Updates from Juli, 2009 Toggle Comment Threads | Pintasan Kibor

  • erva kurniawan 4:56 am on 22 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: kentut, manfaat kentut   

    Gas Kentut Membawa Angin Segar Bagi Ilmuwan 

    kentutHidrogen sulfida, salah satu gas penyebab bau kentut, ternyata bermanfaat. Selain sebagai anti-pembengkakan, gas ini turut mengatur tekanan darah.

    Terkadang, kemunculannya dianggap memalukan. Kebanyakan orang menilai tak sopan bila mengeluarkannya sembarangan. Bila ia terlanjur keluar, tak jarang orang berusaha menahan dan menyembunyikan.

    Baunya khas seperti kotoran. Ada pula yang mengatakan mirip telur busuk bahkan sampah dekat selokan di pinggir jalan. Gas kentut, atau lebih tepat yang akan dibicarakan adalah gas hidrogen sulfida, sejak dulu memang dipandang sebelah mata.

    Sedikit sekali yang memikirkan hikmah di balik ciptaan-Nya. Bahkan, di antara manusia ada yang berpaling setelah diperlihatkan tanda kekuasaan Allah.

    Menghadapi yang demikian, Allah telah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda kekuasaan-Nya, meski berbau dan dianggap hina seperti hidrogen sulfida. “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya”. (QS. Yusuf 12:105)

    Hidrogen Sulfida dan Kehidupan

    Hidrogen sulfida merupakan gas alami yang sering dijumpai manusia. Di alam bebas, gas dengan rumus kimia H2S ini dihasilkan oleh tumpukan sampah dan gunung berapi. Tak hanya berbau busuk, gas tersebut juga berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan jika dihirup dalam jumlah tertentu.

    Bagi manusia, gas ini juga tak asing didengar telinga. Di dalam tubuh, hidrogen sulfida secara alami dihasilkan oleh bakteri penghuni usus besar manusia. Gas tersebut adalah hasil samping pembusukan makanan yang dicerna. Seperti gas lain yang dihasilkan tubuh, ketakseimbangan produksi H2S menimbulkan berbagai penyakit.

    Dahulu, manusia enggan menelisik jauh makna dibalik kentut. Namun, kini agaknya orang perlu berpikir ulang atas sikap yang demikian. Sebagaimana hasil penelitian yang akan dipaparkan, gas tersebut ternyata bermanfaat bagi kesehatan.

    Penelitian Gas Kentut

    Penelitian yang sudah dirintis beberapa tahun lalu, sedikit demi sedikit kini membuahkan hasil. Berdasarkan penelitian, ada beberapa kegunaan hidrogen sulfida di dalam tubuh. Di antaranya, gas tersebut berperan dalam mengatur tekanan darah dan mencegah terjadinya pembengkakan (anti-pembengkakan/ anti-inflamasi) .

    Para peneliti dari Peninsula Medical School dan Kings College di London telah berhasil mengetahui mekanisme peran gas hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Gas tersebut bekerja dengan melonggarkan jaringan pembuluh darah serta meningkatkan kelenturan pembuluh vena dan arteri. Akibatnya, peredaran darah dalam tubuh lebih lancar.

    Hasil penelitian juga dapat menjelaskan keterkaitan fungsi H2S dengan gas-gas lainnya, semisal oksida nitrit (NO), dopamin, dan asetilkolin. Gas-gas tersebut sangat berperan dalam penyampaian sinyal antar sel saraf serta dapat membangkitkan atau meredam aktivitas pemikiran di otak.

    Terkuaknya mekanisme peran gas kentut di dalam tubuh membawa angin segar bagi perkembangan dunia kesehatan. Penemuan ini dapat menginspirasi pembuatan dan modifikasi obat sehingga lebih tepat sasaran. Tak hanya itu, efek samping penggunaan obat juga dapat berkurang.

    “Sekarang kita tahu peranan hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Adalah mungkin untuk merancang terapi obat yang meningkatkan pembentukan [pengaturan tekanan darah] itu sebagai alternatif cara menangani tekanan darah tinggi yang ada saat ini”, kata Solomon H. Snyder, MD dari John Hopkins Medical Institutions.

    Selain berperan dalam pengaturan tekanan darah, gas hidrogen sulfida juga ternyata lebih aman dan efektif sebagai obat anti-pembengkakan (anti-inflamasi) . Hal tersebut merupakan temuan terkini para peneliti dari Peninsula Medical School.

    “Meskipun obat-obatan anti-pembengkakan tradisional sangat ampuh dan aman, keduanya dapat merusak lapisan permukaan dalam dinding lambung pada sebagian orang sehingga menimbulkan gangguan lebih lanjut. Pelepasan H2S secara terkendali dan terus-menerus memberikan peluang bagi pengembangan kelompok baru obat-obatan anti-pembengkakan atau mendorong perbaikan obat-obatan yang ada sekarang sehingga [obat-obatan] itu juga melepaskan H2S dan harapannya menimbulkan lebih sedikit akibat samping pada lambung-usus”, papar Dr. Matt Whiteman.

    Ia juga menambahkan, “kami baru saja mulai mengungkap peran mengejutkan H2S dalam tubuh. Tak hanya dalam sistem jantung-pembuluh darah, tetapi juga peranannya dalam anti-pembengkakan, pelemahan saraf, dan diabetes, serta perananya dalam kesehatan” .

    Dianggap Hina, Tapi Berguna

    Demikianlah Allah menciptakan sesuatu dengan rancangan dan fungsi yang tepat. Tak satu pun di dunia ini yang Dia ciptakan tanpa manfaat. Bahkan, barang yang dianggap hina semisal gas kentut, ternyata membawa maslahat.

    Bayangkan, jika tak ada hidrogen sulfida dalam tubuh. Boleh jadi sistem peredaran darah tidak akan sebaik sebagaimana seharusnya. Pun, proses anti-pembengkakan tidak akan terjadi sesempurna sekarang, serta berkemungkinaan membawa masalah kesehatan.

    Oleh karena tidak adanya kesia-siaan dalam ciptaan Allah mana pun, termasuk seremeh gas kentut, maka sudah sepantasnya bagi manusia untuk berupaya memikirkan penciptaan oleh Allah. Hal ini senada dengan firman Allah dalam Al Quran yang menjelaskan ciri orang berakal: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” . (QS. Ali Imron 3:191)

    ***

    Oleh: Syaefudin, Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor.

     
    • Rahmat ILham 12:40 am on 19 Agustus 2009 Permalink

      maaf mas boleh tidak saya mengcopy aritkelnya?? untuk dipublish ulang… terimakasih sebelumnya.. mohon kirim balasan ke email saya

    • fanny 6:43 pm on 19 Agustus 2009 Permalink

      Maaf..
      Saya pengen sebarin artikel ini ke tmn2 saya lewat FB..
      Tapi ga semua.. yang penting2 aja..
      boleh kan??
      terima kasih..

    • roman 12:51 pm on 15 Januari 2010 Permalink

      kalau boleh nanya. gimana cara manfaatinnya???? trims

    • syahdah dinuriah 11:52 am on 17 Juni 2010 Permalink

      saya ingin menjadikan “proses kentut pada kesehatan manusia” ini sebagai judul makalah bahasa inggris saya di SMA.
      boleh saya minta penjelasan yang lebih detail lagi

    • rozaq 11:10 pm on 20 Februari 2011 Permalink

      hey bro boleh ga ane copy semua file ini dan di taruh di blog dan tolong di bales lewat Email ane ya….

  • erva kurniawan 4:33 am on 21 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: al ikhlas, keutamaan al ikhlas   

    Keutamaan Surat Al-Ikhlas 

    surat_al_ikhlas

    Sebelum kita membicarakan keutamaan Surat Al-Ikhlas, terlebih dahulu akan disampaikan tentang nama-nama dari Surat Al-Ikhlas itu sendiri. Nama Surat Al-Ikhlas itu jumlahnya ada 20 nama yakni :

    1. At-Tafrid.
    2. At-Tajrid.
    3. At-Tauhid.
    4. Al-Ikhlas.
    5. An-Najat.
    6. Al-Wilayah.
    7. An-Nisbah.
    8. Al-Ma’rifah.
    9. Al-Jamal.
    10. Al-Muqasyqasyah.
    11. Al-Mu’awwidzah.
    12. As-Shamad.
    13. Al-Asas.
    14. Al-Maani’ah.
    15. Al-Muhtadhar.
    16. Al-Munfiroh.
    17. Al-Baroah.
    18. Al-Mudzkiroh.
    19. An-Nuur.
    20. Al-Insan.

    Banyak nama menunjukkan banyak kelebihan. Mengingat Surat ini mengandung akidah yang sangat mendasar, maka keutamaannya cukup banyak. Antara lain sebagai berikut :

    1. Hadis riwayat Anas bin Malik, menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas satu kali, seolah-olah dia membaca sepertiga Quran. Barangsiapa membacanya dua kali, seolah-olah dia membaca dua pertiga Quran. Barangsiapa membacanya tiga kali, seolah-olah dia membaca Quran seluruhnya. Dan barangsiapa membacanya sepuluh kali, dibina Allah untuknya sebuah rumah dalam surga terbikin dari permata ya’kut yang berwarna merah.”

    2. Sabda Rasulullah Saw yang maksudnya : “Hai Aisyah, engkau jangan tidur dulu sebelum engkau kerjakan empat perkara : 1. Khatamkan Al-Quran, 2. Jadikan semua Nabi membelamu nanti pada hari kiamat, 3. Jadikan semua orang mukmin rela  kepadamu, dan 4. Kerjakan Haji dan Umrah.” Kemudian Rasulullah pun shalat, sedangkan Aisyah tinggal ditempat tidur. Selesai Shalat, Aisyah pun berkata : “Rasulullah, tebusanmu ibu dan ayahku, Rasulullah suruh saya mengerjakan empat perkara yang saya tidak sanggup melakukannya pada waktu ini.” Beliau tersenyum, seraya bersabda : ” Apabila engkau membaca Qul Huwallahu Ahad (tiga kali), maka seolah-olah engkau telah mengkhatamkan Al-Quran. Jika engkau membaca shalawat kepadaku dan kepada semua Nabi sebelumku, maka kami nanti akan mensyafaatkanmu pada hari kiamat. Dan apabila engkau meminta ampunkan orang-orang mukmin, maka tentu semua mereka nanti akan rela kepadamu. Dan apabila engkau membaca “Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, Wallahu Akbar, maka sesungguhnya engkau berarti telah mengerjakan Haji dan Umrah.”

    Hadis itu menerangkan, kalau mau tidur setelah badan tergeletak diatas ranjang, maka baik dibaca:

    • Surat Al-Ikhlas tiga kali. Sama pahalanya dengan membaca satu khatam Quran.
    • Shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan Nabi-Nabi lainnya, dengan mengucap : Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad Wa ali Muhammad wa’ala jami’il  anbiyaai wal mursalin.
    • Mendoakan orang-orang mukmin dengan mengucapkan tiga kali Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mukiminina wal mukminat.
    • Membaca raja tasbih tiga kali, yakni : Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Wallahu Akbar, Wala haula walaquwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.” Apabila dibaca tiga kali tasbih ini, maka sama pahalanya dengan satu kali Haji dan Umrah.

    3. Pada suatu hari seorang laki-laki melaporkan halnya kepada Rasulullah Saw tentang kesusahan hidup yang dideritanya. Ia mohon supaya diajarkan amalan singkat untuk menghilangkan kesempitan hidup itu. Maka Rasulullah Saw menyuruhnya supaya setiap kali masuk kerumah sendiri, memberi salam kemudian membaca surat Al-Ikhlas tiga kali. Jika rumah kosong tidak ada orang didalam, maka memberi salam kepada Rasulullah SAW kemudian sambil melangkah masuk dibaca tiga kali surat Al-Ikhlas. Laki-laki itupun mengamalkannya, alhamdulillah lapang rezekinya, melimpah sampai kepada jiran tetangganya.

    4. Pada suatu hari Rasulullah Saw sedang duduk dalam mesjid Madinah. Tiba-tiba datang rombongan mengusung jenazah untuk di shalatkan. Para sahabat mempersilahkan Nabi untuk menyembahyangkannya . Beliau bertanya : ” Apakah mayat ini meninggalkan hutang? Mereka menjawab : ” Ya, benar, dia meninggalkan hutang sebanyak 4 dirham.” Lantas beliau bersabda : ” Saya tidak mau menyembahyangkan mayat yang meninggalkan hutang. Shalatkan kamulah dia.” Pada saat itu Jibrilpun datang seraya berkata : “Hai Muhammad, Allah berkirim salam kepadamu. Dia berfirman : “Aku sudah mengutus Jibril menyamar seperti mayat itu dan sudah melunaskan hutangnya. Tegaklah, shalatkan dia karena dian sudah diampuni Allah dan barangsiapa yang ikut menyembahyangkannya , niscaya diampuni Allah pula dosanya.” Nabi Muhammad Saw pun bertanya : ” Hai Jibril, dari mana dia memperoleh kehormatan ini “? Jibril menjawab :”Dia mendapat kehormatan itu, karena setiap hari membaca seratus kali Qul Huwallahu Ahad.” Didalamnya terdapat keterangan tentang sifat-sifat Allah dan pujian terhadap-Nya” Hadis itu menunjukkan barangsiapa membaca “Qul Huwallahu Ahad” seratus kali dalam sehari, maka Allah akan melunaskan hutangnya sebelum mati.

    5. Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya :” Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas pada sakit yang membawa kepada kematiannya, niscaya mayatnya tidak busuk dalam kubur, hadis lain menyatakan tidak terfitnah dalam kuburnya, aman dari kesempitan kuburan, dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shirotol mustaqim sampai kesurga.”

    6. Menurut hadis Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad 50 kali, niscaya diampuni dosanya lima puluh tahun.”

    7. Menurut Hadis Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya ” Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sepuluh kali dibina Allah untuknya satu istana didalam surga. Barangsiapa membacanya 20 kali, dibina Allah untuknya dua istana dalam surga. Barangsiapa membacanya 30 kali maka dibina Allah untuknya tiga istana dalam surga. Umar bin Khattab berkata: ” Ya, Rasulullah, kalau begitu akan banyaklah istana kmi dalam surga” Maka Rasulullah Saw bersabda : “Allah lebih lapang (luas) dari pada itu.”  Maksudnya, bagi Allah berapapun jumlah istana itu soal mudah.

    8. Hadis Anas bin Mali menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa membaca Qul Huwallahu Ahad sekali, dia diberkati. Barangsiapa membacanya dua kali dia dan keluarganya diberkati. Barangsiapa membacanya tiga kali, dia, keluarga dan jiran tetangganya diberkati. Barangsiapa membacanya 12 kali, dibina Allah untuknya 12 istana didalam surga. Jika dibacanya 100 kali, maka dihapuskan Allah dosanya (dosa kecil) selama 50 tahun, kecuali pertumpahan darah dan harta benda. Jika dibacanya 200 kali, dihapuskan dosanya 100 tahun. Jika dibacanya 1000 kali, niscaya sebelum mati telah dilihat atau diperlihatkan kepadanya tempatnya dalam surga.”

    9. Menurut hadis riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad Saw bersabda yang maksudnya : “Tatkala saya dalam perjalanan Israk Mi’raj kelangit, saya melihat ‘Arasy ditegakkan atas 360.000 sudut. Jarak dari satu sudut kesudut lainnya, kira-kira 300.000 tahun perjalanan. Dibawah setiap sudut itu terdapat 12.000 padang  pasir. Panjang setiap padang  pasir itu dari matahari terbit kematahari terbenam. Disetiap padang pasir itu terdapat 80.000 Malaikat membaca Qul Huwallahu Ahad.” Selesai membaca mereka menyatakan :”Ya Tuhan, kami hibbahkan pahala bacaan kami ini kepada setiap orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik dia laki-laki maupun wanita.” Para sahabat kagum tercengang mendengarnya. Lantas Rasulullah Saw bertanya :”Herankah kamu, sahabat-sahabatku ? Mereka menjawab : ” Ya,benar kami heran.” Beliau melanjutkan :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis disayap Jibril. “Allahush Shomad” tertulis disayap Mikail. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis disayap Izrail. “Walam Yakun Lahu kufuan Ahad” tertulis disayap Israfil. Maka barangsiapa diantara ummatku membaca “Qul Huwallahu Ahad” niscaya dikurniai Allah ia pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.” Kemudian beliau bertanya lagi:”Herankah kamu, mendengarnya? . Mereka menjawab:”Ya, benar kami heran.” Lantas beliau bersabda :”Demi Allah yang diriku ditangan-Nya, “Qul Huwallahu Ahad” tertulis di kening Abu Bakar Shiddiq. “Allahush Shomad” tertulis dikening Umar Al-Faruq. “Lam Yalid Walam Yulad” tertulis dikening Usman Zin-Nurain. Dan “Walam Yakun Lahu Kufuan Ahad ” tertulis dikening Ali As-Sakhiy. Maka barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas niscaya dikurniai Allah ia pahala Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.

    10. Menurut Hadis Al-Baihaqi, dari Umamah Al-Bahili, bahwa Jibril telah mendatangi Nabi SAW bersama dengan 70.000 Malaikat di Tabuk Jibril berkata :”Rasulullah, saksikan jenazah Muawiyah dari Tabuk bersama Jibril dan sejumlah Malaikat lain. Kemudian Rasulullah Saw bersabda :” Jibril, apa sebabnya Mu’awiyah beroleh martabat seperti itu.? Jibril menjawab :”Dia memperoleh kehormatan itu, akibat membaca “Qul Huwallahu Ahad setiap hari, sedang berdiri, duduk, ruku’ dan berjalan.”

    ***

    Demikianlah beberapa kelebihan membaca Qul Huwallahu Ahad. Maka silahkanlah mengamalkannya, dengan ketentuan setiap membacanya, harus dibaca Bismillah. Karena pernah terjadi seorang laki-laki di Mekkah bermimpi, melihat ratusan ekor burung merpati terbang diatas angkasa kota Mekkah, tetapi tak seekorpun berkepala. Keesokan harinya ditanyakannya kepada seorang ahli ta’bir mimpi. Syekh ahli ta’bir mimpi itu menyatakan :”Barangkali anda rajin membaca Qul Huwallahu Ahad, tetapi tidak membaca Bismillahirrahmanir rahim dipangkalnya. ”

    Bismillahirrahmanir rahim itu hurufnya 19, persis sebanyak Malaikat Zabaniyah penunggu neraka. Barangsiapa rajin membaca Bismillahirrahmanir rahim pada setiap memulai pekerjaan yang dibenarkan agama, niscaya ia terhindar dari ancaman Malaikat Zabaniyah.

    ***

    (Dari Pengajian Al-Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf dan Beberapa Tambahan dari beberapa sumber)

     
    • Annisa 1:50 pm on 22 Juli 2009 Permalink

      Subhanallah..
      semoga kita bisa diberi kekuatan
      untuk dpt mngamalkan salah 1 diantaranya.. amiiin..

    • ANDI MARYAM 9:49 am on 21 Januari 2011 Permalink

      Subhanallah….terimakasih atas ilmunya…smoga kita bisa mengamalkannya..

    • ROZI.P. 9:34 am on 5 Mei 2011 Permalink

      saranku ……
      hal yang diataass……… tidak akan berfaaedaahh jika tidak di landasi dengan keikhlasannnn??
      karna inti.. dari pada hidupp adalah IKHLAS…….,,, WASALAM?

    • Herman Surbakti 1:45 am on 28 Juli 2011 Permalink

      Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat hidayah atas segala amalan kita.
      Amin ya rabbal alamin..

    • mawa 9:47 am on 2 Agustus 2011 Permalink

      subhanallah..betapa dahyatnya manfaat surat al ikhlas..
      yuk sering2 baca…!

    • rie 7:52 am on 25 Agustus 2011 Permalink

      ijin share gan

    • mico 2:01 pm on 6 Januari 2012 Permalink

      subhanallah…… trimakasih atas ilmunya semoga bermanfaat bagi kita semua dunia & akhirat amin….

    • wahyudi 11:30 am on 11 Februari 2012 Permalink

      subahanallah… artikel sangat bermanfaat terima kasih …

    • dry as 8:30 pm on 2 Maret 2012 Permalink

      subahanallah ,,izin share Gan terima kasih atas infonya yang bermanfaat ini…

    • ACH. HOLILI 8:47 pm on 22 Maret 2012 Permalink

      subahanallah . .

    • widi 11:07 am on 20 April 2012 Permalink

      Alhamdulillah….jadi menambah pengetahuan saya, semoga bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua..amiinn…

    • dahri doank 12:41 am on 18 Mei 2012 Permalink

      Bismillah hirrahman nirrahim…………..Mantap nian ….subhanallah,,ijin copy gan.

    • Among 11:22 pm on 19 Juni 2013 Permalink

      Subhanallah Walhamdulillah Wala ilaha illallah Allahu akbar
      ..jempol buat anda gan… :)

  • erva kurniawan 8:05 pm on 18 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: adab bersin, adab menguap, ,   

    Adab Menguap dan Bersin 

    Siluet masjid 4Kebanyakan dari kita, mungkin beranggapan bahwa ibadah hanyalah sebatas pada shalat, puasa, haji, dan zakat. Padahal ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai oleh Allah dan yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satu ibadah yang diremehkan oleh sebagian kaum muslim adalah menjaga adab-adab yang telah diajarkan oleh Islam. Adab-adab tersebut memang terkesan sepele, tetapi jika kita mengamalkannya dengan niat beribadah dan dengan niat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amal tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah Ta’ala.

    Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Salah satu adab islami yang sudah banyak ditinggalkan kaum muslimin adalah adab ketika bersin dan menguap. Banyak kaum muslimin saat ini yang tidak mengetahui adab ini. Ketika bersin, banyak di antara mereka yang tidak mengucapkan “alhamdullillah”. Mungkin itu disebabkan mereka lupa atau tidak mengetahui keutamaannya.

    Demikian pula ketika ia menguap, seharusnya seorang muslim menahannya semampu mungkin. Akan tetapi, banyak dari kita, membuka mulut lebar-lebar saat menguap, sehingga semua orang pun bisa melihat seluruh isi mulutnya.

    Ada pula yang ketika menguap, mengucapkan ta’awudz, padahal perbuatan semacam ini sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesungguhnya jika seorang muslim mengetahui betapa besar pahala yang akan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika seorang muslim meneladani Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam maka sudah pasti manusia akan berlomba-lomba melaksanakan adab-adab yang telah diajarkan oleh Islam ini. Meskipun hal tersebut dalam perkara yang remeh di mata manusia.

    **

    Sesungguhnya Allah Membenci Menguap

    Jika kita mengaku muslim dan mengaku bahwasanya kita mencintai Allah, maka salah satu konsekuensinya adalah mencintai segala sesuatu yang dicintai oleh Allah, serta membenci dan menjauhi segala sesuatu yang dibenci oleh Allah. Salah satu perkara yang dibenci oleh Allah adalah menguap. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap. Maka apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan ‘Alhamdullillah’). Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mendoakannya. Adapun menguap, maka ia berasal dari setan. Hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin, dan apabila mengeluarkan suara ‘ha’, maka saat itu setan menertawakannya.” (HR Bukhari)

    Allah membenci menguap karena menguap adalah aktivitas yang pada akhirnya membawa pada kemalasan dalam beribadah. Menguap adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah, terlebih-lebih ketika pada waktu shalat. Para nabi tidak pernah menguap, dikarenakan menguap adalah salah satu aktivitas yang dibenci oleh Allah.

    **

    Tahanlah Semampumu

    Jika seseorang ingin menguap, maka hendaklah dia menahannya sebisa mungkin, atau dengan menutup jalan terbukanya mulut dengan menggunakan tangannya. Hal ini sesuai dengan hadits yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Menguap adalah dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin.” (HR Muslim)

    Ketika seseorang ingin menguap hendaknya ia menutup mulutnya dengan tangan kiri, karena menguap adalah salah satu perbuatan yang buruk.

    **

    Sesungguhnya Allah Mencintai Orang yang Bersin

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bersin.” (HR Bukhari)

    Bersin merupakan sesuatu yang disukai karena bersin dapat menyehatkan badan dan menghilangkan keinginan untuk selalu mengenyangkan perut, serta dapat membuat semangat untuk beribadah.

    Ketika Bersin Hendaknya Kita…

    1. Merendahkan suara.
    2. Menutup mulut dan wajah.
    3. Tidak memalingkan leher.
    4. Mengeraskan bacaan hamdalah, walaupun dalam keadaan shalat.

    Macam-Macam Bacaan yang Dapat Kita Amalkan Ketika Bersin

    • Alhamdulillah (segala puji hanya bagi Allah).
    • Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam).
    • Alhamdulillah ‘ala kulli haal (segala puji bai Allah dalam setiap keadaan)
    • Alhamdulillahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi, mubaarakan ‘alaihi kamaa yuhibbu Rabbuna wa yardhaa” (segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak lagi penuh berkah dan diberkahi, sebagaimana yang dicintai dan diridhai oleh Rabb kami).

    **

    Tunaikanlah Hak Saudaramu

    Islam adalah agama yang sangat indah, dan salah satu keindahan agama ini adalah memperhatikan keadilan dan memberikan hak kepada sang pemiliknya.

    Salah satu hak yang harus ditunaikan oleh seorang muslim dan muslimah kepada muslim dan muslimah yang lain adalah ber-tasymit (mendoakan orang yang bersin) ketika ada seorang dari saudara atau saudari kita yang muslim bersin dan ia mengucapkan ‘alhamdullillah’.

    Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundangmu maka datanglah, jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat, jika ia bersin lalu ia mengucapkan alhamdullilah maka doakanlah, jika ia sakit maka jenguklah, jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR Muslim)

    Ketika ada seorang muslim bersin di dekat kita, lalu dia mengucapkan “alhamdullillah” maka kita wajib mendoakannya dengan membaca “yarhamukallah” (semoga Allah merahmatimu) . Hukum tasymit ini adalah wajib bagi setiap orang yang mendengar seorang muslim yang bersin kemudian mengucapkan “alhamdullillah.” Setelah orang lain mendoakannya, orang yang bersin tadi dianjurkan untuk mengucapkan salah satu doa sebagai berikut:

    • Yahdikumullah wa yushlih baalakum (mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian).
    • Yaghfirulahu lanaa wa lakum (mudah-mudahan Alah mengampuni kita dan kalian semua).
    • Yaghfirullaah lakum (semoga Allah mengampuni kalian semua).
    • Yarhamunnallah wa iyyaakum wa yaghfirullaahu wa lakum (semoga Allah memberi rahmat kepada kami dan kamu sekalian, serta mengampuni kami dan mengampuni kalian).
    • Aafaanallah wa iyyaakum minan naari yarhamukumullaah (semoga Allah menyelamatkan kami dan kamu sekalian dari api neraka, serta memberi rahmat kepada kamu sekalian).
    • Yarhamunnallah wa iyyaakum (semoga Allah memberi rahmat kepada kami dan kepada kalian semua).

    **

    Mereka Tidak Berhak Mendapatkannya

    Kita tidak perlu bertasymit ketika:

    1. Ada seseorang yang bersin, dan dia tidak mengucapkan hamdalah.
    2. Ada seseorang yang bersin lebih dari tiga kali. Jika seseorang bersin lebih dari tiga kali, maka orang tersebut dikategorikan terserang influenza. Kita pun tidak disyariatkan untuk mendoakannya, kecuali doa kesembuhan.
    3. Ada seseorang membenci tasymit.
    4. Seseorang yang bersin itu bukan beragama Islam. Walaupun orang tersebut mengucapkan hamdalah, kita tetap tidak diperbolehkan untuk ber-tasymit, karena seorang muslim tidak diperbolehkan mendoakan orang kafir.
    5. Seseorang yang bersin bertepatan dengan khutbah jumat. Cukup bagi yang bersin saja untuk mengucapkan hamdalah tanpa ada yang ber-tasymit, karena ketika khutbah jum’at seorang muslim wajib untuk diam. Begitu pula ketika shalat wajib (shalat fardhu) sedang didirikan, tidak ada keharusan bagi kita untuk ber-tasymit.
    6. Kita berada ditempat yang terlarang untuk mengucapkan kalamullah, seperti di dalam toilet.

    **

    Saudaraku marilah kita bersama-sama mengamalkan sunnah (tuntunan Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam) yang mulia ini. Mulailah untuk membiasakan diri melakukannya di tengah-tengah keluarga, teman-teman, dan masyarakat di sekitar kita. Beritahukanlah kepada saudara-saudari kita yang lain untuk ikut mengamalkannya, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat karunia yang sangat besar. Bahkan dahulu kaum yahudi pun pernah berpura-pura bersin di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam demi mendapatkan karunia yang besar itu, melalui doa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, seharusnya kita sebagai muslim dan muslimah lebih bersemangat lagi untuk mendapatkannya. Sangat disayangkan jika karunia yang sangat besar itu kita tidak mendapatkannya.

    Wallaahu ‘alam bish shawaab.

    ***
    Penulis: Ummul Husain

    Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar

     
  • erva kurniawan 7:06 pm on 17 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , menghapus dosa   

    Bekerja Sungguh-Sungguh = Menghapus Dosa 

    Bkerja kerasekerja dengan sungguh-sungguh menurut sejumlah hadits dapat menghapus dosa, yang tidak bisa dihapus oleh aktivitas ibadah ritual sekalipun.

    “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni.” (HR. Ahmad)

     “Sesungguhnya di antara perbuatan dosa ada dosa yang tidak bisa terhapus (ditebus) oleh (pahala) shaum dan Shalat. Ditanyakan pada Beliau: “Apakah yang dapat menghapuskannya, Ya Rasulullah ?” Jawab Rasul SAW: “Kesusahan (bekerja) dalam mencari nafkah penghidupan” (HR. Abu Nu’aim)

     “Sesungguhnya di antara perbuatan dosa ada dosa yang tidak bisa terhapus (ditebus) oleh (pahala) shalat, shadaqah (zakat), ataupun haji. Namun hanya dapat ditebus dengan kesusahan dalam mencari nafkah penghidupan.” (HR. Thabrani)

    Jika, bekerja sungguh-sungguh saja menghapus dosa, maka sudah semestinya seorang muslim – termasuk para pebisnisnya – dalam menjalankan setiap pekerjaan haruslah bersungguh-sungguh dan penuh semangat.

    Dengan kata lain, harus dengan etos kerja yang tinggi. Seorang muslim adalah seorang pekerja lebih (smart-worker) , mempunyai disiplin yang tinggi, produktif dan inovatif.

    ***

     
    • Anung 8:01 am on 24 Januari 2011 Permalink

      posting singkat yang mengguggah sobat……saya copas di Fb saya :)
      btw…kunjungi bloh saya ya? :)

  • erva kurniawan 6:36 pm on 15 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: , hikmah dzikir   

    Hiasan Bibir Paling Indah Sepanjang Masa 

    dzikirDiriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir. Jika mereka mendapati kaum yang selalu berzikir kepada Allah SWT, mereka menyerunya, “serukanlah kebutuhan kalian”. Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi. Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui). Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba- Ku?. Para malaikat menjawab, mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau. Allah berfirman, apakah mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab, tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu. Allah berfirman; Bagaimana kalau mereka melihat Aku? Para malaikat berkata, kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau. Allah SWT berfirman, apa yang mereka minta? Para malaikat berkata, mereka memohon surga kepada-Mu. Allah berfirman, “Apakah mereka pernah melihatnya?” Para malaikat berkata, tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya. Allah SWT berfirman, bagaimana kalau mereka melihatnya? Para malaikat berkata, kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya. Allah SWT berfirman, terhadap apa mereka memohon perlindungan? Para malaikat berkata, Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu. Allah SWT berfirman, apakah mereka pernah melihatnya? Para malaikat berkata, kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut. Allah SWT berfirman, kalian Aku jadikan saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.

    Salah seorang dari malaikat itu berkata, di dalam kelompok mereka terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk suatu keperluan. Allah SWT berfirman, anggota majelis itu tidak menyengsarakan orang yang duduk bergabung dalam majelis mereka.”

    Demikianlah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bagaiaman seorang hamba yang selalu senantiasa tidak pernah berputus asa dalam memanjatkan permohonan do’anya kepada Sang Khalik. Namun, dibalik itu, sudahkah kita semua melakukannya dengan sepenuh hati, atau baru setengah hati? Semoga kita semua mau membuka hati kita masing-masing untuk tetap menjalankan segenap apa yang telah diperintahkan-Nya. Bukan beribadah sekehendak kita.

    Hal yang paling gampang dan mudah dalam dzikir adalah, ucapaan tasbih dan tahmid dan tahlil dalam setiap langkah kemanapun kita akan bepergian. Tentu hal ini akan lebih bermanfaat dari pada sekedar bergosip ria atau membicarakan hal-hal yang kurang bermanfaat. Sungguh, nikmat Allah yang manakah yang hendak kita dustakan? Dikala kita mengayunkan setiapa langkah, kita selalu berdizikir, maka, disamping kita meninggalkan pembicaraan yang kurang bermanfaat, paling tidak kita akan mendapatkan “pulsa” kelak untuk di akherat. Bahkan setiap huruf dari dzikir tersebut akan mendapatkan “pulsa” oleh Allah sebesar 10 kali. Subhanllah. Sungguh, hanya orang-orang yang merugi saja yang tidak mau mengucapkan dzikir kepada-Nya. Karena Alla SWT telah memberikan sinyal dalam sumpahnya “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh.” (QS Al-Ashr 1-3). Semoga kita semua tidak termasuk orang-orang yang merugi. Alahumma Amien.

    Allahu A’lam Bish-Shawab.

    ***

    (Written by: Rahmat Arafah A)

     
    • Ijalguanteng@gmail.com 8:05 am on 16 Juli 2009 Permalink

      InsyaAllah dengan adanya artikel ini yang membangun muslim sejati
      Karena didalamnya ada sebuah peringan sehingga saya sadar,trim’s buat penulis

    • Annisa 2:24 pm on 22 Juli 2009 Permalink

      yah.. semoga setelah membaca ini bibir qta akan sll
      dihiasi lantunan Dzikir kepada-Nya.

      walaupun saat ini bibir ana sdg kering & pecah2 mudah2an
      tdk menjdi penghalang untuk mengingat-Nya dgn berdzikir,
      slain untuk nambah pulsa kebaikan kita kelak, jg sbg taman
      syurga kita krn luas syurgamu terletak dari banyaknya dzikirmu…. wallahu ‘alam bi showab
      perbanyaklah dzikir..agar hatimu bersih dan terjaga sll.

  • erva kurniawan 7:32 pm on 14 July 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Wudhu Mencegah Terjadinya Berbagai Penyakit Kulit 

    wudhu 3Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhu’nya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya”. HR. Muslim.

    Rasulullah bersabda, “Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhu’nya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).

    Ilmu kontemporer menetapkan -setelah melalui percobaan mikroskopi terhadap tumbuhnya mikroba pada orang yang berwudhu’ secara teratur dan juga kepada yang tidak teratur- bahwasannya orang yang selalu berwudhu maka mayoritas hidung mereka menjadi bersih, tidak terdapat berbagai mikroba.

    Oleh karena itu, adanya mikroba yang menempel pada mereka hilang sama sekali ketika mereka membersihkan hidung, dibandingkan dengan orang yang tidak berwudhu’ maka tumbuh pada hidung mereka berbagai mikroba dalam jumlah yang besar yang termasuk jenis mikroba berbentuk bulat dan berklaster yang sangat berbahaya (dan mikroba yang cepat menyebar dan berkembang-biak) dan mikroba lainnya yang menyebabkan banyak terjadinya berbagai penyakit.

