Rukun Wudhu’


Rukun Wudhu’

Allah Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (QS Al Maa-idah : 6)

Berikut Rukun-rukun wudhu,

  1. Berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung.

Berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung termasuk bagian dari muka atau wajah hingga wajiblah keduanya. (As Sa-iluul Jarraar I/81)

Tentang berkumur kumur dalam berwudhu Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam telah memerintahkan,

“Idzaa tawadhdha’ famadhmidh” yang artinya “Jika engkau berwudhu, maka berkumurlah” (HR. Abu Dawud no. 142, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih Sunan Abi Dawud no. 129)

Begitu pula dengan menghirup air ke dalam hidung, Beliau ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang diantara kalian berwudhu, jadikanlah (hiruplah) air ke dalam hidungnya, lalu semburkanlah” (HR. Abu Dawud no. 140 dan An Nasa-i I/66, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih al Jaami’ush Shaghiir)

  1. Membasuh muka.
  2. Menyela-nyela jenggot.

Dari Anas bin Malik ra., ia berkata, “Jika Rasulullah berwudhu, beliau ambil segenggam air lalu memasukkannya ke bawah dagunya, dengan air itu belia menyela-nyelai jenggotnya. Beliau lantas bersabda, ‘Begitulah Rabbku memerintahkanku’” (HR. Abu Dawud no. 145 dan lainnya, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Irwaa’ al Ghaliil no. 92)

  1. Membasuh kedua tangan hingga siku

Imam Asy Syafi’i berkata dalam kitabnya Al Umm I/25, “Membasuh kedua tangan tidaklah cukup kecuali dengan membasuh antara ujung-ujung jemari hingga siku. Dan tidaklah cukup kecuali dengan membasuh sisi luar, dalam dan samping kedua tangan, hingga sempurnalah membasuh keduanya. Jika meninggalkan sedikit saja dari bagian ini, maka tidak boleh”

  1. Mengusap kepala, termasuk mengusap kedua telinga.

Wajib mengusap kepala secara merata, karena perintah mengusap kepala dalam Al Qur’an masih global maka penjelasannya dikembalikan ke sunnah. Disebutkan dalam Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dan yang lainnya bahwa Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam mengusap kepala beliau secara merata. Disini terdapat dalil atas wajibnya mengusap kepala secara sempurna.

[Imam Al Bukhari memberikan bab tentang mengusap kepala secara keseluruhan atau sempurna pada Kitab Shahihnya yaitu bab mashir ra’si kulliHi liqaulillaHi ta’alaa wamsahuu biru-uusikum (bab mengusap kepala seluruhnya karena firman Allah Ta’ala, “Dan usaplah kepalamu”)]

Lalu bagaimana dengan hadits dari Al Mughirah bin Syu’bah ra. yang menyebutkan bahwa Nabi ShallallaHu alaiHi wa sallam mengusap bagian ubun-ubun dan bagian atas sorban beliau ?

[Berkata Al Mughirah bin Syu’bah ra., “Bahwa Nabi berwudhu’, maka disapunya ubun-ubun serta serbannya, begitu pun kedua sepatunya” (HR. Muslim)]

Jawabannya, “Beliau ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam mencukupkan mengusap ubun-ubun saja karena telah membasuh sisa kepala dengan sempurna, yaitu dengan cara mengusap bagian atas sorban. Inilah pendapat kami. Bukan berarti ini adalah dalil atas bolehnya mencukupkan mengusap ubun-ubun atau sebagian kepala tanpa menyempurnakannya dengan mengusap bagian atas sorban” (Kitab Tafsiir Ibni Katsiir II/24, dengan pengubahan)

Begitu pula dengan kedua telinga, karena ia merupakan bagian dari kepala maka wajiblah untuk mengusapnya. Dasarnya adalah sabda Beliau ShallallaHu alaiHi wa sallam,

“Al udzunaani minar ra’si” yang artinya “Kedua telinga adalah bagian dari kepala” (HR. Ibnu Majah no. 443, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih Sunan Ibni Majah no. 357)

  1. Membasuh kedua kaki dari jari kaki hingga ke mata kaki dan menyela-nyela jari jemarinya, berdasarkan sabda Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam,

“Wa khallil baynal ashaabi’” yang artinya “Dan sela-selailah jari-jemari” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahiih Sunan Abi Dawud no. 629)

Maraji’:

Panduan Fiqh Lengkap Jilid 1, Abdul ‘Azhim bin Badawi Al Khalafi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Jumadil Akhir 1426 H/Juli 2005 M.