Dosa-dosa besar


taubat2Dosa-dosa besar

Indra Subni

Mengapa orang sekarang senang berbuat dosa besar, tidak takut dengan ancaman “Neraka Jahanan” yang sangat dahsyat siksaannya, yang sangat pedih siksaannya, yang kekal selamanya. Na’udzubillahi mindzalik. Astaghfirullahil’adzim, Ya Allah berilah kekuatan iman kepada saya, keluarga saya, anak-anak saya untuk menjalankan segala perintah-Mu dan untuk mejauhkan segala larangan-Mu Ya Allah.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS.(66) At Tahriim 6

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. QS(7) Al A’Raaf 179

JAUHILAH DOSA-DOSA BESAR, MENGETAHUI DOSA-DOSA BESAR SUPAYA TIDAK DILANGGAR.

Dosa besar adalah: setiap maksiat yang mempunyai hukuman had (peraturan / hukum) di dunia atau ancaman di akhirat. Jumlah dosa-dosa besar: disebutkan oleh Ibnu Abbas, bahwa jumlahnya sampai tujuh macam lebih dekat daripada tujuh ratus macam. Hanya tidak ada yang dinamakan dosa besar jika diikuti dengan istighfar dan tidak ada yang dinamakan dosa kecil jika dilakukan terus menerus.

Firman Allah Swt antara lain: Jika kamu jauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (syurga)”.Qs An Nisa’ 31.

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs.Al Furqaan 68,69 & 70.

Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. (Al-Furqan ayat 71&72).

HADITS Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jauhilah perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah tentu engkau akan menjadi orang yang paling banyak ibadahnya”. (HR. Ahmad).

1-Dosa-dosa besar (dosa yang paling besar) dalam Akidah: Syirik (musyrik) kepada Allah, yaitu beribadah atau berdo’a kepada selain Allah, mempersekutukan Allah. Rasulullah bersabda: “Do’a adalah ibadah” Hadits Riwayat Tirmidzi.

Contoh: 1 Mengajarkan syareat untuk dunia saja, menyembunyikan ilmu, mempercayai dukun, mempercayai peramal bintang, menyembelih korban dan bernazar kepada selain Allah, menggambar orang, hewan atau sesuatu yang bernyawa, membuat atau menggantungkan patung sesuatu yang bernyawa, bersumpah selain kepada Allah, tidak mengkafirkan orang kafir, membohongi Allah dan Rasul-Nya, tenang terhadap azab Allah, menampar muka dan meratap pada waktu kematian, tidak menyukai adanya kadar, menggantungkan jimat seperti kalung tulang atau telapak tangan yang digantungkan pada anak-anak, atau tapal kuda yang digantungkan pada mobil, atau tulang yang digantungkan atau ditanam dirumah. Menanam kepala kerbau, atau kepala kambing untuk sesajen dll.

2-Dosa besar dalam jiwa dan akal. Contoh : Dari ‘Abdullah bin ‘Amru R.A.; katanya: Rasulullah SAW: berkata: “Termasuk dosa yang paling besar adalah kalau orang mengutuk kedua orang tuanya.”Ada orang bertanya: “Ya Rasulullah, bagaimana orang mengutuk ibu-bapanya?” Beliau menjawab: “kalau seseorang mencaci ibu-bapa orang lain, lalu orang lain itu membalas mencaci bapanya dan mencaci ibunya.” (HR Bukhari buku IV No. 1692).

Dari al-Mughirah R.A., dari Nabi SAW. Beliau bersabda: “Allah telah melarang keras (mengharamkan) kamu mendurhakai ibu, melarang berbuat kikir, mengubur anak perempuan, Tuhan benci kalau kamu terlalu banyak berbicara begini begitu, terlalu banyak bertanya, serta membuang-buang harta tidak pada tempatnya.” (Hadits Shahih Bukhari buku IV No. 1693).

