Updates from Juli, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 1:50 am on 31 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , ,   

    Kisah Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Oleh Allah 

    Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus kepada mereka satu malaikat.

    Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, “Sesuatu apakah yang engkau minta?”

    Si Belang menjawab, “Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya.”

    Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus. Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

    Orang itu menjawab, “Onta.”

    Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini.”

    Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”

    Si Botak menjawab, “Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya penyakit yang karenanya aku dijauhi oleh manusia.”

    Malaikat lalu mengusapnya, hingga hilanglah penyakitnya dan dia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

    Orang itu menjawab, “Sapi.”

    Akhirnya si Botak diberikan seekor sapi yang bunting dan didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberkahinya untukmu.”

    Selanjutnya malaikat mendatangi si Buta dan bertanya kepadanya, “Apa yang paling engkau sukai?”

    Si Buta menjawab, “Allah mengembalikan kepada saya mata saya agar saya bisa melihat manusia.”

    Malaikat lalu mengusapnya hingga Allah mengembalikan padangannya. Si Buta bisa melihat lagi. Setelah itu malaikat bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

    Orang itu menjawab, “Kambing.”

    Akhirnya diberilah seekor kambing yang bunting kepadanya sambil malaikat mendoakannya.

    Singkat cerita, dari hewan yang dimiliki ketiga orang itu beranak dan berkembang biak. Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

    Kemudian sang malaikat – dengan wujud berbeda dengan sebelumnya–mendatangi si Belang. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini.”

    Orang yang tadinya belang itu menanggapi, “Hak-hak orang masih banyak.”

    Lalu malaikat bertanya kepadanya, “Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga faqir, kemudian Anda diberi oleh Allah?”

    Orang itu menjawab, “Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku.”

    Maka malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”

    Lalu, dengan rupa dan penampilan sebagai orang miskin, malaikat mendatangi mantan si Botak. Malaikat berkata kepada orang ini seperti yang dia katakan kepada si Belang sebelumnya. Ternyata tanggapan si Botak sama persis dengan si Belang. Maka malaikat pun menanggapinya, “Jika kamu berdusta, Allah pasti mengembalikanmu kepada keadaan semula.”

    Lalu malaikat – dengan rupa dan penampilan berbeda dengan sebelumnya-mendatangi si Buta. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin dan Ibn Sabil yang telah kehabisan bekal dan usaha dalam perjalanan, maka hari ini tidak ada lagi bekal yang menghantarkan aku ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda, demi Allah yang mengembalikan pandangan Anda, satu ekor kambing saja supaya saya bisa meneruskan perjalanan saya.”

    Maka si Buta menanggapinya, “Saya dulu buta lalu Allah mengembalikan pandangan saya. Maka ambillah apa yang kamu suka dan tinggalkanlah apa yang kamu suka. Demi Allah aku tidak keberatan kepada kamu dengan apa yang kamu ambil karena Allah.”

    Lalu malaikat berkata kepadanya, “Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu.”

    Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya. Dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan/penampilan fisik dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muroqobatullah).

    Semoga Allah senantiasa ridho kepada kita dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin.

    ***

    Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim

    Iklan
     
  • erva kurniawan 1:35 am on 30 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika 

    Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

    Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

    Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.”

    Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.

    Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

    Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”

    Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

    Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.”

    Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan!

    Sang pendeta pun mulai bertanya, “Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

    Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,

    • Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
    • Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).
    • Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
    • Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
    • Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
    • Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
    • Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
    • Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
    • Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang. (*
    • Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
    • Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf as.
    • Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa as yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
    • Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
    • Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At-Takwir: 18).
    • Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
    • Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf AS, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaaan terhadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
    • Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
    • Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
    • Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
    • Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
    • Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).
    • Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

    Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

    Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!” Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah.”

    Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.(**

    (* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)

    (** Kisah nyata ini diambil dari Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah melalui internet, http://www.gesah.net

    ***

    Dari Sahabat, semoga bermanfaat

     
  • erva kurniawan 1:29 am on 29 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Arti Sebenarnya Lagu Ilir - Ilir   

    Arti Sebenarnya Lagu Ilir – Ilir 

    ilir, ilir-ilir

    tandure wus sumilir

    tak ijo royo-royo

    tak sengguh temanten anyar

    Bait di atas di atas secara harafiah menggambarkan hamparan tanaman padi di sawah yang menghijau, dihiasi oleh tiupan angin yang menggoyangkannya dengan lembut. Tingkat ke-muda-an itu dipersamakan pula dengan pengantin baru. Jadi ini adalah penggambaran usia muda yang penuh harapan, penuh potensi, dan siap untuk berkarya.

    Bocah angon, bocah angon

    penekno blimbing kuwi

    lunyu-lunyu penekno

    kanggo mbasuh dodot-iro

    Anak gembala, panjatlah [ambillah] buah belimbing itu [dari pohonnya]. Panjatlah meskipun licin, karena buah itu berguna untuk membersihkan pakaianmu.

    Buah belimbing yang seringkali bergigir lima itu melambangkan lima rukun Islam; dan sari-pati buah itu berguna untuk membersihkan perilaku dan sikap mental kita. Ini harus kita upayakan betapapun licinnya pohon itu, betapapun sulitnya hambatan yang kita hadapi.

    Anak gembala dapat diartikan sebagai anak remaja yang masih polos dan masih dalam tahap awal dari perkembangan spiritualnya. Konotasi inilah yang sering muncul seketika bila orang Jawa menyebut ‘bocah angon’.

    Namun pengertiannya dapat pula ditingkatkan menjadi pemimpin, baik pemimpin keluarga, tokoh masyarakat, ataupun pemimpin formal dalam berbagai tingkatan.

    Dodot-iro, dodot-iro

    kumitir bedah ing pinggir

    dondomono, jlumatono

    kanggo sebo mengko sore

    Pakaianmu berkibar tertiup angin, robek-robek di pinggirnya. Jahitlah dan rapikan agar pantas dikenakan untuk “menghadap” nanti sore.

    “Sebo” adalah istilah yang dipergunakan untuk perbuatan ‘sowan’ atau menghadap raja atau pembesar lain di lingkungan kerajaan.

    Makna pakaian adalah perilaku atau sikap mental kita. Menghadap bermakna menghadap Allah. Nanti sore melambangkan waktu senja dalam kehidupan, menjelang kematian kita’

    Mumpung padhang rembulane

    mumpung jembar kalangane

    Manfaatkan terang cahaya yang ada, jangan tunggu sampai kegelapan tiba. Manfaatkan keluasan kesempatan yang ada, jangan menunggu sampai waktunya menjadi sempit bagi kita.

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:30 am on 28 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Bertambah Lagi Manfaat Sunat Laki-laki, ,   

    Bertambah Lagi Manfaat Sunat Laki-laki 

    Vera Farah Bararah – detikHealth

    Baltimore, AS, Manfaat sunat pada pria makin bertambah lagi. Selain bisa mengurangi risiko tertular HIV melalui hubungan seks heteroseksual, pria yang disunat juga jauh dari risiko terkena virus human pappiloma virus (HPV) yang menjadi penyebab penyakit kelamin.

    HPV adalah virus yang sangat umum dan terdiri lebih dari 100 strain yang sebagian besar menyebabkan kutil kelamin (genital warts). Infeksi beberapa jenis HPV yang menetap dapat menyebabkan kanker.

    HPV juga adalah penyebab utama kanker serviks pada perempuan dan juga kanker penis serta kanker dubur. Sedangkan sistem kekebalan tubuh yang baik dapat membersihkan infeksi ini pada beberapa orang.

    “Orang yang terinfeksi HIV seringkali juga menderita infeksi HPV dan karena sistem kekebalan tubuhnya rendah menjadi sangat rentan mengembangkan HPV yang terkait dengan kanker,” ujar Prof Dr Ronald H. Gray dari Johns Hopkins University School of Public Health di Baltimore, seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/4/2010).

    Studi terkini yang dilaporkan dalam Journal of Infectious Diseases, menemukan bahwa sunat dapat menurunkan tingkat infeksi HPV penyebab kanker sebesar 33 persen pada laki-laki yang HIV-negatif dan sebesar 23 persen pada laki-laki yang HIV-positif. Hasil ini setelah masing-masing dibandingkan dengan laki-laki yang tidak disunat.

    Penelitian ini melibatkan 210 laki-laki yang HIV-positif dan 840 laki-laki yang HIV-negatif dengan usia antara 15-49 tahun. Selain dapat mengurangi risiko infeksi HPV, sunat juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membuat seseorang terhindar dari infeksi.

    “Masalah HPV dan kanker yang terkait dengan HPV memang cukup berat di wilayah sub-Saharan Afrika, tapi kemungkinan sunat bisa memiliki manfaat dalam hal mencegah kanker pada laki-laki maupun perempuan,” ujar Dr Gray yang juga menjadi peneliti senior dalam studi Uganda.

    Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan sunat sebagai salah satu cara untuk menekan risiko HIV pada laki-laki. Selain itu di negara-negara yang memiliki kasus HIV tinggi, rekomendasi sunat tidak bisa dibantah kecuali karena ada alasan medis.

    “Penurunan prevalensi HPV yang terkait dengan pelaksanaan sunat adalah signifikan namun sederhana,” ujar Drs Raphael V. Viscidi dan Keerti V. Shah yang juga dari Johns Hopkins University.

    Sunat diperkirakan mengurangi transmisi heteroseksual terhadap HIV dan penyakit seksual lainnya termasuk HPV yang dapat menyebabkan kutil kelamin melalui beberapa mekanisme.

    Salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah jaringan mukosa yang terkena saat melakukan hubungan seks, hal ini membuat akses virus masuk ke dalam tubuh target menjadi terbatas. Kulit menebal yang terbentuk di sekitar luka sunat bisa membantu menghambat masuknya virus ke dalam tubuh.

    ***

    http://health.detik.com/read/2010/04/19/092016/1340787/763/bertambah-lagi-manfaat-sunat-laki-laki

     
  • erva kurniawan 1:11 am on 27 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Kalimat Terindah 

    Kalimat Terindah

    Oleh Sus Woyo

    ***

    Setelah berbulan-bulan tak ada kabar yang jelas. Setelah sekian waktu jadwal kepulangan saya ke tanah air belum bisa dipastikan, maka suatu malam saya dipanggil sang majikan untuk berbicara empat mata. Saat pertemuan itu ada kalimat terindah yang pernah saya dengar dari mulutnya. Kalimat itu adalah, “Akhir bulan ini kamu pulang ke Indonesia.”

    Saya terdiam. Tapi saya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang bergejolak di dada ini. Pulang! Sebuah kata yang sangat indah di telinga saya. Setelah dua tahun lebih saya meninggalkan orang-orang yang saya cintai: isteri, anak, keluarga yang lain, teman dan siapa saja orang-orang yang dekat dengan saya sebelum berangkat merantau ke negeri seberang.

    Terlintas dalam pikiran saya, tentang masa lalu. Tentang sepenggal dari episode kehidupan saya pada masa duduk di sekolah menengah. Waktu di mana saya harus meninggalkan kampung halaman yang amat sangat saya cintai.

    Selepas tamat sekolah dasar, orang tua saya mengirim saya untuk meneruskan pendidikan di kota. Karena kampung saya jauh dari kota, maka saya harus kost. Itu saya jalani dari SMP sampai tamat SMA. Dan saya selalu teringat saat yang paling indah, saat yang paling menyenangkan, yaitu saat datang hari Sabtu. Sebab di akhir pekan itu saya pulang kampung. Saking gembiranya kalau datang hari Sabtu, saya sering menyebutnya “Pulang ke pinggir sorga.” Sebab akan bertemu dengan orang tua. Dan biasanya ibu saya sudah menyediakan makanan-makanan kesukaan saya. Yang tentunya sangat jarang saya temui di rumah kost.

    Nah, saat mendengar kalimat dari majikan saya itu, hati saya sama persis seperti ketika mau pulang kampung di masa-masa menempuh pendidikan di kota saya, beberapa tahun yang lalu.

    Sejak itu, hari-hari saya diliputi kegembiraan. Walaupun pekerjan yang saya tangani sebenarnya sangat banyak. Ocehan-ocehan dari majikan yang bersifat memarahipun tak begitu saya pedulikan. Artinya, apa yang ia omongkan hanya saya masukan telinga kanan dan saya keluarkan lewat telinga kiri. Bahkan terkadang, hati dan pikiran saya seolah sudah di kampung sendiri, padahal jasad saya masih bermandi keringat di negeri orang.

    Suatu hari seorang teman menangkap perangai saya. Dan teman saya itu berkomentar. “Duh, gembiranya mau pulang kampung, ya….” Saya senyum-senyum saja mendengar itu. Memang itulah adanya.

    Namun, di siang bolong yang terik mataharinya mencapai titik kulminasi, saat saya merebahkan badan untuk melepas lelah, tiba-tiba saya berpikir keras. Sambil melihat langit-langit kamar, saya bergumam sendiri. “Apakah kegembiraan ini bisa bertahan lama, atau setidaknya sampai ke Indonesia nanti?’

    Saya tak bisa menjawab pertanyaan saya sendiri itu. Bahkan tiba-tiba pikiran saya melayang terlalu jauh ke depan. “Mampukah saya segembira ini jika nanti Allah juga memberikan kalimat itu kepada saya?”

    Ya, setelah merantau, pasti saya akan pulang. Sama juga setelah saya diberi kesempatan hidup di dunia, pasti juga akan dipanggil pulang. Dan kepulangan yang terahir ini jelas tidak mungkin bisa ditawar-tawar lagi. Cepat atau lambat, Allah akan menyapa juga dengan kalimat yang tak beda jauh dengan kalimat majikan saya, walau dengan nuansa yang berbeda, tentunya.

    Kalau pertemuan saya dengan semua keluarga nanti di tanah air mampu memberikan kegembiraan yang luar biasa pada saya, mampukah saya juga berperasaan yang sama tatkala saya nanti akan berjumpa dengan Sang Pencipta?

    Saya tertunduk lama. Lama sekali. Bahkan tak terasa air mata ini memberontak ingin keluar. Seolah memerintahkan saya untuk cepat-cepat berintrospeksi diri, tentang apa yang telah saya perbuat di “rantau” ini.

    Bekal saya belum seberapa. Entah dalam tingkatan yang mana derajat keimanan saya. Komitmen saya terhadap aturanNya belum bisa saya jadikan barometer untuk menjadikan saya tersenyum di hadapanNya. Apalagi merasa gembira.

    Namun, walaupun demikian, mudah-mudahan kepulangan saya ke tanah air tercinta akan menjadi pelajaran besar untuk menyongsong kepulangan saya yang sebenarnya, yaitu pulang ke pangkuanNya. Sehingga ketika kalimat terindah dari Allah, yang dibawa malaikat penyabut nyawa,datang menyapa saya, mudah-mudahan saya bisa menyambutnya dengan senyum kegembiraan. Seperti senyumnya para kekasih Allah ketika dipanggil pulang menuju kampung abadi, kampung akhirat.

