Kembalikan Keranjang Itu!


ibu dan anak lelakinya berdoaKembalikan Keranjang Itu!

Suatu kali ada sepasang suami istri yang hidup serumah dengan ayah sang suami. Orang tua ini sangat rewel karena cepat tersinggung dan tak henti-hentinya mengeluh. Akhirnya suami istri itu memutuskan untuk mengenyahkannya. Sang suami memasukkan orang tua itu ke dalam keranjang yang dipanggul di bahunya. Ketika ia sedang bersiap-siap meninggalkan rumah, anak laki-lakinya yang baru berusia sepuluh tahun muncul dan bertanya, “Ayah, kakek hendak dibawa ke mana?”

Sang Ayah menjawab bahwa ia bermaksud membawa kakek anak itu ke gunung agar ia bisa belajar hidup sendiri. Anak itu terdiam, namun pada waktu ayahnya sudah berlalu, ia berteriak, “Ayah, jangan lupa membawa keranjangnya pulang.”

Ayahnya merasa aneh, sehingga ia berhenti dan bertanya mengapa. Anak itu menjawab, “Aku memerlukannya untuk membawa ayah nanti kalau ayah sudah tua.”

Orang itu segera membatalkan niatnya membawa ayahnya ke gunung. Sejak saat itu suami istri itu memperhatikan orang tua sang suami dengan penuh kasih sayang dan memenuhi semua kebutuhannya.

Jika anak hidup dengan saling pengertian, ia belajar menjadi sabar

Jika anak hidup dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Jika anak hidup dengan pujian, ia belajar menghargai

Jika anak hidup dengan kejujuran, ia belajar menjadi adil

Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar memiliki kepercayaan

Jika anak hidup dalam dukungan, ia belajar menyukai dirinya sendiri

Jika anak diterima dan hidup dalam persahabatan, ia belajar menemukan cinta di dunia

Iklan