Dari Anas Malik R.A., katanya: Rasulullah SAW. Pernah menyebutkan dosa-dosa besar, atau pernah ditanya orang tentang hal itu. Beliau berkata: “Mempersekutukan Allah, membunuh manusia, durhaka kepada kedua orang tua.”Setelah itu beliau berkata: “Akan saya beritahukankah kepadamu dosa besar yang paling besar?” Beliau melanjutkan”. “Perkatan bohong!” Atau beliau berkata: “Kesaksian yang dusta (palsu).”(HR Bukhari buku IV No. 1694)

3-Dosa besar dalam harta benda, contoh : Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Qs.Al Baqarah ayat 173. Haram juga menurut ayat ini daging yang berasal dari sembelihan yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah (darah yang keluar dari tubuh), daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam bianatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya maksudnya : “Binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati”. Dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, mengundi nasib dengan anak panah itu adalah kefasikan. (Qs.Al Maidah (5) ayat 3 sebagian).

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, suatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Qs. Al An’ Aam (6) ayat 145.

4-Dosa besar dalam ibadah, contoh : Meninggalkan shalat atau melaksanakan di luar waktunya tanpa uzur, tidak mengeluarkan zakat, berbuka puasa pada bulan Ramadan tanpa uzur, tidak haji padahal mampu melaksanakannya, lari dari jihat di jalan Allah, meninggalkan jihat dengan jiwa, harta atau lisan bagi yang diwajibkan, meninggalkan shalat jumat atau jamaah tanpa uzur, meninggalkan perbuatan menyeru berbuat baik dan mencegah kemungkaran bagi yang mampu, tidak membersihkan kencingnya dan tidak melaksanakan ilmunya.

5-Orang yang tidak dipedulikan Allah dan disiksa: Orang yang suka memberi, tetapi suka menyebut-nyebut pemberiannya itu. Orang yang menawar-nawarkan dagangannya dengan sumpah palsu. Orang yang suka pamer. Orang tua pezina. Raja (penguasa) pembohong. Si miskin / si kaya yang sombong.

6-Bunuh diri , langsung masuk neraka selamanya: Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw, bersabda: “Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya. Dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya. Dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka, untuk selama-lamanya.(HR.Muslim buku I No. 86). “Siapa yang bunuh diri dengan suatu cara, Allah akan menyiksanya di neraka jahanam dengan cara itu pula”.(HR.Muslim buku I No. 88)

Dari Abu Hurairah r.a.,katanya: “Kami ikut perang bersama-sama Rasulullah saw. dalam perang Hunain. Rasulullah berkata kepada seorang laki-laki yang mengaku Islam, “Orang ini penghuni neraka”. Ketika kami berperang, orang itupun ikut berperang dengan gagah berani, sehingga dia terluka. Maka dilaporkan orang hal itu kepada Rasulullah saw., katanya: “Orang yang tadi Anda katakan penghuni neraka, ternyata dia berperang dengan gagah berani, dan sekarang dia tewas.” Jawab Nabi saw.,”Dia ke neraka” Hampir saja sebahagian kaum muslimin menjadi ragu. Ketika mereka sedang dalam keadaan demikian, tiba-tiba diterima berita bahwa dia belum mati, tetapi luka parah. Apabila malam telah tiba, orang itu tidak sabar menahan sakit karena lukanya itu. Lalu dia bunuh diri. Peristiwa itu dilaporkan orang pula kepada Nabi saw. Nabi saw. bersabda, “Allahu Akbar! Aku mengaku bahwa aku hamba Allah dan Rasul-Nya”. Kemudian beliau memerintahkan Bilal supaya menyiarkan kepada orang banyak, bahwa tidak akan dapat masuk sorga melainkan orang muslim (orang yang tunduk patuh). Sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan orang jahat. (HR.Muslim buku I No. 89)

Dari Syaiban r.a., katanya dia mendengar Hasan r.a., bercerita” Masa dulu, ada seorang laki-laki keluar bisul. Ketika ia tidak dapat lagi menahan sakit, ditusuknya bisulnya itu dengan anak panah, menyebabkan darah banyak keluar sehingga ia meninggal. Lalu Tuhan berfirman: Aku haramkan baginya sorga”. (karena dia sengaja bunuh diri). (HR.Muslim buku I No. 90).

