Puasa Dan Hakekatnya


puasa 3Puasa Dan Hakekatnya

Kewajiban berpuasa: Puasa telah diwajibkan bagi umat Islam, bahkan menjadi salah satu rukun Islam

Firman Allah Swt antara lain (yang artinya): “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan kepada kamu untuk melakukan shiyam (puasa), sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. (QS.Al Baqarah ayat 183)

“(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, (memberi makan lebih satu orang miskin) maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS.Al Baqarah ayat 184).

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.(QS.Al Baqarah ayat 185).

Rasulullah Saw.bersabda, ‘Allah Swt.berfirman: “Setiap kebaikan pahalanya akan dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.”

Nabi Saw.bersabda (yang artinya) : “Setiap sesuatu itu mempunyai pintu dan pintu ibadah adalah puasa.”

Keistimewaan-keistimewaan ibadah puasa ini dikarenakan oleh dua hal.

Pertama, puasa dikembalikan pada sikap menahan diri, yaitu amal rahasia yang tidak diketahui oleh seorangpun selain Allah Ta’ala, tidak seperti salat, zakat dan lain-lain.

Kedua, puasa adalah penaklukan musuh Allah Swt, karena setan adalah musuh. Musuh tidak akan menjadi kuat, kecuali dengan perantaraan keinginan nafsu syahwat, sementara rasa lapar dapat mematahkan semua keinginan nafsu yang dijadikan sarana bagi setan. Oleh karena itu Nabi Saw. bersabda (yang artinya) : “Sesungguhnya setan merasuki tubuh manusia dengan mengikuti jalan darah, maka sempitkanlah jalan setan dengan rasa laparatau berpuasa.”

Itulah rahasia sabda Nabi Saw. (yang artinya) : “Apabila bulan Ramadhan telah tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu. Seorang penyeru (malaikat) berseru, “Hai siapa yang menginginkan kebaikan, kemarilah. Hai siapa yang menginginkan keburukan berhentilah.”

Ketahuilah saudaraku, ditinjau dari ukurannya puasa terbagi menjadi tiga tingkatan. Demikian juga ditinjau dari segi rahasia-rahasia yang dikandungnya terbagi menjadi tiga tingkatan. Ukuran minimal puasa adalah bulan Ramadhan, karena itu suatu kewajiban mutlak bagi orang yang beragama islam, sedang ukuran maksimal puasa adalah puasa Nabi Dawud a.s. yaitu berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari, sepanjang tahun.

Dalam sebuah hadits sahih disebutkan bahwa puasa Dawud tersebut lebih baik daripada puasa Dahr (sepanjang tahun) dan merupakan puasa terbaik. Higmahnya yang terkandung disana adalah bahwa seseorang berpuasa sepanjang tahun (Dahr), maka puasa akan menjadi kebiasaan baginya. Dengan demikian ia tidak akan merasakan pengaruh puasa didalam dirinya, berupa kandungan jiwanya, kejernihan hatinya dan kelemahan syahwatnya. Karena nafsu hanya dapat dipengaruhi oleh sesuatu yang datang kepadanya, bukan sesuatu yang terbiasa dialaminya.

Adapun puasa tingkat menengah adalah bila Anda berpuasa selama sepertiga tahun. Yaitu bila Anda berpuasa setiap hari Senin dan Kamis ditambah dengan puasa Ramadhan, berarti Anda telah berpuasa empat bulan empat hari, yaitu tambahan dari sepertiga. Akan tetapi harus terputus sehari (hari Senin atau hari Kamis) dari hari-hari tasyriq dan dua hari raya, itu berarti hanya perlu menambah tiga hari sebagai gantinya. Seyogyanya puasa Anda tidak kurang dari kadar ini, karena puasa ini terasa ringan pada jiwa, tetapi pahalanya banyak.

Adapun tingkatan-tingkatan puasa dari segi rahasianya terbagi menjadi tiga derajat.

Pertama, yang terendah adalah hanya terbatas pada tindakan diri dari perbuatan yang membatalkan puasa, tetapi tidak menahan anggota tubuhnya dari perbuatan tercela. Misalanya ghibah (ghosip), zina mata, zina tangan, telinga berbuat maksiat dsb. Ini adalah puasa umum (puasa orang awam) yang hanya berhenti dan puas dengan namanya saja. Apa yang didapat hanyalah rasa lapar, haus dan tidah berhubungan badan saja.

Kedua, Anda menambahkan pada puasa itu pencegahan anggota tubuh dari perbuatan terlarang. Anda menghindarkan lisan dari ngobrol, ghibah (menggunjing), mata dari pandangan terlarang melihat artis-aartis yang telanjang di TV, telinga dari mendengarkan kata-kata yang tidak sopan, otak dari perbuatan menghayal, menghindarkan hati dari sifat iri, dengki, hasat, hasut, dendam, perut yang masih mau makan makanan haram, riba, subhat, tangan dari perbuatan usil, kaki dari mengantar ketempat maksiat walaupun tidak ikut melakukannya dan begitu pula anggota-anggota tubuh lainnya.

Ketiga, Anda menambahkan pada puasa itu penghindaran hati dari pikiran (pada urusan duniawi (tinggalkan urusan duniawi), ingatlah akan kemana roh kita setelah kita meninggal dunia, roh kita akan hidup di alam kubur beribu-ribu tahun, bahkan jutaan tahun, belum di akhirat nanti yang kekal selamanya nah apa bekal kita untuk menghadap raja diraja penguasa jagat alam raya ini yaitu Allah Azza Wa Jalla, dan rasa was-was serta membatasinya hanya pada mengingat Allah Azza Wa Jalla. Ini adalah puasa paling khusus dan paling sempurna.

Dan kunci final yang dapat menyempurnakan adalah berbuka dengan makanan halal, bukan makanan syubhat (yang diragukan kehalalannya), bukan hasil dari meminta-minta, bukan hasil pemberian orang yang hasil dari korupsi, hasil dari maling uang rakyat, dan makanlah (berbuka hanya sekedar makan untuk menjadikan badan kuat untuk beribadah selanjutnya (sholat tarwih, salat malam lainya, tahajut, shalart witir dsb tidak berlebihan menyantap makanan halal dengan tujuan menambal makan yang ditinggalkannya di siang hari, sehingga menggabungkan dua porsi makan sekaligus. Sebab hal ini akan menimbukan lambung penuh serta menguatnya syahwat. Ini di samping menghilangkan higmah dan faedah puasa juga menyebabkan rasa malas melakukan shalat tahajut. Bahkan bisa jadi tidak mampu bangun sebelum subuh. Semua itu merupakan kerugian dan mungkin tidak bisa ditutup oleh faedah puasa.

PUASA SUNAH: Puasa 6 hari berturut-turut di bulan Syawal setelah puasa Ramandhon disambung puasa Syawal 6 hari, hari raya Idul Fitri dilarang puasa, jadi berselang satu hari saja. Manfaatnya dianggap puasa sepanjang masa. (HR.Muslim Buku II No. 1134).

Artinya puasa 30 hari dibulan puasa, nilainya sama dengan 300 hari, karena setiap kali puasa 10 kali lipat nilainya, kalau ditambah 6 hari puasa dibulan syawal = 6 x 10= 60 hari, jadi sama berpuasa 360 hari dalam setahun, kalau tiap-tiap tahun berpuasa di bulan Ramandhon 30 hari dan dibulan syawal 6 hari, berarti puasa sepanjang masa.

Puasa tiap-tiap bulan tiga hari, paling baik pada tgl 14, 15 & 16 pada bulan Qomariah, atau pada hari apa saja yang penting tiap-tiap bulan ada tiga hari puasa. Satu hari berpuasa nilainya sama dengan 10 hari, jadi kalau tiap-tiap bulan berpuasa 3 hari nilainya sama dengan berpuasa 30 hari, kalau tiap-tiap bulan berpuasa 3 hari, maka dianggap berpuasa sepanjang masa. (HR.Muslim & HR.Bukhari)

Puasa pada tanggal 10 Asyura ( Muharam), pada tangggal tersebut ditenggelamkannya raja Fir’aun, atau hari raya orang-orang yahudi, Nabi Musa bersyukur atas ditenggelamkannya raja Fir’aun. Dan dimenangkannya orang yahudi, Nabi Muhammad SAW menghormati Nabi Musa AS. (HR.Muslim Buku II No. 1103)

