Updates from Desember, 2013 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 7:01 am on 31 December 2013 Permalink | Balas  

    Seperti Air 

    air gelasSeperti Air

    Tuangkan air ke dalam gelas, maka ia akan berbentuk menyerupai gelas. Jika air itu dimasukkan ke dalam bak, iapun akan mengikuti bentuk bak tersebut, entah bundar ataupun persegi. Segala bentuk, semua sudut yang ditawarkan, air selalu bisa mengisi, memenuhi dan tak pernah membiarkan sisi-sisi wadah tak tersentuh olehnya. Namun air tetap air, meski harus berbentuk persegi atau bundar, tempat kecil atau besar, ia tetap berbentuk cair. Seperti air, dimanapun berada hendaknya kita bisa beradaptasi dengan lingkungan dan ketentuan yang berlaku. Tapi tidak berarti harus tenggelam dalam kungkungan dan batas-batas ketentuan yang tak normal, bukan juga larut bersama putaran kehidupan yang tak semestinya, apalagi hanyut terbawa arus gelombang realita yang seringkali menggiurkan namun menyesatkan. Seperti air, keberadaan manusia di muka bumi hendaknya bisa menyentuh setiap waktu, setiap tempat yang disinggahinya, bukan tanpa makna.

    Air senantiasa bergerak, dimanapun ada celah dan ruang, sudut dan sisi ia pasti menemukan jalan. Air cenderung bergerak kebawah, dua hal yang menjadikannya keatas, oleh ajakan awan yang kemudian menjadikannya hujan dan akhirnya kembali jatuh ke bawah (bumi), dan satu lagi, oleh mesin buatan manusia untuk pelbagai keperluan, namun yang pasti ujungnya selalu ke bawah. Air yang berdiam diri, terjebak dalam kubangan tak berpembuangan, akan mengering, berwarna yang tak lagi bening dan akhirnya tak berguna sama sekali, bahkan bisa menjadi sumber penyakit akibat dihinggapi bermacam bakteri. Yang demikian, tak lagi bersih dan suci, hingga tak layak untuk segala keperluan manusia. Seperti air, tak pernah diam, selalu beranjak setiap saat, begitulah semestinya manusia. Ada dua manusia yang tak bergerak, malas atau mati. Mereka yang tak bergerak, berdiam diri dan tak melakukan aktifitas yang bermanfaat, maka tak ubahnya ia seperti makhluk tak bernyawa. Keberadaannya tak bedanya dengan ketiadaannya. Keberadaannya tak dirasa manfaatnya, ketiadaannya tak dirisaukan. Manusia yang tak memiliki aktifitas, tak bekerja dan menggunakan potensi dan kelebihannya, adalah manusia yang tak berguna. Seperti air, jikapun harus terus bergerak, hendaknya manusia tak pernah lupa bahwa ia punya tempat kembali. Manusia bermula dari bawah akan kembali jatuh ke bawah. Mengawali hidup tanpa apapun, juga tanpa apapun saat mengakhirinya. Kita berasal dari tanah akan kembali ke tanah.

    Air tak pernah bisa dibendung, dan terbendung. Tertutup satu jalan di depan, ia akan berusaha mencari jalan lain dan terus mencari sampai jalan itu benar-benar didapatinya. Coba perhatikan, air tak pernah menyia-nyiakan lubang bocor di ember atau bak, ia akan mengalir dengan deras menuju kebebasan bergerak dan keberhasilan. Seperti air, tidak seharusnya manusia menyerah pasrah dan putus asa setiap kali membentur halangan dalam berupaya meraih cita-cita. Berpikir cepat, inovatif, kreatif mencari celah menuju cita-cita, harus menjadi bagian dari sifat diri. Dan satu hal lagi, jangan pernah mengabaikan sekecil apapun kesempatan yang terbuka untuk secepat kilat menerobosnya, karena bisa jadi, itu jalan satu-satunya meraih kesuksesan.

    Saat panas menyengat, membuat tenggorokan terasa kering, airlah tumpuan kita untuk melepaskan dahaga. Tubuh yang kotor, oleh peluh dan debu, air menjadi satu harapan untuk bisa membersihkannya. Bahkan untuk menyegarkan diri, tentu air pula yang dicari, baik sekedar cuci muka, mandi ataupun berenang. Manusia tak pernah bisa membayangkan hidup tanpa air, seperti halnya manusia tak juga bisa membayangkan hidup tanpa bumi tempat berpijak. Seperti air, sebagai makhluk yang diciptakan dengan bentuk yang lebih sempurna ketimbang makhluk lainnya, seharusnya setiap kita memiliki sifat asertif, senantiasa hadir saat manusia lain membutuhkannya, selalu memberikan yang terbaik tanpa terlebih dulu diminta. Sehingga pada masanya, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi seperti apapun, kita selalu dicari, dibutuhkan dan dipentingkan. Sungguh merugi manusia yang kehadirannya tak pernah diperhitungkan.

    Air bisa dibuat panas mendidih hingga 100 derajat, bisa juga dibuat dingin dan membeku hingga titik dibawah nol. Namun air tetap bening tak berwarna, dalam keadaan panas atau beku. Ia tetap bernama air jika tetap bening tak berwarna, jika sudah berubah warna menjadi kuning atau merah, mungkin saja namanya sirup, jika ia hitam, hampir pasti orang menyebutkan kopi. Atau ketika berwarna kecoklatan, mungkin kehitaman, meski masih bernama air, tapi terdapat embel-embel, air kotor, air kali atau juga air got. Seperti air, panas atau dingin tetap melegakan, sebaiknya manusia, dalam keadaan apapun tetap bisa menyenangkan manusia lainnya. Sehingga manusia lain tetap betah bertetangga, hidup bersama dan berdekatan. Seperti air, untuk menjadi diri sendiri, setiap manusia harus mempertahankan warna fitrahnya. Fitrah manusia pada kesucian dan kebenaran, dan sudah barang tentu, manusia yang tak lagi pada fitrahnya itu mungkin saja tak layak lagi menyandang predikat manusia. Atau sekiranya masih berwujud manusia, namun hakikatnya tak lagi manusia. Misalnya, manusia yang mengambil barang orang lain, biasanya digelari maling, pencuri, copet, jambret atau lainnya. Manusia yang menggunakan harta perusahaan untuk kepentingan pribadi, orang mengenalnya sebagai koruptor. Manusia yang gila kekuasaan, sering dicap diktator. Bahkan ada manusia yang perilakunya seperti hewan, entah sebutan apa yang pantas untuk yang semacam ini. Dan masih banyak lagi sebutan-sebutan yang dilatar belakangi oleh perilaku manusia itu sendiri.

    Air tak pernah menyatu dengan minyak. Kita semua tahu itu. Air dan minyak, bisa dijadikan simbol ketidakmungkinan dua zat berbeda untuk bersatu. Bisa juga sebagai simbol penolakan kebathilan oleh kebenaran. Seperi hitam dan putih yang tak pernah sama, jika dipadukan ia akan menjadi abu-abu. Seperti air, wajib menolak setiap hal yang bertentangan dengan kebenaran. Untuk diketahui, kita memiliki daya resistensi untuk menentang kebathilan yang sungguh-sungguh bukan fitrah manusia. Namun jika resistensi itu tak digunakan, bukan tidak mungkin banyak manusia yang menjadi abu-abu, alias munafik, terkadang terlihat seperti putih padahal ia hitam.

    Maka, mengalirlah seperti air …. Wallahu a’lam bishshowaab

    ***

    eramuslim – Bayu Gautama

    Iklan
     
    • lazione budy 8:48 pm on 31 Desember 2013 Permalink

      air ada banyak, ada air hujan ada air minum, ada air kolam.
      Josua banget.
      mari mengalir seperti air.
      :D

  • erva kurniawan 6:45 am on 30 December 2013 Permalink | Balas  

    Taoge, Melawan Kanker, Mencegah Stroke 

    471-taoge-alias-kecambah-kacang-hijau-siap-pakaiTaoge, Melawan Kanker, Mencegah Stroke

    Sayuran taoge, jenis apa pun, baik taoge kacang hijau, taoge kedelai, taoge alfalfa, maupun jenis taoge lainnya, mengandung banyak sekali senyawa fitokimiawi berkhasiat. Salah satunya kanavanin (canavanine), jenis asam amino bahan penyusun arginin yang paling banyak tersimpan dalam taoge alfafa. Kanavin, menurut sejumlah penelitian, mampu melumpuhkan bibit kanker leukimia, usus besar dan pankreas. Estrogen alami yang terdapat dalam taoge befungsi sama dengan estrogen sintetis, tapi yang ini tanpa efek sampingan. Estrogen dalam taoge secara nyata dapat meningkatkan kepadatan dan susunan tulang, serta mencegah rapuh tulang (osteoporosis). Rajin makan taoge membantu wanita terhindar dari kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi (premenstrual syndrome,  PMS), keluhan semburat panas ( hot flashes), pramenopause, dan gangguan akibat menopause. Ketika biji-bijian dan kacang-kacangan dikecambahkan, secara  umum kadar saponinnya menanjak 450 persen. Saponin paling banyak ditemukan dalam taoge alfalfa. Para penyandang risiko stroke dan serangan jantung, gara-gara kadar lemak darah melambung, dianjurkan lebih banyak menyantap taoge. Saponin dalam taoge, akan menggelontor ‘lemak jahat’ LDL, tanpa mengganggu kandungan ‘lemak baik’ HDL.

    Setelah melalui sejumlah percobaan dengan binatang, saponin taoge diketahui dapat membangkitkan sistem kekebalan tubuh, dengan cara menggenjot  aktivitas sel pembuluh alami, (natural killer cells), khususnya sel T-limfosit dan interferon. Selain sarat DNA, taoge padat zat antioksidan kuat yang membentangi tubuh dari radikal bebas perusak sel DNA. Perlindungan ganda inilah yang menguatkan kesimpulan taoge merupakan sayuran yang membuat kita ‘lahir kembali’, menjadi lebih muda.

    Taoge kedelai, menurut James Dukes, Ph.D., peneliti dan ahli botani dari Departemen Pertanian AS, kaya senyawa antikanker lainnya, kerja genistein lebih efektif ketika benih kanker sudah mulai bersemi. Karena pada saat itulah genistein akan bekerja giat mengacaukan pasokan makanan bagi sel-sel kanker, sehingga mereka akhirnya mati. Namun Duke mengingatkan, hendaklah pasien wanita pengidap kanker payudara yang tengah menjalani terapi pengobatan dengan tamoxifen membatasi konsumsi taoge, apalagi yang tamoxifen. Artinya, taoge hanya perlu dibatasi jika kita menderita jenis tumor atau kanker yang berkaitan dengan estrogen. Anda selalu kembung  setiap kali makan kacang-kacangan? Itu pertanda Anda sensitif terhadap oligosakarida, satu jenis karbohidrat kompleks yang ada dalam kacang-kacangan. Guna mendapatkan gizi kacang-kacangan tanpa kembung, taoge bisa jadi jalan keluar. Pengecambahan telah menguraikan 90 persen rantai oligisakarida menjadi karbohidrat sederhana, sehingga senyawa tersebut  mudah diserap tubuh, tanpa menghasilkan gas.

    Karena mengandung banyak serat dan air, taoge membantu pengurasan kotoran dalam usus besar. Hal ini menjadi kekuatan ganda taoge dalam memerangi kanker. Dengan mendorong kotoran segera meninggalkan usus besar, tak ada lagi zat-zat racun dalam kotoran yang dapat diserap tubuh. Dan ini mencegah menumpuknya zat racun, yang dapat merangsang berseminya benih kanker. Nah, jika demikian faktanya, masihkan kita meremehkan taoge?

    ***

    Sumber: Majalah Nirmala

     
  • erva kurniawan 6:44 am on 29 December 2013 Permalink | Balas  

    It’s Becaused You Love Us 

    siluet keluargaIt’s Becaused You Love Us

    Rencana manusia hanya sebatas pandangan karena ujung dari rencana hanya Allah jualah yang menentukan.

    Rasa bahagia kami lengkap sudah dan kian menambah semarak hari-hari kami ketika di akhir Februari lalu aku mendapati istriku tengah mengandung si buah hati. Sempurna sudah statusku sebagai seorang suami yang mampu memberikan keturunan. Kabar gembira pun kami sebarkan kepada orang tua, sanak keluarga dan teman-teman terdekat dengan harapan do’a agar kami dapat menjaga amanah Allah ini dengan sebaik-baiknya.

    Hari demi hari kami lalui dengan segala kegembiraan bermimpi segera menimang si buah hati. Nama indah penuh do’a pun sudah kami persiapkan. Entah mengapa kami berdua sepakat hanya menyiapkan satu nama anak lelaki.

    Namun di awal April kami harus segera mengubur impian indah kami ketika dokter memutuskan bahwa si calon buah hati harus dikeluarkan dari perut sang bunda karena alasan medis. Tak terperih kepedihan kami berdua. Apalagi sebagai seorang calon ibu, istriku sangat menantikan seorang anak. Kabar itupun hampir tak sanggup dipikul olehnya. Istriku hampir limbung menerima kenyataan ini. Aku hanya mampu berdo’a kepada Allah agar kami senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Walau kesedihan juga mendera hati teramat sangat namun aku berusaha terlihat tabah di hadapan istriku dan tak lepas kubisikan kepadanya agar terus beristighfar dan ikhlas dengan apapun kehendak Allah.

    Ku ingatkan istriku tentang kisah nabi Khidir yang membunuh seorang anak. Hikmah pembelajaran bagaimana menjadi seorang yang sabar bagi nabi Musa yang diajarkan oleh nabi Khidir. Sebagaimana dikisahkan di Al-Qur’an (surat Al Kahfi) bahwa anak kecil tersebut terpaksa dibunuh karena kelak diketahui akan mendorong kedua orang tuanya (yang mukmin) kepada kesesatan dan kekafiran. Dan Allah kelak akan mengganti bagi mereka dengan anak yang lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya kepada orang tuanya.

    Allah telah menentukan yang terbaik untuk calon buah hati kami dan aku percaya Allah Maha Tahu apa yang akan terjadi kelak jika dia dewasa. Mungkin dengan diambilnya sang janin sekarang, Allah kelak akan menggantikan yang lebih baik. Kukuatkan terus hati istriku untuk tetap beristighfar dan aku pun berusaha keras menjaga hati ini agar tidak luluh di hadapan istriku yang sedang shock berat.

    Dan siang itu ketika aku harus mengantarkan istriku ke ruang tindakan untuk mengeluarkan janin itu, mulut ini tak hentinya berdo’a memohon diberikan keselamatan untuk istriku tercinta.

    Ketika operasi itu selesai, dokter memanggiku untuk segera menemui istriku yang masih dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh obat bius. Kutatap istriku dalam diamnya. Ya Tuhan, air mata itu mengalir dari kedua sudut matanya. Mengalir deras dari alam bawah sadarnya. Dan aku sudah tidak mampu melihat kepedihan itu. Mataku panas oleh air mata yang serasa menggelegak mencoba keluar. Pertahananku pun bobol. Pipiku basah. Tidak mampu aku melihat wajah istriku yang pilu.

    Ya Allah, kuatkan kami, tautkan cinta kami. Terimalah buah cinta kami yang Engkau pinta kembali dengan segala keikhlasan kami. Karena apapun yang telah Engkau putuskan dan itu adalah karena Engkau mencintai kami. Anugerahkan bagi kami pengganti yang sholeh, yang sholehah, yang lebih dalam kasih sayangnya kepada kami. Jadikanlah kelak dia sebagai mujahid-Mu yang senantiasa membela agama-Mu di semesta alam raya ini.

    Segala kegembiraan yang pernah Engkau karuniakan kepada kami adalah karena Engkau mencintai kami. Begitu juga segala ujian yang kini menghampiri kami adalah bagian dari cinta-Mu kepada kami. Agar kami senantiasa tidak pernah berpaling kepada pelindung yang lain selain hanya kepada-Mu. Sebab kami tahu, It’s becaused YOU love us. Amiin. (as told by ayah, penuh cinta!)

    ***

    Oleh: Sahabat – eramuslim

     
  • erva kurniawan 6:32 am on 28 December 2013 Permalink | Balas  

    Hikmah Wudhu 

    wudhu2Hikmah Wudhu

    Assalamualaikum,

    Berikut ini adalah hikmah yang dapat kita peroleh dari wudhu seperti yang diuraikan Imam Al-Ghazali dalam bukunya “Ihya Ulumuddin”. Mudah-mudahan Allah swt selalu mencucurkan rahmat-Nya.

    Banyak diantara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmahnya yang tersendiri.

    1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah ampunilah dosa  mulut dan lidahku ini ” Penjelasan : Kita hari-hari bercakap  benda-benda yang tak berfaedah.
    2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, putihkanlah mukaku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini”. Penjelasan : Ahli syurga mukanya putih berseri-seri.
    3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini” Penjelasan: Ahli syurga diberikan hisab-hisabnya di tangan kanan.
    4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiriku ini”. Penjelasan : Ahli neraka diberikan hisab-hisabnya di tangan kiri.
    5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, lindungilah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan ArasyMu”. Penjelasan : Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal di atas kepala.
    6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, ampunilah dosa telinga ku ini”. Penjelasan : Hari-hari mendengar orang mengumpat, memfitnah, mendengar lagu2 berunsur maksiat.
    7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan. “Ya Allah, permudahkan-lah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim”. Penjelasan : Ahli syurga melintasi titian dengan pantas sekali.
    8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu Dengan, “Ya Allah, bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat maksiat”. Penjelasan : Qada’ dan Qadar kita di tangan Allah.

    Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikian rupa? Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita peroleh dalam menghayati Islam? Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam? Bersyukurlah dan bertaubat selalu.

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 8:36 am on 27 December 2013 Permalink | Balas  

    Kembali Kepada Allah SWT 

    pertolongan-AllahKembali Kepada Allah SWT

    Bismillahirrahmanirrahim

    Sesungguhnya umat yang jauh dari manhaj Alquran dan sunah adalah umat yang akan menuai kehancuran dan azab. Kita sebagai bangsa muslim, meskipun mendapat perlakuan zalim dari musuh-musuh Islam, masih saja banyak di antara kita yang berkecimpung dalam kesesatan dan enggan kembali kepada Allah Tabaraka wa Taala. Mereka ini adalah orang-orang yang ikut berpartisipasi dalam menzalimi pihak lain. Akibatnya, kerusakan tersebar di tengah kaum muslimin, pencurian merajalela, minum-minuman keras merebak, tempat-tempat bahaya menjadi sasaran, para wanita keluar dengan telanjang tanpa rasa malu dan perlindungan, dan zina pun marak. Padahal, Rasululah saw. telah bersabda yang artinya, “Apabila riba dan zina telah nampak dalam sebuah desa, mereka telah halal untuk mendapatkan azab Allah.”

    Apabila kita berkeinginan untuk merealisasikan prinsip ideal dalam sebuah masyarakat, tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya. Wahai Rab kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dan terimalah taubat kami karena sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

    Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing. Apakah di sana ada kesempurnaan, sementara jiwa kita dipenuhi dengan rasa iri, kebencian, dan permusuhan? Apakah di sana ada kesempurnaan, sementara kita masih mabuk dalam luapan minuman keras? Apakah di sana ada kesempurnaan, sementara kita memakan daging sebagian kita dengan sebagian yang lain?

    Bila kita ingin mengobati itu semua, merilah kita kembali kepada Allah Tabaraka wa Taala. Marilah kita lantunkan kalimat lailaaha Illallah muhammadar rasulullah. Marilah kita perbaiki hubungan kita dengan Allah. Marilah kita mendidik diri kita dan anak-anak kita dengan pendidikan Islam. Marilah kita tolong-menolong atas dasar kebaikan dan takwa dan jangan tolong menolong atas dasar dosa dan permusuhan.

    Marilah kita mengambil pelajaran dan nasehat dari para sahabat besar yang telah dididik Rasulullah saw. Di antaranya adalah seorang sahabat wanita mulia, Sahlah binti Mulhan, yang ketika menikah maharnya adalah kalimat tauhid “laa ilaaha illallah”. Sebuah kalimat yang mampu menggoncang gunung-gunung.