    ***

    Kalimat Terindah
    Oleh Sus Woyo
    Setelah berbulan-bulan tak ada kabar yang jelas. Setelah sekian waktu jadwal kepulangan saya ke tanah air belum bisa dipastikan, maka suatu malam saya dipanggil sang majikan untuk berbicara empat mata. Saat pertemuan itu ada kalimat terindah yang pernah saya dengar dari mulutnya. Kalimat itu adalah, “Akhir bulan ini kamu pulang ke Indonesia.”
    Saya terdiam. Tapi saya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang bergejolak di dada ini. Pulang! Sebuah kata yang sangat indah di telinga saya. Setelah dua tahun lebih saya meninggalkan orang-orang yang saya cintai: isteri, anak, keluarga yang lain, teman dan siapa saja orang-orang yang dekat dengan saya sebelum berangkat merantau ke negeri seberang.
    Terlintas dalam pikiran saya, tentang masa lalu. Tentang sepenggal dari episode kehidupan saya pada masa duduk di sekolah menengah. Waktu di mana saya harus meninggalkan kampung halaman yang amat sangat saya cintai.
    Selepas tamat sekolah dasar, orang tua saya mengirim saya untuk meneruskan pendidikan di kota. Karena kampung saya jauh dari kota, maka saya harus kost. Itu saya jalani dari SMP sampai tamat SMA. Dan saya selalu teringat saat yang paling indah, saat yang paling menyenangkan, yaitu saat datang hari Sabtu. Sebab di akhir pekan itu saya pulang kampung. Saking gembiranya kalau datang hari Sabtu, saya sering menyebutnya “Pulang ke pinggir sorga.” Sebab akan bertemu dengan orang tua. Dan biasanya ibu saya sudah menyediakan makanan-makanan kesukaan saya. Yang tentunya sangat jarang saya temui di rumah kost.
    Nah, saat mendengar kalimat dari majikan saya itu, hati saya sama persis seperti ketika mau pulang kampung di masa-masa menempuh pendidikan di kota saya, beberapa tahun yang lalu.
    Sejak itu, hari-hari saya diliputi kegembiraan. Walaupun pekerjan yang saya tangani sebenarnya sangat banyak. Ocehan-ocehan dari majikan yang bersifat memarahipun tak begitu saya pedulikan. Artinya, apa yang ia omongkan hanya saya masukan telinga kanan dan saya keluarkan lewat telinga kiri. Bahkan terkadang, hati dan pikiran saya seolah sudah di kampung sendiri, padahal jasad saya masih bermandi keringat di negeri orang.
    Suatu hari seorang teman menangkap perangai saya. Dan teman saya itu berkomentar. “Duh, gembiranya mau pulang kampung, ya….” Saya senyum-senyum saja mendengar itu. Memang itulah adanya.
    Namun, di siang bolong yang terik mataharinya mencapai titik kulminasi, saat saya merebahkan badan untuk melepas lelah, tiba-tiba saya berpikir keras. Sambil melihat langit-langit kamar, saya bergumam sendiri. “Apakah kegembiraan ini bisa bertahan lama, atau setidaknya sampai ke Indonesia nanti?’
    Saya tak bisa menjawab pertanyaan saya sendiri itu. Bahkan tiba-tiba pikiran saya melayang terlalu jauh ke depan. “Mampukah saya segembira ini jika nanti Allah juga memberikan kalimat itu kepada saya?”
    Ya, setelah merantau, pasti saya akan pulang. Sama juga setelah saya diberi kesempatan hidup di dunia, pasti juga akan dipanggil pulang. Dan kepulangan yang terahir ini jelas tidak mungkin bisa ditawar-tawar lagi. Cepat atau lambat, Allah akan menyapa juga dengan kalimat yang tak beda jauh dengan kalimat majikan saya, walau dengan nuansa yang berbeda, tentunya.
    Kalau pertemuan saya dengan semua keluarga nanti di tanah air mampu memberikan kegembiraan yang luar biasa pada saya, mampukah saya juga berperasaan yang sama tatkala saya nanti akan berjumpa dengan Sang Pencipta?
    Saya tertunduk lama. Lama sekali. Bahkan tak terasa air mata ini memberontak ingin keluar. Seolah memerintahkan saya untuk cepat-cepat berintrospeksi diri, tentang apa yang telah saya perbuat di “rantau” ini.
    Bekal saya belum seberapa. Entah dalam tingkatan yang mana derajat keimanan saya. Komitmen saya terhadap aturanNya belum bisa saya jadikan barometer untuk menjadikan saya tersenyum di hadapanNya. Apalagi merasa gembira.
    Namun, walaupun demikian, mudah-mudahan kepulangan saya ke tanah air tercinta akan menjadi pelajaran besar untuk menyongsong kepulangan saya yang sebenarnya, yaitu pulang ke pangkuanNya. Sehingga ketika kalimat terindah dari Allah, yang dibawa malaikat penyabut nyawa,datang menyapa saya, mudah-mudahan saya bisa menyambutnya dengan senyum kegembiraan. Seperti senyumnya para kekasih Allah ketika dipanggil pulang menuju kampung abadi, kampung akhirat.
    ***

     
  • erva kurniawan 1:39 am on 26 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Sandal Jepit Isteriku 

    Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.

    “Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

    “Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? Ucap isteriku kalem.

    “Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.

    Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.

    ***

    Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Namun apa yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.

    “Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”

    Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. “Ah… wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihah? Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.

    “Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.

    Hamil muda?!?!

    ***

    Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku.

    “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku.

    “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku.

    “Lho, kok bilang gitu…?” selaku.

    “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi.

    “Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.

    Pertemuan hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal.”Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin. Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah.

    Dug! Hati ini menjadi luruh.

    “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.

    “Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.

    “Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ini dia mujahidahku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.

    Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”

    Sedang aku? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!

    “Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia.

    “Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sungguh, aku baru melihat isteriku segirang ini.

    “Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.

    ***

    Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,”ucapnya dengan suara tulus.

    Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud dan ‘iffah sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku?

    ***

    Dari Sahabat

     
    • hany asmahanie 2:43 pm on 3 Maret 2011 Permalink

      :'( sedih dan terharu….bisa diambil pelajaran dari cerita ini…..ijin share ya…makasih

  • erva kurniawan 1:09 am on 25 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Malam Pertama Pengantin   

    Malam Pertama Pengantin 

    Hukum Dan Etika Malam Pertama

    1. Dianjurkan kepada sang suami bersikap lemah lembut pada malam pertama dengan mengajak bicara sehingga terjadi keakraban atau menyuguhkan segelas minuman sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.

    2. Dianjurkan untuk meletakkan tangan kanan di atas ubun ubun sang istri kemudian membaca doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, “Bismillah Allahumma bariklii fii zaujatii ..”

    3. Dianjurkan kepada sang suami shalat dua raka’at bersama istrinya dan sang istri berada di belakangnya. Sebab demikian itu lebih melanggengkan kasih sayang.

    4.  Jika ingin melakukan hubungan sebadan hendaknya berdoa: “Bismillah, allahumma jannibnasy syaithaan wa jannibisy syaithaan maa razaqtanaa”

    5. Tidak boleh sang suami menggauli istri kecuali di tempat jalan lahirnya bayi dan boleh melakukan cumbu rayu sesuka hati namun tidak boleh menggaulinya ketika masa haid atau nifas.

    6. Apabila sang suami memiliki lebih dari satu istri maka pada pagi hari dari malam pertama hendaknya sang suami mendatangi istri istri lain dengan tujuan saling mendoakan.

    7. Diharamkan bagi kedua mempelai menyebarkan rahasia hubungan seksual karena hal itu termasuk dosa besar.

    Hak Hak Suami Dan Istri

    Diantara hak hak yang harus ditegakkan bersama sama sebagai berikut:

    1. Kerja sama dalam rangka menegakkan ketaatan kepada Allah, satu dengan yang lain saling mengingatkan kepada nilai ketakwaan.

    Diantara contoh yang paling indah adalah kerjasama antara suami dengan istri dalam menghidupkan qiyamul lail sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam: “Semoga Allah merahmati seorang laki laki yang bangun malam kemudian shalat dan membangunkan istrinya untuk shalat dan bila tidak mau bangun maka ia memerciki dengan air di wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang perempuan yang bangun malam lalu shalat dan membangunkan suaminya untuk shalat, bila tidak mau bangun maka ia memerciki dengan air di wajahnya.” (HR. Ahmad, Ahlul Sunan kecuali At Tirmidzi dan hadits ini shahih).

    2. Menjalani kehidupan rumah tangga dengan tulus, ikhlas, setia dan penuh kasih sayang.

    3. Hendaknya masing masing suami istri merasa memiliki tanggung jawab penuh terhadap tugas dan kewajiban yang ada di pundaknya.

    Masing masing harus tahu bahwa dia dituntut untuk menunaikan kewajiban secara baik dan sempurna sebagaimana sabda Nabi: “Setiap kalian adalah pemimpiin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan imam adalah pemimpin, dan orang laki laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan wanita adalah penanggungjawab atas rumah suami dan anaknya. Dan setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Al Bukhari)

    4. Antara suami dan istri harus kerjasama secara baik dalam rangka mewujudkan suasana tenang dan gembira serta berusaha semaksimal mungkin menjauhkan perkara perkara yang mendatangkan keburukan dan kesedihan.

    Betapa indahnya ucapan Abu Darda’ ketika berkata kepada istrinya: “Jika kamu sedang melihatku dalam keadaan marah maka carilah sesuatu yang bisa menyenangkanku dan jika aku melihatmu sedang marah maka aku akan mencari sesuatu yang bisa menyenangkanmu, dan bila tidak seperti itu maka kita tidak usah berkumpul saja”.

    5. Tidak menyebarkan rahasia masing masing dan tidak menyebut-nyebut keburukan pasangannya di depan orang lain karena demikian itu melecehkan harga diri pasangannya di depan orang lain. Ketika itu ia telah melakukan ghibah yang dibenci lagi berdosa.

    6. Hendaknya masing masing memperhatikan gaya dan penampilan, istri berdandan yang bagus untuk suami dan suami juga berdandan yang bagus untuk sang istri.

    Ibnu Abbas berkata: “Saya sangat senang berdandan untuk istriku sebagaimana saya senang bila ia berdandan untukku, karena Allah berfirman: ‘Dan bagi istri istri hak yang sepadan dengan kewajiban kewajibannya dengan baik’.”

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:57 am on 24 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Adab Shalat Tahajjud, Keutamaan Shalat Tahajjud, Sholat Tahajjud,   

    Sholat Tahajjud 

    Keutamaan Shalat Tahajjud/Qiyamullail:

    1. Orang yang shalat tahajud akan dibangkitkan Allah dalam di tempat yang terpuji.

    Allah SWT Berfirman: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra: 79)

    2. Orang yang shalat tahajud adalah orang yang disebut oleh Allah sebagai muhsinin dan berhak mendapatkan kebaikan dari-Nya serta rahmat-Nya.

    Allah SWT Berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). (QS Az-Zariyah: 15-18)

    3. Orang yang shalat tahajud dipuji Allah dan dimasukkan kedalam kelompok hamba-nya yang baik-baik.

    Allah SWT Berfirman: Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (QS. Al-Furqan: 63-64)

    4. Kepada Orang yang shalat tahajud, Allah bersaksi atas mereka bahwa mereka adalah orang yang beriman.

    Allah SWT Berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (As-Sajdah: 15-17)

    5. Allah membedakan Orang yang shalat tahajud dengan yang tidak secara jelas dan bahwa mereka berbeda dengan lainnya

    Allah SWT Berfirman: (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az-Zumar: 9).

    6. Kepada Orang yang shalat tahajud, Rasulullah SAW mengatakan bahwa mereka pasti akan masuk surga.

    Rasulullah SAW bersabda: Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, shalat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat. (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).

    7. Shalat tahajjud itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan.

    Rasulullah SAW bersabda kepada Salman al-Farisi: “Hendaklah kamu melaksanakan qiyamullail karena qiyamullail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan.” (HR. A-Tabarani dan Al-Hatsami).

    Adab Shalat Tahajjud/Qiyamullail:

    1. Ketika akan tidur pada malam hari berniat terlebih dahulu untuk melakukan qiyamullail.

    Dari Abi Darda’ bahwa Nabi SAW bersabda,”Siapa yang mendatangi tempat tidurnya dan berniat akan bangun malam, namun kantuknya membuatnya tidak bangun hingga pagi hari, dia tetap mendapat pahala sesuai yang diniatkannya. Sedangkan tidurnya itu merupakan sedekah dari Allah kepada hamba-Nya.” (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah).

    2. Ketika bangun malam untuk shalat, hendaknya mengusap wajahnya lalu bersiwak (membersihkan gigi), menengadah ke langit lalu berdoa.

    3. Sebelum mulai shalat lail, hendaknya dimulai dahulu dengan shalat dua rakaat yang ringan. Setelah itu barulah mulai shalat malam yang panjang terserah berapa lamanya.

    Dari Aisyah ra. Bahwa Rasulullah SAW bila shalat malam, beliau membukanya dengan terlebih dahulu shalat dua rakaat yang ringan”. (HR. Muslim).

    Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Bila kalian shalat malam, maka hendaknya memulai dengan shalat dua rakaat yang pendek”. (HR. Muslim).

    4. Membangunkan juga keluarganya (anak dan istri) untuk ikut shalat malam bersama.

    Dari Abi Hurairah ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Semoga Allah merahmati seorang yang bangun malam dan membangunkan istrinya, bila istrinya menolak, maka dipercikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang istri yang bangun malam dan membangunkan suaminya, bila suaminya menolak, maka dipercikkan air ke wajahnya”. (HR. Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

    Dan masih banyak lagi cara dan adab lainnya. Wallahu a’lam bis-shawab.

     
  • erva kurniawan 1:54 am on 23 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Larangan Beribadah Dikuburan Wali   

    Larangan Beribadah Dikuburan Wali 

    “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Adz Dzariyat: 56)

    Namun sayang banyak umat Islam sekarang ini telah menyimpang dari tujuan penciptaan mereka. Sebagian di antara mereka beribadah kepada wali-wali yang dianggap saleh. Atau mereka memiliki keyakinan bahwa beribadah di dekat kubur orang saleh adalah suatu hal yang utama.

    Penyimpangan Dalam Peribadatan di Kubur Wali

    Beribadah di kubur wali merupakan suatu penyimpangan yang sangat besar. Sebagai contoh, orang yang melakukan sholat di kubur wali. Meskipun dia meniatkan sholat tersebut ikhlas untuk Alloh semata, namun dia telah melakukan pelanggaran syariat karena Rosululloh telah melarang hal tersebut, sebagaimana sabdanya “Janganlah kalian menjadikan kubur sebagai masjid. Sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal tersebut” (HR Muslim).

    Orang yang melakukan sholat di kubur wali maka pada kenyataannya dia telah menjadikan kubur wali itu sebagai masjid (Lihat Tahdzirus Sajid karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani). Selain itu, orang yang melakukan sholat di kubur wali telah melakukan sesuatu yang tidak pernah dicontohkan oleh Rosululloh. Selama hidupnya, Rosululloh tidak pernah sholat di kubur kecuali sholat jenazah bagi jenazah yang belum disholatkan. Sehingga dengan demikian, orang yang melakukan sholat di kubur wali maka sholatnya itu tidak diterima oleh Alloh.Karena hal itu tidak sesuai dengan tuntunan Rosululloh, meskipun dilakukan dengan ikhlas.

    Lebih parah lagi jika orang yang melakukan sholat itu memaksudkan sholatnya untuk para wali, maka ia telah melakukan syirik besar yang dapat mengeluarkannya dari Islam. Karena dia telah meniatkan ibadah yang seharusnya untuk Alloh tapi dimaksudkan untuk selainNya.

    Padahal dosa syirik merupakan dosa yang tidak akan diampuni oleh Alloh (kecuali bertaubat), sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An Nisa: 48)

    Ibadah-Ibadah Yang Dilarang Dilakukan di Pekuburan

    Sholat bukanlah satu-satunya ibadah yang dilarang untuk dilakukan di makam wali. Ibadah-ibadah lainnya yang hanya boleh diperuntukkan untuk Alloh, jika dilakukan di kubur wali maka hal ini juga terlarang.

    Semisal menyembelih di kubur wali, tawaf, berdoa di kubur wali dan sebagainya. Jika semua ibadah tersebut dilakukan di kubur wali dengan niat untuk Alloh semata, namun dilakukan di kubur wali karena tempat tersebut dianggap lebih afdhol, maka ini adalah ibadah yang tidak ada contohnya dari Rosululloh, dan di samping Rosululloh juga telah melarang untuk beribadah di pekuburan, Rosululloh juga tidak pernah menjelaskan bahwa kubur adalah tempat yang berkah dan afdhol untuk beribadah.

