Sang iblis


sabar (1)Sang Iblis

Termasuk dimanakah diri kita ?? Musuh ataukah teman baik sang iblis laknatullah alaihi ??

Sebuah cerita dari Dr Muhammad Iqbal:

Suatu ketika iblis dan setan-setannya berkumpul dalam suatu parlemen untuk membahas perkembangan dunia dan bahaya-bahaya yang akan dihadapi setan di masa-masa yang akan datang, bahaya yang akan mengancam sistem iblis. Salah satu setan melaporkan, “Baginda, kami dengar seorang yahudi muncul dari Jerman, namanya Karl Marx, dia bukan seorang nabi tapi membawa kitab suci. Dia bermaksud memperbaiki dunia ini dan mengubah bangsa yang tertindas menjadi penguasa, ini tantangan buat kita”

Iblis menjawab,” Tidak.. karena Marxisme menghancurkan fitrah manusia, ia tidak akan sanggup mengubah alam ini.”

Kemudian satu demi satu melaporkan faham-faham filsafat yang akan mempengaruhi umat manusia. Kemudian Iblis berkata lagi, “Yang aku takutkan ialah suatu umat yang dalam jantungnya bergelora semangat untuk memperbaiki dunia ini, suatu umat yang didalamnya terdapat manusia yang renggang pinggangnya dari tempat tidurnya, yang berlinang air matanya pada waktu dini hari, yang bersujud bersimpuh di hadapan Allah. Yang mengancam kita adalah Islam. Islam adalah fitnah kita di masa datang, bukan istiraqiyyah,bukan jumhuriyyah, bukan marxiyyah.”

“Aku juga tahu,” kata Iblis, “bahwa umat islam ini merupakan tantangan kita,akan tetapi sekarang umat islam sudah menjauhi Al Quran, mereka terpesona dengan kekayaan dan sibuk menghitung-hitungnya seperti juga umat terdahulu,dan saya juga tahu bahwa ulama-ulama tidak lagi memiliki tangan putih yang dengannya disinari kegelapan. Tetapi aku khawatir zaman akan datang juga,umat ini akan bangkit dan mereka menghadap ke syariat Muhammad. Aku peringatkan kalian dari agama Muhammad, agama yag mengajarkan kemuliaan dan keagungan, agama yang mengajarkan kejujuran dan kesucian, agama yang mengajarkan harga diri dan kepahlawanan, agama yang mengajarkan jihad.

Dengan agama inilah dihilangkan seluruh penghambaan antara manusia, tidak beda dalam agama ini antara tuan dan budak, tidak beda dalam agama ini antara penguasa dan rakyat biasa. Ini yang aku takutkan karena mereka nanti bakal muncul sebagai penguasa di bumi ini dan yang aku takutkan lagi adalah pada saat mereka berteriak ‘seluruh bumi ini kepunyaan Allah, bukan lagi kepunyaan raja dan penguasa’!”

“Karena itu berjuanglah kamu sedapat mungkin, usahakan agar agama ini tersembunyi dari mata manusia, berikan yang dianggapnya ritus-ritus keagamaan sementara tidak ada kepercayaan kepada dirinya dan Tuhannya, imannya sedikit, dan sibukkanlah mereka dengan masalah-masalah perbedaan pikir sehingga dengan itu kita sanggup melemahkan mereka, dan usahakan pula agar telinganya tidak mendengar sentuhan adzan karena adzan bisa menghancurkan sihir kita, lalu sibukkanlah mereka dengan kemaksiatan-kemaksiatan, dan jauhkanlah dari jihad dan beramal.”

Lalu pada akhir ceritanya iblis berkata, “Duhai malangnya, alangkah celakanya kalau umat ini bangkit, hancurlah seluruh sistem kita karena kebangkitan umat ini.”

Cerita di atas menunjukkan bahwa tantangan terbesar umat manusia bukan kenaikan harga-harga dan ancaman krisis di depan mata. Karena Iblis sudah berjanji untuk menyesatkan umat manusia dengan berbagai cara.

Pada suatu waktu Rasulullah bertanya pada iblis, “Berapa banyak teman baikmu dari umatku?” Iblis menjawab, “Teman akrabku di antara umatmu ada 10 golongan, yaitu:

  1. Pemimpin yang tidak jujur
  2. Orang yang takabur
  3. Orang kaya yang tidak peduli dari mana hartanya didapat dan ke mana dipergunakan
  4. Orang alim yang membenarkan pemerintah berbuat Penyelewengan
  5. Pedagang yang menipu
  6. Orang yang menimbun keperluan umum untuk dijual pada waktu harga mahal
  7. Pezina
  8. Orang yang memakan harta dari hasil riba
  9. Orang bakhil, tidak memperhatikan dari mana ia mengumpulkan harta
  10. Peminum arak

Kemudian Rasulullah bertanya lagi, “Berapa banyak pula musuhmu di antara umatku?” Iblis menjawab, “Musuh-musuhku di antara umatmu ada 20 golongan, yaitu:

  1. Yang jelas Engkau sendiri, hai Muhammad, maka sesungguhnya aku sangat membencimu.
  2. Orang alim yang beramal dengan ilmunya
  3. Orang yang memelihara Al Quran dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya.
  4. Tukang adzan yang ikhlas karena Allah
  5. Orang yang mencintai fakir miskin dan anak yatim
  6. Orang yang menyayangi sesama manusia
  7. Orang yang tunduk kepada kebenaran
  8. Pemuda yang giat dan taat kepada Allah
  9. Yang memakan makanan yang halal
  10. Dua pemuda yang saling mengasihi karena Allah
  11. Orang yang rajin shalat berjamaah
  12. Orang yang shalat malam sedang yang lain tidur Nyenyak
  13. Orang yang menah! an diri dari segala larangan Allah
  14. Orang yang menasehati saudaranya tanpa mengharapkan sesuatu dalam hatinya
  15. Orang yang senantiasa mempunyai widlu
  16. Orang yang dermawan
  17. Orang yang baik akhlaknya
  18. Orang yang membenarkan jaminan Allah yang akan diberikan kepadanya
  19. Orang yang memperhatikan kepentingan janda-janda
  20. Orang yang selalu siap sedia mati karena Allah (Hadits dari Ibnu Abbas)

Sebenarnya untuk tidak menjadi teman iblis lebih banyak pilihannya, tapi justru lebih mudah untuk menjadi temannya. Karena telah disebutkan bahwa setan itu dari golongan jin dan manusia, maka berhati-hati jugalah dalam mencari teman.

***

(sumber: cerita dari Abu Ahmad dalam lembar Jumat)

Iklan