    Nabi Musa a.s. berkata, “Ya Rab, ajarilah aku sesuatu yang dengannya aku berdoa kepada-Mu dan menyebut-MU.” Allah Tabaraka wa Taala berfirman, “Katakanlah, laa ilaaha illallah.” Musa berkata, “Wahai Rab, semua hamba-Mu mengatakannya.” Maka, Allah yang telah meninggikan langit tanpa tiang berfirman, “Hai Musa, demi izah dan kebesaran-Ku, seandainya langit yang tujuh dan siapa yang ada di dalamnya dan bumi-bumi dan siapa yang ada di dalamnya diletakkan dalam sebuah telapak dan saya meletakkan laa ilaaha illallah dalam telapak yang lain, maka akan condonglah telapak yang terdapat kalimat lailaaha lllallah.”

    Sahabat mulia, Sahlah binti Mulhan, menikah dengan Abu Thalhah dan Allah menganugerakan kepada mereka seorang anak. Mereka memberi nama anak ini dengan Umair. Suatu hari anak tersebut sakit keras. Sebelum Abu Thalhah berangkat bekerja, ia mencium anak itu. Tidak berapa lama kemudian Allah Yang Maha Kuasa pun memanggilnya. Marilah kita melihat apa yang dilakukan Sayyidah Sahlah r.a. ketika kematian telah menjemput anaknya! Apakah ia merobek-robek pakaiannya, apakah ia menampar pipinya? Apakah ia menyeru dengan seruan jahiliyah? Tidak, namun yang ia katakan adalah innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun (sesungguhnya kita semuanya milik Allah, dan kita semua akan kembali kepadanya), tidak ada tempat lari dari pertemuan kepada Allah.

    “Kuburan adalah pintu dan semua manusia akan memasukinya. Wahai umurku, setelah pintu niscaya terdapat rumah. Rumah itu adalah rumah kenikmatan jika aku berbuat dengan yang apa diridhai Allah, namun bila aku menyelisihinya, neraka adalah tempat tinggalnya. Keduanya adalah tempat kembali. Tidak ada manusia yang tinggal selain di kedua tempat tersebut, maka lihatlah dirimu, rumah manakah yang engkau pilih? Seorang hamba bila beramal dan memberikan pemberian, maka tidak ada baginya kecuali surga Firdaus, sementara Rab itu Maha Pengampun.”

    Sahlah kemudian memandikan jasad anaknya, mengafani, dan menyolatkannya, setelah itu mengkuburkannya. Lalu, pada malam harinya suaminya pulang dari bekerja. Ia lalu mempersiapkan dirinya dan makanan untuk suaminya. Suaminya pun menikmati makanan yang dihidangkannya, lalu ia bertanya, “Bagaimanakah keadaan Umair, wahai istriku?” Perkataan yang sungguh menakjubkan, namun jawaban yang diberikan Sahlah jauh lebih menakjubkan. “Bagaimana keadaaannya?” Maka bagaimanakah jawaban yang diberikan sahabat yang telah mengikat tangan Rasulullah saw. ini? Ia berkata, “Wahai Abu Thalhah, sesungguhnya Umair tengah menikmati malam harinya, ia tidak merasakan lelah, ia tengah tidur dengan tenang.”

    Manakala Rasulullah saw. berada dalam sakaratul maut ia membasuh wajahnya dengan air yang dingin. Beliau berkata, “Subhanallah (maha suci Allah) sesungguhnya kematian saat-saat sekarat. Ya Allah, mudahkanlah sakaratul maut untuk kami.” Saat itu sayyidah Fathimah tengah menangis, “Alangkah sedihnya wahai ayahanda.” Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Wahai Fathimah, tidak ada kesedihan atas ayahmu setelah hari ini.”

    Bilal bin Rabah tatkala berada dalam sakaratul maut, istrinya berkata, “Alangkah sedihnya.” Bilal kemudian membuka matanya dan berkata, “Katakanlah, ‘Alangkah gembiranya saya akan berjumpa dengan para kekasihku, muhammad dan para sahabatnya’.”

    Tatkala Ibrahim a.s. tengah tidur di atas kasur kematiannya, datanglah malaikat pencabut nyawa. Ibrahim lalu berkata kepadanya, “Engkau datang ataukah akan menyabut nyawa wahai malaikat maut?” Malaikat maut menjawab, “Saya datang untuk mencabut nyawamu wahai kekasih Ar-Rahman.” Maka, berkatalah Ibrahim, “Wahai malaikat maut, apa pendapatmu tentang seorang kekasih yang mematikan kekasihnya?” Maka, Allah Tabaraka wa Taala mewahyukan jawaban kepada malaikat maut. Berkatalah malaikat maut, “Wahai kekasih Ar-Rahman, As-Salam (Allah) membacakan salam kepadamu dan berkata kepadamu, ‘Apakah pendapatmu tentang seorang kekasih yang enggan bertemu dengan kekasihnya?’ Allah berfirman yang artinya, ‘Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya, Itulah yang kamu selalu daripadanya’.” (Qaf: 19).

    Marilah kita kembali kepada kisah Abu Thalhah, “Bagaimana keadaan Umair?” Sahlah lalu berkata kepadanya, “Ia tidur malam dengan tenang dan tidak merasakan lelah.” Seandainya Sahlah adalah salah satu wanita yang hidup pada masa sekarang, maka dunia telah berbalik, atas menjadi bawah.

    Akidah adalah dasar utama untuk mendidik jiwa. Akidah inilah yang mendidik jiwa merasakan pengawasan Allah SWT. Setelah itu mereka berdua tidur. Ketika Abu Thalhah hendak berangkat salat fajar ke masjid, ia bertanya kepada istrinya, “Di manakah Umair? Saya hendak menciumnya.” Maka apakah jawaban yang diberikan Sahlah, apakah ia akan berdusta? Sungguh mereka tidak mengenal perkataan dusta dan bohong. Rasululalh telah mendidik mereka. Ia menjawab, “Wahai Abu Thalhah, sesungguhnya saya dalam kesedihan.” Abu Thalhah bertanya, “Mengapa?” Ia menjawab, “Tetangga telah meminjamkan sesuatu kepdaku, tetapi ia kemudian mengambilnya kembali.” Abu Talhah berkata, “Apakah engkau akan sedih bila mereka mengambil titipanya?” Maka berkatalah Sahlah, “Apakah engkau akan sedih wahai Abu Thalhah bila Allah mengambil titipan-Nya dari kita?”

    Maka saat itu tidak terdengar dari lisan Abu Thalhah, melainkan kalimat innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiun. Ia kemudian pergi ke masjid untuk menunaikan salat fajar berjamaah bersama Rasulullah saw. Setalah salat usai, ia menceritakan ucapan istrinya kepada Rasulullah. Maka, nampaklah senyum keridaan dari kedua bibir beliau, atas apa yang telah diperbuat Sahlah r.a., lalu beliau mendoakan Abu Thalhah. Doa yang membuka pintu langit yang tinggi. “Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua wahai Aba Thalhah”

    Seorang perawi hadis berkata, “Setelah itu saya menyaksikan Abu Thalhah memiliki 10 anak laki-laki yang semuanya hafal Alquran dan tidak ada di antara mereka yang memiliki kendaraan, bangunan, atau harta yang berlimpah. Sesungguhnya mereka menjaga kitab Allah Tabaraka wa Taala. Ini adalah kemuliaan dan ini adalah izah. Ini adalah doa Rasulullah saw. untuk Aba Thalhah.”

    Seandainya para wanita di dunia ini seperti Sahlah, niscaya kaum wanita akan melebihi kaum pria dan pintu surga selalu terbuka serta akan merindukannya. Wallahu a’lam bish-shawab.

    ***

    Dari Sahabat: Seno

     
  • erva kurniawan 2:53 am on 26 December 2013 Permalink | Balas  

    Kisah Sufi: Dzunun al Misri 

    tasbih quranKisah Sufi: Dzunun al Misri

    Suatu saat Dzunun al Misri berlayar dengan santri-santrinya, bertemulah mereka dengan kapal perampok yang isinya hanya kegiatan maksiat semua, karena geram para santri minta kepada sang Syeikh untuk mendoakan kecelakaan bagi kapal perampok tersebut (tentu maksudnya kalau mereka binasa tidak ada lagi kemaksiatan), dan sang Syekh menyetujui permintaan santrinya dengan berdo’a. Tapi betapa terkejut mereka karena do’a yang disampaikan sang Syekh ini ternyata: Ya Allah berikanlah mereka kebaikan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Kontan para santri protes kenapa do’anya begitu, dengan wajah teduhnya dan penuh kasih sayang sang syekh hanya tersenyum. Dan kapal perampokpun semakin mendekati kapal santri tersebut, ternyata pimpinan perampok begitu mendekat dan melihat wajah sang syekh atas kehendak Allah menangis terisak-isak karena ingat mati, dan diakhiri dengan bertaubat, berislam dengan baik. Dari situlah para santri baru mendapatkan jawaban kenapa sang Syekh berdo’a seperti itu.

    Dari kisah yang sangat singkat ini banyak sekali haikmah yang rekan-rekan bisa dapatkan dan silahkan direnungkan dengan jiwa yang tenang, meskipun kita bukan sang Syeikh tadi setidaknya kita bisa belajar dari cara  beliau bertindak.

    Wassalaamu ‘alaikum wr.wb.

     
  • erva kurniawan 8:28 am on 25 December 2013 Permalink | Balas  

    Dan Kita Pun Akan Menjadi Tua 

    cinta di hari tuaDan Kita Pun Akan Menjadi Tua

    Hidup bagaikan garis lurus

    Tak pernah kembali ke masa yang lalu

    Hidup bukan bulatan bola

    Yang tiada ujung dan tiada pangkal… .

    Syair lagu diatas, sering kita dengar dari lantunannya Bimbo, liriknya mengingatkan kita akan sebuah akhir. Kehidupan ini tidak akan berlangsung abadi, hingga suatu saat kita akan menaiki tangga usia, semakin lama usia kita bertambah, semakin berkuranglah sisa umur kita dan andai Tuhan belum memanggil kita di usia muda maka kitapun akan menjadi tua.

    Melihat garis-garis di wajah sosok yang kita cintai ibu dan ayah kita, ketika kulitnya mulai keriput, rambut hitamnya mulai memutih dan kesehatannya kian menyusut, kita diingatkan oleh-Nya bahwa kitapun sama, suatu saat nanti akan menjadi tua, renta dan butuh begitu banyak pertolongan, kasih sayang serta perhatian dari anak-anak kita.

    Dan sekaranglah saatnya bagi kita untuk memainkan peran sebagai seorang anak, memelihara dan menyayangi ayah dan ibu kita. Dahulu sembilan bulan kita dalam rahim ibu, kita menyusahkannya, duduk ia tak enak, berbaring tak nyaman. Tapi ibu sabar menanti hari-hari kelahiran kita. Tiba kita di dunia, ibu tersenyum bahagia mendapatkan kita sebagai anugerah dari Tuhan, disusuinya, dimanjakannya dan dibesarkannya kita dengan penuh kasih sayang. Diajarkannya kita berbagai ilmu dan sebuah kenikmatan yang luar biasa bagi kita diajarkan untuk mengenal Allah sebagai Tuhan kita.

    Menginjak remaja, kita semakin menyusahkannya, biaya sekolah yang kian besar serta kenakalan-kenakalan yang sering kita lakukan tak jarang membuat hati ibu terluka. Sikap kita yang kasar, egois dan selalu merasa benar terkadang membuatnya menangis, tapi ibu tetap sabar. Dibimbingnya kita untuk memperbaiki sikap dan tingkah laku kita, ibu selalu menanamkan cinta kepada kita anak-anaknya.

    Berbahagialah bagi yang masih mempunyai ibu juga ayah, karena masih mempunyai kesempatan untuk memelihara dan menyayangi mereka. Dan saat kita menginjak dewasa, ketika ayah yang dulu kekar sekarang sering terbaring sakit, dan ketika ibu yang dulu selalu melayani kita makan sekarang sering terbaring lemah, inilah saat-saat yang baik bagi kita untuk memuliakan mereka, melayani, memelihara dan memberikan perhatian kepada mereka. Inilah kesempatan kita untuk menjadi anak yang shaleh buat mereka bahagia di ujung usianya, dan buat mereka bangga dengan kita.

    Ingatkah, dahulu ketika kebetulan kita terbangun dari tidur, terlihat ibu sedang berdoa untuk kita, agar menjadi anak yang baik dan tercapai semua cita.

    Jenguklah ibu dan ayah kita selagi bisa, sebelum semuanya berakhir menjadi kenangan, bawakan oleh-oleh yang disukainya. Sebab jika mereka telah tiada maka tak akan ada lagi yang menunggu kita pulang, tak ada lagi menyiapkan kita sarapan, yang ada hanyalah rumah yang akan menjadi kenangan.

    Kehilangan mereka akan sangat menyakitkan, waktu berabad-abad tak akan dapat menghapus kerinduan dan keinginan untuk bertemu dengan mereka.  Walau hati telah ikhlas atas kepergian mereka tidak berarti rasa kehilangan telah sirna dari lubuk hati paling dalam … bertemu  dalam mimpi kemudian menjadi keinginan yang selalu timbul …

    “Muliakanlah orang tua kita karena Allah meminta kita melakukannya dan .. kitapun akan menjadi tua”

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:39 am on 24 December 2013 Permalink | Balas  

    Bolehkah Mengucapkan Selamat atas Perzinahan, Pembunuhan, dan Kemusyrikan? 

    selamatBolehkah Mengucapkan Selamat atas Perzinahan, Pembunuhan, dan Kemusyrikan?

    Assalamu’alaikum wr wb,

    A : “Kamu koq mengucapkan Selamat hari Natal kepada non muslim? padahal kamu kan muslim?”

    B : “Saya ingin berbuat baik kepada mereka. Apalagi mereka bukan kafir harbi (kafir yang memerangi). Bukankah Allah Ta’ala berfirman:

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu…” [QS. Al-Mumtahanah: 8].

    A : “Kamu telah salah dalam mengambil dalil. Firman Allah tersebut mengenai berbuat baik seperti memberi makan atau menyantuni Non Muslim atau bergaul dengan orang tua yang Non Muslim. Bukan untuk berbuat dosa seperti Syirik dengan mengucapkan Selamat Natal kepada mereka yang merayakan kelahiran Tuhan mereka. Apakah kamu tahu asbabul nuzul ayat tersebut?

    Sebab turunnya ayat Al Qur’an di atas adalah sebagai berikut:

    Imam Bukhari membawakan Bab dalam kitab Shahihnya “Menjalin hubungan dengan orang tua yang musyrik”. Kemudian beliau membawakan riwayat berikut:

    Asma’ mengatakan, “Ibuku mendatangiku dan ia sangat ingin aku menyambung hubungan dengannya. Kemudian aku menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bolehkah aku tetap menjalin hubungan dengannya? Beliau pun menjawab, “Iya boleh”.” Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan bahwa setelah itu Allah menurunkan firman-Nya (yang artinya), “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama.” [QS. Al Mumtahanah [60] : 8]”

    B : “Dulu mereka (kaum nasrani) telah mengucapkan selamat kepada saya ketika hari raya Idul Fitri. Nah, ketika hari raya mereka, maka saya membalas kebaikan mereka dengan mengucapkan Selamat hari Natal. Ada dalilnya tentang hal ini. Allah Ta’ala berfirman:

    “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86).

    A : “2x kamu salah dalam mengambil dalil. Sesungguhnya firman Allah tersebut menyangkut dengan ucapan salam: “Assalamu’alaikum”. Bukan ucapan Selamat Natal yang mengandung kemusyrikan. Itu pun ucapan salam di atas berlaku jika pemberinya adalah sesama Muslim, Bukan non Muslim. Jika yang memberi salam Non Muslim, kita cukup menjawab “Wa ‘alaikum”. Sebab kita tidak boleh mendoakan Non Muslim dengan semoga Allah memberimu Keselamatan, Rahmat, dan Keberkahan sementara mereka tidak mau beriman kepada Allah.

    Hadits riwayat Anas bin Malik: Rasulullah bersabda: ‘Apabila Ahli Kitab mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah: Wa`alaikum.’ (Shahih Muslim No.4024).

    B : “Ah…ini kan masalah sepele, gak usah terlalu dibesar-besarkan. Nanti bisa terjadi perpecahan antar umat beragama.”

    A : “Menurut kamu mungkin kecil atau sepele. Tapi bisa jadi di sisi Allah ucapan itu sangat besar akibatnya. Allah Ta’ala berfirman:

    “Mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.’ Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh” [Maryam 88-90].

    Bukankah ucapan selamat itu mendukung pemahaman mereka yang menyakini bahwa Allah memiliki anak?

    B : “Tapi bukankah ada ulama dan kyai yang membolehkan seorang muslim mengucapkan Selamat Natal kepada non muslim?”

    A : “Kita tidak boleh taqlid buta kepada ulama. Jika ulama itu telah keliru, maka jangan diikuti. Seandainya mengucapkan Selamat Natal itu baik, niscaya Nabi dan para sahabat2nya serta para Imam Ahlus Sunnah telah melakukannya, sedangkan mereka hidup di tengah orang2 non muslim.”

    B : “Sesungguhnya saya hanya sebatas mengucapkan selamat saja, sedangkan hati saya mengingkari keyakinan mereka. Agar mereka tidak membenci kita, bahkan akan mencintai kita.”

    ###

    A : “Kalau begitu, bagaimana menurut kamu jika ada orang yang memberikan ucapan selamat kepada orang yang berhasil melakukan korupsi?

    Atau mengucapkan selamat kepada orang yang telah berhasil berzina?

    Atau mengucapkan selamat kepada maling yang telah berhasil mencuri?

    Atau mengucapkan selamat kepada orang yang telah berhasil membunuh orang yang tidak berdosa?

    Apakah hal itu dibolehkan menurut kamu?”

    B : “Ya jelas tidak boleh. Karena itu sama saja mendukung perbuatan mereka dalam maksiat dan dosa.”

    A : “Kalau itu tidak dibolehkan menurut kamu, berarti memberikan ucapan selamat Natal lebih tidak dibolehkan lagi, karena hukumnya jauh lebih besar dari ucapan-ucapan selamat diatas. Perbuatan korupsi, zina, mencuri dan membunuh hanya sebatas dosa maksiat. Adapun merayakan hari Natal adalah termasuk dosa kesyirikan. Sedangkan dosa kesyirikan jauh lebih besar daripada dosa kemaksiatan.”

    Di balik Ucapan “Selamat Hari Natal” :

    Selamat Hari Natal = Selamat hari lahirnya tuhan kalian = selamat menyembah salib = selamat kalau Allah punya anak = selamat bertrinitas = selamat memusuhi agama tauhid (Islam) = Selamat bahagia dengan bangkitnya kaum salibis yang senantiasa mengharapkan hancurnya Islam.

    Ucapan selamat natal lebih parah daripada ucapan : Selamat berzina…, selamat mabuk…, selamat mencuri…, selamat membunuh…, selamat korupsi…, selamat berhomoseksual…

    Akan tetapi masih banyak kaum muslimin yang tidak menyadarinya…!!!!

    ***

    Oleh : AA Hakim,

    Dhuafa & Rich Institute

    Silahkan baca juga:

    http://media-islam.or.id/2011/12/20/bantahan-atas-fatwa-halal-mengucapkan-selamat-natal-yusuf-al-qaradhawi/

    http://media-islam.or.id/2012/12/24/kajian-al-quran-tentang-siti-maryam-dan-nabi-isa-bersama-kh-m-zain-kh-ali-yafie-dan-kh-m-hidayat/

    http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal/

     
    • mhilal 9:45 am on 24 Desember 2013 Permalink

      pandangan Ini juga taklid sama media-islam.or.id
      cobalah renungkan baik-baik, apakah ucapan selamat hari natal itu selalu bermakna mendoakan. menurutku tidak.

  • erva kurniawan 8:30 am on 23 December 2013 Permalink | Balas  

    Tambah Satu Lagi Melati itu 

    melati1Tambah Satu Lagi Melati itu

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh, supaya kamu selalu ingat. (QS. Al Araf 7:26)

    Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab 33:59)

    *****

    “Dunia ini semakin kacau Nisa, bunga-bunga semakin berani memamerkan aurat tubuhnya, astaghfirullooh.. kenapa mereka tidak mengerti?, kenapa Qalbu yang lembut itu tertutup? kenapa mereka lebih cinta dunia daripada Zat Yang Menciptakannya?.. kenapa?.. “

    Keluh Kasturi suatu ketika, ada semburat kemarahan dan kekecewaan di sana.

