Maulid Nabi Besar Muhammad SAW


nabi-muhammad-rasulullah-sawMaulid Nabi Besar Muhammad SAW

Oleh Erwin Ashari *

Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai bin Hakim bin luay bin Ghalib bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Nazar bin muad bin Adnan (yang Nasabnya bersambung kepada Ismail a.s. bin Ibrahim a.s.)

Baginda Rasulallah s.a.w. dilahirkan pada pagi hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal tahun gajah bertepatan pada tanggal 20 April tahun 571 M. Menjelang dan di saat kelahiran beliau banyak hal-hal luar biasa yang terjadi sebagai ungkapan selamat datang dari alam semesta.

Sebagaimana diriwayatkan Baihaqi dari fatimah binti Tsaqfiah, beliau berkata: “Ketika saya menghadiri kehadiran Nabi saya melihat rumah (Tempat Nabi lahir) dipenuhi sinar, dan saya melihat bintang-bintang mendekat sehingga saya mengira bintang-bintang itu akan jatuh ke rumah tersebut.”

Diriwayatkan juga bahwa ketika Siti Aminah Melahirkan Rasulallah, beliau melihat cahaya yang dengannya tampak jelas Istana di Syam, padahal ketika itu beliau berada di Mekah. Dan pada malam kelahiran beliau, bumi bergetar dengan getaran yang sangat dahsyat sehingga meluluhlantakkan seluruh berhala-berhala yang ada di sekitar Ka’bah dan merobohkan gereja-gereja serta istana raja Persia dan juga mematikan api yang selama ini disembah oleh warga Persia.

Dari segi Nasab, Rasulallah terlahir dari keturunan yang memiliki prestise tinggi. Ayahnya Abdullah adalah keturunan Bani Hasyim, kabilah Arab yang sangat disegani pada saat itu. Sedangkan Ibunya, Siti Aminah tergolong bangsawan Quraisy yang sangat terpandang.

Abdullah dan Aminah tidak termasuk ke dalam golongan penyembah berhala. Rasulallah sendiri telah menegaskan dalam sabdanya: “Sesungguhnya Allah telah memilih dari anak-anak Ibrahim Ismail. Dan memilih dari Anak-anak Ismail Kinanah. Dan memilih dari Bani Kinanah Suku Quraisy. Dan memililih dari Suku Quraisy Bani Hasyim, dan Allah memilihku dari bani Hasyim.” Jadi Rasulallah adalah orang yang terpilih dari orang dan golongan-golongan terpilih.

Rasulullah dilahirkan ke muka bumi ini sebagai rahmat bagi alam semesta. Berbeda halnya dengan rasul-rasul sebelum beliau yang diturunkan hanya untuk golongan tertentu. Kerasulan dan Kenabian beliau pun mendapat pengakuan dari Agama-agama sebelum Islam jauh hari sebelum beliau dilahirkan.

Seperti yang tertera di dalam Injil Barnabas pasal 72. “Sesungguhnya Aku meskipun terbebas, namun ketika sebagian manusia ketika mengatakan hakikatku adalah sebagai Tuhan dan anak Tuhan, Allah tidak menyukai pernyataan ini. Dan Allah menghendaki agar setan tidak mentertawai aku dan tidak menghinaku kelak, maka Allah membaguskan dengan kelembutan dan rahmat_nya agar tertawaan dan hinaan di dunia disebabkan kematian Yahudza. Dan semua orang mengira bahwa aku disalib. Tetapi penghinan ini akan berakhir sampai datangnya Muhammad Rasulullah. Apabila ya! datang ke dunia, maka ia akan memperingati seluruh manusia dari kekeliruan ini, dan menghilangkan perasangka ini dari hati manusia.”

Kesaksian ini juga tertera dalam Taurat, “Dan Tuhan datang dari Sinai Dan naik dari Sả’îr dan muncul dari gunung Fârân.” Dalam buku ‘Udzmaturrasul karangan Muhammad Athiah el-Abrasyi dijelaskan bahwa ayat di atas mengandung makna kenabian tiga orang Nabi, yaitu Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. dan Nabi Muhammad s.a.w. Gunung Sinai adalah tempat Musa a.s. Dan Allah bercakap-cakap. Adapun ‘Sa’îr” adalah nama desa di Bethlehem, tempat lahirnya Nabi Isa a.s. sedang yang dimaksud dengan “Fârân” adalah Mekah, tempat dilahirkannya nabi Muhammad s.a.w.

Pada setiap tanggal 12 Rabiul Awwal umat Islam di seluruh dunia selalu memperingati hari kelahiran Rasul yang agung ini, yang lebih dikenal dengan istilah “Maulid Nabi” dengan berbagai macam acara yang diformat dengan nuansa Islami.

Hal ini membuktikan keagungan Nabi Muhammad s.a.w. Bukan hanya orang muslim yang kagum kepada beliau. Orang non-Muslim juga banyak yang mengakui keangungannya. Seperti Thomas Carlyle yang mengagumi beliau dari segi kepahlawanannya. Marcus Dods dengan keberanian moralnya. Nazmi Luke dengan metode pembuktian ajarannya. dan Michael H. Hart yang terkagum-kagum dengan pengaruh yang ditinggalkannya.

Suatu keharusan dan kewajaran bagi umat Islam untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad s.a.w agar bisa mengambil suri tauladan yang ada padanya. Sebab beliau sendiri memperingati maulidnya. Malah peringatan ini bukan hanya setahun sekali diperingatinya, melainkan setiap minggu. hal ini terbukti ketika beliau ditanya oleh seorang sahabat tentang puasa hari Senin. Beliau menjawab, “Hari senin itu adalah hari kelahiranku.” Semoga dengan peringatan Maulid Nabi kita bisa lebih dalam menghayati dan mengamalkan suri tauladan yang telah beliau berikan.

Wallahu a’lamu bisshowab.

***

  • Penulis adalah Mahasiswa PS Universitas al-azhar, Cairo-Mesir.
Iklan