Updates from April, 2009 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • erva kurniawan 7:33 pm on 11 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: hadist tentang sholat, kumpulan hadist tentang sholat   

    Mengakhirkan dan Meninggalkan Sholat 

    sujudDikutip dari Kitab Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr Al-Jufri

    ***

    Saudara-saudara Rahimakumullah, ketahuilah bahwa sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian masyarakat kita pada Sholat Lima Waktu, Sholat Jum’at dan Sholat Berjamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa maksiat. Dan sholat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit.

    Rasulullah SAW bersabda: “Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Imam Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

    Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.

    Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan sholat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.

    Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’, 4:103)

    Abu Hurairah RA meriwayatkan, “Setelah Isya’ aku bersama Umar bin Khattab RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap.”

    “Ahh…, andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh…, aku sungguh menyesali umatku.”

    “Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,” kata Umar RA. Umar kemudian mengetuk pintu. “Siapa?” tanya Aisyah RA. “Aku bersama Abu Hurairah.”

    Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya:

    “Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.”

    “Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?”

    “Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,” kemudian ia berkata, “Bacalah!”

    “Apa yang harus kubaca?”

    “Bacalah: “Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam, 19:59)

    “Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?”

    “Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.

    Abu Darda` berkata, “Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan sholat.”

    Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah sholat. Jika sholat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.

    Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk sholat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga.”

    Atha’ Al-Khurasaniy berkata, “Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya. “

    Rasulullah SAW bersabda: “Sholat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama.” (HR. Imam Baihaqi)

    “Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka ia telah kafir.” (HR. Bazzar dari Abu Darda`), kafir yang dimaksud disini adalah ingkar terhadap perintah Allah karena perbuatan orang kafir adalah tidak pernah shalat. Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah saw bersabda”Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut”. Orang2 kafir adalah orang yang tidak pernah shalat, maukah kita termasuk golongan mereka.

    “Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya. ” (HR. Thabrani)

    “Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad.” (HR. Imam Ahmad dan Baihaqi)

    “Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman.” (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad) .

    Wasiat ini mudah-mudahan sangat bermanfaat buat kita semuanya umat Islam. Tugas kita semua untuk saling mengingatkan sesama Muslim akan pentingnya Sholat!

    Semoga bermanfaat.

    ***

     
  • erva kurniawan 10:18 pm on 6 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: nabi ayub, nabi daud, nabi harun, nabi ibrahim, nabi isa, nabi ismail, , nabi nuh, nabi sulaiman, nabi yusuf   

    Berkaca pada Para Nabi, Malu! 

    berdoa1

    Penulis : Bayu Gawtama KotaSantri.com

    Memang saya tak setampan Nabi Yusuf alaihi salam, yang pesonanya membuat Zulaikha tergila-gila kepadanya dan belasan wanita cantik lainnya rela mengiris tangannya tanpa sadar lantaran tersihir keelokan wajah putra Ya’kub itu. Ketampanan Yusuf bukan semata fisik, melainkan cahaya di hatinya yang memancarkan kemuliaan. Bandingkan dengan diri ini, tak seujung kelingking pun ketampanan saya bisa menyaingi Nabi mulia itu..

    Saya pun tak sesabar Nabi Ibrahim alaihi salam, berdakwah hingga usianya lebih seabad namun hanya sedikit pengikutnya. Yang bersabar hingga hari tuanya untuk bisa menimang putra tercinta Ismail. Coba lihat diri ini, sering tergesa-gesa tak sabaran

    Sosok ini pun tak setaat Ismail putra Ibrahim, yang ikhlas menjalankan perintah Allah meskipun harus disembelih oleh ayahnya sendiri. Bahkan Ismail tak bergeming saat setan menggodanya. Hmm, mudah sekali rasanya setan-setan menggoda diri ini. Mungkin karena saya belum benar-benar taat kepada-Nya.

    Diri ini jelas-jelas tak setabah Nabi Ayub alaihi salam dalam menjalani cobaan dari Allah. Ayub yang bertahun-tahun diuji Allah dengan penyakit, tak sedikit pun mengeluh. Justru sebaliknya, ia merasa ujian itu adalah cara Allah mendekatinya. Sedangkan saya, baru kena flu saja sudah uring-uringan, bagaimana diberi penyakit yang lebih parah? Bisa-bisa jadi alas an untuk malas beribadah.

    Saya juga tak sehebat Nabi Daud alaihi salam, yang meski bertubuh kecil sangat pemberani melawan Raja Jalut. Begitupun Nabi Musa alaihi salam yang tak gentar berhadapan dengan penguasa paling lalim sepanjang masa, Firaun. Ia berani mengungkapkan kebenaran dengan nyawa taruhannya. Duh, jika saya berada pada posisi seperti itu, sanggupkah? Bahkan menegur sahabat yang berbuat salah pun terasa berat lidah ini mencobanya. Ironisnya, saya sering bersembunyi, pura-pura buta setiap kali kemungkaran berlaku di depan mata ini.

    Hati ini tak setegar Nabi Nuh alaihi salam yang tetap tersenyum mendapati ejekan dari kaumnya, termasuk isteri dan anaknya sendiri. Bahkan ketika air bah dating, Nuh tetap mengajak kaum yang sebelumnya tak henti mengejeknya sebagai orang gila. Andaikan saya yang diejek, emosi lah yang didahulukan. Kalau perlu saya menantang siapapun penghina itu untuk berkelahi, saling menumpahkan darah. Saya mudah marah, gampang tersulut emosinya, mudah terprovokasi, ah jauhlah dari sifat Nabi Nuh.

    Akal pikiran ini tak secerdas Nabi Harun alaihi salam, yang karena kecerdasannya ia diperintah Allah menemani Musa menghadapi Firaun sekaligus menghadapi para pengikutnya. Kejernihan pikirannya, menjadikan ia teramat mudah mendapat hikmah dari Allah. Saya benar-benar iri kepada Nabi Harun yang tak pernah berhenti belajar. Berbeda dengan saya yang terkadang sudah merasa cukup pintar, sering berpikir bahwa diri ini sarat ilmu pengetahuan.

    Saya benar-benar tak sebijak Nabi Sulaiman alaihi salam, dalam segala hal. Ia yang mampu mendengar suara semut yangberdoa-2 ketakutan akan derap pasukan Sulaiman, bahkan sangat kasih terhadap makhluk yang sangat kecil itu. Karena kebijaksanaannya itulah, ia dicintai oleh segenap makhluk di bumi, dari bangsa manusia hingga jin, dari hewan di darat, udara sampai di dalam lautan. Sulit rasanya saya sekadar mencoba berlaku bijaksana dan adil. Saya masih egois, melihat untung rugi dalam berbuat, mengedepankan siapa yang dekat dengan saya dan siapa yang saya suka, bukan siapa yang benar dan berbuat kebaikan.

    Nabi Isa alaihi salam mengajarkan tentang kelembutan hati. Tentang berbagi, membantu sesama, menolong orang tanpa pamrih, meringankan beban kaum dhuafa, menyediakan tangannya untuk orang-orang yang kesusahan, dan mengobati yang sakit. Hatinya selalu menangis melihat orang-orang yang menderita, dirinya selalu berada di sekeliling kaum dhuafa. Sedangkan saya, berkali-kali menyaksikan fenomena kemiskinan, kesusahan, penderitaan di berbagai tempat, tetap saja hati ini sekeras batu,.Tak gampang menangis jika bukan diri ini sendiri yang mengalami kesusahan.

    Bagaimana dengan Rasulullah Muhammad Sallallaahu alaihi wassallaam? Sungguh, beliaulah teladan seluruh manusia. Tentang cinta, kasih sayang kepada sesama, urusan rumah tangga, kelembutan sikap, kemuliaan akhlak, tutur kata, persahabatan, persaudaraan, kepemimpinan, berwirausaha, seluruhnya sempurna. Tak cukup jutaan lembar kertas untuk menuliskan keindahan pribadinya, diperlukan samudera tinta guna melukiskan kemuliaan akhlaknya.

    Tetapi saya? Tak berani menyebut satu saja keunggulan pribadi diri ini. Sebab, satu terbilang, maka seratus keburukan segera terucap. Andaikan saya setampan Yusuf, mungkin saya akan sombong dan tak bersyukur. Misalkan saya sepemberani Daud, belum tentu digunakan untuk membela kebenaran. Adapun saya pernah membantu seseorang, pamrih, ujub, riya pun mengiringi perbuatan itu.

    Jangankan untuk meniru sifat para Nabi dan Rasul, mendekatinya pun tak mungkin. Jangankan menyamai pribadi mereka, mengikuti jejak para sahabatnya pun tak sanggup. Berkaca pada manusia-manusia pilihan-Mu ya Rabb, saya malu, teramat malu.

    Jika demikian adanya, di pintu mana saya boleh mengetuk surga-Mu?

    ***

     
  • erva kurniawan 9:50 pm on 5 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: , pintu rejeki, , rejeki berkah,   

    Agar Rejeki Membawa Berkah 

    sedekah-2Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah.

    Sabda Rasulullah SAW, ”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.”

    Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan, ”Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”

    Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.

    Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.

    Pertama, mengundang datangnya rezeki.

    Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba- Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ”Pancinglah rezeki dengan sedekah.”

    Kedua, sedekah dapat menolak bala.

    Rasulullah SAW bersabda, ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.”

    Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit.

    Rasulullah SAW menganjurkan, ”Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

    Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur.

    Kata Rasulullah SAW, ”Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bias memanjangkan umur.”

    Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan khusnul khatimah (baik).

    Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah?

    Wallahu a’lam bis-shawab.

    ***

     
    • Okke 6:00 pm on 7 April 2009 Permalink

      Wah,, terima kasih banyak bang erva.. dengan membaca artikel ini saya tergerak & terbuka hati saya untuk bersedekah. 1 hal yg sulit bang.. bersedekah dengan ikhlas.. itu yg saya sulit rasakan tetapi dengan membaca artikel ini smoga saya lebih ikhlas utk bersedekah & semoga bagi penulis artikel juga mendapatkan pahala Amiin…

    • Annisa 3:12 pm on 29 Juni 2009 Permalink

      saya juga berusaha untuk selalu bersedeqah..
      dan itu saya tekankan jg kepada anak saya yg berusia 7,5 th misalnya dgn meminjami teman pensil, atau berbagi makanan.. semoga kita semua dapat
      istiqomah menjalankan apa yg kita imani kebenarannya dan mendapat ganti dari Allah SWT..
      amiiin..

    • YULIA 5:24 pm on 25 Oktober 2009 Permalink

      SAYA SENANG MEMBACA ARTIKEL INI. INI JUGA SEBAGAI PENDORONG SEMANGAT SAYA UNTUK LEBIH BERSEDEKAH.

  • erva kurniawan 8:55 pm on 4 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Lamanya “Ash-habul Kahfi” Tidur Di Dalam Gowa: Mengapa 300 Tahun ditambah dengan 9 Tahun? 

    ashabul-kahfi-14Lamanya “Ash-habul Kahfi” Tidur Di Dalam Gowa: Mengapa 300 Tahun ditambah dengan 9 Tahun?

    Oleh: Ali Said

    “Mereka tinggal di dalam gowa selama 300 tahun, dan ditambah 9 tahun“(QS 18:25)

    Ada hal yang menarik dalam ayat ini untuk dikaji. Pertanyaan yang dapat diangkat dari ayat ini adalah “mengapa Allah tidak langsung menyatakan 309 tahun, tetapi 300 tahun ditambah 9 tahun?”.  Menurut penulis, paling tidak, ada dua hal yang mungkin bisa menjelaskan pertanyaan tersebut.

    Alasan pertama berkaitan dengan relativitas waktu. Kalau ada yang membuat kuiz dengan pertanyaan “Berapa lama Ashabul Kahfi tidur di dalam gowa?”, maka menurut penulis bagi yang menjawab 300 tahun bisa dibenarkan dan yang menjawab 309 tahun juga tidak disalahkan.

    Lho kok bisa? Padahal dalam Al Qur’an sudah secara jelas disebutkan 300 tahun ditambah dengan 9 tahun lagi. Justru yang menarik untuk dikaji adalah mengapa Allah tidak langsung menyatakan 309 tahun tetapi menyatakannya dengan 300 tahun ditambah 9 tahun. Mengapa jawaban 300 tahun dan 309 kedua-duanya dibenarkan? Jawabannya bisa diuraikan di bawah ini.

    Bahwa waktu menurut Einstein adalah relatif. Artinya waktu ditentukan bagaimana kita mengukurnya. Allah sendiri

    dalam Al Qur’an menegaskan tentang relativitas waktu. Misalnya dalam QS 32:5 secara jelas dinyatakan bahwa satu hari menurut Allah sama dengan 1000 tahun menurut perhitungan manusia (lihat juga QS 22:47).

    ashabul-kahfi-10

    Selanjutnya Allah dalam Al Qur’an juga menegaskan bahwa Allah menciptakan matahari dan bulan dimana peredaran keduannya sudah ditentukan agar manusia dapat melakukan perhitungan waktu. Secara umum di dunia ini kita kenal dua macam perhitungan tahun yaitu perhitungan yang didasarkan pada peredaran bulan dan yang didasarkan pada peredaran matahari.

    Akibatnya, jika ada 2 orang yang lahir pada hari yang sama dan dapat hidup sekian lama umur kedua orang tersebut bisa berbeda jika kedua orang tersebut menggunakan dasar yang berbeda dalam penghitungan tahun (yang satu pakai peredaran matahari  dan yang satunya pakai peredaran bulan).

    Mari kita lihat kembali QS 18:25 yang artinya: “Mereka tinggal di dalam gowa selama 300 tahun, dan ditambah 9 tahun“. Kalau kita kaji lebih jauh, sebenarnya ayat ini mengajarkan pada kita tentang relativitas waktu. Silahkan pembaca hitung: 300 tahun Masehi (didasarkan peredaran matahari) adalah sebanding dengan 309 tahun Hijriyah (didasarkan peredaran bulan). Maka dari itu QS 18:25 secara tidak langsung Allah menyatakan bahwa kalau kita hitung dengan tahun Masehi, maka lamanya Ashabul Kahfi tidur di dalam gowa adalah 300 tahun, tetapi jika dihitung dengan tahun Hijriyah maka lamanya mereka tidur adalah 309 tahun.

    Alasan kedua berkaitan disain Al Qur’an. Penulisan “…300 tahun, dan ditambah dengan 9 tahun” merupakan bagian dari disain Al Qur’an yang didasarkan pada ‘Sistem 19′. Dalam Al Qur’an disebutkan ada 30 jenis bilangan bulat yang berbeda yaitu: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 1000, 2000, 3000, 5000, 50.000, dan 100.000. Total dari seluruh bilangan tersebut adalah 162.146, yang merupakan bilangan kelipatan 19 (atau 19×8534). Jika 309 tahun tidak dinyatakan dengan 300 tahun dan ditambah dengan 9 tahun, maka total bilangan bulat yang ada didalam Al Qur’an tidak merupakan kelipatan 19.

    ashabul-kahfi-11

    Walloohu a’lam.

    Catatan:

    Berkaitan dengan sistem 19, dalam Al Qur’an disebutkan bahwa usia (lamanya) Nabi Nuh tinggal bersama umatnya adalah 950 tahun. Tetapi yang menarik Al Quran tidak langsung menyatakan 950, tetapi 1000 tahun dikurangi 50 (lihat QS 29:14). Kalau Allah langsung menyatakan dengan 950, maka jumlah bilangan bulat yang ada adalah “tidak kelipatan 19″.

    ***

    Sumber: http://alisaid.wordpress.com/2008/01/18/lamanya-ash-habul-kahfi-tidur-di-dalam-gowa-mengapa-300-tahun-ditambah-dengan-9-tahun/

     
    • rohmah 9:56 am on 29 April 2010 Permalink

      wah………….bhasanya menarik…….saya belum pernah mendebatkan hal yang serinci ini…….

    • paman doblang 6:35 am on 16 Juli 2010 Permalink

      subhanaAllah..keren banget…
      apa yang ajaib menurut manusia, tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT

  • erva kurniawan 7:14 pm on 2 April 2009 Permalink | Balas
    Tags: arab, salju, salju arab, salju di arab, salju turun di arab   

    Daratan Arab Dan Hari Akhir: Bukti Secara Geologis 

    salju-diarab

    Oleh: Ali Said 

    Salah seorang pakar geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany. Professor Alfred Kroner diminta untuk mengomentari beberapa ayat Al Qur’an dan Hadist.

    Ketika Professor Kroner ditanya tentang kondisi geologi daratan Arab, apakah dulunya daratan Arab penuh dengan tumbuh-tumbuhan dan sungai-sungai? Dia menjawab: “Ya selama zaman salju (Snow Age)”. Dan diketahui lebih lanjut bahwa iceberg di Kutub Utara secara perlahan-lahan bergerak menuju ke arah selatan.

    Ketika iceberg tersebut telah relatif dekat dengan semenanjung/ daratan Arab, cuaca akan berubah dan daratan Arab akan menjadi salah satu bagian dunia yang paling hijau dan basah. Ketika Professor Kroner kembali ditanya “Akankah daratan Arab menjadi daratan yang penuh dengan tumbuh-tumbuhan dan sungai-sungai?” Dia menjawab: “Ya, hal itu merupakan salah satu fakta ilmiah (scientific fact)”.

    Mengapa dia katakan hal itu merupakan bukti ilmiah, karena menurut dia “Zaman Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai. Dia menambahkan bahwa kita dapat saksikan salju bergerak sekali lagi dari Kutub Utara menuju ke arah selatan.

    Kenyataannya bahwa salju kutub utara sekarang sudah dekat menuju ke daratan Arab. Lanjut dia, kita dapat melihat tanda-tanda ini pada pergerakan salju “the snow blizzards striking the northern parts of Europe and America every winter”.

    salju-di-arab

    Apa yang dijelaskan oleh Profesor Kroner tersebut baru diketahui oleh para ilmuan setelah melalui penemuan yang panjang dan dengan bantuan peralatan khusus. Umat Islam, telah mengetahui dan mempercayai hal tersebut sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu berdasarkan sebuah hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim sebagai berikut:

     “Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi merupakan dataran yang subur (pasture) dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (Shahih Muslim).

    Tetapi sayangnya, meskipun Profesor Krone telah menyatakan bahwa wahyu yang turun dari atas merupakan satu-satunya jawaban mengenai dari mana Nabi Muhammad mengetahui hal tersebut , dan sekaligus dia mengetahui tentang kebenaran Islam, dia masih menolak untuk masuk Islam.

    Benarlah firman Allah dalam bahwa Allah telah mengunci mati hati mereka (QS Al-Baqarah ayat 7), “maka ketika kebenaran tersebut datang sebagai peringatan tetaplah tidak akan beriman” (QS Al-Baqarah ayat 6).

    salju-di-arab-2

    salju-di-arab-3

    ***

     
    • Nidika 11:56 am on 14 April 2010 Permalink

      subhanallah, maha suci ALLAH dengan segala kuasa-NYA,
      semoga kita selalu dalam lindungan-NYA dan mejadi IsLaM sEjati.
      AMIN….. ya rabb.

    • brinsani 1:30 pm on 9 Januari 2011 Permalink

      mudah mudahan Allah menyadarkan para manusia di jazirah arab, bahwa janji Allah pasti datang.
      mereka saat ini lebih senang dengan berwemah mewahan, dan membantu para kaum kafir serta israel untuk mencengkramkan kekuasaannya di daerah arab, sehingga mereka menzalimi sebagian kaum muslimin secara tidak langsung seperti di palestina, dan sudan

      semoga Allah membuka hati kita, dan menyadarkan kita, bahwa akhir zaman itu sudah didepan mata kita.

    • muhammad wahidan 'alwy 9:12 pm on 27 Mei 2012 Permalink

      syukran anfa’akallah fi ‘uluumikum, amiin

  • erva kurniawan 9:52 am on 30 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: arthur alison, artikel tentang kematian, artikel tentang tidur, az zumar, az zumar 42, profesor arthur alison, tidur dan kematian   

    Tidur dan Kematian 

    white_water_lily1Prof. Arthur Alison: ”Karena Az Zumar 42” , Tidur dan Kematian

    ***

    Namaku Arthur Alison, seorang profesor yang menjabat Kepala Jurusan Teknik Elektro Universitas London. Sebagai orang eksak, bagiku semua hal bisa dikatakan benar jika masuk akal dan sesuai rasio. Karena itulah, pada awalnya agama bagiku tak lebih dari objek studi. Sampai akhirnya aku menemukan bahwa Al Quran, mampu menjangkau pemikiran manusia. Bahkan lebih dari itu. Maka aku pun memeluk Islam.

    Itu bermula saat aku diminta tampil untuk berbicara tentang metode kedokteran spiritual. Undangan itu sampai kepadaku karena selama beberapa tahun, aku mengetuai Kelompok Studi Spiritual dan Psikologis Inggris. Saat itu, aku sebenarnya telah mengenal Islam melalui sejumlah studi tentang agama-agama.

    Pada September 1985 itulah, aku diundang untuk mengikuti Konferensi Islam Internasional tentang ‘Keaslian Metode Pengobatan dalam Al Quran’ di Kairo. Pada acara itu, aku mempresentasikan makalah tentang ‘Terapi dengan Metode Spiritual dan Psikologis dalam Al Quran’.

    Makalah itu merupakan pembanding atas makalah lain tentang ‘Tidur dan Kematian’, yang bisa dibilang tafsir medis atas Quran surat Az Zumar ayat 42 yang disampaikan ilmuwan Mesir, Dr. Mohammed Yahya Sharafi.

    Fakta-fakta yang dikemukakan Sharafi atas ayat yang artinya, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir,” telah membukakan mata hatiku terhadap Islam.

    Secara parapsikologis, seperti dijelaskan Al Quran, orang tidur dan orang mati adalah dua fenomena yang sama. Yaitu dimana ruh terpisah dari jasad. Bedanya, pada orang tidur, ruh dengan kekuasaan Allah bisa kembali kepada jasad saat orang itu terjaga. Sedangkan pada orang mati, tidak.

    Ayat itu merupakan penjelasan, mengapa setiap orang yang bermimpi sadar dan ingat bahwa ia telah bermimpi. Ia bisa mengingat mimpinya, padahal saat bermimpi ia sedang tidur.

    Quran surat Az Zumar ayat 42 ini juga menjadi penjelasan atas orang yang mengalami koma. Secara fisik, orang yang koma tak ada bedanya dengan orang mati. Tapi ia tak dapat dinyatakan mati, karena secara psikis ada suatu kesadaran yang masih hidup.

    “Bagaimana Al Quran yang diturunkan 15 abad silam, bisa menjelaskan sebuah fenomena yang oleh teori parapsikologis baru bisa dikonsepsikan pada abad ini?” Jawaban atas pertanyaan inilah yang akhirnya meyakinkan aku untuk memeluk Islam.

    Selepas sesi pemaparan kesimpulan dalam konferensi itu, disaksikan oleh Syekh Jad Al-Haq, Dr. Mohammed Ahmady dan Dr. Mohammed Yahya Sharafi, akupun menyatakan dengan tegas bahwa Islam adalah agama yang nyata benarnya.

    Terbukti, isi Al Quran yang merupakan firman Allah pencipta manusia, sesuai dengan fakta-fakta ilmiah. Kemudian dengan yakin, aku melafadzkan dua kalimat syahadat yang sudah sangat fasih kubacakan. Sejak itu aku pun menjadi seorang Muslim dan mengganti namaku menjadi Abdullah Alison.

    Sebagai Ketua Kelompok Studi Spiritual dan Psikologi Inggris, aku telah mengenal banyak agama melalui sejumlah studi yang dilakukan. Aku mempelajari Hindu, Budha dan agama serta kepercayaan lainnya. Entah kenapa, ketika aku mempelajari Islam, aku juga terdorong untuk melakukan studi perbandingan dengan agama lainnya.

    Walaupun baru pada saat konferensi di Mesir, aku yakin benar bahwa Islam sebuah agama besar yang nyata perbedaannya dengan agama lain. Agama yang paling baik diantara agama-agama lain adalah Islam. Ia cocok dengan hukum alam tentang proses kejadian manusia. Maka hanya Islam-lah yang pantas mengarahkan jalan hidup manusia.

    Aku merasakan benar, ada sesuatu yang mengontrol alam ini. Dia itulah Sang Kreator, Allah Swt. Dari pengalaman bagaimana aku mengenal dan masuk Islam, aku pikir pendekatan ilmiah Al Quran bisa menjadi sarana efektif untuk mendakwahkan Islam di Barat yang sangat rasional itu.

    ***

     
  • erva kurniawan 9:28 am on 29 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: ayat suci komosom, ayat suci kromosom manusia, dna, fenomena tubuh manusia, keajaiban tubuh manusia, kromosom manusia, kulit manusia, tanda kebesaran allah   

    Ayat Suci Dalam Kromosom Manusia 

    ayat-suci-dna-1Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Al Quran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University. Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya. Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci.

    Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yangdibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat “Fussilat” ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada. Penemuannya tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut:

    “…Sanuriihim ayatinaafilafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq…”

    Yang artinya; Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran.

    Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata “ayatinaa”yang memiliki makna “Ayat Allah”, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khanayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ayat-suci-dna-2ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tatafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?).

    Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama “Bismillahir Rahmanir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq”; “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Al Quran.

    Dalam wawancara yang dikutip “Ummi” edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: “Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yangselama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.

    Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

    Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan “Semoga penerbitan buku saya “Alquran dan Genetik”, ayat-suci-dna-3semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga nonmuslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmudengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsipilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial.

    ***

    Terbukanya tabir hati ahli Farmakologi Thailand

    Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas ChiangMai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.

    Bunyi dari surat An-Nisa tersebut antara lain sebagai berkut;

    “Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami,kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah MahaPerkasa lagi Maha Bijaksana.”lapisan-kulit

    Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus subcutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut. Mahabesar Allah yang telah menyisipkan firman-firmannya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya…Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.

    ***

     
    • sylvi 6:34 pm on 5 Juli 2009 Permalink

      semua artikelnya baguuuus…

    • Annisa 9:45 am on 15 Juli 2009 Permalink

      Subhanallah.. Allahu Akbar, hanya kata itulah yang terucap
      dari hamba yg dhoif ini dlm melihat tanda2 kekuasaan Allah
      di dlm tubuh manusia.. namun mengapa kita masih suka lalai ya..
      Astaghfirullah al adzhiimi… 100x

      Perbanyak lagi deh artikel ttg kebesaran Allah agar
      menambah kecintaan kita pada Allah Ar Rahman..

    • Abdul Mujib Al-Asyqiya 7:09 am on 7 Agustus 2009 Permalink

      Assalamu ‘alaikum akh… Subhanallah smua artikelnya bgs2, ana bnyk mngambil manfa’at ilmu dr blog antum.. Tlg dtambah lagi biar menambah wawasan qt trhdap agama ini dn menambah kecintaan qt akan khazanah Allah SWT…amiien…
      Jazakallahu khoiran :-)

    • cindy sere 10:51 pm on 9 Agustus 2009 Permalink

      Assalamu’alaikum…Subhanallah…
      Artikel ini telah membuktikan bhw islam agama utk qt smua dan bhw Ayat suci Al-qur’an ada d dlm kromsom setiap hamba allah..
      Mari qt tegakkan dan laksanakan ajaran Allah SWT,Smg qt msk surga..amin….

    • Hana Fathin Shalihah 6:56 pm on 12 Oktober 2009 Permalink

      assalamu’alaikum :)
      subhanallah ..
      Allah memang menciptakan semua jagad raya beserta isinya dengan sempurna , hingga tiada satupun yang sia2 ..
      hingga hal kecil Allah ciptakan , dan Allah beri petunjuk agar manusia selalu bersyukur dan dapat menggunakan akal yang telah ia karunia-kan kepada kita dengan sebaik2nya :)
      alhamdulillah , artikel ini menambah pengetahuan kita bukan hanya di bidang IPA tapi juga di bidang agama :)

      ayo , kita ungkap lebih dalam lagi misteri dari petunjuk2 yang telah Allah berikan ! supaya kita bisa lebih bersyukur atas nikmatnya ..

    • noni 10:33 am on 24 April 2010 Permalink

      Assalamualaikum..
      subhannaAllah, semoga dapat meningkatkan rasa syukur dan amalan kita. amin…… mari kita lebih bersemangat menegakan Hukum Allah dalm kehidupan kita dengan ikut memperjuangkan tegaknya khilafah kembali di permukaan dinia ini Allahu Akbar3x dan megunngkap kuasa_nya…

    • Fikri 12:49 am on 24 Agustus 2010 Permalink

      Subhanallah, bagus sekali :)

    • Rafia 10:28 am on 1 September 2010 Permalink

      kami kagum dg artikel anda.

    • iyusyosep 12:37 pm on 25 November 2011 Permalink

      tolong cantumkan nama penulis aslinya

  • erva kurniawan 9:04 am on 28 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: kalky autar, muhammad nabi umat hindu,   

    Muhammad Adalah Nabi Umat Hindu 

    muhammad1Dikutip dari buletin Aktualita Dunia Islam

    ***

    New Delhi, India. Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.

    Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.

    Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri “KALKY AUTAR” sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

    Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.

    Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya “ABDULLAH“. Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya “AMINAH“. Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya AMINAH.

    Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.

    Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra’ Mi’raj dimana Rasulullah mengendarai Buroq.

    ***

     
    • asep 2:03 pm on 28 Maret 2009 Permalink

      Subhanallah,segala puji bagi Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw utusannya.Andaikan orang/agama lain sudah menyadari bahwa Muhammad Saw utusan umat untuk memperbaiki ahlak kita.Mudah-mudahan Lia Eden mendapat Hidayah,Amin.

    • df 12:38 pm on 20 Oktober 2009 Permalink

      aku pngen tau lebih banyak lagi tentang ni….jadi makin penasaran.

    • dharmasastra3 9:18 am on 25 April 2011 Permalink

  • erva kurniawan 6:58 am on 27 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: hikmah sholat, hikmah sholat tahajud,   

    Sholat Menurut Medis Alternatif 

    masjid-siluetSholat Tahajud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.

    Tidak percaya?

    “Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. “Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya and terbebas dari infeksi dan kanker”. Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan ‘tukang obat’ jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunolog i”

    Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah.

    Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imunologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).

    Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan.

    Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.

    Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan.

    Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

    Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sissa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika).

    Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. “jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi.

    Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress,” Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.

    Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ???????

    Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran.

    Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk eberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.

    Kesimpulannya : Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.

    ***

     
  • erva kurniawan 6:15 am on 24 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: kumpulan doa, syair abu nawas, syair abunawas   

    Syair Abu Nawas 

    water_lily_lg1

     

    Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu

    Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka

    Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku

    Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar

    Dosaku seperti jumlah pasir

    Maka terimalah pengakuan taubatku Wahai Pemilik Keagungan

    Dan umurku berkurang setiap hari

    Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya

    Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu

    Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu

    Seandainya Engkau mengampuni

    Memang Engkaulah Pemilik Ampunan

    Dan seandainya Engkau menolak taubatku

    Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

    ***

     
  • erva kurniawan 6:00 am on 23 March 2009 Permalink | Balas
    Tags:   

    Detik-Detik Akhir Kehidupan 

    dscn6941Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan. (As-Sajdah:11)

    Hari demi hari, bulan demi bulan, bulanpun berganti tahun. Berpuluh tahun yang lalu, waktu itu kita masih dalam rahim ibunda, kemudian terlahir menjadi bayi mungil yang menggemaskan, lalu tumbuh menjadi balita yang lucu, dilanjutkan dengan menjadi anak-anak, kemudian remaja dan jadilah seperti sekarang yaitu menjadi dewasa, menjadi orang tua anak-anaknya ataupun sudah mempunyai cucu. Karena sunnatullah, sebuah ketetapan dari Allah Subhanahu wa ta’ala seiring dengan berjalannya waktu kita manusia pasti akan berubah menjadi tua dan kemudian mati.

    Begitu kira-kira gambaran sederhana tentang siklus hidup manusia di dunia. Dalam perjalanannya, kadang-kadang ada orang yang melewati hidupnya sampai ia berumur seratus tahunan lebih, 80an, 60an, atau rata-rata manusia dapat bertahan hidup. Ada pula yang hanya menikmati kehidupan hanya separuh abad. Namun tak jarang pula, yang masih muda, badan terlihat sehat dan sempurna, tidak sedikit yang sudah meregang nyawa, tentu dengan cara dan jalan yang berbeda-beda. Dan banyak pula cerita tentang bayi yang masih dalam kandungan yang belum sempat merasakan hidup di dunia, dan belum sempat merasakan hangat pelukan Ibunya, dibunuh (aborsi) oleh ibunya sendiri lantaran kehadirannya tidak dikehendaki, karena kehamilannya buah dari hubungan yang terlarang yang bisa membawa aib bagi diri dan keluarganya, na’udzubillah min dzalik.

    Karena ajal memang tak pernah memilih kita sudah tua atau muda, masih panjangkah jatah waktu kita hidup ataukah sudah habis masa untuk berpijak di bumi ini. Dan kebanyakan dari manusia melupakan akan datangnya kematian, mereka lupa kalau ajal selalu mengintai di manapun mereka berada. Mereka terlupakan oleh ramainya dunia, terlena dengan manisnya syahwat, silau dengan gemerlapnya harta. Terlalu sibuk dengan keinginan-keinginan yang belum kita capai. Adalah baik ketika keinginan atau cita-cita kita adalah hal yang berorientasikan akherat, tapi kebanyakan dari kita dilenakan oleh keinginan-keinginan yang bersifat kesenangan semu belaka.

    Sampai-sampai kita lupa bahwa kematian sudah sampai di pelupuk mata. Semua terperdaya oleh hingar-bingarnya dunia ini. Kebanyakan waktu hidupnya digunakan untuk sibuk kesana-kemari menggali, mengelola dan menumpuk harta. Dan saat-saat ketika sakaratul maut itu datang menghampiri barulah ia sadar betapa kehidupan di dunia amatlah singkat, dan merataplah ia dengan penyesalan yang sangat ketika menyadari bahwa umurnya telah habis untuk urusan-urusan pangkat, syahwat dan harta. Tinggallah kini menunggu kedatangan malaikat maut dan merasakan betapa tersiksa dan sakitnya saat sakaratul maut. Sakit yang tak dapat dikira karena amat terasa sakitnya.    

    Sebagian ulama menegaskan bahwa rasa sakit pada sakaratul maut hanya diketahui hakikatnya oleh orang yang sudah merasakannya. Orang yang belum merasakannya tentu hanya bisa mengetahuinya sekedar berdasarkan analogi dengan berbagai rasa sakit yang pernah dirasakan.  

    Rasa sakit pada sakaratul maut langsung menghunjam ruh itu sendiri sehingga menerobos seluruh organ-organ tubuhnya, seluruh jaringan sarafnya, seluruh urat-urat. di tubuhnya, bahkan juga seluruh persendian tubuhnya, hingga merambati akar rambut dan kulit dari atas kepala hingga ujung kaki

    Jangan tanyakan rasa sakitnya. Sehingga sebagian orang mengatakan bahwa Kematian itu lebih menyakitkan daripada sabetan pedang, daripada gigitan gergaji dan sayatan gunting, karena rasa sakit akibat sabetan pedang, gigitan gergaji, dan sejenisnya hanya dirasakan karena adanya ruh atau nyawa. Bagaimana pula apabila yang dicabut adalah ruh sendiri ? Orang yang ditebas pedang masih dapat berteriak minta tolong karena masih tersisa kekuatan dalam hati dan pada lisannya. Akan tetapi orang yang menghadapi sakaratul maut sudah kehilangan suara dan teriakannya, kekuatannya sudah melemah, dan energi tubuhnya sudah musnah. Hal ini karena musibah sakaratul maut terkadang terlalu berat sehingga menguasai hati dengan rasa sakit yang dahsyat sehingga melumpuhkan seluruh anggota tubuh, mengguncang seluruh organ tubuh, dan melemahkan seluruh jengkal bagian tubuh, sehingga tidak tersisa lagi kekuatan untuk meminta pertolongan.

    Bahkan, akal sekalipun telah tertutupi dan terganggu pula karena rasa sakit sakaratul maut; sementara lidah tiba-tiba menjadi bisu. Seluruh anggota tubuh menjadi lemah. Orang yang berada sakaratul maut berharap untuk dapat beristirahat sejenak melalui erangan dan teriakan atau melalui cara lain. Akan tetapi ia tidak mampu melakukannya. Kalaupun masih tersisa kekuatan, pasti saat ruh dicabut dan diangkat dari dalam tubuh akan terdengar gerengan dan suara kerongkongan dan dadanya. Namun, saat itu warna tubuhnya sudah berubah dan rasa sakit sudah menyerang seluruh tubuhnya, bagian luar maupun bagian dalamnya. Hingga akhirnya bagian hitam matanya naik sampai menyentuh kelopak mata, sementara lidah tertarik ke dalam hingga pangkalnya dan jari jemari juga menjadi kaku.

    Maka, jangan ditanya lagi kondisi orang tersebut tatkala urat-uratnya seperti tercabut satu persatu. Masing-masing anggota tubuh kemudian mulai menjadi mati secara bertahap. Mulanya kedua kaki menjadi dingin, lalu kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Masing-masing anggota tubuh mengalami sakaratul maut dan mengalami musibah rasa sakit pada saat itu, hingga nyawa sampai di kerongkongan. Pada saat itulah pandangannya terhadap dunia dan penghuninya mulai sirna, dan pintu tobat pun sudah tertutup baginya. Dan tinggallah penyesalan dan kekecewaan yang mendalam menggelayuti dirinya.

    Saudaraku tercinta, tidakkah engkau mengetahui bahwa kunjungan malaikat maut itu adalah sesuatu yang pasti ? telah ditakdirkan semenjak masa azali, panjang ataupun pendek umur kita ? Tidakkah kita menyadari bahwa kita semua hanya musafir yang akhirnya akan sampai tujuan dan meninggalkan perjalanannya ? Tidakkah kita menyadari bahwa perputaran hidup ini pasti berhenti, dan perputaran usia semakin mendekati penghujungnya ?.

    Tidakkah kita menyadari bahwa setelah kunjungannya kita tidak akan mampu lagi melakukan satu kebajikan sekalipun ? kita tidak akan mampu shalat dua rokaat sekalipun ? Kita tidak akan mampu membaca al-Qur’an satu ayatpun ? Kita tidak akan mampu bertasbih, bertahmid, bertahlil, atau beristighfar satu kalipun. Kita tidak akan mampu berpuasa seharipun, atau bersedekah meski sepeserpun. Kita tidak akan mampu melakukan haji ataupun umroh lagi. Waktu beramal telah berlalu, yang tertinggal adalah hisab dan pembalasan terhadap kebajikan atau dosa-dosa.

    Rasulullah solallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

    “Perbanyaklah olehmu mengingat penghancur kenikmatan yaitu : mengingat kematian”. HR. Tirmidzi dan Nasa’i dan Ibnu Hibban menshohihkannya.”

    Saudaraku… Manakah persiapan kita untuk berjumpa dengan malaikat maut ? Manakah persiapan kita untuk menghadapi hal-hal dahsyat sesudah kematian ? Dalam kubur, saat ditanya oleh dua malaikat, saat di Padang Mahsyar, saat hisab, saat dibukanya lembaran catatan amal perbuatan, saat meniti jembatan Ash-Shiroth, dan saat berdiri di hadapan Allah ‘Aza wa Jalla.

    Di waktu yang baik, sehabis shalat, sebelum tidur, saat mentadaburi ayat-ayat-Nya ataupun di penghujung malam ketika kita bersimpuh pasrah di hadapan-Nya, pernahkah terbayang seandainya saja kita mati dalam keadaan yang buruk, mati dalam kubangan lumpur kemaksiatan, mati dalam keadaan su’ul khatimah, sedangkan kita belum sempat untuk bertobat? dan siapkah kita menanggung azab kubur yang mengerikan?

    “na’udzubillah min dzalik wallahu a’lam bisshowab.”

    ***

    Oleh : sis zainudin/1. Masyahidul Ihtidar oleh Syaikh Abdurrahman as-Syayiâ™ dan Sultan Fahd ar-Rasyid

     
  • erva kurniawan 8:56 pm on 22 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: , wanita islam, wanita muslim, wanita sholehah   

    19 Hadist Rasullah SAW Mengenai Wanita 

    titik-rahayuningsih

    Titik Rahayuningsih

    1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.
    2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
    3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
    4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
    5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
    6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.
    7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis karena takut kepada Allah dan orang yang takut kepafa Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
    8. Barangsiapa membawa hadiah, barang atau makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
    9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
    10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.
    11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.
    12. Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah, “Suaminya. “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah, “Ibunya”.
    13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
    14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.
    15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
    16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.
    17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.
    18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.
    19. Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.

    ***

     
    • henny 6:11 pm on 7 Oktober 2009 Permalink

      Saya terharu embaca tulisannya semoga kita termasuk kedalam wanita yang sholeh. amien

    • Afandy 12:13 am on 24 Agustus 2011 Permalink

      .tlog dunk ditulis siapa yg mriwtkan hadist diatz,..
      Thank’s

  • erva kurniawan 7:28 pm on 21 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: sholat taraweh, sholat tarawih   

    Keutamaan Shalat Tarawih 

    salat_tarawihSholat Tarawih atau shalat malam memiliki keutamaan dan keistimewaaan sebagai salah satu ibadah di bulan suci Ramadhan. Apa saja keutamaan shalat tarawih itu?

    Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:

    1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
    2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
    3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
    4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
    5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
    6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
    7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
    8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
    9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
    10. Pada malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
    11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
    12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
    13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
    14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
    15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
    16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
    17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
    18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
    19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
    20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
    21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
    22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
    23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
    24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
    25. Pada malam kedua puluh lima, Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
    26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
    27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
    28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
    29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
    30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

    Demikianlah, keutamaan shalat tarawih yang disebutkan oleh Rasulullah SAW.

    ***

     
  • erva kurniawan 4:58 pm on 17 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , ,   

    Mengapa Makanan Dari Babi Haram Hukumnya? (2) 

    babiPertanyaan:

    Mengapa memakan babi dilarang dalam Islam?

    Jawaban:

    Fakta bahwa memakan daging babi haram dalam Islam adalah terkenal. Hal-hal berikut ini menjelaskan berbagai aspek larangan ini:

    1. Babi dilarang dalam Alquran

    Alquran melarang konsumsi babi tidak kurang dari 4 tempat yang berbeda-beda. Ia adalah dilarang dalam surat 2:173, 5:3, 6:145 dan 16:115.

    “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, “ [Al-Qur’an 5:3]

    ayat-ayat Al Qur’an di atas cukup untuk memenuhi bagi Muslim mengapa babi diharamkan.

    2. Daging Babi dilarang dalam Injil

    Umat Kristiani lebih percaya dengan Kitab Suci agamanya. Injil melarang mengkonsumsi babi, dalam kitab Imamat

    “Dan babi, meskipun ia memiliki kuku terbelah, namun dia tidak memamahbiak; babi adalah najis untuk Anda”.

    “daging nya jangan kamu makan, dan bangkai mereka jangan engkau sentuh, mereka adalah najis untuk Anda.”[Imamat 11:7-8]

    Babi juga dilarang dalam Injil dalam kitab Ulangan

    “Dan babi, karena kukunya terbelah, namun bukan pemamah biak, ia adalah najis untuk Anda. Kamu jangan makan daging mereka, dan jangan menyentuh bangkai mereka.” [Ulangan 14:8]

    larangan yang sama juga diulang dalam Injil dalam kitab Yesaya bab 65 ayat 2-5.

    3. Konsumsi daging babi menyebabkan beberapa penyakit babi-2

    non-Muslim Lainnya dan atheists akan setuju hanya akan percaya melalui alasan, logika dan ilmu pengetahuan. Memakan babi dapat menyebabkan tidak kurang dari tujuh puluh berbagai jenis penyakit. Seseorang dapat memiliki berbagai helminthes(cacingan) seperti cacing gelang, cacing keremi, cacing tambang, dll Salah satu yang paling berbahaya adalah Taenia Solium, yang dalam terminologi manusia disebut cacing pita. Ia hidup di usus dan sangat panjang. berkembang melalui telur, masuk ke aliran darah dan dapat mencapai hampir semua organ tubuh. Jika ia memasuki otak dapat menyebabkan hilangnya memori. Jika memasuki jantung dapat menyebabkan serangan jantung, jika memasuki mata dapat menyebabkan kebutaan, jika memasuki hati itu dapat menyebabkan kerusakan hati. Hal ini dapat merusak hampir semua organ tubuh.

    Helminthes berbahaya lain adalah Trichura Tichurasis. Umum kesalahpahaman tentang babi adalah bahwa jika dimasak dengan baik, telur nya akan mati. Dalam sebuah riset penelitian yang dilakukan di Amerika, telah ditemukan bahwa dari dua puluh empat orang menderita Trichura Tichurasis, dua puluh dua telah memasak babi dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa telur cacing dalam daging babi tidak mati dimasak dengan suhu normal.

    4. Lemak babi mengandung bahan untuk bangunan

    Daging Babi mempunyai sedikit otot (lemak) yang mengandung bahan untuk bangunan dan kelebihan lemak. Lemak ini mengendap di tubuh dan dapat menyebabkan hipertensi dan serangan jantung. Tidak mengherankan bahwa lebih dari 50% dari Amerika menderita hipertensi.

    5. Babi merupakan salah satu binatang terjorok di bumi

    Babi yang merupakan salah satu binatang terjorok di bumi. Ia hidup dan berkembang di kotoran binatang, kotoran manusia dan kotoran lainnya. Ini adalah jalan terbaik yang saya tahu bahwa Allah menciptakannya. Di masyarakat desa tidak memiliki toilet modern dan mereka membuang kotoran di udara terbuka. Sangat sering kotoran mereka akan habis dimakan oleh babi.

    Beberapa orang berpendapat bahwa di negara-negara maju seperti Australia, babi dipelihara sangat bersih dan higienis. Bahkan dalam kondisi higienis ini babi-babi dalam kandang yang sama. Betapa pun keras Anda mencoba untuk menjaga mereka bersih, mereka jorok secara alami. Mereka memakan dan menikmati kotoran kawannya sendiri

    6. Babi adalah binatang yang paling tak tahu malu

    Babi adalah yang paling tak tahu malu binatang di muka bumi. Ini adalah satu-satunya binatang yang mengundang teman-teman yang melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Di Amerika, kebanyakan orang mengkonsumsi babi. Sering kali setelah pesta dansa, mereka saling bertukar isteri; yaitu banyak yang berkata “Anda tidur dengan istri saya dan saya akan tidur dengan istri anda.” Jika Anda makan babi maka anda berkelakuan seperti babi. Kami masyarakat India meniru Amerika yang sangat maju dan canggih. Apapun yang mereka lakukan, kami ikuti setelah beberapa tahun. Menurut sebuah artikel di majalah lokal praktek bertukar istri telah menjadi hal yang lumrah di kehidupan Bombay.

    ***

    sumber : Translate dari http://WWW.IRF.org

     
    • mamas86 6:20 am on 18 Maret 2009 Permalink

      Hiiii…. Saya belum pernah nyoba gimana rasanya daging babi. Kalau bisa sih jangan sampai… :mrgreen:

    • Nung 8:44 am on 18 Juli 2009 Permalink

      Secara substantif paparan ini tidak menjelaskan mengapa daging babi diharamkan. Setiap saya mendapat penjelasan, selalu uraiannya berbeda. Lain ustadz lain penjelasannya. Untuk generasi mendatang rasanya perlu dijelaskan dengan lebih logis selain yang telah tersurat dari al qur’an. Argumen berdasarkan kesehatan dan etika seperti pada poin 3 sampai 6 sudah tidak relevan lagi. Bgmana dg penyakit sapi gila, flu burung dll? Bgmana jika babi dikandangkan? Apa bedanya dengan sapi yang juga dikandangkan di peternakan sapi potong?

    • andri 12:53 am on 5 Oktober 2009 Permalink

      saya setuju no.1 dan 2 saja… yg lainnya tergantung persepsi dan konsumsi yg berlebihan dari si pemakan babi… orang yang makan babi pun bisa pintar dan sehat… justru kenapa tidak boleh karena struktur sel babi identik dengan manusia, jadi kalau merasakan nikmatnya makan babi sama saja dengan merasakan bagian dari tubuh manusia, http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/424956.stm), silakan search di google, babi adalah satu-satunya hewan yang aman ditransplantasi manusia baik itu jantung ataupun ginjal dll, sekian terima kasih.

    • hyeldach 8:14 am on 10 Oktober 2009 Permalink

      benarkah masyarakat bombay meniru semua perbuatan yang di lakukan oleh negara amerika???????

    • adin 11:44 am on 12 Desember 2009 Permalink

      org islam tidak boleh makan babi karena itu memang sudah di tulis dalam al’quran, persoalan apa dan lain lain itu adalah menjadi hikmah yang dapat kita ambil manfaatnya. jadi jgn-lah anda (tidak makan babi) karena takut penyakit, melainkan memang karena itu di tulis dgn jelas dlm al’Quran, bgt aja. jgn seperti agama lain, ada syariat dari tuhan, mau dicari2 dulu alasannya, itu cirihas org yahudi, – disrh ptg sapi tanya dulu, apa warna dll. mohon maaf!!

    • adin 11:55 am on 12 Desember 2009 Permalink

      @ nung : jika anda bertanya ‘mengapa daging babi di haramkan’ kami org islam malah jadi bingung dengan pertanyaan seperti itu, kerana sama saja anda menyuruh kami bertanya kepada tuhan, aturan itu bukan dibuat2 oleh kami, itu sangat jelas nash nya dlm al-quran. Dan anda perlu ketahui bahwa alquran itu 100 persen adalah firman Allah, tidak boleh anda mensamakan dengan bibel yang di dlmnya sudah terdapat ucapan para paulus atau rasul2 yang lain.

    • Hadi 11:19 pm on 17 Januari 2010 Permalink

      Mohon Maaf nich…..
      Saya setuju dengan no. 2 (nung) and 3 (andri)…. Pernyataan diatas kurang relevan…. Jika di dalam Injil babi diharamkan mengapa umat Kristen n Katolik bahkan sak pendeta2nya demen banget makan babi yach?!! Umat Hindu n buddha bahkan atheis juga demen banget ma daging babi….. au ah gelap…. waaaah…. waaahhh….

    • junaidi 5:06 am on 14 Februari 2010 Permalink

      di sini saya tidak memihak pendapat siapa yang paling benar tentang keharaman babi, memang secara jelas dalam nash al-qur’an babi telah diharamkan. tetapi kita sebagai muslim yang memiliki intelektual tinggi alangkah baiknya meninjau kembali dan meneliti mengapa babi dihaeamkan? saya sangat bangga kepada tulisan ini yang mencoba menjelaskan dan mempertahankan dalil/nash al-qur’an tentang keharaman babi dengan cara menampilkan penelitian-penelitian sebagai pendukung nash.

    • alif 7:01 pm on 4 Oktober 2010 Permalink

      setuju dengan adin….tuhan melarang sesuatu untuk di jauhi itu pasti ada sebabnya,jangan mirip anak kecil udah dijelasin masih nanyai ini itu…mirip yahudi yg suka membangkang

    • wiro 2:12 pm on 10 November 2010 Permalink

      bener nian itu.tp yg aku heran kenapa kita umat islam takut makan babi tapi tidak takut berbuat anarkis,tidak takut berbuat korupsi,pengrusakan seperti FPI dan bagaimana para pejabat pejabat kita yg korupsi,anggota2 dewan……..
      apa perlu di Al Qurna ditulis ;tidak boleh anarkis,korupsi kecuali terpaksa gitu……
      SEKARANG SIH TERGANGTUNG IMAN MASING2……

    • Cakpri 11:30 pm on 13 Desember 2010 Permalink

      Inilah indahnya dunia, semua pendapat benar menurut masing2, tetapi satu yang perlu di ingat janganlah merasa lebih benar atau lebih baik dari manusia lain, karna itu sama halnya seperti iblis yang merasa lebih mulia di banding adam…. Mohon maaf jika ada kesalahan…

    • putra 3:49 pm on 9 Mei 2011 Permalink

      ngapain mempermasalahkan makanan, surga itu bukan soal makanan dan minuman tetapi masalah kebenaran. Saya sbg umat kristiani yg tertindas ini mau bilang apakah Qur’an itu benar? Lalu Qur’an itu dari siapa? Kalo dari Allah, silahkan tanyakan pada Allah.

    • ady 5:47 pm on 19 Juli 2011 Permalink

      @putra: tdk ada yg menganggapmu tertindas, kta sama2 cr rezeki d dunia ini. alhamdulillah Alquran itu benar adanya. Allah sdh mnjawabnya d surah Alquran di atas. cb cr sndiri ayatny d Alquran, up to you lah..

    • wawan 7:54 am on 9 Agustus 2011 Permalink

      @ putra, Al Quran brsl dr Allah, Injil pun brsal dri Nya, nmun krn f*** paulus2 yg tlah “mengedit” Injil, mka sesuatu yg haram di oke okekan sj ma dia. dlam injil tdak ad 1 aytpun yg mengtkan bhwa Yesus adlh Tuhn, tp klian mlahn men tuhankannya. Nauzubillah. Mf trlalu jauh pmbhsnku, it jg krn dia yg mlai memprtxkn Al Quran.

    • jatnika 3:43 pm on 3 November 2011 Permalink

    • aryo preasetyo 11:27 am on 7 Maret 2012 Permalink

      mfg,gng,

    • George 12:51 pm on 11 Maret 2012 Permalink

      Sebaiknya jangan pernah coba mengutip atau menulis sesuatu yang kalian ga pernah ngerti…. Kaloe kalian bilang di agama islam itu babi diharamkan boleh… Tapi kaloe kalian bilang di kristen itu diharamkan itu salah. Apalagi kaloe kalian bilang paulus itu mengubah ayat ayat yang telah tertulis. Kaloe gak percaya baca aja kitab laut merah, itu ditulis lebih tua dan jauh dari umur kalian bahkan sebelum nabi yang kalian anggap muhamad ataupun yesus yang kami anggap tuhan. Kaloe masih ada yang nanya bacanya dimana anda sangat BODOH dan TOLOL kaloe gak tw tempat membacanya!!!

    • allifkecil 7:24 am on 13 Maret 2012 Permalink

      Maaf di sini saya tidak memihak siapapun…
      Saya beragama Islam…
      Jika kalian belum mengerti tentang agama masing2 sebaiknya kalian jangan berkomentar dan merendahkan satu sama lain…
      bahkan merasa bahwa kalian lah yang paling benar….

      semua yang di sampai kan diatas memang benar dan tidak ada yang salah…
      yang kita cari yang paling benar…..

      karena setiap agama g’ mungkin menyuruh umatnya berbuat dosa….

      Pelajari agama yang kalian anut masing2 dari dasar…
      jangan jangan saling menyalahkan….

      Aku punya juga teman beragama Kristiani mereka juga bilang kalau di agama mereka di haramkan juga memakan babi….

      tapi jika kalian ingin tahu agama kalian masing2 pelajari dulu dari dasar….
      dari sejarahnya…
      kenapa di turunkan alqitab dan sebagainya sampai sekarang…
      baru kalian semua bisa berkomentar….

    • Tina- 3:59 pm on 14 Desember 2012 Permalink

      Agama Kristiani berpegang pada Alkitab Perjanjian Baru, yakni setelah Yesus Kristus lahir. Kitab-kitab yang disebutkan pada poin 2 (Imamat, Ulangan & Yesaya) terletak di Perjanjian Lama. Yang berpegang pada Perjanjian Lama adalah kaum Yahudi. Itulah mengapa kaum Yahudi juga tidak memakan daging babi. Jika dalam agama Islam dikenal dengan istilah Halal, dalam Yahudi ada istilah Kosher. Pada agama Kristiani, Perjanjian Lama dipelajari sebagai sejarah saja. Mudah-mudahan penjelasan saya membantu.

    • dean 9:02 pm on 22 Agustus 2013 Permalink

      BABI HARAM adalah bagi Umat Islam .. mungkin di Kitab lain ada juga yg mengharamkan dan juga menghalalkanya….( monggo saja.. bagimu agamamu bagiku agamaku )
      Sebagai Muslim saya Sangat Meyakini Babi itu haram, kalau pun ada hal/ Zat negatif yg terkandung di babi ( secara Ilmiah… ) itu hanya salah satu jawaban Saja mengapa Babi Haram…..

  • erva kurniawan 10:32 am on 17 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , , , , ,   

    Mengapa Makanan Dari Babi Haram Hukumnya? (1) 

    babi-3Bob:  Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan mengenai kata-kata “Halal” dan “Haram”; apa arti dari kata-kata tersebut?

    Yunus:  Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, dan apa-apa yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.!

    Bob:  Dapatkah anda memberikan contoh?

    Yunus:  Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

    Bob:  Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

    Yunus:  Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.

    Bob:  Apa maksud anda?

    Yunus:  Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan babi-4memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh.

    Bob:  Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

    Yunus:  Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru menyadari akan hal ini.

    Bob:  Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi?

    Yunus: Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya? Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher. Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.

    Bob:  Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.

    Yunus:  Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

    ***

    Mohon diteruskan kepada semua rekan Muslim dan Non-Muslim.. Ini dapat menjawab sebagian pertanyaan mereka, khususnya kalangan non-Muslim bertanya mengapa ummat Islam tidak boleh mengkonsumsi babi.

     
    • yusuf 7:25 pm on 18 September 2011 Permalink

      ahh itu akal akalan kalian….dan benar adanya ilmu kalian….dalam islam kalau dah haram sesuai nas qur,an ya haram… jangan di pertanyakan mengapa haram

  • erva kurniawan 10:13 am on 16 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: dilarang meniup makanan, dilarang meniup makanan panas, dilarang meniup minuman, larangan meniup makanan, larangan meniup minuman, meniup makanan panas, meniup minuman panas, ulasan larangan meniup makanan   

    Larangan Meniup Makanan dan Minuman Panas 

    makanan-panasSeringkali kita melihat, seorang Ibu ketika menyuapi anaknya makanan yang masih panas, dia meniup makanannya lalu disuapkan ke anaknya. Bukan cuma itu, bahkan orang dewasa pun ketika minum teh atau kopi panas, sering kita lihat, dia meniup minuman panas itu lalu meminumnya. Benarkan cara demikian?

    Cara demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman.

    Sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

    Awalnya saya tidak mengetahui hikmahnya, bagi saya pribadi, ketika datang hadits pada saya mengenai suatu hal, maka semampunya coba saya lakukan, walaupun saya belum tahu hikmahnya, dan sebenarnya memang tidak harus tahu.

    Begitu juga ketika saya pertama kali mendengar hadits ini, saya hanya berusaha mengamalkan saja, bahwa kita dilarang meniup makanan atau minuman, itu juga yang saya lakukan kepada anak saya.

    Dan alhamdulillah ketika tadi coba browse ke internet, ternyata dari salah satu milis kimia di Indonesia, ada yang menjelaskan secara teori bahwa:

    Apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic, dan saya ingat juga bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

    ***

    Namun pernyataan ini sebenarnya perlu dipertanyakan kebenarannya, karena :

    1. Reaksi antara CO2 dan H2O hanya terjadi pada suhu dan tekanan tinggi. CO2 dapat larut dalam air dalam tekanan tinggi, membentuk H2CO3. pada 25 derajat celcius, Kc = 1.70 x 10-3.
    2. Untuk mencapai keseimbangan, reaksi antara CO2 dan H2O membutuhkan katalisator. Kalau tidak ada katalisator, reaksi ini akan berjalan lambat.
    3. H2CO3 merupakan asam lemah.

    Refesensi :

    http://groups.yahoo.com/group/Bayi-Kita/message/10218
    http://en.wikipedia.org/wiki/H2CO3

    ***

    Yang di atas memang HOAX, hanya saja Nabi melarang umatnya untuk meniup-niup makanan dan minuman panas. Kalau begitu memang tidak bagus meniup makanan ato minuman? Tetapi Nabi tidak melarang kita mengipasi makanan. Berarti yang tidak boleh itu meniup makanan dan minuman panas.

    Memang kenapa, apakah nafasnya membuat makanan menjadi bau? Atau takut menambah penyakit? Wah kalau begitu sih tidak akan dilarang secara umum.

    HOAX di atas sudah hampir benar, bedanya angin dari kipas angin dengan nafas manusia adalah komponen CO2 dan H20nya. Apa masalahnya dengan adanya 2 komponen ini?

    Sebenernya yg bermasalah bukan pada airnya tapi pada komponen yg berada di air. Ingat kapur tohor? Waktu SD pernah ada percobaan kapur tohor dilarutkan dalam air lalu dicelupkan sedotan dalam air dan ditiup. Bagimana hasilnya? Iya betul sekali, airnya jadi keruh. Apa sebenarnya yang terjadi?

    Kapur tohor (CaO) apabila ditiup oleh nafas manusia, bereaksi dengan CO2 dalam nafas, akan menjadi batu kapur (CaCO3). Masalahnya, batu kapur ini salah satu dari batu ginjal yang paling sering ditemui.

    Kita tidak pernah tahu apakah air tersebut mengandung kapur tohor atau tidak, tapi minimal dengan menghindari meniup makanan dan minuman panas, kita mengurangi resiko terkena batu ginjal jenis kapur.

    Mungkin selain itu masih ada penyebab lain, penjelasan ini dibatasi hanya untuk meluruskan HOAXnya, terutama di bagian reaksi kimia.

    Wallahu Alam

    ***

     
    • jopir 5:03 am on 18 Maret 2009 Permalink

      nice info
      iseng mampir http://kisanak-jopir.co.cc

    • irhaby0o7 4:35 am on 26 Oktober 2009 Permalink

      1.Reaksi antara CO2 dan H2O hanya terjadi pada suhu dan tekanan tinggi. CO2 dapat larut dalam air dalam tekanan tinggi, membentuk H2CO3. pada 25 derajat celcius, Kc = 1.70 x 10-3.

      jawab:
      memang benar kalo reaksi antara CO2 dan H2O terjadi pada suhu 25 drajat celcius,hingga membentuk H2CO3.disini anda salah besar tentang memahami suhu tinggi,suhu dengan nominal 25 drajat bagi air bukanlah tinggi,contoh konkritnya sbb:ketika anda memasak air,maka air akan mendidih pada suhu tertingginya yaitu 100 drajac celcius,tapi ktika anda tuangkan air panas/mendidih tadi pada bejana,maka kalor air akan diserap oleh lingkungan(bejana) hingga mencapai 50% dari suhu didihnya,atau skitar 50 drajat celcius,suhu 50 bahkan 25 drajat C ini bagi air bukanlah merupakan suatu suhu yg tinggi,tp mrupakan suhu yg lumayan kecil.sehingga wajar saja kalu pemberian CO2 pada air pd temperatur ini dilarang karan dpt membentuk H2CO3,dan lagi2,rosulullah memang benar,dan dia adalah kbenaran yang hak
      ,salam dari irhaby007,teknik elektro UII yogyakarta

    • rusmanov 9:36 am on 18 Maret 2010 Permalink

      Lha, itu suplemen CDR effervesent mengandung CaCO3 kadar tinggi. Ca memang kita butuhkan untuk pertumbuhan terutama menguatkan tulang. Lagian Batu Ginjal bukan berasal dari CaCO3 yg secara langsung kita makan.

    • ahmad 10:30 pm on 27 Oktober 2010 Permalink

      subhanallaah

    • Sri Mulyati 9:09 pm on 19 November 2010 Permalink

      Trim infonya……

    • rizky 4:40 pm on 19 Maret 2011 Permalink

      oh,,…. trnyta yg bkin bhya kndungan kapur ny.. ^_^

      tp, mnurut spngetahuan sy, kelarutan gas CO2 dalam air sgat lah kecil, aplagi dalam kondisi suhu yang tinggi…
      sy prnah praktikum modul “absorbsi”
      gmbaran sngkat ny bgini,.. gas CO2 di alirkan dr bawah kolom, scara brsamaan H2O(air) di alirkan dari atas kolom. di dalam kolom trjadi kontak antara air dan CO2, untk mmperluas kontak antara air dan gas CO2 d dalam kolom di tmpatkan packing… air yg sudh mngalami kontak lgsg dgan gas CO2 qt analisis dgan mnggunakan titrasi…

      hsil dn ksimpuln yg sy dpatkn dr prktikum itu adlh, kelarutan gas CO2 dalam air sgat kecil skali… smakin tinggi suhu, semakin kecil kelarutan gas CO2, jga sbalik ny.
      brbda dgan tekanan, smkin bsar tkanan gas CO2, smakin beasr pula klrutan gas CO2 dalm air..

    • lyly 12:16 pm on 2 Mei 2011 Permalink

      Assalamu’alaikum ……
      truz kira2 ap yg akn terjadi pada makanan panas yang kita tiup?

    • dhiia 2:12 pm on 21 Juli 2011 Permalink

      Oh…ptg bgt..info’y

    • xxx 5:57 am on 4 Januari 2012 Permalink

      thanks infonya… dan kalau menurutku, mendingan membolak balik makanan saja… kalau minuman, diaduk aja biar tidak panas dan langsung santap…

    • Ibnu Majah 7:05 pm on 17 Januari 2012 Permalink

      maaf sebelumnya..
      larangan Rasulullah bukan terletak pada larut atau tidak co2 dlam air kalau kita tiup..tpi coba antum fikir, berapa ratus bakteri atau virus atau kotoran dalam hembusan nafas kita..kalo menurut ane, itu yang bikin rasulullah SAW melarang kita meniup makanan..
      wallahua’alam..
      semoga kita terus dihidupkan dengan cahaya sunnah..
      amieennnn…

    • Nicky Oktavian 1:06 am on 23 Maret 2012 Permalink

      Infonya mantapp neh sob. ijin sebarkan ke yang lainnya yahh

    • Nurhidayah 6:31 pm on 26 Maret 2012 Permalink

      Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu. terimakasih ya infonya sangat bermanfaat

    • Abu Hanifah 6:59 pm on 13 April 2012 Permalink

      Alhamdulillah, artikel yang bagus dan bermanfaat sesuai prinsip Ballighu ‘anni walau aayah. Syukran

    • a.fajrul mujab 6:11 pm on 25 Juni 2012 Permalink

      trima kasih atas infox,semoga bermanfaat bagi saya dan org lain.amin

    • Rafli 8:31 pm on 9 Maret 2013 Permalink

      Terima Kasih ……….

  • erva kurniawan 7:29 am on 14 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: hari jumat, , keutamaan hari jumat, sholat jumat   

    Keutamaan Hari Jum’at 

    masjidil-haram-1Segala puji bagi Allah Rab semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah, beserta para keluarga, sahabat, dan orang-orang yang tetap istiqomah menegakkan risalah yang dibawanya hingga akhir zaman..

    Wahai kaum muslimin ….Allah, SWT telah menganugerahkan bermacam-macam keistimewaan dan keutamaan kepada umat ini. Diantara keistimewaan itu adalah hari Jum’at, setelah kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya.

    Abu Hurairah zmeriwayatkan, Rasulullah bersabda:

    “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk”. (HR. Muslim)

    Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Hari ini dinamakan Jum’at, karena artinya merupakan turunan dari kata al-jam’u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah, SWT  memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah, SWT  berfirman:

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. 62:9)

    Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum’at dengan penuh ketenangan, konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir : 4/385-386).

    Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Hari Jum’at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan. (Zadul Ma’ad: 1/398).