    “Apakah mereka tidak sadar diri bahwa dulunya mereka mati?, Apakah mereka tidak bersyukur bahwa dulunya mereka tak berbentuk?, dan kini.. mereka memilih menjual nyawa daripada menjaga kehormatannya. Padahal Allah begitu menyayangi mereka. Mereka korbankan jiwa demi uang, popularitas atau nama”. Padahal semua akan tinggal..

    Sungguh.. kasihan sekali, apakah mereka tidak pernah membaca sejarah bahwa di zaman jahiliyah kehadiran mereka adalah lambang kenistaan? Lebih baik mereka di kubur hidup-hidup daripada dipelihara dengan tanggungan kehinaan dan kini setelah dimuliakan, mereka malah berbalik merendahkan dirinya. Sudah di dunia rendah, apalagi di akhirat kelak?

    Gara-gara mereka cermin wanita ternoda gara-gara mereka fitnah merajalela, gara-gara mereka dunia ditimpa malapetaka. Aku benci mereka Nisa.. aku benci..”

    Semua terdiam mendengar perkataan Kasturi. Untaian katanya begitu menusuk, tajam dan mungkin menyakitkan? Sementara Nisa mencoba tersenyum menahan pahitnya kenyataan.

    “Apa yang engkau keluhkan ini, sama seperti yang kukeluhkan dulu, Kasturi..”. Ujar Nisa pelan, seraya melirik Ayuning yang duduk di sampingnya.

    “Kebencianmu pada mereka bisa Nisa maklumi karena cintamu pada Alloh.., sebagaimana sabda Rasul-Nya: Iman yang paling utama adalah bahwa engkau mencintai (seseorang) karena Alloh dan membenci (seseorang) karena Alloh. (At Thabrani)

    Membenci mereka, karena tidak memperhatikan Firman Alloh, sebab itu timbul usaha untuk merangkul mereka dengan kasih sayang agar kembali mendapat keridhaan Alloh. Betul begitukan ?”

    Kasturi menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan. Selanjutnya ketiga sahabat itu tenggelam dalam perbincangan panjang.

    *****

    Nisa memohon pada Yang Maha Kuasa agar memberikannya kekuatan, ia sadar sepenuhnya yang hadir di pengajian melati bukan hanya mereka yang mengenakan pakaian yang disyariatkan Alloh. Usai berdo’a, perlahan ia mulai memberikan salam dan percikan.

    “Ukhty, Alloh Swt yang sangat menyayangimu berfirman:

    Hai Anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari syurga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al Araf 7:27)

    Alloh telah memberitahukan keadaan nenek moyang kita dulu sewaktu diperdayakan, betapa senangnya syaitan melihat aurat Adam dan Hawa, begitu pula dengan kita. Sungguh, aurat yang tak terjaga itulah gerbang pembuka kemaksiatan di muka bumi ini

    Sungguh ukhty, Alloh yang menciptakan kita lebih tahu mana yang terbaik untuk ciptaan-Nya. Alloh menyuruh kita menjaga aurat karena tidak ingin kita teraniaya dan celaka.

    Dulu kita tidak ada, dengan kasih sayang-Nya, Ia menghadirkan kita. Pernah melihat lukisan indah seseorang? Kita saja yang melihatnya akan merasa takjub dan menghargainya, apalagi yang melukiskannya? Tentu Sang Pelukis lebih menghargai lukisannya, lebih menyayanginya, daripada insan yang hanya menilai. Begitu pula Alloh terhadap kita ukhty. Alloh tidak ingin lukisan-Nya dihina dan hidup sia-sia di dunia ini.

    Siapa yang paling menyayangimu kalau bukan Alloh? Rasakanlah kasih sayangnya dari lukisan wajah indahmu di hadapan cermin itu. Begitu sempurna. Begitu indah. Tidakkah engkau ingin mensyukurinya?

    Rasakan pula dalam setiap degup jantungmu, denyut nadimu, desah nafasmu, dan setiap apa yang engkau rasa pada dirimu. Tidak terpikirkah betapa Alloh senantiasa merawatmu? Ia tak pernah menghentikan dan membiarkanmu sedikitpun kesusahan. Walau betapa banyak salahmu, Alloh masih selalu mengasihimu, mengasihimu. Begitu banyak nikmat yang Ia berikan, jangankan untuk bersyukur, diri kita malah kufur.

    Bukankah nikmat rasanya jika disayang itu ya ukhty? jikalau kita sudah mengerti, mengapa kita tidak ingin disayang oleh yang Maha Penyayang itu sendiri? kenapa kita tidak ingin dicinta Sang Pencipta kita sendiri?

    Kelak apa yang kita lakukan di dunia ini diminta pertanggungjawaban, kelak seluruh anggota tubuh itu ditanya apa saja yang diperbuatnya. Kelak kita akan mengetahui kita selamat atau celaka!!!

    Karena itu, kuketuk dalam pintu hatimu, dengan segenap kemampuan jiwa dan ragaku, taqwalah dirimu dengan menjaga baik-baik apa yang Alloh titipkan kepadamu. Tutupilah aurat itu sebelum tiba masanya manusia tidak lagi memperdulikannya. Yaitu ketika seluruh langit dan bumi ini musnah dan terganti, ketika seluruh umat manusia berkumpul dalam keadaaan tubuh tak tertutup sehelai benangpun. Tak ada lagi yang memperdulikan, karena masing-masing telah sibuk dengan urusannya masing-masing.

    Duhai yang dianugerahi kelebihan rasa, duhai yang lebih dekat pada cinta, patuhlah pada Tuhanmu, kenakan pakaian taqwa itu, selamatkan dirimu Ulurkan jilbab ke seluruh tubuhmu! Tolong.. sempunakan ia!

    Tiba-tiba seorang wanita mendekati Nisa dengan berlinang air mata,

    “Boleh kupinjam jilbabmu untuk menutupi rambut dan seluruh tubuhku yang dibalut baju minim ini, Nisa?”

    Nisa memandang wanita yang ada dihadapannya. “Cathy! Betulkah apa yang kudengar tadi?, engkau mau mengenakan jilbab?”.

    Wanita itu menganggukkan kepalanya, seraya menangis. “Iya Nisa, karena aku takut murka Alloh.. takut kehilangan kasih sayang-Nya.. takut tidak diperdulikan-Nya di akhirat kelak.. takut tak bisa memandang wajah-Nya.. dan aku takut Alloh tidak mencintaiku Nisa.. aku takut Alloh tidak mencintaiku”

    Mendengar ucapan itu, Nisa memeluk Cathy, menciuminya, hampir ia tidak percaya bahwa gadis manis itu tergugah untuk menutup auratnya, Semua ini karena-Mu ya Alloh. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan-Mu. Kemudian yang lain ikut menyalami Cathy, memeluk dan menciuminya sebagai ucapan selamat karena telah mendapat hidayah. Pada hari itu juga, dia tidak hanya mendapat 1 gaun muslimah lengkap, namun lebih. Tambah satu lagi Melati itu, Ya Alloh! Ucap Nisa seraya tersenyum bahagia, bahagia.

    Billaahi taufiq walhidayah, Wassalaamu’allaikum warahmatullooah wabarakaatuh

    ***

    Oleh: Ratna Dewi

    Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur 24:31)

     
  • erva kurniawan 4:19 am on 22 December 2013 Permalink | Balas  

    Menjadi Ibu 

    kasih-sayang-ibuMenjadi Ibu

    “Menjadi Ibu”. Ketika SMP dan SMA dulu, selalu itu yang saya tulis pada saat saya mengisi lembar biodata. Untuk teman, untuk guru sekolah, untuk lembaran Osis, Rohis dan lain-lain. Semuanya. Dimana saja, yang menyediakan isian kolom cita-cita.

    Tentu saja banyak yang heran. Teman-teman berkomentar “Cita-cita, kok menjadi Ibu. Kamu kan perempuan! Sudah pasti, tanpa dicita-citakan, suatu saat kamu akan menjadi seorang ibu!”. Ada juga yang bertanya “Apa maksudnya cita-cita menjadi Ibu?”. Bahkan ada yang meledek “Cita-cita kok menjadi Ibu. Cita-cita tuh menjadi dokter, insinyur, guru, dll”. Ada lagi yang menyindir “Udah pengin kawin ya? Kok, pengin jadi ibu rumah tangga?”.

    Dan kemudian, dengan senang hati dan panjang lebar saya menerangkan apa maksud cita-cita Menjadi Ibu. Menjadi (seperti) Ibu (saya). Itulah maksudnya. Itulah cita-cita saya.

    Kenapa? Pasti, pertanyaan seperti itu pun kembali meruyak. Apa istimewanya Ibumu sehingga kau ingin menjadi sepertinya? Mengidolakannya di saat para remaja lainnya mengidolakan para selebritis dan sejenisnya? Apakah Ibumu seorang wanita karier yang sukses? Bukan, bukan! Ibu saya bukan siapa-siapa.

    Ibu saya bukan wanita karier, bukan pula -apalagi- selebrities. Tapi kesibukannya melebihi wanita karier. Ibu saya bisa mengerjakan apa saja. Dari pekerjaan rumah tangga (termasuk yang biasanya dikerjakan kaum laki-laki seperti membenahi genteng), mengurus warung kecil di rumah, mengurus sawah, mengurus ayam, bebek, angsa, dan kambing peliharaan kami, bahkan membuat batu-bata. Dulu Ibu saya juga sempat bekerja di konveksi dan mengambil jahitan. Semua itu dilakukannya, utama sekali untuk membantu ekonomi keluarga, karena Bapak yang cuma guru SD di kampung. Selain itu juga untuk membantu keluarga besar Ibu dan sebagai bentuk kemandirian ibu. Beliau memang tidak suka berdiam diri.

    Ibu saya bukan aktivis, tapi aktivitasnya juga luar biasa. Ia rajin `rewang’ jika ada tetangga yang punya hajat. Ia juga rajin membantu jika ada tetangga yang meninggal, sakit, maupun lahiran. Ibu rajin hadir ke pengajian Yasinan, juga pengajian aisiyah yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. Namun, meski aktif di masyarakat, ibu saya tak pernah bergosip, padahal di kampung kami gossip hampir merupakan ‘keniscayaan’ seorang perempuan. Termasuk di warung sayur kecil kami, yang tetangga sering mampir namun lebih banyak bergosipnya daripada berbelanja. Karenanya, ibu dicintai oleh semua orang, saudara maupun tetangga.

    Ibu saya tidak pandai memasak resep-resep umum apatah lagi resep modern. Tak ada kue, cake dan makanan-makanan enak lainnya. Tapi semua yang dimasak ibu lezat. Sering dulu saya bertanya nama masakan yang dibuat ibu. Tapi ibu menjawab tidak tahu, karena memang tidak ada namanya. Masakan itu beliau buat dari bahan yang apa adanya, yang kami miliki di dapur kami.

    Ya, ibu memang kreatif. Kondisi kami yang berkekurangan tak pernah membuat kami ingin masakan dan kue-kue modern, karena ibu bisa membuat makanan-makanan lezat, meskipun tanpa alat dan bahan memadai. Hingga kami tidak tumbuh menjadi anak yang suka jajan, makanan yang dibuat ibu sudah cukup bagi kami.

    Ibu bukan pula wanita berpendidikan tinggi. Bahkan SD pun beliau tidak lulus. Tapi ibu pintar dan dulu sering membantu saya belajar. Ibu juga bercita-cita tinggi untuk anak-anaknya. Sekolah anak-anak adalah nomor satu baginya. Ketika orang tua-orang tua lain membelikan anak-anaknya baju yang bagus-bagus, saya dan adik saya hanya mendapat baju-baju sederhana (namun tetap terawat rapi dengan seterika arang). Ketika anak-anak lain mendapat uang saku 100 rupiah sehari, kami hanya mendapat 50 rupiah. Tapi di lain pihak, saya tak pernah menunggak bayaran sekolah seperti teman-teman lainnya. Dan buku pelajaran dan perlengkapan sekolah saya cukup lengkap.

    Ibu juga bukan wong agung keturunan ningrat, melainkan hanya wanita desa yang sederhana. Yang dibesarkan tanpa pendidikan etika dan unggah-ungguh jawa yang tinggi. Tapi beliau cukup mengerti bagaimana bersikap sesuai situasi dan kondisi. Make-upnya hanya bedak tipis dan lipstik murahan. Bajunya pun tak pernah dari bahan sutera atau bordir. Tapi beliau selalu rapi dalam kesederhanaannya.

    Tentu saja, ibu saya juga memiliki banyak kekurangan, tapi rasanya kekurangan yang dimiliki ibu tak ada artinya dibanding segala `keluarbiasaannya’ di mata saya.

    Kekaguman-kekaguman saya terhadap ibu sempat hilang. Bukan, bukan karena ibu tidak lagi seperti ibu yang dulu. Tapi lebih karena saya kemudian hidup jauh dari ibu, dan menjalani dunia kampus dengan berbagai aktivitas keislaman yang menyita seluruh kekaguman saya.

    Namun kini, ketika saya kembali banyak berpaling kepada ibu. Ketika saya banyak memiliki waktu berinteraksi dengan ibu lagi, ibu saya masih tetap sehebat yang dulu. Bahkan makin hebat.

    Beliau tetap pekerja keras, wanita karier yang kuat. Saat ini, ketika dua anaknya sudah tak lagi membutuhkan biaya, beliau tetap ke sawah, menjalankan warung, dan membuat batu-bata serta memelihara banyak ternak. Beliau tetap aktivis sosial yang baik, yang penolong, yang ringan tangan, tapi tak ringan mulut.

    Ibu saya bahkan tetap tegar ketika beberapa waktu lalu badai menggoncang keluarga kami. Gosip dan goncangan yang menerpa tak membuatnya berubah. Bahkan, beliau tak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan kami anak-anaknya, saat permasalahan itu merundung.

    Dan yang paling berkesan, meski pengetahuan agama Ibu minim, namun keyakinannya kepada Allah sedemikian kuat. Suatu hari, ibu saya berkata,” Nduk, ibu selalu berdo’a dan meminta pada Allah tiap habis sholat, semoga kamu mendapat jodoh yang sholeh dan sepadan denganmu. Dan ibu juga minta, semoga jodohmu orang dekat sini saja, agar kalau ibu pengin menengok kalian, ibu tak harus jauh-jauh ke Jakarta. Agar ibu cukup dibonceng bapak, karena ibu pasti mabok kalau naik bis atau mobil”.

    “Ah, ibu yang realistis dong. Saya kan sudah tujuh tahun tinggal di Jakarta. Darimana jalannya saya mendapat jodoh orang sini?” jawab saya.

    Ibu saya menjawab kalem, “Lho, jodoh itu khan urusan Allah. Kita hamba-Nya boleh minta apa saja. Kalau Allah menghendaki, ora kurang jalaran (tidak kurang sebab)”.

    Duh, Ibu. Betapa kesederhanaanmu ternyata menyimpan samudera makna kehidupan yang dalam. Kini, jika saya mengisi lembar biodata lagi yang ada isian cita-cita, saya kembali mengisinya dengan mantap: Menjadi Ibu. (@az, kado hari Ibu untuk para wanita nan tegar penuh cinta)

     

    Oleh: Azimah Rahayu – eramuslim

     
  • erva kurniawan 8:24 am on 21 December 2013 Permalink | Balas  

    Yahudi dan Ramalan Rasulullah 

    nabi-muhammad-saw1Yahudi dan Ramalan Rasulullah

    Bila mengingatkan kata Yahudi, orang sering menyamakan stigma omong kosong seperti stigma “PKI” oleh pejabat Orde Baru. Peristiwa di Palestina, agresi di Iraq, dan mungkin, akan menunggu giliran lagi beberapa negeri muslim lainnya, adalah fakta nyatanya. Ramalan Rosulullah di bawah ini patut anda renungkan kembali

    Oleh Sholeh Hasyim*

    “Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata : Hai muslim ! Hai hamba Allah ! Ini Yahudi dibelakangku, kemarilah aku, bunuhlah dia ! Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohon orang Yahudi.” (HR. Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu’lu’ wa al-Marjan III/308)

    Fenomena pertentangan antara ummat Islam dan Yahudi di Palestina semakin meningkat. Berbagai tindakan kekerasan terhadap ummat Islam tak kunjung berakhir, sekalipun bangsa-bangsa di dunia telah mengutuknya.

    Pengakuan Yahudi atas Yerusalem, ternyata menimbulkan kesalahpahaman ummat Islam dalam menyikapi Yahudi, dengan membandingan Yahudi jaman dahulu dan sekarang. Mereka menyamakan Yahudi dahulu yang beriman kepada Musa `Alaihis salaam (as) dengan Yahudi sekarang. Penyamaan sikap ini berakibat buruk baik dalam aspek aqidah maupun amal.

    Ada beberapa hal penting seperti dijelaskan dalam syariat dan sejarah; pertama, sesungguhnya Bani Israil yang mengimani ajaran Musa As berbeda dengan Yahudi sekarang. Yahudi dahulu terdiri dari kaum Muslim, dan Mukmin. Sedangkan sekarang terdiri dari kaum kafir, musyrik, dan penentang ajaran Musa yang telah keluar dari syariatnya. Bani Israil adalah keturunan Ya’qub Alaihissalam.

    Ibrahim pernah berwasiat kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. Ibrahim berkata: “Hai anak-ankakku, Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (al-Baqarah: 132). Yusuf as juga menegaskan hal yang sama,”Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.” (Yusuf : 38)

    Ini sama dengan pesan Allah tentang orang-orang Yahudi yang mengimani ajaran Musa As. “Dan Kami jadikan di antara mereka (Bani Israil) itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami (QS. Sajdah : 24) Ayat lain mengatakan, “Dan sungguh telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (kami) atas bangsa-bangsa.” (ad-Dukhan: 32)

    Adapun orang-orang Yahudi yang keluar dari ajaran Musa, secara otomatis mereka telah jatuh pada kemusyrikan. Mereka yang musyrik itu seperti disebut dalam ayat-ayat berikut ini: Orang-orang Yahudi berkata, tangan Allah terbelenggu, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang mereka katakan itu (al-Maidah: 64), mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah (at-Taubah: 31). Orang-orang Yahudi berkata : Uzair itu putera Allah (at-Taubah: 30).

    Jadi, Yahudi sekarang tidak ada kaitannya dengan Yahudi yang beriman kepada Musa As. Adapun klaim mereka terhadap bumi Palestina, itu merupakan pengembangan dari kekufuran mereka terhadap Musa As. dan nabi-nabi sesudahnya. Mereka telah keluar dari tauhid dan syariat Musa As.

    Kedua : Kebanyakan Yahudi sekarang bukan berasal dari Bani Israil. Orang-orang Yahudi yang merampas wilayah Palestina sekarang, bukan berasal dari keturunan yang dulu pernah bersama-sama hidup dengan Musa as. Sekarang, Yahudi keturunan Israil, yang dikenal dengan sebutan Safaradim, tidak lebih dari 20% jumlahnya di dunia. Komunitas inipun percampuran dari berbagai etnis lain karena pernikahan dll. Sebagian kecil dari jumlah di atas, bukanlah asli keturunan Bani Israil. Adapun mayoritas kaum Yahudi di dunia yang mencapai 80%, itu berasal dari Eropa, dan berbagai negara di dunia. Mereka dikenal dengan sebutan al-Asykanazim, dimana mereka memasuki ajaran Yahudi yang sarat dengan paganisme.

    Bukti sejarah di atas menjadi jelas bahwa kaum Yahudi sekarang adalah penjajah. Mereka tidak berhak atas kepemilikan bumi Palestina, karena telah keluar dari ajaran Musa As yang benar dan mengubah-ubah kitab Taurat. Palestina adalah bumi kaum muslimin, tidak berhak bagi bangsa lain untuk memilikinya. Sesungguhnya, Palestina bukanlah milik Bani Israil, tetapi milik kaum Jabbariyin yang hidup sebelum Bani Israil. Allah mengizinkan kepada Bani Israil untuk memasuki wilayah Palestina, jika mereka masih komitmen terhadap ajaran yang benar. Jika tidak, secara otomatis izin tinggal dari Allah di Baitul Makdis telah dicabut.

    Ketiga: Sesungguhnya sifat dasar Yahudi yang diabadikan dalam al-Quran dari masa ke masa adalah pengkhianat, penakut, provokator, pemicu permusuhan, penipu, sombong dll. Sikap itu terlihat ketika mereka menyakiti Musa as. dan keluar dari ajaran Taurat. Itulah sikap dasar yang tertanam secara turun temurun. Sehingga sifat-sifat tercela mereka sebagai bagian dari agama mereka yang selalu rentan dengan perubahan. Mereka tanamkan ajaran berbahaya itu kepada anak cucu mereka dan kepada orang yang masuk agama mereka. Hanya sebagian kecil saja dari mereka yang masih memiliki komitmen terhadap Musa As ( al-Maidah: 59dan 62). Di antara mereka ada golongan pertengahan (al-Maidah: 66).

    Kehancuran Yahudi

    Hadits di atas mengajarkan kepada kita untuk merancang masa depan, sekalipun masa depan itu sesuatu yang ghaib. Dan yang bisa mengetahui hal-hal ghaib, hanyalah Allah. (QS. an-Naml: 65). Tetapi Allah mempunyai sunnatullah yang berlaku pada diri manusia. Ungkapan hadits di atas menjelaskan, peperangan yang akan terjadi bukanlah peperangan lokal antara orang Yahudi dan Muslim Palestina. Tetapi awal peperangan terhadap Yahudi yang sekarang mendominasi dunia. Apabila terjadi pertarungan global dan ummat Islam memperoleh kemenangan sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah saw, maka akan mengubah sejarah para penguasa Yahudi di dunia. Bila terjadi kekalahan, maka tidak ada lagi satu kekuasaanpun yang tertinggal untuk orang Yahudi di dunia. Ketika itu kepemimpinan dunia akan berubah dengan konsep lain yang sesuai dengan fitrah manusia.

    Jahiliyah modern sudah lama menyimpan berbagai penyakit karena mengingkari Allah dan akhirat. Dimana-mana terjadi penganiayaan, permusuhan, dekadensi moral, peperangan yang menghancurkan. Berbagai isme yang lain telah gagal dalam mengantarkan manusia modern menuju pintu gerbang kebahagiaan. Kini, manusia telah dijangkiti penyakit jiwa yang sangat akut. Mereka kehilangan harapan, kecewa, selalu dibayangi ketakutan dll. Mereka menunggu terwujudnya pandangan hidup yang bisa mencerdaskan akal, mencerahkan hati dan memperbaiki akhlaq mereka.

    Akan terjadi Nubuwwah padamu sesuai dengan kehendak Allah. Lalu Allah akan mengangkat (melenyapkan-Nya) jika Dia menghendakinya. Setelah itu, akan muncul khilafah yang sesuai dengan manhaj nubuwah. Maka sesuai dengan kehendak Allah, ia akan berada, lalu Allah akan melenyapkan jika Ia menghendaki. Kemudian akan datang raja yang zhalim. Maka iapun akan bercokol sesuai dengan kehendak-Nya. Kemudian akan ada raja yang tirani, maka iapun muncul sesuai dengan kehendak Allah, kemudian ia lenyap, jika Allah menghendaki. Baru setelah itu akan timbul kembali khilafah di atas manhaj nubuwah (HR. Ahmad dari Hdzaifah al-Yaman).

    Berbeda dengan sebagian orang Muslim, orang-orang Yahudi yakin dengan prediksi Rasulullah itu. Sampai hari ini, mereka memperbanyak menanam pohon ghorqod di kebun-kebun mereka. Mereka mengambil pengalaman dari berbagai peperangan dengan kaum muslimin pada masa Rasulullah ataupun masa intifadhah akhir-akhir ini. Pengalaman itu membuat Yahudi berusaha menghadang lajunya gerakan Islam di dunia. Harap tahu saja, simbol Yahudi internasional yang berbentuk seperti garpu, itu sesungguhnya simbol pohon ghorqod.

    Yang menjadi catatan, apakah peperangan di bumi Baitul Maqdis merupakan cikal bakal peperangan global Yahudi melawan Islam? Apalagi Yahudi dari berbagai belahan dunia telah berkumpul di satu tempat, sehingga mudah dihancurkan. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui kapan terjadinya peperangan yang menentukan nasib terakhir kaum Yahudi itu.

    Yang terpenting bagi ummat Islam sekarang adalah melakukan i’dad dan berjihad melawan Yahudi. Nash syariah dan bukti sejarah menunjukkan, perang melawan kekufuran akan senantiasa berlanjut. (QS. al-Baqarah 120 dan 109, Ali-Imran: 118). Sehingga Allah akan menolong ummat Islam, bila mereka memenuhi persyaratan untuk ditolong. Kita hanya bisa berdoa dan bekerja keras dalam menegakkan syariat di bumi. Keputusan terakhir kita serahkan kepada Allah. `Alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib.• (Penulis, kontributor Suara Hidayatullah, Kudus, Jawa Tengah)

    ***

    Diambil dari Majalah Suara Hidayatullah, Edisi Khusus Milad Ke-14 Mei 2002

     
  • erva kurniawan 8:19 am on 20 December 2013 Permalink | Balas  

    Sudahkah Anda Menunaikan Sholat Dhuha? 

    sholat-dhuhaSudahkah Anda Menunaikan Sholat Dhuha?

    Sholat ini cukup hanya 2 (dua) rakaat dengan doa yang amat indah dan menyejukkan. Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya waktu subuh) sampai dengan menjelang masuk waktu dhuhur – logikanya pasti bisa menunaikannya. Namun di-muakkadkan (dianjurkan dengan sangat) untuk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita. Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah. Dengan demikian pekerjaan kita, InsyaAllah, akan mendapat ridho dari Allah SWT. Amiin.

    Lihat dan saksikanlah (harap diartikan menjadi saksi atas keindahan dan kesejukan) doa dhuha ini – masyaaalloh – sbb. (terjemahan) :

    Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU, dan keagungan itu adalah keagunganMU, dan keindahan itu adalah keindahanMU, dan kekuatan itu adalah kekuatanMU, dan perlindungan itu adalah perlindunganMU, Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMU, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh. Amiin Ya Robbal Alamiin.

    **

    Bila anda tidak dapat membaca teks Arab-nya waktu berdoa, bacalah teks Indonesianya saja secara khusu’ dan tawaddhu’ (dengan kerendahan hati). InsyaAllah kita akan menjadi orang yang :

    1. Tawaddhu’ [penuh dengan kerendahan hati alias tidak sombong (tinggi hati) – apapun pangkat dan kedudukan kita.

    2. Percaya bahwa bekerja itu adalah bernilai ibadah, sehingga apapun yang menjadi tugas kita, seberat apapun, insyaalloh, akan mendapat ridho dan pertolongan dari Allah SWT.

    3. Percaya segala sesuatu di dunia ini ada yang Maha dari segala-galanya.

    4. Dihapuskan segala dosa meskipun dosa itu sebesar buih lautan. (Al-hadist). InsyaAllah !!!

    Demikianlah dan semoga risalah kecil ini akan menjadi “sesuatu yang dapat menggugah” kita utk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

    Jazakumulloh khoiron katsiro. Wass. Wr. Wb.

    Note: Risalah ini akan membawa nilai tambah sebagai amal, bila anda teruskan juga kepada sahabat-sahabat anda dan saudara-saudara anda !

     
  • erva kurniawan 8:17 am on 19 December 2013 Permalink | Balas  

    Memelihara Diri dari Kezaliman 

    quran-tasbihMemelihara Diri dari Kezaliman

    ”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat biji zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya pula.” (QS. Al-Zalzalah:7-8)

    Dari ayat di atas, maka dapat kita ambil hikmah. Betapa Allah SWT telah mengajarkan kepada manusia agar bersikap peka, meski terhadap hal yang teramat kecil sekalipun. Memang, sesungguhnya Islam sangat menekankan agar kita memperhatikan hal-hal kecil bahkan detail dalam hidup kita. Saudaraku, kepekaan memang sudah selayaknya terasah dalam setiap gerak langkah hidup kita. Sudah saatnya kita kita perhatikan, jangan-jangan sikap, perilaku, tindakan, atau kata-kata kita menzalimi orang lain.

    Banyak di antara manusia yang kurang menyadari bahwa dirinya kerap kali berlaku zalim terhadap sesamanya. Hal ini terjadi sekurang-kurangnya disebabkan oleh dua alasan.

    1. Kita kurang memiliki tingkat kepekaan yang bagus ketika hendak melakukan sesuatu.

    Dalam bertindak seringkali tidak diawali dengan pertimbangan, apakah orang lain akan terlukai perasaannya atau tidak dengan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan kita itu? Atau sekurang-kurangnya apakah orang lain bisa memaklumi tindakan kita atau tidak?

    2. Kita hanya memahami gambaran tentang makna kata ‘zalim’ atau ‘aniaya’ itu dalam konteks yang lebih besar.

    Misalnya, ketika Belanda dan Jepang menjajah tanah air, maka didapati kenyataan sejarah bahwa rakyat Indonesia ketika itu telah dizalimi oleh kaum penjajah. Sejarah pun telah mencatat tindakan raja Fir’aun yang amat sewenang-wenang terhadap rakyatnya, sehingga dia dikenal sebagai penguasa yang zalim. Demikian pun media massa sering menyampaikan informasi betapa rakyat kecil berada dalam posisi teraniaya karena tanah dan rumahnya telah dirampas dan digusur oleh pihak lain.

    Nah, di sisi lain kita mungkin sudah seharusnya menyadari bahwa kezaliman pun bisa terjadi dalam hal-hal kecil pada kehidupan kita. Misalnya, suatu ketika kita masuk ke kamar mandi lalu secara tidak sengaja kita menyenggol sikat gigi milik teman sehingga terlempar ke lubang kloset. Mungkin kita hanya akan mengambilnya, lalu disimpan kembali di tempat semula tanpa dicuci terlebih dahulu. Apalah jadinya jika kemudian si empunya sikat gigi tersebut memakainya. Tentu, secara tidak langsung kita sebagai orang yang tahu, telah membiarkan sikat gigi kotor itu digunakan.

    Di sinilah sebenarnya tingkat kepekaan kita diuji. Adakah dengan tindakan kita seperti itu lantas orang lain tidak merasa dizalimi? Atau kita mengira ia bisa memakluminya, karena toh kita memang tidak sengaja. Padahal, tidakkah kita menyadari bahwa perilaku seperti itu sebenarnya tindakan zalim juga? Suatu tindakan yang sebenarnya akan potensial sekali menghalangi datangnya pertolongan Allah. Hendaknya hal-hal yang tampaknya sepele ini tidak lagi menjadi bagian dari perilaku kita jika memang kita ingin semakin dekat kepada Allah.

    Tidak heran kalau sahabat Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib ketika mengajak para laki-laki muslim untuk berperang di jalan Allah, beliau terlebih dahulu bertanya, ”Bagaimana kalau ada pihak musuh yang menyerah? Apa yang akan engkau lakukan?”

    Seseorang spontan menjawab, ”Habisi saja!”

    Kemudian Ali bin Abi Thalib berkata dengan tegas, ”Kalau begitu engkau jangan ikut bertempur!”

    Mengapa Ali bin Abi Thalib melarang? Sebab orang tersebut masih memiliki bibit-bibit zalim yang bisa mengakibatkan tidak akan datangnya pertolongan Allah, karena pertempuran tersebut bersatu dengan kezaliman. Bagaimana mungkin berjihad di jalan Allah seraya ada kezaliman di dalamnya kendati mungkin hanya dilakukan oleh satu orang saja?

    Dalam kisah lain, kita pun masih ingat ketika Ali bin Abi Thalib bertarung mati-matian menghadapi lawan dalam suatu peperangan. Pada saat musuhnya berhasil dilumpuhkan dan hendak beliau tebas dengan pedangnya, tiba-tiba si musuh tersebut meludahi wajah Ali. Lalu dengan serta-merta beliau mengurungkan serangan pedangnya.

    Tentu saja, melihat sikap Ali tersebut sang musuh menjadi heran, lalu bertanya, ”Mengapa engkau tidak jadi membunuhku, hai Ali?”

    Ali bin Abi Thalib menjawab, ”Karena aku khawatir apabila aku jadi membunuhmu itu bukan karena Allah, melainkan karena kebencianku akibat engkau meludahi mukaku!” Subhanallah, begitu luhur dan mulianya motivasi beliau berperang. Bebas dari kezaliman.

    Semoga Allah melindungi kita dari perilaku mengabaikan hal-hal yang tampak sepele. Mudah-mudahan kita dapat mengikuti teladan Rasulullah, yang selalu memperhatikan hal-hal yang tampak kecil, yang menyebabkan beliau menjadi pribadi besar sepanjang zaman. Wallahu a’lam.

    ***

    (Diambil dari tulisan Aa Gym, kolom Refleksi Republika)

     
  • erva kurniawan 7:49 am on 18 December 2013 Permalink | Balas  

    Jangan Ambil Anakku 

    siluet anak kecilJangan Ambil Anakku

    Terkulai lemas, demam dan mukanya merah karena panas yang lebih dari 40 derajat, sungguh memilukan melihatnya. Anakku dalam kondisi begitu, yang tadinya lincah, cerewet, tiba-tiba diam kuyuh dan hanya tergeletak tidur. Putriku, betapa ingin aku yang tergeletak di situ menggantikanmu. Sakit yang paling berat yang dialaminya selama 1,5 tahun usianya.

    Normalnya dia akan meringis usil atau berlari dan lincah menarik perhatian. Pas dengan usianya yang memang sedang caper-capernya. Bidadari kecilku itu. Yang membayangkannya saja atau bercerita tentangnya saja cukup membuat dadaku terbuncah oleh rasa sayangku. Tapi jangan dianggap aku tidak pernah dibuat jengkel olehnya. Usia 1,5 tahun yang sudah bukan ‘bayi’ lagi, identik dengan banyaknya keinginan, yang terkadang tidak mau ngerti dengan argumen yang kita berikan. Ngotot, teriak, dan nangis jika apa yang dia maui tidak terpenuhi. Singkatnya sih bikin senewen. Ya itu … bidadari kecilku itu. Putriku satu-satunya.

    Sekarang aku harus menyaksikannya mederita sakit. Bayangan buruk segera terlintas. Seandainya hari ini dia harus pergi. Seandainya penyakit yang dia idap sekarang mengantarkannya untuk meninggalkan kami. Ada lintasan rasa protes dan tidak rela membayangkan itu. Takut! Bahkan nada meminta, ya Allah jangan ambil anakku! Jangan sekarang, dia masih kecil, dia baru sebentar bersama kami. Kupeluk dia erat dan tak terasa menetes air mataku.

    Astafighrullah. Astafighrullah. Jeritan hatiku itu manusiawi kan? Terlebih aku sebagai seorang ibu. Yang sudah mengandung, menyusui dan membesarkan. Tapi sebagai seorang hamba-Nya aku berusaha berpikir jernih dan berusaha menghilangkan pikiran buruk yang timbul. Aku tahu aku tidak boleh berpikiran buruk.

    Tapi satu hal yang perlu kukaji dan kurenungkan dalam, bukan mengenai pikiran buruk itu. Mengenai sikapku menghadapinya. Mengapa aku harus takut, protes bahkan tak rela seperti jika hal itu – misalnya – harus terjadi. Astafighrullah. Ya Allah ampuni hamba-Mu ini. Yang mempertanyakan kehendak-Mu dan takdir-Mu.

    Manusia itu tidak punya apa-apa. Semuanya titipan Allah termasuk anak. Hal yang sudah lama aku tau. Namun jelas belum tertanam subur dalam hatiku. Anak adalah titipan-Nya. Seiring perjalanan sang waktu, betapa sering menyesatkan, melenakan rasa sayang yang kita miliki ke anak-anak kita. Besarnya rasa cinta, kebersamaan setiap waktunya, membuat lupa hakekat anak yang bukan milik kita.

    Aku tau aku harus mematri perlahan namun pasti dalam otak dan hatiku, bahwa bidadari kecilku itu bukan milikku. Dia titipan Allah yang diamanahkan padaku dan harus kujaga titipan itu. Sehingga kelak entah kapan kalau diminta kembali, bisa kembali dengan baik. Sehingga kelak ketika ditanya pertanggungjawabanku tentangnya aku sudah melakukan kewajibanku sebaik-baiknya.

    Rasa sedih adalah manusiawi, tapi rasa tidak rela dan ridho menghadapinya bukan merupakan sikap seorang Muslim yang beriman. Rasulullah Saw sendiri menangis sedih ketika putra beliau, Ibrahim meninggal. Tetapi beliau mengatakan, “Tidak akan berkata kecuali yang diridhoi Allah”. Artinya kesedihan beliau tidak sampai melanggar seperti menyalahkan ketentuan Allah atau tidak menerima takdir-Nya. Yakinlah bahwa di setiap kehendak dan takdir Allah selalu banyak hikmah dibaliknya.

    Mungkin ada baiknya jika kita merenungkan, mempertanyakan akan seperti apa kita ketika titipan Allah kepada kita diambil dan diminta. Bukan untuk buang-buang waktu memikirkan dan merisaukan hal yang tidak terjadi. Sekali lagi juga bukan untuk berpikiran buruk atau negatif, tapi untuk melihat jauh kedalam hati sanubari kita bagaimana kita memposisikan anak kita. Sebagai milik kita? Sebagai lambang identitas pribadi. Atau sebagai titipan dan amanah Allah yang harus kita jaga, pelihara dan kita didik.

    Orang tua harus ikhlas kalo barang pinjaman tersebut sudah diminta kembali. Dan itu tidak mengurangi sedikitpun porsi cinta dan sayang kita. Hanya menempatkannya pada porsi yang benar. Jangan sampai rasa sayang dan memiliki yang berlebihan membuat kita melanggar dan menentang ketentuan dan takdir Allah. Anak memang merupakan nikmat, tapi juga cobaan bahkan juga bisa menjadi fitnah. Wallahu’alam bishshowab.

    Ya Allah Engkau Maha Berkuasa dan Maha Tahu. Bimbing kami untuk mendidik anak-anak kami menjadi anak sholeh/sholehah dan manjadi hamba-Mu yang beriman. Jangan jadikan mereka pemberat langkah kami menuju surga-Mu ya Allah. Jangan engkau jadikan anak-anak kami sebagai fitnah bagi kami ya Allah. Jaga hati kami ya Allah untuk selalu condong kepada-Mu.

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 7:43 am on 17 December 2013 Permalink | Balas  

    Renungan: Orang Beruntung 

    perjalananRenungan: Orang Beruntung

    Ketika seorang bayi menjerit kelaparan, disertai ratapan ibunya yang tidak bisa berbuat apa-apa selain berdo’a dan penuh harap… Ketika seorang bapak jatuh bangun banting-tulang untuk mendapatkan sesuatu yang halal dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga… Kepedulian terhadap sesama ummat manusia yang bisa diberikan kepadanya tidak juga ia dapatkan. Masing-masing orang sibuk dengan urusannya…

    Apakah bagi sebagian orang yang hidup dengan tingkat ekonomi lebih baik, ada sedikit rasa iba jika di lingkungannya masih ditemukan segelintir orang yang masuk dalam kelompok fakir miskin, yatim piatu, dan lain-lain? Adakah orang-orang yang memiliki kemampuan dan kekuasaan membantu merubah nasib orang lain?

    Dalam keadaan masyarakat yang penuh dengan ketidakpastian dalam segala hal, figur seseorang yang awalnya bisa diharapkan (karena tidak ada pilihan lain) menjadi seorang pemimpin dan bahkan berjanji akan merealisasikan harapan sebagian besar orang yang dipimpinnya, malah diluar dugaan menjadi bumerang dan sumber dari segala sumber masalah. Inkonsistensi serta ketidaktegasan dalam menjalankan roda kepemimpinannya, mengakibatkan banyak opini yang menyebutkan bahwa perdebatan karena perbedaan pendapat yang terjadi diantara para pembantu dan orang terdekatnya dapat menciptakan krisis moral yang mengawali terbentuknya mental-mental korupsi, kolusi, dan nepotisme disetiap sudut-sudut instansi pemerintah maupun swasta dari tingkatan yang paling atas sampai pada tingkat cleaning service.

