kepadamu’,karena masjid-masjid itu tidak dibangun untuk hal ini’.” (HR Muslim).

    1. Dilarang jual-beli di dalam masjid. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi saw dibawah ini:

    Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Apabila kamu melihat orang yang berjualan atau membeli jualan itu di dalam masjid, maka katakan kepadanya, ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan daganganmu’.” (HR an-Nasa’i dan at-Tirmidzi seraya menganggap hasan hadis tersebut).

    Bagi orang yang melihat hal tersebut, wajib mengingatkannya sambil berdo’a dengan do’a tersebut seraya diucapkannya dengan keras. Alasannya, karena masjid tidak dibangun untuk hal ini.

    5.Tidak diperkenankan untuk saling membanggakan masjid, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Karena, saling membanggakan masjid termasuk tanda-tanda hari kiamat Hal ini sesuai dengan hadis Nabi saw dibawah ini:

    Dari Anas ra berkata, Rasulullah saw, “Hari Kiamat tidak akan bangkit sehingga oang-orang saling membanggakan masjid-masjidnya.” (HR at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

    1. Melakukan Shalat Tahiyyatul Masjid dua rakaat setiap kali masuk masjid. Hal itu dimaksudkan untuk menghormati masjid, tempat yang sangat dimulyakan Allah, sebagaimana sabda Nabi saw dibawah ini:

    Dari Abu Qatadah ra, Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk terlebih dahulu sampai dia melakukan Shalat (Tahiyyatul Masjid) dua rakaat.” (Muttafaq Alaihi).

    Sesuai dengan zahir hadis tersebut, Shalat Tahiyyatul Masjid bisa dilakukan kapan saja, sekalipun pada waktu karahah (waktu dilarangnya melakukan Shalat) yaitu setelah Shalat subuh sampai matahari terbit, ketika waktu istiwa’ (matahari tepat di atas kepala kita) dan setelah Shalat Ashar sampai matahari terbenam. Namun demikian, para ulama masih berbeda pendapat dalam masalah ini, ada yang tetap menyunnahkannya pada waktu karahah dan ada pula yang melarangnya pada waktu karahah.

    Disamping itu, berdasarkan zahir hadis, apabila seseorang telah duduk, maka tidak disunnahkan berdiri lagi untuk melakukan Shalat Tahiyyatul Masjid. Akan tetapi, hal tersebut dibantah oleh sekelompok ulama seraya mengatakan, tetap disunnahkan Shalat Tahiyyatul Masjid meski telah duduk. Hal itu berdasarkan hadis Abu Dzarr yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam sahihnya, bahwa Abu Dzarr masuk ke dalam masjid, lalu Nabi saw bertanya kepadanya, “Anda sudah Shalat dua rakaat?” dia menjawab, “belum.” Lalu, Nabi menimpalinya, “Berdirilah, lalu Shalatlah dua rakaat.” (HR Ibnu Hibban).

    Perlukah Shalat Tahiyyatul Masjid di Masjidil Haraam?

    Untuk masjidil haram, maka tidak disunnahkan Shalat Tahiyyatul Masjid. Akan tetapi, disunnahkan melakukan tawaf. Sebab, tahiyyah (penghormatan) terhadap masjidil haram adalah dengan melakukan tawaf. Hal itu sudah dipraktikkan Nabi saw sendiri setiap kali masuk masjidil haram, bahwa Nabi saw memulainya dengan tawaf, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya ‘al-Huda’.

    Perlukah Shalat Tahiyyatul Masjid ketika Shalat Fardhu Telah Didirikan?

    Bagi orang yang datangnya ke masjid terlambat sehingga masuk ke dalamnya bersamaan dengan didirikannya Shalat fardhu, maka tidak perlu bagi dia melakukan Shalat Tahiyyatul Masjid. Akan tetapi, cukuplah bagi dia langsung menggabung kepada Shalat jamaah yang sudah didirikan tersebut dan bagi dia Shalat Tahiyyatul Masjid itu sudah tercakup dalam Shalat fardhu yang dilakukannya. Bahkan, kalau dia sampai melakukan Shalat Tahiyyatul Masjid terlebih dahulu, maka hal itu terlarang. Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw, “Apabila Shalat telah didirikan, maka tidak ada Shalat lagi kecuali Shalat fardhu.” Wallahu A’lamu.