    ***

    KEUTAMAAN HARI JUM’AT

    1. Hari Terbaik

    Abu Hurairah z meriwayatkan bahwa Rasulullah y bersabada: “Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.

    2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo’a.

    Abu Hurairah z berkata Rasulullah y bersabda: ” Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah y mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu” (H. Muttafaqun Alaih).

    Ibnu Qayyim Al Jauziah – setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu – mengatakan: “Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi” (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

    3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

    Ibnu Qayyim berkata: “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya”. Hadits dari Ka’ab z menjelaskan: “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”.( Mauquf Shahih)

    4. Hari tatkala Allah, SWT  menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

    Sahabat Anas bin Malik z dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at”.

    5. Hari besar yang berulang setiap pekan.

    Ibnu Abbas z berkata : Rasulullah y bersabda: “Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum’at hendaklah mandi terlebih dahulu ……”. (HR. Ibnu Majah)

    6. Hari dihapuskannya dosa-dosa

    Salman Al Farisi z berkata : Rasulullah y bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).

    7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum’at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

    Aus bin Aus z berkata: Rasulullah y bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

    8. Wafat pada malam hari Jum’at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah y bersabda: “Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur”. (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

    ***

     
  • erva kurniawan 5:58 am on 12 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: cinta, istri menurut islam, mencari istri, mencari pasangan hidup, mencari suami, suami istri, suami menurut islam, , tips mencari suami   

    Hal Yang Disukai Pria Dari Wanita 

    love-1CINTA adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.

    Rasa cinta bisa menjadi anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah. Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan dikendalikan nafsu liar.

    Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.

    Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.

    1. Karena akidahnya yang Shahih

    Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.

    Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah- Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)

    2. Karena paham agama dan mengamalkannya

    Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)

    Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).

    Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.

    3. Dari keturunan yang baik

    Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)

    Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).

     “Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)

    Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”

    4. Masih gadis

    Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.

    Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.

    Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”

    Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.

    Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”

    5. Sehat jasmani dan penyayang

    Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).

    Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)

    6. Berakhlak mulia

    Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”

    7. Lemah-lembut

    Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”

    8. Menyejukkan pandangan

    Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)

     “Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.

    Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budak perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”

    9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban

    Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”

    Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)

    Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)

    10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa

    Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”

    11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya

    Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”

    12. Pandai bersyukur kepada suami

    Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).

    13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat

    Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.

    Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”

    Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”

    Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.

    ***

     
  • erva kurniawan 12:52 pm on 7 March 2009 Permalink | Balas  

    Sanksi Meninggalkan Shalat 

    mekkahRasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa menjaga shalat, niscaya di muliakan oleh Allah dengan lima kemuliaan” :

    1. Allah menghilangkan kesempitan hidupnya
    2. Allah hilangkan siksa kubur darinya
    3. Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanannya
    4. Dia akan melewati jembatan (Shirat) bagaikan kilat
    5. Akan masuk syurga tanpa hisab

    Dan barangsiapa yang menyepelekan shalat, niscaya Allah akan mengazabnya dengan lima belas siksaan; enam siksa di dunia, tiga siksaan ketika mati, tiga siksaan ketika masuk liang kubur dan tiga siksaan ketika bertemu dengan Tuhannya (akhirat).

    Adapun siksa di dunia adalah :

    1. Dicabut keberkahan umurnya
    2. Dihapus tanda orang saleh dari wajahnya
    3. Setiap amal yang dikerjakan, tidak diberi pahala oleh Allah
    4. Tidak diterima do’anya
    5. Tidak termasuk bagian dari do’anya orang-orang saleh
    6. Keluar ruhnya (mati) tanpa membawa iman

    Adapun siksa ketika akan mati :

    1. Mati dalam keadaan hina
    2. Mati dalam keadaan lapar
    3. Mati dalam keadaan haus, yang seandainya diberikan semua air laut tidak akan menghilangkan rasa hausnya

    Adapun siksa kubur :

    1. Allah menyempitkan liang kuburnya sehingga bersilang tulang rusuknya
    2. Tubuhnya dipanggang di atas bara api siang dan malam
    3. Dalam kuburnya terdapat ular yang bernama Suja’ul Aqro’ yang akan menerkamnya karena menyia-nyiakan shalat. Ular itu akan menyiksanya, yang lamanya sesuai dengan waktu shalat

    Adapun siksa yang menimpanya waktu bertemu dengan Tuhan:

    1. Apabila langit telah terbuka, maka malaikat datang kepadanya dengan membawa rantai. Panjang rantai tsb. tujuh hasta. Rantai itu digantungkan ke leher orang tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya. Lalu malaikat mengumumkan : ‘Ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah’. Ibnu Abbas r.a berkata, ‘seandainya lingkaran rantai itu jatuh ke bumi pasti dapat membakar bumi’.
    2. Allah tidak memandangnya dengan pandangan kasih sayang-Nya Allah tidak mensucikannya dan baginya siksa yang pedih.
    3. Menjadi hitam pada hari kiamat wajah orang yang meninggalkan shalat, dan sesungguhnya dalam neraka Jahannam terdapat jurang yang disebut “Lam-lam”. Di dalamnya terdapat banyak ular, setiap ular itu sebesar leher unta, panjangnya sepanjang perjalanan sebulan. Ular itu menyengat orang yang meninggalkan shalat sampai mendidih bisanya dalam tubuh orang itu selama tujuh puluh tahun kemudian membusuk dagingnya.

    ***

    (Risalah As Sayyid Ahmad Dahlan) Hafidz Al Mundziri, terjemah kitab At Targhiib wat Tarhiib, hal 32

     
  • erva kurniawan 12:22 am on 3 March 2009 Permalink | Balas  

    Kehidupan Setelah Mati 

    water-lily-1Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari Kebangkitan di Akhirat

    Setelah manusia mati akan mengalami tahapan sbb :

    1. Alam Barzakh

    Para salaf bersepakat tentang kebenaran adzab dan nikmat yang ada di alam kubur (barzakh) . Nikmat tersebut merupakan nikmat yang hakiki, begitu pula adzabnya, bukan sekedar bayangan atau perasaan sebagaimana diklaim oleh kebanyakan ahli bid’ah. Pertanyaan (fitnah) kubur itu berlaku terhadap ruh dan jasad manusia baik orang mukmin maupun kafir. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan Rasulullah SAW selalu berlindung kepada Allah SWT dari siksa kubur. Rasulullah SAW menyebutkan sebagian dari pelaku maksiat yang akan mendapatkan adzab kubur, diantaranya mereka yang :

    1. Suka mengadu domba
    2. Suka berbuat ghulul
    3. Berbuat kebohongan
    4. Membaca Al Qur’an tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan dan yang dilarang dalam Al’Qur’an
    5. Melakukan zina
    6. Memakan riba
    7. Belum membayar hutang setelah mati (orang yang berhutang akan tertahan tidak masuk surga karena hutangnya)
    8. Tidak bersuci setelah buang air kecil, shg masih bernajis

    Adapun yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah Shalat wajib, shaum, zakat, dan perbuatan baik berupa kejujuran, menyambung

    silaturahim, segala perbuatan yang ma’ruf dan berbuat baik kepada manusia , juga berlindung kepada Allah SWT dari adzab kubur.

    2. Peniupan Sangkakala

    Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menunggu kapan diperintahkan Allah SWT. Tiupan yang pertama akan mengejutkan manusia dan membinasakan mereka dengan kehendak Allah SWT, spt dijelaskan pada Al Qur’an :

     “Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit dan di bumi, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah SWT”(QS. Az Zumar :68 ).

    Tiupan ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras dan hebat sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda-benda di alam semesta. Setelah I tu keadaan alam semesta kembali seperti awal penciptaannya.

    Allah SWT menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firman-Nya : “ Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras” (QS.Al Hajj:1-2).

    Sedangkan pada tiupan sangkakala yang kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia ; “Dan tiupan sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka”.(QS. Yaa Siin : 51).

    Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian ditiuplah sangkakala, dimana tidak seorangpun tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah SWT menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia.Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali, dan manusia pun bermunculan (bangkit) dan berdiri”.(HR. Muslim).

    3.Hari Berbangkit

     “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakannya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu”. (QS. Al Mujadilah : 6).

    4.Padang Mahsyar

     “(Yaitu) pada hari (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit dan mereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.(QS. Ibrahim:48).

    Hasr adalah pengumpulan seluruh mahluk pada hari kiamat untuk dihisap dan diambil keputusannaya. Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu hari yang berbanding 50.000 tahun di dunia. Allah berfirman:

     “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun”.(QS. Al Maarij:4).

    Karena amat lamanya hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya seperti satu jam saja.

    “Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang hari. “ (QS.Yunus:45) .

     “Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja” (QS. ArRuum:55).

    Adapun orang yang beriman merasakan lama pada hari itu seperti waktu antara dhuhur dan ashar saja. Subhanallah.

    Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana firman-Nya.”Orang kafir ingin seandainya ia dapat menebus dirinya dari adzab hari itu dengan anak-anaknya, dengan istri serta saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya ketika di dunia, dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya” .(QS.AlMa’ arij:11-14) .

    5. Syafaat

    Syafaat ini khusus hanya untuk umat Muslim, dengan syarat tidak berbuat syirik besar yang menyebabkan kepada kekafiran. Adapun bagi orang musyrik, kafir dan munafik, maka tidak ada syafaat bagi mereka.

    Syafaat ini diberikan Rasulullah SAW kepada umat Muslim (dengan izin dari Allah SWT).

    6. Hisab

    Pada tahap (fase) ini, Allah SWT menunjukkan amal-amal yang mereka perbuat dan ucapan yang mereka lontarkan, serta segala yang terjadi dalam kehidupan dunia baik berupa keimanan, keistiqomahan atau kekafiran.

    Setiap manusia berlutut di atas lutut mereka. “Dan kamu lihat tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya . Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Jatsiah:28).

    Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad SAW, kita umat yang terakhir tapi yang pertama dihisab. Yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah pada seorang hamba adalah Shalatnya, sedang yang pertama kali diadili diantara manusia adalah urusan darah.

    Allah SWT mengatakan kepada orang kafir : “Dan kamu tidak melakukan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya” .(QS. Yunus:61). Seluruh anggota badan juga akan menjadi saksi.

    Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang telah ia kerjakan di dunia : “Maka demi Rabbmu, kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang akan mereke kerjakan dahulu”.(Al Hijr:92-93).

    Seorang hamba akan ditanya tentang hal : umurnya, masa mudanya, hartanya dan amalnya dan akan ditanya tentang nikmat yang ia nikmati.

    7. Pembagian catatan amal

    Pada detik-detik terakhir hari perhitungan , setiap hamba akan diberi kitab (amal) nya yang mencakup lembaran-lembaran yang lengkap tentang amalan yang telah ia kerjakan di dunia.

    Al Kitab di sini merupakan lembaran-lembaran yang berisi catatan amal yang ditulis oleh malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT.

    Manusia yang baik amalnya selama di dunia, akan menerima catatan amal dari sebelah kanan. Sedangkan manusia yang jelek amalnya akan menerima catatan amal dari belakang dan sebelah kiri, spt pada firman Allah berikut ini:

     “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan ia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka ia akan berteriak : “celakalah aku”, dan ia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”,(QS. Al Insyiqaq:8-12) .

    “Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:”wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.Telah hilang kekuasaanku dariku” (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya”, kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala” .(QS. Al Haqqah:25 31).

    8. Mizan

    Mizan adalah apa yang Allah letakkan pada hari kiamat untuk menimbang amalan hamba-hamba- Nya. Allah berfirman : “Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seorang dirugikan walau sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan”. (QS. Al Anbiya:47)

    Setelah tahapan Mizan ini, bagi yang kafir, dan mereka yang melakukan perbuatan syirik akan masuk neraka.

    Sedangkan umat muslim lainnya, akan melalui tahap selanjutnya yaitu Telaga

    9. Telaga

    Umat Muhammad SAW akan mendatangi air pada telaga tsb. Barang siapa minum dari telaga tsb maka ia tidak akan haus selamanya. Setiap Nabi mempunyai telaga masing-masing. Telaga Rasulullah SAW lebih besar, lebih agung dan lebih luas dari yang lain, sebagaimana sabdanya :

    “Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba untuk mendapatkan lebih banyak pengikutnya di antara mereka dan sesungguhnya Nabi Muhammad mngharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak” (HR. Bukhari Muslim).

    Setelah Telaga, umat muslim akan ke tahap selanjutnya yaitu tahap Ujian Keimanan Seseorang. Perlu dicatat bahwa orang kafir dan orang yang berbuat syirik sudah masuk neraka (setelah tahap Mizan, seperti dijelaskan di atas).

    10.Ujian Keimanan Seseorang

    Selama di dunia, orang munafik terlihat seperti orang beriman karena mereka menampakkan keislamannya. Pada fase inilah kepalsuan iman mereka akan diketahui, diantaranya cahaya mereka redup. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana sujudnya orang mukmin. Saat digiring, orang-orang munafik ini merengek-rengek agar orang-orang mukmin menunggu dan menuntun jalannya.Karena saat itu benar-benar gelap dan tidak ada petunjuk kecuali cahaya yang ada pada tubuh mereka.

    Allah SWT berfirman,”Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman:”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”.Dikatakan (kepada mereka):”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”.Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat da di sebelah luarnya dari situ ada siksa.(QS.Al hadid:13).

    Setelah ini umat muslim yang lolos sampai tahap Ujian Keimanan Seseorang ini, akan melalui Shirat.

    11. Shirat

    Shirath adalah jmbatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk diseberangi orang-orang mukmin menuju Jannah (Surga).

    Beberapa Hadits tentang Shirath

    Sesungguhnya rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau berkata :

    Tempat menggelincirkan, di atasnya ada besi penyambar dan pengait dan tumbuhan berduri yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najd yang disebut pohon Sud’an.(HR. Muslim)

     “Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang”. (HR. Muslim)

     “Ada yang melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, ada yang seperti tiupan angina, ada yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang lecet-lecet dan ada juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam”. (HR. Bukhari Muslim)

    Yang paling pertama menyebarangi shirath adalah Nabi Muhammad SAW dan para pemimpin umat beliau.Beliau bersabda : “Aku dan umatku yang paling pertama yang diperbolehkan melewati shirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang bicara, kecuali Rasul dan Rasul berdo’a ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.” (HRBukhari) .

    Bagi umat muslim yang berhasil melalui shirath tersebut, akan ke tahap selanjutnya jembatan

    12. Jembatan

    Jembatan disini, bukan shirath yang letaknya di atas neraka jahannam. Jembatan ini dibentangkan setelah orang mukmin berhasil melewati shirath yang berada di atas neraka jahannam.

    Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antata satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di dunia”.(HR. Bukhari).

    Setelah melewati jembatan ini barulah orang mukmin masuk Surga.

    ***

    Kesimpulan :

    Setelah penjelasan di atas tinggal kita menunggu…, apa yang akan kita alami di hari akhir nanti…, tentunya sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia ini…. Semoga Alah SWT memberi kekuatan dan selalu membimbing kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya sehingga dapat mencapai surga-Nya dan dijauhkan dari siksa neraka-Mu ya Allah…….karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu ya Allah……

    ***

    Sumber :

    1. Poster ‘Hidup Sesudah Mati” (berupa diagram tahapan dan penjelasan setiap tahapan)
    2. Hidup Sesudah Mati edisi terjemah oleh Syaikh Jasim Muhammad Al Muthawwi
    3. Al Yaum Al Akhir, Juz I,II,III oleh Dr. umar Sulaiman Al Asyqar
    4. Syarah Lum’atul I’tiqad Al hadi Ila Sabilir Rasyad oleh Syaikh Utsaimin
    5. Tahdzib Syarah Ath thahawiyah oleh Ibnu Abil Izz Al Hanafi
    6. Tadzkirah, Imam Qurthubi
    7. At Takhwif Minan Naar oleh Ibnu rajab Al Hambali
    8. Hadiul Arwah Ila Biladil Afrah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah
    9. Nihayatul Bidayah wan Nihayah oleh Al hafidz Ibnu Katsir
    10. Ahwalun Naar oleh Muhammad Ali Al Kulaib.

     (Disalin/ diketik pada tgl : 17 Ramadhan 1428 H, pkl 8 pagi).

     
    • gunawan 7:50 am on 20 Januari 2010 Permalink

      terima kasih

    • Miftahul jannah 2:26 pm on 16 Juli 2010 Permalink

      Bantulah aku bertaubat, ya Allah yg Maha pengampun,ampunilah dosa-dosaku. Hamba ingin bertaubat sungguh..
      Tuntunlah hamba kepada Jalan-Mu yang benar dan tidak sekali sekali melakukan perbuatan dosa lagi ya Allah.
      Amin

  • erva kurniawan 11:57 pm on 2 March 2009 Permalink | Balas
    Tags: fenomena lalat, , kuman lalat, lalat, lalat dalam al quran, tafsir al quran tentang lalat   

    Kekuasaan Allah pada seekor lalat 

    lalatSemua kita pasti tahu, apa itu lalat! Ya, ia seekor makhluk Allah subhanahu wata’aala yang dikenal suka hinggap di tempat-tempat yang jorok dan banyak membawa penyakit/kuman. Sekalipun begitu, ia ada disebutkan di dalam al-Qur`an dan juga hadits nabawi. Lantas, apa keistimewaannya, sehingga Allah subhanahu wata’aala menyebut dan menyinggungnya? Adakah hikmah di balik itu? Bagaimana kedudukannya di dalam hadits nabi shallallahu ‘alahi wasallam? Adakah pernyataan ilmiah yang menunjukkan keistimewaannya? Melalui halaman yang singkat ini, Insya Allah subhanahu wata’aala kita akan menyinggung secara ringkas tema-tema tersebut.

    Lalat di Dalam al-Qur`an

    Lalat yang di dalam bahasa Arabnya, “adz-Dzubab” disinggung dalam satu ayat, yaitu ayat 73, surah al-Hajj. Allah subhanahu wata’aala berfirman, artinya, “Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS.al-Hajj: 73)

    Dalam ayat ini terdapat seruan agar bertauhid kepada Allah subhanahu wata’aala dan kecaman terhadap kesyirikan dan orang-orang Musyrik. Sebagaimana dinyatakan Ibn Katsir rahimahullah dalam ayat ini Allah subhanahu wata’aala mengingatkan betapa hina-dinanya berhala-berhala itu dan betapa piciknya akal para penyembahnya.

    Apa yang disembah orang-orang jahil dan musyrik itu diberi perumpamaan dengan sesuatu yang hina, yaitu seekor lalat. Bahwa sekalipun semua sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala dan patung-patung itu berkumpul untuk menciptakan seekor lalat saja, benda-benda mati itu tidak akan pernah mampu melakukannya. Padahal apalah arti seekor lalat; makhluk yang sangat hina dan jorok. Bahkan, jangankan menciptakan, bila ada seekor lalat merampas sesuatu dari tubuhnya, berhala-berhala itu tak mampu untuk melindungi diri sendiri. Jadi alangkah lemah dan hinanya berhala-berhala itu, bilamana seekor lalat yang dikenal lemah dan jorok justeru lebih kuat darinya. Karena itu, keduanya sama-sama lemah, baik lalat maupun berhala-berhala itu.

    Syaikh Abu Bakar al-Jaza`iri mengatakan, “Dibuatnya permisalan dengan seekor lalat itu merupakan sesuatu yang baik dalam bahasa Arab, karena dapat lebih mendekatkan kepada pemahaman.”

    Allah subhanahu wata’aala menyebutkan sesuatu di dalam al-Qur`an bukan asal sebut. Pasti ada nilai lebih dari apa yang disebutkan itu. Contohnya, Allah subhanahu wata’aala banyak bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya seperti matahari, waktu Dhuha, dan seterusnya. Itu semua karena apa yang dijadikan objek sumpah itu memiliki nilai lebih di sisi Allah subhanahu wata’aala. Dan terbukti secara ilmiah kemanfaatannya bagi alam semesta ini, tak terkecuali penyebutan seekor lalat.

    Lalat di Dalam Hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam

    Bilamana di dalam al-Qur`an hanya disebutkan dalam satu ayat saja, maka di dalam hadits nabi shallallahu ‘alahi wasallam penyebutannya lebih banyak. Salah satunya, terkait dengan adanya ‘dualisme’ dalam diri lalat itu. Artinya, di satu sisi pada dirinya itu terdapat racun, namun di sisi yang lain justru sebagai penawarnya alias pada kedua sayapnya.

    Di antara hadits-hadits itu adalah sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar).” (HR. al-Bukhari)

    Hadits mengenai hal ini cukup banyak dan dipaparkan dengan redaksi yang hampir mirip.

    Sepintas, hadits ini bagi kelompok yang berlebihan dalam mengkultuskan akal, seperti kelompok Mu’tazilah dan para Orientalis, hadits ini dianggap irrasional (tidak masuk akal). Sebab menurut akal mereka, bagaimana mungkin dapat diterima kenyataan bahwa lalat yang menjijikkan itu memiliki penyakit (racun) sekaligus obat (penawar). Apalagi bila ia terjatuh pada minuman, maka harus dibenamkan semua badannya agar minuman tersebut dapat dikonsumsi lagi dan tidak membahayakan. Sungguh menjijikkan. !!

    Tetapi realitasnya, hadits tersebut dari sisi kualitasnya adalah hadits yang shahih. Karena itu, tidak ada tempat dan alasan untuk menolaknya, sebab yang mengucapkannya adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam yang tidak mengatakan sesuatu kecuali berdasarkan wahyu Allah subhanahu wata’aala (QS. an-Najm:3).

    Bagi orang beriman, bilamana telah terbukti secara valid dan kuat keshahihan kualitas suatu hadits, maka terlebih dulu ia harus meyakini kebenarannya, terlepas apakah ada hikmah di balik itu ataukah tidak! Hadits ini termasuk mukjizat Nabi shallallahu ‘alahi wasallam dari sisi ilmiah. Lalu, apakah memang terbukti secara ilmiah demikian.?

    Pernyataan Ilmiah Tentang Lalatlalat-2

    Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya dunia ilmu pengetahuan, tampak jelaslah kebenaran hadits Nabi shallallahu ‘alahi wasallam tentang lalat. Dalam hal ini, dunia kedokteran berhasil membuktikan keilmiahan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam itu.

    Prof.DR.Amin Ridha menjelaskan beberapa poin tentang kenyataan tersebut, di antaranya, “… Ketiga, tidak benar kalau dikatakan bahwa dunia kedokteran belum pernah mengadakan pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan lalat. Lalat pernah digunakan sebagai obat bagi penyakit borok menahun dan paru (Frambosia Tropica), yang terjadi pada 30 tahun pertama abad ke-20, sebelum struktur kimia sulfa ditemukan.

    Untuk keperluan itu, lalat dipelihara secara khusus. Penemuan membuktikan bahwa lalat mengandung virus pembunuh kuman (bakterial). Dari penelitian itu ditemukan, bahwa lalat di samping membawa kuman-kuman penyakit, ia juga membawa bakterial yang membunuh kuman-kuman. Penelitian ini terhenti karena di saat yang bersamaan, ditemukan struktur kimia sulfa.

    Keempat, Hadits tentang lalat menginformasikan adanya sejenis racun pada lalat. Kenyataan ini baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern dua abad belakangan. Sebelumnya, bisa jadi orang tidak mempercayai kebenaran hadits tentang lalat ini. Jika sudah ditemukan bahwa lalat selain membawa penyakit, ia juga mengandung bakterial pembunuh kuman, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui:

    Tidak benar, kuman yang dibawa lalat berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit.

    Tidak benar, banyaknya kuman yang dibawa oleh lalat cukup untuk menimbulkan penyakit bagi orang yang menelan kuman itu.

    Tidak benar, tubuh manusia dapat terhindar sama sekali dari semua kuman berbahaya. Kalau seandainya begitu, justeru itulah yang sangat berbahaya bagi manusia. Sebab jika tubuh manusia berulang-ulang kemasukan kuman yang berbahaya dalam jumlah sedikit, maka kuman akan menjadi daya tahan terhadap kuman-kuman sejenisnya. Hadits tersebut memberikan informasi penting adanya kuman pada lalat, yang berlawanan dengan racun yang dibawanya. Ini membuktikan bahwa bakteri, virus dan kuman sejenisnya saling berperang dan saling mematikan; yang satu membunuh yang lain dengan jalan mengeluarkan zat beracun. Zat beracun ini yang kemudian digunakan sebagai bahan pengobatan yang lazim disebut antibiotika, seperti: Penicilin dan Cloromicitin. Dan ini bukan saja ada pada lalat, hampir semua binatang berbisa ternyata bisanya itu malah menjadi penyembuh, jika dijadikan sebagai obat. Segala sesuatu yang belum ditemukan dan belum diteliti oleh ilmu pengetahuan jangan diramalkan. Tetapi penelitian harus dilakukan selengkap dan sesempurna mungkin dan tidak boleh dihentikan. Oleh karena itu, merupakan tindakan yang salah jika tergesa-gesa menilai ketidakrasionalan hadits tentang lalat ini tanpa bukti dari hasil penelitian ilmiah modern.”

    Perlu diketahui, lalat hinggap pada barang-barang yang dipenuhi kuman-kuman, yang dapat menim-bulkan berbagai macam penyakit. Sebagian kuman itu berpindah ke organ tubuh lalat, dan sebagian lainnya dimakan. Dari kuman-kuman ini terbentuk unsur toxine di dalam tubuhnya, yang menurut istilah medis disebut antibakteria. Dialah yang bertugas membunuh berbagai kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini tidak mungkin bertahan hidup atau mempengaruhi tubuh manusia, selagi masih ada antibakteria, khususnya pada salah satu sayap lalat.lalat-3

    Karenanya, ia mampu mengarahkan bakteri ke arahnya, maka jika ada lalat yang jatuh pada makanan atau minuman, lalu kuman yang menempel pada sebagian organ tubuhnya berpindah ke makanan atau minuman, maka antibakteria yang juga dibawa lalat pada salah satu sayapnya akan bekerja membunuh kuman. Bila di sana ada penyakit, maka obatnya juga tidak akan jauh dari penyakit itu. Maka lalat tersebut dapat dibenamkan secara keseluruhan, baru kemudian dibuang. Hal ini sudah cukup untuk membunuh kuman yang dibawa lalat dan akan merusak kerja kuman tersebut. Selain itu, lalat bisa menyuburkan pembenihan kuman beberapa penyakit. Setelah beberapa saat kuman itu pun mati dan pengaruhnya tidak tampak. Kemudian dalam lalat itu terbentuk unsur yang membunuh kuman-kuman yang dinamakan anti-bakteria. Apabila inti lalat diletakkan pada larutan yang bersih, maka akan diketahui empat macam kuman yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, namun ada pula empat macam unsur yang mampu membunuh empat macam kuman itu, wallahu a’lam.

    ***

    (Sumber: a. Tafsir Ibn Katsir, b. Aysar at-Tafasir karya Abu Bakar al-Jaza`iri, c. Majalah at-Tauhid,Vol. V, 1977; Musykilat al-Ahadits an-Nabawiyyah karya Abdullah Ibn Al Najdi al-Qushaimi [sasak].

     
    • BKsmanci 4:16 pm on 26 Maret 2009 Permalink

      Asalammuallaikum….
      Mampir nich………….

    • Dian 9:42 am on 1 April 2009 Permalink

      Assalamualaikum, boleh saya link blog ini?? bagus sekali isinya

    • jamal 11:59 pm on 16 Mei 2009 Permalink

      assalamualaikum….bagus sekali…

    • Annisa 9:17 am on 29 Juni 2009 Permalink

      perbanyak lagi donk artikel penemuan ilmiah yang mengupas kebenaran dari hadist nabi kita, good luck..

    • yudhi dwi saputra 5:48 pm on 22 Juli 2009 Permalink

      Subhanallah, bner2 brmnfaat ya. Mdh2n dpt mnmbah keimanan qt, amin.

    • dex 9:06 am on 29 September 2009 Permalink

      Allahu akbar!
      pengen tau segi ilmiah hadist yg laen jg…..

    • Erlangga 2:37 pm on 1 November 2009 Permalink

      semua yg di tulis u benar2 bagus

    • Mohammad Muzammil 8:15 am on 11 Januari 2010 Permalink

      kesimpulannya, tdk ada satupun makhluk dan alam semesta yang diciptakan oleh Allah kecuali dengan membawa hikmah dan manfaat.
      hanya keterbatasan akal manusia untuk menggalinya..

      trims ilmunya…

    • Khanif 1:22 pm on 19 Januari 2010 Permalink

      Sangat luar biasa..ahiry lambt laun smua keajaiban Allah telah terbuka..
      Qt harus slalu bjuang tuk menemukan keajaibn yg laen mlalui akal qt..

    • mnrizki 12:11 am on 9 Februari 2010 Permalink

      Pada admin minta ijin copas artikelnya, terima kasih.
      Kunjungi: http://majlisdzikrullahpekojan.org

    • Adhy Syaefudin 12:36 pm on 16 Juni 2014 Permalink

      Sejak saya suka moto serangga, ga pernah bosen moto lalat dengan detail matanya

  • erva kurniawan 10:26 pm on 25 February 2009 Permalink | Balas  

    Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun 

    hybrid_water_lilyOleh Ihsan Tandjung

    Tokoh penuh hikmah Luqmanul Hakim pernah menasihati anaknya. ”Anakku, hiduplah untuk duniamu sesuai porsi yang Allah berikan. Dan hiduplah untuk akhiratmu sesuai porsi yang Allah berikan.” Tak seorangpun tahu berapa lama jatah hidupnya di dunia fana ini. Ada yang mencapai 60, 70 atau 80-an tahun. Ada yang bahkan berumur pendek. Wafat saat masih muda beliau. Yang pasti tak seorangpun bisa memastikan porsi umurnya di dunia. Pendek kata Wallahu a’lam, Allah saja yang Maha Tahu.

    Adapun jatah hidup kita kelak di akhirat adalah tidak terhingga. Kita insyaAllah bakal hidup kekal selamanya di sana.

    Alangkah senangnya bila hidup kekal tersebut dipenuhi dengan kenikmatan surga. Namun, sebaliknya, alangkah celakanya bila kehidupan abadi tersebut diisi dengan siksa neraka yang menyala-nyala. ”Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari siksa nerakaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan.”

    Artinya, jika kita bandingkan lama hidup di dunia dengan di akhirat, maka jatah hidup di dunia sangatlah sedikit. Sedangkan hidup manusia di akhirat sangat luar biasa lamanya. Praktis, hidup manusia di dunia seolah zero time (nol masa waktu) dibandingkan hidup di akhirat kelak. Wajar bila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sampai mengibaratkan dunia bagai sebelah sayap seekor nyamuk. Artinya sangat tidak signifikan. Dunia sangat tidak signifikan untuk dijadikan barang rebutan.

    Orang beriman kalaupun turut berkompetisi atau berjuang di dunia hanyalah sebatas mengikuti secara disiplin aturan main yang telah Allah subhaanahu wa ta’aala gariskan. Mereka tidak mengharuskan apalagi memaksakan hasil. Sehingga bukanlah menang atau kalah yang menjadi isyu sentral, melainkan konsistensi (baca: istiqomah) di atas jalan Allah. Berbeda dengan orang-orang kafir dan para hamba dunia lainnya. Mereka tidak pernah peduli dengan aturan main Allah subhaanahu wa ta’aala. Yang penting harus menang. Prinsip hidup mereka adalah It’s now or never (Kalau tidak sekarang, kapan lagi…?!). Sedangkan prinsip hidup orang beriman adalah If it’s not now then it will be in the Hereafter (Kalaupun tidak sekarang, maka masih ada nanti di akhirat). Sehingga orang beriman akan selalu tampil elegan, tidak norak ketika terlibat dalam permainan kehidupan dunia. Sebab kalaupun ia kalah di dunia, ia sadar dan berharap segala usahanya yang bersih tersebut tidak menyebabkan kekalahan di akhirat. Sementara kalau ia menang di dunia ia sadar dan berharap segala amal ikhlasnya bakal menyebabkan kemenangan di akhirat yang jauh lebih menyenangkan.