    Oleh karena itu, barang siapa yang melakukan hal tersebut maka dia telah berdosa dan melakukan suatu hal yang haram. Namun, jika dia ibadah itu ditujukan untuk sang wali di dalam kubur, maka dia telah melakukan syirik besar yang dapat mengeluarkan dari Islam.

    Kubur, Tempat Mengingat Kematian

    Jika kita tidak boleh melakukan berbagai bentuk ibadah di kubur, lalu apakah fungsi kubur di dalam syariat Islam? Jawabannya adalah, Alloh menjadikan kubur sebagai pengingat kematian. Setiap manusia, bagaimanapun keadaannya, kaya, miskin, cantik, jelek, pintar, ataupun bodoh pasti akan mengalami kematian. Meskipun dia masih muda belia atau pun tua renta maka pasti akan mati juga. Alloh berfirman, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al Jumu’ah: 8)

    Kematian merupakan awal dari kehidupan kita yang hakiki, yaitu kehidupan akhirat yang tidak ada akhirnya. Barang siapa yang melakukan kebaikan ataupun kejahatan sekecil apapun maka ia pasti akan melihatnya di akhirat kelak, sebagaimana firman Alloh yang artinya, “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya.” (QS Al Mujaadilah: 6).

    Semoga Alloh senantiasa meneguhkan kita di atas Islam dan mematikan kita di atas sunnah. Wallohu ‘alam.

    ***

    (Sumber: Buletin At Tauhid)

     
  • erva kurniawan 1:47 am on 22 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Sebuah Kisah Untuk Para Pelaku Pornografi dan Pornoaksi 

    Apa jadinya bila seorang pemuda sholeh digoda oleh wanita cantik? Kepada para pelaku pornografi dan pornoaksi, bisa mengambil hikmah dari kisah ini. Kecantikan dan keindahan tubuh adalah ujian. Kisah ini pun bisa menjadi inspirasi bagi da’i dalam berdakwah. Bahwa berda’wah itu harus lemah lembut, bukan dengan kekerasan ataupun caci maki kepada pelakunya. Karena hati, hanya bisa disentuh oleh hati. Selamat membaca.

    Rabi’ bin Khaitsam adalah seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk. Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi’ dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan ditulis dalam banyak kitab. Imam Abdurrahman bin Ajlan meriwayatkan bahwa Rabi’ bin Khaitsam pernah shalat tahajjud dengan membaca surat Al Jatsiyah. Ketika sampai pada ayat keduapuluh satu, ia menangis. Ayat itu artinya, “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan (dosa) itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka sama dengan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka. Amat buruklah apa yang mereka sangka itu!”

    Seluruh jiwa Rabi’ larut dalam penghayatan ayat itu. Kehidupan dan kematian orang berbuat maksiat dengan orang yang mengerjakan amal shaleh itu tidak sama! Rabi’ terus menangis sesenggukan dalam shalatnya. Ia mengulang-ngulang ayat itu sampai terbit fajar.

    Kesalehan Rabi’ sering dijadikan teladan. Ibu-ibu dan orang tua sering menjadikan Rabi’ sebagai profil pemuda alim yang harus dicontoh oleh anak-anak mereka. Memang selain ahli ibadah, Rabi’ juga ramah. Wajahnya tenang dan murah senyum kepada sesama.

    Namun tidak semua orang suka dengan Rabi’. Ada sekelompok orang ahli maksiat yang tidak suka dengan kezuhudan Rabi’. Sekelompok orang itu ingin menghancurkan Rabi’. Mereka ingin mempermalukan Rabi’ dalam lembah kenistaan. Mereka tidak menempuh jalur kekerasan, tapi dengan cara yang halus dan licik. Ada lagi sekelompok orang yang ingin menguji sampai sejauh mana ketangguhan iman Rabi’.

    Dua kelompok orang itu bersekutu. Mereka menyewa seorang wanita yang sangat cantik rupanya. Warna kulit dan bentuk tubuhnya mempesona. Mereka memerintahkan wanita itu untuk menggoda Rabi’ agar bisa jatuh dalam lembah kenistaan. Jika wanita cantik itu bisa menaklukkan Rabi’, maka ia akan mendapatkan upah yang sangat tinggi, sampai seribu dirham. Wanita itu begitu bersemangat dan yakin akan bisa membuat Rabi’ takluk pada pesona kecantikannya.

    Tatkala malam datang, rencana jahat itu benar-benar dilaksanakan. Wanita itu berdandan sesempurna mungkin. Bulu-bulu matanya dibuat sedemikian lentiknya. Bibirnya merah basah. Ia memilih pakaian sutera yang terindah dan memakai wewangian yang merangsang. Setelah dirasa siap, ia mendatangi rumah Rabi’ bin Khaitsam. Ia duduk di depan pintu rumah menunggu Rabi’ bin Khaitsam datang dari masjid.

    Suasana begitu sepi dan lenggang. Tak lama kemudian Rabi’ datang. Wanita itu sudah siap dengan tipu dayanya. Mula-mula ia menutupi wajahnya dan keindahan pakaiannya dengan kain hitam. Ia menyapa Rabi’, “Assalaamu’alaikum, apakah Anda punya setetes air penawar dahaga?”

    “Wa’alaikumussalam. Insya Allah ada. Tunggu sebentar.” Jawab Rabi’ tenang sambil membuka pintu rumahnya. Ia lalu bergegas ke belakang mengambil air. Sejurus kemudian ia telah kembali dengan membawa secangkir air dan memberikannya pada wanita bercadar hitam.

    “Bolehkah aku masuk dan duduk sebentar untuk minum. Aku tak terbiasa minum dengan berdiri.” Kata wanita itu sambil memegang cangkir.

    Rabi’ agak ragu, namun mempersilahkan juga setelah membuka jendela dan pintu lebar-lebar. Wanita itu lalu duduk dan minum. Usai minum wanita itu berdiri. Ia beranjak ke pintu dan menutup pintu. Sambil menyandarkan tubuhnya ke daun pintu ia membuka cadar dan kain hitam yang menutupi tubuhnya. Ia lalu merayu Rabi’ dengan kecantikannya.

    Rabi’ bin Khaitsam terkejut, namun itu tak berlangsung lama. Dengan tenang dan suara berwibawa ia berkata kepada wanita itu, “Wahai saudari, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.” Allah yang Maha pemurah telah menciptakan dirimu dalam bentuk yang terbaik. Apakah setelah itu kau ingin Dia melemparkanmu ke tempat yang paling rendah dan hina, yaitu neraka?!

    “Saudariku, seandainya saat ini Allah menurunkan penyakit kusta padamu. Kulit dan tubuhmu penuh borok busuk. Kecantikanmu hilang. Orang-orang jijik melihatmu. Apakah kau juga masih berani bertingkah seperti ini ?!

    “Saudariku, seandainya saat ini malaikat maut datang menjemputmu, apakah kau sudah siap? Apakah kau rela pada dirimu sendiri menghadap Allah dengan keadaanmu seperti ini? Apa yang akan kau katakan kepada malakaikat munkar dan nakir di kubur? Apakah kau yakin kau bisa mempertanggungjawabkan apa yang kau lakukan saat ini pada Allah di padang mahsyar kelak?!”

    Suara Rabi’ yang mengalir di relung jiwa yang penuh cahaya iman itu menembus hati dan nurani wanita itu. Mendengar perkataan Rabi’ mukanya menjadi pucat pasi. Tubuhnya bergetar hebat. Air matanya meleleh. Ia langsung memakai kembali kain hitam dan cadarnya. Lalu keluar dari rumah Rabi’ dipenuhi rasa takut kepada Allah swt. Perkataan Rabi’ itu terus terngiang di telinganya dan menggedor dinding batinnya, sampai akhirnya jatuh pingsan di tengah jalan. Sejak itu ia bertobat dan berubah menjadi wanita ahli ibadah.

    Orang-orang yang hendak memfitnah dan mempermalukan Rabi’ kaget mendengar wanita itu bertobat. Mereka mengatakan, “Malaikat apa yang menemani Rabi’. Kita ingin menyeret Rabi’ berbuat maksiat dengan wanita cantik itu, ternyata justru Rabi’ yang membuat wanita itu bertobat!”

    Rasa takut kepada Allah yang tertancap dalam hati wanita itu sedemikian dahsyatnya. Berbulan-bulan ia terus beribadah dan mengiba ampunan dan belas kasih Allah swt. Ia tidak memikirkan apa-apa kecuali nasibnya di akhirat. Ia terus shalat, bertasbih, berzikir dan puasa. Hingga akhirnya wanita itu wafat dalam keadaan sujud menghadap kiblat. Tubuhnya kurus kering kerontang seperti batang korma terbakar di tengah padang pasir. [Sang Hikmah]

    ***

    Sumber: Buku “Di Atas Sajadah Cinta. Kisah-Kisah Teladan Islami Peneguh Iman dan Penenteram Jiwa”

     
    • shu_enk 1:07 am on 23 Juli 2010 Permalink

      Kisah yang menarik, seandainya semuoa orang indo seperti Rab’i pasti bakal ayem tentrem, tapi kalo ngeliat realita sekarang kayaknya susah untuk dilakukan hal yang kaya gitu, akhirnya kembali pada diri kita masing2 dan usaha untuk tetap bertakwa pada Allah SWT.
      lam kenal… :)

  • erva kurniawan 1:27 am on 21 July 2010 Permalink | Balas  

    Bingkisan Kasih untuk si Buah Hati 

    Setiap anak yang dilahirkan adalah atas dasar Islam dan inilah yang dimaksud dengan fithrah dalam firman Allah Ta’ala berikut ini, “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang hanif (tauhid). Fithrah (ciptaan) Allah, yang Allah telah fithrahkan (ciptakan) manusia atas dasar fithrah tersebut. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Ar Rum : 30)

    Berkata Imam al Bukhari, “Al Fithrah yakni Islam” (Kitab Fathul Baari’ no. 4775). Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa pendapat yang paling masyhur tentang arti fithrah adalah al Islam. Dan berkata pula Imam Ibnu Qayyim, “Bahwa kaum salaf tidak memahami lafazh fithrah kecuali al Islam” (Kitab Fathul Baari no. 1385)

    Demikian pula dengan sabda Nabi SAW berkaitan dengan masalah fithrah ini. Dari Abu Hurairah ra., Nabi SAW bersabda, “Kullu mauludin yuuladu ‘alal fithrah, fa-abawaaHu yuHawwidaaniHi aw yunashshiraaniHi aw yumajjisaaniHi” yang artinya “Setiap anak dilahirkan atas dasar fithrah (al Islam), kemudian kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nashara atau Majusi” (HR. al Bukhari no. 1358, Muslim 8/52-54 dan lainnya)

    Maka dari itu ketika sang buah hati lahir ke dunia dari rahim ibu yang muslimah maka hendaknyalah kaum muslimin memberikan suatu bingkisan yang istimewa untuknya yaitu bingkisan yang indah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW agar keberkahan yang banyak tercurah kepadanya.

    Adapun sunnah – sunnah yang mulia berkaitan dengan kedatangan sang buah hati adalah sebagai berikut :

    Pertama : Memberikan nama kepada anak pada hari pertama atau hari ketujuh.

    Dari Anas bin Malik ra., Rasulullah SAW bersabda, “Telah dilahirkan untukku semalam seorang anak laki – laki, maka aku namakan dia dengan nama bapakku yaitu Ibrahim” (HR. Muslim 7/76)

    Imam Nawawi mengatakan bahwa di dalam hadits tersebut diperbolehkan memberi nama kepada anak pada hari kelahirannya dan juga diperbolehkan memberi nama dengan nama para Nabi (Kitab Syarah Muslim)

    Dari Samurah bin Jundub ra., Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih (kambing) untuknya pada hari ketujuh dan dicukur rambut(nya) dan diberi nama” (HR. Abu Dawud no. 2838, at Tirmidzi no. 1522, An Nasai no. 4231, Ibnu Majah no. 3165 dan lainnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Irwaa-ul Ghalil no. 1165)

    Sedangkan nama yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah Abdullah dan Abdurrahman, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya nama – nama kamu yang paling dicintai Allah ialah Abdullah dan Abdurrahman” (HR. Muslim 6/169)

    Kedua : Memberikan kabar gembira kepada kaum muslimin

    Karena kabar gembira itu dapat menggembirakan dan menyenangkan seorang hamba, maka seorang muslim disunnahkan segera menyampaikan dan memberitahukan kabar gembira kepada saudaranya, sehingga ia menjadi senang karenanya (Lihat Tuhfah al Wadud oleh Ibnul Qayyim al Jauziyyah)

    Allah Ta’ala berfirman, “Maka Kami pun memberi kabar gembira kepadanya dengan lahirnya seorang anak yang penyabar” (QS. Ash Shaffat : 101)

    “Dan mereka memberikan kabar gembira kepadanya dengan lahirnya seorang anak yang alim (Ishaq)” (QS. Adz Dzariyat : 28)

    “Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang bernama Yahya” (QS. Maryam : 7)

    Ketiga : Mentahniknya ketika lahir atau sehari sesudahnya.

    Tahnik adalah menguyah sesuatu kemudian meletakan/memasukkan ke mulut bayi lalu menggosok–gosokkan ke langit–langit (mulut)nya (Fathul Baari Kitabul ‘Aqiqah). Menurut Imam an Nawawi tahnik ini termasuk sunnah Nabi SAW dengan kesepakatan ulama (Syarah Muslim Kitabul Adab).

    Dalilnya adalah dari Abu Musa ra., ia berkata, “Telah dilahirkan untukku seorang anak laki – laki. Lalu aku membawanya kepada Nabi SAW, kemudian beliau menamakannya Ibrahim, lalu beliau mentahniknya dengan sebuah kurma dan mendoakan keberkahan untuknya, lalu menyerahkannya kepadaku (kembali)” (HR. al Bukhari no. 5467 dan Muslim 6/175)

    Keempat : Mendoakannya setelah ditahnik

    Yaitu mendoakan keberkahan untuknya ketika anak itu lahir dan waktunya sesudah tahnik sebagaimana hadits sahabat Abu Musa ra sebelumnya. Adapun lafazh doanya adalah, “BaarakallaHu fiHi” yang artinya “Semoga Berkah Allah kepadanya” atau “AllaHumma baarik fiih” yang artinya “Ya Allah berkahilah ia” (Kitab Fathul Baari’ no. 3909 oleh Al Hafizh Ibnu Hajar)

    Yang dimaksud dengan barakah adalah tetapnya kebaikan dan banyaknya kebaikan (Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid oleh Syaikh Utsaimin).

    Kelima : Mengadakan ‘Aqiqah pada hari ketujuh.

    ‘Aqiqah menurut bahasa artinya sembelihan atau pemotongan. Ini arti yang dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal sehingga beliau mengatakan, “Aqiqah itu artinya tidak lain melainkan sembelihan itu sendiri” (Tuhfatul Maudud VI/5)

    Sedangkan menurut istilah arti ‘aqiqah ialah, “Menyembelih kambing untuk anak pada hari ketujuh dari hari kelahirannya”.

