Yang Diwajibkan dan Dilarang Shaum Ramadhan.


Fiqih Shaum

Yang Diwajibkan Shaum Ramadhan.

1.. “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian untuk shaum, sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa. ” (Al-Baqarah: 183)

2.. “Diriwayatkan dari Ali ra., ia berkata: Sesungguhnya nabi saw telah bersabda: telah diangkat pena ( kewajiban syar’i/ taklif) dari tiga golongan . – Dari orang gila sehingga dia sembuh – dari orang tidur sehingga bangun – dari anak-anak sampai ia ia bermimpi /dewasa.” (H.R.Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

3.. Kesimpulan

Keterangan di atas mengajarkan kepada kita bahwa: yang diwajibkan shaum Ramadhan adalah: setiap orang beriman baik lelaki maupun wanita yang sudah baligh/dewasa dan sehat akal /sadar.

Yang Dilarang Shaum

1.. “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Disaat kami haidh di masa Rasulullah saw, kami dilarang shaum dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak diperintah mengqadha Shalat “( H.R Bukhary Muslim).

2.. Kesimpulan

Keterangan di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa wanita yang sedang haidh dilarang shaum sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan shaumnya. Di luar Ramadhan ia wajib mengqadha shaum yag ditinggalkannya selama dalam haidh.

Iklan