Risalah : Wasiat Tentang Sholat (1/8)


siluet sholatRisalah : Wasiat Tentang Sholat (1/8)

Dikutip dari Majmû’ Washôyâ, Ulasan : Al-Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr Al-Jufri

Segala puji bagi Allah yang Baqa1 dan Qidam2, Yang Maha Pemurah, penolak segala bencana, dan pemberi berbagai karunia.  Ia menciptakan kita dari tiada, dan memelihara kita sejak dalam kegelapan rahim kemudian menuntun kita ke jalan yang paling benar.

Segala puji bagi Allah.  Betapa banyak nikmat telah Ia berikan kepada kita!  Betapa banyak kebaikan telah Ia curahkan kepada kita, kemudian Ia memberi kita pahala atas kebaikan-Nya itu dan melipat- gandakannya!  Dan betapa banyak cela dan aib kita telah disembunyikan dan dirahasiakanNya.

Sesungguhnya pujian yang kusampaikan ini adalah nikmat terbesar yang Ia berikan kepadaku. Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan kecuali Allah yang tiada sekutu bagi-Nya.  Kesaksian yang akan membentengi diriku dari segala kesulitan saat di Mahsyar3 nanti.  Dan aku juga bersaksi, bahwa sesungguhnya Sayidina Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, manusia yang paling utama dalam memikul risalah dan segenap bebannya.  Semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam kepadanya, kepada keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang menempuh jalan petunjuknya, serta mereka yang nasabnya bersambung kepadanya selama mereka masih menyadari nikmat Allah, serta merasa malu dan berinabah kepada-Nya.

Amma Ba’du

Ketika kusadari bahwa diriku dan sebagian besar penduduk kotaku merasa malas untuk salat, tidak mau salat berjamaah, tidak berlomba-lomba untuk beramal saleh, tidak mendekatkan diri kepada Allah, dan suka memboroskan waktu dalam kebatilan yang membingungkan akal sehat manusia, maka aku ingin memberikan peringatan sesuai dengan pengetahuan yang telah diajarkan Allah Yang Maha Tahu dan Mengerti.

Kuakui bahwa diriku penuh kekurangan, namun nasihat ini kusampaikan dengan harapan Allah akan menyadarkan dan membukakan pintu kepada siapa pun yang mau mendengarnya, sehingga ia bersedia mencurahkan segenap tenaganya untuk mempersiapkan diri menghadapi hari hisab, memahami keagungan nikmat Allah, memohon ampun dan berinabah kepada-Nya.

Segala puji bagi Allah.  Betapa banyak nikmat telah Ia berikan kepada kita.  Betapa banyak kebaikan telah Ia karuniakan kepada kita.  Betapa banyak keburukan telah Ia hindarkan dari kita.  Alangkah beruntung orang yang menjawab panggilan-Nya.  Betapa celaka orang yang berpaling dari pintu-Nya lalu bermaksiat kepada-Nya.  Alangkah besar musibah yang ia alami!  Alangkah jelas kerugian yang akan ia derita di hari ketika Allah menampakkan semua yang ia sembunyikan dan rahasiakan, saat kaki dan tangannya menjadi saksi atas semua keburukan yang telah dilakukannya.

Hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya.  Setiap orang dari mereka pada hari itu memiliki urusan yang sangat menyibukkannya.

(QS Abasa, 80:34-37)

Hari yang penuh dengan tangis dan air mata karena keburukan yang selama ini disembunyikan, ditampakkan oleh Allah di hadapan seluruh makhluk yang menghuni bumi dan langit.  Hari saat manusia di hadapkan kepada Allah Yang Maha Perkasa.  Hari ketika alasan tak lagi berguna.

Saudara-saudaraku, kinilah saat berbekal bagi musafir yang berjalan menuju akhirat.  Inilah saat untuk meraih keuntungan bagi orang yang melakukan perdagangan.  Bersiap-siaplah untuk pindah, karena tidak ada jalan untuk menetap di tempat ini.  Bagaimana mungkin kita terus menetap di sini!?  Bukankah telah kalian lihat orang-orang tua kalian satu demi satu meninggalkan dunia.  Apakah orang yang menyaksikan semua ini masih menginginkan bukti lagi?!  Bersegeralah sebelum hari yang panjang menyambut kalian, sebelum kalian beristirahat di tempat yang sangat buruk, sebelum kalian menangis dan meratap menghadapi bencana besar, hisab yang berat, perhitungan dari hal-hal yang paling kecil sampai pada yang paling penting.  Saat itu kalian akan mendapati amal baik kalian, dan menyesali segala yang telah kalian sia-siakan.  Di hari itu penyesalan tidak bermanfaat; alasan tidak didengar.  Karena itu, manfaatkanlah waktu yang singkat ini.  Bangkitlah, bulatkan tekad kalian, curahkan segenap tenaga, dan perbaikilah semua yang telah kalian telantarkan.

Saudara-saudara rahimakumullah, ketahuilah bahwa sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian masyarakat pada salat lima waktu, salat Jumat dan salat jamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa maksiat.  Dan salat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit

Iklan