    Hadits – hadits yang berbicara tentang disyariatkannya aqiqah terkumpul dari fi’il (perbuatan) dan qaul (perkataan) Nabi SAW. Dari fi’il beliau telah mutawatir beritanya bahwa beliau meng’aqiqahkan kedua cucu beliau yaitu Hasan dan Husain. Salah satunya adalah dari jalan Abdullah bin Abbas ra., ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah meng’aqiqahkan untuk Hasan dan Husain (masing–masing) dengan dua ekor kambing kibasy” (HR. An Nasai no. 4219, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Irwaa-ul Ghalil no. 1164)

    Adapun jumlah kambing yang disembelih untuk anak laki – laki adalah 2 ekor dan untuk anak perempuan adalah satu ekor. Dari Aisyah ra., ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada mereka agar kami ber’aqiqah untuk anak laki – laki dua ekor kambing yang sama dan untuk anak perempuan seekor kambing” (HR. at Tirmidzi no. 1513, at Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini hasan – shahih”, Syaikh al Albani mengatakan dalam al Irwaa no. 1166 bahwa sanad hadits ini shahih)

    Berkenaan dengan hukum ‘aqiqah para ulama berbeda pendapat, namun pendapat jumhur (kebanyakan) ulama adalah seperti pendapatnya Imam Malik yang mengatakan dalam al Muwaththa, “Dan ‘aqiqah itu tidaklah wajib, tetapi dianjurkan sebagai sunnah untuk diamalkan” (Lihat juga Syarhus Sunnah IX/276 oleh al Baghawi dan lainnya).

    Sementara itu yang dimaksud dengan hari ketujuh adalah dimana hari kelahiran itu dihitung sebagai satu hari dan ditambah dengan enam hari berikutnya, misalnya sang buah hati lahir pada hari Ahad (ini dihitung satu hari) maka penyembelihan dilakukan pada hari Sabtu dan seterusnya (Lihat perkataan Imam an Nawawi dalam Majmu’ Syarah Muhadzdzab 8/431)

    Dan daging aqiqah sebagiannya dapat dimakan dan sebagian dibagikan kepada tetangga, fakir dan miskin serta diperbolehkan pula mengundang orang untuk memakan daging ‘aqiqah (Lihat Tuhfah al Wadud oleh Ibnu Qayyim al Jauziyyah).

    Keenam : Mencukur rambut kepala bayi pada hari ketujuh.

    Sunnah mu’akkadah mencukur rambut kepala bayi pada hari ketujuh hingga habis berdasarkan hadits Samurah bin Jundub ra. yang telah disebutkan di atas. Dan dilarang mencukur rambut secara qaza’ yaitu mencukur habis sebagian rambut kepala bayi dan membiarkan sebagian yang lain. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata, “Rasulullah melarang potongan rambut qaza’” (HR. al Bukhari no. 5920 dan Muslim no. 2120)

    Demikianlah bingkisan kasih untuk si buah hati berdasarkan sunnah Rasulullah SAW. Semoga tulisan yang sederhana ini bisa menjadi kado bagi kaum muslimin yang sedang menanti putra – putrinya lahir ke dunia. Salam sayang saya buat si kecil. BarakallaHu fiHi.

    ***

    Maraji’ :

    Buah Hati yang Dinanti, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdar, Darul Qalam, Jakarta, Cetakan Keempat, 1425 H/2005 M. Ringkasan Tuhfatul Wadud bi Ahkamil Maulud, Peringkas : Abu Shuhaib al Karami, Pustaka Arafah, Solo, Cetakan Pertama, Maret 2006.

     
  • erva kurniawan 1:13 am on 20 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Yang Terindah 

    Seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.

    “Untuk apa?” tanya sang ayah.

    “Untuk kado, mau kasih hadiah.” jawab si kecil.

    “Jangan dibuang-buang ya!” pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

    Pagi-pagi si cilik sudah bangun dan membangunkan ayahnya, “Pa, Pa… Ada hadiah untuk Papa.”

    Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab, “Sudahlah nanti saja.”

    Tetapi si kecil pantang menyerah, “Pa, Pa, bangun Pa sudah siang.”

    “Ah, kamu gimana sih? Pagi-pagi sudah bangunin papa.” Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.

    “Hadiah apa nih?” tanya si ayah.

    “Hadiah untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang.” jawab si kecil.

    Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak KOSONG. Tidak berisi apa pun juga.

    “Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya kok kosong. Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal?”

    Si kecil menjawab, “Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa.”

    Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya. “Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong, diisi lagi ya!”

    ***

    Boks kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apapun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apapun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong. Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain. Kosong dan penuh, dua-duanya merupakan produk dari “pikiran” kita. Sebagaimana kita memandangi hidup, demikianlah kehidupan kita. Hidup menjadi berarti, bermakna, karena kita memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya. Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, maka hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong.

    ***

     
    • hany asmahanie 2:21 pm on 3 Maret 2011 Permalink

      saya senang sekali membaca kutipan anda ini,mengharukan,sedih,dan semuanya dapat dijadikan contoh dalam kehidupan sehari hari…saya mohon ijin untuk share yah…makasih

  • erva kurniawan 1:00 am on 19 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Tubuhku Adalah Milikku 

    Oleh: Wardiman Sujatmoko

    Ada sebagian wanita yang berpendirian, karena tubuhnya adalah miliknya maka ia bebas memperlakukan tubuhnya itu, bebas menampilkan tubuhnya melalui dandanan yang sesuai dengan keinginannya di depan publik.

    Kisah nyata berikut ini terjadi di sebuah apotek di bilangan Jakarta Barat. Seorang wanita muda masuk ke dalam apotek dan langsung menuju petugas penerima resep. Ia berpenampilan seksi, dengan rok pendek dan kaus ketat membalut sebagian tubuhnya sehingga masih nampak bagian perut (pusar).

    Setelah menyerahkan resep dokter, ia mengambil tempat duduk persis di sebelah laki-laki muda yang sejak awal mengikuti kedatangan wanita muda ini dengan tatapan matanya.

    Dengan suara perlahan namun dapat didengar orang di sekitarnya, lelaki muda itu membuka percakapan, “mbak tarifnya berapa?”

    Si perempuan muda nampak terkejut. Ia menatap dengan marah kepada lelaki tadi. Kemudian dengan nada ketus menjawab, “saya bukan pelacur, bukan wanita murahan…”!!

    Si lelaki muda tak kurang marahnya. “Siapa yang bilang mbak pelacur atau wanita murahan. Saya cuma menanyakan tarif, karena cara mbak berdandan seperti sedang menjajakan sesuatu.”

    Terjadi ‘perang mulut’ yang membuat pengunjung apotek ikut menyaksikan. Dengan nada tinggi si wanita muda berkata ketus, “tubuh saya milik saya, saya bebas mau ngapain aja dengan tubuh ini, dasar pikiranmu saja yang kotor…”

    Si lelaki muda tak mau kalah. “Saya bebas menggunakan mata saya. Saya juga bebas menggunakan mulut saya termasuk untuk menanyakan berapa tarif kamu. Saya juga bebas menggunakan pikiran saya…”

    Si wanita muda tak kehabisan argumen. “Saya bisa melaporkan kamu ke polisi dengan tuduhan telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan.”

    “Silakan,” kata si lelaki. “Saya juga bisa menuntut kamu dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan, antara lain karena kamu telah mengganggu ketenangan ‘adik’ saya. Kamu ke apotek mau menebus obat atau mau membangunkan ‘adik’ saya?”

    Mungkin karena malu, si wanita muda itu sekonyong-konyong meninggalkan apotek, padahal urusannya sama sekali belum selesai. Sedangkan si lelaki, setelah selesai dengan urusannya ia pergi ngeloyor dengan wajah bersungut-sungut.

    ***

    Sumber: Harian BERITA KOTA, edisi Rabu, 10 Mei 2006, Kapling Rakyat, hal. 10.

     
    • sawung01 6:40 pm on 31 Juli 2010 Permalink

      Hahahaha… Ada2 aja…, trs bagaimana tnggpn anda sndri tntng wanita ini?

  • erva kurniawan 1:50 am on 18 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Takdir   

    Takdir 

    Takdir Sudah Ditentukan 50.000 tahun Sebelum Langit dan Bumi Diciptakan (Termasuk Apakah Seseorang Menjadi Penduduk Surga atau Neraka)

    oleh : Abu Tauam Al Khalafy

    Seorang muslim yang bertakwa tentu memahami arti keimanan dengan baik, karena untuk mencapai derajat ketakwaan seseorang harus beriman terlebih dahulu sebagaimana salah satu firman Allah SWT pada ayat Al Qur’an berikut ini: “Hai orang – orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al Baqarah 183)

    Lalu mengapa seseorang harus bertakwa kepada Allah SWT? “Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Ali Imran 123)

    Jadi pada intinya Allah SWT menyuruh kaum muslimin beramal shalih setelah beriman adalah dimaksudkan agar kaum muslimin dapat bersyukur kepada-Nya terutama atas nikmat-Nya yang sangat banyak. Maka dari itu kekokohan iman seorang muslim merupakan prasyarat mutlak dalam beramal shalih, agar amal shalih tersebut dapat berbuah ketakwaan kepada Allah SWT.

    Definisi iman itu sendiri dapat dilihat pada hadits shahih berikut ini, dari Umar bin Khaththab ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang iman yaitu, “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab – kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari kiamat dan kepada takdir yang baik dan yang buruk” (HR Imam Muslim)

    Salah satu cabang keimanan yang utama berdasarkan nash shahih di atas adalah bahwa beriman kepada takdir (qadar) yang Allah SWT telah tetapkan kepada setiap hamba baik itu takdir baik maupun takdir buruk. Firman Allah SWT, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di Bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya” (QS Al Hadid 22)

    Dan dari ayat di atas jelas Allah SWT katakan bahwa takdir yang Allah SWT berikan kepada setiap hambanya sudah ditentukan sebelum Allah SWT menciptakan langit dan Bumi sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Allah telah menulis (di Lauhu Mahfuzh) segenap takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Ia menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim)

    Termasuk apakah ia menjadi ahli surga atau neraka, Allah SWT sudah tentukan 50.000 tahun sebelum alam semesta ini diciptakan. Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah SAW bersabda, “Maka demi Allah, yang tiada tuhan yang haq disembah melainkan Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dia dan surga kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia mengerjakan perbuatan ahli neraka, maka ia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya salah seorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antara dia dan neraka kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia masuk ke dalamnya” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

    Pada hadits lain Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga” (HR. Imam Bukhari)

    Maka dari itu Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (239 – 321 H) pada kitabnya Al Aqidah Ath Thahawiyah yang diberi ta’liq (komentar) oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan, “Semenjak dahulu kala Allah Ta’ala telah mengetahui berapa jumlah hamba-Nya yang akan masuk surga dan yang akan masuk neraka. Total dari jumlah itu tidak akan bertambah dan tidak akan pula berkurang”

    Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani memberikan komentar atas ucapan Imam Abu Ja’far Ath Thahawi ini sebagai berikut, “Nampaknya Imam Ath Thahawi merujuk kepada hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru, dia berkata, ‘Pernah suatu ketika Rasulullah SAW keluar menemui kami memegang 2 kitab … Kemudian sambil menunjuk kitab yang ada di tangan kanan, Beliau SAW berkata, Kitab ini berasal dari Tuhan Semesta Alam yang memuat nama – nama penduduk surga yang dilengkapi nama bapak – bapak dan nama – nama kabilah mereka. Kemudian Allah mengumpulkan mereka menjadi satu (dalam kitab ini). Jumlah nama – nama yang ada dalam kitab ini tidak akan bertambah maupun berkurang selama – lamanya … – hadits ini cukup panjang – … (HR. At Tirmidzi, hadits ini dishahihkan oleh Imam At Tirmidzi dan Syaikh Al Albani)'”

    Namun demikian, tidak ada seorangpun tahu apakah ia menjadi ahli surga atau ahli neraka karena hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui perkara – perkara yang ghaib. Firman Allah SWT, “Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah” (QS An Naml 65)

    Artinya walaupun seorang manusia apakah nanti takdirnya masuk ke dalam surga atau ke dalam neraka maka ia sebagai seorang hamba Allah wajib selalu berusaha mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala dan selalu meminta agar dimasukan ke dalam surga-Nya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang – orang yang bertakwa” (QS Al Imran 133)

    Dan tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah SWT walaupun hanya sebentar, “Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf 87)

    Juga dengan beriman kepada takdir Allah tidaklah berarti memberikan kesempatan kepada hamba untuk berdalih dengannya dalam meninggalkan perintah Allah atau melanggar apa yang dilarang-Nya. Karena Allah SWT berfirman, “Bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu” (QS At Taghabun 16), yang artinya seorang hamba tidak akan dibebani kecuali sebatas kemampuannya.

    Dan sabda Rasulullah SAW, “Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga”. Maka berkatalah seorang laki – laki dari kaumnya, “Tidakkah (dengan demikian) kita berserah diri saja, wahai Rasulullah ?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, tetapi berusahalah ! Karena masing – masing dimudahkan kepada (kententuan) penciptaannya” (HR. Imam Bukhari)

    Akhirnya dapat difahami bahwa hakekat takdir adalah rahasia Allah Ta’ala yang telah ditentukan atas hambanya sebelum Allah SWT menciptakan seluruh isi langit dan Bumi dan sebagai manusia maka wajib bagi kita untuk selalu berusaha mencapai ketakwaan kepada Allah SWT, karena pada hakekatnya Allah SWT tidak membebani kewajiban yang mana kita tidak sanggup untuk memikulnya.

    Dan takdir itu sendiri tidaklah diketahui oleh malaikat yang dekat dengan-Nya ataupun oleh Nabi yang diutus karena Allah SWT telah menutup ilmu takdir dari makhluk – makhluk-Nya sebagaimana firman Allah SWT dalam kitab-Nya, “Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai” (Al Anbiya’ 23)

    ***

    Maraji’ :

    1. 40 Hadits Shahih, Imam An Nawawi, Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departemen Agama Saudi Arabia, 1422 H.
    2. Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath Thahawi, ta’liq oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, At Tibyan, Solo, Edisi Indonesia, November 2000 M.
    3. Aqidah Thahawiyah, Imam Abu Ja’far Ath Thahawi, ta’liq oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Media Hidayah, Cetakan Pertama, Mei 2005 M
    4. Tauhid, Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif. Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departemen Agama Saudi Arabia, 1422 H.
     
  • erva kurniawan 1:42 am on 17 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Sering-seringlah Mengajak Bayi Bicara   

    Sering-seringlah Mengajak Bayi Bicara 

    Illinois, Beberapa bulan sebelum bayi bisa berbicara dengan baik, maka kata-kata yang sering didengarnya akan memiliki peran yang penting dalam perkembangan otaknya. Studi terbaru menunjukkan seringnya orangtua mengajak bayi berbicara dapat meningkatkan kekuatan otaknya.

    Meskipun bayi baru berusia 3 bulan, kata-kata bisa memiliki efek yang besar di dalam pikirannya dibandingkan dengan suara-suara seperti musik.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sering mendengar kata-kata langsung akan lebih mampu mengelompokkan gambar-gambar tertentu dibandingkan bayi yang hanya mendengarkan nada-nada saja.

    Sekitar 50 bayi laki-laki dan perempuan yang berusia 3 bulan ditunjukkan serangkaian gambar seperti ikan dan disertai dengan kata-kata ataupun hanya nada saja. Kemudian bayi-bayi ini ditunjukkan gambar ikan dan gambar dinosaurus secara berdampingan lalu peneliti mengukur berapa lama bayi melihat setiap gambar.

    Ternyata didapatkan bayi lebih lama melihat gambar ikan dibandingkan dengan dinosaurus, hal ini menunjukkan bahwa bayi telah mengelompokkan gambar ikan di dalam pikirannya. Namun bayi yang mendengarkan kata-kata akan melihat gambar ikan dalam waktu yang lebih lama. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal Child Development.

    “Untuk bayi yang masih muda yaitu sekitar 3 bulan, maka kata-kata akan memiliki pengaruh yang khusus dalam mendukung kemampuannya untuk membentuk suatu kelompok atau kategori tertentu,” ujar peneliti Susan Hespos, dari Northwestern University di Illinois, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (26/3/2010).