    ***

    Sumber: Subulus Salaam, Muhammas bin Ismail as-Shan’ani

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

    Kiriman Arland

     
  • erva kurniawan 1:21 am on 2 March 2015 Permalink | Balas  

    Jangan Menghina Buah Hati 

    PolaAsuhAnakJangan Menghina Buah Hati

    Panggilan buruk kepada anak berdampak negatif bagi kepribadian dan jiwanya. Sudah saatnya, orangtua berhati-hati.

    “ Aduh, anak saya ini lho, nakal sekali dan tidak bisa diatur.”

    “Anak bodoh, begitu saja tidak becus.” “Eh, kamu tidak mau dengar ya? Dasar anak bolot.” Petikan kalimat di atas sering kali meluncur dengan enaknya dari para orangtua. Kata-kata tak layak itu diungkapkan tanpa merasa berdosa dan menimbang-nimbang dampak negatifnya.

    Setidaknya ada tiga tipe orangtua yang berkaitan dengan kalimat-kalimat tak pantas di atas. Tipe pertama adalah orangtua “sempurna” yang begitu susah menerima kesalahan atau kekurangan anak-anaknya. Lalu kalimat-kalimat negatif akan keluar dengan mudahnya. Tipe kedua, jenis orang tua yang memilih-milih moment untuk mengucapkan kalimat-kalimat tak pantas untuk anaknya. Dan tipe terakhir, orangtua-orangtua yang berpikiran positif dan selalu meliat hal positif dari anak-anaknya.

    Labeling dan Budaya

    Labeling adalah sebuah proses memberikan predikat tertentu, baik pada manusia atau benda. Tapi mulai kini, berhati-hatilah para orangtua yang sering memberikan label pada anaknya. Menurut A Handbook for The Study of Mental Health, labelisasi yang diberikan pada seseorang akan menjadi identitas diri orang tersebut. Jika label yang baik sih tak jadi masalah. Tapi bagaimana jika labelnya buruk?

    Ketua Komnas Perlindungan Anak, Dr. Seto Mulyadi, mengidentifikasi “labeling buruk” pada anak sebagai salah satu bentuk kekerasan verbal yang dilakukan orangtua. Menurut Seto, pola asuh orangtua yang salah terhadap anak disebabkan karena faktor budaya. Kasus orangtua memojokkan anak dengan kata-kata yang tidak beretika muncul dari budaya sudut pandang orangtua yang keliru. “Orangtua yang tak bijak sering beranggapan bahwa anak itu boleh diperlakukan sewenang-wenang. Orangtua selalu benar sedangkan anak selalu salah. Lalu tindakan kekerasan terhadap anak adalah wajar, bahkan suatu keharusan. Anehnya, orangtua kerap melakukan pembenaran atas kebrutalannya dengan dalih, anak harus diberi ketegasan. Semua itu keliru dan tidak pada tempatnya,” Seto menyayangkan.

    Seto Mulyadi yang dikenal sebagai pakar psikologi anak ini mengatakan, labeling buruk sangat berdampak negatif bagi perkembangan jiwa anak. Apalagi bila labeling itu dalam bentuk yang negatif, seperti melabelkan anak dengan perilaku bandel, bodoh, biang kerok dan sebagainya. Seyogyanya kebiasaan-kebiasaan buruk ini dihentikan orangtua. Sebab kalau tidak, labeling akan menjadi sugesti bagi anak untuk mensifati label-label buruk yang dilekatkan kepadanya itu. Seorang anak bisa saja menghentikan perbuatan baiknya manakala ia mengingat-ingat label yang dilekatkan kepadanya, seperti ungkapan seorang anak, “Kata mama, saya nakal dan bodoh.”

    Dr. Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto ini mengingatkan, dalam teori labeling itu ada satu pemikiran mendasar yang akan berpengaruh di kemudian hari. “Seseorang yang diberi label sebagai seseorang yang devian (menyimpang, red) dan diperlakukan seperti orang devian akan menjadi devian.”

