Ibadah Yang Lebih Baik


shalat-khusyuIbadah Yang Lebih Baik

Kisah Rabi’ah Al-Adawiyah, wanita sufi

Ketika Rabi’ah ditanya tentang hakikat imannya, ia menjawab, “Aku tidak beribadah kepada Allah karena takut kepadaNya. Sehingga aku serupa saja dengan budak/pelayan yang buruk yang bekerja dengan rasa takut terhadap majikannya.

Aku beribadah bukan karena mengharapkan surga sehingga aku serupa dengan budak yang buruk yang diberi sesuatu untuk pekerjaannya.

Tetapi aku beribadah kepada Allah karena cinta dan rinduku kepada-Nya.”

Kisah seorang Arab badui

Seorang arab badui memasuki memasuki masjid lalu shalat. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib r.a memandangnya dengan penuh perhatian.

Seusai orang itu shalat, sambil memegang cambuk, Ali r.a. mendekatinya dan menyuruhnya mengulangi shalatnya. Sang badui lalu memperbagus shalatnya dengan kesempurnaan, khusyu’ dan thuma’ninah.

Seusai shalat, Ali bin Abi Thalib r.a. bertanya : “Shalat mana yang lebih baik, yang pertama atau yang kedua?”

Orang badui itu menjawab dengan polos, “Tentu saja yang pertama, sebab aku melakukannya untuk Allah, sedangkan shalat yang kedua karena aku takut kena cambuk Amirul Mukminin.

***

L.Meilany

Iklan