    Sementara itu Sandra Waxman, rekan penulis menuturkan pembicaraan manusia terutama yang diarahkan langsung ke bayi akan membuat bayi memberikan perhatian lebih pada benda-benda disekitarnya sehingga meningkatkan perkembangan otaknya.

    “Seiring berjalannya waktu, efek umum dari perhatian yang diberikan bayi terhadap kata-kata yang sering didengarnya akan semakin halus. Sehingga lama kelamaan bayi akan bisa memisahkan kata dan jenis katanya untuk makna tertentu,” ujar Waxman.

    Namun, kemampuan yang luar biasa dari otak bayi tidak berhenti sampai disana. Penelitian sebelumnya menyimpulkan bayi dapat berkomunikasi dengan pikiran yang kompleks pada usia 12 bulan. Peneliti di Jerman menunjukkan bayi laki-laki dan perempuan yang berusia 1 tahun sudah mampu memahami pikiran orang dewasa.

    Sebenarnya bayi sudah dapat mendengar apa yang dibicarakan oleh orangtuanya sejak masih berada di dalam rahim. Sehingga jika bayi sudah sering diajak berbicara sejak masih usia muda, maka kemampuan otaknya untuk berkembang akan semakin meningkat. Karena itu sering-seringlah mengajak bicara bayi Anda.  (ver/ir)

    ***

    http://health.detik.com/read/2010/03/26/140043/1326057/764/sering-seringlah-mengajak-bayi-bicara

     
  • erva kurniawan 1:51 am on 16 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: manfaat air kelapa, manfaat kelapa, Manfaat Minum Air Kelapa Ketika Hamil   

    Manfaat Minum Air Kelapa Ketika Hamil 

    Merry Wahyuningsih – detikHealth

    Jakarta, Air kelapa tak hanya bisa melepaskan dahaga, tetapi kandungan gizi yang terdapat di dalamnya sangat baik untuk kesehatan. Salah satunya, minum air kelapa selama kehamilan sangat dianjurkan, karena memiliki banyak manfaat kesehatan bagi ibu serta bayi.

    Ada banyak nutrisi penting dalam air kelapa dan memiliki tingkat yang sama dengan keseimbangan elektrolitik yang kita miliki dalam darah. Air kelapa juga steril secara alami. Secara umum, air kelapa sangat sehat, tetapi bahkan lebih menguntungkan untuk wanita hamil.

    Di negara-negara tropis yang hangat, dan kelapa tersedia dengan mudah, dokter sering kali merekomendasikan minimum satu gelas air kelapa per hari untuk wanita hamil. Kelapa membantu menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.

    Air kelapa tender (empuk atau muda) dikenal sebagai sumber terkaya elektrolit, oleh karena itu sangat dianjurkan bagi orang yang menderita penyakit apa pun. Air kelapa juga mengandung klorida, kalium, magnesium, moderat jumlah gula, natrium dan protein yang tinggi.

    Kalium dari minum air kelapa dapat membantu mengatur tekanan darah dan fungsi jantung. Juga merupakan sumber yang sangat baik dari serat, mangan, kalsium, riboflavin dan vitamin C.

    Seperti dilansir dari babycenter dan buzzle, Senin (22/3/2010), beberapa manfaat dari air kelapa untuk wanita hamil adalah sebagai berikut:

    1. Air kelapa adalah minuman isotonik alami. Ini membantu dalam pengisian cairan dan hilangnya garam alami yang dilepaskan oleh tubuh. Air kelapa dapat sangat mencegah dehidrasi dan kelelahan.
    2. Air kelapa pada dasarnya bebas lemak dan dikenal sebagai minuman nol kolesterol. Beberapa studi telah melaporkan, bahwa air kelapa juga memiliki efek positif untuk menaikkan tingkat HDL (High-density lipoprotein), yaitu kadar kolesterol yang baik dalam tubuh. Hal ini dapat membantu menjaga kadar kolesterol tinggi.
    3. Air kelapa sangat dikenal untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Karena air kelapa kaya dengan asam laurat yang digunakan tubuh untuk menghasilkan monolaurin yang dapat memerangi penyakit asam lemak turunan. Asam laurat dapat memiliki anti bakteri, anti virus dan anti jamur. Kandungan seperti itu dapat sangat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh ibu dan pertumbuhan janin, dan sangat mencegah terjadinya infeksi flu, HIV, herpes, dan lainnya.
    4. Manfaat kesehatan lain dari air kelapa adalah bahwa dapat membantu mencegah dan mengobati mulas. Air kelapa secara efektif membantu membersihkan usus dan saluran pencernaan. Hal ini dapat meringankan wanita hamil dari mulas dan sembelit, juga disarankan untuk orang yang menderita bisul.
    5. Sebagian besar wanita menderita urinary tract infection (infeksi saluran kemih atau UTI). Air kelapa menjadi diuretik alami, dapat membantu meningkatkan aliran dan frekuensi urin. Dengan demikian, air kelapa dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh dengan mudah, sehingga dapat mencegah infeksi saluran kemih dan timbulnya batu ginjal.
    6. Air kelapa adalah sumber alami dan aman untuk hidrat tubuh, dan melancarkan pencernaan, dan juga merupakan bahan kimia gratis yang mengandung jumlah elektrolit yang tinggi.
    7. Air kelapa ringan dan bahkan dapat membantu dalam penurunan berat badan. Satu cangkir air kelapa hanya mengandung 46 kalori, air kelapa seperti 95 persennya adalah air.

    Air kelapa secara umum memiliki banyak manfaat kesehatan, dan merupakan sumber besar untuk mengisi kembali jumlah elektrolit tubuh, itulah sebabnya dianjurkan untuk orang tua dan orang sakit.

    Jadi, ibu hamil sangat dianjurkan minum air kelapa setiap hari untuk mendapatkan semua manfaat kesehatan seperti yang disebutkan di atas. Minum air kelapa selama hamil juga dianjurkan dicampur dengan gula atau kunyit. Daging putih kelapa juga dapat dikonsumsi, karena sehat bagi ibu dan janin.(mer/ir)

    ***

    http://health.detik.com/read/2010/03/22/143043/1322850/764/manfaat-minum-air-kelapa-ketika-hamil

     
    • rio 12:08 am on 19 Juli 2010 Permalink

      air kelapa banyak nih manfaatnya….
      so kita manfaatkan sebaeknya..
      dan mari kita jaga..
      :)

    • riyadi2405 8:08 pm on 22 Juli 2010 Permalink

      bener gan…air kelapa emang sangat mujarab buat ngobati dehidrasi gan…ane udah nyoba ndiri….

    • dayu 12:59 pm on 21 Januari 2011 Permalink

      thanks yah infonya

    • Butik Baju Online 12:43 pm on 14 Mei 2011 Permalink

      segar diminum,banyak manfaatnya…

      Baju Bali Murah

  • erva kurniawan 1:42 am on 15 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Mati Mendadak, Pria Amerika Bisa Hidup Lagi 

    Chris Brooke

    Chris Brooke

    Arizona, Chris Brooks, pria berusia 22 tahun baru saja meninggal dunia akibat serangan jantung. Namun ajaibnya, 20 menit kemudian ia bangun lagi dari kematiannya. Padahal menurut teori, 3 menit saja jantung berhenti, kematian tidak bisa dicegah.

    Chris adalah seorang mahasiswa yang baru lulus dan bekerja sebagai seorang kontraktor di Arizona. Saat itu Chris dan rekannya sedang liburan dan mengunjungi sebuah tempat bowling. Karena terlalu kecapaian, Chris yang diketahui punya penyakit jantung pun segera dibawa pulang oleh teman-temannya.

    Dalam perjalanan pulang, Chris sempat mengirim pesan singkat pada kekasihnya. Isinya yaitu, ‘Saya mau mati’, dan 15 menit setelah mengirim pesan itu, Chris benar-benar mati, tidak bernafas lagi.

    Chris ternyata mengalami serangan jantung dan dalam seketika jantungnya berhenti berdetak. Ketika sampai di rumah, ayahnya langsung memberinya nafas buatan dan menelepon 911. Saat itu sedang jam 3 pagi dan semua orang di rumah menjadi sangat panik.

    Namun pihak 911 langsung memberi instruksi untuk melakukan teknik CPR. Ayah Chris pun langsung mengikuti instruksi petugas 911 itu dan ajaibnya Chris hidup kembali dan bisa bernafas. Ia bahkan tidak mengalami kerusakan otak, padahal ia sudah tidak bernafas hampir 20 menit. Menurut American Heart Association, setiap menitnya jantung berhenti, kemampuan bertahan hidup akan berkurang hingga 10 persen.

    Para dokter di University of Pennsylvania’s Center for Resuscitation Science mengatakan bahwa kejadian yang dialami Chris adalah sebuah keajaiban. Dengan teknik CPR yang diinstruksikan oleh petugas 911, Chris bisa diselamatkan.

    “Ketika seseorang mengalami serangan jantung, yang paling penting dilakukan adalah membiarkan darah tetap mengalir di tubuh, caranya yaitu dengan menekan dada,” ujar Dr. Ben Bobrow dari The Arizona Department of Health, seperti dikutip CNN, Kamis (15/10/2009).

    “Tanpa suplai darah ke otak dan jantung, seseorang akan mati. Dan hal ini bisa terjadi dimana saja, di rumah, jalan, stasiun, kantor atau dimanapun. Butuh waktu jika harus memanggil petugas paramedis. Oleh karena itu, setiap orang seharusnya tahu cara CPR yang benar,” ujar Dr. Lance Becker dari The Center for Resuscitation Science at the University of Pennsylvania.

    Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah arteri yang menyalurkan oksigen ke otot jantung terhalang. Serangan jantung umumnya menyebabkan nyeri dada tidak lebih dari 15 menit. Namun, serangan jantung tidak memiliki gejala atau tanda. Serangan itu bisa dipicu oleh kegiatan yang melelahkan dan bisa hilang dengan istirahat.

    Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) adalah teknik penyelamatan hidup yang berguna dalam berbagai kasus gawat, baik serangan jantung maupun hampir tenggelam, dimana seseorang berhenti bernapas atau detak jantung berhenti. Teknik ini merupakan kombinasi antara nafas buatan dan menekan dada.

    Namun kini peneliti menyarankan agar para penyelamat cukup melakukan teknik CPR dengan menekan dada saja. Studi terkini menyebutkan bahwa dengan menekan dada setiap 100 kali per menitnya akan menaikkan peluang detak jantung hidup lagi hingga 3 kali lebih besar dibanding dengan teknik CPR yang lama (kombinasi nafas bantuan dan tekanan dada).

    “Ketika detak jantung berhenti, sebenarnya darah masih punya suplai oksigen ke otak untuk sekitar 2 menit. Itu adalah sebuah proses dan artinya ada kemungkinan untuk menghidupkan kembali detak jantung dalam beberapa menit. Bahkan jika dilatih, seseorang bisa menahan nafas hingga 7 menit. Waktu menjadi sangat penting ketika Anda menolong orang pingsan atau tidak bernapas,” tutur Becker.

    ***

    Nurul Ulfah – detikHealth

     
    • 4Life 1:54 am on 15 Juli 2010 Permalink

      Ini adalah kejadian yang sangat luar biasa dan karena ijin Tuhan saja hal yang hebat ini bisa terjadi.

    • Mochammad 2:03 am on 15 Juli 2010 Permalink

      Hemm.. kadang kalau kita menghadapi kerabat atau teman yang mendapat serangan seperti itu yang ada hanya panik sehingga tidak bisa berbuat apa-apa dan sebetulnya memang banyak yang teknik pertolongan pertama itu. Mungkin sejak dini hal-hal seperti itu seharusnya sudah di perkenalkan di SD, misalnya melalui program UKS.

      :) Salam,

      Mochammad

  • erva kurniawan 1:30 am on 14 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Pengakuan Sang Dokter Mengintip Dunia Kematian 

    Mary Jo Rapini

    Mary Jo Rapini

    New York, Pengalaman mendekati kematian atau ‘Near Death Experience’ banyak diceritakan pasien pada dokter. Namun banyak dokter yang tidak percaya dan menganggapnya sebagai halusinasi atau efek rasa sakit. Tapi kini, pengalaman itu benar-benar dialami sang dokter.

    Banyak orang yang mendeskripsikan ‘Near Death Experience’ sebagai keadaan antara hidup dan mati, dimana ada cahaya terang benderang, bertemu dengan sang Pencipta tapi diminta untuk kembali lagi ke dunia.

    Mary Jo Rapini adalah psikolog klinis yang mengalami hal tersebut. Didampingi oleh Dr. Jeffrey Long yang pernah melakukan studi terhadap 1.300 kasus ‘Near Death Experience’, Rapini menceritakan kisahnya.

    “Saya banyak menangani pasien kanker dan mereka selalu bercerita tentang pengalamannya mendekati kematian. Tapi saya selalu menganggap cerita tersebut sebagai efek reaksi medis atau halusinasi,” kata Rapini seperti dikutip dari MSN, Selasa (26/1/2010).

    Hingga pada April 2003, kejadian itu ia alami sendiri. Menurut Rapini, saat itu ia mengalami pembengkakan pembuluh darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Keadaannya sangat parah sampai harus berada di ruang gawat darurat selama 3 hari.

    “Semua dokter langsung panik dan mengelilingi saya. Mereka memasukkan berbagai macam alat medis di tubuh saya dan menelepon suami saya,” tutur Rapini.

    “Hingga tiba-tiba, saya melihat sebuah cahaya yang sangat terang. Cahaya ini berbeda dari cahaya biasanya dan terus berkembang membesar. Lalu saya bertanya-tanya, cahaya apa itu? Saya pun memasuki cahaya itu,” jelasnya.

    Rapini pun masuk ke dalam terowongan cahaya itu. Menurutnya, di sana ia melihat ruangan yang sangat indah dan bertemu dengan Tuhan. Ia berkata saya tidak bisa tinggal dan harus kembali lagi ke dunia. Rapini kemudian protes.

    “Kenapa saya tidak bisa tinggal disini? Padahal saya sudah menjadi istri dan ibu yang baik. Saya juga sudah merawat pasien kanker tiap harinya,” ujarnya.

    Menurut penuturan Rapini, sang Pencipta memintanya kembali ke dunia untuk melakukan hal yang lebih baik dari itu.

    Pengalaman Near Death Experience yang diceritakan Rapini ternyata sama dengan pengalaman-pengalaman lainnya yang pernah dianalisa Dr. Jeffrey Long.

    “Ternyata hampir semua orang yang pernah mendekati kematian punya cerita yang sama, baik mereka pernah dengar sebelumnya atau tidak pernah,” kata Dr. Long.

    Dalam buku karangannya yang berjudul ‘Evidence of the Afterlife: Science of Near-Death Experiences’, Dr. Long menyebutkan beberapa tanda mendekati kematian, diantaranya bertemu dengan orang-orang yang lebih dulu meninggal dunia, ingatan-ingatan yang bertambah jelas, dan lainnya.

    Menurut Long yang merupakan dokter onkolog radiasi dan juga menangani pasien kanker, sama seperti Rapini buku yang berhasil ia buat semakin memicunya untuk menjadi dokter yang lebih baik.

    “Pengalaman-pengalaman itu mengubah pandangan saya sebagai dokter. Saya lebih percaya diri dalam menangani pasien, terutama pasien kanker. Saya menemukan bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, karena ada kehidupan lain setelahnya,” jelas Long. (fah/ir)

    ***

    Nurul Ulfah – detikHealth

     
  • erva kurniawan 1:26 am on 13 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , Mengungkap Misteri Mati Suri,   

    Mengungkap Misteri Mati Suri 

    Jakarta, Pengalaman mati suri (Near Death Experience) seringkali terjadi pada beberapa orang yang sedang sekarat. Apa yang sebenarnya terjadi pada saat mati suri? Atau hanya ada perubahan-perubahan kimia dalam otak dan organ indera sebelum kematian?

