Fisik Rasulullah Muhammad SAW


Muhammad SAWFisik Rasulullah Muhammad SAW

Sumber : Haziah – kafe Muslimah

Mari Mengenal Rasul ! semoga perbendaharaan di bawah bisa membuat kita semakin rindu pada beliau.

BERWAJAH TAMPAN

Rasulullah adalah manusia yang paling tampan dan paling baik kondisi fisiknya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek (Mutafaq ‘Alaih)

BERKULIT PUTIH DAN BERWAJAH BERSIH

Rasulullah itu berkulit putih dan berwajah tampan. (HR. Muslim)

BERBAHU LAPANG SERTA BERJENGGOT DAN BERAMBUT LEBAT

Rasulullah memiliki postur tubuh ideal, bahu yang lapang, berjenggot lebat dan pangkalnya kemerahan, berambut lebat sampai cuping telinga. Aku pernah melihat beliau berpakaian merah, beliau pernah kulihat orang lebih tampan dari beliau. (HR. Bukhari)

KEPALA, TANGAN DAN KAKI BELIAU BESAR

Rasulullah SAW memiliki kepala, dua tangan dan kaki yang besar-besar, berwajah tampah, belum pernah kulihat orang seperti beliau sebelum dan sesudahnya. (HR. Bukhari)

Wajah beliau SAW seperti matahari dan bulan, berbentuk bulat (HR. Muslim)

WAJAH BELIAU KETIKA BERGEMBIRA

Bila Rasulullah SAW sedang bergembira, wajah beliau terlihat cerah seperti bulan dan kami tahu hal itu. (MUtafaq ‘Alaih)

MATA ROSUL

Rasulullah SAW tidak tertawa kecuali sekedar tersenyum, bila kamu melihatnya akan berkomentar mata beliau bercelak, padahal beliau tidak memakainya. (HR. Tirmidzi hadits hasan)

TAWA ROSUL

Diriwayatkan dari Aisyah ra. : “Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak sampai terlihat langit-langit mulutnya, tertawanya hanya tersenyum.” (HR. Bukhari)

KEELOKAN WAJAH ROSUL

Dari Jabir bin Samurah ra : “Saya pernah melihat Rasulullah SAW pada malam bulan purnama, aku melihat Rasulullah SAW lalu melihat bulan, sedangkan beliau mengenakan pakaian merah. Menurutku beliau lebih elok daripada bulan.” (HR. Tirmidzi, Hadits hasan hharib. Disahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

INDAHNYA SIFAT ROSUL

Tergambar dalam syair berikut “Putih wajahnya Diminta hujan dengan wajahnya Pemberi makan anak yatim dan pelindung janda”

Syair ini ucapan Abu Thalib yang dilantunkan oleh Ibnu Umar dan sahabat yang lain ketika kaum muslimin tertimpa musim kemarau. Lantas Rasulullah berdoa untuk mereka: “Ya Allah! Hujanilah kami.” Lalu turunlah hujan. (HR. Bukhari)

Maksudnya, Rasulullah disifati sebagai putih wajahnya diminta oleh orang-orang agar memohon kepada Allah dengan wasilah wajah beliau yang mulia dan doa beliau, agar Dia menurunkan hujan kepada mereka. Itu terjadi ketika Rasulullah masih hidup. Setelah Rasulullah wafat, Khalifah Umar ra berwasilah dengan Al-Abas agar berdoa supaya Allah menurunkan hujan, dan bukan berwasilah dengan Rasulullah yang telah wafat.

Seseorang dari Bani Kinanah bersyair:

“Bagi-Mu pujian dari insan yang bersyukur

Diturunkan hujan kepada kami berkat wajah Nabi

Dia berdoa kepada Allah, Khaliqnya

Dengan doa yang menjadikan mata tertunduk

Secepat lambaian sorban, bahkan lebih cepat

Kami telah melihat hujan bak mutiara berjatuhan

Jadilah beliau seperti kata pamannya, Abu Thalib

Berwajah putih nan bersih

Dengannya Allah menyiramkan awan Inilah kesaksian tentang berita itu

Siapa bersyukur kepada Allah, akan mendapat tambahan

Dan siapa ingkar kepada Allah, akan mendapat murka.”

***

Dari Sahabat

Iklan