    Di antara perkara yang selalu membuat orang beriman berlaku wajar di dunia adalah ingatannya akan hari ketika manusia dibangkitkan. Saat mana setiap kita bakal dihidupkan kembali dari kubur masing-masing lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar. Tanpa pakaian apapun di badan dengan matahari yang jaraknya sangat dekat dengan kepala manusia. Seluruh manusia bakal hadir semua sejak manusia pertama, Adam alaihis-salaam, hingga manusia terakhir. Semua menunggu giliran diperiksa dan diadili orang per orang. Sebuah proses panjang serta rangkaian episode harus dilalui sebelum akhirnya tahu apakah ia bakal senang selamanya di akhirat dalam surga Allah ataukah sengsara berkepanjangan di dalam api neraka. Proses panjang tersebut akan berlangsung lima puluh ribu tahun sebelum jelas bertempat tinggal abadi di surgakah atau neraka. Laa haula wa laa quwwata illa billah…! Begitulah gambaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam:

    Abu Hurairah r.a.berkata bahwa, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang pun pemilik simpanan yang tidak menunaikan haknya (mengeluarkan hak harta tersebut untuk dizakatkan) kecuali Allah akan menjadikannya lempengan-lempengan timah yang dipanaskan di neraka jahanam, kemudian kening dan dahi serta punggungnya disetrika dengannya hingga Allah SWT berkenan menetapkan keputusan di antara hamba-hambaNya pada hari yang lamanya mencapai lima puluh ribu tahun yang kalian perhitungkan (berdasarkan tahun dunia). (Baru) setelah itu ia akan melihat jalannya, mungkin ke surga dan mungkin juga ke neraka.” (HR Ahmad 15/288)

    Sungguh, suatu hari yang sulit dibayangkan! Apalagi -karena matahari begitu dekat dari kapala manusia- selama hari itu berlangsung manusia bakal basah dengan keringat masing-masing sebanding dosa yang telah dikerjakannya sewaktu di dunia. Ada yang keringatnya hanya sampai mata kakinya. Ada yang mencapai pinggangnya. Ada yang mencapai lehernya. Bahkan ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya. Hari itu sedemikian menggoncangkan sehingga para sahabatpun sempat resah. Mereka meminta kejelasan kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana akan sanggup melewati hari yang begitu lamanya, yakni hingga lima puluh ribu tahun. Maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menenteramkan hati mereka dengan menjanjikan adanya dispensasi khusus dari Allah subhaanahu wa ta’aala bagi orang beriman pada hari itu:

    Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw:”Sehari seperti lima puluh ribu tahun… Betapa lamanya hari itu!” Maka Rasulullah saw bersabda:”Demi jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya hari itu dipendekkan bagi mu’min sehingga lebih pendek daripada sholat wajibnya sewaktu di dunia.” (HR Ahmad 23/337)

    Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang beriman sejati sehingga kami sanggup menjalani hari yang tidak ada naungan selain naunganMu. Amin.-

    ***

     
  • erva kurniawan 8:53 pm on 22 February 2009 Permalink | Balas  

    Pencuri Hati 

    sunset-3

     Ibnu Qoyyim mengumpamakan syetan dengan pencuri dan hati dengan rumah. Pencuri sebelum melakukan aksinya tentunya dia akan mempelajari seluk-beluk rumahnya, istilah anak muda sekarang ‘ngegambar dulu’. Jangan sampe pencuri lebih tahu seluk beluk dan isi rumah daripada pemiliknya, bahaya! Ada 3 jenis rumah berdasarkan security nya, yaitu:

    1. Istana; rumah raja atau presiden ini pasti keamanannya ketat atau berlapis-lapis karena kekayaan isinya melebihi dari rumah orang kaya apalagi rumah biasa. Pencuri pasti mikir seribu kali sebelum aksinya…
    2. Rumah Orang Miskin, rumah ini ngak ada keamanannya karena ngak ada isinya yang berharga, buat apa dicuri.
    3. Rumah Orang Kaya, rumah ini memang ada keamanannya tapi tidak seketat rumah istana dan isinya tidak melebihi istana tapi tetap ada yang berharga, masih ada yang dapat dibawa pulang.

    Dari ketiga rumah di atas pencuri bakal memilih rumah yang ketiga karena keamanannya mudah dipelajari alias diterobos dan masih ada benda-benda yang berharga.

    Rumah Istana, ilustrasi dari kondisi hati para nabi atau rasul, syuhada, shiddiqin, sholihin dan mukhlisin. Mereka susah digoda dan dirayu.

    Rumah Orang Miskin, ilustrasi dari hati orang-orang kufur. Mereka ngak perlu digoda dan dirayu karena mereka sudah bagian dari kelompok syetan.

    Rumah Orang Kaya, ilustrasi dari hati orang-orang yang suka beribadah tapi masih ada juga kemaksiatan yang dilakukan, kata anak muda sekarang dengan istilah ‘STMJ’, Sholat Trus Maksiat Jalan.

    “Ketahuilah hanya dengan berzikir kepada Allah hati akan tenang”

    ***

     
  • erva kurniawan 8:31 pm on 21 February 2009 Permalink | Balas  

    Manfaat Membaca Basmalah 

    basmallah

    Bismillah sebuah kalimat yang tidak asing di telinga dan lisan seorang muslim. Bismillah diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaat. Dzikir ini mengandung keutamaan, diantaranya sebagai berikut:

    Terjaga dari Setan

    Rasulullah bersabda: “Apabila seorang masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya dan ketika makan, maka setan berkata: “Tidak ada tempat istirahat dan makan malam untuk kalian.” Dan apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah ketika masuk, maka setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat istirahat.” Dan apabila ia tidak mengingat Allah ketika makan, maka ia berkata:”Kalian mendapatkan tempat istirahat dan makan malam”.*(1

    Imam Nawawi berkata, “Dengan demikian, disunnahkan untuk mengingat Allah ketika masuk rumah dan makan.”*(2

    Menyempurnakan Barakah

    Dengan bismillah akan dapat menyempurnakan keberkahan pada amal, Rasulullah bersabda,

    “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain: dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.” *(3    

    Dilindungi Allah dari gangguan Jin

    Dan sabdanya, “Penghalang antara mata jin dan aurat Bani Adam, apabila salah seorang dari mereka melepas pakaiannya, ialah dengan membaca Bismillah.”*( 4    

    Pengalaman Nyata

    Ketika Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun, jangan sampai orang asing memberikan minum padamu,” maka ia berkata, “berikanlah kepadaku,” dan ia pun mengambil dengan tangannya dan membaca: “Bismillah,” lalu ia meminumnya. Maka sedikitpun tidak memberikan bahaya kepadanya. *(5   

    Sumber : Al-Hisnu al-Waqi’, Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Muhammad   as-Sad-han, dengan pengantar dari Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Abdir-Rahman bin Jibrin.

    ***

    1. HR. Muslim, 2018.
    2. Syarh Muslim ‘ala Muslim, 7/54
    3. Dishahihkan oleh Jamaah, seperti Ibnu Shalah, Nawawi di dalam Adzkar-nya. Syaikh bin Baz berkata: “Hadist Hasan dengan syawahidnya”.
    4. Sebagaimana terdapat dalam al-Jami’ Shaghir. Dan dihasankan oleh Munawi dalam syarhnya.
    5. Dikeluarkan oleh al-Baihaqi, Abu Nu’aim, Thabrani, Ibnu Sa’ad dengan sanad yang shahih. Lihat Tahdzib at-Tahzib, Ibnu Hajar, 3/125. 

    Diketik ulang dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Th. XII/1429H/2008M Hal. 8 dalam kolom “Baituna”.

     
    • novi khusna 9:11 pm on 5 April 2012 Permalink

      Terima kasih Ya Kak.
      atas pemberitahuan dlm hadist tsb.coz dgn ini saya Jdi bisa menambah wwasan & adakah hadist yg lain

    • Sheby 9:34 pm on 25 September 2012 Permalink

      Terima kasih, Assalamu alaikum

  • erva kurniawan 4:31 pm on 11 February 2009 Permalink | Balas  

    Tanda-Tanda Orang Mau Meninggal! 

    masjid-siluet” Tanda 100 hari mau meninggal “

    Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada hambanya dan hanya akan di sadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini hanya saja mereka menyadari atau tidak.

    Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.

    Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.

    Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

    ” Tanda 40 hari sebelum hari mati “

    Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT, maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa   

    Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung dan linglung seketika.

    Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

    “Tanda 7 Hari”

    Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesaktian dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

    ” Tanda 3 hari “

    Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahgian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri, jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.

    Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan.

    ” Tanda 1 hari “

    Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ashar keesokan harinya.

    ” Tanda akhir “

    Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bagian Halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada ALLAH SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

    ***

     
    • dandi 9:03 pm on 27 Juni 2010 Permalink

      astahfrullah maha besar ya allah yg maha esa

  • erva kurniawan 6:06 am on 2 February 2009 Permalink | Balas  

    Tamasya ke Surga 

    masjid-nabawi(Ringkasan Hadil Arwaah Ila Biladil Afraah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)

    ***

    Eksistensi Surga

    Surga itu ada. Diterangkan dengan sangat jelas dalam beberapa keterangan Al-Qur’an dan hadits Nabi yang semuanya harus kita imani. Golongan Qadariyah dan kalangan Mu’tazilah beranggapan bahwa surga baru diciptakan kelak di hari akhirat. Ini adalah pendapat yang nyeleneh. Menurut Ahlu Sunnah surga itu telah diciptakan oleh Allah dengan alasan-alasan berikut ini:

    1. Dalam perjalanan mi’raj Nabi melihat surga (QS. An-Najm: 13-15)
    2. Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Allah memperlihatkan tempat duduk ahli surga atau ahli neraka saat di alam barzah; ruh orang mu’min dimasukkan ke dalam surga berwujud burung yang bertengger di pohon surga; Jibril disuruh melihat surga, dll.

     

    Pintu Surga

    Keberadaan pintu gerbang surga disebutkan oleh Allah dalam surat Az-Zumar ayat 73. Sedangkan dalam hadits disebutkan bahwa luas pintu surga itu baina Makkata wa Hajaro au Hajaro wa Makkata, seperti jauhnya Makkah ke Hajar (kurang lebih 1160 km). Namun kelak akan berdesak-desakan manusia didepannya. Kunci pembuka pintu surga adalah kalimat syahadah. Jalan menuju padanya hanya satu yakni Islam (QS. Al-An’am: 153).

    Walid bin Muslim dari Khalid dari Hasan menyampaikan bahwa pintu-pintu di surga itu transparan bagian dalamnya terlihat luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam (lihat QS. Shaad: 50). Ia bisa diajak bicara, artinya bisa menutup dan membuka sesuai keinginan penghuninya.

     

    Dimanakah Surga?

    Di dalam hadits disebutkan bahwa surga itu berada di langit, tempat yang sangat tinggi. Terdiri dari 100 tingkat, setiap 2 tingkat jauhnya seperti langit dan bumi. Dan surga yang tertinggi adalah surga Firdaus. Tapi ada satu tempat yang lebih tinggi dan diperuntukkan bagi satu orang saja, tempat itu disebut Al-Wasilah. Nabi sangat berharap bahwa beliaulah yang akan menempatinya.

     

    Nama-nama Surga

    Surga itu bermacam-macam, nama-namanya disebutkan dalam Al-Qur’an diantaranya adalah: Al-Jannah, Darussalam (negeri sejahtera), Darul Khuldi (negeri kekal), Darul Muqamah (tempat kediaman), Jannatul Ma’wa (tempat tinggal), Adn, dll.

     

    Orang yang pertama mengetuk pintu Surga

    Muhammad saw adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga, dan umat beliaulah yang akan pertama kali memasukinya. Ada 70.000 orang yang akan memasukinya tanpa hisab, wajahnya bagaikan rembulan, mereka masuk dengan bergandeng tangan. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang murni ketauhidannya dan senantiasa bertawakkal kepada Allah.

    Allah melimpahkan keistimewaan kepada mereka, bahwa setiap 1000 orang dari mereka dapat menyelamatkan 70.000 orang dari neraka, ditambah tiga cidukan Allah azza wa jalla. Subhanallah wallahu akbar.

     

    Gambaran Surga

    Tanah dan lumpur surga terbuat dari zafaran, berupa tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih. Cahaya surga itu berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak. Disana terdapat gedung megah dan sungai-sungai yang mengalir. Ada istri-istri yang cantik jelita, perhiasan-perhiasan yang banyak, tanaman-tanaman, berbagai macam kesenangan dan kenikmatan di tempat yang tinggi. Siapkah Anda memasukinya? Katakan: “Insya Allah”.

    Di surga terdapat Ghuraf yakni bangunan transfaran yang tinggi, diberikan bagi mereka yang baik ucapannya, suka memberi makan, berpuasa dan shalat malam. Juga diberikan kepada orang-orang yang membangun masjid dan tabah menghadapi ujian dan kesedihan.

    Setiap mu’min mengenal tempat tinggalnya di surga walaupun ia belum pernah melihat sebelumnya. Kondisi fisik orang mu’min ketika memasuki surga itu mirip Adam, tingginya 60 hasta, berambut pendek, belum berjenggot, dan matanya bercelak. Tampilannya bagaikan orang berusia sekitar 30 tahun. Allah menjadikannya seperti itu walaupun ia mati dalam keadaan anak-anak atau pun tua renta.

    Hidangan pertama penduduk surga adalah sekerat daging dari hati ikan paus dan minumannya adalah salsabila. Setelah itu mereka makan daging sapi jantan.

    Menurut riwayat dari Nabi, aroma surga bisa dicium dari jarak 100 tahun. Tapi bagi orang-orang yang membunuh ahli dzimmah, anak-anak durhaka, pemutus hubungan, dan mereka yang menasabkan dirinya pada orang lain, tertutup baginya dari mencium aroma surga tersebut. Naudzubillah…

    Di surga terdapat pohon Thalhu, bidara yang durinya diganti dengan munculnya buah-buahan yang 1 butirnya memiliki 70 rasa yang berbeda. Ada juga pohon Thuba (QS. Waqi’ah: 31) yang naungannya sejauh perjalanan selama 100 tahun. Dari kelopak bunga pohon inilah pakaian ahli surga berasal.

    Buah-buahan surga itu beraneka ragam layaknya buah-buahan di dunia (QS. Al-Baqarah: 25). Bahkan sabda Nabi menyebutkan bahwa buah-buahan dunia sebenarnya berasal dari surga, hanya saja ia berubah sedangkan buah-buahan di surga tidak berubah sama sekali.

    Penduduk surga minum dari sungai-sungai di surga yang hulunya adalah dari surga Firdaus. Buah-buahannya dekat tersaji, mereka mendapatkan apa saja yang diinginkannya. Jika mereka melihat ke arah burung surga den tertarik kepadanya, maka dengan segera burung itu jatuh ke hadapannya dalam kondisi masak dan siap dimakan. Sementara itu 70 piring beragam corak yang berbeda antara satu dengan yang lainnya telah disiapkan. Mereka juga minum dari sungai al-kautsar yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Ia adalah minuman campuran jahe.

    Tapi, meskipun makan dan minum penduduk surga itu tidak buang kotoran atau kencing. Makanan dan minumannya dikeluarkan melalui keringat dan sendawanya yang harum.

    Pakaian ahli surga adalah sundus dan istabraq (sutra bulu halus dan tebal), keluar dari kelopak bunga pohon Thuba dan warnanya bermacam-macam, putih, merah, hijau, kuning, dan hitam. Mereka memakai gelang emas dan perak, mahkota intan berlian yang mutiaranya adalah yakut. Jika manusia di dunia ini melihat pakaian-pakaian tersebut, tentu mereka pingsan karena tidak tahan melihatnya.

    Kasur mereka tebal dan empuk. Tempat mereka tinggal berhamparkan permadani yang sangat indah. Ada kemah yang tingginya hingga 60 mil dan setiap sudutnya terdapat istri-istrinya, ada ranjang berderetan yang berhias, bisa merendah ataupun menaik. Tapi ranjang ini bukanlah untuk tidur, karena di surga itu tidak ada tidur sebagaimana dikatakan Nabi: “Tidur itu adalah saudara kematian. Ahli surga tidaklah tidur”. Bagi mereka disediakan sofa al-arikah, yakni sofa pengantin yang dipaduakan dengan ranjang yang berhias. Di dalamnya mereka dilayani oleh pelayan-pelayan yang senantiasa muda.

    Isteri-isteri penghuni surga itu muthahharah, yakni bersih dari haid, ingus, ludah, najis, dan tinja. Mereka disebut al-hur karena senantiasa muda, cantik, kulitnya mulus, bagian hitam matanya sangat hitam dan bagian putihnya sangat putih. Mereka tidak pernah digauli oleh siapapun sebelumnya, dipingit dan selalu perawan. Mereka disebut uruban karena selain cantik juga amat pandai berkomunikasi dan pandai memberikan kepuasan seksual kepada suaminya. Mereka disebut kawaaiba karena—maaf—amat montok payudaranya. Demikian disebutkan Nabi. Dan disebut huurun iin karena putih kulitnya bagai mutiara. Badan mereka transparan bagaikan yakut. Kamar mereka dari mutiara yakut dan ranjangnya dihias dengan mutiara lu’lu. Mereka tidak pernah bosan melakukan jima’. Lelaki surga tak pernah ‘loyo’ dan wanita surga tak pernah ‘sakit’. Kekuatan mereka dalam berjima’ adalah 100 kali lipat. Disebutkan oleh Nabi bahwa laki-laki penghuni surga itu dapat berjima’ dengan 100 perawan dalam satu petang. Mereka tidak pernah lemas, syahwatnya tidak padam dan farji wanita surga tidak pernah tertutup. Di surga bisa juga terjadi kehamilan jika mereka menghendakinya. Tapi kehamilan, menyusui dan tumbuh berkembangnya itu terjadi dalam sesaat.

    Ahli surga diberi 2 orang istri dari wanita dunia dan 70 orang istri dari wanita surga. Tapi wanita dunia itu lebih baik dari wanita surga disebabkan ibadahnya ketika di dunia. Di akhirat nanti wanita yang ketika di dunia pernah memiliki lebih dari 1 suami, boleh memilih mana yang menurutnya terbaik.

    Di surga itu ada nyanyian (QS. Rum: 15). Menurut Yahya bin Abu Katsir al-habrah dalam ayat tersebut berarti paduan suara yang merdu. Bukan hanya itu, pohon-pohonan dan gesekan ranting-rantingnya pun menimbulkan suara-suara yang indah. Juga nyanyian bidadari untuk suaminya. Ada pula suara tasbih para malaikat yang demikian merdu.

    Penghuni surga juga memiliki kendaraan berupa kuda dari mutiara yakut atau apa saja yang diinginkannya. Mereka saling berkunjung (Ash-Shafat: 50-57), penduduk surga kelas atas berkunjung ke surga kelas bawah. Tapi penduduk surga kelas bawah tidak dapat berkunjung ke surga kelas atas, kecuali mereka yang saling mencintai karena Allah. Jika mereka saling rindu, mendekatlah ranjang-ranjang mereka dan bertemu bernostalgia. Bahasa mereka adalah bahasa Arab. Setiap hari Jum’at diselenggarakan pasar gratis, mereka pulang ke rumahnya masing-masing membawa apa saja yang diinginkannya.

    Di surga ada juga kenaikan tingkat, yakni bagi mereka yang didoakan oleh anak-anaknya ketika di dunia. Mereka dipertemukan dan dikumpulkan oleh Allah (QS. At-Thur: 21) walaupun tidak sama derajatnya.

    Begitulah gambaran sekilas tentang surga berdasarkan kabar yang disampaikan Nabi Muhammad saw.

     

    Untuk siapakah kabar gembira ini?

    1. Orang yang beriman dan beramal shalih (QS. 2: 25)
    2. Wali-wali Allah, orang-orang yang beriman dan bertakwa (QS.Yunus: 62-64)
    3. Orang yang istiqamah dalam menghamba (QS. Fushilat: 30)
    4. Pengikut kebaikan (QS. Az-Zumar: 17-18)
    5. Orang yang beriman, berhijrah dan berjihad (QS. At-Taubah: 20-21)
    6. Orang yang mengindahkan peringatan Allah (QS. Yasin: 11)
    7. Mu’min (QS. Al-Ahzab: 45-47)
    8. Syuhada (Ali Imran: 169)
    9. Orang yang berjual beli dengan Allah (QS. At-Taubah: 111)
    10. Orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 155-157)
    11. Orang yang khusyu dalam shalat, menjauhi hal yang sia-sia, muzaki, menjaga farji, amanah (QS. Al-Mu’minun: 1-11)
    12. Muslim-muslimah yang taat, jujur, sabar, khusyu, bershadaqah, berpuasa, menjaga farj, rajin berdzikir (QS. Al-Ahzab: 35)
    13. Orang yang bertaubat, memuji Allah, melawat, sujud, amar ma’ruf nahi munkar, memelihara hokum-hukum Allah (QS. At-Taubah: 112)
    14. Orang yang berinfaq saat lapang/sempit, menahan amarah, pemaaf, istighfar (QS. Ali Imran: 133-136).
    15. Beriman dan berjihad (QS. Ash-Shaf: 10-13)
    16. Orang yang takut kepada Allah (QS. Ar-Rahman: 46)
    17. Orang yang menahan hawa nafsu (QS. An-Naziat: 40-41)

    Kesimpulannya, kabar gembira ini adalah bagi mereka yang beriman, bertakwa, dan beramal ikhlas sesuai petunjuk Rasulullah saw.

    Allaahumma innaa nas’aluka ridhooka wal jannah, wa na’uudzubika min sakhootika wa-nnaar…Yaa Allah kami memohon keridhoan-Mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan neraka…Amin.

     
    • oRiDo™ 4:36 am on 16 Juli 2009 Permalink

      ya Allah..
      bimbing hamba menuju surgaMu..
      jangan Engkau biarkan hamba menuju nerakaMu..

    • Endro 2:38 pm on 20 November 2009 Permalink

      Ya Allah… selamatkan kami dari fitnah dunia dan masukkan surgaMu dengan RohmatMu. Amiin

    • ziddu 11:14 pm on 16 Desember 2009 Permalink

      nice info Gan..saya baru tau gambaran surga menurut Islam,
      tapi, btw kok pikiran saya jadi kotor yachhhh…..
      saya jadi teringat rumah bordir dekat di daerah saya tinggal…hmmmm, tapi saya rasa berbeda yachhh.
      Thanx broo

    • siti 10:25 am on 4 Januari 2010 Permalink

      seberapa besar oreang harus percaya dengan membaca ini,???

    • siti 10:28 am on 4 Januari 2010 Permalink

      apa yang menulis ini sudah pernah melihat atau hanya bermimpi??

    • iim 12:19 pm on 13 Januari 2010 Permalink

      subnallah… sugguh indah Surga Akhirat… untuk yang beriman dan bertaqwa…syabas..jojo

    • bukan siapa2 hanya HAMBA ALLAh 8:39 pm on 13 Januari 2010 Permalink

      alhamdullilah makin semagat untuk berbuat kebaikan…Ya Allah kauselalu memberi kemudahan bagiku untuk mencapai keinginaku aku akan selalu berada di jalanmu yg kau ridhoi,,Amiin,,

    • alex 4:13 pm on 23 Januari 2010 Permalink

      allah akan senantiasa melindungi umatnya

    • ani 12:23 pm on 30 Maret 2010 Permalink

      SubhanAllah….semoga kami termasuk salah satu penghuni surga Mu Ya Allah…. Amin.

    • nengsih 11:43 am on 24 April 2010 Permalink

      mudah mudahan kami sekeluarga bisa mencapai nya amin.

    • ngarifin 11:20 am on 21 Mei 2010 Permalink

      AMPUNI DOSA DOSA KAMI,AGAR KAMI BISA SAMPAI KE SUrga-MU

    • ngarifin 11:22 am on 21 Mei 2010 Permalink

      YA ALLAH AMPUNI DOSA DOSA KAMI,AGAR KAMI BISA SAMPAI KE SUrga-MU

    • nadya 11:29 pm on 8 Juli 2010 Permalink

      ya rabb,semoga hambamu ini termasuk org2 yg terpelihara ri siksa kubur dan neraka,bantulah hambamu ini untuk menghuni surgamu,amien

    • cepot 8:50 am on 2 Februari 2011 Permalink

      wkwkwkwkw hanya tipuan !!!!! surga ada pasar ? siapa yg mau jualannya surga tempat yg kudus tdk mungkin ada duka atau kisah percintaan ,rindu merindukan ,perdebatan, menghambakan ketidak adilan seperti yg d ceritakan di atas td. surga tinkat bwh tdk bisa main ke surga tingkat atas makanya klo mau tau surga belajar ama yg punya surga jgn cuma cerita kaya skenario d sinetron

    • ummi hendrawati 2:05 pm on 11 April 2011 Permalink

      Ya..Rabb..masukkan kami ka JannahMU…

    • ayu ting-ting 3:48 pm on 19 November 2011 Permalink

      subhanallah………… indah nya mesjid nabawi aq akan bersungguh2 menjalankan perintah allah swt.
      doa in aq yh supaya aq bisa masuk surga bersama teman2 hamba ya allah

      salam maniez: ayu ting2
      hey para gadis di sini ada bang oji

  • erva kurniawan 5:49 am on 1 February 2009 Permalink | Balas  

    Pintu-Pintu Surga 

    doorTerjemah Daqoiqul Akhbar

    *** 

    Ibnu Abbas ra. berkata: Surga mempunyai 8 pintu yang terbuat dari emas, yang dihiasi dengan jauhar (sejenis mutiara) dan pada pintu yang pertama tertulis kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMADUR RASUULULLAH, yaitu pintu bagi para Nabi dan Rasul, syuhada’ dan juga pintunya orang-orang yang dermawan. Pintu yang kedua yaitu pintu bagi orang-orang yang mendirikan shalat, orang yang menyempurnakan wudhunya dan orang yang menyempurnakan rukun-rukun shalatnya. Pintu yang ketiga yaitu pintu bagi orang-orang yang memberikan zakatnya dengan senang hati dan ikhlas. Pintu yang keempat yaitu pintu bagi orang-orang yang memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah terhadap perbuatan munkar. Pintu yang kelima yaitu pintu bagi orang-orang yang dapat memelihara syahwatnya dan mencegah dari nafsu yang buruk. Pintu yang keenam yaitu pintu bagi orang-orang yang melaksanakan haji dan umrah. Pintu yang ketujuh yaitu pintu bagi orang-orang yang berjihad (dijalan Allah). Dan pintu yang kedelapan yaitu pintu bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang yang memejamkan matanya dari perbuatan dan sesuatu yang haram, orang-orang yang melakukan kebaikan, diantaranya: berbuat baik kepada orang tua, mempererat tali persaudaraan (silaturrahim) dan lain sebagainya.

    Surga ada 8 (delapan)macam:

    1. Darul Jalal yaitu surga yang terbuat dari mutiara putih.
    2. Darus Salam yaitu surga yang terbuat dari yaqut merah.
    3. Jannatul Ma’wa yaitu surga yang terbuat dari zabarjud hijau.
    4. Jannatul Khuldi yaitu surga yang terbuat dari marjan yang berwarna merah dan kuning.
    5. Jannatun Na’im yaitu surga yang terbuat dari perak putih.
    6. Jannatul Firdaus yaitu surga yang terbuat dari emas merah.
    7. Jannatul ‘Adn yaitu surga yang terbuat dari intan putih.
    8. Darul Qarar yaitu surga yang terbuat dari emas merah.

     

    Darul Qarar adalah surga yang paling utama dibandingkan dengan surga yang lain. Surga ini mempunyai dua pintu dan dua daun pintu, satu daun pintu terbuat dari emas, dan yang satunya terbuat dari perak. Jarak setiap pintu adalah sebagaimana jarak antara bumi dan langit. Adapun bangunan yang ada didalamnya terbuat dari bata emas dan bata perak, tanahnya dari misik, debunya dari anbar, rumputnya dari za’faran, istana-istananya terbuat dari mutiara, punggungnya dari yaqut dan pintunya dari jauhar.

    Didalam surga ini terdapat sungai yang namanya sungai Rahmat yaitu sungai yang mengalir keseluruh surga, kerikil-kerikilnya dari mutiara yang sangat putih, lebih putih dari embun dan lebih manis dari madu.

    Didalam surga terdapat sungai yang bernama Sungai Kautsar yaitu sungai Nabi kita Muhammad Saw. pohon-poinnya terbuat dari intan dan yaqut. Didalam surga juga terdapat sungai Kafur, sungai Tasnim, sungai Salsabil, sungai Rahiqul Makhtum dan dibelakang sungai-sungai ini terdapat sungai-sungai lain yang tidak terhitung jumlahnya.

    Diriwayat Nabi Saw. beliau bersabda: “Pada malam aku dijalankan (isra’) ke langit, telah diperlihatkan kepadaku seluruh surga, maka aku melihat empat sungai, yang pertama sungai dari air yang tidak berubah warnanya, kedua sungai dari susu yang tidak pernah berubah rasanya, dan ketiga sungai dari arak dan yang keempat sungai dari madu yang sangat bening.” Sebagaimana firman Allah Swt.:

    “Yang didalamnya terdapat sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamer yang lezat rasanya bagi orang yang meminumnya dan sungai-sungai dari madu yang bersih dan jernih.” (Qs. muhammad: 15).

    Maka aku tanyakan keada Malaikat Jibril as.: “Darimanakah datangnya sungai-sungai ini dan kemana mengalirnya? ” Maka Malaikat Jibril as. menjawab: “Sungai itu mengalir ke telaga kautsar dan aku tidak tau dari mana asalnya, maka tanyakanlah kepada Allah agar Dia memberi tau dan memperlihatkan kepadamu.” Maka berdoalah Nabi Muhammad kepada Allah Swt. Kemudian datanglah seorang malaikat kepada beliau dan memberi salam, seraya berkata:”Wahai Muhammad, pejamkanlah kedua matamu” Maka aku pejamkan mataku, lalu ia berkata:”Bukalah kedua matamu” maka aku buka kedua mataku, tiba-tiba aku berada dibawah pohon dan aku melihat kubah dari intan putih yang memiliki pintu-pintu dari yaqut hijau dan kunci-kuncinya dari emas merah. Andaikata semua makhluk yang ada didunia baik jin atau manusia berhenti diatas kubah itu, sungguh mereka hanya seperti burung yang hinggap diatas gunung. Maka aku melihat empat sungai itu mengalir dari kubah itu. Ketika aku ingin kembali malaikat tadi berkata kepadaku: “Kenapa engkau tidak masuk kedalam kubah itu?” aku menjawab:”Bagaimana aku bisa memasukinya, sedangkan pintu-pintunya tertutup.” Dia berkata:”Bukalah dia” Aku bertanya:”Bagaimana aku harus membukanya?” Lalu dia berkata:”Kuncinya berada ditanganmu” Aku berkata:”Apa kuncinya?” Dia menjawab:”Yaitu lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIM” maka terbukalah pintu itu lalu aku masuk kedalamnya. Maka aku melihat sungai-sungai itu mengalir dari empat tiang kubah. Ketika aku hendak keluar, maka malaikat itu berkata kepadaku:”Apakah engkau telah melihat dan mengetahuinya? ” Aku menjawab:”Ya” Malaikat itu berkata kepadaku: “Lihatlah sekali lagi.” Ketika aku melihatnya, maka tertulis diatas empat kubah tersebut lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIM Aku melihat sungai air itu keluar dari huruf Mim-nya lafazh BISMI, sungai susu keluar dari huruf Ha’-nya lafazh Allah, sungai arak (khamer) keluar dari Mim-nya lafazh RAHMAN, dan sungai madu keluar dari Mim-nya lafazh RAHIM. Maka aku baru mengerti bahwa asalnya sungai-sungai tersebut adalah dari lafazh Basmalah. Kemudian Allah Swt. berfirman: “Wahai Muhammad, barang siapa yang mengingat-Ku dengan nama ini dari golongan umatmu dengan hati tulus (ikhlas) lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM maka aku beri dia minum dari empat sungai ini.”

    Kemudian Allah memberi minum kepada ahli-ahli surga itu dengan air surga pada hari sabtu, memberi minum dengan madu surga pada hari ahad, memberi minum dengan susu surga pada hari senin, dan memberi minum dengan arak pada hari selasa. Disaat mereka minum, mabuklah mereka lalu terbanglah ahli surga itu selama seribu tahun hingga mereka berhenti pada suatu gunung yang besar yang terbuat dari kasturi yang harum semerbak baunya dan sungai Salsabil mengalir dibawahnya. Maka minumlah mereka pada sungai itu tepat pada hari rabu.

    Kemudian terbanglah mereka selama seribu tahun hingga berhenti pada suatu istana yang indah, didalamnya terdapat ranjang-ranjang yang tinggi, dan beberapa gelas yang sudah disediakan sebagaimana yang sudah diterangkan dalam Al-Quran. Maka duduklah setiap orang dari mereka diatas ranjang, lalu datanglah pada mereka minuman Zanzabil kemudian mereka meminumnya tepat pada hari kamis.

    Setelah itu mereka dihujani oleh awan yang putih selama seribu tahun, sehingga mereka sampai ketempat duduknya orang yang benar, pada hari itu tepat pada hari jumat, mereka duduk diatas hidangan yang kekal abadi dan turunlah pada mereka minuman Rahiqul Makhtum, yang ditutupi dengan misik. Kemudian mereka membuka tutup tersebut dan mereka meminumnya.

    Nabi Saw. bersabda: “Mereka itulah orang-orang yang melakukan kebaikan dan menjauhi perbuatan maksiat”

     

    FASAL: Pepohonan Di Surga

    Ka’ab ra.: Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang pohon-pohonan di surga. Maka beliau menjawab: “Tidak pernah kering dahan-dahannya dan daun-daunnya tidak pernah berguguran dan tidak rusak buahnya. Sesungguhnya pohon yang paling besar di surga adalah pohon Thuba, yang akarnya terbuat dari intan, batangnya dari yaqut, dahannya dari zabarjud dan daun-daunnya dari sutra yang halus. Pohon ini memiliki 70.000 cabang, setiap cabang itu menyentuh Arasy dan lebih rendah-rendahnya cabang itu berada di langit dunia.”

    Tidak ada didalam surga sebuah kamar, tidak ada sebuah kubah dan tidak ada bilik kecuali didalamnya terdapat cabang pohon itu, yang bisa mengayomi diatas surga. Pada pohon itu mengeluarkan buah-buahan menurut apa yang dikehendaki oleh hati. Bandingan dari pohon itu di dunia adalah matahari, asalnya matahari berada di langit tetapi sinarnya sampai kesegala tempat.

    Ali ra. berkata: “Aku menyatakan dari beberapa hadits, sesungguhnya pohon-pohon di surga itu berasal dari perak, sedangkan daun-daunnya sebagian dari perak dan sebagian (yang lain) dari emas. Kalau sekiranya batang pohon itu dari perak, maka akar-akarnya dari emas. Pohon-pohon didunia akarnya di bumi dan cabang-cabangnya berada di udara, karena sesungguhnya dunia itu tempat yang fana (rusak). Akan tetapi pohon-pohonan yang terdapat di surga tidaklah demikian halnya, akarnya di udara dan cabang-cabangnya di bumi. Sebagaimana firman Allah Swt.:

    “Buah-buahnya dekat. Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (Qs. Al-Haqqah: 23-24).

    Dan debu-debu di surga itu dari misik, anbar dan kafur, dan sungai-sungainya terdiri dari susu, madu, arak dan air yang sangat jernih. Apabila angin bertiup menerpa dedaunan, maka bersentuhlah antara daun yang satu dengan daun yang lainnya hingga menimbulkan suara yang sangat indah (merdu), dan suara seindah itu belum pernah didengar.

