Manfaat-Manfaat Lain dari Hewan


Pak Tua Memancing IkanManfaat-Manfaat Lain dari Hewan

“Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih….” (al-An’aam [6]: 142)

Ayat ini mengungkap manfaat lain yang disediakan binatang untuk kepentingan manusia: wol, bulu, dan kulit. Semua ini benar-benar merupakan bahan mentah bagi banyak benda yang kita manfaatkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Baju panas, selimut, karpet, bahan-bahan pakaian, perabot, dan banyak lagi peralatan lain yang berasal dari binatang. Lebih dari itu, kulit-kulit kambing, sapi, ular, buaya, dan binatang lain-lain sudah lumrah digunakan untuk pakaian, perabotan, dan barang-barang hiasan

Yang lain lagi adalah sutra, satu bahan serat lentur yang diambil dari kepompong ulat sutra. Bahan pakaian dari serat ini merupakan anugerah Allah kepada manusia, dan Dia juga memberikan kabar baik bahwa orang-orang beriman kelak bakal memakai baju sutra di surga,

“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra.” (al-Insaan [76]: 12)

“Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dai sutra halus dan sutra tebal sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah.” (al-Kahfi [18]: 31)

Tak syak lagi, sutra yang bakal dipakai orang-orang beriman di dalam surga akan tak terbandingkan tinggi nilainya dengan sutra di dunia. Namun begitu, sutra yang kita punyai di dunia ini tetap merupakan bahan pakaian sangat berharga. Nilainya dapat disyukuri secara menakjubkan apabila bait-bait sanjungan untuk pembuatannya diperiksa dengan cermat.

Kita harus ingat bahwa pembuat bahan berkualitas tinggi ini bukannya mereka yang tinggi inteligensianya, tidak pula mesin canggih luar biasa, tapi sejenis ulat berukuran panjang antara 5 sampai 10 cm. Kebanyakan dari benang-benang ini dipintal dari serat-serat yang diambil dari kepompong ulat sutra.

Pada tahap akhir pembentukan larva (jentik-jentik), larva dewasa menggabungkan diri pada ranting pohon dan mulai merajut kepompong. Fibrion, serabut lembab yang terjadi dari cairan bergetah, dikeluarkan dari sebuah lubang di bibir bawah larva. Zat bergetah ini cepat mengering di udara, akhirnya mengeras menjadi kepompong. Kemudian, dipersiapkan saat persalinan ulat sutra untuk proses produksi sutra.

Benang yang dihasilkan oleh ulat sutra banyak gunanya, berderet dari bahan tekstil hingga ke obat. Benang sutra yang digunakan pada pembedahan merupakan sumbangan vital untuk kesehatan lanjutan seseorang.

Cukup mengherankan bahwa serangga sekecil itu dapat mengeluarkan satu zat dengan formula yang tersembunyi dalam tubuh ulat dan disumbangkan untuk kemanusiaan. Sesungguhnya, Allah bertanggung jawab untuk seluruh proses kehidupan dan kematian di jagat raya.

Manfaat yang diraup manusia dari binatang tidak bisa dibatasi pada bilangan jenis bahan saja. Dengan menghitung ribuan jenis binatang saja, akan banyak lembaran kertas yang dibutuhkan untuk mencatat jumlah wilayah sumbangan yang dinikmati manusia dari makhluk hewan berkaki, bersayap, dan melata. Ini pun diungkapkan di dalam Al-Qur`an,

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya….” (an-Nahl [16]: 18)

Bahwa Allah memperlengkapi binatang dengan begitu tinggi kualitas manfaatnya menunjukkan kasih sayang dan perlindungan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Betapapun, kita wajib ingat bahwa siapa pun yang melupakan semua itu adalah rahmat dari Allah akan mempertanggung-jawabkannya pada hari penghitungan. Dengan demikian, siapa pun harus memikirkannya dalam-dalam, sebagaimana Allah menyeru semua manusia untuk berbuat, untuk merenggut makna-makna tersembunyi di balik semua itu dan mensyukuri Dia atas semua rahmat ini.

Tanda-Tanda Rahmat yang Berasal dari Lautan

Kita harus sebutkan juga rahmat-rahmat yang datang dari lautan dan termasuk karunia Allah kepada kita. Al-Qur`an menyebutkan beberapa dari itu,

“Dan Dialah Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat menemukan darinya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (an-Nahl [16]: 14)

Kita akan menemukan rahmat tak terhitung jumlahnya manakala kita meneliti manfaat-manfaat yang diperoleh manusia dari lautan. Setiap laut adalah habitat alami dari beragam jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan, tergantung pada kondisi mereka masing-masing. Al-Qur`an menyebutkan beberapa dari mereka,

“Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum, dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut, supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (Faathir [35]: 12)

Meski manusia tidak terlibat di dalamnya, alam bawah laut memiliki tatanan sempurna yang menawarkan banyak manfaat.

Semua ini memungkinkan, berkat sempurnanya ciptaan Allah. Untuk imbalan semua ini, manusia hanya perlu merasa bersyukur kepada Allah.