Puasa pada tanggal 8 & 9 Zulhijah atau hari Arafah. Manfaatnya dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang dihapus atau diampuni. (HR.Muslim Buku II No. 1131)

Puasa pada bulan Sya’ban, hari dan tanggal terserah, puasalah sebanyak-banyaknya. (HR.Muslim Buku II No. 1125)

Puasa Nabi Daud, satu hari puasa satu hari tidak puasa, terus menerus. (HR.Muslim Buku II No. 1128)

Faedah (manfaat) puasa: Satu hari berpuasa, dijauhkan dari neraka 70,000 musim lamanya) HR.Muslim No. 1120.

Bagi orang yang berpuasa dibukakkan pintu surga tersendiri oleh Allah Swt, karena puasa itu amalan yang langsung untuk Allah Swt.

Dengan berpuasa mendidik kita untuk berdisiplin waktu, disiplin bekerja, jujur tidak berbohong, tidak korupsi (ghulul), tidak mencuri hak orang lain, mendidik mental kita untuk menjalankan, menunaikan segala perintah yang diwajibkan oleh agama maupun pemerintah dan menjauhkan segala perbuatan yang dilarang oleh agama maupun oleh pemerintah.

Hasilnya kita akan selamat didunia sampai diakhirat dan anak cucu kita akan menemui kebahagia-an, karena kita sendiri secara langsung mendidik anak untuk berpuasa yang benar, yang sangat besar manfaatnya didunia maupun di akhirat nanti.

Dengan ibadah berpuasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat takwa yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh Allah Swt. Insya Allah.

Hakekat puasa: Puasa tidak hanya menahan lapar, haus dan kemaluan dari memenuhi syahwat, namun puasa harus bisa menjaga otak kita dari menghayal, (lisan kita dari berkata kotor, ghibah), pendengaran kita dari suara kotor, (mata kita dari pandangan yang haram, tv, film, sinetron), tangan kita dari colak-colek yang diharamkan, (hati kita dari sifat iri-dengki, hasat-hasut, sombong, membanggakan diri, ria), (kaki kita dari berjalan menuju tempat ghibah, maksiat dsb), serta anggota tubuh lainnya dari dosa-dosa kecil, seperti tersebut diatas pada nomor dua.. Lebih baik tidur daripada ngobrol yang tidak karuan, Perbanyaklah membaca : Al Qur’an, dzikrullah, baca buku-buku agama.

Ada beberapa perkara yang merusak hakekat puasa antara lain: dusta, ghibah (menggunjing orang), namimah (mengadu domba), sumpah dusta (palsu), pandangan dengan syahwat, irihati, dengki, dendam, melihat gambar-gambar porno, melihat artis telanjang di tv dsb.

Hari-hari yang tidak boleh berpuasa: Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, hari-hari Tasyrik (11, 12 & 13 Zulhijah) dan hari Jum’at kecuali hari Jum’at bulan Ramandhan. (HR.Muslim).

Saudaraku, bila kita tidak berusaha untuk berpuasa dihari ini, entah dengan bekal apa nanti bila kita menghadap Sang Pencipta, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah Swt. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti, di hari pengadilan Tuhan nanti!! Allahu a’lam bishshawab.

Semoga tulisan ini dapat menambah keimanan kita, ketakwaan kita, agar dapat menambah amal saleh kita, agar bisa menancap dihati kita yang paling dalam , semoga sampai diakhir hayat kita, sehingga kita mati dalam keadaan Khusnul Khotimah, dengan membawa amal saleh yang banyak, insya Allah. Bila ini benar tentunya datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bila ada yang salah ini datangnya dari saya sendi, semoga Allah SWT mengampuni saya. Allahu a’lam bish shawab. Alhamdulillaahirrabbil’alamiin. Sukarman.

Barang siapa yang mau beramal shaleh, tolong tulisan ini diforward ke kawan atau sanak saudara kita.

***

Sumber: Terjemah Al Qur’an, Hadits Shahih Imam Muslim dan Bukhori.

Iklan