Pribadi Merdeka


masjid cikiniPribadi Merdeka

Suatu Hari Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminitoto seperti dituturkan Alm KH. Dalari Oemar mendatangi walikota Jakarta di jaman penjajahan Belanda.

“Hentikan niat menggusur masjid Cikini (Jl.Raden Saleh, masjid bersejarah yang dilindungi),” sergahnya.

“Tapi penduduk sekitarnya banyak kaum Nasrani,”jawab walikota.

“Siapa yang lebih dulu, masjid atau penduduk Nasrani?” lanjutnya.

“Ya, masjid,”jawab walikota.

“Nah, kalau begitu mereka yang harus pergi atau biarkan masjid itu berdiri, masih ada jamaah yang memerlukannya,” tangkis HOS.

“Tapi para ulama semua sudah tanda tangani persetujuan,” jawab walikota.

“Masih ada yang belum tanda tangan,” jawabnya lagi.

“Siapa itu,” walikota heran.

“Aku, aku yang belum dan tak akan tanda tangan. Langkahi mayatku, sebelum bongkar masjid itu.”

Ketika walikota tak berdaya dan mengangkatnya ke Gubernur Jenderal, hal sama diungkapkan.

Pendiriannya tak berubah dan masjid itu tetap tegak sampai hari ini.

Orang kini merindukan pribadi merdeka seperti HOS ini, totalitas dari seorang penutur kebenaran.

Bukan pribadi yang mudah ditekan oleh lingkungan, trend dan mode. Beliau merdeka dengan mengambil pilihan sadar di saat orang gemar dengan pilihan ganda.

***

(Sumber : KH. Rahmat Abdullah)

Iklan