    Dan sudah jelas bahwasannya proses keracunan itu terjadi adanya perkembangan berbagai mikroba yang berbahaya bagi rongga hidung, kemudian sampai ke tenggorokan untuk kemudian terjadi berbagai peradangan dan penyakit, apalagi jika sampai masuk ke peredaran darah!!

    Oleh karena itu, disyari’atkan untuk melakukan istinsyaaq (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Adapun berkumur-kumur itu dimaksudkan untuk menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari peradangan dan pembusukan pada gusi, serta menjaga gigi dari sisa-sisa makanan yang menempel gigi.

    Dan sudah terbukti secara ilmiah bahwa 90% orang yang mengalami kerusakan gigi jika saja mereka mau perhatian terhadap kebersihan mulutnya ketika dahulu rusak gigi-gigi mereka, dan adanya pembusukan yang terjadi disebabkan oleh makanan dan air liur dan bercampur dalam perut dan menuju ke darah. Dan dari darah itulah kemudian menyebar ke seluruh organ dan kemudian menyebabkan berbagai penyakit.

    Dan sungguh, berkumur-kumur akan menyegarkan berbagai organ yang ada di wajah dan menjadi cerah. Dan uji-coba ini belum pernah dikemukakan oleh para dosen olah raga kecuali sedikit. Hal ini karena mereka hanya memperhatikan kepada organ-organ tubuh yang besar.

    Dan membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, serta kedua kaki memberikan manfaat untuk menghilangkan debu-debu dan berbagai bakteri, apalagi dengan membersihkan badan dari keringat dan kotoran lainnya yang keluar melalui kulit.

    Dan juga, sudah terbukti secara ilmiah tidak akan menyerang kulit manusia kecuali apabila kadar kebersihan kulitnya rendah. Sebab manusia apabila lama beraktivitas tanpa membasuh anggota badanya, maka kulit akan mengalami berbagai peradangan yang menyerang permukaan kulit, seperti kudis. Dan kudis ini menyerang ujung jari-jari yang sebagian besar tidak dalam keadaan bersih, sehingga masuklah berbagai mikroba ke dalam kulit.

    Oleh karena itu, bertumpuk-tumpuknya peradangan sangat mengundang mikroba untuk berkembang-biak dan menyebar. Maka, wudhu’ telah mendahului Ilmu Pektrologi modern dan para pakar yang menggunakan karantina sebagai media untuk mengetahui berbagai mikroba dan jamur-jamur yang menyerang kulit orang-orang yang tidak suka dengan kebersihan, dimana kebersihan ini semakna dengan wudhu dan mandi dan dengan uji-coba dan penelitian.

    Penelitian dan uji coba ini memberikan manfaat yang lain: Bahwa kedua tangan banyak membawa mikroba yang terkadang berpindah ke mulut atau hidung apabila tidak dibasuh. Oleh karena itu, sangat  ditekankan untuk membersihkan kedua tangan terlebih dahulu sebelum melakukan wudhu’. Dan ini menambah jelas kepada kita sabda Rasulullah: “Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tudir, maka janganlah mencelupkan kedua tangannya ke bejana (tempat air) sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali.”

    Dan sudah terbukti juga bahwa peredaran darah pada organ tangan bagian atas dan lengan bawah serta organ-organ bagian bawah seperti kedua kaki dan kedua betis adalah organ-organ yang paling lemah dibandingkan organ tubuh lainnya karena jauhnya dari pusat peredaran darah, jantung. Maka apabila kita membasuhnya diserta menggosoknya, maka akan menguatkan peredaran darah pada organ-organ tersebut sehingga membantu kita menambah tenaga dan vitalitas.

    Dan dari itu semua, maka terketahuilah mukjizat disyari’atkannya wudhu’ di dalam Islam.

    Sumber: Al-I’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah Muhammad Kamil Abd Al-Shomad

    ***

    Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, Anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi di London dan Penasihat Penderita Penyakit Dalam dan Penyakit Jantung mengatakan, “Para Pakar sampai berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadi rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)”. Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan ucapannya, “Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan -yang dimaksud adalah aktivitas wudhu’- adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi). Sungguh, Maha Suci Allah Yang Maha Agung …

    ***

     
  • erva kurniawan 4:19 pm on 11 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Sehingga Puas 

    Lailaha ilallahDiberitakan oleh Abu Hurairah r.a., bahawa orang banyak bertanya kepada Rasulullah saw.. Tanya mereka, “Dapatkah kami melihat Tuhan kita nanti di hari kiamat?” Jawab Nabi, “Masih sangsikah kamu untuk dapat melihat bulan purnama pada malam empat belas yang tidak berawan?” Jawab mereka, “Tidak! Ya, Rasulullah!”

    Tanya Nabi saw., “Masih sangsikah kamu untuk dapat melihat matahari di tengah hari yang tidak berawan? Jawab mereka, “Tidak!” Sabda Nabi saw., “Sesungguhnya kamu akan melihat Allah (Tuhanmu) seperti itu. Pada hari kiamat itu akan dikumpulkan seluruh manusia. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang menyembah sesuatu (selain aku), maka hendaklah dia mengikut sembahannya itu.” Di antara mereka itu ada yang mengikut matahari, ada yang mengikut bulan dan ada yang mengikut bermacam-macam thaghut (berhala).

    Maka tinggallah umat Islam ini, termasuk di dalamnya orang-orang munafik. Allah akan datang kepada mereka dan berfirman, “Aku adalah Tuhanmu!” Jawab mereka, “Kami akan tetap di sini hingga Tuhan kami datang. Apabila Tuhan kami datang, kami akan mengenalNya. ” Maka datanglah Allah kepada mereka, lalu berfirman: “Aku Tuhanmu!” Jawab mereka, “Ya, Engkaulah Tuhan kami.” Allah akan memanggil mereka, dan sebuah jambatan dibentangkan melintasi neraka jahannam.

    Aku (Muhammad saw.) adalah orang pertama di antara para Rasul beserta umatnya yang pertama-tama melintasinya. Tak seorang pun di kala itu yang berkata-kata kecuali doa para Rasul. Doa mereka ketika itu ialah: “Ya, Allah! Selamatkan, selamatkan!” Di dalam neraka jahannam itu terdapat kaitan-kaitan seperti duri kayu Saadan. Tahukah anda duri kayu Saadan itu?” Jawab orang banyak, “Tahu.” Sabda Nabi saw., “Rupanya seperti duri kayu Saadan, tetapi besarnya hanya Allah swt. yang tahu, manusia akan terkait kerana amalnya. Di antaranya ada yang jatuh berkait sesuai dengan amalnya, tetapi ada pula yang terkait sedikit saja, kemudian lepas.”

    Apabila Allah swt. menghendaki akan memberi rahmat kepada penduduk neraka, maka disuruhNya malaikat mengeluarkan orang-orang yang pernah menyembah Allah. Mereka segera mengeluarkannya, yang masing-masing dikenalnya dengan tanda bekas sujud. Allah swt. mengharamkan api memakan tanda bekas sujud.

    Maka keluarlah mereka dari neraka. Seluruh tubuh anak Adam akan dimakan api kecuali bekas sujud. Para malaikat mengeluarkan mereka dari neraka dalam keadaan hangus. Lalu dituangkan kepada mereka air kehidupan. Maka tumbuhlah badan mereka sebagai tumbuhnya bibit di tanah bekas banjir. Setelah Allah swt. mengadili mereka, masih ada ketinggalan seseorang antara syurga dan neraka. Dialah orang terakhir dari isi neraka yang akan masuk ke dalam syurga.

    Dikala mukanya dihadapkannya ke neraka, dia mendoa: “Wahai, Tuhan ku! Palingkanlah muka ku dari neraka ini. Baunya sungguh amat menyakitkan kepada ku, dan panasnya membakar ku.” Allah akan menanyainya, “Sekiranya permintaanmu Aku kabulkan, apakah engkau hendak meminta lagi yang lain?” Jawabnya, “Demi kebesaran Engkau, tidak akan kuminta lagi.”

    Maka diperkenankan oleh Allah permintaannya (tersebut di atas) , dengan perjanjian seperti tersebut. Lalu dipalingkan Allah mukanya dari neraka. Tetapi setelah mukanya dihadapkan ke Syurga, dan dilihatnya keindahan surga, diamlah ia seketika.

    Kemudian ia mendoa pula: “Ya, Tuhan ku, bawalah aku ke dekat pintu syurga!” Allah bertanya, “Bukankah engkau telah mengikat janji dengan ku, yang engkau tidak akan memajukan permintaan yang lain lagi?” Jawab orang itu, “Wahai, Tuhan ku! Janganlah kiranya aku dijadikan makhluk yang paling malang!” Jawab Allah, Sekiranya Aku kabulkan permintaanmu, apakah engkau masih hendak meminta yang lain lagi?” Jawabnya, “Tidak! Demi kebesaran Mu, aku tidak akan meminta yang lain lagi!” Lalu diperkenankan Allah permintaannya dengan perjanjian, dan dia dibawa ke pintu syurga.

    Setelah sampai di pintu syurga, kelihatan olehnya keindahan syurga, kegemilangan, dan kegembiraan yang ada di dalam syurga. Dia terdiam pula seketika. Kemudian ia memohon pula, “Wahai, Tuhan ku! Masukkanlah kiranya aku ke dalam syurga!” Kata Allah, “Kasihan kamu, hai anak Adam! Alangkah penipunya kamu! Bukankah kamu sudah berjanji tidak akan meminta lagi selain yang telah kamu peroleh?” Jawabnya, “Ya, Tuhan! Janganlah kiranya aku dijadikan makhluk yang paling malang. ” Allah ‘Azza wa Jalla tertawa mendengarkan ucapannya itu.

    Kemudian dia mengizinkannya masuk ke syurga. Berkata Allah, “Mintalah segala yang kamu inginkan.” Lalu dia memohon segala yang diinginkannya sehingga ia puas. Kemudian Allah berkata pula, “Mintalah tambahannya ini dan itu.” Diingatkan oleh Allah kepadanya berbagai macam keinginannya sampai ia puas. Kata Allah pula, “Semua ini untukmu, dan ada lagi tambahannya sebanyak itu pula.”

    ***

    Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0441.

     
  • erva kurniawan 10:45 am on 7 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: , kenaikan muka air laut, , ,   

    Kelebihan Berat Badan Sebabkan Pemanasan Global 

    Berdasarkan penelitian baru-baru ini, orang yang berat badannya lebih besar berpotensi merusak lingkungan. Di antaranya adalah pemanasan global.

    Oleh: Syaefudin

    ***

    obesity_surgeryHidayatullah.com – “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya”  (QS. ‘Abasa 80: 24)

    Apa yang kita pikirkan ketika melihat sebungkus nasi warteg? Menu makanan dengan komposisi nasi, sayur, dan lauk pauk sederhana itu mungkin akan berlalu saja dalam benak kita. Ia akan teringat ketika perut melapar, dan terlupa ketika sudah mengenyang. Tak banyak berpikir panjang, apa, bagaimana, dan mengapa tentang makanan.

    Sungguh, maha besar Allah yang telah mendesain sedemikian apik apa-apa yang diciptakan-Nya. Tak terkecuali makanan yang kita konsumsi.

    Nasi mengandung karbohidrat yang dapat dicerna menjadi gula bernama glukosa (gula darah). Gula sederhana ini kemudian dimanfaatkan langsung oleh sel tubuh dengan mengubahnya menjadi energi. Ternyata, sebutir begitu berarti.

    Tak hanya nasi, lauk pauk seperti tempe dan daging juga bermanfaat. Daging mengandung lemak, cadangan energi terbesar tubuh. Pun, keduanya mengandung protein yang berfungsi sebagai zat pembangun. Protein dibutuhkan untuk regenerasi sel sehingga tetap prima dan terbarukan. Ia juga digunakan untuk membuat hemoglobin si pembawa oksigen. Bayangkan jika tak ada protein dalam makanan. Boleh jadi, kulit akan mengeriput dan oksigen tak bisa diangkut. Apabila kondisi ini berlanjut, insya Allah kematian segera menjemput.

    Sayuran mengandung mineral dan vitamin. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, keduanya menentukan kinerja sel dan organ tubuh. Tanpa mineral, tulang akan keropos. Bahkan luka akibat terjatuh sepeda pun tak akan mengering lantaran tak ada vitamin. Subhanallah, tidak sepatutnya manusia lupa memikirkan segala kenikmatan ini, apalagi mendustakannya, sebagaimana peringatan Allah: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahmaan 55:13)

    Selain perintah memikirkan makanan yang kita makan, Allah juga memberi sejumlah aturan bagaimana seharusnya kita makan. Hal ini menegaskan bahwa Allah sangat sayang kepada manusia.

    Di antara aturan itu adalah, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A’raaf, 7:31)

    Meskipun hukumnya mubah (boleh), makan tidak boleh berlebih. Kita perlu mengatur diri dalam komposisi zat gizi maupun pola konsumsi. Perilaku berlebihan tidaklah dianjurkan Islam, tak terkecuali dalam hal makanan.

    Orang yang hanya menuruti nafsu sehingga berlebihan dalam makan akan menjadi gemuk. Berdasarkan penelitian London School of Hygiene and Tropical Medicine baru-baru ini, orang yang berat badannya lebih besar berpotensi merusak lingkungan. Tidak tanggung-tanggung, kerusakan yang timbul berupa Global Warming (Pemanasan Global).

    Para Ilmuwan mendasarkan penelitian mereka pada fakta bahwa orang yang gemuk membutuhkan banyak makanan. Meningkatnya produksi makanan dapat memperbanyak jumlah gas yang dikeluarkan oleh pabrik. Disamping itu, energi yang dibutuhkan alat transportasi bermesin untuk mengangkut orang gemuk ternyata lebih besar daripada yang dibutuhkan orang kurus.

    Karena energi berbanding lurus dengan jumlah bahan bakar, penggunaannya yang berlebih turut mempertinggi emisi gas ke lingkungan. Gas emisi dapat berupa karbon monoksida maupun karbon dioksida. Dalam jumlah berlebih, keduanya sama berbahaya. Karbon monoksida akan merusak lapisan ozon sedangkan karbon dioksida meningkatkan suhu permukaan bumi dan menyebabkan efek rumah kaca (green house effect).

    Dari makanan, Allah memberi berlimpah nikmat kebaikan kepada manusia. Namun dari makanan pula, manusia yang memakannya tanpa mengikuti aturan Allah justru akan menimpakan petaka kepada dunia. Bencana ini Allah timpakan agar manusia menyadari kekeliruannya dan kembali mengikuti aturan Allah. Hal ini sebagaimana Allah serukan: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS Ar Ruum 30:41).

    ***

     
    • susuribiru 9:59 am on 1 Agustus 2009 Permalink

      banyak hal yang menjadikan penyebab pemanasan global, mungkin salah satunya tentang berat badan yang di uraikan dalam artikel ini, yang pasti sekarang ini kita sudah mengalaminya sendiri, yang perlu dilakukan sekarang adalah kita harus meminimalisir dampak pemanasan global tersebut.

  • erva kurniawan 10:28 am on 6 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: hikmah khitan,   

    Ilmuwan: Khitan, Anjuran Modern Abad Ke-21 

    CircumcisionIlmuwan: Khitan, Anjuran Modern Abad Ke-21

    Khitan terbukti secara medis mencegah penyakit berbahaya, termasuk AIDS. Hal yang sama tidak didapati pada kaum homoseksual

    Hidayatullah.com – Temuan terkini tentang keampuhan khitan mengurangi penularan penyakit bukanlah hal pertama kali dan satu-satunya. Para ilmuwan mancanegara telah banyak melakukan penelitian ilmiah seputar khitan. Karya-karya ilmiah mereka yang diterbitkan jurnal-jurnal ilmiah terkemuka dunia semakin menguatkan kehebatan khitan dalam menanggulangi aneka penyakit berbahaya yang ditularkan melalui hubungan kelamin, termasuk di antaranya AIDS dan kanker.

    Hasil penelitian terbaru seputar khitan atau sunat belum lama ini diumumkan di pertemuan ilmiah tahunan ke-104 Ikatan Urologi Amerika (American Urological Association, AUA). Urologi adalah ilmu bedah yang khusus menangani masalah saluran kencing pria dan wanita, serta sistem reproduksi pria.

    Dua temuan penting menjadi bahan sorotan dalam acara itu. Selain terbukti mengurangi terjangkitnya virus penyebab AIDS (HIV), khitan juga mengurangi bahaya cedera saat persenggamaan. Hebatnya lagi, khitan ditemukan tidak mengurangi kenikmatan hubungan suami istri.

    Aman dan nyaman

    Para ilmuwan Australia menemukan bahwa sel-sel Langerhans ditemukan dalam jumlah paling besar pada kulit khitan bagian dalam dari kemaluan pria. Sel-sel Langerhans ini adalah sasaran awal proses penularan HIV melalui hubungan kelamin.

    Peneliti di benua kanguru itu meneliti 10 pria yang sudah berkhitan dan 10 pria yang belum berkhitan. Kulit khitan bagian dalam memiliki kepadatan sel-sel Langerhans lebih tinggi dibandingkan pada bagian-bagian lainnya dari kulit penutup kemaluan pria. Kulit khitan bagian dalam ini dibuang ketika orang dikhitan, hal ini menghilangkan permukaan kulit yang paling rentan terhadap penularan virus AIDS. Namun patut dicatat bahwa khitan hanyalah mengurangi dan bukan mencegah sama sekali bahaya terjangkiti penyakit AIDS.

    Pada penelitian berikutnya, para peneliti gabungan asal AS, Kanada dan Kenya menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan fungsi seksual antara mereka yang dikhitan dan yang tidak dikhitan.  Namun pria yang dikhitan mendapatkan keuntungan lebih. Mereka yang bagian ujung kulit kemaluannya dibuang menghadapi bahaya lebih rendah terkena cedera saat berhubungan badan dibandingkan rekan mereka yang tidak dikhitan. Cedera ini meliputi pendarahan, tergores, teriris, lecet atau rasa pedih.

    Namun bukan berarti pria berkhitan boleh 100% merasa aman dari tertular AIDS. “Ini adalah laporan penting yang menguatkan gagasan bahwa khitan tidaklah mengganggu fungsi seksual dan bahwa khitan adalah unsur penting pencegahan HIV di Afrika sub-Sahara. Pada saat yang sama, perlu ditegaskan bahwa khitan haruslah dipadukan dengan cara-cara pencegahan HIV lain, seperti seks aman dan pemeriksaan sukarela. Tidaklah cukup mengandalkan khitan saja untuk mencegah penularan HIV”, kata juru bicara Ikatan Urologi Amerika (AUA), Ira D. Sharlip, MD.

    AUA didirikan pada tahun 1902 dan berpusat dekat Baltimore, Maryland, AS. AUA memiliki anggota berjumlah lebih dari 16.000 pakar urologi yang tersebar di seluruh dunia.

    Ada yang dikecualikan

    Berdasarkan penelusuran ilmiah oleh redaksi Hidayatullah.Com, keampuhan khitan menangkal AIDS ini tidak berlaku bagi kaum pria yang melakukan hubungan kelamin dengan sesama pria, (Men who have Sex with Men, disingkat MSM). Dalam kelompok ini termasuk di dalamnya kaum homoseksual. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Gregorio A. Millett, M.P.H. dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, di Atlanta, AS.

    Millett dan rekan-rekannya melakukan pengkajian terhadap 15 hasil penelitian untuk mengetahui kaitan antara khitan dengan penularan HIV atau penyakit-penyakit lain yang tertularkan melalui hubungan kelamin. Pengkajian ini melibatkan peserta berjumlah keseluruhan 53.567 orang yang termasuk dalam kelompok MSM, 52% di antaranya sudah dikhitan.

    Para peneliti itu menemukan hal aneh: meskipun kaum MSM yang dikhitan dan tertular virus AIDS berjumlah lebih rendah daripada jumlah mereka yang tidak dikhitan dan terjangkiti HIV, namun perbedaan jumlah ini tidaklah nyata, alias sama saja. Sebaliknya, secara statistik kemampuan khitan mengurangi penularan HIV ditemukan di kalangan MSM yang diteliti sebelum diterapkannya program pengobatan antiretrovirus sangat aktif (HAART) di tahun 1996. Namun pasca program HAART ini, secara statistik tidak ditemukan kaitan nyata antara khitan dan penularan HIV.

    Hal yang sama ditemukan pula pada kasus penyakit-penyakit lain selain AIDS, yang juga tertularkan melalui hubungan kelamin. Para peneliti itu menyimpulkan, secara statistik tidak ditemukan kaitan nyata antara khitan dengan penularan aneka penyakit tersebut di kalangan MSM. Dengan kata lain, tidak ada bukti statistik nyata yang menunjukkan bahwa khitan dapat mengurangi bahaya penularan berbagai penyakit kelamin pada pria yang berhubungan kelamin dengan pria.

    Keharusan abad ke-21

     ‘‘Mengapa khitan merupakan keharusan biomedis bagi abad ke-21‘‘, demikian judul karya ilmiah Brian J. Morris di jurnal ilmiah BioEssays. Dalam tulisan itu Morris memaparkan panjang lebar seputar keampuhan khitan ditinjau dari sudut pandang ilmiah dan kesehatan disertai bukti berlimpah.

    Di negara-negara maju, khitan sudah diterapkan luas. Berdasarkan data yang terkumpul di tahun 2007, di Amerika Serikat terdapat lebih dari 1,2 juta bayi laki-laki yang dikhitan setiap tahun, dan angka ini mengalami peningkatan. Mereka yang tidak dikhitan sebagian besar adalah imigran yang berasal dari negara-negara yang kurang mengenal budaya khitan. Berdasarkan kajian lembaga AS, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), jumlah orang yang dikhitan ini berjumlah 88% di kalangan warga kulit putih, 73% pada masyarakat kulit hitam, 42% di kalangan meksiko-amerika dan 50% di kalangan warga etnis lain (nilai rata-rata keseluruhan adalah 79% pada seluruh etnis ini).

    Di kalangan pria yang terlahir di Australia, angka ini mencapai 69%. Di Timur Tengah sekitar 100.000 orang Yahudi dan 10 juta Muslim dikhitan setiap tahunnya, dan di Afrika angka ini mencapai 9 juta.

    Menurut Morris, khitan atau sunat merupakan vaksin, yakni pemberian kekebalan tubuh melalui operasi kecil dalam rangka menangkal penularan beragam kuman penyakit, mencegah kondisi kesehatan yang buruk dan penyakit-penyakit berbahaya sepanjang hidup, serta melindungi pasangan mereka. Di tangan ahli berpengalaman, operasi khitan ini sangatlah aman, bisa tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat dilakukan pada usia berapa pun.

    Morris menyebutkan, mereka yang telah dikhitan tidak mudah terkena aneka penyakit, seperti: infeksi saluran kencing, infeksi HIV dan HPV, sipilis dan syankroid, kanker kelamin dan prostat, fimosis, infeksi jamur, dan pembengkakan kulit kelamin. Selain itu, mereka yang dikhitan juga memberi perlindungan terhadap wanita pasangan mereka dari terjangkiti penyakit kanker leher rahim dan infeksi chlamydia. Di bagian akhir tulisannya, Morris menyimpulkan, ‘‘Oleh karena itu, bila mempertimbangkan bukti-bukti kedokteran yang berlimpah, khitan adalah (sesuatu yang) diperintahkan.‘‘ (wwn/auanet/nejm/bioessays/hidayatullah.com)

    ***

    Daftar pustaka:

    1. AUA Staff (2009). Adult Circumcision Reduces Risk of HIV Transmission Without Reducing Sexual Pleasure. News, American Urological Association, 26 April 2009. (http://www.auanet.org/content/press/press_releases/article.cfm?articleNo=117 , dikunjungi pada 4 Mei 2009)
    2. AAR Tobian (2009). Male Circumcision for the Prevention of HSV-2 and HPV Infections and Syphilis. The New England Journal of Medicine, Vol 360(13): 1298-1309, 26 March 2009.
    3. BJ Morris (2007). Why circumcision is a biomedical imperative for the 21(st) century. Bioessays, Vol 29(11):1147-58, Nov. 2007.
     
    • Annisa 11:37 am on 14 Juli 2009 Permalink

      Subhanallah Allah menunjukkan kebesarannya melalui KHITAN yang sudah dijalankan oleh Ummat nabi Muhammad dan Barat pun tanpa malu2 akhirnya merekomendasikan untuk mengkhitan generasi penerusnya karena ternyata dengan di khitan kita Manusia baik Laki2 atau Perempuan sebenarnya dilindungi.. tinggal kita saja yang memilih mengikuti syariat-Nya atau tidak.
      Allahu akbar.. ya.. Peguasa Alam semesta ..

  • erva kurniawan 10:28 pm on 5 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: , jantung buatan, operasi jantung   

    Jantung dan Pusat Akal Manusia 

    jantung_tampak_depanPertanyaan:

    Apakah pusat keimanan dan kesabaran manusia ada di dalam jantung (Al-Qalbu) ? Dan jika demikian, maka bagaimana keadaannya jika jantung itu dioperasi dan digantikan dengan jantung buatan ? Dan apakah jantung yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah sama dengan jantung yang disebut dalam ilmu anatomi?

    Jawaban:

    Kami pernah meneliti permasalahan ini dan kami sudah menemukan jawabannya. Sejak beberapa saat, kami mengutus seorang utusan ke Pusat penelitian aktivitas jantung buatan di Amerika. Maka terjadilah dialog sebagaiberikut:

    Utusan kami: Kalau diperbolehkan, kami ingin bertemu dengan pasien (orang yang baru diganti jantungnya dengan jantung buatan).

    Para pakar jantung: Tidak boleh, Anda tidak diizinkan untuk mewawancarainya !!

    Utusan kami: Kenapa tidak boleh, kami hanya ingin menemui dan bertanya kepadanya .”

    Maka para pakar jantung tersebut menolak dan terus menolaknya dengan keras.

    Para pakar jantung: Informasi apa yang ingin anda peroleh dari pasien kami, kami akan memberikannya kepada anda”.

    Utusan kami: Kalau Rabb kami Allah ta’alaa mengizinkan, maka informasi yang kami peroleh akan menjadi bukti mukjizat kebenaran Al-Qur’an secara ilmiah dan kami akan membicarakannya di waktu-waktu mendatang. Ini, insya Allah, akan kalian saksikan dan kalian ketahui”.

    Maka kami pun menyepakati dan mengikuti. Dan ternyata di sana ada salah seorang profesor dari Univ. Al-Mulk Abdul Aziz. Dia berkata kepadaku, “Apakah anda belum mendengar informasi baru ?”

    Utusan kami: Tentang apa?”

    Profesor: Diberitakan di sebuah harian sejak 3,5 tahun yang lalu. Harian tersebut mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengungkap bahwa jantung bukan hanya tempat bagi darah semata!!! Bahkan, juga merupakan pusat akal dan berfikir manusia.

    Utusan kami: Allahu Akbar, tunjukan kepada kami harian (koran) itu.”

    Maka kami pun menerima koran tersebut, dan sampai kini koran tersebut ada padaku”. Ini yang pertama.

    Kemudian waktu pun berlalu, kami hadir di pusat penggantian jantung di Yordania. Aku katakan bahwa negeri ini adalah negeri Arab, mungkin kita akan lebih mudah insya Allah untuk mendapatkan informasi tentang hal itu. Dan mungkin juga kita bisa melihat dengan mata kepala kita. Maka salah seorang yang terus mengikuti pembicaraan ini berkata, “Apakah anda pernah mendengar sebuah konferensi pers tentang orang pertama yang diganti jantungnya?”

    Aku katakan, “Belum pernah.”

    Ia berkata, “Konferensi pers tersebut mengatakan bahwa andai anda bersama dengan kami di dalam rumah tentu kalian akan melihat/menyaksikan perilaku ini , tentu kalian tidak mengira bahwa aku akan begini. Masih tersisa satu masalah, akan tetapi hal itu di luar konteks pembahasannya.

    Pagi hari ini, salah seorang dokter Saudi Arabia yang sedang sibuk konsentrasi dalam penggantian jantung menghubungiku dan dirinya ingin kembali berbicara tentang pembahasan yang tertinggal tersebut.

    Maka aku pun menanyakannya: Aku ingin pembicaraan kita tentang perubahan-perubahan akal dan fikiran dan emosional yang terjadi, dan kemampuan untuk memilih pada orang yang diganti jantungnya. Apa yang terjadi ?”

    Dokter : Pertama, aku ingin katakan kepada anda satu informasi yang sedang dihadapi para dokter yang melakukan penggantian jantung, bahwa jantung baru yang dipasang pada tubuh pasien tidak memiliki emosi dan perasaan”.

    Saya berkata: maksudnya bagaimana?”

    Dokter: “Orang yang dipasangi Jantung tersebut jika aku mendekatinya dengan tiba-tiba, dia tidak merespon samasekali, seolah tidak ada sesuatu mengancamnya, jantungnya seolah dingin tidak bisa mengirimkan merespon apapun ke seluruh organ tubuhnya”.

    Aku berkata: Ini insya Allah akan mengungkap sejumlah hal yang merupakan mukjizat Al-Qur’an dan akan menjelaskan apa yang selama ini kita teliti, sabarlah sebentar, sebab masalah ini masih dalam permulaan dan mereka pun mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengungkap bahwa jantung, di dalamnya terdapat hormon-hormon akal dan berfikir. Hormon inilah yang mengirimkan perintah-perintah akal ke seluruh organ tubuh, dan sesungguhnya jantung adalah pusat akal dan berfikir, danbukanlah sekedar tempat sirkulasi darah semata. Allah benar-benar Maha Mengetahui, dan waktu yang kami janjikan sudah dekat, insya Allah.

    Allah berfirman:

    Dan kami (Allah) telah jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia; mereka memiliki qulub (jantung) akan tetapi jantungnya tidak mereka gunakan untuk memahami; mereka memiliki mata tapi tidak mereka gunakan untuk melihat; dan mereka memiliki telinga akan tetapi tidak mereka gunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka layaknya binatang ternak, bahkan lebih rendah daripada itu, dan merekalah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raaf, 179)

    ***

    ( Sumber: Al-I’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Qur’an wa Al-Sunnah )

     
  • erva kurniawan 9:27 pm on 4 July 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Hikmah Disyari’atkan Khitan 

    khitanDari Abu Hurairah -Semoga Allah meridhainya- Rasulullah bersabda:

    Artinya: Fithrah manusia itu ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis (HR. Bukhari, 5889).

    Makna fitrah pada asalnya adalah tabiat yang semula sudah ada, dan yang dimaksu dengan hadits tersebut di atas adalah, “Jika 5 hal di atas dilakukan maka pelakunya disifati dengan fithrah sebagaimana Allah tetapkan demikian untuk para hambanya, dan juga Allah memotivasi hamba-Nya untuk melakukan, mencintai hal yang demikian, sehingga hamba tersebut memiliki sifat yang paling sempurna lagi mulia. Dalam sejumlah sifat yang lain disebutkan, “Lima hal yang teramsuk sunnah/kebiasaan”.

    khitan 1

    Dan khitan maknanya adalah memotong, yaitu memotong kulub (kulit yang berlebih yang ada pada dzakar bagian depan. Adapun istihdad, adalah menggunakan alat potong untuk menghilangkan rambut yang ada di atas dan sekitar kemaluan laki-laki. Demikian juga rambut yang ada di sekitar kemaluan perempuan.

    Sebuah majalah medis terkenal di Inggris, BMG, pernah menurunkan makalah tentang kanker kelamin dan penyebab-penyebabnya pada tahun 1986. Diantara keterangannya adalah, “Sesungguhnya kanker kelamin sangat kecil sekali terjadi di kalangan yahudi dan negeri-negeri muslim, sebab mereka ini melakukan khitan semenjak usia anak-anak. Dan data statistik medis menunjukkan bahwa kanker kemaluan yang terjadi pada kalangan yahudi tidak terjadi kecuali hanya terhadap 9 penderita saja dalam setahun.”

    Proses terjadinya kanker kelamin adalah ketika kemaluan tidak dikhitan, maka kulub yang ada di bagian depan kemaluan tersebut selalu menyisakan air kencing yang keluar. Air kencing tersebut membawa endapan-endapan yang dalam waktu yang lama akan menutupi bagian saluran air kencing sehingga menyebabkan dis-fungsi. Maka dengan dikhitannya kulub ini, kemungkinan mengendapnya sisa-sisa air kencing tidak ada lagi karena selalu dibersihkan setiap kali kencing. Sisa-sisa endapan air kencing inilah yang berdasarkan penelitian merupakan sebab utama terjadinya kanker kelamin.

    Majalah “Al-Ma’had Al-Wathaniy lii Al-Sarthan” menurunkan berita tentang hasil penelitian yang menegaskan bahwa kanker kelamin bisa berpindah ketika berhubungan seks. Dan dengan hubungan seks dengan banyak pasangan bebas juga akan menyebabkan terjadinya kanker ini. Dalam dalam laporan buletin sebuah akademi untuk penyakit-penyakit anak-anak disebutkan bahwa sesungguhnya khitan adalah cara yang efektif untuk mencegah terjadinya kanker kelamin.

    Sebuah majalah Amerika untuk penyakit anak-anak juga menegaskan bahwa aktivitas-aktivitas agama yang dianut kalangan muslimin (Islam) dan yahudi yang menegaskan mensyari’atkan khitan memiliki dampak yang sangat mendasar dalam memotivasi mereka untuk melaksanakan fithrah ini (khitan)”. Dan dalam shahihain (Bukhari dan Muslim) diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’ bahwa Nabi Ibrahim –Alaihis Salam– melakukan khitan ketika ia memasuki usia 80 tahun.

    *** 

    Sumber: Al-Arbaun Al-Ilmiyah” Abdul hamid Mahmud Thahmaz, Daar Al-Qalam

    Penerjemah: Abu Muhammad ibn Shadiq

     
    • ardi 8:29 am on 4 Maret 2010 Permalink

      menurut pendapat sy pribadi, kulup itu tidak betul menyimpan sisa2 air seni, sy tdk disunat, sy bisa dengan mudah mencuci kepala penis, karena setelah dewasa tanpa disunat kulup akan terbuka secara otomatis, atau ketika si anak onani. kulup itu merupakan sumber kenikmatan yg luar biasa.

  • erva kurniawan 7:42 pm on 2 July 2009 Permalink | Balas
    Tags: GMT, hijriah, waktu makkah   

    Keajaiban Waktu Mekkah dan Penjajahan Inggris 

    IslamcomAnimFull

    Sejak lama, perbincangan dan perdebatan timbul mengenai penggunaan patokan waktu bagi internasional, antara GMT (Greenwich Mean Time) dan waktu Mekkah.

    Dalam kalangan ilmuwan di seluruh dunia, mengetahui Mekkah berada tepat diantara Kutub Selatan dan Kutub Utara bukanlah hal yang baru, namun nampaknya mereka lebih memilih menutup diri terhadap fakta tersebut, dan membiarkan “fakta” yang lain, bahwa GMT merupakan pusat bumi dan sekaligus sebagai patokan waktu internasional.

    Seorang mantan ilmuwan Arab, Sheikh Youssef al-Qaradawy, mengatakan penelitian modern telah membuktikan bahwa Ka’bah merupakan pusat bumi dan satu-satunya yang merupakan “Zona-Zero”, tempat yang netral dari pengaruh magnetik. Dan menurut penelitian, hal tersebut membuat siapa saja yang tinggal di Mekkah memiliki kesehatan yang melebihi manusia normal.

    Para Ulama dari seluruh dunia berkumpul dalam konferensi di Qatar berjudul “Mecca, the Centre of the Earth, Theory and Practice” (Mekkah: Pusat Bumi, Teori, dan Ibadah) guna membahas masalah dirubahnya patokan waktu bagi internasional, yaitu mengacu pada Mekkah.

    jamSelama konferensi tersebut, sebuah jam penemuan Muslim Perancis yang dapat menyatukan arah kiblat dari seluruh dunia juga turut dipamerkan.

