Mengisi Hidup Dengan Akhlak Mulia


pertolongan allahMengisi Hidup Dengan Akhlak Mulia

Wahai saudaraku sesama muslim, merosotnya nilai nilai moral dan budi pekerti yang baik, disebabkan karena sebagian umat islam semakin jauh dari dua warisan yang ditinggalkan oleh Nabi Besar kita Muhammad SAW. yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

Kilauan dunia yang membuat terlena telah membius kita sehingga terlelap dalam buaiannya, tapi manakala kita tersadar, rasanya betapa kecil kita di hadapan Allah Ta’ala dengan segala Kebesaran-NYA.

Lezat dan manisnya dunia membuat kita terkadang jauh dari akhlak nul karimah, sehingga terkadang yang berkecukupan merasa lebih hebat dan tinggi daripada yang berkekurangan, yang berkedudukan mengagungkan dirinya diatas takhta kehormatan, tanpa peduli memikirkan nasib atau keadaan mereka yang berada di bawah, tapi manakala semua kenikmatan itu diambil kembali oleh pemilik-NYA, maka tak satu kekuatan yang dapat menahannya.

Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi sekaligus kekasih-NYA, dengan memuji padanya dan menampakkan nikmat dihadapan Nabi-NYA.

“Dan sesungguhnya engkau memiliki akhlak yaang agung.” (QS,68 Al-Qolam : 4)

Aisyah ra. berkata : “Ahlak Rasulullah SAW. adalah Al-Qur’an.”

Seorang lelaki bertanya kepada Nabi mengenai budi pekerti yang baik (ahlak), kemudian Nabi SAW. membaca firman Allah : ” Jadilah kamu seorang pemaaf dan perintahkan orang orang untuk mengerjakan kebajikan, serta jauhilah orang orang yang jahil.” ( QS.7 : 199)

Lalu beliau SAW. bersabda : ” Dia bisa menyambungkan orang yang memutuskanmu, memberi orang yang memutusmu, yang menghalangimu, serta memaafkan orang yang menganiaya.”

Sabda Nabi Muhammad SAW. ” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan ahlak yang mulia.” Lebih lanjut Nabi bersabda : ” Sesuatu yang paling berat dalam timbangan amal kelak di hari kiamat ialah takwa kepada Allah dan ahlak yang mulia.”

Seorang lelaki datang kepada Nabi SAW. dan bertanya : ” Apa yang disebut agama, ya Rasul !” Nabi SAW. menjawab : ” Ahlak yang mulia.”

Lelaki itu datang lagi ke arah kiri dan kanan beliau SAW. dan berkata : ” Agama itu apa, ya Rasul ! ” Nabi SAW. bersabda : ” Kebaikan ahlak yang mulia.” Lelaki tersebut datang lagi dari arah kiri dan kanan beliau, dan berkata : ” Apa yang disebut agama, ” Ya rasul ! ” Sabda Nabi SAW. : ” Apa kamu tidak juga paham, dia agama adalah akhlak yang baik dan mulia, dan janganlah kamu marah.” ( Pen, berarti gak boleh cepat emosi, tetapi harus bisa menahan amarah).

Lelaki itu bertanya lagi,”Apa yang disebut kecelakaan, Ya Rasul ! ” Sabda Nabi SAW. : ” Kejelekan budi pekerti.”

Kata Fudlail ra. : ia berkata kepada Nabi SAW. : ‘Sesungguhnya si fulan berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari, namun dia wanita yang ahlaknya jelek, yang selalu menyakiti tetangga dengan mulutnya,”

Nabi SAW. bersabda ; ” Untuk dia tidak ada kebaikan, dan dia termasuk penghuni neraka.”

Kata Abu Darda ra. bahwa Nabi SAW. bersabda : ” Pertama kali yang diletakkan dalam timbangan amal ialah budi pekerti yang baik dan kemurahan hati.”

Nabi SAW. bersabda : ” Sungguh Allah telah mensucikan agama dengan Dzat-Nya, maka buat agamamu tidak pantas kecuali murahnya hati dan baiknya budi pekerti. Dan hiasilah agamamu dengan keduanya.”

Nabi SAW. bersabda : ” Kebaikan budi pekerti ialah budi pekerti Allah Yang Agung.”

Dikatakan : ” Ya Rasul, manakah orang yang paling utama !” Nabi SAW. menjawab: ” Yang paling baik budi pekertinya.”

Nabi juga bersabda ” Kamu tidak akan mampu menguasai manusia dengan harta bendamu, maka kuasailah mereka dengan kecerahan wajah dan budi pekerti yang baik.”

Melalui Abu hurairah ra. bahwa Nabi SAW. bersabda ; ” Kemuliaan seorang mukmin terletak di agamanya, keturunannya, ahlak baiknya, keperwiraan, dan akalnya.”

Nabi SAW. bersabda pula : ” Sesungguhnya orang yang paling aku cintai diantara kalian, ialah kelak di hari kiamat tempatnya amat dekat antara aku dan kamu. Dia adalah orang orang yang baik budi pekertinya.”

***

Kiriman Sahabat: Zevry Yudha Prakasha

Iklan