Berdzikir


dzikir 2Berdzikir

Sawaluddin Ukkas

Dzikir atau mengingat Allah, ialah apa yang dilakukan oleh hati dan lisan berupa tasbih atau mensucikan Allah Ta’ala, memuji dan menyanjungNya, menyebutkan sifat-sifat kebesaran dan keagungan serta sifat-sifat keindahan dan kesempurnaan yang telah dimilikiNya.

  1. Allah telah menitahkan kita agar banyak berdzikir,

Firman Allah “Hai orang-orang yang beriman! Berdzikir kamu kepada Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah padaNya diwaktu pagi maupun petang.” (Al Ahzab 41 -42)

  1. Allah menyatakan bahwa Ia akan mengingat orang yang ingat atau berdzikir kepadaNya :

Firman Allah, “Berdzikirlah kamu kepadaKu, niscaya Aku akan ingat pula kepadamu” (Al Baqarah 152).

Dan dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Allah berfirman :

“Aku ini adalah menurut dugaan hambaKu, dan Aku menyertainya dimana saja ia berdzikir kepadaKu. Jika ia berdzikir atau ingat padaKu dalam hatinya, maka Aku akan ingat pula padanya dalam hatiKu dan dan kalau mengingatKu di depan umum, maka Aku akan mengingatnya pula di depan khalayak yang lebih baik. Dan seandainya ia mendekatkan dirinya kepadaKu sejengkal, Aku akan mendekatkan diriKu kepadanya sehasta, dan jika ia mendekat kepadaKu sehasta, Aku akan mendekatkan diriKu kepadanya sedepa, dan jika ia datang kepadaKu secara berjalan kaki, Aku akan datang padanya dengan berlari”.

  1. Allah SWT, telah menetapkan ahli dzikir itu sebagai golongan istimewa dan terkemuka.

Sabda Rasulullah saw. : “Telah majulah orang-orang yang istimewa !” Tanya mereka : “Siapakah orang-orang yang istimewa itu ?” Ujarnya : “Mereka ialah orang-orang yang berdzikir kepada Allah, baik laki-laki maupun wanita”. (Hadits riwayat : Muslim)

  1. Orang-orang yang berdzikir itulah pada hakikatnya orang-orang yang hidup.

Diterima dari Abu Musa bahwa Nabi saw bersabda : “Perumpamaan orang-orang yang dzikir kepada Allah dengan yang tidak, adalah seperti orang yang hidup dengan yang mati !” (Riwayat Bukhari).

  1. Berdzikir merupakan pokok pangkal amal-amal saleh, maka barang siapa diberi taufik untuk melakukannya, ia telah diberi kesempatan untuk menjadi wali Allah. Oleh sebab itulah Rasul saw selalu dzikir kepada Allah setiap saatnya, dan pernah berpesan kepada seorang laki-laki yang mengatakan kepadanya ” Mengenai syari’at-syariat Islam telah banyak anda sebutkan padaku. Sekarang sebutkan pula padaku sesuatu yang harus aku pegang teguh !”

Maka ujar Nabi saw : “Mulutmu tidak akan kering disebabkan dzikir kepada Allah”. dan kepada sahabat-sahabatnya dipesankan : “Maukan kamu saya tunjukkan yang lebih utama dan lebih suci di sisi Tuhanmu, lebih meningkatkan derajatmu dan lebih berharga dari menafkahkan emas dan perak, bahkan lebih baik dari menghadapi menghadapi musuhmu dimana kamu akan berusaha akan menebas leher mereka, sebaliknya mereka berusaha akan menebas lehermu?” “Mau”, wahai Rasulullah”, ujar mereka. Maka sabdanya : “Yaitu berdzikir kepada Allah !”

(Diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, juga oleh Hakim yang menyatakan isnadnya sah).

  1. Ia juga merupakan jalan kebebasan, yakni dari siksa.

Diterima dari Mu’adz ra. bahwa Nabi saw. bersabda : ” Tidak satupun amal yang dikerjakan oleh anak cucu Adam, yang lebih membebaskan dari siksa Allah dari pada dzikir kepada Allah ‘azza wajallah”. (Riwaya Ahmad).

Sumber : Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq