Kebaikan Itu Sangat Mudah Dilakukan


tetes-airKebaikan Itu Sangat Mudah Dilakukan

Ketika itu satu jam menjelang shalat Zhuhur di Masjidil Haram cuaca sangatlah terik. Tiba-tiba seorang lelaki yang sudah sangat tua berdiri dan memberikan air dingin kepada orang-orang yang hadir dan beri’tikaf di tempat itu. Tangan kanannya memegang sebuah gelas, dan tangan kirinya memegang yang sebuah lagi. Dia memberi minum jamaah dengan air zam-zam. Setelah seseorang selesai minum maka dia mengambil air dan kembali memberi minum kepada yang lain. Betapa banyak orang yang ia beri minum. Keringatnya mengucur deras sedangkan orang-orang hanya menunggu giliran mendapatkan air minum dari orang tua tadi. Semangat, kesabaran dan kecintaannya kepada kebaikan, serta wajahnya yang selalu menebar senyum saat memberi minum sangatlah mengagumkan.

Ternyata kebaikan itu sangat mudah dilakukan oleh siapa saja yang oleh Allah dimudahkan untuk melakukannya. Allah memiliki simpanan kebaikan yang banyak sekali, yang akan mengaruniakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Allah mengalirkan keutamaan kepada orang-orang yang baik yang senang melakukan kebaikan kepada sesama dan tidak senang melihat keburukan menimpa sesama.

Abu Bakar siap menempuh semua bahaya pada saat hijrah untuk melindungi Rasulullah. Abu Ubaidah tidak tidur malam di tengah tentaranya yang nyenyak tertidur. Umar bin al-Khaththab keliling kota Madinah pada saat penduduk Madinah sedang terlelap tidur. Pada musim paceklik, Umar hanya bisa membolak- balikan badan karena lapar, sebab makanannya sendiri ia bagikan kepada rakyatnya. Hatim rela tidur dalam keadaan lapar asal tamu-tamunya kenyang. Ibnul Mubarak memberi makanan kepada orang lain padahal ia sendiri dalam keadaan puasa.

“Mereka memberi makan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang-orang tawanan” [AL Insaan: 76:8 ]

Demikian seperti diceritakan oleh DR. ‘Aidh al-Qarni dalam bukunya La Tahzan.