    Jam tersebut dirasa mampu menjadi media pembenaran terhadap pengetahuan internasional mengenai kekeliruan pusat bumi yang diyakini selama ini.

    Menurut sejarahnya, diberlakukannya GMT sebagai patokan waktu international dimulai pada saat zaman kerajaan Inggris memulai kehidupan mereka sebagai penjelajah samudra. Mereka menggunakan sistem pemetaan berdasarkan matahari, yang saat ini diketahui sebagai GMT. Sistem tersebutlah yang diikuti penjelajah lautan lainnya dari negara lain, hingga menjadi suatu “fakta” bahwa GMT merupakan pusat bumi yang juga sebagai penentu waktu internasional.

    ***

    Sumber: suaramedia.com

     
  • erva kurniawan 6:41 pm on 30 June 2009 Permalink | Balas
    Tags: , ,   

    Memperdengarkan Al-Quran Dapat Meningkatkan IQ Balita 

    bayi sehatTernyata Al-Qur’an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur’an dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu. Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang. Penulis pun mempunyai seorang keponakan yang lahir tahun 2002. Entah ada kaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satu tahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suara orang mengaji melalui tape recorder.

    Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjadi teratur. Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnya tidak tentu. Sedangkan Al-Qur’an, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepada Tuhan Maha Pencipta. Jadi, bila bacaan Al-Qur’an diperdengarkan kepada bayi, akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupun akhirat.

    Dalam musik terkandung komposisi not balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang output-nya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi. Ternyata Al-Qur’an pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al-Qur’an mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak.

    Ingat, neoron pada otak bayi yang baru lahir itu umumnya bak “disket kosong siap pakai”. Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukan berbagai fenomena dari kehidupannya. Pada gilirannya terciptalah sirkuit dengan wawasan tertentu. Istilah populernya apalagi kalau bukan “intelektual”. Sedangkan anyaman tersebut akan sernakin mudah terbentuk pada waktu dini. Neoron yang telah teranyam di antaranya untuk mengatur faktor yang menunjang kehidupan dasar seperti detak jantung dan bernapas. Sementara neoron lain menanti untuk dianyam, sehingga bisa membantu anak menerjemahkan dan bereaksi terhadap dunia luar.

    Selama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam hal perkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksi). Lalu setahun kemudian otak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susah terjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut. Makanya para pakar perkembangan anak menyebut usia balita sebagai golden age bagi perkembangan inteligensia anak.

    Memang bila orangtua tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan jalan membantu dari belakang, maka tetap tidak akan mempengaruhi kemampuan otak anak dalam menganyam neoron, karena kesempatan untuk memperkuat koneksi otak terbuka luas selama masa anak-anak. Tetapi tentu akan semakin baik bila orangtua pun ikut aktif membantu.

    Otak telah tumbuh jauh sebelum bayi lahir. la telah mulai bekerja yang hasilnya merupakan benih penginderaan berdasarkan prioritas. Umumnya pendengaran lebih dulu. Jadi, selama masa itu penting sekali untuk selalu menghadirkan lingkungan kondusif dan baik bagi perkembangan otaknya. Hilangnya lingkungan ini hanya akan membuat otak menderita dan menganggur yang gilirannya mempengaruhi tingkat kecerdasannya.

    Dalam kaitan upaya meningkatkan pribadi Muslim, seyogyanya bayi sudah diperdengarkan bacaan Al-Qur’an sejak dalam rahim. Jadi, bila ada anjuran kepada ibu-ibu hamil untuk rajin membaca Al-Qur’an menjelang bersalin, itu ada dasar ilmiahnya juga. Makin baik dan benar bacaan itu, termasuk lagunya, makin baik hasilnya. Tujuannya tentu saja bukan mengajak bayi memahami substansi atau makna kandungan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi memperkuat daya tangkap/konsentrasi otak bayi. Sehingga akan semakin mudahlah ia menghafal ayat-ayat Al-Qur’an beserta terjemahannya ketika sudah memasuki masa belajar.

    ***

    (Sumber: layananquran.com)

     
    • Pusat Sewa Komputer 7:51 pm on 8 Juni 2010 Permalink

      Saya Yakin Itu Benar Sekali, Saya Akan Coba Memperaktekannya.

    • Usat Sewa Notebook 7:54 pm on 8 Juni 2010 Permalink

      Pendidikan Agama memang harus sedini mungkin, yaitu semenjak anak dalam kandungan.

    • Usat Sewa Notebook 7:57 pm on 8 Juni 2010 Permalink

      Pendidikan Agama memang harus sedini mungkin, yaitu semenjak anak dalam kandungan. Saya Baru Pertama Kali Menuliskan Komentar Seperti ini dan ini Benar-benar pemikiran saya Pribadi, Saya tidak Pernah Menduplikasi…………Mau komentar aja kok Susah Banget

    • eko 2:55 pm on 28 April 2011 Permalink

      itulah hebatnya :)

    • tyo 2:56 pm on 28 April 2011 Permalink

      masak :0

  • erva kurniawan 6:17 pm on 29 June 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , ,   

    Energi Penyembuh dalam Alquran : Antara Sains dan Keyakinan 

    Kronologi Terapi Suara:

    Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, membuat eksperimen-eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia, dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran merupakan indera yang paling penting! Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya, keseimbangan, dan koordinasi gerakan-gerakannya. Ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol sistem syaraf!

    Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapa frekuensi-frekuensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.

    Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang bernama Hans Jenny menemukan bahwa suara dapat memengaruhi berbagai Artikelal dan membentuk partikular-partikularnya, dan bahwa masing-masing sel tubuh itu memiliki suaranya sendiri, dapat terpengaruh oleh suara, dan menyusun ulang Artikelal di dalamnya. Pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan penemuan mengejutkan.

    Mereka menemukan bahwa setiap organ tubuh itu memiliki sistem vibrasinya sendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa suara dapat memengaruhi sel-sel, khususnya sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memiliki efek yang lebih kuat. Hal ajaib yang ditemukan dua peneliti itu adalah bahwa suara yang memiliki efek paling kuat pada sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri!

    suara_1

    Gambar: suara bergerak dari telinga ke otak dan memengaruhi sel-sel otak.

    Akhir-akhir ini para ilmuwan menemukan bahwa suara memiliki daya penyembuh yang ajaib dan afek mengagumkan terhadap sel-sel otak, dimana ia bekerja untuk mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh! Bacaan al-Qur’an memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapat mengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh, dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnya sistem kekebalan tubuh.

    Fabian, seorang peneliti sekaligus musisi, meletakkan sel-sel darah dari tubuh yang sehat dan menghadapkannya pada berbagai macam suara. Ia menemukan bahwa setiap not skala musik dapat memengaruhi medan elektromagnetik sel. Ketika ia memotret sel ini dengan kamera Kirlian, ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektromagnetik sel itu berubah sesuai dengan frekuensi-frekuensi suara dan tipe suara orang yang membaca. Kemudian ia membuat eksperimen lain dengan meletakkan darah orang sakit, memonitornya dengan kamera Kirlian, dan meminta pasien untuk membuat berbagai macam suara. Ia menemukan, sesudah memproses gambar, bahwa not tertentu dapat mengakibatkan perubahan pada medan elektromagnetiknya dan menggetarkannya secara seutuhnya dengan merespon suara pemiliknya.

    Akhirnya ia menyimpulkan bahwa ada not-not tertentu yang bisa memengaruhi sel-sel dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkan meregenerasinya. Ia menarik suatu hasil yang penting: suara manusia memiliki pengaruh yang kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; pengaruh ini tidak ditemukan pada instrumen lain.

    Peneliti ini menyatakan, ‘Suara manusia memiliki nada spiritual khusus yang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat.’ Fabien menemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, dan pada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat. 

    suara_2

    Gambar: Sel kanker hancur hanya dengan frekuensi-frekuensi suara!

    Itulah mengapa bacaan al-Qur’an memiliki pengaruh yang besar terhadap kanker yang paling berbahaya dan penyakit yang sangat akut! Tetapi, apakah pengaruh ini hanya terbatas pada sel-sel? Jelas bahwa suara dapat memengaruhi segala sesuatu di sekitar kita. Inilah yang dibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepang, dalam eksperimennya terhadap air. Ia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul air itu sangat terpengaruh oleh suara, dan ada suara-suara tertentu yang memengaruhi molekul dan membuatnya lebih teratur.

    Apabila kita mengingat bahwa 70% tubuh manusia itu adalah air, maka suara yang didengar manusia itu memengaruhi keteraturan molekul-molekul air pada sel-sel tubuh, dan juga memengaruhi molekul-molekul itu bergetar, sehingga dapat memengaruhi kesehatannya.

    Para peneliti lain mengonfirmasi bahwa suara manusia dapat mengobati banyak macam penyakit termasuk kanker. Para terapis juga menyetujui bahwa ada suara-suara tertentu yang lebih efektif dan memiliki kekuatan penyembuh, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebatan tubuh.

    suara_3

    Gambar: bentuk molekul air berubah ketika dihadapkan pada suara.

    Jadi, suara itu berpengaruh sangat besar terhadap air yang kita minum. Apabila Anda membacakan al-Qur’an pada air, maka karakteristiknya akan berubah dan air itu akan mentransfer efek-efek al-Qur’an itu kepada setiap sel dalam tubuh, sehingga mengakibatkannya sembuh. Dalam gambar kita melihat molekul air yang didinginkan. Medan elektromagnetik di sekitar molekul ini berubah secara kontinu disebabkan efek suara.

    Bagaimana al-Qur’an mengobati?

    Sekarang, mari kita jawab pertanyaan penting: apa yang terjadi pada sel-sel tubuh dan bagaimana suara itu bisa mengobati? Bagaimana suara ini berpengaruh pada sel-sel yang rusak dan mengembalikan keseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana mekanisme pengobatannya?

    Para dokter selalu mencari jalan untuk menghancurkan beberapa virus. Apabila kita berbicara tentang mekanisme virus ini, apa yang membuatnya bergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberi virus itu informasi sehingga bisa menyerang sel dan berkembang biak di dalamnya? Apa yang menggerakkan sel-sel untuk menyerang virus agar menghancurkannya, sementara ia lemah terhadap virus lain?

    suara4

    Gambar: Virus dan kuman juga bergetar dan sangat terpengaruh oleh vibrasi suara, khususnya suara bacaan al-Qur’an.

    Suara al-Qur’an dapat menghentikan mereka, dan pada waktu yang sama meningkatkan aktivitas sel-sel sehat dan membangkitkan program yang terkacaukan di dalamnya agar siap bertempur melawan virus dan kuman.

    Bacaan al-Qur’an itu terdiri dari sekumpulan frekuensi yang sampai ke telinga, lalu bergerak ke sel-sel otak, dan memengaruhinya melalui medan elektronik, lalu frekuensi-frekuensi tersebut mengaktifkan sel-sel. Sel-sel akan merespon medan itu dan memodifikasi vibrasi-vibrasinya. Perubahan pada vibrasi inilah yang kita rasakan dan pahami sesudah mengalami dan mengulangi.

    Ini merupakan sistem alamiah yang diberikan Allah pada sel-sel otak. Ini merupakan sistem keseimbangan yang natural. Inilah yang difirmankan Allah kepada kita di dalam al-Qur’an al-Karim, ‘Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’ (ar-Rum: 30)

    suara_5

    Gambar: Gambaran riil sel darah yang dihadapkan pada suara sehingga medan elektromagnetik di sekitarnya berubah.

    Suara bacaan al-Qur’an membuat sel menjadi lebih kuat untuk melawan virus dan kerusakan akibat penyakit menular.

    Ayat-Ayat Obat

    Setiap ayat dalam al-Qur’an memiliki daya penyembuh untuk penyakit tertentu. Tetapi yang ditekankan Rasulullah saw adalah beberapa surat dan ayat tertentu, seperti membaca al-Fatihah 7 kali, membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir surat surat al-Baqarah, dan tiga surat terakhir al-Qur’an.

    Anda juga memilih ayat-ayat yang sesuai untuk mengobati penyakit Anda. Sebagai contoh, jika anda merasa gelisah, maka fokuskan pada bacaan surat asy-Syarh. Dan jika Anda sakit kepala, maka bacalah ayat: ‘alau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.’ (al-Hasyr: 21)

    Nabi saw membaca ta’awudz ratusan kali setiap hari. Beliau memohon kepada Allah untuk melindunginya dari berbagai hal buruk, termasuk penyakit. Kita juga sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Falaq dan an-Nas setiap hari. Semoga Allah menjadikan al-Qur’an sebagai obat bagi kita dari setiap penyakit, lahir dan batin

    ***

    (Sumber: Daarut Tauhiid)

     
    • Sindy 9:58 pm on 25 Oktober 2009 Permalink

      A$$.
      Wow…
      Keren…

  • erva kurniawan 5:48 pm on 21 June 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Bersin dan Menguap 

    FluManRasulullah bersabda:

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”. Shahih Bukhari, 6223.

    Imam Ibn Hajar berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)

    Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.

    Rasulullah bersabda:

    Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224)

    Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, “Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan “menguap” ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.

    Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba’ (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)

     
  • erva kurniawan 6:29 pm on 1 June 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Mu’jizat Al-qur’an dan Rayap 

    Mu’jizat Al Quran

    subhanallah. .

    Subhanallah, Walhamdulilah , Wa Lailaha ilallahu Allahu Akbar. 3x

    Subhanallah, Walhamdulilah , Wa Lailaha ilallahu Allahu Akbar.

    AL-QUR’AN sebagai satu mukjizat .

    Di dalam rumah seorang muslim bernama En. Md. Farooq, penduduk Tappachabutra, Hyderabad, Rayap telah memakan sebuah AL-QURAN yg berusia 100 tahun, keseluruhan KULIT naskah Al Qur’an dan KOTAK yang melindungi AL Quran tsb telah Rusak karena dimakan oleh Rayap. Juga termasuk Tulisan Terjemahan AL QURAN TERSEBUT KE DALAM BAHASA URDU’….. YANG MENAKJUBKAN adalah…. Rayap tersebut TIDAK MENYENTUH ‘HURUF-HURUF ASLI AL-QUR’AN YG BERTULIS DALAM BAHASA ARAB’……. .!

    Al quran & rayap 1

     

    Al quran & rayap 3

     

    Al quran & rayap 2***

     
    • dedekusn 3:24 pm on 2 Juni 2009 Permalink

      Subhanallah…..ini hanya sebagian kecil tanda kekuasaan-Nya

    • Joko Susilo 4:17 pm on 12 Juni 2009 Permalink

      Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.
      Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki
      Masjid – Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan
      Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.
      Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,
      Spanyol dan Italia.
      Dapat di Download di http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html

    • sylvi 6:09 pm on 5 Juli 2009 Permalink

      artikelnya bgus2 ya..mantap banget,jd tambah wawasan nih
      Aq dpt blog ni dri cerita laila dan majnun yg tragis..hiks

    • Luga 1:20 am on 26 Juni 2010 Permalink

    • saleh 10:14 am on 20 Agustus 2011 Permalink

      Subhanallah…… binatang rayap bisa mempunyai instink yang dapat membedakan mana kalam Allah dan mana yang bukan. Manusia sejatinya lebih bisa membedakan mana yang benar dari Allah dan man yang bukan, namun hal itu sering tertutupi oleh ambisi dan sifat serakah yang menutup mata hatinya.

  • erva kurniawan 2:01 pm on 28 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: bersentuhan setelah berwudhu, hal-hal yang membatalkan wudhu,   

    Bersentuhan dengan Lawan Jenis setelah Berwudhu 

    wudhu-2Dalam daftar hal-hal yang membatalkan wudhu, sentuhan kulit secara langsung antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram, termasuk masalah yang dipermasalahkan para ulama. Sebagian mengatakan bahwa sentuhan itu membatalkan wudhu` dan sebagian mengatakan tidak.

    Sebab perbedaan pendapat mereka didasarkan pada penafsiran ayat Al-Quran yaitu:

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik; sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema”af lagi Maha Pengampun. (QS. An-Nisa: 23)

    a. Pendapat yang Membatalkan

    Sebagian ulama mengartikan kata MENYENTUH sebagai kiasan yang maksudnya adalah jima` (hubungan seksual). Sehingga bila hanya sekedar bersentuhan kulit, tidak membatalkan wuhu`.

    Ulama kalangan As-Syafi`iyah cenderung mengartikan kata MENYENTUH secara harfiyah, sehingga menurut mereka sentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram itu membatalkan wudhu`.

    Menurut mereka, bila ada kata yang mengandung dua makna antara makna hakiki dengan makna kiasan, maka yang harus didahulukan adalah makna hakikinya. Kecuali ada dalil lain yang menunjukkan perlunya menggunakan penafsiran secara kiasan.

    Dan Imam Asy-Syafi`i nampaknya tidak menerima hadits Ma`bad bin Nabatah dalam masalah mencium.

    Namun bila ditinjau lebih dalam pendapat-pendapat di kalangan ulama Syafi`iyah, maka kita juga menemukan beberapa perbedaan. Misalnya, sebagian mereka mengatakan bahwa yang batal wudhu`nya adalah yang sengaja menyentuh, sedangkan yang tersentuh tapi tidak sengaja menyentuh, maka tidak batal wudhu`nya.

    Juga ada pendapat yang membedakan antara sentuhan dengan lawan jenis non mahram dengan pasangan (suami istri). Menurut sebagian mereka, bila sentuhan itu antara suami istri tidak membatalkan wudhu`.

    b. Pendapat yang Tidak Membatalkan

    Dan sebagian ulama lainnya lagi memaknainya secara harfiyah, sehingga menyentuh atau bersentuhan kulit dalam arti pisik adalah termasuk hal yang membatalkan wudhu`. Pendapat ini didukung oleh Al-Hanafiyah dan juga semua salaf dari kalangan shahabat.

    Sedangkan Al-Malikiyah dan jumhur pendukungnya mengatakan hal sama kecuali bila sentuhan itu dibarengi dengan syahwat (lazzah), maka barulah sentuhan itu membatalkan wudhu`.

    Pendapat mereka dikuatkan dengan adanya hadits yang memberikan keterangan bahwa Rasulullah SAW pernah menyentuh para istrinya dan langsung mengerjakan shalat tanpa berwudhu` lagi.

    Dari Habib bin Abi Tsabit dari Urwah dari Aisyah ra. dari Nabi SAW “bahwa Rasulullah SAW mencium sebagian istrinya kemudian keluar untuk shalat tanpa berwudhu`”. Lalu ditanya kepada Aisyah,”Siapakah istri yang dimaksud kecuali anda?” Lalu Aisyah tertawa”. (HR. Turmuzi Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

    Wallahu a`lam bishshawab.

    ***

    eramuslim.com

     
  • erva kurniawan 8:01 am on 20 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , filosofi sapu lidi, sapu lidi   

    Filosofi Sapu Lidi (Menghindari Perpecahan) 

    filosofi-sapu-lidi

    ”Dan, janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (QS Ali Imraan [3]: 105).

    Mari, kita mengingat perumpamaan tentang sapu lidi. Beberapa lidi yang disatukan, kemudian diikat bagian pangkalnya, dapat digunakan untuk bersih-bersih ketimbang hanya sebatang saja. Filosofi di balik perumpamaan itu tak lain adalah persatuan.

    Kehidupan manusia dapat berjalan baik, sebagaimana sebuah sapu lidi, jika manusia mempererat ikatannya. Disadari ataupun tidak, manusia membentuk kumpulan berdasarkan ikatan tertentu. Umat Islam merupakan kumpulan dari para Muslim yang terikat oleh kesamaan akidah.

    Menjadi ujian bagi akidah umat Islam manakala sebuah konflik memicu perpecahan di dalamnya. Akankah kita membiarkan perselisihan itu terus terjadi dan melemahkan kekuatan umat Islam? Apakah kita mengoreksi diri? Sudahkah akidah Islam dipegang teguh?

    Akidah itu mewujud dalam keyakinan di hati, ucapan, dan tindakan. Konsekuensinya adalah bersedia menjadi insan yang bertakwa. Kuat lemahnya akidah tampak dari sejauh mana memosisikan perintah dan larangan-Nya.

    Di sinilah letak fungsi koreksi, diperlukan orang lain untuk menilai perbuatan kita. Karena itu, ada kewajiban untuk saling menasihati (QS Al Ashr [103]:3). Hanya saja, manusia memang berbeda dengan lidi. Terdapat potensi perbedaan satu sama lain. Terkait hal ini, Sang Pencipta telah memberikan batas-batasannya.

    Selama itu tidak mengutak-atik akidah yang sifatnya tidak dapat diganggu gugat, perbedaan tidak sepatutnya menjadi persoalan. Ketika akal manusia tidak digunakan untuk memikirkan kebenaran secara benar dan tindakan yang diambil tidak pula tepat serta memperturutkan hawa nafsu dengan enggan mendengarkan nasihat orang lain, perselisihan pun muncul yang mengakibatkan perpecahan.

    Jika perselisihan itu timbul dan perpecahan umat ada di depan mata, satu-satunya jalan adalah kembali kepada akidah Islam. Sebagaimana lidi yang dengan pasrah menerima dirinya diikat, umat Islam seharusnya juga demikian, bersedia dan rela diikat dengan akidah.

    Nasihat ini berlaku bagi semua pihak di dalam umat ini, baik aparat pemerintah maupun masyarakat umum. Akidah merupakan keterangan yang jelas dari Sang Pencipta. Tentunya, kita tidak ingin umat berselisih dan bercerai-berai, padahal akidah telah mengikat kita. Atau, maukah kita termasuk orang-orang yang disebutkan ayat di atas? Naudzubillahi min dzalik!

    ***

    Sumber : Republika

     
  • erva kurniawan 6:21 am on 12 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Amal yang Tetap Bermakna 

    aa-gym

    KH. Abdullah Gymnastiar

     

    Amal yang Tetap Bermakna

    Bersama KH. Abdullah Gymnastiar

    ***

    Berhati-hatilah bagi orang-orang yang ibadahnya temporal, karena bisa jadi perbuatan tersebut merupakan tanda-tanda keikhlasannya belum sempurna. Karena aktivitas ibadah yang dilakukan secara temporal tiada lain, ukurannya adalah urusan duniawi. Ia hanya akan dilakukan kalau sedang butuh, sedang dilanda musibah, atau sedang disempitkan oleh ujian dan kesusahan. Bagi yang amalnya temporal, ketika menjelang pernikahan tiba-tiba saja ibadahnya jadi meningkat, shalat wajib tepat waktu, tahajud nampak khusyuk, tapi anehnya ketika sudah menikah, jangankan tahajud, shalat subuh pun terlambat. Ini perbuatan yang memalukan.  Sudah diberi kesenangan, justru malah melalaikan perintah-Nya. Harusnya sesudah menikah berusaha lebih gigih lagi dalam ber-taqarrub kepada Allah swt. sebagai bentuk ungkapan rasa syukur.

    Ketika berwudhu, misalnya, ternyata di samping ada seorang ulama yang cukup terkenal dan disegani, wudhu kita pun secara sadar atau tidak tiba-tiba dibagus-baguskan. Lain lagi ketika tidak ada siapa pun yang melihat, wudhu kitapun kembali dilakukan dengan seadanya dan lebih dipercepat.

    Atau ketika  menjadi imam shalat, bacaan Quran kita kadangkala digetar-getarkan atau sedih-sedihkan agar orang lain ikut sedih. Tapi sebaliknya ketika shalat sendiri, shalat kita menjadi kilat, padat, dan cepat. Kalau shalat sendirian dia begitu gesit, tapi kalau ada orang lain jadi kelihatan lebih bagus. Hati-hatilah bisa jadi ada sesuatu dibalik ketidakikhlasan ibadah-ibadah kita ini. Karenanya kalau melihat amal-amal yang kita lakukan jadi melemah kualitas dan kuantitasnya ketika diberi kesenangan, maka itulah tanda bahwa kita kurang ikhlas dalam beramal.

    Hal ini berbeda dengan hamba-hamba- Nya yang telah menggapai maqam ikhlas, maqam dimana seorang hamba mampu beribadah secara istiqamah dan terus-menerus berkesinambungan. Ketika diberi kesusahan, dia akan segera saja bersimpuh sujud merindukan pertolongan Allah swt. Sedangkan ketika diberi kelapangan dan kesenangan yang lebih lagi, justru dia semakin bersimpuh dan bersyukur lagi atas nikmat-Nya ini.

    Orang-orang yang ikhlas adalah orang yang kualitas beramalnya dalam kondisi ada atau tidak ada orang yang memperhatikannya adalah sama saja. Berbeda dengan orang yang kurang ikhlas, ibadahnya justru akan dilakukan lebih bagus ketika ada orang lain memperhatikannya, apalagi bila orang tersebut dihormati dan disegani

    Sungguh suatu keberuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang ikhlas ini. Betapa tidak? Orang-orang yang ikhlas akan senantiasa dianugerahi pahala, bahkan bagi orang-orang ikhlas, amal-amal mubah pun pahalanya akan berubah jadi pahala amalan sunah atau wajib. Hal ini akibat niatnya yang bagus.

    Maka, bagi orang-orang yang ikhlas, dia tidak akan melakukan sesuatu kecuali ia kemas niatnya lurus kepada Allah swt. saja. Kalau hendak duduk di kursi diucapkannya, “Bismilahirrahmanir rahiim, ya  Allah..semoga aktivitas duduk ini menjadi amal kebaikan”. Lisannya yang bening senantiasa memuji Allah swt. atas nikmatnya berupa karunia bisa duduk sehingga ia dapat beristirahat menghilangkan kepenatan. Jadilah aktivitas duduk ini sarana taqarrub kepada Allah swt..

    Kedahsyatan lain dari seorang hamba yang ikhlas adalah akan memperoleh pahala amal, walaupun sebenarnya belum menyempurnakan amalnya, bahkan belum mengamalkannya. Inilah istimewanya amalan orang yang ikhlas. Suatu saat hati sudah meniatkan mau bangun malam untuk tahajud, “Ya Allah… saya ingin tahajud, bangunkan jam 03.30 ya Allah..”. Weker pun diputar, istri diberi tahu, “Mah, kalau mamah bangun duluan, bangunkan Papah. Jam setengah empat kita akan tahajud. Ya Allah.. saya ingin bisa bersujud kepadamu di waktu ijabahnya doa”. Berdoa dan tidurlah ia dengan tekad bulat akan bangun tahajud.

    Sayangnya, ketika terbangun ternyata sudah azan subuh. Bagi hamba yang ikhlas, justru dia akan gembira bercampur sedih. Sedih karena tidak kebagian shalat tahajud dan gembira karena ia masih kebagian pahalanya. Bagi orang yang sudah berniat untuk tahajud dan tidak dibangunkan oleh Allah swt., maka kalau ia sudah bertekad, Allah swt. pasti akan memberikan pahalanya. Mungkin Allah swt. tahu, hari-hari yang kita lalui akan menguras banyak tenaga. Allah swt. Mahatahu apa yang akan terjadi, juga Mahatahu bahwa kita mungkin telah defisit energi karena kesibukan kita terlalu banyak. Hanya Allah swt-lah yang menidurkan kita dengan pulas.

    Sungguh apapun amal yang dilakukan seorang hamba yang ikhlas akan tetap bermakna, akan tetap bernilai, dan akan tetap mendapatkan balasan pahala yang setimpal. Subhanallah.

    ***

    Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

     
    • Imam Subekti 11:50 am on 5 Oktober 2009 Permalink

      Assalamu’alaikum wr.wb.
      Aa Boleh ga kalo saya minta dikirimi tausiyah yang berkaitan dengan birrul Walidain, biar qt bisa sabar menghadapi ibu yang ingin menang sendiri, biar qt saja yang bersabar gtu A, makasih Bgt ya A..
      Wassalamu’alaikum wr.wb.

    • dkmsudimara 10:09 am on 27 Februari 2010 Permalink

  • erva kurniawan 7:13 am on 5 May 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Khusyuk Dalam Sholat 

    sholat-2

     

    Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk solatnya. Namun, dia selalu kuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk. Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?”.

    Hatim berkata, “Apabila masuk waktu solat, aku berwudlu zahir dan batin.”

    Isam bertanya, “Bagaimana wudlu zahir dan batin itu?”

    Hatim berkata, ” wudlu zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudlu dengan air”. Sementara wudlu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :

    1. Bertaubat
    2. Menyesali dosa yang telah dilakukan
    3. Tidak tergila-gilakan dunia
    4. Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya’)
    5. Tinggalkan sifat berbangga
    6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu
    7. Meninggalkan sifat dengki.”

    Seterusnya Hatim berkata, “Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan aku sedang berhadapan dengan Allah, Syurga di sebelah kananku, Neraka di sebelah kiriku, Malaikat Maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Siratal mustaqim’ dan menganggap bahawa solatku kali Ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.”

    “Setiap bacaan dan doa dalam solat, ku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun”. Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibanding-kan dengan Hatim.

    Bagaimana dengan sholat kita ? apakah sudah khusyuk ?

    Untuk manfaat kita bersama, silahkan sebarkan artikel ini ke sahabat-sahabat anda !

    ***

     
    • sylvi 6:17 pm on 5 Juli 2009 Permalink

      makasih atas tulisannya yg sgt bermanfaat ini..

    • samuel farhan 11:34 am on 15 September 2011 Permalink

      terima ksh,baru kl in sy mrskan khusyukx sholat

  • erva kurniawan 6:33 am on 3 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: kehidupan akhirat, , lukmanul hakim, ,   

    Dunia vs Akherat 

    w-waterlilyLukmanul Hakim merupakan lelaki sholeh yang banyak menyampaikan nasehat bijak kepada putranya. Ia bukan seorang Nabi atau Rasul Allah ta’aala. Sedemikian mulianya beliau sehingga namanya diabadikan menjadi nama salah satu surah di dalam Al-Qur’an. Di antara nasehatnya yang tidak termaktub di dalam Al-Qur’an ialah ucapannya kepada putranya sebagai berikut:

     “Berbaktilah untuk duniamu sesuai jatah waktu engkau tinggal di dalamnya. Dan berbaktilah untuk akhiratmu sesuai jatah waktu engkau tinggal di dalamnya.”

    Subhanallah…! Sebuah nasihat yang sungguh mencerminkan kedalaman perenungan Lukmanul Hakim akan hakekat perbandingan kehidupan di dunia dengan akhirat. Ia sangat memahami betapa jauh lebih bermaknanya kehidupan di akhirat daripada kehidupan di dunia. Dan betapa fananya dunia ini dibandingkan kekalnya alam akhirat kelak..!

    Coba kita renungkan. Berapa lama jatah waktu hidup kita di dunia? Paling-paling hanya 60-an atau 70-an tahun. Kalau bisa lebih daripada itu tentu sudah sangat istimewa. Seorang yang mencapai usia 100 tahun sungguh sudah sangat luar biasa..! Sehingga Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan sebagai berikut:

     “Umur ummatku antara enampuluh hingga tujuhpuluh tahun, dan sedikit di antara mereka yang mencapai (tujuhpuluh tahun) itu.” (HR Tirmidzi 3473)

    Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam wafat pada usia 63 tahun hijriyah. Demikian pula dengan kedua sahabat utamanya Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Keduanya wafat pada usia 63 tahun hijriyah. Ini semata taqdir Allah ta’aala, bukan suatu kebetulan, yang tentunya mengandung rahasia dan hikmah ilahi.

    Dan berapa lama jatah hidup seseorang di akhirat? Menurut Al-Qur’an manusia bakal hidup kekal selamanya di akhirat. Dalam Al-Qur’an disebut dengan istilah:

     “Kekal selamanya di dalamnya.”

    Bahkan di dalam hadits kita jumpai keterangan mengenai hal ini dengan ungkapan yang lebih membangkitkan bulu roma. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa ketika nanti seluruh penghuni surga telah dimasukkan ke dalam surga sementara penghuni neraka telah masuk neraka semuanya, maka Allah ta’aala akan tampilkan kematian dalam wujud seekor kambing yang ditempatkan di antara surga dan neraka.

    Selanjutnya Allah ta’aala perintahkan malaikat untuk menyembelih ”kematian” sambil ditonton oleh segenap ahli neraka dan ahli surga. Sesudah itu Allah ta’aala akan berfirman kepada ahli surga: “Hai penghuni surga kekallah tidak ada lagi kematian…” Selanjutnya Allah ta’aala berfirman kepada para ahli neraka: ”Hai penghuni neraka kekallah tidak ada lagi kematian…”

    Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kematian didatangkan pada hari kiamat berupa seekor kambing hitam…” (HR Muslim 5087)

     “Bila penghuni surga sudah masuk surga dan penghuni neraka masuk neraka, datanglah kematian berdiri di antara surga dan neraka, kemudian disembelih. Lalu terdengar seruan “Hai penghuni surga kekallah tidak ada lagi kematian… Hai penghuni neraka kekallah tidak ada lagi kematian”, maka bertambahlah kegembiraan penghuni surga dan bertambahlah kesedihan penghuni neraka.” (HR Ahmad 5721)

    Saudaraku, bila Allah ta’aala taqdirkan kita hidup di akhirat dalam kesenangan abadi di dalam surga tentulah ini suatu kenikmatan yang tiada tara dan bandingan. Sebaliknya, barangsiapa yang ditaqdirkan Allah ta’aala hidup di akhirat di dalam penderitaan abadi siksaan neraka tentulah ini suatu kerugian yang sungguh nyata dan mengerikan.. .! Na’udzubillahi min dzaalika…!

    Pantas bilamana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan betapa tiada berartinya kesenangan dunia yang penuh kepalsuan jika dibandingkan dengan kesenangan surga yang hakiki, bukan khayalan atau virtual atau sekedar dongeng orang-orang terdahulu. Begitu pula tiada berartinya kesulitan di dunia yang penuh tipuan jika dibandingkan dengan kesulitan dan penderitaan sejati neraka yang berkepanjangan tiada ujung akhir, bukan khayalan atau virtual atau sekedar dongeng orang-orang terdahulu… . Na’udzubillahi min dzaalika…!

    “Pada hari berbangkit didatangkan orang yang paling ni’mat hidupnya sewaktu di dunia dari ahli neraka. Maka ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak. Kemudian ditanya:”Hai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesenangan? Apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?” Ia menjawab: “Tidak, demi Allah wahai Rabb.” Lalu didatangkanlah orang yang paling sengsara hidupnya sewaktu di dunia dari ahli surga. Maka ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ditanya:”Hai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kesengsaraan? Apakah kamu pernah merasakan penderitaan? ” Ia menjawab: “Tidak, demi Allah wahai Rabb. Aku tdk pernah mengalami kesengsaraan dan tidak pula melihat penderitaan” (HR Muslim 5018)

    Maka saudaraku, pantaskah kita mempertaruhkan kehidupan kita yang hakiki dan abadi di akhirat nanti demi meraih kesenangan dunia yang fana dan sesungguhnya penuh dengan tipuan yang sangat memperdayakan. …? Saudaraku, jadilah orang yang  ”cerdas” versi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Bukan orang yang cerdas berdasarkan pandangan para pencinta dunia yang sejatinya sangat bodoh dan tidak sabar…!