    Anak yang diberi label negatif, lalu mengiyakan label tersebut bagi dirinya dan cenderung bertindak sesuai dengan label yang melekat padanya. Dengan ia bertindak sesuai labelnya, orang akan memperlakukan dia juga sesuai labelnya. Hal ini menjadi siklus melingkar yang berulang-ulang dan semakin saling menguatkan.

    Mohammad Fauzil Adhim, pemerhati masalah anak dan keluarga melihat, dalam kasus ini ada faktor ketidaksiapan menjadi orangtua. “Terkadang pendidikan seseorang itu tidak menjamin dia untuk siap memposisikan diri sebagai orangtua. Orang yang berpendidikan tinggi sekali pun, kalau tidak siap menjadi orangtua, dia bisa terjebak pada kasus ini,” papar Mohammad Fauzil Adhim yang banyak menulis buku tentang anak dan keluarga ini.

    Merasa diri berharga dan dicintai adalah hal penting bagi tumbuh kembang kepribadian dan jiwa anak. Dan perasaan ini bisa didapatkan dari respon orang-orang sekitarnya, terutama orang terdekatnya, orangtua. Jika respon orangtua positif, tentunya tidak perlu dicemaskan akibatnya. Tetapi, adakalanya sebagai orangtua, tidak dapat menahan diri sehingga memberikan respon-respon negatif seputar perilaku anak. Walau pun sesungguhnya orangtua tidak bermaksud buruk.

    Tapi tidak selamanya proses labeling itu buruk. Mohammad Fauzil Adhim menjelaskan, bila label itu dilekatkan dengan sifat-sifat positif, maka hasilnya juga akan positif. itu jauh lebih baik. “Sejak awal kelahiran (bayi), labeling baik itu harus sudah dilakukan dengan cara memberikan nama yang baik buat anak, bahkan jauh sebelum anak itu lahir,” ujarnya. Fauzil Adhim mengimbau, sudah saatnya orangtua itu sadar akan posisinya sebagai pengasuh, pengayom, pendidik, dan pelindung bagi buah hati.

    Tentang yang satu ini, Kak Seto menambahkan, “Bila orangtua menginginkan anaknya tumbuh normal dan sehat dari sisi kejiwaannya, hendaknya ia mengubah paradigmanya yang keliru. Anak harus dihargai dan dilindungi dari tindak kekerasan, baik kekerasan dalam bentuk fisik maupun verbal. Anak pun sama dengan orangtua. Ia mempunyai hak dan martabat. Hentikanlah budaya otoriter dalam mendidik anak.”

    Pemerhati masalah perkembangan anak yang lain, Dra. Rahmita Pratama, dari Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia mengingatkan, agar orangtua selalu berusaha bersikap arif pada anak mereka. “Memang dalam kondisi tertentu adakalanya orangtua sudah tidak sabar. Jika kesabaran sudah diambang batas, sebelum kata-kata negatif keluar, ada baiknya orangtua menarik diri sementara dari anak,” saran Rahmita.

    Selain itu, Rahmita menekankan arti pentingnya orangtua memperhatikan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak. Orangtua harus bertuturkata lemah lembut. Ada pepatah, anak itu laksana kertas putih. Orangtua yang akan mewarnainya. Karenanya, orangtua harus berhati-hati dan mempertimbangkan segala ucapannya di hadapan anak.

    Karena anak laksana kertas yang putih, maka tak satupun orangtua rela kertas putih itu coreng moreng tak keruan rupa. Meski kadang lupa, hakikatnya setiap orangtua ingin menghiasa kertas putih dengan tinta dan huruf-huruf emas di atasnya. Jangan terlambat, mulai sekarang juga.

    Ikhwan Fauzi

     
  • erva kurniawan 1:11 am on 1 March 2015 Permalink | Balas  

    Hal-Hal yang Diperbolehkan dalam Berpuasa 

    puasa 4Hal-Hal yang Diperbolehkan dalam Berpuasa

    arsip fiqh

    Pada bagian ini kami paparkan hal-hal yang diperbolehkan dalam berpuasa.