    Hal itu sebenarnya juga disadari oleh mereka yang sedang “bermain” dengan jabatan, harta, dan kekuasaan yang dimiliki. Tetapi mereka berdalih bahwa tujuan duniawi yang sedang mereka kejar adalah semata-mata agar terhindar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan. Namun hanya sebagian kecil dari mereka menyadari bahwa sebenarnya yang mengakibatkan terjadinya krisis ekonomi adalah mental dan moral mereka sendiri yang mengambil kebijakan untuk kepentingan mereka sendiri. Namun mereka juga tetap tidak peduli.

    Seandainya pemimpin tersebut berniat karena Allah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sudah hampir punah dengan memanfaatkan kondisi dan situasi yang sifatnya nasional atau bahkan internasional untuk menetapkan kebijakan yang dapat mengangkat derajat dan martabat serta harga diri para pengikutnya. Insya Allah, dukungan yang semula sirna akan kembali bersinar. Dan jalan menuju tahta yang lebih baik dengan kepimpinan yang islami akan mudah dicapai. Karena yakinlah bahwa setelah ada kesulitan maka akan ditemukan kemudahan.

    Tetapi jika hal tersebut datas dilakukan dengan niat dan tujuan agar setelah moment untuk mengembalikan kepercayaan tersebut dapat dipilih kembali dan mengulangi lagi penderitaan rakyat serta membentukan mental dan moral KKN atau bahkan lebih parah lagi. Percayalah, bahwa tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dari Allah, baik yang ada di bumi maupun ada di langit. Jikalau memang ada niatan seperti itu, besar kemungkinan bahwa prestasi yang akan selalu digembar-gemborkan dengan bangga dan sangat gigih hingga pada saat pemilihan nanti adalah kebijakan yang bersifat nasional atau internasional seperti yang disebutkan diatas sebelumnya. Mengenai tindakannya yang sengaja menyengsarakan rakyat akan berusaha sekuat mungkin untuk disembunyikan. Alangkah beruntungnya pemimpin seperti itu, bisa mengambil simpati serta keuntungan dari orang yang telah ditindas untuk kemudian ditindas kembali atas kepemimpinannya untuk yang kesekian kalinya.

    Hanya Allah tempat kita bersandar, kepada Dialah kita memohon pertolongan. Karena sesungguhnya manusia itu tidak pernah akan merugi jika beriman kepadaNya. Janganlah berpikir kehidupan duniawi itu lebih baik dari kehidupan akhirat, karena dunia hanyalah merupakan fasilitas bagi manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dihari akhir nanti.

    Niatlah dan berbuatlah untuk kebahagiaan semua ummat dengan membagi kepedulian kita kepada orang lain, selagi kita bisa dan beruntung…

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 7:24 am on 16 December 2013 Permalink | Balas  

    Sampaikanlah Kepada Wanita 

    wanita sholehahSampaikanlah Kepada Wanita

    1. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
    2. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.
    3. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.
    4. 2 rakaat sholat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat sholat wanita yang tidak hamil.
    5. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
    6. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.
    7. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak nyenyak kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.
    8. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
    9. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
    10. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.
    11. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
    12. Wanita yang mengolah tepung gandum dengan bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.
    13. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.
    14. Wanita yang menjaga sholat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.
    15. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.
    16. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.
    17. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun sholat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala haji.
    18. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.
    19. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun sholat.
    20. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan kabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.
    21. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun sholat dan puasa.
    22. Jika wanita memijit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.
    23. Wanita yang meniggal dunia dengan keredaan suaminya akan memasuki syurga.
    24. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.
    25. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

    ***

    Dipetik daripada Bayan Mastura Oleh Syed Ahmad Khan

     
  • erva kurniawan 7:24 am on 15 December 2013 Permalink | Balas  

    Indahnya Cinta 

    cintaIndahnya Cinta

    Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

    Hikam: “Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik.” (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)

    Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

    Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.

    Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.

    Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.

    Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.

    Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.

     
  • erva kurniawan 7:09 am on 14 December 2013 Permalink | Balas  

    Kasih Sayang Allah 

    hidayah-allahKasih Sayang Allah

    Sabda Rasullullah yang bermaksud: “Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, nescaya Ia bukakan kunci hatinya dan mengisikannya dengan keyakinan dan kepercayaan yang kukuh, Ia jadikan hatinya waspada terhadap liku-liku hidup yang dijalaninya, Ia jadikan hatinya sihat sejahtera dan lidahnya berkata benar dan perangainya baik/mulia dan Ia jadikan telinganya mendengar dan matanya melihat yang baik” (diriwayatkan oleh Abu Syeikh dari Abi Zam)

    URAIAN :

    Tanda-tanda seseorang manusia itu sedang dibimbing Allah ke arah jalanNya yang lurus atau kearah agama Nya yang suci ialah : Allah membuka pintu hatinya dan membedakan segala hijab-hijab kelalaian dan kejahilan, kemudahan hati yang terbuka itu dipancarkan dengan cahaya iman,cahaya cintakan Allah dan cahaya ma’rifatNya yang suci.

    Kemudian hati yang dipancarkan dengan kecintaan dan ma’rifat itu akan dihiasi pula dengan kayakinan dan kepercayaan yang kukuh dan utuh, dan tidak tergoncang oleh fitnah-fitnah dunia.

    Kemudian hati yang iman, ma’rifat, keyakinan dan kepercayaan kukuh akan dijadikan Allah begitu hati-hati, waspada dan sensitif dalam setiap langkah hidup yang dijalani hingga ia terselamat dari noda- noda dosa dan nafsu-nafsu penyelewengan dan ia juga begitu sedar dan teliti dengan segala ajaran-ajaran Allah.

    Allah jadikan hatinya yang penuh iman, ma’rifat, keyakinan dan kesedaran itu sihat sejahtera dari penyakit-penyakit hasat dengki, ria’, takbur, dendam, marah, rasa perseteruan, was-was, keraguan dan sebagainya dari penyakit-penyakit jiwa yang menyeksa dan menghilangkan ketenteraman manusia.

    Sebagai kesan dari pembinaan iman dan ma’rifat yang kukuh dalam hati seseorang, ia akan menjadi seseorang yang sentiasa berkata benar dan berani memperkatakan kebenaran walau dimana sahaja berada. Kesan dari pembinaan dan ma’rifat itu juga Allah kurniakan kepadanya telinga yang sentiasa cintakan ajaran dan nasihat yang benar dan serentak dengan itu Allah kurniakan kepada matanya yang tajam yang dapat melihat rahsia-rahsia dan hikmat-hikmat ketuhanan disebalik kejadian Allah dengan penelitian batin yang mendalam.

     
  • erva kurniawan 1:14 am on 13 December 2013 Permalink | Balas  

    Wanita 

    siluet-wanitaWanita

    Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.

    Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

    Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

    Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

    Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

    Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.

    Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah dan orang yang takutkan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

    Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.

    Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun). Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.

    Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh. Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah, “Suaminya. “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah, “Ibunya”.

    Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

    Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung diudara,malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.

    Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

    Syurga itu di bawah tapak kaki ibu. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.

    Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka. Jadi, janganlah sesekali kita merasa lemah. Wanitalah sebenarnya yang membuat seseorang lelaki itu kuat. Itulah salah satu sebab mengapa Nabi meletakkan wanita setaraf pada lelaki dan tidak lebih rendah. Buat renungan kita semua.

    Wassalam

    ***

    Oleh Sahabat: Seno

     
  • erva kurniawan 2:09 am on 12 December 2013 Permalink | Balas  

    Bermesraan Ala Rasulullah 

    Kisah cinta Laila MajnunBermesraan Ala Rasulullah

    Bermesraan, itulah yang membuat hubungan suami-istri terasa indah dan nikmat. Caranya? Coba perhatikan uraian berikut ini.

    Dalam berkomunikasi, ada dua jenis lambang yang bisa dipergunakan, yaitu lambang verbal dan lambang non verbal. Menurut penelitian Profesor Birdwhistell, maka nilai efektifitas lambang verbal dibanding non verbal adalah 35:65. Jadi, justru lambang non verbal yang lebih efektif dalam menyampaikan pesan.

    Bermesraan, adalah upaya suami istri untuk menunjukkan saling kasih sayang dalam bentuk verbal. Sentuhan tangan dan gerak tubuh lainnya, adalah termasuk lambang non verbal ketika suami berkomunikasi dengan istrinya. Komunikasi verbal semata belumlah efektif jika belum disertai oleh komunikasi non verbal, dalam bentruk kemesraan tersebut.

    Rasulullah saw pun merasakan pentingnya bermesraan dengan istri, sehingga beliau pun mempraktekkannya untuk menghias hari-hari dalam keluarganya, yang tecermin seperti dalam hadis-hadis berikut:

    1. Tidur dalam satu selimut bersama istri

    Dari Atha’ bin Yasar: “Sesungguhnya Rasulullah saw dan ‘Aisyah ra biasa mandi bersama dalam satu bejana. Ketika beliau sedang berada dalam satu selimut dengan ‘Aisyah, tiba-tiba ‘Aisyah bangkit. Beliau kemudian bertanya, ‘Mengapa engkau bangkit?’ Jawabnya, ‘Karena saya haidh, wahai Rasulullah.’ Sabdanya, ‘Kalau begitu, pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali kepadaku.’ Aku pun masuk, lalu berselimut bersama beliau.” (HR Sa’id bin Manshur)

    2. Memberi wangi-wangian pada auratnya

    ‘Aisyah berkata, “Sesungguhnya Nabi saw apabila meminyaki badannya, beliau memulai dari auratnya dan mengolesinya dengan nurah (sejenis bubuk pewangi), dan istrinya meminyaki bagian lain seluruh tubuhnya. (HR Ibnu Majah)

    3. Mandi bersama istri

    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku biasa mandi bersama dengan Nabi saw dengan satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke dalam bejana).” (HR ‘Abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah)

    4. Disisir istri

    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw, saat itu saya sedang haidh”.(HR Ahmad)

    5. Meminta istri meminyaki badannya

    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya meminyaki badan Rasulullah saw pada hari raya ‘Idul Adh-ha setelah beliau melakukan jumrah ‘aqabah.” (HR Ibnu Asakir)

    6. Minum bergantian pada tempat yang sama

    Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil muk, lalu saya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur)

    7. Membelai istri

    “Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)

    8. Mencium istri

    Dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)

    Dari Hafshah, putri ‘Umar ra, “Sesungguhnya Rasulullah saw biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa.” (HR Ahmad)

    9. Tiduran di Pangkuan Istri

    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Nabi saw biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al- Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)

    10. Memanggil dengan kata-kata mesra

    Rasulullah saw biasa memanggil Aisyah dengan beberapa nama panggilan yang disukainya, seperti ‘Aisy, dan Humaira (pipi merah delima).

    11. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra

    Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Uwaisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

    12. Membersihkan tetesan darah haidh istri

    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku pernah tidur bersama Rasulullah saw di atas satu tikar ketika aku sedang haidh. Bila darahku menetes ke tikar itu, beliau mencucinya di bagian yang terkena tetesan darah dan beliau tidak berpindah dari tempat itu, kemudian beliau shalat di tempat itu pula, lalu beliau berbaring kembali di sisiku. Bila darahku menetes lagi ke tikar itu, beliau mencuci di bagian yang terkena darah itu saja dan tidak berpindah dari tempat itu, kemudia beliau pun shalat di atas tikar itu.” (HR Nasa’i)

    13. Bermesraan walau istri haidh

    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa mandi bersama Rasulullah saw dengan satu bejana, padahal kami sama-sama dalam keadaan junub. Aku biasa menyisir rambut Rasulullah ketika beliau menjalani i’tikaf di masjid dan saya sedang haidh. Beliau biasa menyuruh saya menggunakan kain ketika saya sedang haidh, lalu beliau bermesraan dengan saya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah)

    14. Memberikan hadiah

    Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi saw menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.”

    Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah saw, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)

    15. Segera menemui istri jika tergoda.

    Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)

    Begitu indahnya kemesraan Rasulullah saw kepada para istrinya, memberikan gambaran betapa Islam sangat mementingkan komunikasi non verbal ini, karena bahasa tubuh ini akan lebih efektif menyatakan cinta dan kasih sayang antara suami istri. Nah, silakan mencoba. ·

    ***

    From : Cathy, Didik L Kuntadi – eramuslim

    Diambil dari milis Faktual

     
  • erva kurniawan 1:44 am on 11 December 2013 Permalink | Balas  

    Hidup Di Bawah Naungan Tauhid 

    hidayah-allahHidup Di Bawah Naungan Tauhid

    Sering orang bertanya, “Apakah Allah itu ada?” “Dimana Allah?” Keberadaan Allah hanya bisa kita akui bila kita memiliki landasan tauhid yang benar. Allah memang tidak menampakkan wujudnya, tapi Allah dengan segala sifatnya dapat kita rasakan keberadaan-Nya. Kejelasan tauhid akan tergambar dari kalimat syahadat yang kita ucapkan. Dari kalimat ini akan terjalin hubungan yang harmonis, penuh kecintaan kepada Allah. Kecintaan kepada Allah akan melahirkan pengorbanan kepada-Nya untuk berjuang di jalan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya.

    Zat Allah lebih besar dari apa yang kita perkirakan. Manusia tidak akan sanggup memikirkan zat Allah. Allah berfirman, “katakanlah Dia- lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada- Nya segala sesuatu.” (QS.112:1-2)

    “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS.6:103)

    Tauhid yang murni hanya akan tercapai bila kita mengenal hakekat penciptaan kita, begitu juga dengan zat yang menciptakan kita. Betapa indah hidup di bawah naungan kasih sayang dan belain Allah. Namun banyak diantara kita sulit untuk memurnikan tauhidnya, karena selain tidak kenal dengan Allah, mereka masih menyekutukan Allah dengan tandingan-tandingan yang lain.

    Tak kenal maka tak sayang, begitu orang mengatakan. Tidak kita akan pernah tahu siapa Einstein jika kita belajar ilmu Fisika, kita tidak akan mengenal Jendral Sudirman jika kita tak belajar sejarah, kita juga tidak akan mungkin kenal Ronaldo kalau kita tidak mengenal sepak bola. Begitu juga dengan Allah. Bagaimana mungkin kita akan merasakan keindahan bertauhid kepadanya jika “kreasi” Allah tidak pernah kita baca dan pikirkan.

    Kita bisa lihat kreasi Allah denga kasat mata. Tidak perlu ke gunung, lembah atau pantai. Pandangi saja diri kita. Renungkan mata yang elok ini, subhanallah kenapa mata yang berdiameter kecil ini bisa mengantarkan kita melihat indahnya dunia, alangkah meruginya manusia jika mata ini buta. Hidung yang sempurna bertengger di wajah mampu menghirup udara segar, tanpa indra kecil itu tentulah kita tidak bisa bernafas. Subahanallah, mampukah kita membuat penggantinya, bila salah satu indera kita itu tidak berfungsi?

    Secara tekstual, kreasi Allah itu adalah Al-Quran. Ialah pedoman hidup yang banyak ditinggalkan kaum muslimin sekarang ini, akibatnya banyak kaum muslimn yang kehilangan arah. Padahal Sayyid Qurb dalam tafsir fi-zilalnya yang puitis dan romantis itu mengatakan, “Hidup di bawah naungan Al-Quran merupakan suatu kenikmatan. Kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah mereguknya. Kenikmatan yang mengangkat, memberkati dan mensucikan umur kehidupan…”

    Jadi, kembalilah kepada Al-Quran. Jadikan ia sebagai pegangan utama kita, bacaan pertama yang kita baca sebelum koran terhidang. Petunjuk hidup, jalan keselamatan. Lantunan ayat suci Al-quran saja telah membuat hati tentram, apa lagi hikmah yang terkandung di dalamnya.

    Wallahu ‘a’lam bishshowaab

    ***

    eramuslim – Yesi Elsandra, Untuk orang-orang yang telah menunjukkan jalan terang

     
  • erva kurniawan 2:56 am on 10 December 2013 Permalink | Balas  

    Ritual Masa Jahiliyah 

    danau-siluetPada masa jahiliyah, apabila sungai nil tidak mengalir, maka setiap tahun dilemparlah tumbal berupa seorang perawan ke dalam sungai tersebut.

    Ketika Islam datang, sungai nil yang seharusnya sudah waktunya mengalir, trnyata tidak kunjung mengalir. Penduduk mesir pun kemudian mendatangi Sahabat Amr bin Ash dan melaporkan, bahwa sungai nil kering sehingga harus diberi tumbal, dengan cara melempar seorang perawan yang dilengkapi dengan perhisan dan pakaian terbaiknya.

    Amr bin Ash berkata kepada mereka : “Sesungguhnya hal itu tidak boleh dilakukan, karena Islam telah menghapus tradisi tersebut”. Maka penduduk mesirpun bertahan selama 3 bulan dengan tidak mengalirnya sungai nil, dan mereka benar-benar menderita. Amr bin Ash pun segera menulis surat kepada Amirul mu’minin Umar bin Khoththob RA, untuk menceritakan peristiwa itu.

    Dalam surat jwban untuk Amr, Umar berkata : “Engkau benar bahwa islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku juga mengirim secarik kertas, lemparkan kertas itu ke sungai nil !”.

    Amr membuka kertas tersebut sebelum melemparnya ke sungai nil. Ternyata kertas tersebut berisi tulisan tangan amirul mu’minin Umar bin Khoththob untuk sungai nil.

    Di kertas itu Umar mengatakan : “Dari hamba Alloh, Umar bin Khoththob. Kepada sungai nil di mesir, amma ba’du , Wahai Nil, jika sebelum ini engkau mengalir karena keinginanmu sendiri, maka janganlah mengalir. Namun jika engkau mengalir karena atas kehendak Alloh, maka kami memohon kepada Alloh yang maha Esa dan maha Perkasa untuk membuatmu mengalir”. Amr pun melempar kertas itu ke sungai nil, sebagai ganti dari melempar seorg perawan.

    Keesokan harinya penduduk mesir telah mendapati sungai telah mengalirkan airnya kembali. Dan mulai saat itu, tidak ada lagi ritual melempar perawan untuk sungai nil di kota mesir.

    Subhanallah..

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 3:25 am on 9 December 2013 Permalink | Balas  

    Tinggal Pilih Seperti Apa Kita di Hari Kiamat… 

    kiamat94Tinggal Pilih! Seperti Apa Kita di Hari Kiamat

    Pada hari kiamat keadaan manusia berbeda-beda satu sama lainnya. Ada yang tertunduk penuh penyesalan atas segala kebodohan yang selama ini mereka perbuat, ada juga yang bergembira dan berseri- seri, sebab hari kiamat merupakan awal perjumpaan mereka dengan Rabbnya.

    Keadaan Orang-orang kafir dan yang mengingkari Allah.

    Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, mereka yang bergelimang maksiat dan tidak memperdulikan hukum-hukum Allah, pada hari kiamat akan merasakan penyesalan yang amat sangat. Tidak ada lagi yang dapat dilakukan kecuali menunduk, menyesali dosa-dosa yang ada. “(Yaitu) hari mereka keluar dari kubur dengan segera bagaikan berlari menuju patung (atau tujuan), dengan pandangan menunduk. Mereka ditimpa kehinaan. Itulah hari yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS.Al-Ma’arij:43-44)

    Pada saat itu orang-orang kafir dan mereka yang tidak berjalan pada tali Allah merasakan kemalangan, mereka keluar dalam keadaan hina, keringat bercucuran deras, mata mereka melotot, jiwa mereka kosong. Orang kafir pada saat itu merasakan ketakutan yang amat sangat. Seluruh aib terbuka, dan mereka malu sendiri dengan segala yang telah diperbuatnya. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang kafir, orang kaya yang hidup mewah tetapi tidak peduli dengan saudaranya yang miskin, pelanggar janji, koruptor, perampas tanah, bermuka dua, pemerintah yang dzhalim, pembohong, pezina, tidak melakukan ibadah yang wajib dan mereka yang gemar bermaksiat.

    Keadaan Orang-orang Sholeh

    Berbeda dengan orang kafir dan mereka yang mengabaikan hukum-hukum Allah, orang-orang sholeh pada hari itu tidak mengalami ketakutan. Ketika bangkit dari kubur mereka disambut oleh para malaikat yang menenangkan perasaan dan menentramkan hati mereka. Mereka mendapatkan naungan dari Allah.