    “Orang yang paling cerdas ialah barangsiapa yang menghitung-hitung/ evaluasi/ introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah kematian.” (At-Tirmidzi 8/499)

    ***

     
    • Lukman 1:55 pm on 13 Mei 2009 Permalink

      Artikelnya bagus dan menyentuh. Trims…

    • noermawan 1:15 pm on 18 Oktober 2011 Permalink

      luar biasa artikelnya bikin bulu kuduk merinding,,,,,semoga kita ambil hikmahnya…wss

  • erva kurniawan 4:29 am on 2 May 2009 Permalink | Balas
    Tags: , akhirat, ,   

    Satu Jam Untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat 

    berdoaManusia selalu berada di antara hidayah Allah dan tipu daya syaithan. Kelengahan sedikit saja, syaithan akan bisa menjermusukan seseorang ke dalam lembah yang akan menyia-nyiakan bahkan merusak hidup seseorang. Berikut ini adalah 7 amal penting yang akan menjamin seseorang terhindar dari kondisi negatif itu. Dengan melakukan 7 program ini, seseorang akan diampuni dosanya, dilindungi dari fitnah kubur, dibangunkan rumah di surga, dikabulkan doanya, dilindungi dari kefakiran, dicukupi kebutuhannya, dibebaskan dari perasaan gelisah. Uniknya lagi, semua hal itu dapat diperoleh hanya dengan membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit atau 1 jam saja.

    1. Melakukan 12 rakaat sunnah rawatib. Yakni, 2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat bada zuhur, 2 rakaat setelah maghrib, dan 2 rakaat setelah isya. Manfaat yang diharapkan: Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi orang yang senantiasa melakukannya. Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang solat dalam satu hari sebanyak 12 rakaat, sunnah, Allah akan bangunkan baginya rumah di surga.” (HR Muslim)
    2. Sholat dua rakaat tahajjud. Faidah yang diharapkan: Dikabulkannya doa, diampunkannya dosa, dan dicukupi Allah kebutuhannya. Dalil: Sabda Rasulullah saw, “Allah SAW turun setiap malam ke langit dunia, di saat sepertiga malam terakhir dan mengatakan, Siapa yang berdoa kepadaku, pasti aku kabulkan. Siapa yang meminta padaku,pasti aku berikan, dan siapa yang memohon ampun padaku, pasti aku ampuni.” (HR. Bukhari)
    3. Melakukan sholat duha 2 rakaat, 4 rakaat atau 8 rakaat. Manfaat yang diharapkan: Bernilai shadaqah dari seluruh persendian tulang. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Setiap persendian kalian adalah sadakah, setiap tasbih adalah sadakah, setiap tahmid adalah sadakah, setiap tahlil adalah adakah, setiap takbir adalah sadakah, setiap anjuran pada kebaikan adalah sadakah, setiap larangan dari yang mungkar adalah sadakah, dan semuanya akan mendapat ganjaran yang sama dengan melakukan shalat dua rakaat dari shalat duha.”
    4. Membaca surat Al Mulk. Manfaat yang diharapkan: Diselamatkan dari adzab kubur. Dalil : Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya ada salah satu surat dri Al Qur`an yang terdiri dari 30 ayat. Ia akan memberi syafaat pada seseorang dengan pengampunan dosa. Yaitu surat tabarakallazi biyadihil mulk.” (HR Turmudzi dan Ahmad. Turmudzi mengatakan, ini adalah hadits hasan)
    5. Mengatakan : “Laailaaha illallah wah dahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa hua ala kulli syaiin qadir” dalam satu hari seratus kali. Manfaat yang diharapkan: Terpelihara dari gangguan syaitan selama satu hari, dihapuskan 100 kesalahan dan memperoleh 100 kebaikan. Dalil : Rasulullah saw bersabda,” Barangsiapa yang mengatakan Laa ilaaha illallah wah dahuu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ala kulli syaiin qadiir, maka ia akan mendapat pahala seperti membebaskan 10 budak, ditulis baginya 100 kebaikan, dihapuskan 100 kesalahannya, dan ia akan terpelihara dari syaitan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorangpun yang lebih baik dari apa yang ia peroleh dari hari itu, kecuali ada orang yang beramal lebih dari itu.”
    6. Shalawat atas Nabi Muhammad saw sebanyak 100 kali. Faidah yang diharapkan: Bebas dari bakhil dan mendapat balasan shalawat dari Allah swt. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat atas diri saya maka Allah akan mendoakannya sebanyak sepuluh kali.” (HR. Muslim) Hadits Rasulullah saw: “Orang yang bakhil adalah orang yang bila namaku disebut di hadapannya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku.” (HR Turmudzi)
    7. Mengatakan Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil aziim. Faidah yang diharapkan: Ditanamkan di surga untuk yang melakukannya 100 batang pohon. Dalil: Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang melazimkan istighfar, maka Allah akan memberikan padanya jalankeluar di setiap kesempitan, penyelesaian dari setiap kegundahan, dan diberikan rizki dari sesuatu yang tidak diduga-duga.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Hakim)

    Selain tujuh amalan di atas, tentu saja kita harus mengerti bahwa iman dalam Islam bukanlah sekedar sholat,dzikir dan bacaan Al Quran, tapi mencakup perbuatan dan prilaku kita dalam berhubungan sesama manusia. Rasulullah menyebutkan, Senyum anda kepada saudara anda adalah shadakah, danperintah kepada yang maruf serta larangan dari yang mungkar itu shadakah, petunjukmu pada seorang asing yang tersesat itu sedekah, engkau menuntun orang yang sulit melihat itu shadakah, menyingkirkan batu dan duri dari jalan itu adalah sadakah, dan engkau membantu mengambilkan air untuk sahdaramu itu adalah sedekah. Hadits riwayat Turmudzi ini menunjukkan bahwa kebaikan seorang muslim, selain ditunjang oleh kebaikan bathinnya juga harus diimplementasikan dalam kebaikannya dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya.

    ***

    (sumber: eramuslim.com )

     
  • erva kurniawan 6:29 am on 16 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: adab hari jumat, , jumatan, sunah hari jumat, tata cara sholat jumat   

    Adab Pada Hari Jumat Sesuai Sunnah 

     

    sholat-jumatHari Jumat adalah hari yang mulia, dan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya menyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala. Berikut ini beberapa adab yang harus diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabi SAW pada hari Jumat.

     

    1. Memperbanyak Sholawat Nabi

    Rasulullah SAW bersabda yang artinya,  “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.”* (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

    2. Mandi Jumat

    Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda yang artinya, *“Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.”* (Shahih HR. Bukhori dan Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat. Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi janabah biasa (menyiram seluruh anggota tubuh). Rasulullah bersabda yang artinya, *”Barang siapa mandi Jumat seperti mandi janabah.”* (Shahih HR. Bukhari dan Muslim)

    3. Menggunakan Minyak Wangi

    Nabi SAW bersabda yang artinya, *”Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” * (Shahih HR. Bukhari dan Muslim)

    4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid

    Anas bin Malik berkata, *”Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.”* (Shahih HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, *”Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.”* (Lihat *Fathul Bari II/388)

    5. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib

    Abu Huroiroh RA menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, *”Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.”* (Shahih HR. Muslim)

    6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhotbah

    “Sahl bin Mu’ad bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) pada saat sholat Jumat ketika imam sedang berkhotbah.” * (Hasan HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

    7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

    Rasulullah bersabda yang artinya, *“Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.”* Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, *“Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.”* (Shahih HR. Muslim dan Tirmidzi)

    8. Membaca Surat Al Kahfi

    Nabi bersabda yang artinya, *”Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.”* (HR. Imam Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menshahihkannya)

    Demikianlah sekelumit etika yang seharusnya diperhatikan bagi setiap muslim yang hendak menghidupkan ajaran Nabi Muhammad *shallallahu ‘alaihi wa sallam  ketika di hari Jumat. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa di atas sunnah Nabi-Nya dan selalu istiqomah di atas jalan-Nya.

    ***

    (Disarikan dari majalah Al Furqon edisi 8 tahun II oleh Abu Abdirrohman)

     
  • erva kurniawan 6:03 pm on 12 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: , neraka 7 tingkat, neraka jahanam, panas neraka, penduduk neraka, penduduk pintu neraka, pintu neraka, tingkat neraka   

    Neraka 

    masjid-siluetYazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: “Mengapa aku melihat kau berubah muka?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.”

    Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam.” Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.

    Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur’an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.

    Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”

    Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?” Jawabnya: “Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.” (nota kefahaman: yaitu yg lebih bawah lebih panas)

    Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk masing-masing pintu?” Jawab Jibril:

    1. “Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya Al-Hawiyah.
    2. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
    3. Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar.
    4. Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
    5. Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
    6. Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa’eir.”

    Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: “Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?” Jawabnya: “Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.”

    Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jawabnya: “Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.”

    Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab “Peringatan Bagi Yang Lalai”)

    Dari Hadits Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu:

    • Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
    • Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
    • Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
    • Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
    • Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
    • Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
    • Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
    • Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
    • Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat.
    • Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
    • Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

    Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua.

    Wallahua’lam.

    ***

     
    • donnay 9:24 am on 6 September 2009 Permalink

      Tobatttt

  • erva kurniawan 7:33 pm on 11 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: hadist tentang sholat, kumpulan hadist tentang sholat   

    Mengakhirkan dan Meninggalkan Sholat 

    sujudDikutip dari Kitab Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr Al-Jufri

    ***

    Saudara-saudara Rahimakumullah, ketahuilah bahwa sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian masyarakat kita pada Sholat Lima Waktu, Sholat Jum’at dan Sholat Berjamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa maksiat. Dan sholat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit.

    Rasulullah SAW bersabda: “Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Imam Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

    Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.

    Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan sholat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.

    Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’, 4:103)

    Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Setelah Isya’ aku bersama Umar bin Khattab RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap.”

    “Ahh…, andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh…, aku sungguh menyesali umatku.”

    “Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,” kata Umar RA. Umar kemudian mengetuk pintu. “Siapa?” tanya Aisyah RA. “Aku bersama Abu Hurairah.”

    Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya:

    “Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.”

    “Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?”

    “Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,” kemudian ia berkata, “Bacalah!”

    “Apa yang harus kubaca?”

    “Bacalah: “Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam, 19:59)

    “Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?”

    “Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

    Abu Darda` berkata, “Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan sholat.”

    Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah sholat. Jika sholat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.

    Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk sholat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga.”

    Atha’ Al-Khurasaniy berkata, “Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya. “

    Rasulullah SAW bersabda: “Sholat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama.” (HR. Imam Baihaqi)

    “Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka ia telah kafir.” (HR. Bazzar dari Abu Darda`), kafir yang dimaksud disini adalah ingkar terhadap perintah Allah karena perbuatan orang kafir adalah tidak pernah shalat. Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah saw bersabda”Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut”. Orang2 kafir adalah orang yang tidak pernah shalat, maukah kita termasuk golongan mereka.

    “Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya. ” (HR. Thabrani)

    “Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad.” (HR. Imam Ahmad dan Baihaqi)

    “Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman.” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad) .

    Wasiat ini mudah-mudahan sangat bermanfaat buat kita semuanya umat Islam. Tugas kita semua untuk saling mengingatkan sesama Muslim akan pentingnya Sholat!

    Semoga bermanfaat.

    ***

     
  • erva kurniawan 10:18 pm on 6 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: nabi ayub, nabi daud, nabi harun, nabi ibrahim, nabi isa, nabi ismail, , nabi nuh, nabi sulaiman, nabi yusuf   

    Berkaca pada Para Nabi, Malu! 

    berdoa1

    Penulis : Bayu Gawtama KotaSantri.com

    Memang saya tak setampan Nabi Yusuf alaihi salam, yang pesonanya membuat Zulaikha tergila-gila kepadanya dan belasan wanita cantik lainnya rela mengiris tangannya tanpa sadar lantaran tersihir keelokan wajah putra Ya’kub itu. Ketampanan Yusuf bukan semata fisik, melainkan cahaya di hatinya yang memancarkan kemuliaan. Bandingkan dengan diri ini, tak seujung kelingking pun ketampanan saya bisa menyaingi Nabi mulia itu..

    Saya pun tak sesabar Nabi Ibrahim alaihi salam, berdakwah hingga usianya lebih seabad namun hanya sedikit pengikutnya. Yang bersabar hingga hari tuanya untuk bisa menimang putra tercinta Ismail. Coba lihat diri ini, sering tergesa-gesa tak sabaran

    Sosok ini pun tak setaat Ismail putra Ibrahim, yang ikhlas menjalankan perintah Allah meskipun harus disembelih oleh ayahnya sendiri. Bahkan Ismail tak bergeming saat setan menggodanya. Hmm, mudah sekali rasanya setan-setan menggoda diri ini. Mungkin karena saya belum benar-benar taat kepada-Nya.

    Diri ini jelas-jelas tak setabah Nabi Ayub alaihi salam dalam menjalani cobaan dari Allah. Ayub yang bertahun-tahun diuji Allah dengan penyakit, tak sedikit pun mengeluh. Justru sebaliknya, ia merasa ujian itu adalah cara Allah mendekatinya. Sedangkan saya, baru kena flu saja sudah uring-uringan, bagaimana diberi penyakit yang lebih parah? Bisa-bisa jadi alas an untuk malas beribadah.

    Saya juga tak sehebat Nabi Daud alaihi salam, yang meski bertubuh kecil sangat pemberani melawan Raja Jalut. Begitupun Nabi Musa alaihi salam yang tak gentar berhadapan dengan penguasa paling lalim sepanjang masa, Firaun. Ia berani mengungkapkan kebenaran dengan nyawa taruhannya. Duh, jika saya berada pada posisi seperti itu, sanggupkah? Bahkan menegur sahabat yang berbuat salah pun terasa berat lidah ini mencobanya. Ironisnya, saya sering bersembunyi, pura-pura buta setiap kali kemungkaran berlaku di depan mata ini.

    Hati ini tak setegar Nabi Nuh alaihi salam yang tetap tersenyum mendapati ejekan dari kaumnya, termasuk isteri dan anaknya sendiri. Bahkan ketika air bah dating, Nuh tetap mengajak kaum yang sebelumnya tak henti mengejeknya sebagai orang gila. Andaikan saya yang diejek, emosi lah yang didahulukan. Kalau perlu saya menantang siapapun penghina itu untuk berkelahi, saling menumpahkan darah. Saya mudah marah, gampang tersulut emosinya, mudah terprovokasi, ah jauhlah dari sifat Nabi Nuh.

    Akal pikiran ini tak secerdas Nabi Harun alaihi salam, yang karena kecerdasannya ia diperintah Allah menemani Musa menghadapi Firaun sekaligus menghadapi para pengikutnya. Kejernihan pikirannya, menjadikan ia teramat mudah mendapat hikmah dari Allah. Saya benar-benar iri kepada Nabi Harun yang tak pernah berhenti belajar. Berbeda dengan saya yang terkadang sudah merasa cukup pintar, sering berpikir bahwa diri ini sarat ilmu pengetahuan.

    Saya benar-benar tak sebijak Nabi Sulaiman alaihi salam, dalam segala hal. Ia yang mampu mendengar suara semut yangberdoa-2 ketakutan akan derap pasukan Sulaiman, bahkan sangat kasih terhadap makhluk yang sangat kecil itu. Karena kebijaksanaannya itulah, ia dicintai oleh segenap makhluk di bumi, dari bangsa manusia hingga jin, dari hewan di darat, udara sampai di dalam lautan. Sulit rasanya saya sekadar mencoba berlaku bijaksana dan adil. Saya masih egois, melihat untung rugi dalam berbuat, mengedepankan siapa yang dekat dengan saya dan siapa yang saya suka, bukan siapa yang benar dan berbuat kebaikan.

    Nabi Isa alaihi salam mengajarkan tentang kelembutan hati. Tentang berbagi, membantu sesama, menolong orang tanpa pamrih, meringankan beban kaum dhuafa, menyediakan tangannya untuk orang-orang yang kesusahan, dan mengobati yang sakit. Hatinya selalu menangis melihat orang-orang yang menderita, dirinya selalu berada di sekeliling kaum dhuafa. Sedangkan saya, berkali-kali menyaksikan fenomena kemiskinan, kesusahan, penderitaan di berbagai tempat, tetap saja hati ini sekeras batu,.Tak gampang menangis jika bukan diri ini sendiri yang mengalami kesusahan.

    Bagaimana dengan Rasulullah Muhammad Sallallaahu alaihi wassallaam? Sungguh, beliaulah teladan seluruh manusia. Tentang cinta, kasih sayang kepada sesama, urusan rumah tangga, kelembutan sikap, kemuliaan akhlak, tutur kata, persahabatan, persaudaraan, kepemimpinan, berwirausaha, seluruhnya sempurna. Tak cukup jutaan lembar kertas untuk menuliskan keindahan pribadinya, diperlukan samudera tinta guna melukiskan kemuliaan akhlaknya.

    Tetapi saya? Tak berani menyebut satu saja keunggulan pribadi diri ini. Sebab, satu terbilang, maka seratus keburukan segera terucap. Andaikan saya setampan Yusuf, mungkin saya akan sombong dan tak bersyukur. Misalkan saya sepemberani Daud, belum tentu digunakan untuk membela kebenaran. Adapun saya pernah membantu seseorang, pamrih, ujub, riya pun mengiringi perbuatan itu.

    Jangankan untuk meniru sifat para Nabi dan Rasul, mendekatinya pun tak mungkin. Jangankan menyamai pribadi mereka, mengikuti jejak para sahabatnya pun tak sanggup. Berkaca pada manusia-manusia pilihan-Mu ya Rabb, saya malu, teramat malu.

    Jika demikian adanya, di pintu mana saya boleh mengetuk surga-Mu?

    ***

     
  • erva kurniawan 9:50 pm on 5 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: , pintu rejeki, , rejeki berkah,   

    Agar Rejeki Membawa Berkah 

    sedekah-2Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah.

    Sabda Rasulullah SAW, ”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.”

    Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan, ”Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”

    Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.

    Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.

    Pertama, mengundang datangnya rezeki.

    Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba- Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ”Pancinglah rezeki dengan sedekah.”

    Kedua, sedekah dapat menolak bala.

    Rasulullah SAW bersabda, ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.”

    Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit.

    Rasulullah SAW menganjurkan, ”Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

    Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur.

    Kata Rasulullah SAW, ”Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bias memanjangkan umur.”

    Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan khusnul khatimah (baik).

    Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah?

    Wallahu a’lam bis-shawab.

    ***

     
    • Okke 6:00 pm on 7 April 2009 Permalink

      Wah,, terima kasih banyak bang erva.. dengan membaca artikel ini saya tergerak & terbuka hati saya untuk bersedekah. 1 hal yg sulit bang.. bersedekah dengan ikhlas.. itu yg saya sulit rasakan tetapi dengan membaca artikel ini smoga saya lebih ikhlas utk bersedekah & semoga bagi penulis artikel juga mendapatkan pahala Amiin…

    • Annisa 3:12 pm on 29 Juni 2009 Permalink

      saya juga berusaha untuk selalu bersedeqah..
      dan itu saya tekankan jg kepada anak saya yg berusia 7,5 th misalnya dgn meminjami teman pensil, atau berbagi makanan.. semoga kita semua dapat
      istiqomah menjalankan apa yg kita imani kebenarannya dan mendapat ganti dari Allah SWT..
      amiiin..

    • YULIA 5:24 pm on 25 Oktober 2009 Permalink

      SAYA SENANG MEMBACA ARTIKEL INI. INI JUGA SEBAGAI PENDORONG SEMANGAT SAYA UNTUK LEBIH BERSEDEKAH.

  • erva kurniawan 8:55 pm on 4 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Lamanya “Ash-habul Kahfi” Tidur Di Dalam Gowa: Mengapa 300 Tahun ditambah dengan 9 Tahun? 

    ashabul-kahfi-14Lamanya “Ash-habul Kahfi” Tidur Di Dalam Gowa: Mengapa 300 Tahun ditambah dengan 9 Tahun?

    Oleh: Ali Said

    “Mereka tinggal di dalam gowa selama 300 tahun, dan ditambah 9 tahun“(QS 18:25)

    Ada hal yang menarik dalam ayat ini untuk dikaji. Pertanyaan yang dapat diangkat dari ayat ini adalah “mengapa Allah tidak langsung menyatakan 309 tahun, tetapi 300 tahun ditambah 9 tahun?”.  Menurut penulis, paling tidak, ada dua hal yang mungkin bisa menjelaskan pertanyaan tersebut.

    Alasan pertama berkaitan dengan relativitas waktu. Kalau ada yang membuat kuiz dengan pertanyaan “Berapa lama Ashabul Kahfi tidur di dalam gowa?”, maka menurut penulis bagi yang menjawab 300 tahun bisa dibenarkan dan yang menjawab 309 tahun juga tidak disalahkan.

    Lho kok bisa? Padahal dalam Al Qur’an sudah secara jelas disebutkan 300 tahun ditambah dengan 9 tahun lagi. Justru yang menarik untuk dikaji adalah mengapa Allah tidak langsung menyatakan 309 tahun tetapi menyatakannya dengan 300 tahun ditambah 9 tahun. Mengapa jawaban 300 tahun dan 309 kedua-duanya dibenarkan? Jawabannya bisa diuraikan di bawah ini.

    Bahwa waktu menurut Einstein adalah relatif. Artinya waktu ditentukan bagaimana kita mengukurnya. Allah sendiri

    dalam Al Qur’an menegaskan tentang relativitas waktu. Misalnya dalam QS 32:5 secara jelas dinyatakan bahwa satu hari menurut Allah sama dengan 1000 tahun menurut perhitungan manusia (lihat juga QS 22:47).

    ashabul-kahfi-10

    Selanjutnya Allah dalam Al Qur’an juga menegaskan bahwa Allah menciptakan matahari dan bulan dimana peredaran keduannya sudah ditentukan agar manusia dapat melakukan perhitungan waktu. Secara umum di dunia ini kita kenal dua macam perhitungan tahun yaitu perhitungan yang didasarkan pada peredaran bulan dan yang didasarkan pada peredaran matahari.

    Akibatnya, jika ada 2 orang yang lahir pada hari yang sama dan dapat hidup sekian lama umur kedua orang tersebut bisa berbeda jika kedua orang tersebut menggunakan dasar yang berbeda dalam penghitungan tahun (yang satu pakai peredaran matahari  dan yang satunya pakai peredaran bulan).

    Mari kita lihat kembali QS 18:25 yang artinya: “Mereka tinggal di dalam gowa selama 300 tahun, dan ditambah 9 tahun“. Kalau kita kaji lebih jauh, sebenarnya ayat ini mengajarkan pada kita tentang relativitas waktu. Silahkan pembaca hitung: 300 tahun Masehi (didasarkan peredaran matahari) adalah sebanding dengan 309 tahun Hijriyah (didasarkan peredaran bulan). Maka dari itu QS 18:25 secara tidak langsung Allah menyatakan bahwa kalau kita hitung dengan tahun Masehi, maka lamanya Ashabul Kahfi tidur di dalam gowa adalah 300 tahun, tetapi jika dihitung dengan tahun Hijriyah maka lamanya mereka tidur adalah 309 tahun.

    Alasan kedua berkaitan disain Al Qur’an. Penulisan “…300 tahun, dan ditambah dengan 9 tahun” merupakan bagian dari disain Al Qur’an yang didasarkan pada ‘Sistem 19′. Dalam Al Qur’an disebutkan ada 30 jenis bilangan bulat yang berbeda yaitu: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 1000, 2000, 3000, 5000, 50.000, dan 100.000. Total dari seluruh bilangan tersebut adalah 162.146, yang merupakan bilangan kelipatan 19 (atau 19×8534). Jika 309 tahun tidak dinyatakan dengan 300 tahun dan ditambah dengan 9 tahun, maka total bilangan bulat yang ada didalam Al Qur’an tidak merupakan kelipatan 19.

    ashabul-kahfi-11

    Walloohu a’lam.

    Catatan:

    Berkaitan dengan sistem 19, dalam Al Qur’an disebutkan bahwa usia (lamanya) Nabi Nuh tinggal bersama umatnya adalah 950 tahun. Tetapi yang menarik Al Quran tidak langsung menyatakan 950, tetapi 1000 tahun dikurangi 50 (lihat QS 29:14). Kalau Allah langsung menyatakan dengan 950, maka jumlah bilangan bulat yang ada adalah “tidak kelipatan 19″.

    ***

    Sumber: http://alisaid.wordpress.com/2008/01/18/lamanya-ash-habul-kahfi-tidur-di-dalam-gowa-mengapa-300-tahun-ditambah-dengan-9-tahun/

     
    • rohmah 9:56 am on 29 April 2010 Permalink

      wah………….bhasanya menarik…….saya belum pernah mendebatkan hal yang serinci ini…….

    • paman doblang 6:35 am on 16 Juli 2010 Permalink

      subhanaAllah..keren banget…
      apa yang ajaib menurut manusia, tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT

  • erva kurniawan 7:14 pm on 2 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: arab, salju, salju arab, salju di arab, salju turun di arab   

    Daratan Arab Dan Hari Akhir: Bukti Secara Geologis 

    salju-diarab

    Oleh: Ali Said 

    Salah seorang pakar geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany. Professor Alfred Kroner diminta untuk mengomentari beberapa ayat Al Qur’an dan Hadist.

    Ketika Professor Kroner ditanya tentang kondisi geologi daratan Arab, apakah dulunya daratan Arab penuh dengan tumbuh-tumbuhan dan sungai-sungai? Dia menjawab: “Ya selama zaman salju (Snow Age)”. Dan diketahui lebih lanjut bahwa iceberg di Kutub Utara secara perlahan-lahan bergerak menuju ke arah selatan.

    Ketika iceberg tersebut telah relatif dekat dengan semenanjung/ daratan Arab, cuaca akan berubah dan daratan Arab akan menjadi salah satu bagian dunia yang paling hijau dan basah. Ketika Professor Kroner kembali ditanya “Akankah daratan Arab menjadi daratan yang penuh dengan tumbuh-tumbuhan dan sungai-sungai?” Dia menjawab: “Ya, hal itu merupakan salah satu fakta ilmiah (scientific fact)”.

    Mengapa dia katakan hal itu merupakan bukti ilmiah, karena menurut dia “Zaman Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai. Dia menambahkan bahwa kita dapat saksikan salju bergerak sekali lagi dari Kutub Utara menuju ke arah selatan.

    Kenyataannya bahwa salju kutub utara sekarang sudah dekat menuju ke daratan Arab. Lanjut dia, kita dapat melihat tanda-tanda ini pada pergerakan salju “the snow blizzards striking the northern parts of Europe and America every winter”.

    salju-di-arab

    Apa yang dijelaskan oleh Profesor Kroner tersebut baru diketahui oleh para ilmuan setelah melalui penemuan yang panjang dan dengan bantuan peralatan khusus. Umat Islam, telah mengetahui dan mempercayai hal tersebut sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu berdasarkan sebuah hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim sebagai berikut:

     “Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi merupakan dataran yang subur (pasture) dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (Shahih Muslim).

    Tetapi sayangnya, meskipun Profesor Krone telah menyatakan bahwa wahyu yang turun dari atas merupakan satu-satunya jawaban mengenai dari mana Nabi Muhammad mengetahui hal tersebut , dan sekaligus dia mengetahui tentang kebenaran Islam, dia masih menolak untuk masuk Islam.

    Benarlah firman Allah dalam bahwa Allah telah mengunci mati hati mereka (QS Al-Baqarah ayat 7), “maka ketika kebenaran tersebut datang sebagai peringatan tetaplah tidak akan beriman” (QS Al-Baqarah ayat 6).

    salju-di-arab-2

    salju-di-arab-3

    ***

     
    • Nidika 11:56 am on 14 April 2010 Permalink

      subhanallah, maha suci ALLAH dengan segala kuasa-NYA,
      semoga kita selalu dalam lindungan-NYA dan mejadi IsLaM sEjati.
      AMIN….. ya rabb.

    • brinsani 1:30 pm on 9 Januari 2011 Permalink

      mudah mudahan Allah menyadarkan para manusia di jazirah arab, bahwa janji Allah pasti datang.
      mereka saat ini lebih senang dengan berwemah mewahan, dan membantu para kaum kafir serta israel untuk mencengkramkan kekuasaannya di daerah arab, sehingga mereka menzalimi sebagian kaum muslimin secara tidak langsung seperti di palestina, dan sudan

      semoga Allah membuka hati kita, dan menyadarkan kita, bahwa akhir zaman itu sudah didepan mata kita.

    • muhammad wahidan 'alwy 9:12 pm on 27 Mei 2012 Permalink

      syukran anfa’akallah fi ‘uluumikum, amiin

  • erva kurniawan 9:52 am on 30 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: arthur alison, artikel tentang kematian, artikel tentang tidur, az zumar, az zumar 42, profesor arthur alison, tidur dan kematian   

    Tidur dan Kematian 

    white_water_lily1Prof. Arthur Alison: ”Karena Az Zumar 42” , Tidur dan Kematian

    ***

    Namaku Arthur Alison, seorang profesor yang menjabat Kepala Jurusan Teknik Elektro Universitas London. Sebagai orang eksak, bagiku semua hal bisa dikatakan benar jika masuk akal dan sesuai rasio. Karena itulah, pada awalnya agama bagiku tak lebih dari objek studi. Sampai akhirnya aku menemukan bahwa Al Quran, mampu menjangkau pemikiran manusia. Bahkan lebih dari itu. Maka aku pun memeluk Islam.

    Itu bermula saat aku diminta tampil untuk berbicara tentang metode kedokteran spiritual. Undangan itu sampai kepadaku karena selama beberapa tahun, aku mengetuai Kelompok Studi Spiritual dan Psikologis Inggris. Saat itu, aku sebenarnya telah mengenal Islam melalui sejumlah studi tentang agama-agama.

    Pada September 1985 itulah, aku diundang untuk mengikuti Konferensi Islam Internasional tentang ‘Keaslian Metode Pengobatan dalam Al Quran’ di Kairo. Pada acara itu, aku mempresentasikan makalah tentang ‘Terapi dengan Metode Spiritual dan Psikologis dalam Al Quran’.

    Makalah itu merupakan pembanding atas makalah lain tentang ‘Tidur dan Kematian’, yang bisa dibilang tafsir medis atas Quran surat Az Zumar ayat 42 yang disampaikan ilmuwan Mesir, Dr. Mohammed Yahya Sharafi.

    Fakta-fakta yang dikemukakan Sharafi atas ayat yang artinya, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir,” telah membukakan mata hatiku terhadap Islam.

    Secara parapsikologis, seperti dijelaskan Al Quran, orang tidur dan orang mati adalah dua fenomena yang sama. Yaitu dimana ruh terpisah dari jasad. Bedanya, pada orang tidur, ruh dengan kekuasaan Allah bisa kembali kepada jasad saat orang itu terjaga. Sedangkan pada orang mati, tidak.

    Ayat itu merupakan penjelasan, mengapa setiap orang yang bermimpi sadar dan ingat bahwa ia telah bermimpi. Ia bisa mengingat mimpinya, padahal saat bermimpi ia sedang tidur.

    Quran surat Az Zumar ayat 42 ini juga menjadi penjelasan atas orang yang mengalami koma. Secara fisik, orang yang koma tak ada bedanya dengan orang mati. Tapi ia tak dapat dinyatakan mati, karena secara psikis ada suatu kesadaran yang masih hidup.

    “Bagaimana Al Quran yang diturunkan 15 abad silam, bisa menjelaskan sebuah fenomena yang oleh teori parapsikologis baru bisa dikonsepsikan pada abad ini?” Jawaban atas pertanyaan inilah yang akhirnya meyakinkan aku untuk memeluk Islam.

    Selepas sesi pemaparan kesimpulan dalam konferensi itu, disaksikan oleh Syekh Jad Al-Haq, Dr. Mohammed Ahmady dan Dr. Mohammed Yahya Sharafi, akupun menyatakan dengan tegas bahwa Islam adalah agama yang nyata benarnya.

    Terbukti, isi Al Quran yang merupakan firman Allah pencipta manusia, sesuai dengan fakta-fakta ilmiah. Kemudian dengan yakin, aku melafadzkan dua kalimat syahadat yang sudah sangat fasih kubacakan. Sejak itu aku pun menjadi seorang Muslim dan mengganti namaku menjadi Abdullah Alison.

    Sebagai Ketua Kelompok Studi Spiritual dan Psikologi Inggris, aku telah mengenal banyak agama melalui sejumlah studi yang dilakukan. Aku mempelajari Hindu, Budha dan agama serta kepercayaan lainnya. Entah kenapa, ketika aku mempelajari Islam, aku juga terdorong untuk melakukan studi perbandingan dengan agama lainnya.

    Walaupun baru pada saat konferensi di Mesir, aku yakin benar bahwa Islam sebuah agama besar yang nyata perbedaannya dengan agama lain. Agama yang paling baik diantara agama-agama lain adalah Islam. Ia cocok dengan hukum alam tentang proses kejadian manusia. Maka hanya Islam-lah yang pantas mengarahkan jalan hidup manusia.

    Aku merasakan benar, ada sesuatu yang mengontrol alam ini. Dia itulah Sang Kreator, Allah Swt. Dari pengalaman bagaimana aku mengenal dan masuk Islam, aku pikir pendekatan ilmiah Al Quran bisa menjadi sarana efektif untuk mendakwahkan Islam di Barat yang sangat rasional itu.

    ***

     
  • erva kurniawan 9:28 am on 29 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: ayat suci komosom, ayat suci kromosom manusia, dna, fenomena tubuh manusia, keajaiban tubuh manusia, kromosom manusia, kulit manusia, tanda kebesaran allah   

    Ayat Suci Dalam Kromosom Manusia 

    ayat-suci-dna-1Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Al Quran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci.

    Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yangdibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat “Fussilat” ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada. Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut:

    “…Sanuriihim ayatinaafilafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq…”

    Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran.

    Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata “ayatinaa”yang memiliki makna “Ayat Allah”, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khanayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ayat-suci-dna-2ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tatafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?).

    Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama “Bismillahir Rahmanir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq”; “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Al Quran.

    Dalam wawancara yang dikutip “Ummi” edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: “Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yangselama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.

    Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

    Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan “Semoga penerbitan buku saya “Alquran dan Genetik”, ayat-suci-dna-3semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga nonmuslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmudengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsipilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.

    ***

    Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand

    Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas ChiangMai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.

    Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut;

    “Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami,kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah MahaPerkasa lagi Maha Bijaksana.”lapisan-kulit

    Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus subcutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut. Mahabesar Allah yang telah menyisipkan firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya…Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.

    ***

     
    • sylvi 6:34 pm on 5 Juli 2009 Permalink

      semua artikelnya baguuuus…

    • Annisa 9:45 am on 15 Juli 2009 Permalink

      Subhanallah.. Allahu Akbar, hanya kata itulah yang terucap
      dari hamba yg dhoif ini dlm melihat tanda2 kekuasaan Allah
      di dlm tubuh manusia.. namun mengapa kita masih suka lalai ya..
      Astaghfirullah al adzhiimi… 100x

      Perbanyak lagi deh artikel ttg kebesaran Allah agar
      menambah kecintaan kita pada Allah Ar Rahman..

    • Abdul Mujib Al-Asyqiya 7:09 am on 7 Agustus 2009 Permalink

      Assalamu ‘alaikum akh… Subhanallah smua artikelnya bgs2, ana bnyk mngambil manfa’at ilmu dr blog antum.. Tlg dtambah lagi biar menambah wawasan qt trhdap agama ini dn menambah kecintaan qt akan khazanah Allah SWT…amiien…
      Jazakallahu khoiran :-)

    • cindy sere 10:51 pm on 9 Agustus 2009 Permalink

      Assalamu’alaikum…Subhanallah…
      Artikel ini telah membuktikan bhw islam agama utk qt smua dan bhw Ayat suci Al-qur’an ada d dlm kromsom setiap hamba allah..
      Mari qt tegakkan dan laksanakan ajaran Allah SWT,Smg qt msk surga..amin….

