Malam Lailatulqadar


malam lailatul qodrMalam Lailatulqadar

Di dalam khutbah nabi S.A.W yang panjang, sewaktu menyambut bulan Ramadhan, diantaranya nabi S.A.W bersabda : “Sesungguhnya telah sampai kepada kamu bulan mulia bulan mubarak bulan yang berkat yang padanya ada satu malam beribadat padanya lebih baik dari seribu bulan yakni malam Lailatulqadar, seribu bulan lebih kurang 83 tahun 4 bulan. Begitulah istimewanya malam Lailatulqadar”.

Kebesaran malam itu sebenarnya disebabkan dua perkara :

  1. Turunnya Al-Quran Al-Karim yang menjadi panduan dan pertunjuk di dalam kehidupan manusia; serta
  2. Turunnya para malaikat pada suatu angkatan besar yang penuh bercahaya gilang-gemilang yang disertai oleh Jibrail untuk memberi penghormatan kepada orang yang berpuasa ikhlas, dan untuk menyaksikan amal ibadah mereka itu untuk membawa kesentosaan dan rahmat di kalangan penduduk bumi.

Timbul beberapa pendapat dari para ulama mengenai malam Lailatulqadar, antara pendapat mengenai kebesaran Lailatulqadar ialah malam-malam sepuluh yang akhir dalam bulan Ramadhan dan malam-malam yang ganjil, lebih-lebih lagi malam yang kedua puluh tujuh.

Sabda nabi S.A.W dari hadis riwayat Bukhari yang bermakna, “Carilah dengan segala daya upaya kamu malam Lailatulqadar di malam-malam ganjil dari sepuluh yang akhir dari bulan Ramadhan”.

Di dalam riwayat yang lain pula sabda nabi S.A.W yang bermaksud : “Barangsiapa yang ingin mencari malam Lailatulqadar, maka hendaklah ia mencari pada malam dua puluh tujuh”.

Dari kenyataan hadis yang telah disebutkan dapatlah kita membuat ketetapan bahawa Lailatulqadar adalah satu malam saja dalam setahun, ia terletak pada sepuluh akhir Ramadhan. Kita sangat dituntut beribadat kepadanya karena ibadat pada malam itu mendapat pahala yang lebih banyak dari seribu bulan tanpa malam Lailatulqadar.

Para ulama menerangkan bahwa ada hikmah yang tersembunyi pada malam Lailatulqadar, yakni ditentukan malamnya ialah supaya kita berusaha mencari dan meningkatkan ibadat di setiap malam di bulan Ramadhan. Memperbanyakan berdoa semoga memperolehinya, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh ulama-ulama yang soleh.

Tanda-tanda malam Lailatulqadar yang diterangkan di dalam hadis ialah, terbit matahari pada pagi hari dengan bentuk putih bersih, tidak mempunyai sinar yang kuat yakni lembut dan siangnya tidak terus kepanasan, pada hal matahari sangat cerah terang benderang, pada malam itu udaranya sangat nyaman, tidak panas dan tidak sejuk.

Walau bagaimanapun pahala ibadat pada malam Lailatulqadar akan berhasil juga walaupun tanda-tanda tidak dapat dilihat, karena barang siapa beribadat pada malam di seluruh bulan Ramadhan atau di sepuluh yang akhir karena iman dan ikhlas untuk memperolehi malam Lailatulqadar, maka mereka akan mendapat pahala malam Lailatulqadar itu.

Sesungguhnya Allah Subhanahua ta’ala telah menurunkan Al-Quran pada malam Lailatulqadar maka carilah kehebatan dan kebesaran malam Lailatulqadar. Malam Lailatulqadar lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat serta Jibrail dengan izin Allah Subhanahua ta’ala karena ia membawa bermacam-macam perkara.

Sejahteralah malam Lailatulqadar yang berkat itu hingga terbit fajar.

Iklan