Almanak Dunia


hilalAlmanak Dunia

Umar bin Khottob adalah orang pertama yang membuat kalender hijriyah dan menjadikannya sebagai awal dari tahun Islam. Ia juga menjadikan bulan Muharram sebagai awal tahun Hijryah karena bulan itu adalah awal dari bulan-bulan yang diharamkan untuk berperang. Sejak saat itulah sejarah arab mengenal tahun Hijriyah. Dan mulai diadakannya peringatan awal tahun itu pada masa Daulah Fathimiyah.

Sebelumnya, arab jahiliyah menggunakan sistem kalender bulan. Setahunnya terdapat 12 bulan. Awal bulan dimulai sejak terlihatnya bulan sabit dan diakhiri ketika bulan sabit terlihat lagi. Nama-nama bulan mereka sama seperti nama yang ada sekarang yaitu ; Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, Rabi’u Tsani, Jumada Ula, Jumada Akhiroh, Rajab, Sya’ban, Romadlon, Syawwal, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah. Tetapi mereka belum menggunakan tahun pada kalender mereka. Namun mereka acap kali menandainya dengan nama peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada saat itu seperti tahun gajah.

Perlu diketahui bahwa kalender adalah aturan untuk mengukur waktu yang bersandar pada gerak planet di angkasa, khususnya bumi dan bulan. Bumi mengelilingi matahari selama 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik, atau mendekati 365 seperempat hari. Begitu pula berbagai bangsa, mereka mengambil gerakan bulan terhadap bumi sebagai patokan kalender mereka. Biasanya masa sebulan ialah masa antara munculnya bulan sabit hingga munculnya kembali.

Orang-orang Mesir kuno ialah orang pertama yang mengukur jarak tahun matahari secara tepat. Mereka membagi setahun dengan 12 bulan, setiap bulan 30 hari dengan 5 hari ekstra setiap akhirnya. Kemudian menambahkan sehari penuh setiap 4 tahun sekali karena adanya pergeseran waktu seperempat hari di setiap tahunnya. Dari model kalender Mesirlah dibuat kalender Qibti. Adapun nam-nama bulannya; Tut, Babah, Kihk, Thubah, Amsyir, Bramhat, Bermuda, Basynis, Baunah, Abib, Misry.

Sedang kalender bulan Eropa seperti yang kita ketahui dimulai oleh bangsa Romawi, kemudian direvisi oleh Julius Caesar pada tahun 45 sebelum Masehi. Lalu pada tahun 1582 Masehi Gregory XIII mematok awal Januari sebagai awal tahun sebagai ganti dari 25 Maret. Terdapat kemiripan antara kalender Suryani dengan kalender Gregory. Adapun bulan-bulannya sebagai berikut; Shirin Awwal, Shirin Tsani, Kanun Awwal, Kanun Tsani, Shabat, Adzar, Nisan, Ayar, Hiziran, Tamuz, Ab, Ailul. Ailul terdiri dari 28 hari, sedang Kanun Awwal dan Kanun Tsani 31 hari. Sisanya antara 30-31 hari.

Nah, kalo bukan kita sebagai seorang muslim yang menggunakannya, siapa lagi yang akan melestarikannya?

Iklan