    • Hana Fathin Shalihah 6:56 pm on 12 Oktober 2009 Permalink

      assalamu’alaikum :)
      subhanallah ..
      Allah memang menciptakan semua jagad raya beserta isinya dengan sempurna , hingga tiada satupun yang sia2 ..
      hingga hal kecil Allah ciptakan , dan Allah beri petunjuk agar manusia selalu bersyukur dan dapat menggunakan akal yang telah ia karunia-kan kepada kita dengan sebaik2nya :)
      alhamdulillah , artikel ini menambah pengetahuan kita bukan hanya di bidang IPA tapi juga di bidang agama :)

      ayo , kita ungkap lebih dalam lagi misteri dari petunjuk2 yang telah Allah berikan ! supaya kita bisa lebih bersyukur atas nikmatnya ..

    • noni 10:33 am on 24 April 2010 Permalink

      Assalamualaikum..
      subhannaAllah, semoga dapat meningkatkan rasa syukur dan amalan kita. amin…… mari kita lebih bersemangat menegakan Hukum Allah dalm kehidupan kita dengan ikut memperjuangkan tegaknya khilafah kembali di permukaan dinia ini Allahu Akbar3x dan megunngkap kuasa_nya…

    • Fikri 12:49 am on 24 Agustus 2010 Permalink

      Subhanallah, bagus sekali :)

    • Rafia 10:28 am on 1 September 2010 Permalink

      kami kagum dg artikel anda.

    • iyusyosep 12:37 pm on 25 November 2011 Permalink

      tolong cantumkan nama penulis aslinya

  • erva kurniawan 9:04 am on 28 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: kalky autar, muhammad nabi umat hindu,   

    Muhammad Adalah Nabi Umat Hindu 

    muhammad1Dikutip dari buletin Aktualita Dunia Islam

    ***

    New Delhi, India. Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.

    Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.

    Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri “KALKY AUTAR” sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

    Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.

    Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya “ABDULLAH“. Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya “AMINAH“. Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya AMINAH.

    Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.

    Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra’ Mi’raj dimana Rasulullah mengendarai Buroq.

    ***

     
    • asep 2:03 pm on 28 Maret 2009 Permalink

      Subhanallah,segala puji bagi Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw utusannya.Andaikan orang/agama lain sudah menyadari bahwa Muhammad Saw utusan umat untuk memperbaiki ahlak kita.Mudah-mudahan Lia Eden mendapat Hidayah,Amin.

    • df 12:38 pm on 20 Oktober 2009 Permalink

      aku pngen tau lebih banyak lagi tentang ni….jadi makin penasaran.

    • dharmasastra3 9:18 am on 25 April 2011 Permalink

  • erva kurniawan 6:58 am on 27 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: hikmah sholat, hikmah sholat tahajud,   

    Sholat Menurut Medis Alternatif 

    masjid-siluetSholat Tahajud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.

    Tidak percaya?

    “Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. “Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya and terbebas dari infeksi dan kanker”. Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan ‘tukang obat’ jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunolog i”

    Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah.

    Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imunologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).

    Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan.

    Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.

    Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan.

    Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

    Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sissa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika).

    Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. “jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi.

    Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress,” Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.

    Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ???????

    Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran.

    Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk eberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.

    Kesimpulannya : Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.

    ***

     
  • erva kurniawan 6:15 am on 24 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: kumpulan doa, syair abu nawas, syair abunawas   

    Syair Abu Nawas 

    water_lily_lg1

     

    Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu

    Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka

    Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku

    Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar

    Dosaku seperti jumlah pasir

    Maka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik Keagungan

    Dan umurku berkurang setiap hari

    Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya

    Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu

    Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu

    Seandainya Engkau mengampuni

    Memang Engkaulah Pemilik Ampunan

    Dan seandainya Engkau menolak taubatku

    Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

    ***

     
  • erva kurniawan 6:00 am on 23 March 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Detik-Detik Akhir Kehidupan 

    dscn6941Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan. (As-Sajdah:11)

    Hari demi hari, bulan demi bulan, bulanpun berganti tahun. Berpuluh tahun yang lalu, waktu itu kita masih dalam rahim ibunda, kemudian terlahir menjadi bayi mungil yang menggemaskan, lalu tumbuh menjadi balita yang lucu, dilanjutkan dengan menjadi anak-anak, kemudian remaja dan jadilah seperti sekarang yaitu menjadi dewasa, menjadi orang tua anak-anaknya ataupun sudah mempunyai cucu. Karena sunnatullah, sebuah ketetapan dari Allah Subhanahu wa ta’ala seiring dengan berjalannya waktu kita manusia pasti akan berubah menjadi tua dan kemudian mati.

    Begitu kira-kira gambaran sederhana tentang siklus hidup manusia di dunia. Dalam perjalanannya, kadang-kadang ada orang yang melewati hidupnya sampai ia berumur seratus tahunan lebih, 80an, 60an, atau rata-rata manusia dapat bertahan hidup. Ada pula yang hanya menikmati kehidupan hanya separuh abad. Namun tak jarang pula, yang masih muda, badan terlihat sehat dan sempurna, tidak sedikit yang sudah meregang nyawa, tentu dengan cara dan jalan yang berbeda-beda. Dan banyak pula cerita tentang bayi yang masih dalam kandungan yang belum sempat merasakan hidup di dunia, dan belum sempat merasakan hangat pelukan Ibunya, dibunuh (aborsi) oleh ibunya sendiri lantaran kehadirannya tidak dikehendaki, karena kehamilannya buah dari hubungan yang terlarang yang bisa membawa aib bagi diri dan keluarganya, na’udzubillah min dzalik.

    Karena ajal memang tak pernah memilih kita sudah tua atau muda, masih panjangkah jatah waktu kita hidup ataukah sudah habis masa untuk berpijak di bumi ini. Dan kebanyakan dari manusia melupakan akan datangnya kematian, mereka lupa kalau ajal selalu mengintai di manapun mereka berada. Mereka terlupakan oleh ramainya dunia, terlena dengan manisnya syahwat, silau dengan gemerlapnya harta. Terlalu sibuk dengan keinginan-keinginan yang belum kita capai. Adalah baik ketika keinginan atau cita-cita kita adalah hal yang berorientasikan akherat, tapi kebanyakan dari kita dilenakan oleh keinginan-keinginan yang bersifat kesenangan semu belaka.

    Sampai-sampai kita lupa bahwa kematian sudah sampai di pelupuk mata. Semua terperdaya oleh hingar-bingarnya dunia ini. Kebanyakan waktu hidupnya digunakan untuk sibuk kesana-kemari menggali, mengelola dan menumpuk harta. Dan saat-saat ketika sakaratul maut itu datang menghampiri barulah ia sadar betapa kehidupan di dunia amatlah singkat, dan merataplah ia dengan penyesalan yang sangat ketika menyadari bahwa umurnya telah habis untuk urusan-urusan pangkat, syahwat dan harta. Tinggallah kini menunggu kedatangan malaikat maut dan merasakan betapa tersiksa dan sakitnya saat sakaratul maut. Sakit yang tak dapat dikira karena amat terasa sakitnya.    

    Sebagian ulama menegaskan bahwa rasa sakit pada sakaratul maut hanya diketahui hakikatnya oleh orang yang sudah merasakannya. Orang yang belum merasakannya tentu hanya bisa mengetahuinya sekedar berdasarkan analogi dengan berbagai rasa sakit yang pernah dirasakan.  

    Rasa sakit pada sakaratul maut langsung menghunjam ruh itu sendiri sehingga menerobos seluruh organ-organ tubuhnya, seluruh jaringan sarafnya, seluruh urat-urat. di tubuhnya, bahkan juga seluruh persendian tubuhnya, hingga merambati akar rambut dan kulit dari atas kepala hingga ujung kaki

    Jangan tanyakan rasa sakitnya. Sehingga sebagian orang mengatakan bahwa Kematian itu lebih menyakitkan daripada sabetan pedang, daripada gigitan gergaji dan sayatan gunting, karena rasa sakit akibat sabetan pedang, gigitan gergaji, dan sejenisnya hanya dirasakan karena adanya ruh atau nyawa. Bagaimana pula apabila yang dicabut adalah ruh sendiri ? Orang yang ditebas pedang masih dapat berteriak minta tolong karena masih tersisa kekuatan dalam hati dan pada lisannya. Akan tetapi orang yang menghadapi sakaratul maut sudah kehilangan suara dan teriakannya, kekuatannya sudah melemah, dan energi tubuhnya sudah musnah. Hal ini karena musibah sakaratul maut terkadang terlalu berat sehingga menguasai hati dengan rasa sakit yang dahsyat sehingga melumpuhkan seluruh anggota tubuh, mengguncang seluruh organ tubuh, dan melemahkan seluruh jengkal bagian tubuh, sehingga tidak tersisa lagi kekuatan untuk meminta pertolongan.

    Bahkan, akal sekalipun telah tertutupi dan terganggu pula karena rasa sakit sakaratul maut; sementara lidah tiba-tiba menjadi bisu. Seluruh anggota tubuh menjadi lemah. Orang yang berada sakaratul maut berharap untuk dapat beristirahat sejenak melalui erangan dan teriakan atau melalui cara lain. Akan tetapi ia tidak mampu melakukannya. Kalaupun masih tersisa kekuatan, pasti saat ruh dicabut dan diangkat dari dalam tubuh akan terdengar gerengan dan suara kerongkongan dan dadanya. Namun, saat itu warna tubuhnya sudah berubah dan rasa sakit sudah menyerang seluruh tubuhnya, bagian luar maupun bagian dalamnya. Hingga akhirnya bagian hitam matanya naik sampai menyentuh kelopak mata, sementara lidah tertarik ke dalam hingga pangkalnya dan jari jemari juga menjadi kaku.

    Maka, jangan ditanya lagi kondisi orang tersebut tatkala urat-uratnya seperti tercabut satu persatu. Masing-masing anggota tubuh kemudian mulai menjadi mati secara bertahap. Mulanya kedua kaki menjadi dingin, lalu kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Masing-masing anggota tubuh mengalami sakaratul maut dan mengalami musibah rasa sakit pada saat itu, hingga nyawa sampai di kerongkongan. Pada saat itulah pandangannya terhadap dunia dan penghuninya mulai sirna, dan pintu tobat pun sudah tertutup baginya. Dan tinggallah penyesalan dan kekecewaan yang mendalam menggelayuti dirinya.

    Saudaraku tercinta, tidakkah engkau mengetahui bahwa kunjungan malaikat maut itu adalah sesuatu yang pasti ? telah ditakdirkan semenjak masa azali, panjang ataupun pendek umur kita ? Tidakkah kita menyadari bahwa kita semua hanya musafir yang akhirnya akan sampai tujuan dan meninggalkan perjalanannya ? Tidakkah kita menyadari bahwa perputaran hidup ini pasti berhenti, dan perputaran usia semakin mendekati penghujungnya ?.

    Tidakkah kita menyadari bahwa setelah kunjungannya kita tidak akan mampu lagi melakukan satu kebajikan sekalipun ? kita tidak akan mampu shalat dua rokaat sekalipun ? Kita tidak akan mampu membaca al-Qur’an satu ayatpun ? Kita tidak akan mampu bertasbih, bertahmid, bertahlil, atau beristighfar satu kalipun. Kita tidak akan mampu berpuasa seharipun, atau bersedekah meski sepeserpun. Kita tidak akan mampu melakukan haji ataupun umroh lagi. Waktu beramal telah berlalu, yang tertinggal adalah hisab dan pembalasan terhadap kebajikan atau dosa-dosa.

    Rasulullah solallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

    “Perbanyaklah olehmu mengingat penghancur kenikmatan yaitu : mengingat kematian”. HR. Tirmidzi dan Nasa’i dan Ibnu Hibban menshohihkannya.”

    Saudaraku… Manakah persiapan kita untuk berjumpa dengan malaikat maut ? Manakah persiapan kita untuk menghadapi hal-hal dahsyat sesudah kematian ? Dalam kubur, saat ditanya oleh dua malaikat, saat di Padang Mahsyar, saat hisab, saat dibukanya lembaran catatan amal perbuatan, saat meniti jembatan Ash-Shiroth, dan saat berdiri di hadapan Allah ‘Aza wa Jalla.

    Di waktu yang baik, sehabis shalat, sebelum tidur, saat mentadaburi ayat-ayat-Nya ataupun di penghujung malam ketika kita bersimpuh pasrah di hadapan-Nya, pernahkah terbayang seandainya saja kita mati dalam keadaan yang buruk, mati dalam kubangan lumpur kemaksiatan, mati dalam keadaan su’ul khatimah, sedangkan kita belum sempat untuk bertobat? dan siapkah kita menanggung azab kubur yang mengerikan?

    “na’udzubillah min dzalik wallahu a’lam bisshowab.”

    ***

    Oleh : sis zainudin/1. Masyahidul Ihtidar oleh Syaikh Abdurrahman as-Syayiâ™ dan Sultan Fahd ar-Rasyid

     
  • erva kurniawan 8:56 pm on 22 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: , wanita islam, wanita muslim, wanita sholehah   

    19 Hadist Rasullah SAW Mengenai Wanita 

    titik-rahayuningsih

    Titik Rahayuningsih

    1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.
    2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
    3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
    4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
    5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
    6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.
    7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takut kepada Allah dan orang yang takut kepafa Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
    8. Barangsiapa membawa hadiah, barang atau makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
    9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
    10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.
    11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.
    12. Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah, “Suaminya. “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah, “Ibunya”.
    13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
    14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.
    15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
    16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.
    17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.
    18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.
    19. Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

    ***

     
    • henny 6:11 pm on 7 Oktober 2009 Permalink

      Saya terharu embaca tulisannya semoga kita termasuk kedalam wanita yang sholeh. amien

    • Afandy 12:13 am on 24 Agustus 2011 Permalink

      .tlog dunk ditulis siapa yg mriwtkan hadist diatz,..
      Thank’s

  • erva kurniawan 7:28 pm on 21 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: sholat taraweh, sholat tarawih   

    Keutamaan Shalat Tarawih 

    salat_tarawihSholat Tarawih atau shalat malam memiliki keutamaan dan keistimewaaan sebagai salah satu ibadah di bulan suci Ramadhan. Apa saja keutamaan shalat tarawih itu?

    Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:

    1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
    2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
    3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
    4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
    5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
    6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
    7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
    8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
    9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
    10. Pada malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
    11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
    12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
    13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
    14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
    15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
    16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
    17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
    18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
    19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
    20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
    21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
    22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
    23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
    24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
    25. Pada malam kedua puluh lima, Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
    26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
    27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
    28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
    29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
    30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

    Demikianlah, keutamaan shalat tarawih yang disebutkan oleh Rasulullah SAW.

    ***

     
  • erva kurniawan 4:58 pm on 17 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , ,   

    Mengapa Makanan Dari Babi Haram Hukumnya? (2) 

    babiPertanyaan:

    Mengapa memakan babi dilarang dalam Islam?

    Jawaban:

    Fakta bahwa memakan daging babi haram dalam Islam adalah terkenal. Hal-hal berikut ini menjelaskan berbagai aspek larangan ini:

    1. Babi dilarang dalam Alquran

    Alquran melarang konsumsi babi tidak kurang dari 4 tempat yang berbeda-beda. Ia adalah dilarang dalam surat 2:173, 5:3, 6:145 dan 16:115.

    “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, “ [Al-Qur’an 5:3]

    ayat-ayat Al Qur’an di atas cukup untuk memenuhi bagi Muslim mengapa babi diharamkan.

    2. Daging Babi dilarang dalam Injil

    Umat Kristiani lebih percaya dengan Kitab Suci agamanya. Injil melarang mengkonsumsi babi, dalam kitab Imamat

    “Dan babi, meskipun ia memiliki kuku terbelah, namun dia tidak memamahbiak; babi adalah najis untuk Anda”.

    “daging nya jangan kamu makan, dan bangkai mereka jangan engkau sentuh, mereka adalah najis untuk Anda.”[Imamat 11:7-8]

    Babi juga dilarang dalam Injil dalam kitab Ulangan

    “Dan babi, karena kukunya terbelah, namun bukan pemamah biak, ia adalah najis untuk Anda. Kamu jangan makan daging mereka, dan jangan menyentuh bangkai mereka.” [Ulangan 14:8]

    larangan yang sama juga diulang dalam Injil dalam kitab Yesaya bab 65 ayat 2-5.

    3. Konsumsi daging babi menyebabkan beberapa penyakit babi-2

    non-Muslim Lainnya dan atheists akan setuju hanya akan percaya melalui alasan, logika dan ilmu pengetahuan. Memakan babi dapat menyebabkan tidak kurang dari tujuh puluh berbagai jenis penyakit. Seseorang dapat memiliki berbagai helminthes(cacingan) seperti cacing gelang, cacing keremi, cacing tambang, dll Salah satu yang paling berbahaya adalah Taenia Solium, yang dalam terminologi manusia disebut cacing pita. Ia hidup di usus dan sangat panjang. berkembang melalui telur, masuk ke aliran darah dan dapat mencapai hampir semua organ tubuh. Jika ia memasuki otak dapat menyebabkan hilangnya memori. Jika memasuki jantung dapat menyebabkan serangan jantung, jika memasuki mata dapat menyebabkan kebutaan, jika memasuki hati itu dapat menyebabkan kerusakan hati. Hal ini dapat merusak hampir semua organ tubuh.

    Helminthes berbahaya lain adalah Trichura Tichurasis. Umum kesalahpahaman tentang babi adalah bahwa jika dimasak dengan baik, telur nya akan mati. Dalam sebuah riset penelitian yang dilakukan di Amerika, telah ditemukan bahwa dari dua puluh empat orang menderita Trichura Tichurasis, dua puluh dua telah memasak babi dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa telur cacing dalam daging babi tidak mati dimasak dengan suhu normal.

    4. Lemak babi mengandung bahan untuk bangunan

    Daging Babi mempunyai sedikit otot (lemak) yang mengandung bahan untuk bangunan dan kelebihan lemak. Lemak ini mengendap di tubuh dan dapat menyebabkan hipertensi dan serangan jantung. Tidak mengherankan bahwa lebih dari 50% dari Amerika menderita hipertensi.

    5. Babi merupakan salah satu binatang terjorok di bumi

    Babi yang merupakan salah satu binatang terjorok di bumi. Ia hidup dan berkembang di kotoran binatang, kotoran manusia dan kotoran lainnya. Ini adalah jalan terbaik yang saya tahu bahwa Allah menciptakannya. Di masyarakat desa tidak memiliki toilet modern dan mereka membuang kotoran di udara terbuka. Sangat sering kotoran mereka akan habis dimakan oleh babi.

    Beberapa orang berpendapat bahwa di negara-negara maju seperti Australia, babi dipelihara sangat bersih dan higienis. Bahkan dalam kondisi higienis ini babi-babi dalam kandang yang sama. Betapa pun keras Anda mencoba untuk menjaga mereka bersih, mereka jorok secara alami. Mereka memakan dan menikmati kotoran kawannya sendiri

    6. Babi adalah binatang yang paling tak tahu malu

    Babi adalah yang paling tak tahu malu binatang di muka bumi. Ini adalah satu-satunya binatang yang mengundang teman-teman yang melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Di Amerika, kebanyakan orang mengkonsumsi babi. Sering kali setelah pesta dansa, mereka saling bertukar isteri; yaitu banyak yang berkata “Anda tidur dengan istri saya dan saya akan tidur dengan istri anda.” Jika Anda makan babi maka anda berkelakuan seperti babi. Kami masyarakat India meniru Amerika yang sangat maju dan canggih. Apapun yang mereka lakukan, kami ikuti setelah beberapa tahun. Menurut sebuah artikel di majalah lokal praktek bertukar istri telah menjadi hal yang lumrah di kehidupan Bombay.

    ***

    sumber : Translate dari http://WWW.IRF.org

     
    • mamas86 6:20 am on 18 Maret 2009 Permalink

      Hiiii…. Saya belum pernah nyoba gimana rasanya daging babi. Kalau bisa sih jangan sampai… :mrgreen:

    • Nung 8:44 am on 18 Juli 2009 Permalink

      Secara substantif paparan ini tidak menjelaskan mengapa daging babi diharamkan. Setiap saya mendapat penjelasan, selalu uraiannya berbeda. Lain ustadz lain penjelasannya. Untuk generasi mendatang rasanya perlu dijelaskan dengan lebih logis selain yang telah tersurat dari al qur’an. Argumen berdasarkan kesehatan dan etika seperti pada poin 3 sampai 6 sudah tidak relevan lagi. Bgmana dg penyakit sapi gila, flu burung dll? Bgmana jika babi dikandangkan? Apa bedanya dengan sapi yang juga dikandangkan di peternakan sapi potong?

    • andri 12:53 am on 5 Oktober 2009 Permalink

      saya setuju no.1 dan 2 saja… yg lainnya tergantung persepsi dan konsumsi yg berlebihan dari si pemakan babi… orang yang makan babi pun bisa pintar dan sehat… justru kenapa tidak boleh karena struktur sel babi identik dengan manusia, jadi kalau merasakan nikmatnya makan babi sama saja dengan merasakan bagian dari tubuh manusia, http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/424956.stm), silakan search di google, babi adalah satu-satunya hewan yang aman ditransplantasi manusia baik itu jantung ataupun ginjal dll, sekian terima kasih.

    • hyeldach 8:14 am on 10 Oktober 2009 Permalink

      benarkah masyarakat bombay meniru semua perbuatan yang di lakukan oleh negara amerika???????

    • adin 11:44 am on 12 Desember 2009 Permalink

      org islam tidak boleh makan babi karena itu memang sudah di tulis dalam al’quran, persoalan apa dan lain lain itu adalah menjadi hikmah yang dapat kita ambil manfaatnya. jadi jgn-lah anda (tidak makan babi) karena takut penyakit, melainkan memang karena itu di tulis dgn jelas dlm al’Quran, bgt aja. jgn seperti agama lain, ada syariat dari tuhan, mau dicari2 dulu alasannya, itu cirihas org yahudi, – disrh ptg sapi tanya dulu, apa warna dll. mohon maaf!!

    • adin 11:55 am on 12 Desember 2009 Permalink

      @ nung : jika anda bertanya ‘mengapa daging babi di haramkan’ kami org islam malah jadi bingung dengan pertanyaan seperti itu, kerana sama saja anda menyuruh kami bertanya kepada tuhan, aturan itu bukan dibuat2 oleh kami, itu sangat jelas nash nya dlm al-quran. Dan anda perlu ketahui bahwa alquran itu 100 persen adalah firman Allah, tidak boleh anda mensamakan dengan bibel yang di dlmnya sudah terdapat ucapan para paulus atau rasul2 yang lain.

    • Hadi 11:19 pm on 17 Januari 2010 Permalink

      Mohon Maaf nich…..
      Saya setuju dengan no. 2 (nung) and 3 (andri)…. Pernyataan diatas kurang relevan…. Jika di dalam Injil babi diharamkan mengapa umat Kristen n Katolik bahkan sak pendeta2nya demen banget makan babi yach?!! Umat Hindu n buddha bahkan atheis juga demen banget ma daging babi….. au ah gelap…. waaaah…. waaahhh….

    • junaidi 5:06 am on 14 Februari 2010 Permalink

      di sini saya tidak memihak pendapat siapa yang paling benar tentang keharaman babi, memang secara jelas dalam nash al-qur’an babi telah diharamkan. tetapi kita sebagai muslim yang memiliki intelektual tinggi alangkah baiknya meninjau kembali dan meneliti mengapa babi dihaeamkan? saya sangat bangga kepada tulisan ini yang mencoba menjelaskan dan mempertahankan dalil/nash al-qur’an tentang keharaman babi dengan cara menampilkan penelitian-penelitian sebagai pendukung nash.

    • alif 7:01 pm on 4 Oktober 2010 Permalink

      setuju dengan adin….tuhan melarang sesuatu untuk di jauhi itu pasti ada sebabnya,jangan mirip anak kecil udah dijelasin masih nanyai ini itu…mirip yahudi yg suka membangkang

    • wiro 2:12 pm on 10 November 2010 Permalink

      bener nian itu.tp yg aku heran kenapa kita umat islam takut makan babi tapi tidak takut berbuat anarkis,tidak takut berbuat korupsi,pengrusakan seperti FPI dan bagaimana para pejabat pejabat kita yg korupsi,anggota2 dewan……..
      apa perlu di Al Qurna ditulis ;tidak boleh anarkis,korupsi kecuali terpaksa gitu……
      SEKARANG SIH TERGANGTUNG IMAN MASING2……

    • Cakpri 11:30 pm on 13 Desember 2010 Permalink

      Inilah indahnya dunia, semua pendapat benar menurut masing2, tetapi satu yang perlu di ingat janganlah merasa lebih benar atau lebih baik dari manusia lain, karna itu sama halnya seperti iblis yang merasa lebih mulia di banding adam…. Mohon maaf jika ada kesalahan…

    • putra 3:49 pm on 9 Mei 2011 Permalink

      ngapain mempermasalahkan makanan, surga itu bukan soal makanan dan minuman tetapi masalah kebenaran. Saya sbg umat kristiani yg tertindas ini mau bilang apakah Qur’an itu benar? Lalu Qur’an itu dari siapa? Kalo dari Allah, silahkan tanyakan pada Allah.

    • ady 5:47 pm on 19 Juli 2011 Permalink

      @putra: tdk ada yg menganggapmu tertindas, kta sama2 cr rezeki d dunia ini. alhamdulillah Alquran itu benar adanya. Allah sdh mnjawabnya d surah Alquran di atas. cb cr sndiri ayatny d Alquran, up to you lah..

    • wawan 7:54 am on 9 Agustus 2011 Permalink

      @ putra, Al Quran brsl dr Allah, Injil pun brsal dri Nya, nmun krn f*** paulus2 yg tlah “mengedit” Injil, mka sesuatu yg haram di oke okekan sj ma dia. dlam injil tdak ad 1 aytpun yg mengtkan bhwa Yesus adlh Tuhn, tp klian mlahn men tuhankannya. Nauzubillah. Mf trlalu jauh pmbhsnku, it jg krn dia yg mlai memprtxkn Al Quran.

    • jatnika 3:43 pm on 3 November 2011 Permalink

    • aryo preasetyo 11:27 am on 7 Maret 2012 Permalink

      mfg,gng,

    • George 12:51 pm on 11 Maret 2012 Permalink

      Sebaiknya jangan pernah coba mengutip atau menulis sesuatu yang kalian ga pernah ngerti…. Kaloe kalian bilang di agama islam itu babi diharamkan boleh… Tapi kaloe kalian bilang di kristen itu diharamkan itu salah. Apalagi kaloe kalian bilang paulus itu mengubah ayat ayat yang telah tertulis. Kaloe gak percaya baca aja kitab laut merah, itu ditulis lebih tua dan jauh dari umur kalian bahkan sebelum nabi yang kalian anggap muhamad ataupun yesus yang kami anggap tuhan. Kaloe masih ada yang nanya bacanya dimana anda sangat BODOH dan TOLOL kaloe gak tw tempat membacanya!!!

    • allifkecil 7:24 am on 13 Maret 2012 Permalink

      Maaf di sini saya tidak memihak siapapun…
      Saya beragama Islam…
      Jika kalian belum mengerti tentang agama masing2 sebaiknya kalian jangan berkomentar dan merendahkan satu sama lain…
      bahkan merasa bahwa kalian lah yang paling benar….

      semua yang di sampai kan diatas memang benar dan tidak ada yang salah…
      yang kita cari yang paling benar…..

      karena setiap agama g’ mungkin menyuruh umatnya berbuat dosa….

      Pelajari agama yang kalian anut masing2 dari dasar…
      jangan jangan saling menyalahkan….

      Aku punya juga teman beragama Kristiani mereka juga bilang kalau di agama mereka di haramkan juga memakan babi….

      tapi jika kalian ingin tahu agama kalian masing2 pelajari dulu dari dasar….
      dari sejarahnya…
      kenapa di turunkan alqitab dan sebagainya sampai sekarang…
      baru kalian semua bisa berkomentar….

    • Tina- 3:59 pm on 14 Desember 2012 Permalink

      Agama Kristiani berpegang pada Alkitab Perjanjian Baru, yakni setelah Yesus Kristus lahir. Kitab-kitab yang disebutkan pada poin 2 (Imamat, Ulangan & Yesaya) terletak di Perjanjian Lama. Yang berpegang pada Perjanjian Lama adalah kaum Yahudi. Itulah mengapa kaum Yahudi juga tidak memakan daging babi. Jika dalam agama Islam dikenal dengan istilah Halal, dalam Yahudi ada istilah Kosher. Pada agama Kristiani, Perjanjian Lama dipelajari sebagai sejarah saja. Mudah-mudahan penjelasan saya membantu.

    • dean 9:02 pm on 22 Agustus 2013 Permalink

      BABI HARAM adalah bagi Umat Islam .. mungkin di Kitab lain ada juga yg mengharamkan dan juga menghalalkanya….( monggo saja.. bagimu agamamu bagiku agamaku )
      Sebagai Muslim saya Sangat Meyakini Babi itu haram, kalau pun ada hal/ Zat negatif yg terkandung di babi ( secara Ilmiah… ) itu hanya salah satu jawaban Saja mengapa Babi Haram…..

  • erva kurniawan 10:32 am on 17 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , ,   

    Mengapa Makanan Dari Babi Haram Hukumnya? (1) 

    babi-3Bob:  Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan mengenai kata-kata “Halal” dan “Haram”; apa arti dari kata-kata tersebut?

    Yunus:  Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, dan apa-apa yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.!

    Bob:  Dapatkah anda memberikan contoh?

    Yunus:  Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

    Bob:  Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

    Yunus:  Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.

    Bob:  Apa maksud anda?

    Yunus:  Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan babi-4memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.

    Bob:  Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

    Yunus:  Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru menyadari akan hal ini.

    Bob:  Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi?

    Yunus: Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher. Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.

    Bob:  Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.

    Yunus:  Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

    ***

    Mohon diteruskan kepada semua rekan Muslim dan Non-Muslim.. Ini dapat menjawab sebagian pertanyaan mereka, khususnya kalangan non-Muslim bertanya mengapa ummat Islam tidak boleh mengkonsumsi babi.

     
    • yusuf 7:25 pm on 18 September 2011 Permalink

      ahh itu akal akalan kalian….dan benar adanya ilmu kalian….dalam islam kalau dah haram sesuai nas qur,an ya haram… jangan di pertanyakan mengapa haram

  • erva kurniawan 10:13 am on 16 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: dilarang meniup makanan, dilarang meniup makanan panas, dilarang meniup minuman, larangan meniup makanan, larangan meniup minuman, meniup makanan panas, meniup minuman panas, ulasan larangan meniup makanan   

    Larangan Meniup Makanan dan Minuman Panas 

    makanan-panasSeringkali kita melihat, seorang Ibu ketika menyuapi anaknya makanan yang masih panas, dia meniup makanannya lalu disuapkan ke anaknya. Bukan cuma itu, bahkan orang dewasa pun ketika minum teh atau kopi panas, sering kita lihat, dia meniup minuman panas itu lalu meminumnya. Benarkan cara demikian?

    Cara demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman.

    Sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

    Awalnya saya tidak mengetahui hikmahnya, bagi saya pribadi, ketika datang hadits pada saya mengenai suatu hal, maka semampunya coba saya lakukan, walaupun saya belum tahu hikmahnya, dan sebenarnya memang tidak harus tahu.

    Begitu juga ketika saya pertama kali mendengar hadits ini, saya hanya berusaha mengamalkan saja, bahwa kita dilarang meniup makanan atau minuman, itu juga yang saya lakukan kepada anak saya.

    Dan alhamdulillah ketika tadi coba browse ke internet, ternyata dari salah satu milis kimia di Indonesia, ada yang menjelaskan secara teori bahwa:

    Apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic, dan saya ingat juga bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

    ***

    Namun pernyataan ini sebenarnya perlu dipertanyakan kebenarannya, karena :

    1. Reaksi antara CO2 dan H2O hanya terjadi pada suhu dan tekanan tinggi. CO2 dapat larut dalam air dalam tekanan tinggi, membentuk H2CO3. pada 25 derajat celcius, Kc = 1.70 x 10-3.
    2. Untuk mencapai keseimbangan, reaksi antara CO2 dan H2O membutuhkan katalisator. Kalau tidak ada katalisator, reaksi ini akan berjalan lambat.
    3. H2CO3 merupakan asam lemah.

    Refesensi :

    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/message/10218
    http://en.wikipedia.org/wiki/H2CO3

    ***

    Yang di atas memang HOAX, hanya saja Nabi melarang umatnya untuk meniup-niup makanan dan minuman panas. Kalau begitu memang tidak bagus meniup makanan ato minuman? Tetapi Nabi tidak melarang kita mengipasi makanan. Berarti yang tidak boleh itu meniup makanan dan minuman panas.

    Memang kenapa, apakah nafasnya membuat makanan menjadi bau? Atau takut menambah penyakit? Wah kalau begitu sih tidak akan dilarang secara umum.

    HOAX di atas sudah hampir benar, bedanya angin dari kipas angin dengan nafas manusia adalah komponen CO2 dan H20nya. Apa masalahnya dengan adanya 2 komponen ini?

    Sebenernya yg bermasalah bukan pada airnya tapi pada komponen yg berada di air. Ingat kapur tohor? Waktu SD pernah ada percobaan kapur tohor dilarutkan dalam air lalu dicelupkan sedotan dalam air dan ditiup. Bagimana hasilnya? Iya betul sekali, airnya jadi keruh. Apa sebenarnya yang terjadi?

    Kapur tohor (CaO) apabila ditiup oleh nafas manusia, bereaksi dengan CO2 dalam nafas, akan menjadi batu kapur (CaCO3). Masalahnya, batu kapur ini salah satu dari batu ginjal yang paling sering ditemui.

    Kita tidak pernah tahu apakah air tersebut mengandung kapur tohor atau tidak, tapi minimal dengan menghindari meniup makanan dan minuman panas, kita mengurangi resiko terkena batu ginjal jenis kapur.

    Mungkin selain itu masih ada penyebab lain, penjelasan ini dibatasi hanya untuk meluruskan HOAXnya, terutama di bagian reaksi kimia.

    Wallahu Alam

    ***

     
    • jopir 5:03 am on 18 Maret 2009 Permalink

      nice info
      iseng mampir http://kisanak-jopir.co.cc

    • irhaby0o7 4:35 am on 26 Oktober 2009 Permalink

      1.Reaksi antara CO2 dan H2O hanya terjadi pada suhu dan tekanan tinggi. CO2 dapat larut dalam air dalam tekanan tinggi, membentuk H2CO3. pada 25 derajat celcius, Kc = 1.70 x 10-3.

      jawab:
      memang benar kalo reaksi antara CO2 dan H2O terjadi pada suhu 25 drajat celcius,hingga membentuk H2CO3.disini anda salah besar tentang memahami suhu tinggi,suhu dengan nominal 25 drajat bagi air bukanlah tinggi,contoh konkritnya sbb:ketika anda memasak air,maka air akan mendidih pada suhu tertingginya yaitu 100 drajac celcius,tapi ktika anda tuangkan air panas/mendidih tadi pada bejana,maka kalor air akan diserap oleh lingkungan(bejana) hingga mencapai 50% dari suhu didihnya,atau skitar 50 drajat celcius,suhu 50 bahkan 25 drajat C ini bagi air bukanlah merupakan suatu suhu yg tinggi,tp mrupakan suhu yg lumayan kecil.sehingga wajar saja kalu pemberian CO2 pada air pd temperatur ini dilarang karan dpt membentuk H2CO3,dan lagi2,rosulullah memang benar,dan dia adalah kbenaran yang hak
      ,salam dari irhaby007,teknik elektro UII yogyakarta

    • rusmanov 9:36 am on 18 Maret 2010 Permalink

      Lha, itu suplemen CDR effervesent mengandung CaCO3 kadar tinggi. Ca memang kita butuhkan untuk pertumbuhan terutama menguatkan tulang. Lagian Batu Ginjal bukan berasal dari CaCO3 yg secara langsung kita makan.

