Takut Kepada Allah


allahTakut Kepada Allah

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Firman Allah Ta’ala (artinya):

“Sesungguhnya mereka itu tiada lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku saja jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Ali Imran: 175)

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah (saja), maka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Bara’ah/At-Taubah: 18)

“Dan diantara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, tetapi apabila ia mendapat perlakuan yang menyakitkan karena (imannya kepada) Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai adzab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?” (Al-Ankabut: 10)

Diriwayatkan hadits marfu’ dari Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu:

“Sesungguhnya termasuk lemahnya keyakinan apabila kamu mencari kerelaan manusia dengan kemurkaan Allah, memuji mereka atas rezeki Allah yang diberikan lewat mereka, dan mencela mereka atas sesuatu yang belum diberikan Allah kepadamu lewat mereka. Sesungguhnya rezeki Allah itu tidak dapat didatangkan oleh ketamakan orang yang tamak dan tidak pula dapat digagalkan oleh kebencian orang yang membenci.”

Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa berusaha mendapatkan ridha Allah sekalipun dengan resiko kemarahan manusia, maka Allah me-ridhai-nya dan menjadikan manusia ridha kepadanya. Dan barangsiapa berusaha mendapatkan ridha manusia dengan melakukan apa yang menimbulkan kemurkaan Allah, maka Allah murka kepadanya dan menjadikan manusia murka pula kepadanya.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahih-nya)

Kandungan tulisan ini:

  1. Tafsiran ayat dalam surah Ali Imran. Ayat ini menunjukkan bahwa khauf (takut) termasuk ibadah yang harus ditujukan kepada Allah semata-mata, dan diantara tanda kesempurnaan iman ialah tiada merasa takut kepada siapapun selain kepada Allah saja.
  2. Tafsiran ayat dalam surah Bara’ah/At-Taubah. Ayat ini menunjukkan bahwa memurnikan rasa takut kepada Allah adalah wajib, sebagaimana shalat, zakat, dan kewajiban lainnya.
  3. Tafsiran ayat dalam surah Al-Ankabut. Ayat ini menunjukkan bahwa merasa takut akan perlakuan buruk dan menyakitkan dari manusia dikarenakan iman kepada Allah adalah termasuk takut kepada selain Allah; dan menunjukkan pula kewajiban bersabar dalam berpegang teguh pada jalan Allah.
  4. Keyakinan bisa menjadi lemah dan bisa menjadi kuat.
  5. Tanda lemahnya keyakinan, antara lain: tiga perkara yang disebutkan dalam hadits dari Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu.
  6. Memurnikan rasa takut kepada Allah termasuk kewajiban.
  7. Pahala bagi orang yang mengamalkannya.
  8. Ancaman bagi orang yang tidak mengamalkannya.

***

Dikutip dari buku: “Kitab Tauhid” karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Penerbit: Kantor Kerjasama Da’wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.

Sumber : http://www.assunnah.or.id

Kiriman Sahabat: Ayah Raihan

Iklan