    1. Keluar sperma dan menyelam dalam air.

    Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abdurrahman dari beberapa orang sahabat Nabi saw yang bercerita kepadanya:

    “Sungguh, saya telah melihat Rasulullah saw menuangkan air ke atas kepalanya sewaktu beliau berpuasa, disebabkan haus atau kepanasan.” (HR Ahmad, Malik dan Abu Daud dengan sanad yang sahih)

    Dalam shahih Bukhari dan shahih Muslim disebutkan oleh Aisyah ra, “Bahwa Nabi saw di waktu subuh berada dalam keadaan junub, sedang beliau berpuasa, kemudian beliau mandi.”

    Jika kebetulan air itu masuk ke dalam rongga perut orang yang berpuasa dengan tidak sengaja, maka puasanya tetap sah.

    1. Memakai celak dan meneteskan obat atau lain-lain ke dalam mata.

    Hal tersebut tidak membatalkan puasa, baik terasa dalam kerongkongan atau tidak. Karena, mata bukanlah merupakan jalan masuk ke rongga perut. Diriwayatkan dari Anas ra bahwa ia sendiri memakai celak pada waktu berpuasa.

    Pendapat ini merupakan pendapat mazhab Syafi’i, dan menurut riwayat Ibnu Mundzir, juga madzhab ‘Atha’, Hasan, Nakha’i, Auza’i, Abu Hanifah dan Abu Tsaur. Juga diriwayatkan sebagai mazhab Ibnu Umar, Anas dan Ibnu Abi Aufa dari golongan sahabat. Pendapat itu juga merupakan mazhab Abu Daud (adz-Dzahiri). Sedang dari Nabi saw sendiri tidak diterima suatu keterangan yang sah mengenai soal ini, sebagaimana dikatakan oleh Tirmidzi.

    1. Mencium, bagi orang yang sanggup menahan dan menguasai syahwat atau nafsu sexnya.

    Diriwayatkan dari Aisyah ra, “Nabi saw biasa mencium di waktu berpuasa, dan bersentuhan di kala berpuasa, dan beliau adalah orang yang paling mampu menguasai nafsunya.”

    Dan diriwayatkan dari Umar ra, dia berkata, “Pada suatu hari bangkitlah birahi saya, lalu aku mencium istri saya sedang saya berpuasa. Kemudian, saya temui Nabi saw. Aku berkata kepadanya: ‘Hari ini aku telah melakukan hal berat, saya mencium, padahal saya berpuasa’. Lalu Nabi saw berujar, ‘Bagaimana pendapat Anda, jika Anda berkumur-kumur sedang ketika itu Anda berpuasa’? Aku menjawab: ‘Itu tidak apa-apa’. Nabi saw bersabda juga, ‘Maka, kenapa Anda tanyakan lagi’?”

    Ibnu al-Mundzir berkata, “Umar, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Aisyah, ‘Atha’, Sya’bi, Hasan, Ahmad dan Ishak memberi keringanan atau rukhshah dalam hal mencium ini.

    Menurut golongan Hanafi dan golongan Syafi’i, hal tersebut hukumnya makruh jika merangsang syahwat atau nafsu sex seseorang, dan jika tidak merangsang syahwatnya, maka tidaklah makruh. Akan tetapi, yang paling baik adalah meninggalkannya.

    Dalam masalah ini tidak ada perbedaan antara orang yang tua dengan anak muda. Karena, yang diperhatikan adalah timbulnya rangsangan dan kemungkinan keluarnya sperma. Maka, jika ia membangkitkan syahwat, baik bagi anak muda atau orang tua yang masih bertenaga, maka hukumnya makruh. Sebaliknya, jika tidak ada pengaruhnya, misalnya terhadap seseorang yang telah lanjut usia atau seorang pemuda yang lemah tenaganya, maka tidak makruh, akan tetapi lebih baik ditinggalkan. Demikian pula, tidak ada bedanya, apakah mencium itu di pipi atau di bibir atau yang lainnya. Demikian pula halnya menyentuh dengan tangan atau berpelukan, hukumnya sama dengan mencium.

    1. Berbekam, yakni mengeluarkan darah dari bagian kepala.

    Hal tersebut diperbolehkan, karena Nabi saw sendiri pernah melakukan berbekam, padahal ia sedang berpuasa. Kecuali, bila hal itu akan melemahkan orang yang berpuasa, maka bila demikian hukumnya makruh.

    Tsabit al-Banani bertanya kepada Anas ra, “Apakah di masa Rasulullah saw berbekam itu tuan-tuan anggap makruh?” Anas menjawab: “Tidak, kecuali bila melemahkan.”Adapun berkaitan dengan pengambilan darah dari salah satu anggota tubuh, maka hukumnya seperti berbekam.

    1. Berkumur-kumur dan memasukkan air ke rongga hidung, asal tidak berlebih-lebihan.

    Diriwayatkan dari Laqith bin Shaburah bahwa Nabi saw bersabda: “Jika Anda beristinsyaq (menyedot air ke hidung), maka sampaikanlah sedalam-dalamnya, kecuali jika engkau berpuasa.” (HR Ashhabus Sunan, dan Turmudzi berkata, hadis ini hasan lagi shahih).

    Ibnu Qudamah berkata, “Jika seseorang berkumur-kumur atau beristinsyaq waktu berwudhu, lalu air masuk ke dalam kerongkongannya tanpa di sengaja atau berlebih-lebihan, maka hal itu tidak apa-apa. Demikian pendapat itu yang juga merupakan pendapat Auza’i, Ishak, dan Syafi’i dalam salah satu di antara dua pendapatnya. Demikian juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Akan tetapi, menurut Malik dan Abu Hanifah, puasanya batal. Karena, ia menyampaikan air ke rongga perutnya dalam keadaan sadar terhadap puasanya, sehingga puasanya menjadi batal. Seperti halnya bila ia sengaja meminumnya.”

    Ibnu Qudamah berkata -menguatkan pendapat pertama-, “Menurut pendapat kita (mazhab Hanbali) sampainya air ke kerongkongannya itu adalah tanpa berlebih-lebihan atau disengaja. Maka, hal itu tidak ada bedanya jika seekor lalat -umpamanya- terbang memasuki kerongkongannya. Jadi, tidaklah sama dengan jika disengaja.

    1. Diperbolehkan hal-hal yang tidak mungkin menghindarinya, seperti menelan air ludah, debu jalan, sisa-sisa tepung, selesma dan lain-lain.

    Ibnu Abbas berkata, “Tidak masalah, jika dia merasakan makanan asam atau sesuatu yang hendak dibelinya.” Hasan biasa memamahkan kelapa untuk cucunya, dan Ibrahim menganggapnya rukhshah atau suatu keringanan.

    1. Bagi orang yang berpuasa dibolehkan makan dan minum serta bersenggama sampai terbit fajar. Dan apabila fajar itu terbit, sedang dimulutnya masih terdapat makanan, maka hendaklah ia menelannya. Atau jika ia sedang bersenggama, hendaklah segera dicabut atau dikeluarkannya. Jika ia menelan sisa makanan yang terdapat di mulut itu (tidak menambah lagi) atau mencabut dari senggamanya, maka puasanya sah. Akan tetapi, jika dia menambah makan atau meneruskan senggamanya, maka puasanya batal.

    Hal tersebut berdasarkan hadis dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Bilal akan adzan pada waktu malam, maka makan dan minumlah sampai terdengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR Bukhari dan Muslim).

    “Apabila salah seorang di antara kalian mendengar adzan, padahal tempat makanan masih berada di tangannya, maka janganlahlah meletakkannya sebelum memenuhi hajatnya dari tempat itu.” (HR Ahmad, Abu Daud dan al-Hakim, dan hadis tersebut dishahihkan oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi).

    1. Wanita-wanita yang berhaidh atau bernifas, jika darah mereka terhenti di waktu malam, mereka boleh menangguhkan mandi sampai waktu subuh sambil mereka berpuasa. Kemudian, hendaklah mereka mandi untuk melakukan salat.

    Referensi:

    1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq
    2. Tamaamul Minnah, Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: