Berita Alam Kubur: Ruh di Alam Kubur


Berita Alam Kubur

04: “ RUH DI ALAM KUBUR “

Segala puji semata hanya bagi Allah SWT, Dzat Yang Menunjukkan kita pada kebenaran agama-Nya, Yang Menyempurnakan serta Meridhai agama-Nya, Yang membukakan pandangan hati orang yang dicintai-Nya, Yang menguasai takdir, Yang menjadi tempat kembali segala urusan. Semoga rahmat dan salam tetap tercurahkan pada nabi Muhammad SAW, yang telah dipilih oleh Allah SWT dari sekian banyak makhluk-Nya, yang dijadikan oleh-Nya sebagai yang terpilih dari yang terbaik. Semoga terlimpah pula kepada keluarga dan keturunannya, kepada semua nabi, semua keluarga mereka,  dan kepada hamba-hamba-Nya yang salih.

Rasulullah SAW bersabda:

Ketika ruh sudah keluar dari tubuh anak Adam dan telah lewat masa 3 (tiga) hari, maka ruh itu berkata: “ Wahai Tuhanku, izinkanlah aku berjalan sehingga aku bisa melihat jasadku, dimana aku pernah berada dalam jasad tersebut “.

Allah kemudian mengizinkan pada ruh, akhirnya datanglah ruh ke kuburnya, ia melihat jasadnya dari jauh. Darah telah mengalir dari kedua hidungnya dan mulutnya, maka ruh itu menangis dengan tangisan yang lama. Kemudian ruh berkata: “ Wahai jasad yang miskin, wahai kekasihku, apakah kamu ingat hari-hari hidupmu. Ini adalah rumah, yaitu rumah duka cita dan rumah cobaan, rumah kesedihan hati, rumah kesusahan dan rumah penyesalan “. Kemudian ruh itu pergi.  Ketika lewat masa 5 (lima) hari, ruh berkata: “ Wahai tuhanku, izinkanlah aku melihat jasadku lagi “.

Allah kemudian mengizinkan kepada ruh tadi, lalu datanglah ruh ke kuburnya, ia melihat dari jauh. Dan benar-benar telah mengalir dari hidung, mulut serta telinganya nanah kental bercampur darah, maka ruh menangis dengan tangisan yang sangat keras.

Kemudian ruh berkata: “ Wahai jasad yang miskin, apakah kamu ingat hari-hari hidupmu?. Ini adalah rumah duka cita, rumahnya ulat, rumahnya kalajengking. Ulat-ulat itu telah memakan dan merobek-robek kulitmu dan anggota tubuhmu “. Setelah itu, ruh berlalu.

Tatkala lewat masa 7 (tujuh) hari, ruh berkata: “ Wahai Tuhanku, izinkanlah aku untuk melihat jasadku “.

Allah mengizinkan, maka datanglah ruh ke kuburnya, ia melihat dari jauh jasadnya telah dikerubungi oleh banyak ulat. Melihat hal itu, ruh menangis dengan tangisan yang amat keras, seraya berkata: “ Wahai tubuhku, apakah kamu ingat hari-hari hidupmu, dimana anak-anakmu?, dimana kaum kerabatmu?, dimana auratmu?, dimana saudara-saudaramu?, dimana teman dekatmu?, dimana sahabatmu?, dimana tetanggamu, yaitu orang yang ridho bertetangga denganmu. Pada hari ini, mereka menagisi kepadaku dan kepadamu “.

***

Dikutip dari buku “ Daqa’iqul Akhbar “ yang ditulis oleh Imam Abdur Rahman bin Ahmad Al-Qadli dan diterbitkan oleh Pustaka Hikmah Perdana – Jakarta.

Iklan