Penghujung Ramadhan


MERENUNGPenghujung Ramadhan

Penghujung Ramadhan adalah saat terakhir bagi kita untuk berhenti dan merenung sejenak, menghisab amalan yang telah dilakukan. Kita masih punya kesempatan beberapa hari lagi untuk memperbaiki apa yang salah, menambah apa yang kurang, dan meningkatkan apa yang sudah baik. Bagaimanapun Allah menilai kesudahan kita, apakah kita mengakhiri Ramadhan dalam keadaan taqwa dan penuh ketaatan kepadaNya, ataukah sebaliknya?

Marilah kita jangan berputus asa dari rahmat dan tambahkanlah rasa harap kita kepada-Nya. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari usaha kita bermuhasabah.

Pertama, tetapkan satu masa khusus untuk merenung apa yang telah kita lakukan. Kemudian bandingkanlah dengan beberapa obyektif minimum yang telah kita tetapkan sebelum ramadhan, misalnya: sholat berjama’ah di mesjid 3x sehari, melakukan shalat rawatib, shalat qiyamul lail setiap hari, shalat dhuha 2x 4 rakaat seminggu, membaca Al-Quran 1 juz perhari, membaca al-matsurat, bersedekah setiap hari, dan membaca buku yang bermanfaat. Kemudian, kita tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah amalan yang telah kita lakukan sesuai dengan obyektif yang telah disebutkan di atas? Jika ya, maka tanyakanlah apakah obyektif tersebut terlalu mudah bagi kita? Kalau terlalu mudah, maka ubahlah obyektif tersebut agar menjadi lebih menantang. Jika tidak, maka teruskanlah usaha untuk mencapat obyektif yang telah kita tetapkan tersebut pada 8 hari mendatang.

Kedua, tingkatkan ibadah pada malam-malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Malam-malam ini sangat penting karena terdapatnya Lailatul Qadar pada salah satu dari malam-malam ganjil, yaitu 21, 23, 25, 27, 29 Ramadhan. Pada malam ini kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut sama seperti melakukan kebaikan selama 1000 bulan. Oleh karena itu, tidak wajar dan merupakan suatu kesombongan bila malam tersebut kita sia-siakan. Apalagi usia kita belum tentu mampu untuk melakukan ibadah sebanyak itu.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam dalam malam-malam ini akan menggandakan ibadahnya. Beliau akan beri’tikaf selama 10 hari penuh di mesjid dan melakukan berbagai ibadah sepanjang beliau beri’tikaf. Untuk memaksimalkan manfaat dari peluang ini, kita memerlukan perencanaan yang komprehensif agar ibadah kita dapat dilakukan dengan baik tanpa mengganggu kewajiban yang lain. Yang paling afdhal tentu saja ialah bila kita mampu beri’tikaf selama 10 hari di mesjid tanpa terputus seperti yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sebagian yang lain bahkan menyengaja untuk melakukan umrah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini agar bisa memaksimalkan kesempatan untuk beribadah pada saat-saat terakhir ini. Namun kita juga maklum, bahwa banyak orang yang mungkin tidak memiliki kemampuan tersebut. Salah satu alternatif adalah dengan meminta cuti agar dapat melakukan i’tikaf.

Jika ini juga tidak mungkin dilakukan, maka usahakanlah semaksimal mungkin untuk melakukan i’tikaf sebanyak yang kita mampu tanpa mengabaikan tanggung jawab kita yang lain. Adalah kurang baik bagi seorang muslim untuk kehilangan produktivitas di tempat kerja dengan alasan letih beribadah di malam harinya. Hal ini akan memburukkan nama baik Islam dan umatnya.

Ketiga, jangan lupa untuk meningkatkan doa bagi diri sendiri dan umat Islam seluruhnya. Kita memahami bahwa saat ini umat Islam dalam keadaan tertindas, baik dari dalam maupun dari luar. Berdoalah pada hari terakhir Ramadhan ini agar Allah memberikan hidayahNya bagi kita dan umat Islam seluruhnya, serta mintalah pertolonganNya bagi kaum muslimin dimanapun mereka berada.

Keempat, jangan lupa untuk menunaikan zakat fitrah. Masa yang sunnat adalah apabila masuk waktu maghrib di malam Idul Fitri sampai sebelum sholat Idul Fitri. Ingatlah bahwa pahala berpuasa akan tergantung diantara bumi dan langit sehingga zakat fitrah ditunaikan. Tidak membayar zakat fitrah bagi mereka yang mampu juga merupakan suatu dosa.

Kelima, pada malam Idul Fitri tetapkanlah sedikit waktu untuk merenung akan apa-apa yang telah kita lakukan sepanjang bulan Ramadhan. Pikirkanlah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk memastikan kehidupan kita sebagai seorang muslim selepas bulan Ramadhan ini, menjadi lebih baik dari sebelum Ramadhan.

Tahun depan, belum tentu kita berjumpa dengan Ramadhan…

***

(Diambil dari http://www.eramuslim.com)

Iklan