    • ahmad 10:30 pm on 27 Oktober 2010 Permalink

      subhanallaah

    • Sri Mulyati 9:09 pm on 19 November 2010 Permalink

      Trim infonya……

    • rizky 4:40 pm on 19 Maret 2011 Permalink

      oh,,…. trnyta yg bkin bhya kndungan kapur ny.. ^_^

      tp, mnurut spngetahuan sy, kelarutan gas CO2 dalam air sgat lah kecil, aplagi dalam kondisi suhu yang tinggi…
      sy prnah praktikum modul “absorbsi”
      gmbaran sngkat ny bgini,.. gas CO2 di alirkan dr bawah kolom, scara brsamaan H2O(air) di alirkan dari atas kolom. di dalam kolom trjadi kontak antara air dan CO2, untk mmperluas kontak antara air dan gas CO2 d dalam kolom di tmpatkan packing… air yg sudh mngalami kontak lgsg dgan gas CO2 qt analisis dgan mnggunakan titrasi…

      hsil dn ksimpuln yg sy dpatkn dr prktikum itu adlh, kelarutan gas CO2 dalam air sgat kecil skali… smakin tinggi suhu, semakin kecil kelarutan gas CO2, jga sbalik ny.
      brbda dgan tekanan, smkin bsar tkanan gas CO2, smakin beasr pula klrutan gas CO2 dalm air..

    • lyly 12:16 pm on 2 Mei 2011 Permalink

      Assalamu’alaikum ……
      truz kira2 ap yg akn terjadi pada makanan panas yang kita tiup?

    • dhiia 2:12 pm on 21 Juli 2011 Permalink

      Oh…ptg bgt..info’y

    • xxx 5:57 am on 4 Januari 2012 Permalink

      thanks infonya… dan kalau menurutku, mendingan membolak balik makanan saja… kalau minuman, diaduk aja biar tidak panas dan langsung santap…

    • Ibnu Majah 7:05 pm on 17 Januari 2012 Permalink

      maaf sebelumnya..
      larangan Rasulullah bukan terletak pada larut atau tidak co2 dlam air kalau kita tiup..tpi coba antum fikir, berapa ratus bakteri atau virus atau kotoran dalam hembusan nafas kita..kalo menurut ane, itu yang bikin rasulullah SAW melarang kita meniup makanan..
      wallahua’alam..
      semoga kita terus dihidupkan dengan cahaya sunnah..
      amieennnn…

    • Nicky Oktavian 1:06 am on 23 Maret 2012 Permalink

      Infonya mantapp neh sob. ijin sebarkan ke yang lainnya yahh

    • Nurhidayah 6:31 pm on 26 Maret 2012 Permalink

      Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu. terimakasih ya infonya sangat bermanfaat

    • Abu Hanifah 6:59 pm on 13 April 2012 Permalink

      Alhamdulillah, artikel yang bagus dan bermanfaat sesuai prinsip Ballighu ‘anni walau aayah. Syukran

    • a.fajrul mujab 6:11 pm on 25 Juni 2012 Permalink

      trima kasih atas infox,semoga bermanfaat bagi saya dan org lain.amin

    • Rafli 8:31 pm on 9 Maret 2013 Permalink

      Terima Kasih ……….

  • erva kurniawan 7:29 am on 14 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: hari jumat, , keutamaan hari jumat, sholat jumat   

    Keutamaan Hari Jum’at 

    masjidil-haram-1Segala puji bagi Allah Rab semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah, beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman..

    Wahai kaum muslimin ….Allah, SWT telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat ini. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum’at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya.

    Abu Hurairah zmeriwayatkan, Rasulullah bersabda:

    “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk”. (HR. Muslim)

    Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah, SWT  memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah, SWT  berfirman:

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. 62:9)

    Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum’at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

    Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum’at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma’ad: 1/398).

    ***

    KEUTAMAAN HARI JUM’AT

    1. Hari Terbaik

    Abu Hurairah z meriwayatkan bahwa Rasulullah y bersabada: “Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.

    2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo’a.

    Abu Hurairah z berkata Rasulullah y bersabda: ” Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah y mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu” (H. Muttafaqun Alaih).

    Ibnu Qayyim Al Jauziah – setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu – mengatakan: “Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi” (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

    3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

    Ibnu Qayyim berkata: “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya”. Hadits dari Ka’ab z menjelaskan: “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”.( Mauquf Shahih)

    4. Hari tatkala Allah, SWT  menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

    Sahabat Anas bin Malik z dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at”.

    5. Hari besar yang berulang setiap pekan.

    Ibnu Abbas z berkata : Rasulullah y bersabda: “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu ……”. (HR. Ibnu Majah)

    6. Hari dihapuskannya dosa-dosa

    Salman Al Farisi z berkata : Rasulullah y bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).

    7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum’at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

    Aus bin Aus z berkata: Rasulullah y bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

    8. Wafat pada malam hari Jum’at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah y bersabda: “Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur”. (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

    ***

     
  • erva kurniawan 5:58 am on 12 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: cinta, istri menurut islam, mencari istri, mencari pasangan hidup, mencari suami, suami istri, suami menurut islam, , tips mencari suami   

    Hal Yang Disukai Pria Dari Wanita 

    love-1CINTA adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.

    Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.

    Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.

    Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.

    1. Karena akidahnya yang Shahih

    Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.

    Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah- Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)

    2. Karena paham agama dan mengamalkannya

    Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)

    Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).

    Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.

    3. Dari keturunan yang baik

    Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)

    Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).

     “Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)

    Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”

    4. Masih gadis

    Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.

    Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.

    Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”

    Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.

    Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”

    5. Sehat jasmani dan penyayang

    Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).

    Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)

    6. Berakhlak mulia

    Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”

    7. Lemah-lembut

    Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”

    8. Menyejukkan pandangan

    Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)

     “Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.

    Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budak perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”

    9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban

    Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”

    Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)

    Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)

    10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa

    Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”

    11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya

    Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”

    12. Pandai bersyukur kepada suami

    Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).

    13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat

    Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.

    Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”

    Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”

    Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.

    ***

     
  • erva kurniawan 12:52 pm on 7 March 2009 Permalink | Balas  

    Sanksi Meninggalkan Shalat 

    mekkahRasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa menjaga shalat, niscaya di muliakan oleh Allah dengan lima kemuliaan” :

    1. Allah menghilangkan kesempitan hidupnya
    2. Allah hilangkan siksa kubur darinya
    3. Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanannya
    4. Dia akan melewati jembatan (Shirat) bagaikan kilat
    5. Akan masuk syurga tanpa hisab

    Dan barangsiapa yang menyepelekan shalat, niscaya Allah akan mengazabnya dengan lima belas siksaan; enam siksa di dunia, tiga siksaan ketika mati, tiga siksaan ketika masuk liang kubur dan tiga siksaan ketika bertemu dengan Tuhannya (akhirat).

    Adapun siksa di dunia adalah :

    1. Dicabut keberkahan umurnya
    2. Dihapus tanda orang saleh dari wajahnya
    3. Setiap amal yang dikerjakan, tidak diberi pahala oleh Allah
    4. Tidak diterima do’anya
    5. Tidak termasuk bagian dari do’anya orang-orang saleh
    6. Keluar ruhnya (mati) tanpa membawa iman

    Adapun siksa ketika akan mati :

    1. Mati dalam keadaan hina
    2. Mati dalam keadaan lapar
    3. Mati dalam keadaan haus, yang seandainya diberikan semua air laut tidak akan menghilangkan rasa hausnya

    Adapun siksa kubur :

    1. Allah menyempitkan liang kuburnya sehingga bersilang tulang rusuknya
    2. Tubuhnya dipanggang di atas bara api siang dan malam
    3. Dalam kuburnya terdapat ular yang bernama Suja’ul Aqro’ yang akan menerkamnya karena menyia-nyiakan shalat. Ular itu akan menyiksanya, yang lamanya sesuai dengan waktu shalat

    Adapun siksa yang menimpanya waktu bertemu dengan Tuhan:

    1. Apabila langit telah terbuka, maka malaikat datang kepadanya dengan membawa rantai. Panjang rantai tsb. tujuh hasta. Rantai itu digantungkan ke leher orang tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya. Lalu malaikat mengumumkan : ‘Ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah’. Ibnu Abbas r.a berkata, ‘seandainya lingkaran rantai itu jatuh ke bumi pasti dapat membakar bumi’.
    2. Allah tidak memandangnya dengan pandangan kasih sayang-Nya Allah tidak mensucikannya dan baginya siksa yang pedih.
    3. Menjadi hitam pada hari kiamat wajah orang yang meninggalkan shalat, dan sesungguhnya dalam neraka Jahannam terdapat jurang yang disebut “Lam-lam”. Di dalamnya terdapat banyak ular, setiap ular itu sebesar leher unta, panjangnya sepanjang perjalanan sebulan. Ular itu menyengat orang yang meninggalkan shalat sampai mendidih bisanya dalam tubuh orang itu selama tujuh puluh tahun kemudian membusuk dagingnya.

    ***

    (Risalah As Sayyid Ahmad Dahlan) Hafidz Al Mundziri, terjemah kitab At Targhiib wat Tarhiib, hal 32

     
  • erva kurniawan 12:22 am on 3 March 2009 Permalink | Balas  

    Kehidupan Setelah Mati 

    water-lily-1Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari Kebangkitan di Akhirat

    Setelah manusia mati akan mengalami tahapan sbb :

    1. Alam Barzakh

    Para salaf bersepakat tentang kebenaran adzab dan nikmat yang ada di alam kubur (barzakh) . Nikmat tersebut merupakan nikmat yang hakiki, begitu pula adzabnya, bukan sekedar bayangan atau perasaan sebagaimana diklaim oleh kebanyakan ahli bid’ah. Pertanyaan (fitnah) kubur itu berlaku terhadap ruh dan jasad manusia baik orang mukmin maupun kafir. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan Rasulullah SAW selalu berlindung kepada Allah SWT dari siksa kubur. Rasulullah SAW menyebutkan sebagian dari pelaku maksiat yang akan mendapatkan adzab kubur, diantaranya mereka yang :

    1. Suka mengadu domba
    2. Suka berbuat ghulul
    3. Berbuat kebohongan
    4. Membaca Al Qur’an tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan dan yang dilarang dalam Al’Qur’an
    5. Melakukan zina
    6. Memakan riba
    7. Belum membayar hutang setelah mati (orang yang berhutang akan tertahan tidak masuk surga karena hutangnya)
    8. Tidak bersuci setelah buang air kecil, shg masih bernajis

    Adapun yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah Shalat wajib, shaum, zakat, dan perbuatan baik berupa kejujuran, menyambung

    silaturahim, segala perbuatan yang ma’ruf dan berbuat baik kepada manusia , juga berlindung kepada Allah SWT dari adzab kubur.

    2. Peniupan Sangkakala

    Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menunggu kapan diperintahkan Allah SWT. Tiupan yang pertama akan mengejutkan manusia dan membinasakan mereka dengan kehendak Allah SWT, spt dijelaskan pada Al Qur’an :

     “Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit dan di bumi, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah SWT”(QS. Az Zumar :68 ).

    Tiupan ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras dan hebat sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda-benda di alam semesta. Setelah I tu keadaan alam semesta kembali seperti awal penciptaannya.

    Allah SWT menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firman-Nya : “ Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras” (QS.Al Hajj:1-2).

    Sedangkan pada tiupan sangkakala yang kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia ; “Dan tiupan sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka”.(QS. Yaa Siin : 51).

    Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian ditiuplah sangkakala, dimana tidak seorangpun tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah SWT menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia.Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali, dan manusia pun bermunculan (bangkit) dan berdiri”.(HR. Muslim).

    3.Hari Berbangkit

     “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakannya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu”. (QS. Al Mujadilah : 6).

    4.Padang Mahsyar

     “(Yaitu) pada hari (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit dan mereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.(QS. Ibrahim:48).

    Hasr adalah pengumpulan seluruh mahluk pada hari kiamat untuk dihisap dan diambil keputusannaya. Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu hari yang berbanding 50.000 tahun di dunia. Allah berfirman:

     “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun”.(QS. Al Maarij:4).

    Karena amat lamanya hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya seperti satu jam saja.

    “Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang hari. “ (QS.Yunus:45) .

     “Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja” (QS. ArRuum:55).

    Adapun orang yang beriman merasakan lama pada hari itu seperti waktu antara dhuhur dan ashar saja. Subhanallah.

    Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana firman-Nya.”Orang kafir ingin seandainya ia dapat menebus dirinya dari adzab hari itu dengan anak-anaknya, dengan istri serta saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya ketika di dunia, dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya” .(QS.AlMa’ arij:11-14) .

    5. Syafaat

    Syafaat ini khusus hanya untuk umat Muslim, dengan syarat tidak berbuat syirik besar yang menyebabkan kepada kekafiran. Adapun bagi orang musyrik, kafir dan munafik, maka tidak ada syafaat bagi mereka.

    Syafaat ini diberikan Rasulullah SAW kepada umat Muslim (dengan izin dari Allah SWT).

    6. Hisab

    Pada tahap (fase) ini, Allah SWT menunjukkan amal-amal yang mereka perbuat dan ucapan yang mereka lontarkan, serta segala yang terjadi dalam kehidupan dunia baik berupa keimanan, keistiqomahan atau kekafiran.

    Setiap manusia berlutut di atas lutut mereka. “Dan kamu lihat tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya . Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Jatsiah:28).

    Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad SAW, kita umat yang terakhir tapi yang pertama dihisab. Yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah pada seorang hamba adalah Shalatnya, sedang yang pertama kali diadili diantara manusia adalah urusan darah.

    Allah SWT mengatakan kepada orang kafir : “Dan kamu tidak melakukan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya” .(QS. Yunus:61). Seluruh anggota badan juga akan menjadi saksi.

    Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang telah ia kerjakan di dunia : “Maka demi Rabbmu, kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang akan mereke kerjakan dahulu”.(Al Hijr:92-93).

    Seorang hamba akan ditanya tentang hal : umurnya, masa mudanya, hartanya dan amalnya dan akan ditanya tentang nikmat yang ia nikmati.

    7. Pembagian catatan amal

    Pada detik-detik terakhir hari perhitungan , setiap hamba akan diberi kitab (amal) nya yang mencakup lembaran-lembaran yang lengkap tentang amalan yang telah ia kerjakan di dunia.

    Al Kitab di sini merupakan lembaran-lembaran yang berisi catatan amal yang ditulis oleh malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT.

    Manusia yang baik amalnya selama di dunia, akan menerima catatan amal dari sebelah kanan. Sedangkan manusia yang jelek amalnya akan menerima catatan amal dari belakang dan sebelah kiri, spt pada firman Allah berikut ini:

     “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan ia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka ia akan berteriak : “celakalah aku”, dan ia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”,(QS. Al Insyiqaq:8-12) .

    “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:”wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.Telah hilang kekuasaanku dariku” (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya”, kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala” .(QS. Al Haqqah:25 31).

    8. Mizan

    Mizan adalah apa yang Allah letakkan pada hari kiamat untuk menimbang amalan hamba-hamba- Nya. Allah berfirman : “Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seorang dirugikan walau sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan”. (QS. Al Anbiya:47)

    Setelah tahapan Mizan ini, bagi yang kafir, dan mereka yang melakukan perbuatan syirik akan masuk neraka.

    Sedangkan umat muslim lainnya, akan melalui tahap selanjutnya yaitu Telaga

    9. Telaga

    Umat Muhammad SAW akan mendatangi air pada telaga tsb. Barang siapa minum dari telaga tsb maka ia tidak akan haus selamanya. Setiap Nabi mempunyai telaga masing-masing. Telaga Rasulullah SAW lebih besar, lebih agung dan lebih luas dari yang lain, sebagaimana sabdanya :

    “Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba untuk mendapatkan lebih banyak pengikutnya di antara mereka dan sesungguhnya Nabi Muhammad mngharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak” (HR. Bukhari Muslim).

    Setelah Telaga, umat muslim akan ke tahap selanjutnya yaitu tahap Ujian Keimanan Seseorang. Perlu dicatat bahwa orang kafir dan orang yang berbuat syirik sudah masuk neraka (setelah tahap Mizan, seperti dijelaskan di atas).

    10.Ujian Keimanan Seseorang

    Selama di dunia, orang munafik terlihat seperti orang beriman karena mereka menampakkan keislamannya. Pada fase inilah kepalsuan iman mereka akan diketahui, diantaranya cahaya mereka redup. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana sujudnya orang mukmin. Saat digiring, orang-orang munafik ini merengek-rengek agar orang-orang mukmin menunggu dan menuntun jalannya.Karena saat itu benar-benar gelap dan tidak ada petunjuk kecuali cahaya yang ada pada tubuh mereka.

    Allah SWT berfirman,”Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman:”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”.Dikatakan (kepada mereka):”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”.Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat da di sebelah luarnya dari situ ada siksa.(QS.Al hadid:13).

    Setelah ini umat muslim yang lolos sampai tahap Ujian Keimanan Seseorang ini, akan melalui Shirat.

    11. Shirat

    Shirath adalah jmbatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk diseberangi orang-orang mukmin menuju Jannah (Surga).

    Beberapa Hadits tentang Shirath

    Sesungguhnya rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau berkata :

    Tempat menggelincirkan, di atasnya ada besi penyambar dan pengait dan tumbuhan berduri yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najd yang disebut pohon Sud’an.(HR. Muslim)

     “Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang”. (HR. Muslim)

     “Ada yang melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, ada yang seperti tiupan angina, ada yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang lecet-lecet dan ada juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam”. (HR. Bukhari Muslim)

    Yang paling pertama menyebarangi shirath adalah Nabi Muhammad SAW dan para pemimpin umat beliau.Beliau bersabda : “Aku dan umatku yang paling pertama yang diperbolehkan melewati shirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang bicara, kecuali Rasul dan Rasul berdo’a ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.” (HRBukhari) .

    Bagi umat muslim yang berhasil melalui shirath tersebut, akan ke tahap selanjutnya jembatan

    12. Jembatan

    Jembatan disini, bukan shirath yang letaknya di atas neraka jahannam. Jembatan ini dibentangkan setelah orang mukmin berhasil melewati shirath yang berada di atas neraka jahannam.

    Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antata satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di dunia”.(HR. Bukhari).

    Setelah melewati jembatan ini barulah orang mukmin masuk Surga.

    ***

    Kesimpulan :

    Setelah penjelasan di atas tinggal kita menunggu…, apa yang akan kita alami di hari akhir nanti…, tentunya sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia ini…. Semoga Alah SWT memberi kekuatan dan selalu membimbing kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya sehingga dapat mencapai surga-Nya dan dijauhkan dari siksa neraka-Mu ya Allah…….karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu ya Allah……

    ***

    Sumber :

    1. Poster ‘Hidup Sesudah Mati” (berupa diagram tahapan dan penjelasan setiap tahapan)
    2. Hidup Sesudah Mati edisi terjemah oleh Syaikh Jasim Muhammad Al Muthawwi
    3. Al Yaum Al Akhir, Juz I,II,III oleh Dr. umar Sulaiman Al Asyqar
    4. Syarah Lum’atul I’tiqad Al hadi Ila Sabilir Rasyad oleh Syaikh Utsaimin
    5. Tahdzib Syarah Ath thahawiyah oleh Ibnu Abil Izz Al Hanafi
    6. Tadzkirah, Imam Qurthubi
    7. At Takhwif Minan Naar oleh Ibnu rajab Al Hambali
    8. Hadiul Arwah Ila Biladil Afrah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah
    9. Nihayatul Bidayah wan Nihayah oleh Al hafidz Ibnu Katsir
    10. Ahwalun Naar oleh Muhammad Ali Al Kulaib.

     (Disalin/ diketik pada tgl : 17 Ramadhan 1428 H, pkl 8 pagi).

     
    • gunawan 7:50 am on 20 Januari 2010 Permalink

      terima kasih

    • Miftahul jannah 2:26 pm on 16 Juli 2010 Permalink

      Bantulah aku bertaubat, ya Allah yg Maha pengampun,ampunilah dosa-dosaku. Hamba ingin bertaubat sungguh..
      Tuntunlah hamba kepada Jalan-Mu yang benar dan tidak sekali sekali melakukan perbuatan dosa lagi ya Allah.
      Amin

  • erva kurniawan 11:57 pm on 2 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: fenomena lalat, , kuman lalat, lalat, lalat dalam al quran, tafsir al quran tentang lalat   

    Kekuasaan Allah pada seekor lalat 

    lalatSemua kita pasti tahu, apa itu lalat! Ya, ia seekor makhluk Allah subhanahu wata’aala yang dikenal suka hinggap di tempat-tempat yang jorok dan banyak membawa penyakit/kuman. Sekalipun begitu, ia ada disebutkan di dalam al-Qur`an dan juga hadits nabawi. Lantas, apa keistimewaannya, sehingga Allah subhanahu wata’aala menyebut dan menyinggungnya? Adakah hikmah di balik itu? Bagaimana kedudukannya di dalam hadits nabi shallallahu ‘alahi wasallam? Adakah pernyataan ilmiah yang menunjukkan keistimewaannya? Melalui halaman yang singkat ini, Insya Allah subhanahu wata’aala kita akan menyinggung secara ringkas tema-tema tersebut.

    Lalat di Dalam al-Qur`an

    Lalat yang di dalam bahasa Arabnya, “adz-Dzubab” disinggung dalam satu ayat, yaitu ayat 73, surah al-Hajj. Allah subhanahu wata’aala berfirman, artinya, “Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS.al-Hajj: 73)

    Dalam ayat ini terdapat seruan agar bertauhid kepada Allah subhanahu wata’aala dan kecaman terhadap kesyirikan dan orang-orang Musyrik. Sebagaimana dinyatakan Ibn Katsir rahimahullah dalam ayat ini Allah subhanahu wata’aala mengingatkan betapa hina-dinanya berhala-berhala itu dan betapa piciknya akal para penyembahnya.

    Apa yang disembah orang-orang jahil dan musyrik itu diberi perumpamaan dengan sesuatu yang hina, yaitu seekor lalat. Bahwa sekalipun semua sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala dan patung-patung itu berkumpul untuk menciptakan seekor lalat saja, benda-benda mati itu tidak akan pernah mampu melakukannya. Padahal apalah arti seekor lalat; makhluk yang sangat hina dan jorok. Bahkan, jangankan menciptakan, bila ada seekor lalat merampas sesuatu dari tubuhnya, berhala-berhala itu tak mampu untuk melindungi diri sendiri. Jadi alangkah lemah dan hinanya berhala-berhala itu, bilamana seekor lalat yang dikenal lemah dan jorok justeru lebih kuat darinya. Karena itu, keduanya sama-sama lemah, baik lalat maupun berhala-berhala itu.

    Syaikh Abu Bakar al-Jaza`iri mengatakan, “Dibuatnya permisalan dengan seekor lalat itu merupakan sesuatu yang baik dalam bahasa Arab, karena dapat lebih mendekatkan kepada pemahaman.”

    Allah subhanahu wata’aala menyebutkan sesuatu di dalam al-Qur`an bukan asal sebut. Pasti ada nilai lebih dari apa yang disebutkan itu. Contohnya, Allah subhanahu wata’aala banyak bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya seperti matahari, waktu Dhuha, dan seterusnya. Itu semua karena apa yang dijadikan objek sumpah itu memiliki nilai lebih di sisi Allah subhanahu wata’aala. Dan terbukti secara ilmiah kemanfaatannya bagi alam semesta ini, tak terkecuali penyebutan seekor lalat.

    Lalat di Dalam Hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam

    Bilamana di dalam al-Qur`an hanya disebutkan dalam satu ayat saja, maka di dalam hadits nabi shallallahu ‘alahi wasallam penyebutannya lebih banyak. Salah satunya, terkait dengan adanya ‘dualisme’ dalam diri lalat itu. Artinya, di satu sisi pada dirinya itu terdapat racun, namun di sisi yang lain justru sebagai penawarnya alias pada kedua sayapnya.

    Di antara hadits-hadits itu adalah sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar).” (HR. al-Bukhari)

    Hadits mengenai hal ini cukup banyak dan dipaparkan dengan redaksi yang hampir mirip.

    Sepintas, hadits ini bagi kelompok yang berlebihan dalam mengkultuskan akal, seperti kelompok Mu’tazilah dan para Orientalis, hadits ini dianggap irrasional (tidak masuk akal). Sebab menurut akal mereka, bagaimana mungkin dapat diterima kenyataan bahwa lalat yang menjijikkan itu memiliki penyakit (racun) sekaligus obat (penawar). Apalagi bila ia terjatuh pada minuman, maka harus dibenamkan semua badannya agar minuman tersebut dapat dikonsumsi lagi dan tidak membahayakan. Sungguh menjijikkan. !!

    Tetapi realitasnya, hadits tersebut dari sisi kualitasnya adalah hadits yang shahih. Karena itu, tidak ada tempat dan alasan untuk menolaknya, sebab yang mengucapkannya adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam yang tidak mengatakan sesuatu kecuali berdasarkan wahyu Allah subhanahu wata’aala (QS. an-Najm:3).

    Bagi orang beriman, bilamana telah terbukti secara valid dan kuat keshahihan kualitas suatu hadits, maka terlebih dulu ia harus meyakini kebenarannya, terlepas apakah ada hikmah di balik itu ataukah tidak! Hadits ini termasuk mukjizat Nabi shallallahu ‘alahi wasallam dari sisi ilmiah. Lalu, apakah memang terbukti secara ilmiah demikian.?

    Pernyataan Ilmiah Tentang Lalatlalat-2

    Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya dunia ilmu pengetahuan, tampak jelaslah kebenaran hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam tentang lalat. Dalam hal ini, dunia kedokteran berhasil membuktikan keilmiahan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam itu.

    Prof.DR.Amin Ridha menjelaskan beberapa poin tentang kenyataan tersebut, di antaranya, “… Ketiga, tidak benar kalau dikatakan bahwa dunia kedokteran belum pernah mengadakan pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan lalat. Lalat pernah digunakan sebagai obat bagi penyakit borok menahun dan paru (Frambosia Tropica), yang terjadi pada 30 tahun pertama abad ke-20, sebelum struktur kimia sulfa ditemukan.

    Untuk keperluan itu, lalat dipelihara secara khusus. Penemuan membuktikan bahwa lalat mengandung virus pembunuh kuman (bakterial). Dari penelitian itu ditemukan, bahwa lalat di samping membawa kuman-kuman penyakit, ia juga membawa bakterial yang membunuh kuman-kuman. Penelitian ini terhenti karena di saat yang bersamaan, ditemukan struktur kimia sulfa.

    Keempat, Hadits tentang lalat menginformasikan adanya sejenis racun pada lalat. Kenyataan ini baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern dua abad belakangan. Sebelumnya, bisa jadi orang tidak mempercayai kebenaran hadits tentang lalat ini. Jika sudah ditemukan bahwa lalat selain membawa penyakit, ia juga mengandung bakterial pembunuh kuman, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui:

    Tidak benar, kuman yang dibawa lalat berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit.

    Tidak benar, banyaknya kuman yang dibawa oleh lalat cukup untuk menimbulkan penyakit bagi orang yang menelan kuman itu.

    Tidak benar, tubuh manusia dapat terhindar sama sekali dari semua kuman berbahaya. Kalau seandainya begitu, justeru itulah yang sangat berbahaya bagi manusia. Sebab jika tubuh manusia berulang-ulang kemasukan kuman yang berbahaya dalam jumlah sedikit, maka kuman akan menjadi daya tahan terhadap kuman-kuman sejenisnya. Hadits tersebut memberikan informasi penting adanya kuman pada lalat, yang berlawanan dengan racun yang dibawanya. Ini membuktikan bahwa bakteri, virus dan kuman sejenisnya saling berperang dan saling mematikan; yang satu membunuh yang lain dengan jalan mengeluarkan zat beracun. Zat beracun ini yang kemudian digunakan sebagai bahan pengobatan yang lazim disebut antibiotika, seperti: Penicilin dan Cloromicitin. Dan ini bukan saja ada pada lalat, hampir semua binatang berbisa ternyata bisanya itu malah menjadi penyembuh, jika dijadikan sebagai obat. Segala sesuatu yang belum ditemukan dan belum diteliti oleh ilmu pengetahuan jangan diramalkan. Tetapi penelitian harus dilakukan selengkap dan sesempurna mungkin dan tidak boleh dihentikan. Oleh karena itu, merupakan tindakan yang salah jika tergesa-gesa menilai ketidakrasionalan hadits tentang lalat ini tanpa bukti dari hasil penelitian ilmiah modern.”

    Perlu diketahui, lalat hinggap pada barang-barang yang dipenuhi kuman-kuman, yang dapat menim-bulkan berbagai macam penyakit. Sebagian kuman itu berpindah ke organ tubuh lalat, dan sebagian lainnya dimakan. Dari kuman-kuman ini terbentuk unsur toxine di dalam tubuhnya, yang menurut istilah medis disebut antibakteria. Dialah yang bertugas membunuh berbagai kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini tidak mungkin bertahan hidup atau mempengaruhi tubuh manusia, selagi masih ada antibakteria, khususnya pada salah satu sayap lalat.lalat-3

    Karenanya, ia mampu mengarahkan bakteri ke arahnya, maka jika ada lalat yang jatuh pada makanan atau minuman, lalu kuman yang menempel pada sebagian organ tubuhnya berpindah ke makanan atau minuman, maka antibakteria yang juga dibawa lalat pada salah satu sayapnya akan bekerja membunuh kuman. Bila di sana ada penyakit, maka obatnya juga tidak akan jauh dari penyakit itu. Maka lalat tersebut dapat dibenamkan secara keseluruhan, baru kemudian dibuang. Hal ini sudah cukup untuk membunuh kuman yang dibawa lalat dan akan merusak kerja kuman tersebut. Selain itu, lalat bisa menyuburkan pembenihan kuman beberapa penyakit. Setelah beberapa saat kuman itu pun mati dan pengaruhnya tidak tampak. Kemudian dalam lalat itu terbentuk unsur yang membunuh kuman-kuman yang dinamakan anti-bakteria. Apabila inti lalat diletakkan pada larutan yang bersih, maka akan diketahui empat macam kuman yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, namun ada pula empat macam unsur yang mampu membunuh empat macam kuman itu, wallahu a’lam.

    ***

    (Sumber: a. Tafsir Ibn Katsir, b. Aysar at-Tafasir karya Abu Bakar al-Jaza`iri, c. Majalah at-Tauhid,Vol. V, 1977; Musykilat al-Ahadits an-Nabawiyyah karya Abdullah Ibn Al Najdi al-Qushaimi [sasak].

     
    • BKsmanci 4:16 pm on 26 Maret 2009 Permalink

      Asalammuallaikum….
      Mampir nich………….

    • Dian 9:42 am on 1 April 2009 Permalink

      Assalamualaikum, boleh saya link blog ini?? bagus sekali isinya

    • jamal 11:59 pm on 16 Mei 2009 Permalink

      assalamualaikum….bagus sekali…

    • Annisa 9:17 am on 29 Juni 2009 Permalink

      perbanyak lagi donk artikel penemuan ilmiah yang mengupas kebenaran dari hadist nabi kita, good luck..

    • yudhi dwi saputra 5:48 pm on 22 Juli 2009 Permalink

      Subhanallah, bner2 brmnfaat ya. Mdh2n dpt mnmbah keimanan qt, amin.

    • dex 9:06 am on 29 September 2009 Permalink

      Allahu akbar!
      pengen tau segi ilmiah hadist yg laen jg…..

    • Erlangga 2:37 pm on 1 November 2009 Permalink

      semua yg di tulis u benar2 bagus

    • Mohammad Muzammil 8:15 am on 11 Januari 2010 Permalink

      kesimpulannya, tdk ada satupun makhluk dan alam semesta yang diciptakan oleh Allah kecuali dengan membawa hikmah dan manfaat.
      hanya keterbatasan akal manusia untuk menggalinya..

      trims ilmunya…

    • Khanif 1:22 pm on 19 Januari 2010 Permalink

      Sangat luar biasa..ahiry lambt laun smua keajaiban Allah telah terbuka..
      Qt harus slalu bjuang tuk menemukan keajaibn yg laen mlalui akal qt..

    • mnrizki 12:11 am on 9 Februari 2010 Permalink

      Pada admin minta ijin copas artikelnya, terima kasih.
      Kunjungi: http://majlisdzikrullahpekojan.org

    • Adhy Syaefudin 12:36 pm on 16 Juni 2014 Permalink

      Sejak saya suka moto serangga, ga pernah bosen moto lalat dengan detail matanya

  • erva kurniawan 10:26 pm on 25 February 2009 Permalink | Balas  

    Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun 

    hybrid_water_lilyOleh Ihsan Tandjung

    Tokoh penuh hikmah Luqmanul Hakim pernah menasihati anaknya. ”Anakku, hiduplah untuk duniamu sesuai porsi yang Allah berikan. Dan hiduplah untuk akhiratmu sesuai porsi yang Allah berikan.” Tak seorangpun tahu berapa lama jatah hidupnya di dunia fana ini. Ada yang mencapai 60, 70 atau 80-an tahun. Ada yang bahkan berumur pendek. Wafat saat masih muda beliau. Yang pasti tak seorangpun bisa memastikan porsi umurnya di dunia. Pendek kata Wallahu a’lam, Allah saja yang Maha Tahu.

    Adapun jatah hidup kita kelak di akhirat adalah tidak terhingga. Kita insyaAllah bakal hidup kekal selamanya di sana.

    Alangkah senangnya bila hidup kekal tersebut dipenuhi dengan kenikmatan surga. Namun, sebaliknya, alangkah celakanya bila kehidupan abadi tersebut diisi dengan siksa neraka yang menyala-nyala. ”Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari siksa nerakaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan.”

    Artinya, jika kita bandingkan lama hidup di dunia dengan di akhirat, maka jatah hidup di dunia sangatlah sedikit. Sedangkan hidup manusia di akhirat sangat luar biasa lamanya. Praktis, hidup manusia di dunia seolah zero time (nol masa waktu) dibandingkan hidup di akhirat kelak. Wajar bila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sampai mengibaratkan dunia bagai sebelah sayap seekor nyamuk. Artinya sangat tidak signifikan. Dunia sangat tidak signifikan untuk dijadikan barang rebutan.

    Orang beriman kalaupun turut berkompetisi atau berjuang di dunia hanyalah sebatas mengikuti secara disiplin aturan main yang telah Allah subhaanahu wa ta’aala gariskan. Mereka tidak mengharuskan apalagi memaksakan hasil. Sehingga bukanlah menang atau kalah yang menjadi isyu sentral, melainkan konsistensi (baca: istiqomah) di atas jalan Allah. Berbeda dengan orang-orang kafir dan para hamba dunia lainnya. Mereka tidak pernah peduli dengan aturan main Allah subhaanahu wa ta’aala. Yang penting harus menang. Prinsip hidup mereka adalah It’s now or never (Kalau tidak sekarang, kapan lagi…?!). Sedangkan prinsip hidup orang beriman adalah If it’s not now then it will be in the Hereafter (Kalaupun tidak sekarang, maka masih ada nanti di akhirat). Sehingga orang beriman akan selalu tampil elegan, tidak norak ketika terlibat dalam permainan kehidupan dunia. Sebab kalaupun ia kalah di dunia, ia sadar dan berharap segala usahanya yang bersih tersebut tidak menyebabkan kekalahan di akhirat. Sementara kalau ia menang di dunia ia sadar dan berharap segala amal ikhlasnya bakal menyebabkan kemenangan di akhirat yang jauh lebih menyenangkan.