KHIANAT MERUSAK IMAN TIDAK BISA MASUK SURGA.

Dari Umar bin Khaththab r.a., katanya: “ketika perang Khaibar sedang berkecamuk, sekelompok sahabat datang kepada Rasulullah s.a.w. Kata mereka, Si Fulan syahid. Si Fulan syahid! Ketika mereka melewati mayat seorang laki-laki mereka berkata pula, “Si Fulan syahid”. Jawab Rasulullah saw., “Sesungguhnya aku melihatnya berada dalam neraka, memakai pakaian yang dicurinya dari harta rampasan yang belum dibagi”. Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Hai, anak Kaththab! Beritahukan kepada orang banyak: “Tidak dapat masuk sorga melainkan orang-orang yang beriman”. Kata Umar, “Aku keluar, lalu kuserukan kepada orang banyak: “Ketahuilah! Sesungguhnya tidak dapat masuk sorga melainkan orang-orang yang beriman”.(HR.Muslim buku I No. 91)

5- BERZINA Berselingkuh adalah dosa yang amat sangat besar dan sangat dibenci oleh Allah SWT.

HUKUM-HUKUM PERZINAAN: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (Al Israa'(17) ayat 32) Penjelasan dari penulis, awas hukumannya dirajam (dilempari batu) sampai mati lhooo!, bagi yang pernah kawin (menikah), bagi yang belum pernah menikah melakukan zina hukumannya di dera (atau dipukul 100 kali).

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. (QS.An Nuur (24) ayat 2).

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min. (QS.An Nuur (24) ayat 3). Pengertiannya: maksud ayat ini ialah: tidak pantas orang yang beriman kawin dengan yang berzina, demikian pula sebaliknya.

Dan terhadap para wanita yang mengerjakan perbuatan keji (Zina, Lesbian-perempuan dengan perempuan), hendalah ada 4 (empat) orang saksi diantara kamu yang menyaksikannya. Kemudian apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya. (QS.An Nisaa’ (4) ayat 15) .berlaku juga untuk laki-laki yang homosek (laki-laki dengan laki-laki)..

Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji (zina, lesbian, homoseksual) diantara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Qs.An Nisaa’ (4) ayat 16).

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.Qs. An Nisaa’ 17.

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.Qs.An Nisaa’ 18

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia (Allah) adalah Maha Penerima taubat. (QS.An Nashr (110): 3).

Dari Jabir bin Abdullah Al Ansari RA., bahwa seorang laki-laki dari Aslam datang kepada Rasulullah SAW. Dan menceritakan bahwa dia telah berzina. Pengakuan ini diucapkanannya empat kali. Lalu Rasulullah SAW. Menyuruh supaya orang itu dirajam (dilempari dengan batu, sampai mati). Sesungguhnya dia telah pernah kawin. (Hadits Sahih Bukhari IV No. 1817)

Dari Abu Hurairah RA., katanya: Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW. Ketika beliau sedang berada dalam mesjid. Orang itu berteriak mengatakan: “Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya telah berzina.” Nabi tidak memperdulikan perkataan orang itu, sehingga dia mengulangi ucapannya sampai empat kali. Setelah orang itu mengakui kesalahannya sampai empat kali, Nabi SAW. Memanggilnya dan menanyakan: “Adakah engkau gila?” Dia menjawab: “Tidak!” Tanya Nabi: “Adakah engkau sudah pernah kawin?” Jawabnya: “Ya, sudah!” Lalu Nabi SAW. Berkata: “Bawalah orang ini dan rajamlah sampai mati!” (Hadits Shahih Bukhari IV No. 1818)

