Sunnah Wudhu’


Sunnah Wudhu’

Berikut sunnah-sunnah wudhu’:

  1. Bersiwak

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,

“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya kuperintahkan mereka bersiwak tiap kali berwudhu” (HR. Abu Dawud no. 46, At Tirmidzi no. 22 dan lainnya, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih At Tirmidzi no. 21)

  1. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali pada awal wudhu’ dan menyela-nyela jari jemarinya.

Dasarnya adalah hadits Utsman bin Affan ra. tentang tata cara wudhu’ Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam, “Utsman bin Affan minta diambilkan air wudhu lalu berwudhu. Dia basuh kedua telapak tangannya tiga kali“. (HR. Muslim no. 226 dan lainnya)

  1. Mengabungkan berkumur dan menghirup air ke dalam hidung dengan segenggam air sebanyak tiga kali.

Abdullah bin Zaid berkata, “Beliau ShallallaHu alaiHi wa sallam berkumur dan menghirup air ke dalam hidung dari satu genggam tangan. Dan beliau melakukannya sebanyak tiga kali” (HR. Muslim no. 235)

  1. Mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri.

Aisyah ra. berkata, “Rasulullah suka mendahulukan bagian kanan saat memakai sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam semua hal” (HR. Al Bukhari, Muslim no. 4122 dan An Nasa-i I/78)

  1. Menggosok

Abdullah bin Zaid berkata, “Nabi diberi tiga mudd air, beliau lalu berwudhu dan menggosok kedua tangannya” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih Ibni Khuzaimah no. 118)

  1. Membasuh 3 kali.

Membasuh tiga kali merupakan sunnah. Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam juga pernah berwudhu satu kali-satu kali (HR. Al Bukhari no. 157, dari Ibnu Abbas ra.) dan dua kali-dua kali (HR. Abu Dawud no. 136, At Tirmidzi no. 430 dan lainnya, dari Abu Hurairah ra.)

  1. Berdoa setelah selesai.

Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang diantara kalian berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian berdoa,

‘AsyHadu al-laa ilaaHa illallaHu wahdaHu laa syariikalaH wa asyHadu anna muhammadan ‘abduHu wa rasullluHu’

Melainkan dibukakan baginya delapan pintu surga, dia memasukinya dari arah mana saja yang ia kehendaki” (HR. Muslim no. 234)

  1. Shalat dua raka’at setelah wudhu

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam berkata kepada Bilal ra. ketika hendak shalat shubuh,

“Wahai Bilal beritahukanlah kepadaku, amalan apa yang paling engkau harapkan yang engkau kerjakan di dalam Islam, karena sesungguhnya aku mendengar suara kedua sandalmu di hadapanku di Surga”

Dia (Bilal ra.) menjawab,

“Tidaklah aku melakukan amalan yang paling aku harapkan (pahalanya), hanya saja aku tidaklah bersuci, baik saat petang maupun siang, melainkan aku shalat (sunnah) dengan apa-apa yang sudah dituliskan tentang shalatku” (HR. Al Bukhari no. 1149 dan Muslim no. 2458)

Maraji’:

Panduan Fiqh Lengkap Jilid 1, Abdul ‘Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.