Benarkah Syetan Dibelenggu di Bulan Ramadhan?


belengguBenarkah Syetan Dibelenggu di Bulan Ramadhan?

Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA – Direktur Pusat Konsultasi Syariah / syariahonline.com

Tanya:

Konon Syetan itu di belenggu di bulan Ramadhan, tetapi mengapa masih banyak kemaksiatan? juga ada orang kesurupan di bulan ramadhan? Apakah memang ada dalilnya bahwa syetan dibelenggu di bulan ramadhan?

Jawab:

Hadits-hadits yang menyatakan bahwa syetan-syetan akan dibelenggu pada bulan ramadhan adalah hadits shohih yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis, antara lain: Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Ahmad, Ibnu Huzaimah, dan lain-lain.

Dari Abu Hurairah Ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda:”apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga akan dibukakan dan pintu0pintu neraka ditutup serta syetan-syetan akan dibelenggu” (HR. Bukhori No. 1898 dan Muslim 1079).

Ada beberapa penjelasan dari para ulama mengenai maksud dari perkataan Rasulullah SAW bahwasanya syetan-syetan “dibelenggu” pada bulan suci Ramadhan:

Pertama, Al-Hulaimi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan syetan-syetan disini adalah syetan-syetan yang suka mencuri berita dari langit saja yang terjadi di waktu malam bulan Ramadhan. Pada zaman turunnya Al-Quraan, merekapun terhalangi untuk melakukan hal tersebut. Dan dengan adanya belenggu tersebut maka akan menambah penjagaan (sehingga syetan-syetan tersebut tidak mampu melakukannya lagi).

Kedua, syetan tidak bisa leluasa untuk mengganggu dan mencelekakan manusia. Semua jadi tidak seperti biasanya bagi setan, karena manusia sibuk dengan shaum, membaca Al-Quraan dan Berdzikir.

Ketiga, yang dibelenggu tidak semua jenis setan melainkan hanya sebagiannya saja, yaitu syetan-syetan yang membangkang. Hal ini sebagaiman dijelaskan oleh hadits berikut ini:

Dari Abu Hurairah Ra, Rasyulullah SAW bersabda:”pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Yaitu syetan-syetan yang membangkang” (Ibnu Huzaimah, Nasa’I, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Keempat, yang dimaksud dengan dibelenggu merupakan suatu ungkapan atas ketidakmampuan syetan untuk menggoda dan menyesatkan manusia.

Jika ada pertanyaan, mengapa masih banyak terjadi kemaksiatan pada bulan Ramadhan? Bukankah syetan-syetan yang biasa menggoda manusia telah dibelenggu?

Berdasarkan pengertian di atas, para ulama menjawab pertanyaan tersebut dengan empat jawaban:

  1. dibelenggunya syetan hanya berlaku bagi mereka yang melakukan ibadah shaum dengan penuh keikhlasan.
  2. yang dibelenggu hanya sebagian syetan saja, yaitu syetan yang membangkang sebagaimana dijelaskan di atas.
  3. Yang dimaksud adalah berkurangnya tindak kejahatan atau perilaku maksiat. Dan hal tersebut dapat kita rasakan meskipun masih terjadi tindak kejahatan atau kemaksiatan tapi biasanya tidak sebanyak di bulan-bulan lainnya.
  4. tidak mesti dengan dibelenggunya syetan maka kemaksiatan akan hilang atau terhenti, karena masih ada sebab-sebab lainnya selain setan. Bisa jadi kemaksiatan tersebut timbul karena sifat jelek manusianya, adat istiadat yang rusak, lingkungan masyarakat yang sudah bobrok, serta kemaksiatan tersebut bisa juga disebabkan oleh syetan-syetan dari golongan manusia.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa melihat kitab Fathul Bari IV/114-115 serta kitab ‘Umdatul Qari X/386 dan Ikmalul Mu’lim IV/6.

***

Di tulis ulang dari: FIQIH Ramadhan, DR. Salim Segaf Al-Jufri, MA, Crescent Press

Iklan