Menikmati Kritik Dan Celaan


kritikMenikmati Kritik Dan Celaan

KH Abdullah Gymnastiar

Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala  dirinya ditimpa kritik, celaan atau penghinaan orang lain.  Bagi orang yg lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah & resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dgn memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dg cara  mengorek-ngorek aib lawannya atau mencari dalih dalih untuk membela diri, yg ternyata ujung dari perbuatannya tsb hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan bathin dan kegelisahan.

Lain halnya dengan orang yang memiliki kejernihan hati dan ketinggian  akhlak. Ketika datang badai kritik, celaan serta penghinaan seberat  atau sedahsyat apapun, dia tetap tegar tak goyah sedikitpun. Malah ia  menikmatinya karena yakin bahwa semua musibah yang menimpa semata-mata  terjadi dengan seijin ALLOH Azza wa Jalla.

ALLOH tahu persis segala aib dan cela hamba-Nya dan Dia berkenan  memberitahunya dengan cara apa saja dan melalui siapa saja yang  dikehendaki-Nya. Terkadang berbentuk nasihat yg halus, adakalanya lewat  obrolan dan guyonan seorang teman, bahkan tak jarang berupa cacian teramat  pedas dan menyakitkan. Ia pun bisa muncul melalui lisan seorang guru, ulama,  orang tua, adik atau siapa saja. Terserah ALLOH.

Jadi mengapa kita harus merepotkan diri membalas orang-orang yg menjadi  jalan keuntungan bagi kita? padahal seharusnya kita bersyukur dengan  sebesar-besar syukur karena mereka sudi meluangkan waktu memberitahukan segala kejelekan dan aib yang mengancam amal-amal shaleh kita di akhirat kelak. Karenanya, jangan aneh jika kita saksikan orang-orang mulia dan ulama  yang saleh ketika dihina dan dicaci, sama sekali tidak menunjukkan perasaan sakit hati dan keresahan.Sebaliknya mereka bersikap penuh kemuliaan dengan berterima kasih atas pemberitahuan ihwal aib yang justeru tidak sempat terlihat oleh diri sendiri.

Sahabat, bagi kita yang berlumur dosa ini, haruslah senantiasa waspada  terhadap pemberitahuan dari ALLOH yang setiap saat bisa datang dengan  berbagai bentuk.

ALLOH SWT berfirman :”Dan janganlah engkau berduka cita karena perkataan mereka. Sesungguhnya kekuatan itu bagi ALLOH semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(QS Yunus (10):65)

Manusia memang sering lupa bahwa qudrah dan iradah ALLOH itu berada diatas segalanya, sehingga menjadi sombong dan takabur, seakan-akan dunia dan isinya ini berada dalam genggaman tangannya. Na’udzubillah.

Timbulnya keresahan didalam hati, pembelaan diri atau keinginan membalas  menyakiti adalah karena pikiran kita terlampau terfokus pada makhluk. Padahal mereka hanyalah jalan bagi sampainya pemberitahuan ALLOH kepada  kita.

Nah Sahabat mudah-mudahan ALLOH memberikan kekuatan kepada kita untuk  dapat melakukan semua ini karena mau tidak mau kejadian itu akan datang  juga menimpa diri kita suatu saat.

***

Sumber : isnet.org

Iklan