    Dengan sanad dari Ali ra. Sesungguhnya ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya didalam surga terdapat suatu pohon , yang dibagian atasnya keluar perhiasan dan pada bagian bawahnya keluar kuda yang memiliki sayap yang diberi pelana, yang dikendalikan, yang ditaburi dengan intan dan yaqut. Kuda tersebut tidak pernah mengeluarkan kotoran dan tidak pernah buang air kecil. Adapun yang menaiki kuda itu adalah para wali Allah Swt. dan kuda ini akan membawa terbang para wali Allah tersebut ke surga. Lalu berkatalah orang-orang yang berada dibawah mereka:”Wahai Tuhanku, lantaran apa hamba-hamba- Mu itu mencapai kemulian semcam itu?” Maka Allah Swt. berfirman kepada mereka: “Mereka itulah orang-orang yang mengerjakan shalat ketika kalian semua masih tidur, mereka melakukan puasa sedangkan kalian tidak, mereka berjihad membela agama Allah sedangkan kalian semua duduk disisi istri kalian, dan mereka bersedekah dengan harta mereka dijalan Allah, sedangkan kalian semua bakhil (kikir).”

    Dari Abu Hurairah ra. beliau berkata: Sesungguhnya didalam surga itu terdapat sebuah pohon, orang yang menaiki bisa berjalan dibawah naungannya selama 100 tahun dan naungan itu tidak akan putus. Sebagaimana firman Allah Swt.:

    “Dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak. Yang buah-buahnya tidak berhenti dan tidak terlarang mengambilnya.” (Qs. Al-Waqi’ah: 30-33).

    Diibaratkan waktu didunia adalah waktu sebelum matahari terbit dan sudah terbenamnya matahari, sampai hilangnya mega dan gelap malam yang menutupi di dunia. Maka sesungguhnya waktu itu adalah naungan yang terbentang luas. Sebagaimana firman Allah Swt.:

    “Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang. “ (Qs. Al-Furqan: 45).

    Maksudnya adalah waktu sebelum terbitnya matahari dan sesudah terbenamnya, sampai masuk pada kegelapan malam.

    Diriwayatkan dari Nabi Saw. sesungguhnya beliau bersabda: “Apakah aku tidak pernah menceritakan kepadamu tentang waktu(saat), yaitu waktu yang serupa dengan waktu yang ada di surga. Dia adalah waktu dimana sebelum matahari terbit, bayang-bayangnya itu memanjang, rahmatnya saat itu merata dan berkahnya saat itu banyak.”

     
    • elqolam 11:14 am on 18 Desember 2009 Permalink

      Tulisannya bagus menambah cakrawala. jadi pingin cepet masuk syurga, tapi jangan dulu mati… he..he………

    • Hasjmi 7:27 am on 19 Desember 2009 Permalink

      Semakin banyak aku membaca, semakin sadarlah aku, bahwa aku tak tahu apa-apa

    • yasmin 11:02 am on 17 Januari 2010 Permalink

      keindahan kata2 penulis,membuatkan aku terbayangkan betapa indahnya syurga yang diciptakan oleh Allah S.W.T, namun bayangan yang ku imaginasikan tidak akan dapat menjangkau keindahan syurga yang sebenar-benarnya. PENULISAN YANG MENARIK DAN SEMOGA PENULISAN SEPERTI INI DAPAT MEMBUKA HATI DAN MINDA INSAN-INSAN DI DUNIA UNTUK SENTIASA MENCINTAI ALLAH S.W.T. DAN MENDAPATKAN KEREDAANNYA. AMIN….

    • Agus 11:58 am on 26 Januari 2010 Permalink

      LUAR BIASA…….
      saat baca tulisan ini…..aku sampai berkaca2….INGAT DOSA…dan banyaknya kekurangan. padahal AKU INGIN MERASAKAN NIKMATNYA SURGA.
      TERNYATA yang aku lakukan selama ini masih sangat kecil untuk bisa ditukar dengan surga.
      Mudah2-an Allah swt melimpahkan rahmatNya agar kita tambah kuat dan keluar sebagai pemenang dalam perang di MEDAN “DUNIA FANA” ini.
      Amin.

    • mohamadadli 6:03 am on 19 Maret 2011 Permalink

      minta share tulisan anta/anti

    • ummi hendrawati 1:36 pm on 11 April 2011 Permalink

      terbayang keindahan surga, yang tak terengkuh oleh imajinasi seperti apa…tapi begitu ingin aku memasukinya..hanya saja..diri ini blm terbebas dari dosa.
      begitu Banyak dosa yan g kuperbuat setiap hari…kapan semua akan terhentii?

    • melinda 4:58 pm on 15 April 2011 Permalink

      Mudah2n hamba ditempatkan disalah satu surgamu ya allah ..amin ya rabbal alamin…..

    • rohim 7:04 am on 27 April 2011 Permalink

      Kalo tebalnya tiap langit berapa, dan luasnya tiap langit berapa

    • nana 12:01 pm on 12 Mei 2011 Permalink

      Izin share ya pak. Makasih

    • emmyi syurga-Mu 8:33 pm on 15 Mei 2011 Permalink

      subhanallah..
      berikanlah kamisemua rahmat dan karunia-Mu untuk dapat menggapai Syurga-Mu ya.. Robbul alamin.. astaghfirullah aladzhiimi lailla huwwal khayuul qayuum wa atubuhu illaihi…

    • amin 2:04 pm on 5 Juni 2011 Permalink

      subhanallah…
      Ya ALLAH SWT sungguh bsar nikmat yg engkau brikan kpada kami,,,,,,

      maka ampunilah smua dosa” hambamu ini,,,,mdhankan lAh kami mnuju SURGA muw Ya ALLAH SWT

    • ahmad 5:48 pm on 14 Juni 2011 Permalink

      Bismillahirrahmanirrahim………………………………

    • ferial 2:35 pm on 9 Agustus 2011 Permalink

      izin copas …jazakumullaah khairan :)

    • fufu hyde iman 2:51 am on 10 Agustus 2011 Permalink

      subhanallah… Bismillahirrohmanirrohiim.. :)

    • Muhammad aldyansyah 2:02 pm on 23 Agustus 2011 Permalink

      Izin share ya pak…mksh

    • ginik 1:58 pm on 29 Agustus 2011 Permalink

      Subhanallah, semoga kita dapt masuk surgaMu ya Alllah, lewat pintu-pintu yang telah Engkau siapkan.amin.

    • ira 6:23 am on 11 Oktober 2011 Permalink

      subhanallah … Subhanallah … Subhanallah…

    • el ikhsan 11:15 pm on 15 Oktober 2011 Permalink

      setelah membaca semua ini. Semoga akan memyadari apa arti hidup di dunia ini

    • salsabila saadah 3:42 pm on 19 November 2011 Permalink

      ayo terus bertaubat biar qm dapat masuk surga amin ya rabbal alamin
      ya allah semoga di jakarta tidak ada apa 2 dan semua yg beragama islam jgn lupa shalat yh supaya semua umat islam semua masuk surga amin ya rabbal alamin

    • Darus saputra 1:24 am on 13 Desember 2011 Permalink

      Masya Allah“ada yg menama kan diri nya sebagai Allah“…dan bukan kah Allah hnya satu…tpi knapa umat nya membri nama diri nya Allah…akhir zaman…

    • aries 9:41 pm on 18 Desember 2011 Permalink

      izin share ya, smg kita smua slalu mendapatkan rahmat dan hidayahnya

    • Andrean marta 10:51 pm on 27 Desember 2011 Permalink

      Subbahanallahi yaa Allah…3x
      …mengingatkan akan dosa2 yg tlah q perbuat..Astaghfirullahal ‘adzim
      Smoga disisa hidup ini Allah Azza Wa Jalla slalu menuntun kejalan yg diridhoiNya dan slalu mendapat limpahan rahmat serta husnul khatimah untuk dapat memasuki Syurga yg dijanjikan AMIN…

    • veizal rasyid 8:25 pm on 20 Maret 2012 Permalink

      subhanallah, lahaullahwallakuata illahbillah…. lallihailaulah, hny itu kata yg dpt diucapkan kepada Allah SWT tuhan pencipta alam semesta inu dan syurga dan neraka.

    • soleh 12:26 am on 23 Juni 2012 Permalink

      kalau disurga minta jet tempur bisa gak buat ngebom amerika

    • dani 4:54 pm on 22 Juli 2012 Permalink

      pintu sorga aryan, buat orang yang berpuasa ada dimana ?

    • Bambang Palasara 4:48 pm on 29 Juli 2012 Permalink

      Right ….. syukron sudah diajak bertamsya religi seakan Abu yazid menceritakan langsung dan kami mendengar thq …..

    • dodonk 10:26 pm on 3 Agustus 2012 Permalink

      wallahu a’lam

    • ELI MAWARTI 1:25 pm on 4 Januari 2013 Permalink

      Subhanallah,Alhamdulillah,terima kasih aku dapat tambahan ilmu

    • sri 11:56 am on 22 Januari 2013 Permalink

      sahabat adalah suatu kenangan hidup aku.

    • zamrudy_b@yahoo.co.id 9:14 am on 14 Juli 2015 Permalink

      amin yaaallah subhanaulah…..

  • erva kurniawan 5:42 am on 30 January 2009 Permalink | Balas  

    Pintu Jannah yang Paling Tengah 

    keluargaKetika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap (niyahah), lalu beliau ditanya tentang sebab tangisannya, jawabnya, “Allah bukakan untukku dua pintu masuk jannah, sekarang, satu pintu telah ditutup.”

    Begitulah, orangtua adalah pintu jannah, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

     “Orangtua adalah pintu jannah yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya.” (HR Tirmidzi) 

    Al-Qadhi berkata, “ Maksud pintu jannah yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya.”

    Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita ada pintu jannah yang lebar menganga. Terlebih bila orangtua telah berusia lanjut. Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.

    Rata-rata manusia begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan bayinya, mencebokinya dan merawatnya dengan wajah ceria. Berbeda halnya dengan sikapnya terhadap orangtuanya yang kembali menjadi seperti bayi. Rasa malas, bosan dan kadang kesal seringkali terungkap dalam kata dan perilaku. Mengapa? Mungkin karena ia hanya berorientasi kepada dunia, si bayi bisa diharapkan nantinya produktif, sedangkan orang yang tua renta, tak lagi diharapkan kontribusinya. Andai saja kita berorientasi akhirat, sungguh kita akan memperlakukan orangtua kita yang tua renta dengan baik, karena hasil yang kita panen lebih banyak dan lebih kekal.

    Sungguh terlalu, orang yang mendapatkan orangtuanya berusia lanjut, tapi ia tidak masuk jannah, padahal kesempatan begitu mudah baginya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

     “Sungguh celaka… sungguh celaka… sungguh celaka..”, lalu dikatakan, “Siapakah itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan salah satu orangtuanya, atau kedua orangtuanya berusia lanjut, namun ia tidak masuk jannah.” (HR Muslim)

    Ia tidak masuk jannah karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri.

    Saatnya kita berkaca diri, sudahkah layak kita disebut sebagai anak berbakti?

    (Abu Umar A)

     
  • erva kurniawan 5:22 am on 29 January 2009 Permalink | Balas  

    Amal Yang Pahala Tidak Terputus 

    al-quran10 Amal Jariyah

    “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

    Hadis di atas menjelaskan amal perbuatan seorang Muslim akan terputus ketika ia meninggal dunia, sehingga ia tidak bisa lagi mendapatkan pahala. Namun, ada tiga hal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shaleh.

    Dalam riwayat Ibn Majah, Rasulullah SAW menambahkan tiga amal di atas, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Alquran, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.’ ‘ (HR Ibn Majah).

    Menurut Imam al-Suyuti (911 H), bila semua hadis mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:

    1. ilmu yang bermanfaat,
    2. doa anak shaleh,
    3. sedekah jariyah (wakaf),
    4. menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan,
    5. mewakafkan buku, kitab atau Alquran,
    6. berjuang dan membela Tanah Air,
    7. membuat sumur,
    8. membuat irigasi,
    9. membangun tempat penginapan bagi para musafir,
    10. membangun tempat ibadah dan belajar.

    Kesepuluh hal di atas menjadi amal yang pahalanya terus mengalir, karena orang yang masih hidup akan terus mengambil manfaat dari ke-10 hal tersebut. Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal dunia.

    Dari pemaparan di atas, sudah seharusnya kita berusaha mengamalkan 10 hal tersebut atau paling tidak mengamalkan salah satunya, agar kita mendapatkan tambahan pahala di akhirat kelak, sehingga timbangan amal kebaikan kita lebih berat dari pada timbangan amal buruk.

    Allah SWT berfirman, ‘‘Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS al-A’raf [7]: 8).

     (Sumber: Asep Sulhadi , Republika, Hikmah)

     
    • achmad 2:23 am on 12 Juli 2009 Permalink

      dan insya allah salah satu nya mba erva,yang amal pahala nya tidak terputus,karena mau berbagi pengetahuan… makasih ya mba informasi nya dan skalian aku minta izin mau ngopy postingan nya.
      oh iya…salam ukhuwah islam!!!!

    • Leonardi 8:43 am on 31 Juli 2009 Permalink

      Assalammualaikum,Wr,Wb

      Sungguh…., sangat berbahagia sekali.. orang-orang yang padanya dan dan dalam hidup nya selalu di jalan Allah.

      Jazaa kumullahu Khairan Kasyiira…
      Wassalam./Leo

  • erva kurniawan 10:16 pm on 24 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , istri solekhah, , , ,   

    Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya 

    titik-rahayuningsih-21

    Titik Rahayuningsih

    Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmat an Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    “(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)

    “Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)

    Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmat an tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :

    “Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)

    “Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)

    “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)

    “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :

    ” … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu)

    Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

    Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan. “ Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)

    Apakah Ciri-ciri Wanita Surga?

    erva-kurniawan1

    Semoga menjadi keluarga sakinah.. amien

    Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?

    Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.

    Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

    1. Bertakwa.
    2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat- Nya, Kitab-Kitab- Nya, Rasul-Rasul- Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
    3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
    4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
    5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
    6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
    7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
    8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
    9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
    10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
    11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
    12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
    13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
    14. Berbakti kepada kedua orang tua.
    15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

    Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

    ” … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13).

    Wallahu A’lam Bis Shawab.

    ***

     
    • fadli 7:45 pm on 10 Agustus 2009 Permalink

      smoga aku di pertemukan istriku nanti disurga….dan dibalas pengabdiannya selama ini kepada diriku amin…

    • Kemas Yustiar 9:37 pm on 11 September 2009 Permalink

      Assalamu’alaikum wr. wb apabila lelaki penghuni surga mendapatkan pendamping-pendamping bidadari, lalu apa balasan bagi wanita-wanita, apakah mereka juga mendapat pendamping berupa Bidadara ? bagi yang bisa menjelaskan, saya sangat berterima kasih, karena ini tambahan ilmu berharga bagi saya dan pembaca lainnya, Wassalamu’alaikum wr. wb.

    • riza 8:44 am on 8 April 2011 Permalink

      Salam kenal. Semoga istri ane juga begitu… Amin

  • erva kurniawan 10:47 am on 20 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: download al quran, download quran   

    Al Qur’an Tajweed Flash Download 

    al-quran-flash-tajweed

    Al Qur’an dalam bentuk flash 58 MB,

    Link :

    http://www.quranflash.com/quranflash.html

    Download :

    http://www.quranflash.com/en/download/index.html

    Download adobe flash versi terbaru untuk melihat halaman flash :

    http://get.adobe.com/flashplayer/

     
    • Akhina Ifa 5:14 am on 30 Maret 2009 Permalink

      Subhanallah… Syukran Info-nya :)

    • ari wijayanto 3:37 pm on 16 April 2009 Permalink

      makasih banget atas infonya klo bisa di update terus setiap hari
      dan klo da kabar yang laen tolong kirimkan ke email aku y
      arya_sayank@yahoo.co.id

    • agustri 6:32 am on 23 Agustus 2009 Permalink

      Subhanallah…..Makasih banget infonya…

    • rusdy 12:00 am on 13 Februari 2010 Permalink

      yang pake terjemahan ada g!!!tarima kasih

    • Mr. Xribo 2:59 pm on 26 Januari 2011 Permalink

      Masya Alloh mantap bisa dibuka tanpa Online

    • Isa 9:37 am on 4 Mei 2011 Permalink

      jazaakumullah khoiron

    • erlijio 7:24 pm on 22 Juni 2011 Permalink

      kok gx bsa msuk ke almt webnya sich…..!!!!!

    • zein 5:32 am on 6 September 2011 Permalink

      kok harus masukan password…
      apa passwordnya???please…sukron

    • erva kurniawan 8:21 am on 6 September 2011 Permalink

      Bukan password pak, tapi security code atau chapcha image, biasanya untuk melindungi dari netter2 yang iseng atau menghindari spam

    • ajun 3:21 pm on 6 Agustus 2012 Permalink

      jadi apa security codenya???

    • Shinta 3:37 pm on 6 Agustus 2012 Permalink

      security code dimasukkan saja dari chapca image yang ditampilkan

    • Fatahillah 4:35 pm on 27 Mei 2013 Permalink

      Wihh Kerenn Thank’s 100% Works
      Izin Download Yahh gan ^_^
      Don’t Forget visit To my blog :)

  • erva kurniawan 6:25 am on 5 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: , , , surga neraka, tanda meninggal dunia   

    Tanda 100 Hari Meninggal 

    matahari-tenggelamInnalillahi wa innalillahi rojiun, datang dari Alloh dan akan kembali kepadaNya, semoga kita selalu menjadi orang – orang yang selalu mengingatNya dan beruntung serta saling mengingatkan.

    Tanda 100 hari mau meninggal…

    Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma saja mereka sadar atau tidak.

    Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.

    Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.

    Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.

    Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

    “Tanda 40 hari sebelum hari mati”

    Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut- denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

    “Tanda 7 hari”

    Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.

    “Tanda 3 hari”

    Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan, maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan- lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan- lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

    “Tanda 1 hari”

    Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun- ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

     “Tanda akhir”

    Akan terjadi keadaan di mana kita akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah Syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

     

    “Sesungguhnya mengingati mati itu adalah bijak”

     
  • erva kurniawan 10:44 am on 4 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: asmaul husna, download asmaul husna, download mp3 asmaul husna, download pps asmaul husna, unduh asmaul husna, unduh mp3 asmaul husna, unduh pps asmaul husna   

    Asmaul Husna 

    asmaul-husnaALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna.

    Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Asmaul husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.

    “Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

    Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya.

    “Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Hasyr: 24)

    Sebutlah nama-nama ALLAH, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul.

    Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Quran.

    “Hanya milik ALLAH asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’râf: 180)

    Asmaul Husna hanya milik ALLAH SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tsb dalam kehidupan sehari-hari.

    ***

    Download

    1. Tips: agar bisa dijalankan bersama-sama, File MP3 dan PPS di “unzip” dan ditempatkan dalam 1 (satu) folder, kemudian baru file PPS dibuka.

    Source:

    1. Background sound dari video ESQ 99 Asmaul Husna di http://www.youtube.com/watch?v=ULD2MhckXY0
    2. Asmaul Husna Arabic Letter diambil dari http://www.asmaulhusna.com/
    3. Arti Asmaul Husna dari buku DOA KH Miftah Faridl Terbitan Pustaka

    ***

     
  • erva kurniawan 8:35 am on 2 January 2009 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Menghias Hati dengan Menangis 

    menangis“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim) Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.

    – Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain

    Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

    Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan- Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

    Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawab kan apa yang telah kita lakukan.

    – Menyadari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung

    Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain.

    Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan. Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt.

    Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”

    – Menyadari bahwa surga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit

    Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam surga. Pikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk surga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.

    Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahwa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk surga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah. Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal sepele: nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih surga.

    Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Albaqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

    – Menyadari bahwa azab Allah teramat pedih

    Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: surga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.

    “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)

    Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya.

    Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw. pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan. “Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita. Imam Ghazali pernah memberi nasihat, jika seorang hamba Allah tidak lagi mudah menangis karena takut dengan kekuasaan Allah, justru menangislah karena ketidakmampuan itu.

    ***

     
  • erva kurniawan 7:22 am on 29 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Orang-Orang Yang Didoakan Oleh Para Malaikat 

    masjid-siluetInsya Allah berikut inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat :

    1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

    2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'” (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

    3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

    4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

    5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

    Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”. (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

    6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

    Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

    7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.

    Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

    8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

    Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)

    9. Orang-orang yang berinfak.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'” (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

    10. Orang yang sedang makan sahur.

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa “sunnah” (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

    11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh” (Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)

    12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

    Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

    ***

    Sumber Tulisan Oleh :

    Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

     
    • satria 11:43 pm on 5 November 2009 Permalink

      terima kasih……..

      kamu memang orng yg hebat…

      terima kasih atas semua artikel nya..

      bnyak ilmu yg sy dptkan…

  • erva kurniawan 8:22 am on 28 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: keutamaan sholat, keutamaan sholat tahajud, , ,   

    Keutamaan Shalat Tahajud 

    dua1M Wakhid Hidayat

    *** 

    Di antara ajaran Rasulullah SAW yang paling dianjurkan adalah shalat Tahajud. Sehingga, dalam literatur fikih Islam, shalat Tahajud diberi hukum sunah muakkadah (sangat dianjurkan).

    Shalat Tahajud ini dilakukan pada malam hari setelah shalat Isya dan disyaratkan tidur terlebih dahulu. Pelaksanaan Tahajud itu sendiri dikaitkan dengan waktu yang utama, yaitu sepertiga malam terakhir. Bahkan, ada yang menyebut waktu shalat Tahajud adalah di saat ketika kita dapat mendengar suara jarum yang jatuh di atas lantai.

    Allah SWT berfirman, ”Dan di antara waktu malam, maka bertahajudlah sebagai (ibadah) kesunatan bagimu, semoga Tuhan mengangkatmu ke derajat yang mulia.” (Al-Israa’: 79).

    Untuk melaksanakan shalat Tahajud memang merupakan perjuangan yang sangat berat. Apalagi ia dilaksanakan pada waktu manusia sedang enak-enaknya tidur, dalam udara yang dingin, bahkan harus perang melawan nafsu dan setan yang akan selalu membisikkan untuk tidur lelap. Namun, Allah Maha Mengetahui setiap ibadah hamba-Nya dan Maha Penyayang terhadap usaha taqarrub kepada-Nya, Dia memberikan fadhilah (keutamaan) yang besar kepada siapa saja yang melakukan ibadah sunah ini, yaitu derajat yang mulia, baik di dunia ini maupun di hadapan-Nya nanti, sebagaimana tersirat dalam ayat di atas.

    Sebuah hadis qudsi tentang fadhilah Tahajud ini, sebagaimana diriwayatkan Bukhari, Muslim, Malik, Turmudzi, dan Abu Dawud, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Tuhanmu yang Maha Pemberi Berkah dan Maha Mulia, selalu turun ke langit dunia setiap malam, pada paruh waktu seperti tiga malam terakhir, dan Dia berfirman, ‘Barang siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, barangsiapa mengajukan permintaan kepada-Ku akan Aku berikan, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni’.”

    Mahasuci Allah. Itulah tiga keutamaan shalat Tahajud dan ketiganya pula merupakan harapan setiap hamba. Setiap hamba pasti berharap doanya terkabul, permintaannya diberikan, dan dosa-dosa diampuni. Mustahil bagi seorang hamba berharap bahwa setiap doanya ditolak, permintaannya diabaikan, dan dosa-dosanya terus menumpuk.

    Alangkah indahnya jika setiap kita umat Islam bisa mengumandangkan adzan, lalu shalat Tahajud, dan kemudian dilanjutkan dengan doa. Doa untuk kebaikan dan kesejahteraan bangsa, meminta rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, serta kehidupan yang baik (hasanah). Kita memohon ampun setiap dosa yang kita sengaja maupun tidak sengaja, dengan segala pengakuan khilaf kepada Rabb yang Maha Pengampun.

    Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkaulah pendiri langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Raja langit dan bumi, serta segala yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi, serta segala yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau-lah al-Haq, janji-Mu benar, perjumpaan dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga dan neraka-Mu adalah benar, para nabi-Mu adalah benar dan Muhammad SAW adalah benar serta hari kiamat adalah benar. Wallahu a’lam.

     
    • gumes 11:01 pm on 30 Desember 2008 Permalink

      Hal : Minta izin
      From : Gumes
      saya hanya copy_paste tulisan ini kedalam forum saya,
      sasgumes.forum3.biz

    • ervakurniawan 8:09 am on 31 Desember 2008 Permalink

      silahkan :)

    • Sri Mulyati 10:26 pm on 17 Oktober 2010 Permalink

      assalamualaikum wr wb….aku juga izin copi paste ya utk dibgi2kn keteman2ku…trim seblmnya

  • erva kurniawan 2:53 pm on 26 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: rukun sholat, , , syarat sholat, syarat syah sholat   

    Syarat dan Rukun Sholat 

    SYARAT-SYARAT SHALAT

    Shalat tidak akan sah kecuali jika memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun dan hal-hal yang wajib ada padanya serta menghindari hal-hal yang akan membatalkannya. Adapun syarat-syaratnya ada sembilan:

    1. Islam,
    2. Berakal,
    3. Tamyiz (dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk),
    4. Menghilangkan hadats,
    5. Menghilangkan najis,
    6. Menutup aurat,
    7. Masuknya waktu,
    8. Menghadap kiblat,
    9. Niat.

    Secara bahasa, syuruuth (syarat-syarat) adalah bentuk jamak dari kata syarth yang berarti alamat. Sedangkan menurut istilah adalah apa-apa yang ketiadaannya menyebabkan ketidakadaan (tidak sah), tetapi adanya tidak mengharuskan (sesuatu itu) ada (sah). Contohnya, jika tidak ada thaharah (kesucian) maka shalat tidak ada (yakni tidak sah), tetapi adanya thaharah tidak berarti adanya shalat (belum memastikan sahnya shalat, karena masih harus memenuhi syarat-syarat yang lainnya, rukun-rukunnya, hal-hal yang wajibnya dan menghindari hal-hal yang membatalkannya, pent.). Adapun yang dimaksud dengan syarat-syarat shalat di sini ialah syarat-syarat sahnya shalat tersebut.

     

    Penjelasan Sembilan Syarat Sahnya Shalat

    1. Islamsholat-berjamaah1

    Lawannya adalah kafir. Orang kafir amalannya tertolak walaupun dia banyak mengamalkan apa saja, dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik untuk memakmurkan masjid-masjid Allah padahal mereka menyaksikan atas diri mereka kekafiran. Mereka itu, amal-amalnya telah runtuh dan di dalam nerakalah mereka akan kekal.” (At-Taubah:17) Dan firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (Al-Furqan:23)

    Shalat tidak akan diterima selain dari seorang muslim, dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Aali ‘Imraan:85)

    2. Berakal

    Lawannya adalah gila. Orang gila terangkat darinya pena (tidak dihisab amalannya) hingga dia sadar, dalilnya sabda Rasulullah (yang artinya), “Diangkat pena dari tiga orang: 1. Orang tidur hingga dia bangun, 2. Orang gila hingga dia sadar, 3. Anak-anak sampai ia baligh.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-i, dan Ibnu Majah).

    3. Tamyiz

    Yaitu anak-anak yang sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, dimulai dari umur sekitar tujuh tahun. Jika sudah berumur tujuh tahun maka mereka diperintahkan untuk melaksanakan shalat, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika berumur sepuluh tahun (jika mereka enggan untuk shalat) dan pisahkanlah mereka di tempat-tempat tidur mereka masing-masing.” (HR. Al-Hakim, Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud)

    4. Menghilangkan Hadats (Thaharah)

    Hadats ada dua: hadats akbar (hadats besar) seperti janabat dan haidh, dihilangkan dengan mandi (yakni mandi janabah), dan hadats ashghar (hadats kecil) dihilangkan dengan wudhu`, sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Allah tidak akan menerima shalat tanpa bersuci.” (HR. Muslim dan selainnya) Dan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Allah tidak akan menerima shalat orang yang berhadats hingga dia berwudlu.” (Muttafaqun ‘alaih)

    5. Menghilangkan Najis

    Menghilangkan najis dari tiga hal: badan, pakaian dan tanah (lantai tempat shalat), dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dan pakaianmu, maka sucikanlah.” (Al-Muddatstsir:4). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Bersucilah dari kencing, sebab kebanyakan adzab kubur disebabkan olehnya.”

    6. Menutup Aurat

    Menutupnya dengan apa yang tidak menampakkan kulit (dan bentuk tubuh), berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Allah tidak akan menerima shalat wanita yang telah haidh (yakni yang telah baligh) kecuali dengan khimar (pakaian yang menutup seluruh tubuh, seperti mukenah).” (HR. Abu Dawud)

    Para ulama sepakat atas batalnya orang yang shalat dalam keadaan terbuka auratnya padahal dia mampu mendapatkan penutup aurat. Batas aurat laki-laki dan budak wanita ialah dari pusar hingga ke lutut, sedangkan wanita merdeka maka seluruh tubuhnya aurat selain wajahnya selama tidak ada ajnaby (orang yang bukan mahramnya) yang melihatnya, namun jika ada ajnaby maka sudah tentu wajib atasnya menutup wajah juga.(terdapat iktilaf pada para Ulama’).Di antara yang menunjukkan tentang mentutup aurat ialah hadits Salamah bin Al-Akwa` radhiyallahu ‘anhu, “Kancinglah ia (baju) walau dengan duri.”Dan firman Allah ‘azza wa jalla, “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Al-A’raaf:31) Yakni tatkala shalat.

    7. Masuk Waktu

    Dalil dari As-Sunnah ialah hadits Jibril ‘alaihis salam bahwa dia mengimami Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di awal waktu dan di akhir waktu (esok harinya), lalu dia berkata (yang artinya): “Wahai Muhammad, shalat itu antara dua waktu ini.” Dan firman Allah ‘azza wa jalla, “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa`:103) Artinya diwajibkan dalam waktu-waktu yang telah tertentu. Dalil tentang waktu-waktu itu adalah firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dirikanlah shalat dari sesudah tergelincirnya matahari sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).”  (Al-Israa`:78)

    8. Menghadap Kiblat

    Dalilnya firman Allah (yang artinya), “Sungguh Kami melihat wajahmu sering menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke Kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil-Haram, dan di mana saja kalian berada maka palingkanlah wajah kalian ke arahnya.” (Al-Baqarah:144)

    9. Niat

    Tempat niat ialah di dalam hati, sedangkan melafazhkannya adalah bid’ah (karena tidak ada dalilnya). Dalil wajibnya niat adalah hadits yang masyhur (yang artinya), “Sesungguhnya amal-amal itu didasari oleh niat dan sesungguhnya setiap orang akan diberi (balasan) sesuai niatnya.” (Muttafaqun ‘alaih dari ‘Umar Ibnul Khaththab)

     

    RUKUN-RUKUN SHALAT

    Rukun-rukun shalat ada empat belas:

    1. Berdiri bagi yang mampu,
    2. Takbiiratul-Ihraam,
    3. Membaca Al-Fatihah,
    4. Ruku’,
    5. I’tidal setelah ruku’,
    6. Sujud dengan anggota tubuh yang tujuh,
    7. Bangkit darinya,
    8. Duduk di antara dua sujud,
    9. Thuma’ninah (Tenang) dalam semua amalan,
    10. Tertib rukun-rukunnya,
    11. Tasyahhud Akhir,
    12. Duduk untuk Tahiyyat Akhir,
    13. Shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    14. Salam dua kali.

    Penjelasan Empat Belas Rukun Shalat

    1. Berdiri tegak pada shalat fardhu bagi yang mampusholat-berjamaah-2

    Dalilnya firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Jagalah shalat-shalat dan shalat wustha (shalat ‘Ashar), serta berdirilah untuk Allah ‘azza wa jalla dengan khusyu’.”  (Al-Baqarah:238) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Shalatlah dengan berdiri…” (HR. Al-Bukhary)

    2. Takbiiratul-ihraam,

    yaitu ucapan: ‘Allahu Akbar’, tidak boleh dengan ucapan lain. Dalilnya hadits (yang artinya), “Pembukaan (dimulainya) shalat dengan takbir dan penutupnya dengan salam.”  (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim) Juga hadits tentang orang yang salah shalatnya (yang artinya), “Jika kamu telah berdiri untuk shalat maka bertakbirlah.” (Idem)

    3. Membaca Al-Fatihah

    Membaca Al-Fatihah adalah rukun pada tiap raka’at, sebagaimana dalam hadits (yang artinya), “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.” (Muttafaqun ‘alaih)

    4. Ruku’

    5. I’tidal (Berdiri tegak) setelah ruku’

    6. Sujud dengan tujuh anggota tubuh

    7. Bangkit darinya

    8. Duduk di antara dua sujud

    Dalil dari rukun-rukun ini adalah firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman ruku’lah dan sujudlah.” (Al-Hajj:77) Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Saya telah diperintahkan untuk sujud dengan tujuh sendi.” (Muttafaqun ‘alaih)

    9. Thuma’ninah dalam semua amalan

    10. Tertib antara tiap rukun

    Dalil rukun-rukun ini adalah hadits musii’ (orang yang salah shalatnya) (yang artinya), “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk mesjid, lalu seseorang masuk dan melakukan shalat lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: ‘Kembali! Ulangi shalatmu! Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, … Orang itu melakukan lagi seperti shalatnya yang tadi, lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: ‘Kembali! Ulangi shalatmu! Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, … sampai ia melakukannya tiga kali, lalu ia berkata: ‘Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya tidak sanggup melakukan yang lebih baik dari ini maka ajarilah saya!’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: ‘Jika kamu berdiri hendak melakukan shalat, takbirlah, baca apa yang mudah (yang kamu hafal) dari Al-Qur`an, kemudian ruku’lah hingga kamu tenang dalam ruku’, lalu bangkit hingga kamu tegak berdiri, sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud, bangkitlah hingga kamu tenang dalam duduk, lalu lakukanlah hal itu pada semua shalatmu.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim)

    11. Tasyahhud Akhir

    Tasyahhud akhir termasuk rukun shalat sesuai hadits dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata (yang artinya), “Tadinya, sebelum diwajibkan tasyahhud atas kami, kami mengucapkan: ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih, assalaamu ‘alaa Jibriil wa Miikaa`iil (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya dan keselamatan atas Jibril ‘alaihis salam dan Mikail ‘alaihis salam)’, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan kalian mengatakan, ‘Assalaamu ‘alallaahi min ‘ibaadih (Keselamatan atas Allah ‘azza wa jalla dari para hamba-Nya)’, sebab sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla Dialah As-Salam (Dzat Yang Memberi Keselamatan) akan tetapi katakanlah, ‘Segala penghormatan bagi Allah, shalawat, dan kebaikan’, …” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadits keseluruhannya. Lafazh tasyahhud bisa dilihat dalam kitab-kitab yang membahas tentang shalat seperti kitab Shifatu Shalaatin Nabiy, karya Asy-Syaikh Al-Albaniy dan kitab yang lainnya.

    12. Duduk Tasyahhud Akhir

    Sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Jika seseorang dari kalian duduk dalam shalat maka hendaklah ia mengucapkan At-Tahiyyat.” (Muttafaqun ‘alaih)

    13. Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

    Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Jika seseorang dari kalian shalat… (hingga ucapannya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam) lalu hendaklah ia bershalawat atas Nabi.”  Pada lafazh yang lain,  “Hendaklah ia bershalawat atas Nabi lalu berdoa.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

    14. Dua Kali Salam

    Sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “… dan penutupnya (shalat) ialah salam.

     

    Inilah penjelasan tentang syarat-syarat dan rukun-rukun shalat yang harus diperhatikan dan dipenuhi dalam setiap melakukan shalat karena kalau meninggalkan salah satu rukun shalat baik dengan sengaja atau pun lupa maka shalatnya batal, harus diulang dari awal.

     Wallaahu A’lam.

     
    • Abdul wahid 10:44 am on 3 November 2009 Permalink

      Sy prnh membaca perukunan bertuliskan arab bahasa melayu. Di sna di katakan niat termasuk kedalam rukun qolbi tetapi sunat di ikrarkan.

    • marwanazis 7:18 pm on 12 Januari 2010 Permalink

      blognya menarik dan bermanfaat…..

    • Vidzas Erdien 2:44 am on 12 Maret 2010 Permalink

      Salam kenal Mas!
      Ditunggun kunjungan baliknya :-)
      Saya mohon izin nyedot gambar nih

    • Bani Adam 9:01 pm on 17 Agustus 2011 Permalink

      jadi niat itu rukun atau syarat sih??

  • erva kurniawan 1:14 pm on 26 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: bacaan sholat gaib, bacaan sholat jenazah, , rukun sholat gaib, rukun sholat jenazah, sholat gaib, sholat jenazah, syarat sholat gaib, syarat sholat jenazah   

    Rukun Sholat Jenazah dan Sholat Gaib 

    sholat-jenazah-1SHALAT JENAZAH (FARDU KIFAYAH).

    Syarat-syaratnya :

    1. a. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani
    2. b. Letak jenazah sebelah kiblat didepan yang menshalati.
    3. c. Suci dari hadas dan najis baik badan, pakaian dan tempat.

    Rukun dan cara mengerjakannya.

    Shalat jenazah tanpa ruku dan sujud juga tanpa iqamah.

    a. Niat

    Lafal niat untuk jenazah laki-laki sebagai berikut :

    “Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati (ma’mumam/imamam) lillahi ta’alaa.”

    Artinya : “aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”

    Lafal niat untuk jenazah perempuan sebagai berikut :

    “Ushalli ‘alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati (ma’mumam/imamam) lillahi ta’alaa.”

    Artinya : “aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”

     

    b. Setelah niat, dilanjutkan takbiratul ihram : Allahu Akbar , setelah itu membaca surat Fatihah, kemudian disambung dengan takbiratul ihram kedua : Allahu Akbar.

     

    c. Setelah takbir kedua membaca shalawat atas nabi Muhammad saw. Minimal:

    “Allahumma Shalli ‘alaa Muhammadin” artinya : “Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad”

     

    d. Kemudian takbir ketiga disambung dengan do’a minimal sebagai berikut :

    “Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu”

    Artinya : “Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia”

    Apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum.

     

    e. Setelah itu takbir ke empat, disambung dengan do’a minimal :

    “Allahumma la tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahu.”

    Artinya : “Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

     

    f. Salam

     

    SHALAT GHAIB (FARDU KIFAYAH).

    Yaitu shalat jenazah tetapi tidak dihadapan jenazah (jenazahnya berada ditempat lain atau sudah dimakamkan). Niatnya :

    “Ushalli ‘alaa mayyiti (Fulanin) al ghaaibi arba’a takbiraatin fardlal kifaayati lillahi ta’alaa”

    Artinya : “aku niat shalat gaib atas mayat (fulanin) empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah”

    Fulanin  diganti dengan nama mayat yang dishalati.

    Syarat, rukun dan tatacara shalat ghaib sama dengan shalat jenazah

     

    ***

    Dari berbagai sumber

     
    • Rangga 6:30 am on 6 Januari 2009 Permalink

      kalo misalnya kita sholat ghaib untuk saudara2 kita di palestina (lebih dari satu dan untuk jenazah laki-laki dan wanita)pake fulan atau fulanin??

    • ervakurniawan 8:38 am on 6 Januari 2009 Permalink

      kalau menurut saya niat bisa dalam bahasa apa saja yang penting dalam hati kita niat sholat gaib untuk saudara2 kita di palestina, kalau dalam tulisan diatas masalah fulan atau fulanin itu diganti nama mayat, posisi kita kan tidak tahu nama2 tsb. cuma nanti setelah takbir ke 3 (tiga)bacaan adalah “Allahhummaghfir lahum warhamhum wa’aafihi wa’fu anhum”

    • sujarwanto 8:11 pm on 12 Juli 2009 Permalink

      Ass.Wtr.Wb. Apakah sholat gaib itu boleh dilakukan dengan sendirian atau didalam kendaraan ? trimaksih atas penjelasannya… Wass.wr.wb.

    • man farid jember 12:41 pm on 27 September 2009 Permalink

      saya sering mendengar petunjuk para kiai bervariasi tentang posisi imamnya, kanan/kiri kepala atau bahkan ada yg bilang kalau laki2 spy dibalik, kepala jenazahnya membujur keselatan/kebalikan dengan jenazah perempuan,mana yg benarn ya? trims, minal aidin walfaidin

    • YEKTI 4:31 pm on 14 November 2009 Permalink

      e. Setelah itu takbir ke empat, disambung dengan do’a minimal :

      “Allahumma la tahrimnaa ajrahu walaa taftinna da’dahu waghfirlanaa walahu.”

      Artinya : “Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

      YAKIN NGGAK ADA YG SALAH TULIS NIATNYA?

    • yazid 9:31 pm on 30 Desember 2009 Permalink

      assalualaik ya akhi..

      mohon bantuannya ya akhi,
      untuk doa setelah takbir ke empat mungkin ada sedikit kekeliruan dalam penulisannya, mohon dicek kembali( mungkin bisa di benarkan)

      “Allahumma la tahrimnaa ajrahu walaa taftinna BA’DAHU waghfirlanaa walahu.”

      dan kalau bisa mungkin juga ditambahkan tulisan arabnya biar lebih afdhol.

      Akhirul kalam
      Ya allah sholawat serta salam kami haturkan kepasa junjungan kami nabi besar muhammad SAW serta sahabat2-nya.Ya allah maafkan atas segala dosa2 yang telah aku perbuat, tunjukkan jalan yang lurusmu kepada kami, dan berikan lah petunjuk pada pemimpin2 kami, jauhkan kami dari segala fitnah dan jadikanlah kami orang2 yang selalu selalu merindukanmu ya allah.

    • nur alia kirana 7:06 pm on 14 Februari 2010 Permalink

      gambar nya jangan serem serem ya….

    • pencheng 6:19 am on 19 Maret 2010 Permalink

      okey tq

    • heru 12:29 pm on 5 April 2010 Permalink

      wah… mantap neh blog..!

      kalo ada waktu mampir ya ke blog ane…

      http://www.pecintasayyidinamuhammad.blogspot.com

    • azami 11:37 am on 21 Desember 2010 Permalink

      assalamualaikum…
      akhi, kalau takbir pertama stlah bca fatikhah langsng disambung shalawat dan doa. trus takbir ke 2 smp slesai ga bca ap2 boleh gag??

    • Luqman Ar-Raahman Al-Shaleh 1:25 pm on 12 Januari 2011 Permalink

      Assalamu’alaikum…
      Terimakasih atas tulisannya,,,
      Tulisan yang anda buat sangat bermanfaat dan sangat berbobot…

      Kunjungi blog saya http://abdurrahmanshaleh.wordpress.com/
      kasih komentar dan saran untuk blog saya..
      Terimakasih,,,

    • shanthow 8:22 am on 5 Februari 2011 Permalink

      assalamu alaikum….
      Artikelnya mantap bgt…salam kenal….(pelaut2 kesepian).

    • bayu 8:41 pm on 1 Maret 2011 Permalink

      artikelnya sangat bagus mantap banged

    • lilip 9:19 pm on 25 April 2011 Permalink

      alhamdulillah… akhir nya saya tahu rukun shalat jenazah….. terimakasih

    • itha 7:06 pm on 30 Mei 2011 Permalink

      Akhirnya aku mngrti jga mngenai shlat jenazah!!
      maksih dgn materinya yach,,

    • rapid 10:29 am on 26 Oktober 2011 Permalink

      perbanyak artikel tentang agama…

    • maulanagempa 10:39 am on 8 Januari 2012 Permalink

      terima kasih atas artikelnya. saya merasa bermanfaat

    • pemburu berkah 12:52 pm on 4 Februari 2012 Permalink

      makasih atas artikel nya kana bisa membuat lulur ujian

  • erva kurniawan 12:52 pm on 26 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: artikel hikmah sholat dhuha, dhuha, fadhilah sholat dhuha, hikmah sholat dhuha, kemuliaan orang yang sholat dhuha, keutamaan sholat dhuha, rahasia sholat dhuha, rukun sholat dhuha, , sholat dhuha   

    Sholat Dhuha 

    sholat-dhuhaKEUTAMAAN SHALAT DHUHA

    Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik setinggi kurang lebih 7 hasta sampai tergelincirnya (kira-kira antara jam 07 sampai jam 11). ShaLat ini dilakukan rasulullah SAW minimal dua rakaat, dan maksimal dua belas raka’at dengan salam setiap dua rakaatnya.

    Abu Hurairah r.a berkata: “kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepada saya supaya berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan (puasa ayyaaamul biidh tgl 13, 14 dan 15 di bulan-bulan Hijriyah), dan Shalat Dhuha dua raka’at dan Shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Aisyah r.a berkata:” Rasulullah SAW biasa melaksaNakan Shalat Dhuha empat raka’at, dan kadang-kadang melebihi dari itu sekehendak Allah.” (HR. Ahmad, Muslim dan Ibnu Majalah).

    Dalam riwaYat lain: “Bahwa Nabi SAW mengerjakan Shalat Dhuha sebanyak delapan raka’at dan tiap-tiap dua raKa’at bersalam.” (HR. Abu Daud)

    dari Anas r.a ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang Shalat Dhuha dua belas raka’at, niscaya Allah akan dirikan gedung baginya di surga.” (HR. Turmudzi)

    Adapun di antara fadhilah (keutamaan) Shalat Dhuha adalah sebagai penganti shadaqah, diampuni dosa-dosa orang yang menjalankan dan diluaskan rizkinya. Rasulullah bersabda : “Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng akan diampuni diampuni dosanya oleh Allah, sekali dosa itu sebanyak busa lautan.” (HR. Turmudzi)

    Dalam hadist Qusdi, Nuwas bin Sam’an ra menuturkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Wahai Anak Adam, jangai sekali-kali engkau malas mengerjakan empat raka’at pada waktu permulaan siang (yakni Shalat Dhuha), nanti pasti kucukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR. Hakim dan Thabrani)

    Dari Abu Dzar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda : “hendaklah masing-masing kamu tiap-tiap pagi bershadaqah untuk persendian badannya. maka itap kali bacaan tasbih bacaan tasbih (subhanallah) itu shadaqah, tiap tahmid (alhamdulillah) itu shadaqah, setiap tahlil (laa ilaaha Illallah) itu shadaqah, menyuruh kebaikan dan melarang kejahatan itu shadaqah, dan sebagai ganti itu semua, cukuplah mengerjakan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud)

    Demikianlah fadhilah Shalat Dhuha, adapun tata cara melakssanakan shalat ini seperti shalat sunnah lainya, dengan salam dua raka’at.

    Wallahu A’lam

     

    KEMULIAAN ORANG YANG SHALAT DHUHAkemuliaan-sholat-dhuha

    Orang yang suka memulai di pagi harinya dengan menyebut dan mengagungkan Allah dengan melakukan shalat dhuha yakni shalat sunnat dua rakaat sekali, dua kali, tiga kali atau empat kali sesudah naik matahari kira-kira antara jam 7 sampai dengan jam 11, Allah SWT akan menjamin baginya dengan jaminan istimewa di dunia dan akhirat.

    Perbuatan tersebut adalah kebiasaan yang dilakukan Rasulullah SAW selama hidupnya, sebagaimana beberapa keterangan antara lain :

    “Telah berkata Abu Huraerah : Kekasih saya, (Nabi Muhammad SAW) telah berwasiat tiga perkara kepada saya, yaitu puasa tiga hari tiap-tiap bulan, sembahyang dhuha dua rakaat dan sembahyang witir sebelum tidur”. (Hadits Shahih Riwayat Bukhari Muslim).

    “Ada orang bertanya kepada Aisyah : Adakah Rasulullah SAW sembahyang dhuha? Jawabnya : Ada, empat rakaat, dan terkadang ia tambah yang dikehendaki oleh Allah”. (H.R. Muslim).

    “Telah berkata Ummu Hani : Rasulullah SAW pernah pergi mandi, dan dilindungi oleh Fatimah, kemudian ia ambil kainnya, lalu berselimut dengan itu, kemudian ia sembahyang delapan rakaat, sembahyang Dhuha”. (Riwayat Bukhari Muslim 318 – Pengajaran Shalat).

    Memang SHALAT DHUHA merupakan keistimewaan yang luar biasa, sebab manusia akan merasa berat dan bahkan terlalu berat disaat-saat yang tanggung untuk berangkat kerja atau sedang kerja (sekitar jam 7 hingga jam 11), dia menyempatkan diri dulu buat melakukan shalat sunnat tersebut.

    Padahal dirasa berat hanyalah apabila belum biasa dan belum tahu keistimewaannya. Lain halnya dengan orang yang sudah tahu keistimewaannya dan imannya pun cukup kuat, tentu walau bagaimanapun keadaannya, apakah dia mau berangkat, ataukah sedang dikantor, tentu ia mengutamakan shalat itu barang sebentar, ia merasa sayang akan keutamaan ridha Allah yang ada pada shalat tersebut.

    Keutamaan shalat DHUHA dalam pahalanya memadai buat mensucikan seluruh anggota tubuh yang padanya ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Sebagimana keterangan Rasulullah SAW bahwa setiap persendian itu ada hak untuk dikeluarkan shadaqahnya. Sedang dengan tasbih, tahmid, takbir dan amar ma’ruf nahyil munkar, cukuplah memadai buat kafarat kepada haq tersebut. Tapi semua itu cukuplah memadai dengan shalat DHUHA dua rakaat :

    “Dari Abu Huraerah ridliyallhu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda : Pada tiap-tiap persendian itu ada shadaqahnya, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah (bacaanya : SUBHANALLAH/ MAHA SUCI ALLAH, ALHAMDULILLAH/ SEGALA PUJI BAGI ALLAH, LAA ILAHA ILLALLAHU/TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, ALLHU AKBAR/ALLAH MAHA BESAR), setiap amar ma’ruf nahyil munkar itu shadaqah. Dan cukuplah memadai semua itu dengan memperkuat/melakuka n dua rakaat shalat dhuha” (Riwayat Muslim – Dalilil Falihin Juz III, hal 627).

    Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa shalat empat rakaat dipagi hari, Allah bakal menjamin dan mencukupkan segalanya dengan limpahan barakah sepanjang hari itu, sehingga bathinpun akan terasa damai walau apapun tantangan hidup yang merongrong, karena dia telah sadar semua itu ketetapan Allah :

    “Hai anak Adam, tunaikanlah kewajibanmu untuk KU, yaitu sembahyang empat rakaat pada pagi hari, niscaya Aku akan mencukupi sepanjang harimu” (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Ya’la).

    Dengan lafadz lain berbunyi :

    “Hai anak Adam, bersembahyanglah untuk KU empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu” (Riwayat Ahmad dari Abi Murrah).

    Coba renungkankan isi daripada do’a setelah shalat dhuha itu, nadanya seolah-olah memaksa untuk diperkenankan oleh Allah. Dan memang demikianlah lafadz do’a tersebut diajarkan oleh Rasulullah SAW :

    “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha (milik) Mu, kecantikan ialah kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu, kekuatan itu kekuatan (milik) Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu”.

    Ya Allah, jika rizqiku masih diatas langit, turunkanlah (berlafadz perintah), dan jika ada di didalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba Mu yang shaleh”.

    Itulah keistimewaan dan keutamaan shalat DHUHA, didunia memberikan keberkahan hidup kepada pelakunya, diakheratpun /di hari kiamat orang itu dipanggil/dicari Tuhan untuk dimasukkan ke dalam syurga, sebagaimana sabda Nya didalam hadits qudsi :

    “Sesungguhnya di dalam syurga, ada pintu yang dinamakan pintu DHUHA, maka ketika datang hari kiamat memanggillah (yang memanggil Allah), dimanakah orang yang selalu mengerjakan sembahyang atas Ku dengan sembahyang DHUHA? inilah pintu kamu, maka masuklah kamu ke dalam syurga dengan rahmat Allah”. (Riwayat Thabrani dari Abu Huraerah).

     
    • fardian0811 1:54 pm on 22 Januari 2009 Permalink

      Ya Allah , semoga Engkau senantiasa limpahkan lapangkan hati kami untuk selalu mengingat Engkau dalam setiap waktu dhuha Mu…

    • harmadi 10:11 am on 24 Januari 2009 Permalink

      Artikel yang bermanfaat. Semoga kita sesama muslim tau ke istimewaan sholat dhuha. semoga kita termasuk orang-orang yang dirahmati Allah.. Amin.

    • rina 4:11 pm on 15 Maret 2009 Permalink

      narsis bgt dehh………….

    • riya 9:51 am on 1 April 2009 Permalink

      ass
      smoga ni bisa nembh semangat untk sholat

    • faridazahra 8:16 pm on 22 April 2009 Permalink

      sholat dhuhaku masih bolong2 :(

    • Abdul Cholik 3:05 pm on 2 Juni 2009 Permalink

      -Alhamdulillah artikel yang sangat bermanfaat.
      -Insya Allah saya akan mengitiqomahkan sholat dhuha.
      -salam

    • tia 5:32 pm on 3 Juni 2009 Permalink

      nice info mbak erva, thanks banget sharing-nya

    • elka 12:08 pm on 16 Juni 2009 Permalink

      sholat dhuha Q masih bolong2, moga ajach artikel ini bisa membantuQ menyempurnakan sholat dhuha

    • NOE 8:13 pm on 7 Agustus 2009 Permalink

      SAMPAIKANLAH WALAU SATU AYAT………
      SUKRON

    • Faizah 12:34 pm on 2 September 2009 Permalink

      Subhanallah,,, Semoga kita bisa mnjaga keistiqomahan sholat fardhu ditambah sholat dluha yg istimewa ini….

    • hamba allah 7:46 am on 6 Oktober 2009 Permalink

      shalat duha i love u full

    • aie 6:12 pm on 16 Oktober 2009 Permalink

      saya pengen bgt sholat duha
      kmrn”sya raji bribadah….knp ya skrng” males bgt
      ya allah brikanlah saya mujizat untuk melakukan ne smua
      brikan saya ksabaran,k’ikhlasan………………..

    • wahyu 10:22 am on 22 Oktober 2009 Permalink

      subhanallah, ampunillah segala dosa2 q ya allah

    • Nani Siti Aisah 7:52 am on 10 Januari 2010 Permalink

      jika dalam shalat dhuha suratnya bukan surat assyams dan alaail tapi surat yang kita hapal boleh tidak..????

    • wantous 1:54 pm on 22 April 2010 Permalink

      Judul link nya tata cara shalat dhuha, tapi koq ga ada di dalem nya??

    • chelsea wonosobo 7:23 pm on 21 Mei 2010 Permalink

      hemmmmmmmm mantab

    • putra 11:49 am on 21 Oktober 2010 Permalink

      artikelnya bermanfaat sekali bagi kita semoga kita bisa selalu melaksanakan sholat dhuha amien 3x

    • Arifien 9:55 am on 8 November 2010 Permalink

      Betapa bermanfaatnya artikel ini.
      Terima kasih telah memberikan pengetahuan baru untuk saya.
      :)

    • Novie 11:50 am on 11 Oktober 2011 Permalink

      Subhannallah sungguh merugi sekali diriku ini jika meninggalkan Shalat Dhuha sesungguhnya Janji Allah Itu pasti terhadap Mahluknya..semoga saja aku dapat meningkatkan shalat dhuhaku dan shalat sunah Lainnya.Amin Ya Rabbal Alamin

    • Fadly Jalaluddin Rumi 9:15 am on 30 Maret 2012 Permalink

      alhamdulillah,,, syukran info nya :)

    • ami 8:30 pm on 31 Mei 2012 Permalink

      alhamdulillah ini sangat brmamfaat bagi sy … trm kasih

    • Anikha Akhluna 5:46 pm on 28 Agustus 2012 Permalink

      Alhamdulillah yaah.. :)

  • erva kurniawan 5:18 am on 25 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: bau surga, mencium bau surga, , ,   

    Golongan Yang Tidak Mencium Bau Surga 

    sujudRasululloh SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

    Dari hadits di atas jelas bahwa tidak akan mencium bau surga orang yang suka memukul dan wanita-wanita yang mengumbar aurat atau berpakaian seksi. Bayangkan, menciumnya saja tidak bisa apalagi masuk surga. Padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh.

    Oleh karena itu kasihan sekali dengan wanita-wanita Muslim yang senang berpakaian seksi dan tidak mau memakai jilbab. Padahal itu diperintahkan Allah dalam Al Qur’an:

    “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLOH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

    Dalam berpakaian, bukan hanya memakai jilbab. Tapi juga menghindari pakaian yang tipis atau ketat yang memamerkan bentuk tubuh.

    Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).

    “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya..”[An Nuur:31]

     ***

    Mudah-mudahan perempuan dalam keluarga dan saudara kita tidak termasuk orang-orang yang tidak mencium bau surga.

     
    • Zecha 5:11 pm on 14 Januari 2011 Permalink

      sangat baguus.. :)

    • Dewa 5:59 am on 28 Januari 2011 Permalink

      Alhamdulillah, nambah ilmu baru. terima kasih :)

  • erva kurniawan 8:37 pm on 23 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: alam semesta, black hole, , fenomena alam semesta, fusi nuklir, galaksi, galaksi bima sakti, geosentris, geosentris ptolomeus, heliosentris, heliosentris copernicus, , luar angkasa, matahari, pencipta alam semesta, sistem tata surya, tata surya, teleskop, teori big bang, teori black hole   

    Fenomena Alam Semesta, Siapa Si Pencipta? 

    messiergalaxy1Sebelum muncul pemikiran heliosentris dari Copernicus, gereja mengadopsi pemikiran Geosentris dari Ptolomeus, yang menganggap bumi sebagai pusat peredaran benda langit. Setelah pengembangan dan penjelajahan lewat teleskop dan segala perangkat observasi astronomi yang lebih canggih maka kita kagumi bahwa tata surya kita dengan matahari sebagai pusat revolusinya hanyalah satu dari 100 milyar sistem tata surya serupa!

    Bahkan Galaxy Bima Sakti tempat tata surya kita hanyalah serupa piring super mungil yang mengapung di gelap gulita angkasa raya. Bagaimanakah juga bumi, tempat kita berdomisili dibandingkan dengan semesta alam itu, perumpamaan bagaikan sebutir pasir dibanding seluruh gurun, atau bagaikan setetes air yang menempel dijemari saat kita mencelupkannya di laut dibandingkan seluruh samudera itu sendiri, perumpamaan ini belumlah mencukupi.

    Teleskop yang lebih canggih dengan daya tangkap lebih kuat dan lebih jauh ditambah dengan satelit2perhitungan- perhitungan fisika astronomi menyajikan kepada kita gambaran semesta yang maha raksasa ini. Sebesar apakah sebenarnya raksasa alam semesta kita ini? Mari kita bandingkan dengan bumi, diameter bumi hanya kira-kira 12.500 km! Bandingkan dengan pulau Java yang membentang sepanjang hanya 1000 km. Dengan pesawat kecil saja bisa ditempuh kurang dari 2 jam dari ujung ke ujung. Diameter bumi kita hanya 12.5 kali panjang pulau Java! Bila seberkas sinar harus melintasi jarak sepanjang diameter itu, hanya diperlukan waktu kira-kira seperdua puluh lima detik, jadi satu detik sinar dapat melintasi diameter bumi sebanyak 25 kali, sebab kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik.

    • Jarak bumi ke matahari hanya 9 menit cahaya.
    • Jarak matahari ke planet terluar sistem tata surya matahari kita, Pluto, adalah 5,5 jam cahaya.
    • Diameter galaksi Bima Sakti adalah 100.000 tahun cahaya.
    • Jarak benda terjauh dari bumi yang dapat terdeteksi hasil observasi saat ini? Milyaran tahun cahaya!

     

    Wahai, berarti cahaya saat observasi itu adalah gambaran kejadian milyaran tahun yang lalu, jauh sebelum munculnya “manusia pertama”. Bahkan berkas cahaya yang menghasilkan gambar citra galaksi Bima Sakti yang kita nikmati saat ini yang berasal dari ujung galaksi Bima Sakti adalah lebih tua umurnya daripada usia “manusia pertama” yang kita percayai.

    Orang Eropa yang mempercayai idea “manusia pertama”, semula memperkirakan bahwa alam semesta baru berumur 6000 tahun. Ketika mereka mengembangkan analisa dan mengetahui bahwa perkiraan mereka salah, maka mereka memperbaiki perkiraan itu dan mengatakan bahwa bumi (juga termasuk alam semesta) telah muncul 20 juta tahun yang lalu, namun kemudian pandangan ini berubah lagi menjadi 100 juta tahun, terus berubah melalui tingkat-tingkat hingga menjadi 6000 juta tahun yang lalu! Argumentasi ini hanya menggambarkan tiada lain daripada spekulasi yang berubah-ubah, tidak lebih.

    Bila jarak bumi dengan benda terjauh yang dapat teramati adalah milyaran tahun dan jarak itu dapat dianggap sebagai jari-jari alam semesta (r) maka dapat diketahui volume alam semesta, yaitu 3,14 x r x r. Dapatkah akal kita membayangkan betapa besar dan luasnya alam semesta ini? Bagaimanakah juga kita yang telah mengimani bahwa ada sesuatu yang lebih besar dan kuasa dari alam semesta ini, bagaimanakah agungnya Dia? “Super Jenius” yang yang telah menciptakan kita. Maha Suci Allah, Maha Besar Allah!permataterbesar1

    Bumi kita beserta matahari dan planet-planetnya hanya merupakan satu tata surya diantara seratus milyar tata surya yang berada di galaksi Bima Sakti. Ada bermilyar-milyar galaksi di seluruh alam semesta. Sebesar itukah alam semesta? Belum, karena perhitungan di atas hanya berlaku untuk alam semesta yang teramati sesuai dengan teknologi yang ada sekarang ini. Karena sebenarnya alam semesta jauh lebih luas dari itu. Milyaran galaksi yang tampak di alam semesta ini pun hanya merupakan satu persen dari jumlah seluruh materi yang teramati di alam semesta hingga kini.

    Proses kehancuran/kiamat parsial Salah satu proses alam semesta yang teramati yaitu pada proses fusi nuklir di matahari, yaitu penggabungan dua buah atom hidrogen menjadi sebuah atom helium. Dalam prosesnya membentuk unsur atom helium yang lebih besar, memancarkan energi dalam bentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Energi yang dipancarkan pada proses fusi nuklir ini akan dipancarkan tak terhingga jauhnya, hingga keluar dari batas jangkauan pengamatan kita.

    Materi alam semesta kita akan menangkap energi yang dipancarkan dari alam semesta yang berada diluar jangkauan pengamatan kita. Yang dimaksud batas jangkauan pengamatan kita adalah, batas jangkauan teleskop yang paling canggih saat ini. Energi yang berasal dari luar jangkauan membentuk ikatan atom kembali, hukum kekekalan energi tetap berlangsung. Hal inilah yang terjadi pada masa setelah kehancuran suatu galaksi. Perlu diketahui baha di angkasa luar sana selalu terjadi proses bintang baru lahir/terbentuk (Nova) atau bintang mati / hancur, demikian juga galaksi, dalam jangka waktu tertentu mengalami proses penghancuran yang relatif teramati. Setelah terjadi akhir kehancuran galaksi/kiamat parsial, maka tidak ada bentuk yang tersisa padat maupun cair, semua berubah bentuk menjadi ion-ion dan gas, (ion adalah unsur atau molekul yang bermuatan listrik).

    Kemusnahan galaksi ini bisa digambarkan sebagai pemusnahan alkohol atau minyak yang terbakar tanpa meninggalkan banyak jelaga. Jelas kita ketahui bahwa kemusnahan seperti itu hanyalah perubahan fisik (hukum kekekalan massa). Minyak terurai kembali menjadi senyawa-senyawa dan unsur-unsur penyusunnya.

    Dalam proses habis terbakarnya galaksi, gas-gas dan ion-ion sisa pembakaran berputar dalam kecepatan tinggi dan menyebabkan daya tarik magnetik di pusat lingkaran menjadi sangat tingi. Ini mudah menjadi perangkap sinar, pusat lingkaran yang mempunyai daya tarik magnezik sangat tingi ini menyebabkan bahkan berkas sinar / cahaya pun tertarik kearah dinding-dinding pusat lingkaran yang bergerak menyedot ini. Oleh karena sinar yang masuk terperangkap maka sebagai akibatnya tentu saja daerah yang berada disekitar pusat gas yang merupakan sisa kehancuran galaksi nampak sangat gelap. Teori Black Hole.

    Luas areal gas sisa pembakaran galaksi ini bisa mencapai radius jutaan tahun cahaya. Bandingkan dengan diameter galaksi yang kurang lebih 100.000 tahun cahaya.alberteinstein

    Einstein pernah memperkirakan bahwa jalannya cahaya dalam alam semesta tidaklah benar-benar lurus, namun membentuk suatu garis lengkung. Hal ini pernah dicemooh kalangan fisikawan saat itu. Namun kini lewat perangkat observasi yang canggih hal ini terbukti bahwa bekas sinar dalam alam semesta adalah membentuk kurva, karena adanya medan magnet yang dihasilkan benda-benda langit.

    Pembentukan Kembali Sifat benda-benda yang gelap cenderung menyerap sinar, sisa-sisa galaksi yang telah berubah bentuk menjadi ion dan gas pun kembali menyerap sinar yang dipancarkan oleh obyek-obyek lain yang berada di alam semesta. Energi yang telah dipancarkan oleh galaksi kita diserap pula oleh galaksi-galaksi lain dan demikian juga sebaliknya. Gas-gas dan ion-ion yang ada di lokasi bekas kehancuran galaksi, dengan bantuan energi yang terperangkap akan kembali saling mengikat dan membentuk massa yang bertambah lama bertambah besar. Gravitasi antara dua buah massa, cenderung saling tarik-menarik. Setelah selang waktu yang sangat lama sekali maka massa yang bertambah besar tersebut dengan bantuan energi yang terperangkap membentuk ikatan yang bertambah lama bertambah membesar dan akhirnya berubah menjadi serupa kabut.

    Dalam astronomi kabut ini disebut Nebula yang merupakan cikal-bakal pembentuk tata-surya. Pada fase ini kabut Nebula belum memancarkan sinar, tetapi setelah mulai memancarkan gelombang elektromagnetik (gelombang radio) bisa diidentifikasikan sebagai radio galaksi. Untuk melacak keberadaan galaksi yang tidak memancarkan gelombang cahaya, tetapi memancarkan gelombang radio bisa menggunakan Teleskop Radip, contohnya seperti yang ada di Mt. Antero yang terletak di Puerto Rico. (Teleskop ini dapat anda lihat di film spionase James Bond, Golden Eye. Parabola raksasa statis yang anda saksikan di film tersebut adalah teleskop radio raksasa terbesar di dunia berdiameter 300 meter).vla_telescope

    Gelombang radio dari galaksi bisa juga dideteksi dengan bantuan VLA (Very Large Array) Telescope yang terletak di dekat Socorro negara bagian New Mexico di Amerika Serikat. (Bagaimana bentuk teleskop VLA? cukup melihat film “Contact” yang dibintangi oleh Jodie Foster, yang nampak seperti antena parabola kita namun berderet banyak, sebenarnya adalah deretan teleskop radio yang menggunakan teknik interferometri) .

    Partikel-partikel kabut oleh karena kohesi bergabung menjadi partikel yang lebih besar dan mulai membentuk kelompok-kelompok yang lebih besar, seperti kondensasi yang terjadi pada uap air, sehingga massa materi yang lebih kecil ditarik ke arah massa yang lebih besar. Pada saat massa yang lebih besar terbentuk, massa yang lebih kecil yang ada di sekitarnya oleh karena gaya gravitasi akan tertarik oleh massa yang lebih besar ini. Para ahli astronomi pada fase ini belum menemukan mengapa awan debu dan gas antar bintang ini collapse dan membentuk bintang, karena awan-awan ini dingin dan kerapatan molekulnya rendah (kurang lebih satu atom per cm3).

    Mungkin banyak di antara pembaca yang pernah menyaksikan tingkah laku para astronot di ruang hampa udara, ruang -hampir- tanpa gaya gravitasi, yang menuangkan air tetapi air itu tidak tumpah, lalu air membulat bagai bola dan melayang, demikian juga setiap benda cair yang berada di luar angkasa, termasuk cairan yang berkumpul dari uap nebula. Pada pemampatan oleh gravitasi dan rotasi maka cairan yang sangat besar ini menjadi bagian yang lebih kecil dan padat, dimulailah pemebentukan benda-benda langit serta planet-planet. Hingga kini pun bumi kita hanyalah bagian luarnya / keraknya yang padat. Sedangkan di dalam kerak bumi masih bersifat cair. Setelah proses pendinginan yang sangat lama ini, ratusan juta tahun, mulailah beberapa materi kehidupan, tumbuhan, binatang dalam bentuknya yang paling sederhana mulai muncul.

    Big Bang, Teori Ledakan Besar Mengenai awal mula alam semesta terbentuk ini, sebagian besar ilmuwan mendukung teori Big Bang. Teori ledakan besar. Melihat bahwa semua proses kelahiran dan kehancuran bagian alam semesta ini pun yang saat ini dapat diamati merupakan proses serupa yang diperkirakan para saintis. Dari ketiadaan, hingga adanya satu massa materi yang memiliki kepadatan maha padat (mis. bermilyar-milyar ton massa dalam 1 mm3), kemudian meledak serupa proses ledakan nuklir. Hingga kini ledakan itu terus berjalan, dan seperti diketahui para saintis pun mengakui bahwa alam kita ini tetap dalam proses mengembang. Seperti bila sebuah balon ditiup, dan balon tersebut memiliki kemampuan mengembang yang tidak terbatas. Alam semesta kita ini pun dalam keadaan proses demikian. Belum berhenti.

    Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah satu yang padu, kemudian Kami (Allah) pisahkan keduanya, dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman? (QS Al-Anbiya’ 21: 30).

    “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (kekuatan) Kami, dan sesungguhnya Kamilah yang meluaskannya.” (QS Adz Dzariyat : 47.)

    QS Ali-’Imran 3 : 190-191: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulil albab. Yaitu mereka yang berzikir (mengingat) Allah sambil berdiri, atau duduk atau berbaring, dan mereka yang berpikir tentang kejadian langit dan bumi

    … Maka maha benar, maha esa Allah-ku yang maha tinggi.

    ***

     
    • puja 8:25 pm on 27 Januari 2010 Permalink

      maha besar allah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya dan dengan keindahannya.subhanallah……….

    • ari kurniawan 8:29 pm on 26 April 2010 Permalink

      tulisan yg sangat menggugah fikiran bahwa kemampuan kt tiada sedikitpun dapat menyamai kemampuan sang pencipta. subhanallah. aku berlindung kepadaMu ya Allah Tuhan Pencipta Alam semesta

    • ari kurniawan 8:35 pm on 26 April 2010 Permalink

      tidak ada alasan bagi siapapun untuk mendustai kebenaran kebesaran Allah. terima kasih ya Allah Tuhanku dan Muhammad Rasulullah telah Engkau berikan Islam sebagai Agamaku

    • khaerunnisa trisna 6:55 pm on 4 Desember 2010 Permalink

      sungguh merugi orang yang tidak mempercayai kebenaran al qur’an

    • baturhitam 8:28 am on 1 November 2012 Permalink

      ???????

  • erva kurniawan 6:46 pm on 19 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: rahasia sholat, rahasia sholat 5 waktu, rahasia sholat lima waktu,   

    Rahasia Sholat 5 Waktu 

     

    MakkahAli bin Abi Talib r.a. berkata, “Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, ‘Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.’

     

    Lalu Rasullullah SAW bersabda, ‘Silahkan bertanya.’

     

    Berkata orang Yahudi, ‘Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.’

     

    Sabda Rasullullah saw, ‘Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.’

     

    Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah saw, lalu mereka berkata, ‘Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.’

     

    Rasullullah SAW bersabda, ‘Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.’

     

    Sabda Rasullullah saw lagi, ‘Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.’

     

    Selepas itu Rasullullah saw membaca ayat yang bermaksud, ‘Jagalah waktu-waktu shalat terutama mekkahsekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.’

     

    Sabda Rasullullah saw, ‘Shalat Isya’ (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.’

     

    Sabda Rasullullah saw seterusnya, ‘Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah S.W.T dua kebebasan yaitu:

    1. Dibebaskan daripada api neraka.

    2. Dibebaskan dari nifaq.

     

    Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah saw, maka mereka berkata, ‘Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?’

     

    Sabda Rasullullah saw, ‘Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari.

     

    Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.’

     

    Kata orang Yahudi lagi, ‘Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.’

     

    Sabda Rasullullah saw, ‘Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:

    1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).

    2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.

    3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.

    4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.

    5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).

    6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.

    7. Allah S.W.T akan memberinya kemudian di syurga.’

     

    Kata orang Yahudi, ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.’

     

    Sabda Rasullullah saw, ‘Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).’

     

    Kata orang Yahudi, ‘Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).’

     

    Sedikit peringatan untuk kita semua: “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Surah Al-Baqarah: ayat 155)

     

    “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Surah Al-Baqarah: ayat 286)

    ***

     
  • erva kurniawan 6:29 pm on 19 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: alam semesta mengembang, berapa luas neraka, berapa luas surga, berapakah luas neraka, berapakah luas surga, garis tengah alam semesta, luas alam semesta, luas langit, luas langit pertama, , luas surga, luas surga dan neraka, , ,   

    Berapakah Kira-kira Luas Surga dan Neraka 

    galaksiBerapakah kira-kira luas surga?


    “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu, dan kepada Syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Ali Imran: 133)

    “Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan Tuhanmu dan syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya” (QS. Al-Hadiid : 21)

    Subhaanallah, Surga itu luasnya seluas langit dan bumi? Berapakah luasnya langit dan bumi itu? Bisakah ilmu pengetahuan mengukurnya? Surga begitu luasnya, sementara penduduk bumi kita yang berisi sekitar lima milyar orang saja masih menyisakan demikian luas tempat yang belum dihuni.

    Baiklah, sekedar untuk berhitung dan yang penting adalah untuk menambah keimanan kita akan kebesaran Allah Swt, mari kita mencoba mengukurnya. Berdasarkan informasi dari Al-qur’an. Bahwa langit ini dicipta oleh Allah Swt sebanyak TUJUH lapis.

    Pernyataan ini didukung paling tidak oleh delapan buah ayat al-qur’an yaitu Al-Isra’ : 44, Al-Mukminuun : 17, Al-Mukminuun : 86, Al-Mulk : 3, Al-Baqarah : 29, At-Thalaq : 12, Nuh : 15 dan An-Naba’ : 12

    “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’ : 44)

    Langit diciptakan oleh Sang Pencipta sebanyak tujuh lapis, sementara untuk langit terdekat saja yang galaksi 2masih mampu dipandang teropong manusia yang tercanggih sekalipun sudah membuat manusia ‘takluk’ tidak dapat membayangkan. Maka bumi sungguh ibarat debu jika dibandingkan dengan luasnya surga. Demikian pula keindahan bumi beserta isinya, sungguh amat sangat tidak sepadan jika dibandingkan dengan keindahan Surga.

    Benarlah kata sebuah hadits Qudsi yang menyatakan bahwa, keindahan surga yang diberikan Allah kepada para hambaNya, belum pernah didengar telinga, belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terlintas di dalam hati.

    Sekedar sebagai ilustrasi matematis, mari kita bayangkan berapa luasnya jagad raya langit pertama itu. Garis tengah untuk langit pertama atau jagad raya ini diperkirakan sebesar 30 milyar tahun cahaya. Berarti garis tengah jagad raya kita ini sepanjang : 30.000.000.000 X 360 X 24 X 60 X 60 X 300.000 km = 279.936.000.000.000.000.000.000 km. Ini bukan luasnya langit, tetapi baru garis tengahnya saja.

    Yang sedang kita hitung inipun masih luas langit terdekat saja. Belum lagi langit lapis ke dua, ke tiga, ke empat, ke lima, ke enam, dan yang ke tujuh. Yang kesemuanya itu jauh lebih besar dibanding langit pertama.

    Lalu bisakah kita membayangkan luas surga? Bagaimana dengan keindahannya? Subhaanallah. Logika ilmu pengetahuan mungkin bakal terhenti, tinggal logika iman yang bisa mengukurnya.

    Rasulullah pernah bersabda bahwa di surga sebuah pohon akan bisa kita lalui dari ujung ranting timur ke ujung ranting barat sejauh 100 tahun perjalanan.

    Satu lagi, bahwa menurut ilmu pengetahuan, ternyata jagad raya ini tidak tetap, tetapi terus mengembang bertambah lama bertambah besar dan tentu juga bertambah luas. Menurut penelitian Stephen Hawking setiap satu milyar tahun jagad raya mengembang sekitar sepuluh sampai dengan lima belas persen.

    Surga memang luar biasa hebatnya. Luar biasa indahnya. Bahkan kita tidak bisa membayangkannya. Tetapi yang lebih menarik adalah ‘pernyatan sikap’ para sufi dan para wali Allah, yang mengatakan bahwa mereka tidak terpesona dengan surga yang tidak terbayangkan keindahannya itu. Sebab mereka lebih terpesona dan lebih cinta kepada Pencipta dan Pemilik Surga, yaitu Allah Swt.

    Artinya keindahan Allah Swt, Kebesaran, dan kehebatannya, sungguh melebihi surga itu sendiri. Subhaanallah. Cuma kadang-kadang manusia ‘terperangkap’ dengan keindahan hadiahnya dan lupa kepada Dzat Yang Maha Pemberi hadiah.

    ***

     

    Berapakah kira-kira luas neraka ?

    Suatu saat Abu Hurairah ra, mengatakan, ketika kami bersama rasulullah, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras, seperti benda yang jatuh menggelegar. Nabi yang mulia mengatakan:

    “Tahukah kamu sekalian, suara apa itu? Kami menjawab: hanya Allah dan rasulNya sajalah yang lebih mengetahuinya. Nabi menjawab, itu tadi adalah suara dari sebuah batu yang dijatuhkan ke dalam jurang neraka, sejak tujuh puluh tahun yang lalu, baru sampai ke dasarnya ini tadi…” (HR. Muslim)

    Benda yang jatuh, secara ilmu fisika bisa dihitung jaraknya. Berdasarkan gravitasi yang berlaku. Jika gravitasi bumi kita ini adalah 9,8 m / detik, maka dengan mudah kita bisa menghitung jarak tempuh batu yang jatuh mengikuti rums 1/2 gt2. Jika jatuhnya ke bumi kita sbb:

    Jarak tempuh batu selama 70 tahun adalah, 0,5 x [70X360X24X60X60] x [70X360X24X60X60] x 9,8 m = 23.228.686.172. 160.000 m = 23.228.686.172.160 km,

    Bandingkan garis tengah bumi kita hanya: 12.756 km. Ini berarti, bahwa neraka memiliki kedalaman: 23.228.686.172.160 km /12.756 km = 1.821.000.797.441,2 X diameter bumi ini jika dipakai gravitasi ‘bumi kita’.

    Artinya bahwa, jika jurang neraka itu diukur berdasarkan gravitasi bumi kita, maka neraka memiliki kedalaman = 1.821.000.797.441,2 kali garis tengahnya bumi. Atau jika kita menggali sebuah sumur, maka sumur itu akan mencapai kedalaman seperti yang kita hitung di atas. Apabila sumur itu menembus bumi berulang kali, sampai sebanyak 1.821.000.797.441,2 kali.

    Dari sini saja kita sudah sulit membayangkan betapa dalamnya jurang neraka seperti yang diinformasikan oleh rasulullah saw tadi. Jadi jurang neraka itu sedalam: 1.821.000.797.441,2 kali ‘tebal’nya bumi. Ah, betapa menggiriskan! Yang baru kita illustrasikan tadi kedalaman vertikal neraka, bagaimana pula lebar horizontalnya. Semestinya lebar horizontal lebih luas dari vertikalnya, ibarat bumi yang memiliki permukaan lebih luas dibanding ketinggian atmosfir bumi.

    Tetapi kedalaman itu, ‘belum seberapa, sebab nanti di yaumil akhir, bumi kita ini akan diganti oleh bumi yang lain. Sehingga gravitasi yang dimaksud tentu bukan gaya gravitasi bumi kita ini. Tetapi gravitasi bumi baru, yang jauh lebih hebat dan lebih dahsyat kekuatan daya tariknya.

    “Ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain, begitu pula dengan langitnya, Mereka bermunculan dari kuburnya masing-masing menghadap kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa”. (QS. Ibrahim 14 : 48)

    Jangankan dipakai ukuran bumi baru yang kita belum tahu gravitasinya. Andaikata dipakai ukuran gaya tariknya Black Hole saja, yg mempunyai perbandingan 1 : 100 trilyun (perbandingan ini telah dianalisis pada suatu diskusi ilmiah yang bejudul “Menikmati keindahan Allah melalui logika dan tanda-tanda”) , maka kedalaman neraka menjadi sangat sangat menggiriskan

    Secara matematis kedalaman itu menjadi : 23.228.686.172.160 km X 100.000.000.000.000 = 232.286.861.721.600.000.000.000.000 km

    Sebagai gambaran, bila 1 trilyun atau 1000 milyar manusia sekalipun dimasukkan kedalam neraka sekaligus maka tiap orangnya masih bisa diberi jatah ruang lebih dari 200 trilyun kilometer persegi .

    Sehingga kalau seseorang dimasukkan ke dalam neraka, jangan harap mudah menemukan teman ‘senasib dan sependeritaan’ , apalagi sampai berbagi duka dan saling memberi dorongan agar ‘tabah’.

    Tulisan ini belum lagi membicarakan dahsyatnya suhu neraka serta ragam siksaan dan kualitas siksaannya. Sebagai gambaran singkat Rasulullah saw pernah berkata, andaikata dari dalam neraka yang dahsyat itu menerobos keluar apinya meskipun hanya sebesar lubang jarum saja, maka hancur binasalah bumi kita. Tulisan ini juga belum menggambarkan bahwa di neraka tubuh manusia tidak langsung gosong atau meleleh tapi memuai dahulu. Rasulullah SAW pernah berkata bahwa ada gigi seorang kafir yang akan menjadi sebesar gunung Uhud di neraka. Hadits lain meriwayatkan bahwa tebal kulit manusia di neraka akan (memuai) hingga setebal 3 hari perjalanan, jauh lebih tebal dibanding kulit sapi yang digoreng dan memuai hingga setebal kerupuk kulit. Inilah mungkin hikmah kenapa jatah ruang neraka untuk setiap penghuninya diberi kapasitas yang sedemikian luasnya.

    Setelah kita membayangkan keindahan surga yang ternyata tidak bisa dibayangkan saking dahsyatnya, dan setelah kita berhitung matematis tentang kedalaman neraka, yang ternyata juga tidak bisa kita bayangkan betapa mengerikan kedalaman neraka itu, masihkah kita mau menunda amal akhirat kita untuk suatu masalah dunia yang ternyata sangat kecil dan tidak abadi ini.

    Ya Allah, berilah kami kebaikan di atas dunia ini, dan berilah kami kebaikan di akhirat nanti, hindarkanlah kami dari siksaMu yang amat pedih…

    ***

     
    • yudha 10:46 am on 20 Desember 2008 Permalink

      Subhanallah, astagfirullah, ya tuhan, ya rabb, semoga ku diberi jalan dan selalu di tuntun di jalan yang benar

    • HP 4:25 pm on 16 Maret 2009 Permalink

      Makanya dalam Al-Qur’an Allah berapa kali menjelaskan betapa hebatnya akhirat itu ? Entah itu SURGA atau NERAKA ? Maka berlomba-lombalah kita untuk mendapatkan SURGA-nya ALLAH ? Karena kalau mendapatkan NERAKA ? Astaghfirulloh Alladzim ? Begitu dahsyatnya siksaan tersebut ? Padahal ketika di akhirat tidak ada jalan untuk kembali ke DUNIA ?

    • joko 11:18 am on 15 Mei 2009 Permalink

      Subhanallah, semakin rindu akan surga..

    • Rischa 12:41 pm on 5 September 2009 Permalink

      Subhanallah…
      Astagfirulloh…
      Begitu banyak dosa yg telah ku perbuat!
      Selalu Allah menegur dan menyadarkanku!
      Give thanks to Allah,Alhamdulillah..
      Dan buat yg artikel ini,smoga diberi pahala yg berkali lipat krn ilmu yg diberikan…
      Amin

    • sendhekolo 11:48 am on 20 Oktober 2009 Permalink

      Loh loh loh … ko kaya gitu caranya? Neraka itu kan hal yang ghaib ko dihitung pake cara science yang bersifat material? Gmana to … ?

      Udah susah susah ngitung hasilnya malah menciptakan ketakutan pada diri sendiri. Hasil akhirnya malah bakal memicu bakti terhadap Allah karena rasa takut… weleh, hati-hati kang.

    • sendhekolo 11:49 am on 20 Oktober 2009 Permalink

      Duh … semakin aku baca semakin aku kasihan ma kamu kang…

    • andrean eka 1:58 pm on 8 April 2010 Permalink

      sungguh tulisan yang sangat bermanfaat dan dapat mengingatkan saya tentang adanya neraka dan surga…. terimaksih

    • vivi 1:14 pm on 27 Mei 2010 Permalink

      astagfirullah.
      subhanallah…
      sungguh maha dahsyatnya engkau ya allah….
      langit dan bumi saja sdh tak terbayangkan luasnya…apalagi surga dan neraka…
      ya allah tuntunlah kami kedalam jalan lurusmu….amien…

      NB : to penulis keren bgt…
      salut bwt anda…
      tetaplah berbagi ilmu yg bermanfaat ini…

    • udin 12:36 pm on 2 Juni 2010 Permalink

      subhanallh…..
      sungguh Maha Besar engkau ya Allah,tiada Tuhan selain Allah.langit yg pertama saja segitu garis tengahnya.alat yg secanggih apapun,tak akan bisa menghitung nikmat Allah.Ya Allah tuntunlah aku ke jalan yg Engkau ridhoi………………Amin

    • iwan 3:50 pm on 2 Agustus 2010 Permalink

      assalamualaikum..
      mas makasih ya..
      makasih udah dibolehin copy n sebar tulisan mas..

    • subhan rhamdani 3:03 pm on 11 Desember 2011 Permalink

      Subhanallah.. Allah hu akbar. Ya Allah betapa sangat luaasnya dunia ini . Mudah-mudahan kita semua lebih bertafakur dan meningkatkan ketaqwaan & keimanan kita.

    • ikhwan 10:06 am on 16 Juli 2014 Permalink

      kt bersukur sja kpda yang diatas biar gmanapun hanya allah yang tw semua jagat raya ini

  • erva kurniawan 6:05 pm on 18 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: , wasiat   

    Wasiat dari Ayah 

    matahari tenggelam ANAK-ANAKKU! … Pada hari ini, genaplah sudah usiaku enam puluh tahun. Yang berlalu sudah banyak. Umur yang tersisa tinggal sedikit saja. Sewaktu-waktu aku akan kembali. Ini memberi arti perpisahan sudah dekat sekali. Kapan-kapan saja bisa terjadi. Oleh karena itu, alangkah baiknya ayah memberi wasiat. Bukan harta, tidak juga uang rupiah. Tapi nasehat untukmu anak-anakku…

    Anak-anakku, ingatlah selalu akan mati, ia akan melembutkan hati. Memendekkan angan-angan. Tidak memandang besar dengan dunia, memandang besar dengan dosa.

    Anak-anak cahaya mataku! Jauhilah sifat sombong. Karena ia dosa besar setelah syirik dan durhaka dengan dua ibu bapak. Tanda-tandanya dapat dilihat oleh mata hati. Bukan mata kepala. Diantaranya: Tidak terasa dirinya hamba yang hina, tidak melihat dosa sendiri, memandang besar dosa orang lain. Pantang ditegur, hatinya sakit. Tidak senang dengan kelebihan orang lain. Dengkipun datang, hatipun sakit. Keluh-kesah dengan ujian seperti miskin, dihina orang dan lain-lain. Bangga dan lupa dengan kesenangan. Dendam dengan orang. Mudah tersinggung dan marah. Di depan dia menyepak. Di belakang dia menanduk. Lupa dengan mati. Tidak risau dengan dosa….

    Anak-anakku yang tersayang! Jagalah harga diri, dengan tidak meminta-minta. Jauhilah berhutang agar diri tidak terhina dan jiwa tidak derita sengsara. Dan jangan keluh-kesah dengan kesusahan, ia menghilangkan cahaya muka dan terkuburnya wibawa. Dan,…yang paling ditakuti, ia membawa jahat sangka dengan Tuhannya….

    Anak-anakku yang tercinta! Jagalah harga diri keluarga. Lebih-lebih ibu bapak. Menghina mereka artinya menghina diri sendiri. Memalukan mereka berarti memalukan diri sendiri. Menghina ibu bapak di dunia saja jiwa akan menderita. Ke mana saja pergi hidup akan sengsara. Betapalah di Akhirat sana. Karena dosa yang paling besar setelah syirik ialah durhaka dengan kedua ibu bapaknya.

    Anak-anakku yang dikasihi! Jagalah sholat lima waktu, Betulkanlah selalu. Di Akhirat nanti, sholatlah yang akan diperiksa lebih dahulu. Bila sholat tertolak, kebaikan yang lain, walaupun menggunung tidak ada nilai lagi….

    ***

     
  • erva kurniawan 5:46 pm on 17 December 2008 Permalink | Balas  

    Saat Nyawa Dicabut 

     

    imgp7521Sakaratul maut adalah peristiwa sakitnya kematian. Penderitaan yang paling akhir bagi seorang yang hidup. Sebelum nyawa manusia dicabut, terlebih dahulu ia akan mengalami pedihnya sakaratul maut. Itulah proses kematian anak Adam, yaitu ketika terjadi perpisahan antara raga dan nyawa. Setiap anggota tubuhnya akan saling mengucapkan selamat berpisah kepada satu sama lain. Proses itu sungguh menyakitkan dan suatu peristiwa yang sangat dahsyat.

    Allah Swt berfirman, “Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat pada saat orang-orang zhalim berada dalam tekanan sakaratul maut” ( Al-an’am 93 )

    Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya semua manusia pasti mengalami sakaratul maut. Dan sesungguhnya sendi-sendi tulangnya, masing-masing mengucapkan salam perpisahan kepada yang lain seraya berkata, “Semoga kamu sejahtera. Kamu berpisah dariku, dan aku pun berpisah darimu sampai hari kiamar.” ( dikeluarkan oleh Said bin Mansur ).

    Sungguh sakaratul maut adalah perkara yang sangat menyakitkan. Lebih sakit dari pada dipenggal dengan pedang, atau dingergaji dengan gergaji atau digunting dengan gunting.

    Jangankan kita sebagai manusia biasa, para Nabi pun mengalami kejadian yang sama saat nyawa mereka dicabut. Allah bertanya kepada Roh Nabi Ibrahim as, bagaimanakah rasanya kematian? Jawab Ibrahim as, “Bagaikan batang besi pemanggang daging yang dipanaskan, dimasukan ke dalam wol basah, lalu ditarik dengan keras.” Allah berfirman, “Padahal sungguh, Kami telah meringankannya untukmu, wahai Ibrahim,” Begitu juga ketika roh Nabi Musa as. ditanya bagaimanakah rasanya kematian? Musa as menjawab,”Kurasakan diriku seperti seekor burung kecil yang digoreng hidup-hidup di wajan. Tidak mati, maka akhirnya bisa tenang, dan tidak pula selamat, maka akhirnya bisa terbang.” Dalam riwayat lain, Nabi Musa as berkata, “Kurasakan diriku seperti seekor kambing yang dikuliti hidup-hidup oleh tukang jagal ( Al-Muhasibi dalam Ar-Ri’ayah).

    Nabi saw bersabda demi Allah yang menggenggam jiwaku, sesungguhnya melihat malaikat maut itu lebih dahsyat dari pada seribu kali pukulan pedang.” .

    Malaikat maut itu sendiri ketika Allah mencabut nyawanya kelak, setelah kematian seluruh makhluk, maka ia berkata , “Demi keagungan-Mu, andaikan aku tahu betapa pedih sakaratul maut seperti yang kurasakan kini. Niscaya aku tidak akan mencabut nyawa seorang mukmin pun “

    Diriwayatkan dari Abu Maysarah secara marfu’, “Andaikan sakitnya seutas rambut dari orang yang meninggal dunia itu diberikan kepada penduduk langit dan bumi, niscaya mereka akan mati semua.

    Al-Qurtubi rah.a menulis dalam At-Tadzkirah- nya, “Saya mendengar, Wallahu a’lam wa ahkam, bahwa malaikat maut itu memandang wajah setiap Bani Adam sebanyak 366 kali. Dan bahwa malaikat maut memandang ke setiap rumah yang berada dibawah naungan langit sebanyak 600 kali. Dan saya mendengar malaikat maut itu mencabut nyawa anak Adam dari bawah setiap anggota tubuhnya, yaitu dari kuku-kukunya, urat-uratnya, dan rambutnya . Dan setiap kali nyawa itu sampai dari sendir-sendi yang lainnya, maka rasa sakitnya lebih dasyat dari pada dipukul 1000 kali.’ Wallahu a’lam.

    Semoga Allah Swt dengan kasih sayangnya memberikan kemudahan kepada kita semua dalam menghadapi sakaratul maut.

    “ Ya Allah lindungilah kami dari azab kubur , azab jahanam , fitnah dajjal dan kami berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati.”

     

     

    jazakallah bil jannah

    Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

     
  • erva kurniawan 5:28 pm on 16 December 2008 Permalink | Balas  

    Tujuh Golongan yang Mendapat Perlindungan Allah SWT di Hari Akhir 

     

    kabah1Ikhwah fillah rahimakumullah, simaklah hadits Rasulullah SAW, hadits mutafaqun’alaih, shahih Bukhari Muslim: Dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: “Aku takut kepada Allah”, seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.” (HR Bukhari)

     

    Tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tidak ada perlindungan kecuali hanya perlindungan Allah.

    Yang pertama, imamun adil, pemimpin yang adil, hakim yang adil. Subhanallah, terdepan, yang pertama mendapat perlindungan Allah. Dan sungguh negeri Indonesia yang tercinta ini sangat merindukan pemimpin yang adil, hakim yang adil.

    Yang kedua, pemuda yang aktif, gesit, dalam ibadah kepada Allah SWT. Aktivitasnya mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

    Yang ketiga, manusia, hamba Allah, yang hatinya senang berada di dalam masjid. Dia betah di masjid. Shalat berjama’ah, ia senang, subuh-subuh ia menegakkan shalat berjamaah. Allahu Akbar, tentu ini hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah.

    Kemudian yang keempat, orang yang bersedakah yang tangan kanannya memberi tapi tangan kirinya tidak tahu. Subhanallah. . Apa ini? Orang yang ikhlash, tidak riya, tidak ujub.

    Kemudian yang kelima, orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah, berpisah karena Allah.

    Yang keenam, sangat sulit ini, pemuda yang dirayu, digoda, oleh wanita cantik yang memiliki kekayaan, lalu ia berkata: “Aku takut kepada Allah”. Keinginan maksiatnya ada, tapi rasa takutnya kepada Allah lebih hebat, sehingga ia tidak mau melakukan kemaksiatan. Kita sangat merindukan pemuda, yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa, sehingga ia mampu menahan dari berbagai macam godaan.

    Kemudian yang ketujuh, yaitu pemuda, atau hamba Allah, atau orang yang dalam ingatannya kepada Allah, dalam ibadahnya, dalam doanya, dalam dzikirnya, ia menangis. Allahu Akbar, menangis.. Dua tetesan yang dibanggakan Allah di hari kiamat, pertama tetesan darah fii sabilillah, kedua tetesan air mata karena menangis, takut azab Allah, karena merasa bersalah atas segala dosa yang ia lakukan kepada Allah, karena ia sangat mencintai Allah.

    Subhanallah. . Inilah golongan yang kelak mendapat pertolongan Allah di hari kiamat kelak.

    Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaailaahai lla anta astaghfiruka wa atubuilaik. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    (Oleh : Ustadz Muhammad Arifin Ilham)

     
  • erva kurniawan 4:33 pm on 16 December 2008 Permalink | Balas  

    Mengingat Kematian 

    dscn6941

    Sesungguhnya manusia senantiasa berada dalam keadaan rawan. Karena kematian senantiasa mengancamnya dari segala arah, bahkan kenyataannnya setiap detik ada orang yang meninggal. Baik karena bencana seperti banjir, longsor, gempa, atau karena konflik, kecelakaan, kejahatan, penyakit dan wabah, bahkan banyak di antara kita yang sehat wal’afiat, jauh dari wilayah konflik dan bencana serta hidup dengan aman sejahtera, namun mendadak meninggal.

    Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya, pasal hadits-hadits para nabi, bab kematian Nabi Musa u , dari Abu Hurairah : ” Malaikat maut diutus kepada Nabi Musa (dengan menyerupai manusia) membawa kabar kematian. Maka Nabi Musa menampar mukanya tepat pada matanya. Lalu malaikatpun kembali kepada Allah dan berkata: ya Robbi Engkau telah mengutusku kepada orang yang tidak menginginkan kematian. Allah menjawab: baiklah katakan pada Musa agar meletakan tangannya pada tubuh sapi dan katakan bahwa usianya akan ditambah sebanyak bulu sapi yang tertutup oleh telapak tangannya itu, 1 helai sama dengan 1 tahun. Seteleh pesan itu disampaikan Nabi Musa u berkata: ya Robbi setelah itu apa? Allah I menjawab: “setelah itu adalah kematian”. Akhirnya Nabi Musapun berkata: kalau demikian halnya matikanlah saya sekarang”.

    Jadi masalahnya bukan bagaimana caranya kita menghindari kematian itu. Karena kematian itu pasti datang, baik ditunggu ataupun dilupakan, baik dalam keadaan genting ataupun aman, dalam keadaan senang atau sedih. Tapi masalahnya adalah bagaimana keadaan kita ketika kita sudah masuk ke alam barzakh (kubur) kemudian masuk ke alam Akhirat. Apakah kita akan masuk ke dalam golongan orang-orang mu’min atau sebaliknya masuk ke dalam golongan orang-orang berdosa dan kafir.

    Dari Barra bin Azib (t), bahwa Rasulullah Saw bersabda dalam hadits yang panjang:

    ” Sesungguhnya hamba yang mu’min jika sudah dalam detik-detik meninggalkan dunia menuju Akherat, ia akan didatangi oleh serombongan Malaikat yang banyaknya sejauh mata memandang, wajah mereka bersinar laksana matahari, mereka membawa kain kafan dari Surga yang amat wangi. Lalu turunlah malaikat maut untuk mencabut ruhnya. Lalu dikeluarkanlah ruh itu dengan amat mudah seperti mengeluarkan setetes air dari mulut teko. Kemudian para malaikat pun segera mengambil ruh itu dan meletakkannya di atas kain kafan, maka tersebarlah aroma wewangian yang luar biasa. Lalu rombonganpun membawa ruh itu ke atas langit sampai bertemu dengan Allah I. Setiap malaikat langit yang berpapasan bertanya kepada mereka: Ruh siapakah gerangan yang harum ini? rombonganpun menjawab: ini adalah ruh fulan bin fulan dengan menyebut nama panggilannya yang paling bagus ketika ia di dunia. Lalu seluruh malaikat langitpun ikut mengiring ruh yang baik ini sampai bertemu dengan Rabbul Izzah.”

    Ketika sampai, Allah I berfirman: tulislah hambaku ini ke dalam golongan orang-orang yang tinggal di Surga ‘Illiyyin” (surga yang tinggi). Lalu rombongan-pun kembali ke bumi dan memasukan kembali ruh itu ke dalam jasadnya ketika ia sudah berada di lubang lahad ……

    Adapun hamba yang kafir saat kematiannya tiba, datanglah rombongan malaikat yang bermuka hitam, banyaknya sejauh mata memandang, mereka membawa kain lap kumal dan berbau busuk. Lalu turunlah malaikat maut, mengumpulkan nyawanya dari seluruh anggota tubuh, lalu keluar dengan menarik ruhnya sekaligus seperti mencabut kawat berduri dari kapas yang basah,. Maka rombongan malaikatpun dengan kasar meletakan ruh itu ke atas kain busuk tadi sehingga tersebarlah bau busuk yang menyengat. Lalu rombonganpun membawa ruh tersebut ke atas langit. Setiap kali berpapasan dengan malaikat, malaikat itu menghindar sambil bertanya: ruh siapakah gerangan yang amat bau ini ? rombongan pun menjawab : ini adalah ruh si fulan bin fulan dengan menyebut namanya yang paling elek waktu di dunia. Ketika sampai di langit pertama pintu pun di ketuk, namun malang malaikat penjaga langit tidak mengizinkannya untuk menghadap Rabbul Izzah.Lalu Rasululah membaca ayat:

    “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan berlaku sombong terhadapnya tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak akan masuk Syurga hingga seekor unta dapat melewati lubang jarum, dan demikianlah kami membalas orang-orang jahat” . (Surat Al-A’rof:40) Maka rombonganpun melemparkan ruh itu dan menghempaskannya ke bawah dengan sekeras-kerasnya. Lalu Rasulullah membaca Firman Allah :””Dan barang siapa yang menyekutukan Allah maka sesungguhnya itu seperti dilemparkan dari atas langit sehingga disambar burung atau diterbangkan angin ke tempat yang dalam”.(Surat Al-Haj:31). (Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud dan Nasai).