Dari Anas bin Malik RA. Katanya: Ketika saya dekat Nabi SAW. Datang seorang laki-laki, lalu dia berkata: “Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya telah melakukan suatu perbuatan yang perlu mendapat hukuman. Sebab itu, lakukanlah hukuman itu kepada saya!” Nabi tidak menanyakan kepada orang itu apa kesalahannya. Maka tibalah waktu sembahyang dan laki-laki itu sembahyang bersama Nabi SAW. Setelah Nabi selesai mengerjakan sembahyang, laki-laki tadi berdiri menemui Nabi dan mengatakan sekali lagi: “Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya melakukan perbuatan yang perlu mendapat hukuman. Sebab itu, jalankanlah hukuman itu kepada saya menurut Kitab Allah!” Nabi berkata: “Bukankah engkau telah sembahyang bersama kami?” Jawabnya: “Ya!” Sabda Nabi: “Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa atau hukuman engkau.” (HR Bukhari IV No. 1819)

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani RA. Katanya: Saya mendengar Nabi SAW. Menyuruh supaya orang berzina dan belum kawin, dipukul seratus kali dan pembuangan (penjara) satu tahun. (Hadits Sahih Bukhari IV No. 1820) Dan baca Hadits Shahih Bukhari IV No. 1821 dan 1822.

Bagi Bapak-bapak, Ibu-Ibu, Saudara-Saudaraku, Adik-Adikku dan Anak-Anakku, bila sekiranya kita sudah terlanjur berbuat keji, maka segera tinggalkan dan bertaubatlah dengan taubatan nasuha, maksudnya bertaubat yang sesungguhnya dan berjanji kepada Allah SWT tidak akan mengulanginya lagi. “Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. (Qs.An Nisaa’ (4) ayat 16).

Dosa sebesar apapun, dosa setinggi langit, dosa sebanyak buih dilautan, apabila manusia mau bertaubat dengan iman, sebelum Malaikat maut datang menjemput ruh kita, Allah SWT akan mengampuninya, asal tidak diulanginya lagi, habis bertaubat, lupa berbuat lagi, yaa percuma.

Tidak ada dosa besar bila manusia cepat bertaubat dan tidak diulanginya lagi, sebelum maut datang dan beriman kepada Allah SWT. Tidak ada dosa kecil bila setiap saat diulanginya lagi, ya jadi dosa yang amat besar.

HUKUMAN BAGI PENCURI

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Laki-laki dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS.Al Maa’idah ayat 38). Maka barang siapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan tersebut dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.Al Maa’idah ayat 39)

Tidakkah kamu tahu sesungguhnya, Allahlah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS. Al Maa’idah ayat 40).

Penjelasan: Ayat ini Allah SWT menjelaskan hukuman terhadap orang-orang yang mencuri, baik laki-laki maupun perempuan. Pada ayat 38, setiap kejahatan ada hukumannya. Pelakunya akan dikenakan hukuman itu. Begitu pula halnya seorang pencuri akan dikenakan hukuman karena ia melanggar larangan mencuri. Seseorang, baik laki-laki maupun perempuan yang mengambil harta orang lain atau perusahaan dari tempatnya yang layak dengan diam-diam, dinamakan “pencuri”. Seorang yang telah akil balig mencuri harta orang lain dari tempatnya yang nilainya sekurang-kurangnya seperempat dinar, dengan kemauannya sendiri dan tidak dipaksa, dan mengetahui bahwa perbuatan itu haram, dilarang oleh Allah dan agama, maka orang itu sudah memenuhi syarat untuk dikenakan hukuman “potong tangan kanan”, sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam ayat ini.(QS.Al Maa’idah ayat 38).