    Di antara perkara yang selalu membuat orang beriman berlaku wajar di dunia adalah ingatannya akan hari ketika manusia dibangkitkan. Saat mana setiap kita bakal dihidupkan kembali dari kubur masing-masing lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar. Tanpa pakaian apapun di badan dengan matahari yang jaraknya sangat dekat dengan kepala manusia. Seluruh manusia bakal hadir semua sejak manusia pertama, Adam alaihis-salaam, hingga manusia terakhir. Semua menunggu giliran diperiksa dan diadili orang per orang. Sebuah proses panjang serta rangkaian episode harus dilalui sebelum akhirnya tahu apakah ia bakal senang selamanya di akhirat dalam surga Allah ataukah sengsara berkepanjangan di dalam api neraka. Proses panjang tersebut akan berlangsung lima puluh ribu tahun sebelum jelas bertempat tinggal abadi di surgakah atau neraka. Laa haula wa laa quwwata illa billah…! Begitulah gambaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam:

    Abu Hurairah r.a.berkata bahwa, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang pun pemilik simpanan yang tidak menunaikan haknya (mengeluarkan hak harta tersebut untuk dizakatkan) kecuali Allah akan menjadikannya lempengan-lempengan timah yang dipanaskan di neraka jahanam, kemudian kening dan dahi serta punggungnya disetrika dengannya hingga Allah SWT berkenan menetapkan keputusan di antara hamba-hambaNya pada hari yang lamanya mencapai lima puluh ribu tahun yang kalian perhitungkan (berdasarkan tahun dunia). (Baru) setelah itu ia akan melihat jalannya, mungkin ke surga dan mungkin juga ke neraka.” (HR Ahmad 15/288)

    Sungguh, suatu hari yang sulit dibayangkan! Apalagi -karena matahari begitu dekat dari kapala manusia- selama hari itu berlangsung manusia bakal basah dengan keringat masing-masing sebanding dosa yang telah dikerjakannya sewaktu di dunia. Ada yang keringatnya hanya sampai mata kakinya. Ada yang mencapai pinggangnya. Ada yang mencapai lehernya. Bahkan ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya. Hari itu sedemikian menggoncangkan sehingga para sahabatpun sempat resah. Mereka meminta kejelasan kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana akan sanggup melewati hari yang begitu lamanya, yakni hingga lima puluh ribu tahun. Maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menenteramkan hati mereka dengan menjanjikan adanya dispensasi khusus dari Allah subhaanahu wa ta’aala bagi orang beriman pada hari itu:

    Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw:”Sehari seperti lima puluh ribu tahun… Betapa lamanya hari itu!” Maka Rasulullah saw bersabda:”Demi jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya hari itu dipendekkan bagi mu’min sehingga lebih pendek daripada sholat wajibnya sewaktu di dunia.” (HR Ahmad 23/337)

    Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang beriman sejati sehingga kami sanggup menjalani hari yang tidak ada naungan selain naunganMu. Amin.-

    ***

     
  • erva kurniawan 8:53 pm on 22 February 2009 Permalink | Balas  

    Pencuri Hati 

    sunset-3

     Ibnu Qoyyim mengumpamakan syetan dengan pencuri dan hati dengan rumah. Pencuri sebelum melakukan aksinya tentunya dia akan mempelajari seluk-beluk rumahnya, istilah anak muda sekarang ‘ngegambar dulu’. Jangan sampe pencuri lebih tahu seluk beluk dan isi rumah daripada pemiliknya, bahaya! Ada 3 jenis rumah berdasarkan security nya, yaitu:

    1. Istana; rumah raja atau presiden ini pasti keamanannya ketat atau berlapis-lapis karena kekayaan isinya melebihi dari rumah orang kaya apalagi rumah biasa. Pencuri pasti mikir seribu kali sebelum aksinya…
    2. Rumah Orang Miskin, rumah ini ngak ada keamanannya karena ngak ada isinya yang berharga, buat apa dicuri.
    3. Rumah Orang Kaya, rumah ini memang ada keamanannya tapi tidak seketat rumah istana dan isinya tidak melebihi istana tapi tetap ada yang berharga, masih ada yang dapat dibawa pulang.

    Dari ketiga rumah di atas pencuri bakal memilih rumah yang ketiga karena keamanannya mudah dipelajari alias diterobos dan masih ada benda-benda yang berharga.

    Rumah Istana, ilustrasi dari kondisi hati para nabi atau rasul, syuhada, shiddiqin, sholihin dan mukhlisin. Mereka susah digoda dan dirayu.

    Rumah Orang Miskin, ilustrasi dari hati orang-orang kufur. Mereka ngak perlu digoda dan dirayu karena mereka sudah bagian dari kelompok syetan.

    Rumah Orang Kaya, ilustrasi dari hati orang-orang yang suka beribadah tapi masih ada juga kemaksiatan yang dilakukan, kata anak muda sekarang dengan istilah ‘STMJ’, Sholat Trus Maksiat Jalan.

    “Ketahuilah hanya dengan berzikir kepada Allah hati akan tenang”

    ***

     
  • erva kurniawan 8:31 pm on 21 February 2009 Permalink | Balas  

    Manfaat Membaca Basmalah 

    basmallah

    Bismillah sebuah kalimat yang tidak asing di telinga dan lisan seorang muslim. Bismillah diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaat. Dzikir ini mengandung keutamaan, diantaranya sebagai berikut:

    Terjaga dari Setan

    Rasulullah bersabda: “Apabila seorang masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya dan ketika makan, maka setan berkata: “Tidak ada tempat istirahat dan makan malam untuk kalian.” Dan apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah ketika masuk, maka setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat istirahat.” Dan apabila ia tidak mengingat Allah ketika makan, maka ia berkata:”Kalian mendapatkan tempat istirahat dan makan malam”.*(1

    Imam Nawawi berkata, “Dengan demikian, disunnahkan untuk mengingat Allah ketika masuk rumah dan makan.”*(2

    Menyempurnakan Barakah

    Dengan bismillah akan dapat menyempurnakan keberkahan pada amal, Rasulullah bersabda,

    “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain: dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.” *(3    

    Dilindungi Allah dari gangguan Jin

    Dan sabdanya, “Penghalang antara mata jin dan aurat Bani Adam, apabila salah seorang dari mereka melepas pakaiannya, ialah dengan membaca Bismillah.”*( 4    

    Pengalaman Nyata

    Ketika Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun, jangan sampai orang asing memberikan minum padamu,” maka ia berkata, “berikanlah kepadaku,” dan ia pun mengambil dengan tangannya dan membaca: “Bismillah,” lalu ia meminumnya. Maka sedikitpun tidak memberikan bahaya kepadanya. *(5   

    Sumber : Al-Hisnu al-Waqi’, Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Muhammad   as-Sad-han, dengan pengantar dari Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Abdir-Rahman bin Jibrin.

    ***

    1. HR. Muslim, 2018.
    2. Syarh Muslim ‘ala Muslim, 7/54
    3. Dishahihkan oleh Jamaah, seperti Ibnu Shalah, Nawawi di dalam Adzkar-nya. Syaikh bin Baz berkata: “Hadist Hasan dengan syawahidnya”.
    4. Sebagaimana terdapat dalam al-Jami’ Shaghir. Dan dihasankan oleh Munawi dalam syarhnya.
    5. Dikeluarkan oleh al-Baihaqi, Abu Nu’aim, Thabrani, Ibnu Sa’ad dengan sanad yang shahih. Lihat Tahdzib at-Tahzib, Ibnu Hajar, 3/125. 

    Diketik ulang dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Th. XII/1429H/2008M Hal. 8 dalam kolom “Baituna”.

     
    • novi khusna 9:11 pm on 5 April 2012 Permalink

      Terima kasih Ya Kak.
      atas pemberitahuan dlm hadist tsb.coz dgn ini saya Jdi bisa menambah wwasan & adakah hadist yg lain

    • Sheby 9:34 pm on 25 September 2012 Permalink

      Terima kasih, Assalamu alaikum

  • erva kurniawan 4:31 pm on 11 February 2009 Permalink | Balas  

    Tanda-Tanda Orang Mau Meninggal! 

    masjid-siluet” Tanda 100 hari mau meninggal “

    Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada hambanya dan hanya akan di sadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini hanya saja mereka menyadari atau tidak.

    Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.

    Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.

    Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

    ” Tanda 40 hari sebelum hari mati “

    Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT, maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa   

    Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung dan linglung seketika.

    Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

    “Tanda 7 Hari”

    Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesaktian dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

    ” Tanda 3 hari “

    Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahgian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri, jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.

    Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan.

    ” Tanda 1 hari “

    Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ashar keesokan harinya.

    ” Tanda akhir “

    Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bagian Halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada ALLAH SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

    ***

     
    • dandi 9:03 pm on 27 Juni 2010 Permalink

      astahfrullah maha besar ya allah yg maha esa

  • erva kurniawan 6:06 am on 2 February 2009 Permalink | Balas  

    Tamasya ke Surga 

    masjid-nabawi(Ringkasan Hadil Arwaah Ila Biladil Afraah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)

    ***

    Eksistensi Surga

    Surga itu ada. Diterangkan dengan sangat jelas dalam beberapa keterangan Al-Qur’an dan hadits Nabi yang semuanya harus kita imani. Golongan Qadariyah dan kalangan Mu’tazilah beranggapan bahwa surga baru diciptakan kelak di hari akhirat. Ini adalah pendapat yang nyeleneh. Menurut Ahlu Sunnah surga itu telah diciptakan oleh Allah dengan alasan-alasan berikut ini:

    1. Dalam perjalanan mi’raj Nabi melihat surga (QS. An-Najm: 13-15)
    2. Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Allah memperlihatkan tempat duduk ahli surga atau ahli neraka saat di alam barzah; ruh orang mu’min dimasukkan ke dalam surga berwujud burung yang bertengger di pohon surga; Jibril disuruh melihat surga, dll.

     

    Pintu Surga

    Keberadaan pintu gerbang surga disebutkan oleh Allah dalam surat Az-Zumar ayat 73. Sedangkan dalam hadits disebutkan bahwa luas pintu surga itu baina Makkata wa Hajaro au Hajaro wa Makkata, seperti jauhnya Makkah ke Hajar (kurang lebih 1160 km). Namun kelak akan berdesak-desakan manusia didepannya. Kunci pembuka pintu surga adalah kalimat syahadah. Jalan menuju padanya hanya satu yakni Islam (QS. Al-An’am: 153).

    Walid bin Muslim dari Khalid dari Hasan menyampaikan bahwa pintu-pintu di surga itu transparan bagian dalamnya terlihat luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam (lihat QS. Shaad: 50). Ia bisa diajak bicara, artinya bisa menutup dan membuka sesuai keinginan penghuninya.

     

    Dimanakah Surga?

    Di dalam hadits disebutkan bahwa surga itu berada di langit, tempat yang sangat tinggi. Terdiri dari 100 tingkat, setiap 2 tingkat jauhnya seperti langit dan bumi. Dan surga yang tertinggi adalah surga Firdaus. Tapi ada satu tempat yang lebih tinggi dan diperuntukkan bagi satu orang saja, tempat itu disebut Al-Wasilah. Nabi sangat berharap bahwa beliaulah yang akan menempatinya.

     

    Nama-nama Surga

    Surga itu bermacam-macam, nama-namanya disebutkan dalam Al-Qur’an diantaranya adalah: Al-Jannah, Darussalam (negeri sejahtera), Darul Khuldi (negeri kekal), Darul Muqamah (tempat kediaman), Jannatul Ma’wa (tempat tinggal), Adn, dll.

     

    Orang yang pertama mengetuk pintu Surga

    Muhammad saw adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga, dan umat beliaulah yang akan pertama kali memasukinya. Ada 70.000 orang yang akan memasukinya tanpa hisab, wajahnya bagaikan rembulan, mereka masuk dengan bergandeng tangan. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang murni ketauhidannya dan senantiasa bertawakkal kepada Allah.

    Allah melimpahkan keistimewaan kepada mereka, bahwa setiap 1000 orang dari mereka dapat menyelamatkan 70.000 orang dari neraka, ditambah tiga cidukan Allah azza wa jalla. Subhanallah wallahu akbar.

     

    Gambaran Surga

    Tanah dan lumpur surga terbuat dari zafaran, berupa tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih. Cahaya surga itu berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak. Disana terdapat gedung megah dan sungai-sungai yang mengalir. Ada istri-istri yang cantik jelita, perhiasan-perhiasan yang banyak, tanaman-tanaman, berbagai macam kesenangan dan kenikmatan di tempat yang tinggi. Siapkah Anda memasukinya? Katakan: “Insya Allah”.

    Di surga terdapat Ghuraf yakni bangunan transfaran yang tinggi, diberikan bagi mereka yang baik ucapannya, suka memberi makan, berpuasa dan shalat malam. Juga diberikan kepada orang-orang yang membangun masjid dan tabah menghadapi ujian dan kesedihan.

    Setiap mu’min mengenal tempat tinggalnya di surga walaupun ia belum pernah melihat sebelumnya. Kondisi fisik orang mu’min ketika memasuki surga itu mirip Adam, tingginya 60 hasta, berambut pendek, belum berjenggot, dan matanya bercelak. Tampilannya bagaikan orang berusia sekitar 30 tahun. Allah menjadikannya seperti itu walaupun ia mati dalam keadaan anak-anak atau pun tua renta.

    Hidangan pertama penduduk surga adalah sekerat daging dari hati ikan paus dan minumannya adalah salsabila. Setelah itu mereka makan daging sapi jantan.

    Menurut riwayat dari Nabi, aroma surga bisa dicium dari jarak 100 tahun. Tapi bagi orang-orang yang membunuh ahli dzimmah, anak-anak durhaka, pemutus hubungan, dan mereka yang menasabkan dirinya pada orang lain, tertutup baginya dari mencium aroma surga tersebut. Naudzubillah…

    Di surga terdapat pohon Thalhu, bidara yang durinya diganti dengan munculnya buah-buahan yang 1 butirnya memiliki 70 rasa yang berbeda. Ada juga pohon Thuba (QS. Waqi’ah: 31) yang naungannya sejauh perjalanan selama 100 tahun. Dari kelopak bunga pohon inilah pakaian ahli surga berasal.

    Buah-buahan surga itu beraneka ragam layaknya buah-buahan di dunia (QS. Al-Baqarah: 25). Bahkan sabda Nabi menyebutkan bahwa buah-buahan dunia sebenarnya berasal dari surga, hanya saja ia berubah sedangkan buah-buahan di surga tidak berubah sama sekali.

    Penduduk surga minum dari sungai-sungai di surga yang hulunya adalah dari surga Firdaus. Buah-buahannya dekat tersaji, mereka mendapatkan apa saja yang diinginkannya. Jika mereka melihat ke arah burung surga den tertarik kepadanya, maka dengan segera burung itu jatuh ke hadapannya dalam kondisi masak dan siap dimakan. Sementara itu 70 piring beragam corak yang berbeda antara satu dengan yang lainnya telah disiapkan. Mereka juga minum dari sungai al-kautsar yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Ia adalah minuman campuran jahe.

    Tapi, meskipun makan dan minum penduduk surga itu tidak buang kotoran atau kencing. Makanan dan minumannya dikeluarkan melalui keringat dan sendawanya yang harum.

    Pakaian ahli surga adalah sundus dan istabraq (sutra bulu halus dan tebal), keluar dari kelopak bunga pohon Thuba dan warnanya bermacam-macam, putih, merah, hijau, kuning, dan hitam. Mereka memakai gelang emas dan perak, mahkota intan berlian yang mutiaranya adalah yakut. Jika manusia di dunia ini melihat pakaian-pakaian tersebut, tentu mereka pingsan karena tidak tahan melihatnya.

    Kasur mereka tebal dan empuk. Tempat mereka tinggal berhamparkan permadani yang sangat indah. Ada kemah yang tingginya hingga 60 mil dan setiap sudutnya terdapat istri-istrinya, ada ranjang berderetan yang berhias, bisa merendah ataupun menaik. Tapi ranjang ini bukanlah untuk tidur, karena di surga itu tidak ada tidur sebagaimana dikatakan Nabi: “Tidur itu adalah saudara kematian. Ahli surga tidaklah tidur”. Bagi mereka disediakan sofa al-arikah, yakni sofa pengantin yang dipaduakan dengan ranjang yang berhias. Di dalamnya mereka dilayani oleh pelayan-pelayan yang senantiasa muda.

    Isteri-isteri penghuni surga itu muthahharah, yakni bersih dari haid, ingus, ludah, najis, dan tinja. Mereka disebut al-hur karena senantiasa muda, cantik, kulitnya mulus, bagian hitam matanya sangat hitam dan bagian putihnya sangat putih. Mereka tidak pernah digauli oleh siapapun sebelumnya, dipingit dan selalu perawan. Mereka disebut uruban karena selain cantik juga amat pandai berkomunikasi dan pandai memberikan kepuasan seksual kepada suaminya. Mereka disebut kawaaiba karena—maaf—amat montok payudaranya. Demikian disebutkan Nabi. Dan disebut huurun iin karena putih kulitnya bagai mutiara. Badan mereka transparan bagaikan yakut. Kamar mereka dari mutiara yakut dan ranjangnya dihias dengan mutiara lu’lu. Mereka tidak pernah bosan melakukan jima’. Lelaki surga tak pernah ‘loyo’ dan wanita surga tak pernah ‘sakit’. Kekuatan mereka dalam berjima’ adalah 100 kali lipat. Disebutkan oleh Nabi bahwa laki-laki penghuni surga itu dapat berjima’ dengan 100 perawan dalam satu petang. Mereka tidak pernah lemas, syahwatnya tidak padam dan farji wanita surga tidak pernah tertutup. Di surga bisa juga terjadi kehamilan jika mereka menghendakinya. Tapi kehamilan, menyusui dan tumbuh berkembangnya itu terjadi dalam sesaat.

    Ahli surga diberi 2 orang istri dari wanita dunia dan 70 orang istri dari wanita surga. Tapi wanita dunia itu lebih baik dari wanita surga disebabkan ibadahnya ketika di dunia. Di akhirat nanti wanita yang ketika di dunia pernah memiliki lebih dari 1 suami, boleh memilih mana yang menurutnya terbaik.

    Di surga itu ada nyanyian (QS. Rum: 15). Menurut Yahya bin Abu Katsir al-habrah dalam ayat tersebut berarti paduan suara yang merdu. Bukan hanya itu, pohon-pohonan dan gesekan ranting-rantingnya pun menimbulkan suara-suara yang indah. Juga nyanyian bidadari untuk suaminya. Ada pula suara tasbih para malaikat yang demikian merdu.

    Penghuni surga juga memiliki kendaraan berupa kuda dari mutiara yakut atau apa saja yang diinginkannya. Mereka saling berkunjung (Ash-Shafat: 50-57), penduduk surga kelas atas berkunjung ke surga kelas bawah. Tapi penduduk surga kelas bawah tidak dapat berkunjung ke surga kelas atas, kecuali mereka yang saling mencintai karena Allah. Jika mereka saling rindu, mendekatlah ranjang-ranjang mereka dan bertemu bernostalgia. Bahasa mereka adalah bahasa Arab. Setiap hari Jum’at diselenggarakan pasar gratis, mereka pulang ke rumahnya masing-masing membawa apa saja yang diinginkannya.

    Di surga ada juga kenaikan tingkat, yakni bagi mereka yang didoakan oleh anak-anaknya ketika di dunia. Mereka dipertemukan dan dikumpulkan oleh Allah (QS. At-Thur: 21) walaupun tidak sama derajatnya.

    Begitulah gambaran sekilas tentang surga berdasarkan kabar yang disampaikan Nabi Muhammad saw.

     

    Untuk siapakah kabar gembira ini?

    1. Orang yang beriman dan beramal shalih (QS. 2: 25)
    2. Wali-wali Allah, orang-orang yang beriman dan bertakwa (QS.Yunus: 62-64)
    3. Orang yang istiqamah dalam menghamba (QS. Fushilat: 30)
    4. Pengikut kebaikan (QS. Az-Zumar: 17-18)
    5. Orang yang beriman, berhijrah dan berjihad (QS. At-Taubah: 20-21)
    6. Orang yang mengindahkan peringatan Allah (QS. Yasin: 11)
    7. Mu’min (QS. Al-Ahzab: 45-47)
    8. Syuhada (Ali Imran: 169)
    9. Orang yang berjual beli dengan Allah (QS. At-Taubah: 111)
    10. Orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 155-157)
    11. Orang yang khusyu dalam shalat, menjauhi hal yang sia-sia, muzaki, menjaga farji, amanah (QS. Al-Mu’minun: 1-11)
    12. Muslim-muslimah yang taat, jujur, sabar, khusyu, bershadaqah, berpuasa, menjaga farj, rajin berdzikir (QS. Al-Ahzab: 35)
    13. Orang yang bertaubat, memuji Allah, melawat, sujud, amar ma’ruf nahi munkar, memelihara hokum-hukum Allah (QS. At-Taubah: 112)
    14. Orang yang berinfaq saat lapang/sempit, menahan amarah, pemaaf, istighfar (QS. Ali Imran: 133-136).
    15. Beriman dan berjihad (QS. Ash-Shaf: 10-13)
    16. Orang yang takut kepada Allah (QS. Ar-Rahman: 46)
    17. Orang yang menahan hawa nafsu (QS. An-Naziat: 40-41)

    Kesimpulannya, kabar gembira ini adalah bagi mereka yang beriman, bertakwa, dan beramal ikhlas sesuai petunjuk Rasulullah saw.

    Allaahumma innaa nas’aluka ridhooka wal jannah, wa na’uudzubika min sakhootika wa-nnaar…Yaa Allah kami memohon keridhoan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan neraka…Amin.

     
    • oRiDo™ 4:36 am on 16 Juli 2009 Permalink

      ya Allah..
      bimbing hamba menuju surgaMu..
      jangan Engkau biarkan hamba menuju nerakaMu..

    • Endro 2:38 pm on 20 November 2009 Permalink

      Ya Allah… selamatkan kami dari fitnah dunia dan masukkan surgaMu dengan RohmatMu. Amiin

    • ziddu 11:14 pm on 16 Desember 2009 Permalink

      nice info Gan..saya baru tau gambaran surga menurut Islam,
      tapi, btw kok pikiran saya jadi kotor yachhhh…..
      saya jadi teringat rumah bordir dekat di daerah saya tinggal…hmmmm, tapi saya rasa berbeda yachhh.
      Thanx broo

    • siti 10:25 am on 4 Januari 2010 Permalink

      seberapa besar oreang harus percaya dengan membaca ini,???

    • siti 10:28 am on 4 Januari 2010 Permalink

      apa yang menulis ini sudah pernah melihat atau hanya bermimpi??

    • iim 12:19 pm on 13 Januari 2010 Permalink

      subnallah… sugguh indah Surga Akhirat… untuk yang beriman dan bertaqwa…syabas..jojo

    • bukan siapa2 hanya HAMBA ALLAh 8:39 pm on 13 Januari 2010 Permalink

      alhamdullilah makin semagat untuk berbuat kebaikan…Ya Allah kauselalu memberi kemudahan bagiku untuk mencapai keinginaku aku akan selalu berada di jalanmu yg kau ridhoi,,Amiin,,

    • alex 4:13 pm on 23 Januari 2010 Permalink

      allah akan senantiasa melindungi umatnya

    • ani 12:23 pm on 30 Maret 2010 Permalink

      SubhanAllah….semoga kami termasuk salah satu penghuni surga Mu Ya Allah…. Amin.

    • nengsih 11:43 am on 24 April 2010 Permalink

      mudah mudahan kami sekeluarga bisa mencapai nya amin.

    • ngarifin 11:20 am on 21 Mei 2010 Permalink

      AMPUNI DOSA DOSA KAMI,AGAR KAMI BISA SAMPAI KE SUrga-MU

    • ngarifin 11:22 am on 21 Mei 2010 Permalink

      YA ALLAH AMPUNI DOSA DOSA KAMI,AGAR KAMI BISA SAMPAI KE SUrga-MU

    • nadya 11:29 pm on 8 Juli 2010 Permalink

      ya rabb,semoga hambamu ini termasuk org2 yg terpelihara ri siksa kubur dan neraka,bantulah hambamu ini untuk menghuni surgamu,amien

    • cepot 8:50 am on 2 Februari 2011 Permalink

      wkwkwkwkw hanya tipuan !!!!! surga ada pasar ? siapa yg mau jualannya surga tempat yg kudus tdk mungkin ada duka atau kisah percintaan ,rindu merindukan ,perdebatan, menghambakan ketidak adilan seperti yg d ceritakan di atas td. surga tinkat bwh tdk bisa main ke surga tingkat atas makanya klo mau tau surga belajar ama yg punya surga jgn cuma cerita kaya skenario d sinetron

    • ummi hendrawati 2:05 pm on 11 April 2011 Permalink

      Ya..Rabb..masukkan kami ka JannahMU…

    • ayu ting-ting 3:48 pm on 19 November 2011 Permalink

      subhanallah………… indah nya mesjid nabawi aq akan bersungguh2 menjalankan perintah allah swt.
      doa in aq yh supaya aq bisa masuk surga bersama teman2 hamba ya allah

      salam maniez: ayu ting2
      hey para gadis di sini ada bang oji

  • erva kurniawan 5:49 am on 1 February 2009 Permalink | Balas  

    Pintu-Pintu Surga 

    doorTerjemah Daqoiqul Akhbar

    *** 

    Ibnu Abbas ra. berkata: Surga mempunyai 8 pintu yang terbuat dari emas, yang dihiasi dengan jauhar (sejenis mutiara) dan pada pintu yang pertama tertulis kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMADUR RASUULULLAH, yaitu pintu bagi para Nabi dan Rasul, syuhada’ dan juga pintunya orang-orang yang dermawan. Pintu yang kedua yaitu pintu bagi orang-orang yang mendirikan shalat, orang yang menyempurnakan wudhunya dan orang yang menyempurnakan rukun-rukun shalatnya. Pintu yang ketiga yaitu pintu bagi orang-orang yang memberikan zakatnya dengan senang hati dan ikhlas. Pintu yang keempat yaitu pintu bagi orang-orang yang memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah terhadap perbuatan munkar. Pintu yang kelima yaitu pintu bagi orang-orang yang dapat memelihara syahwatnya dan mencegah dari nafsu yang buruk. Pintu yang keenam yaitu pintu bagi orang-orang yang melaksanakan haji dan umrah. Pintu yang ketujuh yaitu pintu bagi orang-orang yang berjihad (dijalan Allah). Dan pintu yang kedelapan yaitu pintu bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang yang memejamkan matanya dari perbuatan dan sesuatu yang haram, orang-orang yang melakukan kebaikan, diantaranya: berbuat baik kepada orang tua, mempererat tali persaudaraan (silaturrahim) dan lain sebagainya.

    Surga ada 8 (delapan)macam:

    1. Darul Jalal yaitu surga yang terbuat dari mutiara putih.
    2. Darus Salam yaitu surga yang terbuat dari yaqut merah.
    3. Jannatul Ma’wa yaitu surga yang terbuat dari zabarjud hijau.
    4. Jannatul Khuldi yaitu surga yang terbuat dari marjan yang berwarna merah dan kuning.
    5. Jannatun Na’im yaitu surga yang terbuat dari perak putih.
    6. Jannatul Firdaus yaitu surga yang terbuat dari emas merah.
    7. Jannatul ‘Adn yaitu surga yang terbuat dari intan putih.
    8. Darul Qarar yaitu surga yang terbuat dari emas merah.

     

    Darul Qarar adalah surga yang paling utama dibandingkan dengan surga yang lain. Surga ini mempunyai dua pintu dan dua daun pintu, satu daun pintu terbuat dari emas, dan yang satunya terbuat dari perak. Jarak setiap pintu adalah sebagaimana jarak antara bumi dan langit. Adapun bangunan yang ada didalamnya terbuat dari bata emas dan bata perak, tanahnya dari misik, debunya dari anbar, rumputnya dari za’faran, istana-istananya terbuat dari mutiara, punggungnya dari yaqut dan pintunya dari jauhar.

    Didalam surga ini terdapat sungai yang namanya sungai Rahmat yaitu sungai yang mengalir keseluruh surga, kerikil-kerikilnya dari mutiara yang sangat putih, lebih putih dari embun dan lebih manis dari madu.

    Didalam surga terdapat sungai yang bernama Sungai Kautsar yaitu sungai Nabi kita Muhammad Saw. pohon-poinnya terbuat dari intan dan yaqut. Didalam surga juga terdapat sungai Kafur, sungai Tasnim, sungai Salsabil, sungai Rahiqul Makhtum dan dibelakang sungai-sungai ini terdapat sungai-sungai lain yang tidak terhitung jumlahnya.

    Diriwayat Nabi Saw. beliau bersabda: “Pada malam aku dijalankan (isra’) ke langit, telah diperlihatkan kepadaku seluruh surga, maka aku melihat empat sungai, yang pertama sungai dari air yang tidak berubah warnanya, kedua sungai dari susu yang tidak pernah berubah rasanya, dan ketiga sungai dari arak dan yang keempat sungai dari madu yang sangat bening.” Sebagaimana firman Allah Swt.:

    “Yang didalamnya terdapat sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamer yang lezat rasanya bagi orang yang meminumnya dan sungai-sungai dari madu yang bersih dan jernih.” (Qs. muhammad: 15).

    Maka aku tanyakan keada Malaikat Jibril as.: “Darimanakah datangnya sungai-sungai ini dan kemana mengalirnya? ” Maka Malaikat Jibril as. menjawab: “Sungai itu mengalir ke telaga kautsar dan aku tidak tau dari mana asalnya, maka tanyakanlah kepada Allah agar Dia memberi tau dan memperlihatkan kepadamu.” Maka berdoalah Nabi Muhammad kepada Allah Swt. Kemudian datanglah seorang malaikat kepada beliau dan memberi salam, seraya berkata:”Wahai Muhammad, pejamkanlah kedua matamu” Maka aku pejamkan mataku, lalu ia berkata:”Bukalah kedua matamu” maka aku buka kedua mataku, tiba-tiba aku berada dibawah pohon dan aku melihat kubah dari intan putih yang memiliki pintu-pintu dari yaqut hijau dan kunci-kuncinya dari emas merah. Andaikata semua makhluk yang ada didunia baik jin atau manusia berhenti diatas kubah itu, sungguh mereka hanya seperti burung yang hinggap diatas gunung. Maka aku melihat empat sungai itu mengalir dari kubah itu. Ketika aku ingin kembali malaikat tadi berkata kepadaku: “Kenapa engkau tidak masuk kedalam kubah itu?” aku menjawab:”Bagaimana aku bisa memasukinya, sedangkan pintu-pintunya tertutup.” Dia berkata:”Bukalah dia” Aku bertanya:”Bagaimana aku harus membukanya?” Lalu dia berkata:”Kuncinya berada ditanganmu” Aku berkata:”Apa kuncinya?” Dia menjawab:”Yaitu lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIM” maka terbukalah pintu itu lalu aku masuk kedalamnya. Maka aku melihat sungai-sungai itu mengalir dari empat tiang kubah. Ketika aku hendak keluar, maka malaikat itu berkata kepadaku:”Apakah engkau telah melihat dan mengetahuinya? ” Aku menjawab:”Ya” Malaikat itu berkata kepadaku: “Lihatlah sekali lagi.” Ketika aku melihatnya, maka tertulis diatas empat kubah tersebut lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIM Aku melihat sungai air itu keluar dari huruf Mim-nya lafazh BISMI, sungai susu keluar dari huruf Ha’-nya lafazh Allah, sungai arak (khamer) keluar dari Mim-nya lafazh RAHMAN, dan sungai madu keluar dari Mim-nya lafazh RAHIM. Maka aku baru mengerti bahwa asalnya sungai-sungai tersebut adalah dari lafazh Basmalah. Kemudian Allah Swt. berfirman: “Wahai Muhammad, barang siapa yang mengingat-Ku dengan nama ini dari golongan umatmu dengan hati tulus (ikhlas) lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM maka aku beri dia minum dari empat sungai ini.”

    Kemudian Allah memberi minum kepada ahli-ahli surga itu dengan air surga pada hari sabtu, memberi minum dengan madu surga pada hari ahad, memberi minum dengan susu surga pada hari senin, dan memberi minum dengan arak pada hari selasa. Disaat mereka minum, mabuklah mereka lalu terbanglah ahli surga itu selama seribu tahun hingga mereka berhenti pada suatu gunung yang besar yang terbuat dari kasturi yang harum semerbak baunya dan sungai Salsabil mengalir dibawahnya. Maka minumlah mereka pada sungai itu tepat pada hari rabu.

    Kemudian terbanglah mereka selama seribu tahun hingga berhenti pada suatu istana yang indah, didalamnya terdapat ranjang-ranjang yang tinggi, dan beberapa gelas yang sudah disediakan sebagaimana yang sudah diterangkan dalam Al-Quran. Maka duduklah setiap orang dari mereka diatas ranjang, lalu datanglah pada mereka minuman Zanzabil kemudian mereka meminumnya tepat pada hari kamis.

    Setelah itu mereka dihujani oleh awan yang putih selama seribu tahun, sehingga mereka sampai ketempat duduknya orang yang benar, pada hari itu tepat pada hari jumat, mereka duduk diatas hidangan yang kekal abadi dan turunlah pada mereka minuman Rahiqul Makhtum, yang ditutupi dengan misik. Kemudian mereka membuka tutup tersebut dan mereka meminumnya.

    Nabi Saw. bersabda: “Mereka itulah orang-orang yang melakukan kebaikan dan menjauhi perbuatan maksiat”

     

    FASAL: Pepohonan Di Surga

    Ka’ab ra.: Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang pohon-pohonan di surga. Maka beliau menjawab: “Tidak pernah kering dahan-dahannya dan daun-daunnya tidak pernah berguguran dan tidak rusak buahnya. Sesungguhnya pohon yang paling besar di surga adalah pohon Thuba, yang akarnya terbuat dari intan, batangnya dari yaqut, dahannya dari zabarjud dan daun-daunnya dari sutra yang halus. Pohon ini memiliki 70.000 cabang, setiap cabang itu menyentuh Arasy dan lebih rendah-rendahnya cabang itu berada di langit dunia.”

    Tidak ada didalam surga sebuah kamar, tidak ada sebuah kubah dan tidak ada bilik kecuali didalamnya terdapat cabang pohon itu, yang bisa mengayomi diatas surga. Pada pohon itu mengeluarkan buah-buahan menurut apa yang dikehendaki oleh hati. Bandingan dari pohon itu di dunia adalah matahari, asalnya matahari berada di langit tetapi sinarnya sampai kesegala tempat.

    Ali ra. berkata: “Aku menyatakan dari beberapa hadits, sesungguhnya pohon-pohon di surga itu berasal dari perak, sedangkan daun-daunnya sebagian dari perak dan sebagian (yang lain) dari emas. Kalau sekiranya batang pohon itu dari perak, maka akar-akarnya dari emas. Pohon-pohon didunia akarnya di bumi dan cabang-cabangnya berada di udara, karena sesungguhnya dunia itu tempat yang fana (rusak). Akan tetapi pohon-pohonan yang terdapat di surga tidaklah demikian halnya, akarnya di udara dan cabang-cabangnya di bumi. Sebagaimana firman Allah Swt.:

    “Buah-buahnya dekat. Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (Qs. Al-Haqqah: 23-24).

    Dan debu-debu di surga itu dari misik, anbar dan kafur, dan sungai-sungainya terdiri dari susu, madu, arak dan air yang sangat jernih. Apabila angin bertiup menerpa dedaunan, maka bersentuhlah antara daun yang satu dengan daun yang lainnya hingga menimbulkan suara yang sangat indah (merdu), dan suara seindah itu belum pernah didengar.

    Dengan sanad dari Ali ra. Sesungguhnya ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya didalam surga terdapat suatu pohon , yang dibagian atasnya keluar perhiasan dan pada bagian bawahnya keluar kuda yang memiliki sayap yang diberi pelana, yang dikendalikan, yang ditaburi dengan intan dan yaqut. Kuda tersebut tidak pernah mengeluarkan kotoran dan tidak pernah buang air kecil. Adapun yang menaiki kuda itu adalah para wali Allah Swt. dan kuda ini akan membawa terbang para wali Allah tersebut ke surga. Lalu berkatalah orang-orang yang berada dibawah mereka:”Wahai Tuhanku, lantaran apa hamba-hamba- Mu itu mencapai kemulian semcam itu?” Maka Allah Swt. berfirman kepada mereka: “Mereka itulah orang-orang yang mengerjakan shalat ketika kalian semua masih tidur, mereka melakukan puasa sedangkan kalian tidak, mereka berjihad membela agama Allah sedangkan kalian semua duduk disisi istri kalian, dan mereka bersedekah dengan harta mereka dijalan Allah, sedangkan kalian semua bakhil (kikir).”

    Dari Abu Hurairah ra. beliau berkata: Sesungguhnya didalam surga itu terdapat sebuah pohon, orang yang menaiki bisa berjalan dibawah naungannya selama 100 tahun dan naungan itu tidak akan putus. Sebagaimana firman Allah Swt.:

    “Dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak. Yang buah-buahnya tidak berhenti dan tidak terlarang mengambilnya.” (Qs. Al-Waqi’ah: 30-33).

    Diibaratkan waktu didunia adalah waktu sebelum matahari terbit dan sudah terbenamnya matahari, sampai hilangnya mega dan gelap malam yang menutupi di dunia. Maka sesungguhnya waktu itu adalah naungan yang terbentang luas. Sebagaimana firman Allah Swt.:

    “Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang. “ (Qs. Al-Furqan: 45).

    Maksudnya adalah waktu sebelum terbitnya matahari dan sesudah terbenamnya, sampai masuk pada kegelapan malam.

    Diriwayatkan dari Nabi Saw. sesungguhnya beliau bersabda: “Apakah aku tidak pernah menceritakan kepadamu tentang waktu(saat), yaitu waktu yang serupa dengan waktu yang ada di surga. Dia adalah waktu dimana sebelum matahari terbit, bayang-bayangnya itu memanjang, rahmatnya saat itu merata dan berkahnya saat itu banyak.”

     
    • elqolam 11:14 am on 18 Desember 2009 Permalink

      Tulisannya bagus menambah cakrawala. jadi pingin cepet masuk syurga, tapi jangan dulu mati… he..he………

    • Hasjmi 7:27 am on 19 Desember 2009 Permalink

      Semakin banyak aku membaca, semakin sadarlah aku, bahwa aku tak tahu apa-apa

    • yasmin 11:02 am on 17 Januari 2010 Permalink

      keindahan kata2 penulis,membuatkan aku terbayangkan betapa indahnya syurga yang diciptakan oleh Allah S.W.T, namun bayangan yang ku imaginasikan tidak akan dapat menjangkau keindahan syurga yang sebenar-benarnya. PENULISAN YANG MENARIK DAN SEMOGA PENULISAN SEPERTI INI DAPAT MEMBUKA HATI DAN MINDA INSAN-INSAN DI DUNIA UNTUK SENTIASA MENCINTAI ALLAH S.W.T. DAN MENDAPATKAN KEREDAANNYA. AMIN….

    • Agus 11:58 am on 26 Januari 2010 Permalink

      LUAR BIASA…….
      saat baca tulisan ini…..aku sampai berkaca2….INGAT DOSA…dan banyaknya kekurangan. padahal AKU INGIN MERASAKAN NIKMATNYA SURGA.
      TERNYATA yang aku lakukan selama ini masih sangat kecil untuk bisa ditukar dengan surga.
      Mudah2-an Allah swt melimpahkan rahmatNya agar kita tambah kuat dan keluar sebagai pemenang dalam perang di MEDAN “DUNIA FANA” ini.
      Amin.

    • mohamadadli 6:03 am on 19 Maret 2011 Permalink

      minta share tulisan anta/anti

    • ummi hendrawati 1:36 pm on 11 April 2011 Permalink

      terbayang keindahan surga, yang tak terengkuh oleh imajinasi seperti apa…tapi begitu ingin aku memasukinya..hanya saja..diri ini blm terbebas dari dosa.
      begitu Banyak dosa yan g kuperbuat setiap hari…kapan semua akan terhentii?

    • melinda 4:58 pm on 15 April 2011 Permalink

      Mudah2n hamba ditempatkan disalah satu surgamu ya allah ..amin ya rabbal alamin…..

    • rohim 7:04 am on 27 April 2011 Permalink

      Kalo tebalnya tiap langit berapa, dan luasnya tiap langit berapa

    • nana 12:01 pm on 12 Mei 2011 Permalink

      Izin share ya pak. Makasih

    • emmyi syurga-Mu 8:33 pm on 15 Mei 2011 Permalink

      subhanallah..
      berikanlah kamisemua rahmat dan karunia-Mu untuk dapat menggapai Syurga-Mu ya.. Robbul alamin.. astaghfirullah aladzhiimi lailla huwwal khayuul qayuum wa atubuhu illaihi…

    • amin 2:04 pm on 5 Juni 2011 Permalink

      subhanallah…
      Ya ALLAH SWT sungguh bsar nikmat yg engkau brikan kpada kami,,,,,,

      maka ampunilah smua dosa” hambamu ini,,,,mdhankan lAh kami mnuju SURGA muw Ya ALLAH SWT

    • ahmad 5:48 pm on 14 Juni 2011 Permalink

      Bismillahirrahmanirrahim………………………………

    • ferial 2:35 pm on 9 Agustus 2011 Permalink

      izin copas …jazakumullaah khairan :)

    • fufu hyde iman 2:51 am on 10 Agustus 2011 Permalink

      subhanallah… Bismillahirrohmanirrohiim.. :)

    • Muhammad aldyansyah 2:02 pm on 23 Agustus 2011 Permalink

      Izin share ya pak…mksh

    • ginik 1:58 pm on 29 Agustus 2011 Permalink

      Subhanallah, semoga kita dapt masuk surgaMu ya Alllah, lewat pintu-pintu yang telah Engkau siapkan.amin.

    • ira 6:23 am on 11 Oktober 2011 Permalink

      subhanallah … Subhanallah … Subhanallah…

    • el ikhsan 11:15 pm on 15 Oktober 2011 Permalink

      setelah membaca semua ini. Semoga akan memyadari apa arti hidup di dunia ini

    • salsabila saadah 3:42 pm on 19 November 2011 Permalink

      ayo terus bertaubat biar qm dapat masuk surga amin ya rabbal alamin
      ya allah semoga di jakarta tidak ada apa 2 dan semua yg beragama islam jgn lupa shalat yh supaya semua umat islam semua masuk surga amin ya rabbal alamin

    • Darus saputra 1:24 am on 13 Desember 2011 Permalink

      Masya Allah“ada yg menama kan diri nya sebagai Allah“…dan bukan kah Allah hnya satu…tpi knapa umat nya membri nama diri nya Allah…akhir zaman…

    • aries 9:41 pm on 18 Desember 2011 Permalink

      izin share ya, smg kita smua slalu mendapatkan rahmat dan hidayahnya

    • Andrean marta 10:51 pm on 27 Desember 2011 Permalink

      Subbahanallahi yaa Allah…3x
      …mengingatkan akan dosa2 yg tlah q perbuat..Astaghfirullahal ‘adzim
      Smoga disisa hidup ini Allah Azza Wa Jalla slalu menuntun kejalan yg diridhoiNya dan slalu mendapat limpahan rahmat serta husnul khatimah untuk dapat memasuki Syurga yg dijanjikan AMIN…

    • veizal rasyid 8:25 pm on 20 Maret 2012 Permalink

      subhanallah, lahaullahwallakuata illahbillah…. lallihailaulah, hny itu kata yg dpt diucapkan kepada Allah SWT tuhan pencipta alam semesta inu dan syurga dan neraka.

    • soleh 12:26 am on 23 Juni 2012 Permalink

      kalau disurga minta jet tempur bisa gak buat ngebom amerika

    • dani 4:54 pm on 22 Juli 2012 Permalink

      pintu sorga aryan, buat orang yang berpuasa ada dimana ?

    • Bambang Palasara 4:48 pm on 29 Juli 2012 Permalink

      Right ….. syukron sudah diajak bertamsya religi seakan Abu yazid menceritakan langsung dan kami mendengar thq …..

    • dodonk 10:26 pm on 3 Agustus 2012 Permalink

      wallahu a’lam

    • ELI MAWARTI 1:25 pm on 4 Januari 2013 Permalink

      Subhanallah,Alhamdulillah,terima kasih aku dapat tambahan ilmu

    • sri 11:56 am on 22 Januari 2013 Permalink

      sahabat adalah suatu kenangan hidup aku.

    • zamrudy_b@yahoo.co.id 9:14 am on 14 Juli 2015 Permalink

      amin yaaallah subhanaulah…..

  • erva kurniawan 5:42 am on 30 January 2009 Permalink | Balas  

    Pintu Jannah yang Paling Tengah 

    keluargaKetika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap (niyahah), lalu beliau ditanya tentang sebab tangisannya, jawabnya, “Allah bukakan untukku dua pintu masuk jannah, sekarang, satu pintu telah ditutup.”

    Begitulah, orangtua adalah pintu jannah, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

     “Orangtua adalah pintu jannah yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya.” (HR Tirmidzi) 

    Al-Qadhi berkata, “ Maksud pintu jannah yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya.”

    Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita ada pintu jannah yang lebar menganga. Terlebih bila orangtua telah berusia lanjut. Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

    Rata-rata manusia begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan bayinya, mencebokinya dan merawatnya dengan wajah ceria. Berbeda halnya dengan sikapnya terhadap orangtuanya yang kembali menjadi seperti bayi. Rasa malas, bosan dan kadang kesal seringkali terungkap dalam kata dan perilaku. Mengapa? Mungkin karena ia hanya berorientasi kepada dunia, si bayi bisa diharapkan nantinya produktif, sedangkan orang yang tua renta, tak lagi diharapkan kontribusinya. Andai saja kita berorientasi akhirat, sungguh kita akan memperlakukan orangtua kita yang tua renta dengan baik, karena hasil yang kita panen lebih banyak dan lebih kekal.

    Sungguh terlalu, orang yang mendapatkan orangtuanya berusia lanjut, tapi ia tidak masuk jannah, padahal kesempatan begitu mudah baginya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

     “Sungguh celaka… sungguh celaka… sungguh celaka..”, lalu dikatakan, “Siapakah itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan salah satu orangtuanya, atau kedua orangtuanya berusia lanjut, namun ia tidak masuk jannah.” (HR Muslim)

    Ia tidak masuk jannah karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri.

    Saatnya kita berkaca diri, sudahkah layak kita disebut sebagai anak berbakti?

    (Abu Umar A)

     
  • erva kurniawan 5:22 am on 29 January 2009 Permalink | Balas  

    Amal Yang Pahala Tidak Terputus 

    al-quran10 Amal Jariyah

    “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

    Hadis di atas menjelaskan amal perbuatan seorang Muslim akan terputus ketika ia meninggal dunia, sehingga ia tidak bisa lagi mendapatkan pahala. Namun, ada tiga hal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shaleh.

    Dalam riwayat Ibn Majah, Rasulullah SAW menambahkan tiga amal di atas, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Alquran, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.’ ‘ (HR Ibn Majah).

    Menurut Imam al-Suyuti (911 H), bila semua hadis mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:

    1. ilmu yang bermanfaat,
    2. doa anak shaleh,
    3. sedekah jariyah (wakaf),
    4. menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan,
    5. mewakafkan buku, kitab atau Alquran,
    6. berjuang dan membela Tanah Air,
    7. membuat sumur,
    8. membuat irigasi,
    9. membangun tempat penginapan bagi para musafir,
    10. membangun tempat ibadah dan belajar.

    Kesepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut. Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal dunia.

    Dari pemaparan di atas, sudah seharusnya kita berusaha mengamalkan 10 hal tersebut atau paling tidak mengamalkan salah satunya, agar kita mendapatkan tambahan pahala di akhirat kelak, sehingga timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari pada timbangan amal buruk.

    Allah SWT berfirman, ‘‘Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS al-A’raf [7]: 8).

     (Sumber: Asep Sulhadi , Republika, Hikmah)

     
    • achmad 2:23 am on 12 Juli 2009 Permalink

      dan insya allah salah satu nya mba erva,yang amal pahala nya tidak terputus,karena mau berbagi pengetahuan… makasih ya mba informasi nya dan skalian aku minta izin mau ngopy postingan nya.
      oh iya…salam ukhuwah islam!!!!

    • Leonardi 8:43 am on 31 Juli 2009 Permalink

      Assalammualaikum,Wr,Wb

      Sungguh…., sangat berbahagia sekali.. orang-orang yang padanya dan dan dalam hidup nya selalu di jalan Allah.

      Jazaa kumullahu Khairan Kasyiira…
      Wassalam./Leo

  • erva kurniawan 10:16 pm on 24 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , istri solekhah, , , ,   

    Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya 

    titik-rahayuningsih-21

    Titik Rahayuningsih

    Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmat an Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    “(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

    “Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)

    Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmat an tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :

    “Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)

    “Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)

    “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)

    “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :

    ” … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu)

    Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

    Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan. “ Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)

    Apakah Ciri-ciri Wanita Surga?

    erva-kurniawan1

    Semoga menjadi keluarga sakinah.. amien

    Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?

    Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

    Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

    1. Bertakwa.
    2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat- Nya, Kitab-Kitab- Nya, Rasul-Rasul- Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
    3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
    4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
    5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
    6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
    7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
    8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
    9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
    10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
    11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
    12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
    13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
    14. Berbakti kepada kedua orang tua.
    15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

    Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

    ” … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13).

    Wallahu A’lam Bis Shawab.

    ***

     
    • fadli 7:45 pm on 10 Agustus 2009 Permalink

      smoga aku di pertemukan istriku nanti disurga….dan dibalas pengabdiannya selama ini kepada diriku amin…

    • Kemas Yustiar 9:37 pm on 11 September 2009 Permalink

      Assalamu’alaikum wr. wb apabila lelaki penghuni surga mendapatkan pendamping-pendamping bidadari, lalu apa balasan bagi wanita-wanita, apakah mereka juga mendapat pendamping berupa Bidadara ? bagi yang bisa menjelaskan, saya sangat berterima kasih, karena ini tambahan ilmu berharga bagi saya dan pembaca lainnya, Wassalamu’alaikum wr. wb.

    • riza 8:44 am on 8 April 2011 Permalink

      Salam kenal. Semoga istri ane juga begitu… Amin

  • erva kurniawan 10:47 am on 20 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: download al quran, download quran   

    Al Qur’an Tajweed Flash Download 

    al-quran-flash-tajweed

    Al Qur’an dalam bentuk flash 58 MB,

    Link :

    http://www.quranflash.com/quranflash.html

    Download :

    http://www.quranflash.com/en/download/index.html

    Download adobe flash versi terbaru untuk melihat halaman flash :

    http://get.adobe.com/flashplayer/

     
    • Akhina Ifa 5:14 am on 30 Maret 2009 Permalink

      Subhanallah… Syukran Info-nya :)

    • ari wijayanto 3:37 pm on 16 April 2009 Permalink

      makasih banget atas infonya klo bisa di update terus setiap hari
      dan klo da kabar yang laen tolong kirimkan ke email aku y
      arya_sayank@yahoo.co.id

    • agustri 6:32 am on 23 Agustus 2009 Permalink

      Subhanallah…..Makasih banget infonya…

    • rusdy 12:00 am on 13 Februari 2010 Permalink

      yang pake terjemahan ada g!!!tarima kasih

    • Mr. Xribo 2:59 pm on 26 Januari 2011 Permalink

      Masya Alloh mantap bisa dibuka tanpa Online

    • Isa 9:37 am on 4 Mei 2011 Permalink

      jazaakumullah khoiron

    • erlijio 7:24 pm on 22 Juni 2011 Permalink

      kok gx bsa msuk ke almt webnya sich…..!!!!!

    • zein 5:32 am on 6 September 2011 Permalink

      kok harus masukan password…
      apa passwordnya???please…sukron

    • erva kurniawan 8:21 am on 6 September 2011 Permalink

      Bukan password pak, tapi security code atau chapcha image, biasanya untuk melindungi dari netter2 yang iseng atau menghindari spam

    • ajun 3:21 pm on 6 Agustus 2012 Permalink

      jadi apa security codenya???

    • Shinta 3:37 pm on 6 Agustus 2012 Permalink

      security code dimasukkan saja dari chapca image yang ditampilkan

    • Fatahillah 4:35 pm on 27 Mei 2013 Permalink

      Wihh Kerenn Thank’s 100% Works
      Izin Download Yahh gan ^_^
      Don’t Forget visit To my blog :)

  • erva kurniawan 6:25 am on 5 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , surga neraka, tanda meninggal dunia   

    Tanda 100 Hari Meninggal 

    matahari-tenggelamInnalillahi wa innalillahi rojiun, datang dari Alloh dan akan kembali kepadaNya, semoga kita selalu menjadi orang – orang yang selalu mengingatNya dan beruntung serta saling mengingatkan.

    Tanda 100 hari mau meninggal…

    Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma saja mereka sadar atau tidak.

    Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.

    Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.

    Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.

    Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

    “Tanda 40 hari sebelum hari mati”

    Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut- denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

    “Tanda 7 hari”

    Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

    “Tanda 3 hari”

    Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan, maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan- lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan- lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

    “Tanda 1 hari”

    Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun- ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

     “Tanda akhir”

    Akan terjadi keadaan di mana kita akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah Syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

     

    “Sesungguhnya mengingati mati itu adalah bijak”

     
  • erva kurniawan 10:44 am on 4 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: asmaul husna, download asmaul husna, download mp3 asmaul husna, download pps asmaul husna, unduh asmaul husna, unduh mp3 asmaul husna, unduh pps asmaul husna   

    Asmaul Husna 

    asmaul-husnaALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna.

    Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Asmaul husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.

    “Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

    Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya.

    “Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Hasyr: 24)

    Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul.

    Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran.

    “Hanya milik ALLAH asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’râf: 180)

    Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari.

    ***

    Download

    1. Tips: agar bisa dijalankan bersama-sama, File MP3 dan PPS di “unzip” dan ditempatkan dalam 1 (satu) folder, kemudian baru file PPS dibuka.

    Source:

    1. Background sound dari video ESQ 99 Asmaul Husna di http://www.youtube.com/watch?v=ULD2MhckXY0
    2. Asmaul Husna Arabic Letter diambil dari http://www.asmaulhusna.com/
    3. Arti Asmaul Husna dari buku DOA KH Miftah Faridl Terbitan Pustaka

    ***

     
  • erva kurniawan 8:35 am on 2 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Menghias Hati dengan Menangis 

    menangis“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim) Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.

    – Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain

    Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

    Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan- Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

    Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawab kan apa yang telah kita lakukan.

    – Menyadari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung

    Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain.

    Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan. Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt.

    Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”

    – Menyadari bahwa surga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit

    Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam surga. Pikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk surga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.

    Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahwa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk surga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah. Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal sepele: nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih surga.

    Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Albaqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

    – Menyadari bahwa azab Allah teramat pedih

    Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: surga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.

    “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)

    Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya.

    Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw. pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan. “Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita. Imam Ghazali pernah memberi nasihat, jika seorang hamba Allah tidak lagi mudah menangis karena takut dengan kekuasaan Allah, justru menangislah karena ketidakmampuan itu.

    ***

     
  • erva kurniawan 7:22 am on 29 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Orang-Orang Yang Didoakan Oleh Para Malaikat 

    masjid-siluetInsya Allah berikut inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat :

    1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

    2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'” (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

    3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

    4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

    5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

    Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”. (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

    6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

    Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

    7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.

    Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

    8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

    Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

    9. Orang-orang yang berinfak.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'” (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

    10. Orang yang sedang makan sahur.

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa “sunnah” (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

    11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)

    12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

    Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

    ***

    Sumber Tulisan Oleh :

    Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

     
    • satria 11:43 pm on 5 November 2009 Permalink

      terima kasih……..

      kamu memang orng yg hebat…

      terima kasih atas semua artikel nya..

      bnyak ilmu yg sy dptkan…

  • erva kurniawan 8:22 am on 28 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: keutamaan sholat, keutamaan sholat tahajud, , ,   

    Keutamaan Shalat Tahajud 

    dua1M Wakhid Hidayat

    *** 

    Di antara ajaran Rasulullah SAW yang paling dianjurkan adalah shalat Tahajud. Sehingga, dalam literatur fikih Islam, shalat Tahajud diberi hukum sunah muakkadah (sangat dianjurkan).

    Shalat Tahajud ini dilakukan pada malam hari setelah shalat Isya dan disyaratkan tidur terlebih dahulu. Pelaksanaan Tahajud itu sendiri dikaitkan dengan waktu yang utama, yaitu sepertiga malam terakhir. Bahkan, ada yang menyebut waktu shalat Tahajud adalah di saat ketika kita dapat mendengar suara jarum yang jatuh di atas lantai.

    Allah SWT berfirman, ”Dan di antara waktu malam, maka bertahajudlah sebagai (ibadah) kesunatan bagimu, semoga Tuhan mengangkatmu ke derajat yang mulia.” (Al-Israa’: 79).

    Untuk melaksanakan shalat Tahajud memang merupakan perjuangan yang sangat berat. Apalagi ia dilaksanakan pada waktu manusia sedang enak-enaknya tidur, dalam udara yang dingin, bahkan harus perang melawan nafsu dan setan yang akan selalu membisikkan untuk tidur lelap. Namun, Allah Maha Mengetahui setiap ibadah hamba-Nya dan Maha Penyayang terhadap usaha taqarrub kepada-Nya, Dia memberikan fadhilah (keutamaan) yang besar kepada siapa saja yang melakukan ibadah sunah ini, yaitu derajat yang mulia, baik di dunia ini maupun di hadapan-Nya nanti, sebagaimana tersirat dalam ayat di atas.

    Sebuah hadis qudsi tentang fadhilah Tahajud ini, sebagaimana diriwayatkan Bukhari, Muslim, Malik, Turmudzi, dan Abu Dawud, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Tuhanmu yang Maha Pemberi Berkah dan Maha Mulia, selalu turun ke langit dunia setiap malam, pada paruh waktu seperti tiga malam terakhir, dan Dia berfirman, ‘Barang siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, barangsiapa mengajukan permintaan kepada-Ku akan Aku berikan, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni’.”

    Mahasuci Allah. Itulah tiga keutamaan shalat Tahajud dan ketiganya pula merupakan harapan setiap hamba. Setiap hamba pasti berharap doanya terkabul, permintaannya diberikan, dan dosa-dosa diampuni. Mustahil bagi seorang hamba berharap bahwa setiap doanya ditolak, permintaannya diabaikan, dan dosa-dosanya terus menumpuk.

    Alangkah indahnya jika setiap kita umat Islam bisa mengumandangkan adzan, lalu shalat Tahajud, dan kemudian dilanjutkan dengan doa. Doa untuk kebaikan dan kesejahteraan bangsa, meminta rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, serta kehidupan yang baik (hasanah). Kita memohon ampun setiap dosa yang kita sengaja maupun tidak sengaja, dengan segala pengakuan khilaf kepada Rabb yang Maha Pengampun.

    Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkaulah pendiri langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Raja langit dan bumi, serta segala yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi, serta segala yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau-lah al-Haq, janji-Mu benar, perjumpaan dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga dan neraka-Mu adalah benar, para nabi-Mu adalah benar dan Muhammad SAW adalah benar serta hari kiamat adalah benar. Wallahu a’lam.

     
    • gumes 11:01 pm on 30 Desember 2008 Permalink

      Hal : Minta izin
      From : Gumes
      saya hanya copy_paste tulisan ini kedalam forum saya,
      sasgumes.forum3.biz

    • ervakurniawan 8:09 am on 31 Desember 2008 Permalink

      silahkan :)

    • Sri Mulyati 10:26 pm on 17 Oktober 2010 Permalink

      assalamualaikum wr wb….aku juga izin copi paste ya utk dibgi2kn keteman2ku…trim seblmnya

  • erva kurniawan 2:53 pm on 26 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: rukun sholat, , , syarat sholat, syarat syah sholat   

    Syarat dan Rukun Sholat 

    SYARAT-SYARAT SHALAT

    Shalat tidak akan sah kecuali jika memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun dan hal-hal yang wajib ada padanya serta menghindari hal-hal yang akan membatalkannya. Adapun syarat-syaratnya ada sembilan:

    1. Islam,
    2. Berakal,
    3. Tamyiz (dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk),
    4. Menghilangkan hadats,
    5. Menghilangkan najis,
    6. Menutup aurat,
    7. Masuknya waktu,
    8. Menghadap kiblat,
    9. Niat.

    Secara bahasa, syuruuth (syarat-syarat) adalah bentuk jamak dari kata syarth yang berarti alamat. Sedangkan menurut istilah adalah apa-apa yang ketiadaannya menyebabkan ketidakadaan (tidak sah), tetapi adanya tidak mengharuskan (sesuatu itu) ada (sah). Contohnya, jika tidak ada thaharah (kesucian) maka shalat tidak ada (yakni tidak sah), tetapi adanya thaharah tidak berarti adanya shalat (belum memastikan sahnya shalat, karena masih harus memenuhi syarat-syarat yang lainnya, rukun-rukunnya, hal-hal yang wajibnya dan menghindari hal-hal yang membatalkannya, pent.). Adapun yang dimaksud dengan syarat-syarat shalat di sini ialah syarat-syarat sahnya shalat tersebut.

     

    Penjelasan Sembilan Syarat Sahnya Shalat

    1. Islamsholat-berjamaah1

    Lawannya adalah kafir. Orang kafir amalannya tertolak walaupun dia banyak mengamalkan apa saja, dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik untuk memakmurkan masjid-masjid Allah padahal mereka menyaksikan atas diri mereka kekafiran. Mereka itu, amal-amalnya telah runtuh dan di dalam nerakalah mereka akan kekal.” (At-Taubah:17) Dan firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (Al-Furqan:23)

    Shalat tidak akan diterima selain dari seorang muslim, dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Aali ‘Imraan:85)

    2. Berakal

    Lawannya adalah gila. Orang gila terangkat darinya pena (tidak dihisab amalannya) hingga dia sadar, dalilnya sabda Rasulullah (yang artinya), “Diangkat pena dari tiga orang: 1. Orang tidur hingga dia bangun, 2. Orang gila hingga dia sadar, 3. Anak-anak sampai ia baligh.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-i, dan Ibnu Majah).

    3. Tamyiz

    Yaitu anak-anak yang sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, dimulai dari umur sekitar tujuh tahun. Jika sudah berumur tujuh tahun maka mereka diperintahkan untuk melaksanakan shalat, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika berumur sepuluh tahun (jika mereka enggan untuk shalat) dan pisahkanlah mereka di tempat-tempat tidur mereka masing-masing.” (HR. Al-Hakim, Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud)

    4. Menghilangkan Hadats (Thaharah)

    Hadats ada dua: hadats akbar (hadats besar) seperti janabat dan haidh, dihilangkan dengan mandi (yakni mandi janabah), dan hadats ashghar (hadats kecil) dihilangkan dengan wudhu`, sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci.” (HR. Muslim dan selainnya) Dan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Allah tidak akan menerima shalat orang yang berhadats hingga dia berwudlu.” (Muttafaqun ‘alaih)

    5. Menghilangkan Najis

    Menghilangkan najis dari tiga hal: badan, pakaian dan tanah (lantai tempat shalat), dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dan pakaianmu, maka sucikanlah.” (Al-Muddatstsir:4). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Bersucilah dari kencing, sebab kebanyakan adzab kubur disebabkan olehnya.”

    6. Menutup Aurat

    Menutupnya dengan apa yang tidak menampakkan kulit (dan bentuk tubuh), berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Allah tidak akan menerima shalat wanita yang telah haidh (yakni yang telah baligh) kecuali dengan khimar (pakaian yang menutup seluruh tubuh, seperti mukenah).” (HR. Abu Dawud)

    Para ulama sepakat atas batalnya orang yang shalat dalam keadaan terbuka auratnya padahal dia mampu mendapatkan penutup aurat. Batas aurat laki-laki dan budak wanita ialah dari pusar hingga ke lutut, sedangkan wanita merdeka maka seluruh tubuhnya aurat selain wajahnya selama tidak ada ajnaby (orang yang bukan mahramnya) yang melihatnya, namun jika ada ajnaby maka sudah tentu wajib atasnya menutup wajah juga.(terdapat iktilaf pada para Ulama’).Di antara yang menunjukkan tentang mentutup aurat ialah hadits Salamah bin Al-Akwa` radhiyallahu ‘anhu, “Kancinglah ia (baju) walau dengan duri.”Dan firman Allah ‘azza wa jalla, “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Al-A’raaf:31) Yakni tatkala shalat.

    7. Masuk Waktu

    Dalil dari As-Sunnah ialah hadits Jibril ‘alaihis salam bahwa dia mengimami Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di awal waktu dan di akhir waktu (esok harinya), lalu dia berkata (yang artinya): “Wahai Muhammad, shalat itu antara dua waktu ini.” Dan firman Allah ‘azza wa jalla, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa`:103) Artinya diwajibkan dalam waktu-waktu yang telah tertentu. Dalil tentang waktu-waktu itu adalah firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dirikanlah shalat dari sesudah tergelincirnya matahari sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).”  (Al-Israa`:78)

    8. Menghadap Kiblat

    Dalilnya firman Allah (yang artinya), “Sungguh Kami melihat wajahmu sering menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke Kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil-Haram, dan di mana saja kalian berada maka palingkanlah wajah kalian ke arahnya.” (Al-Baqarah:144)

    9. Niat

    Tempat niat ialah di dalam hati, sedangkan melafazhkannya adalah bid’ah (karena tidak ada dalilnya). Dalil wajibnya niat adalah hadits yang masyhur (yang artinya), “Sesungguhnya amal-amal itu didasari oleh niat dan sesungguhnya setiap orang akan diberi (balasan) sesuai niatnya.” (Muttafaqun ‘alaih dari ‘Umar Ibnul Khaththab)

     

    RUKUN-RUKUN SHALAT

    Rukun-rukun shalat ada empat belas:

    1. Berdiri bagi yang mampu,
    2. Takbiiratul-Ihraam,
    3. Membaca Al-Fatihah,
    4. Ruku’,
    5. I’tidal setelah ruku’,
    6. Sujud dengan anggota tubuh yang tujuh,
    7. Bangkit darinya,
    8. Duduk di antara dua sujud,
    9. Thuma’ninah (Tenang) dalam semua amalan,
    10. Tertib rukun-rukunnya,
    11. Tasyahhud Akhir,
    12. Duduk untuk Tahiyyat Akhir,
    13. Shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    14. Salam dua kali.

    Penjelasan Empat Belas Rukun Shalat

    1. Berdiri tegak pada shalat fardhu bagi yang mampusholat-berjamaah-2

    Dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Jagalah shalat-shalat dan shalat wustha (shalat ‘Ashar), serta berdirilah untuk Allah ‘azza wa jalla dengan khusyu’.”  (Al-Baqarah:238) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Shalatlah dengan berdiri…” (HR. Al-Bukhary)

    2. Takbiiratul-ihraam,

    yaitu ucapan: ‘Allahu Akbar’, tidak boleh dengan ucapan lain. Dalilnya hadits (yang artinya), “Pembukaan (dimulainya) shalat dengan takbir dan penutupnya dengan salam.”  (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim) Juga hadits tentang orang yang salah shalatnya (yang artinya), “Jika kamu telah berdiri untuk shalat maka bertakbirlah.” (Idem)

    3. Membaca Al-Fatihah

    Membaca Al-Fatihah adalah rukun pada tiap raka’at, sebagaimana dalam hadits (yang artinya), “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.” (Muttafaqun ‘alaih)

    4. Ruku’

    5. I’tidal (Berdiri tegak) setelah ruku’

    6. Sujud dengan tujuh anggota tubuh

    7. Bangkit darinya

    8. Duduk di antara dua sujud

    Dalil dari rukun-rukun ini adalah firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman ruku’lah dan sujudlah.” (Al-Hajj:77) Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Saya telah diperintahkan untuk sujud dengan tujuh sendi.” (Muttafaqun ‘alaih)

    9. Thuma’ninah dalam semua amalan

    10. Tertib antara tiap rukun

    Dalil rukun-rukun ini adalah hadits musii’ (orang yang salah shalatnya) (yang artinya), “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk mesjid, lalu seseorang masuk dan melakukan shalat lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: ‘Kembali! Ulangi shalatmu! Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, … Orang itu melakukan lagi seperti shalatnya yang tadi, lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: ‘Kembali! Ulangi shalatmu! Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, … sampai ia melakukannya tiga kali, lalu ia berkata: ‘Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya tidak sanggup melakukan yang lebih baik dari ini maka ajarilah saya!’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Jika kamu berdiri hendak melakukan shalat, takbirlah, baca apa yang mudah (yang kamu hafal) dari Al-Qur`an, kemudian ruku’lah hingga kamu tenang dalam ruku’, lalu bangkit hingga kamu tegak berdiri, sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud, bangkitlah hingga kamu tenang dalam duduk, lalu lakukanlah hal itu pada semua shalatmu.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim)

    11. Tasyahhud Akhir

    Tasyahhud akhir termasuk rukun shalat sesuai hadits dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata (yang artinya), “Tadinya, sebelum diwajibkan tasyahhud atas kami, kami mengucapkan: ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih, assalaamu ‘alaa Jibriil wa Miikaa`iil (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya dan keselamatan atas Jibril ‘alaihis salam dan Mikail ‘alaihis salam)’, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan kalian mengatakan, ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya)’, sebab sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla Dialah As-Salam (Dzat Yang Memberi Keselamatan) akan tetapi katakanlah, ‘Segala penghormatan bagi Allah, shalawat, dan kebaikan’, …” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadits keseluruhannya. Lafazh tasyahhud bisa dilihat dalam kitab-kitab yang membahas tentang shalat seperti kitab Shifatu Shalaatin Nabiy, karya Asy-Syaikh Al-Albaniy dan kitab yang lainnya.

    12. Duduk Tasyahhud Akhir

    Sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Jika seseorang dari kalian duduk dalam shalat maka hendaklah ia mengucapkan At-Tahiyyat.” (Muttafaqun ‘alaih)

    13. Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

    Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Jika seseorang dari kalian shalat… (hingga ucapannya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam) lalu hendaklah ia bershalawat atas Nabi.”  Pada lafazh yang lain,  “Hendaklah ia bershalawat atas Nabi lalu berdoa.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

    14. Dua Kali Salam

    Sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “… dan penutupnya (shalat) ialah salam.

     

    Inilah penjelasan tentang syarat-syarat dan rukun-rukun shalat yang harus diperhatikan dan dipenuhi dalam setiap melakukan shalat karena kalau meninggalkan salah satu rukun shalat baik dengan sengaja atau pun lupa maka shalatnya batal, harus diulang dari awal.

     Wallaahu A’lam.

     
    • Abdul wahid 10:44 am on 3 November 2009 Permalink

      Sy prnh membaca perukunan bertuliskan arab bahasa melayu. Di sna di katakan niat termasuk kedalam rukun qolbi tetapi sunat di ikrarkan.

    • marwanazis 7:18 pm on 12 Januari 2010 Permalink