Menggerakan Jari Saat Tasyahud


tahiyatMenggerakan Jari Saat Tasyahud

Sunnah hukumnya mengangkat jari telunjuk dan menggerakannya saat tasyahud dalam shalat. Sebagaimana hadist Nabi Saw: “kemudian beliau mengangkat telunjuknya dan saya melihat beliau menggerakannya dan berdoa”(HR: Ahmad).

Imam Baihaqi berkata : “Mungkin saja yang dimaksud ‘menggerakan’ dengan isyarat dengan telunjuk’ tidak berarti menggerakan berkali-kali, sesuai dengan hadist riwayat Ibnu Zubair: bahwa Nabi SAW memberi isyarat dengan jarinya jika membaca do’a dan tidak menggerakannya”(HR:Abu Dawud dengan isnad shohih).

Dari hadist tersebut, dan hadist lainnya, terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama tentang menggerakan jari telunjuk saat tasyahud:

  1. Ulama Al syafi’i berpendapat bahwa memberi Isyarat jari telunjuk hanya sekali saat mengucapkan “illalah”yang terdapat dalam tasyahud.
  2. Ulama Hanafi berpendapat mengangkat jari telunjuk ketika lafadz nafi atau” laa” dan meletakannya kembali saat membaca “illalah”(itsbat).
  3. Ulama Malik berpendapat mengerakannya kekiri dan kekanan hingga selesai shalat.
  4. Ulama Hambali berpendapat; memberi isyarat setiap kali mengucap lafadz Jalalah (allah) sebagai isyarat tauhid, dan tidak menggerak-gerakannya.

***

(Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah)