Tagged: bekerja Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 10:14 am on 28 September 2009 Permalink | Balas
    Tags: bekerja, bekerja keras   

    Anjuran Untuk Bekerja 

    bekerjaPada suatu ketika para sahabat memuji seseorang dihadapan Rasulullah SAW. Lantaran seseorang itu sepanjang waktu tiada henti-hentinya berdoa, berdzikir. Mendengar kisah itu Rasulullah bertanya, “Bagaimanakah atau siapakah yang memenuhi kebutuhan hidup orang itu dan keluarganya?”. Para sahabat menjawab, “Kami memenuhi kebutuhan orang itu dan keluarganya. ”  Maka Rasulullah bersabda, ” Kalian lebih baik dari dia.”

    Islam melarang umatnya menjadi pengangguran.

    Bekerja, mencari nafkah dianjurkan bagi setiap orang yang beriman. Apapun jenis pekerjaannya asalkan halal lebih terpuji daripada menganggur. Dengan bekerja maka kaum muslimin dapat bersedekah dan mengeluarkan zakat dan melakukan amal-amal saleh sebanyak mungkin.

    “Dan katakanlah (hai Muhammad), ” Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta  orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu. …….” [QS At Taubah; 9:105]

    Kewajiban manusia untuk bekerja telah banyak dicontohkan dalam kisah kehidupan para Nabi Allah SWT. Dalam hadith disebutkan, bahwa Nabi Adam as mencari nafkah dengan bercocok tanam. Nabi Daud as adalah tukang besi, Nabi Idris as adalah seorang penjahit, Nabi Musa as adalah penggembala, Nabi Nuh as seorang tukang kayu.

    Dan Rasulullah SAW pada masa mudanya adalah juga penggembala. Bahkan ketika telah diangkat menjadi Rasul, Nabi SAW masih bekerja memberi makan untanya, menambal sandal, menjahit pakaian serta menggiling gandum ketika pembantunya sakit. Bahkan Rasulullah juga pergi berbelanja ke pasar dan membawa belanjaannya sendiri. Sungguh agung dan mulia pribadi Rasulullah. Salam dan salawat bagi Nabi SAW.

    ***

    [Dari berbagai sumber]

    Iklan
     
    • anissa 3:44 pm on 2 Oktober 2009 Permalink

      bekerjalah dgn sabar dan ikhlas

  • erva kurniawan 7:06 pm on 17 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: bekerja, , , menghapus dosa   

    Bekerja Sungguh-Sungguh = Menghapus Dosa 

    Bkerja kerasekerja dengan sungguh-sungguh menurut sejumlah hadits dapat menghapus dosa, yang tidak bisa dihapus oleh aktivitas ibadah ritual sekalipun.

    “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni.” (HR. Ahmad)

     “Sesungguhnya di antara perbuatan dosa ada dosa yang tidak bisa terhapus (ditebus) oleh (pahala) shaum dan Shalat. Ditanyakan pada Beliau: “Apakah yang dapat menghapuskannya, Ya Rasulullah ?” Jawab Rasul SAW: “Kesusahan (bekerja) dalam mencari nafkah penghidupan” (HR. Abu Nu’aim)

     “Sesungguhnya di antara perbuatan dosa ada dosa yang tidak bisa terhapus (ditebus) oleh (pahala) shalat, shadaqah (zakat), ataupun haji. Namun hanya dapat ditebus dengan kesusahan dalam mencari nafkah penghidupan.” (HR. Thabrani)

    Jika, bekerja sungguh-sungguh saja menghapus dosa, maka sudah semestinya seorang muslim – termasuk para pebisnisnya – dalam menjalankan setiap pekerjaan haruslah bersungguh-sungguh dan penuh semangat.

    Dengan kata lain, harus dengan etos kerja yang tinggi. Seorang muslim adalah seorang pekerja lebih (smart-worker) , mempunyai disiplin yang tinggi, produktif dan inovatif.

    ***

     
    • Anung 8:01 am on 24 Januari 2011 Permalink

      posting singkat yang mengguggah sobat……saya copas di Fb saya :)
      btw…kunjungi bloh saya ya? :)

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: