Berita Alam Kubur: Ruh Yang Menyeru


Berita Alam Kubur

01 : “ RUH yang MENYERU “

Segala puji semata hanya bagi Allah SWT, Dzat Yang Menunjukkan kita pada kebenaran agama-Nya, Yang Menyempurnakan serta Meridhai agama-Nya, Yang membukakan pandangan hati orang yang dicintai-Nya, Yang menguasai takdir, Yang menjadi tempat kembali segala urusan. Semoga rahmat dan salam tetap tercurahkan pada nabi Muhammad SAW, yang telah dipilih oleh Allah SWT dari sekian banyak makhluk-Nya, yang dijadikan oleh-Nya sebagai yang terpilih dari yang terbaik. Semoga terlimpah pula kepada keluarga dan keturunannya, kepada semua nabi, semua keluarga mereka,  dan kepada hamba-hamba-Nya yang salih.

Aisyah ra pernah berkata : Ketika aku sedang duduk bersila didalam rumah, tiba-tiba Rasulullah SAW masuk dengan memberi salam kepadaku. Tatkala aku hendak berdiri untuk menghormati beliau, sebagaimana adat kebiasaanku setiap kali beliau masuk rumah, maka tanpa kuduga beliau berkata : “ Tetaplah duduk di tempatmu tidak perlu engkau berdiri, wahai Ummul Mukminin “.

Aisyah melanjutkan ceritanya : Rasulullah SAW kemudian tiduran dengan meletakkan kepalanya diatas pangkuanku, beliau tidur dengan telentang. Diatas tengkuknya aku berbuat mencari uban jenggotnya. Akhirnya aku melihat dalam jenggot beliau ada 11 rambut putih. Lalu aku berfikir, dalam hati aku mengatakan bahwa beliau ini akan wafat mendahului aku, maka tinggallah umat ini tanpa ada Nabi. Tanpa terasa aku menangis sampai airmataku mengalir di pipi sehingga menetes ke wajah Rasulullah SAW, beliau langsung terbangun dari tidurnya seraya bertanya : “ Apa yang menyebabkan dirimu menangis, wahai Ummul Mukminin ? “.

Kemudian aku menceritakan kepada beliau suatu cerita.  Beliau lalu bertanya kepadaku : “ Saat apa yang paling pedih di alam mayit ? “.

Aku menjawab : “ Tidak ada keadaan yang paling pedih atas diri mayit disaat mayit keluar dari rumahnya, sedangkan anak-anaknya berduka cita dibelakangnya, seraya mengatakan : … aduh… bapak… aduh … Sedangkan ibu dan bapak berkata : … aduh… anakku… aduh … “ .

Nabi SAW lalu bersabda : “ Yang ini lebih pedih lagi “ . Kemudian aku bertanya : “ Apa yang lebih pedih dari itu ya Rasulullah ? “.  Beliau menjawab : “ Tidak ada keadaan yang paling pedih bagi si mayit ketika ia diletakkan dalam liang kubur kemudian diurug dengan tanah. Setelah itu, kembalilah para kerabatnya, anak-anaknya dan para kekasihnya, mereka semua menyerahkan si mayit kepada Allah Ta’ala beserta perbuatan amalnya. Lalu datanglah malaikat Munkar dan Nakir dalam kuburnya “ .

Kemudian Nabi SAW bertanya : “ Saat apa yang paling pedih dari kejadian tersebut ? “ . Aku menjawab : “ Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu “ .

Kemudian beliau bersabda :

Wahai Aisyah, sesungguhnya keadaan yang paling pedih atas diri si mayit adalah ketika orang yang memandikan masuk kepadanya untuk memandikan dirinya, lalu orang yang memandikan mengeluarkan cincin si mayit muda dari jarinya, melepas baju pengantin dari badannya, melepas surban mayit tua atau mayit alim dari kepalanya guna dimandikan.

Pada saat itu, ruhnya memanggil sewaktu melihat si mayit dalam keadaan telanjang, dengan suara yang bisa didengar oleh seluruh makhluk, kecuali jin dan manusia. Ruh itu mengatakan : “ Wahai orang yang memandikan, aku meminta kalian supaya mencopot bajuku dengan pelan, sebab aku pada saat ini benar-benar ingin istirahat akibat dari sakitnya tarikan Malaikat Maut tadi “ .

Ketika orang-orang sedang memandikan mayit, maka berkatalah ruh : “ Wahai orang yang memandikan, kalian jangan memegang aku dengan kuat, sebab jasadku telah luka akibat dari keluarnya ruh “ .

Setelah selesai dimandikan si mayit diletakkan pada kain kafan, kemudian diikat pada tempat kedua telapak kakinya. Pada saat itu si mayit memanggil-manggil : “ Wahai orang yang memandikan, kalian jangan mengikat kain kafan kepalaku sehingga aku bisa melihat wajah istriku, anak-anakku, dan kaum kerabatku, sebab pada hari ini adalah hari yang terakhir kali aku melihat mereka. Hari ini aku akan berpisah dengan mereka, aku juga tidak akan melihat mereka lagi sampai hari Kiamat tiba “ .  Ketika mayit dikeluarkan dari rumah, maka mayit berseru : “ Wahai golonganku, kutinggalkan istriku dalam keadaan janda, kalian jangan menyakitinya. Kutinggalkan anak-anakku dalam keadaan yatim, kalian jangan menyakitinya, sebab pada hari ini aku keluar rumah dan tidak akan kembali lagi pada mereka untuk selamanya “ .

Tatkala mayit diletakkan diatas keranda, si mayit berseru : “ Wahai golonganku, kalian jangan tergesa-gesa membawaku, sehingga aku bisa mendengarkan suara istriku, anak-anakku, serta kaum kerabatku, sebab pada hari ini aku akan berpisah dengan mereka sampai hari kiamat “ .

Pada saat mayit dipikul diatas keranda dan orang-orang yang mengantarkan sudah melangkah 3 (tiga) kali, tiba-tiba ada seruan dengan suara yang bisa didengar oleh segala sesuatu kecuali manusia dan jin. Ruh itu berkata : “ Wahai para kekasihku, wahai para saudaraku, wahai ank-anakku, jangnlah kalian terbujuk oleh tipu daya dunia, sebagaimana dunia telah menipu diriku. Janganlah kalian dipermainkan zaman, sebagaimana zaman telah mempermainkan diriku. Ambillah pelajaran yang aku alami ini, sesungguhnya aku telah meninggalkan semua harta yang telah aku kumpulkan untuk ahli warisku, dan mereka tidak mau menanggung sedikit pun dari kesalahanku. Didalam kubur, Allah menghisab aku, sedangkan kalian bersenang-senang dengan dunia. Kalian juga tidak mendoakan aku ketika kalian menshalati jenasah “ .

Pada waktu sebagian ahlinya dan teman-temannya kembali dari tempat shalat, maka ruh berkata : “ Wahai saudaraku, aku mengetahui bahwa mayit itu lupa di kala hidupnya, tetapi kalian jangan melupakan aku secepat ini sebelum kalian menanamku, sehingga aku bisa melihat pada tempatku. Wahai saudaraku, aku mengetahui bahwa wajah mayit lebih dingin daripada air yang dingin menurut perasaan hati orang yang masih hidup, tetapi kalian janganlah kembali secepat ini “ .

Ketika si mayit diletakkan di dekat kuburnya, ruh berkata : “ Wahai golonganku, wahai saudara-saudaraku, aku telah mendoakan kalian tetapi kalian tidak pernah mendoakan diriku “ .

Saat mayit diletakkan dalam kuburnya, ruh berkata : “ Wahai ahli warisku, aku tidak mengumpulkan harta yang banyak kecuali aku tinggalkan untuk kalian, maka ingatlah kalian kepadaku dengan memperbanyak kebaikan seperti yang telah aku ajarkan kepada kalian tentang isi Al-Qur’an dan tatakrama, janganlah kalian lupa untuk mendoakan aku “ .

***

Dikutip dari buku “ Daqa’iqul Akhbar “ yang ditulis oleh Imam Abdur Rahman bin Ahmad Al-Qadli dan diterbitkan oleh Pustaka Hikmah Perdana – Jakarta.

Iklan