Rukun-Rukun Salat


gerakan-shalatRukun-Rukun Salat

Arsip Fiqh

Salat mempunyai rukun-rukun yang apabila salah satunya ditinggalkan, maka batallah salat tersebut. Berikut ini penjelasannya secara terperinci tentang rukun-rukun salat.

Berniat

Yaitu niat di hati untuk melaksanakan salat tertentu, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Niat itu dilakukan bersamaan dengan melaksanakan takbiratul ihram dan mengangkat kedua tangan.

Membaca Takbiratul Ihram

Yaitu dengan lafazh (ucapan): “Allaahuakbar.”

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Kunci salat itu adalah bersuci, pembatas antara perbuatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu salat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan salat adalah salam.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi, dan lainnya: hadits shahih)

Berdiri (bagi yang sanggup ketika melaksanakan salat wajib)

Hal ini berdasarkan firman Allah saw, “Peliharalah segala salat(mu) dan (peliharalah) salat wustha (Ashar). Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyu’.” (QS Al-Baqarah: 238)

Sabda Rasulullah saw kepada Imran bin Hushain, “Salatlah kamu dengan berdiri; apabila tidak mampu, maka dengan duduk; dan jika tidak mampu juga, maka salatlah dengan berbaring ke samping.” (HR Al-Bukhari)

Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat SalatFardu dan Salat Sunah

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca surat Al-Fatihah.” (HR Bukhari)

Ruku’

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS Al-Hajj: 77)

Juga berdasarkan sabda Nabi saw kepada seseorang yang tidak benar shalatnya: ” … kemudian ruku’lah kamu sampai kamu tuma’ninah dalam keadaan ruku’.” (HR Bukhari dan Muslim)

Bangkit dari Ruku’

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw terhadap seseorang yang salah dalam salatnya: ” … kemudian bangkitlah (dari ruku’) sampai kamu tegak lurus berdiri.” (HR Bukhari dan Muslim)

I’tidal (berdiri setelah bangkit dari ruku’)

Hal ini berdasarkan hadits tersebut di atas tadi dan berdasarkan hadits lain yang berbunyi: “Allah tidak akan melihat kepada salat seseorang yang tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku’ dan sujudnya.” (HR Ahmad, dengan isnad shahih)

Sujud

Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang telah disebutkan di atas tadi. Juga berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Kemudian sujudlah kamu sampai kamu tuma’ninah dalam sujud.” (HR Bukhari dan Muslim)

Bangkit dari Sujud

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw:  “Kemudian bangkitlah sehingga kamu duduk dengan tuma’ninah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Duduk di antara Dua Sujud

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw:

“Allah tidak akan melihat kepada shalat seseorang yang tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku’ dan sujudnya.” (HR Ahmad, dengan isnad shahih)

Tuma’ninah Ketika Ruku’, Sujud, Berdiri, dan Duduk

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw kepada seseorang yang salah dalam melaksanakan shalatnya: “Sampai kamu merasakan tuma’ninah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tuma’ninah tersebut beliau tegaskan kepadanya pada saat ruku’, sujud, dan duduk, sedangkan i’tidal pada saat berdiri. Hakikat tuma’ninah itu ialah bahwa orang yang ruku’, sujud, duduk, atau berdiri itu berdiam sejenak, sekadar waktu yang cukup untuk membaca satu kali setelah semua anggota tubuhnya berdiam. Adapun selebihnya dari itu adalah sunah hukumnya.

Membaca Tasyahud Akhir Serta Duduk

Adapun tasyahhud akhir itu, maka berdasarkan perkataan Ibnu Mas’ud ra yang bunyinya: “Dahulu kami membaca di dalam salat sebelum diwajibkan membaca tasyahhud adalah, ‘Kesejahteraan atas Allah, kesejahteraan atas malaikat Jibril dan Mikail.’

Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Janganlah kamu membaca itu, karena sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia itu sendiri adalah Maha Sejahtera, tetapi hendaklah kamu membaca:

“Segala penghormatan, salawat dan kalimat yang baik bagi Allah. Semoga kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah dianugerahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga kesejahteraan dianugerahkan kepada kita dan hamba-hamba yang salih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya.” (HR An-Nasai, Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi, dengan sanad shahih)

“Apabila salah seorang di antara kamu duduk (tasyah-hud), hendaklah dia mengucapkan: ‘Segala penghormatan, salawat dan kalimat-kalimat yang baik bagi Allah’.” (HR Abu Daud, An-Nasai dan yang lainnya, hadits ini shahih dan diriwayatkan pula dalam dalam “Shahih Bukhari dan Shahih Muslim”)

Adapun duduk untuk tasyahud itu termasuk rukun juga karena tasyahhud akhir itu termasuk rukun.

Membaca Salam

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Pembuka salat itu adalah bersuci, pembatas antara perbuatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu salat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan shalat adalah salam.” (HR Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits shahih )

Melakukan Rukun-Rukun Salat Secara Berurutan

Oleh karena itu, janganlah seseorang membaca surat Al-Fatihah sebelum takbiratul ihram dan janganlah ia sujud sebelum ruku’. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Salatlah kalian sebagaimana kalian melihatku salat.” (HR Bukhari)

Maka apabila seseorang menyalahi urutan rukun salat sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah saw, seperti mendahulukan yang semestinya diakhirkan atau sebaliknya, maka batallah salatnya.

Keterangan:

Untuk mengetahui dengan jelas do’a-do’a dalam salat, hendaknya bagi para pembaca merujuk kepada orang-orang yang mengerti benar dalam pelaksanaan salat, atau bisa melalui buku yang menulis tentang salat secara lengkap.

Di sini, Al-Islam tidak atau belum merasa perlu untuk mencantumkan do’a-do’a dalam salat karena hal ini dapat pembaca mencari sendiri dengan mudah. Al-Islam untuk sementara ini lebih menekankan kepada bagaimana memahami syariat dan cara pelaksanaannya.

***

Sumber: Tuntunan Shalat Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Iklan