Penetapan nilai harta yang dicuri, yang dikenakan hukum potong tangan bagi pelakunya yaitu sekurang-kurangnya “seperempat dinar” sebagaimana tersebut di atas, adalah pendapat Jumhur Ulama, baik ulama salaf maupun (Ulama Khalaf,) artinya, Pendapat lain mengatakan bahwa hukuman itu tetap dijalankan sekalipun nilai harga yang dicuri itu hanya “satu dirham”. Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa tidak perlu adanya pembatasan nilai barang yang dicuri itu berdasarkan arti dari ayat yang sifatnya umum, nilainya sedikit atau banyak, asal ia mencuri dan dapat dibuktikan harus dipotong tangannya.

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, sebagai berikut: “Rasulullah SAW, memotong tangan pencuri itu bilamana nilai (yang dicuri) seperempat dinar ke atas”. (HR. Asy Syaikhan dari ‘Aisyah). Dan beliau bersabda: “Tidaklah dipotong tangan pencuri itu kecuali pada nilai (yang dicuri) seperempat dinar”. (HR.Muslim dari ‘Aisyah.) Seorang pencuri yang telah dipotong tangan kanannya, kemudian ia mencuri lagi dengan syarat-syarat seperti semula maka dipotonglah kaki kirinya yaitu dari ujung kaki sampai pergelangan.

Kalau ia mencuri lagi untuk ketiga kalinya, di potong lagi tangan kirinya, kalau ia mencuri lagi untuk keempat kalinya, dipotong lagi kaki kanannya.Sebagaimana sabda Rasulullah SAW mengenai pencuri sebagai berikut: “Apabila ia mencuri, potonglah tangan (kanan)nya, kalau ia mencuri lagi, potonglah kaki (kiri)nya, kalau masih mencuri lagi potonglah tangan (kiri)nya dan kalau ia masih juga mencuri potonglah kaki (kanan)nya”.(HR.Imam Syafe’i dari Abu Hurairah)

Kalau ini semua sudah dilaksanakan tetapi ia masih juga mencuri untuk kelima kalinya, maka ia dita’zir; artinya diberi hukuman menurut yang ditetapkan oleh penguasa, misalnya dipenjarakan atau diasingkan ke tempat lain dimana ia tidak dapat lagi mencuri. Apa saja yang diperintahkan Allah SWT, pasti akan mendatangkan maslahat dan apa saja yang dilarang-Nya pasti akan mengakibatkan kerusakan dan kehancuran pabila dilanggar.

KISAH SEORANG BANGSAWAN ARAB YANG MENCURI

Sebab turunnya ayat No.39 Surat Al- Maa’idah tersebut diatas: Di zaman Rasulullah SAW, ada seorang perempuan mencuri. Hal ini dilaporkan kepada Rasulullah SAW oleh orang yang kecurian. Mereka berkata: “Inilah perempuan yang telah mencuri harta benda kami, kaumnya akan menebusnya”. Nabi SAW bersabda: “Potonglah tangannya”. Kaumnya menjelaskan: “Kami berani menebusnya lima ratus dinar”, Nabi SAW bersabda: “Potonglah tangannya”. Maka dipotonglah tangan kanan perempuan itu. Kemudian ia bertanya: “Apakah saya ini masih bisa diterima taubatku, ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya, engkau hari ini bersih dari dosamu seperti pada hari engkau dilahirkan oleh ibumu”. Maka turunlah ayat No.39 Surat Al Maa’idah.

Perempuan tersebut adalah seorang dari kabilah Bani Makhzum, yang sangat mendapat perhatian dari pembesar-pembesar Quraisy. Mula-mula mereka berusaha agar perempuan tersebut bebas dari hukuman potong tangan. Lalu mereka mencari siapa kira-kira yang dapat menghubungi Rasulullah untuk membicarakan hal tersebut. Kemudian ditunjuklah Usamah ibn (bin) Zaid, karena ia adalah kesayangan Rasulullah SAW. Ketika Usamah ibn Zaid mengunjungi Rasulullah Saw, dan membicarakan hal tersebut, maka Rasulullah menjadi marah dan bersabda: “Apakah engkau akan membela sesuatu yang telah ditetapkan had dan hukumnya oleh Allah “Azza wa Jalla?”. Usamah menjawab: “Maafkanlah saya, wahai Rasulullah”.

