Memelihara Sholat


sholat-2Memelihara Sholat

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Barang siapa memelihara salat, Allah akan memuliakannya dengan lima hal:

  1. Dihindarkan dari kesempitan hidup.
  2. Diselamatkan dari siksa kubur.
  3. Dikaruniai kemampuan untuk menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan.
  4. Dapat melewati jembatan (shirath) secepat kilat.
  5. Dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.

Dan barang siapa meremehkan salat, Allah akan menyiksanya dengan 15 siksaan, yaitu 6 siksaan dalam kehidupan di dunia, 3 siksaan ketika meninggal, 3 siksaan di alam kubur, dan 3 siksaan saat bertemu Tuhannya di mahsyar.

Adapun 6 siksaan yang ditimpakan di dunia adalah:

  1. Dicabut keberkahan umurnya.
  2. Dihapus tanda kesalehan dari wajahnya.
  3. Tidak diberi pahala oleh Allah semua amal yang dilakukannya.
  4. Tidak diangkat ke langit doanya.
  5. Tidak memperoleh bagian doa kaum sholihin.
  6. Tidak beriman ketika ruh dicabut dari tubuhnya.

Adapun 3 siksaan yang ditimpakan saat meninggal dunia ialah:

  1. Mati secara hina.
  2. Mati dalam keadaan lapar.
  3. Mati dalam keadaan haus. Andaikata diberi minum sebanyak lautan di bumi, ia tak akan merasa puas.

Adapun 3 siksaan yang dilaksanakan di dalam kubur ialah:

  1. Kubur menghimpit orang itu hingga tulang-tulangnya berantakan.
  2. Kuburnya dibakar. Sepanjang siang dan malam tubuhnya berkelejatan menahan panas.
  3. Dalam kubur ia diserahkan kepada seekor ular yang bernama As-Syuja’ul ‘Aqra’. Kedua mata ular itu berujud api dan kukunya berupa besi. Panjang kukunya adalah sepanjang satu hari perjalanan. Ia akan mengenalkan diri kepada si mayit, “Aku adalah As-Syuja’ul Aqra’,” suaranya menggeledek, “Aku diperintahkan Allah SWT untuk menyiksamu, karena kau mengundurkan salat subuh hingga terbit matahari, mengundurkan salat Dhuhur hingga Ashar, mengundurkan salat Ashar hingga Maghrib, mengundurkan salat Maghrib hingga Isya’, serta mengundurkan salat Isya hingga Subuh.”

Setiap kali ular itu memukul, tubuh si mayit melesak 70 hasta10 ke dalam bumi. Ia disiksa di dalam kuburnya hingga hari kiamat. Di hari kiamat nanti pada wajahnya tertulis tiga baris kalimat: Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah, maka hari ini berputusasalah kamu dari rahmat-Nya.

Tiga siksaan yang dilakukan ketika bertemu dengan Tuhannya adalah:

  1. Ketika langit terbelah, malaikat menemuinya dengan membawa rantai sepanjang 70 hasta untuk mengikat lehernya, kemudian memasukkan ujung rantai itu ke dalam mulut dan mengeluarkannya dari duburnya. Kadangkala ia mengeluarkannya dari bagian depan atau belakang tubuhnya. Sang malaikat berkata, “Inilah balasan bagi orang yang mengabaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.” Ibnu Abbas RA berkata andaikata satu mata rantai itu jatuh ke dunia, niscaya cukup untuk membakarnya.
  2. Allah tidak memandangnya.
  3. Allah tidak menyucikannya, dan ia memperoleh siksa yang amat pedih.

Diriwayatkan bahwa di neraka jahanam ada sebuah lembah yang bernama Lamlam. Lembah itu dihuni oleh ular-ular yang tubuhnya segemuk leher onta dan sepanjang perjalanan sebulan. Ia akan menggigit orang yang tidak mengerjakan salat, dan bisanya akan mendidih selama 70 tahun untuk melumatkan daging orang itu.

Dalam berbagai hadis sebelumnya telah dijelaskan bahwa orang yang meninggalkan salat menjadi kafir dan musyrik, tidak mendapat jaminan dari Allah dan rasul-Nya, terhapus amalnya, dan ia menjadi kehilangan agama dan iman. Banyak sahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka yang berpendapat demikian, mereka berkata bahwa barang siapa dengan sengaja meninggalkan salat hingga keluar dari waktunya, maka ia telah kafir dan darahnya halal. Kelompok sahabat yang berpendapat demikian adalah Umar, Abdurrahman bin Auf, Muadz bin Jabal, Abu Hurairah, Ibnu Mas’ud, Ahmad bin Hambal, Ishak bin Rahawaih, Abdullah bin Mubarak, An-Nakhai, Hakam bin Uyainah, Abu Ayyub As-Sakhtiyani, Abu Dawud At-Thoyalisi, Abu Bakar bin Abu Syaibah, Zuhair bin Harb dan lain-lainnya. Mereka mengatakan bahwa siapa saja meninggalkan salat, maka ia telah kufur, dan halal darahnya. Ibn Nashr mengatakan bahwa sejak zaman Nabi SAW orang-orang yang berilmu berpendapat, bahwa orang yang meninggalkan salat tanpa udzur hingga keluar waktunya, maka ia telah kufur.”

Wahai saudara-saudaraku, kurasa hadis-hadis yang berkaitan dengan orang yang meninggalkan salat di atas telah cukup bagimu. Sebenarnya dengan berpaling dari Tuhannya saja orang itu sudah cukup merugi. Sebab, Allah telah menciptakan dan membentuk manusia dalam sebaik-baik bentuk, kemudian menumbuhkan, memelihara, memberinya makan dan minum, menunjukkan jalan keselamatan, dan memperingatkan dari tipu daya musuh-musuhnya. Bagaimana seorang hamba yang lemah dan hina ini bermaksiat kepada Tuhannya yang Maha Pemurah, dan kemudian menaati setan terkutuk yang menjerumuskannya ke dalam jurang kehancuran?! Sungguh celaka orang yang mengikuti dan memenuhi panggilan setan, melanggar perintah Tuan dan Majikannya yang selalu mengajak kepada kebaikan, Maha Kuasa untuk memberinya manfaat dan mencelakakannya. Alangkah buruk perbuatannya! Alangkah besar bencana yang menimpanya! Alangkah tidak menyenangkan pagi dan sore harinya. Alangkah buruk lahir dan batinnya.

Oleh karena itu, wahai saudara-saudaraku, semoga Allah merahmatimu, jika muadzin menyerukan adzan, bersegeralah untuk menaati Allah Yang Maha Pengasih. Waspadalah, jangan sampai setan melalaikan dan membuatmu malas dan menunda-nunda salatmu, karena sesungguhnya perbuatan itu akan menjadikanmu hina dan merugi.

***

Ulasan : Al-Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr Al-Jufri

Iklan