Management Dan Audit Zakat (9)


zakatManagement Dan Audit Zakat (9)

Pengauditan Zakat Hak Milik

Definisi dan cara menaksir nilainya menurut sistem akuntansi konvensional:

Yang dimaksud dengan hak milik adalah hak milik bersih pemegang saham (pemilik perusahaan) yaitu perbedaan antara total nilai barang-barang modal dikurangi dengan total tagihan-tagihan dan potongan-potongan. Ini dapat digambarkan dalam persamaan berikut:

Hak milik = barang-barang modal – (tagihan dan potongan).

Hak milik dapat mencakup point-point berikut:

  1. Modal
  2. Biaya-biaya persediaan (cadangan)
  3. Keuntungan yang belum dibagi-bagikan

Definisinya menurut hukum Islam:

Hak milik disebut juga dengan tanggungan keuangan bersih. Materi ini telah dibicarakan oleh pakar fikih secara panjang lebar dalam buku-buku fikih, bab modal.

Point-point hak milik di atas akan dijelaskan berikut, baik dari segi definisi, cara kalkulasinya menurut sistem akuntansi konvensional berikut cara penaksiran nilainya menurut hukum Islam dari kaca mata pengauditan zakat.

  1. Pengauditan zakat saham (modal)

Definisi dan cara menaksir nilainya menurut sistem akuntansi konvensional:

Yang dimaksud dengan istilah ini adalah sejumlah dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham dalam suatu perusahaan modal yang terdiri dari banyak saham. Setiap saham dianggap sebagai satu kuota dari modal perusahaan secara keseluruhan. Saham tersebut adalah berbentuk nilai nominal yang harus dibayar.

Cara penaksiran nilainya menurut hukum Islam:

Modal yang harus dibayar adalah merupakan hak milik pemegang saham yang terlihat dalam bentuk nilai nominal yang harus dibayar masing-masing. Modal ini adalah merupakan sumber pendanaan perusahaan untuk jangka panjang yang secara hukum tidak dianggap sebagai utang atas perusahaan, oleh sebab itu tidak dapat dipotong dari barang-barang zakat.

  1. Pengauditan zakat biaya-biaya cadangan

Definisi dan cara menaksir nilainya menurut sistem akuntansi konvensional:

Yang dimaksud dengan istilah ini adalah sejumlah dana yang disisihkan dari penghasilan bersih yang dapat didistribusikan untuk menunjang kondisi perusahaan atau untuk pendanaan kegiatannya di masa mendatang ataupun untuk mengimplementasikan peraturan pemerintah.

Di antara contoh cadangan tersebut adalah sbb:

  • Cadangan untuk suatu peraturan yang bersifat mengikat
  • Cadangan untuk peraturan yang bersifat opsional
  • Cadangan untuk penggantian barang-barang modal
  • Cadangan untuk modal dasar.

Dalam pelaksanaan biaya-biaya cadangan ini harus diperhatikan aturan-aturan pelaksanaan dan kaidah-kaidah akuntansi yang berlaku umum. Biaya-biaya ini akan nampak dalam daftar keuangan pusat pada point hak milik.

Cara penaksiran nilainya menurut hukum Islam:

Biaya-biaya cadangan ini dianggap sebagai hak milik para pemegang saham, karena bersumber dari keuntungan yang sudah merupakan hak mereka, sesuai dengan jumlah aset yang tertulis dalam daftar. Biaya-biya cadangan ini tidak dapat dipotong dari barang-barang zakat, karena termasuk keuntungan yang disisihkan untuk para pemegang saham, pemilik perusahaan atau untuk perusahaan itu sendiri, oleh sebab itu tidak termasuk dalam ikatan-ikatan yang harus dibayar.

  1. Pengauditan zakat modal tambahan

Definisi dan cara menaksir nilainya menurut sistem akuntansi konvensional:

Yang dimaksud dengan istilah ini adalah sejumlah dana yang dibayar oleh para pemegang saham sebagai penambahan saham baru. Jumlah ini dapat terlihat dari perbedaan antara nilai saham nominal dengan nilai saham sewaktu pencatatan. Dana ini diperlakukan sebagai dana cadangan modal dan kadang-kadang dianggap sebagai hak milik.

Cara penaksiran nilainya menurut hukum Islam:

Dana ini dianggap sebagai dana cadangan, oleh sebab itu tidak dapat dipotong dari barang-barang zakat.

  1. Pengauditan zakat keuntungan yang belum didistribusikan

Definisi dan cara menaksir nilainya menurut sistem akuntansi konvensional:

Yang dimaksud dengan istilah ini adalah sejumlah dana yang dihasilkan oleh perusahaan pada tahun-tahun yang lalu, karena satu dan lain hal belum didistribusikan kepada pemegang saham. Pengauditannya dilakukan setelah dewan umum menyetujui pelaksanaan kegiatan pembagian keuntungan yang dibuat sepengetahuan ketua dewan direksi perusahaan modal tersebut.

Cara penaksiran nilainya menurut hukum Islam:

Dana yang belum didistribusikan dianggap sebagai hak milik para pemegang saham yang tidak bisa dipotong dari barang-barang zakat, karena dari segi pemilikan tidak berbeda dari dana cadangan.

  1. Pengauditan zakat kerugian yang belum didistribusikan

Definisi dan cara menaksir nilainya menurut sistem akuntansi konvensional:

Yang dimaksud dengan istilah ini adalah kerugian yang terjadi dalam priode anggaran tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya, karena satu dan lain hal belum didistribusikan kepada para pemegang saham.

Cara penaksiran nilainya menurut hukum Islam:

  • Kerugian yang belum didistribusikan dianggap pengurangan terhadap hak milik.
  • Kerugian ini tidak mempengaruhi barang-barang zakat dalam point-point daftar pendapatan (kalkulasi untung rugi).