Bacaan Mulia (Pustaka Zawiyah)


tasbih quranBacaan Mulia (Pustaka Zawiyah)

Ucapan tasbih (sub-hanallahil) memiliki keutamaan sebagai berikut:

HADIS #1

(Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya), “Tidak mampukah kalian meraih seribu kebaikan setiap hari?” Seseorang dari sahabatnya bertanya, “Bagaimana cara kita memperoleh seribu kebaikan?” Beliau menjawab, “Yaitu dng. membaca tasbih 100 kali, maka akan dicatatkan bagi pembacanya 1000 kebaikan dan digugurkan darinya 1000 keburukan.” [HR Muslim, Tirmidzi dan Ahmad]

HADIS #2

“Ada dua kalimat yang mudah diucapkan lisan tetapi berat timbangannya dan disukai oleh Allah Ar-Rahman, yaitu: Sub-hanallahi wa bihamdihi sub-hanallahil ‘azhim. (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya; Maha Suci Allah yang Maha Agung).” [HR Bukhari dan Muslim]

HADIS #3

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Ucapan apakah yang paling utama?” Beliau menjawab, “Yaitu yang dipilih oleh Allah untuk para malaikat-Nya atau hamba-hamba-Nya, yaitu: sub-hanallahi wa bihamdih (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya).” [HR Muslim dan Ahmad]

HADIS #4

“Barang siapa membaca subhanallahi wa bihamdih (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) 100 kali dalam sehari, niscaya dihapus kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan.” [HR Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Malik]

HADIS #5

Dari Juwairiyah, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumah Juwairiyah untuk melakukan shalat Subuh. Beliau kembali pada waktu Dhuha dan mendapati Juwairiyah masih duduk berdzikir. Beliau berkata, “Engkau masih saja dalam keadaan seperti ketika kutinggalkan.” “Benar,” kata Juwairiyah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Sesungguhnya aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali, andaikan ditimbang dengan apa yg. yang kau ucapkan sejak awal hari ini niscaya akan sama beratnya: Sub-hanallahi wa bihamdih, ‘adada khalqih, wa ridha nafsih, wa zinata ‘arsyih, wa midada kalimatih. (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak jumlah ciptaan-Nya, seridha diri-Nya, seberat ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya).” [HR Muslim dan Abu Dawud]

HADIS #6

Sa’ad bin Abi Waqqash meriwayatkan: Ia bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengunjungi seorang wanita yang sedang menghadapi batu kerikil dan menggunakan batu-batu itu untuk menghitung tasbihnya. Beliau berkata, “Maukah kuberitahu cara yang lebih mudah atau lebih utama bagimu? (Ucapkanlah): Sub-hanallahi ‘adada ma khalaqa fis sama`, wa sub-hanallahi ‘adada ma khalaqa fil ardh, wa sub-hanallahi ‘adada ma baina dzalik, wa sub-hanallahi ‘adada ma huwa khaliq. Maha Suci Allah sebanyak apa yang Ia ciptakan di langit, Maha Suci Allah sebanyak apa yang Ia ciptakan di bumi, Maha Suci Allah sebanyak apa yg ada di antara keduanya, dan Maha Suci Allah sebanyak makhluk yang Ia ciptakan, dan bacalah Allahu akbar, alhamdulillah, dan la haula wala quwwata illa billah dengan cara begitu.” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud]

***

Sumber : Al Habib Husein Anis.

Iklan