    “Hai hamba-hambaKu, hari ini kalian tidak takut dan tidak bersedih, (yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan berserah diri.” (QS. Az-Zukhruf:68-69)

    Siapakah mereka ini? Merekalah pemuda yang tumbuh dalam ketaatan beribadah kepada Allah, yang mengendalikan jiwanya dengan kendali taqwa dan menahan hawa nafsunya, sehingga ia hidup dengan suci dan bersih. Diantara mereka ada juga orang yang memakmurkan mesjid, orang yang saling mencintai dan membenci karena Allah, orang yang bersedekah dengan ikhlas dan orang-orang yang dalam hatinya dipenuhi rasa takut kepada Allah, dikala berzikir sendirian air mata adalah teman yang menemani kesendiriannya.

    Sahabat semua, dimanakah posisi kita pada saat itu? Kita bebas memilih dan menentukan apakah ingin menjadi orang yang tertunduk dan terhina, atau menjadi orang yang disambut oleh malaikat yang akan memberikan ketenangan dan ketentraman?

    ***

    Maroji’: Kiamat besar oleh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar – eramuslim

     
  • erva kurniawan 1:55 am on 8 December 2013 Permalink | Balas  

    Mulianya Memaafkan 

    maafMulianya Memaafkan

    Ada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis terkenal, Dave Pelzer, berjudul A Man Named Dave, yang menggambarkan sebuah kisah tentang keberhasilan dan kekuatan dari sikap memaafkan. Buku tersebut – yang merupakan kesimpulan dari dua buku Pelzer sebelumnya yang menjadi best seller, A Child Called “It” dan The Lost Boy  begitu menyentuh hati siapapun yang membacanya, karena tidak seperti buku sebelumnya yang membuat dada berdegub, A Man Named Dave juga mengajak kita untuk meneguhkan hati, membalas kezaliman dengan sikap memaafkan.

    Sebagaimana digambarkan Pelzer, selama tidak kurang dari delapan tahun sejak usia 4 tahun hingga usia 12 tahun- mengalami berbagai siksaan yang sangat brutal dari ibunya sendiri yang menganggap Pelzer hanya sebagai “It” yang bisa diperlakukan dengan seenaknya, meninju, menendang, melemparkan dari atas menggelundung ke dasar tangga, menginjak-injak bahkan mencekiknya sampai nyaris mati. Sebuah kebesaran hati yang mengesankan dari Dave Pelzer bahwa kemudian ia tak sedikitpun menyalahkan sikap The Mother (ibunya) selama delapan tahun itu yang menyebabkan ia tak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu. Hingga akhirnya Pelzer menemukan dirinya sendiri di dalam hati, sampai ia mampu membebaskan diri.

    Bahkan dalam catatan di belakang buku tersebut, Jack Canfield, salah seorang penulis Chicken Soup for The Soul mengatakan bahwa Pelzer adalah bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri, tak peduli pengalaman seburuk apapun yang menimpa diri kita.

    Dalam buku Mensucikan Jiwa, Said Hawwa menerangkan tentang empat kategori manusia dalam hal kemarahan, yang pertama, seperi ilalang yang cepat tersulut dan cepat pula reda. Kedua, seperti pohon bakau; lambat tersulut dan lambat pula redanya, ketiga, lambat tersulut dan cepat reda. Jenis ini yang paling terpuji, selagi tidak mengakibatkan redanya ghirah dan semangat pembelaan kebenaran. Sedangkan yang keempat, cepat tersulut dan lambat redanya. Jenis ini yang paling buruk.

    Berkaitan dengan itu, Imam Ghazali pernah mengajarkan bagaimana seharusnya seorang mukmin melampiaskan kemarahan. Bahwa kesabaran seseorang memang ada batasnya dan pada saatnya telah melampaui ambang batas itu, sangat wajar bilang seseorang harus marah. Hanya saja, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengukur kadar marah itu sesuai dengan tingkat kesalahan orang membuat kita marah, selain juga kemarahan yang dilampiaskan masih wajar dan berada dibawah kesadaran yang tinggi. Inilah yang sulit, makanya Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa memaafkan adalah sikap mulia dari seorang mukmin.

    Memaafkan, bukan memberi maaf, jelas perintah dalam surat Ali Imran ayat 134, karena memaafkan bermakna lebih mulia ketimbang memberi maaf. Memaafkan adalah sikap yang diberikan secara ikhlas terlepas orang yang melakukan kesalahan, sikap dan tindak semena-mena, dan atau ketidakadilan itu memintanya atau tidak. Dan sikap memaafkan itu dikatakan Allah sebagai satu sikap orang-orang bertaqwa yang Allah sediakan bagi mereka syurga seluas langit dan bumi.

    Bayangkan betapa mulianya orang-orang yang mampu memaafkan, karena sikap memberi maaf setelah orang meminta maaf saja sudah sedemikian luhur. Bahwa juga sikap seseorang yang meminta dimaafkan setelah melakukan satu kesalahan pun sudah begitu bagusnya. Sungguh membutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa memaafkan kesalahan orang tanpa menunggu orang memintanya, karena pada saat itu kita telah membunuh kesombongan, dan rasa sebagai orang menang.

    Karena jika kita tak mampu melakukannya, dan menelan kemarahan itu karena ketidakmampuan untuk melampiaskannya seketika maka ia akan kembali ke dalam bathin dan menyelinap ke dalamnya lalu menjadi kedengkian. Kata Said Hawwa, makna kedengkian ialah hati senantiasa merasa berat dalam menelan kemarahan, merasa benci kepadanya dan lari darinya. Kedengkian adalah buah dari kemarahan.

    Sikap yang sebaiknya dilakukan seseorang adalah, selain memaafkan adalah meningkatkan kebaikan terhadapnya sebagai perlawanan terhadap hawa nafsu dan syetan maka hal itu merupakan maqam orang-orang yang tergolong shiddiqin, dan termasuk perbuatan orang-orang yang mencapai maqam Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah). Wallahu a’lam bishshowaab

    ***

    Bayu Gautama – eramuslim

     
  • erva kurniawan 1:50 am on 7 December 2013 Permalink | Balas  

    Mari Menebar Kasih Sayang 

    siluet burungMari Menebar Kasih Sayang

    Siapa yang tak mengakui kebaikan hati seorang Bunda Theresia? Meski ia tak pernah menganut ajaran Islam yang penuh kedamaian, cinta dan kasih sayang, namun kebaikan hatinya tak diragukan bahkan dirasakan juga oleh yang bukan ummat nasrani. Sama halnya dengan Mahatma Gandhi, siapa yang berani membantah jika dikatakan bahwa Gandhi adalah manusia berhati mulia. Kebaikan yang dilakukannya, cinta dan pengabdiannya yang besar kepada ummatnya, menjadikan Gandhi sebagai sosok yang boleh diteladani dalam hal berbuat baik terhadap sesama.

    Kita pernah mempelajari bagaimana kebaikan hati Yusuf alaihi salam yang tidak menaruh dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya yang telah mencoba mencelakainya. Juga ketika seorang dipenjara yang melupakan kebaikan dirinya, tak sedikitpun ia marah. Kebersihan hati Yusuf itulah yang akhirnya secara tidak langsung menghantarkannya kepada kejayaan diri. Seorang Sulaiman yang dengan segala kebesarannya, masih menghormati makhluk kecil, semut, dan memerintahkan derap dan langkah para pasukannya untuk tidak mengganggu atau bahkan menginjak sekelompok semut yang mereka lewati.

    Rasulullah Muhammad saw tidak pernah sedikitpun mengajarkan kepada ummatnya untuk melakukan kejahatan, ketidakadilan, tindak kesemena-menaan bahkan kezhaliman. Islam dengan segala ajaran kasih sayang dan kedamaiannya, justru mengutamakan perbuatan baik terhadap manusia itu sebagai perwujudan dari rahmantan lil ‘aalamiin-nya ajaran yang disempurnakan Muhammad saw. Setelah para Nabi Allah sebelumnya juga mengajarkan hakikat Islam.

    Sebelum menjadi Rasul, Muhammad dikenal sebagai orang yang berhati mulia, jujur, sopan, bersikap lembut dan menghargai sesama. Itulah kemudian ia mendapatkan gelar al amiin, juga menarik hati seorang saudagar kaya Khadijah binti Khuwailid yang kemudian menjadi istrinya. Setelah menjadi Rasul Allah, kemuliaan hatinya tidak hanya diakui oleh kaum mukminin melainkan juga oleh kaum kafir Quraisy. Sebenci apapun para pembesar suku Quraisy seperti Abu Lahab, Abu Jahal, mereka tak pernah membenci Muhammad karena perilakunya yang buruk. Justru yang mereka khawatirkan adalah ajaran kebaikan, kedamaian, dan kemuliaan hati dari Islam yang langsung dicontohkan Muhammad-lah yang akan menggusur kekuasaan, kedudukan mereka. Bagaimana tidak, ketika orang-orang memperjualbelikan budak dengan harga yang tidak manusiawi, Rasulullah (Islam) memuliakannya. Ketika para wanita dianggap masyarakat kelas sekian dan menjadi suatu kehinaan diri jika mempunyai keturunan seorang wanita, Muhammad justu mengangkat derajatnya.

    Tidak hanya itu, ketika ketidakadilan semakin mempertegas jarak dan perbedaan antara orang-orang kaya dengan fakir miskin, antara yang kuat dan yang lemah, Rasulullah datang dengan mengajarkan zakat dan infaq shodaqoh, mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang dan cinta sesama saudara bagaikan mencintai diri sendiri.

    Islam adalah agama kebaikan, agama kasih sayang. Maka tidak sewajarnya ketika mereka yang mengaku mukmin melakukan kejahatan dan tindak kezhaliman. Kecuali dalam kondisi yang memang mengharuskan setiap mukmin mempertahankan harga diri dan melakukan pembelaan, Rasulullah tak pernah mengajarkannya. Bayangkan, saat para sahabat mulai marah dan tidak mampu menahan diri untuk melakukan balasan terhadap intimidasi dan penganiayaan terhadap kaum muslimin, Rasulullah baru mengabulkannya setelah ada izin dari Allah yang membolehkan berperang.

    Ada sebuah kisah seorang panglima perang besar kaum muslimin Amru bin Ash yang begitu mulia hatinya. Saat fajar sebelum berangkat melakukan penyerbuan ke wilayah musuh yang menentang Islam, para pasukan terheran karena hanya tinggal tenda Sang Panglima yang masih utuh belum dikemas. Alasannya, mungkin bagi kita sangat sepele, hanya karena ia mendapati seekor burung yang bertengger di atas tendanya tengah mengerami telurnya dan terpaksa menunda keberangkatan pasukannya. Kejadian itu sungguh mengherankan dua orang penyusup dari pasukan musuh yang menyamar bergabung dalam pasukan Amru bin Ash. Padahal pendelegasian keduanya menyusup itu sebelumnya karena para pembesar dan masyarakatnya mendengar berita tentang kekejaman Panglima Amru bin Ash beserta pasukannya yang dikatakan gemar membunuh, menyiksa dan menganiaya orang. Rupanya, dari kejadian itu mereka tak menemukan anggapan itu. Pikir mereka, bagaimana mungkin dikatakan kejam jika terhadap seekor burung pun sang Panglima sangat mengasihi.

    Menjadi seorang muslim, berarti didirinya tertanam sifat-sifat kebaikan, cinta dan kasih sayang. Jika seorang muslim tak memiliki sifat diatas, tentulah karena ia tidak sepenuhnya mengamalkan ajaran Rasulullah. Sebaliknya, mereka yang meski berbuat baik, dan penuh kasih seperti Bunda Theresia dan Mahatma Gandhi, amalnya akan terputus dan tak diperhitungkan dihadapan Allah kelak karena mereka bukan muslim dan tak mengimani Allah. Oleh karenanya, perbaikilah segala sifat yang tak mencerminkan kebaikan dan kasih sayang itu, karena Rasulullah pun menegaskan, jika kita berbuat baik dan penuh kasih sayang terhadap semua makhluk di bumi, maka yang ada di langit akan mengasihi dan menyayangi kita. Amiin Allaahumma Amiin. Wallahu a’lam bishshowaab.

    ***

    Bayu Gautama – eramuslim

     
  • erva kurniawan 4:44 am on 6 December 2013 Permalink | Balas  

    Mengubah Dunia Dengan Senyuman 

    anak-tertawaMengubah Dunia Dengan Senyuman

    Oleh: Azimah Rahayu.

    Mengeja baris demi baris yang tertulis di rubrik muda Majalah Annida Akhir Oktober 2002 (Gatot Wahyudi: Pemenang I Remaja Berprestasi Annida 2002), airmata meleleh di pipi. Haru dan kagum padanya sekaligus juga malu pada diri sendiri. Haru dan kagum atas ketegarannya, malu karena sering merasa menjadi orang paling merana di dunia. Saat yang sama, semangat pun terbangun, untuk meneladaninya.

    Laki-laki muda dengan segudang prestasi di tingkat lokal maupun nasional itu ternyata hidup serba berkekurangan. Terlahir dari keluarga sangat sederhana. Bahkan sempat menggelandang bersama sang bapak ketika usianya masih sangat belia: 3 tahun. Sewaktu SMU, ia dua tahun tidur di sekolah demi mengirit ongkos perjalanan, karena jarak rumah dan sekolah lebih dari 20 km sedang alat transportasi tiada. Terbiasa puasa senin kamis, saat kuliah memilih puasa daud demi menghemat biaya makan namun tetap bisa makan teratur. Pernah 21 hari tak makan nasi, karena duit di kantong sudah sangat menipis.

    Namun dia menjalani semuanya dengan ringan. Senyum ceria selalu menghiasi bibirnya -seperti yang tampak di semua photo yang menghiasi halaman itu- hingga hampir tak ada dari teman-temannya yang tahu akan kehidupan kesehariannya. Senyum itu juga tetap merekah, ketika tak sengaja saya berkesempatan beberapa jam bersamanya dalam sebuah acara. Riang, penuh canda, tanpa beban.

    “Senyum”. Satu kata ini sederhana dalam segala hal, namun memberikan kekuatan yang tak terkira.

    Dalam hal pelaksanaan, senyum adalah aktifitas sederhana untuk dilakukan. Hayo, siapa sih orang hidup di dunia ini yang tak bisa tersenyum? Orang miskin maupun kaya pun bisa tersenyum, karena senyum tak membutuhkan modal, kecuali niat dan ketulusan hati. Manusia pinter dan tidak pinter sama-sama bisa tersenyum karena untuk bisa tersenyum tak perlu sekolah. Sejak kita lahir, orang-orang di sekeliling kita telah menyambut kita dnegan senyum lebar, sekaligus mengajarkannya pada kita. Sakit atau sehat, cacat ataupun normal, semua orang masih bisa tersenyum, karena ia tak membutuhkan usaha luar biasa. Cukup menarik kedua ujung bibir ke atas sedikit. Kecuali jika sakit dan cacatnya seputar mulut.

    Secara fisik, tersenyum dapat membuat kita selalu dalam kondisi riang. Bobby De Porter dalam bukunya Quantum Learning mengatakan bahwa sikap tubuh seseorang dapat mempengaruhi perasaan atau mood seseorang sebagaimana perasaan juga mempengaruhi sikap tubuh seseorang. Ayo kita coba. Anda sedang sedih atau marah. Kemudian usahakan menarik ujung kedua bibir anda keatas, membentuk sebuah senyuman. Dan tanyakan pada hati anda dengan jujur: Apakah anda masih tetap merasa sedih seperti semula?. Saya percaya, setidaknya perasaan anda tidak seblue sebelumnya. Kemudian cobalah sebaliknya. Anda sedang berperasaan biasa saja atau bahkan tengah riang dan gembira. Kemudian duduklah dengan bahu merunduk. Bungkam mulut anda dan kerucutkan. Maka tiba-tiba anda akan merasa sedih. Nah, kenapa kita tidak gunakan sikap tubuh untuk mempengaruhi kondisi mental dan jiwa kita? Menyikapi segala sesuatu dengan senyum, insya Allah segalanya akan ringan.

    Kata Emha Ainun Najib dalam buku ‘Mati Ketawa ala” orang yang selalu riang dan suka tertawa sulit dimasukin jin dan setan, karena aura tubuh mereka yang rileks tidak menyenangkan bagi jin. Makhluk ini lebih suka memasuki tubuh orang yang suka melamun, berdiam diri dan menyendiri dan selalu bersedih hati.

    Dalam hal makna, senyum juga bermakna sederhana. Mendengar kata “senyum”, pasti yang terbayang pertama kali adalah wajah manis penuh keramahan dan cinta (Kecuali kalau dibelakang kata itu diberi embel-embel ‘sinis’, ‘sarkastis’ dan lain-lain).

    Senyum bisa menjadi pembuka komunikasi. Pun senjata jika kita sedang grogi. Senyum adalah bahasa dunia. Jika kita tak saling mengerti bahasa lawan bicara, meski tak saling sapa, senyum sudah cukup menjadi isyarat persahabatan. Senyum akan mencairkan kekakuan. Hingga ketegangan di antara dua sahabat pun terlelehkan. Hingga kemarahan pun padam, dan cinta serta aura kedamaian tersebar dalam sebuah kelompok, lingkungan dan komunitas.

    Bahkan Rasulullah pernah bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah”. Ah, alangkah indahnya. Betapa damainya, betapa menyenangkan. Karena kita bisa beramal dan bersedekah, tanpa harus memiliki sesuatu yang besar. Cukup satu hal sederhana. Senyum penuh cinta, penuh ketulusan.

    Senyum adalah solusi sederhana. Terhadap kepedihan pribadi, kesedihan keluarga, luka masyarakat dan juga nestapa dunia. Lalu, mengapa kita tidak tersenyum saja? Agar perjalanan lebih ringan. Agar persahabatan lebih menyenangkan. Agar dunia lebih damai. Agar hidup lebih nyaman. Dan tanpa kita sengaja, kita telah berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Alangkah indahnya!

    ***

    eramuslim

     
  • erva kurniawan 5:19 am on 5 December 2013 Permalink | Balas  

    Hari Terakhir Rasulullah 

    muhammad-2Hari Terakhir Rasulullah

    Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.

    Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

    Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,”keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya didunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu ru mah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

    Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya.

    Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

    Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”

    “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

    “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

    Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

    “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

    “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.

    “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

    “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

    Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrai’l melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

    “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”

    Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-oran g lemah di antaramu.”

    Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

    “Ummatii, ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi.

    Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.

    ***

    Dari Sahabat

     
    • lazione budy 6:05 am on 5 Desember 2013 Permalink

      “Ummatii, ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku”

      saat ajal pun Rosulloh masih mengingat umatnya. Subhanallah..

    • abu jibraltar al_maqdisi shaopie satriani 2:38 pm on 7 Desember 2013 Permalink

      Itulah…..Rasul yg selalu memikirkan umatnya walau ruh sdh diAMBIL……barangsiapa mencintai sunnahku berarti umatku……dsblknya…….apalagi sampai menghina beliau………ALLAHU AKBAR

  • erva kurniawan 4:04 am on 4 December 2013 Permalink | Balas  

    Kurma Mencegah Serangan Stroke..! 

    kurma001Kurma Mencegah Serangan Stroke..!

    Kandungan kalorinya yang tinggi dan mudah dicerna  oleh tubuh memang cocok kalau dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun, ada khasiat yang lebih istimewa: kurma bisa menurunkan risiko serangan stroke berkat tingginya kalium yang dikandungnya.

    Buah-buahan dikenal sebagai sumber utama vitamin, terutama vitamin C dan mineral. Sudah begitu, kandungan energi atau kalorinya pun rendah, sebab lemak yang dikandungnya juga rendah. Namun, ada pengecualian, misalnya kurma. Kandungan lemak pada kurma juga bisa diabaikan. Namun, karbohidratnya yang tinggi membuat buah ini bisa menyediakan energi yang tinggi pula. Malah paling tinggi diantara keluarga besar buah-buahan. Keunggulan lainnya, kurma mengandung zat gizi penting bagi fungsi tubuh, terutama jantung dan pembuluh darah, yaitu kalium. Fungsi mineral ini membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan kontraksi otot, serta membantu mengatur tekanan darah.

