Menyombongkan Ilmu


ilmu-adalah-pelitaMenyombongkan Ilmu

Seorang ahli hikmah berpetuah, “Jangan sekali-kali membicarakan suatu ilmu pada tempat dan keadaan yang tidak cocok, apalagi menyombongkannya.”

“Seperti pernah dialami seorang sarjana,” kata ahli hikmah itu. “Ketika naik perahu menuju sebuah pulau kecil nun jauh di seberang pantai, ia menerangkan bahwa sukses hidup manusia bergantung pada empat jenis ilmu : ilmu hitung, ilmu ekonomi, ilmu sosial, dan ilmu politik.”

“Apakah anda menguasai ilmu hitung ?” tanya sang sarjana.

“Tidak.” jawab tukang perahu.

“Waduh bahaya, kalau begitu, sukses hidup anda berkurang 25%. Tapi tentu anda mengetahui ilmu ekonomi …?”

“Tidak juga,” jawab tukang perahu.

“Berarti sukses hidup Anda tinggal 50%. Itupun jika Anda menguasai ilmu sosial dan ilmu politik.”

“Kedua ilmu itupun saya tidak tahu,” tukang perahu tersenyum kecil.

“Gawat ! Kalau begitu, sukses hidup Anda mungkin tak ada lagi,” komentar sang sarjana sambil geleng-geleng kepala.

Tiba-tiba datang angin puting beliung. Ombak besar pun menggulung hingga perahu terbalik. Tukang perahu dan sang sarjana terlempar ke laut. Sambil berenang santai, tukang perahu berteriak kepada sang sarjana yang timbul tenggelam tanpa daya.

“Apakah Anda menguasai ilmu berenang, wahai Tuan Sarjana ?”

“Ti … ti … ti …dak, toloong … “ teriak sarjana itu ketakutan.

“Kalau begitu, 100% sukses hidup Anda hilang sudah,” gumam tukang perahu.

Wassalaam

***

Kutipan dari : Percikan Hikmah. Berdialog dengan Hati Nurani

H. Usep Romli HM.

Iklan