Allah Tidak Memerlukan Iman Manusia



imanAllah Tidak Memerlukan Iman Manusia

Abu Dzar

“Kitab (Al Qur’an ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS.Az-Zumar:1-2)

Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah SAW berisi kebenaran yang harus diikuti dengan tidak mencampurkan ketaatan dengan keingkaran. Namun ada sebagian manusia yang menganggap bahwa Al-Qur’an hanyalah syair-syair yang di buat oleh Muhammad. Seperti apa yang disebutkan oleh Allah SWT sebagai bantahan terhadap orang-orang yang menganggap Al-Qur’an hanyalah sebuah syair:

“Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,” [QS.Yaasin:69]

Ada pula sebagian manusia yang menganggap bahwa Al-Qur’an itu hanyalah cerita orang-orang dahulu:

“Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.”[QS. AL-Qalam (68):15)

“Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu”.[QS. Al-Muthaffifiin (83):13)

Dan anggapan-anggapan lain yang muncul terhadap Al-Qur’an, tapi itu semua tidaklah mengurangi kemuliaan Al-Qur’an. Asumsi-asumsi tersebut tentunya memiliki konsekwensi sikap dan apresiasi manusia terhadap Al-Qur’an. Di masa ini telah terlihat sebagian manusia yang menganggap bahwa Al-Qur’an hanyalah syair, cerita atau sihir dan akibat yang muncul atas anggapan-anggapan manusia tersebut.

Tidak jarang kita temui di antara manusia yang mengatakan apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an tidaklah perlu dilaksanakan, karena tertinggal dengan kemajuan jaman. Ada pula yang mengatakan bahwa ajaran yang terdapat Al-Qur’an itu sama dengan ajaran yang terdapat di Injil sekarang. Padahal Allah SWT telah mengatakan:

“Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur’an. Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur’an itu. Sesungguhnya (Al Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.” (QS. Hud (11):17)

Berdasarkan ayat-ayat di atas, anggapan bahwa Al-Qur’an bukanlah sebuah kebenaran telah ada sejak Al-Qur’an di turunkan oleh Allah SWT sehingga penolakan-penolakan terhadap aturan dan risalah pun sudah terwakili oleh Arab jahiliyyah pada saat itu. Ketika mereka tidak mampu membantah Al-Qur’an maka mereka akan menghina dan mendzhalimi sang pembawa risalah dengan mengatakan gila ataupun melempari dengan kotoran dan hal-hal buruk lainnya.

“Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila“.[QS. Al-Hijr:6)

Allah SWT membantah tuduhan mereka, seperti dalam firmanNya:

“Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.[QS. Al-A’raaf:84]

Iman dan ingkar adalah sunatullah, dan hanya Allah SWT yang mampu memberi petunjuk kepada manusia. Tapi manusia haruslah ingat, bahwa Allah SWT tidak membutuhkan keimanan manusia, tapi manusia lah membutuhkan keimananan dan ketaatan pada Allah SWT. Seprti dalam firmanNya:

“Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.” (QS.Az-Zumar (39): 7)

***

Munanggar Fahmi

Iklan