    Itulah sebabnya kurma menjadi  istimewa. Apalagi, beberapa penelitian membuktikan, makanan tinggi kalium bisa menurunkan risiko serangan stroke.

    Cukup Lima Butir Sehari..!

    Dari penelitian terhadap pola makan yang dilakukan terhadap 859 orang pria dan wanita berusia di atas 50 tahun di Kalifornia Utara, AS, diketahui, perbedaan kecil konsentrasi kalium pada pola makan bisa memprediksi mereka yang diperkirakan berpeluang meninggal akibat stroke

    12 tahun kemudian. Tak  ada seorang pun yang asupan kaliumnya paling tinggi (lebih dari 3.500 mg setiap hari) meninggal akibat stroke.

    Sebaliknya, orang yang secara teratur mengonsumsi kalium paling rendah (kurang dari 1.950 mg setiap hari) mempunyai risiko stroke fatal jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Di antara mereka yang konsumsi kaliumnya paling rendah, harapan meninggal akibat stroke 2,6 kali pada pria dan  4,8 kali pada wanita. Makin banyak makanan kaya kalium yang dikonsumsi biasanya makin kecil kemungkinan orang menderita stroke. Para peneliti menyimpulkan dengan hanya makan satu porsi ekstra makanan kaya kalium (minimal 400 mg setiap hari) risiko fatal bisa diturunkan sampai 40%. Batas krisis 400 mg kalium itu mudah sekali Anda penuhi dengan makan kurma kering sekitar 65 g saja, atau setara dengan lima butir kurma. Makanan tinggi kalium, menurut Dr. Louis Tobian, Jr., pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University AS, juga bisa membantu menurunkan tekanan darah serta bisa memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung, bagaimana pun kondisi tekanan darah seseorang. Untuk membuktikan hal itu, Dr. Tobian melakukan eksperimen pada dua kelompok tikus yang terserang hipertensi. Satu kelompok tikus diberi diet tinggi kalium dan kelompok lain diet kalium normal. Hasilnya luar biasa. Diantara kelompok tikus yang mendapat asupan kalium tinggi, tak satu pun mengalami perdarahan otak. Sementara 40% pada kelompok tikus yang mendapat kalium normal menderita stroke ringan yang dibuktikan dengan adanya perdarahan otak.

    Dari hasil penelitian itu, Dr Tobian menarik kesimpulan, konsumsi ekstra kalium bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal. Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah.

    Jadi jelas, kurma yang secara tradisional disuguhka sebagai salah satu hidangan untuk berbuka puasa di Bulan Ramadhan, bukan makanan pembuka yang biasa. Diam-diam ia menyimpan senjata potensial antistroke dan antiserangan jantung. Meski demikian, untuk memastikan dampak positif kurma, aagknya masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui penelitian.

    Memiliki Aktivitas Seperti Aspirin

    Selain kalium yang berguna bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, kurma juga mengandung salisilat. Zat ini, dikenal sebagai bahan baku aspirin, obat pengurang atau penghilang rasa sakit dan demam.

    Salisilat bersifat mencegah pembukan darah, antiinflamasi, dan berdampak melenyapkan rasa nyeri. Kecuali itu, menurut Nurfi Afriansyah, staf peneliti KIE Gizi Puslitbang Gizi Bogor, seperti dikutip Ayahbunda, salisilat juga bisa mempengaruhi prostaglandin (kelompok asam lemak hidroksida yang merangsang kontraksi otot polos, menurunkan tekanan darah). Sementara itu, Jean Carper lewat bukunya Food,Your Miracle Medicine menyatakan kurma mempunyai aktivitas seperti aspirin. Kurma kering , katanya, sangat tinggi kandungan salisilat alias aspirin alaminya. Buah ceri, prune dan kismis kering yang juga kaya akan kalium ikut beruntung karena mereka juga mengandung salisilat. Orang yang peka dengan aspirin, kalau menyantap makanan mengandung salisilat, akan bereaksi mirip dengan orang minum aspirin. Karena itu, pakar kesehatan yang mendalami alergi biasanya akan mewanti-wanti mereka yang peka terhadap aspirin supaya menjauhi makanan mengandung salisilat, termasuk kurma. Di lain pihak, para pakar tergugah rasa ingin tahunya terhadap perkembangan bahwa salisilat pada makanan bisa memberikan prestasi yang sama dengan minum aspirin. Memang, ada studi yang membuktikan, aspirin reguler dosis rendah (kurang atau separuh dosis yang biasa diminum per hari) sanggup membantu mencegah serangan jantung atau stroke.

    Berdasarkan hal itu, para pakar mengharapkan, dosis rendah salisilat dalam makanan yang dikonsumsi secara kontinyu bisa juga meredakan sakit kepala.

    Komposisi Gizi

    Buah kurma bisa disantap langsung, dalam keadaan kering atau segar. Disamping itu, juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai hidangan seperti aneka produk roti, permen, es krim, selada dan sirup.

    Di negeri Arab kurma bahkan mendapat tempat yang cukup baik di masyarakat. Buah berbentuk silinder dengan biji beralur tunggal ini biasanya dikonsumsi bersama hasil olahan susu. Nilai gizi utama yang diandalkan memang kandungan karbohidrat sederhananya, alias gulanya, yang tinggi. Kandungan karbohidratnya berkisar dari  sekitar 60% pada kurma lembek (yang dipanen sewaktu masih lembek dan mentah) hingga sekitar 70% pada kurma kering (yang mengering di pohon, terjemur matahari)

    Kebanyakan varietas kurma mengandung gula glukosa (jenis gula yang ada dalam darah) atau fruktosa (jenis gula yang terdapat dalam sebagian besar buah-buahan). Namun, satu varietasnya yang bernama Deglet Noor yang tumbuh di Kalifornia hanya mengandung gula sukrosa (dikenal juga sebagai gula pasir). Menurut dr. Anwar El Mufti dari Mesir, seperti dikutip harian “Buana Minggu”, kurma mengandung zat gula 70%. Sebagian besar zat gula yang terdapat di dalamnya sudah diolah secara alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Seperti halnya gula pada buah-buahan yang dinamai fruktosa, zat ini mudah dicerna dan mudah dibakar oleh tubuh. Dengan demikian akan menghasilkan tenaga yang tinggi, tanpa mempersulit tubuh untuk mnegolah, mencerna, dan menjadikannya sebagai gizi yang baik.

    Itu sebabnya mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk hidangan berbuka puasa ataupun sahur. Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr. David Conning, direktur jenderal British Nutrition Foundation, seperti dikutip Panasea, akan diserap tubuh dalam 20-30 menit, tetapi gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45-60 menit. Makanya, orang yang makan cukup banyak kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar, sebab bahan pangan ini juga kaya akan serat. Keunggulan kurma lainnya mengandung berbagai vitamin penting, seperti vitamin A, tiamin, dan riboflavin dalam jumlah yang bisa diandalkan, serta niasin dan kalium dalam jumlah yang sangat  andal. Selain itu, buah ini ternyata juga memuat berbagai zat gizi lain seperti zat besi, vitaminB, asam nikotinat serta serat (bukan zat gizi) dalam jumlah memadai.

    Dalam setiap 100 g kurma kering terkandung vitamin A 50 IU, tiamin 0,09 mg, riboflavin 0,10 mg, niasin 2,20 mg, serta kalium 666 mg. Zat-zat gizi itu berfungsi membantu melepaskan energi, menjaga kulit dan saraf agar tetap sehat serta penting untuk fungsi jantung.

    Riboflavin dan niasin. Misalnya, akan membantu  melepaskan energi dari makanan, sementara tiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat. Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat. Tiamin penting bagi sel-sel saraf, sementara niasin menjaga fungsi normal saraf. Kurma juga mengandung banyak mineral penting , seperti magnesium, potasium dan kalsium. Mineral-mineral itu sangat diperlukan  oleh tubuh. Serat yang terdapat dalam kurmaberfungsi melunakkan usus dan mengaktifkannya, yang secara alami bisa mempermudah buang air besar. Dalam kurma juga terdapat semacam hormon (potuchsin) yang bisa menciutkan pembuluh darah dalam rahim, sehingga bisa mencegah perdarahan rahim. Selamat berpuasa……

    Wassalamualaikum.wr.wb.

     
    • abu jibraltar al_maqdisi shaopie satriani 2:11 pm on 4 Desember 2013 Permalink

      Yuppp mantaaap

  • erva kurniawan 1:54 am on 3 December 2013 Permalink | Balas  

    Kisah Nyata Seorang Mualaf 

    al-quranKisah Nyata Seorang Mualaf

    Bismillahirrahmanirrahim

    Inilah sebuah kisah kesaksian dari seorang mantan Gembala Gereja dan penginjil bernama Paulus F Tengker, yang bernama Islam Rahmad Hidayat, yang oleh saya (M.Donny Setiawan) dikutip dan ditulis kembali. Silahkan baca dengan penuh ketulusan atas pengakuan jujur, kisah mantan Gembala Gereja dan penginjil ini, yang telah bertabat dan menemukan kebenaran Ilahi.

    Inilah Kisah Nyatanya :

    Tadinya saya ragu untuk menulis kisah ini, karena takut terjebak dalam rasa dan sifat riya, tetapi setelah membaca posting kisah kesasian 4 orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting lewat : yesus.net dan kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan jujur dan berani atas praktek Rohani Gereja yang sebenarnya rahasia dan tidak diketahui oleh banyak pihak termasuk oleh umat Kristiani sendiri. Karena saya melihat ada upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu Umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran dan agar semakin banyak Domba-domba maupun Gembala-gembala kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi yang sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis dan menuturkan kisah sejati ini.

    Saya berharap para Domba dan Gembala Kristus yang membaca kisah ini dapat memahami dan menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang Benar dan tidak sesat.

    Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani dan Umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Al-kitab dan Al-quran. Kesaksian tersebut adalah betul-betul ungkapan hati dan Jiwa Saya.

    Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu. Nama saya Paulus F.Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang Fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk taat dalam beragama, menjadi Gembala tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA, saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Al-kitab yang berlokasi di Jl. Arjuno – Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu Kota dengan Umat Kristiani yang terkemuka.

    Banyak Gereja berdiri megah di tengah Kota dan Pekabaran Gembira Cinta Kasih Tuhan yesus mendapat respon yang sangat baik dari Masyarakat Jawa Timur, yang mayoritas beragama Islam Fanatik. Selama Kuliah saya juga bekerja Part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehema dan Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya, saya bekerja sebagai penyusun Kisah kesaksian dari hama-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang-orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan seperti sakit Jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah-kisah kesaksian yang hebat untuk mereka.

    Saya basa menulis cerita dengan tajuk : “Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kiyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen, dsb.

    Kisah-kisah palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur-an dan Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, sampai pondok pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu ; Ijazah palsu dan foto-foto palsu, untuk meberikan kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh-tokoh Islam walaupun sebenarnya Bukan.

    Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-quran yang akan dipakai menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili dan berusaha membantah Kami.Beberapa Kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad  itu ada tetapi mereka tak sehebat kesaksiannya, jika disebut mantan ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah dimesir, maka sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, Wanita Nakan dan para preman tak beragama, orang desa yang ber KTP Islam, tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya ; Sukabumi dan Blitar). Bahkan saya sering berjumpa Orang-orang Islam yang diBabtis itu ernyata seumur hidupnya hampir tidak pernah Shalat dan mengetahui ajaran Islam yang paling dasar, tetapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para Jemaat yang telah berderma, maka kami merekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat dan canggih. Tentu para Domba Gereja akan senang kalau mantan Ulama masuk Kristen, Walaupun yang sebenarnya Cuma bekas Gelandangan Buta huruf misalnya. Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat Kuliah dan akhirnya saya dinobatkan menjadi Pendeta Muda. Karena keahliah saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga Rajin Membeli Tafsir Al-Quran, hadist, dan buku-buku Islam untuk mencari kelemahan-kelemahannya, Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya.

    Saya menemukan bahwa sikap saling beda pendapat, namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen. Bahkan saya juga pernah berpura-pura mengaji dan mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji kerumah Dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih dan ustadz itu tak pernah menyadari sampai saya tamatbelajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen.

    Berkat pengajaran beliau itu saya bahkan bisa ngaji dan hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar Islam.

    Saya pun secara Part Time terkadang ikut misi penginjilan malam bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam seantero kota Surabay, kami wartakan Injil kepada para pekerja sex, ABG, wanita nakal, dan kaum Gay.

    Yang kami targetkan untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja sex independen, para pengunjung diskotik dan kafe yang menyambi, baik itu Gadis belia maupun para lelaki muda penjaja sex untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi dan pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami jadikan target. Biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan acara Rohani lain.

    Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata Umat yang kebetulan bertemu para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para Penginjil itu tidak menggunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik dan Kafe.

    Selain itu para Penginjil Gembala Tuhan di malam hari juga aktif dalam jaringan pengedaran Narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang Umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat dan butuh pertolongan, kamilah kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl 11 Mei 2001, disana diceritakan dengan gambling betapa penyebaran dan mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat diJakarta dan sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung, dan mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu dan ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam Jaringan dan Sindikat Narkoba.

    Berbeda dengan para mafia dan Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, gereja terlibat semata untuk menjaring Domba Kristus baru dan menyesatkan Generasi Muda Islam.

    Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para Gembala Tuhanpun banyak yang memakai Narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para gembala Tuhan tampil percaya diri dan kami sangat yakin bahwa kondisi fly dan kakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh kudus. Kisah yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya. Saya pun tahu persis, karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa para Bandar besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka.

    Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan dan untuk diedarkan guna merusak Generasi Muda Islam. Saya juga terkadang juga memakai ectassy / innex hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar Kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol dibeberapa pub malam terkenal, yang pasti dikunjungi para pelayan dan gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya.

    Kami punya private number di Kowloon dan Club Deluxe dan top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti : KAM.Yusuf Ronny(yang mantan muballigh dan tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang dan Suradi ben Abraham di pub – pub tersebut.

    Kami bahkan pernah melakukan pembabtisan pekerja sex di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping. Setelah itu kami Dating dengan mereka, “mandi suci bersama” istilahnya. Kalau masalah skandal sekx antara Jemaat dengan Pendeta atau penyanyi Gereja dan Gembalanya, saya tidak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menerima para gembala Tuhan mengunjungi Pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai Jemaat yang minta untuk diurapi secara khusus.

    Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan dan para pekerja malam, seperti diuraikan diawal kisah nyata ini.

    Sayalah yang terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus, misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka diacara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja.

    Khusus untuk KKR, kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu dan berbagai penyakit lainnya lalu pura-pura disembuhkan para pengKhotbah dan Jemaatpun akan histeris dan percaya itu mu’jizat. Kamipun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh kudus ditempat-tempat keramatdan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai.

    Terkadang ada jemaat yang diluar kendali dan scenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan : maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja!!!. Biasanya para penginjil malam lah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang diluar scenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar Gugus kendali komando kami.

    Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu terdengar spektakuler dan sulit dipercaya, tetapi saya beritahukan kepada anda semua :

    SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR dan BENAR ADANYA, SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMENG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH :

    –                GEREJA BETHEL

    –                GEREJA BETHANY

    –                GEREJA NEHEMIA

    –                GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA

    –                GEREJA ABDIEL

    Bagi umat Kristiani maupun para Gembala dan pelayan Tuhan pun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut dan sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beritahukan sekali lagi : SEMUA ITU BENAR TERJADI. Selain mantan gembala itu saya juga saksi hidup lainnya.

    Mengapa saya masuk Islam ???

    Ketertarikan saya kepada Islam Bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca sepenuh hati dan tidak sampai tuntas, saya hanya menccari poin-poin tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah saya bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu Hina, bodoh, kotor, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat dan penuh dosa.

    Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan ummatnya kalau tidak kita hinakan harus kita Insafkan. Hal-hal inilah yang tertanam dalam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini.

    Perlu semuanya ketahui bahwa ajaran kebencian kepada ajaran Islam dan umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristen sejak kecil. Materi ini mulai disampaikan dipengajaran sekolah minggu dan jika kita berminat menjadi penginjil atau gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam.

    Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa dan Beberapa kejadian di keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati. Bermula dari suatu Kamis malam / Malam Jum’at tanggal 11 January 2001.

    Saya bermimpi sedang berdo’a dihadapan gambar Tuhan Yesus disuatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya dengan senyumnya yang agung, saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya. Saya lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali, bahkan lebih agung disbanding foto dan gambar Tuhan yesus yang saya miliki.

    Tetapi sesaat kemudian dating menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata “Kalian ini Siapa”??.

    Saya jawab: Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!!

    Dia bertanya lagi : “Mana tuhannya??”

    Tuhan yesus yang datang pertama tadi menjawab : “Akulah Tuhan Yesus”, Juru selamat Ummat manusia dan Dunia , siapa engkau wahai pria Asing ??? (Tanya tuhan yesus).

    Pria Arab Palestina/Yahudi itu berkata : “akulah Isa Al-masih” dan Engkau bukanlah diriku.

    Saya menyela : “Wahai engkau orang Yahudi / arab, Janganlah engkau berbuat begitu dihadapan Tuhanku!!.

    Pria Yahudi tadi berkata : Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu Yesus atau Isa Almasih yang sebenarnya!!.

    Lalu tuhan Yesus (orang yang pertama datang di mimpi saya) memejamkan matanya dan sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat sinar api dan dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi tadi binasa karena berani menghina Tuhan Yesus. Keajaiban keduapun terjadi, Pria Yahudi yang mengaku sebagai Isa Al-masih itu tak kurang suatu apapun dan dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali / membalik menyembur Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan dan wujudnya tiba-tiba berubah . Kedua telinganya memanjang, dari mulutnya keluar Gigi taring dan dari belakang tubuhnya keluar Ekor, dan wajahnyapun berubah mengerikan !!!, lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti Garpu!!. TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI ITU BERUBAH MENJADI IBLIS!!!.

    Sementara pria Yahudi itu lalu berdo’a dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan yesus yang telah berubah menjadi Iblis itu lari terbirit-birit. Lalu ada keajaiban lainnya yang terjadi, Gereja megah tempat saya berdo’a tiba-tiba menghilang, lalu bergantin dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya kaget dan tak percaya melihatnya, lalu dengan terbata bata saya bertanya kepada pria Yahudi tadi :

    “Siapakah engkau sebenarnya ?, Pria itu menjawab: “Akulah Isa Al-Masih, hamba Alloh, rasul Nya yang ke-24, yang engkau beserta ummat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus”

    Saya berkata : Bukankah engkau telah mati dikayu Salib dan telah berkorban demi menebus dosa umat manusia???. Nabi Isa Al-Masih menjawab : “Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh iblis dan para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi dan sekarang dia sekarang telah terlihat wujud aslinya”.

    Saya berkata lagi : Maksud tuan, iblis itu tadi…… selama ini ….?.

    Nabi Isa Almasih Menyela : “Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi yang sejati???.

    Saya menjawab : “Jika itu ada saya bersedia.”

    Nabi Isa Al-Masih menjawab : “Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang??.”

    Saya menjawab : “emmmmmmm (Tak bisa berkata-kata).

    Nabi Isa Almasih Berkata : “Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih, sebagaimana yang telah aku katakan tadi suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tetapi engkau tak membacanya dengan pikiran dan hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan. Oleh orang-orang yang diilhami oleh Iblis dan para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukan disuatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapat suatu kesulitan.”

    Lalu pria yang mengaku sebagai Isal Al-Masih tadi mengucapkan salamnya orang Islam, kemudian pergi, sayapun lalu terbangun, dan hari telah pagi. Saya merenung, mimpi apa itu tadi?. Kesulitan apa yang akan saya alami hari ini?.

    Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum’at tanggal 12 January 2001. Saya berfikir itu hanya sebuah mimpi saja, saya lalu teringat cerita tahayul Jawa, kalau malam jum’at pasti setan-setan itu gentayangan, dan mungkin saya mengalami itu barangkali. Kemudian saya baca buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca. Betapa pikiran saya telah dibukakan, tapi saya belum yakin betul.