    Rata-rata mati suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola berbeda. Seperti dikutip dari Howstuffworks, Jumat (19/3/2010) ada beberapa ciri umum ketika seseorang mati suri, yaitu:

    1. Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
    2. Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
    3. Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
    4. Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
    5. Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
    6. Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.

    Teori yang menjelaskan tentang mati suri dibagi menjadi dua kategori dasar yaitu penjelasan ilmiah (medis, fisiologis dan psikologis) serta penjelasan supernatural (spiritual dan agama).

    Secara supernatural seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya.

    Ketika seseorang mendekati kematian, maka jiwanya meninggalkan tubuh dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh terowongan dengan cahaya di ujung.

    Secara ilmiah proses mati suri sangat kompleks, subjektif dan emosional. Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi sensorik.

    Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka otak akan menerima informasi yang salah.

    Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan atau beberapa bentuk trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup. Beberapa ahli berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini sebagai bergerak di terowongan gelap.

    Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami kerusakan karena otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek trauma dan kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan dipicu oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama trauma.

    Salah input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan oksigen dan endrofin akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme meskipun realistis. Selain itu neurotransmitter di otak yang menutup akan menciptakan ilusi yang indah bagi semua orang yang dekat dengan kematian.(ver/ir)

    ***

    Vera Farah Bararah – detikHealth

     
  • erva kurniawan 1:16 am on 12 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Kiat Sehat Ala Rasulullah SAW   

    Kiat Sehat Ala Rasulullah SAW 

    1. Selalu bangun sebelum subuh

    Rasul SAW selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain:

    • Berlimpah pahala dari Allah
    • Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB
    • Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

    2. Aktif menjaga kebersihan

    Rasul SAW selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman”(HR Muslim)

    3. Tidak pernah banyak makan

    Sabda Rasul: “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)”(Muttafaq Alaih) Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.

    4. Gemar berjalan kaki

    Rasul SAW selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung

    5. Tidak pemarah

    Nasihat Rasulullah SAW: “Jangan Marah”diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah:

    • Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
    • Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
    • Segeralah berwudhu
    • Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

    6. Optimis dan tidak putus asa

    Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.

    7. Tak pernah iri hati

    Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

    Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat mahmudah.

    ***

    Tolong sebarkan maklumat ini kepada saudara Muslim Muslimat yang lain agar menjadi renungan dan pelajaran kepada kita semua. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah meninggal dunia

    Wallahu’alam….

     
  • erva kurniawan 1:00 am on 11 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Aurat   

    Aurat 

    Oleh: Hasan Husen Assagaf

    AURAT adalah bagian tubuh yang wajib ditutup dan haram melihatnya. Dalam hukum fiqih aurat laki laki antara pusar dan lutut, sedang aurat perempuan, karena sangat sensitive, seluruh tubuhnya kecuali muka dan tapak tangan. Menutup aurat adalah cabang dari iman. Yang tidak menutupnya berarti tidak ada iman, yang tidak punya iman berarti tidak punya malu. Jelasnya, malu termasuk cabang dari iman. Iman amat berkaitan dengan malu. “Bila malu hilang hilanglah iman, jika iman hilang malupun ikut terbang”. Itu yang kita dapatkan dari hadith Rasulallah saw.

    Saat Nabi Adam as dan istrinya Hawa turun ke bumi, keduanya dalam kondisi tak sehelai benangpun di tubuh mereka. Menyadari hal itu Adam as dan Hawa segera mencari dedaunan dan kulit pohon untuk dijadikan pakaian yang menutupi aurat mereka. Padahal pada saat itu tidak ada seorang pun yang melihat, kecuali mereka berdua, suami istri. Tapi mereka berusaha menutupi aurat mereka masing masing karena rasa malu mereka yang sangat tinggi.

    Ada cerita tentang Balqis, ratu negri Saba-Yaman ketika berkunjung ke istana nabi Sulaiman. Ia tercengang melihat kemewahan dan keindahan istana. Saking kagumnya Ratu Balqis menarik abayanya (rok panjangnya) karena ia mengira lantai istana digenangi air. Padahal itu semua karena kecanggihan istana Sulaiman as. Roknya sempat terangkat dan betisnya pun sempat terlihat. Walaupun kejadian itu hanya sekejap tapi cukup membuat ratu Balqis malu besar, mukanya merah padam dan segra menutup betisnya.

    Diriwayatan pernah siti Aisyah ra bertanya kepada Rasulallah saw “wahai Rasulallah, betulkan nanti di hari kiamat para perempuan dikumpulkan bersama lelaki kesemuanya dalam keadaan tanpa busana?” Rasulallah pun menjawab “Betul”. Mendengar yang demikian Aisyah ra menangis sejadi jadinya dan berkata “Alangkah malunya, alangkah malunya ya Rasulallah” Namun beliau kemudian menjelaskan: “wahai Aisyah, di akhirat nanti manusia sibuk dengan dirinya masing masing sehingga tidak ada waktu dan kesempatan untuk memperhatikan aurat orang lain”. Hadisth ini dimuat sebagai gambaran seorang wanita yang kuat imannya dan memiliki rasa malu yang dalam.

    Cerita tentang aurat tentu kita bertanya kenapa Rasulallah saw lahir dalam keadaan sudah berkhitan? Kalau kita sering membaca kitab maulid tentu kita akan mendapatkan jawabannya. Rasulallah lahir dalam keadaan berkhitan agar tidak ada yang melihat auratnya dari pandangan orang lain. Dan itu merupakan sebagian dari kemuliaan Allah yang diberikan kepada beliau. Jelasnya beliau terpelihara dan terjaga dari keburukan, kejelekan, dosa dan kemaksiatan.

    Satu kali, ketika Rasulallah saw masih kecil ikut memperbaiki Ka’bah bersama sama orang Quraisy Makah. Beliau pun ikut gotong royong membatu mengangkat sebuah batu yang cukup besar dan berat sehingga qamis beliau tersingkap. Tiba tiba batu itu jatuh dan mengenai kakinya sampai beliau pingsan. Dengan jatuhnya batu maka qamis beliau kembali menutup aurat beliau yang tersingkat.

    Dulu derajat malu khususnya dikalangan wanita sangat tinggi. Sangat jarang kita dapatkan wanita keluar rumah. Kalau keluar, auratnya selalu ditutup rapat-rapat dan selalu disertai mahram untuk menjaganya. Orang tua atau suami sangat cemburu bila aurat anaknya atau istrinya dilihat orang lain.

    Dulu orang selalu menjaga kadar iman dan menempatkan kaum wanita pada posisinya sesuai dengan syariat yang diajarkan agama. Makanya mereka selalu menjaga keturunan mereka dan memelihara auratnya serapi mungkin sejak kecil. Mereka berikan pakaian yang sesuai dengan standar syariat, tidak diobral semaunya, apalagi dipamerkan di halayak ramai. Karena aurat wanita secara otomatis berbeda dengan pria amat berharga dan sensitive mengundang orang berbuat dosa.

    Berbeda dengan zaman sekarang aurat, maksiat, kerusakan sudah menjadi lumrah dan sulit dibendung. Benar apa yang dikatakan Ahmad Syauqi “kukuhnya satu bangsa terletak pada moralnya. Apabila moralnya rusak, maka bangsa tersebut ikut bejat” Adapun salah satu penyeban kehancuran moral dan akhlak karena pengaruh pornografi. jadi sangat wajar sekali jika dilakukan pelarangan terhadap majalah Play Boy dan majalah majalah lainnya di Indonesia yang masih menyajikan hal hal yang berbau porno. Sebetulnya, kalo mau, pemerintah sendiri cukup untuk menyetop dan melarang penerbitan majalah Play Boy, tapi kok engga bisa? Ini pertanyaan yang harus dijawab oleh diri kita masing masing. Saya yakin anda, saya, dan siapa saja tahu jawabannya.

    Sudah barang tentu ada beberapa cara yang digunakan untuk menyelamatkan moral dan akhlak bangsa sesuai dengan yang dianjurkan Rasulallah saw. Pertama mereka yang mampu berda’wah dengan kekuatan. Yaitu orang yang bisa merobah dengan tangannya jika melihat kemungkaran dan kemaksiatan. Kedua mereka yang mampu berda’wah dengan lisannya. Sedang yang paling lemah ialah yang hanya mampu menjahui dan membenci di dalam hati tanpa berbuat apa apa.

    Memang ada hadits yang mengatakan “katakanlah yang hak (benar) walaupun yang benar itu pahit”. Hadist ini jelas menyuruh meluruskan, memperbaiki atau tegasnya merobah apa apa yang dilihat salah, tapi bukan dengan kekerasan, bukan dengan emosi, bukan dengan caci maki. Hati seorang muslim itu bukan batu, ia tidak sekeras batu. Batu saja masih lunak jika terus menerus ditetesi air.

    Jadi, cara menyampaikan yang haq (benar) pun harus bijaksana dan dengan menggunakan bahasa yang sopan, lembut dan menyentuh. Satu kali Khalifah Makmun putra Harun Al-Rasyid dikeritik,dikecam dengan pedas dan disertai caci maki oleh sekelompok orang. Beliau sangat marah dan menyuruh orang yang mengeritiknya membuka al-Quran surat Taha ayat 43-44, dimana Allah menyuruh kepada nabi Musa dan Harun as untuk mendatangi Firaun dan berbicara kepadanya dengan kata kata yang lembut (qaulan layyinan). Makmun putra Harun Al-Rasyid menegaskan bahwa dirinya adalah seorang muslim masih jauh lebih baik dibandingkan dengan Firaun yang musyrik bahkan mengaku Tuhan.

    ***

     
    • kolomkiri 1:05 am on 11 Juli 2010 Permalink

      apakah termasuk pakai cadar..?????

    • amanda 10:00 pm on 3 April 2012 Permalink

      caadar itu budaya orang arab, jadi sebenarnya Islam hanya mengajarkan untuk menutup smua bagian tubuh wanita KECUALI MUKA, dan TELAPAK TANGAN. :D

  • erva kurniawan 1:47 am on 10 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: minum air putih, pentingnya minum air putih   

    Minumlah Air Satu Jam Sebelum Makan 

    Irna Gustia – detikHealth

    Jakarta, Untuk mengurangi makan berlebih banyak orang minum air terlebih dahulu sesaat sebelum makan. Sebaiknya hilangkan kebiasaan itu, jika ingin minum sebelum makan lakukanlah satu jam sebelum waktu makan.

    Mengonsumsi air terlalu banyak tepat sebelum makan memang membuat Anda kehilangan nafsu makan karena lambung menjadi penuh. Tapi minum air sesaat sebelum makan akan membuat proses penyerapan makanan oleh enzim menjadi lebih sulit.

    Karena air yang diminum butuh waktu 30 menit mengalir dari lambung menuju usus. Sehingga jika minum sesaat sebelum makan, belum sempat air menuju usus sudah ditambah dengan makanan yang membuat enzim bekerja lebih sulit.

    Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, seperti dikutip dari karangannya, ‘The Miracle of Enzyme’, Sabtu (20/2/2010), menyarankan agar minum air putih dilakukan 1 jam sebelum waktu makan.

    Seperti halnya tanaman, menurutnya ada periode yang baik untuk minum karena pengairan yang berlebihan pada tanaman akan membuat tanaman menjadi busuk dan layu. Sehingga ada periode waktu yang sesuai untuk tubuh minum air.

    Cara ideal untuk mencukupi kebutuhan air untuk tubuh adalah:

    1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari

    2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang

    2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.

    Menurutnya yang harus diperhatikan adalah minum air setelah bangun tidur karena cairan yang hilang harus cepat diganti saat bangun tidur.

    Profesor Hiromi tidak menyarankan minum air sebelum tidur tapi jika sangat haus bisa dilakukan satu jam sebelum waktu tidur.

    Minum air sesaat sebelum tidur bisa mencegah terjadinya aliran balik. Walaupun hanya air, jika bercampur dengan asam lambung bisa memasuki tenggorokan dan terhirup ke dalam paru-paru yang dikhawatirkan risiko menderita pneumonia.

    Biasakanlah tidur dengan perut kosong karena tenggorokan dirancang agar tidak ada yang masuk ke dalamnya selain udara. Jika masih ada makanan atau minuman, isi lambung akan meluap naik menuju kerongkongan saat Anda merebahkan diri. Saat itu terjadi, tubuh akan menyempitkan saluran pernapasannya dan menghentikan pernapasan Anda untuk mencegah isi lambung memasuki tenggorokan.

    Banyak kejadian orang meninggal akibat serangan jantung pada dini hari. Penyebabnya adalah karena asam yang mengalir balik sebagai akibat makan atau minum larut malam, dan berakhir pada tertutupnya saluran pernapasan, kemudian napas jadi tidak teratur, kadar oksigen dalam darah berkurang dan akhirnya kurang persediaan oksigen menuju otot jantung.

    Diakuinya, kebutuhan minum tiap orang berbeda tapi biasakan untuk minum air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) untuk orang dewasa. Jika cuaca sangat panas misalnya maka orang akan membutuhkan minum yang lebih banyak. Sebaliknya orang yang mengalami sistem pencernaan lemah dapat mengalami diare jika minum terlalu banyak.

    Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya. Hanya saja tetap perhatikan waktu-waktu untuk minum yang ideal, di luar kebutuhan minum lainnya.

    Jika kebutuhan air terpenuhi dengan baik maka Anda akan jarang terkena sakit. Saat kebutuhan air terpenuhi, air akan melembabkan area-area dalam tubuh yang mudah diserang oleh bakteri dan virus seperti daerah bronkus (pipa saluran pernapasan), mukosa lambung dan usus. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh menjadi aktif sehingga area-area tersebut menjadi sulit diserang virus atau bakteri.

    Sebaliknya jika air yang dikonsumsi kurang, membran mukus pada bronkus akan mengalami dehidrasi dan mengering, dimana dahak dan lendir diproduksi dalam bronkus. Jika tidak ada air yang cukup maka dahak dan lendir akan menempel pada bronkus yang kemudian menjadi tempat berkembangbiaknya virus dan bakteri.

    Air penting bagi tubuh. Jika tidak ada air orang tidak hanya kekurangan gizi, tapi kotoran dan racun juga akan terkumpul di dalam sel dan tidak dapat dikeluarkan. Efek buruknya, racun yang terakumulasi itu akan merusak sel-sel gen yang salah satunya bisa menyebabkan berubahnya gen menjadi sel kanker.(ir/ir)

    ***

    http://health.detik.com/read/2010/02/20/093458/1303260/766/minumlah-air-satu-jam-sebelum-makan

     
  • erva kurniawan 1:46 am on 9 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: manfaat sholat subuh, Rahasia Shalat Subuh, sholat subuh   

    Rahasia Shalat Subuh 

    Oleh: Dr. dr. Barita Sitompul SpJP

    Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat dengan berjalan kaki.

    Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.

    Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah “ash shalatu khairun minan naum“.

    Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat “ash shalatu khairun minan naum“?

    Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain. Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat itu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati.

    Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.

    Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.

    Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.

    Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sma lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini. Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat “ash shalatu khairun minan naum”? Shalat subuh lebih baik dari tidur?

    Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin.

    Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. “Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”.

    Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida.

    Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.

    Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga.

    Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.

    Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular.

    Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.

    Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus.

    Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.

    Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.

    Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.

    Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini.

    Amien.

     
  • erva kurniawan 1:35 am on 8 July 2010 Permalink | Balas  

    Hukum Shalat di Belakang Pelaku Maksiat yang Menampakkan Kemaksiatannya 

    Ahlus Sunnah menganggap shalat berjama’ah di belakang imam baik yang shalih maupun yang fasik dari kaum muslimin adalah sah. Dan menshalatkan siapa saja yang meninggal diantara mereka (Syarah Aqidah Thahawiyah hal. 529, takhrij dan ta’liq oleh Syaikh Syu’aib al Arnauth dan ‘Abdullah bin Abdul Muhsin at Turki).

    Dalam Shahih Bukhari no. 1660, 1662 dan 1663 disebutkan bahwa sahabat ‘Abdullah bin Umar radhiyallaHu ‘anHu pernah shalat dengan bermakmum kepada al Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqafi. Padahal al Hajjaj adalah seorang yang fasik dan bengis, sementara Abdullah bin Umar radhiyallaHu ‘anHu adalah seorang sahabat yang sangat hati – hati dalam menjaga dan mengikuti sunnah Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam.

    Al Hajjaj adalah seorang amir yang zhalim, dia menjadi amir di Irak selama 20 tahun dan dialah yang membunuh Abdullah bin Zubair bin ‘Awam ra. di Makkah, padahal sahabat Abdullah bin Zubair ra. adalah salah seorang dari empat orang yang ditugaskan oleh Khalifah Utsman bin Affan ra. untuk menulis ulang Al Qur’an. Hajjaj mati tahun 95 H (Taqribut Tahdzib no. 1144 dan Tahdzibut Tahdzib II/184-186 oleh al Hafizh Ibnu Hajar al Asqalany)

    Demikian juga yang dilakukan oleh sahabat Anas bin Malik radhiyallaHu ‘anHu yang juga bermakmum kepada al Hajjaj bin Yusuf.

    Berkaitan dengan masalah ini, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Mereka shalat mengimami kalian. Apabila mereka betul, kalian dan mereka mendapat pahala. Apabila mereka keliru, kalian mendapat pahala sedangkan mereka mendapat dosa” (HR. Al Bukhari no. 694 dan Ahmad II/355 dari Abu Hurairah ra.)

    Imam Hasan al Bashri rahimahullah pernah ditanya tentang boleh atau tidaknya shalat di belakang ahlul bid’ah, beliau menjawab, “Shalatlah di belakangnya dan ia yang menanggung dosa bid’ahnya”. Lalu Imam al Bukhari memberikan Bab dalam Kitab Shahihnya berkaitan dengan perkataan Imam Hasan al Bashri rahimahullah tadi yaitu : Bab Imamatil Maftuun wal Mubtadi’ di Kitabul Adzan.

    Berkata pula Imam Nawawi rahimahullah, “Bahwa shalat di belakang orang yang fasik dan pemimpin yang zhalim, sah shalatnya” (al Majmu’ Syahrul Muhadzdzab IV/253)

    Dan Imam Syafi’i rahimahullah menyebutkan dalam al Mukhtashar bahwa makruh hukumnya shalat di belakang orang fasik dan ahlul bid’ah, kalau dikerjakan juga, maka shalatnya tetap sah, dan inilah pendapat jumhur ulama’.

    ***

    Maraji’: Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka At Taqwa, Bogor, Cetakan Kedua, April 2005 M. Semoga Bermanfaat.

     
  • erva kurniawan 1:24 am on 7 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Lebih Besar Dari Dosa Zina 

    Suatu Senja, seorang wanita melangkahkan kaki mendekati kediaman Nabi Musa. Setelah mengucapkan salam, dia masuk sambil terus menunduk. Air matanya berderai tatkala berkata,  “Wahai Nabi Allah, tolonglah saya. Doakan agar Allah mengampuni dosa keji saya.”

    “Apakah dosamu wahai wanita..?” Tanya Nabi Musa. “Saya takut mengatakannya,”  jawab wanita itu. “Katakanlah, jangan ragu-ragu..!” desak Nabi Musa.

    Maka perempuan itu pun dengan takut bercerita, “Saya telah berzina.”Kepala nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. “Dari perzinaan itu saya Hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai mati,” lanjut perempuan itu seraya menangis.

    Mata Nabi Musa berapi-api. Dengan muka yang berang dia menghardik “Perempuan celaka, pergi dari sini. Agar Siksa Allah tak jatuh ke dalam rumahku. Pergi!!!” teriak nabi Musa sambil berpaling karena jijik.

    Hati perempuan itu bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh. Dia menangis tersedu-sedu dan keluar dari Rumah Nabi Musa. Ia Tak tahu harus kemana lagi mengadu. Bahkan dia tak tahu ke mana harus melangkahkan kaki. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana manusia lain bakal menerimanya?

    Sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak BERTAUBAT dari dosanya..? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar dari itu..?“

    Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu..? Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang hina itu..? “Tanyanya.

    “Ada..!!” jawab Jibril dengan tegas. “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada SERIBU kali Berzina.”

    Mendengar penjelasan ini Nabi Musa memanggil wanita tadi, lalu berdoa memohon ampunan kepada Allah. Nabi Musa menyadari, Orang yang meninggalkan Shalat dengan sengaja tanpa penyesalan seakan menganggap remeh perintah Allah. Sedangkan BERTAUBAT dan menyesali Dosa dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai IMAN di dadanya dan Yakin Allah itu ada.

    ***

    Dari Sahabat

     
    • determity 12:48 am on 20 Juli 2010 Permalink

      derajat ceritanya apa bro?sumbernya dari mana?hadist?shahih ga?

    • dandi 11:03 am on 10 Desember 2010 Permalink

      allah hu akbar

    • mul14 5:15 pm on 10 April 2011 Permalink

      Kok nggak pernah dengar sebelumnya cerita ini?? Pertanyaan yang sama dengan @determity. Sumbernya darimana nih?

    • erva kurniawan 7:56 am on 11 April 2011 Permalink

      Kisah ini dikutip dari 30 kisah teladan pengarang KH Abdurrahman Arroisy.

      Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.

      Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

      Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

      Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.

    • Mukti 1:09 pm on 6 Agustus 2011 Permalink

      Subhanallah…

    • sikoplac 9:04 am on 28 Mei 2012 Permalink

      subhanallah.. ane juga pernah denger cerita kek gtu..

  • erva kurniawan 1:21 am on 6 July 2010 Permalink | Balas
    Tags:   

    Taubat 

    Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

    Taubat adalah kembali dari bermaksiat kepada Allah menuju ketaatan kepadaNya.

    Taubat itu disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Artinya : Sesunguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” [Al-Baqarah : 222]

    Taubat itu wajib atas setiap mukmin. “Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya” [At-Tahrim : 8]

    Taubat itu salah satu faktor keberuntungan. “Artinya : Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” [An-Nur : 31]

    Keberuntungan ialah mendapatkan apa yang dicarinya dan selamat dari apa yang dikhawatirkannya. Dengan taubat yang semurni-murninya Allah akan menghapuskan dosa-dosa meskipun besar dan meskipun banyak. “Artinya : Katakanlah, Hai hamba-hambaKu yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semunya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Az-Zumar : 53]

    Jangan berputus asa, wahai saudaraku yang berdosa, dari rahmat Tuhanmu. Sebab pintu taubat masih terbuka hingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Allah membentangkan tanganNya pada malam hari agar pelaku dosa pada siang hari bertaubat, dan membentangkan tanganNya di siang hari agar pelaku dosa malam hari bertubat hingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya” [Hadits Riwayat Muslim dalam At-Tubah, No. 2759]

    Betapa banyak orang yang bertaubat dari dosa-dosa yang banyak dan besar, lalu Allah menerima taubatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Artinya : Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain berserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih ; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Furqan : 68-70]

    Taubat yang murni ialah taubat yang terhimpun padanya lima syarat.

    Pertama: Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan meniatkan taubat itu karena mengharapkan wajah Allah dan pahalanya serta selamat dari adzabnya.

    Kedua: Menyesal atas perbuatan maksiat itu, dengan bersedih karena melakukannya dan berangan-angan bahwa dia tidak pernah melakukannya.

    Ketiga: Meninggalkan kemasiatan dengan segera. Jika kemaksiatan itu berkaitan dengan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia meninggalkannya, jika itu berupa perbuatan haram dan ia segera mengerjakannya, jika kemaksiatan tersebut adalah meninggalkan kewajiban. Jika kemaksiatan itu berkaitan dengan hak makhluk, maka segera ia membebaskan diri darinya, baik dengan mengembalikannya kepada yang berhak maupun meminta maaf kepadanya.

    Keempat: Bertekad untuk tidak kembali kepada kemasiatan tersebut di masa yang akan datang.

    Kelima: Taubat tersebut dilakukan sebelum habis masa penerimaannya, baik ketika ajal datang maupun ketika matahari terbit dari tempat tenggelamnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Artinya : Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan. ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang” [An-Nisa : 18]

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Barangsiapa bertubat sebelum matahri terbit dari tempat tenggelamnya, maka Allah menerima taubatnya” [Hadits Riwayat Muslim daalm Adz-Dzikir wa Ad-Du’a, No. 2703]

    Ya Allah, berilah kami taufik untuk bertaubat semurni-murninya dan terimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    ***

    [Risalah fi Shifati Shalatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 44-45, Syaikh Ibn Utsaimin]

    [Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-3, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]

     
  • erva kurniawan 1:43 am on 5 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: kenapa mata kedutan, mata kedutan, penyebab mata kedutan, sebab mata kedutan   

    Mata Kedutan dan Penyebabnya 

    Irna Gustia – detikHealth

    Jakarta, Mata berkedut atau biasa dinamakan kedutan hampir pernah dirasakan semua orang. Karena jarang-jarang terjadi, ketika mata kedutan biasanya dianggap sebagai pertanda mau dapat rezeki atau dapat masalah.

    Mata kedutan biasanya hanya terjadi beberapa detik atau menit yang terjadi dalam sekali atau beberapa kali dalam satu hari. Atau terkadang akan hilang dan datang lagi.

    Kedutan terjadi sangat spontan yakni gerakan tiba-tiba pada kelopak mata atas atau bawah. Kedutan bisa terjadi pada semua usia dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena bukan penyakit berbahaya dan tidak mempengaruhi kemampuan penglihatan.

    Menurut Burt Dubow, OD, FAAO, pakar mata dari Contact Lens and Cornea Section of the American Optometric Association, kedutan bukan masalah medis yang serius. Kedutan adalah kontraksi yang melibatkan otot orbicularis oculi.

    Kedutan terjadi karena serabut saraf di dalam otak mengalami kontraksi sesaat. Denyutan pembuluh darah tiba-tiba seperti mengalami rangsangan (kontraksi) yang membangkitkan aliran listrik melalui nervus facialis yang membuat mata kejang sesaat.

    Kedutan dianggap berbahaya jika kejadiannya berlangsung secara terus menerus dan dalam waktu lama atau gerakannya tidak bisa diobati.

    Insiden dan kejadian kedutan tidak dapat diketahui, namun seperti dikutip allaboutvision, Minggu (21/2/2010) setidak ada 7 faktor yang menjadi penyebab kedutan:

    1. Stres

    Mata berkedut dapat menjadi salah satu tanda stres karena mata menjadi begitu tegang. Mengurangi penyebab stres dapat membantu membuat mata berhenti bergerak-gerak.

    2. Kelelahan

    Kurang tidur yang dialami entah karena stres atau alasan lain dapat memicu kejang kelopak mata. Segera bayar kekurangan tidur Anda dapat membantu mengurangi kedutan.

    3. Mata lelah

    Mata Anda mungkin bekerja terlalu keras yang memicu kelopak mata bergerak-gerak. Mata yang tegang karena terus menatap komputer salah satunya menjadi penyebab yang sangat umum dari gangguan mata.

    4. Kafein dan Alkohol

    Banyak ahli percaya bahwa terlalu banyak kafein dan alkohol dapat memicu mata berkedut karena tekanan pada pembuluh darah meningkat.

    5. Mata kering

    Lebih dari separuh penduduk tua mengalami mata kering akibat proses penuaan. Mata kering juga sangat umum bagi orang-orang yang menggunakan komputer, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin, antidepresan, memakai lensa kontak dan mengonsumsi kafein atau alkohol. Lelah dan stres juga bisa memicu mata kering.

    6. Ketidakseimbangan Nutrisi

    Beberapa laporan menunjukkan kekurangan zat gizi tertentu seperti magnesium dapat memicu kejang kelopak mata. Jika Anda mencurigai kekurangan gizi telah mempengaruhi kesehatan sebaiknya minta pendapat ahli gizi.

    7. Alergi

    Orang-orang dengan mata alergi memiliki gejala antara lain gatal, bengkak dan mata berair. Ketika mata digosok, akan mengeluarkan histamin yang memicu keluarnya air mata. Beberapa bukti menunjukkan bahwa histamin dapat menyebabkan kelopak mata bergerak-gerak.

    (ir/ir)

    ***

    http://health.detik.com/read/2010/02/21/095311/1303635/766/mata-kedutan-dan-penyebabnya

     
  • erva kurniawan 1:48 am on 4 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: Hitler Meninggal di Indonesia   

    Hitler Meninggal di Indonesia? 

    VIVAnews – Diktator Jerman, Adolf Hitler diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin pada 30 April 1945. Namun, fakta itu kini dipertanyakan.

    Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Senin 28 September 2009, Program History Channel Documentary Amerika Serikat menyatakan tengkorak milik Hitler yang disimpan Rusia bukan milik pemimpin NAZI tersebut.

    Itu adalah tengkorak perempuan berusia di bawah 40 tahun, bukan Hitler yang dinyatakan meninggal di usia 56 tahun.

    Penemuan ini, menguatkan kembali teori konspirasi bahwa Hitler tidak mati pada 1945. Dia diduga melarikan diri dan mati di usia tua.

    Sejumlah teori beredar soal dimana kematian Hitler. Ada yang mengatakan Hitler meninggal di Argentina, Brazil, Amerika Selatan, bahkan Indonesia.

    ***

    Jurnalis Argentina sekaligus pengarang buku ‘Bariloche Nazi’, Abel Basti meyakini Hitler tewas di Argentina pada 1960.

    Basti mengklaim Hitler melarikan diri dari Jerman menggunakan kapal selam. Bersama belahan jiwanya, Eva Braun, Hitler diyakini menghabiskan hari-hari terakhirnya di sebuah kota bernama Bariloche. Basti mendasarkan klaimnya atas keterangan beberapa saksi.

    Kemudian, seperti dikutip laman Salisburypost, 30 Agustus 1999, artikel surat kabar pada 17 Juli 1945, memberitakan Hitler dan Eva braun terlihat di Argentina.

    Seorang wartawan mengirim cerita dari Montevideo ke Chicago Times — Hitler dan Braun melarikan diri ke Argentina dengan kapal selam. Keduanya hidup di kompleks orang-orang Jerman di Patagonia.

    Sementara, klaim bahwa Hitler meninggal di Brazil didasarkan pengakuan anggota NAZI bahwa Hitler meninggal pada 1980 di Brazil.

    Brazil diketahui sebagai tempat pelarian para mantan pengikut Hitler. Sebuah makam NAZI bahkan ditemukan di pedalaman Hutan Amazon, lengkap dengan lambang NAZI di nisan yang berbentuk salib.

    ***

    Sebuah artikel mengejutkan telah lama beredar di sejumlah mailing list dan laman jejaring sosial. Artikel itu berisi versi lain cerita kematian diktator Jerman, Adolf Hitler. Dikatakan Hitler meninggal di Indonesia.

    Cerita ini berawal dari sebuat artikel di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo — dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama ‘Hope’ di Sumbawa Besar.

    Dia menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut.

    Klaim yang diajukan dr Sosrohusodo jadi polemik. Dia mengatakan dokter tua asal Jerman yang dia temui dan ajak bicara adalah Hitler di masa tuanya

    Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal — Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

    Kemudian, tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul.

    Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya — yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

    Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.

