Aku Sangat Bangga Menjadi Anak Ayah


siluet-anak-dan-ayahAku Sangat Bangga Menjadi Anak Ayah

Aku bukan orang yang suka menguping percakapan orang lain. Tapi pada suatu malam, sewaktu aku melintasi halaman rumah kami, aku ternyata melakukannya. Istriku, Zahra, sedang berbicara pada putra kami selagi ia duduk di dapur.

Jadi, aku berhenti untuk mendengarkan diluar pintu belakang. Sepertinya Zahra mendengar beberapa teman anakku menyombongkan pekerjaan ayah mereka.

Bahwa ayah mereka semuanya adalah para eksekutif hebat “.. lalu mereka bertanya pada putra kami.

“Ayahmu memiliki karier bagus macam apa ?”, mulailah mereka bertanya.

Putra kami menggumam perlahan sambil memalingkan muka, “Ia hanya seorang buruh.”

Istriku yang baik menunggu sampai mereka semua pulang, lalu memanggil masuk putra kecil kami.

Kata Zahra, “Ibu ingin bicara padamu, Nak,” seraya mencium pipinya yang berlesung pipit.

“Kamu bilang , ayah hanya seorang buruh, dan apa yang kamu katakan itu benar, Nak. Tapi ibu ragu, apakah kamu tahu apa arti yang sebenarnya. Jadi Ibu akan menjelaskan padamu, Nak.”

“Dalam seluruh industri yang membuat negeri kita hebat. Dalam semua toko dan warung dan truk yang menarik muatan setiap hari”..

“Setiap kali kamu melihat rumah baru dibangun, ingatlah, anakku. Diperlukan buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu !”

“Memang benar”..para eksekutif hebat punya meja bagus dan selalu rapi sepanjang hari. Mereka merencanakan proyek besar untuk diselesaikan”..dan mengirim memo untuk disampaikan. Tapi untuk mengubah impian mereka menjadi kenyataan, ingatlah ini, anakku. Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu !”

“Kalau semua bos meninggalkan meja mereka dan libur selama setahun, roda industri masih bisa berjalan, berputar dengan cepat. Jika orang seperti ayahmu berhenti bekerja, industri itu tak bisa berjalan. Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu !”

Aku menelan air mata dan berdehem saat memasuki pintu.

Mata putra kecilku berbinar gembira saat ia melihatku. Ia melompat dari lantai dan langsung memelukku sambil berkata, “Ayah, aku sangat bangga menjadi anak ayah”..karena ayah adalah 1 dari orang-orang istimewa yang menyelesaikan pekerjaan besar.”

For my Zahra,

Miss u so much!

***

Kiriman Sahabat

Iklan