    Demikianlah perjalanan ruh setiap anak manusia setelah kematiannya. Hanya ada dua kemungkinan, menjadi ruh yang baik atau sebaliknya menjadi ruh yang buruk. Dan bagi orang yang mu’min kematian adalah merupakan ‘bel istirahat’ dari kepenatan kehidupan dunia. Sekarang ia beristirahat di alam barzah yang luas terbentang menunggu Hari Kiamat dengan tidur pulas sehingga tidak merasakan kejemuan menunggu.

    Sementara ruh bagi orang yang kafir dan banyak dosa , maka kematiannya merupakan bagaikan ‘sirine kebakaran’. Ia akan memulai hari-harinya dengan kesibukan-kesibukan menghadapi siksa Allah yang tidak pernah ada hentinya. Firman Allah I :

    “Kepada mereka dinampakkan api Neraka setiap pagi dan petang. Dan pada hari Kiamat (diperintahkan kepada Malaikat): masukanlah Fir’aun dan pengikutnya ke dalam azab yang sangat keras”. (Surat Al-Mu’min:46)

    Mengingat Mati adalah obat mujarab

    Banyaknya problema kehidupan yang kita hadapi, dan menumpuknya kewajiban yang kita pikul – sehingga seorang muslim merasakan benar apa yang dikatakan oleh seorang juru da’wah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia – Tentu akan membuat lelah fisik, penat pemikiran dan ruhiyah. Sehingga banyak yang merindukan adanya hari ke delapan dan ke sembilan.Seseorang datang kepada Umar bin Khattab t lalu mengatakan: “tidakkah tuan beristirahat sejenak dari pekerjaan ini”. Beliau menjawab: bukan di sini tempat beristirahat, tapi tempat istirahat kita adalah di Akhirat”.

    Tidak ada yang lebih ampuh nasehatnya daripada nasehat yang diberikan jenazah dan batu nisan, oleh karenanya menghadirkan gambaran keadaan kita ketika maut menjelang adalah perbuatan yang sangat utama bagi orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya.

    Wallahu A’lam Bishshawab

     
  • erva kurniawan 8:31 pm on 14 December 2008 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Masa Hidup Di Dunia Sesungguhnya Masa Yang Sangat Singkat 

    prayerbook05bp301

     Masa hidup rata-rata manusia 60 – 80 tahun terlihat sangat panjang bagi yang tidak memahami akhirat. Padahal di akhirat hidup adalah abadi, entah itu di surga atau di neraka, artinya tidak sekedar 500 atau seribu tahun atau sejuta tahun, tapi lebih dari itu yang berarti bermilyar-milyar tahun atau penafsiran umumnya dikatakan sebagai abadi (kekal). Bahkan sebelum Allah SWT menentukan kita masuk surga atau neraka, kitapun masih harus mengikuti ‘masa menunggu’ di alam kubur selama ratusan hingga ribuan tahun; tergantung iman, amal dan ibadah kita di dunia. Kemudian masih ada ribuan tahun lagi ‘masa menunggu’ di Padang Mahsyar, ratusan hingga ribuan tahun lagi ‘masa menunggu’ di proses pengadilan akhirat. Dan seterusnya, sehingga 60 – 80 tahun di dunia sesungguhnya adalah waktu yang sangat singkat. Rasulullah SAW menggambarkan masa kehidupan di dunia ibarat orang yang sedang singgah sejenak dalam suatu perjalanan yang sangat jauh.

    “Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia merugi (terhalang dari mendapat kebaikan dan pahala) di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari no. 6412).

    Hadits yang mulia di atas memberikan beberapa faedah kepada kita:

    1. Sepantasnya bagi kita memanfaatkan waktu sehat dan waktu luang untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengerjakan kebaikan-kebaikan sebelum hilangnya dua nikmat itu. Karena, waktu luang akan diikuti dengan kesibukan, dan masa sehat akan disusul dengan sakit.
    2. Islam sangat memperhatikan dan menjaga waktu. Karena waktu adalah kehidupan, sebagaimana Islam memperhatikan kesehatan badan di mana akan membantu sempurnanya agama seseorang.
    3. Dunia adalah ladang akhirat. Maka sepantasnya seorang hamba membekali dirinya dengan takwa dan menggunakan kenikmatan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk taat kepada-Nya.
    4. Mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dengan menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepada-Nya. (Bahjatun Nazhirin Syarhu Riyadhis Shalihin, 1/180-181) “Dan ingatlah ketika Rabbmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat itu kepada kalian. Dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Al-Qur’an, surat Ibrahim, ayat 7).

    Kenyataan yang ada, banyak waktu kita berlalu sia-sia tanpa kita manfaatkan dan kita pun tidak bisa memberikan manfaat kepada salah seorang dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita tidak merasakan penyesalan akan hal ini kecuali bila ajal telah datang. Ketika itu seorang insan pun berangan-angan agar ia diberi kesempatan kembali ke dunia walau sedetik untuk beramal kebaikan, akan tetapi hal itu tidak akan didapatkannya.

    Terkadang nikmat ini luput sebelum datangnya kematian pada seseorang, dengan sakit yang menimpanya hingga ia lemah untuk menunaikan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan terhadapnya, ia merasakan dadanya sempit tidak lapang dan ia merasa letih. Terkadang datang kesibukan pada dirinya dengan mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan keluarganya sehingga ia terluputkan dari menunaikan banyak dari amal ketaatan.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    “Hingga ketika datang kematian menjemput salah seorang dari mereka, ia pun berkata: ‘Wahai Rabbku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku bisa mengerjakan amal shalih yang dulunya aku tinggalkan’. “ (Al-Mukminun: 99-100)

    “Sebelum datang kematian menjemput salah seorang dari kalian, hingga ia berkata: ‘Wahai Rabbku, seandainya Engkau menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.’ Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Munafiqun: 10-11)

    Karena itulah sepantasnya bagi insan yang berakal untuk memanfaatkan waktu sehat dan waktu luangnya dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dengan kemampuannya. Jika ia dapat membaca Al Qur’an, maka hendaklah ia memperbanyak membacanya. Bila ia tidak pandai membaca Al Qur’an maka ia memperbanyak zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila ia tidak dapat melakukan hal itu, maka ia melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Atau mencurahkan apa yang ia mampu berupa bantuan dan amal kebaikan kepada saudara-saudaranya. Semua ini adalah kebaikan yang banyak namun luput dari kita dengan sia-sia.” (Syarah Riyadhis Shalihin, 1/451-452).

    Sedemikian pentingnya mengisi waktu dengan baik sehingga Al-Quran memiliki satu surat khusus mengenai waktu (surat Al Ashr). “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”. Rasulullah SAW menggambarkan betapa pentingnya mengisi waktu dengan kebaikan dengan menganjurkan kita bersedekah walau dengan sebiji kurma sekalipun, atau menanam pohon walaupun besok kiamat tiba.

    Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

     ***

    Sumber : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah

     
  • erva kurniawan 7:54 pm on 12 December 2008 Permalink | Balas  

    Dosa yang lebih hebat dari berzina 

    dua11

    Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa Ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidakdapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.

    Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

    Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala Ia berkata, “Wahai Nabi Allah tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”

    “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut. “Saya takut mengatakannya. ” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya…… telah berzina.” Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

    Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai…… tewas”, ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang Ia menghardik,” Perempuan bejat, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

    Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan Ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa.

    Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya? ” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah Ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?”

    “Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran. “Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”. Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

    Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti Ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan Sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

    Dikutip dari buku 30 kisah teladan – KH > Abdurrahman Arroisy)

    Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.

    Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian Ia mengqadanya, maka Ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan 1 hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

    Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi. Mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi Kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

    Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.

     
  • erva kurniawan 6:36 pm on 12 December 2008 Permalink | Balas  

    Tanda-tanda Husnul Khatimah 

    850733650_df80957a86_m

    Setiap hamba Allah yang berjalan diatas manhajnya yang lurus yang berusaha meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya ajmain tentu sangat mengharapkan akhir kesudahan yang baik. Allah telah menetapkan tanda-tandanya dintara tanda-tanda husnul khatimah itu adalah:

    1. Mengucapkan kalimah syahadat ketika wafat

    Rasulullah bersabda :”barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan “La ilaaha illallah” maka ia dimasukkan kedalam surga” (HR. Hakim)

    2. Ketika wafat dahinya berkeringat

    Ini berdasarkan hadits dari Buraidah Ibnul Khasib adalah Buraidah dahulu ketika di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia telah wafat, dan terlihat pada jidatnya berkeringat, kemudian ia berkata,”Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya” (HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud)

    3. Wafat pada malam jum’at

    Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah “Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari jum’at atau pada malam jum’at kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur” (HR. Ahmad)

    4. Mati syahid dalam medan perang

    Mengenai hal ini Allah berfirman: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang beriman” (Ali Imraan:169-171) Adapun hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berkenaan dengan masalah ini sangat banyak dijumpai diantaranya adalah sebagai berikut:

    Rasulullah bersabda: “Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan yaitu: diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memeberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

    Seorang sahabat Rasulullah berkata: “Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah mengapa orang mukmin mengalami fitnah dikuburan mereka kecuali yang mati syahid? beliau menjawab: Cukuplah ia menghadapi gemerlapnya pedang diatas kepalanya sebagai fitnah” (HR. an-Nasai)

    catatan:

    Dapatlah memperoleh mati syahid asalkan permintaannya benar-benar muncul dari lubuk hati dan penuh dengan keikhlasan, kendatipu ia tidak mendapatkan kesempatan mati syahid dalam peperangan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Barang siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menyampaikannya derajat para syuhada sekalipun ia mati diatas ranjangnya”( HR. Imam Muslim dan al-Baihaqi)

    5. Mati dalam peperangan fisabilillah Ada dua hadist Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

    Rasulullah bersabda:”Apa yang kalian katagorikan sebagai orang yang mati syahid diantara kalian? Mereka menjawab :Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa sja yang mati terbunuh dijalan Allah. Beliau bersabda: Kalau begitu ummatku yang mati syahid sangatlah sedikit. Para sahabat kembali bertanya: Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Barangsiapa yang terbunuh dijalan Allah, yang mati sedang berjuang dijalan Allah, dan yang mati karena penyakit kolera, yang mati karena penyakit perut (yakni disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar, diare atau sejenisnya) maka dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam dialah syahid “(HR. Muslim, Ahmad, dan al-Baihaqi)

    Rasulullah bersabda: Siapa saja yang keluar dijalan Allah lalu mati atau terbunuh maka ia adalah mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau digigit binatang beracun atau mati diatas ranjangnya dengan kematian apapun yang dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan baginya surga” (HR. Abu Daud,al-Hakim, dan al-Baihaqi)

    6. Mati disebabkan penyakit kolera.

    Tentang ini banyak hadits Rasulullah meriwayatkannya diantaranya sebagai berikut:

    Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin MAlik berkata:”Bagaimana Yahya bin Umrah mati? Aku jawab: “Karena terserang penyakit kolera” ia berkata:Rasulullah telah bersabda: penyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap muslim” (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)

    Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit kolera. Lalu beliau menjawab;”Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan adzab yang Allah timpakan kepada siapa saja yang dikehendaki- Nya kemudia Dia jadikan sebagai rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah kolera lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid”(HR. Bukhari, al-Baihaqi dan Ahmad)

    7. Mati karena tenggelam.

    8. Mati karena tertimpa reruntuhan/tanah longsor.

    Dalil dari 2 point diatas adalah berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: “Para syuhada itu ada lima; orang yang mati karena wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan syahid berperang dijalan Allah” (HR.Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan Ahmad)

    9. Perempuan yang meninggal karena melahirkan.

    Ini berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari pembaringannya, kemudian beliau bertanya : “Tahukah kalian siapa syuhada dari ummatku? orang-orang yang ada menjawab:Muslim yang mati terbunuh” beliau bersabda:Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit. Muslim yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah syahid (anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga)” (HR. Ahmad, Darimi, dan ath-Thayalusi) menurut Imam Ahmad ada periwayatan seperti itu melalui jalur sanad lain dalam Musnad-nya.

    10. Mati terbakar.

    11. Mati karena penyakit busung perut.

    Tentang kedua hal ini banyak sekali riwayat, dan yang paling masyhur adalah dari Jabir bin Atik secara marfu’: “Para syuhada ada 7: mati terbunuh dijalan Allah, karena penyakit kolera adalah syahid,mati tenggelam adalah syahid,karena busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid,karena terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan(bangunan atau tanah longsor) adalah syahid, serta wanita yang mati pada saat mengandung adalah syahid” (HR. Imam Malik, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu MAjah dan Ahmad)

    12. Mati karena penyakit Tubercolosis (TBC).

    Ini berdasarakan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: “Mati dijalan Allah adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah melahirkan adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena penyakit perut adalah syahid”(HR.Thabrani )

    13. mati karena mempertahankan harta dari perampok.

    Dalam hal ini banyak sekali haditsnya, diantaranya sebagai berikut:

    “Barangsiapa yang mati karena mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain; Barang siapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah syahid” (HR. Bukhari, Muslim, Abu DAud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

    Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi seraya berkata: “Ya, Rasulullah, beritahukanlah kepadaku bagaimana bila ada seseorang yang datang dan akan merampas hartaku” beliau menjawab: ‘jangan engkau berikan’ Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku? beliau menjawab; Engkau mati syahid. Orang itu bertanya kembali,Bagaimana kalau aku yang membunuhnya? beliau menjawab; ia masuk neraka”(HR. Imam Muslim, an-Nasa’i dan Ahmad)

    Mukhariq berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata : “ada seorang laki-laki hendak merampas hartaku, beliau bersabda: Ingatkan dia akan Allah. Orang itu bertanya: bila tetap saja tak mau berdzikir? beliau menjawab: Mintalah tolong orang disekitarmu dalam mengatasinya. Orang itu bertanya lagi : Bila tidak saya dapati disekitarku seorangpun? Beliau menjawab:Serahkan dan minta tolonglah kepada penguasa.Ia bertanya: Bila penguasa itu jauh tempatnya dariku? beliau bersabda: berkelahilah dalam membela hartamu hingga kau mati dan menjadi syahid atau mencegah hartamu dirampas” (HR. An-Nasa’i, dan Ahmad)

    14. Mati dalam membela agama dan jiwa.

    Dalam hal ini ada dua riwayat hadits sebagai berikut:

    “Barangsiapa mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati syahid, dan barang siapa yang mati dlam rangka membela agama(keyakinannya) maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid” (HR. Abu Daud, an-Nasa’i, at-tirmidzi, dan Ahmad)

    “Barangsiapa mati dalam rangka menuntut haknya maka ia mati syahid” (HR. An-Nasa’i)

    15. Mati dalam berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah.

    Dalam hal ini ada dua hadits dari Rasulullah shalallahu alaihi wasslam :

    “Berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (shalat) pada malam harinya. Apabila ia mati, maka mengalirkan pahala amalannya yang dahulu dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari siksa kubur(fitnah kubur)” (HR. Imam Muslim, an-Nasa’i, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad)

    “setiap orang yang meninggal akan disudahi amalannya kecuali orang yang mati dalam berjaga-jaga dijalan Alllah, maka amalannya dikembangkan hingga tiba hari kiamat nanti serta terjaga dari fitnah kubur” (HR. ABu Daud, Tirmidzi, Hakim, dan Ahmad)

    16. Orang yang meninggal pada saat mengerjakan amal shaleh.

    Ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:

    “Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaaha illallah’ dengan berharap akan keridhaan Allah, dan diakhir hidupnya mengucapkannya, maka ia akan masuk surga. Dan, barangsiapa yang berpuasa sehari mengharap keridhaan Allah kemudian mengakhiri hidupnya dengannya (puasa), maka ia masuk surga. Dan barangsiapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahinya dengan (sedekah) maka ia akan masuk surga” (HR. Ahmad)

    Mudah-mudahan Allah menjadikan akhir hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang mati syahid amin.

    dikutip dari kitab “Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah” hal:52-55 M. Nashiruddin Al-Albani, Gema Insani Press, Jakarta,1999

     
    • kaumsarungan 9:03 pm on 15 Desember 2008 Permalink

      HANYA ORANG YANG MENINGGAL DENGAN MEMBAWA IMANLAH YANG KHUSNUL KHATIMAH

  • erva kurniawan 3:56 am on 11 December 2008 Permalink | Balas  

    Belajar Dari Angsa 

    angsa-v

    Sejenak bijak :

    Kalau anda tinggal di negara 4 musim, maka pada musim gugur,
    akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim
    dingin. Angsa² tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”
    Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa
    tersebut terbang dengan formasi “V”

    Fakta:

    Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan
    “daya dukung” bagi burung yang terbang tepat dibelakangnya. Ini
    terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk
    menembus ‘dinding udara’ di depannya. Dengan terbang dalam formasi
    “V”, seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh
    daripada kalausetiap burung terbang sendirian.

    Pelajaran:

    Orang² yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta
    saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi
    karena mereka menjalaninya dengan saling
    mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

    Fakta:

    Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia
    akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan
    kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang
    diberikan burung didepannya.

    Pelajaran:

    Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa,
    kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan
    mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit
    untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya ber-sama².

    Fakta:

    Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah,
    ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang
    menggantikan posisinya.

    Pelajaran:

    Adalah masuk akal untuk melakukan tugas² yang sulit dan
    penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya
    angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan,
    kapasitas, dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya
    lainnya.

    Fakta:

    Angsa² yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh-rendah
    dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan
    sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

    Pelajaran:

    Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan
    kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi
    lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai² utama
    dan dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus
    memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

    Fakta:

    Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak
    jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan
    mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu
    sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan
    kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar
    rombongan mereka.

    Pelajaran:

    Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa,
    kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat² sulit mereka,
    sama seperti ketika segalanya baik!

    Salam…

     
    • Bahtiar Baihaqi 4:38 am on 11 Desember 2008 Permalink

      Wah, bagus-bagu nih Bos postingannya. Aku kopi-kopi ya. Salam kenal dari orang awam (awamologi.wordpress.com).

  • erva kurniawan 3:49 am on 11 December 2008 Permalink | Balas  

    Korupsi dan jaminan hidup bagi keluarga 

    newbribeKorupsi adalah penyakit kronis yang melanda negeri ini. Banyak faktor yang mendorong seseorang melakukan korupsi. Salah satunya adalah tekanan keluarga; anak dan istri. Seorang ayah terpaksa mengorbankan kejujuran karena banyaknya tuntutan anak-istri. Demi melihat anak-istrinya bahagia seseorang yang tadinya baik berubah menjadi jahat. Al-Qur’an menyitir hal ini dalam:

    “ Hai orang-orang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “ (QS.64: 14)

    Adakalanya seseorang terjerumus berbuat maksiat, berkhianat kepada Allah SWT karena kecintaannya kepada isteri dan anak-anaknya. Kecintaan kepada mahluk yang tidak bersandarkan kepada Allah SWT seperti inilah yang bukan merupakan karakter Tauhid.

    “ Dan kepunyaan-Nya- lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah? “ (QS.16:52)

    Padahal harta korupsi itu tidak membawa kebaikan dan keberkahan. Suapan makanan dari hasil korupsi akan menumbuhkan daging yang jelek. Bisa jadi ini akan melapangkan ruang gerak syaitan dan menimbulkan keburukan. Seorang suami dan ayah yang melakukan kejahatan korupsi demi istri dan anak-anak mereka, sebenarnya sedang menebar benih-benih kejahatan dalam diri anak-istrinya. Sesungguhnya harta korupsi tersebut bukanlah warisan berharga, melainkan racun yang mencelakakan kehidupan mereka di kemudian hari.

    Allah SWT mengingatkan bahwa takwa dan kebaikan merupakan sebaik-baiknya warisan. Adalah ketakwaan Nabi Ibrahim AS bisa menjadi suatu teladan, bagaimana takwa seorang ayah merupakan jaminan kehidupan bagi isteri dan anak-anaknya, suatu waktu beliau harus meninggalkan Hajar dan Ismail AS di sebuah padang yang tandus karena panggilan keimanan dari Robbnya. Ia tidak meninggalkan apapun untuk Hajar dan Ismail, selain wasiat tauhid. Allahlah yang menjamin kehidupan Isteri dan anaknya tersebut dengan karunia-Nya.

    “ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar ” (QS.4: 9)

    Sesungguhnya Allah SWT akan menjamin kehidupan anak-anak kita dengan rahmat dan karunia-Nya bila kita benar-benar bertakwa kepada-Nya. Allah mempunyai kekuasaan untuk memberikan kelapangan dan kemudahan rizki untuk mereka dalam menghadapi kehidupan sepeninggal kita. Insya Allah.

    “ Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu….” (QS.18: 82)

     
  • erva kurniawan 3:44 am on 11 December 2008 Permalink | Balas  

    Kecil yang membawa 

    endoftheride1oz

    Maha Mulia ALLAH SWT yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Dan itu tanpa kita sadari telah kita alami, rasakan nikmat dan manfaatnya hingga saat ini. Siapapun tidak bisa hidup dalam kesendirian.

    Bila tidak ada hal-hal kecil, tidak ada sesuatu kecil maka segala sisi hidup yang dianggap besar tidak akan berjalan dengan baik, bahkan mungkin tidak pernah ada. Bahwa yang kecil membutuhkan yang besar itu sudah umum dikenal. Tetapi yang sering terlupakan, yang besar pun, sesungguhnya membutuhkan yang kecil.

    Sesuatu yang kecil, bisa menjadi awal perubahan besar, seringkali, sebuah peristiwa besar di dunia ini, bermula dari hal-hal kecil. Perubahan besar dalam sebuah disiplin ilmu, tradisi hidup atau bahkan dalam tata dunia, tidak jarang bermula dari sesuatu yang kecil.

    Adalah salah satu contoh apa yang dilakukan Abdul Aswad Ad-Duali, seorang pria yang lahir setahun sebelum Rasulullah SAW hijrah ini, punya andail besar bagi penemuan penting pada dunia baca tulis Al Qur’an, bahkan bagi gramatika bahasa Arab di kemudian hari. Di zaman Ali bin Abi Thalib, orang mulai banyak yang salah membaca Al Qur’an, yang akibatnya sangat fatal. Karena bacaan yang salah menyebabkan artipun menjadi berubah. Ali pun meminta stafnya untuk mencari penulis handal untuk membantu memecahkan masalah tersebut. Dan dipilihlah Abul Aswad.

    Abul Aswad lantas membaca ayat-ayat Al Qur’an. Sebelum memulai ia berkata kepada utusan Ali, “jika aku membuka mulut, maka tulislah titik di atas huruf tersebut, jika aku mengumpulkannya (mendommahkan ) maka tulislah titik di depan huruf tersebut, jika aku mengkasrohkannya maka tulislah titik dibawahnya, tetapi jika aku mendengungkannya maka jadilanlah titik tersebut menjadi dua.

    Begitulah revolusi tanda baca Al Qur’an dimulai dari titik-titik. Lantas berkembang menjadi tanda baca seperti sekarang. Ini tentu bagian dari kebenaran janji ALLAH SWT, bahwa DIA akan menjaga Al Qur’an. Di sisi lain juga menjelaskan betapa besar peran titik-titik itu bagi generasi-generasi selanjutnya. Terlebih mereka yang tidak berbahasa ibu bahasa Arab.

    Kekuatan yang besar apapun, sesungguhnya bertumpu pada unsure-unsur kecil. Pada hal-hal yang sederhana sampai hal-hal yang rumit. Mengapa seekor cecak, tokek mampu merayap, hinggap di kaca, dinding ….!??? Rahasianya adalah pada kaki-kakinya ada ribuan bulu-bulu yang sangat kecil yang seolah-olah cecak atau tokek itu kakinya mempunyai semacam lem padahal itu bukan lem.

    Sebatang lidi mudah dipatahkan dan tidak dapat bermanfaat untuk menyapu, tetapi bila lidi banyak dan menyatu dalam satu ikatan yang kokoh maka akan sulit untuk dipatahkan dan menjadi bermanfaat untuk menyapu halaman. Jadi betapa kokohnya persatuan dan betapa lemahnya perceraian.

    Tidak mengabaikan hal-hal kecil, ibarat menabung. Kita punya banyak keterbatasan untuk berkarya dalam bidang yang besar, kita tidak boleh putus asa. Masih ada kesempatan untuk mengumpulkan yang kecil-kecil selama ikhlas, tulus dan dijalankan didalam naungan , bimbingan Islam, INSYA ALLAH akan diterima di sisi NYA …. amin.

    Tidak pernah merugi, siapa yang punya perhatian pada hal-hal kecil. Tidak pernah panik, orang yang telah menabung dari masa lapangnya, meski sedikit demi sedikit, untuk masa sulitnya. Tidak ada yang lebih membahagiakan, dari menikmati kebesaran yang terkumpul dari yang kecil-kecil saat demi saat.

    Kita mengawali hidup ini dari kecil, dari nol ….!!! ALLAH SWT berfirman,” Dan ALLAH SWT mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan DIA memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” ( QS An-Nahl : 16 )

     
  • erva kurniawan 3:59 pm on 8 December 2008 Permalink | Balas  

    Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut 

    pemakamanDemi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

    Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

    1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.

    Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

    2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan,

    mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)

    3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.

    Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:8)

    4. Kematian datang secara tiba-tiba. Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat;

    dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

    5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat.

    Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

    Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

    Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi) Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

    Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW . Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

    Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

    Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

    Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

    Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

    Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

    Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

    Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

    Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

    Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93) (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

    Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! ” Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

    Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”. Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

    Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

    Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

    Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

    Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

    Wallahu a’lam bish-shawab.

    Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.

    Amin !

     
    • pie 1:14 pm on 3 September 2009 Permalink

      baru mau narik nafas dulu, tegang bgt bacanya……

    • m.juanda 2:59 pm on 25 November 2009 Permalink

      inna lilahi wa inna lilahui rojiun……….
      telah pulang ke rahmatullah, ngalih bumina bobo salamina

    • malaikatul latifa 7:51 am on 26 November 2009 Permalink

      inalilahi wainalilahi rijiun

  • erva kurniawan 8:52 am on 8 December 2008 Permalink | Balas  

    Menuju Sidratul Muntaha 

    Etape pertama Rasulullah saw adalah perjalanan horisontal dari Mekkah ke Palestina. Dari apa yang saya uraikan di bagian depan, perjalanan itu hanya ditempuh Nabi dalam waktu tidak sampai 1 detik. Kenapa bisa secepat itu? Karena Nabi Muhammad, Jibril dan Buraq melesat dengan kecepatan cahaya, 300.000 km/detik. Maka, jarak Mekkah Palestina yang hanya sekitar 1.500 km itu pun tidak terlalu berarti bagi mereka.

    Sesampai di masjidil Aqsha, Rasulullah saw sempat melakukan shalat bersama malaikat Jibril, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke langit ke tujuh. Perjalanan berikutnya adalah sebuah perjalanan yang memiliki mekanisme berbeda dengan etape pertama.

    Pada etape pertama, Rasulullah saw melakukan perjalanan dengan badan wadag yang telah diubah menjadi badan cahaya. Akan tetapi sesampai di masjidil Aqsha badan Nabi telah berubah kembali menjadi badan material sebagaimana sebelumnya. Ini adalah etape teleportasi, sebagaimana digambarkan dalam berbagai film science fiction. Akan tetapi pada etape kedua, beliau tidak lagi menggunakan mekanisme tersebut melainkan melakukan perjalanan dimensional.

    Ini adalah bagian yang sangat abstrak dan agak rumit dijelaskan. Akan tetapi, dengan berbagai perumpamaan dan analogi, mudah-mudahan pembaca bisa mengikuti apa yang akan saya sampaikan di bagian-bagian berikut ini.

    Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab berkaitan dengan perjalanan menuju langit ke tujuh ini. Untuk menghindari kesalah pahaman, maka kita harus menyamakan dulu persepsi tentang beberapa hat. Di antaranya adalah hal-hal berikut ini.

    1. Apakah yang disebut langit?

    2. Di langit manakah Bumi kita berada?

    3. Apa dan bagaimanakah langit berlapis tujuh?

    4. Bagaimana Rasulullah saw bisa melakukan perjalanan menembus, langit satu sampai ke tujuh?

    5. Apakah yang terjadi ketika berada di Sidratul Muntaha?

    MEMAHAMI LANGIT

    Banyak di antara kita yang memiliki persepsi berbeda tentang langit. Ada yang berpendapat bahwa langit adalah sebuah ‘atap’ alias bidang pembatas ruang angkasa. Artinya, mereka mengira bahwa ruang di atas kita ada pembatasnya, semacam atap. Kelompok pertama ini, biasanya adalah mereka yang awam tentang ilmu Astronomi.

    Kelompok kedua adalah mereka yang mengikuti berbagai macam informasi tentang angkasa luar dari berbagai film-film fiksi ilmiah, ataupun berbagai macam media massa. Pada umumnya mereka mengerti bahwa yang dimaksud langit adalah sebuah ruang raksasa yang berisi triliunan benda-benda langit, seperti matahari, planet-planet (termasuk Bumi), bulan, bintang, galaksi, dan lain sebagainya. Mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik bahwa langit bukanlah sebuah bidang batas, melainkan seluruh ruang angkasa di atas kita.

    Kelompok yang ketiga adalah mereka yang mempelajari informasi Astronomi lebih banyak dan lebih detil. Lebih jauh, mereka mencoba memahami berbagai hal yang berkait dengan struktur langit lewat berbagai teori-teori Astronomi. Mereka terus-menerus mengikuti berbagai informasi dan mencoba melakukan rekonstruksi terhadap struktur langit, yang secara umum dipahami sebagai alam semesta atau Universe.

    Nah, dari ketiga kelompok pemahaman itu saya ingin mengambil kesimpulan yang bersifat global saja, sebagai pijakan awal pemahaman kiia tentang langit. Bahwa yang disebut langit sebenarnya bukanlah sebuah bidang batas di angkasa sana, melainkan sebuah ruang tak berhingga besar yang memuat triliunan benda-benda angkasa. Mulai dari batuan angkasa yang berukuran kecil, satelit semacam bulan, planet-planet, matahari dan bintang, galaksi hingga superkluster.

    Karena itu, jika kita bergerak ke langit naik pesawat angkasa luar, misalnya, maka kita akan bergerak menuju ruang angkasa yang tidak pernah ada batasnya. Sehari, seminggu, sebulan, setahun dan seterusnya kita bergerak ke angkasa, maka yang kita temui hanya ruang angkasa gelap yang berisi berbagai benda langit saja. Sampai mati pun, kita tidak akan pernah menemukan pembatasnya. Ya, langit adalah ruang angkasa yang luar biasa besarnya. Bahkan, tidak diketahui dimana tepinya.

    Nah, pemahaman tentang langit ini penting untuk menyamakan persepsi kita tentang perjalanan Mi’raj Rasulullah saw. Sebab, dalam pemahaman tradisional selama ini, kita memperoleh kesan betapa langit itu digambarkan sebagai atap alias ‘langit-langit’ . Bahkan digambarkan pula sebagai atap yang ada pintu-pintunya, yang kemudian mesti dibuka sebagaimana pintu rumah, ketika Rasulullah saw mau memasuki langit yang lebih tinggi.

    Istilah langit dalam bahasa Inggris, barangkali memberikan gambaran yang lebih jelas: Sky. Dalam bahasa Indonesia lebih pas disebut sebagai ‘Angkasa’. Istilah lainnya adalah space. Sehingga, angkasa di luar Bumi disebut sebagai Outer Space. Jadi langit adalah Ruang Angkasa.

    Pemahaman tentang langit adalah pemahaman yang cukup rumit. Apalagi jika dikaitkan dengan struktur langit yang tujuh. Untuk langit pertama saja, tidaklah mudah. Bahkan sampai sekarang ilmu Astronomi masih menemui berbagai kendala yang agak rumit dalam mempersepsi struktur alam tersebut. Akan tetapi, Insya Allah semuanya berangsur-angsur bisa dijelaskan.

    Di dalam Al-Qur’an, Allah secara jelas dan berulangkali menginformasikan bahwa langit yang Dia ciptakan itu memang bukan hanya satu, melainkan 7 lapis, sebagaimana diinformasikan dalam ayat berikut ini.

    QS. At Thalaq (65): 12

    ” Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula Bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.”

    QS. Al Mulk (67): 3

    ” Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”

    Dan masih ada beberapa ayat lagi yang bercerita tentang langit yang tujuh. Cuma, kita mesti mencermati penggunaan kata langit (assamaa’ dan assamaawaat – tunggal dan jamak). Kata-kata ini ternyata digunakan oleh Allah untuk menggambarkan ruang di atas Bumi, baik yang berarti atmosfer, maupun yang berarti angkasa luar.

    Penggunaan kata langit yang bermaksud untuk angkasa luar, misalnya adalah yang terdapat dalam ayat-ayat di atas. Dan juga ayat berikut ini.

    QS Fushilat (41): 12

    ” Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

    Di ayat tersebut tergambar jelas sekali bahwa Allah menggunakan kata as samaawaat untuk menggambarkan angkasa luar. Kenapa ada kesimpulan begitu? Karena Dia menggambarkan bahwa langit yang dekat dihiasi dengan bintang-bintang. Dan kita tahu semua bahwa bintang-bintang itu bukan terdapat di atmosfer, melainkan di ruang angkasa.

    Maka, ketika Allah bercerita tentang langit yang tujuh di ayat tersebut, langit yang dimaksu