    Keyakinan Sosro, bahwa dia bertemu Hitler dan Eva Braun, membuatnya makin tertarik membaca buku dan artikel soal Hitler. Kata dia, setiap melihat foto Hitler di masa jayanya, dia makin yakin bahwa Poch, dokter tua asal Jerman yang dia temui adalah Hitler.

    Keyakinannya bertambah saat seorang keponakannya, pada 1980, memberinya buku biografi Adolf Hitler karangan Heinz Linge yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Try Budi Satria.

    Dalam halaman 59 artikel itu diceritakan kondisi fisik Hitler di masa tua. “Sejumlah orang Jerman tahu Hitler menyeret kakinya saat berjalan, penglihatannya makin kabur, rambutnya tak lagi tumbuh. Kala perang makin berkecamuk dan Jerman terus dipukul kalah, Hitler menderita kelainan syaraf.”

    Saat membaca buku tersebut, Sosro makin yakin, sebab kondisi fisik yang sama dia temukan pada diri Poch.

    Dalam buku tersebut juga diceritakan tangan kiri Hitler selalu bergetar sejak pertempuran Stalingrad (1942 -1943) — yang merupakan pukulan dahsyat bagi tentara Jerman.

    Sosro mengaku masih ingat beberapa percakapannya dengan Poch yang diduga adalah Hitler. Poch selalu memuji-muji Hitler. Dia juga mengatakan tak ada pembunuhan di Auschwitz, kamp konsentrasi yang diyakini sebagai lokasi pembantaian orang-orang Yahudi.

    “Saat saya bertanya soal kematian Hitler, dia mengatakan tak tahu. Sebab, saat itu situasi di Berlin dalam keadaan chaos. Semua orang berusaha menyelamatkan diri masing-masing,” kata Sosrohusodo, seperti dimuat laman Militariana.

    Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, “ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali.”

    Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya ‘Dolf’, yang diduga kependekan dari Adolf Hitler.

    Usai membaca artikel-artikel tersebut, Sosro mengaku menghubungi Sumbawa Besar. Dari sana, dia memperoleh informasi dr Poch meninggal di Surabaya.

    Poch meninggal pada 15 Januari 1970 pukul 19.30 di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya karena serangan jantung, dalam usia 81 tahun. Dia dimakamkan sehari kemudian di daerah Ngagel.

    Sementara istrinya yang asal Jerman pulang ke tanah airnya, Poch diketahui menikah lagi dengan wanita Sunda asal Bandung berinisial S. Dia diketahui tinggal di Babakan Ciamis.

    Setelah menutup mulut,  S akhirnya memberi semua dokumen milik suaminya pada Sosro. termasuk foto perkawinan, surat izin mengemudi lengkap dengan sidik jari Poch.

    Ada juga buku catatatan berisi nama-nama orang Jerman yang tinggal di beberapa negara, seperti Argentina, Italia, Pakistan, Afrika Selatan, dan Tibet. Juga beberapa tulisan tangan steno dalan bahasa Jerman

    Buku catatan Poch berisi dua kode, J.R. KepaD No.35637 dan 35638, kode simbol lelaki dan perempuan.

    “Ada kemungkinan buku catatatan dimiliki dua orang, Hitler dan Eva Braun,” kata Sosro.

    Ada juga tulisan yang diduga rute pelarian Hitler — yakni  B (Berlin), S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Belgrade), S (Sarajevo), R (Rome), sebelum dia ke Sumbawa Besar.

    Istri kedua Poch, S juga menceritakan suatu hari dia melihat suaminya mencukur kumis dengan gaya mirip Hitler. Ketika dia bertanya, suaminya menjawab, “jangan bilang siapa-siapa.”

    Sosro mengaku tak ada maksud tersembunyi di balik pengakuannya. “Saya hanya ingin menunjukan Hitler meninggal di Indonesia,” kata dia.

    Hingga saat ini apakah Hitler tewas di bunker, di Argentina, Brazil, atau Indonesia, belum bisa dipastikan. Kisah akhir hayat ‘sang Fuhrer’ terus jadi misteri.

    ***

    http://nasional.vivanews.com/news/read/131304-hitler_meninggal_di_indonesia_

     
    • rani 11:25 pm on 18 Oktober 2010 Permalink

      Blog top ni…

    • arip 1:46 am on 4 Maret 2011 Permalink

      legend memang selalu menyimpan misteri, dan lebih baik biar sperti itu saja

    • sandi 10:43 pm on 14 Maret 2011 Permalink

      mantap bang…

    • sandi 10:44 pm on 14 Maret 2011 Permalink

      tinggal dimana kalian…??

    • bloggers id 10:47 am on 14 Juli 2011 Permalink

      inanilahiwainailaihirojiun….. turut berbelasungkawa saja.. :)

    • ouchzine.wordpress.com 3:16 pm on 7 September 2013 Permalink

      wow,keren….. mampir di majalah online amatir saya ya gan

  • erva kurniawan 1:32 am on 3 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Keutamaan Sholat 2 Rakaat 

    Allah S.W.T selesai menciptakan Jibril as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang, sayap itu panjangnya antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124.000 sayap). Setelah itu Jibril as memandang dirinya sendiri dan berkata, “Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?.”

    Lalu Allah S.W.T berfirman “Tidak”

    Kemudian Jibril as berdiri untuk sholat dua rakaat karena syukur kepada Allah S.W.T dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20.000 tahun.

    Setelah selesai Jibril as sholat, maka Allah S.W.T berfirman yang bermaksud. “Wahai Jibril, kamu telah menyembah aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadah kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.’ Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan sholat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya sholat mereka itu aku lebih sukai dari sholatmu itu. Karena mereka mengerjakan sholat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan sholat bukan atas perintahKu.”

    Kemudian Jibril as berkata: “Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadah mereka?”

    Lalu Allah berfirman, “Ya Jibril, akan Aku berikan syurga Ma’waa sebagai tempat tinggal..”

    Kemudian Jibril as meminta izin kepada Allah untuk melihat syura Ma’waa.

    Setelah Jibril as mendapat izin dari Allah S.W.T maka pergilah Jibril as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat Jibril as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah S.W.T lalu ia berkata dalam sujud, “Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya?”

    Kemudian Allah S.W.T berfirman, “Wahai Jibril, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan sholat dua rakaat yang mereka kerjakan…..”

    Marilah sama-sama kita renungkan dan berusaha lakukan. Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara yaitu :

    1. Allah S.W.T telah menyembunyikan ridha-Nya dalam taat.
    2. Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
    3. Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
    4. Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
    5. Allah S.W.T telah menyembunyikan sholat yang paling utama di dalam sholat (yang lima waktu).
    6. Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam semua hari.

    ***

    Dari Sahabat

     
  • erva kurniawan 1:52 am on 2 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Untung Secukupnya Saja 

    Barangkali ada diantara kita yang menjadi seorang pedagang. Biasanya, rumus dagang yang kita gunakan adalah mendapatkan untung sebanyak-banyaknya dari barang yang kita jual. Dengan begitu, arus keuangan yang bisa didapatkan akan besar. Dan, ketika hal itu bisa dilakukan, kemudian kita bangga karena kita telah sukses dalam berdagang.

    Tapi, rumus itu tidak dipakai olah Bu Murah, seorang pedagang warung nasi.

    Di rumahnya yang kecil, dia membangun sebuah warung makan untuk para mahasiswa. Menunya tak jauh berbeda dengan warung-warung lainnya. Nasi rames, minuman (teh, jeruk) dan berbagai gorengan (tahu, tempe). Tapi, ada yang beda dari warung itu, yaitu harganya. Makanan disana harganya cukup murah, maka dikenalah sang ibu penjual nasi rames itu dengan sebutan Bu Murah

    Bandingkan saja. Di warung lainnya, untuk sebungkus nasi dan telur dihargai Rp 2.500 bahkan ada yang menjualnya dengan harga Rp.2.700. Sedangkan, di warung Bu Murah ini, untuk menu yang sama cukup mengeluarkan uang Rp.1.500 saja. Kadang saya berpikir, apa tidak rugi berdagang seperti itu. Tapi, kemudian saya tahu, cara berdagang Bu Murah menggunakan rumus untung secukupnya saja.

    Dengan cara berdagang demikian, warung Bu murah tetap eksis sampai sekarang. Bahkan selalu rame dikunjungi pelanggannya. Warung Bu Murah menjadi alternatif mahasiswa dalam mencukupi kebutuhan perut sehari-hari. Sepanjang pengamatan saya, pelanggannya tak hanya mahasiswa di sekitar warungnya. Mereka yang jauhpun berdatangan kesitu.

    Lantas, apa yang bisa kita petik dari sepenggal cara hidup Bu Murah ini.

    Hidupnya sederhana, tidak serakah. Dia tidak terlalu berambisi untuk mendapatkan keuntungan yang terlalu besar. Baginya, sudah merasa senang bisa memberikan pelayanan kepada mahasiswa yang membeli makanannya dengan harga terjangkau. Dengan begitu, mahasiswa diuntungkan, sementara Bu murah juga tidak merasa dirugikan.

    Begitulah cara Bu Murah memaknai hidupnya.

    Ah…andai saja negeri ini dipenuhi dengan orang-orang yang mempunyai padangan seperti Bu Murah, tentu saja keserakahan di negeri ini bisa terkurangi. Lihat saja bagaimana kondisi sekarang. Banyak kita temukan lewat pemberitaan diberbagai media massa, koruptor meraja lela. Sebenarnya, hidup mereka sudah berkecukupan bahkan boleh dibilang mewah. Tapi, karena nafsu serakahlah yang membuatnya masih merasa kurang. Maka, korupsi, mengambil uang negara dilakukan untuk sebuah ambisi berlebihan.

    Untuk itulah, hari ini kita belajar tentang kesederhanaan dalam hidup. Ketika hati kita dipenuhi oleh ambisi yang berlebihan, yang kadang menjadikan kita menghalalkan segala cara, ingatlah Bu Murah, hadirkan dia dalam kehidupan kita sehingga kita tidak terlalu berlebihan dalam hidup ini. Harta memang perlu, tapi toh dia tidak akan turut serta ketika ajal telah menjempul kita. Amal kebaikanlah yang nantinya menyertai kita.

    ***

    Diceritakan oleh: Sudaryono Achmad, Purwokerto, 13 April 2006 Pukul 05.30.

     
  • erva kurniawan 1:57 am on 1 July 2010 Permalink | Balas
    Tags: , , , , ,   

    Sebab Tiada Amarah 

    Dan bara tak kan terus berkobar, Jika tersentuh tirta kesejukan, Maka, terhempaslah kecamuk angkara, Tak kan mampu merasuk, dalam bening hati

    Siang tadi, sehabis sholat jum’at, ketika saya berjalan menuju ke warnet, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara benturan keras “brak”. Seorang pengendara motor jatuh tersungkur. Motor, lumayan hancur, sementara pengendaranya, seorang mahasiswa, hanya bisa mengerang kesakitan. Celananya robek terkena gesekan aspal dan darah bercucuran di kakinya.

    Namanya juga kecelakaan, kejadiannya tidak terduga dan terencana. Mahasiswa tadi menjelaskan kronologisnya, dia menyeruduk badan belakang truk karena truk tadi berhenti secara mendadak. Sementara, sang sopir truk menjelaskan bahwa mendadaknya berhenti karena ada motor juga didepannya, kalau tidak di rem, justru akan menabraknya dan dalam prediksinya, pasti akan parah. Maksud sopir truk memang baik, menghindari motor didepannya agar tak tertabrak, tapi tak disangka, justru ada sepeda motor lain dibelakangnya yang menyeruduknya. Agak lama keduanya bernegosiasi untuk mendapatkan solusi terbaik

    Sementara saya yang menyaksikan kecelakaan itu memutar otak, bagaimana penyelesaiannya agar masing-masing tidak merasa dirugikan ?

    Cukup dilematis, pikir saya. Saya tidak tega menyalahkan sang sopir, sementara saya juga kasihan kepada mahasiswa tadi, apalagi ketika dia bilang “Pak, ini gimana, soalnya bukan motor saya, ini motor pinjaman milik teman saya”. Di tengah kebuntuan, tiba-tiba ada salah satu orang yang juga menyaksikan kejadian itu menyeletuk dari belakang “Diselesaikan secara kekeluargaan saja”. Benar juga, akhirnya saya mengiyakan saja saran itu, diselesaikan secara kekeluargaan. Sopir truk kemudian memberikan uang Rp 100 ribu kepada mahasiswa tadi untuk memperbaiki motornya yang rusak, sementara mahasiswa tadi juga meminta maaf kepada sang sopir truk. Kasus kecelakaan selesai dan saya melanjutkan perjalanan ke warnet.

    Di sepanjang jalan, saya merenung, hikmah apa dibalik kecelakaan ini.

    Lantas, merenung juga, apa kunci kasus kecelakaan itu bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Kemudian saya menemukan jawabnya. Kuncinya adalah tiada amarah. Ya, karena tidak ada amarah yang meluap-luap dari sang sopir atau mahasiswa tadi. Keduanya cukup legowo menerima kecelakaan yang tak terduga dan tak terencana itu. Sehingga, pada akhirnya, kasus kecelakaan bisa terselesaikan dengan baik tanpa melibatkan polisi yang biasanya justru akan rumit.

    ***

    Kejadian itu berbeda dengan yang saya saksikan beberapa waktu yang lalu. Kasusnya sama, kecelakaan. Waktu itu, motor dengan motor. Seorang pemuda yang memboncengkan dua orang bertabrakan dengan seorang pedagang telur asin yang membawa barang dagangan di belakang motornya. Kejadianya di depan masjid kampus Nurul ‘Ulum Purwokerto.

    Setelah bertabrakan, amarah yang muncul. Semua merasa menang sendiri, tidak ada yang mau mengaku salah. Bahkan, ketika ada seorang satpam kampus yang mencoba melerainya, malah kena bogem mentah dari salah satu mereka yang bertabrakan itu. Akhirnya, terjadi saling pukul dan terjadi perkelahian hebat antar mereka. Saya agak ngeri juga menyaksikan kejadian itu. Akhirnya, saya tinggalkan saja sebab sudah banyak orang yang mengerumuninya. Entah apa yang terjadi selanjutnya.

    Dari kejadian ini, saya memetik sebuah hikmah dimana kemarahan selalu berujung kepada kondisi yang tidak baik. Berujung dendam dan pemusuhan. Bayangkan seandainya sang sopir dan mahasiswa yang tadi saya ceritakan diawal meluapkan amarahnya. Bisa jadi, kondisinya akan sama dengan peristiwa kecelakaan yang saya ceritakan di kasus kedua.

    Kini, setelah saya menyadari hal ini, semoga saja saya dan kita semua bisa mengelola kemarahan agar tidak meluap keluar secara berlebihan, karena ujungnya selalu tidak baik.

    Untuk itulah, kita bisa belajar atas kejadian itu agar dalam keadaan apapun, ketika ada yang tidak sesuai dengan hati kita, cobalah untuk bisa menahan amarah. Dengan begitu, kita bisa menghindarkan diri dari kerusakan, dendam, permusuhan, perselisihan dll yang muncul sesudahnya. Harapannya, setiap permasalahan yang kita hadapi bisa diselesaikan dengan kepala jernih sehingga akan baik hasil akhirnya.

    Lebih dari itu, ketika kita berusaha untuk menahan amarah, kita juga bisa berharap atas janji Allah seperti dalam sebuah hadist yang bunyinya, “Barang siapa menahan amarahnya padahal ia sanggup melampiaskannya. Maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat dihadapan makhluk sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya” (HR Timidzi).

    Bidadari….Ya Bidadari. Ingin sekali saya bisa mendapatkannya, bagaimana dengan Anda…?

    ***

    Diceritakan oleh: Sudaryono Achmad, Kota Satria, 8 April 2006 pukul 19.53

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: