Kesengsaraan Dalam Neraka


taubatKesengsaraan Dalam Neraka

Allah telah menciptakan bagi manusia untuk diakhirat nanti dua tempat tinggal, yaitu “SURGA” dan “NERAKA”. Masing-masingnya akan dihuni oleh penghuni-penghuni yang telah ditentukan baginya.

Yang akan menjadi penghuni surga antara lain ialah manusia-manusia yang menta’ati Allah dan Rasul-Nya, menjalankan segala perintah agama dan menjauhkan / menjahui segala larangan agama.

Firman Allah SWT: “Dan orang-orang yang menta’ati Allah dan Rasul-Nya niscaya Ia (Allah) masukkan dia kedalam surga“. (QS. An Nisa’ ayat 13).

Atau manusia-manusia yang beriman dan beramal saleh, sebagaimana firman Allah SWT: “Dan beri kabar gembiralah orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bahwasanya bagi mereka adalah surga” (QS.Al Baqarah: 25).

Firman Allah SWT: “Sesungguhnya bagi orang-orang yang taqwa disisi Tuhan mereka adalah surga na’im“. (QS. Al Qalm ayat 34

Yang menjadi penghuni neraka antara lain ialah:

Manusia-manusia yang “Fasiq”, yaitu antara lain orang-orang Islam yang tidak melaksanakan perintah Allah atau mengerjakan larangan Allah, sebagaimana difirmankan Allah: “Dan adapun orang-orang yang fasiq (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak ke luar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) kedalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”. (QS. As Sajadah ayat 20). Bahkan kamu menganggapnya enteng (pen).

Orang-orang “Munafiq”, yaitu orang-orang yang mengaku beragama Islam dengan mulutnya, dengan pengakuannya, (KTP-nya) dan mungkin juga mengerjakan sebahagian ajaran Islam, mengerti ajaran Islam namun tidak mendirikan shalat, shalatnya hari Jum’at saja, tidak membayar zakat, tetapi hatinya anti Islam, sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka“. (QS. An Nisa’ ayat 145).

Orang-orang kafir dan orang-orang musyrik, Firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tempat mereka di dalam neraka Jahanam; mereka kekal didalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk“. (QS. Al Bayinah ayat 6). Lebih hina dari binatang (pen).

Orang-orang Islam bisa pula jadi musyrik tersebut, seperti orang-orang Islam yang menggantungkan azimat di lehernya, ditangannya, dikakinya atau dirumahnya, ke kuburan para wali minta berkah, perdukunan, dsb. Tentang menggantungkan azimat itu syirik, Nabi Muhammad SAW menyabdakan sebagai berikut: “Sesungguhnya jampi-jampi, azimat dan sihir adalah syirik”. (Hadits Riwayat: Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Hakim). Jadi orang-orang yang fasiq, munafiq, musyrik, berselingkuh, korupsi, maling, musyrik, yang melanggar larangan agama, yang melalaikan sholatnya, juga menjadi penghuni neraka.

Kesengsaraan yang akan dialami oleh manuasia di dalam neraka antara lain:

  1. Tempatnya berdesak-desakan, sebab walaupun isinya sudah penuh sesak, namun akan ditambahi terus. Firman Allah SWT: “Pada hari Kami bertanya kepada neraka jahanam: Apakah engkau sudah penuh sesak? Neraka jahanam menjawab: Masih adakah tambahan ? (QS.Qaf ayat 30)
  2. Makanannya dari pohon zaqqum, yaitu sebangsa pohon yang tumbuh di neraka, yang amat jelek dan rasanya sangat pahit, sampai dalam perut seperti minyak atau air yang mendidih. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. Ia (pohon zaqqum) sebagai kotoran minyak yang mendidih didalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas”. QS. Ad Dukhaan ( Kabut) ayat 43 -44, 45 dan 46.

Buah pohon zaqqum makanan ahli neraka. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas“. QS. Ash Shaaffaat ayat 63, 64, 65, 66, dan 67.

Allah berfirman: “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya”. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada pula makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa. (Qs-Al Haaqqah (69) ayat 25 s/d 37).

  1. Minumanya air mendidih dan air nanah. Firman Allah SWT: “Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula mendapat minuman, selain air yang mendidih dan nanah“. QS.An Naba’ ayat 24 & 25.

Firman Allah SWT: “Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zhalim itu neraka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi dengan air seperti besi mendidih menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”. (QS.Al Kahfi ayat 29).

  1. Pakaiannya dari api. Firman Allah SWT: “Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit mereka“. QS. Al Hajj (Haji) ayat 19 & 20.
  2. Dikelilingi oleh api. Firman Allah SWT: “Bagi mereka lapisan-lapisan dari api diatas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan dari api. Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku“. QS. Az Zumar ayat 16
  3. Tidak akan mati dan tidak pula akan hidup. Firman Allah SWT: ” Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya (peringatan), yaitu orang yang celaka yang terpanggang di dalam api yang amat besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup“. QS.Al A’laa ayat 11, 12 dan 13.
  4. Setiap kali kulitnya sudah hangus akan diganti lagi dengan kulit yang baru. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami panggang mereka kedalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS. An Nisaa’ ayat 56.
  5. Tertutup sama sekali dari rahmat Allah. Firman Allah SWT: “Sekali-kali tidak, maksudnya sekali-kali tidak seperti apa yang mereka katakan, bahwa mereka dekat pada sisi Tuhan. Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan kepada mereka: Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan“. QS.Al Muthaffiffiin ayat 15, 16 & 17. (Kamu sepelekan, kamu anggap enteng, kamu remehkan, kamu anggap keciil-pen).
  6. Sehingga sewaktu mereka meminta kepada penghuni surga sedikit air, penghuni surga menjawab: Allah mengharamkannya atas kamu. Firman Allah SWT: “Penghuni neraka berseru kepada penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah di rezikikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir. QS.Al A’raaf ayat 50.
  7. Azab mereka yang paling ringan ialah bersandal dari api. Tetapi begitu dipakai (di injak) otak pemakainya menjadi mendidih. Sabda Nabi Muhammad SAW: “Seringan-ringan azab bagi manusia ( di neraka) ialah memakai sandal dan ikatannya dari api, mendididh otaknya karenanya, sebagai mendidihnya air di dalam kuali, ia tidak melihat ada orang lain yang (dianggapnya) lebih berat azabnya dari dia, padahal dialah orang yang paling ringan azabnya. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Itulah yang kami dapat kutibkan dari kitab Al Qur’an, bisa dicek langsung ke Al Qur’an, Al Qur’an adalah kitab Allah yang paling sempurna dan mutlak kebenarannya. Yang tersebut diatas sebahagian dari kesengsaraan yang akan diderita oleh penghuni-penghuni neraka. Tetapi walaupun demikian sudah sangat mengerikan sekali. Oleh sebab itu seharusnya hal ini mendorong kita untuk menghindarinya dengan segala kemampuan yang kita miliki.

Kalau kiranya kita sudah terlanjur mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan membawa kita ke dalam neraka tersebut, seperti perbuatan syirik (musyrik) menyekutukan Allah, membunuh orang atau menyuruh membunuh orang yang dilarang untuk dibunuh, berzina, melacur, berselingkuh, berghibah (ghosib), korupsi, ingkar janji, berdusta, berbohong, memakan yang diharamkan dimakan, fasiq, kafir, munafiq, riya, sihir, dsb yang dilarang oleh agama, maka hendaklah kita cepat-cepat bertaubat nasuha (bertaubat atas perbuatannya dan berjanji tidak akan diulanginya lagi), memperbaiki iman dan beramal saleh sebanyak-banyaknya. Karena kalau kita sudah taubat, iman sudah baik dan amal saleh sudah banyak, maka dosa-dosa kita yang lalu itu akan diampuni oleh Allah dan diganti oleh Allah dengan kebaikan, sungguh Allah itu Maha (Amat) Pengampun dan Maha (amat besar sekali) kasih sayang-Nya kepada kita, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.

Firman Allah SWT: “Dan orang-orang yang tidak menyeru Tuhan yang lain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan, kecuali dengan jalan yang benar dan tidak berzina dan barangsiapa yang mengerjakan yang demikian itu ia akan bertemu dosa (neraka). Dilipat gandakan baginya azab pada hari kiaamat dan ia kekal di dalamnya dengan sangat hina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan beraamal saleh, maka Allah akan menggantikan kejahatan-kejahatan mereka itu dengan kebaikan-kebaikan, karena Allah itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“. QS. Al Furqan ayat 68 s/d. 70.

Marilah kita berdo’a, semoga Allah SWT senantiasa selalu membimbing kita kejalan yang diridhoi-Nya, kejalan yang benar dan semoga Allah memberi kekuatan iman kita untuk menjauhkan dari segala perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya dan agar kita senantiasa dapat melaksanakan segala perintah-Nya dengan hati yang tulus, yang ikhlas, ridho, jadikan hidup ini sebagai ibadah, agar kita semua terhindar dari siksa neraka, dan mendapat surga yang telah dijanjikan-Nya. Insya Allah, Amien ya Rabbal ‘alamiin.

***

Kiriman Sahabat Indra Subhni