Sesudah itu Rasulullah SAW berpidato, antara lain beliau bersabda: “Bahwasanya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu ialah karena sesungguhnya mereka apabila yang mencuri di antara mereka adalah orang-orang terkemuka, maka mereka membiarkannya pergi, apabila yang mencuri itu orang-orang lemah, mereka itu dijatuhi hukumannya. Saya, demi Allah yang diriku berada di dalam tangan-Nya, andaikata Fatimah anak Muhammad mencuri, pastilah saya potong tangannya”. Kemudian diperintahkanlah memotong tangan perempuan itu, maka dipotonglah tangannya. (HR.Asy-Syaikhan dari ‘Aisyah).

Ayat No.40 Surat Al-Maa’idah, pada ayat ini Allah memperingatkan dan menekankan bahwa Allah-lah yang menguasai langit dan bumi, mengatur apa yang ada di dalamnya. Dialah yang menetapkan balasan siksa kepada orang yang mencuri sebagaimana halnya orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, mengampuni orang-orang yang bertaubat di antara mereka, penyayang kepada orang-orang yang benar-benar bertaubat dan meperbaiki amalannya, serta menyucikan dirinya dari dosa-dosa yang telah diperbuat. Dia (Allah) menyiksa orang yang dikehendaki, sebagai pendidikan dan pengaman bagi sesama manusia, sebagaimana Dia (Allah) mengasihi orang yang bertaubat, mendorong mereka untuk mensucikan diri. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu; seperti menyiksa dan mengasihani. Tidak ada sesuatu yang sulit bagi-Nya dalam mengatur segala-galanya, sesuai dengan kehendak-Nya.

Bertaubat dari Perbuatan Dosa Besar: Wahai saudaraku seagama, jika anda telah berbuat dosa besar maka tinggalkanlah segera, bertaubat dan minta ampunlah kepada Allah serta jangan diulangi lagi (Taubatan nasuka).Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan (kebodohan), yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana”.(Q.S.An-Nisa’ ayat 17)

Tidak ada dosa besar bila manusia cepat bertaubat dan tidak diulanginya lagi, sebelum maut datang dan beriman kepada Allah SWT. Tidak ada dosa kecil bila setiap saat diulanginya lagi, ya jadi dosa yang amat besar.

Saudaraku, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.

Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. QS.39=Az Zumar 68-69.

Ketika orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. “Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri. QS.39=Az Zumar 70&72.

Ketika meraka diusir untukmemasuki neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. QS.17=Al Israa’ 18

Ketika mereka dikumpulkan pada hari kiamat dan diseret atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. QS.17=Al Israa’ 97

Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu cahaya diatas cahaya dari hasil salat kita yang iklhas dan ridho yang akan menolong kita, dari nur (cahaya) itulah yang akan menolong roh kita nanti, insya Allah.

Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah Swt sangat murka, belum pernah Allah Swt murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah Swt dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.

Saudaraku, bila kita tidak berusaha untuk menjauhi / menjauhkan dosa-dosa besar mulai hari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah Swt. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!! Ingatlah orang yang berdosa akan diseret mukanya, dan dilemparkan ke Neraka Jahanan yang sangat pedih siksanya. Coba Anda baca lagi kesengsaraan didalam neraka yang pernah saya kirim. Na’udzubillahi mindzalik, Subhanallah, Allahu’akbar. Allaahu a’lam bishshawab.

Semoga dapat menambah iman, takwa dan mendapat derajat takwa yang tinggi disisi Allah Swt bagi yang membaca dan mengamalkan dan yang menjahui dosa-dosa besar, insya Allah. Amin Ya Rabbal a’almin.

Barang siapa yang mau beramal shaleh, tolong tulisan ini diforward ke kawan atau sanak saudara kita.

Iklan