Dzikir Menurut Sunnah


dzikir 2Dzikir Menurut Sunnah

Assalamualaikum wr. wb.

Berikut adalah dzikir yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW beserta ganjaran yang akan kita dapatkan jika kita membacanya dan mendalami maknanya (saya nukilkan dari Kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dgn penerjemah A. Hasan terbitan CV. Diponegoro Bandung Bab Dzikir dan Do’a, Hadits nomor 1570 sampai nomor 1575). Dzikir yang diajarkan Nabi SAW ini tidak terikat oleh waktu ini dan itu, dianjurkan untuk dibaca setiap hari.

1. Dari Abi Ayyub Al Anshari, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW: “Barang siapa berkata “LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR” (artinya : Tiada sesembahan yang hak melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. MilikNyalah ke-rajaan dan pujian, sedang Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak sepuluh kali, adalah ia seperti orang yang memerdekakan empat jiwa dari anak cucu Ismail.” (HR Bukhari & HR Muslim).

2. Dari Abi Hurairah, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW: “Barang siapa berkata “SUBHAANALLAH WABIHAMDIHI” (artinya : Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya (aku berbakti)); seratus kali, niscaya digugurkan daripadanya dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih laut.” (HR Bukhari & HR Muslim).

3. Dari Juwariyah binti Al Harits, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW kepada saya : “Sesungguhnya aku telah berkata, mengiringi ucapanmu, empat kalimat yang jika ditimbang dengan apa yang engkau ucapkan hari ini, niscaya setimbang dengannya (yaitu) : “SUBHAANALLAH WABIHAMDIHI ADADA KHALQIHI WA RIDLA-A NAFSIHI WAZINATA ‘ARSYIHI WA MIDADA KALIMATIHI” (artinya : Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya (aku berbakti), sebaik-baik bilangan maklhuk dan sebaik-baik ridla diri-Nya dan sebanyak-banyak timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak-banyak tinta (penulis) firman-firman-Nya).” (HR Muslim).

4. Dari Abi Sa’id Al Kudri, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW: “(Ucapan-ucapan) yang kekal yang baik (ialah): “LAA ILAAHA ILLALLAHU WA SUBHAANALLAHI WALLAHU AKBARU  WALHAMDULILLAHI WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHI” (artinya : Tiada sesembahan yang hak melainkan Allah Yang Maha Esa, dan Maha Suci Allah, dan Allah itu Maha Besar, dan segala pujian kepunyaan Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dgn pertolongan) Allah).” (HR Nasa’i dan disahkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim).

5. Dari Samurah bin Jundab, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW: “Ucapan yang amat disukai oleh Allah, empat, yang engkau tidak dipandang salah dengan mana saja engkau memulai: “SUBHAANALLAHI WALHAMDULILLAHI  WA LAA ILAAHA ILLALLAHU WALLAHU AKBARU” (artinya : Maha Suci Allah, dan segala pujian kepunyaan Allah, dan tiada sesembahan yang hak melainkan Allah Yang Maha Esa, dan Allah itu Maha Besar).” (HR Muslim).

6. Dari Abi Musa Al Asy’ari, Ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW kepada saya : “Hai Abdullah bin Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu simpanan daripada simpanan-simpanan surga? (ialah) “LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHI” (artinya : tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dgn pertolongan) Allah). (HR Bukhari & HR Muslim).

Semoga bermanfaat dan berguna.

Wassalamualaikum wr. wb.

***

Hamba Allah

Iklan