Mimpi, Sekedar Bunga Tidur atau Mempunyai Makna?


tidurMimpi, Sekedar Bunga Tidur atau Mempunyai Makna?

Apakah mimpi seorang muslim dapat ditafsirkan (memiliki alamat) atau hanya sekedar bunga tidur belaka?

Mimpi bisa saja sekedar bunga tidur tapi bisa pula memiliki makna atau pertanda akan suatu hal. Namun yang jelas sebuah mimpi tidak bisa dijadikan dasar hukum dalam syariat Islam.

Sebagai contoh, bila anda dalam kondisi harus mengambil keputusan pribadi untuk menentukan pilihan pasangan hidup, maka anda disunnahkan untuk shalat istikharah yang intinya meminta petunjuk dari Allah SWT. Dan diantara cara datangnya petunjuk itu adalah melalui mimpi. Sehingga atas dasar hal itu anda memiiki kekuatan batin untuk memilih pasangan hidup yang menurut anda paling sesuai. Berarti mimpi anda dalam hal ini bukanlah sekedar bunga tidur. Dan pengambilan keputusan pribadi untuk masalah ini dibenarkan secara syariat.

Tapi bila ada seorang mengatakan bahwa tadi malam mimpi bertemu dengan kiyai anu lalu kiayi itu memberitahu hukum syariat tertentu, misalnya dia mengatakan bahwa khamar itu tidak haram diminum asal tidak terlalu banyak, maka ini sudah pasti sesat dan tidak bisa dijadikan dalil atas suatu hukum agama.

Kecuali mimpi itu terjadi pada diri seorang nabi yang diutus Allah kepada manusia untuk membawa risalah. Seperti mimpinya Nabi Ibrahim AS bahwa beliau menyembelih puteranya Ismail. Mimpi ini adalah mimpi yang memiliki nilai syariat dan perintah dari Allah SWT. Tapi bila terjadi pada manusia biasa, maka tidak boleh dijadikan dasar syariat. Karena yang berhak membawa syariat itu hanyalah para nabi. Dan semua manusia sejak para shahabat hingga manusia terakhir terikat dengan syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW saja. Mereka sendiri tidak berhak untuk menjadi ‘agen’ wahyu atau syariat yang baru.

Wallahu a‘lam bishshowab.

***

Diambil dari kolom konsultasi, http://www.syariahonline.com

Iklan