  1. Makanan dari Laut

Manusia yang tidak sepenuhnya mengetahui sumber gizi yang mereka perlukan untuk menjaga kesehatan melalui gizi yang baik, mendapat tawaran banyak sumber gizi kadar terbaik dan siap pakai. Seafood memanglah cukup kaya dengan sumber-sumber gizi prima, sebab diciptakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia akan vitamin dan mineral. Allah minta kita perhatikan manfaat makanan-makanan semacam itu,

“Dihalalkan bagimu binatang-binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan….” (al-Maa`idah [5]: 96)

Produk seafood secara relatif tinggi kandungan mineralnya seperti chromium, cobalt, fosfor, tembaga, iodium, fluorin, dan sodium. Sebagai hasilnya, produk-produk ini meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan tubuh, menyeimbangkan tekanan darah, dan mencegah diabetes. Cobalt mencegah anemia, sementara tembaga dan iodium mempercepat penyerapan zat besi agar manusia merasa bersemangat (energetic). Seafood juga memfasilitasi proses mental dan mendorong pertumbuhan kulit sehat, gigi, rambut, dan kuku. Zinc, yang kaya jumlahnya dalam makanan laut, adalah elemen penting untuk pertumbuhan badan dan pembangunannya, melindungi kepekaan penciuman dan rasa, ampuh dalam penyembuhan luka, dan mengatur jumlah serapan vitamin A dalam aliran darah. Lebih jauh lagi, ia merupakan bagian dari insulin, yang mengendalikan kebutuhan energi metabolis.Flourine memperkuat tulang dan membantu otot-otot dan sistem saraf agar berfungsi secara teratur.

Al-Qur`an menyebutkan manfaat lain dari bahan makanan semacam itu dalam surah an-Nahl [16]: 14, “… kamu dapat memakan daging yang segar (ikan)….”

Sangat mengejutkan bahwa Allah menyuruh kita memperhatikan “daging segar” dalam ayat ini, sebab, sebagaimana kita tahu, seafood harus dimakan selagi ia masih dalam keadaan segar. Kalau tidak, daging semacam itu akan menyengsarakan badan. Kenyataannya bahwa hanya produk-produk seafood yang dijelaskan begitu rupa di dalam Al-Qur`an mungkin menjurus pada fakta ini.

  1. Ikan

Sementara Al-Qur`an bicara soal seafood secara umum, ia pun secara spesifik minta perhatian kita pada ikan, sebagaimana diungkapkan dalam kisah Nabi Musa a.s. dan pembantu mudanya; mereka berdua makan ikan selama dalam perjalanan,

“Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya, ‘Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini. Muridnya menjawab, ‘Tahukah kamu tatkala mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan ….’” (al-Kahfi [18]: 62-63)

Perlu dicatat bahwa untuk perjalanan panjang seperti itu, Nabi Musa a.s. dan anak muda yang mengiringinya memilih ikan untuk makanan mereka. Dalam menceritakan kisah ini kepada orang-orang beriman, Allah meminta kita untuk memperhatikan nilai gizi dari ikan. Dalam meneliti nilai gizi dari ikan terungkap sejumlah fakta mengejutkan: Ikan kaya dengan kandungan mineral (seperti fosfor, sulfat, dan vanadium) yang meningkatkan pertumbuhan dan pembaikan selaput tubuh, menyembuhkan nyeri persendian, memfasilitasi kesehatan gusi dan gigi, menambah kecantikan dan warna kulit, menolong pemeliharaan kesehatan rambut, dan ampuh melawan infeksi bakteri. Selain itu, ikan juga memainkan peranan mencegah serangan jantung dengan jalan mengatur tingkat kolesterol aliran darah. Dengan memfasilitasi zat kanji dan metabolisme lemak, daging ikan memungkinkan tubuh menjadi lebih energetik dan kuat, dan juga memungkinkan mental memproses agar berfungsi sepatutnya.

Kekurangan vitamin D dan mineral-mineral lain yang terdapat pada ikan bisa mendatangkan penyakit-penyakit kekurangan vitamin seperti sakit gusi, gondok, keluhan kelenjar getah bening, penyakit lembut, dan bengkok tulang pada anak-anak, dan lain-lain.

  1. Ornamen-Ornamen yang Dapat Diperoleh dari Laut

Mutiara adalah salah satu ornamen pilihan yang diambil dari laut. Proses pembentukan mutiara cukup menarik juga untuk diketahui: Beragam makhluk laut berdaging lunak tanpa tulang seperti kerang, siput, remis, menjajarkan bagian dalam tempurung mereka dengan benda-benda mulia warna keputihan yang disebut ‘induknya-mutiara’. Makhluk-makhluk dasar laut ini menggunakan metode seragam dalam menaklukkan partikel (seperti pasir dan biji-bijian) untuk mencegah kerusakan daging di dalam tempurungnya, dan menyemburkan cairan ke sekeliling induk mutiara. Dengan begitu, mulailah pembentukan mutiara. Seperti mutiara, batu-batu mulia yang ditemukan di dasar lautan juga digunakan sebagai barang perhiasan oleh manusia.

Pembentukan mutiara yang sangat menakjubkan itu jelas sekali memperlihatkan kemahatinggian kreasi seni Allah, Maha Pencipta. Al-Qur`an menggugah perhatian kita kepada kenyataan bahwa keindahan dan kemolekan secara khusus diciptakan sebagai karunia untuk manusia beriman,

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” (ar-Rahmaan [55]: 19-22)

==================

11- http://www.stonecreeksilk.co.uk/silk.html

12- Th PDR Family Guide To Nutiro and Health, hlm. 596.

13- http://www.chatham.edu/PTI/Kitchen_Chem/P.Roberts_01.htm

14- http://www.essaybank.co.uk/free_coursework/2844.htm

Iklan