Bahaya Cinta Dunia


nasehat-quran1Bahaya Cinta Dunia

Ibnu Qayyim al-Jauziyah

Diceritakan Nabi Isa AS pernah berkata, “Cinta dunia adalah sumber segala kesalahan. Di dalam harta kekayaan itu penyakit yang banyak sekali.” Orang-orang yang ada disekitarnya bertanya, “Apakah penyakit itu?” Beliau menjawab, “Pemiliknya tidak akan selamat dari sifat berbangga diri dan angkuh.” Mereka berkata, “Bagaimana jika kita bisa selamat?” Nabi Isa AS menjawab, “Dia akan sibuk mengurusnya, dan terlupakan dari dzikir terhadap Allah.”

Cinta dunialah yang memakmurkan neraka dengan dipenuhi oleh para pelakunya. Mabuk karena cinta dunia lebih berbahaya daripada mabuk karena minum arak. Seseorang yang mabuk karena cinta dunia hanya akan sadar ketika ia berada di kegelapan lahat.

Yahya bin Mu’adz berkata, “Dunia itu arak setan. Barang siapa mabuk karenanya niscaya tidak akan sadar sampai ia berada di antara orang-orang yang sudah mati, menyesal bersama orang-orang yang merugi.”

Paling tidak, cinta dunia akan melengahkan seseorang dari cinta kepada Allah SWT dan berdzikir kepadanya. Barang siapa dilengahkan oleh harta bendanya termasuklah ia ke dalam orang-orang yang merugi. Dan hati, jika telah lalai dari dzikrullah pasti setan menguasainya, dan disetir sesuai kehendaknya. Setan akan menipunya sehingga ia merasa telah mengerjakan banyak kebaikan , padahal ia baru mengerjakan sedikit saja.

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Bagi semua orang dunia ini adalah tamu, dan harta itu adalah pinjaman. Setiap tamu pasti akan pergi lagi dan setiap pinjaman pasti harus dikembalikan.”

Para ulama berkata, “Cinta dunia itu pangkal segala kesalahan dan pasti merusak agama dari berbagai sisi:

Pertama, mencintainya akan mengakibatkan mengagungkannya. Padalah di sisi Allah SWT dunia itu sangatlah remeh. Termasuk dosa terbesar, mengagungkan sesuatu yang dianggap remeh oleh Allah SWT.

Kedua, Allah SWT telah melaknatnya, memurkai, dan membencinya, kecuali yang ditujukan kepadaNya. Barangsiapa mencintai sesuatu yang telah dilaknat, dimurkai, dan dibenci oleh Allah SWT berarti ia menyediakan diri untuk mendapat siksa, kemurkaan Allah SWT, dan juga kebencianNya.

Ketiga, orang yang cinta dunia pasti menjadikannya sebagai tujuan akhir dari segalanya. Pun ia akan berusaha semampunya untuk mendapatkannya. Padahal seharusnya ia melakukan hal itu untuk sampai kepada Allah SWT, sampai ke akhirat. Ia telah membolak-balikan urusan dan juga hikmah. Dalam hal ini ada dua kesalahan. Pertama, ia menjadikan saran sebagai tujuan. Kedua, ia berusaha mendapatkan dunia dengan amalan akhirat. Bagaimanapun ini adalah sesuatu yang terbalik, keliru, dan buruk. Hatinya benar-benar terbalik total. Allah SWT berfirman:

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami penuhi balasan pekerjaan-pekerjaannya di dunia dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun. Tetapi di akhirat tidak ada bagi mereka bagian selain neraka. Dan sia-sialah apa-apa yang mereka perbuat di dunia dan batallah apa-apa yang mereka amalkan. (Q.S. Hud:15-16)

Hadits hadits yang menjelaskan tentang ini pun banyak. Salah satunya hadits Abu Hurairah tentang tiga orang yang pertama kali dijilat api neraka. Yaitu orang yang berperang, orang yang bersedekah, dan orang yang membaca Al-Qur’an. Mereka mengerjakan amalan itu untuk mendapatkan dunia dan kekayaannya.

Begitulah cinta dunia. Ia bisa menghalangi seseorang dari pahala. Bisa merusak amal. Bahkan bisa menjadikannya sebagai orang yang pertama kali masuk neraka.

Keempat, mencintai dunia akan menghalangi seorang hamba dari aktivitas yang bermanfaat untuk kehidupan di akhirat. Ia akan sibuk dengan apa yang dicintainya. Kerinduan dan kecintaan kepada dunia pasti membahayakan kehidupan akhirat. Begitu juga sebaliknya.

Kelima, mencintai dunia menjadikan dunia sebagai harapan terbesar seorang hamba. Sahabat Anas bin Malik meriwayatkan: Rasulullah bersabda, Barangsiapa mengharapkan akhirat, Allah akan menjadikan kekayaan dihatinya dan menghimpun seluruh urusan untuknya, serta dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Adapun siapa yang mengharapkan dunia, Allah akan menjadikan kefakiran didepan matanya dan mencerai-beraikan urusannya, serta dunia tidak akan datang kepadanya kecuali yang sudah ditakdirkan baginya.

Keenam, pecinta dunia adalah manusia dengan adzab yang paling berat. Mereka disiksa di tiga negara; di dunia, di barzakh, dan di akhirat. Di dunia mereka di adzab dengan kerja keras untuk mendapatkannya dan persaingan dengan orang lain. Adapun di alam Barzakh mereka di adzab dengan perpisahan dengan kekayaan dunia dan kerugian yang nyata atas apa yang mereka kerjakan.

Ketujuh, orang yang rindu dan cinta kepada dunia sehingga lebih mengutamakannya dari pada akhirat adalah makhluk yang paling bodoh, dungu, dan tidak berakal. Karena mereka mendahulukan khayalan dari pada sesuatu yang hakiki, mendahulukan impian dari kenyataan, mendahulukan kenikmatan sesaat daripada kenikmatan yang abadi, dan mendahulukan negeri yang fana daripada negeri yang kekal selamanya. Mereka menukar kehidupan yang kekal ini dengan kenikmatan semu.

Sesuatu yang paling mirip dengan dunia adalah bayang-bayang. Disangka memiliki hakekat yang tetap, padahal tidak demikian. Dikejar untuk digapai, sudah pasti tidak akan pernah sampai. Dunia mirip dengan seorang perempuan tua yang sama sekali tidak cantik. Ia ingin menikah dan berdandanlah ia. Dipakainya seluruh perhiasan. Ditutupinyalah segala kekurangan. Orang yang hanya memandang tampilan luarnya pasti tertipu. Ia ingin seseorang menikahinya dengan mahar suaminya harus menceraikan akhirat. Sebab, ia dan akhirat tidak mungkin bisa bertemu, duduk bersama.

***

(Diambil dari Tazkiyah An-Nafs).

Iklan