    Ketika perjalanan menuju Kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok, tepat didepan sebuah Masjid dikawasan Jl. HR.Muhammad – Jl. Mayjen. Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok didepan sebuah masjid yang saya benci.

    Jangan-jangan mimpi itu betul?, akh saya pikir itu cuma kebetulan saja, jangan percaya takhayul. Namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja, pikir saya. Belum hilang kaget saya, tiba-tiba ada seorang pria menghardik saya dan meminta dengan kasar dompet dan HP saya. Saya kaget, panik dan takut, lalu saya lari ke-arah Masjid dan masuk kesana, minta tolong sama orang-orang disitu. Orang yang mau menodong sayapun berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11:30, mendekati jam nya Sholat Jum’at. Saya ada di Masjid, mimpi saya, pesan orang yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu, saya bingung lalu saya tak sadarkan diri.

    Ketika sadar, saya berada di sebuah ruangan di Masjid, rupanya ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan kalau saya tadi pingsan, saya lalu berdiri, tiba-tiba hati saya ingin menangis, menjerit…”Ya Tuhan… Engkau telah menunjukkan jalan bagiku”. Pak tua itu kaget dan bertanya : Ada apa Nak??. Lalu saya menceritakan semua mimpi saya semalam dan kejadian yang saya alami, juga siapa saya dan apa pekerjaan saya, serta perbuatan-perbuatan saya dalam memerangi dan memperdaya agama Islam beserta ummatnya.

    Bapak tua itu berkata: “Itu suatu petunjuk Tuhan Bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik. Sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang. Sayapun lalu pulang, menelpon gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16:00 sore, saya kembali lagi ke Masjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu yang memimpinnya, saya beranikan diri untuk masuk dan berkata : Pak tolong yakinkan saya.! Saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya. Disaksikan para jemaah Masjid itu lalu kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang dan mengatakan kepada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai dan akan kami sambung esok pagi.

    Proses diskusi ini memakan waktu satu Minggu lamanya, setiap pagi sebelum berngkat kerja sekitar jam 06:00 hingga jam 8:00 pagi saya mampir ke Masjid tersebut dan kami berdiskusi tentang Islam – Kristen. Akhirnya setelah yakin seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat ilahiyah dan alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen dan berdasar oleh bapak tua dan beberapa Jemaah yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami. Terutama setelah mengetahui bapak tua ternyata fasih dan hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja dan penulisan Alkitab yang belia tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan para penginjil sekitar 30 tahun yang lalu. Yang ketika saya baca saya terkejut karena pemaparan buku-buku para missionaries 30 tahun lalu itu, ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. Saya jadi ragu dan bimbang kenapa literature agama yang dianggap sacral oleh umat kristiani itu bisa berubah setelah 30 tahun.?. Terlebih setelah pak tua menunjukkan dan memperbandingkan versi alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an) yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan dan revisi disana-sini tanpa penjelasan diedisi baru bahwa telah dilakukan revisi. Yang ternyata revisi itu bukan hanya EYD (ejaan yang disempurnakan) atau tata bahasanya saja, akan tetapi juga merubah ma’na dan arti ayat Alkitab itu sendiri.

    Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini Kristen ternyata banyak kelemahannya dan merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup dan penggenap/pelengkap.

    Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai dan menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu dan kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah dan sejarah agama dalam Alkitab dan Al-Quran yang lalu disempurnakan oleh wahyu Alloh kepada Nabi Muhammad dalam AlQuran, di mana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik. Dimana penyimpangannnya dan direposisi kembali ajaran wahyu ilahi itu secara benar dalam Islam.

    Penjelasan pak tua dan jemaahnya itu tentu saja tidak saya percaya begitu saja, saya juga mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala. Selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan dan ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena Guna-guna dari bekas guru ngaji saya, berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh sihir yang tersembunyi di dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya dan akan mengurapi serta akan mensucikan buku-buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang. Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras dan tidak sepadan dengan sikap pak tua dan jemaahnya di masjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan dan dibina oleh lingkungan agama yang sesat, Saya harus segera mengambil keputusan, setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya. Akhirnya sudah mantap dan sudah bulat tekad saya dan saya akan masuk Islam.

    Tanggal 21 January 2001, hari Minggu jam 10:00 pagi saya berikrar DUA KALIAH SYAHADAT. “Asyhadu alla Ilaha Illalloh – Wa asy Hadu Anna Muhammadar Rasululloh”

    = Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Alloh.=

    Setelah masuk Islam saya mengganti nama saya menjadi “Rachmad Hidayat”. Saya tidak memakai nama keluarga lagi karena ketika saya mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya telah masuk Islam, mereka murka sekali, papa mengatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam dan mengatakan bahwa saya telah disihir oleh orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya dirumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi dan menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya dan saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, maka mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada tuhan Yesus. Naudzubillah!!. Ya….. Alloh maafkan keluarga saya ini, mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat ketuhannya.

    Sekarang saya ikut bimbingan Islam di rumah pak tua berpeci yang kemudian diketahui merupakan Ustadz dan Imam masjid itu. Maaf demi keamanan kami, nama ustadz, alamat Masjid, serta tempat kos saya rahasiakan, mohon maklum.

    Sejak saya pindah dari rumah mewah berfasilitas lengkap plus mobil dll di kawasan elite darmo Satelit- Surabaya. Yang merupakan fasilitas buat saya dari Gereja, telah saya kembalikan ke Gereja, saya sekarang kost di sebelah rumah pak tua sambil belajar agama Islam. Saya juga bekerja membantu usaha keci-kecilan milik keluarga pak tua, mencetak surat undangan, kop surat dan setting komputer. Insya Alloh kalau ada modal (saya berencana bersama seorang anak pak tua ini untuk mengajukan kridit usaha kecil di BRI – Surabaya). Mau buka usaha percetakan yang lebih permanen. Saya sambil kerja dan belajar memperdalam agama Islam, pagi sampai sore saya ada di studio kecil tempat saya bekerja, malamnya belajar Ilmu Agama. dan silat Tradisional. Saya perlu belajar ilmu bela diri karena tak mungkin para pemuda kampung selalu mengawal saya. Saya mendengar dari bekas teman akrab di Gereja dan Yayasan (namanya saya rahasiakan juga, demi keselamatan mereka) sangat solider dengan merahasiakan keberadaan saya , walau pihak gereja terus menerus mendesaknya. Mereka bercerita tentang usaha gereja untuk melaporkan ke Polisi Bahkan Memeja Hijaukan saya dengan tuduhan “Kasus pencurian Mobil, padahal semua orang diGereja tau dan banyak saksinya termasuk warga kampung tempat saya kost yang mengantar saya ketemu dengan pihak Gereja, waktu serah terima itu. Smua Inventaris gereja termasuk Mobil sudah saya kembalikan dan ada tanda terimanya. Demikian juga urusan keuangan dan kas Gereja Semua sudah clear dan pihak Gerejapun tahu, tapi entah mengapa mereka berusaha mengfitnah saya seperti ini?. Tetapi saya tekadkan, bila betul pihak Gereja akan melaporkan saya ke Polisi, akan saya buka semua fakta dan data yang saya miliki dan mungkin pihak Gereja akan saya tuntut balik dengan tuntutan pencemaran nama baik, penghinaan dan percobaan penganiayaan.

    Khusus masalah penganiayaan, saya bersama teman kerja di studio kecil kami, pernah beberapa kali hampir ditabrak sebuah mobil (yang saya tahu persis itu milik siapa), di beberapa tempat ketika saya sedang berboncengan naik sepeda motor, tetapi Alloh selalu melindungi hambanya yang telah bertaubat ini, sehingga upaya itu selalu gagal, selalu saja kami bias menghindari atau ada orang yang menolong kami ketika upaya tabrak lari itu terjadi.

    Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT., Tuhan kita semua, Dialah maha tahu siapa yang benar dan siapa yang salah diantara hamba-hamba Nya.

    Saya masih menunggu dusta hokum dari mereka sebab sementara ini mereka kehilangan jejak saya. Mungkin setelah membaca kisah kesaksian ini mereka akan semakin Gusar, dan Marah kepada saya karena selain saya telah masuk Islam, saya juga telah dianggap membongkar beberapa rahasia penting Gereja yang selama ini selalu ditutupi dengan rapi, yang jangankan umat diluar Kristen, umat Kristiani sendiri banyak yang tidak tahu praktek-praktek tidak benar dalam beribadah yang saya utarakan diatas.

    Saya berpesan kepada para sahabat setia saya di Gereja dan Yayasan, supaya mereka memberi sedikit pengertian kepada pengurus Gereja untuk mengikhlaskan saya masuk Islam. Jangan mencari-cari saya, segala yang menyangkut masalah asset gereja yang pernah saya pegang sudah diselesaikan dengan baik. Juga agar tidak timbul konflik dengan warga kampung atau umat Islam yang mengetahui kisah ini, saya takut ada pihak ketiga yang memanfaatkan kondisi ini untuk mengacau. Sebab masalah menyangkut agama itu sangat sensitive dan Riskan sekali.

    Sekian penuturan saya, saya bahagia dalam keIslaman saya, walau hidup pas-pasan, saya sangat menyukainya karena tidak adda kepalsuan dalam Islam saya. Alhamdulillah, Alloh maha pengasih dan penyayang. Allah telah memberi rizki kepada saya dan keluarga pak Tua, order mulai banyak, walau nilai penghasilannya mungkin Cuma 10% dari nilai pendapatan saya dulu ketika masih di Gereja. Tapi saya sangat mensyukurinya.

    ***

    Dikisahkan oleh : Rahmad Hidayat atau Paulus F Tengker (nama Kristennya), kisah ini dinyatakan oleh yang bersangkutan kepada M.Donny Stiawan, ketika kami berdiskusi masalah Kisah Kesaksian 4 mantan Gembala yang pernah diposting. Atas permintaan yang bersangkutan dengan alasan keamanan dirinya dan orang-orang yang dekat dengannya, maka nama Masjid, alamat Masjid, nama persisnya Gereja tempat beliau dulu bekerja, tempat kost nya kami rahasiakan.

    Diketik ulang sesuai dengan cerita Aslinya, pada tanggal 29 Oktober 2002.

     
    • sintanofiana 8:12 am on 3 Desember 2013 Permalink

      Reblogged this on sintanofiana.

    • abu jibraltar al_maqdisi shaopie satriani 2:15 pm on 3 Desember 2013 Permalink

      Anda harus bersyukur msh diberi kesempatan bertaubat kpd azza wajallah…

  • erva kurniawan 2:16 am on 2 December 2013 Permalink | Balas  

    Cerita Hidayah 

    mayat2Cerita Hidayah

    Cerita aneh ini terjadi di salah satu tempat di Jakarta.

    Fulan (bukan nama sebenarnya) adalah seorang laki-laki berusia 25 tahun. Pendidikan terakhirnya adalah SMA. Ia sangat menginginkan dapat bekerja di perusahaan atau kantor yang mapan. Ia tidak perduli pekerjaan apa yang ia dapat, asalkan ia dapat bekerja dikantor. Teman-teman sekampungnya bekerja sebagai kuli bangunan, berdagang atau bekerja di sebuah pabrik sebagai buruh biasa. Namun ia tidak menginginkan seperti teman-temannya itu. Ia mencoba terus membuat lamaran di perusahaan/perkantoran, sehingga iapun rela menganggur sambil menunggu panggilan.

    Selama menunggu, ia bergabung dengan teman-temannya yang juga menganggur dengan cara mabuk-mabukan dan sering meminta uang kepada para pedagang pasar dengan cara paksa. Setiap hari ia selalu pulang malam dengan menghabiskan waktu dengan perbuatan tersebut.

    Suatu hari ia jatuh sakit. Sebagai orang tua, ibunya sangat sedih melihat keadaan anaknya yang sakit dengan suhu tubuhnya yang tinggi. Setiap Fulan akan dibawa kerumah sakit, ia menolak dengan alasan ia hanya menderita demam biasa. Setelah beberapa hari kondisinya tidak baik, akhirnya Fulan meninggal. Kejadian ini membuat kedua orangnya beserta keluarganya sangat sedih.

    Seperti jenazah pada umumnya, jenazah Fulanpun dimandikan, dikain kafankan seperti yang sering dilakukan pada jenazah yang akan dikuburkan. Setelah jenazah itu siap, kemudian diberangkatkan ke tempat pemakaman. Pada saat saat penguburan, banyak yang hadir untuk melihat jenazah Fulan dikuburkan. Setelah selesai dikuburkan dan dibacakan doa, tidak lama kemudian datang salah satu jenazah lain yang datang untuk menguburkan ketempat yang kini ditempati jenazah Fulan. Perdebatan akhirnya terjadi. Pihak keluarga yang baru datang mengatakan, bahwa ia telah memesan tempat sebelumnya di blok B, dekat dengan kuburan keluarganya. Akhirnya penjaga makam mengantarkan pihak keluarga yang baru datang ketempat lain, yang juga sudah dipersiapkan. Namun pihak keluarga itu tidak mau terima, karena tempat itu berlokasi di blok G, jauh dari tempat keluarganya. Dia juga menunjukan surat pemesanannya. Penjaga itupun akhirnya menjelaskan kepada pihak keluarga Almarhum Fulan, bahwa terjadi kesalahn tempat. Seharusnya jenazah Fulan berada di blok G, dan keluarga yang baru datang itu di blok B. Akhirnya orang tua Fulan menyetujui, dan jenazah Fulanpun di gali untuk dipindahkan.

    Pada saat penggalian, semua mata tertuju pada makam Fulan. Setelah selesai digali dan papan jenazah dibuka, alangkah terkejutnya mereka yang melihat jenazah Fulan. Posisi jenazah itu dalam keadaan duduk. Kain kafannyapun sudah terkoyak-koyak dan dapat dilihat dari celah-celah koyakan itu, bahwa kondisi jenazah Fulan dalam keadaan gosong. Orang tua Fulan tidak dapat menahan tangisnya. Semua yang hadir mengucapkan istigfar dan bacaan-bacaan lain sebagai ekspresi keterkejutan mereka. Orang tua Fulanpun ingat dengan tindakan Fulan pada sat ia masih hidup. Merekapun kemudian memindahkan jenazah Fulan ke blok G. Orang tua Fulan tidak dapat berbuat apa-apa selain berdoa untuk meringankan siksa kubur anaknya.

    Kejadian tersebut menurut pandangan agama sangat mungkin terjadi atas keinginan Allah SWT terhadap hambanya yang telah lalai dengan ajaran yang telah digariskan-Nya. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua … … , amin !

    ***

    Sumber: Hidayah

     
  • erva kurniawan 1:12 am on 1 December 2013 Permalink | Balas  

    Ngobrol Bikin Otak Sehat 

    nasehat ibundaNgobrol Bikin Otak Sehat

    Nyaris satu jam, Mira asyik ngobrol di telepon. Remaja putri ini tampak larut dalam percakapan yang panjang dengan temannya. Dari belakang meja, ibu Mira tampak memperhatikannya. Ia tidak melarang anaknya yang tengah asyik bersahut-sahutan di udara.

    Meski baru duduk di kelas enam SD, sebagaimana dituturkan ibunya, Mira tergolong senang bersuara. Putus ngobrol di telepon, ia lalu bercengkrama dengan kakak-kakaknya. Selain itu, di sekolahnya ia punya cukup partner buat ngegosip.

    Lain halnya dengan Ranti. Remaja ini cenderung pendiam. Ia terhitung jarang menengok tetangga sebelahnya buat sekadar say hello. Juga terhadap teman-teman sebayanya. Telepon rumahnya pun sepi dari gelak tawa anak seusianya. Tidak seperti rekan-rekannya, ia kerap mengurung diri dan jarang terlihat bermain ‘kucing-kucingan’ dengan mereka.

    Apa yang terjadi lima atau 10 tahun kemudian? Pengamatan terhadap dua orang tadi menunjukkan bahwa Mira nampak lebih cerdas dibanding Ranti. Mira memiliki keunggulan yang tidak dimiliki Ranti. Bagi yang pernah gaul dengan keduanya, perbedaan ini bisa langsung tertangkap. Yang terasa adalah Mira memiliki ketajaman pikiran yang lebih menonjol. Ia nampak cekatan dan ingatannya kuat.

    Untuk sebagian orang ini menyisakan tanda tanya. Lantas, apa rahasianya? Jawabannya adalah ngobrol. Membiasakan ngobrol sejak kecil bisa berbuah otak yang cerdas dan kuat. Ini bukanlah omong kosong. Setidaknya, penelitian yang dilakukan para psikolog dari Universitas Michigan, AS, belum lama ini merujuk hal tersebut.

    Para ahli menyimpulkan, bercakap-cakap dengan teman, kerabat, atau sering berkumpul bersama mereka, bisa meningkatkan fungsi otak di kemudian hari. Terutama, dalam kemampuannya mengingat. Hasil riset menunjukkan ngobrol dengan orang, layaknya ”senam” buat otak.

    ”Anda seperti sedang membaca buku atau bermain teka-teki silang ketika melakukan percakapan-percakapan panjang,” tandas para ahli. Artinya sewaktu ngobrol, otak bekerja sama gesitnya seperti saat memainkan sebuah game yang terhitung sulit. Sehingga seorang yang sering bergaul, berkomunikasi, bercakap-cakap, diyakini lebih tajam otaknya (cerdas) dan lebih kuat mengingat.

    Hal ini terungkap dari sebuah penelitian yang digelar para psikolog dari Michigan baru-baru ini. Sedikitnya 3.617 orang dijadikan respoden. hingga lansia yang menginjak usia 96 tahun.

    Para peneliti ingin mengupas isi pikiran mereka dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang terhitung sederhana. Seperti, ”Berapa sering Anda ngobrol di telepon dengan kerabat atau kawan-kawan Anda.” Bagi anak muda, pertanyaannya serupa, seberapa sering Anda nongkrong bersama teman-teman.

    Pewawancara melakukan ujian mental dan serangkaian tugas artitmatika guna menilai daya ingat dan pengenalan peserta. ”Seluruh kelompok usia, makin besar keterlibatan sosial peserta, makin rendah tingkat melemahnya daya pengenalan mereka dan makin baik daya ingatan mereka,” demikian kesimpulan penelitian itu.

    Juga, responden yang terbiasa bergaul atau mengobrol menunjukkan kecerdasan yang lebih dibanding yang tidak. Mereka juga cepat mengingat dan kuat memorinya. Selain itu para responden yang gemar bertelepon-ria atau bersosialisasi juga menunjukkan mental yang lebih cekatan.

    Apa yang melatar-belakangi penelusuran ini? Oscar Ybara, dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, mengutarakannya. Secara ringkas, kata dia, penelusuran ini terkait dengan teori tentang otak manusia.

    Menurut Ybara, otak manusia mampu berkembang pesat. Salah satu cara yang efektif adalah lewat persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan sosial. Tak bisa tidak, sambung Ybara, saat berhubungan dengan lingkungannya, seseorang bakal menemui seabrek persoalan. Oleh karenanya, ia mesti berlatih untuk menghadapinya. ”Buah dari latihan-latihan ini adalah kecemerlangan dalam fungsi mengingat otak dan ketajaman berfikir.

    Ybara juga membuktikan temuannya di belahan bumi yang lain. Hasil pengamatannya terhadap 2.000 orang di Yaman, Bahrain, Mesir, Yordania dan Tunisia, merujuk pada kesimpulan serupa. ”Orang-orang yang lebih banyak bersosialisasi dengan lingkunganya menunjukkan gejala mental lebih kuat dan pikiran yang tajam dibanding yang tidak,” urainya.

    Hasil studi terhadap orang-orang lanjut usia di wilayah tadi menghasilkan temuan yang mirip. Tercatat, para lansia ini tidak cepat pikun dan terhindar dari kerusakan ingatan, jika ia terbiasa mengobrol dan bersosialisasi sejak muda.

    Sementara di tempat kerja, daripada mendorong karyawan agar terus-menerus menghadapi layar komputer dan menyelesaikan tugas mereka, para penyelia dapat mendorong mereka agar meluangkan cukup banyak waktu untuk bersosialisasi

    ***

    Sumber: REPUBLIKA

     
    • Ren 9:11 pm on 1 Desember 2013 Permalink

      Reblogged this on The Moon Jelly and commented:
      Artikel yang bermanfaat, wajib dibaca :)

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: