Di bawah lutut, Di atas mata kaki !!


isbalDi bawah lutut, Di atas mata kaki !!

Adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mentaati beliau dengan melaksanakan perintahnya serta menjauhi larangannya dan membenarkan berita yang dibawa beliau.Tanda bukti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah terus komitmen melaksanakan simbol – simbol islam dalam bentuk perintah, larangan, ucapan, keyakinan, maupun amalan. Diantaranya adalah membiarkan jenggot dan memendekkan pakaian sebatas mata kaki yang itu semua dilakukan karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengharapkan pahala-Nya.

Larangan Berbuat Isbal

Isbal adalah menurunkan pakaian di bawah mata kaki baik itu berupa celana ataupun sarung. Mereka yang melakukan perbuatan Isbal pada pakaian bahkan sampai terseret di tanah, itu adalah perbuatan yang mengandung bahaya yang besar, kalau kesandung gimana? Bisa jadi celananya cepat sobek dan lusuh.

Selain itu karena menentang perintah Allah dan Rasul-Nya, melaksanakan apa yang dilarang Allah dan Rasulnya adalah sikap menentang, pelakunya akan mendapat ancaman yang keras. Firman Allah Azza wa Jalla dalam surat An – Nisaa:115 : “Barangsiapa yang menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti selain jalannya Sabilil Mukminin (para shahabat) maka kami biarkan dia tenggelam dalam kesesatan dan kami masukkan ke neraka jahannam. Dan itu merupakan seburuk-buruk tempat kembali.”

dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat.”(Hr Bukhari dan lainnya)

Pengertian sombong adalah sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam:”Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (Riwayat Muslim di dalam hadits yang panjang)

Dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabada: “Isbal berlaku pada sarung, gamis dan serban. Siapa yang menurunkan pakaiannya sedikit saja karena sombong, tidak akan dilihat Allah di Hari Kiamat.” (Hr Abu Daud, Nasa’I dan Ibnu Majah. Hadits shahih).

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhari:”Apa saja yang berada di bawah mata kaki berupa sarung maka tempatnya di neraka.”

Diriwayatkan oleh Imam Malik dan Abu Daud dengan sanad yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sarung seorang mukmin sebatas kedua betisnya. Tidak mengapa bila dia menurunkan dibawah itu selama tidak menutupi kedua mata kaki. Dan yang berada di bawah mata kaki tempatnya di neraka.”

Isbal jika dilakukan karena tidak sombong dan angkuh apakah itu juga diharamkan?

Isbal tidak boleh dilakukan (haram) secara mutlak bagi pria apakah itu karena sombong atau tidak. Berdasarkan keumuman nash hadits yang diriwayatkan Bukhari dalam shahihnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Apa yang dibawah mata kaki berupa sarung, maka tempatnya adalah di neraka.”

Dari Abu Dzarr radliyallahu ‘anhu, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Ada 3 golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat, tidak dilihat (dengan pandangan rahmat) dan tidak dibersihkan dari dosa serta mereka akan mendapat azab yang sangat pedih, yaitu pelaku isbal, pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya)

Dari sini jelas bahwa Larangan isbal bersifat umum dan mutlak (apakah itu karena sombong /tidak) dan tidak boleh menganggap larangan isbal hanya karena sombong saja. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan semua perbuatan isbal termasuk kesombongan, karena secara umum perbuatan itu tidak dilakukan kecuali memang demikian.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya: “Jauhilah olehmu Isbal, karena dia termasuk perbuatan sombong.” (Hr Abu daud, dan tirmidzi dengan sanad yang shahih)

PENUTUP

Renungkanlah firman Allah Azza Wa Jalla dalam surat Al-Hasyr:7

“Apa yang diberikan rasul kepada kalian, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah,dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.”

Semoga Allah memberi manfaat kepada saya dan Anda sekalian melalui Hidayah Kitab-Nya dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendengarkan ucapan yang benar kemudian mengikutinya. Wallahu ta’ala a’lam .

***

Sumber : Risalah kecil Bolehkah memanjangkan celana sampai di bawah mata kaki bagi muslim ? Oleh : Abu Abdirrahman Hamzah Al Atsari